Page 1

Di awal tahun 2014, MITI Kalster Mahasiswa telah

kesempatan besar bagi putra-putri bangsa untuk

memasuki 100 hari kepengurusan sejak dilantik. Beberapa

mengambil peran dalam pengolahan minerba. Bahwa

kegiatan yang telah dilaksanakan akan mewarnai evaluasi

tanggung jawab negara tidak hanya dipikul oleh para

kinerja MITI KM dalam menjalankan amanah

pemimpin negara akan tetapi seluruh rakyat Indonesia

kepengurusannya. Salah satu value dari MITI KM adalah

sepatutnya turut mendukung pengolahan dan pemurnian di

Good Respon terhadap kondisi yang terjadi. Pada akhir

dalam negeri teknologi yang dikuasai. Kewajiban

tahun 2013 salah satu bentuk respon cepat MITI KM

pengolahan dan pemurnian di dalam negeri merupakan

adalah dengan membahas UU No 4 tahun 2009 tentang

suatu keniscayaan demi peningkatan nilai tambah mineral

Minerba (Mineral dan Batu bara). Hal ini sangat berkaitan

sehingga Indonesia bisa menguasai serta mengolah secara

dengan visi utama Masyarakat Ilmuwan Teknolog

mandiri kekayaan alam mineral dan batu bara. Peningkatan

Indonesia, yakni IPTEK untuk kemandirian dan

nilai tambah ini diperlukan aplikasi iIlmu pengetahuan dan

kesejahteraan bangsa. Dalam penjelasan terkait UU

teknologi yang tepat sehingga bahan mentah yang ada

Minerba disebutkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945

dapat menjadi barang dengan nilai tambah yang tinggi.

Pasal 33 ayat (3) menegaskan bahwa bumi, air, dan

Semoga salah satu dari kita bisa mengambil peran ini ke

kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh

depan untuk kemandirian nasional. Di kesempatan awal

negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar

tahun 2014 ini, mari bersama-sama menuliskan tinta-tinta

kemakmuran rakyat. Mengingat mineral dan batubara

emas dalam kontribusi membangun Indonesia. MITI KM

sebagai kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi

mengajak kepada seluruh generasi IPTEK Indonesia untuk

merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan,

meningkatkan kompetensi, menjalakan peran secara

pengelolaannya perlu dilakukan seoptimal mungkin,

profesional, dan memberikan kontribusi nyata bagi

efisien, transparan, berkelanjutan dan berwawasan

Indonesia. Dalam waktu dekat ini, kegiatan yang menjadi

lingkungan, serta berkeadilan agar memperoleh manfaat

program aksi pengembangan IPTEK di MITI KM adalah

sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat secara

MITI Paper Challenge (MPC), The Neuron Award, dan

berkelanjutan. Dalam hal ini negara bertanggung jawab

HIBAH P2M MITI yang akan dilaksanakan di puncak

dalam pengelolaan kekayaan alam terutama minerba demi

acara Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) bulan

kesejahteraan rakyat. Hal ini mengandung konsekuensi

Maret 2014 mendatang. Mari Bangun Indonesia menjadi

bahwa negara harus bisa mengolah dengan baik sumber

lebih baik. SALAM AKSELERASI.

daya alam yang dimiliki di Indonesia secara optimal. MITI Klaster mahasiswa menyikapi hal ini menjadi sebuah

Heru Edi Kurniawan, M.Pd Ketua MITI Klaster Mahasiswa


Tentang Mineral dan Batubara Dilihat dari Sisi Hukum dan Teknologi Oleh : Imam Santoso. Master Pyrometallurgy, University of Queensland.

