Page 1

Vol. 2 Feb-Mar 2010

The Fall of USD Buy Gold Now Road to Wealth

The Roots Create The Fruits

Growth Strategies Insentif dan Motivasi

Economic Focus

Anjungan Tunai Membobol

w w w.m on e y nyo u m a ga zine.com

Rp. 25.000,-


wo rd sfrom t he

d i re c tor

c ontents 05 Special Feature The Fall of USD 08 Road to Wealth The Roots Create The Fruits

Special Feature

Pimpinan Perusahaan

Alex P. Chandra

Tim Redaksi Money & You Magz

I Pt Agus Ariawan

danielGABE

Ari Mustikawati

Public Relation

Annisa Era Putri

Akhirnya kami sampai pada edisi kedua setelah melewati sambutan hangat

global dan lokal untuk menyambut 2010 dengan lebih optimis dalam kolom Special Feature ‘Buy Gold Now’ (hal. 5), beserta kolom menarik lainnya, yang

Supported by:

16 The Interview: Living The Sucessful Business Kepompong Jadi Rupiah

edisi lalu, edisi Februari masih kami isi dengan prediksi situasi ekonomi

dapat menjadi tips sukses menjalankan bisnis anda dalam Road to Wealth

Road to Wealth

08

anda simak dalam kolom khusus Putu Suandewi tentang kegigihannya mengolah kepompong ulat sutra (hal. 16), usaha gerabah binoh (hal. 20)

E. redaksi@moneynyoumagazine.com marcomm@bprlestari.com Direct Sales & Marketing for Advertisement T. 0361 744 884

18 Growth Strategies Insentif dan Motivasi

The Roots Create The Fruits

(hal. 9) dan Growth Strategies (hal. 18). Sementara inspirasi bisnis dapat

Alamat Redaksi: PT. BPR SRI ARTHA LESTARI Jl. Teuku Umar 110 Denpasar T. (0361) 246706 F. (0361) 246705

11 Economic Focus Anjungan Tunai Membobol 14 The Interview: People Terus Mencari Bibit-Bibit Enterpreneur Muda

dari pembaca setia pada edisi perdana tampilan baru M&YOU. Seperti halnya

Desain & Fotografi

Kopi Panas Productions

05

The Fall of USD

dan usaha produk organik dari pohon Mimba (hal. 23). Dan seperti biasa, kami menyajikan entertainment corner yang bisa menjadi referensi hiburan

20 Small Biz Home Biz Gerabah Tua Karya Para Lansia

anda dan keluarga. Selamat membaca dan sampai edisi berikutnya.

23 Green Business Neem: A Tree for Solving Global Problem

Salam,

26 Smart Family Asset and Liabilities

Growth Strategies

18

Insentif dan Motivasi

29 The Insider Generasi Lestari dan MIM 32 Front of Mind Steve Jobs 33 High-Tech Index 34 Literature Inside Drucker’s Brain

Green Business

Neem: A Tree for Solving Global Problem Ilustrasi: Yana

Note: Kritik dan saran dapat dikirimkan ke: redaksi@moneynyoumagazine.com - Vol. 2 Feb -Ma r 2010

35 Sneak Peek

23

36 After Hour

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

3


f

r eaders’cor ne r

sp ecial eatu res

“Selamat ya Money & You untuk edisi barunya. Info-infonya menarik dan bermanfaat, sebagai pengusaha saya jadi sangat terbantu Dan termotivasi. Sukses terus!” I Made Astawan Denpasar, Bali Terimakasih Bapak Made, senang mengetahui bahwa anda sangat terbantu dengan informasi-informasi yang kami hadirkan. Semoga usaha bapak semakin maju dan sukses. (Tim Redaksi)

Alex P. Chandra Direktur utama BPR Lestari

The Fall of USD Bagian 2

“Saya suka resensi filmnya, terutama yang klasik meskipun susah dicari saya jadi semangat untuk hunting.” Juli – Kuta. Kami memang berupaya untuk memberikan pilihan hiburan untuk semua kalangan, terutama film-film lama atau klasik yang layak menjadi referensi. (Tim Redaksi) Jadi ketika itu Pemerintah Indonesia meminjamkan uang untuk menambah modal dengan tidak menyetor uang, melainkan hanya dengan mengeluarkan surat hutang (obligasi). Uangnya sendiri tidak ada. Jadi bail-out besarbesaran yang terjadi di Indonesia tahun 1998 lalu adalah dengan meminjamkan uang yang tidak dimiliki.

“Penampilannya jadi bagus ya sekarang, kelihatan professional, apa saya bisa langganan?” Ibu Tresna – Ubung.

Apapun caranya, mencetak uang ataupun dengan meminjamkan uang yang tidak dimiliki, dua-duanya bersifat inflatoar - berarti menambah jumlah uang beredar.

Terimakasih Ibu Tresna, senang sekali kalau ibu menyukai tampilan baru kami. Ibu bisa menghubungi bagian Public Relation atau Marketing BPR Lestari untuk berlangganan. (Tim Redaksi)

“Wuuuiiihhh keren abesss lay out nya, kayak majalah Luar Negeri! Isi nya bermutu semua, banyak info-info penting pula! Congrat’s yaaa! “ Linda-Bakrie Telecom-Denpasar Terimakasih Ibu Linda. Kami berusaha untuk menampilkan majalah ekonomi dengan feature yang menarik supaya tidak menjemukan. (Tim Redaksi)

Readers Corner: reader@moneynyoumagazine.com Advertisement: marketing@moneynyoumagazine.com 4

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Buy Gold Now E

disi lalu, saya menjelaskan akal sehat bagaimana mengartikan bail-out besar-besaran yang terjadi serentak di seluruh dunia. Secara akal sehat, bail-out atau menambah modal bank-bank yang rontok dilakukan dengan mencetak uang atau dengan meminjamkan uang yang tidak dimilikinya. Ingat obligasi rekap yang digunakan untuk menambal modal bank ketika krisis keuangan meluluh lantahkan bank-bank di Indonesia tahun 1998 lalu. Pemerintah Indonesia ketika itu mengeluarkan surat hutang untuk menambah modal bankbank yang merugi besar-besaran akibat tingkah lakunya yang ugal-ugalan. Nilai obligasi rekap ketika itu mencapai 600 triliun Rupiah.

Krisis keuangan yang melanda Amerika yang kemudian merembet ke seluruh dunia diperkirakan mengakibatkan total kerugian 60 triliun Dollar Amerika. Namun, jika diamati nilai kerugian tersebut sebenarnya tidak hilang, hanya berpindah tangan. Jadi ketika terjadi bail-out secara serentak diseluruh dunia, yang terjadi hanyalah penambahan jumlah uang beredar secara besar-besaran. Bayangkan saja skala krisis yang terjadi di Indonesia namun dikalikan beberapa ribu kali lipat. Saya menulis di Money & You edisi lalu, bahwa negaranegara bisa mencetak uang seenaknya, karena uang yang dicetak tidak perlu diback-up dengan emas lagi. Pemerintah Amerika Serikat pada masa pimpinan Presiden Nixon sudah melepaskan pegging (baca: mengkaitkan) nilai Dollar Amerika dengan emas di tahun 1971. Jika sebelumnya nilai Dollar Amerika berbanding setara dengan nilai emas (karena di backup dengan emas), maka sejak tahun 1971, nilai Dollar Amerika berubah menjadi surat hutang pemerintah Amerika Serikat. Nilai Dollar Amerika tidak lagi setara dengan nilai emas tetapi setara dengan janji pemerintah Amerika Serikat untuk melunasi hutangnya.

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

5


f

f

spec ial eature s Ada pun asal muasal terjadinya krisis adalah karena pertumbuhan ekonomi yang bukan didukung oleh penciptaan nilai tambah dan kenaikan produktivitas, melainkan pertumbuhan ekonomi yang didorong sekencang-kencangnya oleh hutang. Ekonomi yang tumbuh akibat daya beli yang dipompa secara besar-besaran dengan instrument-instrument hutang. Bayangkan saja, bagi seseorang yang penghasilannya Rp. 10 juta, daya belinya (consumption power-nya) sebenarnya adalah Rp. 10 juta. Dia mampu belanja apa pun yang ia kehendaki dengan maksimal Rp. 10 juta saja. Ketika orang itu menggunakan kartu kredit dengan batas kredit Rp. 10 juta, maka daya belinya naik menjadi 2 kali lipat. Bagaimana jika orang tadi mempunyai 5 kartu kredit dengan masing-masing batas kredit Rp. 10 juta? Daya belinya naik menjadi Rp. 60 juta. Sehingga daya beli menjadi Rp. 50 juta lebih besar dari daya beli sebenarnya. Yang Rp. 50 juta inilah yang disebut sebagai gelembung ekonomi (bubble). Dan gelembung yang semakin membesar akhirnya mencapai titik puncaknya di tahun 2008, meletus dan mengakibatkan krisis keuangan global.

Is it Over ? Is The Uncle Sam Recovery? Kalau kita sudah memahami anatomi krisis dan mekanisme dasar penyelamatannya, selanjutnya bagaimana? Apakah krisis sudah berakhir ? Banyak pengamat mengatakan bahwa krisis sudah berakhir dan Amerika sekarang dalam proses pemulihan. Resesi dunia tidak terjadi, badai sudah berlalu. Tapi coba kita lihat grafik dibawah ini.

sp ecial eatu res Lebih menarik kalau kita perhatikan grafik yang ini.

The United Stated and The World

6

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

emas per-ons adalah USD 35. Sekarang harganya diatas USD 1,000. Dalam kurun waktu kurang lebih 40 tahun, nilai emas sudah naik 30 kali lipat dibandingkan nilai mata uang Dollar Amerika. Kalau nilai mata uang Dollar Amerika naik 5 kali lipat dibandingkan rupiah. Maka bisa dikatakan, nilai emas sudah 150 kali lipat naik dalam kurun waktu tersebut.

Secara akal sehat saja, saya berani mengatakan bahwa nilai mata uang Dollar Amerika Serikat sebagai nilai tukar akan jatuh karena nilai mata uang tersebut akan terdrepresiasi. Tetapi ironisnya adalah ketika nilai dari Dollar Amerika terdepresiasi, nilai dari mata uang dunia lainnya juga akan mendepresiasikan dirinya sendiri melawan nilai mata uang Dollar Amerika.

