Issuu on Google+

Vol. 5 Mei - Jun 2010

Millionaire Mindset Ekslusif Interview Bersama

Tung Desem Waringin

Road to Wealth Tidak Ada Kata Gagal

Growth Strategies Knowing is not Enough, We Must Apply

Smart Family

Mempersiapkan Dana Pendidikan? Gampang Itu...

w w w.m on e y- a n d - i . co m

Rp. 25.000,-


wo rd sfrom t he

d i re c tor

c ontents 05 Special Feature Millionaire Mindset 08 Road to Wealth Tidak Ada Kata Gagal

Special Feature

Pimpinan Perusahaan

05

Alex P. Chandra

Tim Redaksi M&I Magazine

I Pt Agus Ariawan

danielGABE

Ari Mustikawati

Millionaire Mindset

12 Economic Focus Bijak Taat Pajak, Apa Kata Dunia? 14 The Interview with The Millionaire Bersama Tung Desem Waringin

Public Relation

Annisa Era Putri

Desain & Fotografi

Kopi Panas Productions

Supported by:

Alamat Redaksi: PT. BPR SRI ARTHA LESTARI Jl. Teuku Umar 110 Denpasar T. (0361) 246706 F. (0361) 246705 E. redaksi@money-and-i.com marcomm@bprlestari.com Direct Sales & Marketing for Advertisement T. 0361 744 884 www.money-and-i.com

Pembaca yang budiman, Ada yang baru di M&I edisi Mei ini. Sebuah rubrik baru kami perkenalkan “Interview With The Millionaire”. Rubrik ini akan berisi wawancara kami dengan para ‘millionaire’ dengan pertanyaanpertanyaan spesifik yang kami desain khusus. Pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita bisa mengerti apa yang ada di dalam pikiran para millionaire itu, how they feel, how they think and how they act. It is just like take the millionaire to lunch and gain wisdom from them. Bukan tugas yang gampang mencari ‘millionaire’ yang mau dan secara terbuka diwawancarai, namun kami akan mencobanya untuk anda.

Road to Wealth

16 Entrepreneurial Chairul Tanjung

Tidak Ada Kata Gagal

08

Selamat membaca.

Economic Focus

Bijak Taat Pajak, Apa Kata Dunia?

Green School

Note: Kritik dan saran dapat dikirimkan ke: redaksi@money-and-i.com

20 Small Biz Home Biz Pengepul dan Pengamplung

24 Smart Family Mempersiapkan dana pendidikan? Gampang itu... 27 Leisure Bercengkrama di Surga Taman Burung 31 Front of Mind Donald Trump 32 Literature Connect! Surfing New Wave Marketing

Green Business Ilustrasi: Gabe

18 Growth Strategies Knowing is not Enough, We Must Apply

22 Green Business Green School

12

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

11 Bali Highlight Dari Kenaikan TDL hingga Elpiji Oplosan

34 High-Tech Index

22

35 Sneak Peek 36 After Hour

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

3


f

sp ecial eatu res

Alex P. Chandra Direktur utama BPR Lestari

Millionaire

Mindset “The rich think the certain way, feels the certain way, do the certain way”

K

atanya 90% dari jumlah uang yang beredar dikuasai oleh 10% populasi. Bayangkan 10% elite menguasai 90% kekayaan dunia. Dan ketika dilakukan pemerataan, yaitu jika seluruh jumlah uang beredar di dunia dikumpulkan dan dibagi-bagi secara merata kepada seluruh penduduk dunia, maka dalam waktu 5 tahun, komposisinya kembali menjadi semula. Yaitu 10% populasi akan kembali menguasai 90% jumlah uang beredar. Kenapa bisa begitu? Marilah kita bereksperimen sedikit. Carilah 10 orang responden, kemudian tanya begini: “Kalau anda mendapat uang Rp. 1 Milyar sekarang, apa yang akan anda lakukan? ” Catat jawabannya, dan amati. Dapatkah anda melihat pattern tertentu dari jawaban-jawaban responden anda itu? Sekarang ini tim M&I sedang mengadakan survey terhadap pertanyaan tersebut. Mudah-mudahan, di edisi M&I berikutnya bisa kita sajikan kepada para pembaca. Well… my point is, the rich thinks the certain way, feels the certain way, and do the certain way. Orang kaya atau menjadi kaya karena mereka berpikir dengan cara-cara tertentu, merasa dengan cara-cara tertentu dan melakukan hal-hal yang tertentu pula, yang tidak sama dengan orang-orang kebanyakan.

4

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

5


f

f

spec ial eature s

sp ecial eatu res Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa uang itu adalah akar segala kejahatan. Bahwa keinginan menjadi kaya berarti keserakahan. Bahwa kekayaan berarti mengambil hak orang miskin. Bahwa menjadi kaya berarti korupsi. Nah, kalau kita ingin menjadi kaya, namun lingkungan kita adalah orang-orang yang ‘membenci uang’ tersebut, maka besar kemungkinan apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan kurang lebih sama dengan orang-orang yang berpengaruh tadi (influencer). Dan seperti pernah saya tulis dalam Road to Wealth di M&I beberapa edisi yang lalu, belief is everything. Tindakan kita dasarnya adalah berdasarkan apaapa yang kita percayai. Belief has the power to create, and also has the power to destroy. Kalau belief kita mengatakan bahwa uang itu ‘jahat’ maka sangat kecil kemungkinannya kita menjadi kaya. Karena kalau kita menjadi kaya maka kita menjadi orang ‘jahat’.

ROLE MODELING Sadarkah kita bahwa apa yang kita kerjakan seperti misalnya, cara kita berpakaian, cara berbicara, cara berjalan dan sebagainya, sebenarnya kita tiru dari orang-orang tertentu yang kita jadikan model atau idola kita, sengaja atau tidak. Role Modeling adalah cara manusia belajar yang paling alamiah. Bukan sesuatu yang kebetulan jika seseorang dari keluarga politisi akhirnya juga menjadi seorang politisi. Bukan sesuatu yang kebetulan jika seseorang dari keluarga pedagang akan menjadi pedagang yang handal. Bukan kebetulan seseorang yang ayah ibunya bintang film kemudian juga menjadi bintang film. That’s my friend, the power of role modeling. Problemnya adalah bahwa proses role modeling ini sering kali terjadi tanpa kita sadari. Kita mencontoh lingkungan terdekat kita. Kita mencontoh orang-orang yang paling berpengaruh terhadap kita. Dan kalau kebetulan lingkungan kita tidak begitu supportive, dan orang-orang yang berpengaruh terhadap kita ternyata sebenarnya ‘bukan yang kita inginkan menjadi’, maka sangat besar kemungkinan kita tersesat. Misalnya kita ingin menjadi seseorang yang kaya, namun kita bergaul dengan orang-orang yang ‘membenci’ uang. Ada lho pembaca, orang-orang yang ‘membenci uang’. Tentunya bukan secara sengaja mereka membenci uang. Tidak akan ada orang yang secara sadar ‘membenci’ uang.

6

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Jadi benang merahnya adalah kalau lingkungan kita, influencer kita, adalah orang-orang yang mempunyai belief system yang tidak supportive terhadap cita-cita kita, maka kemungkinan kita menjadi apa yang kita inginkan menjadi semakin sulit karena role model kita yang salah. Seperti saya sampaikan di atas, proses role modeling ini sering kali terjadi tanpa kita sadari. Nah dengan pemahaman bahwa kita belajar secara alamiah dengan mencontoh, bukankah sebaiknya kita secara sadar menentukan role model-nya kita. Misalnya jika kita ingin menjadi petenis profesional, sebaiknya kita mengambil role model Roger Federer atau Rafael Nadal. Kita pelajari kebiasaannya, kita baca biografinya, kita pelajari dan selami cara berpikirnya. Kita cari tahu

belief system-nya. Kalau perlu tiru cara berpakaiannya, cara berjalannya, cara backhand-nya, cara servisnya dan seterusnya. Kalau cita-cita kita ingin menjadi seorang banker, kita cari tahu siapa banker yang ingin kita jadikan role model. Pelajari kebiasaannya, cari tahu belief systemnya. Baca bukunya, bertemu dengannya kalau bisa, ajak dia makan siang minta mereka menjadi mentor kita dan seterusnya. Dan kalau kita ingin kaya, maka carilah ‘a millionaire’ untuk dijadikan role model TAKE A MILLIONAIRE TO LUNCH Mark Victor Hansen & Robert G. Allen yang terkenal dengan bukunya ‘The One Minute Millionaire’ menyarankan kita untuk setiap bulan sekali mencari seorang milyader untuk diajak makan siang, kemudian ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini: Bagaimana caranya Anda mendapatkan 1 Milyar yang pertama? Berapa lama Anda mendapatkan 1 Milyar yang pertama? Kalau sekarang, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mendapatkan 1 Milyar? Sistem apa yang Anda gunakan? Apakah sistem tadi transferable (dipindahtangankan), dapat dicontoh oleh pihak lain? Sekarang ini berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengajari seseorang agar menjadi sukses yang sama seperti Anda? Apa yang Anda sarankan kepada saya untuk saya lakukan, jika saya menginginkan menjadi seorang milyarder? Apa pelajaran terpenting yang pernah Anda rasakan? Bagaimana Anda mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam hidup Anda? Apa warisan yang ingin Anda tinggalkan? Anda ingin dikenang sebagai Apa kelak? Apa saja kebiasaan-kebiasaan Anda? Apakah ada opportunities yang Anda lihat sekarang, yang Anda tidak punya waktu untuk mengerjakannya? Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yang secara spesifik didesain, kita bisa memahami proses, cara berpikir, belief system, kebiasaankebiasaan sang millionaire. Dan selanjutnya kita bisa mengintegrasikannya dalam kehidupan kita (if you like..). Seperti seorang anak dari keluarga dokter yang most likely akan menjadi dokter, anak dari keluarga pedagang, most likely menjadi pedagang. Seperti Puan Maharani yang keluarganya adalah politisi, maka iapun menjadi seorang politisi. Maka jika proses tadi “Interview with the millionaire” kita lakukan cukup sering, dan kita mengintegrasikan proses, cara berpikir, belief-nya, maka most likely kita bisa menjadi seorang millionaire. Do you like the idea…to be a millionaire ?