Kekayaan alam di indonesia terutama k o m o d i t a s t a m b a n g s e y o g ya n ya d a p a t dimanfaatkan dengan optimal. Namun sayangnya beberapa bahan tambang tersebut masih diekspor dalam bentuk bijih atau tanpa peningkatan nilai tambah yang memadai. Oleh karena itu dikeluarkan UU No 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batubara, yang berisi “Pemegang IUP dan IUPK wajib meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan/atau batubara dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara�.

dilakukan pengeksporan? Salah satunya, karena banyak konsumen yang ingin membeli. Selain itu, terdapat kesepakatan-kesepakatan terkait harga ya n g dit awa rka n sehin g ga m em b erika n keuntungan pada perusahaan. Smelt dalam bahasa inggris memiliki arti melebur, artinya pembangunan smelter adalah pembangunan pabrik pengolahan logam dengan melibatkan proses peleburan. Logam untuk dapat diambil dari pengotornya dapat dilakukan dengan peleburan pada suhu tinggi diatas titik leleh logamnya. Misal untuk tembaga, proses peleburannya mencapai suhu Setelah melewati proses peleburan logam kadarnya meningkat dan harganya juga meningkat. Hanya saja untuk membangun smelter tentu membutuhkan modal yang tidak kecil.

Ada batas minimum berapa kadar tembaga yang boleh dijual menurut Peraturan Menteri ESDM 2012/2013, kadar minimum komuditas tembaga (Cu) minimal 99,9%. Selama ini, Freeport menjual produk pengolahan dari papua (dalam bentuk konsentrat) yang kadarnya sekitar 3040%, artinya setelah diolah tidak bisa dijual ke luar negeri karena kadarnya belum mencapai 99,9%. Kadar 99,9% hanya bisa dicapai bila konsentrat diproses lagi dengan smelter, tapi sepertinya pemerintah telah menurunkan kadar minimumnya tidak lagi 99,9%.

Selain terkendala modal, untuk mendirikan smelter ini, ada beberapa kendala lainnya seperti isu birokarsi dan infrastruktur. Sebenarnya kendala ini menjadi tak berarti bila dari pihak pemilik usaha memiliki kesungguhan. Bagaimana dengan tambang dari perusahaan kecil atau tambang rakyat yang tentunya tidak memiliki modal untuk membangun smelter sebenarnya mereka dapat Joint Venture dengan perusahaan lain atau kalau tidak bisa membangun smelter, mereka tetap bisa menjual kepada perusahaan yang memiliki smelter yang ada atau yang akan di bangun di dalam negeri

Kadar nikel di alam sekitar 1,8%, agar dapat diekspor, kadar nikel (dalam produk pig iron) harus mencapai minimum 6% sehingga untuk mencapai kadar 6 %, bijih nikel harus diolah terlebih dahulu. Pengolahan bisa dengan pembangunan Smelter. Kadar nikel ini naik dari 1,84% menjadi 6%, artinya ada peningkatan kadar menyebabkan peningkatan harga disertai peningkatan nilai tambah

Aplikasi teknologi pengolahan Minerba (mineral dan batubara) di Indonesia dapat dilakukan walaupun beberapa komponen alat harus diimpor dari negara lain. Misalnya untuk timah, PT. Timah telah memiliki smelter, untuk

Beberapa pertanyaan yang sering timbul dalam benak kita, mengapa mineral dan batubara 2


nikel PT. Antam juga mempunyai smelter, untuk tembaga ada PT Smelting Gresik. Smelter yang berada di Gresik ini walau milik asing, tetapi banyak engineer kita disana yang telah menguasai teknologinya. Sejak tahun 2009 atau sejak UU ini dikeluarkan, sampai saat ini terjadi peningkatan ekspor secara eksponensial (peningkatan tajam), yang artinya penambangan juga meningkat tajam. Tidak ada tambang yang nihil dari dampak lingkungan. Mungkin yang ada bisa diminimalisasi. Bila ternyata ada yang dirugikan dan ada yang tercemar dapat dibawa ke ranah hukum. Dilihat dari sisi masyarakat, misalnya PT Fi melebur 50% produk konsentratnya di PT Smelting gresik. Apabila UU ini diterapkan artinya yang 50% (yang tidak dilebur) tidak boleh dijual. Hal ini akan menguranga produksi karena yang 50% tidak bisa dijual, mungkin saja 50% karyawan akan di PHK, dan ini bisa menimbulkan gejolak sosial. Mari bersama kita bangun negeri ini, menjadikan Indonesia negeri yang kita idam-idamkan, memberikan kesejahtaraan bagi seluruh rakyat Indonesia dan memiliki daya saing dengan negara-negara lain.