Seperti pada penjelasan saya yang lalu-lalu, meletusnya gelembung ekonomi di Amerika dipicu oleh kegagalan bayar di sektor perumahan (sub-prime mortgages). Ingat bahwa pertumbuhannya dipicu oleh hutang (loan), maka ketika hutangnya sudah sedemikian besar, maka yang terjadi adalah kegagalan bayar. Mekanismenya seperti orang gali lubang tutup lubang dan ketika tidak ada lagi lubang untuk digali, maka terjadilah kegagalan sistem. Kegagalan bayar para debitur sub-prime mortgages dipicu karena banyak bank menaikkan suku bunganya (reset). Prakteknya kira-kira seperti yang sekarang terjadi di Indonesia, yaitu ketika banyak bank menerapkan teasing rate (baca: nilai yang menggiurkan) untuk menjaring nasabahnya. Teasing rate itu adalah nilai (rate) yang relatif murah untuk tahun pertama. Jadi seolah-olah bank tersebut menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif. Akan tetapi, yang terjadi kemudian adalah rate tersebut akan disesuaikan dengan suku bunga pasar (market rate) di tahuntahun berikutnya. Bentuk iklan teasing rate biasanya seperti ini: “bunga KPR 8,88% fix tahun pertama�. Jadi peminjam diberikan imingiming bunga yang relatif rendah (dibawah suku bunga pasar), sehingga tertarik untuk meminjam dan membeli rumah, namun setelah tahun kedua, bank akan menyesuaikan bunga pinjamannya dengan suku bunga pasar. Ini yang disebut sebagai mortgage reset (baca: penyesuaian suku bunga ke suku bunga pasar).

Artinya jika dilihat bahwa di tahun-tahun mendatang (2012 s/d 2017), Pemerintahan Obama merencanakan lebih banyak lagi hutang untuk membiayai ekonominya. Deficit budget artinya pengeluaran negara lebih banyak daripada penerimaannya. Kemudian sisanya ditutup dengan hutang lagi.

Artinya bank-bank pemberi kredit perumahan di Amerika Serikat masih menghadapi masalah gagal bayar yang nilainya cukup besar. Artinya pula, krisis jilid dua masih mengancam. Dan akan ada kemungkinan Pemerintah Amerika serikat akan menyuntikkan lebih banyak lagi likuiditas (dengan mencetak uang atau berhutang) untuk mencegah krisis terjadi lagi.

Praktek seperti inilah yang terjadi di Amerika Serikat, yang memicu gagal bayar secara besar-besaran, karena tiba-tiba para debitur harus membayar cicilan dengan bunga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang sebelumnya. Kalau dilihat dari grafik di atas, jelas bahwa masalahnya masih jauh dari selesai. Masih banyak para peminjam yang menikmati bunga rendah akan direset dimasa yang akan datang. Puncaknya akan terjadi di tahun 2012.

Mengapa begitu ? Amerika adalah pasar yang sangat besar, merupakan tujuan ekspor bagi banyak negara. Kita ambil contoh Jepang atau Cina, jika Amerika tidak membeli Honda atau Toyota, maka Jepang akan kesulitan. Jika nilai mata uang Dollar Amerika melemah secara drastis melawan Yen, maka produk-produk Jepang akan menjadi sangat mahal bagi pasar Amerika. Toyota akan tutup, Honda akan bangkrut, Jepang akan kesulitan. Lebih ironis lagi hubungan Amerika dengan Cina. Bagi Cina, Amerika adalah pasar yang luar biasa besar, namun pasar yang besar dengan daya beli luar biasa itu sebenarnya dipompa dengan hutang besar-besaran. Pemerintah Amerika menjual surat hutang (treasury bond) untuk membiayai deficit-nya, dan pembeli terbesar adalah Cina. Jadi Cina memberi hutang kepada Amerika supaya orang Amerika bisa membeli produk Cina. Bisakah kita lihat ironisnya. Pertumbuhan Cina sebagian besar karena ekspornya ke Amerika dan konsumen di Amerika bisa membelinya karena dipompa oleh hutang. Sehingga, supaya Amerika tetap bisa membeli produk Cina, Cina membeli surat hutang Pemerintah Amerika. Ini benarbenar seperti lingkaran setan bukan? Jadi ketika nilai mata uang Dollar Amerika jatuh, kita mungkin tidak akan merasakannya, karena semua tukar dunia akan ikut menyesuaikan. Tidak seperti ketika rupiah jatuh, Rupiah jatuh sendirian. Yang terjadi sekarang adalah nilai mata uang Dollar Amerika jatuh dan mata uang dunia lainnya akan menjatuhkan diri sesuai dengan nilai mata uang Dollar Amerika. BUY GOLD NOW Teori klasik mengatakan ketika terjadi inflasi, maka pertahanan terbaik kita melawan inflasi adalah sesuatu yang benar-benar memiliki nilai (real value). Lihatlah kenyataan bahwa di tahun 1971 ketika nilai mata uang Dollar Amerika masih dikaitkan dengan emas, harga

Selain faktor inflasi tadi, bayangkan bahwa seluruh persediaan emas di dunia sekarang bernilai USD 3,4 triliun. Sedangkan jumlah saham dan surat hutang yang diperdagangkan di dunia diestimasikan bernilai USD 140 triliun. Bayangkan jika 1% saja dari jumlah saham dan surat hutang tadi beralih ke emas ? Membayangkan harga emas 10 kali lipat dari sekarang menjadi masuk akal bukan ? Real estate dengan positive cash flow juga merupakan pertahanan yang sangat baik di tengah suasana yang inflatoar seperti sekarang. Tapi mungkin kita akan membahas subjek ini di kesempatan yang lain. (Ilustrasi: Yana)

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

7


ro adto

w e al th

roa dto

w ealth

Alex P. Chandra Direktur utama BPR Lestari

The Roots Create The Fruits

“if you want to change the fruit, you will first have to change the roots” (baca: jika anda ingin mengubah jenis buah, yang harus anda lakukan terlebih dahulu adalah ganti akarnya).

B

ayangkan hidup seperti sebuah pohon, pohon kehidupan. Buah-buah dari pohon itu adalah hasil atau kenyataan yang kita alami sehari-hari. Apakah kita kaya atau miskin? Apakah kita bahagia atau resah? Apakah kita lebih banyak bersyukur atau iri hati? Dan seterusnya. Bayangkan pohon kehidupan itu, jika kita ingin mengubah buahnya, seharusnya kita mengubah bibitnya dengan bibit yang lebih baik, memperhatikan kesuburan tanahnya, air dan pupuknya. Kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, jika kita hanya mengutak-atik buahnya. Akar-lah yang menentukan buahnya. Sama dengan kehidupan kita, baik secara finansial atau pun yang non-finansial. Apa yang kita alami dan rasakan sekarang merupakan refleksi dari apa yang terjadi di dalam diri kita. T. Harv Ekker dalam bukunya ‘The Secret of the Millionare Mind’ mengatakan bahwa apa yang terlihat secara fisik (outer world) merupakan refleksi dari mental, emosi dan spiritual kita (inner world). The inner world creates the outer worlds (baca: mental, emosi dan spiritual yang menciptakan tampilan fisik). Edisi lalu, saya membahas belief system yaitu sistem kepercayaan yang kita anut, yang ada di dalam diri kita. Belief system is part of our inner world (baca: kepercayaan

8

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

bukan bagian dari dalam diri kita). Jika kita ‘percaya’ bahwa menjadi kaya berarti serakah karena kita tidak mau disebut sebagai orang yang serakah, secara tidak sadar kita akan menyabotase diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita tidak akan pernah menjadi kaya. Saya bilang secara tidak sadar (unconscious) karena kalau secara sadar semua orang ingin menjadi kaya. Oleh karenanya, jika kita tidak suka dengan kenyataan yang ada sekarang, kita harus menggalinya lebih dalam, cari akar masalahnya. Mengutak-atik masalah teknis menjadi kurang relevan, jika akar masalahnya adalah apa yang ada di dalam diri kita, baik mental, emosi atau pun spiritual. Perubahan akan terjadi jika kita mengubah apa yang terjadi di dalam diri kita. The root creates the fruits - akarlah yang menghasilkan buah. Uang adalah hasil (buah), kesehatan adalah hasil, penyakit adalah hasil, berat badan kita adalah hasil, yang penyebabnya ada di dalam diri kita. Our inner world creates our outer world (baca: apa yang ada dalam diri kita yang menciptakan apa yang kita miliki yang kelihatan dari luar). If we want to change the fruits, we first have to change the roots (baca: jika anda ingin mengubah buahnya, ubahlah akarnya terlebih dahulu). (Ilustrasi: Yana)

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

9


f

economic o c u s

Oleh Ni Komang Erviani

I Gusti Agung Ayu Ratih (30 tahun) terlihat panik ketika mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) Bali di Jalan WR. Supratman Denpasar, pertengahan Januari lalu. “Uang tabungan saya hilang. Padahal saya tidak pernah narik uang tabungan,” keluhnya.

R

atih tidak pernah menyangka kalau uang tabungannya yang disimpan di Bank Permata bisa raib. Hal itu disadarinya saat hendak menarik uangnya di ATM pada tanggal 20 Januari 2010. Padahal ketika terakhir kali bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) pada tanggal 9 Januari 2010, ia ingat betul bahwa saldo rekeningnya masih tersisa Rp. 1,1 juta. “Waktu saya cek terakhir, kok saldonya cuma Rp. 87.000,-. Saya jadi bingung,” kata Ratih heran. Perempuan asal Karangasem yang bekerja di sebuah perusahaan di Denpasar itu lantas melaporkan kejadian itu ke kantor Bank Permata Cabang Denpasar. Dari print out (baca: bukti cetak transaksi) bank, diketahui ada beberapa transaksi aneh pada rekeningnya. Pada tanggal 16 Januari 2009, ada transfer uang masuk dari seseorang yang tidak dikenal senilai Rp. 5 juta.

10

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

11


f

f

econ omic o c us

economic o c u s Ini memang bukan kasus pembobolan bank yang pertama di Indonesia. Tapi ini menjadi kasus pembobolan yang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia karena langsung menimpa enam bank milik pemerintah dan swasta, yakni Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank BII, dan Bank BRI. Korban terbanyak dialami Bank BCA. “Mungkin karena nasabah BCA terbanyak, makanya nasabah BCA yang paling banyak jadi korban,” jelas Kepala Kantor Wilayah Bank BCA Gunawan Budi Santoso beralasan.

Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan mengakui masih banyak ATM yang belum dilengkapi alat pengaman dengan teknoogi memadai. Namun dalam tahun 2011 mendatang seluruh ATM di Indonesia ditargetkan sudah harus memiliki chip pengaman. “Dengan chip, akan sulit dibobol. Kalangan perbankan sedang dalam proses melengkai kartu atmnya dengan chip. Tapi tentu saja perlu waktu mengingat jumlah nasabah yang sangat besar,” ujar Jeffrey. Solusi jangka pendek yang ditawarkan Jeffrey hanyalah agar nasabah berhati-hati menjaga kartu ATMnya dan selalu mengganti nomor PIN-nya secara berkala. “Kuncinya ada pada nomor PIN. Maka kami harapkan masyarakat senantiasa mengganti nomor PINnya secara berkala,” tandasnya. (Ilustrasi: Yana)

Kepolisian Daerah Bali langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus ini bekerjasama dengan tim Cyber Crime Polda Bali, Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Denpasar, dibantu tim Reserse Ekonomi Kepolisian Republik Indonesia. Hasilnya, sebanyak 14 ATM di Bali diduga digunakan para pelaku pembobolan bank yang terjadi belakangan ini. “Sebagian besar diantara berada di wilayah Denpasar Selatan dan Kuta,” jelas Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Sutisna.

