Page 1

Jiwa Prestatif Mahasantri

// New Generation // Edisi XII

DARI TEROPONG

SANTRI KE CATATAN LANGIT

ProďŹ l Buya Hamka Tips & Trik Beasiswa Luar Negeri Dua Punggawa Sapu Angin Andalan CSS MoRA ITS

Liputan : Prestasi Mahasantri Safari Pesantren

Abdi Masyarakat Pondok Muhyidin Ngaji

Sastra : Cerita Pendek Puisi


redaksi

// Edisi XII

Salam Redaksi Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah segala puji Syukur saya panjatkan untuk kehadirat Allah SWT atas segala nikmat rohani dan nikmat jasmani sehingga pada akhirnya majalah yang sudah lama dinanti dapat diterbitkan juga. Walaupun, di dalam perjalanannya majalah ini diterpa banyak halangan yang membuat penundaan penerbitan, namun dengan segala kuasa-Nya kami tim redaksi berhasil menyelesaikannya. Perlu diketahui, Istiqomah kali ini hadir dengan banyak sekali penyegaran mulai dari sisi desain hingga isi materi. Banyak hal menarik yang akan dibahas pada edisi kali ini, utamanya mengenai semangat prestatif mahasantri dengan tajuk utama bertemakan " dari teropong santri ke catatan langit ", disertai dengan liputan - liputan menarik mengenai kegiatan CSS MoRA ITS setahun belakangan ini dan juga artikel - artikel yang bersifat informatif untuk seluruh pembaca. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih banyak atas kerja keras tim redaksi dan juga dukungan dari semua pihak sehingga majalah ini dapat terbit. Wassalamualaikum Wr. Wb. Pimpinan Redaksi

Tim Redaksi Pelindung Dr. H. Agus Zainal Ariď€ n. ,S.Kom, M.Kom Penanggung Jawab Suwarno Pimpinan Redaksi Rustam Wakil Pimpinan Redaksi Nasrul

1

Desainer Didik Zid L. Fadlil A. Fotografer Idil Tika

Istiqomah Magazine | 2014

Editor Maliha Fardan N. Fahmil H. Khusnul K. Zarrina Jeffy

Reporter Nasrullah Maya Eka Novi. Dindza Husnul Logistik Q. Aini Yusuf

Tim Kreatif N. Hikmah Mansur Fildza Alď€ ya Layouter Umam Deua


daftar daftar isi isi

// Edisi XII

DAFTAR ISI

Konten

SAMBUTAN PEMBINA OPINI TAJUK UTAMA PRESTASI KARYA TA PROFIL BUYA HAMKA PENGABDIAN SAFARI PESANTREN NGAJI ABDI MASYARAKAT OSSPEN PROFIL PESANTREN BAHASAN UMUM KOMIK TIPS & TRICKS RESENSI SASTRA CERPEN KALEIDOSKOP

3 6 8 11 14 16 18 21 23 24 26 29 31 33 34 37 38 39 41

tajuk utama

pengabdian

osspen

Komik Istiqomah Magazine | 2014

2


pembina

// Edisi XII

SAMBUTAN PEMBINA

Dr. H. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Pertama saya ucapkan terimakasih atas usaha dari teman-teman CSS MoRA ITS yang sudah bersusah payah membuat majalah ISTIQOMAH. Sesuai dengan namanya ISTIQOMAH hendaknya penerbitannya pun harus istiqomah atau kontinue. Memang memulai itu mudah dan Kontinuitas itu sulit, tetapi walaupun sulit sebaiknya kita mengenalnya bukan sulit tapi tidak mudah. Sama saja sepertinya, tapi beda. Konotasinya adalah kita memiliki keinginan untuk mengekspos semua aktifitas dan prestasi yang dimiliki oleh anggota CSS MoRA ITS. Hal ini penting karena aktifitas dan pretasi itu akan dapat menginspirasi kawan-kawan lain baik dari anggota

3

Istiqomah Magazine | 2014

yang aktif maupun yang tidak aktif. Juga untuk mahasiwa lain yang mungkin sebelumnya belum pernaha merasakan kehidupan di pesantren bahwa ternyata mereka dapat terisnpirasi dari nilai-nilai semangat perjuanagan, religiusitas, hingga softskill yanag pernah dipelajari oleh para santri sebelumnya. Memberikan pesan pada orang lain itu merupakan bagian dari perjuangan kita.Seperti dalam Al-Qur'an disebutkan supaya kita menjadi orang beriman, beramall shaleh dan orang yang mau menjadi Watawasshaubil Haq atau menginspirasikan kebenaran pada orang lain, menginspirasikan orang lain untuk bersabar atau konsisten dalam berjuang baik dalam mencapai cita-cita setelah lulus dari ITS maupun berjuang dalam


pembina daftar isi menegakkan kebenaran, mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh pada masyarakat dan membentuk sikap yag baik di tengah-tengah masyarakat. Keempat fungsi tadi, yakni beriman, beraktiďŹ tas yang baik, menginspirasikan nilai-nilai kebenaran atau kejujuran, serta menyampaikan pesanpesan moral untuk tetap dalam kondisi semangat juang yang tinggi itu hendaknya dapat disampaikan melalui majalah ISTIQOMAH ini secara lebih jelas. Disertai dengan contoh-contoh real dari mahasiswa sendiri maupun orang-orang yang dianggap sebagai inspirator dalam mencapai tujuan tersebut. Sebelumnya cukup banyak yang sudah diraih oleh Mahasantri CSS MoRA ITS pada masa-masa yang lalu. Akan tetapi dokumentasi ini belum dilakukan cukup baik. Akibatnya seakan-akan bahwa Mahasantri CSS MoRA ITS kurang terekspos dengan baik dan dinggap ndeso. Juga kurang menginspirasikan untuk adik-adik kelasnya sehingga mereka belum punya asumsi bahwa bisa lebih baik dari orang lain. Andainya prestasi-prestasi tersebut dapat disampaikan dengan baik, hal ini tentunya dapat memberikan mantra positif seperti "kalau dia bisa tentu saya juga bisa". Itulah bagian dari pentingnya mendokumentasikan sejarah sukses dari orang-orang sebelumnya. Kisah sukses ini hendaknya tidak disebarluaskan hanya pada kalangan mahasiswa sendiri tetapi juga pada seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan dari mahasiswa PBSB (Penerima Beasiswa Santri berprestasi) seperti pihak

// Edisi XII Kementrian Agama Republik Indonesia sendiri, pimpinan dari ITS, para dosen, dan tidak lupa pihak yang selama ini selalu dijadikan kekesalan kita karena biaya Living Cost yang belum turun yaitu dari DPR yang sebagian dari mereka menganggap bahwa program PBSB ini kurang efektif, sehingga penyaluran dana untuk biaya living cost bagi mahasiswa PBSB dianggap sebagai hal yang tidak terlalu efektif dan eďŹ sien. Bila hal ini dapat dibantah dengan data dokumentasi dari ISTIQOMAH, maka anggapan tersebut dapat dipatahkan. Dan dukungan yang kuat terhadap program PBSB dapat berlanjut bahkan dapat ditingkatkan lebih baik lagi dari segi kuantitas, jumlah ataupun kulitas yaitu strata (S1,S2,S3) dengan adanya dokumentasi aktiďŹ tas dan prestasi tersebut. Sejak saat ini kita sudah memiliki beban tambahan yang tidak hanya belajar tetapi juga berkomunikasi. Bahkan kemampuan berkomunikasi ini menjadi bagian terpenting dari keberhasilan seseorang di tengah-tengah masyarakat. Menurut survei dari lembaga bisnis di Amerika bahwa 30 faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam dunia kerja, kemampuan berkomunikasi merupakan peringkat pertamanya. Ini adalah efek lain dari kegiatan kita untuk menulis dan mengembangkan majalah ISTIQOMAH tersebut. Untuk itu saya ucapkan selamat atas terbitnya ISTIQOMAH dan semoga berlanjut hingga edisi-edisi berikutnya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Istiqomah Magazine | 2014

4


Surat Pembaca

// Edisi XII

SURAT PEMBACA Halo sobat-sobat tercinta... Meskipun banjir melanda di berbagai penjuru Indonesia dan gunung pun ikut bererupsi, berharap rekan-rekan pembaca setia ISTIQOMAH khususnya, dan umumnya keluarga CSS MoRA ITS agar tetap sehat Wal 'aďŹ at dan panjang umur. Amin. Salam 109! [Cacak D'09]

Dear ISTIQOMAH. Semoga senantiasa baik. Kabar tentang ratusan anggota CSS MoRA ITS yang sudah lulus semakin jarang terdengar. Cerita pengabdian mereka semoga bisa diulas dalam sebuah rubrik agar menjadi referensi bagi yang lain. Selain itu juga ladang reuni. Terkadang referensi tiba-tiba jadi inspirasi. .[Abdul Rozaq D‘07]

Bukan tentang waktu, bukan tentang seberapa banyak, tapi tentang ISTIQOMAH . ISTIQOMAH membuktikan tercapainya tujuan dengan ISTIQOMAH. ISTIQOMAH menyatukan banyak tujuan, sukses bersama ISTIQOMAH . [Nani,2011]

