Issuu on Google+

EDISI I - MARET 2013

Reputasi Perusahaan di Tangan Humas Peran Humas pada sebuah perusahaan sangat penting. Bahkan, unit satu ini sangat menentukan terbangun atau hancurnya reputasi sebuah perusahaan.

U

NTUK membangun hubungan lebih baik sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi dengan publik termasuk media, Perhumas Riau akhir tahun lalu mengadakan seminar di hotel Pangeran Pekanbaru dengan tema “ Sukses Membangun Reputasi Perusahaan di Riau�. Pembicaaranya Direktur Pemberitan Metro TV Suryopratomo, Ketua SPS Riau Sayfriadi dan Direktur Corporate Comunitations Danone (AQUA) Troy Pantouw . Suryopratomo dalam paparannya lebih fokus bagaimana humas bisa mengkomunikasikan kebijakan kepada publik. Tomy, begitu dia biasa disapa, juga berpesan untuk jangan pernah takut berhubungan atau berkomunikasi dengan

foto: rtc

awak media. Selain itu beliau juga berbagi tips dalam melakukan berkomunikasi dengan wartawan seperti ketik jumpa pers salah satunya harus memahami betul apa. Yang ingin disampai kan selain itu juga harus konsentrasi dan kenali tempat melakukan konprensi pers nya. Pembicara lainnya, Troy Pantouw dalam materinya berpesan, sebelum membangun komunikasi dengan pihak luar yaitu publik, humas sebaiknya terlebih dulu

membangun hubungan komunikasi di internal perusahaan itu sendiri. Seminar Perhumas Riau tersebut diikuti lebih kurang 200 orang peserta yang terdiri dari humas-humas perusahaan di Riau mulai daari RAPP, Bank Riau Kepri, Chevron, Indah Kiat, BP Migas, Eka Hospital dan masih banyak lagi. Selain itu, dalam acara ini juga hadir kalangan akademisi seperti dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di Riau. (RTC)

PENGALAMAN SEORANG PR

Modal Dasar Jadi PR Itu, Ramah, Terbuka dan Cerdas

Fakhrunnas MA Jabbar (Budayawan dan Praktisi PR)

PROFESI apa pun yang diperankan seseorang dalam hidup ini, tak pernah abadi. Semua orang bisa saja berganti profesi karena dorongan perubahan dan situasi. Sama halnya seperti seorang birokrat yang berubah profesi menjadi legislator atau anggota parlemen. Atau, seorang mantan tentara tiba-tiba cukup piawai jadi poli-

tisi. Lompatan-lompatan profesi itu terus berlangsung bagi siapa pun, di mana, bagaimana dan kapan pun. Sejak kecil saya bercita-cita jadi dokter. Begitu tamat SMA, begitu dinyatakan tidak lulus saat memasuki ujian masuk perguruan tinggi untuk Fakultas Kedokteran, saya pun merasa lebih nyaman berkiprah di

bidang jurnalistik atau pensyarah (dosen). Ternyata kedua profesi ini berhasil saya perankan selama bertahuntahun dalam jangka waktu yang panjang. Menjadi wartawan bagi saya dimulai sejak tahun 1979 ketika bekerja pertamakali sebagai wartawan LKBN Antara di Pekanbaru. Ya, kuliah sambil bekerja sebagai wartawan. Begitu menamatkan Fakultas Perikanan Universitas Riau (sekarang disingkat UR) tahun Bersambung ke hal 4