Namun pada tanggal yang sama, ada transaksi penarikan tunai melalui ATM sebanyak 4 kali dengan masing-masing penarikan senilai Rp.1,5 juta. “Jadi selain uang transfer yang tidak jelas itu ditarik, uang saya juga ditarik Rp. 1 juta,” keluh Ratih. Sejak kejadian itu, Ratih menjadi seperti trauma bertransaksi menggunakan ATM. “Walaupun nilainya kecil, tapi uang itu sangat berarti bagi saya,” tambahnya. Ratih tidak sendirian. Kasus pembobolan ATM yang terjadi hampir serentak di seluruh Indonesia pada pertengahan Januari 2009 itu cukup menghebohkan. Bank Indonesia memperkirakan ada total kerugian sebesar Rp. 5 miliar di seluruh Indonesia pada saat yang hampir bersamaan. Ironisnya, kasus pembobolan terbesar justru terjadi di Bali, Bank Indonesia Denpasar memperkirakan total dana yang dibobol dari rekening lebih dari 200 nasabah bank di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp. 4 miliar. “Kasus terbanyak terjadi di Denpasar,” tegas Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan.

12

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara diduga pembobolan rekening nasabah bank itu dilakukan oleh banyak orang. Modus operandinya juga diduga serupa dengan kasus-kasus sebelumnya yang sempat terjadi di Jakarta. Sistem bank dibobol dengan menggunakan chip untuk merekam data kartu ATM. Pelakunya juga diduga memasang kamera kecil untuk mengetahui nomor PIN nasabah. “Makanya kepada masyarakat kami harap berhati-hati bila ada orang mencurigakan di dalam ATM. Pastikan anda menutupi tangan anda ketika memencet nomor pin karena ada kemungkinan ATM sudah dipasangi kamera yang dapat merekam gerakan tangan,” tegas Kepala Poltabes Denpasar Komisaris Besar Gede Alit Widana. Pengamat Ekonomi dari Universitas Udayana Nyoman Erawan menilai kasus pembobolan bank yang cukup mengagetkan dunia perbankan itu membuat masyarakat harus lebih waspada. “Kita harus tetap waspada. Maling biasanya memang akan lebih cepat menemukan teknologinya. Saya kira yang penting bagaimana meningkatkan teknologi ATM itu menjadi lebih aman bagi nasabah,” tegas Erawan.

Tips aman bertransaksi di ATM 1. Perhatikan sekeliling ruang ATM sebelum bertransaksi. Pastikan tidak ada orang mencurigakan atau alat tambahan di sekitar mesin ATM. 2. Saat menekan PIN, tutupi dengan tangan kiri sehingga tidak terekam oleh alat perekam yang mungkin terpasang di sekitar ATM. 3. Usai bertransaksi, masukkan kembali kartu ATM ke mesin. Ketik nomor PIN yang salah satu kali. Lalu tekan cancel atau batal. 4. Ganti nomor PIN secara berkala dengan tidak menggunakan angka yang identik dengan anda seperti tanggal lahir atau nomor telepon 5. Jangan sering bertransaksi di satu mesin ATM yang sama

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

13


t heinter v i ew:

p e op l e

t heinter view: depannya kami berencana membangun sebuah kemitraan dengan harapan dapat menggandeng mereka masuk ke dalamnya untuk penyertaan modal. Kami sedang memikirkan bagimana sistemnya, entah bagi hasil atau yang lainnya. Kalau memang business plan mereka layak dan prospeknya bagus, kenapa tidak? Sebagai alternatif lain, HIPMI kini sedang mengajukan usulan kepada pemerintah pusat agar ke depannya, ijasah bisa diagunkan ke bank-bank. Kami usulkan agar nilai dana kredit yang bisa diambil berdasarkan tingkat kelulusannya, apakah S1, S2, SMA, SMP, atau SD. Dari ijasah kan tercermin harkat dan martabat seseorang. Jadi tidak mungkin ada yang mau mengkorbankan ijasahnya begitu saja. Ini bagian dari inovasi dari permasalahan permodalan.

TENTANG HIPMI

I Nyoman Seniweca

Terus Mencari Bibit-Bibit Enterpreneur Muda Oleh Ni Komang Erviani

S

ukses di usia muda tentu menjadi impian semua orang. Hal itu pula yang diimpikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali Nyoman Seniweca pada generasi muda Bali. Lembaga yang kini mewadahi 293 pengusaha di Bali itu, terus mencari bibit-bibit pengusaha muda kreatif yang mampu membangun Bali. Seniweca mengajak para generasi mendobrak nilai-nilai di masyarakat yang mengukur kesuksesan berdasarkan status kepegawaian dan jabatan. “Kalau mau kaya, jadilah pengusaha”, tegas pria asal Sanur itu. Apa yang dilakukan HIPMI untuk mencari bibit-bibit pengusaha muda? HIPMI merangkul semua kalangan, tidak hanya pengusaha yang sudah mapan, tetapi juga para calon pengusaha. Yang penting mereka ada kemauan, sudah bisa jadi anggota HIPMI. Kami juga merangkul para mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneur (baca: pengusaha) seperti menggelar business plan competition. Beberapa waktu lalu kami menggelar business plan competition dengan Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana untuk mencari bibit-bibit entrepreneur muda di kampus itu. Harapannya agar mereka tidak hanya bermimpi, nanti kalau tamat kuliah akan jadi apa. Setidaknya mereka mendapat gambaran tentang bagaimana cara membuka usaha sendiri. Bagaimana respon generasi muda Bali atas upaya HIPMI?

14

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Responnya sangat baik. Setidaknya setiap menggelar business plan competition, banyak peminat. Ada sekitar 40 peserta setiap kompetisi. Mereka membentuk kelompokkelompok dengan dua orang atau lebih. Dengan kemauan yang kuat, ternyata para mahasiswa mampu membuat business plan dengan baik. Kami berharap dengan adanya edukasi itu, kesiapan mereka masuk ke dunia usaha akan semakin bagus. Kenapa HIPMI mencari bibit entrepreneur muda ke kampus?

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terbentuk secara nasional pada Tahun 1970 pendirian di Jakarta. Lembaga ini membentuk diri di Bali pada tahun 1974. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 293 pengusaha menjadi anggota HIPMI Bali. Sebagian besar anggota HIPMI merupakan pengusaha kecil dan menengah. Hanya ada 2 persen dari total anggota HIPMI yang merupakan pengusaha besar. Para pengusaha anggota HIPMI rata-rata memiliki 10 karyawan. Jenis usaha yang digeluti beragam, mulai dari usaha sewa kendaraan, industri kerajinan, hotel dan lainnya. Paling banyak berupa industri kreatif berupa wisata dan kerajinan. Inovasi apa lagi yang dilakukan HIPMI untuk mencari bibit-bibit entrepreneur muda di Bali? Kami mencari bibit-bibit entrepreneur muda dengan menggelar kegiatan-kegiatan santai seperti fun rally keliling Denpasar. Kadang-kadang keberadaan pengusaha dianggap sesuatu yang eksklusif. Di sanalah kami melakukan sosialisasi, Berinteraksi dengan masyarakat dari segala kalangan. Ada acara bertukar pikiran dengan anak-anak muda Bali. Sehingga mereka menjadi tahu bahwa sebenarnya tidak sulit menjadi pengusaha, asalkan tekun dan berani, pasti bisa.

Kita juga ingin menaikkan cluster pengusaha. Saat ini kan banyak juga pengusaha yang berhasil, meski tidak dengan sekolah. Tapi alangkah eloknya kalau pengusaha itu dibentuk dari desain. Jadi pengusaha yang lahir by design, bukan by accident. Memang bisa by accident, tapi kalau mereka by design, akan lebih bagus jadinya karena HIPMI itu lahir by design. Jadi memang dibuat untuk menularkan jiwajiwa enterpreneur, meningkatkan martabat bangsa melalui wirausaha dan penciptaan lapangan kerja dan tentu saja perekrutan lapangan kerja.

Apa kendala yang dihadapi untuk mencari anak muda yang mau menjadi entrepreneur?

Apakah ada tindak lanjut dari pencarian bibit-bibit entrepreneur muda tersebut, semisal pemberian bantuan modal atau yang lainnya?

Masih banyak anggapan bahwa menjadi pengusaha sukses harus bermodal dari bakat alam yang diturunkan dari faktor keturunan. Menurut Anda?

Sampai saat ini kami dari HIPMI baru memberikan sebatas bimbingan kepada para calon pengusaha itu, Tapi ke

Faktor keturunan memang sedikit banyak berperan dalam kesuksesan seorang pengusaha. Orang yang berasal dari

Kendala utamanya ya karena mereka menganggap pengusaha sebagai sesuatu yang eksklusif. Maka ketika kami mencoba merangkul calon pengusaha, mereka tidak percaya diri. Perlu pendekatan khusus agar mereka mau mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi. Setelah mereka mendapat manfaat dari sana, terutama terbukanya jaringan, baru mereka mulai tertarik bergabung.

p eople

keturunan pengusaha menjadi lebih cepat paham karena sudah sejak kecil terbiasa melihat cara-cara orang tuanya menjalankan bisnis. Tetapi itu tidak sepenuhnya berlaku pada semua orang. Kalau mereka punya talenta, ada keinginan kuat, dan terutama memiliki jaringan, pasti bisa. Apa harapan ke depan? Harapan kami dapat merangkul lebih banyak anak muda ke dalam wadah HIPMI, dan membimbing mereka menjadi pengusaha sukses. Sehingga anak-anak muda pengusaha Bali ini akan dapat membangun Bali menjadi jauh lebih baik. Apa tantangan yang harus dihadapi pengusaha Bali? Tantangan yang harus dihadapi saat ini terutama kebijakan free trade area dengan Cina yang dimulai tahun 2010 ini. Di satu sisi, free trade area mengancam karena perdagangan dengan Cina akan semakin terbuka. Sedangkan dari sisi positifnya, sekarang beberapa bahan baku bisa kita dapatkan dengan harga lebih murah. Mau tidak mau, suka tidak suka kebijakan ini sudah berjalan. Alangkah baiknya, jika kita mulai menilik sisi baiknya untuk mengatasi persaingan bebas kedepan. Karena sekarang beberapa bahan baku menjadi lebih murah, sementara Bali punya jiwa kreativitas yang bagus. Tinggal kita impor saja bahan baku dari Cina, kita olah sedemikian rupa sehingga menghasilkan nilai tambah dan tidak kalah bersaing dengan produk-produk impor lainnya. (Foto: Yana)

