Page 1

#1

014 2 aret M dilengkapi katalog terbaru Keke Busana

Ika Kartika Sari

Owner KeKe Busana

Kekeuh

berujung Keke

Berliana febrianti Perempuan berhak dapat kesempatan

JANGAN TAKUT

BERWIRAUSAHA


Salam Redaksi

elalu ada yang pertama untuk segala hal. Delapan tahun bergelut di dunia fesyen, KeKe Busana kerap memberikan inovasi bagi para pelanggan. Kali ini, untuk kali pertama KeKe Busana meluncurkan KeKe Magazine. Cover Model : Rias Wajah: Busana dan aksesoris : Pengarah gaya: Foto:

nOMOR 1 / April 2014 PEl i n d u ng Fahrul Farid, Ika Kartika Sari

Pen a s eh at Rendy Saputra

Pen a n g g u n g Jawab Pellentesque habitant

T i m Red a k si Rendy Saputra, Naufal Zulfahmi

Sek reta r iat Brand Marketing Keke Busana marketing@keke-busana.com

K o n s u lta n K o nt en dan d es a in PT Media Citra Solusi Komunikasi M. Panji Nur Afrian Imam Sofian

Telah menjadi komitmen KeKe Busana untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya. Semangat yang sama diadopsi oleh KeKe Magazine. Nama KeKe merupakan perubahan bentuk dari kata “keukeuh” yang dalam bahasa Sunda berarti pantang mundur. Satu kata yang membakar semangat Bunda Tika, pemilik KeKe Busana, untuk terus berjuang membesarkan bisnisnya. Semangat berwirausaha (entrepreneurship) tidak pernah surut selama membidani KeKe. Semangat tersebut berusaha kami tularkan kepada para pelanggan KeKe Busana atau siapapun yang tengah membaca majalah perdana ini. Berwirausaha merupakan salah satu opsi bagi para ibu rumah tangga untuk menambah “asap di dapur” atau sekadar untuk mengisi waktu luang. Bagi para pekerja, berwirausaha pun dapat menjadi selingan dari jenuhnya rutinitas kantor. Untuk menambah tekad berwirausaha, kami tampilkan kisah sukses KeKe Busana yang berawal dari bisnis rumahan hingga kini produknya dikenal seluruh Indonesia. Selain itu, kami juga mengemas majalah edisi perdana ini dengan informasi-informasi lainnya. Berubah bukan berarti segalanya baru. Kami tetap menyimpan hal baik yang sudah ada sebelumnya. Deretan gambar katalog KeKe Busana masih kami pertahankan. Two in one, dua dalam satu. Baik katalog produk KeKe Busana maupun artikel-artikel menarik saat ini bercampur. Selamat membaca. Salam Redaksi KeKe Magazine

Edisi 1 Maret 2014

3


Daftar Isi

20 Iqro

Jangan Takut Berwirausaha

68

Persona Jangan Takut Berwirausaha

50

80

Tamu

Perempuan berhak dapat kesempatan

Jalan-Jalan Menyelami Kecantikan Buniayu

94

Peristiwa

KeKe Ramaikan ISLAMIC BOOK FAIR 13th (2014)

6

4

Spirit Bisnis

66

Enterpreneur

38

Sakinah

78

Sehat

36

Smart Beauty

82

Dapur

64

Rencana Keuangan

97

Klinik Bisnis

Edisi 1 / Maret 2014


Salam subhanahu wata’ala atas segala karunia dan keberkahan yang telah Ia berikan untuk KeKe Busana. Alhamdulillah.

Ika Kartika Sari Owner KeKe Busana

Kedua, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah percaya dan setia untuk menggunakan produk kami. Tanpa kepercayaan dan kesetiaan dari Anda semua, KeKe tidak dapat tumbuh sebesar seperti hari ini. Maka sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih

“..Doakan kami. Doakan KeKe Busana semoga makin besar manfaat yang bisa kami berikan..”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Tak ada kata yang pantas terucap kecuali kalimat syukur kepada Allah subhanahu wata’ala. Delapan tahun sudah KeKe hadir di pasar Indonesia. Sebuah rentang waktu yang tidak sebentar bagi kami. Jika dihitung dari pencapaian tahun pertama, pada tahun ini kami telah membesar belasan kali lipat dari sejak kami terjun di pasar Indonesia. Hal tersebut merupakan karunia yang teramat besar bagi kami, sebuah entitas bisnis yang memulai bisnis dari segala keterbatasan yang ada. Pertama, Kami menyadari bahwa ini semua adalah karunia Allah subhanahu wata’ala. Dialah sumber inspirasi kami dalam bergerak dan berjuang. Dia-lah yang menghadirkan semangat di hati kami, mengaruniakan ide, memudahkan langkah dan memberkahi KeKe Busana. Maka di posisi pertama dan teratas, Kami memuji Allah

atas kesediaan Anda menjadi pelanggan kami. Ketiga, kami memberikan penghargaan dan apresiasi yang luar biasa kepada jaringan distribusi KeKe yang tersebar di seluruh Indonesia. Rasa hormat kami berikan kepada para distributor yang terus berjuang melayani permintaan pasar, para agen yang bersentuhan langsung dengan pelanggan dan para dealer yang tanpa lelah menjajakan KeKe Busana kepada sahabat-sahabat terdekat. Prestasi KeKe busana hari ini bukanlah prestasi pribadi, bukan pula prestasi karyawan kami, namun prestasi bersama. KeKe hari ini adalah prestasi Anda semuanya. Keempat, kami menjabat erat mitra bisnis KeKe yang terus berjuang bersama KeKe Busana. Kepada rekanan penyedia bahan, rekanan bordir, ibu-ibu rumah tangga plasma di desa Tajur Halang Bojong Gede dan seluruh penyedia kebutuhan bisnis KeKe, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. “Rasa syukur inilah yang menjadi awal dari sapaan hangat kami pada kesempatan kali ini. Rasa syukur inilah yang akan kami jadikan awalan dalam proses transformasi KeKe Collection menjadi KeKe Busana. “ Rasa syukur inilah yang menjadi semangat perubahan kami. Rasa syukur inilah yang menginspirasi kami untuk terus lebih baik dari hari ke hari. Doakan kami. Doakan KeKe Busana semoga makin besar manfaat yang bisa kami berikan.

Edisi 1 Maret 2014

5


Spirit Bisnis

MEMASARKAN PAKAIAN, MEMASARKAN KEBAIKAN dan begitupun dengan pasar. Cara pasar berkomunikasi, mencerna, dan merasa berubah dalam hitungan hari. Cepat sekali. Seorang pebisnis akhirnya dituntut untuk terus beradaptasi. Seorang pebisnis dituntut untuk terus bekerja merespon pasar. Siapa yang mampu terus menghadirkan energi jiwa untuk bekerja adalah pemenangnya. Pertanyaannya, bagaimana agar energi jiwa kita terus-menerus ada? Bagaimana agar kita dapat mengisi kembali energi jiwa yang tergerus dengan aktivitas bisnis sehari-hari? Pemaknaan akan kebaikan adalah jawabannya. Kebaikan, Sumber Energi yang tak Pernah Habis Teori psikologi positif menunjukkan bahwa dorongan untuk melakukan kebaikan adalah sumber energi terbesar. Para relawan medis mampu bertahan berhari-hari tidak tidur untuk melayani korban bencana alam. Di hati mereka hanya ada satu makna, “bahwa ini adalah aktivitas kebaikan�. Mereka seakan mendapatk energi yang tidak habis-habis, karena berbuat baik menjadi pijakan aktivitas mereka.

Memenuhi kebutuhan orang lain adalah sebuah aktivitas mulia. Itu adalah aktivitas kebaikan. Semua Berawal dari Energi

S

alah satu kunci keberhasilan bisnis adalah bagaimana seseorang mampu melawan kelelahan jiwanya. Siapa yang memiliki energi jiwa lebih besar, maka dialah yang memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan. Setiap saat kita berhadapan dengan pasar yang terus berubah. Keunggulan produk Anda hari ini belum tentu sebuah keunggulan pada masa depan. Selera pasar hari ini belum tentu sama dengan keesokan hari. Manusia berubah

6

Edisi 1 / Maret 2014

Betapa indahnya jika energi kebaikan itu menyelimuti aktivitas bisnis kita. Terutama kita yang mungkin sebagian besar sedang berjibaku didalam industri busana. muncul pertanyaan di dalam benak kita semua, bagaimana cara mengintegrasikan aktivitas bisnis dan aktivitas kebaikan? Jawabannya sangat mudah, keduanya harus bertemu dalam satu makna. Memasarkan Pakaian, Melayani Kebutuhan Ketika kita memasarkan pakaian, tanpa sadar sebenarnya kita telah melakukan kebaikan. Setiap manusia membutuhkan busana. setiap orang membutuhkan pakaian. Memasarkan pakaian berarti sebuah usaha untuk memenuhi kebutuhan sesama. Memasarkan pakaian berarti menolong orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulia bukan?


Spirit Bisnis

Memenuhi kebutuhan orang lain adalah sebuah aktivitas mulia. Itu adalah aktivitas kebaikan. Hal itu harus menjadi daya dorong kita dalam berjualan. Akhirnya kita memiliki pemaknaan yang lebih dalam dari sekadar memasarkan pakaian, tetapi sejatinya kita sedang melayani kebutuhan orang lain.