OUR FIRST INTERVIEW FOR YOU Problemnya adalah bagaimana caranya kita menemukan millionaire yang mau diajak makan siang dan mau ditanyain macam-macam begitu. Budaya kita juga membuat prosesnya tambah sulit. Banyak orang ‘kaya’ yang sungkan dibilang kaya. Banyak millionaire yang tidak artikulatif, jadi jika tidak pandai-pandai bertanyanya, susah mendapatkan inputnya. Nah, kami akan mencoba melakukannya untuk para pembaca M&I. Kami akan mencoba menghadirkan “Interview With The Millionaire” setiap bulannya. Bukan tugas yang mudah dan ada kemungkinan tidak bisa setiap bulannya kami berhasil, namun kami akan mencobanya untuk anda. Edisi kali ini, kami mewawancarai a self made millionaire, teman saya, mentor saya, Tung Desem Waringin. Ia menjadi milyarder bukan karena warisan. Dia datang dari keluarga kebanyakan, sama seperti anda dan saya. Ia menjadi ‘kaya’ bukan karena korupsi. Ia menjadi ‘kaya’ bukan karena pernikahan. Ia menjadi ‘kaya’ karena the way he feels, the way the thinks and the way he acts. He is the perfect role model. He is my role model. Dan saya hadirkan ‘my interview with the millionaire’ untuk anda. Do you have any idea what I have done for you? Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

7


ro adto

w e al th

roa dto

w ealth

Alex P. Chandra Direktur utama BPR Lestari

Tidak Ada Kata Gagal “A good decision come from wisdom, wisdom come from experience, and experience come from bad decision”

K

ecenderungan kita jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana adalah menyalahkan pihak lain. Somebody , someone, somewhere, someplace is to blame! Masalahnya dengan kebiasaan blaming adalah bahwa kita tidak pernah belajar dari kegagalan tadi. Akibatnya biaya kegagalan akan semakin besar karena tidak ada lesson learned yang kita ambil. Sudah gagal, tidak

8

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

bertambah pintar pula. Dengan menyalahkan pihak lain, kita tidak menjadi lebih pintar dan bijaksana. Kita tidak mengambil manfaat kegagalan. Manusia pada dasarnya secara alamiah belajar dari kegagalan. Bayi belajar berjalan dengan terjatuh. Siapa yang bisa berhasil naik sepeda tanpa pernah terjatuh. Jadi, nothing is wrong with failure. Sepanjang kita bisa belajar dari kegagalan tadi. Sepanjang kita mengambil keuntungan dari kegagalan. Kita menjadi lebih bijaksana karenanya. Ada orang yang sepanjang hidupnya ingin selalu berhasil. Tidak ingin membuat kesalahan. Tidak ingin menemui kegagalan. Masalahnya dengan orang seperti ini, biasanya menjadi tidak bisa berbuat apaapa. Sementara result datangnya dari perbuatan (action), tanpa action, nothing happened. Salah satu alasan saya keluar dari pekerjaan saya dahulu adalah karena culture-nya sudah sangat rigid - semua diatur. Para pemimpinnya takut sekali berbuat salah akibatnya kreativitas tidak berkembang. Fokusnya adalah bagaimana agar aman, bagaimana supaya tidak salah, bukannya bagaimana supaya tambah baik. Saya sempat bergurau bahwa untuk menyeberang jalan-pun saya harus melihat panduan. Apakah harus menengok ke kiri dulu baru ke kanan, atau ke kanan dulu baru ke kiri. Saya takut kalau terlalu lama berada dalam organisasi yang seperti itu, lama-lama

saya kehilangan kemampuan saya untuk melakukan tindakan dan kreativitas-pun menjadi mati. Jadikan philosophy belajar dari kegagalan sebagai life style. Jangan takut bertindak, analisa resikonya dan jika gagal bangkit lagi, belajar, dan bertindak lagi. Demikian seterusnya. Jangan menyalahkan orang lain. Take control, take responsibility. Dengan demikian kita menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. Saya teringat sebuah pelatihan di kampus Danamon Ciawi. Di tengah malam buta, di tengah dinginnya udara pegunungan, saya dan teman-teman Danamon berteriak-teriak. “Tidak ada kata gagal, yang ada sukses atau belajar …. Tidak ada kata gagal, yang ada sukses atau belajar…. Tidak ada kata gagal, yang ada sukses atau belajar…” Pelatihan di kaki gunung hampir 7 tahun yang lalu saya ingat-ingat ketika saya takut melakukan tindakan, dan ketika ternyata apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana saya. Saya mencoba melawan respons alamiah saya untuk menyalahkan pihak lain ketika sesuatu tidak sesuai dengan rencana. Saya mencoba untuk mengambil kontrol atas situasi yang tidak menyenangkan tadi. Tidak jadi masalah jika saya gagal sekarang, saya masih punya lain waktu, dan jika saya terus belajar dari kesalahan, suatu ketika saya akan berhasil. “And I’d rather try and fail then succeed in doing nothing”, karena sukses adalah hasil dari perbuatan.

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

9


f

econ omic o c us

bali

h igh light

DariKenaikanTDL hinggaElpijiOplosan Oleh Prad

T

arif Dasar Listrik akan naik! Mendengar rencana tersebut, masyarakat Bali mulai resah. Keresahan tersebut bertambah besar ketika besaran kenaikan tarif tersebut hingga 15 persen. Sungguh gambaran angka yang sanggup mengernyitkan dahi mereka. Dapat dimaklumi bagaimana keresahan tersebut, karena belum hilang kegelisahan mereka akan marak beredarnya Elpiji oplosan.

“Ada apalagi ini? Urusan pemadaman belum selesai benar, ini malah mau dinaikkan. Memang masyarakat harus susah terus,” sungut seorang ibu rumah tangga saat antri membayar listrik. Sementara beberapa yang lain mengatakan kalau rencana kenaikan TDL justru akan menambah beban hidup mereka yang sudah sulit. “Bukan gimana ya, listrik sering mati, tetapi kenapa justru membayar lebih mahal,” imbuh pengantri yang lain.

dengan daya 450 sampai 900 VA pada bulan Juli mendatang. Namun kenaikan itu hanya berlaku bagi pelanggan rumah tangga 450 sampai 900 VA, yang konsumsi listriknya lebih dari 30 kWh per bulannya. Jika konsumsi per bulannya di bawah 30 kWh, masyarakat tidak dikenakan kenaikan tarif, demikian penjelasan J Purwanto, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi dan Sumber Daya Mineral. “Rencana kenaikan harus dikaji lebih mendalam. Skema kenaikannya pun harus jelas, sasarannya tepat dan terpenting tidak memberatkan masyarakat,” jelas Putu Agus Suradnyana, Ketua Komisi III DPRD Bali. Selain TDL, masyarakat Bali belakangan hari ini cukup gusar dengan beredarnya Elpiji oplosan. Dengan sediki peralatan, Elpiji oplosan siap beredar. Kerugian konsumen jelas, isian tabung gas tidak semestinya seperti yang tertera. Karena itu Lembaga Perlindungan Konsumen Bali mengingatkan kini masyarakat saat membeli Elpiji untuk menimbang berat tabung. Tidak cukup hanya dengan mengecek segel tabung tersebut. Tampaknya masyarakat kita sekarang harus menambah pekerjaan untuk mengecek angka di meteran listrik rumah dan menimbang berat tabung gas Elpiji. (Foto: Dedeth)

Rencana kenaikan TDL ini sudah mengundang pemikiran berbagai lapisan masyarakat. Bahkan rencana ini sudah sampai pada para Legislator baik di tingkat satu dan dua. Untuk diketahui kenaikan tarif sebesar 15 persen ini berlaku untuk pelanggan

10

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

11


f

f

econ omic o c us

economic o c u s

Bijak Taat Pajak, Apa Kata Dunia? Oleh Prad

A

pa kata dunia? Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan tersebut. Pikiran kita langsung terngiang jargon institusi pemerintah bernama pajak. Berbagai cara pun ditempuh pemerintah agar masyarakatnya sadar untuk membayar pajak. Sebenarnya masyarakat sudah sadar akan kewajibannya itu. Terbukti beberapa kantor pajak mulai sesak dengan mereka yang menunaikan kewajiban. Namun apa yang terjadi, pengkhianatan dilakukan oleh justru oleh aparatur pajak tersebut. Belum hilang sakit hati kita akan kasus Bank Century dengan 6,7 triliun di dalamnya. Bahkan kita juga tidak lupa kalau akibat Centurygate ini beberapa nasabah bahkan sampai harus kehilangan jiwanya. Rupanya belum harus berakhir semua kebusukan ini. Kini para sebagian aparatur pajak, yang terwakilkan dalam diri Gayus Tambunan, memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri. Maka jadilah setoran pajak rakyat negeri ini ‘dibagi’ untuk kepentingan mereka sendiri. Pemerintah berjanji akan memberikan insentif perpajakan bagi investor dalam kerangka Project Private Partnership (PPP) yang akan ditawarkan dalam forum Asia Pacific Ministerial Conference on Public Private Partnership for Infrastructure Development 2010. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang

12

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

pertumbuhan ekonomi (rencana sebelumnya tidak direvisi) dari 5,5% menjadi 5,7%. Tingkat inflasi dari 5% menjadi 5,7% (sebelumnya direncanakan menjadi 6%), tingkat suku bunga tiga bulan dari 6,5% menjadi 7%, serta nilai tukar rupiah dari Rp10.000 per USD menjadi Rp9.500 per USD.

Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S Priatna. Dia mengatakan, pemberian insentif pajak tersebut hanya dilakukan untuk kasus per kasus dan tidak bersifat umum. “Waktu pembahasan di kantor Menko Perekonomian, Menteri Keuangan menjanjikan apabila diusulkan investor yang benar, bukan investor bodong, dan proyeknya masuk akal maka itu pasti diberikan,” katanya. Menurutnya, insentif pajak yang akan diberikan bisa dalam bentuk penundaan pembayaran pajak dalam jangka waktu tertentu (tax holiday), pembebasan bea masuk barang-barang investasi, ataupun pembebasan PPN untuk barang-barang tertentu. “Berhubung di Indonesia itu alergi dengan istilah tax holiday, nanti dibungkus dengan nama lain tapi intinya sama yaitu tidak dikenai pajak terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu,” jelasnya. Saat ini, tim Kemenkeu siap menampung usulan-usulan terkait insentif pajak apa yang diminta oleh Kementerian terkait, kepala lembaga, kepala daerah, maupun pihak investor langsung.

