Page 1

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Ketika Bertambah

Aksesibilitas ke Timur J umlah pesawat terbang yang dioperasikan penerbangan nasional berjadwal dan non-jadwal mencapai 657 (2010) menjadi 705 (2011). Diproyeksikan oleh Kemenhub menjadi 766 (2012), 828 (2013), 894 (2014) dan 966 (2015). Di mana nanti armada itu ­diparkir mengingat bandara-bandara besar sudah ­overloaded? Tentulah sebagian di daerah rute yang baru dibuka atau di luar negeri, maka ini juga berarti membuka rute baru. Dalam konteks demikian industri pariwisata harus melirik dan memanfaatkan peluang bisnis itu sedari kini. Nesparnas 2010 (Neraca Satelit Pariwisata ­Nasional) menunjukkan pariwisata berperan menghasilkan dam­ pak 6,87% tenaga kerja nasional, 4,63% upah dan gaji nasional, 4,13% pajak nasional, 4,73% produksi nasional. Wisnus di dalam negeri, kini bagaikan pabrik-pabrik kecil ber­ jalan-jalan, menghasilkan dam­ pak ­ekonomi langsung.

Wisnudasr,i Lebih Shock Absorber Krisis Tarian suku Kima-kima, saat Dambu Festival di Merauke.

ISI NOMOR INI Even Lokal 6 Menaikkan sampai Internasional di Makassar 16 Kemajuan

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Dunia Kreatif 19 Klaten, yang Berjuang Pantas Take off dengan Mutiara 24 NTB

Wisata 30 Becak Berkeliling Kota Berpadu Keindahan di Bawah dan di Atas Air 32 Kekuatan

www.newsletter-pariwisataindonesia.com


Utama

Suku Kima-kima di Merauke, saat Dambu Festival yang diselenggarakan setiap tahun. Papua, menanti kunjungan saudara-saudara­nya dari tengah dan barat Indonesia.

Udara di atas wilayah barat Indonesia dan sebagian kawasan tengah, telah relatif padat dengan lalu lintas ­angkutan udara tersebut. Bagian timur dan ­sebagian bagian tengah Indonesia, belakangan ini meng­ alami peningkatan jumlah ­penumpang yang juga padat. Namun, supply and ­demand agaknya jauh dari keseimbangan sehingga harga-harga tiket ke dan dari kawasan tengah dan timur ternyata relatif lebih mahal. Tidak mengherankan sebagian masya­ rakat mengomentari keadaan itu: berwi­ sata di dalam negeri (ke arah tengah dan timur Indonesia) bisa lebih mahal ketimbang berwisata ke luar negeri. (Maksudnya ke kawasan regional Asia). Penanggung jawab : Sapta Nirwandar Penerbit/Pemimpin Redaksi : Arifin Hutabarat Dewan Redaksi : Sadar Pakarti Budi Faried Moertolo T. Burhanuddin Wisnu B. Sulaeman Reporter : Benito Lopulalan Alamat : Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jl. Medan Merdeka Barat No.17 Lantai 3 Jakarta 10110 Telp : 021 383 8220 Fax : 021 380 8612, Email : jurnal@indonesia.travel www.newsletter-pariwisataindonesia.com

Jika Anda mempunyai informasi dan pendapat untuk Newsletter ini, silakan kirim ke alamat tersebut di atas.

2

Danau Tondano di Manado, Sulawesi Utara, menanti revitalisasi.

Penerbangan Nasional Berjadwal Dalam Negeri Pertumbuhan Penumpang Diangkut Keberangkatan Pesawat

2005–2009 2009–2010 2010–2011 10.9% 18.1% 16% 3.2% 7.0% 19,5%

Memang, dari I­ NACA (Asosiasi Peru­ sahaan Penerbangan Penerbangan Nasional Berjadwal Internasional Nasional Indonesia) Pertumbuhan 2005–2009 2009–2010 2010–2011 diperoleh pan­dangan, bahwa perluasan dan Penumpang Diangkut 13.2% 32% 23% peningkatan bisnis Keberangkatan Pesawat 10.4% 18.5% 21,5% penerbangan ke arah Sumber : INACA, Kemenhub timur geografis Indonesia ­mulai menjadi kenyataan. Antara ningkat rata-rata per tahun 3,2%, tahun lain, setelah sebelumnya beberapa tahun 2010 melonjak 7%, bahkan tahun 2011 melirik pe­luang, maskapai penerbangan menaik 19,5% terhadap 2010. Di rute inter‘smaller player’ mulai mereali­sasi island nasional, maskapai penerbangan nasional menambah frekuensi rata-rata 10,4% hopping services dengan armada pesawat komuter, berkapasitas di bawah 80 seaters. antara 2005–2009, melonjak tumbuh 18,5% Termasuk ­operator yang spesialis meng­ tahun 2010, dan tahun 2011 meningkat operasikan pesawat ber­kapasitas kurang lagi 21,5%. Itu statistik untuk capaian oleh maskadari 20 tempat duduk. Bermula sebagai penerbangan charter, pai penerbangan nasional. Jadi belum tersatu operator mulai melayani penerbang­ masuk hitungan dari operasi maskapai an berjadwal pada rute-rute khusus di penerbangan asing ke Indonesia. Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara, Barat (NTB), Bali, terus ke Makassar. Penerbangan langsung Penambahan armada pesawat disebutkan luar negeri dan wisman tadi terasa lebih ‘menjanjikan’ lagi. Direktorat Pengembangan Pasar dan Secara nasional, jumlah penumpang ­Informasi Pariwisata Kemenparekraf pada rute di dalam negeri tumbuh me- mem­­buat analisa perkembangan pariwi­ nakjubkan. Antara tahun 2005–2009 rata- sata periode Januari–Mei 2012. ­Hasil ana­ rata per tahun meningkat 10,9%, pada lisa itu menunjukkan, sejauh ini kenaikan 2010 bahkan meningkat 18,1 % dari 2009, jumlah wisman berkaitan dengan berope­ dan 16% pada 2011 terhadap jumlah di ta- rasinya penerbangan langsung dari luar hun 2010. Tahun 2011 tercatat jumlah pe­ negeri ke kota-kota destinasi di Indonesia. numpang yang diberangkatkan mencapai Contohnya kenaikan di pintu masuk ban60,04 juta orang. dara Soekarno-Hatta berkaitan dengan ada­ Bagaimana kemajuan maskapai nasio­ nya tambahan seats penerbangan ­langsung nal pada rute internasional? Jumlah per- dari pasar Malaysia sebanyak 268.580 seats. tumbuhan penumpang antara tahun Selain Garuda Indonesia, tambahan seats 2005–2009 rata-rata 13,2% per tahun. Ta- juga disumbangkan oleh maskapai Malayhun 2010 me­ningkat 32% terhadap 2009, sian Airlines, Jet Star dan Qantas. kendati tahun 2011 peningkatan jumlah Berdasarkan data yang dilansir Biro penumpangnya sekitar 23%. Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Data dan Tetapi hebat pula peningkatan jumlah Informasi (Pusdatin) Kemenparekraf, keberangkatan pesawat (ini berarti fre­ hing­ga bulan Mei 2012, jumlah wisman kuensi penerbangan). yang berkunjung ke Indonesia ­mencapai Di dalam negeri, antara 2005–2009 me­ 3.180.779 wisatawan atau naik 8,81% di­

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Utama Terminal transit penumpang internasional di bandara Kupang. Bukankah tampak indah?

Wisnus Lebih dari Shock Absorber

D

bandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi Januari–Mei tersebut berada diatas target 3.160.000 wisman. Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa: “Pertumbuhan wisman yang tetap di atas pertumbuhan perekonomian global, maupun pertumbuhan wisman global di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian dunia, adalah berita baik. Dengan tren peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman), kita optimis target 8 juta wisman dan U$9 ­miliar devisa dapat tercapai tahun ini.” Data bulan Mei 2012 menyatakan wisman yang datang berjumlah 650.883, naik 8,45% dibandingkan bulan April sebanyak 626.100 wisman. Bandara Ngurah Rai, Bali tetap sebagai gerbang utama kedatangan wisman dengan jumlah 220.508 wisman, dan secara kumulatif Januari–Mei 2012 wisman yang masuk melalui bandara ini mencapai 1.125,003 wisman atau tumbuh 5,6%. Sedangkan pintu masuk kedua ialah Soekarno-Hatta, Jakarta, sebanyak 185.932 wisman atau mengalami pertumbuhan sebesar 23,62%. Pintu masuk lain yang juga tercatat mengalami pertumbuhan tinggi pada bulan Mei 2012 adalah Husein Sastra­ negara, Bandung sebesar 34,05% dan Adi ­Sumarmo, Solo sebesar 30,80%. Melalui 19 bandara pintu masuk utama pada bulan Mei 2012 jumlah wisman terbesar berasal dari Malaysia (108.176 orang), Singapura (99.676), Australia (71.640), RRC (43.457), dan Jepang (30.791). Selain kenaikan, ada beberapa tren pertumbuhan wisman yang menarik. ­Setelah mengalami pertumbuhan rendah dan bah­ kan menurun, jumlah wisman Jepang yang berkunjung ke Indonesia mulai positif sejak bulan Maret 2012, dan pada bulan Mei 2012 pertumbuhannya mencapai 12,01% dibanding bulan Mei 2011. Ini kemungkinan terkait dengan mulai dibukanya penerbangan Garuda Indonesia rute bandara Haneda, Tokyo–Ngurah Rai,

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

i kalangan UN-WTO belakangan ini, ada wacana pariwisata domestik diibaratkan shock absorber dalam perekonomian jika krisis ekonomi dari luar datang melanda setiap saat. Tapi bagi ­Indonesia rasanya bahkan berperan lebih dari itu. Menparekraf Mari Elka Pangestu menunjukkan angka yang berbicara sendiri, dimana tahun lalu tercatat 245 juta perjalanan warga di dalam negeri, itu tidak kecil. Ia dapat meningkatkan pendapatan, “Tidak bijak kalau kalangan pelaku bisnis tidak menyadari,” ujar Menteri dalam satu kesempatan berbincang ­dengan pers. Kita dorong industri memahami, katanya. Hotel chain besar seperti Accor ketika ditanya malah menjelaskan akan membangun 50 hotel lagi, ­sedangkan pertumbuhan tamunya, 60% dari dalam negeri, sisa­ nya dari luar. Perihal hunian kamar hotel, Menteri mengungkapkan laporan awal tahun ini, dimana cukup stabil di sekitar 51%. JIHA (Jakarta International Hotel Association) menyatakan rata-rata tingkat hunian kamar hotel mereka tahun lalu mencapai 68%, seperti dikutip oleh menteri. Mereka memproyeksikan 74% tahun 2012 ini. Ternyata pula, lebih kurang 50% tamunya wisman dan sisanya adalah wisnus. Dari segi Kementerian, diupayakan terus ­bekerja sama dengan industri. Tahun 2011 tercatat bahwa penge­luaran oleh wisman terdiri atas akomodasi 44%,

Denpasar sejak 27 April 2012. Juga, sudah mulai pulihnya perekonomian Jepang dari dampak tsunami dan kecelakaan pembangkit nuklir. “Penerbangan langsung terbukti menjadi faktor penting untuk menggenjot jumlah wisman. Kita berharap kenaikan ini terjadi setelah maskapai Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Haneda– Denpasar dengan frekuensi lima kali seminggu,” jelas Mari Pangestu. Dengan catatan yang sama, pertumbuh­ an wisman dari Taiwan mengalami penurunan dan diharapkan dengan ada­nya pe­ nerbangan langsung oleh maskapai Garuda Indonesia pada rute Taipei–­Denpasar, akan dapat meningkatkan kembali jumlah wisman dari Taiwan. Secara kumulatif pada periode Januari– Mei 2012, berdasarkan kebangsaan wisman

makan minuman 19,1%, belanja 8,4%, suvenir 8,8%, tahun ini sudah tampak menaik dari segi ­persentasinya. Ini gejala menarik. Makanan dan minuman menjadi daya tarik, pertanda baik untuk bisnis kuliner. Menteri lalu mengungkapkan, pengeluaran uang wisatawan nusantara lebih banyak berbelanja daripada biaya ­untuk makanan. Belanja dulu, lalu makanan, baru ­suvenir, itulah proporsi pengeluaran wisnus. “Kita kembangkan kuliner untuk industri kreatif atau daya tarik wisata, itu sudah tepat,” ujar Menteri. Di Indonesia kini, penduduk meningkat, jumlah kelas me­nengah pun meningkat. Adalah ide yang baik kegiat­ an promosi wisata domestik dilaksa­ nakan di mal di kota besar.

Menteri Mari Elka Pangestu.

yang berkunjung ke Indonesia dibanding dengan periode yang sama tahun 2011 secara umum pertumbuhannya positif. Kontribusi wisman lima terbesar berturut-turut adalah kebangsaan Singapura (478.680 orang), Malaysia (459.586), Australia (342.161), RRC (264.715) dan Jepang (166.774). Kontribusi kelima kebangsaan terhadap total kunjungan wisman yang masuk melalui 19 pintu masuk utama mencapai 57,35%. Pertumbuhan wisman Januari–Mei dari RRC tetap dua dijit sebesar 25,1%, dari Malaysia 18,1% dan Australia 11,8%. Bebe­ rapa kebangsaan yang walaupun jumlahnya masih rendah secara absolut, tetapi pertumbuhannya dalam tahun ini tinggi. Yang dimaksud ialah Timur Tengah se­ perti Saudi Arabia tumbuh 18,3% selama Januari-Mei dan mencapai 33.566 wisman.

3


Utama Selain itu untuk melaksanakan promosi penting dipikirkan timing-nya. Kapan seseorang membuat keputusan liburan panjang, kelihatannya 3 minggu atau sebulan di muka. Maka di bulan Mei, Juni banyak ditingkatkan promosi, bersama dengan industri, agar tergerak pula melakukan hal yang sama. Menteri menyebutkan NTT sangat memerlukan do­ rongan adanya bantuan dan perhatian khusus. ­Indonesia

Golf dan Heritage

Timur meminta perhatian prioritas. Untuk NTB konekti­ vitasnya sudah lebih baik. Ketika bertemu dengan delapan bupati di Pulau Flores, dibahaslah ihwal perpanjangan bandara. Pulau Flores sebagai satu destinasi berdasarkan kerja sama delapan bupati, menurut Menteri, sudah terpromosikan, sudah banyak yang tertarik, di antaranya cruise ship. Atraksi cukup banyak, tapi diakui wisatawan belum banyak yang bisa longer stay. n

P

Sumber: Kemenparekraf / BPS

Negara-negara yang terimbas krisis ekonomi global seperti AS dan UE, tetap tumbuh menggembirakan. Wisman kebangsaan AS meningkat 11,3% di bulan Mei dan 26% selama Januari–Mei untuk mencapai 81.197. Beberapa negara Eropa memang tumbuh rendah ataupun menurun, namun wisman Jerman dan Inggris tetap meng­ alami pertumbuhan masing-masing 11,6% dan 14,2% untuk mencapai 54.248 dan 77.049 wisman. Di dalam negeri, belum ada data terkini pertumbuhan wisatawan nusantara (wisnus), namun mengingat bahwa sekarang adalah masa liburan sekolah dan bahwa

jumlah penduduk Indonesia yang masuk kelas menengah terus bertambah, diperkirakan pertumbuhan wisnus juga terus meningkat. Gejala tersebut dapat dipantau dari kepadatan tempat hiburan, kapasitas penuh yang dialami oleh maskapai penerbangan dalam negeri dan tingkat hunian hotel yang secara rata-rata meningkat dari 51,4% menjadi 51,7% antara Januari–Mei 2012 dibanding 2011. Dalam rangka menjaga kinerja pariwisata, Kemenparekraf akan bekerja sama dengan semua stakeholder untuk menjaga kinerja pertumbuhan wisman dari sumber negara yang mengalami pertumbuh­

aket tur untuk pegolf mancanegara pun sedang dikembangkan. Menparekraf Mari Elka ­­Pangestu menegaskan itu bahkan ketika sedang berbicara dengan pers di tengah ajang Tour de Singkarak bulan Juni 2012 di Sumatera Barat. Kata Menteri, ada 152 golf course di seluruh Indonesia, yang menurut penilaian sudah cukup layak Sudah terbukti di Sumatera Barat, kendati tur pe­ golf relatif belum besar jumlahnya. Juga di Bandung, wisatawan Malaysia datang antara lain menikmati main golf di akhir pekan. Indonesia amat berpotensi me­ngumpulkan pemain golf. Turnamen masters dan Indonesia Open, akan diangkat dengan lebih banyak mendatangkan pemain internasional dan menyediakan hadiah yang cukup besar, untuk menarik pemain internasional. Termasuk di Sumbar, kata Menteri. Satu golf course yang masih bisa dikembangkan sebagai daya tarik di Padang, apalagi jika nanti ada tambahan kembali direct flight dari Singapura. Sekarang sudah beroperasi penerbangan langsung dari Kuala Lumpur. Tak heran lumayan banyak wismannya yang main golf di sini. Memang yang sudah berkembang lebih dulu adalah diving dan surfing. Gubernur Sumbar ketika itu menambahkan, sekarang daerahnya sedang mempromosikan destinasi wisata di Sumbar untuk aktivitas di pantai dan laut, dan agrowisata, juga sedang dikembangkan acaraacara yang sifatnya nasional di kepulauan Mentawai. Menteri lalu menjelaskan, Sawahlunto misalnya, dipandang sebagai kota bersejarah dan memiliki ke-

an tinggi. Lalu melakukan evaluasi atas pertumbuhan yang menurun atau negatif serta segera mencari solusinya. Di samping itu Kemenparekraf mempunyai komitmen untuk meningkatkan daya tarik dan kesiapan di 16 destinasi. Bersamaan itu mengembangkan tujuh ka­ tegori wisata minat khusus seperti wisata kuliner dan belanja, rekreasi olah raga, sejarah dan budaya, alam dan ekowisata, spa dan kebugaran, MICE dan kapal pesiar. Dengan langkah-langkah yang terfokus diharapkan dapat menyumbang langsung ke pertumbuhan di wilayah daya tarik wisata serta pertumbuhan pariwisata ­nasional.

Jumlah Pesawat di Indonesia dan Proyeksi 2012–2015

AOC

121 (Ops) 135 (Ops)

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012 F

2013 F

289 194

259 163

351 209

381 192

432 225

454 251

470 296

508 320

Keterangan: AOC = Air Operator Certificate, Izin Operasi Penerbangan.

2014 F 2015 F 549 345

593 373

(source: Ditjen Hubud – DGCA)

AOC 121, izin operasi pesawat dengan tempat duduk berjumlah di atas 35. AOC 135, izin operasi pesawat dengan tempat duduk berjumlah sampai dengan 35. (Ops) = yang dioperasikan.

4

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Utama Harapan ke Timur

Inilah bandara Maumere, di Flores.

kayaan arsitektur Belanda. Telah terbentuk jaringan kota-kota besar di Indonesia dan jaringan antarkota di Indonesia dengan kota-kota internasional. Sekarang ini kita juga bekerja sama dengan Kemdikbud karena sebagian besar wewenang berada di tangan Kementerian Pendidik­an dan Kebudayaan. Jadi memang harus diperluas ke kota-kota lain. Di Indonesia banyak sekali kota-kota yang memiliki kekayaan dan gedunggedung bersejarah serta arsitektur bersejarah yang perlu dijaga. Dalam 16 destinasi yang ingin kita kembangkan, kata Menteri, mungkin kota Bandung, Yogya, Solo dan beberapa lagi akan kita harapkan bisa dipelihara dan dikembangkan sebagai kota wisata dengan situs-situs sejarahnya. Kota-kota yang berminat untuk mengembangkan heritage bisa bergabung dengan asosiasi kota-kota sejarah di Indonesia. Anggota asosiasi itu terdiri antara

lain dari Medan, Palembang, Yogya, Ternate, Surabaya, Banda Aceh, Padang dan lain-lain. Telah dikabarkan bahwa asosiasi itu mulai memikirkan kemana pusat-pusat sejarah tersebut akan dipasarkan sebagai destinasi untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Dalam rancangannya antara lain pada tahun 2013 bermaksud akan menaruh baliho di bandar udara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan akan men-display obyek-obyek wisata heritage Indonesia. Dengan demikian akan bisa menarik wisatawanwisatawan dengan minat khusus. Kemudian lagi bisa diarahkan ke Yogyakarta, Solo, dan Ternate serta kota lainnya ke arah timur. Kota-kota tersebut akan dirapihkan, akan dituliskan sejarahnya, dilakukan penelitian, sehingga sejarah-­sejarah masa lalu bisa diungkapkan. Demikian pula kemungkinan memperjuangkannya ke UNESCO untuk menjadi bagian dari warisan dunia. n

Rute Baru ke Timur Mulai Bertambah Inilah kota-kota yang dewasa ini dilayani oleh penerbangan langsung berjadwal dari/ke luar negeri. Batavia Air mulai Juli ini membuka rute baru dari Guangzhou–China langsung ke Bali, dan sejak Mei 2012 membuka rute baru dari Jakarta ke Makassar, Ternate, Ambon dan antarkota tersebut. Sejak Mei pula Lion Air membuka lagi rute baru dan menambah frekuensi ke kota-kota bandara di NTT. Kota Biak di Papua pernah dihubungkan oleh penerbangan nasional Indonesia ke Los Angeles AS dan Kupang di Timor ke Darwin di Australia.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Itulah perkembangan beberapa tahun terakhir ini. “Masa depan pariwisata ­Indonesia ke arah kawasan timur,“ kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwi­sata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wardiyatmo saat pembukaan Festival ­Danau Sentani (FDS) 2012, Selasa (19/6) di Sentani, Jayapura. “Di kawasan timur kita akan bicara mengenai lingkungan. Lingkungannya enak, asri. Selain menikmati keindahan alam dan budaya, kita juga bisa sehat, karena udaranya bersih. Saya percaya kita lebih sehat di sini dibanding di Jakarta,” kata Sekjen. Pejabat Bupati Jayapura Jansen Manim juga sebelumnya menerangkan, dari tahun ke tahun jumlah kedatangan wisman dan wisnus selalu bertambah ketika Festival dilaksanakan. Wisman pun datang beberapa ratus orang. Itu sekaligus mengindikasikan jumlah keseluruhan wisatawan yang berkunjung tentu meningkat. Tapi diakuinya di Sentani dan Kabupaten Jayapura hanyalah bertambah satu hotel bintang, namun di Kota Jayapura yang berstatus kota, jumlah hotel meningkat jauh lebih banyak. Di Provinsi Papua Barat tahun 2011, BPS mencatat rata-rata tingkat hunian ­kamar hotel berbintang mencapai 54,08% padahal tahun sebelumnya 2010 capaiannya di level rata-rata 38,87%. BPS juga mencatat jumlah foreign visitors yang masuk dengan penerbangan langsung ke bandara di Sentani, Papua Barat, tahun 2011 sebanyak 3.519 orang. Cukup surprise jika dibandingkan dengan jumlah 2.153 orang melalui bandara A Yani di Jateng, atau di bandara yang lebih mapan, Supadio, Pontianak sebanyak 7.093 wisman di tahun yang sama. Di bandara Timika, Papua, tercatat 1.020 warga asing yang masuk. Untuk rute dalam negeri, beberapa mas­ kapai penerbangan sudah melayani kota Jayapura: Batavia, Lion Air, Garuda, Sriwijaya, dan Merpati dengan penerbanga­n rute Jakarta–Jayapura. Ada yang mampir melalui Surabaya, Bali, Makassar dan Ambon. Sejatinya bisa menjadi satu eksotika, dilihat dari sudut kegiatan wisnus, mana­ kala bepergian ke kawasan timur Indonesia dari tengah dan barat, atau sebaliknya, serasa mengadakan perjalanan ke luar negeri dalam arti, kita melampaui satu atau dua time zone. Dari Pulau Jawa ke Papua atau Maluku seakan bepergian ke Jepang, Korea atau Hongkong. Manakala frekuensi penerbangan antara bandara-bandara di pulau Jawa dan bandara-bandara di NTT, Maluku sampai Papua menciptakan atau mencapai