Berbisnis yang hakiki adalah memenuhi kebutuhan hidup orang lain. Makna hakiki dari sebuah bisnis adalah memberi manfaat sebesar-besarnya melalui produk yang kita hadirkan. Memasarkan Pakaian, Menghadirkan Kebahagiaan Suatu malam saya menghadiahkan anak saya, Azhar, busana KeKe model baru. Ketika baju dikenakan, dia berkata, “Abi, bajunya abang pakai buat tidur ya, digantinya besok pagi saja�. Setelah memakai busana KeKe, mendadak wajahnya sumringah, hatinya bahagia, dan malam itu saya juga ikut berbahagia karena betapa senangnya dia dengan baju KeKe yang penuh warna ceria. Hati saya tersentuh, berapa banyak anak yang akhirnya bahagia dengan kehadiran busana yang kita pasarkan bersama? Berapa besar kebahagiaan seorang anak ketika dia mengenakan busana yang kita pasarkan? Sejak malam itu, aktivitas bisnis KeKe bukan hanya tentang memasarkan pakaian, namun lebih dalam dari itu. Kita sedang bersama-sama menghadirkan kebahagiaan. Menghadirkan kebahagiaan untuk sesama adalah kebaikan. Maka masihkah ada alasan untuk kelelahan dalam berbuat kebaikan?

Pakaian yang berhasil kita jual ternyata menggerakkan rantai bisnis yang lain. Pakaian yang laku kemudian menggerakkan produsen untuk memproduksi kembali model-model berikutnya. Rantai reaksi rezeki mulai bergerak hebat, ada pekerja yang digaji, ada penyedia bahan yang kebanjiran order, ada penyedia benang yang akhirnya bisa terus hidup. Belum lagi industri pendukung seperti media promosi, percetakan, perusahaan pengiriman logistik, dan banyak industri lainnya yang bergerak karena penjualan Anda di lapangan. Hebat bukan? Dengan pemahaman ini, kita menemukan sebuah pemaknaan mendalam, bahwa memasarkan pakaian bukan hanya sebuah usaha untuk mencukupi kehidupan diri sendiri. Memasarkan pakaian ternyata berdampak bagi kehidupan orang lain. Seperti efek domino, kesuksesan kita berjualan di lapangan mendorong bergeraknya industri yang menjadi mata rantai proses bisnis sebelumnya. Lagi-lagi mulia bukan? Memasarkan Pakaian, Aktivitas Kebaikan! Sebuah sudut makna yang baru telah saya hadirkan. Bahwa aktivitas bisnis dan berbuat baik bukanlah dua fasa yang tidak bisa menyatu. Keduanya adalah sama. Satu makna. Keduanya adalah aktivitas kebaikan. Keduanya adalah amal saleh. Berbisnis yang hakiki adalah memenuhi kebutuhan hidup orang lain. Makna hakiki dari sebuah bisnis adalah memberi manfaat sebesar-besarnya melalui produk yang kita hadirkan. Sejatinya bisnis adalah usaha menggerakkan roda kesejahteraan. Itulah semangat pemasaran kita, semangat kebaikan. Mari kita hujamkan dalam-dalam, memasarkan pakaian adalah memasarkan kebaikan. Rendy Saputra CEO KeKe Busana

Memasarkan Pakaian, Mata Rantai Penghidupan Sering kita merasa bahwa aktivitas berjualan hanya sebagai usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup kita sendiri. Ternyata pendapat itu salah besar. Ketika kita sedang berjualan, kita sedang menghidupi banyak orang.

Edisi 1 Maret 2014

7


8

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

9


10

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

11


12

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

13


14

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

15


16

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

17


18

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

19


Iqro

Jangan Takut

Berwirausaha atas nama mereka. Chairul Tanjung memiliki CT Group yang menaungi bisnis media, ritel, dan hotel, lini bisnis yang tidak berbeda jauh seperti MNC Group yang dikuasai Harry Tanoesudibjo.Nama seperti Bob Sadino juga tidak bisa dikesampingkan, pemilik jaringan Kemfood dan Kemchick ini bisa dibilang tokoh entrepreneurship di Indonesia. Memulai bisnisnya dengan menjual telur ayam negeri dari pintu ke pintu, kini bisnisnya di bidang pangan dan peternakan membuatnya berada di posisi saat ini.

enjadi wirausahawan nampaknya menjadi impian besar sebagian orang. Banyak alasan dibelakangnya, entah karena memang memiliki keyakinanan bahwa menjadi wirausahawan adalah jalan hidup atau sekadar menambah penghasilan. Tidak sedikit juga yang sudah jenuh dengan pekerjaan yang digeluti saat ini dan ingin menjadi bos atas diri sendiri. Banyak nama besar yang sukses berkat wirausaha. Sebut saja sejumlah nama seperti Chairul Tanjung dan Harry Tanoesudibjo yang sama-sama memiliki “kerajaan bisnis�

20

Edisi 1 / Maret 2014

Alasan mereka yang menjadi contoh di atas menjadi wirausaha tidak melulu karena uang. Misal Bob Sadino, bagi pria kelahiran 75 tahun silam ini, uang bukanlah masalah baginya. Ia dilahirkan dari kalangan berada dan memiliki warisan orang tua yang dapat membuat hidupnya nyaman. Awalnya ia merupakan pekerja kantoran, namun tekadnya sangat kuat untuk bekerja secara mandiri. Keluarlah ia dari zona nyaman. Meski sempat jatuh bangun di awal usaha, kini ia bisa menikmati jerih payahnya. Bagi sebagian orang, berwirausaha dijadikan sebagai sumber pendapatan sampingan dan juga pengalih kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Financologist Alviko Ibnugroho mengatakan, untuk memulai langkah sebagai wirausahawan diperlukan kesiapan mental dan finansial. “Pada awal-awal memulai usaha pasti menemui kendala, mental harus kuat,� ujar Alviko. Kekuatan finansial pun menjadi poin penting. Mau tidak mau, kita harus memastikan pada masa awal usaha tidak kekurangan dana untuk kehidupan sehari-hari. Setidaknya samapai usaha yang dirintis menunjukan hasil yang


Iqro

menggembirakan. Alviko menyarankan, bagi para calon wirausahawan untuk mengasumsikan kebutuhan dana setidaknya untuk setahun. Asumsi tersebut digunakan sebagai acuan dalam merencanakan keuangan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah tingkat inflasi, dana kebutuhan hidup yang didalamnya termasuk pos belanja bulanan sampai cicilan rumah dan mobil. Hal utama yang perlu diperhatikan, kata Alviko, adalah fokus pada jenis usaha yang akan digeluti. Menjadikan materi sebagai tujuan memang perlu tetapi akan membuat tekanan yang cukup besar dalam bekerja. Utamakan kepuasan batin. “Kalau mau sukses pilih bisnis sesuai bakat dan potensi,” ujar dia. Sebaik-baiknya alasan berwirausaha, lebih baik lagi bila hal tersebut dapat terwujud. Namun, terkadang kita masih maju mundur dalam mengambil risiko. Padahal berani mengambil risiko dengan pertimbangan yang matang merupakan contoh wirausahawan sukses.

Majalah Forbes pernah menulis, kemapuan mengambil risiko untuk berwirausaha sangan sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.

yang ada di benak sendiri harus dihilangkan. Menurutnya kondisi sekitar memang terkadang kurang baik, tetapi harus diyakini bahwa sebagian besar nasib kita berada di tangan sendiri. “Itu hal penting bagi setiap orang. Jadikan rasa takut sebagai kekuatan diri untuk naik ke level yang lebih tinggi,” ujar Micha. Lebih jauh Micha mengatakan, gencar mempublikasikan merek dan produk akan menjadi kunci sukses. Butuh waktu memang, tetapi sangat penting bagi masa depan usaha. Menurut Micha, reputasi merupakan segalanya dalam bisnis. Merek adalah cara mudah bagi seseorang menilai produk kita. Jauhi tekanan yang berasal dari diri sendiri. Micha berujar, sifat perfeksionis harus dibuang jauhjauh. Ketakutan akan gagal pun harus dihapus, jadikan kegagalan sebagai proses belajar. Usaha terus dan temukan sela untuk sukses dalam bisnis. Untuk menarik pelanggan, tidak ada salahnya untuk menawarkan produk dengan harga miring. Tujuannya untuk menarik minat pelanggan. Pastikan kualitas produk tidak ikutan miring, karena secara bertahap harga jual dapat dinaikan sampai batas harga sesuai dengan kualitas produk. Haram hukumnya untuk mengecewakan pelanggan. Micha menekankan, semangat kerja harus tetap dijaga. Tumbuhkan gairah untuk apa yang telah dimulai. Itu keharus. Bila gairah dan semangat turun, bisnis pun akan melambat. Bagaimana tidak, karena sebagian besar waktu kita akan dihabiskan dalam usaha rintisan tersebut. “Pekerjaan akan mengisi waktu kita, salah satu cara untuk menikmatinya adalah dengan yakin dan cinta dengan apa yang dilakukan. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan cepat puas,” tutur Micha.