CALL FOR PAPER March, 8th 2014

MITI AWARDS March, 7th 2014

*Disimpulkan dari hasil SWU (Smart With Us) by Departemen RIPI MITI KM -Tim Buletin Akselerasi MITI KM-

Organized by : Foto : Imam Santoso Narasumber SWU edisi Minerba


PRESS RELEASE

[Bangkok, November 2013] Untuk kedua kalinya, MITI Klaster Mahasiswa menghadiri Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia (SI PPI Dunia) 2013 yang diselenggarakan di Thammasat University, Bangkok pada 28 30 November 2013 yang lalu. Partisipasi MITI Klaster Mahasiswa ini adalah sebagai bentuk tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara PPI Dunia dengan MITI yang dilakukan di New Delhi, India pada Desember 2012. Simposium Internasional PPI Dunia dihadiri oleh para perwakilan PPI dari berbagai penjuru dunia, badan otonom serta para Mitra PPI Dunia ini, mengambil tema “The Role of Indonesian Students to Build the Integrity in the Republic of Indonesia”. Sebagai rangkaian kegiatan, SI PPI Dunia mengadakan diskusi dengan menghadirkan beberapa tokoh nasional seperti Rizal Ramli, Anies Baswedan, serta Roy Suryo. Diadakan pula diskusi dengan perwakilan dari POLRI, PWI, serta ACT. Diskusi menyimpulkan bahwa pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri setidaknya dapat mengambil dua peran, yaitu menjadi perwajahan Indonesia di dunia global dengan memberi pengaruh yang besar dan inspirasi melalui prestasi serta membangun kerjasama dengan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di dalam negeri untuk berkontribusi pada Indonesia. Simposium Internasional dimulai dengan laporan pertanggungjawaban dari dewan presidium OISAA. Hal-hal yang dilaporkan antara lain: (1)

Penjelasan singkat mengenai sejarah PPI Dunia; dan (2) Laporan-laporan dari koordinator wilayah (EropaAmerika, Timur Tengah-Afrika, dan Asia-Oceania). Beberapa hal yang menjadi isu dalam tanya jawab adalah Lembaga Otonom PPI dan mekanismenya, hubungan kerjasama dnegan I4, proses kerjasama dengan beberapa pihak, LPJ tertulis, program kerja Indonesian Students Journal (ISJ) dan Radio PPI. Ada dua hasil pembahasan utama yang dirumuskan dalam Simposium Internasional PPI Dunia 2013. Pertama, ada beberapa rekomendasi program kerja yang akan dilaksanakan satu periode ke depan. Rekomendasi program kerja antara lain: (1) Program kerja ke depan dikerucutkan dalam beberapa segmen dan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan (dalam jangka waktu setahun), fokus dan maksimal; (2) Fokus satu kegiatan dalam tema “Power of Networking”; (3) Advokasi dalam masalah atdikbud, legalitas dan penyetaraan ijazah dan transkip; (4) Membuat legalitas PPI Dunia untuk membantu melakukan project yang lebih mendalam mengenai kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah Indonesia dalam sektor tertentu dalam segmen apapun (budaya, ekonomi, pendidikan dan sosial); (5) Membuat wadah informasi perkuliahan, beasisw dan panduan hidup di luar negeri dalam bentuk website (per-kawasan) dan e-Book; (6) Mengajukan kegiatan kebudayaan kepada BPPTI untuk PPI Negara yang bersedia menjadi 4