Sebelumnya juga direncanakan perubahan asumsi untuk harga minyak ICP dari USD65 per barel menjadi (direncanakan) USD77 per barel, tetapi revisi untuk harga ICP ini sepertinya belum dibahas dalam rapat kerja kemarin. Selain revisi asumsi makro tersebut, pemerintah juga menyampaikan perkiraan untuk komposisi pertumbuhan ekonomi dari variabelvariabel pembentuknya yaitu konsumsi rumah tangga yang direvisi dari 3,6% menjadi 4%. Sementara konsumsi pemerintah diproyeksikan tumbuh 10% dari target sebelumnya 9,8% (tetapi pertumbuhan ini lebih rendah dari 17% di tahun 2009), pertumbuhan investasi diproyeksikan tumbuh 7,1% - 7,2% (tidak berubah), dan ekspor diperkirakan tumbuh antara 20% - 21,2% dari perkiraan sebelumnya di 10% - 15%, serta impor diperkirakan tumbuh sebesar 21% dari rencana semula di 15%. Kita harap trend bagus dunia investasi ini disadari betul pejabat pemerintah kita, agar perekonomian Indonesia tidak lantas terpengaruh. Masyarakat sudah sangat jenuh dengan dagelan kotor para aparat tersebut. Optimistis masih terpendam dalam diri masyarakat, meski itu kadarnya sangat kecil. Semoga harapan kita Indonesia bisa bersih dari praktek kotor para pejabat pemerintah dapat terwujud. (Foto: Dedeth)

Meski terjadi penyimpangan, khususnya di sektor perpajakan, Indonesia rupanya masih menjadi magnet bagi dunia investasi global. Indonesia masih menjadi negara yang dianggap menarik oleh investor luar negeri sehingga aliran modal asing masih terus mengalir. Asing masih berlomba-lomba untuk mengambil kesempatan berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut pun tak terpengaruh adanya carut marut antara Menteri Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat kerja pembahasan revisi anggaran pendapatan belanja negara perubahan (APBN-P) 2010 kemarin. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan beberapa revisi asumsi makro dalam APBN-P 2010 yaitu Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

13


theinterviewwiththe

m illionaire

Bersama

Tung Desem Waringin Oleh Ari Mustikawati

M&I: Apakah ada sistem-nya atau tidak ada, cuma kebetulan-kebetulan saja? TD: Menurut saya, kebetulan adalah pertemuan antara persiapan dan peluang. Jika Anda perhatikan sebenarnya peluang ada di sekeliling Anda, yang harus Anda lakukan hanya menyiapkan ilmunya saja untuk memanfaatkan peluang itu sebaik-baiknya agar mencapai kesuksesan. M&I: Apakah ‘sistem’ tadi transferable?

E

disi kali ini sebagai kolom perdana, M&I berkesempatan untuk mencuri waktu Pak Tung Desem Waringin (TD) disela-sela kesibukannya dalam rangkaian seminar Anthony Robin di Westin Nusa Dua Hotel bulan lalu. Berikut liputannya untuk Anda: M&I: Bagaimana Anda mendapatkan satu milyar pertama Anda? TD: Saya mendapatkan 1 Milyar saya berupa asset ketika bekerjasama dengan Bp. Johan Budi Safa pemilik Toga Mas di Malang untuk membuka cabang baru di Jogja pada tahun 2002 bersama dengan Hj. Amir Abadi Yusuf. M&I: Berapa lama? TD: Saya mendapatkan 1 Milyar pertama saya dalam waktu tiga tahun. M&I: Kalau sekarang, berapa lama Anda bisa mendapatkan 1 Milyar? TD: (sambil tertawa) Tergantung bisnis apa yang saya lakukan. Jika saya melakukan bisnis flip property, saya bisa meraup keuntungan Rp. 4 Milyar hanya dalam 5 jam.

14

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

TD: Saya rasa semua orang harusnya menyadari setiap peluang yang ada disekitar mereka, seperti yang saya sampaikan dipertanyaan sebelumnya, yang perlu Anda lakukan hanya mencari kemampuan sehingga kita bisa mengambil peluang tersebut dan memanfaatkannya sebagai alat menjadi kaya. M&I: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ‘mengajarkan’ seseorang untuk mencapai financial success yang sama dengan Anda? TD: Untuk pandai memanfaatkan peluang yang ada, waktu yang dibutuhkan tentu tergantung kepada kemampuan tiap-tiap orang membaca peluang dan mencari ilmu yang mumpuni untuk mengubah peluang itu menjadi alat kesuksesannya. M&I: Apa yang dapat Anda sarankan ‘kepada saya atau pembaca apa yang harus dilakukan jika ingin menjadi ‘millionaire’? TD: Alasan Anda harus kuat kenapa Anda ingin menjadi kaya, kemudian tentukan jenis bisnis dan cara menjalankan bisnis yang sangat berpengaruh bagi kesuksesan Anda. Mulai pikirkan sedari sekarang, pertama jika ingin kaya, gaya hidup apa yang Anda inginkan? Kedua, berapa nilai uang yang Anda butuhkan atau berapa passive income yang harus Anda miliki untuk menjaga gaya hidup Anda? Mulailah

theinterviewwiththe

m illionaire

bertanya dan membuat daftar apa saja yang Anda inginkan dan Anda total berapa keseluruhan biayanya. Keempat, bercerminlah kepada diri Anda sendiri, apakah yang Anda lakukan hari ini bisa membawa Anda menuju impian Anda? Pertanyaan selanjutnya menjadi, bagaimana supaya lebih cepat? Kelima, buatlah daftar jenis-jenis usaha yang menurut Anda bisa menghasilkan. Kemudian pilih dari jenis usaha itu yang Anda suka, selanjutnya yang paling mudah. Setelah Anda tahu jawabannya, cari tahu orang-orang yang sudah berhasil dibidang yang akan Anda jalani, dengan kata lain, bekerjasamalah dengan yang terbaik di dunia. Bagaimana cara bekerjasama dengan orang-orang yang terbaik dibidangnya? Pertama, bantu kepentingannya, kedua datanglah sebagai partnernya, terakhir juallah potensi Indonesia atau dunia. Ada akumulasi pengalaman mereka yang menjadikan kita sukses lebih cepat daripada kita harus mengalaminya sendiri, yang tak kalah penting, tunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh dan open minded. Apakah setiap usaha membutuhkan uang? Tentu tidak. Salah satu contoh pekerjaan yang bisa Anda lakukan adalah makelar. Menjadi makelar yang sukses ada dua cara, naikkan harga dan turunkan syarat. Buatlah orang lain win baru Anda win, dengan begitu setiap orang akan senang bekerjasama dengan Anda. M&I: Apa ‘the most important lesson’ yang pernah dipelajarinya? TD: Orang jenius adalah orang yang tahu cara belajar dan dia sudah belajar duluan, sementara orang kaya adalah orang yang tahu bagaimana cara menjadi kaya dan dia sudah lebih dulu kaya. Kesimpulan saya, sekali sukses bisa jadi merupakan keberuntungan, namun berkali-kali sukses sudah pasti tidak hanya faktor keberuntungan, pasti meninggalkan jejak. Jika kita ikuti jejaknya atau bekerjasama dengan orang-orang yang sudah sukses, akan lebih mudah lagi kita mencapai sukses. Jadi tugas kita jika ingin menjadi kaya adalah bergaul dengan orang-orang yang sudah sukses dibidang yang Anda inginkan kemudian belajar ilmu dari jejak yang ditinggalkan oleh orang-orang yang sudah sukses.

M&I: Bagaimana meng-integrasikan spiritualitas dengan ‘menjadi kaya’? TD: Dengan kaya saya bisa menjadi tangan Tuhan. Sebagai milyader, tugas saya mencari uang dan meninggalkan benih-benih dimana orang-orang menjadi tercerahkan dan menjadi kaya. Tentu bisa menjadi tangan Tuhan dengan kaul miskin, selama itu adalah pilihan Anda dan Anda bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dalam menyebarkan kasih sayang Tuhan. Pertanyaannya sekarang, mana yang bisa membuat action lebih banyak? Tentu yang kaya bukan? Selama kita kaya dengan cara yang baik/halal dan ketika kita kaya, kita menjadi tangan Tuhan. Orang sering mengadu antara spiritual dan menjadi kaya. Apakah ada satu agama yang melarang umatnya untuk menjadi kaya? Tentu tidak, selama Anda tidak menjadi orang kaya yang terikat dengan kekayaannya, tidak pernah mau berbuat baik dan kaya dengan cara yang tidak halal. Saya pribadi secara spiritualitas mengajukan pertanyaan ini pada diri saya sendiri; berapa penghasilan yang ingin saya miliki, berapa passive income yang ingin saya punyai dan berapa banyak yang saya relakan untuk diberikan kepada orang lain? M&I :Apa ‘warisan’ yang ingin ‘ia’ tinggalkan? TD: tiga hal; anak yg sholeh dahsyat, ilmu yg bermanfaat dan amal yg bermanfaat. M&I: Apa saja kebiasaan-kebiasaannya yang ‘terpenting’? TD: Learning what really matters, pelajari apa yang penting, yaitu: cara belajar, cara mengelola emosi, cara berpikir, cara mengelola uang dan mengelola manusia atau relationship. M&I: Ada peluang apa yang ‘dia’ liat tapi tidak atau belum dikerjakan? TD: saya orang yang langsung action, begitu saya melihat peluang saya langsung pelajari. Sekarang yang sedang saya coba adalah bisnis tambang batubara. Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

15


e ntrepre ne uri al

e nt repren eu rial

Chairul

versi Majalah Forbes tersebut, modal utama untuk menjadi seorang pengusaha bukanlah modal yang besar. Namun yang terpenting, seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah. “Tanpa kerja keras ini semua omong kosong belaka. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah menyerah,” kata Chairul. Tentu bukan teori semata yang disampaikannya, namun lebih berdasarkan pada

“Kita juga tentu masih ingat bagaimana Bill Gates menjadi pendiri Microsoft, dan menciptakan sistem komputer pertama yang dapat digunakan dengan mudah. Bill Gates juga tercatat sebagai yang paling sering masuk dalam orang terkaya di dunia. Sekarang siapa yang bisa menyaingi Microsoft. Begitu juga dengan AQUA, hampir tidak ada,” paparnya. CT awal bulan lalu masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah forbes, dia menempati posisi 937 dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 1 Miliar.