Biodata

Nama lengkap : I Nyoman Seniweca, ST Lahir : Sanur, 22 September 1968 Agama : Hindu Keluarga : Anak ke-9 dari 9 bersaudara dalam keluarga sederhana. Riwayat pendidikan : SD Inpres Sanur SMPN Sanur SMAN 1 Denpasar Jurusan Arsitektur, Universitas Udayana Pekerjaan : • Direktur CV Wirasana Rent Car (1989) • Direktur PT. Wirasana Valuta (1999) • Direktur PT. Tangkas Perkasa (2004) • Direktur CV. Liga Puri (2004) • Direktur PT. Tangkas Putra (2004) Aktif dalam organisasi : • Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) • Junior Chamber International (JCI) • Ikatan Motor Indonesia (IMI) • Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) • Asosiasi Pengusaha Jasa Indonesia (Aspanji) • Asosiasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperkindo) Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

15


l ivingth e s uce s s f ul b us i n e s s

Putu Suandewi

l i vi ng t hesucessfu lbu s ines s saya akhirnya belajar. Sambil jualan sembako, saya cobacoba buat asesoris dari kepompong. Mulai dari buat ikat rambut, bross. Eh, nggak disangka ada supplier sembako yang melihat, terus beli. Dari sana lah saya mulai bisnis ini sampai sekarang. Lalu bagaimana perjanjian dengan teman yang meminta produksi eksklusif untuk dia? Teman itu tidak ada kabar sampai sekarang. Saya coba menghubungi melalui teman-temannya, ternyata tidak juga ketemu. Dia seperti malaikat yang dikirim untuk saya. Tapi saya pesan kepada semua teman, kalau ketemu dengan dia, tolong sampaikan terimakasih saya dan katakan kalau saya ingin bertemu lagi. Apakah ada kendala saat memulai berkreasi dengan kepompong ulat sutera? Tidak ada masalah sama sekali. Karena sejak kecil saya memang suka buat kerajinan. Ketika ada orang yang mau beli karya pertama saya, jadi tambah semangat. Akhirnya saya terus berkreasi, dari bross, ikat rambut, anting, dan terus buat kreasi-kreasi lainnya. Jadi Anda memulai usaha dengan modal satu kardus kepompong kiriman teman? Lalu sekarang dari mana Anda mendapatkan bahan baku kepompong ulat sutera?

Kepompong Jadi Rupiah Oleh Ni Komang Erviani

K

epompong ulat sutera membawa Putu Suandewi pada kesuksesan. Tak hanya secara ekonomi, tetapi sukses menjalani bisnis sesuai hobinya yakni membuat berbagai produk kerajinan kreasi kepompong ulat sutera. Sejak memulai usahanya secara tidak sengaja pada tahun 2006 lalu, Suandewi kini telah membangun bisnisnya bersama delapan karyawan dengan omset rata-rata mencapai Rp. 30 juta per bulan. Bagaimana Anda memulai usaha kerajinan kepompong ulat sutera? Saya memulai tahun 2006. Ketika itu, saya punya bisnis sembako yang sedang besar-besarnya. Tiba-tiba ada teman datang memperkenalkan saya dengan temannya, orang asing asal Prancis. Teman itu bertanya, kamu suka buat kerajinan? Mau nggak buat kerajinan dari kepompong? Teman saya bilang mau memberi modal, tapi syaratnya semua karya saya nantinya eksklusif hanya untuk dia. Saya tidak boleh menjual untuk orang lain. Karena saya tertarik, saya jawab mau. Tapi saya bilang di Bali nggak ada kepompong. Lalu dicarikan kepompong dari Jawa, saya dikirim kepompong sebanyak satu dus mie instan. Dari sana

16

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Ya waktu memulai, modalnya cuma satu kardus kepompong itu saja. Sampai satu kardus kepompong itu habis, barulah saya mulai mencari-cari tempat penjual kepompong ulat sutera. Saya lantas beli di Yogyakarta atas bantuan teman yang tinggal di sana. Saya beli 3 kilogram ketika itu. Awalnya saya beli kepompong dengan harga mahal, Rp. 150 ribu per kilogram. Tapi lama kelamaan saya tahu tempat membeli kepompong dengan harga lebih murah. Bahkan karena usaha saya sering diliput media, banyak pedagang kepompong yang datang sendiri menawarkan harga yang lebih murah. Sekarang saya dapat kepompong dengan harga Rp. 100 ribu per kilogram. Satu kilogramnya banyak, sampai satu karung beras ukuran 25 kg. Datangnya dari berbagai daerah, kebanyakan dari Jawa Barat dan Sulawesi. Tapi ada juga yang datang dari Bali sendiri karena sekarang sudah banyak usaha budidaya kepompong ulat sutera di Bali.

Sampai sekarang sudah berapa kepompong yang Anda hasilkan?

banyak

kreasi

Jumlahnya sudah tidak terhitung. Karya aksesoris saja sudah lebih dari 100 mulai dari ikat rambut, bross, anting, gelang, kalung dan lain-lain. Saya sekarang juga mulai berkreasi dengan tas, lampu, vas bunga, bunga tangkai, dan lain-lain. Pokoknya semua serba menggunakan kepompong ulat sutera. Bagaimana strategi Anda dalam memasarkan produkproduk ini? Tidak ada strategi khusus. Semula saya memasarkan ke teman-teman sendiri. Dari teman ke teman itulah, mulailah dikenal. Berkembang sampai-sampai ada teman atau langganan yang kemudian membantu menjualkan barang saya. Begitu seterusnya, seperti multilevel. Ternyata hasilnya baik, kita dapat rejeki sambil berbagi rejeki. Bahkan sekarang banyak orang yang jual produk saya, mengakungaku produk buatan sendiri. Mereka malah sering ikut-ikut pameran, tidak masalah buat saya, selama mereka beli dari saya. Siapa saja konsumen produk kerajinan Anda? Dari berbagai kalangan suka datang beli produk saya. Pejabat juga sering ambil, biasanya untuk souvenir-souvenir. Apakah sudah merambah pasar ekspor? Saya belum sampai melakukan ekspor sendiri. Tetapi ada teman saya yang menjadi broker, bahkan membuat website khusus untuk menjual produk saya ke luar negeri. Dia lumayan sering mengirimkan produk saya ke luar negeri. Ada juga orang yang bahkan sengaja ke Belanda untuk ikut pameran untuk menjual produk saya. Apakah Anda tidak tertarik melakukan ekspor sendiri atau merambah pasar mancanegara? Belum terpikir. Saya masih menikmati kondisi sekarang. Biar orang-orang di sekitar saya juga dapat rejeki dari sini. Dulu bahkan saya juga pernah diajak teman untuk memasarkan produk di Belanda, tapi harus dengan ongkos sendiri. Dari pada uang itu saya pakai berangkat ke Belanda, ya lebih baik saya gunakan untuk tambahan modal. Toh ada temanteman yang mau menjualkan produk karya saya. Lalu bagaimana nasib usaha sembako Anda? Karena sering mengikuti pameran ke luar Bali, usaha sembako akhirnya pelan-pelan saya lepas. Karena usaha sembako kan modal orang, dengan sistem konsinyasi barang. Kalau orang bilang gali lubang tutup modal. Jadi agak sulit, memeras otak dan fisik. Tapi tidak sepenuhnya saya tinggalkan karena sambil buka usaha kerajinan kepompong, saya tetap jualan galon, gas dan beras. Yang gampang-gampang saja. Sekarang sudah ada pesaing yang memproduksi kerajinan kepompong ulat sutera. Apakah Anda tidak khawatir dengan persaingan yang semakin ketat? Kita bisa lebih hidup dan berkreasi kalau ada saingan. Kalau sendirian sepertinya kita akan berpikir santai-santai aja. Saya percaya setiap orang rejekinya berbeda-beda. Coba saja lihat di pasar, ada banyak pedagang kangkung berjejer.

Toh semuanya (barang dagangan, red) habis. Ada yang duluan, ada yang belakangan. Malah beberapa pesaing yang sekarang memproduksi produk yang sama, awalnya sempat belajar dan beli bahan baku ke saya, tetap saya bina hubungan baik dengan mereka. Lawan iya, tapi kalau saya musuhi saya yang rugi. Apakah kunci kesuksesan menurut Anda? Tekun, ulet dan selalu berinovasi. Itu yang terpenting. (Foto: Cocooncraft, Bali)

B i odata Nama lengkap : Putu Suandewi Lahir : Singaraja, 5 Agustus 1975 Suami : Putu Gede Budi Dharma Anak : Putu Metta Kencana Dewi Kadek Wedantha Dharma Putra Pendidikan : D3 Bahasa Jepang, Akademi Bahasa Asing Yogyakarta Pekerjaan : Hotel Amanusa Nusa Dua, 2000-2004 Penghargaan : Pemenang I Pengusaha Menengah Berprestasi Sektor Industri Pertanian Bali Tahun 2008 Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

17


s

s

growth t rate gi e s

growth trategies

Made Wenten B.

Insentif dan Motivasi “Motivation is a fire from within. If someone else tries to light that fire under you, chances are it will burn very briefly.” (Stephen R. Covey)

B

eberapa tahun yang lalu saya diskusi dengan teman saya yang menjadi pimpinan di sebuah Bank BPR. Dalam diskusi tersebut teman saya sedikit berkeluh dan bertanya “ Kenapa ya karyawan saya orangnya bandel-bandel dan motivasi kerjanya kurang?”. Saya jawab pertanyaan tersebut dengan pertanyaan kembali, “Lebih banyak karyawan yang bandel-bandel dan kurang termotivasi atau lebih sedikit?” Jawaban yang dia berikan adalah, “ Lebih banyak yang bandel”. “Kalau kondisinya seperti itu, maka yang salah adalah Anda. Anda sebagai pimpinan yang salah” balas saya. Sepintas dari raut mukanya saya bisa lihat kalau dia tidak setuju dengan pendapat saya. Mungkin dia berpikir begini, “yang bandel itu anak buah saya, bukan saya. Kok bisa saya yang disalahkan.” Kemudian saya lanjutkan dengan memberikan penjelasan “Kalau hanya sedikit dari karyawan kita yang bandel dan kurang termotivasi, kemungkinan besar masalahnya ada pada karyawan tersebut. Tetapi kalau yang terjadi adalah sebagian besar karyawan, berarti pemimpinnya yang gagal menciptakan kondisi yang membuat karyawan termotivasi” Memiliki karyawan dan anggota tim yang termotivasi adalah keinginan semua pimpinan karena para pemimpin tahu, bahwa karyawan yang memiliki motivasi bagus akan berusaha dan bekerja lebih baik. Dan pada umumnya karyawan yang termotivasi akan memiliki kinerja lebih baik dari pada karyawan yang tidak termotivasi. Cara termudah untuk memiliki karyawan yang termotivasi adalah sejak awal pada saat recruitment, kita memilih karyawan yang mempunyai self-motivation (baca: motivasi diri). Motivasi terbaik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri. Apabila karyawan sudah memiliki selfmotivation maka hal yang perlu kita berikan selanjutnya untuk mengembangkan mereka hanyalah memberikan kesempatan dan sedikit arahan.

