Page 1

CAKRAWALA DARI KITA, OLEH KITA, & UNTUK KITA SPECIAL EDITION : INDONESIA INDEPENDENCE DAY SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS

CLEARING A PATH TOWARD HEALTHY FUTURE OTHER ISSUES :

AGUSTUS 2013


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

KATA PENGANTAR Sepatah Kata dari Tim Penulis Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barkatuhu Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan puja syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan izin-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan Buletin Cakrawala edisi ke-2 ini. Setelah sekian lama berusaha dan berjuang untuk menyelesaikan buletin edisi ke 2 ini, (majas : Hiperbola), melewati jurang yang dalam, lautan nanluas dan tebing yang terjal (ini mau nulis apa ekspedisi yaa ??), menerjang ombak nanderas, melawan arus yang kian kuat, meskipun harus jatuh-bangun berulang-kali (berasa lagu aja ya ??) akhirnya kami dapat menyelesaikan Buletin ini  Di Buletin edisi kali ini (jeng-jeng-jeng), kami membahas mengenai beberapa isu kesehatan di skala Internasional, Yakni Millenium Development Goals (MDGs), Sustainable Development Goals (SDGs) dan tidak ketinggalan, Climate Change. Semoga buletin ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, kapanpun, dimanapun, dan sampai kapanpun juga. Kami dari tim penulis, memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada penggunaan kata yang salah dalam penulisan buletin ini, Kritik dan Saran pembaca sangat kami nantikan 

SALAM KASTRAT ! SALAM KONTRIBUSI !

HIDUP MAHASISWA !! Best Regards Tim Penulis

Pengurus Harian Wilayah 1 Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Bidang Kajian Strategis (Kastrat)


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

CLEARING A PATH TOWARD HEALTHY FUTURE Salam MDGs !!! Apa itu MDGs ? Gimana Asal-usul MDGs ? Yuk kita kenalan dulu !! Pada tahun 2000 silam, PBB mengadakan pertemuan internasional dengan semua anggotanya untuk membahas peran PBB pada abad ke 21, pertemuan ini diberi nama Millenium Summit. Pada pertemuan ini, setidaknya 189 negara anggota PBB dan 23 Organisasi Internasional menandatangani suatu kesepakatan yang bernama United Nation Millenium Declaration (UNMD). UNMD ini berisikan kesepakatan seluruh anggota PBB untuk meningkatkan taraf hidup seluruh negara berkembang— khususnya yang termasuk golongan paling tidak mampu-- di dunia pada akhir tahun 2015. Untuk menindaklanjuti tujuan tersebut, maka dibentuklah target-target pencapaian yang dikumpulkan menjadi satu dalam Millenium Development Goals (MDGs). Millenium Summit  United Nation Millenium Declaration  Millenium Development Goals  Upgrading World Health Quality Beberapa poin utama yang dibicarakan dan ditargetkan akan tercapai semuanya bersangkutan dengan peningkatan mutu dan kualitas hidup masyarakat dunia. Ada 8 poin yang menjadi Target Outline yang menjadi indikator tercapainya MDGs pada tahun 2015 ini. Apa saja ?? ini dia !! Tujuan Utama Millenium Development Goals--2015 1). Eradikasi kemiskinan dan kelaparan 2) Mencapai pendidikan dasar untuk semua 3) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan 4) Menurunkan angka kematian anak 5) Meningkatkan kualitas kesehatan ibu


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

6) Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya 7) Memastikan tercapainya kelestarian lingkungan hidup 8) Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Tujuan utama dari Millenium Development Goals ini adalah untuk mencari, berusaha, dan mengusahakan jalan keluar dari 8 aspek utama yang terlah disebutkan sebelumnya. Pendekatan, strategi dan koordinasi dari semua pihak sangat diperlukan untuk melewati rintangan yang ada untuk mencapai peningkatan kualitas hidup dunia. Untuk mencapai hasil yang maksimal, World Health Organization (WHO) sebagai Organisasi dunia dibawah PBB telah membuat beberapa rancangan target yang akan dijadikan acuan keberhasilan dari setiap poin MDGs ini. Mau tau apa aja isi targetnya ? Simak tabel berikut ini !


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Goals 1 : Eradikasi Kelaparan dan Kemiskinan Menurunkan angka kemiskinan menjadi setengahnya (1990), pada tahun

Target 1 A

2015; ( populasi dengan pendapatan dibawah $1.25 / hari)

Proporsi populasi dibawah garis kemiskinan nasional (1%) Mencapai jumlah tenaga kerja yang tinggi dan mengurangi angka

Target 1 B

pengangguran Menurunkan angka kelaparan menjadi setengahnya (2000) pada tahun 2015

Target 1 C

Goal 2 : Mencapai pendidikan dasar untuk semua Memastikan bahwa pada tahun 2015 semua anak, laki-laki maupun

Target 2 A

perempuan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan primer Goal 3 : Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Target 3 A

Mengeliminasi disparitas gender pada program edukasi primer dan sekunder secara bertahap pada tahun 2005, dan pada semua tingkat pada 2015 Goal 4 : Menurunkan angka kematian anak

