Issuu on Google+

HARIAN UMUM

LINGKAR JABAR

SUARA RAKYAT JAWA BARAT Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis, 20 Desember 2012

Redaksi/Iklan: Telp./Fax. Te 0251 -8663605

https://www.lingkarjabar.net

Rp. 2.000

Pemberhentian Bupati Garut Tinggal Tunggu Waktu

8 | IIn Infotainment nnfffoota taiinnm meent nt

Nadia Vega 2013, SIAP TUNJUKKAN EKSISTENSI DI BIDANG LAIN Indeks 4 | Soal Aset Dijual, Dewan Sorot Pemkot Bogor BOGOR (LJ) - Terkait dugaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menjual tanah asetnya seluas 6.700 m2 (meter persegi) di Kampung Dekeng Jaya RT 02 RW 08 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, kepada pengembang perumahan “PH” menjadi perbincangan hangat dikalangan anggota DPRD Kota Bogor.

6 | Pejabat Tak Mampu Gali PAD, Sebaiknya Mundur SUKABUMI (LJ)-Ketidakmampuan Pemerintah dalam menggali aset daerah berdampak kepada devisitnya anggaran, salah satunya masalah pertanahan yang notabene cukup signifikan menjadi salahsatu sumber pemasukan aset daerah (PAD) bila dikelola dengan baik.

“Melanggar UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 bahwa setiap perkawinan harus dicatatkan, Pasal 39 bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan pengadilan, dan Pasal 3,4, dan 5,”

JADWAL | SHOLAT Shubuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya 04.26 11.48 15.04 17.50 18.57 Untuk Wilayah Jawa Barat dan Sekitarnya

GARUT (LJ) - Setelah melakukan investigasi serta mengumpulkan keterangan dan alat bukti selama 14 hari, Pansus DPRD Garut tentang pemberhentian Bupati Garut Aceng HM Fikri menemukan pelanggaran

Jangan Takut Bicara ! Kerja PLN Harus Profesional, Jangan Cuma Mikir Untung Kepada manajemen PLN, tolong kalau ada gangguan listrik segera diberitahukan kepada warga pelanggan. Bisa melalui media radio atau sosialisasi melalui layanan SMS. Seperti kemarin di Bogor dan sekitarnya, mati lampu tiba-tiba saja tanpa pemberitahuan sehingga merugikan pelanggan yang terus dipaksa membayar tagihan sesuai dengan hitung-hitungan PLN. Kerja harus profesional, jangan cuma cari untung saja dong.. terimakasih.

Undang-Undang (UU) yang dilakukan Aceng dalam pernikahannya dengan gadis belia berusia belasan tahun, Fany Octora. Pelanggaran itu pun, seperti rekomendasi Pansus, harus ditindaklanjuti dengan

Perundang-Undangan yang berlaku. Saat menyampaikan hasil laporan pansus di Rapat Paripurna DPRD, Garut, Jawa Barat, Rabu (19/12), Ketua Pansus DPRD Asep Lesmana Ahlan menyatakan,

PLTU Kanci Ingkar Janji, Warga Unjuk Rasa

SP3 Kasus Korupsi di Tasikmalaya

Kejati Jabar Dituding Lakukan Kebohongan Publik

KAB.CIREBON (LJ) - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) berunjuk rasa di depan lokasi PLTU Kanci di Desa Kancikulon Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Rabu (19/12). Dalam aksinya, warga menuding PLTU telah ingkar janji, karena hingga saat ini tidak pernah ada perhatian terhadap mereka. Saat mengelar aksi, massa yang berjumlah sekitar 600 orang itupun mulai merangsek masuk lokasi PLTU sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan berbagai kendaraan bermotor, baik roda dua dan juga roda empat. Massa GMBI yang berasal dari warga sekitar perusahaan mendapat dukungan dari aktivis GMBI di wilayah dua Jawa Barat yang meliputi Biro Kabupaten Cirebon raya, Biro Kabupaten Kuningan, Biro Kabupaten Sumedang dan Biro Kabupaten Subang. Massa melakukan orasi didepan pintu gerbang masuk PLTU Kanci men

087872315XX

Tertibkan Angkot Ngetem di Depan Stasiun Bojong Gede

0858858624XX Info Pertanahan

oleh

ARN Consultant

Permasalahan Kepemilikan Hak Atas Tanah (9) c) surat keterangan Pembagian Hak Warisan, tertanggal 24 November 1987, d) SPPT tanah sengketa atas nama Penggugat I, dan oleh PN Singaraja dalam putusan menolak gugatan yang diajukan oleh Penggugat, pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi Denpasar tetap memenangkan tergugat, sampai pada tingkat Kasasi MA tetap menolak Kasasi Penggugat karena dianggap Tergugat (LUH PASMIANI) memiliki Sertifikat Hak Milik atas Tanah tersebut yang didapatkan hasil lelang dibandingkan dengan penggugat yang hanya memiliki SPPT. 16. Ibid, hal. 486. 17. Ibid, hal. 489. 18. Ibid, hal. 490. 10 Pelelangan yang dilakukan oleh Kantor PUPN (Pelayanan Pengurusan Piutang Negara) cq Pejabat Lelang kelas 2 Singaraja selaku pelaksana lelang, yang dimohonkan oleh PT. BAPINDO Cabang Denpasar dalam perkara tersebut diatas, merupakan salah satu cara atau bagian dari peralihan hak dalam bentuk pemindahan hak dengan cara penjualan secara lelang. Menurut penulis melalui penjualan secara lelang, seorang pembeli akan terjamin kepastian hukumnya atas kepemilikan obyek lelang (tanah) tersebut, karena dari setiap pelaksanaan Bersambung...... Sampaikan Temuan Keluhan dan Saran Anda ke: 081210781404 email: lingkarjabar@yahoo.com lingkarjabar

@lingkarjabar

Bersambung ke hal 11 Photo : Istimewa

Kami warga Bojong Gede - Kabupaten Bogor sangat kesal, karena setiap hari melintas di jalan raya Bojong Gede, khususnya di depan stasiun Kereta Api Bojong selalu saja dihadang macet yang disebabkan oleh angkot ngetem sembarangan. Situasi makin semrawut karena ojeg yang mangkal dan PKL di kiri-kanan jalan. Tolong pihak terkait agar lakukan penertiban demi kenyamanan warga. Hatur nuhun...

berdasarkan analisis, fakta, dokumen, dan dikompilasikan dengan UU serta tanpa mengabaikan azas praduga tak bersalah, Bupati Aceng dinilai melanggar 2 UU, Bersambung ke hal 11

BANDUNG (LJ) - Kasus korupsi mark up dalam proyek pembangunan Balai Kota Tasikmalaya dihentikan di tengah jalan setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara-red). Keputusan korps Adhyaksa itu pun memantik reaksi keras dari elemen masyarakat Tasikmalaya. Rabu (19/12), puluhan massa dari Koalisi Mahasiswa dan Rakyat Tasikmalaya (KMRT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Jabar.

Selain mengutarakan ketidakpuasannya, massa pendemo juga mempertanyakan alasan Kejati menghentikan kasus tersebut lantaran bukti-bukti yang ada dinilai cukup kuat. “Kasus mark up pembangunan Balai Kota Tasik itu telah terang. Hasil BPKP telah mengungkapkan bahwa negara telah dirugikan. Kami mempertanyakan Kepala Kejati untuk memberitahukan apa alasan yang jelas penghentian perkara ini,” ujar Opan Hambali, Presiden KMRT dalam orasinya.

Ia menuturkan bahwa Kejati sebelumnya telah menetapkan beberapa orang tersangka. Namun kemudian kasus ini berhenti tanpa alasan yang jelas. “Alasan penghentian katanya tidak cukup bukti. Itu adalah kebohongan publik. Kalau tidak cukup bukti, kami bawakan buktibuktinya. Kalau penegakkan hukum seperti ini, kami mau minta keadilan pada siapa lagi,” katanya. Dalam aksinya, massa juga membawa spanduk yang Bersambung ke hal 11

Polisi Lanjutkan Kasus Pemerasan Calon Wakil Bupati Garut BANDUNG (LJ) - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrenum) Polda Jabar melontarkan sinyal tetap memproses kasus dugaan penipuan dan pemerasan yang dilakukan Bupati Garut Aceng Fikri. Perkara yang dilaporkan Asep Kurnia Jaya terkait ‘jual beli’ jabatan Wakil Bupati Garut itu bakal dikaji lebih mendalam oleh tim penyidik Direskrenum Polda Jabar. Walaupun kedua belah pihak menyatakan sudah islah dan mencabut laporan, namun tidak berarti penyidikan dihentikan

begitu saja. Penyidikan bisa tak berlanjut jika dalam perjalanan perkara ini tidak ada unsur pidana dan kurang bukti kuat. Maka itu, Rabu (19/12), Polda Jabar pun melaksanakan gelar perkara guna membuktikannya. “Intinya tetap mendalami. Kita perlu bukti-bukti lainnya yang masih kita cari,” ucap Direktur Direskrenum Polda Jabar Kombes Pol Slamet Riyanto kepada wartawan usai gelar perkara di Mapolda Jabar, Kota Bandung. Slamet pun memastikan tetap mengkaji ulang kasus Bersambung ke hal 11

Rieke Luncurkan Kartu Binangkit Karena Perilaku Aceng BOGOR (LJ) - Calon Gubernur Jawa Barat (Cagub Jabar), Rieke Diah Pitaloka, mengaku sangat geram (marah, Red) dengan perilaku Bupati Garut Aceng HM Fikri yang menikah siri dan empat hari kemudian menceraikan gadis belia Fani Oktora (18). Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, politisi PDI Perjuangan ini akan meluncurkan sebuah kartu untuk kaum perempuan dan bisa berjalan jika kelak dia terpilih menjadi Gubernur Jabar. “Saya terinspirasi oleh perilaku Aceng. Pada Hari Ibu 22 Desember nanti saya akan luncurkan program Kartu Binangkit. Ini adalah kartu kebangkitan kaum perempuan,” ujar Rieke dalam keterangan persnya, Rabu (19/12). Mantan artis yang kini menjabat anggota DPR RI itu menjelaskan, Jawa Barat saat ini merupakan daerah nomor 1 pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Yang memprihatinkan, mayoritasnya adalah perempuan belia yang umurnya dimanipulasi. “Persoalan nikah di bawah umur, manipulasi umur TKI, dan prostitusi di Jawa Barat cukup mengkhawatirkan. Karena itu, saya luncurkan Kartu Binakit ini untuk mencegah anak-anak menjadi

agar bisa membantu keuangan keluarga. “Bagi yang putus sekolah, kartu ini bisa menjadi akses untuk mengejar paket B atau C bahkan sampai kuliah,” imbuhnya.

korban itu semua,” terangnya. Kartu Binangkit ini, ungkapnya, akan dibagikan kepada anak-anak agar bisa sekolah dan menggapai cita-citanya tanpa harus memikirkan bagaimana

Beruntung Terpisah, Cagub yang diusung Koalisi Babarengan (Partai Demokrat, Gerakan Indonesia Raya, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa) yaitu Dede Yusuf Macan Effendi, mengomentari soal nomor urut 3 yang didapatnya dalam pengundian nomor urut peserta Pilgub Jabar 2013. Bagi Dede, nomor urut tiga merupakan angka keberuntungan. “Menurut pendukung saya, angka 3 itu angka keberuntungan,” kata Dede. Dede mengatakan angka 3 pula lah yang mengantarkan dirinya sebagai pemenang di Pilgub Jabar 2008 saat berpasangan dengan Ahmad Heryawan. “Saat mendulang sukses pada Pilgub 2008, saya dan pasangan saya dulu juga mendapatkan nomor tiga. Saya bersyukur ini nomor keberuntungan. Dulu ketika kami maju pasangan Bersambung ke hal 11


OPINI

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

Iman & Taqwa

Catatan Redaksi

Mendambakan Lahirnya Kembali Politikus Negarawan Belakangan ini, muncul fenomena mengkhawatirkan yang menimpa jagat politik Tanah Air saat ini, yaitu semakin hilangnya politikus idealis. Dari data yang dirilis Sekretaris Kabinet Dipo Alam, beberapa waktu lalu, barangkali bisa dijadikan indikatornya. Dipo menyebutkan, dalam kurun Oktober 2004 hingga September 2012, terdapat 176 pejabat negara tersandung korupsi. Mereka rata-rata dari partai politik (parpol), yakni dari Partai Golkar 64 orang (36,36 persen), PDIP 32 orang (18,18 persen), Partai Demokrat 20 orang (11,36 persen), PPP 17 orang (9,65 persen), PKB 9 orang (5,11 persen), PAN 7 orang (3,97 persen), dan PKS 4 orang (2,27 persen). Itulah, banyak orang menganggap parpol saat ini telah mengidap penyakit ‘amnesia’. Parpol telah lupa dengan fungsi dan tujuan pembentukannya. Sebab, salah satu fungsi dibentuknya partai politik - meminjam istilah begawan politik Miriam Budiardjo (2000) - adalah sebagai sarana rekruitmen politik (political recruitment). Kualitas politikus amat ditentukan oleh kualitas parpol. Parpol merupakan ‘ruang’ di mana para politikus itu ditempa dan digembleng. Ibarat bengkel, parpol berfungsi membenahi kaderkader yang masih ‘bengkok’ supaya lurus garis ideologi dan perjuangannya. Parpol memiliki posisi sangat penting dalam era demokrasi seperti sekarang. Schattscheider (1942) bahkan menyebutnya sebagai political parties created democracy karena partai politiklah sebetulnya yang menentukan ke mana arah demokrasi itu berlabuh. Tapi, ketika parpol - sebagai bengkel kader sekaligus penentu arah demokrasi - juga mengalami ‘kerusakan’ karena tidak lagi mampu menjalankan fungsinya, maka ‘malapetaka’ akan segera menimpa dunia politik. Namun, alih-alih menjadi sarana bagi kesejahteraan rakyat, parpol justru akan menjadi ‘bencana’ bagi rakyat. Inilah yang kemudian menyebabkan politikus tuna-idealisme semakin tumbuh-subur di negeri ini karena parpol sudah kehilangan tajinya. Sebenarnya, selain karena kegagalan parpol, penyebab dari tumbuh-suburnya politikus tuna-idealisme adalah masalah ketidaksiapan. Mengacu pada yang disampaikan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, bahwa syarat penting seorang pejabat publik harus sudah ‘selesai dengan dirinya’ agaknya menemui relevansinya di sini. Artinya, seseorang ketika hendak menjadi pejabat publik harus sudah selesai dari sisi finansial dan aspek intelektual. Dari segi finansial, ia tidak lagi memikirkan berapa gaji yang akan didapat dari posisi jabatannya itu karena ia sudah berkecukupan. Sementara dari segi intelektual (pengalaman), ia bukanlah gelas kosong. Ia memiliki track record yang cukup sehingga secara mental memang sudah siap, tidak lagi gagap. Sebab, kehadiran pemimpin itu dituntut untuk mampu menyirami, bukan malah ingin disirami. Ibarat ember, ia telah terisi air penuh dan karena penuh, ia ingin memberikan air itu kepada orang lain yang membutuhkan. Secara lebih ekstrim, Plato (427-347) bahkan memandang posisi seorang pemimpin (politikus-idealis) seyogianya terdiri dari golongan ‘manusia kepala’. Plato pernah membagi manusia dalam tiga golongan. Pertama, golongan ‘manusia kepala’, yakni terdiri dari para filsuf, pemikir, cendekiawan atau orang-orang bijak. Kedua, golongan ‘manusia dada’ yang terdiri dari orang-orang teknokrat, militer, polisi, jaksa, ataupun hakim. Ketiga, golongan ‘manusia perut’, yakni terdiri dari para pebisnis, konglomerat, pedagang, selebriti, dan orang-orang yang selalu berpikir untung rugi. Dalam pandangan Plato, golongan ‘manusia kepala’ adalah mereka yang mengganggap bahwa kebahagiaan tertingggi adalah ketika bisa menciptakan sesuatu (penemuan) dan bermanfaat bagi orang banyak. Ia mempunyai idealime yang terus diperjuangkan. Ia tidak lagi memikirkan untung rugi ataupun jabatan sebagai pemuas kebahagiaan. Jabatan baginya tak lebih hanya sekadar sarana untuk melakukan suatu perubahan bagi orang banyak. Dalam dunia politik, golongan ‘manusia kepala’ ini bisa disematkan kepada para politikus-negarawan. Padahal, politikus-negarawan adalah sosok pemimpin yang bersedia larut untuk membela kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa dan negara secara keseluruhan, berhadapan dengan kepentingankepentingan lain yang lebih kecil. Politikus-negarawan lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa daripada ego kelompok, partai, maupun ego pribadi. Politikus-negarawan bukan ‘manusia perut’ yang menjadikan fulusiologi sebagai pandangan sekaligus tujuan hidupnya. Ia juga bukan ‘manusia dada’ yang memiliki faham kursiologi sebagai sesuatu yang terus diperjuangkan.Politikus-negarawan adalah mereka yang selalu menghadirkan keteladanan, keteguhan, pemikiran, watak dan sikap yang membuat mereka dihargai di masyarakat. Dalam konteks kekinian dan kedisinian, politikus-negarawan adalah mereka yang selalu berpikir tentang bagaimana Indonesia ke depan, bukan bagaimana pemilihan umum ke depan. Mereka orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani bangsa. Sebut sosok seperti Soekarno, Hatta, Amir Sjarifuddin, Sjahrir, dan Tan Malaka. Mereka merupakan tipe politikus-negarawan yang bukan saja rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, tetapi juga mencurahkan segala pikirannya untuk kemajuan bangsa. Pada akhirnya, kita kini mengharapkan lahirnya kembali politisi-negarawan seperti mereka.

Renungan “Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan “ Bobodoran Sadul VS Bapa si sadul sirik ka adi na. .pedah adi na mh di

pangmeulikeun cocooan momobilan jeung rorobotan. .ari si sadul tiap2 milih cocooan malah di carek wae ku bapana. . Nepikeun ka tungtung toko cocooan di papay, keukeuh si sadul teu di pang meulikeun. . Bari semu ngambek si sadul nyentak ka bapana. . “ pa, naha meni pilih kasih ka sadul th, ari adi meni di pang meulikeun cocooan rorobotan jeung momobilan. .ari sadul sagala di carek, naha ari sadul th lain budak bapa ? . “ “ lain montong sateh sadul, atuh da maneh mh teu mikir. .apan maneh th lalaki, maenya milih boneka barbie ? “ . .ceuk bapana bari ngagusur c sadul kana beca “

Redaksi Menerima kiriman Tulisan Artikel tentang berbagai topik dan peristiwa. Dimohon untuk tidak mengirimkan tulisan berbau pornografi, menghina SARA, mendiskreditkan pihak tertentu dan memecah belah NKRI. Kirim ke lingkarjabar@yahoo.com (kode : artikel) DIHIMBAU KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MEMBERIKAN

IMBALAN ATAU SESUATU KEPADA WARTAWAN LINGKAR JABAR YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

2

Nikmat dan Musibah Terbesar Menurut Islam (5) Oleh: Badrul Tamam

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72) “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (QS. AlBaqarah: 161-162) Dari Ibunda Aisyah radliyallah ‘anha, berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Ya Rasulallah, Ibnu Jud’aan sewaktu Jahiliyah telah menyambung silaturahim dan memberi makan orang miskin, apakah hal itu bermanfaat baginya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak bermanfaat baginya karena tak pernah sehari pun dia berucap, “Ya Allah Tuhanku,

ampunilah dosa kesalahanku pada hari pembalasan.” (HR. Muslim) Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menerangkan makna hadits ini, “Bahwa apa yang telah dikerjakannya berupa menyambung silaturahim, memberi makan, dan berbagai kemuliaan lainnya tidak memberikan manfaat baginya di akhirat, dikarenakan dia seorang kafir.” Oleh karena itu, musibah dunia seberapa berat dan dahsyat, tidaklah lebih besar dibandingkan dengan musibah yang menimpa dien dan iman. Karena musibah ini akan menyebabkan kerugian besar di dunia dan akhirat. “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. AlZumar: 15) Dalam sebuah doa yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan bahwa musibah terbesar adalah musibah yang menimpa dien dan iman,

“Dan barang siapa yang menukar ni`mat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.” karenanya beliau berlindung dari tertimpa musibah ini. Jangan Engkau jadikan musibah kami adalah musibah yang menimpa dien kami .

. .” (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menghasnakan hadits ini dalam Shahih al-Jaami’) ***

Kisah Sufi Sahabat Nabi : Khabbab bin Arats

Guru dalam Ilmu dan Pengorbanan

“Barangsiapa ingin membaca Alquran tepat sebagaimana diturunkan, hendaklah ia meniru bacaan Ibnu Ummi Abdin (Khabbab bin Arats)!”

Khabbab bin Arats adalah seorang pandai besi yang ahli membuat alat-alat senjata, terutama pedang. Senjata dan pedang buatannya dijualnya kepada penduduk Makkah dan dikirimnya ke pasar-pasar. Sejak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Khabbab pun mendapat-

kan kedudukan yang tinggi di antara orang-orang yang tersiksa dan teraniaya. Ia mendapat kedudukan itu di antara orang-orang yang walau pun miskin dan tak berdaya, tetapi berani dan tegak menghadapi kesombongan, kesewenangan dan kegilaan kaum Quraisy.

Dan dengan keberanian luar biasa, Khabbab memikul tanggung jawab semua itu sebagai seorang perintis. Sya’bi berkata, “Khabbab menunjukkan ketabahannya, hingga tak sedikit pun hatinya terpengaruh oleh tindakan biadab orang-orang kafir. Mereka menindihkan batu membara ke punggungnya, hingga terbakarlah dagingnya.” Kafir Quraisy telah merubah semua besi yang terdapat di rumah Khabbab yang dijadikannya sebagai bahan baku untuk membuat pedang, menjadi belenggu dan rantai besi. Lalu mereka masukkan ke dalam api hingga menyala dan merah membara, kemudian mereka lilitkan ke tubuh, pada kedua tangan dan kedua kaki Khabbab. Pernah pada suatu hari ia pergi bersama kawan-kawannya sependeritaan menemui Rasulullah SAW, bukan karena kecewa dan kesal atas pengorbanan, hanyalah karena ingin dan mengharapkan keselamatan. Mereka berkata,”Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan pertolongan bagi kami?” Rasulullah SAW pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya: “Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas. Lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapat

memalingkannya dari agamanya. Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya. Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shana’a ke Hadlramaut, tiada tahut kecuali pada Allah Azza wa Jalla.” Khabbab dengan kawan-kawannya mendengarkan kata-kata itu, bertambahlah keimanan dan keteguhan hati mereka. Dan masing-masing berikrar akan membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya hal yang diharapkan dari mereka, ialah ketabahan, kesabaran dan pengorbanan. Demikianlah, Khabbab menanggung penderitaan dengan sabar, tabah dan tawakkal. Orang-orang Quraisy terpaksa meminta bantuan Ummi Anmar, yakni bekas majikan Khabbab yang telah membebaskannya dari perbudakan. Wanita tersebut akhirnya turun tangan dan turut mengambil bagian dalam menyiksa dan menderanya. Wanita itu mengambil besi panas yang menyala, lalu menaruhnya di atas kepala dan ubun-ubun Khabbab, sementara Khabbab menggeliat kesakitan. Tetapi nafasnya ditahan hingga tidak keluar keluhan yang akan menyebabkan algojo-algojo tersebut merasa puas dan gembira. Pada suatu hari Rasulullah SAW le bersambung....

