Page 1

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Iklan Civitas

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Dapur Redaksi SI AK RED AKSI REDAK Buletin Mimbar Untan Civitas Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak

Ketua Umum : Ihwan Ridho Sekretaris Umum : Anwar Bendahara Umum : Rizky Amaliah Divisi PSDM : Ishak vitho, Sumarti Dewiyani Divisi Litbang : Sam’an, Dewi Hairani Divisi Penerbitan : Ayu Gintari, Meidy Prasetyo Divisi Penyiaran : Nopriandi, Lukman Hakim, Asmadi. Divisi Perusahaan : Nabu, Marikun Pemimpin Redaksi : Anwar Sekretaris Redaksi : Sam’an Redaktur : Ridho, Ayu, Meidy, Rizky A, Ikur Reporter : Tan Erwin, Wisda, Hilda, Zulfian, Welly. Fotografer : Wisda, Benol,MJ Karikatur: Meidy Layouter : Tim Guardian of MU

Salam Pers Mahasiswa !!!! Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena dengan nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kru Mimbar Untan bisa menyelesaikan civitas edisi 58. Sebelumnya kami mengucapkan selamat bergabung dengan keluarga besar Mimbar Untan kepada anggota baru yang telah menjalani alur kaderisasi, dan menjalankan tugas pertamanya sebagai seorang jurnalis kampus. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru Mimbar Untan yang telah bersusah payah mengusahakan supaya Civitas tetap memberikan informasi kepada civitas akademika Untan. Pada civitas edisi 58 ini, kami mengubah tampilan civitas dengan cover warna dan ukuran yang minimalis. Pada edisi ini kami juga mengangkat tentang KIPEM (Kartu Identitas Penduduk Musiman) sebagai headline, yang saat ini sudah berlaku di Kota Pontianak serta pengaruh yang ditimbulkannya terhadap mahasiswa khususnya mahasiswa yang berasal dari daerah. Dan juga akan sedikit menyentuh tentang BLU (Badan Layanan Umum) yang berlaku di Untan, serta beritaberita lain yang tidak kalah menariknya yang di muat dalam kolom-kolom yang tersedia. Selamat tahun baru 2012, semoga apa yang akan kita capai dapat terwujud Amien....

Alamat Redaksi : Jl. Daya Nasional Gedung MKDU Untan, HP: 085391144704. email: lpm_untan@yahoo.com, blog: lpmuntan.blogspot.com Percetakan : Artha Grafistama, Jl. Pahlawan No. 20 Telp.(0561) 765000-766000 (Isi diluar tanggung jawab penerbit). Redaksi menerima tulisan berupa opini, essai, laporan kegiatan kampus, cerpen, hasil investigasi, surat pembaca disertai identitas diri. Tulisan diketik di lembaran folio dengan spasi ganda. Kirimkan ke Sekretariat LPM Untan, langsung. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah makna tulisan.

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

3


Surat Pembaca Minta Kejelasannya!!! Terima kasih saya ucapkan pada redaksi Mimbar Untan yang bersedia memuat tulisan saya. Saya punya pengalaman tentang pelaksanaan TOEFL (Test Of English Foreign Language) pertama mahasiswa fakultas Hukum angkatan 2010. Tes yang dilaksanakan di UPT Bahasa sebenarnya sudah dilakukan pada semester satu tetapi hasilnya sampai semester tiga masih belum keluar-keluar. Padahal pada saat pelaksanaan tes, pengawas mengatakan bahwa hasilnya akan keluar sebulan setelah tes. Kami sebagai mahasiswa baru merasa agak kebingungan mengenai masalah, mohon kejelasannya!!! Wahyu, Mahasiswa Hukum 2010

Bisnis ya Pak??? Terimakasih pada Mimbar Untan, karena sudah memberikan ruang rubrik pada saya untuk menuangkan keluhan dalam surat pembaca ini. Saya bingung terhadap pernyataan segelintir dosen Fakultas Hukum yang mengatakan bahwa apabila mahasiswa yang sudah membeli buku dijamin akan mendapatkan nilai “A”, minimal nilai “B”. Sementara mahasiswa yang tidak membeli buku walaupun sudah mengikuti perkuliahan, mid semester, dan ujian akhir semester, nilai yang mereka peroleh bisa saja “C, D, bahkan “E”,. Padahal, kalau kita lihat dari segi akademisnya bahwa penilaiannya adalah 10% untuk kehadiran, 20% untuk tugas, 30% untuk mid semester, dan 40% untuk ujian semester. Mohon kejelasan dari pihak yang terkait mengenai masalah ini, apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan bagaimana nasib mahasiswa yang kurang mampu??? Mahasiswa Hukum Untan 2010

4

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Opini Civitas

Generasi Penolak Korupsi...!!! Oleh : Yunus ( * )

