Page 42

KOLOM

Menggali Makna Hari Pahlawan Oleh: Raysul Kawim*

S

etiap tahun, kita tak pernah alpa memperingati hari pahlawan. Iya, setiap 10 November, semua orang mengepalkan tangan dan menengadahkan muka kepada para pahlawan yang telah gugur. Sudah sejak setengah abad lebih lamanya, tanggal 10 November telah ditahbiskan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Di zaman SukarnoHatta, hari itu diperingati secara nasional, di mana-mana, di seluruh negeri bertumpah ruah dalam satu semangat, Hari Besar yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa kebanggaan yang besar. Pada kurun waktu itu, peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa bukan saja untuk mengenang jasajasa dan pengorbanan para pejuangyang tak terhitung jumlahnya dalam memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 silam. Pada tahu ini kita kembali merayakan hari pahlawan di saat bangsa kita diterpa badai korupsi, tepat tanggal 10 November kemarin

40 PARLEMEN | NOVEMBER 2016

bagi sebagian orang merupakan hari dimana semua ego dilepas, hanya satu kepentingan, ada kristalisasi semangat pahlawan dalam dada kita. Dapat dibayangkan, berawal dari pertempuran di Surabaya, pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Indonesia hingga menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Sebuah bentuk perjuangan yang tulus demi mempertahankan kemerdekaan. Pengorbanan yang tiada tara dari para pejuang meski nyawa menjadi taruhannya. Demikian luhur niat para pejuang pada saat itu tanpa mengharapkan balas budi atau pujian dari siapapun. Suatu ketulusan yang sudah sangat sulit ditemukan saat ini. Merekalah pahlawan sejati yang sesungguhnya. Maka akan sangat naĂŻf jika pada hari pahlawan, Makna utama yang perlu kita teladani dan relevansinya tak lekang oleh waktu adalah rasa “kebersamaanâ€? sebagai satu bangsa, meski ada perbedaan keyakinan, suku, pandangan politik, strata sosial dan sebagainya. Namun berkat satu keinginan, perbedaan tersebut bukan menjadi penghambat kebersamaan para pejuang dulu untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Momentum Hari Pahlawan merupakan salah satu media untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan kokoh, sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah energi penggerak kemajuan bangsa. Sehingga di saat bangsa ini diterpa badai korupsi, paling tidak pada momentum hari pahlawan Indonesia tidak lagi terombang-ambing serta kehilangan arah di tengah

derasnya arus globalisasi serta dapat menghadapi segala tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Dalam peringatan hari pahlawan, disamping mengenang dan menghargai jasa, juga menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan sebagai modal sosial untukkemudianmengimplementasikan dan mendayagunakannya dalam mengatasi berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaan, ketunaan sosial, korban bencana, patologi soSial, termasuk menjadi media memperbaiki kualitas pendidikan kita. Kita semua tahu bahwa pertempuran pada 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya itu sebuah rangkaian perjuangan panjang, sebuah peristiwa heroik yang memerlukan pengorbanan luar biasa, bahkan darah mengalir dan bom-bom meletus dimana-mana, ada nyanyian merdu para pahlawan, raga maupun harta dalam merebut dan mempertahankan Keutuhan Wilayah Republik Indonesia. Menghadirkan semangat juang pahlawan, dalam momentum hari pahlawan, adalah melestarikan dan mendayagunakan sikap dan prilaku para pahlawan yang dulu mereka torehkan, seperti rela Berkorban, percaya pada kemampuan diri sendiri, tanpa pamrih, penuh solidaritas membangun bangsa, serta dapat menghargai nilai luhur budaya bangsa. Sebab hanya dengan itu, karekter bangsa itu itu bias dibangun. Tentu berdasarkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan, Pancasila, bhineka tunggal ika, bingkai Negara Kesatuan Rep-ublik Indonesia, serta UUD 45. (Pemred Majalah Parlemen)

Profile for Misbah

Parlemen november 2016  

Parlemen november 2016  

Profile for misbah13
Advertisement