penyelenggara; (7) Menghidupkan kembali informasi mengenai kegiatan-kegiatan PPI Negara di website PPI Dunia; (8) Menghimbau kepada PPI Negara yang mayoritas disinggahi TKI untuk mengadakan Learning & Help Center untuk para TKI; (9) Mengirimkan kartu pos penyemangat dan video pengalaman hidup di luar negeri (oleh PPI Universitas/negara) melalui beberapa jejaring sosial, misalkan youtube, facebook, dan lainlain untuk anak-anak Indonesia di berbagai pelosok negeri melalui Gerakan Indonesia Mengajar dan Program SM3T; (10) Meningkatkan minat baca bagi para pelajar Indonesia dengan buku-buku sumbangan dari mahasiswa Indonesia dan asing di luar negeri; (11) Menjadikan PPI Dunia terbuka bagi seluruh pelajar Indonesia di luar negeri (partisipan bukan hanya Ketua PPI dan wakilnya saja, melainkan juga memanfaatkan SDM anggota PPI Negara yang berkompeten) dalam bentuk Regenerasi lembaga otonom dan tim-tim PPI Dunia melalui sistem delegasi dari PPI Negara dan Open Recruitment; dan (12) Mensosialisasikan alur birokrasi baik dalam bidang pendidikan, kemanusiaan dll, bagi PPI Negara yang mempunyai informasi lebih mengenai hal tersebut. Kedua, rekomendasi secara khusus kepada presidium terpilih. Rekomendasi kepada presidium antara lain: (1) Merumuskan dan mengeluarkan keputusan terkait dukungan untuk PPI India tentang Deklarasi Hyderabad mengenai RUU Perbukuan Nasional selambat-lambatnya 8 Desember 2013; (2) Mendata dan mengeluarkan surat ketetapan terkait keanggotaan PPI Dunia; (3) Mendata dan mengeluarkan Inventaris badan otonom; (4) Membuat inventaris terhadap setiap PPI Negara sedunia yang belum memiliki Atdikbud serta mencari tahu persyaratan pengadaan atdikbud; (5) Melakukan investigasi mengenai konversi transkrip nilai luar negeri ke dalam negeri; (6) Klarifikasi kepada Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) dan Radio PPI Dunia (RPD) mengenai posisi dan hubungannya dengan PPI Dunia dan bagaimana kolaborasi ke depannya; (7) Mendata email resmi pengurus tiap PPI N e ga ra ; ( 8 ) M e d i a komunikasi resmi PPI Dunia adalah mailing list pengurus PPI Dunia yang beranggotakan pengurus PPI Negara ang gota PPI Dunia

(email resmi pengurus PPI Negara), Dewan Presidium PPI Dunia, Pengurus Badan Otonom; (9) M e n ga n g ka t s e k r e t a r i s , bendahara, maupun perangkat organisasi lainnya yang dianggap perlu; (10) Mendata agenda-agenda akademik PPI Negara dengan tujuan menyinergikan upaya-upaya akademik di setiap PPI Negara; dan (11) Mengoptimalkan kehadiran anggota PPI Dunia dan Badan Otonom dalam Simposium Internasional PPI Dunia di Jepang 2013-2014. Pasca diskusi dan koordinasi di Simposium Internasional PPI Dunia antara perwakilan PPI Dunia dan MITI Klaster Mahasiswa, selanjutnya disepakati pembahasan lebih detail mengenai agenda-agenda kerjasama dan kemitraan. Kerjasama yang telah berjalan saat ini adalah penerbitan dan sosialisasi Indonesian Students Journal (ISJ), Radio PPI Dunia, dan diskusi online melalui program kerja Share With Us (SWU). Ke depan, selain lebih memperluas kerjasama sharing informasi beasiswa dan studi di luar negeri, lebih jauh akan dirancang program Youth Connection, menghubungkan mahasiswa yang ada di dalam negeri dengan di mahasiswa di luar negeri dalam rangka pembimbingan proses mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Semoga kerjasama yang sudah mulai dirintis dapat menjadi kontribusi kecil untuk bangsa melalui peningkatan kompetensi mahasiswa Indonesia. [] [Heru Edi Kurniawan Aditya Rangga Yogatama Retno Widyastuti]

5


Sepanjang Bulan Desember 2013 yang lalu, MITI Klaster Mahasiswa melaksanakan 3 Temu Wilayah (TEMWIL) masing-masing di Wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Wilayah Jabalnusra (Jawa-Bali-Nusa Tenggara). TEMWIL diadakan di Universitas Mulawarman 14-15 Desember 2013 untuk wilayah Kalimantan; Di Universitas Halu Oleo 13-14 Desember 2013 untuk wilayah Sulawesi dan untuk Wilayah Jabalnusra dipusatkan di Universitas Mataram, 21-22 Desember 2013.