Tanjung

Iklas, Kerja Keras dan Jangan Cengeng Oleh Prad

D

alam dunia Enterpreneurship, nama Chairul Tanjung (CT) tentu sudah tidak asing lagi. Pastinya kepala kita akan terus menggeleng jika mengetahui aset kekayaannya. Terpenting dibicarakan adalah bagaimana dia sampai mencapai level tersebut. Lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, CT merupakan pemilik sekaligus Komisaris Utama Para Group. Bidang bisnisnya beragam, mulai dari keuangan, properti, dan multimedia. Pada dunia pengusaha besar nasional, belakangan namanya disebut sebagai the rising star. Pemilik Para Group ini berhasil melakukan lompatan bisnis spektakuler justru ketika ekonomi masih dilanda badai krisis. Lompatan besar bermula ketika ia mengambil alih Bank Mega. CT sempat juga menjadi ketua umum di PBSI (Persatuan Badminton Seluruh Indonesia). Namun kariernya kurang beruntung, dan memilih mundur. Dia kemudian digantikan Sutiyoso, Gubernur DKI dalam Munaslub di Jakarta Sabtu 17 Juli 2004. 16

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Lompatan besar CT bermula ketika ia memutuskan untuk mengambil alih kepemilikan Bank Mega pada 1996 lalu. Berkat sentuhan tangan dinginnya, bank kecil dan sedang ‘kronis’ yang sebelumnya dikelola oleh kelompok Bapindo itu kemudian dipermak menjadi bank besar dan disegani. Pada akhirnya bank ini pun menjadi pilar penting dalam menopang pondasi Para Group. Pastinya CT bukan pengusaha “karbitan” yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan penguasa. CT mengawali usahanya dengan modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor. “Dengan bekal kredit tersebut saya belikan 20 mesin jahit merek Butterfly,” ujarnya. Bagaimana seorang CT bisa meraih sukses? Dengan tangan terbuka Chairul Tanjung membagi ‘dapur’ suksesnya menjadi pengusaha. Menurut pria yang masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia

pengalamannya sebagai seorang pengusaha sukses. Ia mengaku saat memulai membangun kerajaan bisnisnya, ia sudah terbiasa bekerja lebih dari 18 jam per hari. Menurut Chairul, itu dilakukan untuk mewujudkan impiannya, yang sering dianggap terlalu. “Anda semua tentu bisa menggantikan saya apabila bekerja keras. Dan dibutuhkan kemampuan entrepenuer dan manajerial yang baik. Tidak lagi semata-mata modal,” ungkapnya. Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah itu, imbuh dia, baru menyerahkan segala hasil kerja keras yang dilakukannya kepada Tuhan. Tips lainnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses di tanah air yaitu harus mampu menciptakan bisnis yang tidak biasa (unusual). Dirinya mencontohkan bagaimana seorang pengusaha air mineral, AQUA, menciptakan peluang yang tidak dipikirkan orang kebanyakan sebelumnya. Dan akhirnya bisnis air dalam kemasan ini diikuti oleh banyak pengusaha lain. Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

17


s

s

growth t rate gi e s

growth trategies Pada saat ikut training sales di MIM Academy, saya mendapat beberapa point yang penting. Salah satu point yang saya ambil adalah “Salah besar kalau menganggap proses selling itu selesai setelah closing penjualan“.

I Made Wenten B. Kabid Support & Operation BPR Lestari

MIM (MarkPlus Institute of Marketing) Academy tahun 2010 ini membuka kelas trainingnya di Denpasar, dan kelas ini sudah berjalan selama 2 bulan. Karena tempat trainingnya ada di Gedung Lestari maka saya ketiban rejeki. Rejeki pertama adalah saya bisa ikut nebeng kelas training itu. Rejeki kedua adalah saya diminta ikut membantu kehadiran MIM Academy ini. Hey, jangan protes ya kalau yang nomor dua tadi saya anggap rejeki. Master Oogway di Film Kun Fu Panda (2008) berkata “Tidak ada kabar baik atau kabar buruk. Kabar hanyalah kabar, kita sendiri yang memberi nama dengan nama baik atau nama buruk”. Jadi boleh dong, yang nomor dua tadi saya bilang rejeki.

18

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

diambil dari training tersebut yang bisa digunakan atau di apply di perusahaan mereka, mereka diam dan tidak punya jawaban.

Pak Jacky, instruktur training menjelaskan bahwa setelah closing maka kita harus melanjutkan ke kegiatan after sales. Kegiatan after sales itu ada bermacammacam dan mungkin kegiatan ini akan sedikit berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Pak Jacky menekankan bahwa jangan pernah melupakan after sales.

Pada waktu mereka berkomentar “bagus”, dan hanya itu komentar mereka. Dalam hati saya berkata “Hey Man, ini training bukan nonton film. Kalau nonton film, bolehlah kita hanya berkomentar bagus. Tetapi kalau training, anda harus mencari dan menemukan sesuatu yang bagus untuk digunakan!”. Sekali lagi, komentar itu saya ucapkan dalam hati. Dan yang saya sampaikan kepada mereka tentu kalimat yang lebih halus, takut kalau mereka nanti marah.

Salah satu hal yang baru tentang kegiatan after sales yang saya dengar dan penting adalah “Bantu customer anda untuk menggunakan produk yang mereka beli. Dan pastikan mereka menggunakan dan menggunakan dengan baik produk tersebut”. Saya baru sadar, benar juga ya. Kalau customer kita tidak

Komentar kedua adalah mahal. Ya, pasti mahal. Kalau kita ikut training dan kita tidak mencari dan menemukan sesuatu untuk digunakan, maka training itu pasti tidak ada manfaatnya. Dan kalau kita tidak mendapatkan manfaat, berapapun harganya maka itu pasti kita bilang mahal.

menggunakan produk yang mereka beli, maka produk tersebut tidak akan ada manfaatnya. Dan mereka akan berpendapat produk ini tidak bermanfaat. Kalau mereka menggunakan produk tersebut, tetapi mereka tidak tahu caranya menggunakan dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal. Mereka akan bilang produk tersebut jelek. Nah, bahaya kan? Setelah sadar tentang pentingnya proses after sales tersebut, saya menyempatkan diri untuk melakukan after sales dengan berkunjung ke teman-teman BPR yang telah mengirimkan timnya untuk mengikuti training. Tujuan kunjungan tersebut adalah mencari informasi tentang kesan mereka terhadap training yang diikuti dan manfaat yang telah mereka ambil dari training itu. Nah kunjungan pada BPR-BPR tersebut saya mendapatkan 2 komentar. Komentar pertama adalah bagus, kedua mahal. Dan kemudian pada waktu saya lanjutkan bertanya tentang point atau hal yang bisa

Kita tahu bahwa mahal atau tidak merupakan perbandingan antara manfaat dengan biaya yang dikeluarkan. Kalau kita tidak mendapatkan manfaat atau manfaatnya lebih kecil dari biaya yang kita keluarkan maka produk tersebut akan kita anggap mahal. Dan apabila kita bisa mengambil manfaat yang lebih besar dari biaya yang kita keluarkan maka produk tersebut akan menjadi murah.“Actually you have learned nothing, until you have permanent change in your life”. Sebenarnya kita belum bisa dianggap belajar apapun, sampai apa yang telah kita pelajari mendatangkan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan kita” Di BPR Lestari kita selalu berusaha untuk mengambil beberapa point atau notes dari setiap training yang kita ikuti. Sekali lagi, hanya beberapa point. Tidak banyak, paling hanya 2–3 point. Dan point ini kemudian akan kita tindak lanjuti dengan mengaplikasikannya ke perusahaan kita. Kualitas training dipengaruhi oleh beberapa faktor dominan seperti trainer-nya, materi dan peserta. Tetapi kita mengukur kualitas training yang diikuti bukan berdasarkan faktor-faktor tersebut. Kita ukur kualitas training berdasarkan: apakah kita mendapatkan point-point penting tidak? Apa dan berapa manfaat yang diambil dari mengaplikasikan point-point yang didapat tersebut? Jadi bagi teman-teman yang mengirimkan timnya untuk mengikuti training, saya punya saran. Agar training tersebut ada manfaatnya, pastikan kita mendapat point-point penting dari training tersebut! Dan aplikasikan dalam perusahaan.

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

19


small

b izhom e b i z

sm all Kenapa bisnis ini dikatakan relatif mudah? Bisnis ini tidak memerlukan tempat yang luas, karyawan yang banyak, atau lebih jauh lagi segala macam bentuk perijinan. Hanya diperlukan modal dan insting yang kuat dalam menilai kadar karat perhiasan yang dibeli. Penjual yang digaet pun relatif awam tentang urusan jual-beli perhiasan emas. Demikian diungkapkan Made Suarti, salah seorang penjual perhiasan emas (pengamplung) yang ‘bermarkas’ di seputaran Jalan Diponegoro, Denpasar. Katanya, perhiasan emas mudah dijual, itulah yang menyebabkan pengamplung memiliki peran vital dalam hal ini. Apalagi harga emas naik, mereka relatif gampang menghargai perhiasan konsumen yang kebetulan tanpa surat-surat. Ketika ditanya apakah bisnis ini riskan penipuan? Dia menyebut usaha pengamplung ini juga riskan unsur penipuan. Tapi, usaha ini juga menjadi solusi bagi konsumen untuk menjual perhiasan tanpa surat-surat dengan kata lain sulit dijual di toko emas dengan harga

Pengepul dan

Pengamplung

Jujur, Mudah, Untung Melimpah Oleh Prad

S

alah satu bidang usaha (jasa) yang cukup menjanjikan yang tidak banyak diketahui adalah menjadi pengepul dan pengamplung. Ini karena usaha di bidang tersebut, untuk mencari untung relatif mudah. Mungkin anda pembaca M&I ada yang kurang ‘akrab’ dengan dua istilah tersebut. Pengamplung berhubungan langsung dengan penjual perhiasan, selanjutnya diserahkan pada pengepul untuk selanjutnya dilebur menjadi emas batangan. Nah... hasil emas batangan inilah yang kemudian dijual ke toko-toko perhiasan.

20

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

tinggi. Namun demikian, walaupun di pengamplung tak menjamin laku lebih mahal, tapi dari sisi proses yang cepat menyebabkan lebih dipilih konsumen. Dia menyarankan, jika konsumen memiliki perhiasan lengkap dengan surat-suratnya lebih baik dijual di toko di mana membeli dulu. Itu karena hanya dipotong 10% dari total harga terkini. “Biasanya konsumen dipotong 10%, dari harga emas saat ini. Ini juga menguntungkan, karena kenaikan harga emas saat ini cukup tinggi. Bayangkan harga emas 22 karat kini sudah mencapai Rp 340 ribu Rp 350 ribu per gram. Jika memiliki beberapa gram emas saja tentu harga jualnya akan sangat tinggi,” imbuhnya. Seorang pengamplung lainnya, Ayu, mengatakan saat ini kedatangan konsumen bukan saja dominan pada menjelang hari raya besar keagamaan seperti, Galungan, Lebaran dan lain-lain, tapi hari biasa juga tak kalah banyak. Itu karena selain minat jual dan beli konsumen relatif tinggi pada perhiasan emas, barang yang satu ini dipercaya sebagai investasi bermasa

b izhomebiz

depan memang cukup dirasakan sebagian masyarakat. Karena itu, dengan ‘berkecimpung’ di perhiasan emas tak sedikit yang mampu mengembangkan investasi mereka. Baginya, sebagai pengamplung harus jujur pada konsumen. Untuk itu fasilitas timbangan juga disediakan sehingga konsumen tak jauh-jauh menguji kadar emas yang mau dijual. Pelayanan prima ini juga mempercepat proses transaksi yang dikehendaki konsumen. ”Untung-rugi bisa dialami pengamplung. Tergantung kemampuan konsumen memberikan penawaran. Bisa jadi mereka menjual lebih tinggi kepada pengamplung dibanding di toko. Sebaliknya, konsumen juga harus selektif, karena pengamplung juga bisa menawar lebih murah. Belakangan ini dia mengaku tiap harinya paling sedikit antara Rp 50 ribuRp 100 ribu bisa saja dikantonginya dari menjual jasa,” tambahnya. Karena itu, pengamplung untuk meminimalisir kerugian, mereka langsung meminta pengepul untuk datang. “Cari amannya, panggil pengepul ke sini, dan biarkan mereka yang langsung bertranksaksi. Saya hanya minta uang jasa saja,” terangnya. Besaran jasa untuk pengamplung dari pengepul cukup bervariasi, tergantung nilai tranksasi satu barang. Namun minimal uang jasa yang didapat adalah sebesar Rp 20.000. Dalam bisnis juga diberlakukan semacam “aturan” yang harus dipatuhi. Pengepul tidak boleh mengambil barang langsung dari penjual. Jika keadaan memaksa, pengepul boleh bertranksaksi dengan penjual atas seizin Pengamplung.

