Page 29

Dinamika

Masyarakat Andulang Ngadu Tambak Udang ke Komisi II

W

arga Desa Andulang Kecamatan Gapura Sumenep kembali mendatangi komisi II DPRD Sumenep, Selasa (15/11/2016). Mereka datang dengan membawa tuntutan yang sama yakni mempertemukan warga dengan pengelola tambak udang. Sebab, pengolaanya sangat meresahkan masyarakat, khususnya terkait dampak lingkungan bagi lahan pertanian produktif milik warga. Memang, keberadaan tambak udang itu detik sampai detik ini memang sangat meresahkan warga. Sehingga, warga meminta ada kejelasan dari pihak penambang, agar masyarakat tidak dirugikan.

“Ini soal dampak lingkungan atas lahan sekitar. Lahan disamping tambak udang itu menjadi tidak produktif untuk pertanian. Otomatis, sangat merugikan kepada kami,” kata Mastawi, perwakilan warga. Sebenarnya, sambung dia, pihaknya sudah dua kali mendatangi gedung dewan ini. Namun, ternyata belum ada ksepakatan. Sebab, pihak pengelola tambak udang belum bisa bertemu dengan pihaknya. “Kami sudah menyampaikan ke dewan soal masalah ini. Makanya, kami datang lagi untuk mengingatkan bahwa keberadaan tambak udang di desa kami sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Ini juga harus menjadi perhatian anggota dewan sebagai wakil rakyat,”

tuturnya. Dia menuturkan, bagi pengelola tambak udang tentu saja akan memberikan dampak positif karena bisa menghasilkan udang, pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomis kepada pengelola.. “Ya, sebentar lagi mereka panen, dan mereka tidak memikirkan dampaknya terhadap lahan pertanian lainnya. Pokoknya Kami ingin minta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan tambak udang,” tuturnya. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep Ach. Juhari, mengaku akan segera memanggil Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) setempat, terkait pembangunan tambak udang di Desa Andulang,

Kecamatan Gapura, yang mengganggu lahan produktif milik warga. “Dalam waktu dekat, Komisi perlu mengundang BLH dan BPPT serta pihak terkait soal tambak udang itu, termasuk warga pemilik lahan yang berada di tengah-tengah tambak,” tegasnya. Juhari mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sidak ke lokasi yang dikeluhkan warga setempat. Namun, komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan itu masih dalam tahap pengkajian. ”Intinya, keluhan masyarakat sudah kami tampung, dan ditindaklanjuti untuk dengan cara sidak. Namun, semua data yang kami punya masih akan dilakukan kajian secara mendalam,” tukasnya. (*)

PARLEMEN | NOVEMBER 2016

27

Profile for Misbah

Parlemen november 2016  

Parlemen november 2016  

Profile for misbah13
Advertisement