5

Istiqomah Magazine | 2014


// Edisi XII

prestasi

Dua Punggawa Sapu Angin Andalan CSS MoRA ITS Dua mahasiswa Teknik Mesin ITS, Fadli dan HulďŹ seakan punya sinergitas yang sama untuk mengembangkan dunia Otomotif di kancah internasional. Hal ini diperlihatkan ketika dikabarkan keduanya telah menginjakkan kaki di negeri Jepang untuk sebuah tujuan yang amat membanggakan. Kerja kerasnya selama ini akhirnya membuahkan hasil, meskipun hanya mendapat gelar The Best Rookie Award yakni pendatang baru terbaik pada kejuaraan Student Formula Japan September 2013 lalu di negeri Sakura tersebut. Kejuaraan Student Formula Japan ini merupakan ajang untuk merancang kecepatan yang dimulai dari membuat mobil hingga merumuskan konsep peran yang diikuti oleh 5 negara SAE (Society of

Automotive Engineers) di antaranya: Jepang, China, Thailand, Indonesia, dan India yang mana kejuaran ini diikuti oleh 77 peserta. Tim sapu angin ITS mendapatkan gelar The Best Rookie Award tersebut karena dari semua pendatang baru hanya ITS lah yang memenuhi regulasi dan bisa mengikuti technical inspection (endurance) yang merupakan salah satu penilaian dalam kejuaraan tersebut. Mereka menuturkan bahwa Student Formula di Jepang ternyata lebih rumit dari pada Shell Eco Marathon, pasalnya ada beberapa persyaratan yang harus ditempuh dan ketika tidak dipenuhi maka tidak akan lolos untuk lanjut ke tahap selanjutnya, selain itu juga persainganpun juga semakin ketat. Shell Eco Marathon juga tidak kalah menariknya dengan Student Formula Japan. Jika Fadli dapat memberikan hasil kerja kerasnya di ajang Student Formula Japan dalam hal teknis dengan begitu maksimal,

Istiqomah Magazine | 2014

6


prestasi

// Edisi XII

Nama Hulfi Mirza Hulam Ahmad Jurusan Teknik Mesin/2009 TTL Jember, 05 Desember 1990 Alamat Jember Asal Pondok PP Darul Ulum, Jombang mulai dari pembuatan hingga tracking prosess mobil irit bernama Sapu Angin ini, maka Hulfi pun tidak kalah ikut andilnya dalam pencetakan prestasi tim sapu angin ITS ini. Hulfi diberi amanah untuk mengurusi tim sapu angin dalam hal non teknis yang telah mengharumkan nama ITS dalam kancah internasional. Tidak hanya itu, Hulfi juga menjadi Manajer Tim ITS dalam kejuaran Shell Eco Marathon 2013 di Malaysia, yang sayang sekali pada tahun ini belum bisa diselenggarakan, karena terjadinya

7

Istiqomah Magazine | 2014

kebakaran di sekitar area pertandingan saat itu. Dua punggawa sapu angin andalan CSS MoRA ITS ini patut kita tiru, karena mereka telah mampu mengharumkan nama CSS MoRA, ITS, bahkan Indonesia di kancah dunia. Sungguh hal yang membanggakan bukan? "Jangan pernah menyia-nyiakan, lakukan yang terbaik" Begitulah pesan Fadli untuk kita di sela-sela wawancara kami. Hulfi pun berpesan bahwa "Untuk mencapai apa yang kita butuhkan itu harus bermodal Nekat dan Jujur saja", ungkapnya di akhir ceritanya seputar pengalaman mencari Sponshorship hingga jutaan rupiah untuk keberlangsungan sapu angin kebanggaan kita bersama.

Nama Muhammad Fadlil Adhim JurusanTeknik Mesin/2010 TTL Situbondo, 29 Mei 1992 Alamat Situbondo Asal Pondok PP Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo


tajuk utama daftar isi

// Edisi XII

tajuk utama Dari Teropong Santri Ke Catatan Langit

S

aat malam datang, gelap terlihat. Cahaya bintang bertaburan, hanya tampak sebagai cahaya kecil di tengah kain hitam panjang yang dianugerahkan Tuhan bernama malam. Mata biasa tak kuasa menjangkau jauhnya jarak bintang kecil yang bertaburan itu. Mata telanjang ini pun tak kuasa menangkap dan menyelami arti cahaya besar sang bintang yang tersirat dalam keindahannya. Teropong, sebuah benda yang dengannya kita dapat melihat indahnya benda besar yang terlihat kecil nan jauh disana. Dengan teropong ini mata biasa tak lagi terbatas menyaksikan indahnya cahaya bintang kecil itu, mata telanjang ini pun akhirnya mampu

merasakan hakikat cahaya bintang yang tak lagi tampak kecil. Sepertinya akan tepat jika teropong dan bintang ini dianalogikan dengan satu sisi kecil kehidupan kita. Mari kita coba analogikan bintang kecil disini sebagai prestasi kecil yang jauh letaknya, tinggi jangkauannya, namun berarti besar untuk banyak orang dan analogikan teropong sebagai sudut pandang seseorang terhadap peluang yang ada untuk menggapai prestasi itu. Saat kehidupan terus berkembang maka prestasilah jawaban dari segalanya. Sekecil apapun prestasi, akan sangat berkontribusi dalam kehidupan kita. Prestasi kecil tak ubahnya bintang kecil di langit yang harus diusahakan agar dapat dilihat.

Istiqomah Magazine | 2014

8


tajuk utama

// Edisi XII Karena prestasi besar yang kita usahakan merupakan hasil dari prestasiprestasi kecil yang diikuti dengan langkah konkrit untuk mewujudkannya. Saat seseorang bermimpi dan mampu mengusahakan mimpinya, berarti dia telah mendapatkan kehidupannya. Berprestasi bukanlah hal yang sulit ketika mimpi telah dibangun dan usaha telah diniatkan. Prestasi besar akan Allah anugerahkan kepada mereka yang berkonsentrasi untuk menciptakan prestasi-prestasi kecil di setiap hari baru yang mereka masuki. Namun terkadang kita sering melupakannya. Kita sibuk melihat prestasi itu sebagai bintang yang jauh, sehingga terlalu jauh pula untuk kita raih. Pada hakikatnya semakin kita kejar prestasi,

digunakan untuk mewujudkan mimpimimpi tersebut. Memang berhasil dan sukses adanya, namun akhirnya kesuksesan mereka menjadi tidak berkah, tidak sedikit dari mereka yang kerap kali tersandung masalah politik dan sosial hingga menyeret mereka kepada hal besar yang lebih merugikan mereka sendiri. Lalu, siapakah manusia dengan jiwa pemimpi yang bertajuk Islam dan mampu mengedepankan caracara yang baik dan benar itu? Santri, derajat manusia dengan bekal ilmu agama, yang sampai saat ini masih terpinggirkan keberadaannya. Banyak anggapan miring tentang santri dari dulu hingga saat ini. Sebagian orang beranggapan santri adalah kalangan orang 'kurang pergaulan' dengan semakin kita mendekat dan membuatnya keterbatasan kesempatan dan fasilitas dekat dengan kita, sedekat itulah prestasi untuk berdiri sejajar dengan derajatpada kita. Tak ada salahnya sedikit demi sedikit kita dekatkan pandangan, persempit derajat manusia lainnya. Padahal jika dikaji lebih dalam mengenai santri dan jangkauan penglihatan sehingga prestasi itu tampak dekat dengan mata dan mudah prestasi, santrilah kalangan orang-orang yang mampu memenuhi syarat bagi kita untuk menjangkaunya. Temukan pencapaian prestasi yang telah letaknya dan dekatkan perhatian, niscaya disebutkan di atas, santri mampu bintang kecil bernama prestasi itu akan memandang tiap kesempatan sebagai tampak dan semakin dekat dengan kita. hal positif, sebagai anugerah yang tidak Lalu, ketika seseorang sudah berani semestinya disia-siakan, sehingga untuk bermimpi dan mewujudkan berujung pada prestasi besar nantinya. mimpinya, memantapkan niat dan Santri merupakan kalangan orang-orang menyusun strategi demi strategi, tentu yang terbiasa melihat segala sesuatunya hanya cara yang baik dan benarlah yang dari sisi positif, berhati-hati dalam harus ditempuh. Karena tak sedikit orang melihat seuatu permasalahan dan brilliant dengan berjuta mimpi besar, menghalalkan segala cara untuk mencapai berusaha sebaik mungkin menyikapinya. Sikap inilah yang juga diterapkan pada tujuan dan menjatuhkan lawan untuk menjadi yang terdepan. Cara-cara tak sehat setiap datangnya prestasi. Sehingga apa yang akan ditempuhnya maupun ditinggalkannya