5


Utama

Event

keseimbangan antara supply and demand, niscayalah lalu lintas perjalanan wisnus pada rute ini pun tetap meningkat. Harga tiket akan kian terjangkau sebagaimana layaknya pada banyak rute penerbangan di kawasan barat. Dan harga paket wisata pun akan bersaing alias makin menarik dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisman masuk ke Indonesia berkisar 71% diangkut oleh penerbangan, kata Fransesca Nina, Kasubdit Informasi ­Pa­sar Luar Negeri, Dirtjen Pemasaran ­Pariwisata Kemenparekraf. Tahun 2011 misal­nya, diantara jumlah wisman 7,6 juta berarti mengisi 34% dari jumlah total kapasitas penerbang­an langsung luar negeri. Fransesca Nina memperlihatkan data total kapasitas seats penerbangan langsung luar negeri ke Indonesia pada tahun 2011 itu sekitar 15.914.964. Adalah mengesan­ kan bahwa “Tahun 2012 ini terjadi penambahan kapasitas penerbangan sebanyak sekitar 688.064 tempat duduk,” ujar Nina. Pertambahannya relatif kecil empat persen lebih. Tapi peta inilah menunjukkan arah, ratusan ‘burung besi’ milik maskapai penerbangan nasional akan harus membuka rute-rute baru. Wilayah bagian tengah dan timur Indonesia sedang membuka peluang bisnis baru. Ya untuk operasi penerbangan domestik ya untuk penerbangan luar negeri. Dimaklumi pula betapa pemerintah akan sibuk meningkatkan kemampuan bandara-bandara baik peralatan teknis mau­pun pengelolaan, di bagian ground side maupun air side. Kebanyakan bandara telah overloaded, sementara di kawasan tengah dan timur Indonesia memerlukan ‘up grading’. PT Angkasa Pura I (PT AP I) mengelola 13 bandara di wilayah tengah dan timur Indonesia, dan PT Angkasa Pura II (PT ­AP II) menge­lola 12 bandara di wilayah barat. Situasinya seperti ini:

Menaikkan Even Lokal

W

amen Parekraf Sapta Nirwandar terbang Acara dimulai dengan pemasangan kayu pancang, ke Balikpapan, hari Sabtu (30/6). Lalu ber­ ayun, oleh sultan. Dilanjutkan besepah, acara makan kendara mobil menuju Tengarong, ibu- bersama, untuk itu dikosongkan satu jalan raya sepankota kabupaten Kukar (Kutai Kartanegara). jang satu km dan diisi oleh makanan, masyarakat ma­Biasanya jarak itu ditempuh lebih kurang tiga jam. kan bersama-sama. “Ini dilakukan sejak zaman kerajaan “Tidak mengapa,” kata Wamen. dulu, maknanya tidak ada perbedaan “Kalau aksesnya di bawah 3–4 jam antara raja dan rakyatnya,”ujar Bupati sudah termasuk dengan stop over lagi. sekitar 1 jam untuk makan, itu baSeminggu festival itu berlangsung gus. Yogyakarta–Borobudur saja 1,5 dengan ­pentas tari dan musik khas jam tidak apa-apa. Wisatawan dari Kutai. Alat musiknya gambus, de­ngan kapal pesiar yang singgah di Semagitar khas Kutai. Ada kirab budaya rang menuju Borobudur dengan menampilkan bersatunya kehidupan per­jalanan tiga jam dan stop over di etnis di Kukar; etnis Kutai, Dayak, Buperkebunan kopi, itu juga mereka gis, Lombok, dan hampir semua suku tetap menikmatinya. Maka saya yakin yang hidup membentuk komunitasBupati Kutai Kartanagara Balikpapan–Samarinda, meskipun komunitas. Rita Widyasari be­lum dihubungkan oleh penerbang­ Bergangsing dan berhempas (sa­ an, dengan perjalanan darat masih bisa. Jalannya akan ling pukul), penam­pilan sejak zaman kerajaan masih diperbaiki. Dengan visi yang tepat, dan dibangun, turis dipertunjukkan sampai sekarang. Ada lomba tingting, akan datang ke sana.” kapal kecil/klotok; juga lomba menembak. Fashion Hari Sabtu berikutnya, jadwalnya dari Jakarta lang- show pakaian adat. Festival kuliner menampilkan masung terbang ke Alor, di ujung timur pulau Flores, NTT. Di kanan khas Kutai. sana membuka resmi Festival Kemilau Budaya dan Wisata Festival kulinernya dilangsungkan di atas kapal Alor 2012. festival itu berlangsung 7–10 Juli 2012. sungai. Ada ekspo komunikatif, dan pasar rakyat, meDi Kabupaten Kutai Kartanegara itu dilaksanakan nampilkan produk UMKM. Tak luput hiburan dari bandkembali even tahunan Festival Erau. Wamen tampak band dari ibukota. Jadi, “menyatukan yang tradisional mengefektifkan kedua momen itu, untuk sekaligus dan modern,” kata Rita Widyasari. menjelaskan, bagaimana even-even di Indonesia bisa Masyarakat banyak terlibat, kalau lalulintas macet itu ditingkatkan secara bertahap. biasa. Akhirnya upacara membuang naga, semua orang Boleh jadi even di daerah awalnya bersifat lokal. yang ikut harus menjadi basah. Semua orang harus keluar Namun jika memang potensial, seperti rupanya diyakini rumah dan harus kena air. Tuahnya adalah membersihkan oleh Wamen perihal even Festival Erau, kemudian bisa diri. Kalau dulu airnya harus dari Sungai Mahakam, tapi me­ningkat menjadi berskala nasional, hingga kemu- sekarang ada yang menggunakan air ledeng. dian bahkan internasional. Begitulah. Di satu hari pada festival itu beberapa Bupati Kukar, Rita Widyasari datang ke Kemen- budayawan asal Kukar diundang membahas alasan me­ parekraf, dan bersama Wamen Sapta Nirwandar ngapa dan bagaimana Festival Erau harus tetap dilaksanamenjelaskan, lebih tepatnya ‘mengangkat’ kepada kan. “Dengan budget berapa agar bisa ‘meng­untungkan’. pers perihal Festival Erau yang diadakan tanggal 1–8 Supaya masyarakat jadi bersemangat sekaligus mengenal Juli 2012. Isi dari festival itu sebenarnya sudah ratusan budayanya sendiri.” Ya, begitulah gagasan Bupati. ­tahun ditradisikan, kata Bupati Rita Widyasari. Seperti disebutkan tadi, momen itu menjadi

PT AP I, 13 Bandara : Kapasitas melayani Realisasi Tahun jumlah penumpang jumlah penumpang 2009 2010

30.700.440 30.700.440

40.673.172 49.237.473

PT AP II, 12 Bandara : Kapasitas melayani Realisasi Tahun jumlah penumpang jumlah penumpang 2009 2010

24.340.000 28.340.000

52.530.020 62.606.455

Sumber: INACA (Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia) dan Kemenhub.

Keadaan ‘overloaded’ itu perlu di­ pahami masyarakat dan pemerintah ­sedang berpacu dengan pertumbuhan dan ­mengatasinya. n

6

Festival Lembah Baliem ke-23

F

estival ini akan mengambil tempat di desa ­Wosilimo, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 8–11 Agustus 2012. Anda tentu akan mengagumi bahwa ini merupakan festival ke-23 kali yang dilaksanakan. Wisnus dan wisman se­ lalu datang pada jadwal pelaksanaan festival, jumlahnya tampak meningkat setiap tahun. Kabupaten Jayawijaya di Provinsi Papua ini ibu ­kotanya Wamena, lebih dikenal dengan sebutan Lembah Baliem. Nama itu pun sudah mendunia, dikenal seakan identik dengan keunikan budaya dan keindahan alam

Papua yang mempesona. Salah satu pesonanya adalah sejarah budaya perang suku. Perang yang sungguhan telah dihentikan dan dilarang oleh pemerintah daerah, namun tampilan budaya tradisional perang-perangan tersebut tetap diperingati dan dijadikan atraksi utama dalam Festival Budaya Lembah Baliem. Tampilan utama itu dipadu dengan atraksi taritarian dan lagu, karapan babi, lomba permainan musik pikon, lomba permainan puradan, lomba permainan sikoko, lomba panahan (ini bahkan diperuntukkan pula bagi turis untuk mengambil bagian ikut serta, kesem-

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


sampai Internasional

Di Alor, masyarakat mengadati Wamenparekraf, me­ ngu­kuhkannya dalam upacara adat, mengenakan pakaian tradisional adat. Kita memiliki lebih 300 suku bangsa dengan adat istiadat yang juga menjadi daya tarik wisman berkunjung, mengapresiasi apa yang mereka dapat saksikan. ‘edukasi’ bagi daerah-daerah yang belakangan ini giat menciptakan dan menyelenggarakan even demi tujuan pengembangan pariwisata. “Saya pikir ini sudah waktunya untuk menjadi even nasional. Bahkan kenapa juga tidak dijadikan even inter­ nasional? Tinggal dikemas untuk bisa disajikan secara nasional maupun internasional. Akan berbeda jika dikemas ke arah skala nasional dan internasional. Berikutnya, kita dukung untuk akses informasi dan akses-akses lain menuju ke sana,” ujar Wamen Sapta Nirwandar. Digambarkannya tahap-tahap pe­ningkatan suatu even. Pertama, boleh jadi kemasannya untuk rakyat setempat, berskala lokal. Setelah ­beberapa lama bisa ditingkatkan dikemas untuk menjadi nasional. Dan kemudian lagi dikemas ke skala internasional. Nah, orang akan datang karena ingin melihatnya. Ini tergantung dari kemasan dan pengarusan informa­sinya, kata Wamen.

patan kegiatan interaktif antara turis dan masyarakat lokal), lomba lempar sege (tombak), peragaan bakar batu, lomba anyaman noken, pameran hasil kerajinan tangan, dan lain-lain. Lembah Baliem dikenal juga dengan keaneka­ragaman pesona wisata alam, uniknya air garam di atas gunung, pasir putih di atas perbukitan, wisata air terjun, wisata goa, trecking, wisata sejarah dan budaya yaitu terdapatnya di sini mummi yang diperkirakan telah berumur 369 tahun. Anda cukup terbang 45 menit dari kota Jayapura ­untuk sampai ke Lembah Baliem. Penerbangan Trigana Air beroperasi pada rute ini. Dan Jayapura dihubungkan setiap hari oleh beberapa penerbangan dengan kota-kota di bagian tengah dan barat Indonesia. Di Jayapura pun jumlah kamar hotel kian bertambah banyak. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Jadi, lanjut Sapta Nirwandar, dengan contohcontoh kegiatan yang telah diinisiasi oleh Kemenparekraf, selain sport tourism yang paling kuat juga adalah culture tourism. Seperti Edinburg Festival, festival budaya di Inggris, festival Albinyo di Perancis, dan lain-lain. Kalender even seperti itu setiap tahun akan dipenuhi wisatawan. Penting sekali, jadwal even jangan banyak berubah, sehingga orang bisa mengikutinya dengan tepat. Dengan kata lain, kalau sudah menjadi even kalender nasional apalagi internasional, haruslah tetap tertentu jadwalnya. Misalnya untuk menentukan kalender 2013, 2014, 2015, bisa diproyeksikan waktunya dan ditentukan sedari sekarang. Orang Belanda yang mengetahui dan berminat datang tentu sudah bisa merencanakannya. Wamen membicarakannya dalam konteks bahwa ‘­requirements’ dalam menciptakan dan mengelola even pariwisata, baik yang mengandung olah raga maupun seni budaya, itu berlaku terhadap semua even yang hendak dilaksanakan oleh daerah-daerah di Indonesia. Wamen menganjurkan sedari dini membicarakannya selain antarinstansi, juga dengan para pemuka adat di daerah, tokoh-tokoh masyarakat, ketika merencanakan suatu even yang hendak dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.

Festival di Alor

Ketika meresmikan Festival Alor, di Kalabahi, Kabupaten Alor, Wamenparekraf mengungkapkan keyakinannya, dengan kekayaan alam di sini, perlu kebersamaan pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten, untuk membangun potensi yang ada ini, sehingga dalam waktu yang tidak lama Kabupaten Alor juga akan masuk sebagai daerah destinasi. Wisata itu yang pertama dan yang kedua adalah budaya. Wisata budaya adalah bagian penting dalam pariwisata, karena itu banyak budaya yang ada di daerah ini yang bisa kita informasikan ke nasional maupun intenasional. Wamen mengajak untuk terus menjaga alam yang indah agar tidak dirusak oleh orang lain, seperti praktek pengeboman ikan yang akan merusak ekosistem laut dan wisata bahari.

Pakaian adat tradisional termasuk adat istiadat di setiap daerah, sesungguhnyalah ­merupakan tampilan yang merepresentasikan nilai dan ke­ arifan lokal, keindahan dan semangat keda­ maiannya. Itu pula membuat pembicaraan tentang pariwisata, seperti kata Sapta Nirwandar, yang pertama dan yang kedua, ialah mengenai budaya dan manusia­ nya. Di Kutai Karta­ negara, Wamen Sapta Nirwandar ‘diadati’ de­ngan me­ngenakan pa­ kaian adat.

Wamenparekraf juga menjanjikan pemerintah pusat akan berupaya untuk membuat film bawah laut dengan video yang sangat cantik sehingga orang bisa menikmati lewat video, sehingga bisa dikenal wisatawan dan sayang terhadap obyek bawah laut yang indah kita promosikan sehingga menjadi daya tarik. “Saya garis bawahi hal kesenian. Musik bambu ala Alor yang dimainkan oleh anak-anak sekolah, ini sangat menarik, kita akan undang untuk bisa hadir dalam festival musik bambu internasional di Jakarta pada bulan Oktober nanti,” ujarnya. “Musik bambu yang panjang itu saya belum pernah lihat di Indonesia, tetapi itu ada di sekitar Amerika Latin. Mudah-mudahan ini juga menjadi atraksi yang menarik yang bisa memberikan semangat kebudayaan kesenian bagi masyarakat Kabupaten Alor dan juga bisa memperkaya kesenian Indonesia,” katanya. n

Sebagian pengunjung menyaksikan Festival tahun lalu.

7


Utama

Wilayah yang Menggiurkan

T

ak sedikit operator penerbangan di lingkungan ASEAN seakan menitikkan air liur melihat wilayah negeri ini: luas geografinya dan kaya alam budayanya. Mereka melihat masa depan yang berpotensi besar bagi bisnis penerbangan, dan tentu saja dalam konteks bisnis pariwisata pula. Maka open sky policy antarnegara ­ASEAN tahun 2015 seolah ingin dipercepat saja realisasinya. Kebijakan itu ‘diinginkan’ sehingga dapat setiap saat terbang ke berbagai kota-kota di berbagai potensi bisnis dan pariwisata. Bagaimana perkembang­ an dan kesiap­an sendiri? Mengolah dan mengembangkan potensi ke arah timur Indonesia kini menjadi perhatian. Apa yang sudah dan sedang terjadi di daerah? Tadinya hub airport Indo­ nesia timur bagi Garuda ­Indonesia berada di ­Surabaya, sekarang sudah dipindahkan ke Makassar mulai 18 Rosyinah Juni 2012. Jadi Makassar membawahi sekitar 17 cabang di Indonesia timur: tiga di Papua: Jayapura, Timika dan Biak; dua di Maluku: Ternate dan Ambon; lima di Sulawesi: Makassar, Manado, Kendari, Gorontalo, Palu; tiga cabang di Kali­mantan, : Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, karena bagi operasional maskapai ini, Kalimantan sudah dari dulu dimasukkan wilayah Indonesia Timur, bersama Bali, AmpenanMataram, NTB dan Kupang, NTT. “Makassar sangat strategis untuk Indonesia timur,” ujar Rosyinah, VP Eastern Indonesia Region Garuda di Makassar. Dari ­Papua, Maluku, Manado semua transit di sini. Bisa saja langsung. Tapi kota Makassar dilihat oleh semua airlines berposisi paling strategis dan menjadi hub terbaik. GIA juga akan membuka hub di Balikpapan dan Medan. Nantinya GIA akan memiliki lima hub: Medan, Balikpapan, Makassar, Denpasar dan Jakarta. Di ­Medan dan Balikpapan dilaksanakan mungkin akhir tahun ini atau awal tahun depan.

8

Konsepnya, “dari Makassar kita bisa konsentrasi ke Indonesia timur,” kata dia, berusaha sejalan dengan program peme­ rintah untuk mengembangkan kawasan timur. Baik penumpang dari wilayah Indo­nesia timur ke Makassar maupun sebaliknya sudah bagus. “Kami kan tidak bermain sendiri di sini, banyak airlines lain, terbagi-bagi juga,” kata dia lagi. Yang masuk 13 rute baru GIA yang dilayani dari Makassar adalah Gorontalo, Kendari, Palu, Ternate, Ambon. Sebenar­nya 13 rute baru yang dibuka Juni tahun lalu tidak semua di Indonesia timur, termasuk rute di barat. Selain yang lima rute tadi, ada Malang yang dulunya , ini termasuk Indonesia timur, lalu Kupang, jadi persisnya tujuh rute baru di Indonesia timur. Lainnya adalah Lampung, Jambi, Pangkal Pinang, Tanjung Karang, Tanjung Pinang. Ternyata, Sorong dan Manokwari di Papua sebenarnya termasuk rute baru yang akan dibuka. Sayangnya, Sorong dan Manokwari belum terealisasi lantar­an dari sisi operasional, GIA sudah bersertifikat IOSA (IATA Operation Safety Audit)—­sertifikat kelayakan operasional dari IATA—dengan IOSA itu, harus memenuhi persyaratan tertentu pada aspek keamanan dan keselamatan. Di bandara-bandara tertentu spesifikasinya belum bisa memenuhi kriteria sehingga belum bisa dibuka. Jadi 13 rute yang mestinya dibuka dari Makassar pada tahun lalu itu sudah terealisasi baru pada 11 rute. “Mudah-mudahan Sorong dan Manok­­­ wari secepatnya bisa dioperasikan,” ­Rosyinah menerangkan. Perkembangan agaknya berlari cepat. Jumlah penumpang ke Sulawesi, Maluku dan Papua langsung stabil. Untuk rute Indonesia timur telah tercapai rata-rata passenger load factor (PLF) sekitar 85%. Ini melebihi level parameter yang mengindikasikan perlunya ditambah kapasitas. Rute yang paling padat terasa ke Papua:

Rute

G

aruda indonesia, sebagai salah satu contoh di antara maskapai penerbangan nasional, tahun ini akan mendatangkan 21 unit pesawat baru, sehingga akhir tahun akan menjadi 110 unit. Ke 21 unit pesawat itu terdiri dari empat Boeing 737-800 NG, dua Airbus 330-200, lima pesawat Sub-100 seater yakni Bombardier CRJ 100 dan 10 pesawat A320 untuk Citilink. Pada saat pencanangan program Quantum Leap Garuda 2015, jumlah ­armadanya akan mencapai lebih dari 154 unit. Tambahan pesawat-pesawat ­itulah akan menambah rute-rute baru domestik maupun internasional, termasuk menambah frekuensi penerbangan. Pada tahun ini saja, Garuda akan membuka rute-rute baru seperti Jakarta– Taipei, dan Denpasar–Haneda. Rute domestik, Bandung–Surabaya. Selain itu, Garuda menambah fre­ kuensi beberapa penerbangan dari dan ke negara-negara di Asia, diantaranya Denpasar–Seoul dari lima kali menjadi tujuh kali setiap minggu atau berangkat setiap hari. Selanjutnya ­Jakarta–Shanghai dari lima kali men­jadi tujuh kali setiap minggu, rute Jakarta–Beijing dari tiga kali menjadi lima kali setiap minggu, dan rute Jakarta–Seoul dari enam kali menjadi tujuh kali setiap minggu. Secara keseluruhan dalam skala nasional peningkatan jumlah rute yang dilayani oleh maskapai penerbangan nasional di tahun 2011 mencapai jumlah 222 rute, itu meningkat 12 persen dari tahun 2010 dengan jumlah 199 rute. Perhatikan pula armada pesawat yang berkapasitas di atas 35 seat, jumlahnya akan meningkat dari 454 pesawat menjadi 470 tahun 2012, dan akhir­ nya mencapai jumlah 593 pesawat tahun 2015.

Jayapura, Timika, Biak. Biak sudah di­ operasikan sejak lama.

Siapa penumpangnya?