Sebab Utama Kebahagiaan Dunia-Akhirat (2) Perpaduan Iman dan Amal Shalih Sesungguhnya iman adalah syarat sah dan diterimanya amal shalih. Bahkan, tidaklah disebut amal shalih kecuali dengan iman. Sementara iman menuntut amal shalih. Yakni keyakinan yang mantap yang membuahkan amal shalih oleh anggota tubuhnya berupa mengerjakan amal-amal wajib dan sunnah. Maka siapa yang menggabungkan antara iman dan amal shalih, “maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Nahl: 97) Al-Imam Abu Bakar Muhammad bin Husain al-Ajuri al-Syafi’I berkata: “Ketahuilah oleh kalian –semoga Allah merahmati kami dan kalian- wahai Ahlul Qur’an, wahai Ahlul Ilmi, wahai Ahlus Sunan wal Atsar, dan wahai orang-orang yang telah Allah ‘Azza wa Jalla beri taufiq dalam dien ini berupa pengetahuan halal dan haram, Jika kalian mentadaburi Al-Qur’an sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla telah perintahkan kepada kalian pastilah kalian tahu bahwa Alah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kaum mukminin beramal (shalih) sesudah mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidaklah Allah memuji dan memberikan keridhaan kepada orang-orang beriman serta memasukkan mereka ke dalam surga dan menjauhkan mereka

dari neraka kecuali dengan iman dan amal shalih. Allah telah menggandengkan amal shalih bersama iman. Allah tidak memasukkan mereka ke surga hanya dengan klaim iman semata sehingga mereka menggabungkan amal shalih yang telah Allah beri beri taufiq kepadanya ke dalam imannya. Sehingga jadilah iman seseorang itu tidak sempurna kecuali ia membenarkan dengan hatinya, mengucapkan dengan lisannya, dan mengamalkan iman dengan anggota badannya. Tidak diragukan lagi, siapa yang meneliti Al-Qur’an ia akan mendapatkan sebagaimana yang telah aku sebutkan. Ketahuilah –semoga Allah merahmati kami dan kalian- sungguh aku telah meneliti isi Al-Qur’an, aku dapatkan di 59 tempat dari Kitabullan ‘Azza wa Jalla apa yang telah aku sebutkan. Bahwa Allah Tabaraka Wa Ta’ala tidak memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman semata. tetapi Allah masukkan mereka ke dalam surga dengan rahmat-Nya kepada mereka dan dengan taufiq-Nya kepada mereka berupa iman dan amal shalih.” . . . Allah tidak memasukkan mereka ke surga hanya dengan klaim iman semata sehingga mereka menggabungkan amal shalih yang telah Allah beri beri taufiq kepadanya ke dalam imannya. . . Kemudian beliau menyebutkan beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya: “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan beramal shalih, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir

sungai-sungai di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 25) “Dan barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orangorang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).” (QS. Thaahaa: 25) “Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. Al-Nisa’: 124) “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Nahl: 97) ‘Iman’ Semata Belum Cukup Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewanti-wanti hambanya agar tidak beragama seperti orang Ahli kitab terdahulu. Beragama mereka berhenti pada klaim dan kebanggaan semata. Mereka tidak ikuti pengakuan iman dengan ketundukan diri untuk taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:”Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”.... bersambung....

Penerbit : PT. PANCA LINGKAR MEDIA Griya Indah Bogor Blok C No. 3 Jl. KH. M. Soleh Iskandar Kota Bogor - Telp./ Fax . 0251-8663605 SIUP : 517/345/PK/B/BPPTPM/V/2012 NPWP : 31.493.964.6.404.000 email : lingkarjabar@yahoo.com Rekening : Bank BCA Cabang Juanda No. Rek: 0953025563

Penasihat H. HARIS THAHIR • Pemimpin Umum AANG SUTRISNA • Pemimpin Perusahaan DEDDY AFRIADI, SH • Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab COKY PASARIBU • Dewan Redaksi ENANG SUTRIYADI, - PIYARSO HADI - COKY PASARIBU - H. RM. DANANG DONOROSO - H. DIDI CHOSIDIN - H. TARWONO - FUZI MARKUNAH - RIZKI ASTAKA • Redaktur Pelaksana M. BASIR • Asiten Redaktur : MUHAMMAD ALI • Staf Redaksi : DEDE SUHENDAR - IWAN R. - JASON SEMBIRING - ASEP SUPRIADI - ANDREAS TAIRAS • INDRIANI • ANDRI Fotographer : E. SUTRIYADI • Desain & Artistik : H. SANDI SANJAYA • Layout : ANGGA HARJA S. - M. RENDY IRAWAN• Perwakilan : (Bekasi) SAFA ARIS MUZAKAR (Kepala) - SUGENG BIANTORO - RIBAH SETIAWAN - ADI TOTALOR - HISAR PS - RIZAL R.P • (Depok) HARLIS SYAM - FERRY M.S. • (Cianjur) RUSDI - AGUS SHOLEH • (Garut) BADEN ABDURACHMAN MOCH JULIADI • (Sukabumi) HEPIE HERMAWAN (Kepala) • R.YOPPY S JBSC - HANDOYO - WAHID - ADE MISBAHUL YOGA - DASEP GUNTUR (Kontributor Sukabumi) • YAYAN SURYANA - ELIS SUSILAWATI (Kota Bandung) FERRY ARDIANSYAH - HERI JUHANA (Kab. Bandung) KI AGUS N FATAH - UDEN SOBIRIN • R. GINDO • RUSTANDI (Sumedang) YAYAT H. HARI M. • (Karawang) RUSLI • (Subang) ALIM MUNANDAR - H. ADE RACHMAT • (Purwakarta) TRYAS HENDRAYANA• (Cirebon) SUBAGIO (Kepala), WASTIJA, APIP, HENDI, DUDI P • (Kuningan) DEDE P. • (Tasikmalaya) CECEP • (Garut) RIZAL • (Ciamis) ABDUL ROJAK • (Banjar) AEP • (Majalengka) GARIB SETIA - SAMSUL• (Indramayu) IHSAN MAHFUDZ Koresponden : M. NASIR - AFRIYOU RIZAL - TRI AHMAD KUSMANTO - TUMPAL PANJAITAN - YUSUF FADILAH Sirkulasi : AGUS MUDRAZAT - SUSAN WIJAYANTO - YANTO - ADI R.

WARTAWAN LINGKAR JABAR ADALAH YANG TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DILENGKAPI KARTU PERS ATAU SURAT TUGAS

PT. PANCA LINGKAR MEDIA Direktur Utama : PIYARSO HADI • Marketing/Promosi : KENNY FARAH CAROLINE SAPULETE - AMALLIA RETNO SAPUTRI • Pengembangan Usaha & Iklan : YUDHI KURNIAWAN - A. SAFITRI HANDAYANI - RENDY M. ADAM - ARN CONSULTANT • Bagian Umum : IAN - ANDRI


LINGKAR MEGAPOLITAN

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis , 20 Desember 2012

Depok Resmi Jadi Kota Pendidikan Inklusif

DEPOK (LJ) - Kota Depok, Jawa Barat, akhirnya resmi menjadi Kota Penyelenggara Pendidikan Inklusif. Hal ini seiring deklarasi yang diselenggarakan di Balairung Universitas Indonesia (UI), Rabu (19/12). Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, peran guru atau pun dosen sangat penting. Mereka membawa kita menjadi seperti sekarang ini. “Pendidikan punya pengaruh besar bagi bangsa. Tanpa pendidikan bangsa tidak akan maju,” katanya. Ahmad menambahkan, sekolah tidak boleh membeda-bedakan pendidikan terhadap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dengan yang lainnya. Sekolah harus memberikan pendidikan yang sama, bahkan lebih mementingkan pendidikan khusus ini. “Pihak sekolah atau pun sesama pelajar harus saling menghormati,

menghargai, dan memberi perhatian,” tambahnya. Pemprov Jabar juga akan membangun 600 sekolah tahun depan. Sekarang, lanjut Aher, sekolah di Jawa Barat baru 300 sekolah. Nantinya akan dibangun 300 sekolah lagi. Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, guru di sekolah inklusif harus mendidikan siswa berkebutuhan khusus agar mampu meningkatkan potensinya. “Pendidikan untuk semua golongan, jangan membeda- bedakan baik anak berkebutuhan khusus maupun yang normal. Harus dikembangkan potensi, minat, dan bakatnya,” katanya. Deklarasi juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Giat Suwarno, dan 5.000

guru se-Kota Depok. Sebelumnya pada edisi 207, Upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Depok. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, telah merancang perda daerah (perda) pendidikan Inklusif, demi mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan di Kota Depok. “Ini perlu diterapkan dan dilakukan pada sekolah se-Kota Depok. Dan Pemkot Depok, saat ini sedang merancang perda pendidikan inklusif, untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Depok,” kata Idris Abdul Somad Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok kepada wartawan, kemarin. Idris mengatakan, dengan Perda itu, jumlah siswa inklusif akan dibatasi setiap sekolah. “Dengan di Perda kan, nanti akan lebih kuat lagi. Sehingga tiap sekolah paling tidak ada beberapa anak, saat ini masih bebas,” katanya.

Pemuda Diberikan Modal Usaha

DEPOK (LJ) - Sebanyak 3000 pemuda ikuti pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan Dinas Koperasi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan Pasar Kota Depok. Kegiatan itu sebagai upaya pemberdayaan Pemkot Depok untuk mengatasi lapangan kerja yang terbatas. Sambutan Walikota Depok yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pasar, H. Herman Hidayat menjelaskan, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembinaan

maupun pelatihan terhadap para pemuda. Hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan para pemuda. “Melalui kegiatan ini, dapat melahirkan jiwa usaha baru agar menjadi pengusaha yang profesional, tangguh dan mandiri,” ungkap walikota. Sementara itu, saat acara pemberdayaan ekonomi pemuda, Pemkot Depok menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 421 pemuda masingmasing Rp 1 juta untuk modal wira usaha, dan 956 pelaku usaha kecil mikro (UKM) berupa

barang yang nilainya sebesar Rp 2 juta. Penyerahan bantuan itu dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi UMKM dan Pasar Kota Depok, Rabu (19/12). Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pasar, H. Herman Hidayat, Kepala Disnakersos Abdul Harris, Anggota DPRD Kota Depok Babay Suhaimi, Ervan Teladan, Hj. Enty, Abdul Gofar, Wakapolres Depok AKBP AM Kamal, Pasiter Kodim 0508 Depok Kapten Inf Iwan Setiawan, Ketua KNPI Kota Depok Thaher, Karang Taruna, OPD, OKP, tokoh pemuda, ulama, camat, lurah dan tokoh masyarakat. Herman mengungkapkan, bahwa Pemkot Depok terus gencar melaksanakan pembinaan, pelatihan dan pengetahuan, sehingga timbul jiwa usaha baru dikalangan pemuda di Kota Depok. Selain itu, telah menyalurkan modal usaha berupa uang tunai dan barang yang kiranya dapat dijadikan sebagai modal awal dalam membuka usaha maupun berwiraswasta. “Diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan wirausahanya menjadi usaha kecil yang tangguh dan terus berkembang besar. Dengan demikian dapat menopang ketahanan ekonomi masyarakat,” tukasnya. Q TYS/HRS

Danrem 051 Lepas Jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya 2012

DEPOK (LJ) - Ribuan peserta gerak jalan peleton beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya 2012, yang diikuti dari Bataliyon Mekanis 202 Taji Malela dipimpin Letnan Dua (Inf) Sulaiman, Peleton Kavaleri 7/Sersus dipimpin Letnan Dua (KAV) Joyo Wibowo dan Peleton Group 3 Kopassus dipimpin oleh Letnan Satu (Inf) Andi. Langsung dilepas oleh Komandan Resort Militer (Danrem) 051 Wijayakarta, yang didampingi Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta Kolonel Inf Wuryanto sebagai perwira pengawas di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0508 Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Selasa (19/12).

Acara tersebut, langsung dihadiri Danrem 051 Wijayakarta Kolonel Infantri Wuryanto, Dandim-508 Depok Letkol (Inf) M. Zamroni, Kapolresta Depok AKBP Ahmad Kartiko, Kasdim 0508 depok Mayor (Inf) Ariyo W, Para perwira dan Staff Kodim 0508 Depok, Camat, Lurah, GM FKPPI, Gema PSI dan Gafatar. Danrem 051 Wijayakarta Kolonel Infantri Wuryanto mengatakan, kegiatan yang telah dilakukan ini adalah untuk mengenang peristiwa pertempuran para pejuang melawan penjajah di Ambarawa dan Jogjakarta serta seluruh Indonesia pada masa perjuangan dahulu. “Ini merupakan upaya Kodam Jaya dalam

rangka pembinaan satuan, dalam memelihara kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme keprajuritan secara perorangan maupun satuan tetap terjaga dan terbina dengan baik,” ujarnya. Dia menambahkan, para peserta peleton beranting hendaknya, dapat memahami memaknai maksud dan tujuan tersebut, dengan penuh tanggung jawab. “Salah satu indikasi kesiapan Prajurit dalam melaksanakan tugasnya, ditandai dengan kesiapan fisik dan kemampuan dalam bekerja sama menyelesaikan suatu permasalahan,” tuturnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk mengevaluasi sejauh mana mobilitas dan kesiapan fisik serta kerja sama prajurit. “Kita dalam melaksanakan tugas, pokoknya dengan baik, menjunjung tinggi sportifitas, dan kekompakan serta dapat mematuhi aturan dan petunjuk yang telah ditetapkan oleh penyelenggara,” imbuhnya. Sementara itu, Dandim 0508 Depok Letkol (Inf) M. Zamroni mengatakan, kegiatan ini, berkat semangat para anggota yang secara kerja sama untuk menjalin silatuhrahmi sesama anggota. Q TYS/HRS

PENGUMUMAN Diberitahukan kepada khalayak luas bahwa nama : 1. Sdr. M. Satiri 2. Sdr. Asep Budi Kurniawan 3. SdrHilam Sudakta 4. Sdr. Herman (Prwk.Indramayu) bukan lagi kontributor HU Lingkar Jabar di Wilayah Sukabumi terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2012. Segala tindak tanduk dan perbuatan yang mengatasnamakan Lingkar Jabar diluar tanggung jawab kami. Demikian disampaikan agar maklum dan diketahui

Selain itu, tambah dia, siswa akan dibagi berdasarkan beberapa klasifikasi, yaitu ringan, sedang, hingga berat. Idris mengatakan, untuk siswa yang masuk klasifikasi berat tidak akan diizinkan untuk masuk ke sekolah formal, tapi ke Sekolah Luar Biasa (SLB). “Pemerintah juga sudah punya SLB negeri, nanti kita bisa kembangkan anak-anak yang berkebutuhan khusus yang jumlahnya sangat banyak. Jika tidak, SLB tidak bermanfaat lagi. Kita akan berikan ruang-ruang untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya. Hingga kini, minimnya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten masih jadi masalah yang harus dipecahkan. “Satu anak didik harus dibimbing oleh satu pengasuh. Ini sering kali memberatkan sekolah, karena SDM-nya masih kurang. Kedepan harus ada sarana dan prasarana yang sesuai untuk itu,” pungkasnya. Q TYS/HRS

Ratusan Pelajar Ikuti Training Sistem Informasi Sekolah DEPOK (LJ) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok menyelenggarakan Training of trainer Sistem Informasi Sekolah yang diikuti dari tingkat SMA dan SMK Negeri se-Kota Depok di Ruang Multimedia SMA N 1 Depok, Jalan Nusantara. Kadis Kominfo Depok Ir. Herry Pansila mengatakan, training sistem informasi sekolah yang lebih dikenal dengan e-school tersebut, berlangsung dari tanggal 18-19 Desember, yang diperuntukkan bagi Guru, Siswa-siswi dan orang tua siswa SMA dan SMK Negeri se-Kota Depok. “Para guru dan siswa dilatih bagaimana menggunakan modul-modul yang ada di e-school ini. Beberapa modul yang diajarkan cara penggunaannya antara lain, modul pengelolaan kepegawaian yang berisi pengelolaan data-data kepegawaian seperti data pegawai, presensi, riwayat mutasi, riwayat naik golongan, riwayat jabatan dan lain-lain,” kata Herry. Dia menambahkan, modul Pengelolaan ini, dalam menyangkut penilaian mata pelajaran. “Nantinya, penilaian pelajaran UN, penilaian kognitif, rapor, rangking, grafik nilai siswa per mata pelajaran, dapat dikerjakan dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala dinas pendidikan Kota Depok Asep Rahma mengatakan, Kegiatan yang dilakukannya ini, termasuk mata pelajaran yang sering dilakukan oleh para pelajar. “Ini tentang pengetahuan pengelolaan kesiswaan, berisi tentang data-data kesiswaan sekolah yang termasuk data siswa, rombongan belajar, wali kelas, ekstrakurikuler, data alumni, dan lain sebagainya,” tuturnya. Selanjutnya akan dilatih juga penggunaan modul pengelolaan perpustakaan yang akan diikuti oleh pelajar ini. “Kita berharap, dengan pelatihan ini, dapat menambah pengetahuan para siswa, orang tua dan guru untuk menunjang dunia pendidikan di Kota Depok,” imbuhnya. Q

3

LINTAS | MEGAPOLITAN 2.281 Siswa RA Ikuti Manasik Haji

BEKASI - Sebanyak 2.281 siswa-siswi dari tingkat Raudatul Athfal (RA) se-kota Bekasi, mengikuti peragaan manasik haji di Asrama Haji Bekasi, untuk memperkenalkan rangkaian ibadah haji sejak dini. Hal itu disampaikan Sekretaris Panitia Pelaksana, Lilis Amperawati, saat ditemui usai peragaan manasik haji di asrama haji Bekasi, Rabu (19/12). Lilis mengatakan, peragaan manasik haji rutin dilakukan oleh siswa-siswi RA pada setahun sekalinya. Untuk kesempatan ini, diikuti sebanyak 2.281 siswa-siswi, 350 pembimbing dari 100 sekolah di 3 kecamatan kota Bekasi, yakni, kecamatan Medan Satria, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara. “Peragaan manasik haji yang dilakukan setahun sekali ini, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan mengenai rangkaian ibadah haji, dan memanamkan pendidikan rukun islam, yakni ibadah haji ke siswa sejak dini. Sebelumnya, anak-anak ini, telah di beri pemahaman cara melempar jumroh, Sai antara safa dan marwah, tawaf, serta sumur Zam-zam,” kata Lilis kepada wartawan. Dia menambahkan, peragaan manasik haji ini, merupakan hari kedua dari IGRA, yang sebelumnya sudah dilaksanakan pada senin lalu. “Peragaan manasik haji menjadi hal yang wajib diikuti oleh siswa-siswi RA, karena masuk kedalam kurikulum sekolah dan ada penilaian tersendiri,” tuturnya. Q SAL

Ribuan Buruh “Sweeping” Industri Bekasi

TYS/HRS

Dukun Cabul Divonis 14 Tahun Penjara

DEPOK (LJ)- Madanih bin Nunu (47), pelaku pencabulan 27 wanita, akhirnya harus menjalani masa tahanan dalam jeruji besi selama 14 tahun penjara. Hasil vonis ini, lebih tinggi dua tahun, dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 12 tahun penjara. Keputusan ini, disampaikan oleh ketua majelis hakim Sugeng Warnanto, didampingi hakim anggota Nenny Yulianny, dan Sapto Supriyono serta Jaksa Penuntut Umum, Sri Gustinah. Ketua Majelis Hakim, Sugeng Warnanto, dalam membacakan vonisnya mengatakan, pelaku terbukti bersalah dan divonis 14 tahun penjara dengan denda Rp60 juta atau subsider 6 bulan penjara. Pelaku telah melanggar Pasal 82 undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Terdakwa terbukti bersalah, dan harus menerima keputusan ini,” ujar Sugeng kepada wartawan, di Pengadilan Negeri Depok, kemarin. Sekedar diketahui, dari 27 korban pencabulan pelaku, empat korbannya yang semua masih di bawah umur memilih menyelesaikan kasus tersebut ke jalur hukum. Seluruh korban dicabuli di Jalan Persatuan Gang Haji Musran RT 03 RW 04, Kelurahan Cinere, Kecamatan Depok, Kota Depok. Q TYS/HRS

BEKASI — Ribuan buruh yang tergabung dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan sweeping di kawasan industri di Kabupaten Bekasi, kemarin. Aksi yang dilakukannya tersebut, terkait isu yang melebar tentang penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai merugikan buruh oleh pemilik indusrti. Ribuan buruh ini, langsung melakukan swiping dan aksi berlanjut dengan berunjuk rasa ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bekasi. Ketua FSPMI Bekasi Obon Tabroni mengatakan, aksi yang dilakukannya ini, terhadap perusahaan-perusahaan yang masih memberlakukan sistem kerja outsourcing atau kontrak waktu tertentu. Buruh menginginkan tidak ada lagi sistem kontrak kerja tersebut. “Dari data yang kami dapat, ada beberapa perusahaan yang masih memberlakukan sistem kerja outsourcing. Bahkan, aksi kali ini untuk memastikan dan menekan kepada perusahaan tidak lagi mengunakan outsourcing,” ujar Obon dihadapan ribuan buruh. Kata dia, aksi sweeping ini merupakan kepedulian para buru terhadap masa depannya. “Jika masih ada perusahaan yang mengunakan outsourcing. Maka kami dari FSPMI akan terus melakukan aksi demo dengan jumlah yang besar, agar dapat tercapainya perjuangan kami ini,” pungkasnya. Q SAL

JADWAL SIM KELILING DESEMBER 2012 KOTA DAN KABUPATEN BOGOR WILAYAH KOTA BOGOR WILAYAH KABUPATEN BOGOR Hari/Tgl

Lokasi

Hari/Tgl

Lokasi

Sabtu/1 Senin/3 Jumat/7 Sabtu/8 Senin/10 Jumat/14 Sabtu/15 Senin/17 Jumat/21 Sabtu/22 Senin/24 Jumat/28 Sabtu/29 Senin/31

Penjagaan Brimob Sukasari BTW Jembatan Merah Polsek Tanahsareal Graha Pena Radar Bogor KFC Taman Topi Polsek Bogor Barat Pasar Bogor dpn Toko Bata Penjagaan Brimob Sukasari Polsek Bogor Selatan BTW Jembatan Merah Graha Pena Radar Bogor Polsek Bogor Timur KFC Taman Topi Pasar Bogor dpn Toko Bata

Selasa/04 Rabu/05 Kamis/06 Selasa/11 Rabu/12 Kamis/13 Selasa/18 Rabu/19 Kamis/20 Rabu/26 Kamis/27

Polsek Babakanmadang Pondokudik, Kemang Polsek Gunungputri Simpang Taman Safari Polsek Leuwiliang Indocement Polsek Ciawi Polsek Ciampea Polsek Jonggol Menara Cileungsi Polsek Ciomas

Wa ktu ktu:: Seta S eta p Sa btu P ukul 19.00 19. 00 S/D S/ D 21.00 21. 00

Wa ktu ktu:: 08.00 S/D 15.00


LINGKAR BOGOR LINTAS | BOGOR Hari Ibu di Kota Bogor, Puluhan Penghargaan ditebar BOGOR - Peringatan Hari Ibu ke–84 tingkat Kota Bogor tahun 2012, diperingati dalam apel bendera di Plaza Balaikota Bogor, Rabu (19/12) dengan inspektur upacara Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bogor Budi Santoso, SH. Acara ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para juara lomba Posyandu Teladan, Kader Posyandu Teladan, BKB Teladan, BKB Kemas Teladan, Keluarga harmonis, Kelompok UPPKS Teladan, Peserta KB Lestari. Tema yang diusung dalam peringatan Hari Ibu kali ini “Peran perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan bangsa”. Ketua PN Bogor Budi Santoso membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, peringatan Hari Ibu ke-84 tahun 2012 dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda. “Makna Hari Ibu sebagai kebangkitan, persatuan dan klesatuan gerak perjuangan kaum perempuan yang tak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya. Q WIN

Lima Pedagang Asongan di Razia Petugas KAB.BOGOR - Puluhan petugas gabungan terdiri PT. Jasa Marga dan Muspika Ciawi, dalam merazia pedagang asongan, Gelandang pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) serta joki dikawasan pintu keluar tol jagorawi, Desa Pandansari hannya hisapan jempol belaka. Pasalnya, razia yang dilakukan oleh petugas gabungan itu, telah bocor dan hanya menangkap lima pedagang pengasong saja.Usai razia, para pedagang yang terjaring langsung dibawa ke kantor Kecamatan Ciawi. Petugas langsung mendata memberikan peringatan dan pembinaan. Tak hanya itu, para pedagang asongan juga diganjar hukuman push up masing-masing sebanyak 50 kali.Trantib Ciawi, Amirudin mengatakan, razia dilakukan berdasarkan permintaan PT. Jasa Marga yang meminta bantuan dan kerjasama kepada unsur muspika yakni Trantib, Polsek, Koramil serta Linmas.“Razia dilakukan secara berkesinambungan setiap hari hingga menjelang tahun baru nanti. Dan petugas gabungan rutin tiap hari menggelar patroli. Jadi baik pedagang asongan, anjal, gepeng, dan joki, dilarang berjualan lagi di jalan Tol. Apabila mereka membandel, maka terpaksa akan kami tangkap dan diberikan sanksi yang lebih berat,” katanya.Sementara, Kantib PT. Jasa Marga, Yusuf, menuturkan, tujuan penertiban yang dilakukan disepanjang pintu keluar Tol Ciawi, baik ke jalur Gadog dan Ciawi, dilakukan untuk mengamankan arus lalulintas, menghindari kemacetan serta mengantisipasi terjadinya kecelakaan. “Patroli gabungan yang dilakukan untuk langkah pengamanan disepanjang ruas jalan pintu keluar gerbang Tol Ciawi,” tandasnya. Q ASP