Bila dapat membayangkan diri sendiri sedang menjalankan bisnis, maka dialah orang yang sering dapat mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhawatiran tentang masa depan usahanya, maka niatnya sebagai wirausahawan tidak akan pernah terwujud. Pendiri Fiverr, perusahaan berbasis internet yang menjadi wadah untuk setiap transaksi jasa, Micha Kaufman, mengatakan, ketakutan

Edisi 1 Maret 2014

21


Iqro

KEUKEUH BERUJUNG KEKE

walnya hanya 40 potong pakaian, kini per tahunnya produksinya sampai 700.000 potong. Dimulai dari satu mesin jahit, kini puluhan mesin produksi berjejer manis di pabriknya. Kerja kerasnya tidak hanya mengabulkan mimpi untuk menyekolahkan anaknya ke luar negeri, tetapi juga menjadi tempat bernaung bagi 500-an orang pencari nafkah. Ika Kartika Sari yang akrab dengan panggilan Bunda Tika merupakan wanita di belakang kesuksesan KeKe Busana saat ini. Desain-desain

22

Edisi 1 / Maret 2014

menarik yang dituangkan dalam kreasinya membuat produk KeKe busana menjadi incaran banyak peminat. Bukan jalan mulus yang dilaluinya hingga sampai pada posisi saat ini. Pahit di awal ia membangun bisnis telah dikecapnya, kini ia mulai bisa merasakan manis dari jerih payahnya selama bertahun-tahun. Bisnis baginya tidak hanya semata itung-itungan matematis, haram baginya demi meningkatkan untung sehingga kemudian memutus hubungan dengan rekanan yang telah bekerja sama dari awal merintis. Prinsip setiap orang memiliki andil atas kesuksesannya, maka


Iqro tidak adil bila ia melupakan begitu saja jasa mereka. Nilai yang dipegang kukuh sejak awal dan tidak akan dihapus gara-gara hitungan untung rugi. Bunda Tika menuturkan kisah naik turunnya bisnis fesyen yang dirintisnya serta pergelutan hati untuk tidak langsung menikmati hasil jerih payahnya. Ia juga menuturkan apa yang

Sempat ragu menerima tawarannya, namun saya berpikir kesempatan tidak akan datang dua kali, kalau bukan sekarang kapan lagi. Kebetulan saat sekolah, mata pelajaran prakarya menjadi favorit saya. Akhirnya saya membuat dua desain pakaian anak-anak, masing-masing dua kodi atau 40 potong. “Kondisi saat itu, saya masih bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Setiap pulang kerja saya berpikir untuk mencari tempat untuk menitipkan pakaian jadi tersebut pada penjual pakaian. Berdasarkan hasil pemetaan pasar, saya titipkan masing-masing sepuluh potong pakaian di sejumlah toko di empat titik, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.” Saya hanya mau menjual pakaian kepada agen, tidak mau ke pembeli langsung.(end user) Meskipun secara marjin akan sangat besar bila dijual kepada end user tetapi volume penjualan akan sangat sedikit. Sedangkan bila ditaruh pada agen mereka memiliki pelanggan yang merupakan penjual juga, dengan demikian pemasaran produk akan lebih luas.

“Bukan perkara mudah meyakinkan penjual untuk sekadar menerima pakaian produksi saya. Mereka pandang sebelah mata. Sudah produk lokal, tidak memiliki merek pula,”

diinginkan dari “anaknya” dalam beberapa waktu kedepan. Berikut pemaparan Bunda Tika seperti yang diutarakannya pada redaksi KeKe Magazine. Saya mulai menggeluti bisnis pakaian pada Agustus 1998. Seorang teman suami meminta saya untuk membuat pakaian di konveksi miliknya. Krisis moneter yang melanda saat itu, membuatnya harus merumahkan sebagian besar karyawannya. Dari 200 orang, tersisa lima orang pekerja inti. Sang teman pun tidak ingin kelima pekerja itu kembali ke rumah dan tidak memiliki nafkah.

Meski mereka meragukan produk saya, namun saya senang karena berhasil meyakinkan penjual untuk sekadar memajang produk saya di toko mereka. Bisa dikatakan desain pakaian saya saat itu cukup berbeda dengan tren yang ada saat itu. Kebanyakan tren pakaian anak-anak lebih kasual sementara saya membuat pakaian cantik untuk anak-anak perempuan. Saya membayangkan memakaikan pakaian-pakaian cantik itu pada anak-anak saya yang masih balita saat itu. Selang beberapa waktu, ternyata pakaian saya laris manis. Semangat saya membara untuk memulai produksi berikutnya. Kembali saya memesan 60 potong pakaian. Ternyata peminat produksi saya cukup banyak. Pernah suatu

Edisi 1 Maret 2014

23


Iqro kali, tidak lama setelah menitipkan pakaian di sebuah toko, telepon saya berdering. “Mbak, stok pakaiannya masih ada? Yang barusan ditaruh sudah habis,� ujar orang diujung telpon. Saya sumringah. Nilai jual saya di mata agen meningkat. Ternyata, saya yang memegang gelar akademik sarjana hukum dan tidak pernah belajar marketing sama sekali bisa berjualan. Percaya diri saya meningkat. Tidak ada hal yang tidak mungkin. Momen hari raya Idul Fitri turut andil waktu itu. Pakaian saya jadi incaran untuk mempercantik anak-anak perempuan saat hari raya. Dalam tiga bulan pertama saya bisa merasakan ada titik cerah dalam bisnis ini, saya pun semakin giat. Memasuki periode 1999, saya mulai berinovasi. Pakaian jadi yang telah saya terima dari konveksi saya percantik dengan aksesoris tambahan. Saya membeli satu mesin jahit bekas seharga Rp 350 ribu di daerah Pasar Minggu yang sering saya lihat dari dalam kereta dalam perjalanan pergi dan pulang bekerja. Seorang tetangga saya yang memiliki banyak anak dan tidak memiliki penghasilan saya pekerjakan. Ia pun menjahitkan renda-renda tambahan pada pakaian saya. Bermula dari satu mesin jahit, hingga akhirnya di penghujung 1999 mesin jahit saya menjadi 30. Pekerja yang membantu pun ikut bertambah. Bisnis melaju tanpa hambatan. Pada tahun yang sama, saya mulai menerima maklun untuk tujuh merek yang ada di Tanah Abang. Melihat bisnis terus bertumbuh, modal pun saya tambah. Polis asuransi anak saya cairkan. Dana pencairan mencapai US$ 2.100 dengan nilai tukar Rp 16.100 per USD. Nekad, memang. Tetapi saya tidak punya modal lain, kondisi finansial saya dan suami saat itu pun tidak telalu bagus. Permintaan akan produk saya yang cukup besar membuat saya mantap untuk mengambil keputusan tersebut.

Gempuran Produk Impor

Memasuki 2000 saya mengubah desain dari yang awalnya girlie menjadi lebih kasual. Blus, jeans, dan kaos menjadi penguasa produksi saya saat itu. Peminat produk saya menjadi paling dicari penjual di Tanah Abang. Selain karena desain yang atraktif, harga jual saya lebih rendah dibanding penjual lain. Banyak pemasok pakaian yang tidak suka kepada saya karena dianggap menjatuhkan harga pasar. Tetapi, saya

24

Edisi 1 / Maret 2014

lebih memilih untuk memperkenalkan produk ketimbang langsung mengambil untung besar. Saya kembali membuat inovasi baru. Mengikuti tren yang ada saat itu saya pun membuat produk yang terdiri dari sepasang kaos dan celana jeans. Saya menggandeng rekanan untuk membuat celana jeans, sementara saya membuat atas untuk celana tersebut. Produksi saat itu mencapai 40.000 potong, bila dirupiahkan totalnya mencapai Rp 1 miliar. Bisnis saya diuji, di saat yang sama pakaian impor murah dari Tiongkok masuk ke Indonesia. Mereka masuk pasar Tanah Abang dengan harga jual sangat murah.

“Mereka jual ke konsumen Rp 25 ribu, sementara modal saya untuk sepotong pakaian Rp 27 ribu. Kalah saing. Banyak produsen lokal jatuh saat itu, termasuk saya.�


Iqro Saya shock. Dari sekian banyak hasil produksi, hanya sepertiganya terjual, itu pun jual rugi. Pedagang yang sering menerima produk saya menyarankan, untuk menurunkan harga jual agar dapat bersaing. Saya turuti saran tersebut, sehingga berujung pada kerugian yang cukup besar. Saat terpojok, saya memutar otak untuk mencari produk yang tahan dari serangan produk impor. Hasilnya tercetuslah ide untuk membuat mukena untuk anak-anak. Kembali inovasi saya dihargai pasar. Produk mukena yang saya labeli “Barbie Muslimah” laku keras, pasalnya mukena buatan saya mendobrak pakem yang ada, berwarnawarni sesuai dunia anak-anak. Bujukan pun saya sasarkan pada para penjual di Tanah Abang. Awalnya mereka ragu, namun karena banyak peminat mereka pun setuju. Kembali saya mendapatkan kepercayaan diri, dalam waktu satu tahun kerugian saya pun tertutup. Rupanya produk berbau muslim cukup kuat melawan produk impor. Ide lain pun muncul. Baju muslim anak-anak bisa menjadi ladang bisnis baru. Mulai 2002, saya mulai mendesain pakaian muslim untuk anak-anak. Produk saya terus berkembang hingga akhirnya pada 2006 merek KeKe pun lahir. Hingga saat ini KeKe terus berkembang. Variasi produk pun bertambah dari semula hanya untuk anak-anak, KeKe pun akhirnya mengeluarkan koleksi baju untuk ibu dan remaja. KeKe yang makin dikenal banyak orang dan digemari memberikan rezeki tambahan bagi saya dan keluarga. Niatan saya untuk menyekolahkan anak sampai ke uar negeri pun tercapai, dua dari tiga anak saya sekarang kuliah di Australia. Doa dan kerja keras saya diijabah Allah. Alhamdulillah. Saya baru mau menikmati hasil jerih payah setelah sepuluh tahun bekerja. Gaya Tionghoa yang saya pakai, “kalau belum berhasil, makan bubur dulu.” Selama beberapa tahun saya tekan hasrat untuk memiliki sesuatu yang tidak dibutuhkan, setiap keuntungan yang saya dapat kembali saya jadikan modal.