EDITORIAL

Konvergensi Media Media berperan penting untuk mengomunikasikan pesan organisasi kepada publiknya. Baik publik internal maupun eksternal. Terlebih lagi bila organisasi tersebut dimiliki oleh orangorang yang berkecimpung di dunia komunikasi. Maka keberadaan media menjadi sesuatu yang niscaya, sebab komunikasi interpersonal saja tidak cukup. Sebab di eranya konvergensi media, untuk dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dan mendapatkan efek komunikasi yang maksimal perlu ada sinergi banyak jenis media menuju satu titik temu. Inilah yang coba dilakukan oleh BPC Perhumas Riau, sebuah organisasi insan-insan humas untuk menyebarkan pesan kepada khalayak yang luas. Media komunikasi yang diluncurkan pada pelantikan pengurus Perhumas Riau periode 2013-2016 ini terbagi ke dalam dua platform, yaitu media tradisional dan digital. Kenapa media digital? Seperti diramalkan Russell Neuman, guru besar teknologi media dari Michigan University, merebaknya internet akan melahirkan media baru yang merupakan penggabungan antara media tradisional dengan kekuatan interaktif teknologi komputer dan komunikasi,yaitu media digital. Media baru yang coba dibangun BPC Perhumas Riau ini, tidak hanya memindahkan media tradisional Perhumas News ke dalam formal digital www.perhumasriau.com, tapi juga mengarah kepada bagaimana media tersebut dapat membangun komunikasi dua arah dengan pembacanya. Karena itulah ke depan kami akan melengkapinya dengan platform jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter dalam media ini. Sehingga konvergensi media yang kami bangun dapat mencitrakan Perhumas sebagai organisasi yang komunikatif dan mengikuti perkembangan teknologi. (MB)

BPC Riau

KOLOM

Oleh Catra Tamsin Jurnalis dan Sekretaris Umum BPC Perhumas Riau

Humas Menjadi Profesi Incaran

HUBUNGAN Masyarakat (Humas) atau Public Relation (PR) kini dan ke depan menjadi profesi incaran. Di era komunikasi ini humas/PR mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis untuk sebuah institusi besar atau kecil, baik swasta maupun pemerintahan. Sebab, fungsi Humas sebagai jembatan atau juru bicara untuk menyampaikan informasi kepada publik. Demikian pentingnya eksistensi humas/ PR juga diungkapkan ian Machyar, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Riau periode 2013-2016 yang terpilih menggantikan Djati Soesetya (alm), pada Musyawarah Cabang (Muscab) Perhimpunan Hubungan Ian Machyar mengatakan, humas/PR bukan lagi Masyarakat (Perhumas) Riau yang berlangsung di hotel Pangeran Pekanbaru, akhir Desember lalu. “Humas/PR sangat penting kedudukannya. Baik buruknya citra maupun reputasi sebuah institusi berada di tangan mereka,” tegasnya. Menyikapi perkembangan kedudukan Humas/PR itu maka selaku Ketua BPC Perhumas Riau, Mantan PR Indah Kiat dan BOB PT BSP Pertamina Hulu yang kini dipercaya menjadi PR Intaran, sebuah perusahaan berskala internasional yang bermarkas di Bali itu, merasa perlu melakukan pembenahan besar-bsaran pada organisasi Perhumas Riau. “Usai pelantikan Pengurus BPC Perhumas Riau Sabtu/3 mendatang, BPC Perhumas Riau akan segera melakukan evaluasi