Target 4 A

Menurunkan angka kematian anak dibawah 5 tahun sebanyak 2/3 total antara kurun waktu 1990-2015 Goal 5 : Meningkatkan kualitas kesehatan ibu

Target 5 A

Menurunkan angka kematian ibu sebanyak 1/3 total kematian antara tahun 1990-2015

Target 5 B

Mencapai akses universal kesehatan reproduksi pada tahun 2015

Goal 6 : Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya Target 6 A

Menghentikan penyebaran HIV dan merevitalisasi penderita HIV

Target 6 B

Mencapai akses universal untuk pengobatan HIV bagi yang membutuhkan

Target 6 C

Menghentikan Penyebaran dan mulai mengobati Malaria dan penyakit umum lainnya Goal 7 : Memastikan kelestarian lingkungan hidup

Target 7 A

Mengintegrasikan dasar-dasar fundamental daripada program pengembangan yang berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negara internasional dan mengembalikan sumber daya alam yang hilang

Target 7 B

Mengurangi kerusakan biodiversitas pada tahun 2015, dan mencapai


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

pengurangan yang signifikan pada 2010 Target 7 C

Menurunkan jumlah populasi yang tidak dapat mengakses kebutuhan air bersih dan sanitasi dasar menjadi 1/2 nya pada kurun waktu 1990-2015

Goal 8 : Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan Target 8 A

Mengembangkan sistem perdagangan dan finansial yang terbuka, rule-based, predictable, dan tidak non-diskriminatif

Target 8 B

Mengatasi kebutuhan khusus dari negara-negara dengan perkembangan terkecil (Least Developed Country/LDC)

Target 8 C

Mengatasi kebutuhan khusus negara-negara berkembang yang terkurung daratan (tidak memiliki daerah kelautan) dan negara kepulauan kecil

Target 8 D

Komprehensif dengan masalah hutang negara-negara berkembang melalui upaya nasional maupun internasional agar pengelolaan hutang yang berkesinambungan dalam jangka panjang dapat dilaksanakan

Target 8 E

Bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk memenuhi akses obat-obatan esensial yang mudah diperoleh untuk negara berkembang

Target 8 F

Bekerjasama dengan sektor-sektor privat dalam mengadakan dan menciptakan kemajuan teknologi terutama dalam bidang informasi dan komunikasi


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Millenium Development Goals Current Progress 1. Eradikasi kemiskinan dan kelaparan

Our World Today.. Di skala Global, terdapat beberapa bukti nyata peningkatan status gizi anak-anak di beberapa

negara

dengan

kondisi

yang

cukup

mengkhawatirkan.

Secara

keseluruhan, persentase dari anak yang mengalami underweight diperkirakan telah menurun dari yang sebelumnya sebanyak 25% pada tahun 1990, menjadi 16% pada tahun 2011. Anak-anak yang mengalami malnutrisi ataupun gizi buruk juga telah tampak mengalami penurunan, dari yang sebelumnya sebanyak 40% dari total anak di dunia, menjadi 26% pada periode yang sama (1990-2011). Di Asia sendiri, jumlah anak yang mengalami malnutrisi sendiri sudah mengalami penurunan yang signifikan, diperkirakan telah terjadi penurunan sebesar 50% dari total anak di Asia dalam kurun waktu 1990 (189 juta anak) menjadi 96 juta pada tahun 2011.

Akan tetapi, keadaan di Asia ternyata tidak begitu sejalan dengan keadaan mereka yang berada di Afrika. Jumlah anak yang mengalami malnutrisi di Afrika diperkirakan terus bertambah, dari yang sebelumnya sebanyak 46 juta jiwa pada tahun 1990, menjadi 56 juta jiwa. Walaupun demikian, sekitar 101 juta anak dibawah 5 tahun masih megalami underweight pada tahun 2011.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

WHO activities WHO terus menggencarkan program-programnya untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan anak dengan status gizi buruk menjadi gizi baik. Berikut ini beberapa program yang digencarkan WHO untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak di dunia.

FACT What’s WHO doing right now ???

dalam bayang-bayang

1. Meningkatkan kapasitas penilaian standar gizi dengan menggunakan standard Growth Assessment Tools

kemiskinan dalam kurun waktu tahun 1990-2010 

2. Membantu perencanaan dan pelaksanaan survey nutrisi dalam skala internasional

5. Menjamin bahwa nutrisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan untuk penderita Re-emerging Disease, HIV & TB

“jurang” kemiskinan dunia, sebanyak 67 juta orang kehilangan pekerjaan 

1 dari 8 orang masih harus pergi tidur dalam keadaan perut kosong, walaupun telah terjadi penurunan yang signifikan

Secara global. 1 dari 6 orang anak dibawah 5 tahun masih mengalami underweight, 1 dari 4

6. Mengembangkan rencana dan kebijakan nutrisi nasional negara 7. Memperkuat aksi-aksi yang berhubungan dengan peningkatan mutu dan kualitas nutrisi

Krisis ekonomi dan finansial internasional telah membuka

3. mendukung analisis dan interpretasi dari hasil survey nutrisi 4. Membantu peningkatkan mutu sistem pengawasan nutrisi