Korporasi KeKe Setelah kesuksesan KeKe ini, apakah saya puas? Belum. Saya ingin KeKe lebih besar lagi dan dapat berbagi lebih bagi masyarakat sekitar pabrik di Bojong Gede. Saya ingin bisa

mendedikasikan diri bagi masyarakat lewat yayasan di bawah naungan KeKe. Sudah saatnya KeKe diberikan pada mereka yang masih muda, maka dari itu Keke pun bertransformasi dari usaha rumahan menjadi korporasi.vBanyak anak muda yang saya rekrut. Mereka bertanggung jawab untuk meningkatkan kinerja KeKe, produksi harus tumbuh dua kali lipat dari saat ini 700 ribu potong per tahun. Pendapatan pun diharapkan mengekor. KeKe memang berubah menjadi organisasi yang lebih tertata. Namun, saya menekankan pada direksi untuk tetap menjaga nilai kekeluargaan yang telah dianut KeKe selama ini. Bisnis tidak semata-mata itungan matematis, efisiensi kinerja memang baik tetapi bila mengorbankan rekanan bisnis tidak akan pernah ada di kamus KeKe. Keberhasilan KeKe selalu didukung oleh mereka yang membuat pola desain, mereka yang memotong benang, mereka yang menjadi agen, dan lainnya. Merekalah salah satu kunci keberhasilan KeKe dari awal. Bila KeKe ingin maju, pastikan mereka bisa ikut merasakan nikmat kemajuan itu.

Kunci Sukses Bisnis Bunda Tika • Pasang tujuan dan kuatkan tekad untuk meraih tujuan tersebut. • Fokus pada produk pilihan bisnis dan kembangkan. • Jangan terburu-buru menikmati hasil bisnis. • Terus pelajari kondisi pasar dan dengar pendapat dari siapa saja

Edisi 1 Maret 2014

25


Edisi 1 Maret 2014

27


28

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

29


30

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

31


32

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

33


34

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

35


Smart Beauty

36

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

37


Sakinah

Merajut Keluarga Sakinah Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens

D

alam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain. Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT. Apa arti mawaddah wa rahmah? Di dalam keluarga sakinah itu pasti akan muncul

38

Edisi 1 / Maret 2014

mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebugebu kasih sayang pada lawan jenisnya (bisa dikatakan mawaddah ini adalah cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada lawan jenisnya). Karena itu, Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulai dari hewan sampai manusia. Mawaddah cinta yang lebih condong pada material seperti cinta karena kecantikan, ketampanan, bodi yang menggoda, cinta pada harta benda, dan lain sebagainya. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang. Apa artinya dan, Sedangkan Rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. (lihat : Kamus Arab,


Sakinah

kitab ta’riifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim) Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah lebih condong pada sifat qolbiyah atau suasana batin yang terimplementasikan pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niatan pertama saat melangsungkan pernikahan adalah karena mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah serta bertujuan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Bagaimana mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah itu? Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya: 1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.

dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya. 7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens. 8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan. 9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.

2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya. 3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya. 4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT 5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka. 6. Istri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka Edisi 1 Maret 2014

39


40

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

41


42

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

43


44

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

45


46

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

47


48

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

49


Tamu

Perempuan Berhak dapat Kesempatan 50

Edisi 1 / Maret 2014


Tamu agi pelanggan setia KeKe pasti familiar wajah Berliana Febrianti. Parasnya selalu wara-wiri di tiap katalog sejak didapuk menjadi duta KeKe Busana lima tahun lalu. Lia, begitu ia biasa dipanggil, dikenal khalayak sejak tahun 1990-an melalui dunia seni peran. Sejak saat itu, sejumlah judul sinetron dan film masuk ke dalam daftar karyanya. Wanita kelahiran Jakarta 41 tahun silam ini memang mulai jarang tampil di layar kaca, karena ia lebih fokus dalam mengurus keluarga dan berkecimpung di dunia jurnalistik. Maklum, Lia dan sang suami, Teuku Muhammad Revikashah alias Kiko, dianugerahi empat buah hati yang masing-masing berusia 13, 11, dan 5 tahun serta bayi berumur sembilan bulan. Enggan kehilangan momen indah bersama sang anak ia pun mengatur waktu kerjanya sedemikian rupa agar tidak mengganggu kebersamaan bersama keluarga. Sejak tiga tahun lalu, Lia mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin redaksi (pimred) majalah Annisa, majalan fesyen muslimah. Mengaku masih awam dengan dunia jurnalistik, Lia menantang dirinya untuk menerima tawaran tersebut. Ditemui di sela-sela pemotretan katalog produk terbaru KeKe Busana, Lia menceritakan kesibukannya saat ini terkait pekerjaan, fesyen, dan juga keluarga.

Bagaimana bisa berkecimpung ke dunia jurnalistik? Sekitar tiga tahun lalu, saya ditawarin menjadi pimred majalah muslim. Saat itu, saya belum pernah terjun di media, namun, saat kuliah S2 Manajemen Komunikasi terdapat mata kuliah tentang media. Saya (meski) saya berpengalaman saya mau belajar. Gayung pun bersambut, sejak saat itu saya mulai bekerja.

Bagaimana cara menyesuaikan diri dengan peran baru tersebut? Saya merasa, secara tidak langsung saya tidak pernah jauh dari dunia jurnalistik. Dulu saya menjadi orang yang dicari, sekarang saya yang mencari. Saat baru bekerja, saya ikuti semua proses produksi. Kalau ada pemotretan, saya ikuti prosesnya dari mencari model, studio, sampai peminjaman baju. Sebab, saat itu majalah saya masih baru dan perlu usaha lebih untuk

mendekatkan diri kepada klien yang akan meminjamkan baju. Sampai sekarang proses belajar tidak berhenti.

Apa yang membedakan majalah Annisa dengan majalah lain? Majalah kami mengutamakan tampilan edgy. Gaya ini cocok bagi perempuan yang aktif. Kami ingin majalan Annisa akan seperti Elle, yang masih berada dalam satu grup. Selain itu, kami ingin pembaca yang mau berhijab tidak menunggu sampai memiliki banyak baju, padahal dengan pakaian yang sudah ada dapat dipadu-padankan.

Bagaimana respon masyarakat tentang majalah Annisa? Responnya bagus karena majalah muslim tentang fesyen muslimah masih sedikit. Followers di twitter juga banyak. Setiap acara yang kami adakan selalu mendapatkan tanggapan yang datang juga positif. Annisa kini dipasarkan di Jawa, Sumatera, dan Bali.

“ Di akhir pekan saya habiskan waktu dengan anak-anak. Misal saya temani anak paling besar untuk latihan sepak bola. Saya dan suami bergantian mengantar anak paling sulung. Biasanya setelah menemani yang paling besar pulang ke rumah dan mengurus dua anak yang paling kecil “ Bagaimana dunia fesyen muslim di Indonesia saat ini? Desainer pakaian banyak sekali dari yang berfokus pada baju atau jilbab. Desain yang dibuat pun praktis dan modis. Saya percaya Indonesia bisa menjadi pusat fesyen muslim dunia. Kita punya kekuatan dari desain dan material. Banyak desainer muda kita dilihat pasar Internasional. Mereka memasarkan produk yang sangat Indonesia seperti batik dan tenun. Sejak dulu, kedua material tersebut sudah dikembangkan, namun di tangan desainer muda saat ini diolah dengan warna yang lebih berwarna-warni dan garis desain yang ringan. Akhirnya, batik dan tenun yang awalnya

Edisi 1 Maret 2014

51


Tamu

Saya tidak keluar rumah kalau tidak perlu, kalaupun harus keluar, urusan keluarga dan rumah harus diselesaikan terlebih dahulu. Saya pun tidak bisa pergi lama dari rumah karena masih memiliki bayi berusia sembilan bulan yang masih butuh ASI.

52

Edisi 1 / Maret 2014


Tamu terkesan berat dan tidak cocok dipakai seharihari. Tetapi terakhir saya lihat ada fesyen yang menggunakan motif tenun namun berwarna pastel. Pemasaran produk ke luar negeri saat ini pun cukup mudah karena ada bantuan jaringan internet. Terlihat dari penjualan online banyak pembeli dari luar negeri. Namun, memang yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah skala produksi para desainer apakah dalam skala besar atau produksi berdasarkan pesanan. Kalau lebih besar pada opsi kedua cukup disayangkan karena permintaan cukup besar.

Ditengah kesibukan berkarier, bagaimana membagi waktu dengan keluarga? Dalam seminggu saya ke kantor hanya tiga hari. Pada hari kerja saya berangkat setelah anakanak berangkat sekolah dan kembali ke rumah pukul 4 sore. Saya tidak keluar rumah kalau tidak perlu, kalaupun harus keluar, urusan keluarga dan rumah harus diselesaikan terlebih dahulu. Saya pun tidak bisa pergi lama dari rumah karena masih memiliki bayi berusia sembilan bulan yang masih butuh ASI.

harus lewat e-mail. Mau tidak mau, wifi di rumah harus selalu ada tetapi saya atur agar koneksi terkuat di kamar saya. Alasannya supaya saya bisa memerhatikan aktivitas mereka. Kalau mereka terlalu asik dengan gadget masingmasing khawatir mereka akan mengakses sesuatu yang tidak semestinya.

Bagaimana sejatinya menjadi seorang perempuan? Perempuan, zaman dahulu, sekarang, dan masa yang akan datang kodratnya seperti ajaran islam. Saya percaya hukum islam tidak akan lekang dimakan waktu dan tidak akan salah. Perempuan yang memiliki potensi berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti lelaki. Saya setuju itu. Tetapi kalau semua dituntut harus sama, saya tidak setuju.