terhadap program-program yang telah direncanakan dan diimplementasikan dalam periode kepengurusan sebelumya dan segera merancang dan menjalankan terobosan-terobosan baru demi perkembangan Perhumas Riau ke depan. ‘’Kita bertekad kedepannya, kegiatan Perhumas jauh lebih baik. Perhumas Riau dapat berperan secara nyata dan sungguhsungguh dalam upaya meningkatkan keterampilan professional public relations (Anggota Perhumas) dan mampu menunaikan tugas memasyarakatkan kepentingan daerah dan nasional dengan tepat sasasaran,’’ tuturnya. Tekad Ketua BPC Perhumas Riau tak sekedar ‘kecap’ yang hilang manisnya setelah ditelan. Paling tidak gebrakkan Pengurus Perhumas Riau kali ini mulai tampak. Buktinya sempena dengan acara Pelantikan pengurus BPC Perhumas Riau yang akan berlangsung di Hotel pangeran 16/3 mendatang, BPC Perhumas Riau juga segera melantik Perhumas Muda Riau periode 2013-2016. Bukan itu saja, dalam rangkaian acara pelantikan itu juga serangkaian agenda acara yang memberikan nilai tambah kepada masyarakat perhumasan di Riau. rangkaianagenda acara tersebut adalah, Seminar Internasional dengan tema Menjadi Public Relation Profesional; Penandatanganan MOU Kerjasama di bidang peningkatan kualitas kesehatan dan K3 dengan Beverly Medical Consultancy dari Malaysia; Penandatanganan MOU kerjasama aksi sosial di biang kesehatan dengan Lembaga Penyuluhan Kangker Indonesia (LPKI dan Yayasan Pengembangan Sumberdaya manusia Selasih Serta kerjasama di bidang pengembangan pendidikan dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Riau dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Riau (FIKOM UMRI). Bukan sekadar itu. Pada acara pelantikan an itu juga sekaligus diluncurkan Website Perhumasriau,com dan Media Komunikasi Informasi PR News. (*)

Penerbit: BPP Perhumas Riau Penanggungjawab: Ian Machyar Dewan Redaksi: Fakhrunnas MA Jabbar, M Nazir Fahmi, Heru Subagyo, Imamul, Mansyur HS, Atiek Lubis, Nazrul Edy, HM Tulus Pemimpin Umum: Chatrawaldi Tamsin Pemimpin Redaksi M Badri Tim Redaksi Syamsul Bahri Samin, Harmen Milano, Jayus, Doris Mahmud, Pradonggo Alamat Redaksi: Gedung Sucofindo. Jl. Ahmad Yani, Pekanbaru Riau Email: riauperhumas@gmail.com Website: www.perhumasriau.com


FOKUS PERHUMAS

Pelantikan Perhumas Riau Diramaikan Berbagai Kegiatan Bersempena dengan pelaksanaan acara pelantikan Perhumas Riau menggelar serangkaian kegiatan. Seperti seminar, launching Web perhumasriau.com dan media Perhumas News, dan penandatanganan MOU dengan sejumlah lembaga lokal dan internasional. SAI Musyawarah Cabang akhir Desember silam, Perhimpunan Hubungan Masyarakat atau Perhumas Riau melaksanakan acara Pelantikan Pengurus DPC Perhumas Riau Periode 2013-2016 dan DPC Perhumas Muda Riau pada Sabtu (16/3/2013). di Hotel Pangeran Pekanbaru. Ketua terpilih Ian machyar didampingi Ketua Panitia Pelantikan Perhumas Riau Catra Tamsin, Kamis (14/3) mengatakan bahwa ada nuansa baru dalam acara pelantikan Pengurus Perhumas Riau kali ini. Usai pelantikan oleh Ketua BPP Perhumas Indonesia Prita Kemal gani, ada rangkaian acara lain yang menyertainya. Rangkaian agenda acara tersebut adalah, Seminar Internasional dengan tema Menjadi Public Relation Profesional; Penandatanganan MOU Kerjasama di bidang peningkatan kualitas kesehatan dan K3 dengan Beverly Medical Consultancy dari Malaysia; Penandatangan-

U

an MOU kerjasama aksi sosial di biang kesehatan dengan Lembaga Penyuluhan Kangker Indonesia (LPKI dan Yayasan Pengembangan Sumberdaya manusia Selasih Serta kerjasama di bidang pengembangan pendidikan dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Riau dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Riau (FIKOM UMRI). Seminar Internasional Public Relations tersebut menghadirkan nara sumber local dan internasional, diantaranya DR Nurdin Abdul halim, MA (Ketua ASPIKOM Riau); Dr Felix Jebarus (BPP Perhumas Riau); Mr Jamal (PR Beverly Medical Consultancy Malaysia) dan Fachrunas MA Jabbar, Budayawan dan Praktisi PR dari Riau. Bukan sekadar itu. Pada acara pelantikan an itu juga sekaligus diluncurkan Website Perhumasriau,com dan Media Komunikasi Informasi PR News. Muka Baru

