Page 38

SOSOK

Jadikan Motivasi dasar prestasi

B

ila kita belum merasakan b e k u n y a musim dingin, m u n g k i n kehangatan musim semi tidak akan terasa terlalu menyenangkan. Bila kita tidak pernah merasakan pahitnya kehidupan, maka kemakmuran akan terasa hambar. Iya, mengarungi hidup itu memang butuh perjuangan, bahkan tak jarang, balutan keringat kadang menjadi bumbu dalam mengarungi hidup. Nadhira Amalia, perempuan kelahiran Sumenep, 27 November 1995 ingin menjadikan keringat hidup itu sebagai motivasi. Sebab jalan terjal itu akan menjadi energi jika itu dijadikan sebagai dasar motivasi. Orang yang mampu bertahan akan membuat seseorang selalu berjuang untuk menuai hasil maksimal. Sehingga bagi perempuan berdarah arab tersebut ingin menjadi pribadi yang luar biasa, memiliki karakter hebat dan memiliki keseimbangan hidup yang menjadikannya sebagai manusia extra ordinary. Ia bercerita tentang prosesnya yang terjal. Sebab ia merupakan perempuan

yang sebenarnya kurang PD tampil di depan umum. Namun, ia mencoba untuk mengumpulkan keberanian. Baginya, ungkapan mencoba adalah pengalaman dan tidak ada perjuangan yang siasia pun berlaku. Akhirnya pada tahun 2015, anak dari pasangn Tahir dan Adiba tersebut ikut pemilihan duta kampus. “Itu pertama kali saya mencoba untuk berani tampil di depan umum, awalnya saya gak percaya diri, namun motivasi saya tinggi untuk menuai prestasi. Orang tua, teman dan dosen yang membuat memberanikan diri untuk ikut kontes itu, tapi saya gagal, tidak sempat lolos 5 besar,” ucapnya. Katanya, kecewa jelas ada , tapi menghargai setiap kegagalan dari perjuangan yang ia lakukan membutnya ingin terus mencoba. Baginya, kegagalan itu adalah kesuksesan yang tertunda. “Tekad saya semakin kuat untuk selalu mencoba. Saya tak berkecil hati, saya harus menghargai setiap kegagalan,” lanjutnya. Akhirnya, Agustus lalu ia mencoba lagi di kontes Kacong Tor Cebbing Sumenep Tahun 2016. Ia sempat takut,

36 PARLEMEN | NOVEMBER 2016

trauma pada kegagalan sebelumnya. “Takut gagal lagi, kan bisa malumaluin. Karena lingkupnya sudah Kabupaten. Saya pantas khawatir karena sekelas kampus saja saya

tersisih, apalagi tingkat Kabupaaten. Namun, tekad saya tancapkan, berkaca kepada miss Indonesia yang baru terpilih. Pesaingnya selain cantik juga cerdas-cerdas.

Profile for Misbah

Parlemen november 2016  

Parlemen november 2016  

Profile for misbah13
Advertisement