Manager Garuda ini tentu bertugas juga mengamati dalam rangka men-generate pasar penumpang. Inilah pengamatannya. Peak season seperti saat ini, waktunya liburan sekolah atau anak-anak mencari sekolah, dari Indonesia timur mereka akan

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Utama

Penerbangan Bertambah Terus Penerbangan Domestik dan Regional

Garuda Indonesia Airlines

Penerbangan Domestik dan Regional

Merpati Nusantara Airlines

Bau-Bau Tanahmerah

Lombok

Bagaimana pesawat berukuran lebih kecil? Menurut proyeksi Kemenhub, pesawat berkapasitas di bawah jumlah 35 tempat duduk, dari tadinya 251 pesawat

tahun 2011, akan menjadi 296 pesawat tahun 2012, hingga akhirnya mencapai 373 pesawat di tahun 2015. Wuih, jumlah pesawat itu akan mem-

buka rute-rute penerbangan yang baru. Dan ke arah timur Indonesia, itu rasanya tak diragukan lagi. Industri pariwisata pun tentu perlu menyambutnya. n

mencari ke Makassar yang paling dekat. Dari NTT, ke Bali sampai ke barat se­ perti Yogya—tujuan utama, Surabaya, Semarang. Ke Jakarta tidak terlalu ba­nyak. Semarang, Yogya, Solo, yang paling ba­ nyak untuk tujuan sekolah. Khusus di Bali biasanya mereka mencari sekolah pariwisata dan penerbangan. Untuk sekolahsekolah umum ke Makassar atau Manado. Sehingga saat peak season, itu selalu ramai.

Harga di kawasan ini mahal? Menurut penuturan Rosyinah, harga tiket GIA itu sebenarnya ideal saja. Kebijakannya ­flexible price artinya harganya beragam. Tapi execu­ tive class hanya ada 1 harga, pada economy class diterapkan fleksibel sehingga harga­ nya beragam karena seat-nya lebih banyak. Contoh pesawat berkapasitas 162 seat, konfigurasinya 12 executive 150 economy. Dari yang 150 seat itu ada sembilan ­harga:

dari kelas Victor yang paling rendah, hingga Yankee yang paling tinggi. Di antaranya ada kelas Mike, London, Kilo, Qbek, Bravo. Semua orang berhak mendapatkan harga Victor. Di bawah Victor itu sebenarnya masih ada hotel class, ini tidak dijual di travel agent maupun di sales office Garuda, tapi hanya dijual di web. Sampai penjelasan itu, tampaklah bah­ wa strategi dan taktik serupa juga dite­

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

9


Utama rapkan oleh hampir semua operator pe­ nerbangan nasional. Tapi lantaran tax, fuel surcharge dan biaya lain-lainnya kerap berubah, praktiknya pun berubah. Ka­ renanya maskapai mengambil jalan tengah dengan mencantumkan harga fare saja. Dengan perubahan-perubahan seperti itu makanya di website ditampilkan exclude tax, fuel surcharge, dan lain-lain, agar calon penumpang tidak ragu. Harga tax dan fuel itu di luar kuasanya airlines. Harga H class tidak mahal, harga itu disediakan kepada pelanggan dan sangat kompetitif. Ketika saat V class (maksudnya Victor class) habis maka otomatis akan naik ke kelas bravo. Dan biasanya yang last minute buying, ya dapatnya yang Yankee class. Sering terjadi orang-orang membeli di last minute saat peak season. Tapi ya tiket Garuda tetap dipersepsikan lebih mahal. “Kalau ada perbedaan sekitar Rp 100–200 ribu, saya pikir itu wajar. Cost yang dibayar penumpang kami kembalikan dalam bentuk pelayanan,” jelasnya. Itu tentu berkaitan dengan statusnya sebagai full service airlines, kebalikan dari LCC (Low Cost Carrier). Garuda pun sedang menghidupkan LCC sendiri, Citilink. Anak perusahaan ini akan mendukung rute-rute yang tidak diterbangi induknya, hanya melayani rute-rute pendek. Memang rute Singapura-Makassar belum lama dibuka. Perkembangannya saat ini penuh terus. Yang masih perlu ‘diangkat’ adalah saat low season. Di luar peak season orang banyak datang ke Jakarta. Ini yang masih di analisa. Soalnya, kalau lewat ­Jakarta mereka kan bisa belanja dulu. Penumpang ke Makassar kebanyakan untuk bisnis, untuk liburan kebanyakan dari etnis Cina Singapura. Sebaliknya dari Makassar ke Singapura sebagian untuk berobat selain liburan. “Kita sedang mempelajari menarik mereka datang di luar peak season,” kata Rosyinah. Pertanyaannya kini bagaimana me­ nyiapkan industri pariwisata di sini agar orang yang berkunjung merasa nyaman. Garuda rupanya sudah mengadakan survei bareng dengan orang Singapura ke Makassar. Tujuannya, agar bukan hanya mengambil penumpang orang Bugis yang tinggal di Singapura atau Malaysia. Selain wisata pulang kampung yang dibidik, juga agar menumbuhkan ketertarikan orang Singapura terhadap Makassar. Yang menonjol sebagai obyek daya tarik wisata memang Toraja. Tapi ­variasinya belum sebanyak di Yogya. “Saya berharap teman-teman lain bisa membuat paket-paket seperti pulang kampung, one stop service atau free and easy,” demikianlah harapan VP Eastern Indonesia Region Garuda Makassar ini.

10

Inilah layanan penerbangan dari Makassar, merupakan ‘modal dasar’ kini bagi industri penerbangan dan industri pariwisata untuk memanfaatkan dan mengembangkan bisnis ke arah timur.

Bagaimana ke timur?

Saat ini Garuda berkonsentrasi pada program awal yang belum terealisasi. Contohnya rute ke Sorong dan Manokwari itu tadi. Atau ke Kendari. Mungkin akan menambah flight. Ketika capaian Load Factor sudah maksimal maka otomatis akan menambah frekuensi penerbangan atau membuka rute yang belum dilayani. Pesawat-pesawat baru datang tahun ini, berkapasitas 100 seaters, didesain untuk rute-rute pendek dan bisa masuk ke bandara yang tidak menerima pesawat berbadan lebar. Untuk rute Singapura–Makassar belum ada rencana baru lagi, tapi memelihara berlangsungnya penerbangan. Itu me­ ngandung makna masih harus meningkatkan pemasaran, menambah jumlah pe­ numpang alias meningkatkan Passeenger Load Factor.

Ada satu perkembangan baru lainnya. Diberitakan, Panorama Group membuka kantor pemasaran sejak akhir April 2012, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, melalui anak perusahaannya Panorama Destination. Itu, menurut CEO Panorama Group, Budi Tirtawisata, untuk memasarkan potensi NTB dan Indonesia Timur. Keindah­ an alam timur ­Indonesia me­­­­rupakan potensi pariwisata yang perlu dikelola serius. Disebutnya ­atrak­si wisata Pulau Komodo, Flores, Sum­ba dan Nusa Tenggara Barat. Dia menjelaskan dalam kaitan itu perusahaan tour operator-nya kini telah memiliki tiga kantor ­pemasaran di luar negeri, yaitu di Malaysia, ­Singapura, dan baru saja membuka di Paris, Perancis. “Kami akan membuka kantor di China sebelum akhir tahun ini dan di Thailand, “ kata manager Panorama ini. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Wisata Nusantara

S

tudi tentang Pariwisata Domestik di seluruh Asia-Pasifik telah dijadikan salah satu fokus yang disorot oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UN-WTO) khususnya di Asia Timur, Asia Selatan dan Pasifik. Studi dilakukan bulan Mei yang lalu, penelitian akan diselesaikan akhir tahun ini, tetapi temuan awal telah diungkapkan, dan Imtiaz Muqbil, seorang penulis pengamat pariwisata terkemuka berbasis di Bangkok, menyiarkan saripatinya. Studi itu mencakup sektor pariwisata ­domestik di Australia, Bhutan, Cina, India, Indonesia, Iran, Jepang, Korea, Malaysia, Mongolia, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Kontribusi pariwisata dalam negeri, di­ bandingkan dengan kontribusi pengunjung internasional, mencapai 60% dari total pendapatan pariwisata, tulis studi itu. Memang diperlukan angka yang lebih rinci karena perbedaan dalam metodologi dan sistem akuntansi serta perhitungan yang ‘membuatnya sangat sulit untuk memberikan angka yang tepat, handal dan dapat diperbandingkan’. Laporan itu mencatat bahwa pariwisata Asia telah bertahan dari kesulitan ekonomi, bencana alam dan kejadian akibat buatan manusia seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Wabah Flu Burung dan Manusia (AHI), Tsunami 2004, dan terorisme. Pada saat seperti itu, penelitian mengatakan, “Pariwisata secara umum dan pariwisata domestik khususnya telah bertindak sebagai ‘shock absorber’ yang dapat meredam dampak negatif dari krisis yang timbul. Pariwisata domestik telah menjadi ‘cadang­an’ di beberapa daerah tujuan wisata di Asia seperti Indonesia dan Sri Lanka yang telah diandalkan untuk melindungi produk wisata, terutama akomodasi, karena tidak terpakai dan mengalami kemerosotan. Pada saat yang sama, pariwisata domestik membantu untuk mempertahankan dan memberikan pekerjaan kepada orang-orang yang mata pencahariannya tergantung pada industri ini. Dalam hal volume, pariwisata domestik diperkirakan sekitar 200 juta di India saja, sedangkan di Indonesia dan Sri Lanka, kata studi itu, pasar pariwisata domestik telah mendukung industri pariwisata selama ­periode stagnasi pengunjung internasional. Dicatat pula bagaimana Cina mengambil kebijakan untuk meningkatkan konsumsi guna menangkal dampak dari krisis ekonomi global baru-baru ini. Pada gilirannya, memberikan dorongan kepada pariwisata domestik dengan memberikan berbagai insentif dan menempatkannya pada daftar prioritas dalam kebijakan dan perencanaan. Tujuannya tidak semata-mata ekonomi tapi juga secara sosial, mengingat keseimbangan perkotaan dan pedesaan sedang terancam dengan pertumbuhan yang lamban.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Studi UN-WTO tentang Wisnus

Memperhatikan bahwa pariwisata domes­ tik memberikan manfaat utama bagi UKM, hotel dengan tarif yang relati murah, transportasi jalan dan kereta, penelitian mengatakan bahwa pariwisata domestik akan booming berkat pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan, berkat kelas menengah yang meningkat, sektor swasta yang dinamis dan memperkuat promosi maskapai penerbang­ an serta hotel umumnya. Masalah masa depan yang harus ­ditangani meliputi kemacetan dan konsentrasi ­publik selama musim puncak terutama pada ­situs-situs ziarah, masalah keselamatan dan keamanan, serta standar kesehatan. Hasil penelitian itu mengamati apa yang terjadi di Indonesia. Dinyatakan, insentif dan kampanye promosi telah dilakukan untuk mendorong pariwisata domestik, seperti slogan sukses pariwisata domestik ­Indonesia ‘Pariwisata nusantara’ (Kenali Negerimu), dan upaya Australia untuk merayu penduduknya, terutama para pegawai negeri, untuk meng­ ambil akumulasi cuti mereka dengan berwisata di dalam wilayah Australia sendiri . Rekomendasi ditulis oleh peneliti agar memberikan pariwisata domestik tempat selayaknya mulai dari reformasi administrasi dan kebijakan, partisipasi sektor swasta, in-

vestasi dalam infrastruktur, upaya promosi termasuk penerbitan panduan akomodasi untuk pariwisata domestik, dan memperkenalkan teknologi informasi (seperti situs web multibahasa) untuk digunakan oleh wisatawan domestik.

Pabrik Berjalan

Di Indonesia, di luar dari studi tersebut, nyatanya wisnus tampak tak ‘mundur’ sekalipun mengalami beberapa kali kemacetan lalu lintas, kadangkala dalam deretan kenda­ raan bermotor yang berkilometer panjangnya, sekian jam lamanya. Di tengah kota dan di pusat-pusat kuliner atau belanja, wisnus berdesakan. Atau berpacu satu sama lain memenuhi tempat-tempat hiburan rekreasi. Selain tentu saja, di pegunungan, danau, pedesaan ada pula yang melenggang menikmati indahnya alam dan sejuknya udara bebas. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Ne­ geri, Faried Moertolo, memberikan metaphor lain: para wisnus itu bagaikan ‘pabrik-pabrik kecil yang berjalan’. Apa maksudnya? Ya, para wisnus itulah yang menghasilkan lapangan kerja, lapangan usaha, seakan menjadi pabrik uang yang produksinya diberikan kepada masyarakat. Pabrik-pabrik kecil yang berjalan-jalan, hmm. n

11


Promosi Luar Negeri Ajang bernama ‘Et Cetera’ 2012

I

ni promosi seni budaya Indonesia dilakukan oleh kalangan muda, para mahasiswa yang tergabung dalam PPIA (Persa­ tuan Pelajar Indonesia Australia) di Melbourne. Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, KJRI Melbourne, dan Garuda Indonesia setempat, mereka menggelar pagelaran seni musik dan tari tradisional Indonesia untuk menarik minat warga Australia maupun Indonesia yang berada di Melbourne.

Pertunjukan Musik dan Budaya tersebut bertajuk Et Cetera 2012 yang diselenggarakan tanggal 25 April 2012 di Melbourne Convention and Exhibition Centre, Australia. Disuguhkanlah di situ tarian dari Sabang sampai Merauke, musik gamelan, dan penampilan musik dari Trio Lestari (Tompi, Glenn Fredly dan Sandy Sandoro ). Selain pemberian Door Prize dan penyebaran bahan informasi pariwisata, stasiun TV SCTV meliputnya untuk meluaskan promosi Wonderful Indonesia. Sekitar 1500 tiket terjual habis pada penyelenggaraan event ini. Hasilnya akan disumbangkan kepada masyarakat Indonesia yang kurang mampu atau terkena bencana alam. n

Dan INDOFEST 2012

S

elama satu hari pada tanggal 1 April 2012, sekitar 15.000 pengunjung warga negara asing dan Indonesia yang sedang berada di kota Adelaide, Australia, memadati area penyelenggaraan Indofest 2012 di Rymill Park, di kota itu. Kegiatan ini menyedot pengunjung karena berbagai suguhan acara Cultural Per­formance yang khas, selain workshop, dan parade kebangsaan berupa pawai kesenian Kuda Lumping dan Reog Ponorogo. Tentu saja selain promosi pariwisata berupa distribusi brosur, bazaar makanan khas Indonesia dari beberapa daerah, melengkapi kemeriahan acara. Event ini sukses, didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk Sydney, Indonesian Investment Promotion Centre (IIPC), Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), Flinders Asia Centre, Austraining International, dan Indonesian Teachers Association. n

12

Lagi, Diving

K

embali, untuk promosi paket wisata menyelam, Kemenparekraf berpartisipasi pada even ADEX (Asia Dive Expo). Pameran ini khusus mempromosikan paket wisata diving. Sebanyak 94 peserta dari 4 negara ikut serta pada ajang yang berlangsung tanggal 13–15 April 2012 di Marina Bay Sands, Expo and Convention Centre, Singapura. Kali ini Kemenparekraf memfasilitasi 11 (sebelas) in­dustri dengan transaksi penjualan keseluruhan sekitar 290 pax dengan nilai sekitar Rp 1,15 ­miliar. Pada pameran yang menyedot perhatian sekitar 15.000 pe­ngunjung ini, dapat diketahui destinasi yang menjadi favorit, yakni Lembeh lalu Bali, Bunaken, dan Raja Ampat. n

Marine Diving Fair

A

dalah yang pertama kali bagi Indonesia, difasilitasi oleh Kemenparekraf berpartisipasi pada Marine Diving Fair ke-4 di Ikebukuro Sun Shine City Convention Center, Tokyo, Jepang. Pameran ini merupakan kegiatan consumer show terbesar di Asia yang khusus mempromosikan resor, produk dan destinasi wisata meneyelam. Kegiatannya sendiri berlangsung pada tanggal 6 – 8 April 2012, diikuti oleh 200 exhibitors dari 49 negara dan dikunjungi oleh 52.000 orang. Peserta yang ikut berpartisipasi adalah: Maldives, Palau, ­Tahiti, New Caledonia, Mexico, Australia, Thailand, Indo­nesia, Filipina, Malaysia, Mesir, Kroasia, dan ne­gara lainnya. Industri yang berpartisipasi di luar booth Indonesia tampak ramai sekali dikunjungi peminat, yaitu yang dilaksanakan oleh pengusaha Jepang yang menjual wisata bahari Raja Ampat, ­Komodo, Wakatobi, Lembeh, Buna­ ken, dan wisata laut lainnya. Keikusertaan Indonesia dengan 4 booth, telah mendapat penghargaan Dive & Travel Awards 2012, Reader’s Choice The 10th Prize Best Diving Area, Overseas. Selain itu dari lima perusahaan yang berpartisipasi atas ­koordinasi Kemenparekraf menyatakan dapat ‘pembelian’ dari sekitar 1920 wisman, dengan perkiraan pendapatan sekitar Rp16,5 miliar. Selain promosi ini, khusus wisman dari Jepang diharapkan akan mengalami peningkatan dengan dibukanya jalur penerbangan baru Haneda–Denpasar–Haneda”. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


On Line Indonesia

Membuka dan Memanfaatkan

indonesia.travel W

eb www.indonesia.travel telah empat tahun diluncurkan. Kini tugasnya mempromosikan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Ya di situ terkandung tambahan tugas baru. Maka informasi destinasi akan diperkaya dengan berbagai aspek daya tarik wisata, namun dengan fokus kekayaan dan keanekaragaman kebudayaan pada destinasi tersebut, dan keterkaitannya dengan ekonomi kreatif. Untuk menjadi media referensi utama berbagai informasi pariwisata Indonesia, haruslah akurat dan up to date, maka web ini pun akan meningkatkan kuantitas serta kualitas informasi pariwisata yang disebarluaskan, pada akhirnya untuk men­­dukung pencapaian target kunjungan wisman dan pergerakan wisnus. Jadi bisa disebut web ini merupakan Penghubung atau ‘hub’ antara wisatawan, stakeholder pariwisata dan pemerintah. Menurut Esthy Reko Astuti, ­Direktur Pencitraan Indonesia Kemenparekraf, pengelolaan web indonesia.travel saling ­ter­integrasi antara pengelolaan teknis server, akses, jaringan, CDN (Content ­Delivery Network), webserver, database dan keamanan sistem. Demikian pula pengelolaan muatan, interface (desain antar muka), serta fiturfitur penunjang lainnya termasuk me­ ningkatkan kualitas situs, baik dari sisi tampilan maupun navigasi. Muatan selalu diperkaya dan dimutakhirkan melalui desain serta fitur-fitur yang memperkaya ­informasi pariwisatanya. Selain itu, intensif pula dilakukan promosi melalui media online internasional dan nasional dan kegiatan offline. Contoh­ nya dipasang banner pada berbagai situs po­puler; mengoptimalkan penggunaan SEO (search engine optimization), SEM (search ­engine marketing), pemanfaatan media sosial serta kampanye offline melalui kerja sama dengan merangkul komunitas blogger. Hasilnya, komunitas yang tergabung dalam situs media sosial sampai saat ini untuk facebook tercatat friend 5.175 dan fans 39.276. Sedangkan di twitter tercatat 30.040 follower. Web yang digandeng bekerja sama ialah antara lain website jalan sutra, indobackpacker, sahabat museum, komunitas historia,

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Esthy Reko Astuti

pecinta kereta api, kompasiana, travel junkie, nusantara beta, kaskus travel, dan lain-lain. Berkat kerja sama tersebut sejak tahun 2011 hingga saat ini, rata-rata 4.500–5.000 pengunjung masuk ke web Indonesia.travel setiap hari. Ketika ditampilkan program khusus seperti quiz online, bisa mencapai 20.000 pengunjung per hari. Maka di tahun 2011 tercatat 1,2 juta lebih visitors. Lihatlah data ini :

Pengunjung pada Indonesia.travel : Tahun 2008 2009 2010 2011

Visits Pageviews Visitor 85,000 150,000 65,000 180,236 563,858 151,393 340,140 1,269,997 278,165 1,748,607 8,427,960 1,277,188

Pengunjung berdasarkan Negara pada Indonesia.travel : Negara Persentase Indonesia 34.0 % India 20.7% Pakistan 12.0% China 7.1% United states 4.9% Singapore 3.6% Thailand 2.8% United United Kingdom 2.7% Germany 2.6% Malaysia 1.4% France 1.4%

Di balik keberhasilan telah dijalani tantangan yang tiada henti, sebagian besar pada kegiatan pengelolaan muatan, ka­ rena banyaknya jumlah, keanekaragaman daya tarik serta destinasi wisata Indonesia. Itu ditambah lagi dengan perlunya berbagai informasi pendukungnya (termasuk event pariwisata). “Kami berusaha terus untuk selalu menyediakan informasi yang mutakhir melalui koordinasi dengan berbagai pihak, baik di internal Kementerian, instansi daerah terkait, serta berbagai pihak lainnya,” jelas Esthy. Terus, bagaimana tahun berikutnya? Melanjutkan menyelaraskan pemutakhiran informasi sesuai dengan arahan Menteri Parekraf yang tertuang pada Renstra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2010–2014. Itu adalah dasarnya. Pemutakhiran informasi terfokus pada 13 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yang tersebar pada KPPN/KSPN (Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Bersamaan itu mensosialisasikan informasi, mengkampanyekan mengenai tujuh klasifikasi wisata minat khusus yakni: 1.Wisata Budaya dan Sejarah; 2. Wisata Alam dan Ekowisata; 3. Wisata Olah Raga Rekreasi (menyelam, selancar, kapal layar, treking, dan mendaki, golf, bersepeda, marathon, hash); 4. Wisata Kapal Pesiar; 5. Wisata Kuliner dan Belanja; 6. Wisata Kesehatan dan Kebugaran; dan 7. Wisata Konvensi, Insentif, Pameran dan Even. “Lain dari itu, juga akan berkoordinasi dengan berbagai travel portal internasio­ nal dan nasional. Website ini akan memudahkan wisatawan/calon wisatawan dalam merencanakan, membeli paket-paket wisata ke berbagai destinasi di Indonesia, melalui jaringan online ini,” tambah Esthy. Agar penyebaran lebih agresif, kini sedang dikembangkan kerja sama ­dengan komunitas dunia maya seperti facebook, twitter, juga website asing pariwisata, antara lain ETN, TTG, Trip Advisor, dan lain-lain. Semuanya dengan tujuan menggrab masyarakat sebanyak mungkin seraya mempromosikan Indonesia. Bentuk kerja sama dengan website se­ perti ETN adalah dengan memasukkan link www.indonesia.travel di website ETN, dan memanfaatkan email blast ke qualified subscriber-nya. Jadi dengan kerja sama ini maka berita yang diterbitkan di web indonesia.travel dapat dibuka oleh pembaca ETN yang tersebar di seluruh dunia.