Listrik Padam se-Bogor, Pelanggan PLN Kecewa BOGOR - Hampir seluruh wilayah Bogor, Jawa Barat, mengalami padam listrik. Hal itu membuat sejumlah pelanggan sangat kecewa dan kesal terhadap PT. PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Bogor yang kurang profesional dalam bekerja.Sekitar pukul 07.30 WIB, listrik mulai padam dan tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada para pelanggannya. Bahkan akibat pemadaman ini, membuat sejumlah barang elektronik milik pelanggan menjadi rusak.Asisten Manager Teknik PT. PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Bogor, Sugeng Widodo mengatakan, penyebab listrik mati, belum diketahui secara pasti, namun diduga ada kerusakan pada gardu induk (GI) di Cibinong.“Kita juga belum tahu pasti penyebabnya apa, ada kemungkinan terjadi gangguan pasca terbakarnya trafo pada lima Oktober lalu,” kata Sugeng saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Rabu (19/12).Tambah dia, saat ini petugas PLN sedang melakukan penelusuran akibat padamnya listrik ini, dan akan segera diperbaiki. “Kita akan secepatnya memperbaiki jaringan listrik ini,” ucapnya.Tina (32), warga Ciomas Kabupaten Bogor mengaku sangat kesal adanya pemadaman listrik tersebut. ”Ini sudah mengganggu aktifitas warga, apalagi pemadaman tanpa diberitahu terlebih dahulu melalui media,” geramnya.Yuni juga mengaku, pelayanan listrik PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Bogor sering mengalami matihidup, baik siang dan malam. “Saat saya hubungi kantor PLN, kata petugas belum tau apa penyebab padam listrik ini. Kok seorang petugas bisa begitu ya,” jengkelnya.Hal itu juga dikeluhkan Agus (35), PLN kurang memberikan pelayanan kepada pelanggan, apalagi untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan pada jaringan listrik. ”Saya minta dari PLN jika ada pemadaman listrik harus memberitahukan kepada sejumlah pelanggannya. Coba sekarang, siapa yang dirugikan, akhirnya pelanggan juga kan,” ucapnya. Q ALI

Edisi 208 - Tahun 1 Kamis, 20 Desember- 2012

4

Soal Aset Dijual, Dewan Sorot Pemkot Bogor

BOGOR (LJ) - Terkait dugaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menjual tanah asetnya seluas 6.700 m2 (meter persegi) di Kampung Dekeng Jaya RT 02 RW 08 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, kepada pengembang perumahan “PH” menjadi perbincangan hangat dikalangan anggota DPRD Kota Bogor. Diketahui, lahan awal yang sejak awal tahun 90an disewakan kepada sebanyak 71 kepala keluarga (KK) relokasi eks Kampung Bayawak, Bogor Tengah itu, seluas 10.900 m2. Sementara lahan yang tersisa kini hanya sekitar 4.200 m2. Komisi A DPRD Kota Bogor menilai tindakan melepas aset oleh Pemkot Bogor merupakan pelanggaran hukum. “Ada aturan yang menerangkan, semua aset daerah kalau dilepas atau dijual harus melalui peroses lelang,” kata Maman

Herman, anggota Komisi A DPRD Kota Bogor kepada wartawan. Dijelaskan, jika benar Pemkot Bogor telah menjual lahan asetnya, itu sama halnya dengan mengangkangi sejumlah payung hukum. Yakni, Undang-undang (UU) No 21 tahun 2004 tentang perbendaharaan daerah dan negara, Peraturan Pemerintah (PP) No 6 tahun 2006 tentang pengelolaan aset daerah junto PP No 38 tahun 2008 tentang pengelolaan barang dan aset daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 17 tahun 2007 tentang petunjuk teknis pengelolaan barang daerah. “Dari dulu Komisi A selalu menggebu-gebu menyikapi persoalan barang dan aset pemkot, sesuai dengan amanat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat kami mengadakan kunjungan kerja lalu. Hanya saja dalam hal ini pemkot, dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tidak peka dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Bahkan yang muncul adalah adanya kabar kalau pemkot telah menjual lahannya kepada pengembang perumahan “PH,” tandasnya. Disisi lain, banyaknya aset pemkot yang hilang karena BPKAD tidak serius dalam melakukan inventarisir.”Komisi A dari dulu selalu mengingatkan agar aset pemkot segera diinventarisir dan kemudian disertifikasi. Tapi praktiknya tidak dilaksanakan,” kesalnya. Sementara itu, Anggota komisi A DPRD Kota Bogor Usmar Hariman menyayangkan Ketidak kompakan anak buah Walikota Bogor Diani Budiarto dalam menjaankan tugasnya, mengenai permasalahan tersebut. “Jika ini terbukti, maka pemkot telah melanggar hukum yang ada. Dan kami akan terus mencari informasi-informasi permasalahan ini,” ujarnya. Ia pun menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan soal dugaan penjualan aset pemkot tersebut. “Ini akan kita soroti terus, mengenai penjualan aset pemkot ke pihak pengembang PH,” pungkasnya.Q ALI

SMK Diva Bogor Proses Belajar dan Mengajar Beralas Bambu

KAB.BOGOR (LJ) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diva, dibawah naungan Yayasan Diva Nusantara yang berlokasi di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sangat memprihatinkan. Pasalnya, sekolah ini dalam proses belajar dan mengajarnya dengan alas terbuat dari pohon bambu. Dari hasil pantauan LINGKAR JABAR di lokasi, puluhan siswa-siswi SMK Diva, saat melakukan proses belajar dan mengajar hanya di emperan bangunan yang terbuat dari bambu. Bahkan, mereka duduk dengan bersila tanpa ada kursi dan meja pada sekolah tersebut. Jika kita tengok dipertengahan kota, tentu sangat berbeda dengan gencarnya program pemerintah, yang telah menggelontorkan dana APBN dan APBD untuk memajukan dunia pendidikan. Namun, ironisnya program pemerintah itu, belum semuanya menyentuh dan mengena sasaran. “Ya beginilah kondisi sekolahan kami, seadanya. Namun tidak mengurangi semangat dari para siswa/siswi maupun guru yang menga-

jar,” kata Uli Sarbini yang juga pendiri serta Ketua Yayasan Diva Nusantara itu. Uli mengatakan, dari angkatan pertama hingga saat ini, pihaknya sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Bahkan sekolah ini, banyak dari kalangan keluarga yang tidak mampu. “SMK Diva tidak memungut biaya masuk dan biaya bulanan. Saat ini, keberadaan sekolahan telah menempati bangunan di eks perkebunan milik PTPN VIII,” ujarnya. Ia menjelaskan, yayasan Diva Nusantara didirikan pada pertengahan 2012. Siswanyapun banyak dari putus sekolah. “Banyak dari mereka yang kami ajak untuk masuk sekolah, dari pada mereka tidak sekolah sama sekali mending juga saya ajak untuk belajar,” tutur Uli yang diamini Hasan tokoh masyarakat Cisarua, kemarin. Uli berharap, pemerintah mau memperhatikan sekolahan ini. “Sekolah ini, murni swadaya dari masyarakat setempat. Bahkan hari ini saja, sekolah mendapatkan bantuan dari masyarakat berupa pasir 1 truk dan kayu 4 batang,” imbuhnya. Selain SMK ini, Yayasan Diva Nusantara juga menaungi 4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Desa Kuta, Citeko dan Kopo. Jumlah murid PAUD mencapai 200 anak. Sementara 70 persennya adalah anak yatim. Saat ini yayasan Diva, masih kekurangan Guru dan tempat proses belajar dan mengajar. “Guru Paud dan SMK hanya 7 orang mas. Saya berharap pemerintah mau memperhatikan fasilitas sekolahan ini. Dan bisa memberikan bantuan tempat dan bangunan untuk paud maupun SMK. Karena selama ini, kami sangat kekurangan tempat untuk melakukan proses belajarnya,“ ujar Ismi, salah satu guru Yayasan Diva Nusantara. Sementara, salah satu siswa ketika ditanya LINGKAR JABAR tentang kondisi dan proses belajar dan mengajar di SMK Diva. Kata dia mengaku, tetap semangat untuk belajar. “Gak apa-apa, kami semua tetap senang dan semangat untuk belajar disini, karena guru-gurunya sangat baik kepada kami ini,” pungkasnya. Q YUS

Kemenpera Tebar Bantuan RTLH Di Cigombong KAB.BOGOR, LJ - Sebanyak 449 keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Cigombong yang tersebar di tujuh wilayah desa mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) masing-masing sebesar Rp6 juta rupiah. Bantuan hasil memorandum of understanding (MoU) antara Kemenpera dengan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kabupaten Bogor ini pelaksanaannya diserahkan ke Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di masing-masing desa. Pencairan dana bantuan rehab rumah tersebut langsung melalui rekening para penerima. Namun tak sedikit penerima bantuan mengaku uang sebesar Rp3 juta (termin 1) itu diambil kembali oleh pelaksana (BKM-red), dengan dalih, kuatir tidak dibelanjakan material rumah oleh para penerima. “Uangnya cuma numpang lewat saja. Karena langsung diambil sama BKM dan dibelanjakan sama mereka,” kata seorang penerima di Desa Tugu Jaya, yang tidak mau ditulis dikoran ini. Tak sedikit diantara penerima bantuan menduga, BKM merekayasa harga material. Bahkan ada dugaan, BKM bekerjasama dengan salah satu toko bahan bangunan. Pasalnya, dari keterangan sejumlah sumber, BKM hanya menunjuk atau merekomendasikan satu toko material saja untuk menyuplai bahan bangunan. Kabar lainnya menyebutkan, hampir semua BKM disetiap desa penerima bantuan melakukan pemotongan dana bantuan sebesar Rp500 ribu dari setiap penerima. Namun kabar tersebut dibantah keras H.Samani, Koordinator BKM, Desa Tugu Jaya sekaligus Koordinator kegiatan tingkat kecamatan. “Kabar tersebut tidak benar, karena sejak awal saya telah menegaskan kepada semua BKM agar tidak sedikitpun menyentuh uang bantuan itu. Jadi, kalaupun ada oknum, tolong beritahu kami,” tegasnya. Ia menjelaskan, pembelanjaan bahan material dilakukan oleh BKM karena beberapa alasan. “Kami kuatir penerima bukan membangun rumahnya, tapi uang itu malah digunakan untuk membeli barang atau urusan lainnya. Kalau sampai itu terjadi, nanti kita juga yang repot. Karena itu sering terjadi,” kilahnya. Terpisah, Camat Cigombong, Basrowi mengatakan, pihaknya tak memiliki otoritas lebih terkait alokasi bantuan tersebut. “Kami (kecamatan) hanya bersifat memfasilitasi saja. Perkembangannya kini seperti apa, kami tidak tau persis, karena ini bantuan langsung dari Kemenpera,” tandasnya. Q ASP

PAC.GMPI : Pemuda dan Pemerintah Harus Sinergis Membangun Obyek Wisata

KAB.BOGOR (LJ) - Pariwisata merupakan sumber daya alam yang tidak akan pernah habis, oleh karena itu sektor pariwisata harus dirawat dan dijaga keberadaannya. Dan sektor pariwisata juga merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian negara. Hal itu dikatakan, Debi Priatna Ketua PAC GMPI Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dalam acara dialog interaktif, dengan tema “Peran Pemuda dan Pemerintah Dalam

Membangun Objek wisata di Kabupaten Bogor”, Rabu (19/12) di Aula Pamijahan. Acara dialog interaktif tersebut, menghadirkan nara sumber diantaranya Anggota DPRD Komisi D, M. Romli, Kabid Pariwisata KNPI Kabupaten Bogor, Bambang Sumantri, Wakasi Dinas Pariwisata, H. Arifin dan PC.GMPI Kabupaten Bogor Jajang Furqon. Ketua PAC GMPI Kecamatan Pamijahan Debi Priatna mengata-

kan, tujuan kegiatan ini, menjadikan suatu ajang pembuktian bahwa dalam membangun obyek wisata khususnya (obyek wisata Gunung Salak Endahred) dalam hal ini pemuda sangat berperan penting, dalam menjalankan potensi alam. “Kegiatan yang dilakukannya ini, selain menjalin silaturahmi dengan pemerintah daerah maupun pusat, kegiatan ini juga dapat dipahami oleh para pemuda, dalam mengelola serta menjalankan obyek wisata dengan baik. Dari pemuda juga jangan hanya menjadi penonton saja, tapi menjadi bagian dari sistem,” ujar Debi kepada wartawan, kemarin. Lebih lanjut Debi menambahkan, peran Pemuda sangat penting untuk pembangunan termasuk pengembangan pariwisata. Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa Pemuda sangat berperan dalam pembentukan Negara Kesatuan sejak awal. Olehnya itu, peran Pemuda harus terus diberdayakan untuk memajukan berbagai sendi perekonomian masyarakat. “Untuk meningkatkan pariwisata di daerah, generasi muda harus mendapatkan pengetahuan dan pemaha-

man akan kebudayaannya khususnya kebudayaan tradisional. Jika tidak, dikhawatirkan mereka akan melupakan kebudayaannya dan lambat laun, tapi pasti kebudayaan tradisional akan punah dengan sendirinya,” imbuhnya. Sementara itu, Anggota DPRD Komisi D, M. Romli menjelaskan, pengaturan obyek wisata di Kabupaten Bogor dalam peraturan daerah (perda) yang seharusnya menjadi instrumen, yang mendorong ini harus dilakukan oleh pemerintah daerah dengan masyarakat. “Mari kita bersama–sama menjalankan peraturan yang telah di buat sehingga terciptalah obyek wisata yang sehat dan mampu membantu perekonomian daerah,” katanya. Hal itu juga dikatakan, Wakasi Dinas Pariwisata, H. Arifin mengatakan, tentang keikutsertaan pemuda dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan daerah ini, sangat membangakan, demi memajukan obyek wisata di Kabupaten Bogor. “Kami akan menyampaikan ke pemerintah dalam hal kepedulian peran pemuda terhadap membangun objek wisata di Kabupaten BOgor,” ujarnya.Q ALI

Ketua DPW Minta AMK Jadi Garis Depan PPP

KAB.BOGOR (LJ) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPWPPP) Jawa Barat Rachmat Yasin (RY) meminta kepengurusan baru Angkatan Muda Ka’bah (AMK) lebih mengepakan sayapnya dan berada di front line (garis depan) sebagai salah satu garda partai. Hal itu ditegaskan, saat membuka Muswil II Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Provinsi Jawa Barat di Griya Shaba, Cisarua, Kabupaten Bogor, kemarin. “AMK punya legitimasi besar hingga tingkat nasional. Bagaimana mugkin orang bangga menjadi bagian dari AMK, jika perfomance-nya tidak menarik,” kata RY dihapadapan sejumlah pengurus DPW, Ketua DPC serta PAC se-Jabar. Ditegaskannya, sebagai sayap PPP, AMK di-

tuntuk harus salalu kokoh dan kelihatan menarik diberbagai sisi. Tak hanya itu, RY juga menekankan agar sinergitas AMK dengan pengurus partai lebih ditingkatkan. “Jangan sampai AMK dan PPP bagaikan dua rel yang sejajar tapi tidak menemukan titik ujung bersama-sama,” imbuhnya. Dalam pidatonya, Bupati Bogor meminta ketua AMK terpilih nanti, lebih mengedepankan kepentingan organisasi dan partai . Jangan sampai, kata dia, ketua selalu one man show (tampil sendiri), dan yang terpenting harus bisa mempengaruhi orang lain untuk menjadi bagian dari rumah besar umat islam. Lanjut RY, untuk menjadi ketua AMK harus memenuhi tiga kriteria, yakni mau jadi pemimpin, mampu memimpin serta mampu secara finansial.

Dan ketiga harus memiliki waktu untuk organisasinya. “Ketua amk, harus berani. Sebagai sayap ppp, sudahkan sayap yang dipakai mampu membangun generasi islam di jabar,” ujarnya. Pada kesempatan itu, RY mendesak AMK melaksanakan diklat untuk menjaring kader terpilih atau kader terbaik dengan batas waktu hingga April 2013 mendatang. Ia menargetkan, anggota AMK Jabar bertambah hingga 3000 orang pada tahun depan. “Pokoknya AMK harus selalu siap dan ada dibarisan terdepan saat ada pihak yang mencoba mengganggu stabilitas partai. Jangan dipermudah orang masuk AMK, tanpa melalui diklat dan tanpa melalui proses pemahaman. Anggota baru harus tahu tugas dan kewajibannya,” tandasnya. Q YUS


Bisnis

LINGKAR R JABAR J Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis , 20 Desember 2012

5

Kinerja Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kab.Bogor

Jumlah Sasaran Program RTLH 2011-2012 Melebihi Target

K

AB.BOGOR - Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di era kepemimpinan Bupati Rachmat Yasin (RY) dengan menargetkan 14.000 unit di tahun 20102013 dipastikan bakal cepat terealisasi. Sebab, melalui Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) selaku OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut, pelaksanaan RTLH dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Seperti ditahun 2011 yang menargetkan jumlah sasaran RTLH sebanyak 3000 unit tersebar di 116 desa dan 40 kecamatan. Tetapi kenyataannya, di tahun 2012 melalui APBD Kabupaten Bogor jumlah sasaran RTLH semakin bertambah banyak yakni, 5.215 unit yang dialokasikan pada 218 desa di 40 kecamatan. Selain dari APBD Kabupaten Bogor, Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) menggelontorkan bantuan sebanyak 4004 unit dengan nilai anggaran sekitar Rp 31.290.000.000. Untuk 1 unit RTLH akan dibantu anggaran sebesar Rp 6 juta. Dan Pemkab Bogor juga mendapatkan bantuan RTLH sebanyak 90 unit melalui CSR (Corporate Sosial Responsibility) dari bjb (Bank Jabar Banten) di tahun 2012. Tak hanya melaksanakan program RTLH saja dalam melakukan penataan lingkungan pemukiman perdesaan sehat. Pemkab Bogor juga melaksanakan pembangunan jalan lingkungan dan MCK (Mandi Cuci Kakus) yang pelaksanaannya diserahkan kepada DTBP. Berikut pelaksanaan penataan lingkungan pemukiman perdesaan sehat yang sudah dilakukan DTBP Kabupaten Bogor di tahun 2011 dan 2012. Dasar Hukum 1.Surat keputusan bupati nomor:769/40/kpts/peruu/2011 tanggal 20 januari 2011,tentang desa sasaran dan besarnya bantuan dana lokasi kegiatan pengendalian penyediaan sarana air bersih dan sanitasi tahun

2011 2.Surat keputusan bupati nomor:147/35/41/kpts/ per-uu/2011 tanggal 20 januari 2011,tentang desa sasaran dan besarnya bantuan dana lokasi kegiatan pengendalian pembangunan jalan lingkungan perdesaan tahun 2011 3.Surat keputusan bupati nomor:147.35/42/kpts/ per-uu/2011 tanggal 20 januari 2011,tentang desa sasaran dan besarnya bantuan dana lokasi kegiatan pengendalian pembangunan lingkungan permukiman perdesaan untuk rehabilitsai rumah tidak layak huni tahun 2011 Latar Belakang Data Tahun 2009 Terdapat 49.093 Rumah tidak layak huni. Banyak Masyarakat Tidak Memiliki Jamban keluarga untuk MCK. Banyak Pemukiman dengan Jalan Lingkungan berupa tanah Visi Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bogor yang bertakwa, berdaya dan berbudaya menuju sejahtera Misi Meningkatkan kesolehan sosial masyarakat dalam kehidupan kemasyarakatan, Meningkatakan perekonomian daaerah yang berdaya saing dengan titik berat pada revitalisasi pertanian dan pembangunan yang berbasis perdasaan. Meningkatkan infrastuktur dan aksesibilitas daerah yg berkualitas dan terintegrasi scara berkelanjutan. Meningkatkan pemeratan dan kualitas penyelanggaran pendidikan. Meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas. Meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik dalam penyelengaran kinerja pemerintahan. Meningkatkan kerjasama pembangunan daerah Menuju 14.000 Unit RTLH 2010-2013 Ditunjang Prasarana Umum Yang Baik Sasaran 2011: Rehabilitasi 3.000 unit RTLH tersebar di 116 Desa dan 40 Kecamatan. Pembangunan 48 unit MCK tersebar di 22 Desa dan 19 Kecamatan. Pembangunan 12.000 M2 Jalan Lingkungan (Jaling)

tersebar di 12 desa dan 10 Kecamatan. Rehabilitasi RTLH Sasaran Program : Terehabilitasi seluruh rumah tidak layak huni yang terdapat di Kab. Bogor. Meningkatkan swadaya masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan RTLH, MCK dan Jaling. Meningkatkan kemampuan aparatur desa dan masyarakat dalam memfasilitasi program rehab RTLH, MCK dan Jaling. Terlaksananya penyelenggaraan pembangunan infrastruktur perdesaan yang partisipasif, transparan, akuntabel dan berkelanjutan. Pembangunan MCK Kinerja Pelaksanaan diukur dengan indikator-indikator sebagai berikut: Meningkatkan Kualitas Lingkungan Kumuh di Perkotaan dan Perdesaan. Tersedianya sarana air bersi dan sanitasi di 22 Desa yang tersebar di 19 kecamatan. Terbangunnya sarana dan prasarana dasar permukiman di 22 Desa yang terbasar di 19 Kecamatan Pembangunan Jaling Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan setapak perdesaan dilakukan dangan memperhatikan kriteria - kriteria berikut: Lahan untuk ruang milik jalan (RUMIJA) telah tersedia maks 3m dan bukan merupakan ruas jalan yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan. Berorientasi kepada pengembang wilayah dan dapat berperan untuk membuka isolasi desa (jalan/penghubung desa). Menghubungkan pusat kegiatan. Memenuhi standar teknis infrastruktur jalan perdesaan (lingkungan /setapak). Merupakan jalan lingkungan atau setapak (bukan asset pemda ) Pembangunan Jaling Cara pemilihan solusi teknis sebangai berikut: Diprioritaskan ruas jalan lingkungan yang memiliki pelayanan ekonomi tinggi. Dimungkinkan untuk pembangunan jalan baru yang. Membuka isolasi desa. Menghubungkan dengan daerah pemasaran yang lebih ekonomis, pusat kesehatan dan pendidikan. Konstruksi sedarhana dangan mempertimbangkan sumberdaya setampat (tenaga karja, material, pelalatan dan ekonomi ) sehingga mampu dilaksanakan oleh masarakat perdesaan. Komponen modul dan spesifikasi teknis adalah sebagai berikut: Jenis kontruksi jalan yang dapat dipilih untuk dilaksanakan. Jalan dengan betonisasi. Jalan dengan lapis tel ford. Jalan dengan laburan aspal (buras) jalan dengan lapisan penetrasi makadam (lapen). Jalan dengan lapisan Hotmix lataston tb.3 cm dan dilengkapi dengan drainase (saluran tepi/gorong-gorong) Kinerja Pelakasaan diukur dengan indikator -indikator sebangai berikut: Meningkatkan Kualitas jalan Lingkungan di perkonaan dan perdesaan. Tersedianya saran jalan lingkungan di 12 Kelurahan /Desa yang tersebar di 10 Kecamatan. Terbangunnya saran dan prasarana dasar permukiman pemungkiman di 12 Kelurahan/Desa yang tersebar di 10 kecamatan Pembangunan MCK Pemilihan prasarana MCK didasari oleh prinsip: Sumber air harus terjamin baik kualitas atau kuantitasnya agar prasarana MCK dapat berfungsi dengan baik. Lokasi pembangunan MCK haus dekat dengan penguna prasarana MCK supaya maksud dan fungsinya dapat berjalan. Limbah MCK harus dikontrol dengan baik jangan sampai menganggu lingkungan. Resapan dan saluran pembuangan harus lancar dan tidak meresap ke sumur yang ada. Kontruksinya sederhana hingga dapat dibuat oleh masyarakat. Kuat dan tahan lama sehingga kuali-

tas bahan dan alat harus baik karena digunakan banyak orang. Perawatan mudah hingga dapat diperbaiki oleh masyarakat. Kapasitas 1 unit MCK untuk 10 KK terdiri dari 2 WC, 2 Kamar mandi dan 1 tempat cuci Perencanaan dan Pelaksanaan Sumber air MCK harus memenuhi syarat air bersih. Kamar mandi dan WC. Tempat cuci umum. Saluran pembuangan limbah. Septictank dan peresapan Tata letak MCK Perencanaan tata letak MCK (landscape) MCK harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia atau berdasar musyawarah desa yang antara lain, yaitu lay out rencana disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Harus dekat dengan sumber air tersedia. Harus relatif dekat dengan pemakai Mekanisme Pencairan Tahap pertama ( sebesar 50% dari nilai kontrak) dengan melampirkan: Telah dilaksanakan penandatangan dokumen perjanjian kerjasama antara Desa dan Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kab. Bogor (kontrak). Permohonan Pencairan Dana Tahap 1 dari kepala desa diketahui kecamatan. Berita acara pengajuan pembayaran tahap 1 dari dinas tata Bangunan dan Pemukiman Kab.Bogor. FC. Surat Keputusan Kepala Desa tentang pengangkatan Bendahara Desa dan Pembentukan Pokja. FC. Buku Rekening Kas Desa Atas Nama Bendahara Desa/pokmas untuk kelurahan. Foto Copy KYP Desa, Bendahara dan Ketua LPM/Pokmas. Rencana Penggunaan Biaya tahap 1. Kwitansi pembayaran bermaterai 6000 Pencarian dana tahap 2 sebesar 50 % apabila kegiatan fisik sudah mencapai 60% persyaratannya: Laporan Penggunaan dana Tahap 1 berikut faktur, kwitansi dan foto pelaksanaan fisik 50 %. Rencana Penggunaan Biaya Tahap 2. Permohonan Pencarian dana tahap 2. Foto Copy KTP Kepala Desa dan Bendahara Desa. Foto Copy KTP Ketua Pokmas/LPM (khusus untuk kelurahan). Berita acara Pengajuan Pembayaran Tahap 2 dari Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kab. Bogor. Kwitansi Pembayaran bermaterai 6000 Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten dapat melakukan penangguhan pencarian dana Tahap 2 jika terjadi penyimpangan pelaksanaan di lapangan sampai dengan penyelesaian permasalahan oleh lembaga pengawasan fungsional (inspektorat). Penandatanganan Perjanjian kerjasama Operasional ( KSO) Perjanjian Kerja sama Oprasional antara kepala desa/kelurahan dangan kuasa pengguna Anggaran (KPA) pada kegiatan pengadilan pembangunan Lingkungan permungkiman perdesaan tahun 20010 (Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni). Pelaksanaan pembangunan Fisik. Infrastruktur yang di bangun secara teknis harus memenuhi standar mutu sesuai ketantuan-ketentuan yang berlaku. Masarakat desa setampat merupakan pemilik kegiatan, sehingga keputusan pelaksanaan dan tanggung jawab ada pada masyarakat. Masyarakat desa setampat mendapat prioritas untuk turut bekerja dalam pelaksanaan kegiatan terutama bagi penduduk kurang mampu atau penghasilan rendah. Penyediaan bahan matrial, alat angkut dan tenanga (tukang) diupayakan berasal dari daerah/desa setempat, kecuali bila tidak tersedia, dapat diadakan dari tempat lain .

Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Gebyar Pajak 2012

A. LATAR BELAKANG

D

alam upaya meningkatkan kemandirian daerah dalam kerangka penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pemerintah memperluas kewenangan daerah dalam memungut pajak daerah dan retribusi daerah dengan antara lain mendaerahkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang sebelumnya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal ini diharapkan menambah kemampuan daerah secara fiskal dalam penyelenggaraan Otonomi Daerah. Setelah 1 (satu) Tahun berjalan, DinasPendapatan Daerah Kabupaten Bogor telah mampu memenuhi target penerimaan pendapatan dari berbagai sektor penerimaan sesuai dengan yang sudah ditetapkan, sehingga pembangunan yang telah direncanakan dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan tersebut. Salah satu sektor penerimaan yang memberikan kontribusi besar pada pendapatan Daerah Kabupaten Bogor adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Pajak Daerah merupakan primadona pada penerimaan PAD. Pajak Daerah Kabupaten Bogor, sepertisudah ditargetkan

memberikan kontribusi sebesar 15,69% terhadap Pendapatan Daerah dan 69,76% terhadap Penerimaan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, Pemerintah Daerah merasa perlu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada berbagai pihak yang selama tahun 2012 memberikan kontribusinya terhadap pencapaian target penerimaan Pajak Daerah. Melalui kegiatan GEBYAR PAJAK ini diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa apa yang selama ini dibayarkan kepada Pemerintah Daerah melalui pembayaran pajak, merupakan kontribusi yang sangat penting dalam pembiayaan pembangunan di Kabupaten Bogor. Sehingga peran masyarakat sebagai salah satu pilar Pembangunan, menjadi sangat penting dan sangat dihargai. B TUJUAN KEGIATAN GEBYAR PAJAK Tujuan dilaksanakannnya kegiatan adalah untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan para pihak terkait di Kabupaten Bogor, dalam hal Pemberian penghargaan kepada Wajib Pajak Daerah yang sudah memberikan kontribusi terbesar terhadap penerimaan Pajak Daerah sekaligus membayar tepat pada waktu. Penghargaan diberikan kepada Wajib Pajak dari 10 jenis pajak daerah yang ada, yakni : 1. 2.

Wajib Pajak Hotel Wajib Pajak Restoran

3. 4. 5.

Wajib Pajak Hiburan Wajib Pajak Reklame Wajib Pajak Penerangan Jalan

6.

Wajib Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

7. Wajib Pajak Parkir 8. Wajib Pajak Air Tanah 9. Wajib Pajak BPHTB, dan 10. Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaaan dan Perkotaan a. Pemberian penghargaan kepada Desa/Kelurahan Lunas PBB 5 Tahun berturut-turut Tahun 20072011 b. Pemberian penghargaan kepada Kecamatan Terbaik Kecamatan Terbaik Pembina Desa/Kelurahan Lunas PBB Tahun 2007-2011 c. Pemberian penghargaan kepada PPAT Berkontribusi Terbaik terhadap Pengelolaan BPHTB Tahun 2012 Selain pemberian penghargaan, pada acara tersebut akan menampilkan �perjalanan menuju Pencapaian PAD 2013 Lebih dari 1 Trilyun � sebagai upaya mensosialisasikan sekaligus mengajak peran serta aktif kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk turut serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bogor melalui pembayaran pajak/retribusi daerah tepat waktu dan tepat jumlah.

C. SASARAN KEGIATAN GEBYAR PAJAK Sasaran kegiatan ini adalah tersosialisasinya Pajak Daerah kepada seluruh unsur lapisan masyarakat Kabupaten Bogor melalui media sosialisasi tatap muka berupa kegiatan Launching Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan,juga melalui media massa, media elektronik dan media reklame . D. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 6 Desember 2012, jam 09.00 WIB. sampai dengan selesai, dan bertempat di Gedung Tegar Beriman, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong. E. PESERTA GEBYAR PAJAK Pada pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh lebih kurang 1000 (seribu) undangan yang antara lain terdiri dari unsur para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor, Camat se-Kabupaten Bogor, Kepala Desa/Lurah dari 430 (empat ratus tiga puluh) desa/kelurahan,Pimpinan dan Anggota DPRD, Direktur Perusahaan Daerah, Perbankan, Perusahaan Negara/BUMN, PemerintahPusat, Perusahaan Swasta, Kantor Pelayanan Pajak yang melayani wilayah Kabupaten Bogor, Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, IPPAT, Organisasi Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Para Pengusaha, Wajib Pajakdari 10 Jenis Pajak yang ada, unsur MUSPIDA, dan dibuka oleh Bapak Bupati Bogor. ***


LINGKAR PRIANGAN

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

Diskominfo Gelar Diskusi Publik Peran Media Dalam Pendidikan Politik

“Khalayak, jauh lebih percaya kepada kisah-kisah nyata atau aksi mereka para calon daripada pencitraan melalui iklan-iklan dan berita-berita politik yang muncul di media secara besar-besaran dan terus-menerus,”

BANDUNG(LJ)-Media memiliki peranan untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitan yang disampaikan baik itu media cetak, elektronik dalam hal ini TV,Radio maupun online. Sesuai dengan tupoksinya Diskominfo Jabar melalui Bidang SKDI mengadakan diskusi publik dengan mengangkat tema peran media massa dalam pendidikan politik.Bertempat di Aula Yusuf lantai 4 Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari Kota Bandung Rabu(19/12).Acara ini dibuka Kadiskominfo Dudi Sudradjat yang diikuti 60 peserta dari berbagai media. Menurut Ketua pelaksana kegiatan Kusnadi,MM yang juga Kasie Kemitraan dan Media.Kegiatan ini, bertujuan untuk lebih mendekatkan lagi kemitraan dengan wartawan dan mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilukada Gubernur Jabar tahun 2013 mendatang melalui media masingmasing sehingga rakyat menjadi tahu dan sadar tentang hak mereka dalam menyampaikan suaranya di bilik suara dengan benar,ujarnya. Pada kegiatan ini, meng-

hadirkan beberapa nara sumber diantaranya,Dede Mulkan dari UNPAD,Bunyamin Maftuh Dosen Universitas Pendidikan Indonesia dan Sahala Tua Saragih mantan wartawan yang kini menjadi Dosen Jurnalistik Fikom Unpad. Sahala dalam pertemuan tersebut mengungkapkan harapannya, agar dalam pesta demokrasi di Jabar yaitu Pemilukada Gubernur/ Wagub tahun 2013, media massa mampu memberikan pendidikan politik praktis kepada rakyat Jabar. Media, diharapkan dapat memberitakan kelima pasangan Cagub/Wacagub dengan jujur dan seimbang baik kuantitatif maupun kualitatif. Media, juga diharapkan mampu dan mau menggali dan memberitakan integritas, moral dan jika ada media dapat memberitakan prestasi hebat mereka selama ini. “Khalayak, jauh lebih percaya kepada kisah-kisah nyata atau aksi mereka para calon daripada pencitraan melalui iklan-iklan dan berita-berita politik yang muncul di media secara besarbesaran dan terus-menerus,”tuturnya. Sementara itu, nara sumber lain

Korban Banjir Bandang Cipendawa Diungsikan ke Madrasah

CIANJUR (LJ)-Sebanyak 120 orang dari 32 KK diungsikan ke madrasah dan tenda akibat rumahnya hancur diterjang banjir bandang meluapnya sungai Cipendawa di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (18/12).Pada peristiwa tersebut sedikitnya 22 rumah warga mengalami rusak berat. Kepala Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, Acep Ganda Permana mengatakan, saat ini sejumlah warga dibantu aparat TNI/Polri,

relawan Tagana Cianjur dan dari Dinas Binamarga yang mengerahkan alat berat tengah membersihkan lumpur bercampur dengan sampah dari pekarangan dan rumah warga yang kondisinya rusak berat. “Tercatat sebanyak 22 rumah warga, kondisinya rusak berat. Sedangkan penghuninya sudah kami ungsikan ketempat yang aman.Mereka tinggal di madrasah dan tenda dengan kondisi yang layak,” kata Acep Ganda saat dihubungi, Rabu (19/12).

Menurutnya, pasca terjadinya banjir bandang tersebut bantuan sudah mulai mengalir. “Bantuan sudah mulai mengalir, termasuk semalam pengusaha Rumah Makan Bumi Aki sudah memberikan bantuan kepada para korban banjir,” katanya. Untuk sementara waktu, para korban tinggal ditempat pengungsian sambil membersihkan sisa sisa bekas banjir yang menggenangi rumahnya. “Warga berharap adanya bantuan dari pemerintah terutama untuk perbaikan rumahnya yang mengalami kerusakan,” ujar dia. Sementara itu, korban meninggal akibat tertimbun longsor ketika datang banjir bandang di Ciguntur, Eti (32) warga Kampung Gunung Putri RT 07/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, jasadnya sudah dimakamkan ditempat pemakaman umum setempat. Sedangkan tiga warga lainya yang mengalami luka mendapatkan penanganan tim medis. “Korban meninggal sudah dimakamkan, sementara mereka yang mengalami luka-luka sudah mendapatkan penanganan medis. Korban yang meninggal atau selamat tertimbun longsor saat tengah berjalan menuju rumahnya selepas dari kebun,” kata Kepala Desa Sukatani Rudi Asmil. Q RUS

dari UPI, Bunyamin Maftuh mengungkapkan, dalam pelaksanaan pesta demokrasi seperti Pemilukada ada beberapa tantangan dari perilaku masyarakat saat ini. Perilaku tersebut, antara lain masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami sistem politik secara benar, kurang memahami dan menerapkan sikap dan perilaku politik yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi, kecenderungan terjadinya penurunan partisipasi politik masyarakat serta kekhawatiran terjadinya indoktrinasi politik seperti pada masa orde lama dan orde baru. Dede Mulkan dalam pemaparan makalahnya menyoroti,tentang peranan media sangat signifikan terhadap perilaku masyarakat.Dengan gencarnya salah satu calon mengkampayekan dirinya melalui iklan baik itu cetak maupun elektronik masyarakat menjadi tahu. “Namun hal ini, belum tentu bisa mengerakkan hati mereka untuk memilihnya, seperti di contohkannya pada Pemilukada Jakarta yang mana Foke-Nara gencar beriklan namun rakyat tidak memilih mereka,”kata dosen yang dikenal kritis ini.Q FER

Dada Rosada Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) BANDUNG(LJ)-Wali Kota Bandung Dada Rosada mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat Pratama atas keberhasilan dan prestasi dalam kepedulian terhadap program pengarusutamaan gender (PUG) dan perlindungan anak (PA) di Kota Bandung. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ny. Linda Agum Gumelar, pada acara Peringatan hari ibu ke-84 di gedung SMESCO, Jakarta, kemarin. Walikota Bandung Dada Rosada setelah menerima penghargaan mengucapkan syukur alhamdulillah atas penghargaan yang diraihnya tersebut. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari warga Kota Bandung yang ikut berpartisipasi dalam menyetarakan gender dan perlindungan terhadap anak-anak. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat, atas kemitraanya seperti yang dilakukan oleh tim penggerak PKK dan Dharma Wanita,imbuhnya seraya mengatakan dengan diraihnya penghargaan tersebut, kesetaraan gender di Kota Bandung dapat tercapai, begitu juga dengan perlindungan terhadap anakanak. “Semoga dengan diraihnya penghargaan ini kesetaraan gender dapat tercapai, dan anak-anak dapat lebih terlindungi,” ujarnya. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bandung, Popong W. Nuraeni mengatakan, keberhasilan Kota Bandung mendapatkan penghargaan tersebut, karena beberapa hal, diantaranya kebijakan dari Walikota Bandung dengan menempatkan perempuan pada beberapa jabatan publik di Kota Bandung. “Saat ini sudah hampir 30 persen jabatan publik di Pemerintah Kota Bandung diisi oleh perempuan, selain itu di Kota Bandung juga sudah ada perda mengenai perlindungan anak,” ujar Popong. Selanjutnya menurut Popong, di Kota Bandung juga sudah terbentuk kelembagaan yang menaungi masalah perempuan dan anak yaitu P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Di Kota Bandung juga menurutnya untuk meningkatkan sumber daya manusia dilakukan beberapa hal kegiatan seperti sosialisasi dan pelatihan. “Selain itu di Kota Bandung juga sudah memiliki data mengenai profil gender dan anak,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan perempuan anak di Kota Bandung sangatlah besar, dan berbagai inovasi pun telah dilakukan.”Di tiap kecamatan pun ada satgas PUG dan kita juga mempunyai 15 organisasi wanita yang memberikan konseling,”jelasnya. Q

FER/HER

Sebagian e-KTP di Kecamatan Cianjur Mulai Dibagikan

CIANJUR (LJ)-Meski perekaman data belum seluruhnya selesai, sebagian electronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kecamatan Cianjur sudah dicetak. Bahkan diantaranya sudah disalurkan kepada warga pemegang e-KTP oleh pihak RT/RW. Camat Kecamatan Cianjur, Eye

Saepudin melalui Sekertaris Camat (Sekmat) Badru mengungkapkan, hingga saat ini jumlah warga Cianjur yang telah melakukan perekaman data e-KTP, jumlahnya mencapai sekitar 93.290 wajib KTP atau sekitar 70 persen dari jumlah wajib KTP sebanyak 132.042 jiwa. “Hingga saat ini, kami masih ter-

l k k k d us melakukan perekaman data b bagii warga wajib KTP. Kalau dihitung sisanya yang belum melaksanakan sekitar 38.772 jiwa,” kata Badru, kemarin. Pembagian e-KTP yang sudah dicetak kepada warga dilakukan di kantor kecamatan Cianjur. Hanya saja pembagiannya tidak bisa serta merta dikasihkan begitu saja, karena warga pemegang KTP harus terlebih dahulu dilakukan validasi data. “Prosesnya tidak lama hanya sekitar satu menit, seperti waktu perekaman awal. Semuanay dicek, kalau sudah benar datanya akan online dan e-KTP bisa diambil. Hanya saja pengambilanya tidak bisa diwakilkan, harus bersangkutan sendiri,” ujar Badru. Hingga saat ini belum seluruh eKTP yang sudah di cetak dibagikan kepada warga, karena pihak RT/ RW tengah melakukan pendataan ulang. “Yang bisa dibagikan baru wilayah Kelurahan Bojongherang,” tegasnya. Pihaknya mengakui dalam pembagian e-KTP tersebut masih men-

d l salah l h satunya menemuii k kendala, yangkut peralatan yang ada. “Belum lama ini peralatan card reader-nya sempat rusak dan dibawa ke Jakarta untuk diperbaiki, akibatnya penyaluran terhambat. Tapi sekarang sudah kembali normal,” kata dia. Bagi warga yang belum melakukan perekaman data, pihaknya masih memberikan kesempatan dan terus melakukan sosialisasi. Hanya saja pihaknya membantah adanya isu yang menyebutkan perekaman e-KTP akan dipungut biaya. “Itu hanya isu, kita sendiri belum tahu. Yang pasti sampai batas waktu yang ditetapkan kami akan berupaya maksimal untuk menggiring warga yang belum melakukan perekaman,” katanya. Pihaknya merasa bingung saat mengetahui data dari Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang membawa data jumlahnya lebih banyak. “Ini jelas akan berdampak pada capaian target keberhasilan kami dalam melakukan perekaman,” tandas Badru. Q AGS

Residivis Ranmor Dibekuk Polres Subang

SUBANG (LJ)- Tiga orang residivis pelaku spesialis pencuri roda empat (R4) berhasil diamankan di Mapolres Subang, setelah mendapatkan informasi dari salah seorang korbannya. Pelaku dibekuk saat hendak menjual barang hasil curiannya, kemarin. Sumber di Polres Dubang mengatakan, ketiga residivisi dalam kasus pencurian kendaraan bermotor, dibekuk petugas ketika salahseorang korbannya H. Taso (46) warga Dusun Mayasuta Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi. Dalam laporannya kepada polisi, korban mengatakan telah kehilangan sebuah mobil Suzuki pick up Futura Nomor polisi T 8745 TL warna hitam pada Sabtu (1/12) lalu. Mendapat laporan ini, petugas langsung melakukan olah tempat ke-

jadian perkara dan melakukan penyelidikan.Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mencurigai seseorang yang selama ini kerap melakukan

kejahatan serupa.”Anggota kami akhirnya, mendapatkan titik terang, ketika salahseorang pelaku Sp (40) warga Pejompongan, Petamburan, Tanah

Abang, Jakarta Pusat,dibekuk saat sedang menawarkan kendaraan hasil curiannya kepada seseorang di wilayah Jakarta Barat. “Pelaku Sp menawarkan kendaraans eharga Rp 5 juta, dan sebelumnnya plat kendaraan sudah mereka ubah dari T 8745 TL diganti menjadi E 8401 PJ, “ kata Kapolres Subang AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasat Reskrim AKP Darmono . Dari SP, petugas mendapatkan pelaku lainnya, masing-masing Mu (27) warga Kampung Cipaat Desa Tulang Kalang, Kecamatan Anjatan Indramayu dan Yy alias Koyol (41) warga Desa Arjasari Kecamatan Patrol, Indramayu. Pelaku saat ini masih mendekam di tahanan Polres Subang, guna penyelidikan lebih lanjut.Q ADE

6

LINTAS | PRIANGAN Korban Banjir Mulai Bebersih Rumah SUBANG (LJ)- Hujan deras yang mengguyur kemarin petang, mengakibatkan sungai Cimarakan meluap dan merendam puluhan rumah warga di Kampung Sukajaya, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Subang. Banjir yang datang secara tibatiba, mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Banjir yang menggenangi rumahw arga, mengakibatkan aktifitas sehari-hari warga menjadi lumpuh. Serakan sampah yang terbawa arus air sungai menumpuk di halaman dan pekarangan rumah warga. Data tercatat dari Tagana Subang, jumlah rumah warga yang terendam mencapai 76 rumah. “Sejumlah warga telah kami ungsikan pada daerah bebas banjir, diantaranya kantor desa, posyandu dan ada juga dari warga yang mengungsi ke rumah sanak familinya.Saat ini, kami masih terus berjaga-jaga,” jelas Ketua Tagana Subang, Jajang A Muhaimin , kemarin. Untuk sementara waktu, para korban tinggal ditempat pengungsian sambil membersihkan sisa sisa bekas banjir yang menggenangi rumahnya. “Warga berharap adanya bantuan dari pemerintah terutama untuk perbaikan rumahnya yang mengalami kerusakan,” Q UJAR/DIA

Jalan Rusak Parah, Pemerintah Cuek SUKABUMI- Jalan merupakan suatu kebutuhan sarana transportasi bagi masyarakat, yang mermiliki fungsi sebagai penghubung dan merupakan faktor tercapainya keberlangsungan proses sosial dan kegiatan lainnya. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan sangat dinantikannya perbaikan jalan oleh Masyarakat Desa Sukajaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengeluhkan jalan sepanjang 6 kilometer di wilayahnya yang rusak parah. Sementara jalan terebut, sangat dibutuhkan masyarakat untuk jalur perekonomian dan aktifitas sosial sehari-hari. “Jalan yang menghubungkan Desa Sukajaya ke pusat pemerintahan kecamatan Paburan berbatasan langsung dengan Kecamatan Kalibunder, sudah lama mengalami kerusakan tapi sampai kini belum mendapat perhatian serius pemerintah.padahal jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk melakukan aktifitas sehari hari,” kata Tata, Kaur Ekbang Desa Sukajaya kepada LINGKAR JABAR, Rabu (19/12). Kondisi jalan yang rusak parah tersebut, lanjut Tata, sangat membahayakan aktifitas masyarakat, terlebih sekarang ini sedang musim penghujan, telah menyebabkan akses jalan cukup sulit dilalui karena licin ditambah banyaknya genangan air.”Kasus ini, sebenarnya sudah lama dikeluhkan masyarakat, tapi sejauh ini pemerintah belum mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki jalan. Entah sampai kapan, apakah pemerintah tidak dengar atau memang tidak mau tahu keluhan rakyatnya,” jelasnya..Q ADE/YAN

Walikota Sukabumi Membuka MTQ Antar Pelajar ke 3 SUKABUMI (LJ)- Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur,secara resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Antar Pelajar Ke-3, Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, Rabu,(19/12), bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi. Acara pembukaan MTQ tersebut, diawali laporan Kasubbag Agama dan Pendidikan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Sukabumi, selaku Komandan Devile Kafilah MTQ Antar Pelajar Ke-3 Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2012, H. Dadang Suhendra. Adapun devile tersebut, diikuti oleh 7 Kafilah MTQ Kecamatan se Kota Sukabumi, yang terdiri dari unsur Muspika, para Lurah, Official dan Pembina, serta para Qori dan Qoriah, dipimpin oleh Camat masing-masing. Selanjutnya pembacaan Wahyu Illahi, oleh siswa SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, Wahyudi, Laporan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, selaku Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Sukabumi, H. Deden Solehudin. Pengukuhan dan pelantikan Dewan Hakim oleh Walikota Sukabumi. Q END/HEP


LINGKAR PRIANGAN

7

Pejabat Tak Mampu Gali PAD, Sebaiknya Mundur

LINTAS | PRIANGAN Kodim 0607/Kota Sukabumi Gelar Apel Babinsa

SUKABUMI(LJ) - Bertempat di hutan pendidikan IPB Gunung Walat Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Kodim 0607/Kota Sukabumi menyelenggarakan apel babinsa yang diikuti oleh sebanyak 207 babinsa, yang tersebar di wilayah Kabupaten/Kota Sukabumi, Rabu (19/12).Wakil Bupati Sukabumi Akhmad Djajuli dalam arahannya mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi yang tinggi kepada para babinsa yang bertugas di wilayahnya. Selama ini, para babinsa telah berpartisipasi aktif dalam rangka menciptakan keamanan, ketertiban dan kenyaman terhadap warga Kabupaten Sukabumi. Selain itu, dia berharap, para babinsa agar senantiasa memberikan pelayanannya sesuai dengan tugas pokok babinsa dengan mewujudkan nilai patriotism TNI. Sekaitan hal tersebut dalam konteks pemilihan kepala daerah (PILGUB) diharapkan dapat membantu penyelenggaraannya agar proses pemilihan gubernur yang akan datang dapat berjalan dengan aman, baik dan lancar sehingga proses demokrasi di kabupaten sukabumi sesuai harapan sesuai tujuan dari demokrasi,jelasnya.Sementara itu, Kasdim 0607/Kota Sukabumi May. Inf Eka Agusnadi, dalam laporannya mengatakan, tujuan apel babinsa ini yaitu sebagai pedoman dalam penyelenggaraan binter yang dilaksanakan oleh TNI yang telah menimbulkan kepercayaan terhadap keberadaan TNI AD yang benar-benar dari rakyat, untuk rakyat dan berpihak kepada rakyat sesuai dengan undang-undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI serta demi tercapainya sasaran penyelenggaraan apel babinsa di jajaran kodim 0607/kota Sukabumi agar lebih optimal, efektif dan efisien. Q SAN/HEP

