Page 1

Hal 2 Harian

11/24/04

9:36 PM

Page 1

HALAMAN

HARIAN UMUM

MITRA DIALOG

JUMAT - PON ( 26 DESEMBER 2008 ) 27 DZULHIJJAH 1429 H

Aktual Tegas dan Berimbang

Rw Isun RW 06 Tanda Barat Jaga Kebersihan Lingkungan KEJAKSAN, (MD).Menghadapi musim penghujan yang masih terus berlangsung, warga RW 06 Tanda Barat Kel. Kebon Baru Kec. Kejaksan Kota Cirebon diimbau menjaga kebersihan lingkungan. Upaya menjaga lingkungan itu dapat dilakukan warga secara pribadi, baik Otong D. di kediaman masing-masing maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini disampaikan Ketua RW setempat, Otong Djuanda D., didampingi Sekretaris RW, Martono Amar, Senin (25/12). Dikatakannya, menjaga kebersihan merupakan kewajiban warga. Karena kondisi lingkungan yang bersih akan berdampak bagi kelangsungan hidup bersama. “Dalam kebersihan itu kan terkandung hal-hal yang akan menimbulkan dampak baik. Contohnya, ketika selokan bersih dan tidak mampet akibat sampah atau apapun, bencana banjir bisa dihindari. Begitu juga dengan bahaya penyakit yang mengintai saat lingkungan kotor. Genangan air juga kan bisa jadi salah satu penyebab munculnya bibit penyakit,” papar Otong, diiringi anggukan Martono. Untuk itu, Otong meminta warga bertanggung jawab terhadap lingkungan masing-masing. Salah satu cara yang dapat ditempuh yakni melakukan kerja bakti seperti yang biasa diperbuat warga RW 06 secara bergotong royong membersihkan lingkungan.(C-21)

-Ade Nurjanah/MD

Amankan Becak PETUGAS dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon mengamankan becak yang nekat melintas Jl. Siliwangi yang merupakan kawasan bebas becak, Selasa (16/12).*

Info Penting KHATIB JADWAL imam dan khatib, Jumat (26/12), di beberapa masjid yang ada di Kota Cirebon yang dihimpun “MD”. 1. Masjid Tejasuar: Imam dan Khatib, Ust. Tatang Noer Saefullah. 2. Masjid Raya At-taqwa: Imam, Muslim, S. Ag.; Khatib, Drs. H. Abdul Ghofar, M.A. 3. Masjid Mujahidin: Imam dan Khatib, Ust. Sunari.(C-21)

DOKTER DAN APOTEK JAGA Tanggal 28 Desember 2008 dr. Thomas Utama Dj. Jl. Yos Sudarso No. 47 telp. (0231) 204302