Di akhir pekan saya habiskan waktu dengan anak-anak. Misal saya temani anak paling besar untuk latihan sepak bola. Saya dan suami bergantian mengantar anak paling sulung. Biasanya setelah menemani yang paling besar pulang ke rumah dan mengurus dua anak yang paling kecil. Terus terang saya jarang membawa keempat anak beraktivitas bersama karena perbedaan umur. Biasanya dua anak ABG saya sering bosan menemani adiknya bermain. Oleh karena itu, bila ingin main keluar rumah saya ikuti kemauan kemana mereka ingin pergi, saat itulah saya mendengarkan cerita mereka.

Bagaimana cara mendidik anak? Kebetulan, pendidikan remaja sudah diajarkan di sekolah. Beberapa kali ada penyuluhan tentang gadget dan juga seks. Dua hal tersebut merupakan salah dua yang menjadi kekhawatiran utama di antara isu-isu lainnya. Biasanya ada penyuluhan mengenai gadget tentang cara memanfaatkan peralatan tersebut untuk hal yang positif. Anak saya yang kedua sejak kelas lima SD diharuskan membawa laptop ke sekolah. Materi dan tugas pun disimpan di laptop, laporan pun

Edisi 1 Maret 2014

53


54

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

55


56

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

57


58

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

59


60

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

61


62

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

63


Rencana Keuangan

Cermat Berinvestasi di Pasar Modal erakan menabung sudah didengungkan sejak dulu. Biar sedikit, asalkan sering dapat menjadi bukit juga. Uang bisa ditabung di bank, celengan, maupun di bawah kasur. Tetapi tahukah Bunda kalau dengan menabung justru uang kita akan tergerus. Tanpa disadari daya beli uang yang kita tabung akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Ilustrasinya begini, bila ditabungan saat ini ada sejumlah uang yang dapat digunakan untuk membiayai sekolah anak kita. Sepuluh tahun kemudian, dengan nominal yang sama bisa dipastikan jumlah tersebut tidak mampu membiayai pendidikan sang buah hati. Salah satu penyebabnya adalah inflasi yang ditandai dengan meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Banyak ahli keuangan mengatakan, ada baiknya dana tunai yang kita miliki tidak hanya disetor ke bank. Ada baiknya mulai diinvestasikan. Banyak tempat untuk menginvestasikan dana kita bisa dengan mengumpulkan emas, properti, maupun tanah. Bisa juga ada dana tersebut diinvestasikan dalam bidang usaha tertentu yang memiliki potensi bertumbuh.

64

Edisi 1 / Maret 2014

Cara lain untuk memutar dana yang kita miliki adalah dengan menaruhnya di pasar modal. Produk-produk pasar modal pun banyak pilihannya, bisa berupa saham, reksadana, maupun sukuk. Apa, sih, pasar modal itu? Seperti pasar pada umumnya, di pasar modal juga terdapat perdagangan, namun bila pasar lain memperjualbelikan barang-barang yang dapat dilihat, dipegang, maupun dirasa, pasar modal tidak demikian. Di pasar ini, kita yang ditransaksikan adalah saham sebuah perusahaan. Di sebut pasar modal karena perusahaan dapat menggalang dananya dari para investor dengan sejumlah mekanisme. Pertanyaan yang (mungkin) muncul berikutnya apakah jenis investasi ini aman? setiap investasi di pasar modal diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebelumnya bernama Bapepam-LK. Otoritas ini bertugas mengawasi setiap pelaku pasar modal. Bila pelaku pasar modal coba-coba bermain curang pasti akan kena semprit OJK.


Rencana Keuangan Apakah halal menaruh uang di pasar modal? Selain pasar modal konvensional, sejak 1997 lahirlah pasar modal syariah di Indonesia. Baru pada 2003 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan Bapepam-LK bekerjasama untuk mengembangkan pasar modal berbasis syariah di Indonesia. Hingga pada akhirnya MUI mencap 'halal' untuk transaksi di pasar modal. Apa sih keuntungannya berinvestasi di pasar modal? tidak jarang kalau kinerja produk pasar modal dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding bunga atau bagi hasil yang diberikan tabungan maupun deposito. Dan, yang paling penting, imbal hasil juga bisa di atas inflasi, jadi tidak usah khawatir kalau dana kita akan berkurang nilainya. Tetapi perlu diingat juga, berinvestasi tidak melulu untung, potensi merugi pun ada. Masih ingat, kan, prinsip roda berputar? kalau nilai investasi berkurang, janganlah panik karena nanti pada waktunya kondisi akan kembali berubah. Produks investasi di pasar modal cocok bagi kita yang membutuhkan dana untuk keperluan jangka panjang

Produk Pasar Modal Saham Berinvestasi di produk ini memungkinkan kita menjadi pemilik perusahaan. Transaksi dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini ada 489 perusahaan yang sahamnya dapat diperjualbelikan, sebanyak 313 saham perusahaan tersebut masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES). Daftar tersebut merupakan kumpulan saham yang tidak bertentengan dengan prinsip syariah di pasar modal. Perusahaan-perusahaan yang sahamnya masuk ke dalam DES dipastikan tidak bekerja di bidang yang berkaitan dengan perjudian, jual beli yang mengandung unsur gharar, memproduduksi barang atau jasa bersifat haram. Untuk membeli saham, datanglah ke kantor perusahaan efek yang akan menjadi broker di setiap transaksi. Modal awal yang perlu disetor berkisar antara Rp 5-10 juta. Dana awal tersebut dapat digunakan untuk membeli saham. Saham dibeli dalam satuan 'lot'. Terdapat 100 saham

dalam satu lot. Jadi, bila harga per saham perusahaan X Rp 100, kalikan dengan 100 saham yang akan dibeli, maka dana yang harus disiapkan Rp 10.000. Setidaknya ada dua keuntungan dalam berinvestasi saham. Pertama, naiknya harga saham akan meningkatkan aset kita. Misal, saat membeli harga saham Rp 100, namun saat hendak menjual saham tersebut berada di posisi Rp 120, berarti keuntungan yang didapat adalah Rp 20 atau 20% dari harga awal. Keuntungan kedua adalah dividen yang dikeluarkan perusahaan tiap tahun dari sebagian laba bersih yang didapat dalam setahun. Setiap pemegang saham berhak atas dividen dari perusahaan. Reksadana Bila investasi pada saham kita harus memantau sendiri kondisi pasar dan menentukan saham yang akan dipilih, berbeda dengan reksadana. Kita hanya perlu menyetorkan uang pada Manajer Investasi (MI) untuk mereka kelola di pasar modal. Perbedaan lainnya adalah jumlah dana awal yang dapat digunakan untuk berinvestasi. Cukup dengan uang Rp 100 ribu kita dapat memiliki sejumlah protofolio investasi. MI memiliki sejumlah produk yang menempatkan dananya pada sejumlah instrumen seperti saham, pasar uang, sukuk, ataupun gabungan dari semua instrumen tersebut. Tiap produk pun memiliki tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda. Seiring berkembangkanya pasar syariah di Indonesia, para MI pun mulai gencar mengeluarkan produk reksadana berbasis syariah. Dalam pelaksanaannya, seluruh proses manajemen portofolio, penyaringan, dan pembersihan pun berbeda dibanding produk reksadana konvensional.

Sukuk Sukuk merupakan produk pasar modal yang menyerupai istilah 'surat utang'. Dalam bahasa Arab, sukuk berarti sertifikat atau bukti kepemilikan. Namun, sukuk bukan merupakan surat utang melainkan bukti kepemilikan bersama atas suatu aset atau proyek. Sukuk diterbitkan oleh perusahaan yang harus memiliki tujuan jelas dalam penggunaan dananya dan harus halal. Bagi pemegang sukuk akan mendapatkan keuntungan berupa, imbalan, bagi hasil, atau marjin sesuai dengan jenis akad yang akan digunakan dalam penerbitan sukuk.

Edisi 1 Maret 2014

65


Entrepreneurship Entrepreneurs

Dikejar-kejar Rezeki ezeki itu harus dijemput. Caranya? Dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Apabila kita melakukan tiga kerja tersebut, insya Allah seluruh kebutuhan pokok terpenuhi. Kerja keras akan menambah rezeki. Kerja cerdas melipatgandakan rezeki. Kerja ikhlas akan membuat rezeki kita semakin berkah. Namun bila Anda ingin naik kelas, undanglah agar rezeki yang berkah datang kepada Anda. Bukan hanya itu, Anda akan dikejar-kejar rezeki. Ada dua cara agar Anda dikejar-kejar rezeki yaitu dengan cara profesional dan spiritual. Secara profesional, Anda harus menjadi expert di bidang yang Anda tekuni. Seorang yang sudah diakui expertisenya akan dicari banyak orang, bahkan orang lain bersedia membayar mahal atas keahliannya itu. Apabila Anda ahli bisnis di bidang busana maka semua orang yang berbisnis busana akan mendatangi Anda. Apakah itu produsen, pembeli, suplier dan lain sebagainya.