Perkawinan H. DD, sedang Dalam Proses Perceraian GARUT-Terkait pernikahan, H.DD dan AJ, kini sedang dilakukan proses perceraian kembali, karena ketahuan oleh keluarga AJ, bahwa H. DD telah memiliki istri.Hal ini diungkapkan P3N, Juheri saat melakukan klarifikasi pada LINGKAR JABAR, Rabu (19/12).Dikatakan Juheri, pihaknya berani menikahkan setelah melihat dari administrasi KTP dan KK berstatus Duda, yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Desa Sukamenak. Bahkan awalnya juga menerima laporan dari salah satu saudara H. DD, bahwa AJ, sedang mengandung. “Makanya saya berani menikahkan,”ungkapnya.Proses gugat cerai, kini sedang dalam proses, pasalnya kedua belah pihak sepakat untuk proses perceraian. Keluarga Aj meminta pada saya untuk dilakukan proses perceraian, dan terkait tengah mengandung, hal itu merupakan rekayasa dari pihak keluarga H. DD.“ Kami selaku petugas, merasa tertipu oleh H. DD terkait pernikahan yang sudah dilakukan. Bukan kami juga, tetapi keluarga AJ juga merasa tertipu dengan masih memiliki istri,” ujarnya.Terkait tudingan, dari FSMI yang telah menuding pihaknya melakukan pemalsuan, Juheri, menegaskan hal itu dilakukan atas permintaan H.DD, bahkan H.DD juga mengaku kalau tidak berbohong tidak akan berlangsung pernikahannya dengan AJ. Berdasarkan pengakuan Juheri saat mengklarifikasi dengan H. DD. Ujarnya dengan raut wajah menyedihkan. Diakuinya, pihaknya juga ikut bertanggung jawab terkait proses perceraian H. DD dan AJ, bahkan termasuk pengurusan untuk menyelesaikan pemasalahannya. Jadi permasalahan pernikahan H. DD dan AJ kini telah selesai dengan telah dilakukan proses perceraian. Kini baru menjalani proses sidang tahap pertama. “Sudah tidak ada permasalahan lagi, soalnya tahap persidangan perceraian sedang di tempuh oleh keduanya. Sayah juga ikut dalam proses persidangan yakni menjadi saksi,” jelasnya.Sementara Kepala Desa Padasuka, H. Odjir Munawar, membenarkan dengan sedang menjalani proses perceraian yang dilakukan H. DD dan AJ. Q

Edisi 208 - Tahun 1- Kamis 20 Desember 2012

JUL/FIQ

SUKABUMI (LJ) -Ketidakmampuan Pemerintah dalam menggali aset daerah berdampak kepada devisitnya anggaran, salah satunya masalah pertanahan yang notabene cukup signifikan menjadi salahsatu sumber pemasukan aset daerah (PAD) bila dikelola dengan baik. “Keterpurukan devisit anggaran ini, dikarenakan tidak adanya upaya pemerintah dalam melakukan penerbitan dalam masalah pertanahan didaerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” jelas Rahmat Hidayat, Kepala Desa (kades) Bantarsari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diruang kerjanya, kemarin. Rahmat Hidayat menegaskan, masalah tidak optimalnya penggalian PAD dari sektor pertanahan, akibat lemahnya kinerja aparat yang membidangi masalah tersebut. Seperti diketahui, dari keterpurukan anggaran

Dinas Perkebunan :

DBHCT di Alokasikan di 18 Kecamatan Sentra Tembakau

GARUT (LJ) - Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang diterima Dinas Perkebunan Pemkab Garut tahun 2011 sebesar Rp1,8 miliar . Dana tersebut dialokasikan bukan saja untuk bantuan sarana produksi tapi juga untuk bantuan kelembagaan. “Kalau di Dinas Perkebunan sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 84 tahun 2008 kemudian diubah No20 tahun 2009 difokuskan pada peningkatan kualitas bahan baku rokok.Jadi kita fokus kepada tembakau serta di komunitas kelompok petani tembakau,” ungkap Kasi sarana Produksi Disbun Pemkab Garut Ardhy ferdian menjawab LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, Rabu(19/12). Ardhi mengatakan, di Disbun sendiri pemanfaatan dana cukai digunakan baik untuk on farma maupun of farm. Di tingkat on farm kata dia, yaitu guna mendorong pembudidayaan bahan baku dengan kadar nikotin rendah, antara lain dapat mencakup kegiatankegiatan yaitu pembinaan, penyediaan dan pengawasan benih unggul bermutu, percontohan intensifikasi tembakau, Revitalisasi tembakau ekspor, pengendalian hama dan penyakit tembakau secara terpadu dan ramah lingkungan, bimbingan tekhnologi budidaya tembakau, pembinaan usaha tani tembakau. Menurut Ardhi,untuk penanaman panen dan pasca panen bahan baku yang sesuai baku teknis maka perlu dilakukan antara lain dengan pengembangan teknologi panen dan pasca panen serta pengembangan sarana dan prasarana usaha komoditi tembakau. “Dari sisi penguatan kelembagaan kelompok tani dan pedagang bahan baku untuk industry dan hasil tembakau, yaitu pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok tani, gabungan kelompok tani, asosiasi kelompok tani tembakau, memfasilitasi terbentuknya kemitraan usaha tani tembakau, skema pola pemerintahan, mempererat kemitraan yang sudah terbentuk, melakukan perencanaan areal penanaman serta pengembangan sarana dan prasarana usaha komoditi tembakau,” ungkapnya.

Q

GARUT(LJ) - Kelompok Kerja Madrasyah II Cibatu, Akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum, pada Kompetisi MIPAK Tingkat Kabupaten Garut yang diselenggarakan Kementrian Agama Garut. KKM II memperoleh raihan medali Emas sebanyak 9 medali, dan medali Perak 3 medali, menyingkirkan tiga KKM, yakni KKM I Sucikaler, KKM III Ngamplang dan KKM IV Bayongbong. Menurut Abdul Karim, KKM II bersyukur dan bangga setelah dinyatakan sebagai Juara Umum MIPAK Tingkat Kabupaten Garut.”Yang mendapatkan medali semuanya adalah siswa terbaik kami mulai dari kelas 3, 4 dan 5,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, di ruang kerjanya, Rabu (19/12). Ditambahkannya, sembilan siswa dari KKM II, dijadikan wakil untuk mengikuti Lomba Mipak Tingkat Provinsi yang ren-

Q

ADE/NES

PT BRS Siap Laksanakan Protap Pemkab Sukabumi “Dalam hal ini aspirasi warga secara normativ telah direalisasikan sehingga keberadaan pembangunan citos ini mendapat dukungan warga Desa Benda,” “Saya berharap seluruh proses ini mendapat respon positif pemerintah sehingga pembangunan tidak mendapat kendala,” SUKABUMI (LJ) – PT Bumi Rajawali Sentosa (PT BRS) pengembang Cicurug Town Square (Citos) di Desa Benda Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, berusaha menjalin hubungan harmonis dengan warga sekitar usaha bisnis propertinya. Bahkan, dengan dukungan warga sekitar, pengembang tersebut berupaya untuk memenuhi prosedur tetap (protap) yang ditentukan pemerintah. Salah satunya sosialisasi permohonan analisa dampak lingkungan (Andal) ke Badan Lingkungan Hidup (BLH). Menurut Biro Humas perusahaa Ade Meiyanto mengatakan, pemilik perusahaan (La Wannafie.red) telah menjalin hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. “Dalam hal ini aspirasi warga secara normativ telah direalisasikan sehingga keberadaan pembangunan citos ini mendapat dukungan warga Desa Benda,” katanya saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/12). Selain itu, lanjut Ade, sesuai ketentuan pemerintah bahwa setiap pembangunan yang akan dilaksanakan harus mematuhi kebutuhan undang-undang, beberapa prosedur perizinan telah ditempuh. Bahkan sebuah kajian koridorpun sedang dirancang bangun oleh konsultan yang ditunjuk pengusaha. “Saya berharap seluruh proses ini mendapat respon positif pemerintah sehingga pembangunan tidak mendapat kendala,”jelas Ade. Ade mengakui, setiap pembangunan yang dilaksanakan berdampak terhadap lingkungan yang tidak dapat dihindari. Kendati begitu perusahaan telah berupaya melakukan perbaikan agar meminimalisir terhadap lingkungan. Misalnya, dalam musim penghujan, perusahaan telah membangun tebing penahan tanah (TPT) untuk menjaga air hujan yang membawa lumpur tanah ke lingungan,ucapnya.Q WAH/HEP

SMPN 1 Jampangkulon Kejar Target SSN

JUL/BDN

KKM II, Juara Umum Mipak Tingkat Kabupaten Garut

SDN Giriawas Rehab 2 Lokal SUKABUMI,-SDN Giriawas Kampung Cibangkong Desa Tanjung Sari Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat,melakukan rehabilitas 2 ruang kelas yang diketahui rusak berat. Rehab ruang kelas tersebut, dilaksanakan dengan bantuan kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat dengan nilai sebesar Rp 139 juta.“Dengan bantuan ini, kami berharap situasi belajar dan mengajar di sekolah dapat lebih terjaga, aman, kondusif dan nyaman. Dan akhirnya dapat membantu siswa dalam berkonsentrasi saat sedang belajar,” kata Juanda, Kepala Sekolah SDN Giriawas kepada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, kemarin.Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 128 orang ini, kata Juanda, mendapatkan pengajaran dari 7 orang guru diantaranya, 4 orang berstatus PNS dan 3 orang guru honorer.Meski telah mendapat bantuan rehab dua ruang kelas, pihaknya masih membutuhkan dua ruang kelas baru (RKB), karena dengan jumlah RKB sebanyak 6 unit dirasakan kurang memadai.“Idealnya, kami butuh delapan (8) RKB) untuk bisa memberikan kenyaman para siswa dalam belajar.kami mohon pada pihak pemerintah segera merealisasikan kembali bantuan untuk ruangan kelas baru (RKB),” harapnya. Q DAS/YAN

Dari sisi pembinaan Lingkungan Sosial demikian Ardhi, yang digunakan untuk meminimalkan dampak negativ kegiatan industry hasil tembakau yang meliputi pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkunagn pertanaman tembakau atau daerah penghasil bahan baku industry hasil tembakau dengan cara perluasan kesempatan kerja dan penempatan kerja di sektor-sektor formal. “Upaya pelatihan tenaga kerja cukai hasil tembakau, program penciptaan perluasan pengembangan komoditi alternative di lahan tembakau dengan memberikan bantuan modal serta bantuan sarana dan prasarana, pengentasan kemiskinan, pengangguran serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya. Lebih lanjut Ardhi mengatakan,berbagai kegiatan-kegiatan tersebut perlu didukung dengan melakukan sosialisai kepada stakeholders terkait, kemudian mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga pengunaan dana cukai tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertembakauan, khususnya petani tembakau agar lebih mandiri dan professional. Ardhi menjelaskan,ruang lingkup type daerah penerima DBH CHT dan Kegiatan, daerah penghasil cukai pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan bidang cukai, pemberantasan barang kena cukai illegal. Di Kabupaten Garut dana cukai tembakau tersebut di alokasikan di 18 Kecamatan yang menjadi sentra produksi tembakau. Penghasilan tembakau, peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan lingkunan social, sosialisasi ketentuan bidang social, pemberantasan barang kena cukai illegal. Penghasilan cukai tembakau, peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industry, pembinaan lingkungan sisoal, sosialisasi pembinaan bidang cukai, pemberantasan barang cukai ilegal. Buka penghasilan, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan bidang cukai, pemberantasan barang kena cukai ilegal.

yang merupakan asset hidup perekonomian wilayah yang saat ini sedang devisit. “Kalau mereka tidak mampu dalam meningkatkann asset PAD tersebut silahkan mundur saja, ganti oleh orang lain,” tegas Rahmat Hidayat alias Anyod. Menurut data, dari 2936 hektar tanah pajak, diketahui hanya 535 saja yang berhasil digarap pajaknya. Artinya, petugas penagih pajak tanah, tidak mampu menyerap pemasukan pajak hingga angka 50 persen.Hal yang memprihatinkan, instansi yang menangani masalah tanah negara, belum mencatatkan secara resmi tanah seluas 241 hektar. “Sejauh ini, tanah seluas 241 hektar belum diketahui siapa pemiliknya. Sungguh sangat disesalkan, kenapa sampai begini jadinya,” jelas sumber di pemerintahan Kabupaten Sukabumi.

cananya akan diselenggarakan di Pangandaran pada Bulan Maret 2013 nanti. “ Sembilan siswa dari kami akan dijadikan wakil pada kompetisi MIPAK tingkat Provinsi.Kami akan mempersiapkan mereka, agar mereka bisa bersaing dengan siswa lainnya,” tuturnya. Seraya menambahkan, MIPAK tingkat Provinsi, akan lebih ketat lagi persaingannya, berbeda denga tingkat Kabupaten. Makanya kami akan mempersiapkan selama beberapa bulan sebelum pelaksanaan. “Prestasi yang diraih KKM II Cibatu sebagai juara umum, dapat menjadi modal untuk mampu bersaing pada tingkat provinsi,” paparnya. Soal keberhasilan menjadi Juara Umum menurut dia, tidak terlepas dari dukungan semua pihak.,Ditambah lagi, persiapan matang sebelum mengikuti ajang lomba. Hasil kerja keras semua pihak, ternyata terbayar sudah dengan keberhasilan merebut Juara Umum. “Siswa yang kami kirimkan pada Kompetisi Mipak, tingkat Kabupaten adalah siswa terbaik, yang sebelumnya mengikuti Kompetisi MIPAK di KKM II, beberpa hari sebelum pelaksanaan tingkat Kabupaten,”ujarnya. Selain mendapatkan Medali, pihaknya juga menerima sebuah Tropi Juara Umum, yang kini disimpan di KKM II, sedangkan Medali Emas diserahkan pada siswa masingmasing. Q FIQ/BDN

SUKABUMI (LJ) -Sekolah Menangah Pertama (SMP) Negeri 1 Jampangkulon, memasang target menjadikan sekolahnya sebagai salahsatu sekolah yang memenuhi standar nasional (SSN) pada tahun 2013 nanti. Salah satu upayanya, adalah meningkatkan kualitas pengajaran dan melengkapi sarana prasarana belajar para siswa. “Untuk sarana prasarana, kita membutuhkan sebelas lokal ruang kelas. Jumlah ini memang belum ideal untuk menampung 748 siswa, tapi untuk mensiasatinya kita membagi menjadi 20 rombongan belajar (Rombel),” jelas Tatang Sumarna, Kepala SMP Negeri 01 Jampangkulon, Kecamatan Jampang kulon, Kabupaten Sukabumi kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Diakui Tatang, saat ini pihaknya telah mendapat kucuran bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 540 juta untuk melakukan rehab 6 lokal ruang kelas yang rusak. Namun, dalam pelaksanaannya kucuran DAK tersebut berhasil dikembangkan untuk merehab 11 ruang kelas lainnya yang juga rusak. Meski berhasil mengembangkan alokasi dana yang ada, bukan berarti kebutuhan akan ruang kelas sudah terpenuhi. “Kami ttap masih membutuhkan 2 ruang kelas baru untuk mencapai ideal disamping merehab 4 ruang kelas lainnya yang belum tergarap oleh anggaran DAK 2012,” ucapnya. Tatang yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jampangkulon menambahkan, sekolahnya saat ini memiliki 19 guru berstatus PNS dan 15 tenaga honorer. Selain memasang target sebagai sekolah dengan kategori SSN dan menjadi barometer sekolah di wilayah Sukabumi selatan, juga meminta agar pemerintah dapat mengucurkan kembali dana bantuan untuk membangun dan merehab beberapa ruang kelas yang belum tersentuh DAK 2012. “Kami sangat membutuhkan kucuran dana pada tahun 2013 nanti, karena semuanya akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar guru dan para siswa,” ujarnya. Q HEP/ADE


SENI BUDAYA & PANTURA

Nadia Vega

LINGKAR

JABAR

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

8

INFOTAINMENT

Angklung Toel, Inovasi Anak Negeri Siap Mendunia

2013, Siap Tunjukkan Eksistensi di Bidang Lain

J

ika ka selama ini ini Nadia Vega V Ve lebih dikenal sebagai pemain film, sinetro et etron ron dan juga penyanyi, penyan ny tahun depan dia siap menunjukkan berbaga bagai gaii eksistensinya ek a di bidang b lain. Tahun Tahu un 2013 2013 nanti nanti, Nadia akan menyiapkan sebuah project konser konser b bersama ersama teman-tem teman-temannya. a Dalam project tersebut, rencananya akan akan n digabungkan digabun ngk gkaan berbagai ber erba baga g i macam m unsur media dalam sebuah pertunjukan. jukan. “Tahun “Taahun depan dep epan an mudah-mudahan mud udah-m mu konsernya jadi. Sekarang lagi persiapan siapaan konser. konse ser. Konser kolaborasi kola labo sama beberapa teman. Mau memperlihatkan lihaatkan sisi sisi lain sih, nanti akan aak ada animasinya. Terus selama ini yang aku aku k ga share, sekarang dii share,” ucap Nadia ditemui usai syukuran praproduksi p aproduksi film di acara pr acca syukuran film SOEKARNO: INDONESIA MERDEKA MERDEKA & HARI-HARI HAR RITERAKHIR di Museum Perumusan Naskah N skah Proklam Na Proklamasi, amaas Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/12) (18/ (1 8/12 12)) malam. malam.. Menurutt Nadia, N ada beberapa talenta yang dimiliki olehnya, olleh o ehny nya, yang yya belum diketahui oleh publik. Makanya, lewat le konser kko nanti, dirinya akan menunjukkan sisi lain la tersebut. tte “Ada kebisaan-kebisaan atau talenta yang belum bee b aku share, seperti nyanyinya. Tadinya hanya h beberapa teman terdekat yang taunya y saya bisa ini ini ini, itu belum aku share,” kata ka bintang film KEUMALA ini. ka Lebih lanjut mantan kekasih Aldi Taher ini menambahkan, menaam m “Jadi banyak yang belum diketahui hui orang. orangg. Dan tahun depan persiapan konser sama ngungkapin ngungkapin kebisaan keeb dan talenta lain aku.” Q KPL

A

NGKLUNG sebagai warisan budaya harus terus dilestarikan agar tetap eksis. Kini, sebuah angklung model terbaru pun diciptakan. ‘Angklung Toel’ yang cara memainkannya mirip piano. Angklung Toel adalah sebuah inovasi baru dari angklung konvensional yang diciptakan oleh Kang Yayan, yang merupakan anak keenam Abah Udjo Ngalagena. Tekadnya yang ingin terus mengembangkan angklung pun terwujud dengan hadirnya Angklung Toel di masyarakat. “Saya kan pengajar angklung juga, nah ketika mengajarkan angklung melodi kepada ibu-ibu secara individual mereka merasa kesulitan. Sehingga terpikir untuk membuat angklung ini agar mempermudah orang-orang untuk memainkannya,” tutur Kang Yayan Udjo. Angklung Toel ini merupakan buah karya dari riset yang dilakukannya sejak 2008 di Yordania. Perbedaan Angklung Toel dan angklung yang selama ini dikenal masyarakat terletak pada penempatannya. Angklung Toel merupakan kumpulan angklung yang disusun dua baris dan digantung secara terbalik. Pembuatan Angklung Toel ini pun hampir sama dengan angklung biasanya, perbedaannya hanya pada tahap akhirnya saja dimana angklung disusun terbalik. Adanya Angklung Toel ini pun selain memberikan warna baru dalam dunia angklung, angklung ini pun membuat cara memainkannya menjadi lebih mudah dan sederhana. Cara memainkannya pun cukup unik hampir mirip dengan memainkan piano. Orang yang

ingin memainkan Angklung Toel cukup ‘menoel’ (menyentuh) angklung yang ingin dimainkan sesuai nadanya. “Ya ingin mempermudah saja, kalau selama ini angklung konvensional harus dimainkan secara missal, Angklung Toel ini dapat dimainkan oleh satu orang saja. selain itu juga, agar orang tidak cepat bosan dengan angklung,” ujar Kang Yayan ketika dihubungi Okezone melalui telefon baru-baru ini. Sebenarnya, launching Angklung Toel ini sudah dilakukan pada tahun 2010 silam, bahkan hak paten terhadap angklung ini pun sudah didapatkan. Namun, karena keberadaannya yang masih baru, maka pengenalan Angklung Toel kepada masyarakat pun terus dilakukan, di antaranya dengan memamerkan angklung ini di beberapa mall besar di Bandung dan Jakarta. Terakhir, Angklung Toel ini turut mengiringi ketika NOAH menggelar konsernya di Bandung baru-baru ini. “Kalau untuk pertunjukan besar mungkin belum, karena saya juga masih mencari pemain dan aransemen yang pas, namun kalau pertunjukan yang seperti biasa sudah pernah dilakukan di Saung Angklung Udjo. Saya juga sekarang sedang mencoba untuk memainkan music jazz menggunakan angklung ini,” ujarnya menjelaskan. “Harapan saya ke depannya Angklung Toel ini menjadi keharusan bagi setiap orang untuk memilikinya, ya seperti orang-orang punya piano sekarang. Tapi untuk membuatnya menjadi kenyataan juga saya terus melakukan penyempurnaan pada Angklung Toel ini,” pungkasnya. Q OKZ

INDRAMAYU

Bantaran Sungai Cimanuk Diduga Jadi Lokasi Mesum

I

NDRAMAYU (LJ) - Lokasi bantaran atau tanggul yang menjadi penahan air dari Sungai Cimanuk Kabupaten Indramayu diduga sudah beralih fungsi. Pasalnya, hampir setiap hari baik siang maupun malam keberadaan tanggul itu kerap dikunjungi masyarakat ataupun dijadikan sebagai lokasi persingahan pengendara untuk beristirahat. Namun kondisinya yang minim lampu penerang, diduga kerap dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat mesum terutama bagi kaula muda. “Memang, lokasi ini sekarang semakin banyak dikunjungi masyarakat baik siang maupun malam hari. Tapi tidak sedikit diantara para pengunjung juga sering memanfaatkan kondisi gelap disini untuk berbuat mesum,” kata Wardinah, tukang becak yang setiap malam mangkal di sekitar Bantaran Kali Cimanuk kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Wardinah mengatakan, sejauh ini dirinya belum pernah melihat ada razia atau patroli dari petugas kepolisian maupun Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Pemkab

Indramayu disekitar bantaran Kali Cimanuk ini ini. Sehingga, siapapun yang datang kesini akan merasa aman dan nyaman. “Udah gelap, tak ada razia lagi. Wajar saja jika banyak yang berbuat mesum disini. Toh keadaannya aman. Untuk itu saya berharap agar pihak terkait melakukan razia di lokasi bantaran kali ini agar tidak meresahkan penduduk setempat,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Rasidi, pedagang jajanan di lokasi bantaran Kali Cimanuk, ramainya pengunjung kesini sudah mulai dari siang hari. Tetapi. ketika menjelang sore sampai malam akan berubah fungsi menjadi tempat bekumpulnya anak-anak muda dan dijadikan tempat transaksi para pemuas nafsu. “Saya berjualan disini sudah hampir 12 tahun. Dan saya buka warung hanya siang hari sampai menjelang sore dengan penghasilan bisa mencapai Rp 300 sampai Rp 400 ribu per hari. Tahu sering dijadikan ajang pemuas nafsu dari teman yang berjualan disini hingga malam hari,” paparnya. Sementara, Benyamin(42) mengungkapkan, dirinya merasa tenang dan santai apa bila sudah beristirahat di bantaran tersebut. Selain nyaman, juga dapat cuci mata. “Nyaman sih kalau istirahat disini. Namun satu hal yang menjadi ganjalan saya, yaitu untuk areal parkir terlalu sempit hingga menimbulkan macet. Juga kebersihannya kurang terjaga, banyak sampah-sampah yang terapung di Kali Cimanuk ini, sehingga mengurangi keindahannya,” jelasnya. Disinggung masalah kebersihan, Aminah yang juga pedagang di bantaran ini mengaku, untuk masalah kebersihan dirinya setiap hari di mintai retrebusi sebesar Rp 1000 rupiah oleh petugas Dinas Kebersihan. “Makanya, selesai jualan saya hanya membersihkan warung saja. Karena sudah ada petugas yang meminta retribusi,” tukasnya. Q SLH

Pertamina OWNJ Gelar Sosialisasi Keselamatan Nelayan

I

NDRAMAYU (LJ) - Management Pertamina ONWJ mengelar kegiatan sosialisasi keselamatan dan pengamanan bersama pengguna laut terhadap anjungan fasilitas operasi Migas lepas pantai milik BP Migas – PHE ONWJ. Kegiatan sosialisasi jangan mendekat Anjungan PHE ONWJ Jarak aman 500 meter diberikan kepada ratusan warga nelayan Benda, Rabu (19/12) di TPI Mina Jaya Desa Benda Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu. Sosialisasi pengamanan dan keselamatan laut tersebut disampaikan jajajaran management Pertamina ONWJ, Agus Sudaryanto. Hadir dalam kegiatan itu, Muspika Kecamatan Karangampel, Kepolisian Air dan udara (Pol Airud) Indramayu serta sejumlah pengrus TPI Mina Jaya. Agus mengatakan, warga nelayan Indramayu harap berhati-hati saat mendekati wilayah aset pertamina yang ada di sekitar laut dengan jarak radius 500 meter. Karena, bisa mengakibatkan fatal emergency, apalagi kemudi perahu atau kapal nelayan belum mengetahui kondisi tata letak asset pertamina tersebut. Sehingga, kata dia lagi, Sosialisasi ini akan terus dilakukan kepada warga pesisir nelayan yang ada diwilayah pantai jawa termasuk di Indramayu. “Aset pertamina tersebut sebagai suplier PLN yang ada di Muara Karang. Maka jika proyek tersebut mengalami kendala bahkan meledak akibat kecerobohan nelayan saat melaut, bisa menyebabkan pasokan listrik diwilayah jawa terhenti.