TEMWIL Kalimantan

Temu Wilayah Kalimantan kali ini dirangkai dalam kegiatan Cendekia Fair 2013, yang mana turut diadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dengan tema “Merangkai Teknologi/Sistem Yang Ramah Lingkungan Untuk Masyarakat Indonesia.� Total peserta yang berpartisipasi dalam lomba LKTI tingkat nasional ini adalah 45 tim yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Dari hasil penilaian para juri, akhirnya terpilih 5 tim sebagai finalis yang diundang Ke Universitas Mulawarman untuk mempresentasikan karya ilmiahnya Acara puncak Cendekia Fair 2013 ini berlangsung selama dua hari, dengan agenda pada tanggal 14 Desember 2013 diisi dengan Seminar IPTEK, Workshop Karya Tulis Ilmiah, dan presentasi finalis Sayembara Karya Tulis Ilmiah. Sedangkan untuk tanggal 15 Desember 2012 diisi dengan Seminar Beasiswa dan Training Lembaga Akademis.

Foto : Peserta Temwil berpose bersama pada acara penutupan. 6


TEMWIL Sulawesi Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Ilmiah untuk Indonesia Madani� ini dirangkaikan dengan kegiatan Pekan Ilmiah LSIP 2013 yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun oleh Lingkar Studi Ilmiah Penalaran FKIP Universitas Halu Oleo (LSIP FKIP UHO). Pertemuan dua program tersebut terjabar dalam beberapa kegiatan, diantaranya: Seminar Nasional Sosiotechnopreneurship, Workshop Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dan Lomba Esai Tingkat Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah Regional Sulawesi Tenggara Kategori Mahasiswa dan Lomba Esai Regional Sulawesi Tenggara kategori siswa SMA, Training Kelembagaan Akademik, Training Riset, dan Diskusi kewilayahan. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan suplemen yang didesain guna membangkitkan semangat keilmiahan, khususnya pada ranah kelembagaan akademik dan penalaran yang berada pada region Sulawesi.

TEMWIL Jabalnusra MITI-KM bekerjasama dengan dua UKM besar yang ada di Universitas Mataram, yaitu UKM Prima yang bergerak di bidang penelitian dan penalaran dan UKM Argument yang bergerak di bidang debate Bahasa Inggris. Rangkaian acara temwil dilaksanakan dalam banyak kegiatan yang diharapkan dapat menjadi inisiasi untuk mahasiswa Universitas Mataram khusunya dan Mahasiswa dari Wilayah Jabajakal (Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) secara umum. Adapun rangkaian kegiatan tersebut pada tanggal 21 Desember 2013, Seminar Sociotechnopreneurship, Talkshow Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, dan Training Lembaga Akademi Profesi. Sedangkan untuk tanggal 22 Desember 2013 diadakan Sarasehan Lembaga.

7


Merosotnya perekonomian suatu negara serta semakin merajalelanya korupsi, kolusi, dan nepotisme akan sangat jelas membuat masyarakat menjadi tidak berdaya. Masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, pengangguran yang semakin meningkat, banyaknya generasi muda yang belum mengenyam jenjang pendidikan kian bertambah, masalah kriminalitas dan masalah sosial lainnya membuat masyarakat tidak berdaya memenuhi kebutuhan pokok untuk kehidupannya. Berangkat dari permasalahan yang telah dipaparkan, maka perlu penekanan dalam mewujudkan suatu bangsa yang mandiri serta dinamis. Kemandirian suatu bangsa tidak terlepas dari sebuah aktifitas yang memberi dampak positif bagi masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut ialah kegiatan pemberdayaan masyarakat atau community development.