Sekitar 700 juta orang hidup

diantaranya mengalami malnutrisi 

Diperkirakan, sekitar 7% anak berumur dibawah 5 tahun megalami overweight, ¼ dari anak-anak ini berada di subsahara Afrika.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua

Peserta yang mengikuti program pendidikan dasar di negara-negara berkembang sudah mencapai 90% pada tahun 2010, (mengalami kenaikan dari yang sebelumnya hanya 82% pada tahun 1999) >>> lebih banyak anak-anak yang dapat mengikuti pendidikan sekolah dasar

Jumlah anak-anak yang putus sekolah turun menjadi 3 juta anak pada tahun 2011

Pada tahun 2011, sebanyak 57 juta anak-anak yang mengikuti program Sekolah Dasar telah lulus ď Š

Kesenjangan gender dalam bidang baca-tulis telah menurun. Secara global tercatat ada 95 perempuan melek huruf untuk setiap 100 laki-laki pada tahun 2010, meningkat dari yang tadinya hanya 90 perempuan per 100 laki-laki pada 1990

Secara Global, 123 juta pemuda ( umur antara 15-24 tahun) tidak memiliki kemmapuan baca-tulis. 61 % diantaranya adalah perempuan


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

3. Mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

Secara Keseluruhan, seluruh negara di dnia telah mencapai kesetaraan pada pendidikan dasar (edukasi primer) antara laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, baru 2 dari 130 negara yang dapat melaksanakan kesetaraan gender pada semua level edukasi

Kekerasan terhadap perempuan masih kerap terjadi

Di mayoritas negara, kesetaraan gender makin sulit untuk diiplementasikan, menyebabkan diskriminasi terhadap perempuan terus terjadi, baik dalam bidang edukasi, pekerjaan & aset ekonomi, serta partisipasi dalam pemerintahan. Contohnya, lebih banyak lapangan kerja yang mengutamakan pegawai laki-laki, dan kurang/tidak menerima perempuan sebagai pegawai.

Kemiskinan merupakan masalah utama, disusul oleh kurangnya edukasi pada perempuan, khususnya perempuan berusia lanjut Secara global, 40 per 100 pekerja penerima upah di sektor nonagrikultural ditempati oleh perempuan pada tahun 2011 (hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak tahun 1990)


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

4. Menurunkan Angka Kematian Anak

Jumlah kematian anak dibawah 5 tahun di dunia menurun dari yang sebelumnya 12.4 juta jiwa di tahun 1990 menjadi 6.9 juta jiwa pada tahun 2011. Hal ini juga berpengaruh pada turunnya jumlah kematian anak sebanyak 14.000 jiwa setiap harinya

Anak-anak yang lahir dari orang tua yang tidak mampu, memiliki kemungkinan 2 x lebih besar dari anak-anak yang lahir dengan orang tua yang mampu dalam hal kemungkinan kematian dini sebelum 5 tahun.

Anak-anak yang lahir dari orang tua berpendidikan (walaupun hanya pendidikan dasar) memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir dengan orang tua tidak berpendidikan

Walaupun pertumbuhan populasi bertambah kian cepat, jumlah anak-anak dibawah 5 tahun yang meninggal dunia menurun dari yang sebelumnya 12,4 juta jiwa pada tahun 1990 menjadi 6,9 juta jiwa pada tahun 2011 ďƒ 14,000 anak terselamatkan tiap harinya

Jumlah kematian anak dibawah 5 tahun secara keseluruhan mengalami penurunan, akan tetapi, proporsi kematian pada 1 bulan kelahiran mengalami peningkatan

Sejak tahun 2000, vaksin campak telah berhasil mencegah 10 juta kematian


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

5. Meningkatkan kualitas kesehatan ibu

Angka Kematian Ibu hampir mendekati angka penurunan sebesar 50% sejak tahun 1990. Angka Kematian Ibu pada tahun 2010 adalah sebesar 287.000 kematian, menurun 47 % dari tahun 1990.

± 50 juta bayi dilahirkan tanpa bantuan medis yang memenuhi standar

Hanya 50% perempuan di negara berkembang yang mendapat perawatan yang berkulatias

Kesenjangan antara daerah pedalaman-perkotaan dalam hal penanganan medis Kesehatan Ibu dan Anak mengalami penurunan

Di Asia Timur, Afrika Utara, dan Asia Selatan, Angka Kematian Ibu telah menurun 67%

Lebih Sedikit Remaja perempuan di negara berkembang yang memiliki anak

Kebutuhan untuk melakukan rencana keluarga masa depan, perlahan-lahan meingkat

81 % perempuan telah menerima perawatan antenatal, dari yang sebelumnya sebesar 63% pada tahun 2011

Angka Kematian Ibu di Negara Berkembang masih 15 x lebih banyak dari negara maju


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

6. Memerangi HIV/AIDS, malaria & penyakit menular lainnya

More people than ever are living with HIV due to fewer AIDS-related deaths and the continued large number of new infections with 2.5 million people are newly infected each year.