"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.." Segera tetapkan mulai sekarang, Anda itu mau dikenal expert di bidang apa? Benarkah Anda ingin expert di bisnis yang Anda tekuni saat ini? Bila sudah mantap, asahlah keahlian itu terus menerus. Jangan "plin-plan" bergonta ganti profesi dan keahlian. Apabila kesulitan menemukan expertise yang hendak Anda tekuni, berkonsultasilah kepada ahlinya. Seorang expert akan dikejar-kejar uang dan peluang, ia menjadi pengundang datangnya rezeki. Coba Anda simak, Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia karena dia expert di bidang komputer. BJ Habibie memiliki 46 patent karena

66

Edisi 1 / Maret 2014

ia expert dibidang pesawat terbang. Ciputra menjadi raja properti karena ia expert di bidang properti. Chairul Tanjung, memiliki ratusan bisnis karena ia cerdas mencari moment dan peluang. Sementara secara spiritual, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengundang rezeki. Pertama, jadilah orang yang bertakwa. Di dalam Al-Qur'an surat At-Thalaaq: 2-3 Allah berfirman "...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.." Apabila rezeki Anda bulan ini masih bisa diprediksi secara akurat, berarti Anda masih memperoleh rezeki dari arah yang bisa diduga. Segeralah tingkatkan ketakwaan Anda. Orang yang bertakwa akan memperoleh rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. Mungkin tiba-tiba ada yang memberi hadiah umroh. Atau orang itu memperoleh beasiswa kuliah ke luar negeri dan sejenisnya. Kedua, bersedekahlah. Sang nabi sudah menjanjikan bahwa siapa yang banyak bersedekah hartanya akan berlimpah. Anda ingin semakin kaya? Perbanyaklah sedekah Anda. Bill Gates juga pernah menyampaikan "semakin banyak saya menyumbang ternyata kekayaan saya semakin bertambah." Dulu Bill Gates pernah turun peringkat dalam deretan orang terkaya, setelah ia banyak menyumbang kekayaannya meningkat lagi dan jadilah ia menjadi nomor satu lagi. Nah, Anda ingin tahu hal-hal apalagi yang bisa membuat Anda dikejar-kejar rezeki? Segera ke toko buku, beli buku Mega Best Seller saya. Judulnya hanya dua huruf ON. Buku diterbitkan oleh Mizan, warnanya putih tulisan judulnya merah. Segera beli ya, karena sudah begitu banyak orang yang memperoleh manfaat dari buku tersebut.


Entrepreneurship

Jamil Azzaini Edisi 1 Maret 2014

67


Persona

Tina Rahmawati

Rully Pujiastuti

Distibutor KeKe Daerah Pulau Jawa

Agen daerah Jakarta

Komunikasi adalah Dari Tanah Abang Kunci Sukses Berujung di KeKe ina Rahmawati merupakan salah satu rekanan KeKe yang loyal sejak awal keberadaannya. Bunda Tike, pemilik KeKe, yang mengajaknya untuk bekerja sama merintis KeKe. “Saat pertama kali saya dihubungi, saya langsung di perlihatkan contohnya, tetapi disitu saya bingung. Saya belum terbiasa bisnis besar dan saat itu juga saya sedang hamil”, ungkap Tina. Salah satu hal yang membuatnya ragu-ragu adalah target yang dipatok, tidak tanggungtanggung sampai Rp 40 juta. Ia sempat memikirkan tawaran tersebut , pasalnya Tina juga sedang mencari usaha yang akan digeluti secara serius. Setelah mendapatkan dukungan dari suami, Tina pun mantab bermitra dengan KeKe. Sejak saat itu, Tina pun merasakan perkembangan KeKe yang terlihat dari meningkatnya jumlah produksi. “Di bisnis ini saya lebih mearasakan banyak sukanya di banding dukanya, sukanya kita memperoleh reward-reward, memperoleh banyak teman sehingga menjadi banyak saudara. Kalau dukanya sendiri hanya ketika tidak ada stok barang, sehingga suplai barang ke agen jadi terhambat”, tutur ibu enam orang anak ini. Tina saat ini menjadi penanggung jawab untuk distribusi KeKe untuk wilayah Pulau Jawa. “Bila bisnis sedang lesu biasanya saya mengumpulkan para agen untukn berdiskusi dan mencari jalan keluar sambil rujakan, sehingga kita bisa mengeluarkan ide-ide yang baru, dan tidak lupa komunikasi yang baik juga sangat membantu dalam bisnis ini”, tutupnya.

68

Edisi 1 / Maret 2014

ada 2008 Rully Pujiastuti merintis bisnis baju muslim di Tanah Abang. DIkarenakan perputaran mode barang di Tanah Abang sangat cepat sehingga dia pun harus sering update mode-mode yang terkini. Hingga akhirnya ia dikenalkan oleh seorang teman untuk menjual produk Keke ”Awalnya Bu Desy, agen KeKe, berkunjung ke toko saya, dan menawarkan produk dari KeKe. Saat itu saya langsung menjadi agen, dan pada saat itu produk KeKe memang luar biasa penjualannya”, ungkap Rully Pujiastuti, Agen KeKe wilayah Jakarta. Ia mengatakan waktu menjadi agen KeKe tahun pertama sampai tahun ke tiga sifatnya masih eksplorasi pasar, seiring berjalannya waktu akhirnya masyarakat mengenal nama KeKe. “Setelah banyak permintaan dari para pelanggan saya, akhirnya saya sedikit demi sedikit meninggalkan barang Tanah Abang”, tambahnya. Rully memiliki toko pakaiannya sendiri di Pondok Kopi. Sekitar 60 persen omset dari tokonya yang di pondok kopi berasal dari merek KeKe. “Sistem di KeKe sangat memudahkan bagi penjual kecil seperti saya ini, artinya hanya di KeKe saja yang menerapkan pembayaran tempo, sehingga meringankan juga untuk berjualan”, jelasnya. Ia menceritakan sampai saat ini dealer di bawahnya terdapat 30 orang, ia juga membedakan dealernya menjadi dua jenis dealer aktif dan dealer pasif. dealernya sendiri terkadang tidak hanya di Jakarta saja tetapi ada juga yang terdapat di luar kota.


Persona

Hartati Desiyanti

Tri Hariyanti

Distributor wilayah Jakarta dan Depok

Agen Daerah Tangerang

Berkat Saran Saudara erawal dari menjual baju di Tanah Abang, sebelum akhirnya pada 2007 Hartati Desiyanti atau yang kerap dipanggil Desi ini menjadi agen KeKe. “Waktu itu ada saudara juga yang bekerja di KeKe, saudara saya menyarankan untuk menjual produk-produknya dan akhirnya saya menyempatkan untuk melihat produksinya di daerah Setu Bojong”, ungkap Desi yang menjadi agen KeKe wilayah Jakarta dan Depok. Ia juga mengatakan untuk masuk ke jaringan KeKe juga tidak mulus, karena produk-produknya tidak di jual bebas di pasaran. “Untuk bertemu pemilik KeKe saja susah sekali, sehingga waktu itu saya menjadi jaringan dari KeKe agak lama”, tambahnya. Tetapi ia mengatakan setelah menjadi agen KeKe ia merasakan lebih nyaman dibandingkan waktu dulu masih mengambil baju muslim dari Tanah abang. “Saat ini ada 40 dealer di bawah saya, namun ada yang keluar masuk sesuai dengan musim. Dealer akan lebih banyak sewaktu mendekati bulan puasa dan menjelang lebaran,” tuturnya. Ia menambahkan, apabila ada dealer yang tidak memenuhi target dari penjualan akan dieleminasi. tetapi sebelum dieliminasi mereka akan didampingi oleh dealer yang sukses.

Berawal dari Dealer walnya pada 2008 Tri Hariyanti menjadi dealer KeKe. Setahun kemudian ia “naik pangkat” menjadi agen untuk daerah Tangerang. “Awal perkenalan saya dengan produk KeKe dari teman, waktu itu teman menjual dan saya langsung tertarik akhirnya saya beli untuk saya dan anak” papar Tri. Perkenalan ibu satu anak ini pada KeKe bermula saat ia melihat iklan tentang lomba KeKe. Dari tersebut akhirnya ia tahu kalau KeKe busana memiliki pabrik di daerah bogor. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencoba menjadi dealer terlebih dahulu. “Setelah saya berjualan baju KeKe ternyata permintaan cukup bagus dan akhirnya ia memutuskan untuk menjadi agen”, tambah wanita lulusan arsitektur ini. Ia menambahkan bahwa sempat berhenti juga, tetapi pada tahun 2010 ia mencoba peruntungannya kembali di bisnis ini. Saat ini ia membawahi 20 dealer yang tersebar di seluruh Tangerang. “Saya mengharapkan KeKe lebih memperbanyak promosi agar masyarakat mengetahui produk KeKe ini dan tahu apa saja produk yang dijualnya”, tutupnya.

Terakhir, Desi bermimpi untuk dapat membuka toko di setiap kecamatan di Jakarta tujuannya agar produk KeKe mudah dicari.

Edisi 1 Maret 2014

69


70

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

71


72

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

73


74

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

75


76

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

77


Sehat

Jauhkan keluarga dari Penyakit demam berdarah aat musim hujan, Bunda harus mulai mewaspadai berbagai penyakit yang bisa mengganggu kesehatan keluarga. Termasuk penyakit demam berdarah yang bisa merenggut nyawa orangorang tersayang bila terlambat ditangani. Jangan lengah ya, Bunda, ayo mulai bersih-bersih rumah untuk mencegah demam berdarah.

Program 3M Program 3M sendiri adalah Menguras, Menutup, Mengubur untuk mencegah penyakit demam berdarah.

78

Edisi 1 / Maret 2014

Nah, pada musim hujan ini, jangan lupa, keluarga Bunda wajib melakukan 3M. Mulailah dari rumah sendiri dengan menguras bak mandi minimal dua minggu sekali. Menutup rapat atau menabur racun pembasmi jentik nyamuk (larvasida). Coba Bunda perhatikan isi gudang, apakah ada barangbarang bekas yang tidak terpakai lagi? Sebaiknya Bunda mengubur barang-barang tersebut dan juga sampahsampah yang bisa menampung air hujan supaya nyamuk tidak bersarang.

