Page 1

Gue Bukan Mahasiswa BOCIL…. “Quo Vadis” Gerakan Mahasiswa Indonesia Pasca Reformasi

“Sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan pemuda merupakan pilar kebangkitanya “[Ulama] Latar belakang sejarah Mahasiswa dalam sejarah jatuh bangunnya negeri ini memiliki andil yang sangat besar, perubahanperubahan besar yang terjadi di negeri ini selalu melibatkan mahasiswa sebagai aktor utamanya. Sebelum indonesia merdeka, pada tahun 1925 berdirilah Jong Islamieten Bond, gerakan kepemudaan ini pada tahun 1927 merumuskan pengertian nasionalisme dengan cinta tanah air, bangsa dan agama. Gerakan ini menginspirasi gerakan pelajar dan pemuda pada waktu yang kemudian disusul dengan adanya sumpah pemuda pada tahun 1928. Dimana sumpah pemuda ini diyakini berpengaruh besar dalam membangkitkan semangat rakyat indonesia dalam berjuang melawan penjajahan kolonialisme Belanda. Usaha ini tidak sia-sia terbukti 17 tahun sesudahnya Indonesia merdeka dengan Soekarno-Hatta sebagai aktor utmanya. Setelah Indonesia merdeka mahasiswa lebih banyak memiliki peran sebagai kontrol sosial jalanya pemerintah, pada tahun 1965-1966 gerakan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) melahirkan Tirtura (Tiga Tuntutan Rakyat) sebagai upaya untuk menstabilkan negara setelah adanya kudeta G-30S PKI, gerakan KAMI dipelopori oleh HMI, IPM, SEMMI dan PMKRI, sedangkan KAPPI dipelopori oleh PII, IPM, SEPMI dan IPNU. Tiga tuntutan rakyat tersebut adalah: 1. Pembubaran PKI 2. Pembersihan Kabinet dari unsur G-30S/PKI 3. penurunan harga dan perbaikan ekonomi Setelah itu, pada masa orde baru, mahasiswa masih memiliki peran yang signifikan sebagai kontrol pemerintah, pada tahun 1974 mahasiswa menentang kebijakan “kapitalis” pemerintah dalam peristiwa malari. Kemudian yang terbaru adalah peristiwa reformasi, dimana pada mei 1998 mahasiswa menggulingkan rezim Soeharto yang telah berkuasa 30 tahun. Rezim ini dipandang melahirkan otoriterisme, korupsi, kolusi dan nepotisme tumbuh subur di Indonesia. Peran dan Fungsi Mahasiswa Dalam mengemban status sebagai mahasiswa, seseorang diharapkan mampu memiliki peranan fungsi yang sangat strategis dalam masyarakat. Dalam Tri Dharma perguruan tinggi, Mohammad Hatta menyebutkan ada tiga hal yang dilakukan mahasiswa selama beraktifitas di kampus yaitu: pendidikan, penelitan dan pengabdian, dari tiga hal ini diharapkan mahasiswa mampu memiliki peran ditengah tengah masyarakat. Sebagai insan cendekia mahasiswa memiliki peran “Iron Stock dan “Agent Of change”, selain itu mahasiswa juga memilki fungsi sebagai “Guardian Value” dan “Social Control”. Bila kita pilah peran itu adalah perilaku yang diharapkan, sedangkan fungsi adalah yang pekerjaan dari mahasiswa itu sendiri.

Iron Stock


Mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan, sebagai calon pemimpin tentunya mahasiswa harus menyiapkan bekal ilmu dan pengalaman yang cukup, agar kelak menjadi pemimpin yang adil dan sukses di masyarakat. Kemampuan memimpin ini tidak bisa dilahirkan secara instan maka dari itu harus disiapkan secara dini, mahasiswa sekarang akan mengisi pos-pos strategis di masyarakat, bila calon pemimpin yang disiapkan bodoh akhirnya akan membawa kemelaratan, sedangkan bila calon pemimpin yang disiapkan pandai, berkarater dan berintegritas maka akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Agent of Change Sebagai kalangan intelektual, mahasiswa memilki pengetahuan dan wawasan dibanding masyarakat secara umum, potensi ini akan mampu melahirkan perubahan sosial didalam masyarakat. Mahasiswa yang kaya dengan wawasan dan pengetahuan akan mampu melahirkan ide-ide dan karya yang akan merubah kondisi suatu masyarakat, tentunya perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang positif.

Guardian Value Karena didalam pribadi mahasiswa tertanam nilai-nilai moral dan idealisme, maka mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai yang ada ditengah masyarakat, nilai-nilai yang berkembang ditengah masyarakat akan dipengaruhi oleh arus informasi dan pendidikan. Kewajiban bagi mahasiswa untuk selalu menjaga nilai tersebut baik didalam dirinya ataupun ditengah masyarakat, tentunya melalui pencerdasan dan edukasi. Suatu bangsa tidak akan menjadi bangsa yang besar bila tidak terdapat nilai kuat yang menjadi jatidiri bangsa tersebut.

Social Control Posisi mahasiswa sangat strategis ditengah masyarakat, posisinya yang dekat dengan pemerintah dan mampu terjun ketengah masyarakat mampu menjadikan masyarakat sebagai penyambung lidah rakyat. Bila pemerintah keliru dalam mengambil kebijakan, mahasiswa bisa meluruskan dan bila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro-rakyat maka mahasiswa mampu membantu pemerintah. Mahasiswa dan Tantangan Masa Depan Banyak orang-orang yang berpendapat bahwa gerakan mahasiswa masa depan akan jauh berbeda dengan masa lampau, apapun yang menjadi dasar pemikiran mereka, sejarah sudah membuktikan bahwa sejarah akan selalu berulang, peran mahasiswa tidak akan pernah terlepaskan dari negara ini, dan akan selalu menjadi aktor perubahan, yang menjadi perbedaan adalah cara dan pendekatan, di era mendatang arus globalisasi akan semakin kencang, apalagi ditunjang dengan kemajuan teknologi informasi, artinya pemikiran-pemikiran, nilai, dan budaya akan membanjiri negeri ini, perubahan-perubahan akan sangat banyak terjadi maka mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan bangsa ini. Dalam buku Rekayasa Sosial (Jalaludin Rakhmat) perubahan sosial akan terjadi bila terdapat tiga unsur; Idea, tokoh penggerak, dan sosial movement. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mahasiswa akan lebih mudah menjadi tokoh-tokoh perubahan di masyarakat, idea orisinil yang dimilki mahasiswa memungkin mahasiswa mampu menghimpun massa yang pada akhirnya bisa melakukan suatu perubaha sosial. Tentunya kedepan mahasiswa harus mampu


menjawab kebutuhan dan harapan bangsa ini, bangsa ini belum mampu menjadi bangsa yang mandiri, masih menjadi “jongos� bangsa asing, kasus korupsi merajalela dan kesenjangan sosial dimana-mana, mahasiswa harus mampu mengambil peran dalam menyelesaikan masalah ini.

Gue bukan mahasiswa bocil  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you