9

Istiqomah Magazine | 2014


tajuk utama

// Edisi XII

“Tidak ada jaminan keberhasilan bagi yang mulai mencoba, tapi tidak mencoba adalah jaminan kegagalan�

sudah melewati proses yang matang dan penuh pertimbangan. Ketika sudah berkata 'ya' untuk melakukan sesuatu, pantang bagi seorang santri untuk tidak melanjutkannya. Berbagai macam usaha pun akan dilakukan, membaca banyak referensi. Seluruh pikiran dikerahkan untuk mencapai kata shohih. Santri adalah orang yang tekun, tak kenal lelah, pekerja keras, berpegang teguh dan bertanggung jawab atas apa yang telah di-iya-kan. Begitu pula saat menyandingkan santri dengan prestasi. Seharusnya tak lagi menganggap santri sebagai kalangan dengan keterbatasan untuk berprestasi. Dan dengan teropongnya, kini santri dapat menatap bintang-bintang kecil di langit luas yang hitam nan pekat. Santri tak kan lagi tersudutkan sebagai kalangan yang tak dapat sejajar dengan manusia-manusia pencetak prestasi lainnya. Contohnya seperti Bapak Kyai Hasyim Asy'ari pendiri Pondok Pesantren Tebuireng yang turut serta dalam usaha memerdekakan negeri ini. Beliau adalah seorang santri yang dapat melihat peluang yang ada di

hadapannya. Karena apa yang dilihatnya selalu disertai dengan mata batin yang berlandaskan ilmu agama yang kuat, tidak sebatas ingin menggapai kenikmatan dunia semata. Nah, inilah yang membedakan antara teropong santri dengan orang pada umumnya. Seorang santri mampu melihat suatu tantangan itu dari sisi baik dan buruknya secara utuh sesuai dengan ajaran yang telah diperolehnya. Tak dapat dipungkiri, bahwa prestasi itu merupakan sebuah nikmat dari Sang Pencipta yang datangnya tak dapat diduga-duga hingga harus kita menoropong untuk melihatnya. Jika kita mampu dengan baik dan benar mengarahkan fokus kita terhadap kepentingan akhirat, maka tentunya dunia ini akan turut mengikuti kita. Seperti nasihat orang bijak, “Kejarlah akhiratmu niscaya dunia akan mengikutimu.� Prestasipun begitu, niatkan dengan ikhlas, untuk akhirat, tentu akan indah hasilnya. Khusnul Khotimah CSS MoRA ITS 2011

Istiqomah Magazine | 2014

10


prestasi

// Edisi XII

Prestasi Mahasantri Sejumlah prestasi yang berhasil diperoleh Mahasantri CSS MoRA ITS setahun belakang ini. Sukses ! No

Nama

Angkatan

1

Syaiful Arifin

2010

2

Nazidatul Inayah

2010

3

Hilyatun Nuha

2010

4

Hilyatun Nuha

2010

5

Anik Fathimatuz Zahro

2011

6

Muh. Fauzul Imron

2012

7

Misbahul Munir

2012

8

Moh. Fadli Adhim

2010

9

Hulfi Mirza hulam Ahmad

2009

11

Istiqomah Magazine | 2014

Prestasi Medali Perunggu Olimpiade Fisika ONMIPA Harapan II MTQ Mahasiswa cabang tartil Juara I Lomba Tartil Al-Qur'an di LDJ Statistik Kafilah ITS dalam MTQ cabang lomba Hifdzil Qur'an 1 juz Juara Harapan III Lomba Sholawat Al Banjari Juara I Konferensi Ilmuan Muda Indonesia Juara I Konferensi Ilmuan Muda Indonesia The Best Rookie Award (Pendatang baru Terbaik di Formula Japan) ITS "Sapu angin" The Best Rookie Award (Pendatang baru Terbaik di Formula Japan) ITS "Sapu angin"

Tingkat Nasional

Nasional

Institut

Nasional se-Gerbang Kertasusila Nasional

Nasioanal

Internasional

Internasional


prestasi

// Edisi XII

10

Siti Magfirotul Ulyah

2010

11

M. Ainul Mahbubillah

2009

12

Faris Azhar

2009

13

M. Syaiful Arifin

2010

14

Roksun Nasikhin

2009

15

Endang Sulistiyani

2011

16

Mansur Maturidi Arief

Teknik Industri 2010

17

Nur Ahmad Syahid

Teknik Elektro 2012

18

Muh. Fadlil Adhim

Teknik Mesin 2010

19

Risyda Zulfiyatus S

Teknik Lingkung an 2010

Juara II lomba penulisan kreatif BKKBN provinsi Jatim Juara I OSN PERTAMINA kategori teori bdang biologi Lomba Desain bendung gerak Juara 2 Baronas (Lomba ROBOT Nasiona 2013 tingkat mahasiswa di gedung Robotika) Mawapres Jurusan Biologi tahun 2013 Peraih Nilai IPS tertinggi se-Jurusan Sistem Informasi Juara 2 ISMEC'S (Industrial Small Medium Enterprise Competitions) Juara Favorit LKTIN Indonesian Student Research Festival ISRF LEPPIM UPI Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa 2013 Teknik Geodesi UGM Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa 2013 Teknik Geodesi UGM

Jawa Timur Jawa Timur Nasional

Nasional

Jurusan

Nasional

Nasional

Nasional

Nasional

Istiqomah Magazine | 2014

12


prestasi

// Edisi XII

20

Siti Maghfirotul Ulyah

Statistika 2010

21

Didik Purwanto

Teknik Informati ka 2011

22

Muh. Fadlil Adhim

Teknik Mesin 2010

23

Muh.Fadlil Aziz

Teknik Elektro 2011

24

Misabahul Munir

Biologi 2012

Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa 2013 Teknik Geodesi UGM Juara 1 Gemastik tipe Lomba Embedded System Juara Umum mobil hemat bahan bakar Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC)2013 Juara 1 OSN bidang aplikasi perangkat Lunak Juara 3 Science Project Competition di UiN Syarif Hidayatullah

Nasional

Nasional

Nasional

Nasional

Nasional

“ To be a great champion, you must believe you are the best, if you are not, pretend you are�. Muhammad Ali petinju profesional

13

Istiqomah Magazine | 2014


karya TA

// Edisi XII

Aplikasi Directional Coupler dan Double Coupler Sebagai Sensor Pergeseran Berdimensi Mikro Anwaril Mubasiroh Jurusan Fisika 2009

Sebagai serangkaian prosedur studi mahasiswa tingkat strata, tugas Akhir merupakan titik puncak bagi mereka menuju gerbang kelulusan untuk menjadi manusia intelektual yang lebih baik lagi. Salah satunya adalah yang telah dicapai oleh seorang yang telah menjadi alumni PBSB, Anwaril Mubasiroh Jurusan Fisika 2009 dengan didampingi seorang dosen pembimbing yang handal di bidangnya, Drs. Gatut Yudoyono, M.T . Dengan mengangkat judul Aplikasi Directional Coupler Dan Double Coupler Sebagai Sensor Pergeseran Berdimensi Mikro, ia berhasil membuktikan jerih payahnya selama mendalami ilmu

kefisikaan di kampus perjuangan ini. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa media informasi dan komunikasi sudah semakin pesat saja. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi fiber optik. Fiber optik merupakan media transmisi cahaya yang banyak dimanfaatkan dalam hal teknologi komunikasi maupun teknologi sensor. Serat optik banyak dimanfaatkan sebagai sensor karena memiliki banyak keunggulan seperti kemampuan transmitnya yang lebih cepat. Salah satu divais yang dapat dibuat dari fiber optik adalah directional coupler.

Istiqomah Magazine | 2014

14


// Edisi XII

karya TA

Dalam hal Ini, perancangan directional single dan double coupler sebagai sensor pergeseran mikro serta parameter-parameter sensor pergeseran yang didapat dalam perancangan menjadi tujuan utama dari tugas akhir ini. Directional Coupler jmerupakan piranti optik yang tersusun atas dua pandu gelombang dan dapat dibuat dari fiber optik singlemode ataupun multimode dengan metode fused. Dalam Rekonstruksinya, alat dan bahan yang dibutuhkan di antaranya: directional coupler & double coupler,

Dengan Karya, Kita . . .

