Page 1

NAMA :DARMAWA NIM :F1D516014

METODE REHABILITASI MANGROVE

Mangrove merupakan tumbuhan dan komunitasnya yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Daerah pasang surut merupakan daerah yang mendapatkan pengaruh pasang surut dan terletak di sepanjang garis pantai, termasuk tepi laut, muara sungai, laguna dan tepi sungai. Rehabilitasi hutan mengrove adalah upaya mengembalikan fungsi hutan mangrove yang mengalami degradasi, kepada kondisi yang dianggap baik dan mampu mengembah fungsi ekologis dan ekonomis. Penyelenggaraan rehabilitasi hutan mangrove yang dimaksud ditujukan untuk memulihkan sumberdaya hutan yang rusak sehingga berfungsi optimal dalam memberikan manfaat kepada seluruh pihak yang berkepentingan, menjamin keseimbangan lingkungan dan tata air Daerah Aliran Sungai ( DAS) dan kawasan pesisir, mendukung kelangsungan industri berbasis sumberdaya mangrove. Berikut beberapa metode rehabilitasi mangrove, (1) persiapan dan pra survei; (2) pekerjaan survei; (3) penyuluhan konservasi; (4) konservasi; (5) pemeliharaan dan monitoring. 1.PERSIAPAN DAN PRA SURVEI Pekerjaan persiapan meliputi penyiapan peralatan dan penyusunan jadwal pekerjaan. 1.2.Penyiapan peralatan Peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan konservasi penanaman mangrove yaitu peta lokasi, peralatan teknis penanaman (ajir, tali rafia, refraktometer, perahu dan ember). 1.3. Pekerjaan Penyusunan Jadwal Pekerjaan Penyusunan jadwal pekerjaan kerja survei lokasi penanaman ditentukan sesuai dengan tabel pasang surut, karena pelaksanaan survei tergantung pada kondisi pasang surut. Hal-hal penting yang harus diperhatikan pada saat observasi adalah (1) observasi tentang berbagai kondisi tanah dan lahan hanya dapat dilakukan pada saat surut; (2) untuk observasi ketinggian pasang purnama, harus datang ke lokasi penanaman. 2. PEKERJAAN SURVEI 2.1. Seleksi dan Penanganan Bibit Mangrove Pekerjaan seleksi dan penanganan bibit mangrove dilakukan untuk memastikan kondisi bibit dan pembelian bibit. Bibit mangrove diambil dan dibeli dari kebun bibit mangrove yang berkualitas dan telah tersertifikasi. 2.2. Pengadaan Media Semai. Seminggu sebelum dibawa ke lokasi penanaman, naungan bibit mangrove sebagai pelindung dari sinar matahari secara langsung mulai dibuka.