Jumlah Infeksi virus HIV terus berkurang di semua daerah

Pada akhir 2011. 11 negara telah mencapai akses universal untuk terapi antiretroviral

2,5 juta orang terinfeksi HIV tiap tahunnya

Negara dengan kontrol malaria yang tinggi, memiliki rata-rata kematian malaria pada anak-anak lebih rendah (<20%) Lebih banyak anak yatimpiatu yang menerima pendidikan di sekolah, untuk mengurangi dampak penyebaran AIDS

Pengetahuan komprehensif mengenai transmisi HIV masih tetap rendah di kalangan remaja.

20 juta pasien TBC terselamatkan, dalam rentan waktu antara 1995-2011.

Dalam 1 dekade terakhir (terhitung sejak tahun 2000) 1,1 kematian akibat malaria dapat dicegah

Pada akhir 2011, 8 juta orang menerima terapi antiretroviral untuk HIV.

Walaupun target tersebut tidak tercapai, Akses pelayanan bagi mereka yang terinfeksi HIV mengalami peningkatan di semua daerah pada tahun 2011

Insiden infeksi malaria berkurang sebesar 17% sejak tahun 2000, dan kematian akibat malaria menurun sebesar 25%.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

7. Melestarikan lingkungan hidup

Lebih dari 2 juta orang dapat mengakses pelayanan air minum yang memadai (1990-2010) Meskipun telah terjadi banyak peningkatan, 2,5 juta orang di negara berkembang masih kekurangan fasilitas sanitasi

Deforestasi masih dalam tingkat yang tinggi

Lebih dari 240.000 orang/hari mendapatkan fasilitas sanitasi yang memadai (1990-2011)

Amerika selatan dan Afrika memiliki angka deforestasi yang tertinggi antara tahun 2000-2010

Sampai tahun 2010, area yang terlindungi telah mencapai 12,7 % dari total daratan, tetapi hanya 1,6 % dari total perairan dunia Proporsi penduduk yang dapat menggunakan sumber air yang memadai meingkat dari 76% (1990) ď&#x192; 89% (2010)

Pemukiman kumuh di negara berkembang telah menurun dari yang sebelumnya 39 % (2000) ď&#x192; 33% (2012). Lebih dari 200 Juta orang telah mendapatkan akses sanitasi dan air bersih yang memadai, dan tempat tinggal yang layak, melampaui target MDGs

Emisi Global gas CO2 telah meningkat lebih dari 46% sejak tahun 1990

Pada tahun 2011, 768 juta orang tidak dapat menikmati sumber air yang memadai.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Pelanggan Telepon Seluler telah mencapai 6 juta orang (2011) Ketersediaan dan keterjangkauan untuk obat-obatan esensial meningkat di negara-negara berkembang Untuk yang pertama kalinya dalam 1 dekade terahir, pada tahun 2000, bantuan untuk negara berkembang yang tidak memiliki wilayah perairan berkurang, sedangkan bantuan untuk negara kepulauan kecil bertambah.

Bahan-bahan pembuatan obat-obatan mengalami peningkatan, walaupun dunia sedang dilanda krisis global

Bea Cukai yang dikenakan kepada produk negara berkembang oleh Negara Maju sejak tahun 2004 tetap pada posisi yang tinggi & tidak ada perubahan yang signifikan, kecuali produk agrikultur

74% penduduk di negara maju merupakan pengguna internet, dan 26 % penduduk negara berkembang


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Sudah baca penjelasan tentang Millenium Development Goals (MDGs) di halamanhalaman sebelumnya kan ?? Naah, MDGs ini sendiri akan selesai pada tahun 2015 mendatang, masih lama ? yaa, kurang lebih 2 tahun lagi.. (lama itu relatif, makanan yang disimpan di lemari es seminggu bisa aja kita bilang “masih baru kok” , tapi makanan yang ada di luar lemari es (apalagi yang udah jamuran hehe) walaupun cuman 3 hari, bisa aja kita bilang sudah lama) lanjut-lanjut, kembali ke laptop !! #salahfokus Lanjut lagi yuk ! Untuk menindaklanjuti Millenium Development Goals yang hampir genap berumur 15 tahun ini, PBB beserta semua elemen dunia membentuk program lanjutan untuk memastikan peningkatan taraf kesehatan dan kualitas hidup masyarakat dunia tidak berhenti disini, tapi bisa terus berkesinambungan, Maka dari itu dibentuklah Post-MDGs programme / Sustainable Development Goals 2000 – 2015

2015 - ...