Meneropong Cakrawala Dunia

15

Istiqomah Magazine | 2014

BF5R-D1-N, power supply , dan komponen Pergeseran. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah didapat, Directional coupler dan double coupler dari bahan serat optik multimode ini dapat dimanfaatkan sebagai sensor pergeseran dengan performansi yang sudah cukup baik. Parameter-parameter sensor pergeseran untuk masing-masing directional coupler dan double coupler adalah besar jangkauan 4160 μm dan 4700 μm, daerah kerja 3180 μm dan 2420 μm, serta sensitivitas 0,0661 au/μm dan 0,0182 au/μm.


proďŹ l

// Edisi XII

Mengenal Sosok

BUYA HAMKA Buya Hamka, sapaan akrab yang kita kenal dari nama aslinya yakni Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Sosok dengan kelahiran Sumatera Barat, 17 Februari 1908. Beliau menikah dengan seorang gadis minang yang bergelar Bagindo nan Batuah yaitu Siti Safiyah Binti Gelanggar. Sejak kecil Buya Hamka dikenal sebagai anak yang haus akan ilmu. Selain di sekolah, ia juga menambah wawasannya di surau dan masjid dari sejumlah ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo. Salah satu hal unik dari buya Hamka yang membedakan dari para tokoh-tokoh ulama lainnya ialah beliau menempuh pendidikan formalnya hanya sampai kelas dua Sekolah dasar lalu di umurnya yang ke 10 beliau memilih

untuk mendalami ilmu agama di Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Pada tahun 1924, buya Hamka berkesempatan untuk berkunjung ke Pulau Jawa. Ia menimba ilmu pada pemimpin gerakan Islam Indonesia diantaranya Haji Omar Said Chakraminoto, Haji Fakharudin, Hadi Kesumo dan Rashid Sultan Mansur. Selanjutnya pada tahun 1927, buya Hamka memulai karirnya sebagai Guru Agama di Perkebunan Tebingtinggi, Medan. Dua tahun kemudian, beliau mengabdikan dirinya sebagai Guru Agama juga di Padang. Dan pada tahun yang sama, beliau mendirikan Madrasah Mubalighin. Tidak hanya itu, buya Hamka juga menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, dan sejarah. Buya Hamka juga pernah menekuni bidang jurnalistik. Ia tercatat pernah menjadi wartawan di berbagai surat kabar, yakni Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Pendiri Muhammadiyah 1912. Di sela kegiatannya sebagai jurnalis, beliau memulai kiprahnya di dunia politik dengan menjadi anggota partai Ketua

Istiqomah Magazine | 2014

16


proďŹ l

// Edisi XII

BUYA HAMKA

mendirikan Muhammadiyah 1912 untuk menentang khurafat, bidaah dan kebatinan sesat di Padang Panjang pada waktu itu. Pada tahun 1953, beliau terpilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Kemudian pada tahun 1951-1960, beliau mendapat mandat dari Menteri Agama Indonesia untuk duduk sebagai Pejabat Tinggi Agama. Namun kemudian ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Pada tahun 1957, buya Hamka kembali di dunia pendidikan setelah resmi diangkat menjadi dosen di Universitas Islam Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Padang Panjang. Karir beliau sebagai pendidik terus menanjak, setelah ia terpilih sebagai rektor pada Perguruan Tinggi Islam, Jakarta, kemudian dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Moestopo, Jakarta, dan Universitas Islam Indonesia.

Menjelang tumbangnya rezim Orde Lama, pada tahun 1964, Hamka pernah mendekam di penjara selama dua tahun karena dituduh pro-Malaysia. Kemudian Ia justru menghasilkan mahakarya yang membuat namanya tersohor hingga ke mancanegara, yakni tafsir Al Quran yang diberi nama Tafsir Al-Azhar, sesuai dengan nama masjid tempat Hamka selalu memberikan kuliah subuh. Tafsir Al-Azhar yang berisi terjemahan Al-Quran sebanyak 30 juz lengkap itu merupakan satu-

17

Istiqomah Magazine | 2014

satunya Tafsir Al Qur'an yang ditulis oleh ulama melayu.

Buya Hamka akhirnya menghadap Sang Khalik di usia 73 tahun pada hari Jumat, 24 Juli 1981 pukul 10.41. Setelah disholatkan di Masjid Al-Azhar, jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta. Atas jasa-jasanya pada negara, Presiden Soeharto menganugerahkannya Bintang Mahaputera Utama pada tahun 1993. Kemudian di tahun 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi ia gelar pahlawan Nasional. Sayangnya, banyak generasi muda yang tak mengenal sosoknya apalagi mengkaji ketokohannya. Nama besar Hamka justru lebih dihormati negara tetangga. Hal itu bisa dilihat dari kunjungan masyarakat ke Museum Buya Hamka yang lebih didominasi wisatawan Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam ketimbang wisatawan lokal. Memang amat disayangkan, entah karena kurangnya promosi, museum yang terletak di tepi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat ternyata tak begitu menarik hati masyarakat Indonesia. Sebagai bukti penghargaan yang tinggi dalam bidang keilmuan, Muhammadiyah mengabadikan namanya menjadi nama sebuah perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta dan Jakarta (1972-1978), yakni Universitas Hamka (UHAMKA).


pengabdian

// Edisi XII

MENGABDI DENGAN TEKNOLOGI, MEMAJUKAN GENERASI Fais Nasrullah Sistem Informasi 2008

Berangkat dari keinginan seorang santri yang telah gelar S.Kom lulusan kampus perjuangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini, Fais Nasruloh mengaku ingin mengembangkan Teknologi Informasi yang berada di Pesantren yang notabene memiliki rata – rata pondok pesantren yang belum mempunyai infrastruktur pendukung. Sebagaimana beasiswa PBSB (Program Penerima Santri Berprestasi) yang telah tercantum dalam kontrak tersebut mengharuskan Fais Nasruloh, ustadz yang akrab dipanggil santriwan – santriwatinya dengan panggilan ustadz Fais tersebut yang mulai mengabdi pada tanggal 1 Juli 2012. kini mengharuskan ustadz Fais untuk mengamalkan ilmu di Mts. MA Wali Songo Putra di Tarbiyatul Mu'alimin Al – islamiyah yang berlokasi di Jl. Sunan Kalijaga Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Munculnya Ide – ide program pengabdian yang sesuai dengan strata 1 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi membuat hatinya tergerak untuk memperbaiki dan mengembangkan Pondok Pesantren

Istiqomah Magazine | 2014

18


pengabdian

// Edisi XII

berbasis Teknologi. Program ini mempunyai deskripsi berupa wadah pusat pengembangan informasi yang salah satunya beranggotakan beberapa alumni PBSB dari Pondok Wali Songo sendiri dan ustadz – ustadz lain yang memiliki minat dan bakat dalam pengembangan Teknologi Informasi, Program ini dikemas dalam berbagai pengabdian lain yang nantinya mempunyai tujuan tertentu dari masing – masing program yang dilaksanakan. Langkah pertama yang dilakukan ustadz Faiz adalah meredesign dan melakukan maintenance website resmi yang dimiliki Pondok Pesantern Wali Songo Ngabar yang beralamat di www.ppwalisongo.or.id untuk meningkatkan kualitas berita dan menghasilkan tulisan yang akan dimuat dalam website. Beliau dibantu dalam pelaksanaannya dibantu dengan beberapa tim redaktur website Wali Songo yang direkrut dari santriwan dan santriwati hasil seleksi redaksi dengan

19

Istiqomah Magazine | 2014

persetujuan team asatidz administrator. Redaktur website tersebut diberikan pelatihan diantaranya berupa Pelatihan Search Engine Optimatization (SEO) dengan blogger kabupaten Ponorogo. Pembinaan selanjutnya yaitu Pelatihan Jurnalistik diisi oleh alumni PBSB Roksun Nasikhin, S.Si. Untuk mempunyai skill meliput pelatihan ini diisi juga dengan pelatihan Fotografi agar informasi yang dihasilkan dan dipublish lebih up to date. Beberapa cerita pengabdian lain masih seputar IT yang dapat diterapkan Ustadz Fais di Pondok Pesantern Wali Songo adalah FORUM SANTRI “CYBER IT” diskusi dan pelatihan sering dihidangkan kepada para santriwan ketika mengikuti forum ini dengan berbagai macam daftar menu belajar yang disediakan seperti Blogging dan Website Design (Corel dan Photoshop), Browsing, Jaringan Komputer, merakit computer (hardware), Video Editing, SEO (Search Engine Optimization. Pelaksaan belajar di forum Cyber IT tersebut seminggu sekali bisa


pengabdian daftar isi

Ustadz – Ustadzah Pondok pesantren juga merasakan forum belajar selain ada forum santri “cyber it” diharapkan juga asatidz untuk “bersekolah kembali” dalam Forum Guru “Sekolah IT” beberapa pembelajaran itu merupakan salah satu implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Workshop IT for Edu yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 Februari bersama Bapak Agus Zainal Arifin, M.Kom. Beliau memberikan beberapa materi yang beliau sampaikan dalam kesempatan forum guru “Sekolah IT” yaitu beberapa pelatihan software diantaranya adalah Penggunaan software perpustakaan digital Maktabah Syamilah, Penggunaan software Al-I'irob untuk menunjang pengajaran Al-Qur'an, Penggunaan software Maknoon Mawarits dan Zakat untuk menunjang pengajaran faroidh dan fiqih, Penguasaan Ms. Power Point untuk menunjang pembelajaran berbasis Multimedia, Penguasaan Ms. Word dan Excel untuk menunjang penyusunan rencana pembelajaran. Beberapa Sistem Informasi lain yakni

// Edisi XII

software Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah (JIBAS) yang dikeluarkan oleh Yayasan Indonesia Membaca (YIM). Kemudian Sistem Pendaftaran Santri Baru Online yakni project pendaftaran santri baru via internet. Calon santri baru dapat menginputkan data diri mereka. calon santri baru tinggal melakukan validasi data dan mencetak formulir pendaftaran serta menyerahkan berkas-berkas persyaratan di sekretariat penerimaan santri baru. Program terakhir Papan Informasi Digital, Merupakan project pembuatan papan informasi digital yang dapat menampilkan berbagai informasi tentang kegiatan pondok, tabel data santri, foto-foto kegiatan santri dan video profil pondok. Program ini ditampilkan dengan LED TV ditempatkan di depan sekretariat pondok. “Saya juga mendapatkan amanah mengajar pelajaran TIK kelas 3 MTs dan kelas persiapan 1 MA (1 Intensive) serta mengajar pelajaran Matematika kelas 1 dan kelas 2 MTs” Ustadz Faiz.