Memperbaiki Sirkulasi Udara Di Rumah Nyamuk biasanya menyukai tempat yang gelap dan lembap. Nah, karena itu sebaiknya, Bunda sekeluarga wajib meluangkan waktu untuk menata kembali sirkulasi udara dan cahaya di rumah. Hindari ruangan yang lembap karena ini akan menjadi tempat favorit para jentik nyamuk bersarang. Biasakan membuka jendela pagi hari akan membuat ruangan tidak lembap dan nyamuk-nyamuk pun tidak betah berada di dalamnya.


Sehat Menanam Lavender Cobalah cara alami menghalau nyamuk. Tanama seperti lavender atau jeruk ampuh membuat nyamuk enggan datang. Letakkan tanaman tersebut di pekarangan atau dekat dengan jendela kamar agar nyamuk tidak berani masuk. Bunda juga bisa melakukan penyemprotan rumah secara rutin dengan anti nyamuk, atau gunakan body lotion anti nyamuk di kulit.

Hindari Menggantung Baju Punya kebiasaan menumpuk baju kotor di tempat terbuka atau menggantung baju-baju kotor di balik pintu? Kebiasaan menggantung baju ini ternyata bisa menjadi “rumah nyaman� bagi nyamuk demam berdarah. Karena baju atau celana yang kotor memiliki kuman dan menjadi tempat favorit nyamuk. Solusinya, Bunda harus menyiapkan tempat khusus untuk baju kotor dan tertutup rapat. Mencuci langsung baju kotor juga menjadi cara untuk mencegah nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak.

Senjata Alami Lawan DBD Bila DBD menyerang, perhatikan sekitar Bunda, pasti ada sejumlah bahan alami yang dapat digunakan untuk melawan penyakit tersebut. Bahkan senjata tersebut dapat ditemukan di dapur sendiri. Maniran Selain menanam Lavender Bunda juga bisa menanam tanaman lainnya seperti, Meniran. Tanamana tersebut memiliki kandungan yang dapat meningkatkan trombosit darah sehingga sangat baik digunakan sebagai obat alternatif dalam mengatasi DBD.

Selain itu, Meniran juga mengandung beberapa senyawa berkhasiat lainnya seperti alkaloid, asam fenolat, tanin, dan triterpenoid. Selain dapat digunakan untuk mengobati demam berdarah, rebusan daun Meniran juga sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit lainnya seperti penyakit hati, penyakit kelamin, obat batuk, anti-diare, sariawan, panas dalam, dan lainnya. Kunyit Kunyit atau nama latinnya Curcuma domestica ini juga bermanfaat untuk mengobati demam berdarah. Di samping itu, kunyit juga memiliki khasiat lainnya seperti anti-mikroba, anti-virus HIV, antioksidan, antitumor, anti-invasi sel kanker, menghambat perkembangan tumor payudara, dan juga mengobati penyakit pencernaan. Pepaya Gandul Beberapa kandungan yang dimiliki oleh pepaya antara lain kontinin, miosmin, glikosida, karposid, karpain, papain. Pepaya yang lebih efektif digunakan untuk mengobati penyakit demam berdarah ialah daun pepaya jantan (pepaya gandul). Menurut hasil penelitian, kandungan Papain dalam daun pepaya memiliki efek terapi pada penderita pembengkakan organ hati, kelamin, mata dan usus halus. Adanya pembengkakan organ hati ditemukan pada penderita demam berdarah. Daun pepaya juga memiliki manfaat sebagai antioksidan, anti-koagulan, dan dapat menyembuhkan luka pada lambung dan usus. Temu Ireng Temu ireng juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit akibat kerusakan

sel-sel hati yang biasanya terjadi pada penderita demam berdarah. Selain itu, temu ireng memiliki manfaat lainnya seperti untuk mengobati luka lambung dan usus, penyakit asma, batuk, menambah nafsu makan, mencegah terjadinya obesitas, rematik, dan lainnya. Jambu Biji Sama halnya dengan Meniran, jambu biji juga mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Dalam daun Jambu biji terbukti mengandung tanin, minyak atsiri, dan minyak lemak. Dalam buahnya mengandung vitamin C yang tinggi. Dalam sejumlah penelitian, terungkap bahwa daun Jambu biji sudah terbukti dapat menghambat aktifitas enzim reverse transcriptase dari virus dengue, kandungan tanin yang mampu menghambat enzim reverse transcriptase maupun DNA polymerase dari virus serta menghambat terjadinya pertumbuhan virus yang berinti DNA maupun RNA. Menurut uji klinis, pemberian ekstrak kering daun Jambu biji selama 5 hari bisa mempercepat pencapaian jumlah trombosit >100.000/Âľl, pemberian ekstrak kering setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/Âľl setelah 12-14 jam, tanpa menimbulkan efek samping yang berarti. Cobalah ketika Bunda atau orang-orang terdekat di sekeliling yang terkena demam berdarah dengue menggunakan tanaman berkhasiat yang telah disebutkan di atas. Prinsipnya, kalau bisa diobati dengan mudah, kenapa mesti memilih pengobatan yang mahal. Namun, kalau tak mempan juga, tentu diperlukan campur tangan dokter.

Edisi 1 Maret 2014

79


Jalan-Jalan

Menyelami Kecantikan

Buniayu amanya terdiri dari dua kata buni dan ayu. Dalam bahasa Sunda, kedua kata tersebut berarti “tersembunyi” dan “cantik”, secara harfiah Buniayu berarti “kecantikan yang tersembunyi”. Kenapa? Karena si cantik memang menyembunyikan pesonanya di bawah tanah. Buniayu terletak di Sukabumi, Jawa Barat, sekitar 5 jam perjalanan dari Jakarta. Gua ini sebelumnya dikelola dan melalui pengawasan Perhutani. Namun sekarang sudah ada operator swasta yang secara profesional mengelola wisata ini. Hingga saat ini, terdapat beberapa goa yang berada di areal Gua Buniayu telah berhasil dipetakan, yang terpanjang

80

Edisi 1 / Maret 2014

mencapai 3.300 meter. Konon, beberapa ribu tahun lalu, Gua Buniayu berada di bawah permukaan laut. Seiring berjalannya waktu, air laut susut dan muncullah Gua Buniayu ke permukaan. Maka tidak heran kalau sejumlah ornamen nampak seperti koral bawah laut. “Ah, eksplorasi gua, cocoknya buat anak muda!” pasti itu yang ada di pikiran Bunda. Jangan salah, terakhir saya intip-intip si cantik itu, teman seperjuangan saya adalah satu keluarga dengan anak berusia sepuluh. Cuma butuh tekad kuat dan keyakinan selama empat jam eksplorasi gua. Malu dong kalau kalah dari anak-anak. Tetapi ada pentingnya juga untuk mengukur kemampuan diri, terutama yang memiliki masalah asma dan jantung.

Aman tidak? Setiap grup eksplorasi akan ditemani pemandu berpengalaman dan paham mengenai seluk-beluk di dalam gua. Sebelum masuk ke dalam mulut gua, kita diwajibkan memakai pakaian khusus wearpack, helm, dan sepatu boots. Senter dan sarung tangan pun dibutuhkan. Pastikan semua perlengkapan tersebut


Jalan-Jalan

terpasang dengan baik dan nyaman. Menikmati Gua Buniayu baiknya dimulai sejak pagi, pastikan sudah cukup tidur sehari sebelumnya. Jangan lupa untuk isi perut dengan makanan dan minuman secukupnya. Membawa minum pun secukupnya saja. Berdasarkan pengalaman, air minum dalam botol satu liter saya tersisa setengahnya padahal air tersebut bekal untuk dua orang. Bila hasrat narsis tidak terbendung, tidak ada salahnya untuk bawa kamera, hanya saja Bunda harus yakin kalau kamera yang dibawa cukup tangguh untuk lingkungan yang tidak biasa. Karena gua ini berada di bawah permukaan tanah, pintu masuknya pun tidak biasa. Bersiaplah untuk dipasang tali pengaman di seputar pinggang, sebab Bunda harus “diturunkan� lewat mulut gua vertikal setinggi 30 meter. Petualangan dimulai. Jantung berdetak lebih cepat memacu adrenalin mengalir deras. Khawatir, pasti. Tetapi, pasti akan ketagihan setelahnya karena atmosfernya sangat berbeda.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusur gua dengan pijakan yang cukup datar dan tidak terlalu sulit untuk ditaklukan. Di sini, kecantikan Buniayu mulai terpancar. Di kiri-kanan jalur caving mata akan dimanjakan dengan suguhan ornamen yang cantik-cantik seperti stalaktit, stalakmit, flow stone, coloumn, drapery, gourdam, canopy, dan lainnya. Dari yang berwarna gelap sampai yang serupa kristal. Dari stalakmit sebesar tangan sampai pilar yang sulit dipeluk oleh kedua tangan. Hewan-hewan unik pun dapat ditemukan di sini. Keunikan dari hewan tersebut adalah, mereka tidak memiliki mata hanya mengandalkan antena panjang sebagai alat penunjuk jalan. Pemandu saya bilang, hal tersebut merupakan keunikan hewan dalam gua karena di sebagian tempat memang gelap abadi. Tanpa penerangan, mustahil kita bisa melihat apapun. Jalur penelusuran diatur sedemikian rupa sehingga kita harus membalik pepatah menjadi “berenang-renang ke tepian, berakit-rakit ke hulu�. Bukan tanpa alasan,

puas dimanjakan dengan keindahan gua, kita harus siap untuk menerjang lumpur. Butuh trik khusus agar kaki tidak terendam dalam lumpur. Merangkaklah. Ada turun, ada naik. Masuk ke dalam gua dengan cara turun, maka keluar pun harus naik. Kali ini, sudah ada tangga yang siap menopang badan untuk mencapai ke permukaan. Bersiaplah untuk disambut oleh hangatnya matahari.