18

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Kabid Support & Operation BPR Lestari

Bagaimana cara membangun iklim termotivasi? Pada dasarnya ada dua hal yang membuat orang menjadi termotivasi, yaitu fear and greed (baca: rasa takut dan keserakahan), atau insentif dan hukuman atau lagi wortel dan cambuk. Jadi apabila kita ingin karyawan melakukan sesuatu yang diinginkan perusahaan dengan lebih semangat maka kita sebaiknya memberikan insentif kepada karyawan yang mau dan mampu melakukan hal tersebut. Dan juga sebaiknya kita memberikan hukuman bagi karyawan yang tidak mampu melakukan hal tersebut. Contoh sederhana dan paling mudah adalah misalnya, jika kita ingin para sales kita bersemangat melakukan kegiatan yang bisa menaikkan penjualan. Maka yang kita lakukan adalah memberikan insentif untuk karyawan yang bisa memenuhi target penjualan tersebut. “Motivation is like food for the brain. You cannot get enough in one sitting. It needs continual and regular top ups.” (baca: motivasi tak ubahnya seperti makanan bagi otak. Kamu tidak bisa mendapatkannya hanya dengan sekali duduk, tapi membutuhkan waktu yang terus menerus dan teratur), demikian ungkapan yang diutarakan oleh Peter Davies. Dan, sampai saat ini sistem insentif masih merupakan salah satu cara yang efektif untuk memberikan motivasi.

Menyusun sistem reward dan insentif Reward atau hadiah yang diberikan kepada karyawan yang memenuhi target atau bahkan melebihi, bentuknya bisa bermacam-macam. Contoh, di BPR Lestari bentuknya bisa berupa tanggung jawab yang lebih besar, bisa berupa kesempatan untuk mengikuti training atau pelatihan program pengembangan diri yang lebih luas dan yang pasti adalah hadiah. Hadiah bisa berupa uang ataupun bentuk lain.

Untuk menyusun sistem reward atau insentif yang sesuai dengan perusahaan kita maka langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah: 1. Pisahkan tugas dan tanggung jawab dari bagian yang ingin kita terapkan sistem insentif ini. 2. Tolak ukur yang akan dinilai harus didefinisikan dengan jelas apakah berdasarkan Key Perfomance Indicator (KPI) ataukah mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kompetensi, kerjasama, upaya perbaikan yang telah dilakukan dll. Tolak ukur yang jelas bisa dicari dengan pertanyaan “targetnya apa?” 3. Tetapkan ukuran atau indikator yang bisa dijadikan acuan dalam mengukur pencapaian target pelaksanaan tugas. Indikator harus jelas, dan yang paling jelas tentu berupa angka-angka. Indikator yang kurang jelas akan menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi apakah seseorang sudah mencapai target atau belum. Ukuran yang jelas bisa dicari dengan pertanyaan “berapa targetnya?”

Berdasarkan pengalaman memberikan insentif itu lebih mudah. Dan memberikan hukuman itu tidak mudah, ada beban, ada perasaan tidak enak. Dan untuk mengurangi perasaan yang tidak enak pada waktu kita memberikan hukuman, coba cek dan cari tahu kenapa mereka tidak memenuhi target yang telah ditetapkan. Ada beberapa alasan kenapa orang tidak memenuhi target seperti: 1. Karena mereka tidak tahu, apa yang harus dilakukan. Kalau alasan tidak mencapai target adalah karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka ini merupakan kesalahan kita. Sebelum mengirim mereka ke medan pertempuran, pastikan kita telah memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan mental yang cukup. 2. Karena mereka belum berpengalaman. Kalau penyebabnya ini, maka mereka tidak bisa disalahkan. Kita harus memberikan waktu agar mereka menjadi orang yang berpengalaman.

4. Tetapkan reward dan punishment (baca: hukuman) yang akan diberikan untuk berbagai macam pencapaian. Apa dan berapa insentif yang diberikan untuk orang atau bagian yang mencapai target 100%, 125%, 150% atau 200%. Dan dis-insentif apa yang diberikan untuk orang yang tidak mencapai target. 5. Selanjutnya sepakati dan tetapkan aturan main yang menjelaskan detil sistem insentif ini. Dan pastikan semua bagian yang terlibat telah memahami rule of the game (baca: peraturan permainan) dari sistem insentif ini. 6. Buatlah alat-alat yang membantu untuk mencatat dan mengeluarkan angka atau skor yang telah dicapai oleh para pemain.

3. Jika Mereka sudah tahu apa yang dilakukan, mereka juga sudah tahu caranya dan yang terakhir mereka sudah perpengalaman. Tetapi masih gagal juga. Kalau hal ini yang terjadi maka penyebabnya pasti karena karakter, motivasi diri yang kurang, psikologi atau yang lainnya. Nah untuk yang ini tentu anda tahu apa yang harus dilakukan. Dan yang terakhir, selamat membangun tim anda! (Ilustrasi: Yana)

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

19


small

b izhom e b i z

sm all

Selain menghidupkan kelompok, Suweta dan Emy juga membentuk koperasi simpan pinjam Ekonomi Masyarakat yang Tangguh Abadi (Emyta). “Kami ingin perajin ini juga bisa mapan secara ekonomi. Tidak sekadar melestarikan budaya gerabah Binoh,” tambahnya.

Namun kondisi sentra gerabah Binoh saat ini tidak lagi seperti dulu. Bahkan kerajinan gerabah Binoh sempat nyaris runtuh pada sekitar tahun 1992. Hal itu karena banyak sekali perajin yang terjerat dalam kemiskinan karena ulah para tengkulak yang menjatuhkan harga kerajinan karya para perajin. Berkat I Wayan Suweta dan sang istri Emy (37 tahun), kerajinan gerabah di Banjar Binoh Kaja pun tetap lestari. Suweta dan Emy mencoba mengembalikan semangat para perajin tua ketika itu, melalui pemberdayaan perajin dalam kelompok yang dibentuknya.

Kelangsungan koperasi maupun kelompok rupanya semakin maju dan mendapat kepercayaan dari beberapa instansi berupa kucuran dana hingga bantuan alat tungku pembakaran. Pertama kali mendapatkan pinjaman sekitar Rp 5 juta dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta. Sejumlah pelatihan juga diikuti para perajin.

Upaya Suweta bermula dari keprihatinannya melihat nasib para perajin yang karyanya hanya dihargai dengan beras atau sembako lainnya. Kebetulan, ibu kandung Suweta sendiri adalah juga seorang perajin gerabah Binoh. “Tengkulak berlaku seenaknya. Gerabah hanya dibayar dengan sembako yang harganya terus dinaikkan, sedangkan harga gerabahnya sendiri terus ditekan. Ini membuat perajin terus tertekan secara ekonomi,” kenang Suweta.

Gerabah Tua Karya Para Lansia Oleh Ni Komang Erviani

Belasan wisatawan asal Belanda tiba-tiba datang ke sentra kerajinan gerabah di Banjar Binoh Kaja, Desa Poh Gading, Kota Denpasar pada pertengahan Januari lalu. “Katanya mereka ingin bernostalgia,” jelas I Wayan Suweta (41 tahun), Ketua Kelompok Krya Amertha, kelompok perajin gerabah di desa tersebut.

Berkat pelatihan-pelatihan itu juga, keahlian para perajin bertambah. Dari hanya gerabah berukuran pot besar tanpa hiasan atau polosan seharga sekitar Rp 30.000,-, kini para perajin bisa menambahkan gambar atau hiasan di sekitar pot agar tidak polos sehingga bisa dijual dengan harga lebih mahal. Sekarang pesanan banyak berdatangan dari kalangan pengusaha spa.

Suweta yang hanya lulusan sekolah teknik mesin (STM) itu pun mulai membuka hati saat berusia 31 tahun dengan menerima penitipan gerabah dari ibu dan teman ibunya. Hasil karya perempuan lansia itu pun dipajangnya beberapa buah bersanding dengan bengkel motornya.

Gerabah Binoh, kata Suweta, berbeda dengan gerabah yang ada di tempat lain di Denpasar atau daerah lain. Pembuatannya murni menggunakan tenaga para lansia tanpa bantuan alat putar. Ini menjadikan gerabah memiliki ketebalan yang kuat dibandingkan dengan gerabah yang menggunakan alat memutar yang biasanya cenderung lebih tipis. Pembakarannya pun dari bawah dan benar-benar diperhatikan tingkat kematangannya agar tak gampang pecah. Menurut Suweta, sejak adanya kerajinan gerabah di banjar itu puluhan tahun lalu, tidak pernah ada galeri atau toko pemajang karya perajin. Seluruh hasil kerajinan diberikan kepada para pengepul. Karenanya ia pun tertarik memajangnya di dekat bengkel depan rumahnya. Ia pun tak menyangka hal itu menarik perhatian pengguna jalan yang lewat. “Lama-lama ternyata lumayan banyak yang beli. Saya jadi semakin semangat menjualnya,” ujar bapak dua anak ini.

entra kerajinan gerabah Binoh memang merupakan sentra kerajinan gerabah tertua di Denpasar yang hingga kini masih tetap bertahan. Tak heran kalau nama Binoh sangat dikenal oleh para turis asal Belanda. “Sering sekali ada wisatawan Belanda yang datang ke sini. Mungkin dulu mereka sering berkunjung ke sini. Sekarang jadi agenda wisata wajib untuk mereka,” kata Suweta.

Saat itu, Suweta dan Emy mengupayakan uang sekitar Rp 1,5 juta untuk modal kelangsungan kelompok perajin gerabah ini, terutama untuk membeli bahan baku tanah liat. Hasilnya lumayan. Sekarang omset mereka sudah mencapai puluhan juga rupiah. Rata-rata seorang perajin mengantongi uang setor gerabah ke kelompok sekitar Rp 700.000 per bulan.

Satu hal yang unik pada sentra kerajinan binoh adalah para perajinnya yang umumnya para perempuan lanjut usia. “Dari dulu memang perajinnya lansia. Umumnya mereka bekerja pada waktu senggang, usai menyelesaikan pekerjaan rumah atau bertanam di ladang,” jelasnya.