Sebab, alat itu sebagai penggerak PLN Muara Karang,” jelasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Agus mengungkapkan, sosialisasi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk keselamatan warga petani di wilayah pesisir pantura Indramayu. “Kami berupaya mengurangi manset warga jika ada sosialisasi berujung pada pembagian sesuatu. Tapi lebih bagaimana mengupayakan kesadaran untuk mau menerima pengetahuan tentang keselamatan dalam melaksanakan aktifitas diperairan,” paparnya. Sementara, Darsa, Wakil Ketua KUD Mina Jaya berharap adanya sosialisasi ini para nelayan Desa Benda dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi saat melaut. Disamping itupula, lanjut Darsa, terus berkomunikasi dengan pihak pertamina. “Jangan sampai nasib nelayan Ciparage yang meninggal akibat ledakan alat tersebut terulang kembali,” paparnya. Berbeda dengan Anas (60), sosialisasi ini diharapkan dia dapat memperlancar sumbangna dana limbah yang selama ini keluar tapi kurang lancar. Seperti sekarang, pihaknya baru menerima Rp 1 juta dan itupun tidak berupa uang tapi alatalat nelayan, mulai jarring 4 Pcs, waring, paying 100 pak serta tambang 10 kg. “Kepada rekan semuanya, kami berharap dapat waspada dan menjaga diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tukasnya. Q AGS

Pemcam Krangkeng Janji Bantu Keluarga Satari

I

NDRAMAYU (LJ) – Aksi moral dan kepedulian para pemuda Desa Krangkeng terhadap keluarga Satari bersama istrinya Ny. Narimo, warga asal Blok Tangsi RT 06/03 Desa dan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu dengan cara melakukan gerakan seribu rupiah (Geser) untuk membantu pasangan suami istri (Pasutri) tersebut sepertinya masih belum cukup. Lantaran, hasil sumbangan dari masyarakat melalui aksi Geser agar pasutri itu memiliki tempat tinggal layak membutuhkan biaya besar. Menurut Lili Fadholi, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Krangkeng, upaya yang dilakukan tokoh pemuda di Desa Krangkeng harus beralih pada usulan ke Yayasan Gempur Gakin milik Pemkab Indramayu. Karena, ribuan rumah keluarga miskin melalui program gempur sudah didirikan. “Jika yang menjadi kendala keluarga Satari itu persoalan biaya, saya akan ajukan permohonan ke pihak Yayasan Gempur Gakin Kabupaten Indramayu. Saya janji apabila data-data pendukungnya sudah dipersiapkan, nanti akan diupayakan meminta bantuan,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Lili berharap persoalan ini harus segera diatasi bersama-sama, baik masyarakat setempat maupun pihak pemerintah desa (pemdes) agar dapat proaktif menyelesaikan masalah masyarakatnya tersebut. “Kalau semua unsur ikut peduli terhadap keluarga Satari, saya yakin persoalan hidupnya bisa segera teratasi,” ungkapnya. Sementara, Madri, Kuwu atau Kepala Desa Krangkeng mengatakan, bahwa yang mejadi persoalan dalam menyikapi keluarga Satari pihaknya tidak bisa leluasa dalam memberikan bentuk program pemerintah. Sebab, tanah

yang ditempati milik orang lain. Bila hal itu dikaitkan persoalan politis sebagaimana yang diberitakan koran ini, patut diluruskan. “Saya sudah mengupayakan terhadap kondisi rumah keluarga satari. Dan tidak ada kaitanya dengan dia pendukung saya atau bukan. Setelah resmi ditetapkan sebagai Kuwu Kerangkeng, semuanya masyarakat saya,” akunya. Madri harapkan, semua pihak termasuk Pemkab Indramayu untuk dapat memberikan solusi dan jalan keluar terhadap keluarga Satari. Sehingga persoalan ini dapat diatasi bersama. “Untuk keluarga satari juga diharapkan dapat bersabar, bahwa persoalan ini sedang diperjuangkan,” jelasnya. Sekedar informasi, keluarga Satari bersama istrinya Ny. Narimo harus menjalani hidup dengan kemiskinan dan kesusahan, tanpa adanya bantuan maupun perhatian dari pemerintah baik desa ataupun Pemkab Indramayu. Pasutri ini setiap harinya tinggal dan hidup hanya mengunakan tenda persis korban bencana alam. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, lahan yang mereka tempati untuk memasang tenda sebagai tempat berteduh atau rumah itu, milik orang lain alias numpang. Atas konsep Geser yang digagas Shofwan Hidayatullah beserta Amrun cs itu, akhirnya bisa mengumpulkan uang sebesar Rp.1500.000 yang berasal dari pengalangan dana warga setempat untuk membantu Satari dan keluarganya. “Hati kami merasa terketuk dan tergugah untuk membantu keluarga Satari. Apalagi selama ini mereka hanya tinggal dengan mengunakan tenda yang lahannya sendiri milik orang lain. Mudah-mudahan dengan pengalangan dana sebesar Rp.1000 ini, dapat meringankan beban keluarga tersebut,” ungkap Shofwan. Q MJD/JAY

Kesadaran Masyarakat Kurang, Sungai Prajagumiwang Penuh Sampah

I

NDRAMAYU (LJ) - Kegiatan bersihbersih di sekitar lokasi Sungai Prajagumiwang di Desa Karangsong Kecamatan Indramayu yang dilakukan jajaran OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) belum lama ini, sepertinya hanya membuang tenaga dan energi saja. Sebab, kondisi sungai tersebut saat ini sudah kembali kotor. Penyebabnya sangat klasik, masyarakat setempat enggan membuang sampah bekas rumah tangganya di bak sampah yang sudah disediakan pemerintah di sepanjang pinggiran sungai. Kebanyakan masyarakat setempat malah memilih membuang sampah-sampahnya langsung ke sungai. Padahal, pemerintah juga telah memasang pemberitahuan di larang membuang sampah di area sungai itu. Dulu Sungai Prajagumiwang menjadi sungai kebanggaan masyarakat setempat. Pasalnya sungai tersebut memiliki air yang jernih dan bisa di manfaatkan untuk mandi, cuci dan kakus. Selain itu, Sungai Prajagumiwang juga di gunakan sebagai lalu lintas perahu dan kapal nelayan yang akan berangkat maupun pulang dari laut. Sebab daerah aliran sungai itu lang-

sung bermuara ke arah perairan laut Indramayu di Desa Karangsong. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan membuang sampah tidak pada tempat yang sudah di sediakan pemerintah akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Terlebih bau tak sedap dari sampah-sampah ini sangat menyengat hingga cukup mengganggu pengguna jalan yang berada di samping sungai ketika melewatinya. Maknun (39), Ketua RT di Desa Karangsong mengungkapkan bahwa dirinya sering kali mengingatkan kepada masyarakat agar jangan membuang sampah di sungai. Namun himbauan tersebut tidak pernah di tanggapi dengan serius. Terpisah, Jaedi Kepala Desa Karangsong berharap kepada pemerintah khususnya dinas terkait untuk sesering mungkin melakukan sosialisasi dan himbauan terhadap masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Dan juga kami berharap segera mencari solusi untuk menangani permasalahan ini,” tukasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Q

EKA

Paska UAS, SMAN 1 Sliyeg Adakan Porak

I

NDRAMAYU (LJ) – Suasana keceriaan di SMAN 1 Sliyeg hari itu terekspresikan di kegiatan pekan olahraga antar kelas (porak) paska ujian akhir semester (UAS), Rabu (19/12) yang berlangsung selama 5 hari berturut (17 – 21 Desember) di lapangan SMAN 1 Sliyeg, Indramayu. Sorak sorai supporter dari masing-masing club meningkahi kegiatan kompetisi beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan, seperti futsal, basket dan volley ball. Kepala SMAN 1 Sliyeg, Hj. Hendy M Yarkasi yang ikut menyaksikan berlangsungnya porak ikut hanyut dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku tenang dengan kegiatan ini, karena siswa-siswinya mengisi minggu tenang tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat. “Kegiatan porak bukan hanya sebagai aktivitas di minggu tenang paska UAS. Tapi juga sebagai ajang kompetisi untuk menumbuhkan

nilai-nilai kejujuran serta bakat olahragawan yang ada dalam diri para siswa,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Hendy memaparkan, tentang beberapa prestasi yang pernah diraih sekolahnya. Salah satunya, menjadi juara I pencak silat antar kabupaten di Wilayah III Cirebon. Kali ini dia berupaya memberikan support pada para siswa untuk persiapan turnamen Basket tingkat Kabupaten Indramayu. Ia berharap lahir bibit olahragawan berbakat yang tidak harus ditempat sekolah tapi juga bisa di luar sekolah. Sementara, Nia Kusmirah, siswa kelas XII IPA3 yang sejak awal serius mengikuti jalannya pekan olahraga antar kelas ini, tampak begitu antusias mendukung club nya. Siswi bertubuh kecil dan imut itu juga berharap kelasnya bisa menjuarai pekan olah raga antar kelas tersebut. Q

ACP


LINGKAR CIREBON

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

Alamak, 62% Perusahaan Gaji Karyawan Dibawah UMK CIREBON (LJ) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Cirebon mencatat dari jumlah 1.186 perusahaan yang terdata secara resmi, sekitar 62 persen belum melaksanakan Upah Minimun Kota (UMK). Rendahnya tingkat pelaksanaan UMK ini karena beberapa hal. Di antaranya Kota Cirebon sebagai kota jasa. Dari 1.186 perusahaan yang terdata, terklasifikasi menjadi lima kelompok. Mulai dari perusahaan besar dengan karyawan di atas 100 orang, hingga perusahaan kecil dengan karyawan satu sampai sembilan orang. Kepala Bidang Hubungan Indus-

trial dan Pengawasan Ketenagakerjaan pada Dinsosnakertrans Kota Cirebon, H. Harry Raharjo menerangkan, posisi Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa hanya menempatkan tiga perusahaan di bidang industri. Seperti Arida, Comfeed, dan Suri Tani. “Selebihnya, perusahaan kecil yang memiliki tingkat daya beli belum maksimal,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Selain 1.186 perusahaan, Harry meyakini ada banyak perusahaan yang belum terdaftar. Padahal, dalam UU Nomor 7 tahun 1981 tentang wajib lapor ketenagakerjaan disebutkan, bahwa keberadaaan tenaga kerja

minimal 10 orang harus melaporkan kepada Dinsosnakertrans. Atau juga pada perusahaan itu memiliki sumber bahaya cukup tinggi, meskipun kurang dari 10 orang harus dilaporkan. Atas pelanggaran tidak melaksanakan UMK, Dinsosnakertrans akan memberikan pembinaan. Tujuannya, agar perusahaan melaksanakan UMK yang berlaku di Kota Cirebon. “Kalau ada perusahaan melanggar aturan, kami beri akan pembinaan,” ujar Harry didampingi Pengawas Ketenagakerjaan, Ragung. Sebagai pengawas, Dinsosnakertrans bisa melakukan pembinaan. Salah satunya dengan memeriksa perusahaan tentang perlindungan tenaga

Kerjasama dengan Koperasi, MTs Al Washliyah Jual Buku LKS

KAB. CIREBON (LJ) – Penjualan buku LKS (Lembar Kerja Siswa) di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) yang dilakukan pihak sekolah MTs di Kabupaten Cirebon masih marak terjadi. Modus dalam aksi jual beli buku LKS itu tetap sama, yakni dengan cara mengunakan jasa koperasi. Seperti dilakukan oknum sekolak MTs Al Washliyah di Desa Cempaka Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, orang tua siswa merasa keberatan dengan adanya jual beli buku LKS tersebut. Bahkan orang tua siswa di sekolah itu harus membeli 12 mata pelajaran buku LKS, baik kepada siswa yang mampu maupun tidak mampu. Orang tua siswa yang namanya enggan disebutkan, saat di temui LINGKAR JABAR mangungkapkan, bahwa dirinya merasa keberatan dan mengeluhkan adanya jual beli buku di sekolah tersebut.

”Memang anak saya di suruh membeli buku LKS disekolahnya. Dan saya merasa keberatan dengan pembelian buku paket itu. Soalnya harga yang diwajibkan sekolah sangat mencekik. Untuk itu kepada dinas terkait, saya berharap agar menindak tegas pihak sekolah yang merajalela dengan seenaknya sendiri menjual belikan buku LKS,” tegas ibu rumah tangga Kecamatan Talun tersebut. Dalam aksinya itu, kata dia, sekolah banyak cara saat melakukan penjualan buku LKS, bisa melalui sekolah atau wali kelas langsung, maupun lewat koperasi yang sudah bekerjasama dengan pihak sekolah. Tetapi di MTs Al Washliyah penjualan bukunya dengan modus menggunakan jasa koperasi. Diterangkan orangtua siswa, dari jumlah LKS yang ada disekolah itu sebanyak 12 mata pelajaran. “Jadi saya harus membeli buku LKS di koperasi yang ada disekolah tersebut sebanyak 12 mata

HEN

Disperindag Tak Takut di Audit BPK

KAB.CIREBON (LJ) - Polemik di lokasi pembangunan pasar sementara atau darurat senilai Rp 751 juta yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon untuk para pedagang Pasar Pasalaran disikapi pejabat instansi terkait. Seperti diakui Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindag, Zaenal Arifin, apabila dalam pelaksanaan pembangunan pasar darurat tidak ada penyimpangan. Namun, jika kemudian pasar sementara bagi para pedagang Pasar Pasalaran itu tak difungsikan bukan kesalahan Disperindag. “Karena kami sudah melaksanakan sesuai kebutuhan dan aturan,” kilahnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Zaenal pun menegaskan sangat siap jika di audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Bahkan ia mengklaim sudah menyediakan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan para pedagang tersebut. “Silakan saja audit. Persoalan pemanfaatan bukan salah kami. Karena kami sudah menyiapkan fasilitas, masalah itu bukan salah kami. BPK tidak diminta juga emang sudah tugasnya,” tandasnya. Soal perkembangan renovasi Pasar Pasalaran, Zaenal mengatakan pihaknya terus mengupayakan agar bisa selesai. Dan jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak selesai hingga 100 persen, maka sisa pengerjaan bisa diselesaikan saat masa pemeliharaan yang dimulai pada

LINTAS | CIREBON Perpisahan Kapolresta Diiringi Kereta Singa Barong

Pengawas Tenaga Kerja di Disnakertrans Cirebon Minim

pelajaran dan dikenakan biaya sebesar Rp 7000-9000 per siswa,” jelasnya. Sementara, Kepala Sekolah MTs Al Washliyah, Abdullah Muflik, saat dikonfirmasi ke sekolahnya sedang tidak ada ditempat. Dari informasi bidang kurikulum dan staf TU sekolah tersebut, kepala sekolah sedang ada di Bogor. Kendati tak ada Kepala Sekolah, adanya dugaan penjualan buku LKS yang dilakukan sekolah di benarkan Imam, selaku bidang kurikulum. Ia mengaku pembelian buku LKS yang dilakukan siswa tidak ada paksaan dari pihak manapun, termasuk sekolah. Akantetapi, hal itu lebih kepada kepentingan atau kebutuhan siswa untuk belajar. ”Memang benar mas, di koperasi sekolah ini ada 12 mata pelajaran buku LKS yang dijual belikan kepada siswa dan dikenakan biaya sebesar Rp 7000-9000. Dan saya tidak tau apa-apa, karena wewenang kepala sekolah,” tukasnya. Q

kerja dan UMK. Apabila melanggar ketentuan UMK, pihaknya mengirimkan nota pemeriksaan yang berisi tentang temuan dan tindak lanjut. “Kami beri SP1 sampai tiga. Kalau belum dilaksanakan, kami akan BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” terang Harry. Selain itu, Dinsosnakertrans tidak memiliki kewenangan mencabut izin usaha mereka. Bahkan, jika itu dilakukan, sama dengan mematikan usaha dan memiliki dampak sosial lebih luas. “Kami lebih menggunakan caracara persuasif. Terpenting, kedua pihak bisa saling mengerti,” tukasnya. Q EKA

9

Januari hingga Juni 2013. “Ini kami bicaranya dalam kondisi normal dan tidak normal. Lihat saja di Pasar Pasalaran kondisinya tidak normal sehingga pengerjaan kontraktor pun tak maksimal. Kalau tidak selesai 100 persen bisa dilanjutkan pada saat waktu pemeliharaan,” jelasnya. Zaenal mengakui, per tanggal 18 Desember 2012 hasil renovasi sudah mencapai 74 persen. Sejauh ini pihaknya sudah berusaha dengan memberikan instruksi kepada kontraktor agar menambah tenaga kerja dan jam kerja. “Kami sudah melayangkan surat ke mereka (kontraktor, red) untuk penambahan tenaga kerja dan jam kerja. Semoga segera terselesaikan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” tukasnya. Q JHON/GYO

CIREBON (LJ) - Kepala Seksi Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cirebon, Ragung menegaskan, minimnya jumlah pengawas ketenaga kerjaan berimbas kepada lemahnya fungsi pengawasan. “Tak hanya jumlah tenaga pengawas saja yang terbatas. Sarana operasional petugas pengawaspun masih minim,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Ia mengatakan, saat ini di Kota Cirebon hanya terdapat 3 petugas pengawas yang harus mengawasi ribuan tenaga kerja lebih dari 1.186 perusahaan. Akibatnya dengan kondisi tersebut, satu petugas harus mengawasi sekitar 300 perusahaan lebih. “Kurangnya jumlah pengawas membuat fungsi pengawasan kurang maksimal karena tidak sedikit perusahaan yang tidak terawasi,” ujar Ragung. Idealnya, lanjut Ragung, jumlah pengawas di Kota Cirebon 20 orang dengan dilengkapi sarana operasional bagi petugas memadai. Dengan begitu, ia optimis semua perusahaan yang tersebar di 5 kecamatan akan terpantau. “Berbeda dengan sekarang, perusahaan yang sekalipun melanggar ketentuan kemungkinan akan luput dari pengawasan dinas,” paparnya. Terbatasnya jumlah pengawas tersebut, sambung Ragung, pengawasan terhadap tenaga kerja tidak akan berjalan optimal. Selain itu minimnya sarana operasional bagi petugas pengawas ketenagakerjaan di Kota Cirebon menjadi kendala tersendiri bagi setiap petugas dalam menjalankan tugasnya. Diungkapkan dia, pihaknya selalu mendukung kerja sama antara pengusaha dan pekerja demi kesejahteraan bersama, sekaligus menciptakan suasana daerah yang kondusif. “Pengusaha dan tenaga kerja di perusahaan haruslah saling melengkapi dan menguntungkan, serta saling menghormati peran masing-masing,” jelas Ragung. Sementara, Kepala Disnakertrans Kota Cirebon, M. Korneli mengungkapkan, hingga saat ini masih ditemukannya beberapa masalah ketenagakerjaan yang merugikan para pekerja. Antara lain, terkait jam lembur pekerja yang tidak dihitung oleh perusahaan, lalu permasalahan outsourcing yang merugikan. Dan keikutsertaan pekerja dalam jaminan sosial tenaga kerja yang tidak merata. Masalah ketengakerjaan, kata Korneli, kedepan semakin berat dan kompleks karena tuntutan pekerja atau serikat pekerja. Karenanya, petugas pengawas ketenagakerjaan harus bertindak cepat, tepat dan profesional melindungi hak pekerja. Mengingat, masalah ketenagakerjaan bisa sampai ke ILO (Organisasi Perburuhan Internasional). Korneli juga minta para pengawas mengawasi perusahaan yang menyerahkan atau memborongkan sebagian pekerjaannya pada penyedia jasa pekerja/buruh (outsourcing). Apabila ditemukan pelanggaran terhadap norma ketenagakerjaan harus dilakukan penyidikan sesuai peraturan. “Berbagai permasalahan tersebut harus segera di carikan solusinya tidak hanya dari kami Disnakertrans. Akan tetapi dibutuhkan juga peran dan kerjasama antar lini sehingga permasalahan ketenagakerjaan di Kota Cirebon dapat teratasi,” tukasnya. Q EKA

Harga Rajungan Anjlok, Nelayan Mengeluh

CIREBON (LJ) - Kejadian Badai Shandy yang melanda Eropa ternyata dirasakan imbasnya oleh para nelayan di wilayah Cirebon. Kenapa, sejak peristiwa badai itu berpengaruh terhadap menurunnya harga jual rajungan yang menjadi mata pencaharian hidup nelayan setempat. “Memang semenjak badai melanda Eropa, penghasilan kami sebagai nelayan jaring wuwu (jaring khusus untuk rajungan) sangat menurun sekali dari sebelumnya,” aku Jamhuri, salah satu nelayan Kota Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Dijelaskan Jamhuri, dalam kurun waktu dua bulan ini nasib nelayan pencari rajungan baik nelayan jaring wewe, jaring kejer, jaring garok, jaring unyil dan lainnya selalu merugi. Pasalnya dari Agustus saat harga rajungan masih terbilang normal antara Rp 35 ribu sampai 40 ribu per kilogramnya saat itu hasil tangkapan kurang begitu menggembirakan. “Dalam sekali babang (melaut selama 4 hari tanpa pulang) dari satu perahu yang berisi 5 orang membawa modal perbekalan kisaran Rp 2 juta, saat melaut menghasilkan rajungan kisaran 65 kilogram dan menjualnya kepada bakul (tengkulak) Rp 35 ribu, total pendapatan Rp. 2.275.000 dikurangi modal Rp. 2.000.000 hasil Rp. 275.000 dibagi dua untuk pemilik perahu dan para nelayan, dalam babang 4 hari nelayan hanya mendapatkan Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu,” terangnya. Sedangkan saat musim rajungan sedang cukup ada, tiba-tiba ada isu badai shandy di Eropa yang membuat harga jual rajungan turun drastis hingga ke angka Rp 10-20 ribu per kilogramnya. “Semenjak isu adanya badai shandy nelayan dalam sekali babang bisa mendapatkan rajungan kisaran rata-rata 1 kuintal, namun karena harga hanya dipatok Rp 15 ribu maka bukannya untung malah kerugian yang didapat ketika mereka melaut,” ungkap Jamhuri. Diakuinya meski para nelayan dapat berhemat hingga angka Rp 1,2 juta, namun tetap saja tidak mencukupi hasil untuk kebutuhan hidup keluarganya. “Kondisi ini sudah berlangsung hampir 4 bulan para nelayan menanggung beban kehidupannya karena penghasilannya yang tak pernah mencukupi,” terang dia. Jamhuri mengeluh karena para pengusaha daging rajungan selalu mendapatkan keuntungan yang besar meski adanya badai shandy. Berbeda nasib para nelayan tidak pernah terpikirkan. Dirinya mengharapkan agar para pengusaha daging rajungan untuk dapat memikirkan bersama agar kerugian akibat turunnya harga rajungan jangan dibebankan keseluruhannya kepada para nelayan. Di samping itu juga para pengusaha daging rajungan untuk dapat membeli rajungan langsung kepada para nelayan jangan melalui tengkulak, karena perbedaan harga jual antara dibeli langsung oleh pengusaha daging rajungan dengan dibeli oleh tengkulak nelayan mendapatkan perbedaan harga sekitar Rp 5 ribu per kilogramnya. “Bila ke pengusaha daging rajungan mereka bisa jual Rp 20 ribu perkilogramnya namun jika dijual oleh tengkulak hanya berkisar Rp 15 ribu perkilogramnya,” ungkapnya Jamhuri lagi. Pemerintah dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan melaui dinasnya yang ada di daerah diharapkan dapat menangani permasalahan tersebut. Baik dicoba dengan dioperasikannya PPI, hapus tengkulak dan adakan standarisasi harga jual ikan khususnya rajungan. Q DUD/HEN

CIREBON – Kepindahan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Asep Edi Suheri diiringi Kereta Singa Barong. Iringiringan kereta itu usai acara perpisahan dengan seluruh jajarannya yang digelar, Senin (17/12) di Mapolres Cirebon Kota. AKBP Asep Edi Suheri pada mutasi jabatan kali ini diberi amanah untuk menjadi Kapolres Sukabumi. Adapun untuk jabatan Kapolres Cirebon Kota digantikan oleh AKBP Dani Kustoni. AKBP Asep mengatakan, dirinya berterima kasih kepada seluruh anggotanya yang ikut membantu menciptakan kondisi kondusif di Kota Cirebon. “Semoga pimpinan yang baru (kapolres,) bisa membawa Polres Cirebon Kota lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR. Sementara, malam pisah sambut kapolres itu dilaksanakan di Hotel Prima Kota Cirebon. Hadir dalam acara tersebut unsur pimpinan Musyawarah Daerah (Muspida) Kota Cirebon, mulai dari Walikota Cirebon Subardi, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Hassanudin Manaf serta alangan alim ulama dan tokoh Masyarakat. Q DUD

Betulin Genteng Malah Kesetrum CIREBON - Nasib apes menimpa dua orang pekerja bangunan, Jono (35) dan Marida (38), keduanya warga Blok Pekauman Desa Astana Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon. Mereka terluka parah akibat kesetrum listrik tegangan tinggi saat mengerjakan pemasangan genteng rumah milik Ikin (37), di RT 01/03 Blok Awilarangan Desa Sindangmekar Kecamatan Dukupuntang, Rabu (19/12). Kedua korban dilarikan oleh pemilik rumah dan warga setempat ke Puskesmas Dukupuntang karena mengalami luka bakar cukup serius di bagian lengan dan kepala. Menurut Jono, salah satu korban saat di puskesmas, kejadian bermula saat dirinya sedang memasang genteng tepat di bawah kabel listrik tegangan tinggi. “Tanpa disadari tangan kiri saya nempel di kabel listrik yang tidak terbungkus,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Dia pun reflek meminta tolong. Marida yang mendengar teriakan itu berusaha menolongnya. Rupanya kepala Marida menyentuh kabel yang sama. Marida pun terjatuh dari atas rumah yang tingginya 8 meter. Petugas medis di Puskesmas Dukupuntang, dr. Wawan Suwardi menjelaskan kedua korban mengalami memar dan kulit tangan sebelah kiri dan bagian punggung terkelupas. “Untuk pasien bernama Marida harus dirujuk dan di rawat di rumah sakit. Dia mengalami benturan cukup serius di bagian kepala, sehingga kondisi kesadarannya menurun. Khawatir geger otak,” jelasnya. Q

NAN/HEN

KPU Tetapkan 547 TPS Pilwalkot CIREBON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sekitar 547 tempat pemungutan suara (TPS) untuk pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Cirebon pada tanggal 24 Februari 2013 mendatang. Jumlah TPS yang telah ditetapkan sebanyak 547 itu, belum termasuk TPS di lokasi-lokasi khusus seperti di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Didi Nursidi mengatakan penempatan TPS di lokasi khusus seperti di Lapas, Rutan dan wilayah perbatasan kota masih dalam pembahasan internal KPU yang nantinya dikoordinasikan dengan Panwaslu. “Mekanisme pemungutan suara dan pengawasan TPS di lokasi khusus, tentu berbeda dengan TPS di lokasi lain,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Didi mengungkapkan, persiapan pengadaan barang dan jasa terkait Pilwakot nanti sedang dalam proses pengurusan. Adapun yang terpenting untuk hari pelaksanaan nanti, yakni kotak suara, surat suara, tinta dan lainnya. “Pengadaan kotak suara akan kami lebihkan dari perhitungan awal, mengingat masih ada kemungkinan kalau TPS bisa bertambah,” tukasnya. Q EKA


POLKUM

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

Lintas

Terkait Kasus Suap Panitera

Ketua PN Bandung Siap Bekerjasama Dengan KPK

Polda Jabar Tak Mau Kecolongan dalam Pengamanan Natal

katanya.