pemberdayaan masyarakat lapisan bawah yang tinggal di sebuah desa untuk memecahkan permasalahan hidup dan melakukan usahausaha produktif dengan prinsip swadaya kebersamaan. Selain kegiatan community development, peran lain untuk meningkatkan kemandirian negeri adalah program research atau penelitian. Banyak hal baru ditemukan dari hasil penelitian; stem cell, nano technology, isolasi zat aktif untuk terapi penyakit- penyakit tertentu, mobil berbahan bakar air, dan lainlain. Penelitian sendiri bertujuan untuk mengetahui kebenaran, membuktikan hasil penelitian yang sudah ada, menyelesaikan permasalahan baru atau yang masih ada, mendukung teori atau mengembangkan teori yang sudah ada. Penelitian tidak terpaku hanya pada bidang sains saja namun juga dalam bidang lain seperti sains, sosial, seni, ekonomi, sosial, bisnis, pemasaran, penelitian praktis, budaya dan sebagainya. MITI Klaster Mahasiswa mencoba menjadi inisiator untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa khususnya untuk dapat berperan sebagai iron stock bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Adapun program-program yang ditawarkan oleh Departemen Riset Interdisipliner dan Pendayagunaan IPTEK

Community Development Program (Program Pemberdayaan Masyarakat) merupakan sebuah progam yang bertujuan untuk pengembangan kemandirian masyarakat melalui partisipasi masyarakat dan peningkatan kapasitasnya dalam penyelenggaraan pembangunan. Program pemberdayaan masyarakat memiliki pola yang bersifat bottom-up intervention dengan

8


1. RESEARCH & COMMUNITY DEVELOPMENT TRAINING (RCT)

Kegiatan ini bertujuan untuk :  Memberikan pemahaman tentang Riset dan Community Development berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG).  Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan aplikasi riset TTG di masyarakat.  Mengevaluasi dan meningkatkan kegiatan pengembangan dan pendayagunaan IPTEK di perguruan tinggi di Indonesia.  Memperluas kerjasama dan jaringan keilmuan mahasiswa di Indonesia.  Memberikan motivasi kepada pengurus MITI mahasiswa untuk melakukan penelitian dan dapat menjadi trainer, fasilitator serta pemateri dalam Research & Community Development atau kegiatan serupa di kampus mitra. Bentuk Kegiatan:  Research & Community Development Training (RCT) dilaksanakan sepanjang kepengurusan, berdasarkan kebutuhan dari lembaga keilmuan di tingkat universitas yang bermitra dengan MITI Mahasiswa.  Kegiatan ini berupa pemberian materi secara classical (indoor), pemberian skill lapangan dengan meninjau daerah comdev di wilayah masing-masing (outdoor). Paket Kegiatan : Workshop penelitian  Kegiatan ini ditujukan untuk kampus-kampus yang masih kurang dalam kegiatan penelitian. Dimulai dari pemberian materi tentang penelitian dan bagaimana menanamkan semangat dalam melakukan dan mengembangkan penelitian, sehingga memudahkan kampus tersebut dalam melaksanakan program community development di kemudian hari. Training riset community development  Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan oleh beberapa kampus yang sudah memiliki kultur ilmiah (penelitian) yang sudah baik, sehingga tim RCT akan fokus pada pemberian skill lapangan dan akan langsung meninjau daerah comdev di wilayah masing-masing (outdoor). Peserta Kegiatan:  Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa D3/S1 aktif yang memiliki minat terhadap pengembangan research & community development.

Tantangan permasalahan negeri ini akan semakin besar dan bangsa ini pun akan menjadi bangsa yang besar jika sumber daya manusianya dapat mandiri dan mampu menuntaskan permasalahanpermasalahan bangsanya sendiri, sudah saatnya bangsa ini maju bergerak dan memilki daya saing yang tidak kalah dengan negara-negara lainnya. Selamat meneliti, selamat berkarya untuk Indonesia tercinta.

9

Buletin akselerasi MITI Klaster Mahasiswa Januari 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you