NAMA :DARMAWA NIM :F1D516014

2.3. Survei Kondisi Sosial Ekonomi Survei kondisi sosial ekonomi di sekitar lokasi penanaman juga dilakukan untuk mengetahui, sekaligus memperoleh informasi tentang kepemilikan lahan atau rencana tata guna lahan dari instansi terkait, kelurahan atau ketua kelompok tani. 2.4. Survei Tanda Batas Survei tanda batas dilakukan untuk mengetahui lokasi batas-batas penanaman yang jelas sehingga di kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang bisa mengakibatkan pada kegagalan pekerjaan konservasi penanaman mangrove. Survei tanda batas dilakukan beberapa kali, dengan cara mendatangi langsung kelurahan dan kecamatan serta wawancara dengan warga sekitar tapak. 2.5. Survei Tinggi Permukaan Tanah Adanya perbedaan tinggi permukaan tanah berarti bahwa ada pula perbedaan frekuensi dan durasi penggenangan air laut yang akan mempengaruhi lapisan tanah dan kondisi salinitas atau akumulasi garam dalam tanah. Survei tinggi permukaan tanah diadakan untuk mengetahui tinggi permukaan tanah lokasi penana man sebelum penanaman dilakukan dan kemudian menetapkan jenis mangrove yang sesuai untuk lokasi penanaman tersebut. 2.6. Survei Salinitas Salinitas merupakan salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi pertumbuhan mangrove. Salinitas diukur dengan menggunakan refraktometer. Pada saat mengestimasi salinitas, dilakukan pertimbangan faktor-faktor seperti suplai air tawar, lokasi sungai, tinggi permukaan tanah, akumulasi garam karena penyinaran matahari secara langsung atau durasi penyinarannya. 2.7. Survei Pemeriksaan Tanah dan Vegetasi Lain. Pekerjaan survei tanah dan vegetasi dilakukan untuk melakukan pengamatan secara visual mengenai sedimen/tanah di lokasi penanaman mangrove. 3. PENYULUHAN KONSERVASI Penyuluhan konservasi mangrove, dilakukan dengan mengikutsertakan mahasiswa, masyarakat, karang taruna dan perangkat desa setempat. Keikutsertaan mereka, akan memberikan dampak positif secara langsung sehingga bisa terus menerus terlibat dalam pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan. Setiap peserta penyuluhan konservasi, diberikan beberapa buah fasilitas seperti brosur ajakan untuk mengenal mangrove, kaos, stiker dan buku tentang resep panganan dari tumbuhan mangrove dan pendayagunaan ekosistem mangrove. 4. KONSERVASI 4.1. Penyiapan Buah (Propagul) Propagul mangrove diusahakan berasal dari lokasi setempat atau lokasi terdekat. Buah dapat diperoleh dengan cara mengambil buah-buah yang telah jatuh atau


NAMA :DARMAWA NIM :F1D516014

memetik langsung dari pohonnya. Sebaiknya, pengumpulan buah dilakukan secara berulang dengan interval waktu tertentu. 4.2. Pembuatan Herbarium Untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan mangrove, kiranya tak cukup hanya dengan mengadakan seminar, workshop, pelatihan, penyuluhan, pembuatan bedeng persemaian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan, belaka. pembuatan herbarium, yaitu tampilan jenis-jenis mangrove, agaknya juga perlu dilakukan. 4.3. Pembuatan bedeng persemaian 1. Pemilihan tempat Tempat yang akan digunakan untuk persemaian bibit dipilih lahan yang lapang dan datar. Jaraknya dengan lokasi tanam diusahakan sedekat mungkin, supaya lebih efektif dalam pengangkutan bibitnya. Lahan yang digunakan untuk pembibitan harus terendam saat air pasang dengan frekuensi lebih kurang 20-40 kali/bulan, sehingga tidak memerlukan penyiraman. 2. Pembuatan bedeng persemaian Bedeng dibuat dari bambu yang kuat. Ukuran bedeng disesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya berukuran 1×5 m atau 1×10 m dengan tinggi 1,5–2 m. Bedeng diberi naungan ringan dari daun nipah, kelapa, ijuk, rumbia, alang-alang atau sejenisnya. Media (dasar) bedeng adalah tanah lumpur di daerah sekitarnya. 4.4. Pembibitan Membibitkan mangrove sangatlah mudah. Dengan sedikit ketelatenan dan kesabaran, kalau berhasil tumbuh, kita telah sangat berjasa memberikan hak hidup dan menyelamatkan ekosistem ini dari kepunahannya di masa depan. 4.5. Tahap Pekerjaan Konservasi Pekerjaan konservasi bisa dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu persiapan tapak, pengangkutan bibit, pendistribusian bibit dan penanaman. 1. Pemeliharaan Jenis pada Setiap Tapak Sebelum kita menyurvei lahan dan mengetahui karakteristik dari substratnya, kita tidak dapat menentukan mangrove apa yang cocok untuk ditanam di lokasi tersebut. Karena berbeda spesiesnya maka akan berbeda pula tingkat adaptasinya terhadap lingkungan. 2. Persiapan Tapak Sebelum dilakukan penanaman, lokasi penanaman telah disiapkan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat penanaman. Beberapa pekerjaan yang telah dilakukan adalah pembersihan lokasi penanaman dari vegetasi tumbuhan pengganggu dan pekerjaan penancapan ajir (potongan bambu dengan panjang 1 m yang diikatkan dengan bibit mangrove menggunakan tali rafia).