Bagi Suweta maupun Emy, mengelola kelompok perajin yang anggotanya 27 orang dengan usai lebih dari 45 tahun merupakan kepuasan tersendiri. “Kami bangga mampu memotivasi mereka untuk tetap eksis dan lestari,” kata Suweta yang disambut senyum oleh sang istri.

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Konsekuensinya, proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, para perempuan lansia itu tidak fokus sepenuhnya pada pembuatan gerabah karena awalnya ini sebagai pengisi waktu luang di usia senja. Namun hal itu tidak mengurangi nilai gerabah binoh. Justru Binoh menjadi sentra kerajinan gerabah yang terus berupaya menjaga kelestarian warisan leluhurnya. (Foto: Yana)

Memasuki tahun 1997, barulah Suweta mulai mencoba menata lebih serius usaha kerajinan gerabah di desanya. Harapannya, agar kerajinan gerabah binoh tidak musnah begitu saja. “Saya melihat gerabah ini industri yang cukup potensial secara ekonomi, hanya saja tidak terkelola dengan baik,” tambahnya.

S

20

b izhomebiz

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

21


green

b u sin ess

Neem: A Tree for Solving Global Problem Oleh Ari Mustikawati

Apakah anda familiar dengan pohon intaran, mimba atau neem (dalam Bahasa Inggris)? Dan mengapa pohon ini disebut-sebut sebagai pohon penyelamat masalah lingkungan?

N

eem (Azadirachta indica) atau disebut juga mimba atau intaran dalam Bahasa Indonesia adalah tumbuhan yang tergolong dalam kelas mahogani dari kelompok family Maliaceae, yang biasa tumbuh di negara-negara tropis maupun semi-tropis seperti Indonesia, India, Myanmar, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka dan Malaysia. Intaran adalah jenis tanaman yang sangat unik, semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan bagi sektor industri, kesehatan mau pun pertanian. Yang terpenting, intaran sangat berguna untuk rehabilitasi lahan kering karena mampu bertahan dengan curah hujan yang rendah. Oleh karena itu, intaran disebut sebagai pohon penyelamat lingkungan – a tree for saving global problem.

22

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Intaran tumbuh dengan cepat, berdaun rindang dengan jumlah cabang yang banyak, menyebar membentuk tajuk yang lebat dan dapat mencapai diameter kurang lebih 20 meter. Pohonnya mampu mencapai tinggi 15 sampai 20 meter dengan diameter batang 2,5 meter dan dapat bertahan hidup hingga 200 tahun. Semua bagian dari tanaman ini memiliki kegunaan dan dapat diolah menjadi produk siap pakai. Akar dapat berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah, mengikat air tanah, mencegah erosi, penyaring tanah dan dapat diolah menjadi obat. Ranting banyak digunakan sebagai alat penggosok gigi sehingga banyak yang memanfaatkannya sebagai bahan pasta gigi. Daun dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit, bahan pembuatan kosmetik, perawatan hewan dan tanaman. Daya serap daun terhadap CO2 mencapai 14 emole/m/detik sehingga cocok untuk mereduksi polusi udara di area perkotaan. Bunga intaran mampu membuat lebah menghasilkan madu yang dapat berfungsi sebagai obat, tonik dan vitalizer. Buahnya dapat dijadikan sebagai pupuk kompos. Biji intaran dapat diolah menjadi bahan pestisida, insektisida, fungisida, sebagai Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

23


green

b us i ne s s

gre en

obat berbagai macam penyakit dan perawatan hewan. Minyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik – terutama perawatan kulit berjerawat, alat kontrasepsi, obat beberapa penyakit, melindungi kain dan bangunan sebagai pelumas mesin. Bungkil atau ampas perasan biji setelah diambil minyaknya dapat difungsikan sebagai pupuk dan perlindungan terhadap patogen. Getah dapat digunakan sebagai perekat dan konon dianggap mampu meningkatkan libido. Dan masih banyak lagi bagian dari intaran yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh, kecantikan, perawatan tanaman hingga penangkal polusi.

hingga pemanenan, selama 6 bulan di India – di negara yang telah sukses memanfaatkan tanaman intaran. Tidak heran, tanaman ini memiliki banyak julukan di sana; “Divine Tree” (baca: pohon surga), “Heal All” (baca: pohon penyembuh segala), “Nature’s Drugstore” (baca: apotik alam), “Village Pharmacy” (baca: sumber bahan farmasi), “Panacea for all diseases” (baca: obat mujarab untuk segala penyakit) dan “A tree for All Seasons” (baca: pohon untuk semua musim).

Secara ilmiah, intaran memiliki beberapa zat penting; Azadirachtin adalah kandungan utama yang sebagian besar terdapat dalam biji, efektif untuk mengendalikan pertumbuhan seranggga. Nimbin atau Nimbidin adalah zat antipyetic yang dapat berfungsi menghentikan virus. Salanin dan meliantriol, bermanfaat untuk menghentikan minat makan serangga atau hama pengganggu tanaman. Sedangkan zat lain yang masih banyak terkandung dalam pohon Intaran adalah kalsium, fosfor, besi, thiamin, riboflavin, nicocin, vitamin C, carotene, oxalic acid, zat anti septik, anti fungal, anti viral, anti inflammatory dan sejenis aspirin atau prostag landin.

Kemudian pada tahun 2000, yayasan ini secara resmi mendirikan PT. Intaran. Tujuan utamanya adalah penyebaran tanaman (propagasi) kepada petani-petani lahan kritis di Indonesia sebagai upaya penghijauan. Di Bali, Negara (Hutan Menjangan) yang pertama-tama mulai menanam Intaran, kemudian menyebar ke Singaraja dan Karangasem. Saat ini jumlah petani yang mulai membudidayakannya sudah tersebar sampai keluar daerah dan memiliki paguyuban kelompok petani di Bali, Bogor dan Surabaya. Di Pulau Jawa tersebar di Probolinggo, Gresik, Situbondo dan Madura. Di Lombok dan Flores, pembudidayaannya berada di Senggigi, Lombok Timur, Pulau Sumba, Kota Baru dan Ende.

Berangkat dari sini lah dan menyadari bahwa Indonesia banyak memiliki lahan kritis tak terpakai; berdasarkan penjelasan Mentri Kehutanan M.S Kaban tahun 2009, ada sekitar 30 juta hektar lahan kritis di seluruh Indonesia, Yayasan lingkungan hidup dan pendidikan yang didirikan oleh Teguh Rojiyadi pada tahun 1998, mulai melakukan riset secara mendalam mengenai intaran dari cara penanaman

Intaran rata-rata dipanen 1 kali dalam kurun 1 tahun dari bulan Januari hingga Maret dalam bentuk daun basah atau kering, minyak intaran (neem oil) dan ampas kering (neem cake). Produk-produk mentah ini sebagian besar diekspor ke Jepang untuk daun kering dan neem cake, sementara neem oil banyak diekspor ke Belanda. Sisanya, dipasarkan ke rumah-rumah industri (UKM) lokal untuk diolah kembali

24

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

b u sin ess

menjadi produk siap pakai seperti sabun mandi (cair mau pun batangan), sabun pencuci tangan, teh herbal, obat nyamuk bakar, body lotion, body oil, sabun kecantikan, shampoo, pet shampoo, obat anti nyamuk, obat nyamuk semprot, pestisida, suplemen organik penyubur dan pelindung tanaman dari hama, bedak wajah hingga dalam bentuk kapsul yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Intaran dipercaya dapat memperbaiki sistem metabolisme, memperbaiki kerja jantung dan hati serta menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita penyakit diabetes. Secara ekonomis, intaran sangat menguntungkan karena pembudidayaannya yang tidak terlalu rumit dan semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan secara optimal. Seiring dengan isu global warming (baca: pemanasan global), masyarakat luas semakin sadar bahwa saat ini penggunakan produk-produk organik menjadi pilihan yang paling bijaksana bagi kelangsungan lingkungan hidup di masa-masa yang akan datang. Bahan-bahan mentah intaran pun sudah menjadi sangat populer di luar negri, yang terlebih dahulu telah memanfaatkan intaran sebagai bahan baku produk organik mereka, sehingga permintaan pasar terhadap intaran dirasa akan semakin meningkat di tahun-tahun ke depan. Seiring dengan misi pemerintah untuk merehabilisasi lahan-lahan kritis di seluruh Indonesia, intaran akan menjadi pilihan paling tepat, cepat dan efisien bagi upaya penghijauan kembali. (Foto: Yana)

PT. Intaran Indonesia

Jl. Mertasari Gg. Sunrise School No. 1 Br. Pengubengan Kauh Kerobokan T. 0361 735 822 www.indoneem.com Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

25


f

f

smar t ami l y

s mar t amily

Asset and Liabilities

Asset and Liabilities Alex P. Chandra

Direktur utama BPR Lestari

Salah satu breakthrough (baca: terobosan) yang saya alami dalam perjalanan “merencanakan keuangan” saya adalah ketika saya memahami perbedaan antara ‘asset’ dan ‘liabilities’.

S

alah satu breakthrough (baca: terobosan) yang saya alami dalam perjalanan “merencanakan keuangan” saya adalah ketika saya memahami perbedaan antara ‘asset’ dan ‘liabilities’. Robert T. Kiyosaki menjelaskannya dalam buku “Rich Dad Poor Dad”. Buku ini saya sarankan untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin meningkatkan financial IQ-nya. Penjelesannya sangat sederhana, namun dalam kesederhanaannya itu terdapat keindahan yang luar biasa, yang bisa mengubah paradigm, yang membuat kita melihat segala sesuatunya menjadi berbeda.

26

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Konsep ini sudah saya sampaikan berkali-kali, namun saya tidak sanggup untuk tidak mengulanginya, karena begitu indahnya konsep ini dan begitu bermanfaatnya bagi saya, sehingga saya merasa kalau-kalau ada yang belum pernah mendengarnya, sebaiknya saya sampaikan berkali-kali. Atau kalau sudah ada yang pernah membacanya, biar menjadi pengingat. Robert mengatakan bahwa asset adalah “anything that put the money into your pocket” (baca: segala sesesuatu yang masuk kedalam kantong anda). Sedangkan liabilities adalah “anything that makes you takes the money out from your pocket”. (baca: segala sesuatu yang membuat anda

mengeluarkan uang dari kantong anda). Jadi pengertian asset dan liabilities di sini berbeda dengan pengertian yang selama ini berkembang di dunia akuntansi. Kemudian Robert menjelaskan, jika kita ingin kaya, maka kumpulkanlah asset sebanyak-banyaknya dan kurangi liabilities. Hanya sesederhana itu konsepnya. Rumah yang kita tinggali bukanlah asset. Rumah itu memerlukan biaya perawatan. Kita membayar pajaknya, biaya listriknya dan lain-lain. Rumah yang kita tinggali adalah liabilities kita. Sementara rumah yang disewakan, karena menghasilkan uang (put the money into our pocket) adalah asset kita.