Menurut Ian Machyar, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Riau periode 2013-2016 yang terpilih menggantikan Djati Soesetya (alm) itu, banyak muka baru yang masuk dalam jajaran kepengurusan Perhumas Riau kali ini. “Kita bertekad kedepannya, kegiatan Perhumas jauh lebih baik. Perhumas Riau dapat berperan secara nyata dan sungguhsungguh dalam upaya meningkatkan keterampilan professional public relations (Anggota Perhumas) dan mampu menunaikan tugas memasyarakatkan kepentingan daerah dan nasional dengan tepat sasasaran,’’ tuturnya. Untuk mewujudkan hal itu

menurut Mantan PR Indah Kiat dan BOB PT BSP Pertamina Hulu yang kini dipercaya menjadi PR Intaran, sebuah perusahaan berskala internasional yang bermarkas di Bali itu, Perhumas Riau merekrut humas-humas dari berbagai perusahaan yang ada di Riau. “Kita ingin Perhumas Riau menjadi organisasi profesi bagi semua humas, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja,” tegasnya. Ian machyar juga mengungkapkan, Sekretariat Perhumas Riau juga pindah. Sebelumnya berkantor di Rumbai, di PT Chevron Indonesia. Kini pindah ke Graha Sucofindo Jl M Yani Pekanbaru. (*) Catra


PR PEOPLE

Jadi James Bond IAN MACHYAR, Ketua BPC Perhumas Riau yang boleh berbangga hati. Memasuki hari tuanya masih ada saja tawaran kerja yang berkaitan dengan bidang kehumasan (public relations) dan human resource development (HRD- pengembangan sumberdaya manusia). Pasalnya, puluhan tahun bidang itu diembannya terutama di perusahaan pulp dan kertas PT IKPP dan BOB Bumi Siak Pusako. Di masa-masa menjelang purna-tugasnya, Ian lebih punya waktu untuk menjadi panitia pembangunan masjid di kawasan tempat tinggalnya di Rumbai. Begitu pula, mulai membangun kebun sawit secara bertahap tapi sunggiuh-sungguh. Belum sebulan berse-

lang, Ian mengakhiri tugasnya di BOB, secara tak sengaja lelaki mudah senyum ini secara tak sengaja bertemu seorang bule di pesawat terbang. Dasar orang PR, Ian pun menyapa dengan ramah lebih dulu. Dari bincang-bincang sekilas itulah akhirnya antara Ian dan bule yang ternyata bos sebuah perusahaan desain yang berpusat di Denpasar, Bali ‘ketemu jodoh.’ Ian ditawari memimpin bidang PR dan HRD. Ian menerima tawaran itu dengan catatan harus bolak-balik PekanbaruDenpasar. Pasalnya, istri dan anak-anaknya meneta[p di kota minyak Pekanbaru sejak lama. Namun, bila ada yang bertanya apa aktifitasnya di hari tuanya sekarang, Ian menjawabnya dengan gaya khas orang PR. Lepas dan penuh canda. “Saya sekarang jadi James Bond (diucapkan: James Bon), alias ‘Jaga Mesjid dan Kebon’. Haha...” jawab lelaki Sunda yang merantau cukup lama di Tanah Melayu ini. (fmj)