MDGs

SDGs

Rio+20 Conference “The Future We Want”

Mungkin sudah ada yang pernah membaca atau mendengar Rio+20 Convention yang digelar oleh PBB di Rio de Janeiro pada bulan juni 2012, untuk yang belum pernah dan mau tahu apa sih itu Rio+20 Convention, Yuk kita kenalan dulu !!  “Rio+20” merupakan singkatan dari United Nation Conference on Sustainable Development, sebagai follow-up setelah 20 tahun “Earth Summit” di Rio (1992). Di Rio+20 Conference ini, seluruh pemimpin dunia, mulai dari Non-Government Organization (NGO) a.k.a Organisasi Masyrakat (Ormas), sampai Organisasiorganisasi internasional seperti WHO dan lain-lain, dipersatukan dengan satu tujuan,


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

untuk mewujudkan dunia tanpa kemiskinan, dunia dengan kesetaraan dan empati yang tinggi, dan mewujudkan proteksi keindahan alam di dalam sebuah planet yang semakin padat. Diskusi ini fokus pada 2 isu utama, yaitu, bagaimana cara membangun â&#x20AC;&#x153;Green Economyâ&#x20AC;?

untuk

mencapai

perkembangan

yang

berkesinambungan

dan

mengangkat masyarakat dunia keluar dari kemiskinan; serta bagaimana cara untuk meningkatan

koordinasi

dunia

dalam

mewujudkan

Perkembangan

yang

berkesinambungan (Sustainable Development) Di Rio+20 Conference ini pula, 513 juta dollar di anggarkan untuk membangun masa depan yang berkesinambungan menuju kesempurnaan, menuju masa depan yang kita inginkan.

Why is Rio+20 important ? Kehidupan kita di dunia ini bukan hanya mengenai generasi kita semata, tapi bagaimana kita mewariskan dunia ini untuk anak-cucu kita di masa mendatang, baik-buruk nya dunia ini, bergantung pada pilihan dan action kita saat ini. Karena itu, Kemiskinan yang meraba setiap sisi dunia, dan pengerusakan alam harus di hentikan...

SEKARANG !!!

"Rio+20 has given us a solid platform to build on. And it has given us the tools to build with. The work starts now" â&#x20AC;&#x201C; UN Secretary-General Ban Ki-moon


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Dunia sekarang memiliki 7 milyar penduduk—9 milyar penduduk pada 2050

1 dari 5 orand di dunia – 1.4 milyar—hidup dengan pendapatan kurang dari $1,25/ hari

1,5 Milyar penduduk dunia tidak memiliki akses listrik

± 1 Milyar penduduk di berbagai belahan dunia kelaparan setiap harinya

2,5 milyar penduduk tidak memiliki sarana sanitasi

Emisi Rumah Kaca terus meningkat, dan lebih dari 1/3 spesies hewan dantumbuhan akan punah jika perubahan iklim tetap dibiarkan terjadi

SO, YOU THINK OUR WORLD IS “FINE” ??? THINK AGAIN !!!


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Sustainable Development Achievement Around The World

Di Cina, Usaha untuk beralih ke strategi pertumbuhan rendah-karbon yang berdasarkan pada perkembangan sumber energi terbarukan, telah menciptakan lapangan pekerjaan, dan pendapatan untuk memastikan pertumbuhan rendah-karbon Di Kenya, inovasi-inovasi dalam mekanisme finansial telah berhasil menstimulasi dan menghasilkan penemuan baru dalam bidang Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui, baik dengan menggunakan energi matahari (solar cell), angin, Air, Biogas, dan Municipal Waste Energy (Energi yang berasal dari sampah), yang dapat dipergunakan sebagai solusi alternatif energi ramah lingkungan, serta dapat meningkatkan pendapatan dan lapangan pekerjaan Di Uganda, transisi menuju sistem agrikultur organik telah berhasil menghasilkan pendapatan yang menjanjikan bagi petani kecil dan memberikan dampak positif pada perkembangan ekonomi, masyrakat dan lingkungan. Brazil mengandalkan projek dengan â&#x20AC;&#x2022;Clean Development Mechanismâ&#x20AC;&#x2013; yang berpusat di Sao Paulo untuk mengubah 2 tempat pembuangan limbah terbesar di kota tersebut menjadi Tempat Pembuangan Akhir yang tertata. Dalam kurun waktu 2004-2011, TPA tersebut telah berhasil mencegah 352.000 ton gas metane ke atmosfer, yang merupakan produk samping dari 1 juta megawat listrik. Kanada telah berhasil menghasilkan dan mempromosikan ribuan macam produk yang ramah lingkungan Di Nepal, Komunitas Pelestasi Hutan berhasil mengembalikan pertumbuhan positif hutan-hutan di nepal, yang tadinya mengalami deforestasi yang tinggi pada 1990-an Perancis telah berhasil menghasilan Âą90.000 lapangan pekerjaan di sektor hijau dalam kurun waktu 2006-2008, mayoritas dalam bidang konservasi energi dan pengembangan energi terbarukan.

JIKA NEGARA-NEGARA LAIN BISA KENAPA TIDAK ??


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

INDONESIA & SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALSâ&#x20AC;&#x201D;POST 2015 Dalam upaya untuk menciptakan dunia yang sehat dan sejahtera, maka dibentuklah Sustainable Development Goals ini, dan pada saat ini juga, Indonesia menduduki posisi penting di kancah internasional dalam usaha keberhasilan SDGs ini. Presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono telah dipercaya oleh dunia untuk menjadi Chairman dalam 4th High Level Panel Meeting on Post-2015 MDGs, bersama dengan Perdana Menteri Inggris dan Presiden Liberia. Dalam hal ini, Indonesia memiliki peran sentral yang sangat penting bagi tercapainya target-target SDGs. Posisi strategis ini dimandatkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada pertengahan tahun 2011 silam. Dalam Panel Meeting juga telah disepakati beberapa fokus utama global dalam menindaklanjuti MDGs, diantaranya adalah : 1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi 2. Mengembangkan inklusi sosial 3. Melestarikan Lingkungan


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

How can I Participate or Contribute?