Mobil yang kita pakai adalah liabilities, mobil yang kita sewakan sehingga mendatangkan keuntungan kekantong kita adalah asset. Bisnis yang menguntungkan adalah asset, bisnis yang merugi adalah liabilities. Sedangkan rahasia menjadi kaya adalah mengumpulkan asset sebanyak-banyaknya dan mengurangi liabilities. Sederhana ! Sekarang marilah kita ulas kembali, berapa banyak asset yang kita miliki dan berapa banyak liabilitiesnya? Mudah-mudahan hasilnya menggembirakan. (Ilustrasi: Yana)

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

27


i

the n sider

Generasi Lestari dan MIM Oleh Ni Komang Erviani

T

anggal 23 Januari lalu di Hotel Aston Denpasar, BPR Lestari menggelar agenda tahunan ‘Dinner Talk’ sebagai bentuk apresiasi dan upaya transparansi kepada nasabah sekaligus ruang pembelajaran dengan mendatangkan para pakar ekonomi sebagai pembicara (tahun ini BPR Lestari mendatangkan President Markplus Inc, Hermawan Kartajaya). Disela-sela acara tersebut, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lestari menandatangani memorandum of understanding dengan Universitas Udayana dan Markplus Institute of Marketing (MIM). Penandatanganan MOU dengan Universitas Udayana dilakukan dalam rangka memulai program Generasi Lestari, program beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi di kampus Udayana. Program beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual memadai namun tidak memiliki kemampuan finansial yag memadai. Untuk tahap awal, program ini akan menanggung biaya kuliah bagi 12 mahasiswa dengan maksimal masa kuliah selama 8 semester. “Scholarship (baca: beasiswa) merupakan realisasi dari misi kita yang bukan saja cari duit. Kami berharap program ini hanya merupakan pilot project (baca: proyek awal), sehingga ke depan bisa membiayai lebih banyak mahasiswa,” jelas Direktur Utama BPR Lestari Alex P. Chandra.

28

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Alex juga berharap ada pengusaha-pengusaha lain yang mau ikut terlibat membantu program itu, sehingga lebih banyak mahasiswa yang bisa dibantu. “This is a small step from a long journey,” (baca: ini langkah kecil untuk perjalanan yang panjang) tegas Alex. Selain memberi pembiayaan bagi mahasiswa, program Generasi Lestari juga akan dilengkapi dengan program pendampingan selama kuliah dan paska kelulusan. “Sehingga nanti ada komunitas masyarakat miskin yang terdidik, punya karakter baik. Kalau jadi pejabat tidak korup, kalau jadi pedagang tidak nipu. Saya percaya mereka akan jadi change agent di Bali,” tandasnya. Pembantu Rektor IV Universitas Udayana Prof. Made Suasta mnyampaikan terimakasih atas kerjasama tersebut. “Dengan apa yang telah diproklamirkan oleh BPR Lestari, artinya lembaga bisnis ikut aktif menyumbang tidak hanya motivasi tetapi juga dukungan materi,” tegasnya. Suasta mengharapkan lebih banyak mahasiswa Universitas Udayana yang bisa mendapatkan bantuan beasiswa. “Karena banyak anak-anak kita di Bali yang secara intelektual sangat layak, tetapi tidak dari segi finansial sehingga perlu diperhatikan,” ujar Suasta.

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

29


i

i

t he ns ide r Sementara itu, penandatanganan MOU dengan Markplus Institute of Marketing (MIM) yang menandai kolaborasi BPR Lestari dengan lembaga tersebut. Artinya, MIM kini telah hadir di Bali dan berkantor di lantai 3 kantor BPR Lestari, Jl. Teuku Umar Denpasar. MIM merupakan lembaga pendidikan untuk peningkatan kapasitas karyawan dengan tiga fokus utama yakni service, brand dan sales. Sebelum merambah Bali, lembaga ini sudah hadir di beberapa kota di Indonesia yakni Jakarta, Makassar, Badung, Surabaya, Semarang, Medan. MIM juga telah hadir di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut Founder dan President Markplus Inc, Hermawan Kartajaya (yang disebut-sebut sebagai “50 gurus who has shaped the future of marketing” oleh Chartered Institute of Marketing United Kindom), kehadiran MIM sangat dibutuhkan di Bali karena hingga kini belum ada lembaga di Bali yang dapat memberikan sertifikasi untuk menstandarisasi pendidikan karyawannya. Dijelaskan Hermawan, pengetahuan karyawan seharusnya ditingkatkan ketika hendak menduduki jabatan yang baru. “Tapi seringkali di perusahaan itu orang dipromosi tanpa dibekali. Sudah itu disuruh belajar sendiri. Padahal orang

30

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

the n sider yang hebat sebagai salesman, belum tentu hebat sebagai sales supervisor. Karena pekerjaannya berbeda,” Hermawan mengingatkan. Dalam penerapannya nanti, MIM akan melakukan ujian sertifikasi satu bulan sekali dengan masing-masing level dikenakan biaya ujian Rp. 500 ribu. Biaya itu belum termasuk biaya pendidikan yang besarnya bervariasi. Alex P Candra menambahkan, kerjasama itu dilakukan untuk menjawab sulitnya mencari tempat melatih dan meningkatkan kemampuan karyawan hingga banyak

Saya sebagai pembisnis punya banyak karyawan. Kalau mau melatih, selama ini harus ke Jakarta. Jelas lebih mahal. Kalau di Bali, bisa lebih murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya akomodasi dan transportasi,” tandasnya. MIM juga diharapkan membentuk para sarjana di Bali menjadi sarjana plus. Program sertifikasi di Bali untuk pertama kali akan dilakukan pada tanggal 22 Februari 2010. Berikut jadwal yang dapat anda lihat:

perusahaan menerbangkan karyawannya ke Jakarta untuk mengikuti training atau pelatihan. “Produk akan kita pasarkan di sini. Jadi orang-orang yang di Bali juga bisa dapat kesempatan untuk ikut kursus yang selama ini hanya bisa didapatkan di Jakarta,” jelannya. Dipilihnya MIM, kata Alex, karena kursus yang ditawarkan lembaga ini sudah sistematis, terstruktur dan baik. “Jadi saya sebenarnya hanya perpanjangan tangan untuk membanu menyelenggarakan kursus ini di Bali,” jelas Alex. Sertifikasi MIM, tambahnya, bisa menjadi jadi nilai tambah bagi karyawan. “Bali membutuhkan lembaga seperti ini. Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

31


f rontof

m i nd

Steve Jobs S

teve Paul Jobs yang lahir di San Fransisco, California Amerika Serikat pada tanggal 24 Februari 1955 adalan pemimpin perusahaan Apple Inc. Bersama pendiri lainnya (Steve Wozniak dan Mike Markkula), pada akhir tahun 1970-an, Steve Jobs berhasil mendesign, mengembangkan dan memasarkan personal computer, Apple series II, disusulkan kemudian Macintosh atau yang kita kenal dengan sebutan Mac. Pada awal tahun 1980, Steve Jobs lah orang pertama yang melihat peluang pasar untuk ‘mouse’, yang memudahkan pengguna komputer jika ingin berpindah program. Setelah meninggalkan Apple Inc pada tahun 1985 karena perbedaan prinsip dan pendapat, Steve menciptakan NeXT Computer yang tidak sempat dikenal masyarakat luas. Komputer NeXT diciptakan dengan teknologi tinggi dan harga yang relatif mahal. Karena alasan itulah steve hanya memasarkan NeXT kepada para industrialis, ilmuwan untuk riset sains seperti CERN dan para akademisi. NeXT memperkenalkan beberapa teknologi baru seperti Mach Kernel, digital signal processor chip dan built in Ethernet port. Pada tahun 1997, NeXT mengumumkan telah dibeli oleh Apple Inc seharga 429 juta Dollar Amerika yang membawa Steve Jobs kembali ke perusahaan yang ia rintis sebelumnya dan menjabat sebagai CEO sampai sekarang. Banyak teknologi NeXT yang diterapkan dalam produk ciptaan Apple, terutama NeXTSTEP, yang berkembang menjadi Mac OS X. Dibawah bimbingan Jobs, Apple Inc berhasil meningkatkan penjualan setelah memperkenalkan iMac kepada masyarakat luas. iMac merupakan komputer pertama ciptaan Apple Inc yang mengutamakan bentuk dan penampilan, featurenya yang ramping dan edgeless (tanpa siku) menjadikan iMac laris manis dipasaran. iMac pun mengawali langkah Apple Inc untuk terus menciptakan kekuatan branding Apple

32

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

t

hi g h- e chindex

dengan meluncurkan produk komputer dengan tampilan dinamis, ramping namun dilengkapi teknologi yang maju. Beberapa tahun belakangan ini, Apple Inc menciptakan produk bagi pencinta musik bernama iPod – alat portable musik dengan piranti lunak iTunes dan iTunes Music Store. iPod hadir dengan berbagai macam feature dari musik, video hingga foto dan pilihan warna serta kapasistas penyimpanan data yang beragam, menjadi gebrakan baru Apple diindustri musik dan perangkat elekronik. Tahun 2007, Apple meluncurkan iPhone – telpon genggam dengan tampilan multi-touch display dan koneksi internet. Selain berkecimpung di perusahaan Apple Inc, Steve Jobs adalah CEO Pixar Animation Studio terhitung sejak tahun 1986, setelah ia membeli The Graphic Group dari Lucasfilm Ltd, yang kemudian diberi nama Pixar Studio seharga 10 juta Dollar Amerika. Pria serba bisa ini pernah dianugrahi berbagai macam penghargaan, antara lain: National Medal of Technology bersama dengan rekannya Steve Wozniak dari Presiden Ronald Reagen pada tahun 1985, tahun 2007 Jobs disebut sebagai the most powerful person in business dan CEO of the decande oleh Majalah Fortune, dianugrahi California Wall of Fame di Museum Sejarah California oleh Gubernur Arnold Schwarzenegger dan istrinya Maria Shriver pada tahun yang sama dan masih banyak lagi pengakuan international yang ia terima. (Foto: fubiz.net)

S

atu lagi terobosan produk terbaru dari Apple Inc., komputer tablet dengan ukuran hampir sama dengan kertas A4 (28 cm x 21 cm), bernama Ipad. Sebuah revolusi komputer yang akan mengubah berbagai cara hidup kita dengan komputer selama ini. Segala kemampuan komputer dengan seluruh kemampuan konektivitas dan kebutuhan multimedia ada di benda dengan berat hanya 0.73 kg ini. Dengan resolusi tinggi dan display 9.7 inch LED-backlit IPS display kita dapat menikmati video, photo, web browsing dari berbagai arah, baik horizontal maupun vertikal dengan kontras dan warna terbaik khas Apple.