Istiqomah Magazine | 2014

20


safari pesantren

// Edisi XII `

SAFARI PESANTREN di Pondok Al-Fithrah Surabaya

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini mutlak adanya, sehingga penguasaan oleh seluruh lapisan kalangan terhadapnya menjadi sebuah keharusan. Namun, sadar atau tidak, tidak sedikit kalangan yang tertinggal dan belum bisa mengikuti perkembangannya. Pesantren. Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua juga harus berkembang pada abad ini. Karenanya, CSS MoRA ITS sebagai mahasiswa berlatar belakang pendidikan pesantren yang kini merasakan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi bertekad untuk membumikan kedua aspek ini di kalangan pesantren, kami meramunya dalam serangkaian kegiatan Safari Pesantren. Sabtu, 19 Oktober 2013, dengan niat ikhlas untuk berbagi ilmu, menghentikan ketertinggalan pesantren, mahasantri CSS MoRA ITS berkunjung ke PP. AlFithroh, Kedinding Surabaya. Kegiatan ini berupa pemberian materi ilmu sains (Biologi), ilmu komputer, serta

21

Istiqomah Magazine | 2014

aplikasi ilmu teknik sesuai jurusan masing-masing mahasiswa CSS MoRA ITS dan seminar untuk para santri. Para santri dibagi ke dalam 10 kelas dengan materi yang berbeda. Dari Teknik Informatika dan Sistem Informasi memberikan materi pengenalan Microsoft dan penjelasan internet serta cara ber-internet yang benar kepada para santri. Teknik Mesin mengenai roket air dan cara pembuatannya.Teknik Industri tentang Casting Process dan business plan. Biologi mengenai tes golongan darah, tes buta warna, dan Biologi Lingkungan. Pada saat yang sama di lokasi yang berbeda yakni di ruang Auditorium PP Alfithroh diadakan seminar mengenai Pesantren dan Teknologi yang disampaikan oleh Mahmud Musta’in M.Sc Ph.D, Dosen Teknik Kelautan ITS dan Bapak Mohammad Zikky.ST.MT, Dosen Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Pesantren berilmu pengetahuan dan teknologi serta mahasantri yang terlatih untuk berbagi ilmu merupakan output utama yang diharapkan dari kegiatan ini.


ngaji isi daftar

// Edisi XII

Pengajian rutin bersama CSS MoRA ITS “ Ingatlah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging, jika ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuh, namun jika ia rusak akan rusak pula seluruh tubuh. Ingatlah, itulah hati. � Terjemah hadits Nabi di atas mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati kita yang merupakan sumber kebaikan dan keburukan bagi tubuh kita. Jika hati kita baik niscaya perilaku dan ucapan kita juga baik.Sebaliknya perilaku dan ucapan buruk kita adalah cerminan dari buruknya hati kita. Suasana hati juga sering kali menentukan aktivitas sehari-hari kita. Jika suasana hati sedang bahagia, maka kita akan lebih sering tersenyum dan melakukan berbagai hal dengan senang. Namun, jika suasana hati kita sedang sedih, marah, atau galau, kita pun akan lebih sering cemberut dan merasa berat untuk beraktivitas. Bahkan tak jarang pisuhan akan keluar dari mulut kita. Sering kali suasana hati yang tidak baik diakibatkan oleh masalahmasalah yang menimpa diri kita, seperti tugas yang terlalu banyak, uang yang

hanya sedikit, serta kurangnya perhatian orang lain kepada kita. Akibatnya secara tidak langsung kita menganggap bahwa Tuhan tidak adil kepada kita. Bagaimana tidak? Bukankah keluhan adalah tanda rasa ketidakadilan yang kita terima? Sebenarnya bukan masalahmasalah itu yang membuat suasana hati kita tidak baik, namun justru suasana hati kitalah yang membuat kita mendapat banyak masalah. Hati kita ibarat sebuah kapak yang digunakan untuk memotong pohon setiap hari. Mungkin pada awalnya kapak tersebut bisa menebang 5 pohon dalam 1 jam, namun setelah beberapa saat kapak tersebut hanya bisa menebang 1 pohon dalam 5 jam. mengapa demikian? Ya, kapak perlu diasah sebelum digunakan kembali. Begitu pula hati kita. Kita sering lupa untuk mengasah hati kita. Akibatnya hati kita menjadi tumpul dan berkarat. Jika masalah diibaratkan sebagai pohon, maka hati kita akan sulit menyelesaikan masalah yang besar ataupun sekumpulan masalah kecil. Akibatnya kita akan terus-menerus mengeluh tanpa sadar betapa bodohnya kita, tidak mengasah kembali hati yang telah menjadi tumpul.

Istiqomah Magazine | 2014

22


ngaji

// Edisi XII

Lantas, bagaimana cara mengasah hati kita? Salah satu cara paling efektif adalah dengan mengikuti ceramah atau pengajian di pondok, musholla, atau masjid. Dengan mengikuti pengajian kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mengobati hati kita dengan obat hati yang kelima, yaitu berkumpul dengan orang sholih. Jika dilakukan dengan rutin, niscaya hati kita yang keras akan menjadi lunak kembali sehingga kita tidak lagi mengadukan masalah yang besar kepada Tuhan, namun kita akan menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut kepada Tuhan Yang Maha Besar. Salah satu pengajian rutin tersebut dapat kita ikuti di kampus ITS tepatnya di Masjid Manarul Ilmi setiap malam Sabtu selepas Isya'. Pengajian tersebut diisi oleh Dr. Agus Zaenal AriďŹ n, S.Kom, M.Kom, dengan materi

23

Istiqomah Magazine | 2014

dari kitab Nashoihud Diniyyah wal Washayal Islamiyyah yang berisi nasihat dan wasiat dalam agama Islam agar hidup kita lebih berkah. Selain itu, kita juga bisa mengikuti pengajian di rumah Drs. Mahmud Mustain, M.Sc, Ph.D. di perumahan dosen blok T ITS setiap malam Ahad juga selepas Isya'. Kitab yang beliau gunakan adalah Minhajul 'Abidin yang berisi tentang manajemen hati dan kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim yang berisi tentang adab yang baik bagi pencari ilmu serta pengajarnya. Insya'allah dengan mengikuti kedua pengajian tersebut hati kita akan menjadi lebih baik sehingga perkataan dan perbuatan kita pun akan ikut menjadi lebih baik dan pada akhirnya hidup kita pun akan menjadi lebih baik dan lebih berkah. Amin. Huda Fisika F’10


Abdi Masyarakat,

abdi masyarakat

// Edisi XII

Bersama Dalam Berbagi Selaras Dalam Mengabdi Hidup adalah untuk mengabdi.

ini, anak-anak juga disertakan untuk

Begitulah pendapat seorang muslim

mengikuti kegiatan Outbond.

beriman. Karena sebaik-baiknya

Memang tidak seberapa yang dapat

manusia adalah yang paling

diberikan, namuan bukankah kita

bermanfaat untuk orang lain. Hal ini

boleh ragu untuk memberikan yang

pulalah yang mendorong anggota

terbaik meski itu hal kecil. Karena jika

CSS MoRA ITS di bawah Departemen

hal besar datang, itu tak akan

Hubungan Masyarakat untuk

menyulitkan kita.

melakukan kegiatan abdi masyarakat di daerah Keputih Tegal, Sukolilo dan Masjid Al Muhlisin beberapa waktu yang lalu.

Dari serangkaian acara ini, memberikan pembelajaran bagi kita yang cukup berharga. Yakni memulainya dari sesuatu yang kecil,

Acara ini dapat berjalan lancar

memberi tanpa harus diberi. Karena

berkat kerjasama dan sinergitas dari

pengabdian bukanlah pengorbanan,

pihak CSS MoRA ITS, CSS MoRA UA

melainkan penghormatan.