Dunia membutuhkan lebih dari sekedar kata-kata untuk mencapai sustainable development menuju masa depan yang lebih baik, dunia membutuhkan lebih dari teori untuk meretas kekurangan yang terjadi sekarang. Dunia membutuhkan

? Ya

Dunia membutuhkan

? Benar

Dunia Membutuhkan Aksi Nyata ? Bisa Jadi !!

Tapi, apa yang dapat menjadikan semua itu kenyataan ?

KITA Apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan semua yang terbaik untuk masa depan ? Berikut ini langkah yang bisa kita lakukan ď &#x160;

Mungkin selama ini, banyak dari kita yang menunggu â&#x20AC;&#x153;perintahâ&#x20AC;? dalam melakukan sesuatu, tidak bergerak sebelum ada komando dari orang lain. Mulailah menjadi trigger untuk orang lain melakukan sesuatu, dan berhentilah menunggu perintah untuk setiap hal yang kita lakukan. Perubahan tidak akan datang kepada mereka yang menunggu, tapi pada mereka yang berani mengambil tindakan. ď &#x160;


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Tidak ada yang namanya â&#x20AC;&#x153;hal yang tidak bergunaâ&#x20AC;?, tidak ada ilmu yang kadaluarsa, dan tidak ada tindakan yang tidak berarti (sekecil apapun itu). Semua

tindakan

kita

pasti

akan

dikembalikan

berupa

feedback,

positif/negatif ? itu bergantung dengan apa yang kita lakukan dan usahakan. Jika kita masih berpikiran â&#x20AC;&#x153;ahh, kalau cuman ada saya, buat apa ? toh, saya hanya 1 manusia kecil yang tidak akan bisa mengubah suatu apapunâ&#x20AC;?,, Buang jauh-jauh paradigma tersebut ! Coba renungkan, jika 1 tim dokter yang akan melakukan operasi, dan kemudian, ada salah satu dokter yang berpikiran seperti itu, sehingga membuat tidak hadir saat akan dilakukan operasi, apa yang akan terjadi ??

Bumi ini bukan milik saya, bukan milik anda, tapi dunia adalah milik KITA semua. Mari kita jaga, kita rawat, dan kita lestarikan keindahan-keindahan yang ada di bumi kita, mari kita bersihkan noda-noda kekurangan yang ada, mari kita tambal lubang-lubang kemiskinan, kita hapuskan jurang disparitas diantara kita, karena bumi ini adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada kita. Bagaimana caranya ? Marilah mulai merangkul siapapun disekitar kita, tidak perduli darimana latar belakang mereka, suku/budaya mereka. Mari mulai melakukan dari hal-hal yang termudah, contohnya saja, mari biasakan diri membuang sampah pada tempatnya, saling membantu yang membutuhkan, siapa tahu ? mungkin nanti kita mereka di masa depan.

memerlukan bantuan


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

CLIMATE CHANGE Climate Change ?! Isu yang satu ini pastinya sudah sangat akrab kita dengar, keluar-masuk telinga kita. Beberapa tahun belakangan ini bumi kita telah mengalami beberapa gangguan iklim berskala global, yang menyebabkan perubahan iklim yang tidak menentu, global-flooding, Peningkatan suhu, dan bertambahnya penyebaran Airbourne disease, maupun infectious disease. Secara sadar maupun tidak, kita telah berkontribusi dalam terjadinya Climate Change ini, mulai dari emisi karbon dioksida (CO2) yang semakin lama semakin banyak, semakin banyaknya gedunggedung yang menggunakan kaca sehingga menyebabkan soil-overheating yang memicu global warming, hingga kebiasaan kita dalam menggunakan plastik. Nah di regio buletin yang satu ini, penulis akan mecoba membagi informasi mengenai perkembangan Climate Change yang terkini, dampak-dampaknya, dan juga, tidak ketinggalan, Solusi bersama yang dapat kita lakukan.

Penasaran ???

So, Check It Out Guys !!!


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

FACT ABOUT CLIMATE CHANGE  Climate Change mempengaruhi keadaan sosial dan lingkungan dalam ruang lingkup yang berhubungan dengan kesehatan—udara bersih, air minum yang layak, kecukupan pangan, dan tempat tinggal yang nyaman.  Global Warming yang mulai terjadi pada tahun 1970-an telah menyebabkan 140.000 kematian tiap tahunnya sejak tahun 2004. 

Kesehatan merupakan bidang yang mendapat dampak paling besar akibat Climate Change, ±2-4 milyar dollar Amerika terkuras per tahun untuk mengatasi masalah kesehatan akibat Climate Change.