Semakin dilengkapi

Bukalah salah satu bagian dari infor­ masinya. Misalnya Taman Nasional Tanjung Puting. Akan disajikan informasi

13


On Line Indonesia mengenai kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di sana, selain informasi akomodasi, belanja, berkeliling, transportasi sampai tips saat berkunjung. Selain itu disediakan link untuk masuk ke informasi Kalimantan Tengah di mana Taman Nasional ini berada. ­Content-nya terdiri dari keterangan mengenai ­Kali­mantan Tengah secara umum, termasuk sejarah, transportasi, masyarakat dan budaya, kuliner juga alamat dan nomor telepon kantor ­Dinas Pari­ wisatanya. Tuti Sunario, salah seorang editor bahasa Inggris website ini, menjelaskan, dulu prioritasnya hanya memuat famous desti­nation saja, namun akan dilengkapkan dengan setiap daerah di Indonesia, akan dimuat secara bertahap. “Apalagi bila daerah tersebut terkait dengan berita besar yang sedang ramai dipublikasikan, baik nasional atau internasional pasti akan ditayangkan di web,“ kata Tuti. Di kesempatan itu akan dimuat profil daerah secara lengkap sehingga langsung dipromosikan aspek p ­ ariwisatanya. Jadi bila satu berita terkait dengan satu destinasi maka tidak hanya beritanya yang muncul, namun profil daerahnya berikut informasi yang dibutuhkan untuk berkunjung ke daerah tersebut juga akan tersedia, dengan kemunculan link. Coba pula klik ke salah satu destinasi yang terkenal seperti Yogyakarta. Bagian content yang diangkat selain berisi informasi umum daerahnya, juga akan tampil data alamat dan nomor telepon akomodasi, restoran, sehingga pembaca dapat langsung berhubungan ke tujuan yang diinginkan. Indonesia, ribuan pulau, berbagai destinasi dan budaya, itu saja sudah menuntut perlunya diakomodir informasi seleng­kap mungkin dari setiap destinasi wisata yang ber­ karakter berbedabeda.

14

Tanggapan

D

i Indonesia, masyarakat semakin ramai mencari info untuk kebutuhan mempersiapkan perjalanan wisata, setidaknya tercermin dari daftar ‘kata kunci terhangat, atau dikenal sebagai ‘trending topics’, begitu kita masuk di Yahoo!Indonesia. Menjelang akhir Juni 2012, terlihat daftar ini:

Maka jelas amat berbeda kalau diban­ dingkan dengan negara kecil misalnya Singapura. “Sehingga content-nya tidak sekompleks web kita,” jelas Tuti. Web ini dapat diakses dalam delapan bahasa termasuk bahasa Rusia. Pilihan berita dan penyajiannya tidak disamakan untuk pembaca bahasa Inggris dan Indonesia. Untuk pembaca bahasa Inggris berita­ nya dipilih sesuai dengan karakter english reader. Jadi bila satu berita layak untuk dimuat untuk segmen orang asing, belum tentu dibuatkan versi bahasa Indonesia­ nya dan sebaliknya. Juga sudah disesuaikan bagi pemakai gadget terkini, agar dapat diakses dengan mudah misalnya dengan Iphone, Black­ Berry, dan lain sebagainya. Rencananya tahun depan, akan didalami kerja sama menggiatkan bahasa Mandarin, ini terkait dengan beralihnya fokus pasar Eropa, yang saat ini dalam keadaan krisis, berpindah ke Asia. Dengan segala keunggulannya, di te­ ngah dinamika dan serunya persaingan bisnis melalui dunia cyber, web ini juga efektif berfungsi menjadi pelengkap tools promosi pariwisata Indonesia yang selama ini diproduksi, seperti brosur, buku-buku, leaflet, dan sebagainya. Al hasil, ya tugasnya membangun pencitraan bangsa, “Wonderful Indonesia”. n

‘Kata Kunci Terhangat’ : 4Singapore Hotel 4Hotel Bali 4Hotel Jakarta 4Hotel Yogyakar... 4Hotel Bandung 4Lombok 4Euro 2012 4Batam 4Camera Dslr 4Tiket Pesawat Itu mengindikasikan selama musim liburan Juni–Juli 2012, masyarakat Indonesia pun mencari info melalui internet. Dan itu mengindikasikan pula destinasi yang populer diminati khalayak. Mari mengikuti lebih lanjut apa yang terjadi. Sebuah Penelitian Preferensi Konsumen dilaksanakan oleh Maritz Poll di Amerika Serikat bulan April 2012. Hasilnya menunjukkan konsumen sangat ­ingin suara mereka didengar oleh perusahaan melalui web. Angkanya menunjukkan 85% konsumen sangat senang ketika perusahaan menanggapi komentar mereka secara terbuka di forum online dan media sosial. Metodologi yang digunakan dalam Studi Pre­ ferensi Konsumen yang dilakukan 18–22 April, 2012 itu dengan jalan menghimpun tanggapan ­terhadap panel online dari 1.400 responden. Kuesioner difokuskan pada tiga bidang utama: kesadaran, penggunaan dan preferensi mekanisme umpan balik konsumen; kesadaran dan pendapat atas kegunaan lain dari analisis web, dan demografi. Penelitian itu menunjukkan bahwa ­pelanggan yang menerima tanggapan melalui komentar pu­blik menyambutnya dengan sangat positif. Seba­nyak 27 persen menyatakan ‘senang’ atas tanggap­an terha­ dap umpan balik mereka di hadapan publik, diban­ dingkan dengan hanya 6 persen yang ‘senang’dengan tanggapan langsung. Hanya dua persen dari responden menunjukkan ‘tidak senang’ dengan respon yang disajikan di ruangan komentar publik. Studi penelitian Maritz ini melihat dari dekat kesadaran dan kesukaan konsumen terhadap berbagai penggunaan informasi online oleh perusahaan. l Delapan puluh empat persen konsumen lebih me­nyukai menggunakan informasi online untuk membantu pelanggan yang tidak puas. l Tujuh puluh lima persen mendukung menggunakan informasi online untuk ­menggalang pemahaman tentang apa yang ­dipikirkan konsumen

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Persaingan On Line

Terbuka di Publik On Line mengenai produk perusahaan. puluh persen menggunakannya untuk mema­ hami produk-produk para pesaing serta memanfaatkan statistik web untuk meningkatkan kehadiran perusahaan secara online. l Enam puluh delapan persen dari konsumen mendukung informasi yang digunakan untuk memahami apa yang dipikirkan konsumen tentang produk ­perusahaan. l Enam puluh persennya mendukung informasi yang digunakan untuk memahami apa yang dipikirkan oleh konsumen atas produk pesaing. l Tujuh

Penelitian itu juga dapat memberi gambaran tentang masa depan kontak pelanggan yang menunjukkan bahwa metode kontak konsumen yang disukai berhubungan erat dengan usia. Semua kelompok umur masih lebih suka metode umpan balik langsung, konsumen dewasa muda semakin memilih umpan balik melalui ruangan publik secara online, dimana 33 persen dari kelompok konsumen usia termuda (18 sampai 24 tahun) lebih memilih metode umpan balik publik dan 28 persen dari mereka secara khusus mendukung facebook. Semakin muda usia konsumen, semakin besar kemungkinan mereka lebih memilih umpan balik langsung di publik daripada metode umpan balik langsung ke pribadi. “Kita tahu bahwa perusahaan-perusahaan semakin membutuhkan dan ingin memahami peran metode umpan balik publik online,” ujar Jim Stone, wakil presiden eksekutif inovasi dan ilmu pemasaran untuk penelitian Maritz. “Kami berharap kami akan terus melihat lebih dekat kesenjangan antara preferensi metode umpan balik langsung dan umpan balik publik karena generasi muda pada hari ini kelak akan menjadi konsumen dewasa. Me­reka akan semakin berharap untuk menggunakan forumforum publik online dan media sosial untuk memberikan umpan balik kepada perusahaan tentang produk, layanan dan pengalaman. Dan mereka akan mengharapkan perusahaan-perusahaan itu akan mendengarkan dan menanggapi umpan balik mereka. “

Di Afrika Kini

Di Afrika pun beberapa Negara dan masyarakatnya dewasa ini tampak kencang mengejar ketertinggalan. Pada tahun ke-4 (2012) diselenggarakannya E-Tourism Africa Summit, yang disponsori oleh Badan Pariwisata ­Afrika Selatan dan badan Pariwisata Cape Town, diberitakan meraih sukses besar dengan sekitar 300 orang menghadiri pertemuan puncak dua hari di Cape Town International Convention Centre pada tanggal 15–16 Maret 2012. Di hari kedua konferensi, para delegasi ditawarkan menghadiri seminar sehari penuh tentang praktek pariwisata online atau berinteraksi dengan para spesialis e-marketing. Sesi panel mencakup diskusi mendalam tentang peran baru online bagi para manajer destinasi, agen perjalanan, operator tur, pengelola kebun binatang, dan maskapai penerbangan, yang semuanya dimoderatori oleh para pakar internasional terkemuka. Di antaranya

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

adalah Sally Broom, CEO dan Pendiri Tripbod.com, presentasi menarik dari Trip Advisor, Expedia, dan Google, yang memberikan banyak wawasan baru yang menunjukkan bagaimana orang-orang memesan dan memutuskan perjalanan mereka secara online. CEO Badan Pariwisata Cape Town, Mariette du Toit Helmbold, mengatakan, “Dalam dunia di mana lebih dari 95% dari riset perjalanan dan lebih dari setengah dari pembelian perjalanan dilakukan secara online, sangat penting bagi pemain pariwisata untuk tahu bagaimana terlibat secara aktif dengan—dan mendengarkan— pelanggan potensial. “Sebagai daerah tujuan, Cape Town telah meningkatkan profil pemasarannya dan keberadaannya secara online. Grup kami di facebook, I ♥ Cape Town, sangat populer sebagai salah satu kelompok terbesar di antara penggemar destinasi di dunia, kami memiliki blog reguler, kompetisi Flickr, dan jadwal perjalanan dalam web yang semuanya merupakan bagian dari solusi komunikasi. Kita harus memastikan bahwa kami memiliki tujuan yang akan populer dan terhubung ke wisatawan baru di dekade berikutnya. Tentu saja E-Tourism Africa Summit tahun ini memberi kita banyak wawasan baru yang segar, dan sebagai sebuah industri, banyak peluang dan contoh bagaimana kita dapat menciptakan masa depan yang lebih kuat dan lebih berkelanjutan di sektor pariwisata. “ William Price, Manajer Marketing Global Badan Pariwisata Afrika Selatan mengatakan bahwa E-Tourism Africa Summit adalah kesempatan besar bagi sektor pariwisata untuk mengejar semua teknologi online terbaru dengan mengatakan: “Saya percaya bahwa sektor pariwisata ­Afrika Selatan memiliki pemahaman tentang kekuatan pemasaran online jauh lebih besar. Baik informasi dari presentasi maupun Buku Teks Pariwisata Online, saya merasa bahwa pasar kami akan jauh lebih siap untuk berubah dan memanfaatkannya dengan pindah ke online. Pasar kami memiliki beberapa tujuan terkaya, paling beragam, dan dramatis di planet ini dan dunia web tak terbatas untuk menceritakan kisah-kisah kami. “

Di Jepang, penjualan lewat internet diperkirakan akan terus tumbuh. Konsumen ini akan menjadi lebih percaya diri dalam membeli produk perjalanan dan wisata secara online, karena situs perusahaan travel menjadi lebih canggih, lebih aman dan lebih mudah digunakan. Transaksi melalui internet diharapkan meningkat 70% secara konstan dengan proyeksi hingga ¥ 869 miliar pada tahun 2013. Ini akan setara dengan 12% dari total penjualan. Tetapi, kendati penetrasi internet meluas ke rumah tangga, banyak konsumen yang online hanya untuk mengumpulkan informasi pada hari libur mereka atau membuat rencana liburan. Kebanyakan dari mereka tidak membeli produk secara online. Pelanggan umumnya merasa bahwa ritel perjalanan tradisional lebih dapat diandalkan, terutama untuk produk perjalanan luar negeri yang mahal. Selain itu juga banyak orang Jepang yang tidak suka menggunakan kartu kredit untuk pemesanan online demi alasan keamanan.

Di Eropa

Australia

Pada tahun 2013, penjualan internet diharapkan mencapai 69% di bidang transportasi udara, 49% dari penyewaan mobil, 48% dari pangsa penjualan hotel, dan 48% dari penjualan ritel perjalanan. Pertumbuhan akan ditopang oleh kenaikan terus-menerus dalam jumlah konsumen Jerman dengan akses internet broadband dan keakraban lebih besar dengan situs yang menjual produk pariwisata. Dan, tumbuh kebiasaan menggunakan internet bukan hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga untuk melakukan pembelian.

Jepang

Warga Australia, karena keakraban dan tingkat penyerapan internet yang tinggi, biasanya meneliti lebih dahulu pilihan mereka secara online sebelum datang ke agen perjalanan. Lebih lanjut, dengan sejumlah besar informasi yang tersedia bagi wisatawan online, warga Australia semakin mencari lokasi-lokasi yang lebih eksotis, dan ini menginspirasi mereka untuk bepergian ke lokasi di mana diperlukan penggunaan agen perjalanan untuk mengatur liburan mereka. n Dari beberapa sumber

15


Pemasaran Destinasi

Kemajuan di Makassar

D

i terminal kedatangan bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tampak 12 konter taksi melayani ramainya penumpang yang baru tiba, kendati di sekitarnya tetap tersedia ojek dan taksi liar. Bandara ini grade-nya sudah naik bukan hanya di Indonesia, mungkin juga sampai di tingkat Asia. Misalnya dibandingkan dengan bandara di Guangzhou, Cina, Makassar ini lebih bagus. Masalahnya adalah pelayanan belum maksimal. Himpunan masyarakat Sulawesi Selatan di Kaltim belum lama menyampaikan keluhan, ssuara pengumuman publik di terminal keberangkatan kerap kurang jelas terdengar, tidak diinformasikan me­ ngenai pesawat terlambat, dan keluhan semacamnya. Bagaimana kemajuan konsep Makassar and Beyond? Riwayatnya, bermula dari ide merencanakan Visit Makassar Year 2011. Kemudian Walikota Makassar bersama jajarannya dan Makassar Tourism Board (MTB) me­nemui untuk menyampakan pada ­Wamen (pada waktu itu Dirjen Pemasaran Pariwisata) Sapta Nirwandar; mempresentasi­ kan program Visit Makassar Year 2011. Sapta menyatakan duNico B Pasaka kungan, malahan memberikan statement janganlah hanya sampai tahun 2011 tetapi dikonsep menjangkau tahun 2011–2014 and beyond. “Beyond-nya ini yang kami rasakan, terutama bagi saya dari swasta yang diperbantukan sebagai konsultan di pemerintah, itu menjadi tantangan bagi kami. And beyond-nya ini menjadikan kota Makassar di provinsi sebagai alat perekat yang berfungsi sebagai distribution point. Kota ini berfungsi sebagai alat perekat bagi seluruh kabupaten-kabupaten di Sulsel dan sampai seluruh wilayah Indonesia timur. Artinya promosi ini bukan hanya untuk mempromosikan destinasinya tapi justru produknya. Sebagai badan promosi Makassar,

16

Bandara Makassar, terminal keberangkatan internasional

tentunya yang saya dahulukan adalah Makassar,” kata Nico B Pasaka, Direktur Eksekutif Makassar Tourism Board (MTB) Dengan melaksanakan program Visit Makassar 2011, kemudian diundanglah in­ dustri dari Bali, dilaksanakan famtrip untuk travel agent sebanyak 32 orang. Kemudian famtrip dari Cina, airlines Singapura, dan dari Jepang. Kemudian terjadi kenaik­an wisatawan dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang tergolong luar biasa. Keseluruhan wisatawan domestik di­lihat dari okupansi hotel dalam dua tahun terakhir ini meningkat sampai 35%. ­Sedangkan turis asing meningkat sekitar 12-15%. Ini berarti Visit Makassar Year sudah dirasakan manfaatnya dan efektif. Selanjutnya, Visit Makassar Year (VMY) merupakan alat untuk mensukseskan Visit South Sulawesi (VSS) 2012. VSS ini bertujuan mempromosikan seluruh Sulsel. Menurut Nico, VSS ini gebrakannya cukup besar. Tapi menurut dia pula, sasarannya kurang jelas. Beberapa macam kegiatan diselenggarakan selama VMY 2011. Contohnya even terjun payung, tujuannya bukan hanya mempromosikan Makassar tapi juga Sulsel. Bagi kalangan industri hotel dan biro

perjalanan khususnya, yang dijual tentulah produknya, bukan destinasinya. Dengan kata lain, obyek dibangun oleh pemerintah dan industri menjual produk wisata berupa paket. VMY, setelah diselenggarakan famtrip pelaku bisnis dari Bali, kunjungan wisatawan meningkat cukup signifikan. Agen-agen di Bali mentransfer wisatawan langsung ke Makassar dengan daya tarik adanya Trans Studio. Dari Surabaya, dari Jateng, Kalimantan, Bali dan Indonesia timur pun berdatangan. Belakangan ini, dengan dibukanya Trans Studio di Ban­ dung, pengunjung dari Jawa tampak meng­alihkan tujuan. Nico Pasaka yakin, dua ikon Makassar, salah satunya adalah distribution point untuk kawasan timur Indonesia, Makassar telah menjadi pusat pengembangan wilayah Indonesia timur. Yang kedua, ikon Trans Studio—indoor­ ­entertainment park terbesar di Asia Teng­ gara ini—sekaligus menjadi alat bantu mempromosikan Makassar. Kenapa Makassar menjelma jadi punya peringkat? Kota ini sedang digerakkan menjadi kota budaya, menurut Nico pula. Walaupun etnis utama di Sulsel ini ada empat, yaitu Toraja, Makassar, Mandar, dan Bugis, tapi etnis lain seperti Ambon, Batak, Minang, dan lain-lain membuat kota ini multietnis. Makassar kini dikunjungi sebagai kota shopping bagi orang-orang dari Papua.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Pemasaran Destinasi

Sejumlah turis Eropa mengunjungi Benteng Rotterdam, obyek wisata bersejarah yang terkenal di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketika mereka berbelanja ke Jakarta di Tanahabang atau Mangga Dua, membeli tas dengan harga Rp 35 ribu, barang yang sama dijual di Makassar seharga Rp 45 ribu. Berbeda lebih mahal Rp 10 ribu, tapi di Papua mereka bisa menjualnya Rp 150 ribu. Kalau hanya mau shopping atau bisnis, ya lebih baik di Makassar. Pemerintah kotanya ingin menjadikan kota ini ‘kota dunia’. Alasannya, Makassar itu pernah jaya pada abad ke XVI–XVIII, sebagai bandar terbesar di Asia Tenggara. Kini sebagai bandar terbesar di Indonesia timur. Dulu perdagangan ekspor dari ­Indonesia timur harus melewati Surabaya. Tapi sekarang tidak lagi. Makassar pun sudah mulai menjadi kota MICE keempat di Indonesia. Tantang­ an berikutnya terletak pada kenyataan even-even di Makassar belum menjangkau skala internasional. Umumnya masih lokal dan nasional. Tapi indikasi yang nyata adalah tingkat hunian hotel meningkat terus. “Benar, Makassar sekarang mulai keku­ rangan kamar hotel,” menurut Nico. Syukurnya, tahun ini akan bertambah sekitar 12 ribu kamar. Itu akibat tuntutan dari kegiatan-kegiatan MICE. Kegiatan MICE dan even-even diadakan bukan saja untuk mempromosikan Makassar. Salah satu alasan utama dengan lokasi­ nya berada di tengah, orang dari Medan tidak perlu terbang ke Papua, orang dari Papua pun bisa datang ke sini dengan mudah dan lebih efisien. Berarti juga Makas-

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

sar bisa menyediakan tingkat harga yang bagus untuk mengadakan kegiatan. Banyak instansi yang mengatakan harga hotel di Makassar masih masuk dengan budget kegiatan mereka.

Ke Skala Internasional

manakala race yang dari Australia dipertemukan dengan Sandeq di Makassar. Sebenarnya, menurut Nico, “Bisa di­ bicarakan oleh Pemprov Sulbar, agar me­ ningkatkan Sandeq menjadi even internasional.”

Dari perkembangan tersebut, timbullah tantangan, VSS itu sejatinya menjurus kepada kegiat­ an yang menjangkau internasional. Salah satu contoh, ajang lomba pe­rahu tradisional Sandeq yang sebenarnya sudah terkenal, rute lombanya berasal dari ­Mamuju, Sulawesi Barat, finishnya di Makassar. Itu perlu tetap dipertahan­kan, kegiatan dari Sulbar berpadu dengan Sulsel atau kota Makassar. Demikian juga lomba yacht Seascreen dari Darwin, Australia–Ambon, Maluku–Makassar, Sulsel, perlu dipelihara bahkan dikembangkan. Lomba perahu Sandeq diadakan tiap tahun, berangkat dari Mamuju, Sulbar melewati beberapa kota, lalu finish di Makassar. ­Alangkah hebatnya Cover Story PI edisi 10 tahun 2010 tentang Makassar.

17


Pemasaran Destinasi Maksudnya, tentulah berimbas juga menjadi kegiatan Makassar. Selama ini, Disparbud Kota Makassar memang memanfaatkannya dengan mendukung acara penyambutan dan welcome dinner. Bagaimana dengan Toraja? Kabupatenkabupaten yang dilintasi wisatawan dari Makassar menuju Tana Toraja diharapkan juga mendapatkan manfaat. Perjalanan darat dari Makassar ke Toraja memakan waktu sekitar delapan jam. Perjalanan darat sedemikian bagi wisatawan menciptakan ‘idle time’ sampai ‘boring’, maka sejatinya perlu diciptakan ‘stop over’ di dua atau tiga lokasi, di mana wisatawan bisa dilayani dengan kegiat­ an ‘tourist spots’. Itu bisa makan minum, peninjauan ‘kehidupan dan seni budaya lokal’, berpotensi pula ‘membeli suvenir’, dan seterusnya.