dr. Suparji Jl. Diponegoro Gg. Cempaka No. 7 telp. (0231) 230339

Apotek Mitra Bahagia Jl. Pasuketan No. 33 telp. (0231) 202205

Tanggal 25 Desember 2008 Dokter Jaga UGD RS se-Kota Cirebon Apotek Jaga 24 Jam

STOK DARAH PMI Kota Cirebon

PMI Cab. Kab. Cirebon

Jl. Sudarsono No.1A Telp. (0231) 201003, Fax (0231) 204964

Jl. Tuparev No.69 Telp. (0231) 207587, Fax (0231) 204148

Gol. Darah

A

B

AB

O

Gol. Darah

A

B

AB

O

Jumlah

49

164

3

54

Jumlah

21

32

6

57

Gol. Darah TC

A

B

AB

O

Gol. Darah TC

A

B

AB

O

Jumlah

24

3

12

0

Jumlah

-

-

-

-

Hari Kamis Tanggal 25 Desember 2008 jam 19.00 WIB

TELEPON PENTING Kota Cirebon (0231) Denpom III/3 (piket) 202065 Polresta (operator) 205179 Polsekta Selatan/Timur 202606 Polsekta Utara/Barat 205569 RSU Gunungjati 206330 RST Ciremai 201861 Rumah Sakit Pelabuhan 230024 Pemadam Kebakaran 113 Gangguan PLN 123 PJR Jalan Tol 484268 RS Putra Bahagia 485654 Kab. Cirebon (0231) Polres Cirebon (piket)321644 Polsek Susukan 357009 Polsek Arjawinangun 357110 Polsek Palimanan 341240 Polsek Klangenan 341033 Polsek Plumbon 341101 Polsek Weru 321210 Polsek Kapetakan 204911 Astana Japura 510110 Pos Polisi Gebang 661140 Polsek Losari 831210 Polsek Babakan 661187 Polsek Ciledug 661230 RS Mitra Plumbon 323100 RS Pertamina Klayan 2512133 RSU Arjawinangun 359089 RSU Waled 662703 RS Sumber Waras 341079

2

RS Paru-Paru Sidawangi 321007 Kab. Majalengka (0233) Polres Pemadam Kebakaran PLN RSUD RSUD Cideres PMI Cab

281221 281022 281080 281189 661033 281539

Kab. Kuningan (0232) Polres Polsek Kuningan Polsek Cilimus Polsek Ciawigebang Polsek Kadugede RSU 45 RSU Wijaya Kusuma RS Sekar Kamulyan Cigugur

875611 871678 613130 878110 875200 871885 871565 873206

Kab. Indramayu (0234) Polres Indramayu Polsek Kandanghaur Polsek Anjatan Polsek Losarang Polsek Loh Bener Polsek Jatibarang Polsek Kertasmaya Polsek Karangampel RSU Indramayu RS Bhayangkara Losarang

274444 505510 610110 55110 24401 31410 41199 484210 272655 507878

Pedagang Pasar Kanoman Protes PKL Lemahwungkuk LEMAHWUNGKUK, (MD).-

Kisruh antar pedagang di areal Pasar Kanoman Kota Cirebon kembali terjadi. Pedagang yang berjualan di dalam areal pasar menyayangkan perbuatan ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima Lemahwungkuk yang kembali beroperasi di luar areal pasar. Para pedagang di dalam pasar Kanoman bahkan telah meminta PD Pasar dan pemerintah daerah (pemda) untuk memasukkan kembali para PKL Lemahwungkuk ke

Tindakan PKL Lemahwungkuk justru mengakibatkan transaksi jual beli di dalam pasar sepi. dalam pasar, karena dipandang telah menyebabkan sepinya aktivitas jual beli di dalam Pasar Kanoman. Berdasarkan informasi yang dihimpun “MD”, kepindahan PKL Lemahwungkuk ternyata tidak diketahui para pedagang lainnya. Berdasarkan kesaksian salah seorang pedagang, PKL Lemahwungkuk memindahkan dagangannya pukul

00.30 WIB tanggal 19 Desember lalu. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Kanoman (IPPK), Nuri Suyanto, kepada “MD”, mengakui kepindahan PKL Lemahwungkuk bersifat mendadak. Dirinya tidak mendapat pemberitahuan apapun terkait hal ini. Komitmen pemda Mewakili pedagang di

dalam pasar, Nuri menyesali tindakan PKL Lemahwungkuk karena justru telah mengakibatkan transaksi jual beli di dalam pasar sepi. Dari kejadian ini, Nuri mempertanyakan komitmen pemda yang selama ini telah berupaya menata Pasar Kanoman, namun masih belum bisa mengatasi ulah PKL Lemahwungkuk. Padahal, PKL Lemahwungkuk telah diminta masuk ke dalam pasar sejak tahun 2003 dan telah menyatakan kesediaannya tanggal 7 November lalu.