 Penyakit-penyakit yang mematikan (seperti diare, malnutrisi, malaria, dan dengue) sangat sensitif dengan perubahan iklim, dan diperkirakan akan bertambah buruk sejalan dengan terjadinya Climate Change.  Daerah dengan infrastruktur kesehatan yang buruk—khususnya di negara-negara berkembang—akan kesulitan dalam mengatasi dan menangani Climate Change.  Pengurangan emisi “greenhouse gases” dengan perbaikan sistem transportasi, serta pemilihan makanan dan energi yang efisien dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Climate Change Porgresses Selama lebih dari 50 tahun, kegiatan dan aktivitas manusia—terutama penggunaan bahan bakar fosil—telah menghasilkan sejumlah Carbon Dioksida (CO2) yang lebih dari cukup beserta beberapa greenhouse-gases lain untuk “mengurung” sejumlah panas matahari dibawah lapisan atmosfer bumi. 

Dalam 100 tahun terakhir, bumi telah mengalami kenaikan suhu sebesar 0,750 C.

 Dalam 25 tahun terakhir, kenaikan suhu bumi telah melebihi 0,180C per dekade Ketinggian laut meningkat, karang –karang es di antartika mulai mencair dan pola presipitasi telah mulai berubah. Cuaca Ekstrim mulai menjadi makanan kita sehari-hari.

Climate Change Impact on Health Walaupun

Global

Warming

membawa

beberapa

keuntungan—seperti

memperkecil jumlah kematian pada musim dingin dan meningkatkan produktivitas bahan pangan di beberapa daerah— efek secara keseluruhan sangat buruk. Perubahan Iklim telah mempengaruhi keseimbangan sosial dan lingkungan—Ketersediaan air bersih dan kecukupan pangan, kualitas udara dan tempat tinggal yang nyaman.

1. Extreme Heat Udara yang sangat panas mempengaruhi angka kejadian kematian akibat gangguan sistem cardiovaskular dan respiratorik (khususnya pada kelompok berusia lanjut). Contohnya saja, kematian di amerika serikat pada saat terjadi gelombang panas matahari (Heat Wave) pada tahun 2003 yang lalu menyebabkan lebih dari 70.000 kematian.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

Temperatur udara yang ekstreme juga meningkatkan level polutan di udara, dan mempengaruhi

kerja

sistem

meningkatkan

kemungkinan

cardiovaskular penyakit

dan

respiratorik,

Cardiovaskular

dan

sehingga

Respiratorik.

Peningkatan polusi udara di perkotaan menyebaban 1,2 juta kematian tiap tahunnya. Jumlah Pollen dan aeroallergen juga meningkat seiring dengan peningkatan temperatur udara. Hal ini dapat memicu terjadinya Asthma. Peningkatan temperatur yang lebih tinggi diperkirakan dapat meningkatan angka kejadian Astma.

2. Bencana Alam dan Pola Hujan yang tidak menentu Pada skala global, jumlah kejadian bencana alam yang dipengaruhi perubahan cuaca telah meningkat lebih dari 3 kali lipat sejak 1960. Setiap tahunnya, becana alam ini mengakibatkan 60.000 korban jiwa, mayoritas di negara-negara berkembang. Peningkatan level air laut dan insidensi cuaca ekstrim dapat berakibat pada hancurnya rumah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas-fasilitas penting lainnya. Lebih dari setengah populasi dunia hidup dalam jangkauan 60 km dari tepi pantai. Peningkatan variasi pola hujan dapat mempengaruhi persediaan air bersih di beberapa daerah di belahan dunia. Kekurangan persediaan air bersih dapat mengakibatkan penurunan kebersihan dan kualtias sanitasi penduduk dunia, dan meningkatkan risiko terkena penyakit diare ( angka kematian akibat diare telah mencapai 2,2 juta jiwa setiap tahunnya). Pada beberapa kasus serius, kelangkaan air bersih dapat berujung pada kekeringan dan kelaparan. Pada akhir tahun 2090, Climate Change akan menyebabkan perluasan wilayah yang menderita kelaparan dan menggandakan angka penderita kelaparan. Frekuensi dan intensitas banjir dan rob air laut juga mengalami peningkatan. Banjir dapat mengakibatkan kontaminasi persediaan air bersih, meningkatkan prevalensi water-bourne disease, dan menyediakan tempat yang sangat cocok bagi vektor-vektor penyakit, seperti nyamuk.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition Peningkatan temperatur dan variasi curah hujan juga dapat menurunkan produktivitas daripada

bahan-bahan

makanan

pokokâ&#x20AC;&#x201D;terutama

pada

negara-negara

berkembang. Hal ini dapat meningkatkan prevalensi malnutrisi dan insidensi penderita kurang gizi (3,5 juta kematian tiap tahunnya).

