Issuu on Google+

Resume Eksplorasi Gua Kawasan Kars Gombong Selatan Agung Nugraha

Perbukitan dengan kandungan kapur yang tinggi (karst) identik dengan gua. Pun halnya dengan karst Gombong di Kebumen Jawa Tengah. Perbukitan di Kebumen ini memiliki banyak gua, satu di antaranya Gua Macan. Menelusuri lorong gua bukan hal mudah dilakukan. Apalagi melakukan pemetaan seluruh gua di wilayah perbukitan kapur yang tidak diketahui sejarahnya terlebih dahulu. Entah siapa yang memberi sebutan Gua Macan, padahal lorong berliku yang terbentuk bebatuan kapur dijejali stalagtit dan stalagmit itu, taksedikit pun menyerupai bentuk mancan sungguhan. Barangkali, di gua itu dulu

1


2


tempat bercokol segerombolan macan beneran. Yang jelas,proses pembentukan batuan karbonat jutaan tahun itu, saat ini di sebut Gua Macan. Proses pembentukan lorong, cekungan, celah, rekahan gua satu dengan yang lain tentu berbeda-beda. Bahkan, perbedaan bentuk secara morfologis karst, antar lorong gua yang bersebelahan pun bisa berbeda-beda pula. Ada yang asal pembentukannya dari batu gamping karena memang dulunya banyak terdapat terumbu karang. Bisa jadi, asal-muasal pembentukan gua di daratan itu, disebabkan penyusutan laut. Hal itu dapat dibuktikan oleh pelbagai warna karst yang didominir warna putih mirip warna cangkang binatang laut. Ada pula warna karst kuning keperak-perakan. Agak menarik memang kalau kita perhatikan pembentukan karst di daerah Gombong, terutama di Gua Macan dibandingkan dengan gua di daerah lain. Di Gua Macan, bahkan terdapat aliran sungai bawah tanah yang terkadang gemericik aliran airnya terdengar sudah sejak dari sekitar mulut. Itulah keunikan Gua Macan dibandingkan dengan gua lain di sekitar wilayah itu. Bentuk karst yang

3


berkembang di daerah bebatuan gamping, yang didominir oleh bentukan bebatuan terumbu karang, di Gua Macan agak lain dari karst yang terdapat di gua sekitarnya. Berbeda misalnya, dengan bentuk karst di wilayah Selatan seperti, di Gua Tabuhan, Pacitan. Meskipun kurang lebih sama, umur pembentukan karst ke dua gua itu, toh Gua Macan dan karst lain di daerah Gombong, menyimpan keunikan tersendiri. Kawasan karst Gombong Selatan, terletak di koordinat geografis 109º22’- 109º29 BT dan 7º38’ -7º46’ LS, secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Kawasan ini termasuk daerah dataran rendah yang memiliki gugusan pegunungan gamping membujur dari Utara, Desa Sikayu, sampai ke Selatan melintasi dua desa, yaitu Adisana dan Adiwena, sepanjang 3Km. Selain itu, kawasan karst Gombong Selatan memiliki karakteristik bentang alam yang khas, seperti terlihat dari bentuk puncak perbukitan yang tumpul (cone hill).Keindahan alam dibalik perbukitan karst itulah menarik perhatian tim Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam (PMPA) Palawa, Universitas Padjadjaran,

4


Bandung. Pelbagai bentuk gua misterius, yang tadinya dikeramatkan oleh masyarakat setempat, mulai terkuak keelokannya. Tim yang terdiri dari Mirza Ahmadhevicko, Renaldi Bangun Sugito, dan Bayu E Sandera berhasil mengeksplorasi gua di sekitar wilayah itu. Salah satunya Gua Macan. Berdasar perhitungan

tim PMPA Palawa Unpad, Gua Macan yang terpemetakan terletak di koordinat 109º24’ BT -07º41’ LS wilayah Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Menurut salah satu anggota tim

5


PMPA Palawa Unpad, untuk memetakan seluruh gua di Kabupaten Kebumen tidak mudah dan akan memakan waktu yang sangan panjang. Selain lokasi gua di daerah itu terpencar-pencar di antara perbukitan yang ditumbuhi hutan jati, juga sulit dijangkau kendaraan roda dua, apalagi mobil. “Salah satu cara terbaik dan bijaksana, kami berjalan kaki,” ujar Mirza, “bohong jika disebut perjalanan yang tidak melelahkan, namun setelah berada di puncak bukit tertinggi hamparan laut selatan terlihat indah.” Perjalanan menuju Gua Macan dari kampung terdekat membutuhkan waktu kira-kira setengah

6


jam. Barangkali mulut gua yang berbentuk setengah lingkaran, dengan lebar 80 cm dan tinggi 50 cm, menyerupai mulut macan, disebutlah gua itu Gua Macan. Panjang lorong atas Gua Macan lebih kurang 462 m (itu belum ditambah panjang lorong bawah yang dicapai oleh penelusur setelah turun sedalam sekira 45 m), dengan sedimen endapan berasal dari lumpur, pasir dan kerikil dan kerakal. Melalui perjuangan melelahkan, tim berhasil melakukan pemetaan gua hingga stasiun 124. Bagi mereka, tidak ada kepuasan melebihi keberhasilan menyingkap misteri alam. Terbukti, di balik perbukitan Gombong yang di sana sini terlihat kering, terdapat pesona keindahan alam

7


yang tidak terhingga, sebuah laboratorium alam tempat berbagai aktivitas penelitian bisa berlangsung. Bandung, 2005

8


Caving di Gombong Selatan