Edisi 1 Maret 2014

81


Dapur

Pindang Iga 82

Edisi 1 / Maret 2014


Dapur

Bahan:

BOX

• • • • • • • • • • • • • •

Pindang dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu yang terkenal dengan kuliner khas ini adalah Sumatera Selatan. Jenis pindah di provinsi tersebut pun bermacam-macam, cita rasanya dibedakan oleh lokasi pembuatan pindang tersebut.

½ liter air 1 kg iga sapi berdaging, potong-potong 2 sdm minyak sayur 2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 1 batang serai, dimemarkan 5 buah cabai rawit 2 buah belimbing wuluh, potong-potong 1 buah tomat merah, belah 4 1 sdm kecap manis 1 sdt gula merah 1 ½ sdt garam 1 sdt gula pasir 50 g daun kemangi

Bumbu, haluskan : • 6 buah cabai merah • 8 bh bawang merah • 4 bh bawang putih • 2 cm jahe

Cara Membuat: 1. Rebus iga sapi dengan panci tekan/ pressure cooker hingga empuk atau ± 20 menit. 2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun salam, lengkuas, dan serai hingga wangi 3. Tuang bumbu tumis ke dalam panci berisi iga. Masak di atas api sedang tanpa mengaktifkan tekanan. Tambahkan sisa bahan kecuali daun kemangi. Masak hingga mendidih. Matikan api

Secara umum, ada empat jenis pindang utama di Sumatera Selatan yaitu Palembang, Meranjat, Musi Rawas, dan Pegagan. Pindang meranjat memakai nanas untuk memberikan citarasa masam. Dibanding jenis lainnya, pindang meranjat memiliki ciri khas terasi yang sangat kuat. Pilihan ikan yang biasanya dipakai adalah patin dan baung, atau terkadang iga sapi. Pindang pegagan merupakan versi lebih ringan dari pindang meranjat. Masih menggunakan nanas sebagai pencipta rasa asam. Sementara itu, rasa terasi dalam pindang ini lebih ringan. Pindang musi rawas memilih cung kediro atau tomat ceri sebagai sumber rasa asm. Ciri khas lainnya adalah jumlah daun kemangi yang dipakai dalam menu ini. Pindang palembang merupakan versi yang paling sering dijumpai saat ini. Pindang ini menggunakan banyak kemangi yang membuatnya sangat harum. Palembang pun terdiri dari beberapa jenis lagi. Misalnya, ada pindang mangut yang sudah makin langka, di samping pindang serani yang lebih umum mewakili jenis masakan pindang di Palembang.

4. Selagi panas, tambahkan daun kemangi, aduk. Sajikan.

Edisi 1 Maret 2014

83


84

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

85


86

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

87


88

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

89


90

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

91


92

Edisi 1 / Maret 2014


Edisi 1 Maret 2014

93


Peristiwa

KeKe Ramaikan ISLAMIC BOOK FAIR 13th (2014) ameran buku muslim terbesar di Asia Tenggara, Islamic Book Fair (IBF) kembali digelar. Puluhan ribu massa menyambangi acara telah dilaksanakan 13 kali ini. Gelaran kali ini pun didatangi oleh berbagai tokoh seperti Jusuf Kalla, Syafi’i Antonodia, dan lainnya. Tak tinggal diam, KeKe pun ikut ambil bagian dalam acara akbar tersebut. Selain menjadi sponsor utama, KeKe juga meluncurkan buku dwilogi “Keke, Mata Air yang Terus Menginspirasi” karya penulis handal Arief Muhajir dan “Keke Business Lessons” karya Rendy Saputra, CEO Keke Busana. Buku ini diterbitkan oleh salah satu penerbit buku Islam terbesar di Indonesia Gema Insani Press (GIP). Pada hari peluncuran buku, Keke memberikan penawaran yang menarik kepada para hadirin IBF dengan memberikan diskon harga dari Rp 50.000 menjadi Rp 92.500. Masih dalam kesempatan yang sama, Keke Busana berbagi rasa kebersyukuran dengan membagi-bagikan door prize menarik seperti smart phone, TV LCD, kulkas, dispenser, dan

94

Edisi 1 / Maret 2014

lainnya. Pengundian dilakukan oleh ambassador KeKE, Nizam dan Berliana Febrianti, dan owner Keke Bunda Tika dan Fahrul Farid. Acara peluncuran buku ditutup dengan book signing oleh para penulis Arief Muhajir dan Rendy Saputra..


Peristiwa

Edisi 1 Maret 2014

95


Peristiwa

Peduli Kesehatan Bersama Sewindu Keke ada Februari 2014, Keke Busana genap berusia delapan. Dengan penuh rasa syukur dan bahagia, Keke ingin berbagi kebahagiaan dengan warga Bojong dan sekitarnya lewat program cek kesehatan gratis. Acara dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB. Layanan kesehatan gratis tersebut diserbu seratus lebih peserta. Di akhir acara, Keke Busana membagi-bagikan door prize kepada peserta. Acara ditutup dengan foto bersama para peserta yang beruntung. Sejumlah warga mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya acara tersebut. Mereka berharap Keke bisa terus berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar.

96

Edisi 1 / Maret 2014


Klinik Bisnis

T

Rahmi Depok

Bersikap Adil Antara Pemodal dan Pekerja Asalamualaikum wr.wb. Pak Arifin, saya hendak membuka bisnis baru. Saya memiliki modal untuk memulai usaha tersebut. Namun, saya masih bingung model kerja sama dalam Islam terutama hubungan antara pemodal dan pekerja. Yang menjadi pertanyaan saya adalah seberapa besar persantase kerjasama untuk pemodal dan pekerja? Pertanyaan berikutnya, siapakah yang berhak mendapatkan bagi hasil lebih besar, pekerja atau pemodal? Demikian pertanyaan saya. Semoga Pak Arifin dapat menjawab. Terima kasih.

J

Walaikumsalam wr.wb.

Ibu Rahmi, dalam Islam tidak disebutkan secara spesifik besaran bagi hasil di antara pekerja dan pemodal. Masalah tersebut diserahkan kembali pada kesepakatan yang telah dibuat di antara kedua belah pihak. Umumnya besaran bagi hasil sebesar 50:50, 60:40, 20:80, atau besaran lainnya.

Samsul Arifin SBC Global

Setelah bisnis tersebut sudah berjalan lama dan terbukti menghasilkan laba, maka bagian pengelola bisa menjadi lebih besar. Untuk besarannya tidak ditentukan secara pasti. Hal tersebut silakan diatur sesuai kesepakan dan kerelaan bersama. Semoga jawaban saya membantu. Salam.

Ada baiknya sebelum memulai bisnis Ibu Rahmi memperhitungkan dengan bijak model kerjasama yang akan dipilih. Jika Ibu Rahmi baru merintis sebuah usaha, bila ingin mengikuti model bisnis pada umumnya, maka bagi hasil pemodal akan lebih besar.

Edisi 1 Maret 2014

97


Resensi Buku

98

Resensi Buku

Resensi Buku

Judul : Mata Air Yang Terus Menginspirasi Pengarang: Arief Muhajir Penerbit : Gema Insani Jumlah Halaman: 203

Judul : Business Lessons (Jurus Jitu Bisnis KeKe) Pengarang: Rendy Saputra Penerbit : Gema Insani Jumlah Halaman: 146

Resensi Hidup adalah seperti analogi sebuah pertarungan yang bisa membuat seseorang itu menang atau terjungkal. Fase kehidupan seseorang di masa yang akan datang kerapkali ditentukan oleh apa yang diperjuangkannya hari ini. Inilah hidup yang penuh dengan ujian dan romansa yang harus dilalui dengan mental yang kuat dan pijakan yang kokoh, ketika seseorang itu mengikuti orang-orang saleh yang bermanfaat , tentu akan menjadi ahsan (sangat baik) bagi orang-orang disekitarnya. Dan tidak salah pula jika buku ini berkisah tentang seorang perempuan tangguh. Perempuan tangguh ini laksana “mataair yang tidak pernah kering dan inspirasi. Ia adalah sosok pekerja keras dengan segudang kesabaran dan ketekunan dalam dirinya. Hidupnya begitu membumi dan telah memberi banyak manfaat dan pematik inspirasi banyak orang. Namun, sayang, kiprahnya belum banyak terekspos padahal ketika orang banyak mengetahui tentang dirinya, niscaya akan banyak orang yang akan terinspirasi dari dirinya.

Resensi Bagaimana KeKe busana di mata seorang Rendy saputra , sang CEO KeKe busana yang usiannya belum genap 28 tahun ini? Salah satu pengusung Komunitas Muda Mulia ini akan berbagai mengenai perjalanan “Ajaib� yang ia alami selama dua tahun bergabung dengan KeKe busana dan akhirnya menjadi CEO di sana. Pengalaman hidup penulis bersama KeKe Busana yang luar biasa ini akan membuka hati dan pikiran kita tentang banyak hal, di antaranya keajaiban, desain takdir Allah yang tidak pernah kebetulan, kerja keras, dan kerja dengan cinta yang akhirnya melahirkan kesuksesan. Bila Anda ingin menjadi seorang pebisnis yang sukses, didunia serta di akhirat, rahasia kesuksesan penulis dan KeKe busana yang terserak dalam buku ini patut Anda ambil dan

Edisi 1 / Maret 2014

terapkan dalam karier bisnis Anda.


Edisi 1 Maret 2014

99


Dummy keke magz  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you