BANDUNG (LJ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat geger lingkungan Pengadilan Negeri (PN) BandungJawa Barat. Itu menyusul telah ditetapkannya status tersangka terhadap pelaksana tugas (plt) panitera muda Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada PN Bandung Ike Wijayanto, dalam kasus suap PT Onamba Indonesia (OI) kepada Hakim PHI Imas Dianasari. Namun demikian, Ketua Pengadilan Negeri Bandung Singgih Budi Prakoso malah menyambut baik dan menyatakan akan bersikap kooperatif. Dia berjanji akan memberikan keleluasaan agar KPK

bisa menyidik anak buahnya itu tanpa gangguan. “Tentu kita akan kooperatif. Dia juga sepertinya tidak akan ditunjuk dulu sebagai panitera supaya konsentrasi pada kasus ini,” ujar Singgih pada wartawan di depan ruang kerjanya di PN Bandung, Jalan LRE Martadinata, Rabu (19/12). Singgih menuturkan, bahwa Ike sebelumnya menjabat sebagai Plh di PHI Bandung sejak tahun 2006 atau pertama kali PHI Bandung dibentuk. Namun ia telah ditarik sebagai panitera pengganti di PN Bandung sejak Oktober lalu. “Dia statusnya sudah bukan lagi Plt, karena sudah dua bulan ini ditarik jadi panitera biasa,” katanya.

Penurunan jabatan Ike, dari Plt PHI Bandung menjadi panitera pengganti di PN Bandung menurut Singgih dilakukan agar Ike dapat memperbaiki kinerjanya. “Selain itu juga kan untuk kaderisasi dan penyegaran untuk pegawai lainnya di PHI supaya ada profesionalisme diantara mereka,” tutur Singgih. Namun, Singgih mengaku hingga saat ini PN Bandung belum menerima secara resmi surat penetapan tersangka untuk Ike dari KPK. “Saya baru liat di berita saja pada Jumat (14/12) lalu. Jadi sampai sekarang saya tunggu surat dulu, baru saya laporkan pada atasan (Ketua Pengadilan Tinggi Jabar),”

11

Dalam kesempatan itu, Singgih menegaskan dirinya tak ingin ada lagi anak buahnya yang terjerat kasus suap dan korupsi seperti Ike Wijayanto dan Hakim Imas Dianasari. Dia pun memberi peringatan dengan meminta para panitera di bawah PN Bandung bersikap profesional dan tidak mainmain dalam menjalankan tugasnya. “Kasusnya Ike itu bukan perkara baru. Itu adalah rentetan dari Hakim Imas. Saya selalu agak keras supaya temen-teman jangan lagi main-main seperti itu. Apalagi di PHI itu kan urusan dengan buruh, orang susah,” ujar Singgih. Untuk mengantisipasi anak buahnya berbuat ‘nakal’ Singgih pun menyatakan akan meningkat kan pengawasan. “Kita juga akan benahi cara kerja dan juga kualitas orang-orangnya,” katanya. Namun, Singgih belum mau komentar banyak soal sanksi yang akan dijatuhi pada Ike jika nantinya ia memang terbukti bersalah dalam persidangan. “Untuk sanksi itu ada ketentuannya. Dihukum berapa tahun ada yang diberi sanksi pencopotan tapi saya tidak hapal berapa tahunnya,” tutur Singgih. Dalam berita sebelumnya, Ike ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap yang dilakukan oleh PT Onamba Indonesia. Penetapan Ike sebagai tersangka ini merupakan pengambangan kasus yang menjerat hakim ad hoc untuk Pengadilan Hubungan Industrial Bandung, Imas Dianasari dalam pemenangan PT Onamba Indonesia dalam melawan gugatan serikat pekerja di tingkat kasasi. Ike diduga menerima pemberian atau janji terkait dengan kepengurusan perkara tersebut.

HER

BANDUNG - Kepolisian Daerah (Polda) Jabar akan mengerahkan sebanyak 20 ribu personilnya untuk disiagakan mengamankan peringatan Natal 2012 dan perayaan malam tahun baru 2013. Mereka di antaranya ditempatkan di lokasi gereja dan objek vital di seluruh wilayah Jabar. Kegiatan pengamanan diberi sandi Operasi Lilin Lodaya 2012 ini digelar mulai 21 Desember hingga 1 Januari 2013. “Ada 20 ribu lebih polisi yang dilibatkan. Untuk Natal nanti, difokuskan pengamanan di gereja-gereja,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, kemarin. Pengamanan Natal dan perayaan pergantian tahun, sambung Anis, pra personel bersiga mengatur arus lalu lintas, dan objek vital. “Selain itu melakukan penjagaan di tempattempat objek wisata,” kata Anis. Sejumlah wilayah pada peringatan Natal dan perayaan malam tahun baru menjadi perhatian Polda Jabar. Wilayah itu yakni Bogor, Puncak dan Cianjur. Lalu jalur Pantura yakni Cikopo hingga Pamanukan. Wilayah jalur tengah yaitu SubangCiater-Bandung. Jalur selatan yakni Bandung-NagregGarut, serta Kota Bandung. HER

Pemkot Bandung Dukung Polisi Tembak Geng Motor BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), menyatakan dukungannya terhadap keputusan Polrestabes Bandung yang akan menembak di tempat anggota geng motor yang kerap melakukan tindak kriminalita disertai aksi kekerasan. Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, menegaskan tindakan tembak di tempat bagi berandalan jalanan, atau geng motor, merupakan upaya untuk membuat jera para pelaku di samping meminimalisasi aksi kejahatan di jalanan. “Saya sangat setuju dan mendukung pernyataan aparat kepolisian setempat (Polrestabes Bandung) agar tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan di jalan, atau gerombolan geng motor, tegas Ayu di Bandung, kemarin. Penegasan Ayi tersebut menyusul pernyataan Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso yang menginstruksikan jajarannya, mulai dari tingkat Pospol, Polsek, dan Polres untuk bertindak tegas kepada geng motor. Bila perlu tembak di tempat karena aksinya sudah kian meresahkan. Tidak hanya melakukan pejambretan dan perampokan di jalanan. Mereka yang kerap membawa berbagai jenis senjata tajam sering melukai kobannya. “Saya yakin jika hal itu (tembak di tempat) diberlakukan, Kota Bandung akan tertib dan aman,” pungkas Ayi. HER

Sambungan Hal 1 Pemberhentian... yakni UU Perkawinan dan UU Pemerintahan Daerah. “Melanggar UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 bahwa setiap perkawinan harus dicatatkan, Pasal 39 bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan pengadilan, dan Pasal 3,4, dan 5,” kata Asep seraya menambahkan, Bupati Aceng juga melanggar UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yakni Pasal 27 huruf b bahwa setiap kepala daerah harus menaati perundang-undangan yang berlaku. Kemudian, Pasal 27 huruf f bahwa kepala daerah wajib menjunjung tinggi etika dan norma, dan Pasal 110 soal sumpah dan janji kepala daerah. “Kami serahkan ke DPRD dan fraksi agar segera menindaklanjuti sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” jelas Asep dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ade Ginanjar dan dihadiri 48 anggota DPRD itu. Usai mendengarkan penyampaikan laporan Pansus tersebut,

Ade Ginanjar mengambil alih komando. Ia langsung menyatakan hasil pansus akan diserahkan ke fraksi-fraksi. Setelah fraksi memberi tanggapan, DPRD baru akan bersikap dan memberikan rekomendasi soal jadi atau tidaknya Aceng dilengserkan pada Jumat (21/12) mendatang. Sikap gamang Dewan ini pun langsung dihujani interupsi perwakilan masyarakat. Mereka langsung mengebrak meja dan merebut pengeras suara yang terletak disetiap meja para wakil rakyat. Bahkan ada diantaranya yang menaiki podium ruang paripurna. “Malam ini harus tuntas, administrasi dilakukan belakangan,” ujar perwakilan pengunjuk rasa, Yusuf Supriadi. Ucapan dia direspon warga yang hadir di ruang paripurna. Mereka berbodong-bondong menuju kursi pimpinan dewan, agar para wakil rakyat melengserkan Bupati Aceng hari ini. Suasana semakin tegang saat warga beradu mulut dengan pimpinan dewan. “Kami akan datang Jumat nanti dengan

massa yang lebih banyak lagi, lihat saja nanti!” cetus sejumlah tokoh masyarakat yang hadir. Kemendagri Sarankan Mundur Meski nasib Aceng diputuskan resmi oleh DPRD Garut pada pada Jumat (19/12) besok, namun keputusan pelengseran Aceng sudah dapat dipastikan. Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Arif Zudan Fakhrullah, menyarankan lebih baik Aceng mengundurkan diri sekarang. Kalau tidak, maka cepat atau lambat politisi berusia 40 tahun itu juga pasti bakal meletakkan jabatannya. Sikap Kemendagri hingga kini menunggu keputusan Pansus DPR Garut. Sesuai UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah, Aceng masih memiliki kesempatan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA). Adapun MA memiliki waktu maksimal 30 hari untuk menjatuhkan vonis terkait keputusan DPRD Garut. “Tapi lebih baik Aceng memang legowo. Saran Kemendagri lebih

bagus dia berlega hati mundur,” kata Zudan. Berdasarkan tim investigasi Kemendagri yang diterjunkan ke Garut, kata dia, ditemukan bukti Aceng telah melanggar etika dan norma. “Dia melanggar etika dan moralitas terkait kepercayaan yang diberikan rakyatnya.” Kalau tetap bersikukuh tidak mau meletakkan jabatannya, ia takut hal itu malah membuat Aceng semakin dibenci warganya. “Dia bagusnya menjadi contoh yang baik bagi seluruh masyarakat Garut,” ujarnya seraya melanjutkan, sangat tidak elok seorang pemimpin tetap menjabat sementara bawahannya sudah tidak menghormatinya lagi. “Dia harus menjaga wilayahnya. Apalah artinya jika seluruh masyarakat dan aparatur tidak percaya terhadapnya,” tambahnya. Perilaku Tak Patut Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai perilaku yang ditampilkan Aceng Fikri sangat

belanja daerah Pemkot Tasikmalaya TA 2006 Tanggal 12 Juli 2010, waktu pemeriksaan 27 November s.d 22 Desember 2006 Diwarnai Bentrokan Sayangnya, saat aksi demonstrasi ini berlangsung, massa KMRT sempat terlibat bentrok yang dimulai dengan aksi saling dorong hingga berujung saling pukul dan tendang. Hal itu terjadi saat massa membakar ban di depan gerbang Kejati sebagai simbol membakar mafia hukum. Sebelumnya, sempat terjadi dorong-dorongan antara massa dan polisi, namun hanya sesaat. Kemudian, massa kembali menambah ban yang dibakar hingga api dan asap hitam semakin besar. Ban yang dibakar disimpan diantara barisan polisi dan massa. Jarak antara polisi dan massa hanya 2 meter saja. Massa berteriak dan bersorak-sorak meminta bertemu dengan Kepala Kejati Jabar. “Turun, tu-

run, turun Kajati. Turun Kajati sekarang juga,” ujar massa berulang-ulang. Hingga kemudian, ada salah satu demonstran entah sengaja atau tertendang sehingga ban yang terbakar jaraknya makin dekat dengan polisi. Massa juga semakin dekat saling dorong-dorong untuk merangsek masuk ke dalam gerbang yang dikunci. Hingga akhirnya bentrok pun tak terhindarkan. Bahkan ban yang tengah terbakar pun berantakan. Polisi menarik beberapa demonstran yang dianggap memprovokasi. Kondisi kembali kondusif setelah massa maupun polisi menenangkan diri. “Ingat, kita ke sini untuk berurusan dengan Kejati, bukan dengan polisi,” ujar Opan Hambali, Presiden KMRT. Perwakilan massa telah diizinkan massa untuk diterima namun mereka menolak karena bukan Kepala Kejati yang akan menemui mereka. FER/HER

dijadwalkan menjalani pemeriksaan lagi? “Sementara nanti, kita meminta keterangan kepada saksi-saksi lainnya,” ujarnya diplomatis. Gelar perkara yang dipimpin langsung Slamet itu berlangsung di salah satu ruangan Direktorat Reserse Kriminal Polda Jabar. Dimulai pukul 12.30 WIB, gelar perkara tuntas sekitar pukul 16.00 WIB. Turut hadir pihak pelapor yakni Asep Kurnia Jaya, dan salah satu terlapor Asep Hermawan alias Chep Maher yang didampingi pengacaranya, Ujang Sujai. Asep Kurnia Jaya mengatakan saat gelar perkara itu diminta memaparkan kronologi kasus hingga melaporkan ke Polda Jabar. Begitupun dengan Chep Maher. “Penyidik masih perlu saksi-

saksi lain. Ini berarti kasus tetap lanjut. Jumat ini saya dipanggil untuk kembali menjalani pemeriksaan,” kata Asep Kurnia Jaya usai gelar perkara. Chep Maher menyebutkan penyidik belum meminta pemanggilan pemeriksaan terhadapnya usai gelar perkara. “Tadi (gelar perkara) hanya pendalaman perkara. Penyidik masih menggali berita acara pemeriksaan (BAP),” jelas Chep. Sementara Ujang Sujai, pengacara Aceng Fikri dan Chep Maher, menuturkan pihak penyidik memberikan peringatan perihal perkara ini. “Kami dapat warning akan dikaji dan didalami oleh penyidik,” pungkasnya. HER

Polisi... tersebut. Ia mengaku masih menemukan kekurangan yakni salah satunya alat bukti yang belum lengkap. Namun begitu, Slamet enggan membeberkannya lantaran persoalan itu masuk materi penyidikan. “Ada beberapa saksi yang harus kita hadirkan,” ucapnya. Hingga kini, sambung Slamet, terlapor yaitu Aceng Fikri dan Chep Maher berstatus saksi. Disinggung apakah Aceng bisa jadi tersangka, Slamet enggan menyimpulkan. Ia hanya menuturkan, jika nanti bukti-bukti lengkap, status saksi bisa meningkat menjadi tersangka. Menurutnya lagi, perlu waktu dan pendalaman penyidikan guna menuntaskan perkara ini. Apakah Aceng

Aceng membantah. Selain itu, Aceng juga tersangkut kasus penipuan dan penggelapan terkait penggantian calon wakil Bupati Diki Candra, pada September 2011 lalu, sehingga Aceng bersama delapan saksi harus menjalani pemeriksaan di ruang Kasubdit Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), Mapolda Jabar, Jalan SoekarnoHatta, Bandung, Jawa Barat, Senin kemarin. Gelombang penolakan terhadap tindak tanduk sang Bupati sebenarnya sudah dilakukan oleh berbagai kalangan dari beberapa waktu lalu. Mereka meminta Aceng segera mengundurkan diri karena dinilai tidak memberikan contoh seorang pemimpin. Aceng yang sebelumnya terdaftar sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat pun akhirnya terpaksa menanggung malu setelah partai pohon Beringin ini memecatnya setelah skandal pernikahannya terungkap. JUL/BDN/CPS

PLTU...

Kejati.. panjangnya sekitar 7 meter dengan tulisan “Bongkar mafia hukum di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat” dan “Bongkar Kongkalikong SP3 Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Balaikota Tasikmalaya”. Selain itu, terdapat pula spanduk berisi tentang “SP3 terhadap tersangka : BB, DM, RTJ, ARM, Dengan alasan SP3 : Tidak terdapat cukup bukti, Nilai proyek : Rp 23,5 miliar dan perkiraan nilai kerugian : Rp 1, 17 miliar”. Adapun mengenai alat bukti yang diabaikan Kejati Jabar antara lain Hasil audit BPPKP Jabar dengan nomor LHA-1673/PW10/3/2006 Tgl 13 Februari 2006. Kemudian resum pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan daerah Pemkot Tasikmalaya TA 2005 Tanggal 12 Juli 2010, waktu pemeriksaan 27 November s.d 22 Desember 2006. Terakhir, resume pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan

jauh dari prinsip kepatutan. Din mempertanyakan motif Aceng yang menutup-nutupi pernikahannya dengan Fani Oktora. “Jelaslah itu di luar kepatutan. Soal nikahnya, kalau mau nikah silakan. Kalau mau berumah tangga kenapa harus diam-diam,” ujar Din kepada wartawan, kemarin. Menurut Din, di dalam ajaran Islam tidak ada istilah nikah siri. Hal ini karena berdasarkan ajaran Islam untuk menikah harus terbuka, harus dihadiri saksi dan juga wali. “Sementara nikah siri di Indonesia yang diam-diam dan rahasia. Saya kira UU perkawinan itu patut diamalkan oleh yang bersangkutan,” ucap Din. Diberitakan sebelumnya, Aceng terjerat berbagai kasus. Ia tersangkut kasus nikah siri kilat dengan gadis belia asal Limbangan, Kabupaten Garut, yakni Fani Oktora (18). Fani diceraikan setelah dinikahi hanya dalam waktu empat hari. Aceng juga sebelumnya telah menikahi siri Sinta, perempuan asal Karawang selama dua bulan. Tapi, ketika ditanya kebenarannya,

untut perusahaan dalam hal ini PT Cirebon Elektrik Power (CEP) selaku pengelola perusahaan dan PT Cirebon Power Service (CPS) sebagai owner. Orasi disampaikan oleh Ketua distrik GMBI Kabupaten Cirebon, Agus Zaenuddin, di antaranya permasalahan lingkungan. Dimana, kata Agus, sampai saat ini pihak PLTU Kanci tidak melaksanakan apa yang mereka pernah sampaikan didalam dokumen amdal, dimana menyatakan bahwa 40% dari luas area PLTU Kanci merupakan lahan hijau sebagai penetralisir Co2. Agus dalam orasinya juga memaparkan selama ini PLTU Kanci terindikasi melakukan kejahatan koorporasi dengan menyebarkan isu pembusukan tentang GMBI. “PLTU Kanci tidak memiliki perencanaan bidang pemberdayaan ekonomi bagi

warga sekitar yang berkelanjutan pada implementasi program CSR-nya. PLTU Kanci, juga terindikasi melakukan monopoli terhadap kebutuhan supply barang mereka dengan tidak memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk bisa masuk sebagai supplier, apapun bentuknya,” ungkap Agus berapiapi kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Usai orasi, sepuluh orang perwakilan pengunjukrasa diterima pihak perusahaan untuk menyampaikan aspirasinya dan hanya ditemui Manager Security, Nuryadin. Korwil Dua GMBI Jawa Barat, Toni Tarsono menyatakan aksi ditunda sampai pimpinan dari PT CEP datang menemui mereka. Mereka khawatir aspirasi warga tidak tidak disampaikan oleh petugas PLTU Kanci. Orasi kemudian dilanjutkan kembali

didepan pintu gerbang bersama rekan-rekan mereka dan dibarengi dengan penyembelihan seekor ayam jantan kemudian darahnya dituliskan ke pintu gerbang PLTU Kanci “Gerbang Kesengsaraan” yang menunjukkan bahwa pihak PLTU Kanci hanya mengeruk keuntungan tanpa memikirkan resiko dialami oleh masyarakat sekitar. Setelah terjadi negoisasi yang cukup alot, perwakilan massa pun akhirnya diperkenankan untuk kembali bertemu dengan pihak perusahaan dan juga dengan pihak man power yang memegang program CSR perusahaan tersebut. Tindaklanjut dari tuntutan tersebut, pihak perusahaan berjanji akan melakukan pertemuan lanjutan kepada mereka yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 26 Desember 2012 mendatang. IR/GYO

Jabar ini menuturkan, dalam tatar bahasa sunda angka tiga memiliki arti atau makna yang bagus yakni Tri Tangtu. Dalam konsep bahasa sunda buhun,

Tri Tanggu memiliki arti Gusti Anu Asih, Alam Anu Ngasah dan Manusa Anu Ngasuh, Ngasuh Kujur, Batur jeung Lembur. CPS/FER

Rieke... Hade nomor tiga,” ucap pria kelahiran Jakarta, 14 September 1966 itu. Mantan politisi PAN yang saat ini masih menjabat Wakil Gubernur

PEMASANGAN IKLAN HUB. : 0251 - 8663605


KHUSUS LINTAS Klub Minim Dana, PSSI Larang Ikut Kompetisi BOGOR - Maraknya laporan pemain berbulan-bulan tak digaji harus menjadi catatan penting untuk klub-klub profesional Indonesia. Jika tak siap dalam keuangannya, mereka jangan ikut kompetisi. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin terkait banyaknya pemain yang belum dibayar klub. Terakhir, Moukwelle Ebanga Sylvain, yang bermain di klub Persewangi Banyuwangi -- klub Divisi Utama Indonesian Premier League -- tak mampu berobat ke rumah sakit karena tidak ada biaya. Pemain berpaspor Prancis itu mengaku gajinya selama 9 bulan -- sekitar Rp 237 juta -- belum dibayar klub. Alhasil, ketika sakit typus pun ia cuma bisa berobat ke puskesmas. Kasus yang telah menjadi tragedi buat sepakbola di tanah air adalah Diego Mendieta. Gaji empat bulan tak kunjung dibayar klub Persis ISL, terlunta-lunta saat sakit karena kurang biaya, pemain Paraguay itu akhirnya meninggal dunia di Solo bulan lalu. “Ini akibat konflik. Sponsor tidak mau masuk ke suatu klub. Akhirnya pemain pun yang jadi korban,” ujar Djohar kepada wartawan, kemarin. “Klub yang bermasalah tidak akan diikutkan kompetisi. Kami akan melakukan verifikasi ulang,” sambungnya. Sementara itu CEO PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto mengatakan, pihaknya terus mendesak manajemen Persewangi supaya segera membayar utangutang mereka pada pemain. “Bantuan kami seperti apa, tidak elok untuk disebut. Yang penting atensi dan support kami untuk dia,” tambah Widja. Q CPS