Tapi itu pun tak bertahan lama yang ditandai dengan kepindahan mereka ke luar areal pasar melalui surat permohonan berjualan di Jalan Lemahwungkuk kepada wali kota. Nuri sendiri tidak mengetahui secara persis apakah kepindahan itu telah mendapat persetujuan pemerintah kota. Namun, apabila permohonan itu ternyata disetjui, pedagang Pasar Kanoman atau IPPK akan melakukan hal yang sama dengan menggelar dagangannya di sepanjang jalan.(C-23)

Tarif Angkot Tak Jadi Turun KEJAKSAN, (MD).Meski harga BBM telah turun sejak lebih dari satu minggu lalu, namun nyatanya hal itu tak berpengaruh sama sekali terhadap tarif angkutan umum. Berdasarkan hasil rapat antara Dinas Perhubungan (Dishub) se-Jawa Barat (Jabar) dengan Departemen Perhubungan Provinsi Jabar, penurunan tarif belum bisa diberlakukan saat ini. Kepala Dishub Kota Cirebon, Umboro Budi Santoso, S.E., M.M., mengatakan, secara keseluruhan hasil rapat memutuskan, kebijakan soal tarif masih menunggu kebijakan pusat. Kebijakan dimaksud berkaitan dengan wacana penurunan kembali harga BBM Januari mendatang yang berkembang belakangan ini. “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri pernah menyatakan kemungkinan turunnya kembali harga BBM awal tahun depan menjadi Rp 4.500,00. Sementara harga BBM yang berlaku sekarang memungkinkan penurunan hanya 6 persen. Nilai ini terbilang nanggung. Kalau kemudian tarif angkutan umum diturunkan, paling hanya beberapa rupiah,” tutur Umboro. Lain halnya, tambah Umboro, apabila harga BBM telah turun menjadi Rp 4.500,00, penurunan tarif angkutan umum bisa mencapai 20 persen, di mana tarif untuk umum Rp 2.000,00, dan untuk pelajar Rp 1.500,00. Sayang, sementara ini tarif masih menunggu kepastian penurunan kembali harga BBM, Januari nanti. Selain itu, dikatakan Umboro, keputusan resmi penurunan tarif diperkuat dengan surat keputusan wali kota. Dalam hal ini, tidak memungkinkan bagi wali kota atau pemimpin daerah untuk mengeluarkan keputusan dua kali dalam jarak waktu yang sedemikian dekat. Hasil rapat itu pun telah diketahui Organda yang kemudian bersepakat atas keputusan yang diambil. Untuk itu, Umboro kembali meminta masyarakat bersabar dan tetap menjaga kondusivitas.(C-23)

-Shanty/MD

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam FORDISMA’45 UNTAG Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (24/12), memprotes pengesahan RUU BHP. Aksi tersebut diwarnai pemblokiran Jl. Pemuda beberapa menit sehingga mengakibatkan kemacetan.*

Penolakan UU BHP Terus Bergulir KESAMBI, (MD).Protes terhadap pengesahan Rencana Undang-undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi UU BHP oleh pemerintah terus bermunculan. Salah satunya datang dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam FORDISMA’45 Universitas 17 Agustus (UNTAG) Cirebon, yang menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (24/12). Aksi tersebut diwarnai pemblokiran Jl. Pemuda beberapa menit sehingga mengakibatkan kemacetan. Karena puluhan kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat, tak bisa melintasi jalan tersebut. Dalam aksinya, para mahasiswa menolak UU BHP, menolak metode pendidikan sebagai alat legitimasi kekuasaan, dan menolak