Bandaranya Berpacu Lari Lebih Kencang

A

da lagi yang baru di kota ini. Sedang dibangun hotel bandara, sekarang ­under construction dan direncanakan selesai ­akhir tahun 2012 ini, sekaligus launchingnya. Kapasitas 132 kamar. Itu nantinya berupa budget hotel dan managemennya akan dipegang oleh grup Accor. Yang tersedia hingga sekarang berupa home stay. Lalu, datang lagi satu konsep baru. Apakah itu? General Manager bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rachman Syafrie, tampak bahagia sekali mengungkapkan bagaimana “Kita sedang mengarah ke airport city. City airport artinya di dalam kota ada airport-nya. Tapi kalau airport city itu artinya ada kota dalam airport, maksudnya apa saja yang ada di kota ada di dalam bandara ini. Itemnya banyak ada leisure, business center, ada rumah sakit, dan sebagainya. Jadi akhirnya konsep kita seperti mal. Sebenarnya konsep di Changi, Singa­ pura seperti itu juga. Kita juga kan sudah mulai di sana ada Starbucks, Polo dan international branded outlets.” Ke depannya dibangun restoran di area luar bandara. Manakala pengunjung datang ke airport bersama keluarga, mereka

18

Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Makassar.

bisa juga santai-santai di sini. Jadi, airport kebersihan dari seseorang atau sebuah melakukan bisnis seperti bisnis melakukan ­keluarga bisa dilihat dari toiletnya. Tapi, bisnis. Spektrumnya nanti akan luas, ­banyak bagaimana penerbangan langsung dari hal bisa dilakukan di airport, tidak cuma se- luar negeri ke Hasanuddin? Maskapai AirAsia ke Makassar sudah bagai tempat naik turunnya ­pesawat. dioperasikan oleh AirAsia Tidak berhenti sampai Indonesia. Silk Air pernah di situ. Konsep yang ­lebih terbang tapi sudah berhenti. besarnya lagi adalah aerotro­ Itu juga menjadi tantangan, polis. Di aerotropolis inilah harus meyakinkan kepada peran besar peme­rintah unoperator luar negeri bahwa tuk melakukan dalam radipenumpangnya akan nyaus 20 km dari letak bandara man berada di Makassar. Beitu ada blok bisnis, ada blok lum ada rencana maskapai trade zone, blok industri, pener­bangan internasional sekolah yang terkenal, blok lain masuk ke Makassar. residensial, blok mal dan seSaat ini rute internasio­ bagainya. Itu menjadi tugas nal diterbangi oleh Garuda pemerintah untuk memfa­ ­Indonesia ke Singapura dan silitasi akses bisnis yang Rachman Syafrie AirAsia ke Kuala Lumpur. mem­butuhkan kecepatan. Dari bandara Makassar para Bandara Hasanuddin ke deoperator penerbangan melayani 32 tujuan pannya harus seperti itu. Baiklah sekarang baru sampai tahap domestik dan dua tujuan internasional. airport city karena kemampuan memang Dari dua rute internasional itu, terlihat cukup banyak wisman, ada yang dari Jerman, baru sebatas radius 7 km dari bandara. Hubungannya dengan pariwisata? Ban- Belanda, dan sebagainya. Nah, ini satu tantangan baru lagi. Kapadara jelas membutuhkan destinasi untuk sitas bandara sebenarnya untuk melayani menarik traffic. Dari sudut pariwisata, image pertama tujuh juta penumpang per tahun. Tahun yang dibangun ada di bandara. Dari situ- 2011 sudah mencapai 7,5 juta. Artinya lah, dari ekspektasi pengunjung, terutama sekalipun baru beroperasi tiga tahun sejak yang baru pertama kali datang ke sini, 2008 tapi kini langsung harus segera meke Makassar, image-nya sudah terbangun mikirkan pengembangannya, bersiap kemdengan diwakili oleh bandaranya. Setelah bali membangun terminal tambahan baru. itu yang harus diperhatikan adalah arus Bandaranya berpacu lari kencang mengeinformasi, sesudahnya perlu kemudahan jar pertumbuhan jumlah penumpang. Kenaikan jumlah penumpang penerakses menuju destinasi wisatanya, layak atau tidak, dan lain-lain. Itu disadari oleh bangan di sini rata-rata per tahun 15–17%. Penumpang transit di bandara ini berkisar kalangan manajemen bandara sekarang. Di bandara Makassar diakui, memang 30% dari total lalu lintas penumpang. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Industri Kreatif

“S

aya masih ingat nenek saya memintal benang di rumah, waktu saya masih kecil,” kata Budi Raharjo, seorang pekerja pertanian di Kecamatan Wedi, Klaten, menggambarkan suasana sekitar dua puluh tahun lalu. Klaten adalah sebuah kabupaten yang terletak di antara dua raksasa Jawa bagian Selatan: Surakarta dan Jogjakarta. Bisa dicapai kurang dari satu jam, dari Surakarta maupun Jogjakarta: jantung kembar kebudayaan nan adiluhung para ningrat Jawa. Posisi geografis di antara dua raksasa budaya ini menguntungkan Klaten. Hasilnya, orang-orang rajin yang aktif menjadi perajin, dan terus aktif, sampai tua. Tak perlu mengingat dua puluh tahun lalu. Saat ini pun banyak anak kecil di Klaten melihat betapa neneknya aktif melakukan ke­ giatan ekonomi. Klaten adalah negeri para nenek kreatif, yang tetap aktif di usia senja. Memang, bukan hanya para nenek, yang muda pun terlibat di dunia perajin nan rajin. Menjelang perbatasan antara Sukoharjo dan Klaten, tepatnya di desa Tanjung dan desa Kwarasan, ­Juwiring–Klaten Barat, tua dan muda terlibat dalam pembuatan payung kertas. Ada saatnya, bahkan seniman sekelas Ismail ­Marzuki (alm) terinspi­rasi gaya lenggak lenggok payung fantasi sehingga menggubah lagu Payung Fantasi yang terkenal pada era 60-an di Indonesia. Di zaman itu, payung plastik belum lahir dan menyebar, sehingga payung fantasi yang terbuat dari kertas, menguasai pasaran. “Kegiatan pembuatan payung kertas sempat hampir mati suri, di akhir era 1990-an, tapi kini sangat berkembang,” kata Wahyu ­Hariadi, Kabid Perekonomian Bappeda Klaten. “Produksi me­ reka menembus pasar payung hias di Bali dan di berbagai pelosok ­Indonesia.” Pada awalnya, menurut Wahyu, merekalah pemasok payung untuk para ningrat kraton Solo. Kini, keistimewaan dunia payung kertas dan payung hias ala Juwiring mengundang wisatawan berkunjung ke desa mereka: melihat bagaimana payung hias dibuat, membeli cindera mata langsung dari perajinnya. Suatu cara dan bentuk apresiasi pula. Di salah satu pojok desa Prambanan, yang ternama ke seantero dunia dengan kompleks candi dari dunia Jawa abad ke-12, ada pos­ ter besar Bung Karno, tokoh proklamator itu. Persis di sebelah sorot mata tegasnya, ada kutipan terkenal: “...digembleng jatuh, bangun lagi, jatuh, bangun lagi ...” Gaung suara itu seolah menggambarkan dunia kreatif di Klaten. Seperti halnya Juwiring dan payung fantasinya, setiap kecamatan di kabupaten ini bisa menceritakan kehidupan jatuh bangun dunia kreatif mereka. Desa Bayat, di Klaten Selatan, misalnya, bisa menceritakan naik turunnya kehidupan para pembatik. Mereka pernah menjadi salah satu pemasok utama batik di wilayah Jawa Tengah. Tak banyak orang menyadari bahwa sebagian besar dari kain-kain batik yang ditawarkan di pasar Beringharjo dan pasar Klewer, adalah buatan Klaten, khususnya Kecamatan Bayat. Pada awalnya, batik tradisional ala Klaten memasok kalangan ningrat di seantero Jawa, dan bahkan diperkirakan hingga ke luar Jawa. Paling tidak, terdapat bukti bahwa perdagangan nusantara, yang pada zaman sebelum perjanjian Giyanti (abad ke-16) dikuasai oleh kaum Bugis-Makassar, juga turut mendistribusikan produk batik dan beras dari Jawa ke antero Nusantara. Di zaman kolonial, wilayah Jawa Tengah bagian Selatan dan Jogjakarta berkembang dengan berbagai industri pertanian yang ditumbuhkan pemerintah kolonial. Di wilayah Klaten, paling tidak terdapat industri gula, industri karung goni dan industri tembakau yang antara lain dikoordinasi oleh Klatensche Cultuur Maatscahapij yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Pabrik gula Gondang Baru di Klaten, adalah salah satunya, kini menjadi salah satu situs kolonial yang menciptakan wisata tersen­ diri, menceritakan gaung dari masa lalu. Pengunjung pabrik gula

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Klaten

Dunia Kreatif yang Berjuang

Seorang pekerja tengah memasang kertas pada kerangka payung di Desa Tanjung, Juwiring, Klaten.

Payung kertas tradisional dari Juwiring, Klaten.

Pembatik Bayat, tetap bertahan di tengah gempuran pasar bebas.

19


Industri Kreatif

Melalui tangan-tangan kreatif pengrajin lurik, lahirlah pola-pola khas. Salah satunya seperti lurik surjan ini, yang di produksi di sentra lurik Pedan Klaten.

hasil kerajinan gerabah dan keramik yang terletak di Dukuh Bayat, Desa Melikan, Klaten.

Pengecoran Logam di Ceper.

Rawa Jombor menjadi tempat wisata andalan kabupaten Klaten.

20

ini bisa menaiki kereta uap kuno, dan Pabrik Gula ini masih meng­ operasikan mesin uap B. Lahaye&Brissoneant buatan Perancis tahun 1884. Memang, anda boleh heran melihat mesin-mesin uzur lainnya peninggalan abad XIX yang ternyata masih saja bekerja menghasilkan gula berkualitas tinggi. Seperti para pembatik tua di Bayat, seperti pembuat payung di Juwiring yang terus bekerja tak dikalahkan oleh umur dan uzur. Begitu pula mesin penghasil gula di PG Gondang. Nah, menurut Wening Sasono, budayawan dan aktivis sosial Klaten, tumbuhnya industri di zaman kolonial meningkatkan pasar kerajinan di Klaten pada waktu itu. “Kompleks perumahan pegawai kolonial tumbuh di beberapa bagian Klaten, para pegawai kolonial membutuhkan pakaian untuk dirinya, mebel untuk mengisi rumahnya, dan para perajin Klaten sendirilah yang menyediakan berbagai kebutuhan itu,” ujar ­Wening Sasono. Kondisi ini menciptakan booming bagi berbagai industri kecil, terutama industri batik dan lurik. Lurik adalah tenun Jawa, yang khas dengan motif bergaris-garis, sehingga para turis nusantara kerap menyebutnya : kain garis-garis Jawa. Klaten adalah salah satu tempat di Jawa yang menjadi pusat pembuatan lurik. Kecamatan Bayat menjadi salah satu pusat yang penting. Menurut Wening, politik ‘berdikari’ ala Bung Karno, yang terinspirasi gerakan Swadhesi-Satyagraha yang dipromotori Mahatma Gandhi (India), ikut menunjang maraknya kehidupan perajin di Klaten di tahun-tahun awal kemerdekaan. “Politik masa itu me­ nemukan akar nasionalisme ekonomi pada produk kerajinan rakyat,” kata Wening menegaskan. Sebagai hasil dari perjalanan panjang ber­abad-abad itu, siapapun yang berkunjung ke Klaten bolehlah terheran-heran menyaksikan pameran pertunjukan keahlian tradisi dan kreativitas tiada henti. Di Klaten kini, ada pameran keahlian Pengecoran Logam di Ceper, ada kreativitas kerajinan tanduk di Desa Polanharjo, ada industri Tenun Lurik di Kecamatan Pedan dan Cawas. Ini belum semua: kerajinan Gerabah di Desa Melikan, lukisan wayang kulit di Desa Sidowarno, kerajinan anyaman Bambu di Trucuk. Daftar ini masih belum ­lengkap. Kerajinan Soun di Desa Manjung, kerajinan kuliner berbagai penganan kecil di Gondangan. Percayalah, daftar ini pun belum lengkap. Klaten adalah wilayah yang sangat kreatif, dan kreativitasnya pun punya ragam luar biasa. Bahkan makanan pun menciptakan kekhasan Klaten. “Belut yang enak pasti dari Klaten,” kata Elly Sumpeno, fanatik penganan kecil di Klaten. Kunjungan ke Klaten tak akan lengkap kalau tak mengunjungi Swiekee Swiekee Bu Reso Bu Reso di salah satu sudut kampung Tegal Blateran, Klaten. Maraknya keterampilan yang memiliki dasar tradisi dan sejarah yang sama, biasanya mengundang persaingan antara pelaku industri kerajinan. Persaingan ini, ternyata menjadi pemicu munculnya berbagai disain baru. Batik Bayat kini memunculkan industri batik warna alami yang akrab lingkungan. Batik Bayat yang dahulu hanya coklat saja kini mulai tumbuh dengan warna lebih beragam. Lurik dan batik dipadukan, makanan kecil baru diciptakan, furniture dengan disain baru muncul. Jika berbelanja ke desa-desa, langsung ke para perajin sambil menyaksikan proses pembuatannya, menjadi bagian favorit dari aksi liburan, maka Klaten adalah salah satu ‘surga’ untuk itu. Sayangnya: tak ada peta wisata kerajinan yang bisa didapatkan di lobby hotel mana pun di Klaten. Nah, baiknya memang jangan lupa, kota kecil nan kreatif ini memasuki zaman baru: zaman pariwisata. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Promosi Luar Negeri Empat Kali di COTTM

C

hina Outbound Travel & Tourism (COTTM) 2012 merupa­kan bursa pariwisata bersifat trade & consumer fair. Tahun ini, penyelenggaraannya di China World Trade Center, Beijing, China, pada tanggal 18–20 April 2012, diikuti oleh 250 exhibitor dari 55 negara. Indonesia berpartisipasi untuk yang ke empat kalinya. Kemparekraf memfasilitasi 11 industri pelaku bisnis pariwisata dari Indonesia, dan dari aktifitas mereka membawa hasil transaksi untuk sekitar 2.785 orang yang berarti senilai Rp 23,14 miliar. n

Promosi Bersama di Brisbane

T

ahun ini Pameran Pariwisata Internasional Brisbane Travel Expo 2012 atau Brisbane Holiday & Travel Show 2012, berlangsung pada tanggal 14–15 April 2012 di Brisbane Convention and Exhibition Centre, Brisbane, Australia. Selama dua hari penyelenggaraanya telah berpartisipasi 83 exhibitor dari Australia, New Zealand, Singapura, Korea, ­Taiwan, China, South America, South Pacific (Fiji), Italia, serta Travel Agent yang menjual paket-paket berlibur ke negara-­negara Eropa, Jepang, Asia, Afrika, Timur Tengah, specialty tours dan cruise lines. Empat industri yang bergabung pada booth Kemenparekraf, terdiri dari tiga hotel/resor dan satu wedding organizer. Tidak hanya itu, travel agent dari luar negeri yang hadir pada even ini ada juga yang menjual paket wisata ke Indonesia, di antaranya adalah Freestyle Holidays dan ICON Adventure. Mereka menjual berbagai macam paket wisata dengan pe­ nerbangan Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Malaysian Airlines, Jetsar, Virgin Airlines dan Air Australia. Papua Barat dan ­Kalimantan Selatan juga di­ promosikan dengan memasarkan paket tour 15 hari di bawah judul West Papua Trek dan Orangutans. Dari ‘penjualan’ di ajang ini dihasikan transaksi untuk sekitar 272 wisman dengan nilai berkisar Rp 3,79 miliar. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Consumer Selling di Malaysia

J

uga, penjulaan paket wisata langsung kepada konsumen terbukti efektif melalui partisipasi pada pelaksanaan kegiatan Consumer Selling di Sunway Pyramid Mall, Selangor, ­Malaysia, yang difasilitasi Kemenparekraf. Tahun ini acara tersebut digelar pada tanggal 13–15 April 2012. Consumer Selling merupakan salah satu kegiatan promosi me­lalui penjualan langsung kepada konsumen yang berkunjung ke mal, yang dilakukan oleh para pelaku pariwisata baik dari Indonesia maupun agen-agen ­Malaysia yang menjual Indonesia. Selain promosi penjulan, parade tim kesenian dilanjutkan dengan tarian nusantara juga fashion show kebaya telah memeriahkan acara. Diperkirakan 3.000 pengunjung dari berbagai kalangan hadir. Nilai transaksi yang dihasilkan sekitar Rp 1,02 miliar untuk kunjungan wisman dengan berbagai tujuan seperti seperti: Aceh, Bali, Bandung, Palembang, Medan, Padang dan Batam. Peningkatan wisman dari Malaysia kian diharapkan, di mana juga telah dibuka jalur baru Jakarta–Kuala Lumpur–Jakarta oleh Mandala Airlines sejak Mei 2012. n

Sales Mission

S

elama tiga hari, pada 25–28 April 2012, Kemenparekraf melaksanakan Sales Mission ke dua wilayah potensial di Saudi Arabia yakni Mekkah dan Jedah. Aktivitasnya terdiri dari pameran dan table top (temu bisnis) antara industri pariwisata Indonesia selaku seller dengan tour operator Arab Saudi selaku buyer. Pemerintah berpe­ ran sebagai fasilitator dan mediator untuk mempertemukan para pelaku bisnis pariwisata Indonesia de­ngan buyer Arab Saudi serta mitra kerjanya untuk melakukan kontak dan kontrak bisnis. Di Jeddah, temu bisnis diselenggarakan pada tanggal 25 April 2012 di Tea Room, Le Meridien Hotel Jeddah, dihadiri oleh 79 buyers, dan 11 industri pariwisata Indonesia. Di Mekkah dilaksanakan pada tanggal 28 April 2012 di Le Meridien Hotel Mekkah, dihadiri 40 buyers. Untuk konsumen langsung, Consumer Show digelar di Aziz Mall, Jeddah tanggal 26–27 April 2012. Persisnya di area food court, dimana banyak keluarga berkumpul sedang menghabiskan akhir pekan bersama. Total potensi devisa yang diperoleh dari seluruh kegiatan Sales Mission Arab Saudi ini diperkiraakan sekitar Rp 178,9 miliar. n

21


Aksesibilitas

Tambahan ke Bangkok, dengan Jejaring LCC

mampu menarik berbagai kalangan baik tua maupun muda, wisatawan maupun pebisnis,” ujar Presiden Direktur ­Mandala Michael Coltman. Kalau menurut data Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang berpergian ke luar negeri telah meningkat secara stabil sebesar 20 persen mencapai sekitar tujuh juta orang di tahun 2011, meningkat dari 5,1 juta orang di tahun sebelumnya. Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta dengan meningkatnya minat masyarakat ute baru internasional dibuka untuk berwisata, tingkat pertumbuhan oleh Mandala Airlines dengan ini diharapkan dapat terus berlanjut di akan mengoperasikan tujuh tahun 2012. “Untuk menjawab kebutuhan penpe­nerbangan per minggu antara Jakarta dan Bangkok mulai 10 duduk Indonesia yang ingin berwisata, kami akan terus mencari Agustus 2012. peluang memperluas jarBangkok akan meningan kami di Indonesia jadi tujuan internadan kawasan Asia Pasifik sional ketiga Mandala agar para konsumen dasetelah Singapura dan pat memiliki keuntungan Kuala Lumpur. Saat ini untuk terhubung dengan operator pe­nerbangan kota-kota menarik di senasional ini sudah meluruh Asia,” tambah Mr layani penerbangan Coltman. yang meng­hubungkan Untuk merayakan pe­Jakarta–Kuala Lumpur; luncuran rute baru ini, Jakarta–Medan; dan MeMandala menawarkan dan–Singapura. harga promosi khusus Tapi dengan berMichael Coltman mulai dari Rp 699.000 ungabungnya Mandala tuk satu kali perjalanan. ­dengan Tiger Airways, Tarif ini berlaku sampai maskapai LCC ­Si­ngapura, de­ngan 26 Ok-tober 2012, maka ia pun terhubung untuk waktu perjalanan de­ngan sendirinya ke antara 10 Agustus 2012 kota-kota destinasi LCC dan 27 Oktober 2012. HarSi­ngapura itu. Itu menga sudah termasuk pajak jangkau 30 kota tersebar dan biaya lain-lain. di 12 negara di kawasan Mandala baru saja kemAsia Pasifik. bali beroperasi sejak April Strategi Mandala 2012 setelah terhenti dan ialah akan menerbangi kini menjadi operator kota-kota yang jaraknya LCC de­ngan pengga­ kurang dari lima jam bungannya bersama Tiger terbang, di dalam negeri Group dari Si­ngapura dan dan ke luar negeri. investor Saratoga Group. “Dengan sangat se­ Paul Rombeek Michael Coltman nang dan antusias kami sendiri akan kembali ke dapat menawarkan konsumen kami di Indonesia sebuah al- posisinya di Tiger Airways Holding di ternatif penerbang­an ke kota yang me- Singapura, setelah memimpin Mandala nakjubkan ini. Bangkok adalah salah sejak awal tahun ini. Mulai September satu kota kosmopolitan di Asia, yang 2012 dia akan digantikan Paul ­Rombeek ter­kenal akan kekayaan budayanya sebagai Direktur Utama. Dia pernah bekerja di KLM dan di seperti candi dan istananya yang me­ ngagumkan, ­sungai kota yang elok, Air France-KLM di kawasan Asia Pasifik, pasar yang beragam, serta kehidupan Eropa dan Timur Tengah. Terakhir dia malam yang semarak. Ini akan menjadi adalah General Manager Air FranceKLM sebuah harta karun berisikan penga­ di Singapura, Indonesia, Australia dan laman dan pe­tualangan berharga yang New Zealand. n

R

22

Bandara

A

ksesibiltas udara dalam kaitan pariwisata juga ber­kait dengan persaingan pelayanan antarbandara. Semakin ‘berdaya ­saing’ suatu bandara, semakin ber­peluang menarik operator penerbangan untuk masuk. Di Indonesia, syukurnya, bandara sedang bersiap menerapkan satu efisiensi baru. Sejak lama ­dimimpikan oleh manajemen Angkasa Pura I (AP I) dan Angkasa Pura II (AP II) untuk lebih canggih dalam mengelola dan mengatasi kepadatan di bandara, terutama mengatasi masalah kongesti atau antrean yang selalu cende­ rung panjang dan lama. Telah diberitakan, pembayaran biaya pelayanan jasa penerbangan atau passenger services charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan ‘airport tax’ akan dimasukkan ke harga tiket pesawat. “Penerapannya tiga bulan lagi atau September tahun ini,” kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Jadi, penum­pang tidak akan lagi harus membayar airport tax pada saat melakukan check-in di bandara. Menurut Dahlan, maskapai pertama yang akan menerapkan sistem ini adalah PT Garuda Indonesia Persero karena sistem teknologi informasi (IT) sudah siap dipadukan dengan sistem milik bandara. “Garuda sudah siap menyinkronkan sistemnya dengan sistem yang dimiliki bandara,” kata Menteri BUMN Setelah Garuda, diharapkan maskapai penerbangan swasta nasional turut me­ nerapkan sistem tersebut. Dengan demi­ kian, antrean di bandara dapat berkurang signifikan. Garuda ­Indonesia dan BUMN ­kebandarudaraan harus melakukan sosia­ lisasi kepada masyarakat mengenai sistem penyatuan tersebut. Kalau maskapai lain tidak mengikuti menerapkannya, nanti akan malu sendiri, katanya. Dahlan juga mengungkapkan bahwa pembayaran ‘passenger services charge’ dianggap sudah primitif yang dimiliki oleh BUMN kebandarudaraan. Karenanya akan memasukkannya ke dalam tiket pesawat. Setiap calon penumpang selama ini setidaknya melewati tiga antrean, yakni antrean pemindaian barang, antrean ‘check-in’, dan pembayaran PSC. Dengan penyatuan PSC ke dalam harga tiket pesawat yang dibayar penum­ pang, maka diharapkan akan mengurangi ­antrean di bandara sekitar 50 persen.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Aksesibilitas

Menuju Pengelolaan Canggih Di bandara Hong Kong, satu airlines memang bisa menggunakan sampai 12 check-in counter.