Seorang penjual mengaku cukup nyaman memanfaatkan jasa ini. Keuntungannya banyak, salah satunya adalah proses dengan transaksi yang cepat. Bahkan tak jarang dia mengaku dapat menjual perhiasan lebih mahal dari yang ditawarkan toko perhiasan. “Awalnya saya menjual perhiasan, namun surat-suratnya kelupaan saya taruh dimana. Padahal waktu itu saya lagi butuh uang. Ada temen yang menyuruh saya kesini, uang langsung saya terima bahkan lebih mahal. Saya juga sering beli perhiasan di tempat ini,” terang seorang penjual yang usai melakukan transaksi. Lantas bagaimana peran pengepul? Mereka yang memilih menjadi pengepul kebanyakan adalah yang memiliki insting lebih tajam dalam menilai kadar karat satu perhiasan. Selain itu, mereka inilah yang memiliki modal besar. Para pengepul setiap harinya mengumpulkan perhiasan yang ada di pengamplung. Perhiasan yang didapat tersebut tidak langsung dilebur menjadi emas batangan. “Terkadang saya juga bisa jual kembali emas tersebut, tergantung pesanan. Jika toko sudah memberikan harga yang bagus, barulah saya lebur,” terang Wayan Sukartika, seorang pengepul. Pernah rugi? “Usaha apa sih yang tidak pernah rugi? Namun biasanya, jika hari ini rugi, paling lambat tiga hari sudah bisa saya dapatkan kembali kerugian itu. Lagian kami para pengepul gampang dalam urusan pinjam-meminjam uang,” lanjutnya. Dia menambahkan meminjam uang Rp 10 juta sangatlah gampang didapat dari rekan Pengepul, dan semua itu tanpa bunga. “Belum pernah saya atau para pengepul sampai harus menyunat uang belanja dan bekal anak istri di rumah per harinya,” selorohnya sambil menuju panggilan seorang pengamplung. (Foto: Dedeth) Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

21


green

b us i ne s s

green

Green Oleh Ari Mustikawati

J

School

ika Anda orang tua yang mengutamakan pendidikan anak demi masa depan terbaiknya, sekaligus pemerhati lingkungan, Anda patut senang dengan berdirinya Green School – Kul Kul Campus di Desa Sibang Kaja, 30 km dari pusat kota Denpasar. Green School yang berdiri di atas lahan seluas 8 hektar, membelah Sungai Ayung ini dibuka pertama kalinya pada bulan September 2008, digagas oleh John Hardy seorang wirausahawan sekaligus perancang perhiasan yang tentu saja sudah tidak asing lagi bagi dunia fashion baik di Indonesia maupun di luar negri.

Sekolah ini adalah satu-satunya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bambu yang ramah lingkungan, dilengkapi dengan atap alang-alang, kebun tanaman organik tempat anak-anak belajar menanam dan kolam aquaculture. Bagian tengah bangunan ‘heart of school’ adalah struktur bangunan bambu terbesar di dunia yang menonjolkan keindahan arsitektur yang hanya bisa Anda lihat di Katedral atau rumah opera. Ruang-ruang kelas dibuat terbuka tanpa

22

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

dinding menciptakan harmonisasi antara manusia dan alam, pendingin udaranya tidak menggunakan AC (Air Conditioner), melainkan dengan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listrik menggunakan bio gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Di dalam area sekolah, anda akan mendapati tidak hanya fasilitas pendidikan umumnya seperti perpustakaan, arena olahraga, auditorium, laboratorium, namun juga tambak udang dan pelataran sawah hijau yang menyejukkan di sekeliling bangunan sekolah termasuk Green Warung yang menyediakan menu-menu organik yang sehat. Arsitektur unik lainnya dari lanskap Green School adalah jembatan bambu yang membentang di tengahtengah sekolah, yang dibawahnya mengalir Sungai Ayung. Semua benar-benar dibuat menyatu dengan alam, anak-anak jadi dapat berinteraksi dengan alam, demikian salah satu visi yang ingin ditegaskan oleh Green School - sekolah yang mengajarkan kurikulum green education dan pendekatan holistik. Beberapa

kurikulum yang tidak mungkin Anda temukan di sekolah biasa adalah anak-anak diajarkan cara menanam padi, memproduksi coklat sendiri dan beberapa kegiatan alam lain yang dikemas dengan caranya yang unik untuk memikat minat anak-anak. Pada dasarnya green studies menekankan pada sustainability atau kesinambungan, termasuk program creative arts sebagai tambahan dari kurikulum pokok lainnya, guna membentuk anak didiknya menjadi pribadi yang peduli dan bersikap bijak terhadap lingkungan. Bicara mengenai berapa biaya untuk menyekolahkan anak Anda disini, tentu jauh lebih mahal dibandingkan dengan sekolah regular lainnya, sehingga tidak heran jika murid-murid yang bersekolah disini dari kalangan keluarga ekspatriat. Namun, Green School tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak lokal untuk mengenyam pendidikan di Green School melalui program beasiswa yang mereka tawarkan, karena mereka yakin, toh nantinya yang memiliki tugas berat untuk menyelamatkan dan menjaga alam Bali adalah generasi muda Bali.

b u sin ess

Jumlah tenaga pengajar di Green School, mulai dari nursery, kindergarten (setara Taman Kanak-Kanak) hingga usia 12 (untuk upper secondary atau setara SD kelas 6) adalah 21 orang, dengan latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni dari berbagai akademisi; mulai dari insinyur, psikolog, pakar lingkungan, scientist, yang mendalami film, seni hingga media. Salah satunya bahkan adalah seorang PHD dan pemegang sertifikat Steiner untuk pendidikan holistik. Green School memang tidak main-main dalam menyiapkan tenaga pengajarnya. Seandainya saja pemerintah kita berpikiran sama seperti John Hardy, untuk menyiapkan generasi muda yang pintar dan bijak terhadap lingkungan tentu kita tidak akan khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Indonesia dimasa-masa yang akan datang. (Foto: Dedeth)

Green School

Jalan Raya Sibang Kaja, Banjar Saren, Abiansemal, Badung, Bali 80352, Indonesia Phone: +62 (0)361 469 875 www.greenschool.org

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

23


f

f

smar t ami l y

s mar t amily

Oleh Safir Senduk Perencana keuangan (www.perencanakeuangan.com)

“Mempersiapkan dana pendidikan? Gampang itu...”

Pertanyaannya, berapa persen asumsi kenaikan yang sebaiknya kita pakai? 10% per tahunkah? 15% per tahunkah? Atau 20, 25, 30 atau 35% per tahun? Jawabannya, tentu makin tinggi asumsinya, makin aman juga buat kita, karena ini berarti secara otomatis Anda sudah berjaga-jaga dari kemungkinan kenaikan biaya pendidikan yang siapa tahu gila-gilaan naiknya. Tapi sekedar saran buat Anda, asumsi kenaikan biaya pendidikan sebesar 10% per tahun, bolehlah jadi acuan standar. Oke, dibawah ini adalah contoh lengkap perkiraan kebutuhan biaya pendidikan anda kelak, dengan asumsi usia anak 1 tahun di tahun 2009 ini dengan asumsi kenaikan 10% per tahun. Biayanya Sekarang di Tahun 2009*

Jilid 1

Anda pernah merasa tua?

S

etiap saya berulang tahun pada tanggal 19 Desember, saya sadar bahwa secara fisik saya memang bertambah tua. Tapi anehnya, setiap kali menjelang hari Ulang Tahun itu, rasanya saya selalu happy dan excited. Kenapa? Karena Ulang Tahun membuat saya punya kesempatan untuk mengumpulkan keluarga dan teman-teman dekat untuk merayakannya. Dan begitu saya berulangtahun, pikiran saya selalu kembali ke masa lalu waktu saya masih sekolah. Terus terang saya bukan murid yang pintar-pintar amat. Saya malah cenderung agak malas dan nggak begitu tekun. Nilai pelajaran saya juga nggak bagus-bagus amat. Ibaratnya, kalau nilai penuhnya adalah 10, mendapat nilai 7 atau 8 pun rasanya sudah bagus sekali buat saya. Tapi, kalau saya tahu betapa susahnya orangtua saya mengumpulkan uang untuk bisa menyekolahkan saya ke sekolah swasta terbaik di masa itu, saya mungkin akan mencoba untuk mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Ya, dulu saya memang nggak pernah merasakan betapa sulitnya orangtua saya mengumpulkan uang buat saya. Maklum, sebagai anak, saya sering hanya tahu beres saja. Orangtua kasih saya uang, dan saya langsung membayarkannya sebagai Uang Sekolah ke sekolah saya. Tapi sekarang, saya tahu betapa tidak mudahnya menyisihkan uang untuk ditabung buat keperluan sekolah anak. Bukan apa-apa, dengan makin tingginya biaya sekolah dari tahun ke tahun, rasanya makin berat buat orangtua untuk mempersiapkan dana itu. Saya kasih contoh sederhana: saya masuk SD pada tahun 1980. Waktu itu, SD saya adalah sekolah swasta yang cukup terkenal di Jakarta, yang memiliki fasilitas lumayan lengkap, dan banyak orang bilang, itu adalah sekolah terbaik di Indonesia pada waktu itu. Saya ingat sekali, untuk masuk kesitu, uang pangkalnya adalah Rp 1,5 juta. Sekarang, tahun 2009, untuk masuk ke tempat yang sama di SD itu, orang

24

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

harus bayar sekitar Rp 20-25 juta. Ini berarti kenaikannya lebih dari 10% per tahun. Pertanyaannya sekarang, berapa persenkah penghasilan Anda naik setiap tahunnya? Lebih besar atau lebih rendah dari 10% per tahun? HITUNG DULU KEBUTUHANNYA Melihat pengalaman tadi, hal pertama yang harus Anda lakukan kalau memang mau mempersiapkan Dana Pendidikan Anak adalah dengan menghitung dulu berapa sebenarnya biaya pendidikan yang dibutuhkan kelak kalau si anak sudah besar. Katakan begini: anak Anda umurnya baru 1 tahun. Kalau Anda mau menyiapkan uang buat dia masuk SD, jelas... Anda harus melihat berapa harga masuk SD diluaran sana. Ambil asumsi SD yang Anda pilih adalah SD terbaik di kota Anda. Biaya masuknya berupa uang pangkal adalah sebesar Rp 10 juta. Nah kalau anak Anda masuk SD – katakan – di usia 6 tahun, ini berarti Anda masih punya waktu 5 tahun untuk mempersiapkan. Pertanyaannya sekarang, berapa besar jumlah yang harus dipersiapkan? Rp 10 juta? Jelas nggak dong, karena Rp 10 juta itu adalah biaya masuk SD sekarang. Lha anak Anda kan masuk SD masih 5 tahun lagi? Ini berarti, si uang pangkal itu akan naik, nggak lagi Rp 10 juta seperti sekarang, tapi lebih. Pertanyaannya sekarang, lebihnya itu berapa?