(Universitas Airlangga), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) ITS dan masyarakat di Keputih Tegal, Sukolilo Surabaya. Ada beberapa poin penting dalam

Dan tolong-menolonglah

kegiatan ini di antaranya, pelatihan

kamu dalam (mengerjakan) kebajikan

composting yang diselenggarakan

dan takwa, dan jangan tolong-

oleh HMTL bertajuk-kan “Keputih

menolong dalam berbuat dosa dan

Resik�, penyuluhan akan gerakan

pelanggaran. Dan bertakwalah kamu

sikat gigi oleh CSS MoRA UA,

kepada Allah, sesungguhnya Allah

outbond dan pembagian sembako

amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

kepada masyarakat sekitar. Dalam hal

(elKhowarizmy / Zrn_m)

Istiqomah Magazine | 2014

24


// Edisi XII

abdi masyakarakat

Gallery

Masyarakat Abdi

25

Istiqomah Magazine | 2014


osspenisi daftar

// Edisi XII

OSSPEN 2014

OLIMPIADE SAINS DAN SENI PESANTREN OSSPEN (Olimpiade Sains dan Seni Pesantren) merupakan salah satu program kerja terbesar yang dimiliki oleh organisasi CSS MoRA ITS. OSSPEN merupakan serangkaian kegiatan yang dikhususkan untuk meningkatkan kemampuan dan bakat para santri pondok pesantren baik di bidang akademis maupun seni, yang terdiri dari Olimpiade Sains, Musabaqoh Fununil Islam (Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Musabaqoh Tilawatil Qur'an, Musabaqoh Tartilil Qur'an, Musabaqoh Qiroatil Kutub dan Kaligrafi) dan Gelar Karya Mahasiswa yaitu sebuah kegiatan ekspo produk ilmiah mahasantri, baik yang sudah maupun belum dituangkan dalam karya tulis. OSPEN sendiri dicetuskan oleh Abdur Rozaq (Teknik Informatika, 2007) yang saat itu dijadikan sebagai ketua OSPEN untuk pertama kalinya. OSPEN terlahir atas keprihatinan melihat sedikitnya minat para santri

untuk mempelajari ilmu umum, terutama fisika dan matematika. OSSPEN sendiri bermula pada tahun 2010. Kala itu OSSPEN masih bernama OSPEN (Olimpiade Sains Pesantren) yang hanya terdiri dari olimpiade fisika dan matematika. Lingkup peserta pun masih terbatas Jawa Timur dan hanya terdiri dari 7 regional saat babak penyisihan. Awal terbentuknya kegiatan ini tidak mudah, apalagi dengan status organisasi ekstra kampus, CSS MoRA ITS tidak bisa melaksanakn kegiatan di dalam area kampus. pada saat babak semifinal dan final, kegiatan dillaksanakn di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dengan segala usaha, 250 tim se-Jawa Timur mengikuti OSPEN. Lalu pada tahun berikutnya, OSPEN dilanjutkan oleh Tafrikan (Matematika, 2008). OSPEN mulai berinovasi dengan menggabungkan Olimpiade Sains dengan Musabaqoh Fununil Islam.

Istiqomah Magazine | 2014

26


osspen

// Edisi XII Sehingga kemudian muncullah nama OSSPEN (Olimpiade Sains dan Seni Pesantren) yang terdiri dari Olimpiade Sains, dan Musabaqoh Fununil Islam. Musabaqoh Fununil Islam sendiri meliputi 5 cabang lomba yaitu lomba Pidato Bahasa Arab, lomba Pidato Bahasa Inggris, Musabaqoh Tilawati Qur'an, Musabaqoh Tartilil Qur'an, dan Kaligrafi. Dalam kegiatan OSSPEN ini juga sudah melibatkan GKM (Gelar Karya Mahasiswa), yaitu pameran karya mahasantri sesuai bidang jurusan masing-masing. Tahun kedua juga telah menambah cakupan regional, yakni menjadi 8 regional. Jumlah peserta pun mulai mengalami peningkatan hingga mencapai 280 tim. Babak semifinal dan final juga telah diperbolehkan untuk dilaksanakan di area kampus ITS, tepatnya di gedung SCC ITS Surabaya. Kemudian pada tahun ketiga, OSSPEN yang sebelumnya masih berada di bawah Departemen HUMAS (Hubungan Masyarakat) CSS MoRA ITS mulai berdiri sendiri, bukan

dibawah naungan departemen, dengan pimpinan saat itu Sulistyono (Sistem Informasi, 2009). Pada tahun tersebut, OSSPEN tidak mengalami inovasi yang signifikan, karena kendala administrasi kampus serta beberapa kendala yang lebih berat dari pada tahun sebelumnya. OSSPEN masih terdiri dari 8 regional seperti tahun sebelumnya saat penyisihan. Peserta saat itu mencapai 277 tim. Selanjutnya tahun keempat kiprahnya, OSSPEN 2013 diketuai oleh Achmad Royyan Damanhuri (Teknik Elektro, 2010). Banyak inovasi yang mulai dilakukan, antara lain dengan pelebaran regional menjadi se-Jawa meliputi provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta dengan 15 regional yang pada tahun ini disebut rayon, bukan lagi regional. Kemudian seleksi juara yang awalnya 3 babak ditambah menjadi 4 babak (penyisihan, quarterfinal, semifinal, dan final). Peserta mencapai 377 tim.

OSSPEN 2013

OSSPEN 2012

27

Istiqomah Magazine | 2014


osspen

// Edisi XII

Tak henti berinovasi, pada OSSPEN kelima dengan Project Manager (PM) Ksatria Mustari Is Haq (Teknik Mesin, 2011) dimunculkan inovasi lagi. yaitu dengan menambah 1 cabang lomba untuk katagori Musabaqoh Fununil Islam (MFI) yaitu berupa Musabaqoh Qiroatil Kitab (MKQ). Tentunya hal ini membuat cakupan OSSPEN 2014 lebih meluas dan bersegmen di seluruh pesantren di pulau jawa. Pada OSSPEN tahun ini, dilakukan pemampatan rayon menjadi 14 Rayon. Penyisihan OSSPEN 2014 dilaksankan pada tanggal 23 Februari 2013 dengan peserta olimpiade sains sebanyak 352 Tim. Dari total jumlah peserta tersebut disisihkan 10 peserta dengan nilai terbaik se-Jawa ditambah 10% peserta dengan nilai terbaik dari tiap rayon. Didapatkan 52 tim yang

lolos babapk penyisihan dan mengikuti babak semiďŹ nal pada tanggal 08 Maret 2014 di kampus ITS Surabaya bersamaan dengan pelaksanaan keenam cabang lomba Musabaqoh Fununil Islam (MFI). Setiap cabang OSSPEN ini memperebutkan Trophy Kementrian Agama Republik Indonesia. Kompetisi dalam bidang sains dan seni yang dikemas dalam rangkaian kegiatan OSSPEN ini diharapkan dapat menjadi salah satu ajang bagi para santri untuk turut serta dalam mengembangkan kualitas pendidikan di pondok pesantren pada khususnya dan di negeri ini pada umumnya, mencetak kader-kader berkualitas baik dalam segi ilmu pengetahuan, seni dengan tetap memegang nilai-nilai kesantrian yang telah dimiliki.

“ Sukses Osspenku, Jaya Pesantrenku! "

Istiqomah Magazine | 2014

28


pesantren

// Edisi XII

Liputan

ProďŹ l Pesantren. MUHYIDDIN, Lahan Mengasah Ilmu Akhirat

Setelah disibukkan oleh urusan dunia, tak jarang kita terlalu asyik, hingga lupa akan urusan akhirat. Sehingga tak jarang para pemuda jaman sekarang mudah dilanda rasa

29

Istiqomah Magazine | 2014

galau ketika apa yang didapat tidak sesuai dengan yang dikehendakinya karena lupa akan Dzat yang mengatur segalanya menjadi ada. Kita bisa mendekatkan diri kepada Dzat yang maha mengatur segalanya dengan belajar ilmu agama di Pondok Pesantren. Terdapat Pondok Pesantren yang cukup strategis di Surabaya dengan kehidupan kampus y ang mayoritas adalah pemuda. Muhyiddin namanya, adalah pondok pesantren hufadz yang pada mulanya dikhususkan untuk anak-anak. Tapi kini mahasiswa dan pemuda sekitar pun telah nyantri di Pesantren Muhyiddin.


pesantren daftar isi

// Edisi XII

Gus Ali (Putra KH. Ahmad Thabib) Ada beberapa tips untuk menghafalkan Al-Qur'an seperti yang di ungkapkan oleh Gus Ali (Putra KH. Ahmad Thobib), yaitu sebagai berikut: 1.Niat, Al-Qur'an adalah kalamullah yang apabila tidak dipaksa dan tidak dipertahankan niatnya maka niscaya akan sulit. 2.Himmah (rasa cinta), dengan rasa cinta maka akan selalu mengingat AlQur'an dan akan tetap mempertahankan Al-Qur'an itu sendiri. 3.Istiqomah, dengannya meskipun ada halangan apapun maka tidak akan goyah.

4.Ad Dunnya (keduniaan), semua kehidupan dunia harus disampingkan apalagi dengan kondisi saat ini yang maju akan teknologi. 5.Teman, teman adalah orang yang paling dekat dengan kita dan mengerti kita. Akan tetapi, teman juga bisa menjerumuskan hingga merubah niat kita.