“Jadinya, mereka akan antre di ‘scan’ ba-rang dan ‘check-in’ saja,” tuturnya. Selain itu, tengah disusun pula strategi untuk mengurangi antrean saat ‘check-in. Kami ingin mengakhiri sistem yang primitif dalam pemungutan uang servis bandara, dijelaskan lagi oleh Direktur Utama Angkasa Pura II, Tri Sunoko. Direktur Utama Angkasa Pura I, Tom­ my Soetomo, mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan sistem tersebut semata-mata untuk menciptakan kemudahan bagi penumpang. AP I pun akan mengintegrasikan sistem IT yang dimiliki bandara dengan sistem milik Garuda. “Uang airport tax itu, nantinya tidak masuk ke Garuda. Kita akan setorkan ke pihak bandara,” kata Direktur Utama ­Garuda, Emirsyah Satar. Sistem teknologi informasi Garuda sudah terintegrasi de­ ngan bandara, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan lebih cepat. Akan halnya persaingan pelayanan antarbandara ini, di berbagai bandara internasional seperti Kuala Lumpur, Si­ ngapura, di Jepang, Seoul dll sudah cukup lama menerapkan sistem pembayaran airport tax yang disatukan dalam harga tiket yang dibayar penumpang. Hal lain, di bandara-bandara tersebut, sudah sejak beberapa tahun ini, begitu pesawat men-darat dan sedang taxi menuju ke tempat pemberhentian untuk parkir pesawat, pramugari di dalam pesawat sudah mengumumkan kepada ­penumpang: ”Anda sekarang boleh menghidupkan

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

kembali ponsel Anda.” Di bandara kita di Indonesia, pramugari masih tetap mengumumkan: “Anda belum boleh menghidupkan ponsel sampai saat Anda sudah ber­ ada di dalam gedung terminal kedatangan penumpang.” Dalam pengalaman, pengumuman itu seringkali tak dihiraukan ­penumpang, hampir setiap orang langsung sibuk SMSan atau bahkan berbicara lewat handphone masing-masing setelah beberapa detik pesawat touch down dan pesawat masih ber­ ada di landasan pacu atau menuju posisi parkir. Upaya Meningkatkan Pengelolaan Per­ kembangan lain, dengan tujuan meningkatkan kecanggihan dalam mengelola bandara di Indonesia, sebuah Workshop Global Airports Indonesia 2012 diselenggarakan

oleh Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, dan Kedutaan Besar AS di Indonesia di Jakarta pada 26 Juni 2012. Acara itu diikuti salah satunya oleh Vice President Marketing Boeing, Randy J Tinseth, digelar karena melihat kian pentingnya peran bandara dan potensinya. Di antara tokoh yang berbicara pada workshop ini adalah Dr John Kasarda, ahli bandara ternama penulis buku Aerotropolis. Juga berbicara CEO Incheon Internatio­nal Airport, CW Lee, Jeff Schererman, CEO ADC Houston Airport. Dari dalam negeri antara lain peng­usaha properti, Ciputra, Dirut Garuda, Emirsyah Satar, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dan banyak lagi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk membangun jejaring diantara para jawara (champion) bandara dan ahli bandara dari seluruh penjuru dunia untuk mengadopsi perkembangan terbaru di industri kebandaraan. Diikuti oleh para eksekutif top Indonesia dan mancanegara, itu akan mendo­ rong munculnya paradigma bandara kelas dunia sehingga pembangunan bandara menjadi entitas penting dalam pemba­ ngunan nasional. Diberitakan pula, workshop ini berlangsung pada waktu yang tepat karena Angkasa Pura kini sedang melakukan transformasi menerapkan konsep Kota Bandara (Airport City) yang jadi bahasan utama dalam workshop. n

Bandara Kupang

23


Bisnis

foto humas kemenparekraf

Pemilihan Puteri Mutiara 2012 saat pembukaan Lombok Sumbawa Pearl Festival 2012 di Mataram.

NTB Pantas Take off dengan Mutiara

P

Kata Bambang: “Jadi kami pilih-pilih diada tahun 2012 ini Kemenparekraf masih menginisiasi kegiatan Lom- mana lokasi untuk budidaya rumput laut, bok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) dimana budidaya mutiara, dan sebagainya. untuk yang ketiga kali. Pertama Kita tata zonasinya.” Kerang mutiara yang digutahun 2010, kemudian tahun nakan dalam budidaya mu­ 2011, dan yang ketiga pada 29 tiara di Indonesia adalah hasil Juni–1 Juli 2012 di Lombok. ­breeding atau pembiakan. ZoMutiara Lombok khususnya, nasi tadi untuk memelihara dan ‘nama Indonesia’ umumSDA kerang mutiara untuk dinya, mulai menancap di pasar jadikan indukan. mancanegara, sebagai produk Untuk mendapatkan mu­ bisnis ‘high end’, dan kaitannya tiara yang baik maka kerangdengan Indonesia sebagai desnya pun harus dipilih yang tinasi pariwisata. bagus dan bisa dikembang­ Event LSPF itu menunjukBambang Setiawan biakkan. Kalau kita mau memkan peran yang amat berarti budidayakan mutiara golden dari pemerintah sebagai regumaka kerangnya harus yang menghasilkan lator dan fasilitator. Bagaimana pula perkembangan niaga golden. Bersamaan itu faktor SDM perlu ditata. mutiara Indonesia dewasa ini, diungkapkan oleh Bambang Setiawan, Sekjen Asbu- Budidaya mutiara dikembangkan di remote area yang masyarakatnya tidak berpendidimi (Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia). Tahun 1982 dimulai budidaya mutiara, kan tinggi. Di Sumbawa timur, Praja dan tahun 1986 panen raya mutiara di Lombok Bima. Mereka adalah nelayan yang sudah dan Sumbawa. Sejak itu terjadi booming. terbiasa hidup di laut, jadi tinggal mengeduTahu 90-an hiduplah sekitar 60 perusahaan kasi mereka bagaimana mem­budidayakan bidang ini di NTB. Pemda saat itu masih mutiara. Saat kerang mutiara sudah bekaget dan belum siap sehingga belum ada sar, harus dibersihkan setiap bulan. Untuk peraturan-peraturan. Sekarang pemda me­ membersihkannya harus menunggu arus ngatur budidaya tersebut karena pantainya air laut, tidak bisa ditangkap seperti ikan. Terumbu karang yang rusak harus diperpun terbatas.

24

baiki, serta memperbaiki hutan mangrove yang rusak juga. Ekosistemnya sungguh harus dipelihara. Dari sisi teknis, tahun 1982 putra-putra daerah banyak yang belajar menjadi teknisi di NTB. Ini juga tetap dipertahankan, diadakan semacam sekolah khusus seperti yang dilakukan dinas pariwisata di Buleleng yang bekerja sama dengan salah satu PMA dari Australia di Bali. Biasanya teknisi putri yang lebih bisa diandalkan karena tangannya lebih luwes, tidak merokok saat kerja, lebih tinggi akurasinya dalam bekerja.. Menurut Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir, di Lombok kini tercatat 24 usaha budidaya mutiara. Dua menggunakan fasilitas PMA dan 22 usaha PMDN. Semua usaha tersebut menyerap tenaga kerja 2.345 orang. Ini baru tenaga kerja yang terserap di pembudidayaan mutiara belum termasuk pada kerajinan-kerajinan untuk pengembangan industri kreatif. Justru ini yang lebih besar. Tenaga kerja yang diserap untuk merakit mutiara sebagai perhiasan jauh lebih besar. Dengan mutiara ini NTB ingin memba­ ngun citra, “Ingat Lombok Sumbawa, ingat mutiara.” Dari tahun 2010 ke tahun 2011 transaksi mutiara mengalami kenaikan hampir 200%. Selama periode Januari–Mei 2011 nilai ekspor sudah mencapai setengah triliun rupiah atau sekitar Rp 498,8 M. Bisa dikatakan pariwisata mutiara di NTB ini sangat dipengaruhi oleh adanya LSPF (Lombok Sumbawa Pearl Festival) dan meningkatkan jumlah kedatangan turis, kata Wagub. Ke depan, Lombok akan mengekspor dalam bentuk raw material sekaligus menjualnya dalam bentuk perhiasan mutiara di pangsa pasar luar negeri dan dalam negeri. Dari luar ne­geri permintaan banyak datang dari India, Pakistan, Banglades, dan negaranegara Timteng. Dari negara-negara ini banyak permin­ taan mutiara dalam bentuk perhiasan. Di era ekonomi kreatif sekarang ini, kalau inisiasi festival mutiara masih dalam bentuk meningkatkan volume transaksi berupa raw material, ke depan festival ini akan mengangkat para perajin di daerah agar me­ ningkatkan keterampilan mereka sehingga bisa bersaing dengan produk-produk lain dari dalam dan luar negeri. Bambang lalu meyakinkan, promosi­ nya dipersiapkan dan dikembangkan. Kata Bambang selanjutnya, “Kita memilah mutiara yang ada sesuai grading sebelum dilemparkan ke pasar.” Contohnya ke pasar Eropa, bisa dilempar grade A dan B+. Kalau pasar India masih mau yang grade C. Maka target 1,2 ton tahun 2012 ini diyakini bisa tercapai karena NTB pernah mencapai angka itu sebelumnya pada tahun 1996. Ketika itu harga mutiara NTB mencapai

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Bisnis

foto humas kemenparekraf

Menparekraf (kedua dari kanan) dan Wagub NTB (kedua dari kiri) ketika mengunjungi Pameran LSPF 2012. Menteri Mari Elka Pangestu meninjau pameran itu pada 1 Juli 2012 diidampingi Puteri Mutiara 2012 (paling kanan) yang tahun ini dinobatkan dengan Mahkota. Budidaya mutiara akan terus didorong dengan cara melakukan lelang di Indonesia bukan di negara lain seperti Hongkong dan Kobe. Lombok akan lebih dikenal sebagai penghasil mutiara laut terbesar di dunia dan akan dapat menarik wisatawan lebih banyak.

USD 144 per gram di pelelangan. Kemu­ dian, perusahaan mutiara di NTB terlena lalu tidak menjaga ekosistem. “Sekarang kita sedang berkonsolidasi lagi untuk menaikkan harga jual, kata Bambang. Ekspor nasional Indonesia ke pasar du­ nia untuk grade C ke atas volumenya sekitar 4 ton per tahun. Market share mutiara NTB sekitar 600 kg. Itu artinya produksinya bisa mencapai 1,5 ton. Belakangan ini banyak pedagang dari India dan Cina datang ke NTB. Mereka membeli mutiara grade C. Mereka sudah memiliki teknologi untuk memproses nilai tambahnya. Ini juga menjadi tantangan bagi para pelaku industri mutiara di NTB. Perbandingan harganya bisa menjadi 1 : 3. Pada ajang LSPF diatur adanya dua macam transaksi: transaksi lelang dan transaksi di retail/pameran. LSPF adalah pa­ meran fine jewelry. Transaksi dan harga tergantung demand dan supply. Tahun 2012 ini datang buyer dari Cina yang baru pertama kali ke Lombok dan mau mengikuti lelang mutiara, bahkan dia menanyakan berapa banyak perusahaan mutiara di Lombok seraya minta diperkenalkan. Pameran itu sebagai sarana perkenalan

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

produk dan perusahaan. Transaksinya tidak selalu instan, bisa 1-6 bulan kemudiannya. Dan lazimlah akan ada repeat order. “Pengalaman saya waktu pameran di Munchen,” ujar Bambang, “selama 1 tahun belum ada follow up. Yang paling penting adalah keberlanjutan dari hasil pameran dan di sini menjadi lebih penting lagi untuk jangan mencurangi saat menjual mutiara. Jaminan keaslian mutiara saat buyer membelinya. Buyer akan menghargai kejujuran kita atas mutiara yang kita jual.” Mutiara Lombok Sumbawa ini banyak ragamnya, dari kelas paling tinggi sampai kelas paling rendah. Di dalam festival ini akan digelar mutiara-mutiara yang khas NTB, Lombok Sumbawa, juga mutiara­mutiara yang dibudidayakan di daerahdaerah lain. Ini dilakukan supaya ada pro­ ses edukasi kepada buyers dan masyarakat. Sehingga mereka bisa membedakan yang asli dan palsu, bisa membedakan kualitas mutiara A, B, C dan seterusnya. Pelaku bisnis ini, Bambang Setiawan, menegaskan Indonesia sebagai eksportir mutiara terbesar ketiga di dunia. Tapi saat ini kita sedang mengalami stagnasi harga. Harga kita masih di bawah harga mutiaramutiara lain. Maka dengan adanya LSPF ini

juga tujuannya adalah untuk menaikkan harga. Kalau target kita maunya ya lebih tinggi, tahun lalu kita mendapatkan USD 96 ribu dengan harga USD 16,3 per gram. Tahun lalu total keseluruhan ekspor hanya 0,54 ton atau 540 kg. Jadi perkembangan mutiara di NTB justru terjadi saat kita tidak bergantung pada mutiara butiran. Karena kalau mu­tiara butir­an artinya kita hanya suplai bahan baku. Kita mulai memberikan nilai tambah pada mutiara, yakni mutiara yang telah diproses menjadi barang kerajinan dan perhiasan. Itulah yang paling besar nilainya. Jika kita jual berupa bahan baku Indonesia masih tertekan di harga hanya USD 4–18 per gram. Tapi pada waktu barangnya ­sudah menjadi perhiasan, harganya bisa naik sampai 20 kali. Di situlah keuntungannya. Keunggulan mutiara NTB adalah memiliki beberapa warna spesifik, Bambang me­ nerangkan. Warna bronze yang asli hanya terdapat di NTB. Warna metal juga asli Lombok. Selain mutiara juga sedang dikembangkan kerajinan kulit kerang. Ini pun memberikan nilai tambah. Kalau dulu hanya menjual kulit kerang sebagai bahan baku, sekarang sudah dilakukan proses pengolahannya di NTB. Nilai yang ditargetkan pa­ ling tidak bisa mencapai Rp 1,5 T tahun ini. “Industri kerajinan dan perhiasan di NTB maju luar biasa saat ini. Anda bisa lihat dalam Facebook mereka (industri) suplainya sudah sampai mancanegara, “ ujar Bambang. Dengan adanya LSPF para perajin ini belajar memperhalus pekerjaan dan memperbaiki design mereka. Baik diperhatikan, pelaku industri mu­ tiara di Indonesia, 70% berasal dari Mataram, Lombok. Inilah kemudian yang menjadikan mereka cepat eksis. Setiap ada pameran di Jakarta pasti orang dari ­Mataram akan mendominasi booth pameran. Mereka ini bergerak mulai dari custom accessories sampai fine jewelry. Mutiara yang sudah termasuk south sea pearl atau permata bisa dibilang sudah tidak terbatas angkanya, bisa mencapai Rp 1 juta per gram, bisa Rp 100 juta per gram. Ini jenis untuk koleksi. Ini berbeda dengan custom jewelry. Sekarang beberapa pelaku industri mutiara di Lombok sudah menggunakan fresh water untuk aksesoris sebagai kelengkapannya. Itulah yang memperkaya kreatifitas perhiasan mutiara dari Lombok. Untuk segmen custom accessories di Lombok sudah maju dan segmen fine jewelry industri mutiara NTB juga sudah lebih maju. Ini juga bagian dari dampak adanya LSPF. Kadis Pariwisata NTB, Lalu Gita, bilang: “Kami harapkan tahun ini pariwisata NTB sungguh mulai take off.” n

25


Bisnis

Di Balik Upaya dan Perkembangan,

M

elihat perkembangaan di Makassar dan sekitarnya, dari sudut kegiatan bisnis pariwisata, menarik juga apa yang ter­ungkap dari peng­usaha travel agent dan tour ope­ rator, pengurus ASITA, dengan pengelola hotel dan pengurus PHRI di daerah ini dan praktisi lain. Di balik upaya dan perkembangan, kesadaran dan ­kreatifitas sesungguhnya juga sedang cepat tumbuh. Ini merefleksikan rangkaian perkembangan di Makassar khu­ susnya, Sulsel umumnya. Wisnus tidak ada musimnya. Perkembangan wisnus jauh lebih besar dan pesat daripada wisman. Perjalanan wisnus tidak mengenal musim, me­reka bisa jalan-jalan di tahun baru, atau kenaikan kelas dan sebagainya. Yang membuat okupansi hotel penuh, booking tiket dan kendaraan penuh itu tidak murni wisatawan, tapi juga orang-orang yang melakukan seminar, mu­ syawarah tingkat nasional maupun tingkat provinsi, dan sebagainya. Wisatawan MICE ini yang meningkat sangat pesat. Belum lama ini ASITA, membuat MoU dengan PHRI, keduanya merasa satu kesatuan, ASITA jual hotelnya, PHRI jual paket wisata ASITA. ASITA ingin semua stake holders sa­ling terkait, ­sehingga memiliki nilai di mata peme­rintahan, bahwa organisasi pariwisata ini solid dan bisa saling bekerja sama dengan baik. Setelah bilateral dibenahi, juga ­kerja sama dengan maskapai penerbangan seperti dengan GIA, Sriwijaya, yang juga mendukung. Terdapat 170 anggota ASITA di seluruh Sulsel, 75%nya main di ticketing. ASITA di sini hanya ada di Sulsel, tidak ada di kota Makassar. Keinginan para agen perjalanan untuk masuk ASITA kini lebih tinggi. Selama ini mereka bertanya apa gunanya masuk asosiasi seperti ASITA? Walaupun sudah dibuat per­aturan jika mau menjual tiket sebuah maskapai pener­bangan agen tersebut harus mendapatkan ­rekomendasi ASITA. Dari 170 anggota, yang benar-banar membawa inbound tourist merupakan pemain-pemain lama, jumlahnya sekitar 15–20%. Mereka ini benar-benar pure membawa inbound. Seperti yang punya ibu Hj Suti dan Pak Irham, itu mereka pure inbound dan sekarang juga sudah mulai main ticketing. ASITA sekarang lebih terbuka kepada anggota untuk memudahkan ekspansi bisnis mereka dan lainlain. Jadi kerja sama ini bukan hanya dengan asosiasi lainnya tapi sesama anggota pun sudah saling bekerja sama. ­Saling tukar produk. Ada yang belajar meng­ adakan umroh, ada yang ingin masuk bisnis inbound tour. Itulah yang berkembang. Pangsa pasar besar umroh terdapat di Sulsel. Jadi, masing-masing agen memiliki kekuatan, ada yang kuat di ticketing, ada yang kuat di outbound, ada yang kuat di domestic tour dan ada yang kuat di umroh. Itu masih bisa berkembang lagi, karena kerja sama bukan hanya antar stake holders tapi juga dengan sesama anggota. Semenjak pencanangan VMY dan VSS 2012, secara optimis bisa dikatakan pariwisata meningkat, baik

26

Inilah yang disebut Losari Street View Makassar.

wisatawan MICE, wisnus dan wisman. Malah sekarang datang permintaan dari Amerika dan pasar-pasar yang baru. Misalnya dari Singapura, yang banyak datang adalah para pelajar. Sekarang sedang digodok pen­ jajakan dari agen-agen perjalanan dari Singapura. Pasar pelajar Singapura memang termasuk special ­interest. Mereka diajak ke tempat-tempat yang banyak pohon sekalian belajar. Itu menarik sekali. Nanti orang seperti Ibu Yaya ini tetap dibutuhkan, ka­rena untuk meng­gaet turis special interest seperti ini perlu pendidik seperti dia. Jadi dia bisa memberikan sisi wisata edukasi di Makassar maupun di Sulsel. Kabupaten Pangkeb memanggil ASITA baru-baru ini untuk melihat potensinya. Begitupun dengan Yaya, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Telkom Sandhy Putra 1. Dia mengatakan, dari Kabupaten ­Pangkeb juga menelepon meminta lulusan dari sekolahnya untuk bekerja di sana, tapi anak-anaknya tidak mau karena alas­an kalau bekerja di sana mereka tidak bisa kuliah. Dari dua destinasi internasional dari dan ke ­Makassar belum efektif untuk menarik inbound wisman. Average tahun 2011 dari capacity seat pesawat hanya membawa sekitar 5% inbound wisman. Selebihnya penumpang warga negara Indonesia. Entah itu penumpang masuk atau keluar. Sebelum puasa ini akan dilaksanakan penjualan ke Johor. Setiap jualan, dimanapun itu diadakan, orang Malaysia memiliki ketertarikan khusus pada ­Bandung. Strategi untuk menjual Makassar kepada orang

­ alaysia adalah menawarkan membawa mereka ke M ­Bandung lewat Makassar. Ditawarkan kepada mereka untuk me­nginap semalam di Makassar lalu melanjutkan menikmati kuliner di Bandung, terbang dengan Garuda. Jadi nanti di Johor akan dijual Makassar de­ ngan program wisata mudik. Alasan menjual wisata mudik adalah sekitar tiga juta keturunan Bugis dan Makassar hidup di Johor. Dalam program tidak perlu menjual obyek wisata karena mereka mau diajak kembali berkunjung ke daerah asalnya, baru setelah itu jalan-jalan. Wisata mudik ini sudah berjalan. Begitu juga program wisata Makassar– Bandung, itu sudah berjalan semenjak dua tahun yang lalu, sekitar tahun 2010 ketika dibuka rute Makassar– Kuala Lumpur. Yaya menambahkan, “Dulu ke sini MAS masuk, tapi kemudian tutup. “ Itu sama halnya dengan Silkair, jika dilihatnya penum­pangnya tidak banyak, ditutup. Dilihat dari kaca mata bisnis, orang Sulsel yang ingin melihat keluar daerahnya besar sekali. Jadi sekarang mereka ini bukan hanya ingin melihat Jakarta atau Bandung, apalagi ditambah dengan adanya rute langsung ke Singapura, mereka langsung terbang ke sana. Dan orang Indonesia pergi ke sana tidak hanya sekali tapi bisa 3–4 kali, dan orang Sulsel bisa umroh sampai 5 kali. Kembali pada post tour dari kegiatan MICE, selain diadakannya MoU antara ASITA dan PHRI, sudah ada undang-undang yang mengatur siapa mengatur apa. Tidak bisa misalnya ada oknum hotel yang menjual

