Page 1

Kemahasiswaan

Kiprah Alumni Majukan Pertanian Indonesia

IPB seringkali diplesetkan sebagai Institut Pleksibel Banget. Hal itu disebabkan karena alumni IPB mampu berkompetisi di berbagai bidang lapangan pekerjaan, diantaranya adalah di pemerintahan, perusahaan swasta nasional dan internasional, lembaga keuangan, media dan jurnalistik, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), industri pengolahan (huluhilir), wiraswasta, tenaga pengajar dan pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, konsultan, birokrat, dan lain-lain. Namun sayangnya, hanya sebagian kecil yang terjun ke bidang pertanian. Pada tahun 2008, jumlah lulusan yang bekerja di bidang pertanian hanya 32-34 persen. Ditahun 2009, terjadi sedikit peningkatan yakni menjadi 35-36 persen. Akan tetapi, setahun setelah itu terjadi penurunan yang signifikan yaitu menjadi 28,50 persen lulusan yang bekerja pada bidang pertanian. Berikut adalah profil tiga dari banyaknya alumni yang sukses terutama di bidang pertanian, yakni Zum Mashar, Budi Susilo Setyawan, dan Saein. Zum Mashar Penemu Bakteri Google

Saein Penemu Varietas Padi Mutiara

Lulusan doktoral IPB ini telah berhasil menemukan mikroba “google” yang mampu mengubah kondisi lahan menjadi subur sehingga dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Pria yang sangat dekat dengan penelitian ini, merupakan lulusan sarjana pertanian tahun 1997 dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwakarta yang kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Doktor (S3) dari Program Studi Ekonomi Sumberdaya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Pemanfaatan mikroba “google” pada lahan pertanian memberikan hasil yang memuaskan. Mikroba tersebut mampu mendeteksi bagian-bagian tanah dan menyuburkannya. Pemanfaatan mikroba tersebut diaplikasikan kedalam puptuk organik dengan nama Bio P2000Z, Phosmit dan Ferre soil dengan lokasi pabrik di Cileungsi, Jawa Barat. Salah satu bukti keunggulan pupuk ini mampu menghasilkan kedelai dengan tinggi ± 4m dan jumlah polongnya dapat mencapai lebih dari 3000 buah. Hal ini tentu sangat membantu permasalahan dalam swasembada kedelai di Indonesia. Pupuk Bio P2000Z telah dipatenkan secara internasional.Berkat temuannya tersebut, ia meraih Anugerah Kalyana Kretya Utama tahun 2004 dan penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009. Saat ini beliau berprofesi sebagai peneliti di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan telah memiliki lahan pabrik dengan kapasitas produksi hingga 3 juta liter sel mikroba dan mempekerjakan enam orang pekerja ahli yang menjalankan pabrik secara otomatis program komputer. Pabrik tersebut dilengkapi dengan 60 unit bioreaktor.

Budi Susilo Setiawan Pengusaha Sukses MT Farm Budi Susilo Setiawan adalah seorang Sarjana Peternakan Institut Pertanian Bogor. Minat dalam bidang wirausaha sudah ditekuni semenjak menjadi mahasiswa. Seusai menyelesaikan program sarjananya, Budi bersama tiga orang temannya sesama alumni Fakultas Peternakan IPB merintis sebuah usaha penggemukan domba dan kambing. Usaha yang terletak di Daerah Ciampea, Bogor ini bernama MT Farm yang berdiri pada Bulan September 2004 dengan luas lahan sekitar 500 m2 dan kapasitas 900 ekor. Dibawah pengelolaan Budi Susilo Setiawan, MT Farm berhasil menjadi salah satu peternakan yang cukup berkembang dalam usaha penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat. Bukan hanya sebagai tempat pemeliharaan dan penggemukan hewan saja, Budi Susilo Setiawan juga mengembangkan MT Farm sebagai tempat pemberdayaan masyarakat dan tempat pengolahan limbah kotoran ternak. Kotoran ternak diubah menjadi pupuk serta biogas. Hasil biogas tersebut bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk memasak serta untuk bahan bakar genset di areal peternakan.

Gambar 1

Gambar 2

Lulusan IPB jurusan Hama dan Produksi Tanaman (sekarang PTN-red) ini mengabdikan diri untuk mengembangkan pertanian di kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah. Beliau meninggalkan karirnya sebagai peneliti di Balai Penelitian Padi Sukamandi lalu melakukan penelitian dengan menggunakan dana pribadi seadanya tentang pupuk dan pestisida organik serta pembibitan padi unggul dan telah mengembangkan sepuluh varietas hasil persilangan, yang teraktual adalah padi mutiara. Hasil pengembangan tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Kehati (Kehati Awards) pada tahun 2009 untuk kategori Cipta Lestari Kehati dan juga memenangi Liputan 6 Awards 2011. Hasil pengembangan lainnya dituangkan dalam bentuk tulisan-tulisan yang berisi teknologi pertanian tepat guna yang ramah lingkungan lalu digunakan untuk kegiatan penyuluhan, pelatihan pertanian, dan sekolah lapangan. Selain kepada petani, tulisan tersebut juga disebarluaskan kepada penyuluh, peneliti hama, praktisi serta orang yang memeiliki kepentingan di bidang pertanian. Beberapa hasil inovasi Saein yang telah dikembangkan serta di sebarluaskan antara lain: varietas padi hemat pupuk, metode praktis membedakan sifat-sifat unggul varietas padi berdasarkan penampakannya (ciri-ciri visualnya), metode praktis melakukan isolasi, pembiakan, serta pemanfaatan mikroba sebagai pupuk dan agen hayati, metode praktis memprediksi gangguan hama dan penyakit, dll.

Keterangan: Gambar 1.Perkembangan Jumlah Aplikasi Paten IPB Berdasarkan Tahun Pendaftaran (1998-Juni 2013)

Gambar 2.Perkembangan Jumlah Inovasi IPB dalam Buku Inovasi Indonesia BIC (2008 – 2012)

Siti Kurnia APRILIA

Sumber: DPKHA (DirektoratPengembangan Karir dan Hubungan Alumni) IPB

6

korpusipb.com

6__