TK

5.000.000

SD

10.000.000

SMP

20.000.000

SMA

25.000.000

PT

40.000.000

2012

2014

(3 tahun lagi)

(5 tahun lagi)

2020

2023

2026

(11 tahun lagi) (14 tahun lagi) (17 tahun lagi)

6.655.000 16.105.100 57.062.334 94.937.459 202.178.812

Kaget nggak melihat angkanya yang besar begitu? Saya jujur kaget waktu pertama kali lihat. Tapi tenang aja, orangorang tua kita dulu juga pasti kaget kalau tahu biaya masuk SD sekarang adalah Rp 10 juta. Jadi kenaikan itu pasti terjadi. Itu pasti. GIMANA MEMPERSIAPKANNYA? Ada dua cara mempersiapkan dananya. Pertama, Anda menabung secara bulanan. Kemana menabung itu bisa kita bicarakan nanti. Tapi yang jelas, Anda bisa menyisihkan uang secara rutin setiap bulan dari gaji yang Anda dapatkan. Kalau penghasilan Anda setiap bulan sekian juta rupiah, Anda mungkin bisa sisihkan sekian ratus atau juta rupiah supaya dana itu terkumpul. Cara kedua adalah dengan menyisihkan uang itu sekarang juga kalau Anda memang punya dananya. Dengan menyisihkannya sekarang, Anda nggak perlu lagi pusing menyisihkan uang setiap bulan sekali.

Lho, itu kan pakai asumsi 10% per tahun? Kalau asumsinya 15%per tahun? Gampang: = Rp 10 juta x 1,15 x 1,15 x 1,15 x 1,15 x 1,15 =Rp 20.113.572 Dan seterusnya.

Cara yang paling sederhana adalah – dengan asumsi Anda invest ke produk investasi yang tidak memberikan return

= Rp 10 jt x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1 = Rp 16.105.100,-

Dibawah ini adalah jumlah yang harus Anda tabung setiap bulannya (semuanya dari sekarang), dengan asumsi Hasil Investasi 0%.

(* nilai dalam Rupiah)

Cara pertama tadi, memang, walaupun lebih merepotkan, tapi biasanya lebih ringan. Anda cukup menyisihkan sedikitsedikit setiap bulan, sampai nanti dananya terkumpul. Istilah kerennya, sedikit-sedikit jadi bukit. Cara kedua, lebih mudah. Tapi masalahnya Anda harus ada dulu dananya. Oke, kita asumsikan saja Anda belum punya dana sama sekali, sehingga Anda memilih cara pertama. Pertanyaannya, berapa jumlah yang harus Anda sisihkan setiap bulan?

Cara ngitungnya gampang: Kalau kita pakai asumsi 10% per tahun, maka uang pangkal anak Anda nanti akan menjadi:

sama sekali alias returnnya 0% - dengan membagi target dana yang diinginkan tadi dengan jumlah bulan yang tersedia. Jadi kalau Anda ingin memiliki dana sebesar Rp 16.105.100 untuk masuk SD 5 tahun lagi, maka bagi saja Rp 16.105.100 dengan jumlah bulan dalam 5 tahun, yaitu 60 bulan, didapatlah angka Rp 268.419 per bulan. Lho, kok enteng ya? Iya, karena jumlah angka pembaginya banyak. Sekarang coba kalau angka pembaginya sedikit. Misalnya nih, walaupun Anda masih punya waktu 5 tahun untuk mempersiapkan uang itu buat anak Anda masuk SD, tapi Anda menunda, dan baru menyiapkannya setelah 2 tahun. Ini berarti, waktu Anda cuma tinggal 3 tahun. Jadi, angka Rp 16.105.100 tadi dibagi dengan 36 bulan, didapat angka Rp 447.364 per bulan. Kesimpulannya, kalau Anda mau menyiapkan dana pendidikan, siapkan dana itu dari sekarang, karena pasti akan lebih enteng. Kalau Anda menunda, maka beban bulanan Anda akan makin berat. Dijamin. Tentu saja, kalau Anda masuk ke produk investasi yang memberikan hasil investasi (return) tertentu, jumlah yang Anda tabung pasti akan jadi lebih kecil, dibanding kalau hasil investasinya tidak ada.

Biayanya Sekarang di Tahun 2009* TK

5.000.000

SD

10.000.000

SMP

20.000.000

SMA

25.000.000

PT

40.000.000

2012

2014

(3 tahun lagi)

(5 tahun lagi)

2020

2023

2026

(11 tahun lagi) (14 tahun lagi) (17 tahun lagi)

6.655.000 (184.862 per bulan) 16.105.100 (268.419 per bulan) 57.062.334 (432.291 per bulan) 94.937.459 (565.104 per bulan) 202.178.812 (991.073 per bulan)

(* nilai dalam Rupiah)

PRODUK INVESTASI YANG BISA DIPILIH Paling tidak, ada beberapa alternatif produk investasi yang bisa Anda pilih, kalau Anda mau menabung secara bulanan. Asuransi Pendidikan. Produk ini bisa dibilang produk pertama di Indonesia yang memposisikan diri sebagai produk persiapan dana pendidikan. Produk ini dikeluarkan oleh perusahaan asuransi jiwa. Cara kerjanya sederhana: Anda Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

25


f

l eisu re

smar t ami l y bunga yang Anda dapatkan umumnya lebih besar daripada bunga pada produk tabungan biasa. Anda tidak akan mendapatkan Kartu ATM, dan rekening Anda dikunci alias Anda tidak boleh mengambil uang tabungan Anda sampai jatuh tempo anak-anak Anda masuk TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Produk ini dilengkapi dengan Asuransi Jiwa dimana sebagian besar bank memberikan asuransi jiwa ini secara gratis dan sedikit bank ada yang membebankannya langsung di setoran yang Anda lakukan setiap bulan. Dengan beberapa ratus ribu rupiah, Anda sudah bisa membuka produk Tabungan Pendidikan. Sekarang, apa perbedaan antara Tabungan Pendidikan dan Asuransi Pendidikan? Pada Tabungan Pendidikan, hasil yang Anda dapat cenderung lebih besar dari Asuransi Pendidikan, hanya saja bunga pada Tabungan Pendidikan lebih turun naik, sementara pada Asuransi Pendidikan hasil yang Anda dapatkan sudah bisa diperkirakan. Sekali lagi, ketika Anda mengambil Tabungan Pendidikan, pastikan agar hasil akhirnya sesuai dengan perkiraan jumlah biaya pendidikan yang sudah Anda hitung di awal tadi.

bisa memilih sendiri berapa besar Nilai Uang Pertanggungan yang akan Anda ambil, dimana untuk selanjutnya nanti perusahaan asuransi akan memberikan kepada Anda dana pendidikan sebesar sekian persen dari Uang Pertanggungan tersebut. Sebagai contoh, Anda mengambil asuransi pendidikan dengan Nilai Uang Pertanggungan Rp 100 jt. Ini berarti, kalau terjadi kematian pada Anda sebagai orangtua, maka Anda akan mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp 100 jt. Kemudian, kalau tidak terjadi risiko kematian pada Anda sebagai orangtua, maka ketika anak Anda masuk SD, Anda akan mendapatkan dana pendidikan sebesar – katakan – 10% dari UP, yaitu Rp 10 jt. Ketika anak Anda masuk SMP, Anda akan mendapatkan 20% dari UP, yaitu Rp 20 jt. Ketika Anda tidak juga mengalami kematian dan anak Anda masuk SMA, Anda akan mendapatkan 30% dari UP, yaitu Rp 30 jt, dan ketika anak Anda masuk Perguruan Tinggi, Anda akan mendapatkan 40% dari UP, yaitu Rp 40 jt. Tips dari saya adalah, tidak peduli berapa besar Uang Pertanggungan yang Anda ambil, yang paling penting untuk Anda lihat adalah apakah dana pendidikan yang diberikan kepada Anda (yang besarnya sekian persen dari UP dst), memang sesuai atau sama dengan jumlah perkiraan biaya pendidikan yang sudah Anda hitung di awal tadi. Karena kalau tidak sama, ya percuma saja Anda ngambil produk asuransi pendidikan. Untuk ikut asuransi pendidikan, Anda harus menyetor premi beberapa ratus ribu rupiah ke perusahaan asuransi, bisa setiap bulan, 3 bulanan, 6 bulanan, setahun sekali, atau sekali saja. Tabungan Pendidikan. Ini sebenarnya adalah produk tabungan dari bank dimana Anda harus menyetor secara rutin setiap bulan, dan Anda akan mendapatkan bunga yang turun naik seperti layaknya tabungan. Hanya saja

26

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Reksa Dana. Nah, produk ini adalah produk investasi dimana uang yang anda invest itu dikelola oleh pihak ketiga, namanya Perusahaan Manajer Investasi. Pihak Manajer Investasi akan menginvestkan uang itu ke produkproduk seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Sebagai investor, Anda akan menerima reportnya setiap bulan, dan pada Reksa Dana, keuntungan yang anda dapatkan adalah berupa kenaikan Nilai Unit Penyertaan (UP) yang Anda miliki. Artinya, beda dengan Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan, nilai UP Anda bisa saja turun. Tapi, dengan asumsi bahwa Reksa Dana bisa berpotensi memberikan return sekian persen per tahun, pastikan bahwa jumlah Dana Pendidikan yang anda targetkan bisa terkejar. Reksa Dana bisa dibuka dengan hanya beberapa ratus ribu rupiah saja. Unit Link. Produk ini sama seperti Reksa Dana, hanya saja produk ini digabung dengan asuransi. Unit Link dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi. Cara kerjanya, Anda menyetor premi setiap bulan – minimal sekitar Rp 300ribu per bulan sudah bisa - dimana premi itu nanti akan dibagi dua, sebagian untuk premi asuransi, dan sebagian lagi dikelola oleh Perusahaan Manajemen Investasi. Terus begitu. Nantinya, hasil investasi Anda dihitung dari berapa jumlah yang sudah Anda setor untuk investasi melalui Perusahaan Manajemen Investasi. Kalau Anda ingin mengambil produk yang bisa memberikan hasil lebih besar dari Asuransi Pendidikan – walaupun dengan risiko lebih tinggi – maka Unit Link seperti ini bisa dipertimbangkan.