Sambungan dari hal 1 1985, saya pun mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Islam Riau (UIR). Begitulah kedua minat dan bakat yang pernah saya ikrarkan dalam hati sebagai profesi masa depan pun terwujud tanpa kendala yang berarti. Profesi wartawan begitu nikmati saya jalani karena telah membuka akses ke mana pun. Tak ada tokoh atau orang sepenting apa pun yang tak bisa ditemui. Pergaulan saya begitu luas sehingga memudahkan langkah ke mana-mana. Berteman dan bepergian baik di dalam negeri maupun negeri tetangga merupakan catatan yang melengkapi buku harian saya. Menjadi pensyarah telah mengharuskan saya terus menggali dan mengembangkan keilmuan tanpa berhenti. Di perkuliahan pula saya bisa mengasah ketajaman intelektualitas. Lantas, kenapa dalam perjalanan karir di kehidupan saya bersinggungan pula jadi public relations (PR) atau Hubungan Masyarakat (humas)? Waktu itu di era peralihan reformasi, gerakan pembaruan di mana-mana termasuk di Riau yang diperankan oleh kalangan kampus dan tokoh muda memandang dunia usaha secara lebih

kritis. Waktu itulah diperlukan seseorang yang piawai menjadi ‘ambassador’ (duta) perusahaan dalam meningkatkan hubungan sosial. Saya pun ditugas mengurusi persoalan PR di PT. RAPP, sebuah perusahan yang memproduksi pulp dan kertas. Ya, media relations, community relations dan termasuk hal-hal yang berbau kultural. Tak tanggung-tanggung, di masa peralihan era yang sangat menentukan masa depan Indonesia yang demokratis, berbagai unjuk rasa pun bermunculan. Hampir tak ada perusahaan yang tak didemo dengan berbagai isu: mulai dari lingkungan, tenaga kerja, pemanfaatan sumberdaya alam hingga tuntutan media lokal dan nasional yang beragam pula. Demo yang digerakkan oleh sebuah serikat buruh nasional dari luar perusahaan terkait isu-isu ketenagakerjaan pun berlangsung dua minggu. Jalan akses ke pabrik ditutup karena dipenuhi para ratusan pengunjuk-rasa dengan membakar kayu dan ban bekas. Nyali saya sebagai seorang PR pun diuji. Dalam perundingan-perundingan yang digelar kedua pihak, saya pun diberi kepercayaan menjadi jurubicara tim perundingan.

TINGGAL DUA KONSUL TAK banyak dokter yang selain menekuni profesi sekaligus aktif dalam urusan sosial dan tulis-menulis. Salah satu di antaranya adalah dr. Abdullah Qoyyum yang selain punya Medical Center sendiri juga menjadi perwakilan rumah sakit besar di Melaka. Hebatnya lagi, dokter Qoyyum pun masih menyempatkan diri mkengasuh rubrik kesehatan di sebuah suratkabar harian yang terbit di Riau. Rubriknya itu berjudul : Konsul Dokter Qoyyum. Gaya dan sikap Qoyyum serhari-hari tak diragukan lagi memang cerdas mem-PR-kan dirinya. Ia ramah dan memiliki jaringan pergaulan yang luas. Oleh sebab itu, berbincang-bincang dengan dokter berambut agak

ikal ini memang enak dan mencerahkan. Lebih-lebih lagi gaya humornya yang melekat dengan jati-dirinya sehari-hari. Suatu kali, dalam sebuah perbincangan, dokter Qoyyum menanggapi soal kepindahan Konsul Singapura dari kota Pekanbaru ke kota Batam. “Ketika Konsul Singapura pindah, tinggallah dua Konsul di kota Pekanbaru,” kata Qoyyum tenang. Lho, bukankah selama ioni di ibukota Provinsi Riau ini hanya ada dua konsul yakni Konsul Singapura dan Malaysia. “Ya, tinggal dua Konsul. Yang satu Konsul Malaysia dan satu lagi Konsul Dokter Qoyyum...” ucap Qoyyum tertawa lebar membuat orang-orang di sekitarnya ikut terpingkal. Ada-ada saja gaya dokter yang satu ini. (fmj)

Media Komunikasi BPC Perhumas Riau w w w. p e r h u m a s r i a u . c o m


Perhumas news edisi1