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis1 20 Desember 2012

12

Tuntaskan Konflik Sepakbola Nasional

Pemerintah Harus Mengacu pada UU SKN

Tahun 2013, Tantangan Terberat Pereli Subhan Aksa BOGOR (LJ) - Pembentukan Task Force (Satuan Tugas) penyelesaian konflik sepakbola nasional yang diprakarsai Pjs Menpora Agung Laksono terus mendapatkan sorotan dan kritik pedas dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pemerintah, dinilai tidak seharusnya mencampuri urusan internal PSSI. Selain itu, pemerintah berkewajiban untuk tetap mengacu pada UndangUndang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) No 3 tahun 2005. “Pemerintah (Menpora) harus jernih melihat persoalan PSSI. Selain itu, seharusnya lebih mengedepankan dan membantu PSSI. Pemerintah tidak boleh lagi mengakomodir organisasi yang tidak berinduk pada PSSI,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz dalam keterangan persnya yang dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (19/12). “Apalagi, terkait persoalan dualisme kompetisi, pemerintah bisa mengacu pada UU SKN No 3 tahun 2005. Yakni, Pasal 51 ayat 2 dan Pasal 89 (pasal pidana),” sambungnya. Pada Pasal 51 ayat dua dijelaskan

jika penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa/penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan memenuhi peraturan perundangundangan. Sedangkan pasal 89 ayat (1) berbunyi jika setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) dan (2), dipidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar). “Karena itu, tidak perlu lagi adanya Task Force. Pemerintah seharusnya patuh pada surat FIFA tanggal 26 November. Jika tidak, kami bisa kehilangan kepercayaan pada pemerintah. Bahkan, tidak takut kehilangan keanggotaan atau tidak diakui KONI. PSSI sudah bekerja maksimal agar terhindar sanksi, dan juga sudah menjalankan fungsi organisasi dan supervisi semua kegiatan sesuai pasal Statuta 10, 13 dan 18,” katanya. Seperti diketahui, melalui Pejabat Sementara Menpora

Agung Laksono, dibentuklah Task Force yang dipimpin Rita Subowo, notabene Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sedangkan anggotanya adalah Tono Suratman (Ketua Umum KONI), Agum Gumelar (mantan Ketua Normalisasi/KN) serta dua staf Menpora, Sekretaris Menpora Yuli Mumpuni dan Deputi I Menpora Djoko Pekik Irianto. Terkait dengan penyelesaian konflik, Halim menegaskan PSSI akan lebih tegas dalam mengambil langkah penyelesaian permasalahan sepakbola Indonesia. “Roadmap penyelesaian konflik sudah diserahkan ke FIFA dan sudah diterima mereka,” tegas Halim lagi. “Kami akan laksanakan semua langkah-langkah sesuai roadmap. Pokoknya PSSI akan jauh lebih tegas. Dalam satu hingga dua hari ke depan langkahnya akan diimplementasikan, detailnya tidak bisa dijelaskan sekarang,” sambungnya. Dengan melakukan langkahlangkah tersebut, Halim meminta pemerintah untuk turut mendukung. Ia menilai, dengan membentuk Task

Force pemerintah sudah salah dalam mengartikan surat dari FIFA pada 26 November lalu. “Padahal surat FIFA ke Kemenpora itu adalah rekomendasi kami. FIFA pun menegaskannya di alinea akhir di surat, yang menyebut bahwa PSSI adalah organisasi resmi yang bertugas untuk mensupervisi sepakbola Indonesia, sesuai aturan FIFA Pasal 10 dan 13,” ungkapnya. “Sederhananya, pemerintah hanya harus kembali ke surat tanggal 26 itu tadi, yang menjelaskan bahwa PSSI adalah satu-satunya regulator sepakbola Indonesia. Hanya itu yang kami inginkan,” lugasnya. Soal pengembalian empat anggota Komite Eksekutif, PSSI akan mengundang La Nyalla cs untuk hadir pada rapat bulan depan. “Kami sudah kirim undangan ke mereka dan akan kami kirim lagi. Bulan Januari 2013 mereka akan diundang dalam menghadiri rapat Exco. Kalau mereka diundang berarti apa? Sudah diakui atau belum?” sergah Halim seperti bertanya balik kepada wartawan. Q CPS

Rio Haryanto Gabung ke Tim Addax Barwa di GP2 2013 BOGOR - Pebalap nasional asal Solo, Rio Haryantom akhirnya bergabung dengan tim Addax Barwa untuk tampil pada kejuaraan balap mobil GP2 Series 2013. Ibunda Rio, Indah Pennywati mengungkapkan bahwa pada musim balap 2012, tim ini dihuni Johnny Cecotto dan Jake Rosenzweig. “Kami senang Rio bisa bergabung dengan tim Addax Barwa,” kata Indah kepada wartawan, Rabu (19/12). Perasaan yang sama pun diungkapkan oleh Rio, “Saya senang bisa bergabung dengan tim Addax Barwa pada 2013. Mereka adalah tim yang memiliki sejarah baik di GP2. Mereka juga punya banyak pebalap yang masuk ke Formula 1.” Pebalap berusia 19 tahun tersebut mengatakan, musim 2013 merupakan tahun keduanya ber-

laga pada GP2. “Dengan pengalaman 2012 ini, saya yakin 2013 akan menjadi tahun yang sukses bagi saya,” katanya. Pada musim 2012, tim Addax Barwa berada di peringkat kedelapan klasemen tim dengan total 131 poin. Sementara Rio yang bergabung dengan tim Marussia Carlin, berada di peringkat ke-14 di klasemen pebalap dengan 38 poin. “Kami mengaku 2012 bukanlah musim besar kami,” kata pimpinan dan Addax Barwa, Alejandro Agag. Menurutnya, Rio memiliki motivasi dan pengalaman yang diperlukan, apalagi ditambah dengan keinginan meraih kemenangan. “Ia cocok dengan filosofi kami. Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk memenuhi tujuan yang telah kami tetapkan musim depan,” ujarnya.

Sementara itu, belum lama ini Rio Haryanto melakukan uji coba GP2 Series di Jerez, Spanyol. Pada uji coba ini, Rio yang bergabung dengan tim DAMS berhasil meraih catatan waktu 1:27.427 selama 25 putaran. Pada sesi kedua, posisi Rio melorot ke posisi 10 dengan catatan 1:27.188 dibawah pebalap Ericsson yang naik ke posisi pertama dengan 1:26.717. Indah menambahkan, semua pebalap yang bakal tampil di GP2 2013 wajib mengikuti uji coba di Jerez. Pada GP2 Series 2012, Rio bergabung dengan tim Carlin dan menempati posisi ke-14 dengan total 38 poin. “Kami berharap melalui uji coba di Jerez ini Rio bisa mendapatkan tim yang mendukung penampilannya pada musim balap mendatang,” pungkas Indah. Q

photo : ALI & NDA

BOGOR - Pereli Indonesia yang mampu menduduki peringkat lima seri dunia Production World Rally Championship (PWRC), Subhan Aksa, menghadapi tantangan yang semakin berat di 2013. Karena aturan baru FIA (Federasi Otomobil Internasional), maka di tahun 2013, Subhan masuk di kelas WRC2 yang merupakan kelas satu jenjang di bawah WRC. “Untuk bisa bersaing di kelas ini saya harus ganti mobil ke kelas S2000 yang memang lebih kompetitif dibanding mobil yang saya gunakan pada 2012. Itu artinya saya harus segera beradaptasi dengan mobil baru, dan itu tidak mudah karena semua mobil S2000 memiliki stir di kiri,” ungkap Subhan. Sampai saat ini tim Subhan juga masih bernegosiasi dengan pabrikan mobil Skoda, untuk bisa menggunakan mobil buatan Ceko itu. Selain Skoda, alternatif lainnya adalah Ford. Tahun 2013, Subhan diharuskan turun di enam seri dari tujuh seri yang akan digelar. “Dari tujuh seri itu yang akan diambil adalah prestasi terbaik di enam seri,” jelasnya. Q CPS

CPS


PENDIDIKAN & KESEHATAN

Edisi 208 - Tahun 1 - Kamis 20 Desember 2012

10

Info Kesehatan

Warga Dianjurkan Tidak Sentuh Abses Paru (2) Unggas yang Mati Bersamaan

Pe Penyebab enyyeb ebab bab non-bakteri nonno n-b bakt bakt ba kter erii juga er juga bisa ju bisa isa menyebabkan meny me nyyeb bab abk bka kan abses kan abse ab bse sess paru, paru pa ru, diru diantaranya: - Parasit (Paragonimus, Entamoeba) - Jamur (Aspergillus, Cryptococcus, Histoplasma, Blastomyces, Coccidioides - Mycobacteria. GEJALA Gejala awalnya menyerupai pneumonia: - kelelahan - hilang nafsu makan - berat badan menurun - berkeringat - demam - batuk berdahak. Dahaknya bisa mengandung darah. Dahak seringkali berbau busuk karena bakteri dari mulut atau tenggorokan cenderung menghasilkan bau busuk. Ketika bernafas, penderita juga bisa merasakan nyeri dada, terutama jika telah terjadi peradangan pada pleura. DIAGNOSA Diagnosis abses paru tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejalanya yang menyerupai pneumonia maupun hasil pemeriksaan fisik saja. Diduga suatu abses paru jika gejala yang menyerupai pneumonia terjadi pada keadaan-keadaan berikut: - kelainan sistem saraf - penyalahgunaan alkohol atau obat lainnya - penurunan kesadaran karena berbagai sebab. Rontgen dada seringkali bisa menunjukkan adanya abses paru. Abses paru tampak sebagai rongga dengan bentuk yang tidak beraturan dan di dalamnya tampak perbatasan udara dan cairan. Abses paru akibat aspirasi paling sering menyerang segmen posterior paru lobus atas atau segmen superior paru lobus bawah. Ketebalan dinding abses paru bervariasi, bisa tipis ataupun tebal, batasnya bisa jelas maupun samar-samar. Dindingnya mungkin licin atau kasar. Gambaran yang lebih jelas bisa terlihat pada CT scan. Biakan dahak dari paru-paru bisa membantu menentukan organisme penyebab terjadinya abses. PENGOBATAN Untuk penyembuhan sempurna diperlukan antibiotik, baik intravena (melalui pembuluh darah) maupun per-oral (melalui mulut). Pengobatan ini dilanjutkan sampai gejalanya hilang dan rontgen dada menunjukkan bahwa abses telah sembuh. Untuk mencapai perbaikan seperti ini, biasanya antibiotik diberikan selama 4-6 minggu. Pada rongga yang berukuran besar (diameter lebih dari 6 cm), biasanya perlu dilakukan terapi jangka panjang. Perbaikan klinis, yaitu penurunan suhu tubuh, biasanya terjadi dalam waktu 3-4 hari setelah pemberian antibiotik. Jika dalam waktu 7-10 hari setelah pemberian antibiotik demam tidak juga turun, berarti telah terjadi kegagalan terapi dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut untuk menentukan penyebab dari kegagalan tersebut. Hal -hal yang perlu dipertimbangkan pada penderita yang memberikan respon yang buruk terhadap pemberian antibiotik adalah penyumbatan bronkial oleh benda asing atau tumor; atau infeksi oleh bakteri, mikobakteri maupun jamur yang resisten. Pada abses paru tanpa komplikasi sangat jarang dilakukan pembedahan. Indikasi pembedahan biasanya adalah kegagalan terhadap terapi medis, kecurigaan adanya tumor atau kelainan bentuk paru-paru bawaan. Prosedur yang dilakukan adalah lobektomi atau pneumonektomi. Angka kematian karena abses paru mencapai 5%. Angka ini lebih tinggi jika penderita memiliki gangguan sistem kekebalan, kanker paru-paru atau abses yang sangat besar.

B

OGOR - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi meminta masyarakat untuk tidak menyentuh langsung unggas peliharaan yang mati bersamaan karena ada kemungkinan hewan itu terinfeksi flu burung atau H5N1. Nafsiah menyatakan hal itu

menanggapi meluasnya unggas mati dan adanya warga yang meninggal karena flu burung di sejumlah daerah. “Jika warga melihat ada unggas yang mati secara bersamaan jangan disentuh, jangan panik dan laporkan kepada petugas kesehatan untuk ditangani,” kata Nafsiah dalam keter-

Gubernur Jabar Fokus Garap Guru dan Sekolah Inklusi

D

EPOK - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tampil simpatik untuk mengatrol popularitasnya kala menghadiri deklarasi Kota Depok menjadi kota pendidikan inklusi di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Rabu (19/12). Acara deklarasi tersebut, juga dibarengi dengan perayaan hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November lalu. Sekitar lima ribu guru hadir memenuhi tempat acara tersebut untuk memperingati HUT PGRI ke-67. Dalam kesempatan tersebut Ahmad Heryawan yang didampingi Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, mengatakan, kesejahteraan guru harus

diperhatikan dan ditingkatkan, karena guru adalah sosok utama dalam memajukan pendidikan yang merupakan unsur penting dalam kemajuan negara. “Guru itu manusia paling berjasa, tak ada seorangpun yang cerdas, yang pandai jika bukan karena guru. Peran guru dalam berkehidupan dan berbangsa juga amat besar,” ujar Heryawan yang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 maju kembali sebagai calon gubernur diusung oleh koalisi PKS, PPP dan Hanura. Sementara itu, Ketua PGRI Giat Suwarno menyebut HUT PGRI ke - 67 merupakan sebuah momentum untuk meningkatkan profesionalisme guru dan menciptakan pendidikan

Iklan MINI

DIJUAL LUKISAN KARYA PELUKIS TERNAMA Judul : “Kereta Kencana” Harga : Rp 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hub. Nur Hamidan 081584965577 DIJUAL UANG KUNO Harga : Rp 2 250 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hub Lingga 021-92739059

OLAHRAGA DIJUAL : JERSEY LADIES ARSENAL ( Size S masih baru ) Lokasi : Jawa Barat - Cimahi Harga : Rp 140 000 Hubungi : 089657634819 Handy Hermawan DIJUAL : SEPEDA WIM CYCLE FISHBONE ( type Fishbone ukuran 20 inch) Harga : Rp 900 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hubungi : Bernard Renaldi 08158036466 DIJUAL : AIR CLIMBER Alat Fitness Praktis Harga: Rp 650 000 Lokasi: Jawa Barat - Bogor Hubungi : Babe Shop HP. 081585828666

APARTEMEN DISEWAKAN APARTEMEN setiabudhi , Ukuran: 48 m² Harga sewa: Rp 6 juta perbln Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hub. : Christopher 081910006100 DISEWAKAN APARTMENT GRAND Setiabudi Bandung Harga : Rp. 50 Juta / Tahun Lokasi: Jl. Setiabudi 130-134 Bandung - Jawa Barat Hubungi: Rizal (08121471598) Dijual : Rumah + kontrakan diBakom Harga : Rp 370 000 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

RUKO

RUKO PINGGIR JALAN di Jl.Raya Tajur Harga : Rp 1 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi :081806341259 KAVLING KOMERSIAL SENTUL ukuran 180000 m² Harga : Rp 2 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 081387742916

RUMAH

yang bermutu. Menurut Suwarno setiap guru, dosen, dan pengajar harus senantiasa berusaha meningkatkan profesionalisme sehingga terwujud pendidikan yang berkualitas di seluruh Indonesia. Menyinggung soal sekolah inklusi, Gubernur Heryawan mengatakan sedikitnya di Jawa Barat, kini telah terdapat 300 sekolah inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Heryawan pun menargetkan, pada 2013, provinsi Jawa Barat akan menambah jumlah sekolah inklusi menjadi dua kali lipat. Sebab, lanjutnya, negara harus memberikan penghargaan bagi 1 persen anak yang mengalami kecacatan, untuk berhak memperoleh

pendidikan. “Baik itu tunadaksa, tunarungu, tunawicara, dan tunanetra, mereka tidak ingin cacat dalam tubuhnya. Satu persen terkena kecacatan, kita harus berikan hak pendidikan. Dari 300 sekolah, kami akan tingkatkan jadi 600 sekolah,” tuturnya. Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mendorong para guru di sekolah inklusi untuk mendidik para siswa dengan berkebutuhan khusus agar mampu meningkatkan potensinya. “Pendidikan untuk semua golongan, jangan membedabedakan. Baik untuk anak berkebutuhan khusus, samakan mereka seperti anak normal, harus dikembangkan potensinya, minat dan bakatnya,” imbuh Nur Mahmudi. Q HRS

Iklan Baris - LOWONGAN KERJA - PELUANG USAHA - PROPERTY - KEHILANGAN - OTOMOTIF - ELEKTRONIK -

--- MINI Iklannya BESAR manfaatnya --HOBI

angan persnya, Rabu (19/12). Kasus terbaru dugaan flu burung adalah seorang bocah laki-laki berinisial IT (4) yang merupakan warga Kampung Nagreg, Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Dikatakan Nafsiah, Kementerian

Kesehatan bersama Kementerian Pertanian sudah mengirimkan instruksi ke petugas di semua daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terkait berkembangnya lagi penyakit mematikan itu. “Seluruh petugas kesehatan terutama survailance disiagakan sehingga begitu terjadi langsung dilaporkan,” kata Menkes. Menkes juga mengimbau agar masyarakat jangan panik kalau melihat unggas seperti burung, ayam, bebek, mati pada saat bersamaan dan jangan dipegang. Anak-anak dan orang tua, katanya, sebaiknya menjauhi unggas yang mati agar menghindari infeksi. “Kalau sudah terlanjur ada yang pegang dan mengalami demam, batuk flu maka segera memberitahu petugas kesehatan dan itu dirujuk ke rumah sakit yang dilatih untuk melakukan pengobatan,” katanya. Mengenai korban tewas terakhir atau yang kesembilan orang, kata Nafsiah, korban tidak dapat diselamatkan karena pasien pindah-pindah dari dokter ke satu dokter. “Dokter tidak diberitahu kalau korban sebelumnya memegang bangkai unggas,” kata eks aktivis perempuan dan kesehatan itu. Nafsiah mengatakan, selama 2012 sudah ada sembilan orang meninggal akibat flu burung dan mereka beragam usianya. “Kita betul harus waspada jangan sampai meluas,” katanya. Dari hasil pemantauan Kemenkes, tambah Nafsiah, wilayah penyebaran H5N1 terbanyak di Pulau Jawa. Angka kematian itik akibat virus itu mencapai 320.000 ekor di Jawa. Kematian unggas secara masif itu terjadi dalam hitungan hari. Q CPS

0251 - 8653016/08568505170 KEHILANGAN

HANDPHONE

DIJUAL :RUMAH + KONTRAKAN di Bakom Harga : Rp 2 700 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 DIJUAL : RUMAH Harga : Rp 150 000 000 Lokasi : Jl.raya Jampang Kalisuren,bogor Hubungi: 087870256116 DIJUAL : RUMAH + KONTRAKAN 12 pintu Harga : Rp 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 DIJUAL RUMAH nyaman dan sejuk Harga: Rp 875 000 000 Kamar Tidur: 5 Ukuran: 180 m² Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi Silva/ bu Hany CP: 085624331105 / 0856208007

JASA

KOMPUTER METRO CELL Jual Beli HP Baru & Second Segala Macam Merk. “Harga Menarik” Plaza Jambu 2 Lantai 1 Bogor Hubungi: 081310361202 (Anang) DIJUAL : N8 SECOND mulus Harga : Rp 1 800 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0877 5401 9962 DIJUAL : HTC DOPOD D810 Harga : Rp 650 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081947428629

A.O.S RECORD Rekaman terjangkau demo,Mixing,mastering,etc lokasi : Jawa barat - Bogor komp badak putih 1 no.31 kotabatu, ciapus bogor hubungi : 085692628092

DIJUAL :BLACKBERRY dua nomer tour 9630 Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:YUDI : 02199683702

SPESIALIST SERVICE LAPTOP&PC Alamat : Bogor - Jawa Barat Telp : 0815 1753 8858

BENGKEL LAS LISTRIK WIDA SARI Jl Raya Narogong Km. 21.5 RT. 01/08 Rawa Hingkik Lokasi :Cileungsi - Bogor (Depan Perum. Cileungsi Hijau) Hubungi Oma Sualiaman 08129342380/081932976548 (021) 82497139

KHATULISTIWA CATERING SERVICE Alamat: Jawa Barat - Bogor Hubungi : 08561431845 SEWA PERALATAN/ PERLENGKAPAN CATERING/ KATERING Lokasi Jawa Barat - Bogor Telp. 081389392450 / 087872242744 YULIA SALON Melayani : Creambath, gunting rambut ,Make up,keriting dll Dan menerima Tata Rias pengantin Discount harga 20 % Buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore, Lokasi jl. By pass Jenun Arjawinangun Telp. 081 320 009 411

AUDIO DIJUAL POLKAUDIO TSI 100 Spesifikasi Produk: Speaker type Bookshelf Lokasi: Jawa Barat - Bogor Harga: Rp 2 500 000 Hubungi : Mulyana - 022-61420730

BENGKEL

BENGKEL LAS DOMA PUTRA canopy,pintu,pagar,relling, balkon, tangga putar,harmonika,teralis minimalis, rotern,cor bahan galfanis Lokasi : Jawa Barat - Bandung Hubungi : 085852424198 BENGKEL KERJASAMA BERSAMA Cuci Stream Motor Sudah Berjalan 3 Tahun lokasi strategis di Jalan Utama Pantura utara dekat dengan kota Jl. Sunan Gunung jati Cirebon Hubungi : 08127137003/0231224801

KESEHATAN AHLI GIGI MULIA Melayani, Menerima Pesanan dan Panggilan ( Pasang Gigi, Pasang Behel / Kawat Gigi,Jaket Gigi,Tambah Gigi, Dll) Jl.Baru No.474 Seberang SMA PGRI 3 Bogor Telp : 085854585539/081283016660 (Rofan)

AMALLIA

DIJUAL : KOMPUTER AMD DualCore 2,2ghz Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0889 1503959 DIJUAL : LAPTOP DELL D600 Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 085691582049

AYOO..... PASANG IKLAN DI

BARANG ANTIK

AMALLIA : 08568505170

DIJUAL USB VACUUM CLEANER Bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. Harga: Rp 161 000 , Hub: Prayogo 087869772469

MOBIL DIJUAL : TOYOTA VIOS Type G M/T Hitam Harga : Rp 140 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hub. 0811-1104-22 / 0817-984-5828

Telah Beredar Album Terbaru Tarling Dangdut

DIJUAL : PEUGEOT 505 GR PAUS TH 86 Classic Retro 1986 Harga : : Rp 28 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 02519387247

“ Candra Lelana Bangkit “

DIJUAL

DIJUAL KAWASAKI BINTER MERSI LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872038009 DIJUAL VESPA SERADA THN 89 F KOTA MULUS WARNA MERAH LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872038009

Di Jual : Kepala Rusa Tanduk Build Up Kepala Utuh Afrika Besar antik Harga : Rp.5.000.000,Lokasi : Bogor - Jawa Barat Hubungi : 087872038009 Di Jual : Lukisan Dari bulu Burung dan Cek Darah Objek Naga dan Burung Home Ukuran : 220 Cm x 180 Cm Bingkai Jati Tua Lama Harga : Rp.15.000.000,Hub : 085776000089

DIJUAL : KOMPUTER CORE I3 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:083819530285/ 085776594078

Dengan lagu-lagu hitsnya Iyeng Permata-Maman S Diproduksi oleh CV Alan Jaya Record Untuk dapatkan kaset dan cd nya Hubungi Di Alamat : Jl by pas Arjawinangun - Cirebon Kontak Person: 085314567948

TELAH HILANG SEBUAH DOMPET BERISI STNK MOTOR SUZUKI WARNA BIRU NOPOL E 6864 TN ATAS NAMA TARMIN KTP AN. CARIYAN ALAMAT DESA GELARMENDALA RT/RW 003/002 DUUN GUALANDAK KECAMATAN BALONGAN INDRAMAYU HUBUNGI 081313884110

LOWONGAN KERJA

JAWA BARAT DALAM GENGGAMAN ANDA

PANGGILAN Dengan ini memanggil kepada : 1. Sdr. INDRA GUNAWAN (eks Perwakilan Bandung) 2. Sdr. MAMAN SUHARMAN (eks Perwakilan Cirebon) 3. Sdr. SUDIRMAN (eks Perwakilan Indramayu) 4. Sdr. JOKO WARIHNYO (eks Perwakilan Depok) 5. Sdr. ENDANG YUSUF (Eks Perwakilan Purwakarta) Untuk hadir ke kantor HU. LINGKAR JABAR, Griya Indah Bogor Blok.R No.8, Jl. Soleh Iskandar, Kota Bogor Telp. (0251) 8653016 - 8664342 atau Konfirmasi langsung ke 081210781404, 087870707004, 087880036777, untuk menyelesaikan kewajiban saudara dengan pihak manajemen kantor. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. Pemimpin Redaksi, COKY PASARIBU

DIBUTUHKAN KOKI CATERING Dicari secepatnya 2 orang wanita Usia maksimal 35-45th. Untuk Bantu2 Memasak Catering di Kaltim (Malinau) Gaji pertama 1juta Mess dan Makan disediakan. Lokasi : Jawa Barat - Bandung Berminat segera Hub Bp. Indra : 085624836368 DIBUTUHKAN TELEMARKETING PT. BANK PERMATA Kualifikasi: 1.Pria/wanita 2.Pendidikan minimal SMA/Sederajat 3.Fresh graduate 4.Berpengalaman lebih di utamakan 4.Umur max 40 th 5.Menyukai bidang marketing 6.Berpenampilan menarik,rapih 7.Komunikatif dan persuasif Hub : 087770146888


LINGKARJABAR