Tablet Ajaib dari Apple

Seperti kotak ajaib, kita bisa menyentuh dan melakukan interaksi dengan jari-jari kita lebih leluasa. Melakukan zooming dan rotating hanya dengan sentuhan lembut jari anda. Lebih menyenakaan berlama-lama dengan Ipad karena tablet ini memiliki battery dengan kemampuan lebih dari 10 jam bekerja. Bagi mereka yang memerlukan koneksi internet Ipad memilki seluruh konektivitas yang dibutuhkan. Mulai dari bluetooth, wifi hingga ada seri khusus dengan konektivitas 3G-nya. Dengan konektivitas seperti itu kita bisa menggunduh lebih dari 14.000 aplikasi yang sudah tersedia untuk kebutuhan pada komputer tablet ini. Mulai dari kebutuhan untuk GPS dengan Google Map, Clendar hingga membaca buku dengan iBooks bisa anda lakukan. Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

33


l iterat ure

s ne a kpeek

Jeffrey A. Krames

INSIDE DRUCKER’S BRAIN Ruang Belakang Anda adalah Ruang Depan bagi orang lain

I

nside Drucker’s Brain mengupas inti sari semua pelajaran penting dari karya-karya Drucker dan menawarkan perspektif segar mengenai sang pemikir luar biasa ini. Buku yang ditulis oleh Jeffrey A. Krames ini membantu Anda memahami gagasan-gagasan kunci Drucker yang dibutuhkan oleh organisasi modern, seperti menciptakan masa depan, kepemimpinan, strategi, inovasi, efektiivitas pribadi, pengembangan karier, pengalihdayaan (outsourcing). Pertanyaan-pertanyaan Drucker yang mengena telah membantu bisnis, korporasi dan para pemimpin politik sepanjang abad ke–20 dalam memandang pekerjaan mereka dengan cara baru. Salah satu pengikut ajaran Drucker adalah CEO GE Jack Welch. Jack Welch belajar pelajaran penting dari Drucker : “tetaplah melakukan yang terbaik dan biarkan orang lain yang mengerjakan sisanya”. Welch menuturkan hal itu dalam memoarnya yang berjudul ‘Ruang belakang anda adalah ruang depan bagi orang lain’. Ia berterima kasih kepada Drucker atas ide tersebut dan menambahkan bahwa praktek itu mereka lakukan di GE. Konsep Drucker tersebut adalah konsep berbagi, dimana bisnis akan tumbuh dengan cepat dan baik serta resiko akan tersebar. Konsep dari hulu sampai hilir akan meruntuhkan bisnis itu sendiri. Perusahaan besar, ketimbang memiliki kantin sendiri, lakukan outsourcing kepada perusahaan makanan. Jika cetak-mencetak bukan kekuatan anda, biarkan perusahaan percetakan menanganinya. Kuncinya adalah mengetahui kekuatan organisasi anda, dimana itu bisa menambah nilai riil dan pastikan member tugas anak buah dan sumber daya perusahaan terbaik anda dibidang-bidang tersebut. Jika perusahaan anda membutuhkan alat transportasi yang besar dan anda tidak fokus pada usaha tersebut, maka serahkan kepada perusahaan transportasi. Anda harus berbagi kepada orang lain sehingga anda akan mendapat hasil dan pelayanan yang maksimal.

34

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Pribadi Budiono Direktur BPR Lestari

Masalah terbesar dalam pengembangan perusahaan yaitu kerelaan untuk berbagi. Arti berbagi ini sangat luas, antara lain berbagi kewenangan dan tanggung jawab, berbagi hasil dengan pegawainya, berbagi keuntungan dengan perusahaan lainnya. Kalau kita fokus pada pelajaran Drucker kita harus rela berbagi. Dengan berbagi kita akan sangat fokus pada kekuatan yang mendorong pertumbuhan. Jack Welch, menyampaikan bahwa Peter Drucker telah membuatnya menyadari kemampuan GE bekerja sama dengan organisasi lain yang bersemangat mengerjakan hal-hal yang bagi GE justru membosankan. Itu menjelaskan mengapa Welch menyewa sebuah perusahaan di India untuk mengerjakan pemograman GE 20 tahun sebelum India menjadi negara tujuan outsourcing. Begitu Welch menyadari bahwa perusahaannya tak akan pernah menjadi yang terbaik dalam pemograman, ia menemukan perusahaan yang sangat bagus dalam melakukannya. Jack Welch jelas memahami doktrin kekuatan Drucker ketika berkomentar:”ruang belakang, sesuai dengan namanya, tak akan pernah membuat Anda tertarik untuk melakukan yang terbaik”. Kami mengubah ruang belakang kami menjadi ruang depan orang lain dan berkeras untuk mendapatkan hal terbaik dari mereka. Dahsyat sekali bukan? Mari kita implementasikan pada masing-masing bisnis kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita mengetahui bahwa yang kita lakukan merupakan pintu depan atau pintu belakang? Lakukanlah audit kekuatan. Banyak aspek dalam membangun kekuatan. Aspek-aspek diantaranya adalah memahami kekuatan anda sendiri dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membuat kekuatan itu menjadi semakin kokoh. Membangun kekuatan juga berarti bertindak strategis dalam memberikan penugasan kepada staf, menempatkan orang-orang terbaik anda pada proyekproyek yang dapat memberikan hasil terbesar.

Shawshank Redemption (1994)

Invictus (2009)

Sutradara : Frank Darabont Writer : Stephen King Pemain : • Tim Robbins • Morgan Freeman Film berlatar belakang tahun 40-an ini menceritakan kisah tragis seorang banker cerdas dan kaya raya bernama Andy Dufresne, yang dituntut hukuman penjara 2 kali seumur hidup atas dakwaan pembunuhan 2 orang; istri dan seorang pria teman kencannya. Meskipun mengaku tak bersalah, Andy Dufresne tetap didakwa bersalah dan dikirim ke penjara yang terkenal dengan penjagaan ekstra ketat bernama Shawshank di Kota Maine. Selama masa tahanan, Andy berteman baik dengan Red, melalui dirinya ia membeli sebuah palu kecil untuk mengukir batu sebagai hobi dan poster seorang aktris ‘Rita Hayworth’ sebagai ‘teman setianya’ didalam penjara. Setelah mendekam selama 18 tahun, Andy bertemu dengan narapidana baru Tommy, yang mengaku mengetahui siapa pembunuh istri dan teman kencan Andy sebenarnya. Andy berusaha meminta kepala sipir untuk membuka kasus ini lagi dan meminta Tommy bersaksi, namun ditolak dan Tommy pun dibunuh oleh kepala sipir tanpa sepengetahuan Andy. Mengetahui bahwa kasusnya sudah dibekukan, Andy mematangkan rencananya. Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, Andy berhasil meloloskan diri melalui lubang yang ia gali selama 20 tahun dengan palu kecil dibalik poster Rita Hayworth. Setelah merangkak dalam gorong-gorong pembuangan kotoran yang sangat bau sepanjang 457 meter, Andy akhirnya mencium udara kebebasan dan meninggalkan Maine menuju Zihuatanejo di Pantai Pasifik.

Sutradara : Clint Eastwood Pemain : • Morgan Freeman • Matt Damon Film garapan Clint Eastwood ini terinspirasi dari kisah nyata Nelson Mandela semasa menjabat sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan selama 5 tahun sejak tahun 1994 sampai dengan 1999. Film ini mengisahkan tentang Springboks, tim nasional rugby Afrika Selatan yang pemainnya didominasi oleh kulit putih. Pada saat pemerintahan Mandela, komite olahraga bermaksud menghilangkan Springboks – tim nasional yang memang sering kali kalah dalam berbagai pertandingan, sebagai bentuk aksi anti-apartheid dan menggantikannya dengan tim rugby yang baru. Hal ini ditentang Mandela dengan anggapan bahwa dendam bukanlah jawaban menuju negara demokrasi yang sesungguhnya. Mandela berusaha menyatukan rakyatnya baik dari kalangan kulit putih maupun kulit hitam melalui universal language of sport. Mandela meyakinkan Francois Pieenar (Matt Damon) pimpinan regu Springbok untuk tetap berlatih keras dan berusaha menjadi tim rugby kebanggaan Afrika Selatan. Keteguhan Mandela, kerendahan hati dan kisah hidupnya semasa mendekam dipenjara sebagai tahanan politik selama 27 tahun, menginspirasi para pemain rubgy tersebut yang akhirnya membawa mereka menuju kemenangan dalam ajang Rugby Worl Cup 1995.

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

35


af ter

h ou r

Sandra Bullock T

ahun ini sepertinya keberuntungan sedang beralih ke artis Sandra Bullock. Dia berhasil menyabet gelar artis wanita terbaik untuk kategori drama Golden Globe 2010 lewat perannya sebagai Touhys film yang berjudul ‘The Blind Side’. Meskipun tidak se-prestigious Oscar, Golden Globe merupakan salah satu ajang penghargaan yang menjadi tolak ukur pencapaian prestasi dibidang seni peran. Beberapa penghargaan lain yang dinobatkan malam itu antara lain film Avatar sebagai film terbaik termasuk James Cameron sang sutradara yang berhasil pula menyabet gelar sutradara terbaik dan Martin Scorsese sebagai sutradara yang mendapatkan penghargaan kehormatan “Cecile B. DeMille Award”.

C

Charlie Sheen

harlie Sheen, aktor Hollywood yang sempat membintangi beberapa film apik seperti Platoon, Wall Street, Hot Shot dan terakhir bermain dalam film seri televisi Two and A Half Man tersandung masalah dan harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Terhitung sejak akhir tahun 2009, Charlie Sheen harus mendekam di penjara Colorado akibat kasus kekerasan rumah tangga terhadap istrinya Brooke Mueller Sheen. Kasus ini baru akan dipersidangkan pada bulan Februari ini. Persidangan ini yang menentukan apakah Charlie Sheen akan dibebaskan atau mendekam lebih lama.

S

etelah melalui proses audit oleh badan EC3 Global dan Green Globe Auditor, Westin Resort Nusa Dua Bali dinobatkan untuk meraih penghargaan “Green Globe Certified Silver” dalam program Green Globe Earthcheck Certification. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Westin Resort Nusa Dua Bali dalam mempraktekkan standar lingkungan tertinggi di dunia. Selamat untuk Weston Resort Nusa Dua Bali!

13 Februari - Seminar

“The Power of Eight Character in Harmony for Success and Happiness” bersama Andri Wongso dan Djoko Nugroho.

Informasi selengkapnya hubungi 0361 7933926, 8517262 atau Toko Buku Gramedia di Mall Bali Galeria, Pusat Kota dan Gatsu.

36

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Vol. 2 Feb -M ar 2 0 1 0 -

37


38

- Vol. 2 Feb -Ma r 2010

Money&I ed 2  

Money&I ed 2