3. Pola Infeksi Water-Bourne Disease Perubahan iklim sangat mempengaruhi penyebaran water-bourne disease melalui berbagai vektor, seperti serangga, siput, dan hewan berdarah dingin lainnya. Perubahan iklim memicu bertambah luasnya daerah epidemik dan memperlama musim transisi vektor-vektor yang berhubungan. Contonya, Perubahan iklim diperkirakan dapat memperluas daerah epidemik Schistosomiasis di China melalui vektor siput. Malaria & Demam Berdarah (DBD) Perubahan iklim memberi dampak yang sangat besar pada penyebaran malaria. Dengan bantuan vektor nyamuk anopheles malaria membunuh 1 juta orang setiap tahunnya ( mayoritas anak-anak yang tinggal di daerah afrika). Perubahan iklim juga mempengaruhi penyebaran Dengue Fever (DBD) melalui nyamuk Aedes sp. Penelitian terbaru menemukan bahwa Perubahan iklim mempengaruhi pola perkembangbiakan nyamuk Aedes sp, diperkirakan dapat menyebabkan 3 juta kematian pada tahun 2080.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

WHO Response Banyak politisi-politisi dan individu pemegang posisi strategis di berbagai belahan dunia yang memiliki potensi, kesempatan, dan wewenang untuk mengurangi emisi greenhouse-gas dan memproduksi berbagai macam inovasi baru untuk mengembangkan bidang kesehatan dunia. Contohnya, mempromosikan kelebihan dari penggunaan transportasi umum dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, serta mempropagandakan program aktif-jasmaniâ&#x20AC;&#x201D;seperti bersepeda atau berjalan kaki ke pusat kegiatan/pekerjaanâ&#x20AC;&#x201D;sehingga dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2 ) dan meningkatkan kualitas kesehatan

Pada tahun 2009, World Health Assembly dibawah WHO, telah mencanangkan prgram kerja untuk menanggapi perubahan iklim dan usaha meningkatan kesehatan

Advokasi Bertujuan untuk meningkatan kewaspadaan dunia tentang bahaya perubahan iklim Kerjasama/Partnership Bertujuan untuk berkoordinasi dengan semua pihak yang berhubungan dengan kesehatan di ruang lingkup PBB dan memastikan bahwa pengembangan kualitas kesehatan terlaksana sesuai agenda. Fakta Ilmiah Bertujuan untuk mengkoordinasi dan mengevaluasi fakta ilmiah yang ada, dalam bidang kesehatan dan perubahan iklim, dan melakukan penelitian secara berkala Pengembangan sistem kesehatan Bertujuan untuk membantu negara-negara di dunia untuk menilai dan mencari kekurangan pelayanan kesehatannya dan memperbaiki kekurangan yang berhubungan dengan perubahan iklim.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

LET’S ACT TOGETHER !! Sudah selesai dibaca semua nih info-info yang ada di atas ? Nah, Pastinya tidak akan lengkap pengetahuan yang kita dapat tanpa dapat kita melakukan dan memberikan bukti nyata, kontribusi kita untuk kelestarian dan keberlangsungan kehidupan kita yang damai dan sejahtera di bumi kita tercinta.. Yuk kita melakukan beberapa hal “kecil” untuk bumi kita !!

1

Matikan lampu saat tidak digunakan (pastinya sudah sering kita dengar, tapi sudahkah kita lakukan ??)

2

Ayo Bersepeda dan Berjalan kaki ke kampus dan tempat lain !! Selain sehat, juga bisa mengurangi emisi gas CO2 

3

Kurangi penggunaan plastik, styrofoam dan bahan-bahan yang tidak bisa di daur ulang Produksi sampah dunia telah mencapai angka 1,3 Milyar Ton/tahun, dan memerlukan biaya pengelolaan sebesar US$376 Milyar/tahun !

4

Yuk Mulai menanam tumbuhan di rumah !! Deforestasi yang terjadi di seluruh belahan dunia mengalami peningkatan setiap harinya, 28.000 km2 hutan mengalami deforestasi setiap HARI, luas daerah ini sebanding dengan luas 11.000 lapangan sepak bola cuyy !!!

5

Matikan Rokok di sekitar mu !! ( “di sekitar mu” laah ya ? calon dokter merokok ? apa kata dunia ???) Selain berbahaya bagi kesehatan, rokok juga merupakan pembolong ozon terbesar karena mengandung zat-zat yang bersifat greenhouse-gas.


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition


2nd Edition August 2013 Indonesia Independence Day Special Edition

PROJECT OFFICER Editor : Muhamad Ikhsan Nurmansyah (UnsRI) Millenium Development Goals Sriwulan Rosalinda Putri (UNSRI) Rizka Dewi Rahmiati (UNJA)

Sustainable Development Goals / Post-MDGs Rizka Amelia (UNIBA)

Climate Change Indira Khairuna Nasution (UISU) Anandita Putri (UNSYIAH)

Outline Fariz Fadhly Tanjung (UNILA) Muthia Faurin (UNBRAH)

IKATAN SENAT MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA BIDANG KAJIAN STRATEGIS WILAYAH 1

Cakrawala 2nd Edition, Agustus 2013  

Buletin Cakrawala, Edisi ke-2, Agustus 2013 Disusun oleh : Pengurus Harian Bidang Kajian Strategis (Kastrat) Wilayah 1 Ikatan Senat Mahasis...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you