Pondok Muhyiddin Istiqomah Magazine | 2014

30


santri

// Edisi XII

Pergeseran Niat Santri Belajar Di Pesantren

“

Saya kira, topik diskusi hari ini bukan meningkatkan pesantren, tapi mengembalikan nilai-nilai pesantren yang hilang

�

Dalam benak kita, setiap mendengar kata santri sering terbayang sosok penuh tawadhu’, kebiasaannya hanya belajar dan mengaji di sebuah pondok pesantren. Walaupun memang tak jarang kita temui beberapa santri yang berada di luar koridor tersebut. Namun yang jelas santri identik dengan sosok orang baik, berbudi luhur, banyak memahami masalah keagamaan, calon ustadz yang akan mengajar di surau, masjid, dan sekolah. Atau bahkan menjadi seorang da’i yang sering berfatwa dan memberi nasihat di atas mimbar ataupun di media, dan memiliki jiwa keikhlasan yang kuat. Sosok ini merupakan jelmaan ulama masa depan yang patut dihormati kedudukannya sebagai tholibul

31

Istiqomah Magazine | 2014

ilmi yang hanya berkelut dengan kitab dan agama. Akhir-akhir ini santri sudah banyak disandingkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak terkesan ketinggalan zaman, karena santri sering dijuluki sebagai orang yang kurang pandai bergaul dan tidak up to date. Hal ini disebabkan pandangan yang mengatakan bahwa kehidupan yang ada di pesantren merupakan dunia fiktif yang jauh dari realitas sosial. Tuntutan zaman membuat beberapa pesantren menambahkan pembelajaran ilmu umum bagi para santrinya bahkan sejak puluhan tahun silam. Peningkatan kualitas dalam pembelajaran ilmu umum juga sering dilakukan untuk menarik masyarakat agar menyekolahkan anaknya di pondok pesantren. Sayangnya, hakikat santri dalam pesantren yang harusnya belajar tentang ilmu agama mulai berkurang dengan adanya ilmu umum terutama ilmu sains dan teknologi.


santri

Hari-hari seorang santri di era modern tidak lagi didominasi dengan kegiatan mengaji, membaca kitab dan dzikir untuk membersihkan hati agar mampu lebih dekat dengan Penciptanya. Niat yang tertanam dalam hati seorang santri bukan lagi ingin menjadi ulama, namun menjadi seorang scientist atau insinyur yang ditunjukkan dengan juara olimpiade sains, karya tulis atau sebagainya. Hal ini dikatakan Katib Syuriah PBNU K.H. Afifuddin Muhajir saat menjadi pembicara sesi kedua pada Halaqah Ulama yang dihelat oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI di Hotel Singgasana Jl. Gunungsari Surabaya, (2/12/2013). “Saya kira, topik diskusi hari ini bukan meningkatkan pesantren, tapi mengembalikan nilai-nilai yang hilang (dari pesantren-red),” tegas Wakil Pengasuh Bagian Ilmiah Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo Jawa Timur ini. Menurutnya, ketimpangan yang mendasar di pesantren ada tiga. Pertama, musykilat al-futhur al-himam. Sekarang ini banyak pesantren yang memiliki sekolah formal tapi para santrinya justru mengatakan sekolah sambil mengaji, bukan sebaliknya, mengaji sambil sekolah. Jadi, adanya kesalahan niat ini menjadikan para santri gamang. Sehingga jarang dari mereka yang bercita-cita tinggi ingin menjadi ulama seperti Mbah Hasyim

// Edisi XII

Asy’ari, apalagi seperti ulama sekaliber Imam Syafi’i. Yang kedua adalah musykilat almutalaqqi. Dari siapa orang mendapat ilmu? Ada yang menjawab dari internet, buku dan lainnya. Menurut Kiai Afif Khudhori Beik dalam kitab Tarikh Tasyri’ al-Islamiy berpendapat bahwa kitab tidak layak dijadikan guru. Karena yang menjadi guru haruslah manusia, khususnya yang memiliki kebaikan dan kesantunan. “Jika tidak berguru, bukan tidak mungkin gurunya adalah setan. Dampaknya adalah kesalahpahaman terhadap ilmu tersebut. Pada dasarnya, ilmu yang mestinya indah menjadi tidak indah lantaran tidak disampaikan dengan indah”, ujarnya. Yang ketiga, tambahnya, musykilat alkutub al-muqarrarah. Baginya, kriteria kitab kuning (Kutub al-Turats) haruslah dipahami. Mengutip pendapat mufti Mesir, kutub al-turats adalah kitab yang dikarang kira-kira 100 tahun silam. Sebagai santri yang belajar di pesantren sudah seharusnya mendahulukan pendalaman ilmu agama baik secara teori maupun praktiknya di kehidupan sehari-hari. Di sisi lain ilmu umum juga penting untuk dipelajari sebagai modal hidup dan bermasyarakat kelak selama tidak mengganggu proses pembelajaran agama.

Istiqomah Magazine | 2014

32


// Edisi XII

KOMIK SANTRI

33

Istiqomah Magazine | 2014

komik


daftar isi tips kuliah

// Edisi XII

Tips &     Trik 

Beasiswa Luar Negeri

Tentukan Target

Pertimbangkan Bidang Studi

Jepang, Jerman, Prancis, USA, Swiss, dan Australia

Pilih Spesialisasi Bukan jurusan, tetapi spesialisasi yang ingin ditekuni. Walaupun cocok dengan bakat & hobi, tapi pertimbangkan kebutuhan tenaga kerja dan trendnya

untuk beasiswa dan mempertimbangkan kepentingan lembaga penyedia beasiswa Buat skala perioritas bidang studi apa yang menarik minat kita dan yang sesuai dengan arahan kebijakan penyedia beasiswa

2

Bahasa Inggris

Cari Informasi Luangkan waktu untuk berburu berbagai informasi beasiswa, persyaratan-persyaratan hingga tenggat waktunya

6

Lengkapi Dokumen

Persiapkan bahasa asing. seperti internasional TOEFL atau IELTS, indeks prestasi, prestasi diluar akademik, pengalaman berorganisasi maupun pengabdian masyarakat serta

5

Umumnya S2 di luar negeri mensyaratkan TOEFL PBT min. 550 atau IELTS 6.0 Jika perlu, ambil kursus bahasa asing lain.

Ikuti Arah Petunjuk Jangan segan – segan, apalagi malas untuk meng-edit aplikasimu.

Perhatikan Waktu Persiapkan yang matang dan terjadwal. Aplikasi – aplikasi yang terlambat tidak akan dipertimbangkan.

Istiqomah Magazine | 2014

34


tips & trick

// Edisi XII

Hidup Sehat Ala Mahasiswa Kehidupan mahasiswa yang sibuk dengan perkuliahan dan organisasi tak ayal membuat mereka lupa dengan kesehatannya sendiri. Mulai dari pola makan yang tidak sehat dan teratur hingga tugas kuliah yang sering mengganggu waktu istirahat mahasiswa. Namun hidup sehat masih bisa didapat oleh para mahasiswa dengan menerapkan beberapa tips berikut:

Biasakan untuk Berolahraga Dari pada bermalas di kosan, lebih baik gunakan waktu untuk berolahraga.Luangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk berolahraga, supaya pikiran segar kembali dan tidak stress. Tidak perlu bingung mau olahraga apa, cukup dengan olahraga kecil dan hemat, seperti jogging. Lakukan bareng teman biar lebih seru, atau sambil mendengarkan musik kesukaan kamu.

Memasak Sendiri Jika anda sudah memiliki peralatan dapur lengkap, gunakanlah untuk memasak. Memasak sendiri membuat anda dapat menjaga kandungan gizi yang terdapat pada masakan anda. Jadikan aktiďŹ tas memasak ini sebagai hobi. Jika anda tinggal bersama banyak teman, jadikan aktiďŹ tas memasak ini untuk mempererat keakraban diantara mahasiswa.

35

Istiqomah Magazine | 2014


daftar isi tips & trick

// Edisi XII

Melengkapi Makanan dengan Buah dan Sayuran Banyak sekali manfaat buah-buahan untuk kesehatan, mulai dari mencegah penyakit, sebagai sumber anti oksidan sampai merangsang kemampuan otak. Biasanya mahasiswa jarang peduli dengan makanan mereka terutama buah dan sayuran. Selalu masukkan buah dan sayuran dalam menu harian anda.

Banyak Minum Air Putih Gaya hidup anak muda yan kerap mengkonsumsi minuman bersoda dan penuh bahan kimia sangat buruk untuk kesehatan. Air putih merupakan salah satu minuman segar dan sangat menyehatkan bagi seluruh anggota tubuh anda. Konsumsilah air putih 8 gelar perharinya untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Tidur yang Cukup Mengerjakan tugas hingga larut malam atau begadang bersama teman-teman memang suatu kegiatan yang mengasyikkan, aturlah jadwal mengerjakan tugas, berkumpul bersama teman-teman serta waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur.

Selalu hidup teratur dan jaga kesehatan dimulai dari sekarang, dan jadilah mahasiswa berprestasi yang peduli pada kesehatan.