NAMA :DARMAWA NIM :F1D516014

4. Penancapan Ajir Kegiatan penancapan ajir dilakukan dengan dua tujuan yaitu: (1) sebagai penanda lokasi penanaman bibit mangrove sehingga akan mempermudah peserta dalam melakukan penanaman; (2) penggunaan ajir juga berfungsi agar bibit-bibit mangrove yang ditanam bisa berjajar secara rapi sehingga mempermudah dalam penghitungan kelulushidupan pada saat pekerjaan pemeliharaan dan monitoring; (3) ajir berguna menjaga bibit mangrove tidak roboh pada saat terjadi air pasang. 5. Penanaman Pada tahap penanaman, spesies mangrove dikelompokkan berdasarkan spesiesnya. Bibit mangrove ditanam di lokasi penanaman dengan teknik penanaman mangrove menggunakan ajir. Penggunaan ajir berguna untuk menjaga bibit mangrove tidak tumbang ketika terkena ombak. Jarak tanam adalah Âą 1 m x 1 m. 6. Cara Penanaman Mangrove ditanam di lahan yang telah disediakan dengan cara membuat lubang di dekat ajir-ajir, dengan ukuran lebih besar dari ukuran polibek dan dengan kedalaman dua kali lipat dari panjang polibek. Bibit ditanam secara tegak ke dalam lubang yang telah disediakan dengan cara melepaskan bibit dari polibek secara hati-hati, dan jangan sampai merusak akarnya. 5. PEMELIHARAAN DAN MONITORING Pekerjaan pemeliharaan dan monitoring merupakan pekerjaan penyempurnaan dari keempat tahap di atas karena pekerjaan pemeliharaan dan penjagaan bibitbibit mangrove yang telah ditanam diharapkan akan memiliki kelulushidupan yang maksimal sehingga program konservasi penanaman mangrove dapat berhasil dengan baik. 5.1. Penyiangan dan Penyulaman Penyiangan dilakukan apabila kelulushidupan bibit - bibit mangrove yang telah ditanam, terus menerus mengalami penurunan. Penyiangan dilakukan dengan penyulaman yaitu mengganti bibit-bibit mangrove yang telah mati dengan bibitbibit mangrove yang baru. Selain itu, juga dilakukan penebasan terhadap tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar mangrove untuk mengurangi persaingan sehingga bibit-bibit mangrove yang telah ditanam bisa tumbuh dengan baik 5.3. Perlindungan Tanaman Mangrove dalam pertumbuhannya mempunyai masa-masa kritis. Oleh karena itu perlindungan tanaman mangrove dan hama yang merusak, mulai dari pembibitan hingga mencapai anakan, perlu dilakukan agar pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik. 5.4. Metode Pengukuran Pertumbuhan Pengukuran pertumbuhan dilakukan dengan mengukur pertambahan tinggi atau panjang plumula, jumlah daun yang mekar, jumlah pasangan daun dan jumlah


NAMA :DARMAWA NIM :F1D516014

cabang. Pengukuran ini diadakan untuk mengetahui dan meneliti seberapa besar kelulushidupan bibit-bibit mangrove yang telah ditanam. Pengukuran dilakukan dalam rentang waktu tiga bulan sekali dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar lokasi penanaman. 5.5. Pekerjaan Lain-lain Kerjasama dengan lembaga penelitian lain atau instansi lainnya bisa dilakukan apabila terjadi hasil penanaman yang tidak maksimal, untuk memperoleh rekomendasi terhadap tata cara penanggulangan dampak yang diperoleh dari saran dan pengalaman tentang penanaman bibit mangrove yang diadakan di daerah lain.

343824270 metode rehabilitasi mangrove  

Rehabilitasi

343824270 metode rehabilitasi mangrove  

Rehabilitasi

Advertisement