Bercengkrama di Surga

Taman Burung Oleh Ari Mustikawati

Setelah mengintip Bali Taman Safari & Marine Park di Gianyar, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mampir sejenak ke Bali Bird Park, yang terletak di Singapadu, masih dalam kabupaten yang sama. Setelah 20 menit bergumul dengan asap dan polusi kendaraan dari kota Denpasar, sampailah kami di Singapadu, carut-marut lalu lintas ibukota secara perlahan berganti dengan suasana hening dan hamparan sawah hijau. Dan tibalah kami di Bali Bird Park, salah satu taman burung terbaik di Asia.

B

ali Bird Park dimiliki dan dikelola oleh ekspatriat sejak 15 tahun lalu ketika pertama kali taman ini dibuka untuk umum dan sudah menjadi sanctuary terbaik bagi 1.000 burung dari 250 spesies, termasuk Kasowari cantik dari Papua dan Bali Starling yang jumlahnya sudah tinggal 25 ekor di alam bebas. Tidak heran tentunya, jika taman ini keasrian lanskapnya dan kebersihannya sangat terjaga, bahkan Anda tidak akan sempat mencium bau menyengat kotoran binatang karena tingkat higenitas yang sangat diperhatikan, tidak ada sampah yang akan Anda lihat sepanjang jalan setapak yang dibuat. Tak selazimnya taman-

Nah, mudah-mudahan penjelasan tentang Bagaimana Mempersiapkan Dana Pendidikan tadi bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan yang lebih bijak buat masa depan anak-anak Anda. Selamat mempersiapkan Dana Pendidikan. Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

27


l eis u re

l eisu re

Puas menyaksikan atraksi, kami bergegas menuju GuyuGuyu Corner, tempat Anda dengan leluasa berfoto bersama burung-burung cantik seperti; Blue and Gold Macaw dari Amerika Selatan, Betet Abu-Abu dari Afrika, Burung Lori, Scarlet Macaw, Weathed Hornbill dari Borneo, dan beberapa jenis burung lainnya. Arena selanjutnya yang wajib Anda coba bersama keluarga adalah 4D Avian Theater, 5 kali dalam sehari teater mini ini akan memutar filem pendek ‘Sky Adventure’ berdurasi 15 menit dengan sensasi 4D yang menampilkan gambar dan suasana menjadi lebih hidup.

taman binatang yang dikelola pemerintah, yang notabene tidak terurus, pintu masuk Bali Bird Park terbuat dari ukiran kayu besar menyerupai gebyok, yang normalnya Anda jumpai di rumah-rumah bangsawan Bali atau villa-villa mahal yang menjual nilai seni Bali. Melalui pintu masuk, kami disambut dua ekor Macan Brazil yang bertengger di batang pohon disisi jalan masuk dan seorang petugas dengan ramah menyemprotkan sejenis sanitizer liquid ke tangan saya sebelum mulai menjelajah seisi area taman burung seluas 2 hektar ini, yang terbagi dalam beberapa lokasi; Guyu-Guyu Corner, South America, Africa, Toraja House, Sumatera, replika Danau Nakuru dan

Tamblingan, kawasan Kasowari, Borneo, Java dan area mungil di dekat Java yang digunakan sebagai panggung pertunjukan ‘basic instict’ – pertunjukan burung-burung predator yang dibuka dua kali dalam 1 hari. Arena pertama yang kami kunjungi adalah halaman luas di depan Bali Starling Restaurant, tempat pertunjukan ‘Bali Rainforest Free Flight and Bird Show’, setiap pukul 10.30 dan 16.00, yang berlangsung selama 30 menit. Pertunjukan ini dimulai dengan menampilkan burung-burung dan unggas tropis dari berbagai negara, disaat yang sama seorang pemandu menjelaskan secara ringkas jenis-jenis burung yang melintas di atas kepala kami secara bergantian dengan dua bahasa – Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sangat menarik sebagai media edukasi bagi anak-anak.

28

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Petualangan berlanjut ke area Basic Instinc – atraksi burungburung predator yang berlangsung selama 15 menit. Bintang panggung atraksi ini adalah sekelompok Elang Bondol, Elang Laut, Barred Eagle Owl (Bubo Sumatranus) dan sepasang Scarlet Macaw. Jika atraksi telah berlangsung, pemandu akan mengundang Anda berfoto bersama dengan burung-burung predator ini. Tidak perlu khawatir, mereka sudah cukup terlatih dan jinak, asal Anda mengikuti dengan hati-hati instruksi para pemandu, Anda akan mendapatkan pengalaman berkesan up & close bersama sekelompok predator ini. Kami pun menutup wisata kali ini dengan menyusuri sisa arena dan kembali ke halaman depan untuk melihat atraksi terakhir ‘Meet the Bird Stars’; Black Plam kakatua – Kakaktua berjambul dan Scarlet Macaw dengan bulu warna hijau, kuning, birunya yang menarik.

Bali Bird Park

Jl. Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Gianyar Buka : 9.00 – 17.00 Telp: 0361 299352 www.bali-bird-park.com

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

29


i

t he ns ide r

f rontof

m in d

S

iapakah diantara Anda yang tidak mengenal wirausahawan sejati dan pionir program televisi asal Amerika Serikat Donald Trump. Kepiawaiannya dalam berbisnis dan kesuksesannya sudah tidak diragukan lagi. Donald Trump yang lahir dengan nama Donald John Trump, lahir di New York tanggal 14 Juni 1946. Donald Trump saat ini menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dari beberapa perusahaan miliknya antara lain: Organisasi Trump, Pengembang dan Pemasaran Real Estate, Pendiri dunia hiburan Trump, pemilik bisnis casino, acara televisi ‘The Apprentice’ dan masih banyak lagi bisnis lain yang mungkin sedang ia kelola. Trump adalah putra dari Fred Trump, seorang ahli pembangunan dan pemasaran real estate di New York. Ia menempuh masa pendidikan di The Kew Forest School di Forest Hills Queens, namun setelah kekacauan yang terjadi di Queens masa itu, pada usia 13 tahun, orang tua Trump mengirimnya ke Akademi Militer New York (New York Military Academy) dengan harapan Donald akan menjadi orang yang tangguh. Donald pun berhasil meraih penghargaan akademis, seperti Coach Award yang diterimanya pada tahun 1964 sebagai pemain baseball, sambil bekerja sebagai pekerja honorer. Kemudian ia melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di Universitas Fordham selama 2 tahun sebelum pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania. Setelah lulus pada tahun 1968, ia bergabung di perusahaan real estate milik ayahnya, The Trump Organization. Di dalam bukunya, Trump  : The Art of the Deal, Donald membahas tentang kehidupan universitasnya : “Setelah saya lulus dari Akademi Militer New York pada tahun 1964, saya pernah berpikir untuk melanjutkan ke sekolah perfilman.. tetapi akhirnya saya memutuskan bahwa real estate adalah bisnis yang jauh lebih baik. Saya mulai dengan masuk ke Universitas Fordham.. tetapi setelah 2 tahun di perguruan tinggi saya berpikir bahwa saya pasti bisa ke jenjang yang lebih tinggi. Saya pun mendaftarkan diri ke Wharton School at the University of Pennsylvania dan saya diterima... dan sangat senang rasanya setelah lulus. Saya langsung pulang ke rumah dan bekerja bersama ayah saya.” Salah satu proyek pertamanya adalah merenovasi kompleks apartemen Swifton Village di Cincinnati Ohio, 1200 unit dan menaikkan tarif 66% menjadi 100% ketika menjual kembali Swifton Village seharga 12 juta USD, Trump Organization saat itu meraup keuntungan sebesar 6 juta USD. Kesuksesan Trump pun terus meroket, meskipun demikian ia sempat tersangkut masalah keuangan di tahun 1990, ketika resesi ekonomi muncul. Akan tetapi Trump tetaplah Trump, ia akan bangkit lagi dan bergerak lebih cepat dengan intuisi bisnisnya yang kuat, nama Donald Trump tetaplah bersinar sebagai salah satu wiraswasta paling makmur di Amerika Serikat.

30

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

31


l iterat ure Pribadi Budiono Direktur BPR Lestari

l ite ratu re

CONNECT! Surfing NEW WAVE MARKETING Hermawan Kartajaya

H

ermawan Kartajaya adalah Pendiri dan Presiden Markplus, Inc, Profesional Service Firm yang bergerak dalam bidang Marketing yang dirintisnya sejak tahun 1990. Markplus pada awalnya didirikan di Surabaya dan pada tahun 1995 dipindahkan ke Jakarta sebagai kantor utamanya. Kini perusahaan yang didirikannya tersebut bukan saja ada di 5 kota besar di Indonesia melainkan juga berdiri di sejumlah kota besar di Asean seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Ho Chi Minh City. Pada tanggal 17 April 2010 Markplus Institute of Marketing (MIM) bekerjasama dengan Lestari Institute, telah hadir di kota Denpasar yang berlokasi di BPR Lestari lantai 4. Dalam peresmian kantor baru, Bpk. Hermawan mengadakan diskusi dengan para pengusaha muda Bali, pemuda dan pemudi. Menurut Bapak Hermawan bahwa masa depan kita ini terletak ditangan orang muda (youth), wanita (women) dan yang tidak gagap teknologi (netizen). Kenapa masa depan dunia terletak ditiga hal tersebut (Youth, Women dan Nitezen)? Ternyata jawabannya ada dibuku terbaru Bpk. Hermawan ’Connect!’ Surfing new wave marketing.

perilaku customer Youth (Muda), Woman (wanita) dan Netizen (tidak gagap teknologi). 1. Kenapa youth?