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Bisnis

Tumbuh Kesadaran dan Kreatifitas p­ aket tur. MoU itu untuk memperjelas dan mem- Jakarta mau membuat acara di Makassar dan mereka toilet, kebersihan dan sebagainya. Pembekalan pengeperkuat peran masing-masing dan salah satu upaya menggunakan jasa biro perjalanan untuk mengurus tahuan pariwisata baru mau disosialisasikan pada untuk menahan wisatawan selama mungkin tinggal di dan mengatur semua keperluan kegiatan mereka. sopir-sopir angkutan umum, bukan hanya sopir-sopir Makassar. Network ASITA itu bagus, bukan hanya di daerah pariwisata. Setelah kegiatan meeting dan sebagainya tentunya atau secara nasional saja tapi seluruh dunia. Itu sudah Sopir angkutan umum, taksi dan lain-lain adapeserta MICE juga ingin melihat-lihat. Setiap orang banyak dan sering dilakukan. Jadi biro perjalanan di lah lini depan yang langsung berhadapan dengan yang datang ke sebuah kota pasti akan bertanya apa sana akan mengontak agen di sini. wisatawan. Bisa jadi backpackers akan menggunakan yang bisa dilihat dan dikunJadi, tidak semua orang mau jasa mereka. Rekrutmen di jungi. Jadi hasilnya setiap ada membeli paket tur. Kadang yang setiap perusahaan taksi, ha­ kegiatan MICE, semoga bisa dijual komponen-komponen dari ruslah bisa mempekerjakan diimplementasikan, bahwa paket tur seperti penyewaan kenorang yang punya tanggung ASITA akan diberikan stan di daraan berupa mobil atau bis, lalu jawab moral pada tamu, hotel-hotel yang menyelengmereka akan jalan sendiri. how to drive and how to talk, garakan MICE. Di stan itu Untuk mempromosikan Makasdan how to serve your guest agen menjual paket tur. Jadi sar, pertama, ASITA mendukung meskipun semuanya dilakupaket tur ini sifatnya bebas, semua program yang dibuat peme­ kan dengan standar saja. siapa yang mau bisa langsung rintah baik provinsi maupun kota. Kembali ke obyek wisata, membelinya di tempat. Namanya promosi atau pengemdiharapkan bukan hanya Paket tur yang mau dijual bangan daerah itu semua perlu diversifikasi obyek tapi juga itu sifatnya juga fleksibel. Mi­ didukung. Karena dampaknya untuk lingkungannya ditata. Juga salnya meeting selama 5 hari, kepentingan bersama. penataan SDM masyarakat berarti waktu mereka tidak Kedua, ASITA akan membuat di sekitarnya. Contoh mesjid Anggiat Sinaga, Didik Manaba, GM Hotel, tour travel agent, bisa lama-lama, atau waktu program-program yang lebih terapung juga bisa dijadikan Ketua PHRI Sulsel Ketua ASITA Sulsel. tersisa hanya 2–3 hari. Jadi ‘meng­gigit’, yang lebih fokus keobyek wisata. Orang yang paket tur yang dijual adalah pada target wisatawan yang akan tadinya menikmati panMakassar dan sekitarnya. Atau meeting-nya sudah datang. Misalnya untuk menarik wisman Singapura tai Losari dari jam 5–6 sore, sekarang menjadi lebih selesai dalam 1 hari, dan hari-hari berikutnya mereka dan Malaysia akan fokus untuk wisata pelajar bagi lama. Mereka solat magrib dulu di situ. Kalau perlu mau melancong, bisa ditawarkan tur ke Toraja. Banyak ­Singapura dan wisata mudik bagi Malaysia. ­di-budget-kan lebih banyak anggaran untuk membeli pilihan paket tur untuk kegiatan post tour. Yang mau dibidik adalah pasar yang 75% itu, yakni tempat sampah. Itu bisa digunakan oleh masyarakat Lebih kurangnya dalam itinerary untuk post tour wisman Eropa. Di Toraja ramai oleh orang Eropa, dan pengunjung maupun oleh pedagang di sana. akan dibawa ke Bantimurung, Trans Studio-cukup di- secara umum wisman di Sulsel masih didominasi EroYaya bahkan membandingkan Makassar dengan minati terutama oleh masyarakat dari Indonesia timur, pa. Perusahaan agennya sendiri sering menerima grup Manado: di Manado semua orang membawa kantong Gowa, Maros, dan Pangkeb, masih dijajaki apa yang dari Belanda berjumlah 18–25 pax per grup. Saat ini keresek untuk tempat sampah. Di Makassar tidak ada. bisa dijual di sana. Di dalam kota sendiri yang wajib Belanda, Belgia, Perancis dan Jerman adalah wisman Jadi tidak heran di sana lebih bersih. Kesadaran memdikunjungi adalah Benteng (Fort Rotterdam), pelabuh­ Eropa yang paling banyak datang ke Sulsel. buang sampah di tempatnya di sini masih kurang an tradisional Paotere, Tanjung Bunga, wisata belanja Sekarang berkembang dengan mulai masuknya sekali. yang masih digodok di Pasar Butung. Juga sudah siap wisman dari Amerika. Meskipun jumlahnya masih Didi Manaba berpikir jikalau perlu, diberdayakan dengan mal-mal besar terutama untuk pasar Indonesia nol koma sekian persen, tapi sudah muncul indikasi Polisi Pamong Praja (Pol-PP). Wisatawan merasa aman, timur seperti dari Papua bahkan Kalimantan, mereka kedatangannya. Bisa dikatakan secara perlahan mulai kebersihan bisa terjaga. Becak wisata masih kurang tidak perlu lagi ke Jakarta. Disadari sifat dasar orang membaik. jumlahnya dan tidak berkesinambungan. Menurut Indonesia itu kan shopper. Jadi bukan hanya melihat Di Toraja itu sudah hampir menyerupai Bali. Wis- Didi paling tidak 1 hotel membina 1 becak. obyek wisata tapi juga belanja. man ramai sekali, dan di sana banyak hotel. Kemudian, Makassar sebagi living room, pertama kita lihat inYang mau dijual oleh agen-agen ialah mulai dari FIT diversifikasi obyek wisata juga penting dilakukan. Itu dikator pertamanya adalah penuhnya tingkat hunian sampai grup. Itu tergantung dari peminatnya, apakah artinya menambah atraksi-atraksi wisata. Contoh di hotel. Kedua adalah penuhnya reservasi bis-bis wisata. hanya mau membeli land arrangement atau land tour, Toraja. Rata-rata lama tinggal turis di sana 4 hari 3 Kemudian tingginya pertumbuhan hotel di Makassar. tentu harganya tidak termasuk hotel karena sudah di- malam, jika 3 hari 2 malam terlalu melelahkan. Sedang Itu sudah terjadi. Dampaknya kepada ASITA, biro-biro fasilitasi oleh penyelenggara MICE. Untuk paket seperti diusahakan agar mereka jangan hanya mengunjungi perjalanan juga sudah dirasakan. Namun dengan ini range harganya pasti di bawah Rp 1 juta. Yang masuk tempat itu-itu saja. Untuk meningkatkan length of stay semakin banyaknya usaha biro perjalanan baru, perbiaya tur ialah restoran, kendaraan, obyek wisata, dan di Toraja, harus diadakan atraksi lain yang menarik, saingan juga semakin tinggi. Kita lihat saja orang dari kru pelayanannya. salah satunya dengan wisata arung jeram. Ada yang Kalimantan ke sini, orang dari Papua juga ke sini. Paket tur itulah yang ditawarkan pada pihak mengatakan salah satu sungai terindah adalah Sungai ASITA sedang mengembangkan destinasi. Ke penyelenggara MICE. Tapi mereka juga tidak serta Maiting. Memang akses ke sana susah tapi masih san- ­depannya Makassar bukan hanya city tour dan tempat merta membuat kegiatan dengan itinerary paket post gat alami. Masih bisa melihat iguana melintas saat ber- menginap, tapi juga sebagai starter point untuk melitour-nya. Mereka rata-rata membuat daftar acaranya. papasan. Tingkat arung jeram di sini mulai dari kelas hat destinasi di sekitarnya termasuk destinasi di pulauKecuali yang seminar-seminar, atau meeting yang pemula sampai advance. pulau. Pulau, wisata pantai, sunset cruise itu semua menyangkut hal kepariwisataan. Ini itinerary post tour Sebenarnya masih ada atraksi-atraksi yang bisa sedang dikembangkan di ASITA. pasti masuk dalam program acaranya. Kecuali kalau dibuat. Kalau Makassar sendiri mudah-mudahan Menjual Toraja itu dilakukan sejak tahun 1970-an acara MICE mereka di-handle oleh agen perjalanan ­infrastrukturnya segera dibenahi. Masih banyak fasi­ tapi dampaknya baru dirasakan tahun 1980–1990-an. lokal. Misalnya sebuah perusahaan telekomunikasi dari litas-fasilitas penunjang yang belum layak. Contohnya Karena orang butuh perencaanan, modal dan waktu.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

27


Bisnis Wisatawan Eropa cerdas, sebelum datang ke sini mempelajari dulu Indonesia misalnya iklimnya seperti apa dan sebagainya. Korespondensinya juga lama. Banyak bisa dikunjungi di Makassar dan sekitarnya. Wisata pulau dan pantai di sini tidak usah diragukan. Destinasi yang berada di dekat kota dan sangat meng­ giurkan seperti Bantimurung yang ada air terjun dan kupu-kupunya, di Pangkeb ada sebuah gua yang menarik sekali, ke Gowa ada Malino seperti Puncak di Jawa Barat, di sana ada air terjun dan hawanya dingin. Kalau ke Malino paling tidak harus menginap semalam. Ada beberapa pulau dekat kota yang bisa ditempuh selama 1 jam, di sana juga bagus untuk tempat snorkeling dan diving, yakni di Samalona. Variasi paketnya memang belum banyak. Padahal bagi agen yang bermain di inbound ide-idenya banyak sekali. Didi memandang perlu dikumpulkan kawan-kawan media, travel writer dan disiapkan perjalanan famtrip. Selain travel writer dari luar negeri, dari domestik harus didatangkan ke sini juga. Famtrip dari luar negeri se­ perti dari Singapura, Malaysia dan Eropa selalu ada. Bagaimana dengan Perhotelan? Sisi positif dari adanya 2 program visit ini adalah perubahan mindset dan mencoba mengeksplorasi potensi dan citra Makassar dan Sulsel. Yang memberi kontribusi sangat berarti bagi tingkat hunian hotel adalah ­kegiatan MICE. Itu yang memberikan energi bagi hotelhotel di Makassar. Jumlah kamar di Makassar itu ada sekitar 6.200 ­kamar sampai dengan Juni 2012. Sedangkan di seluruh Sulsel ada sekitar 10.700 kamar sampai dengan Juni 2012. Okupansi rata-rata di Makassar hingga akhir Juni 2012 year to date 75–80%. Rata-rata okupansi di seluruh Sulsel masih sekitar 45–55% saja. Di Toraja situasinya masih sama seperti kemarin. Di sana masih membutuhkan hal-hal luar biasa untuk mendongkrak tingkat okupansi hotel. Tingkat rata-rata okupansi di tahun 2011 hampir sama masih di sekitaran 75–80%. Seharusnya ada pertumbuhan. Tetapi jika dibandingkan tahun lalu dengan tahun ini, sejak awal tahun 2012 hingga sekarang ada penambahan jumlah kamar sekitar 750 kamar. Sudah dengan penambahan kamar saja, tingkat pertumbuh­ an okupansi masih bisa mengimbanginya. Segmentasi Makassar adalah MICE, corporate meeting dan travelers. Yang paling dominan di sini adalah kegiatan meeting. Contohnya selama bulan Juni 2012 lalu ada 10 kegiatan MICE nasional yang dilangsungkan di Makassar. Memang untuk MICE yang sifatnya internasional di sini masih jarang. Rata-rata ada 5 kali kegiatan MICE per bulan dalam setahun di sini. Dari seluruh kegiatan MICE yang ada di Makassar yang paling dominan adalah dari pemerintah/instansi, corpo­rate, baru kemudian asosiasi terutama asosiasi profesi seperti kedokteran, HIPMI, KADIN dan sebagainya. Kapasitas kamar di Grand Clarion awalnya 333 kamar, tapi sedang kita kembangkan dan nantinya akan ada 585 kamar. Dari pengembangan sekarang baru 100 kamar yang diefektifkan jadi kamar yang dipakai sekarang, efektif, ada 433 kamar. Target kita akhir Oktober 2012 penambahan kamar sudah selesai. Kita menambah kamar, kata Anggiat Sinaga, ka­ rena seringkali saat ada MICE di hotel kami, kamar kami

28

What do they say ? Dari Jerman

M

arn Miller, tinggal di Berlin Selatan, Jerman, ­sudah dua minggu berada di Bali. Saat ditemui di Fort ­Roterdam, Makasar awal Juli 2012, dia baru tiba dari Bali pada pagi harinya. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Toraja esok harinya, dia akan menginap semalam dulu di Makassar. Dia akan stay di Toraja selama 3 malam, lalu kembali lagi ke negerinya. n

Vorasak Kunplin, asal Bangkok, Thailand

V

orasak Kunplin, wisatawaan asal Bangkok, Thailand, sedang mengikuti Surabaya Heritage Tour. Dia datang ke Surabaya dengan menggunakan Airasia langsung dari Bangkok dan sudah dua hari berada di kota Jawa Timur itu. Dia ingin berwisata meskipun informasi mengenai Surabaya sangat sedikit sekali yang dia ketahui. Dia mendapatkan informasi mengenai kota itu dari situs Lonely Planet sebelum dia berangkat. Di hotel tempatnya menginap di Jalan Jagalan, Surabaya, sedikit sekali informasi mengenai tempat wisata. “ I had no idea what to do on my first day here, till someone asked me to come to House of Sampoerna”, katanya. Karena itu selama di Surabaya dia baru mengunjungi Museum Nasional saja. Dia menyukai Surabaya Heritage Tour karena programnya sudah seperti city tour kota Surabaya. Dia akan melanjutkan perjalanannya ke Malang dan Bromo keesokan harinya. n

Sylviana, Wisnus Pontianak

N

ah, inilah Wisnus kita, akan merayakan pesta ulang tahunnya dengan menyewa kapal Banjar Serasan. Selain pesta ulang tahun, Ibu Sylviana (posisi tengah di foto) sering memakai kapal Banjar Serasan untuk rekreasi keluarga, yang biasa menyusuri sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Seraya menikmati makanan yang enak, tentu menikmatinya sambil menyusuri Sungai ­Kapuas, di kota Pontianak, itu memberikan ­kesan khas, kata dia. Pontianak memang perlu memasarkan tur di atas sungai Kapuas, merupakan ciri yang berkarakter dari kota katuliswa itu. Kota lain tidak memiliki potensi yang serupa. n

tidak mencukupi. Terakhir saat PGRI, persatuan guruguru mengadakan MICE seluruh guru di Indonesia di sini, Clarion tidak bisa menampung semuanya. Untuk itu terpaksa memakai 3 hotel. Jadi memang sudah mulai ada kekurangan kamar di Makassar. Penambahan 750 kamar ini sudah termasuk yang di Aston dan Swiss-bell yang baru saja dibuka masing-masing pada bulan Mei dan April 2012 serta penambah­an baru Grand Clarion. Di Grand Clarion masih sedikit sekali menerima tamu wisman. Adapun tamu-tamu wisman kami yang paling banyak adalah dari Asia seperti Jepang, Malay-

sia, Singapura dan Cina. Kalau ditanyakan berapa okupansi orang Jepang di sini, itu masih nol koma sekian ya. Memang orang Jepang yang datang ke sini kan juga masih terbatas. Tamu kita lebih dominan dari Malaysia, dominannya tamu grup. Rata-rata tamu Malaysia ini menginap di sini 3 hari 2 malam, tapi ini juga tidak rutin. Saya lihat jadwal mereka ini per triwulan. Hingga tahun 2014, diperkirakan ada 13 hotel besar yang akan masuk Makassar. Grup kita sendiri saja tahun ini akan membangun 2 hotel lagi, satu di dekat bandara yang rencananya bintang 3, satunya lagi di Tanjung Bunga. n

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Pengembangan Pasar

Famtrip untuk SunTV dari India

Mr. Arunachalam Subramani (cameraman).

P

Mr. Elangkeeran Kalaimaran (reporter).

asar wisatawan di India memang bukan saja merupakan new emer­ ging market, tetapi pertumbuhan­ nya pun tergolong tinggi. Karena itu dijadikan salah satu target pasar yang digarap dengan sistematis dan konsisten. Salah satu Famtrip dilaksanakan untuk tim SunTV dari India, akan menyiarkan hasil kunjungan ­mereka di Bali dan Yogyakarta, selama enam hari tanggal 20–26 Mei 2012. Selain shooting yang mereka lakukan meliput atraksi mutakhir, yang tentunya sesuai dengan ‘minat’ orang India, mereka sendiri pun tampak ‘enjoy’ melihat temuan keindahan di destinasi. ­K e b a n g s a a n India yang ber­ kunjung ke Indonesia tahun 2011 mencapai 181.791 orang. Itu me­ ningkat 14,07% dibandingkan tahun 2010 yang jumlahnya 159.373 orang. Para pebisnis dan industri pariwisata di India dewasa ini sedang menunggu dan berharap, akan ber­operasinya tahun ini penerbangan langsung yang menghu­bungkan In­dia dengan Indone-

Para peserta Famtrip Sun TV, India.

sia. Kota-kota yang diharapkan dilayani ialah Bombay, Chennai, New Delhi, ­Bangelore. Peserta Fam Trip Jurnalis Sun TV India ini

terdiri dari Elangkeeran Kalai­ maran (reporter), ­Malaipapan (programme presenter) dan Aruna­chalam Subramani (ca­ meraman). Dalam proses liputan, pertama-tama cameraman meliput seluruh obyek secara detail dari berbagai sudut, selanjutnya meliput presenter in action yang menerangkan keadaan dan sejarah candi/pura/obyek, dilakukan berulang kali, dan segmen ter­­akhir mengajak pengunjung obyek untuk bersedia diwawancarai (wisman

Mr. Malaipapan (program presenter).

maupun wisnus) me­ ngenai kesan dan pesan terhadap obyek/candi yang sedang dikun­jungi, bolehmenggunakan bahasa Inggris maupun bahasa sehari-hari para pengunjung (bahasa Ing­gris, Indonesia, Prancis, Belanda, Rusia, dan lain-lain). Menurut tim Sun TV, selama peliput­an di Yogyakarta dan Bali, telah menghasilkan sembilan episode film, masing-masing berdurasi 30 menit. Rencananya film TV ini akan segera ditayangkan di Sun TV pada bulan Juni 2012, yang akan ditonton oleh jutaan pirsawan dari seluruh dunia. Dengan harap­ an setelah tayangan film-film promosi tersebut akan menjadi perhatian besar bagi masyarakat India dan sekitarnya, dan hasilnya akan semakin banyak wisatawan India yang berwisata ke Indonesia. n

Peliputan di Pura Besakih, Bali. Peliputan di Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, dan Candi Boko.