Istiqomah Magazine | 2014

36


resensi

// Edisi XII

resensi buku

BUMI CINTA

Judul Penulis Penerbit Edisi/ Tahun Tebal

“Apa jadinya jika seorang santri salaf, bernama Muhammad Ayyas, hidup di negeri paling menjunjung tinggi seks bebas dan pornograďŹ , yaitu Rusia? Akankah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonik-nonik muda Moskwa, yang kecantikannya tiada tara?â€? Begitulah sekelumit pengantar dari Habiburrahman El Shirazy, atau mungkin lebih akrab di telinga kita Kang Abik, untuk memulai novel Bumi Cinta yang edisi keempatnya dicetak pada tahun 2010 oleh penerbit Basmala. Selain mengangkat kekhasan karakter santri yang menjunjung tinggi amal ilmiah dan ilmu amaliahnya, Kang Abik menunjukkan bagaimana karakter santri ini merupakan competitive advantage yang seharusnya ditonjolkan oleh para santri, bukan hanya ketika masih di dalam pondok namun ketika menghadapi kehidupan nyata yang penuh dengan berbagai godaan. Menceritakan kisah Muhammad Ayyas yang melanjutkan pendidikannya ke Universitas Negeri Moskow atau Moskovskij Gosudarstvennyj Universitet im. M.V. Lomonosova atau biasa disingkat MGU, novel Bumi Cinta menyajikan santapan khas bagi penikmat novel bertemakan perjuangan, religi, sekaligus

37

Istiqomah Magazine | 2014

: Bumi Cinta :Habiburrahman El Shirazy : Basmala, Semarang, Jateng : Keempat/2010 : 546 halaman

keteguhan pendirian. Tidak hanya itu, novel ini diakui Kang Abik diinspirasi oleh hasil tadabburnya terhadap ďŹ rman-Nya yang mulia dalam Surah Al-Anfal [8] ayat 45-47. Sangat relevan dengan novel ini, kehidupan santri di kampusnya masing-masing yang penuh dengan perjuangan akan menghidupkan Ayyas-Ayyas baru di benak para pembaca secara tidak sadar. Mulai dari hijaunya nikmat dan kebahagiaan sampai silaunya godaan dan pekatnya hambatan yang mewarnai kehidupan mahasiswa merupakan cerminan perjuangan yang dilakukan setidaknya dua juta penduduk Indonesia. Terlebih lagi bagi mereka santri. Betapa tidak, santri yang menempuh kehidupan kampus (di Bumi ITS Surabaya misalnya) jumlahnya tidak sedikit lagi sehingga paling tidak mereka mampu memahami makna perjuangan Ayyas atau bahkan mungkin pernah merasakannya. Pertanyaan yang muncul tentunya, apakah mereka mampu bertindak seperti Ayyas yang menepis semua godaan dan menonjolkan karakter berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berpendirian Qur'aniyah khas santrinya, ataukah terhanyutkan oleh arus kehidupan asing di kampusnya masing-masing?


Sastra

// Edisi XII

Puisi

“Tengadah Hati�

oleh: kuncara64 Sebuah kata yang merasuk pada jiwa-jiwa manusia Menjadikan dunia, fatamorgana Meracuni logika, melubangi hati Kau membuatku tersenyum sendiri Kau membuatku malu tawa lepasku, bahagiaku hingga menitihkan air mataku, atau diamku yang membatu tidak hanya untukku, tidak pula hanya untukmu tetapi untuk kita hampa lenyap, hilang tak ada Satu rasa yang tercipta pada setiap manusia Jika langit adalah tempat tertinggi, Maka ia kan terlihat lebih tinggi Jika bumi tempat berpijak Maka biarkan ia berada disini, semi Ketika ia mendekat, kau akan mendekat pula padaNYa Saat ia pergi, bisa jadi engkau pergi semakin jauh Yaa Rab, kata itu begitu indah dalam pendengaranku Semakin kudengar semakin dalam Apa itu karena kamu?

Atau itu karena Mu? Tiada yang tahu Jagalah ia untukku Semoga tetap pada jalan-Mu

Janji-Janji Pagi Butir-butir embun berlomba mencari duduk Di atas dahan, daun dan kuncup Setengah terbangun, sungai berdesir riuh Mengurai janji, saat subuh Setiap jiwa menata hati Demi janji-janji baru, oleh pagi kepada hari Seperti engkau, saat bermimpi Seperti petani, menanam lalu memanen padi Pada setiap ujungnya, pagi mengurai janji Satu satu diuntai, satu dua ditapaki Dan saat petang nanti, saat bulan bersemi Jejak tapakmu yang kau dapat hari ini Dan esok akan kembali lagi (NHR.)

Istiqomah Magazine | 2014

38


cerpen

// Edisi XII

Cerita Pendek Akan sangat banyak yang terlewatkan darimu jika engkau lebih memilih memandang abu daripada nyala apinya”

Kharisma Mendung bergelayut di atas bumi surabaya sore itu. Risma, memandangi sisa-sisa hujan dari balik jendela ditemani secangkir kopi hangat kuku dan beberapa lembar kertas. Senja kala itu begitu sendu. Angin dan titik air yang tertinggal selepas hujan membuat senja itu membeku. Begitu juga hati Kharisma. Angan Risma menerawang jauh menelusuri lorong waktu. Sementara di ruang tengah, semua orang sibuk mempersiapkan penyambutan Karina. Ayah dan adik Risma ribut menata ruangan, sementara ibunya mencipta berbagai menu. Tepat 2 jam lagi, Karina pulang. Karina dan Kharisma hanya terpaut satu tahun. Melihat piala-piala dan penghargaan berjejer di kamarnya, Kharisma memejamkan mata. Hatinya sudah menciut sejak dulu, dan kini membeku. Mungkin karena itulah, Risma adalah orang yang dingin. Ia hanya berteman dengan dirinya sendiri. Karina, kakaknya, memang orang

39

Istiqomah Magazine | 2014

yang luar biasa. Risma mengakuinya. Rina pintar, cantik, punya banyak teman dan semua orang memujinya. Sedang Risma adalah Risma. Hanya itu. Tiba-tiba pintu kamar Risma terbuka. Aldi berdiri di baliknya dengan kedua tangannya dilentangkan membawa baju setelan. “Mbak Ris, Aldi pakai yang mana?” Suara Aldi memecah lamunan Kharisma. Tanpa menoleh, Risma menjawab adiknya, “Yang mana saja, terserah.” Seketika Aldi tertunduk layu, “Pasti jawabannya begitu, gak asik!” “Tutup lagi pintunya,” Kharisma mengaduk kopinya, tak heran dengan kalimat Aldi. Aldi menutup pintu dengan keras. Kharisma kembali menerawang. Aldi berjalan menyusuri tangga. Seketika wajahnya kembali bersinar. Aldi berlari bahagia dan berteriak, “Mbak cantik....!” Aldi menghambur ke Karina.


cerpen daftar isi “Sssttt....Mbak punya banyak cokelat buat Aldi.” Karina menunjuk tasnya. “Asik!” Aldi berlari menuju tas cokelat. Karina menaiki tangga menuju kamarnya. Membuka pintu dan mendapati adiknya tengah sibuk dengan kopi, kertas dan pandangan tajamnya ke luar jendela. “Apa lagi Aldi?” Kharisma tak sadar siapa yang datang. “Kau masih seperti itu?” Karina menyahut. Risma menoleh, Karina di depan pintu. Tapi ia tak beranjak dari kursinya. Risma menunduk, memainkan penanya. Karina mendekati adiknya, “Desainmu bagus...” “Apa maksudmu?'' “Tak ada. Hanya memujinya.'' “Tidak perlu. Ini hanya coretan tak berguna.” “Aku mengaguminya, dari dulu.” Kharisma tertawa sinis, “Bukankah kau yang biasa dipuji dan dikagumi?” ''Kau cemburu padaku?” “Aku tidak membutuhkan semua itu.” “Itulah yang aku kagumi darimu.” Kharisma terkejut, baru kali ini ada yang mengatakan hal itu langsung padanya. Namun ia pandai memendam rasa.

// Edisi XII ''Aku tahu, kau selalu merasa begitu. Dari dulu. Tapi kau tak pernah tahu, aku selalu mengagumimu. Kau bisa melakukan semuanya sendiri, tanpa bersandar pada siapapun. Bisa berkata iya dan tidak, sesuai hatimu. Aku tak bisa melakukan semua sendiri sepertimu. Aku mendapatkan semua penghargaan itu karena aku harus seperti itu. Jika tidak, aku tak tahu apa yang bisa membuat ayah dan ibu bangga padaku.'' Kharisma merendah, ia tak tahu kakaknya mengatakan semua itu. Tangannya goyah. Penanya jatuh. Karina semakin mendekat, “kita memang saudara satu keluarga, tapi tidak semua hal harus sama. Kecuali cinta kita kepada mereka. Jangan pernah merasa tidak berguna. Segala hal di dunia ini mempunyai alasan untuk ada. Seperti namamu, Kharisma, kau pasti memilikinya. Kita ada untuk melengkapi, bukan membuat seragam untuk hidup ayah dan ibu, juga Aldi. Jika kau terus menutup diri dan hati, kau tak akan tahu betapa banyak hal yang bisa kau lihat di luar sana. Termasuk mereka yang menyayangimu dengan segenap hatinya. Bukalah hatimu dik, untuk kami.'' Rina memeluk adiknya. Air mata Risma terjatuh. Senja semakin beranjak, langit menghitam.

Istiqomah Magazine | 2014

40


// Edisi XII

1 41

kaleidoskop

Istiqomah Magazine | 2014


kaleidoskop


Majalah Istiqomah Edisi XII  

Majalah CSS MoRA ITS Edisi XII dengan tema Jiwa Prestatis Mahasantri yang dilaunching pada ajang Final OSSPEN 9 Maret 2014. Selamat membaca...

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you