2. Kenapa woman?

Buku Connect! Bpk. Hermawan menjabarkan secara komprehensif mengenai ‘why’, ‘what’, dan ‘how’ untuk menjalankan pemasaran new wave. Dibagian pertama ‘Why CONNECT!’ Bpk. Hermawan akan memberikan pandangan mengenai masuknya kita ke sebuah orde baru dunia pemasaran di dunia yang baru, sebuah manifesto baru untuk para pemasar yang mengajak untuk meninggalkan dan merubuhkan paradigma lama dalam melakukan pemasaran. Pemasar yang bergerak dari praktek orde lama (legacy) ke orde baru (new wave) sesungguhnya adalah pemasar yang meng-connect! dirinya dengan perubahan besar yang terjadi di dunia pemasar. Pemasaran akan mengalami perubahan lanskap yang dahsyat dari vertikal ke horizontal adalah suatu kejadian yang sangat destruktif, yang merubuhkan banyak hal dalam dunia pemasaran. Perkembangan internet dengan web membuat proses horizontalisasi semakin cepat. Di dunia yang serba horizontal ini, berkat perkembangan teknologi internet, semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk terconnect!. Perubahan teknologi ini mengundang datangnya tren lain yang mendorong faktor makro dan mikro untuk mengadopsi proses horizontalisasi di lanskap pemasaran secara keseluruhan. Horizontalisasi diberbagai lingkungan ini memberikan dampak yang besar terhadap perilaku customer. Terutama

32

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Merekalah yang membesarkan dunia yang serba baru ini. Mereka lah yang akan membentuk dunia masa depan. Mereka pula yang membawa kekuatan demografis baru, purchasing power yang baru dan kekuatan politik baru. Mereka beranjak dewasa dengan berbagai macam alat teknologi informasi dan komunikasi secara otomatis paradigma, gaya hidup, perilaku dan nilai-nilai mereka menjadi sangat new wave yang serba horizontal. Merekalah yang disebut new wave ready customer. Wanita adalah konsumen paling kuat di dunia pemasaran. Mereka adalah konsumen yang berpengaruh, 97 persen keputusan untuk membeli dipengaruhi oleh kaum wanita. Apakah itu keperluan belanja personal, rumah tangga, bahkan sampai kantor pun secara rata-rata dipengaruhi oleh kaum wanita. Meskipun seorang pria membeli untuk dirinya sendiri, keputusan untuk membeli itu dipengaruhi oleh wanita. Kekuatan wanita di lanskap bisnis semakin dominan. Dunia yang semakin horizontal telah merubuhkan banyak barrier termasuk gender barrier, (Jupe, Dewi Persik, Maria Eva Eva yang heboh aja mau ikut pilkada) betapa semakin kuat pengaruh wanita termasuk di dunia politik.

3. Kenapa netizen?

Menurut Bpk. Hermawan bahwa penduduk dunia new wave dibagi dua yaitu digital native atau penduduk asli yang dari sejak lahir fasih menuturkan bahasa digital, kedua Digital Immigrant atau pendatang baru yang melihat perkembangan digital teknolgi dari nol dan baru bermigrasi ke era digital. Digital native dan digital immigrant keduanya masuk dalam sebuah kekuatan institusi baru yang dinamakan netizen.

Menurut Bpk. Hermawan jika Anda masih muda (youth), woman dan tidak gagap teknologi (netizen), atau sebagai entrepreneur yang berorientasi pasar youth, woman dan netizen, Dunia menjadi milik Anda, Dunia dalam gengaman Anda, you have everything... Bagian kedua ’What to connect! Dalam buku ini adalah tentang pembahasan satu per satu mengenai pergeseran

dari 9 elemen inti pemasaran (konsep pemasaran yang legacy) menjadi 12 Cs new wave marketing yang didalamnya dibagi menjadi tiga yaitu mengenai strategi, taktik dan value. Sudah jelas bahwa implementasi dari 12 C tersebut hanya bisa dilakukan apabila pemasar tahu betul, sadar diri bahwa connect! Adalah sangat vital untuk sukses di era new wave marketing. Di dalam buku ini Bpk. Hermawan tidak hanya berbicara tentang connect! Secara online tapi juga offline. Karena penting untuk diklarifikasi bahwa new wave marketing, sebuah orde baru di dunia marketing bukan internet marketing, Digital Marketing atau online marketing, meskipun internet yang semakin perkasa ini memaksa sebuah perusahaan untuk terus connect!

offline pada dasarnya akan sangat membantu pemasar dalam membantu pemasar dalam melakukan tiga tingkatan connect! yang berbeda. Selamat membaca, semoga memberikan inspirasi Anda dalam meng-connect! dunia.

Untuk sukses melakukan koneksi secara holistik, pemasar perlu sadar akan tiga tingkatan connect! Yang pertama adalah mobile connect. Pertanyaan Testingnya adalah ‘Are you Well-connected?’ Baik online maupun offline. Tingkat dua adalah experiental connect. Pertanyaan yang relevan adalah ‘How Deep is your connection?’ Bukan cuma hanya ‘Are You Well Connected.’ Tingkat paling tinggi adalah social connect. Pertanyaan yang tepat adalah ‘How Strong is The connectivity?’ Pemasar yang menunggangi ketiga hal tersebut untuk praktek 12 Cs layak disebut sebagai the connect ready new wave marketer. Maka dari itu, siapkan diri, connect! Untuk mengarungi new wave marketing. Di bagian ketiga dalam buku ini tentang ‘how to’ dalam connect! Surfing new wave marketing, didedikasikan khusus untuk mengimplementasikan dari 12C dan mempersiapkan Anda menjadi the connect ready new wave marketer. Segala elemen dari 12C, mulai dari communitization, confirmation, clarification, codification, co-creation, currenty, communal activation, conversation, commercialization, character, caring dan collaboration sangat memungkinkan untuk dilakukan apabila pemasar terconnect! secara mobile, experiential dan social. Berbagai connecting platform yang ada di dunia online dan Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

33


s ne a kpeek

t

high - ec h i nd ex

saja beberapa adegan yang bermaksud menampilkan sosok ‘kelucu-lucuannya’ lewat beberapa dialog justru terkesan sangat memaksakan. Alhasil, bukannya lucu, tapi terkesan klise dan sayang sekali seorang Gerard Butler harus terlibat dalam naskah yang ‘fragile’ seperti Bounty Hunter. Tak kalah ironis adalah akting Jennifer Anniston sebagai seorang reporter, mantan istri Milo, Nicole Hurley, yang seolah-olah hanyalah replika tokoh Rachel Green – tokoh yang ia perankan selama 10 tahun dalam sebuah drama seri televisi paling sukses sepanjang sejarah ‘Friends’. Atau mungkin karena saya sudah terbiasa menonton serial itu berulangulang, saya mengalami kesulitan membedakan antara Jennifer Aniston sebagai Rachel Green dan Nicole Hurley, buat saya terlihat sama saja. Atau memang Jennifer Aniston yang sudah kehilangan akal bagaimana caranya berakting, menonjolkan karakter Nicole tanpa meninggalkan jejak gaya lama ‘Rachel Green’-nya. Film ini dibungkus dengan scene terakhir ketika keduanya terpaksa mendekam dipenjara karena terlibat kejar-kejaran dan tembak menembak dengan gang penjahat lain. Dan tentu saja, seperti yang bisa Anda duga, this twisting situation membuat mereka kembali jatuh cinta.

Camera Underwater Hingga 40 meter S

ekarang kita bisa berfoto ria sambil menyelam tanpa perlu khawatir dengan kedalaman akan merusak kamera kita. Jika versi-versi sebelumnya dari merek lain hanya mampu hingga 12m, kini Sony mengeluarkan pocket camera dengan harga di bawah 2 juta dengan kemampuan underwater hingga 40m. DSC-TX7 Cyber-shot marine pack baru saja dikeluarkan dengan segala kemampuan “easy use control” meski dalam keadaan menyelam. Kamera ini dikemas dengan ABS plastics dan cacao kedap air hingga 132 feet di bawah air. Paket kamera ini sudah termasuk dengan LCD hood, hand strap, O-ring, Grease dan Spacer. Untuk kamera dengan kemampuan seperti ini harga yang dibandrol boleh dibilang sangat murah.

Bounty Hunter (2010)

Sutradara : Andy Tennant Penulis naskah : Sarah Thorp Pemain : Jennifer Aniston, Gerard Butler

B

ounty Hunter adalah film dewasa yang dikemas sebagai sebuah pertunjukkan action dibumbui komedi dan kisah cinta. Dua tokoh utama diperankan oleh Gerard Butler yang memukau dalam aktingnya sebagai King Leonidas lewat film 300 tahun 2006, sedangkan si wanita diperankan oleh Jennifer Anniston yang namanya lebih dikenal sebagai mantan istri Brad Pitt ketimbang prestasinya di dunia perfileman Holywood. Kali ini Gerard berperan sebagai Milo Boyd, seorang mantan polisi yang alih profesi menjadi pemburu hadiah atau bounty hunter. Scene pertama dimulai dengan kejar-kejaran antara Gerard dan seorang penjahat di jalan utama ketika sebuah parade sedang berlangsung, termasuk polisi yang juga ikutikutan mengejar mereka berdua. Postur tubuhnya yang besar, berotot dan raut mukanya yang garang, cukup menggambarkan karakter Milo dalam film ini, hanya

34

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

35


af ter

h ou r Maria Eva Terjun ke Dunia Politik Masih ingat sosok Maria Eva, penyanyi dangdut yang populer saat rekaman adegan mesumnya dengan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), Yahya Zaini, tersebar luas di masyarakat. Padahal saat itu, dirinya tengah terikat pernikahan dengan Koh San, meski akhirnya bercerai pada awal 2007. Rekaman yang dibuat dengan kamera handphone milik Merry (nama panggilannya) itu, diduga disebarkan sendiri olehnya setelah kecewa dengan pasangannya. Setelah sekian lama tak terdengar kabarnya, nama Eva kembali disebutsebut karena pencalonannya dalam Pilkada Desember 2010. Pedangdut seksi dengan gelar Master di bidang Manajemen ini dikabarkan telah dipinang oleh Soleh S H yang mencalonkan diri sebagai bupati Sidoarjo untuk mendampinginya sebagai wakil bupati. Menyikapi pencalonannya ini Eva tak menampik kalau popularitas artis akan mendongkrak perolehan suara.

Olga Sibuk Bagi Rejeki Beberapa tahun lalu Olga Syahputra mungkin bukan siapa-siapa. Namun dalam hitungan dua tahun ke belakang, ia makin sukses di dunia hiburan. Banyak tawaran pekerjaan yang menghampirinya. Seperti halnya dalam satu minggu kemarin ia full didaulat menjadi presenter. Ia mengaku pekerjaan yang diambilnya semua berasal dari hati dan tidak perlu pemaksaan untuk menghasilkan uang lebih banyak. Sekarang ia mengaku aktif di beberapa yayasan seperti di Tangerang, Cipinang, dan Sentul. Terjunnya Olga dibidang sosial ini diakuinya sudah dari sejak lama. Awalnya, sebuah yayasan di Sentul memintanya untuk hadir. Dan walaupun dalam keadaan hujan, Ia memenuhi undangan tersebut. Sejak saat itu, ia aktif memberikan sumbangan meski terkadang tidak turun secara langsung.

36

- Vol. 5 Mei - J u n 2010

Vol. 5 M ei - J un 2 0 1 0 -

37


38

- Vol. 5 Mei - J u n 2010


Money&I ed 5