Candi Borobudur

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

Candi Prambanan

Candi Mendut

Candi Boko

29


Makassar

Becak Wisata Berkeliling Kota

J

adi, sejak tahun 1979–1980 hingga sekarang, wisman yang masuk ke Makassar rata-rata berkisar 72%nya berasal dari Eropa, dari Jerman, Perancis, Belanda, dan sebagainya. Mereka jarang bermalam di ­Makassar. Kalau datangnya me-lalui Bali, penerba­ ngan dari Denpasar tiba di sini pagi hari. Mereka bisa langsung menuju Toraja, me­ nginap sekitar tiga malam di sana dan kembali lagi ke Bali dari Makassar dengan pesawat sore. Sekarang diupayakan wisman itu mau bermalam di kota Makassar. Cara pertama adalah membuat program tur yang memang harus singgah di kota-kota lain di samping tujuan ke Toraja. Misalnya ke Sengkang, itu daerah cukup menarik. Mereka bisa berkunjung di sana sehingga mau tidak mau perlu bermalam di Makassar. Kedua, dialihkan jadwal penerbangan sehingga tibanya dengan pesawat sore, maka tentu perlu bermalam di Makassar sebelum esok harinya menuju ke Toraja. Ketiga, dibuatkan itinerary masuk Makassar dan menyajikan kegiatan dengan ­suguhan-suguhan pertunjukan selama ber­ada di Makassar. Di situlah bisa berupa city tour atau islands tour. Tentunya kalau bermalam di Makassar harus diciptakan nilai tambah yang me­reka dapatkan. Pertama adalah hotelnya bagus, kedua adalah turnya bagus, ketiga adalah makannya bagus. Makassar sudah terkenal dengan sea food-nya. Maka sea food pula daya tarik untuk target menggaet turis. Becak wisata di kota? Itu konsep munculnya ketika kapal pesiar mulai masuk. Kemudian, bersama polisi pariwisata me­ rekrut tukang becak melalui dinas pariwisata, memilih becak yang mangkal di setiap hotel. Para ‘abang’ itu diberikan penjelasan, bagaimana melayani tamu, becaknya di­ tandai dengan tourism becak, agar orang naik becak merasa senang. Diajarkan tidak mempermainkan harga kepada tamu. Manakala kapal pesiar dating singgah, antara 50 sampai 100 becak berjejer di pintu pelabuhan. Tidak semua wisman yang turun dari kapal pesiar akan mengambil tur yang sudah dipaketkan. Bagi perorang­an atau kelompok yang mau tur sendiri lalu bisa menyewa becak. Nah, tarif naik beca sudah ditetapkan $5 per jam. Itu sudah berjalan. Satu ketika, waktu kapal pesiar dari Italia berlabuh di pelabuhan Makassar, di atas kapal turis sudah diumumkan tarif

30

Zarkoni, polisi pariwisata kota Makassar.

becak $5 per jam. Artinya, kalau tamu menyewa selama tiga jam maka tentu akan bayar $15. Jadi bisa dibayangkan dalam waktu tiga jam penarik becak bisa mendapatkan Rp 135 ribu (dengan kurs Rp 9.000 saat

itu) yang mana di hari-hari biasa dia tidak mungkin menghasilkan sebanyak itu. Ya merupakan nilai tambah buat mereka dan membuat mereka bersemangat. Patut diperhatikan pula, para polisi pariwisata yang mengatur dan ­mengawasi becak-becak itu. Akhirnya sejumlah becak yang belum terekrut lalu berusaha masuk tanpa pengetahuan cukup dengan pakai­ an sembrono. Polisi pariwisata pun datang mengatur dan menertibkan. Zarkoni, Ajun Komisaris Polisi (AKP), kepala unit polisi pariwisata Polrestabes Makassar memastikan, yang membedakan becak wisata adalah warnanya. Biasanya kalau ada kapal pesiar singgah, saya akan cek dulu kebersihan dan sebelum mereka start menuju ke pelabuhan. Becak wisata itu tetap ada tapi memang tidak setiap hari terlihat. Menurut Zarkoni becak-becak wisata ini biasanya nongkrong di depan hotel. Karena mereka pun binaan hotel. Jika ada tamu yang mau berkeliling dengan menggunakan becak, sudah siap. Pada umumnya hotel berbintang yang mempunyai becak binaan. Para ‘abang becak’ tidak akan membohongi penumpangnya. Di sini kalau ­mereka bilang 3 itu artinya Rp 30 ribu bukan Rp 3 ribu. Itu diawasi oleh polisi pariwisata. Rute perjalanan tergantung dari permintaan. Kapal pesiar tetap singgah. Tahun 2012 ini dijadwalkan 18 kapal pesiar yang akan masuk (pelabuhan), ada yang dari ­Jerman, Italia, yang ini biasanya kapal Costa ­Allegra, menurut Zarkoni. Kapal itu dari Singapura langsung ke Makassar, terus ke Komodo, Lombok, Bali, ke Jateng melalui Karimun Jawa baru ke Semarang, dari sana ke Malaysia dan kembali lagi ke Singapura. Kapal pesiar yang biasa masuk ke Makassar berkapasitas sekitar 2.000 orang. Yang turun pasti banyak. Itu tergantung bagaimana dari penjualan di atas kapal. At least, 60% dari penumpang kapal pesiar pasti turun. Pernah kapal pesiar kecil dengan jumlah penumpang sekitar 100 orang dan semuanya mengambil paket tur, maka tidak terlalu berat mengawasinya. Wisman kapal pesiar yang menggunakan becak wisata biasanya pergi ke shopping center di Somba Opu, ke Pelabuhan Paotere—dari pelabuhan Soekarno Hatta jaraknya dekat, dan ke pasar sentral. Kalau mereka start dari Benteng (Fort Rotterdam) maka dalam satu jam banyak tem-

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Makassar pat yang bisa mereka kunjunggi, salah satunya adalah MTC, mal bawah tanah di lapangan Karebosi, orang Makassar menyebutnya pasar gelap, tapi itu ternyata menarik bagi turis. Ya, disitu ada pusat belanja di bawah lapangan bola Karebosi. Penerbangan AirAsia pun mempromosikan ­Makassar dalam in flight magazine pada rute ­internasionalnya. Penumpang bisa memesan program paket tur Indonesia di atas pesawat. Sekarang ini frekuensi penerbangan Airasia seminggu empat kali rute Kuala Lumpur–Makassar. Dan akan akan membuka rute baru Makassar–Kinabalu, direncanakan mulai bulan Agustus 2012. Ke depannya, Makassar akan tetap mengikuti kegiatan-kegiatan promosi di dalam negeri. Sedangkan untuk meng­ikuti kegiatan promosi di luar negeri masih terbatasi oleh anggaran. Promosi dalam negeri akan dikombinasikan oleh industri dengan kerja sama terutama saat pemda mengadakan direct sales. Misalnya menjual Makassar di Balikpapan, di Medan dan sebagainya. Tapi, kembali pada pertanyaan dari mana sajakah wisatawan diharapkan untuk mau tinggal dan tur di Makassar? Sejatinya dewasa ini kota yang pernah dinamakan Ujungpandang, telah memiliki

Ke pelabuhan perahu-perahu tradisional Paotere ini, wisman sering dibawa berkunjung dalam tur berkeliling dengan beca.

aksesibilitas atau konektifitas yang lumayan banyak. Saat ini rute internasional dilayani oleh Garuda ke Singapura dan AirAsia ke Kuala Lumpur. Dari bandara Makassar saat ini operator penerbangan mela-yani rute ke 32 tujuan domestik. Dari dua rute internasional itu, terlihat cukup banyak wisman ada yang dari Jerman, Belanda selain

Seni Budaya ke Swiss

orang Singapura dan Malaysia. Ke arah timur Indonesia, mulai perte­ ngahan tahun 2012 bertambah terus rute penerbangan yang dioperasikan oleh hampir semua maskapai penerbangan nasional. Kota ini memang berpeluang untuk menjadi ‘living room’ bagi masyarakat yang bepergian antara timur dan barat ­Indonesia. n

Promosi Luar Negeri

P

romosi dengan menampilkan seni budaya Indonesia di luar negeri tetap dilakukan oleh Kemenpa­rekraf, seperti pada 26 – 28 April 2012 di ke­ giatan ‘Global Village’ di Bern University, Swiss. Penyeleng­ garanya adalah AISEC (Asosiasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi). Global Village ini merupakan pameran kebudayaan dari ­masing-masing negara mahasiswa Bern University. Dukungan Kemenparekraf untuk itu berupa materi promosi wisata Indonesia. Maka selain pertunjukan budaya oleh ­mahasiswa Indonesia informasi pariwisata juga disebarkan kepada sekitar 150 orang pengunjung per hari. Ketika di Globus Bahnhoff, Bern, salah satu Department Store kelas atas di Swiss,

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

mengadakan ‘Bali Woche’ di semua gerai­ nya yang tersebar di seluruh Swiss, ­ Kemenparekraf juga mendukung pe­ nam­pilan seni budaya tradisional Indonesia, berupa tarian dari Bali antara lain tari legong, tari cendrawasih, tari taruna jaya dan tari sekar jagat. Bali Week oleh Globus ini menampilkan dan menjual produk-produk khas Bali

dan Indonesia seperti pakaian, kerajinan tangan dan kuliner khas Indonesia. Dukungan Kemparekraf dalam bentuk tampilan kesenian dan musik ini akan diteruskan di tahun depan, karena sa­ ngat efisien mempromosikan pariwisata Indonesia untuk pasar Swiss, sehingga masyarakat Swiss dapat lebih dekat me­ ngenal seni dan budaya Indonesia. n

31


Alor NTT

Kekuatan Berpadu

Keindahan di Bawah dan di Atas Air

“U

dara dingin sekali di laut, terutama malam hari,” ujar Fransisco Gaia, warga Amerika keturunan Italia, seorang koki yang gemar meman­cing, ketika bercerita tentang ­pengalamannya memancing ke wilayah NTT di pertengah­ an tahun. “This is the time of winter in Alor,” ujarnya. Kalabahi di Kabupaten/ Pulau Alor

“Tahun lalu saya mendapat blue marlin di dekat perairan Alor,” katanya. Blue marlin adalah ikan langka yang menjadi kebanggaan para pemancing samudera jika bisa memperolehnya. Segera setelah mendapatkan ikan eksotis nan langka itu, Sisco menjahitkan plastik tag ke salah satu bagian tubuh sang marlin, bertuliskan waktu, koordinat tempat, dan yang pen­ ting: nama si pemancing. Angin dingin bertiup dari garis balik selatan (33,5 LS) setiap pertengahan tahun, maka bulan Juni hingga Agustus adalah musim dingin di Alor dan pulau-pulau sekitarnya. Inilah salah satu wilayah yang memiliki kekhususan: tropis iklimnya, tapi angin salju sub-tropis bertiup setiap tahun. Di bawah permukaan laut, arus ­dingin dari kutub juga mengalir ke perairan tersebut, ya, menyumbang signifikan pada dinginnya udara menjelang pera­yaan kemerdekaan Indonesia. Arus ini membawa kumpulan maklukmakluk ke­cil, seolah awan halus  yang mengikuti arus laut. Terdiri dari plank-

32

ton, udang-udangan renik dan ikan-ikan kecil mungil nan lezat, kombinasi ini adalah protein laut penuh gizi yang ikut menikmati kesuburan nutrisi yang mengalir dari wilayah antartika menuju daerah tropis, mengikuti arus yang berputar se­perti siklus di seputaran garis balik selatan. Tak pelak lagi, kumpulan protein laut nan lezat ini juga dikejar para penguasa samudra dari berbagai jenis: paus, hiu, lumba-lumba, ikan pari manta, sunfish, pokoknya berbagai jenis ikan. Plankton dimakan ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan besar, lalu dimakan ­predator. Mereka mengikuti jalur para makanan, yang bergerak ke wilayah ini. Nah, si marlin yang membuat Sisco Gaia beruntung dalam hari pemancingannya, juga tak lepas dari rantai makanan ini. Bagi Mulyadi Sulung, seorang pe­ nyelam yang telah menjelajah berbagai sudut laut di Nusantara, Alor adalah surga tersendiri, dia bahkan berani menyatakan dunia bawah air di Alor lebih istimewa dari keindahan bawah laut di kepulauan Komodo. “Setahu saya, Alor spektakular di bawah air. Paling tidak itulah yang se­ ring digambarkan orang tentang Alor, itulah keindahan panorama bawah air yang luar biasa,” kata Don Bosco, seorang pemandu wisata yang kerap mengantar para turis di wilayah Flores dan NTT. “Snorkeling di Alor itu seperti masuk ke gallery lukisan,” kata Sisco Gaia, yang juga gemar snorkeling. Sisco bahkan berani me­ ngatakan, “Saya rasa Alor itu pemandang­ an bawah airnya terbaik di Indonesia.” Alor adalah nama pulau, sekaligus mewakili nama sebuah kepulauan. Alor adalah nama pulau terbesar yang memberi nama kepulauan yang terdiri dari 20 pulau, dengan 9 pulau yang telah dihuni penduduk. Untuk yang masih bingung dengan lokasi Alor, marilah kita bersama-sama menggambarkan lokasinya. Di sebelah Timur kepulauan Alor, menyebrangi Selat Ombai, ada pulau Wetar dan, satu pulau milik Republik Timor Leste yaitu pulau Atauro. Di sebelah Selatan, menyebrangi selat Alor, ada ujung barat pulau Timor.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Alor NTT Di utaranya itulah laut Banda. Lokasi Alor yang unik ini membangun kultur yang unik pula. Ketika Jean Couteau, seorang antropolog asal Perancis datang ke pulau Alor beberapa tahun lalu, dia terkesan dengan penampilan para penduduk pulau itu, ”Orang-orangnya sangat menarik, kebudayaan mereka menarik. Secara ragawi, Papua dimulai di Alor.” Keragaman Alor tampak dari bahasa mereka. Di wilayah pesisir, penduduk ber bahasa Alor, yang menampakkan ciri bahasa Malayu-Polynesia. Tetapi ini bukan satu-satunya. Tak kurang 15 bahasa suku di Alor, kebanyakan dari bahasa-bahasa ini diklasifikasikan oleh para ahli sebagai bahasa Papua atau non-Austronesia. Nama-nama bahasa itu antara lain Abui, Adang, Hamap, Kabola, Kafoa, Woisika, Kelon, dan Kui. Sayang, sebagian bahasa ini sekarang semakin kehilangan pendukung, kurang aktif diajarkan kepada anak-anak. Kebudayaan Alor adalah contoh kebudayaan yang menjaga kelestarian alam. Para nelayan di Alor hingga kini terus menggunakan cara-cara mencari ikan yang dapat dikategorikan ramah lingkung­an, seperti memancing, menombak atau menangkap dengan jaring. Jadi tak heran kalau kondisi perairan di Alor sangat terjaga. Coba saja, sebutan apa yang bakal anda berikan pada sebuah tempat jika anda masuk ke dalam air dan bisa melihat segala yang ada di depan anda sampai 40 meter. Ya, sejernih kristal, itulah air laut di wilayah yang terjaga keasriannya seperti di  Alor. Secara umum Alor memiliki tidak kurang dari 30 dive site saat ini. ­Bahkan ada pula instruktur penyelam yang ­menyebutkan lebih dari 40 dive site. ­Beberapa nama terkenal antara lain: Half

Moon Bay, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Trip Top, No Man’s Land, The Chatedral, dan ­banyak lagi. Ibarat kompleks sekolah, Alor memiliki tempat yang berguna bagi pemula, dan dive site yang menantang bagi para pe­ tualang selam. Jadi bayangkan wilayah dasar laut yang tenang damai lalu perlahan berubah membentuk dinding serta tebing dengan gua-gua bawah laut. Ini tempat yang sa­ ngat diidamkan para pecinta penyelaman. Di beberapa tempat di kepulauan ini terdapat selat sempit membuat penye­laman di beberapa titik membutuhkan konsentrasi karena kondidi arus yang ­deras. Anda dapat memandangi keindahan formasi karang dan kehidupan bawah air nan kaya di selat Alor Pantar yang memi­ sahkan pulau Alor dan Pantar. Pemandangan bawah laut di Alor sa­ ngat indah. Yang menjadi daya tarik utama dive site Alor adalah ikan-ikan besar se­ perti: hiu karang, penyu, Moray Eels, Rays, Napoleon Wrase, Dog-tooth Tuna, ­barakuda dan masih banyak yang lain.  Namun bila anda pecinta fotografi bawah air, maka di samping berbagai ikan yang berenang di antara formasi karang dan anemon beragam warna, sasaran yang juga menyegarkan bagi kamera anda adalah berbagai hewan lunak moluska berwarna warni yang melenggang di antara karang. Alor, akan mengangkat kawasan NTT ke pariwisata dunia. Maka Wamenparekraf Sapta Nirwandar datang ke sana, bergabung dengan masyarakat se­tempat, ketika meresmikan Festival Wisata dan Budaya Alor yang diselenggarakan ka­ bupaten itu tanggal 7–10 Juli 2012. Kemenparekraf mendukungnya, menyemangati untuk semakin memajukan pariwisatanya. n Tarian lego-lego, khas Desa Takpala, Alor.

Anak-anak nelayan di Alor sedang menangkap ikan didasar laut dengan cara menombaknya. Kebudayaan Alor adalah contoh kebudayaan yang menjaga kelestarian alam, karena mereka menggunakan cara-cara mencari ikan yang ramah lingkung­an.

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

33


Indikator Jumlah Kunjungan Wisman Berdasarkan Fokus Pasar - Januari–Mei, 2012 vs 2011 - (urutan menurut % growth) FOKUS PASAR

JANUARI – MEI 2012

2011

CINA 264,715 189,249 TIMUR TENGAH 37,093 30,871 FILIPINA 46,412 40,393 INDIA 72,264 64,877 AMERIKA SERIKAT 81,197 72,941 MALAYSIA 459,586 413,407 KORSEL 131,387 120,538 JERMAN 54,248 49,825 AUSTRALIA 342,161 316,265 RUSIA 43,531 41,485 INGGRIS 77,049 74,045 JEPANG 166,774 160,619 PERANCIS 62,142 60,105 SINGAPURA 478,680 470,629 BELANDA 52,339 54,303 TAIWAN 76,579 80,686 LAINNYA 734,622 682,992 Jumlah Wisman 3,180,779 2,923,230

SELISIH

(+/-) %

75,466 6,222 6,019 7,387 8,256 46,179 10,849 4,423 25,896 2,046 3,004 6,155 2,037 8,051 -1,964 -4,107 51,630 257,549

39.88 20.15 14.90 11.39 11.32 11.17 9.00 8.88 8.19 4.93 4.06 3.83 3.39 1.71 (3.62) (5.09) 7.56 8.81

Jumlah Kunjungan Wisman Menurut Pintu Masuk Pintu Masuk Soekarno-Hatta Ngurah Rai Polonia Batam, Kep. Riau Sam Ratulangi Juanda Entikong Adi Sumarmo Minangkabau Tanjung Priok Tanjung Pinang BIL, Lombok Makassar Sepinggan, Balikpapan St. Sarif Q-II,Pekanbaru Adi Sucipto, Yogyakarta Husein Sastranegara, Bandung Tanjung Uban, Kep. Riau Balai Karimun, Kep. Riau Jumlah 19 Pintu Pintu Lainnya Jumlah Wisman

34

Januari 2012 156,654 249,728 15,384 102,630 1,827 14,200 2,324 1,482 2,502 5,449 9,524 1,230 1,064 1,157 1,408 3,795 9,600 30,546 9,455 619,959 32,733 652,692

2011 138,987 208,337 12,172 77,925 1,050 13,580 1,647 1,374 2,183 5,903 6,194 1,164 906 1,355 1,412 2,990 9,383 22,663 7,193 516,418 32,403 548,821

Februari Perubahan thd Januari 2011 12.71% 19.87% 26.39% 31.70% 74.00% 4.57% 41.11% 7.86% 14.61% -7.69% 53.76% 5.67% 17.44% -14.61% -0.28% 26.92% 2.31% 34.78% 31.45% 20.05% 1.02% 18.93%

2012 154,698 209,160 14,843 83,089 1,171 14,290 1,787 1,622 2,561 4,409 6,869 871 1,048 1,836 1,720 3,447 10,667 23,440 8,123 545,651 46,851 592,502

2011 144,299 201,457 14,270 86,318 1,264 13,086 2,297 1,622 2,646 5,089 8,648 835 1,083 1,356 1,468 3,344 8,747 25,662 9,903 533,394 34,663 568,057

Maret

Perubahan thd Februari 2011

2012

7.21% 3.82% 4.02% -3.74% -7.36% 9.20% -22.20% 0.00% -3.21% -13.36% -20.57% 4.31% -3.23% 35.40% 17.17% 3.08% 21.95% -8.66% -17.97% 2.30% 35.16% 4.30%

165,927 222,950 19,228 103,626 1,579 16,257 2,121 2,024 3,147 5,763 9,841 1,348 1,277 1,939 2,099 4,253 13,101 28,471 10,107 615,058 43,544 658,602

2011 160,650 202,539 15,600 87,776 1,778 15,317 2,044 2,501 3,215 5,593 8,388 1,315 939 1,744 1,852 5,187 9,057 28,523 8,933 562,951 35,117 598,068

Perubahan thd Maret 2011 3.28% 10.08% 23.26% 18.06% -11.19% 6.14% 3.77% -19.07% -2.12% 3.04% 17.32% 2.51% 36.00% 11.18% 13.34% -18.01% 44.65% -0.18% 13.14% 9.26% 24,00% 10.12%

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012


Indikator Jumlah Kunjungan Wisman Bulanan - 2010 - 2012 JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGT

SEP

OKT

NOV

DES

TOTAL

650883

3,180,779

2012

652,692 592,502 658,602 626,100

2011

548,821 568,057 598,068 608,093 600,191 674,402 745,451 621,084 650,071 656,006 654,948 724,539 7,649,731

2010

493,799 523,135 594,242 555,915 600,031 613,422 658,476 586,530 560,367 594,654 578,152 644,221 7,002,944

2010

800.000

2012

2011

700.000

600.000

500.000 400.000

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

AGT

SEP

OKT

NOV

DES

Periode Januari–Mei, 2012 vs 2011 April

Mei

2012

2011

Perubahan thd Maret 2011

161,005 222,657 16,383 93,813 1,669 16,061 1,503 2,189 2,665 5,760 8,734 1,482 1,192 1,333 1,701 4,505 12,639 25,784 8,545 589,581 36,480 626,100

151,989 224,423 14,998 92,055 1,764 14,179 1,831 1,993 2,107 5,278 9,026 1,639 1,146 1,283 1,982 4,651 9,732 26,206 9,284 575,566 32,527 608,093

5.93% -79% 9.23% 1.91% -5.39% 13.27% -17.91% 9.83% 26.48% 9.13% -3.24% -9.58% 4.01% 3.90% -14.18% -3.14% 29.87% -1.61% -7.96% 2.43% 12.15% 2.96%

2012 185,932 220,508 18,074 94,117 1,442 17,017 1,973 3,325 2,615 4,995 8,770 942 1,039 1,272 1,289 4,925 12,597 24,498 9,399 614,557 36,144 650,883

Januari-Mei

2011

Perubahan thd April 2011

150,407 208,832 16,648 96,206 1,436 14,894 2,201 2,542 2,669 5,452 8,523 1,698 1,090 1,158 2,131 5,106 9,397 25,487 8,680 564,557 35,634 600,191

23.62% 5.59% 8.57% -2.17% 0.42% 14.25% -10.36% 30.80% -2.02% -8.38% 2.90% -44.52% -4.68% 9.84% -39.51% -3.54% 34.05% -3.88% 8.28% 8.86% 1.43% 8.45%

2012

2011

824,216 746,332 1,125,003 1,045,588 83,912 73,688 477,275 440,280 7,688 7,292 77,825 71,056 9,708 10,020 10,642 10,032 13,490 12,820 26,376 27,315 43,748 40,779 5,873 6,651 5,620 5,164 7,537 6,896 8,217 8,845 20,925 21,278 58,604 46,316 132,739 128,541 45,629 43,993 2,985,027 2,752,886 195,752 170,344 3,180,779 2,923,230

Perubahan thd Mei 2011 10.44% 7.60% 13.87% 8.40% 5.43% 9.53% -3.11% 6.08% 5.23% -3.44% 7.28% -11.70% 8.83% 9.30% -7.10% -1.66% 26.53% 3.27% 3.72% 8.43% 14.92% 8.81%

Sumber : BPS

Vol. 3 l No. 31 l Juli 2012

35


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata

www.indonesia.travel

www.parekraf.go.id

Indahnya pakaian dan tari tradisional di Lampung.

T

ahun 2012, kegiatan menyelenggarakan even akan berlangsung di seluruh Indonesia, mencapai jumlah sekitar 100 even, di antaranya disponsori oleh Kemenparekraf. Obyek daya tarik wisata yang paling banyak diminati masyarakat, berlokasi di pulau Jawa. Uniknya, pulau ini merupakan pasar sekaligus juga destinasi wisata nusantara. Maka, jika penduduk dari Jawa berwisata ke pulau-pulau lain, dan sebaliknya, terjadilah pergerakan wisata yang dinamis.

9–12 Oktober 2012 BANDAR LAMPUNG

Kemenparekraf menciptakan dan mendukung Tourism Event untuk pemasaran pariwisata di dalam negeri dan di luar negeri.

4–10 Juni 2012

29 Juni-1 Juli 2012

7–12 ­November 2012

36

19-21 Oktober 2012

22–23 Juni 2012

l Juli 2012 Vol. 3 l No. 31 Nopember 2012 18–21 Oktober 2012

Newsletter Pariwisata Insonesia Edisi 31  

Newsletter Pariwisata Insonesia Edisi 31

Advertisement