Pembangunan Gedung PGRI Sisakan Utang Rp 800 Juta SUMBER, (MD).Pembangunan Gedung PGRI Kab. Cirebon yang peresmiannya dilakukan Bupati Dedi Supardi, Rabu (24/12), menyisakan utang Rp 800 juta. Angka tersebut merupakan selisih dana yang terkumpul Rp 1,35 M dengan total dana yang dihabiskan Rp 2,1 M. Ketua PGRI Kab. Cirebon, Drs. H. Dadang -Ist M. Dawud, M.Pd., mengakui kekurangan biaya BUPATI Cirebon, Drs. H. Dedi Supardi, M.M., menantersebut. Untuk menu- datangani prasasti saat meresmikan gedung PGRI Kab. tupinya, kemungkinan Cirebon di Sumber, Rabu (24/12).* salah satunya dengan melibatkan belasan ribu anggotanya. anggotanya, dan Rp 200 juta berasal “Dalam waktu dekat, kami akan dari bantuan bupati. “Sejak awal, banyak sekali kendala memusyawarahkan masalah ini. Bagaimana jalan keluarnya, tentu menghadang dalam mewujudkan menjadi tanggung jawab bersama. pembangunannya. Dan itu kami Karena Gedung PGRI ini pada anggap sebagai masukan, kritik, dan hakekatnya merupakan milik semua saran bagi kami. Mudah-mudahan, keguru di Kab. Cirebon, khususnya beradaan Gedung PGRI ini bermankepada para anggota PGRI,” katanya faat bagi semua, terutama para guru,” ucapnya. usai acara peresmian. Menurutnya, seperti sudah diduga Menyinggung PGRI Kab. Cirebon sebelumnya, pembangunan Gedung dianggap terlalu memaksakan diri PGRI bakal menghabiskan dana tak dalam pembangunan gedung tersebut, sedikit. Namun, dengan kemauan Dadang menjawab diplomatis. keras semua pihak, akhirnya terwujud, Menurutnya, siapapun bisa menilai meski belum sepenuhnya selesai. Dikatakannya, dana pembangunan dengan kacamatanya sendiri-sendiri, Gedung PGRI Kab. Cirebon, sebagian dan itu merupakan sesuatu yang besar bersumber dari sumbangan wajar.(C-20)

komersialisasi pendidikan. “Pendidikan syarat utama untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa, tapi hal itu tidak pernah diwjudkan oleh pemerintah. Dalam konstitusi negara kita sudah ada komitmen tentang hak pendidikan untuk rakyat, di antaranya dalam Pembukaan UUD 45 Alinea 4, dan UUD Amandemen Pasal 31. Tapi pada praktiknya, pemerintah telah mengkhianati konstitusi negara, dan mendustai janjijanjinya pada rakyat,” teriak mahasiswa. Para pengunjuk rasa juga menilai, pengesahan UU BHP hanya bertujuan membuka keran investasi dan liberalisasi pendidikan lebar-lebar. Sebelumnya, semua peraturan dan RUU Pendidikan telah dipersiap-

kan secara sistematis oleh rejim sebagai komprador kapitalis internasional, mulai dari PP No. 61 Tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi; PP No. 151, 152, 153, 154 Tahun 2000; dan PP No. 6 Tahun 2004, yang semuanya menjadi legalitas dari BHMN, serta UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Ketika UU BHP telah ditetapkan maka instansi pendidikan selama ini mendapatkan subsidi dari pemerintah menjadi pencetak uang bagi para pemodal yang berwatak profit oriented. Prinsip nirlaba pada dasarnya, menurut mahasiswa, hanya omong kosong belaka. “UU BHP hanya akan berdampak semakin mahalnya biaya pendidikan dan menghancurkan nilainilai demokrasi,” jelasnya.(C-21)

Kanker Ancam Warga Kota Cirebon KESAMBI, (MD).Masyarakat diminta mewaspadai besarnya volume sampah di setiap tempat pembuangan sementara (TPS). Pasalnya, sampah dari limbah berbahaya tidak saja menimbulkan infeksi saluran pernafasan, tetapi juga menimbulkan kanker dari berbagai jenis. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Cirebon, dr. Hj. Kaptiningsih, M.Kes. Dijelaskannya, sampah yang dapat menimbulkan kanker ini yakni bekas baterai, infus, dan isi ulang tinta. Namun kanker tersebut tidak bisa langsung terdeteksi dalam waktu

dekat. Begitupun dengan ciri-cirinya. “Gejalanya akan muncul dalam waktu lama. Dan kita tidak bisa menyampaikan ciricirinya seperti apa. Sebab kanker yang disebabkan oleh bekas baterai, infus, dan isi ulang tinta ini tidak dalam bentuk satu jenis kanker, tapi bisa bermacam-macam, seperti kanker kulit, kanker hati, dan lain-lain,” jelasnya. Selain infeksi saluran pernapasan dan kanker, penyakit lain yang ditimbulkan sampah, lanjut Kapti, yakni diare, penyakit kulit, dan leptospirosis atau penyakit yang disebabkan air kencing tikus.(C-21)

Cirebon Raya  

Cirebon Raya

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you