Anak-anak tanpa pahlawan sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan. Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi, seorang yang kuat yang bersamanya mereka terasa terlindungi. Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan. Bangsa ini sudah lelah melihat, mendengar keburukan bangsanya sendiri. Berlindung dibalik agama, organisasi, partai, komunitas, dan profesi. Semua tidak akan selesai, tanpa kemauan kesadaran secara pribadi menciptakan sudut pandang, dengan pola logika, peka etika dewasa nurani bijaksana sederhana menempatkan baik yang benar. Berprilaku koruptif telah menjadi budaya dibangsa ini baik pejabat pemerintahan tingkat atas sampai yang paling bawah ini lah potret pemerintahan saat ini bukan isapan jempol belaka. Lemahnya kepemimpinan dalam sisi moral dan intelektualitas, serta penegakan hukum yang mem-

buat mafia korupsi terus-menerus menguat dan didukung jaringan mafia peradilan yang melibatkan actor politik serta banyaknya vonis ringan dan bebas bagi terpindana korupsi dengan pertimbangan pengadilan yang lemah, yang menyebabkan korupsi begitu subur di lingkungan birokrat (pemerintahan) khususnya dibumi khatulistiwa ini . Dengan peta bangsa yang mengenaskan ini, pintu kehancuran bangsa telah berada didepan mata kita. Kini bangsa ini telah terkapar diujung peradaban. Korupsi yang semakin sempurna, dan sistemik, rapi dan khusyu’ telah menghajar potensi anak muda. Reformasi hukum harus dilakukan yang esensinya adalah reformasi peradilan akan tetap menjadi wacana yang utama dan akan kandas dipinggir jalan apabila mahasiswa tidak mengambil posisi etis-politik, dan intelektual yang tegas yaitu berpihak kepada kebenaran dan membela wong cilik. Untuk itu kita sebagai generasi muda dan mahasiswa khususnya tidak boleh berdiam diri dan harus beranjak dari keadaan seperti ini, jadilah generasi pe-

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

Istimewa ngubah keadaan dan bukan menjadi korban perubahan. Untuk itu kita harus meniupkan harapan, memanggil mereka yang seiman untuk merapatkan barisan Indonesia yang korup adalah Indonesia yang usang, dan harus ditinggalkan...!!! sadari dan perbaiki, bencimu benci ketidakadilan, beranimu berani untuk keadilan. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata bukan sekedar retorika yang tanpa makna. Pada moment tahun baru ini mari kita sambut dengan perlawanan bagi generasi penolak korupsi khususnya mahasiswa untuk turun kejalan lantangkan dan teriakkan suaramu. GANYANG KORUPSI, LAWAN KORUPTOR.....!

(*) Penulis adalah Aktivis SOLMADAPAR

5


Headline Civitas

Kipem vs E-KTP Oleh : Zulfian

Berdasarkan Undang undang No 5 tahun 2004 yang diberlakukan sejak 25 Oktober 2004 pemerintah Pontianak mewajibkan setiap penduduk musiman yang bekerja, menuntut ilmu maupun tinggal sementara wajib memiliki Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem).

S

etiap penduduk musiman yang datang ke kota Pontianak, khususnya mahasiswa selain harus memiliki KTP maupun KTM juga wajib memiliki kartu identitas penduduk musiman (Kipem). Kipem memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai tanda pengenal, syarat pembuatan rekening Bank, dan pembuatan SIM di daerah tersebut. Tetapi Kipem memiliki jangka waktu yaitu berlaku selama satu tahun dan hanya satu kali masa perpanjangan. “ Kipem hanya berlaku selama satu tahun dan hanya satu kali masa perpanjangan, untuk

6

memperpanjang kembali, penduduk atau mahasiswa harus berpindah tempat atau daerah kemudian mengajukan pembuatan Kipem yang baru,” ungkap Wagino Kabid Pelayanan Penduduk. Penduduk dapat memiliki Kipem dengan berbagai persyaratan. Saat ingin membuat kartu Kipem, penduduk atau mahasiswa wajib menunjukkan KTP asal daerah, kartu keluarga penampung, surat keterangan RT dan mengisi formulir atau blangko di kelurahan. “Proses pembuatan Kipem hanya satu hari dan berdasarkan Perda biaya pem-

buatan Kipem Rp. 7000,” tambahnya. Sehubungan dengan banyaknya persyaratan dalam proses pembuatannya dan mempunyai fungsi yang dirasakan sama dengan fungsi KTM dan KTP, beberapa mahasiswa Untan tidak menyetujui adanya Kipem. “Saya tidak setuju dengan kebijakan perda tentang mahasiswa harus mempunyai Kipem karena syarat- syaratnya terlalu ribet dan membinggungkan harus kesana kemari,” ungkap, salah satu mahasiswa Untan yang tidak mau disebutkan nama dan fakultasnya. Pen-

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Headline Civitas dapat ini juga senada dengan salah satu Mahasiswa Muhammadiyah Thomas angkatan 2010 Jurusan Kesehatan Masyarakat, ia tidak setuju dengan kebijakan Perda tentang mahasiswa harus mempunyai Kipem, karena syarat-syaratnya terlalu ribet dan membinggungkan harus kesanakemari.” Masalahnya mahasiswa sudah memiliki KTM sebagai identitas,” ungkap Thomas. Menanggapi hal tersebut, Rektor Untan tidak menyetujui dengan Perda yang ditetapkan oleh pemerintah kota Pontianak dengan alasan bahwa mahasiswa Untan telah memiliki KTM dan fungsinya sama sebagai tanda pengenal. “Saya tidak setuju dengan adanya Kipem untuk mahasiswa saya karena mahasiswa sudah memiliki KTM yang fungsinya sebagai petunjuk bahwa dia seorang mahasiswa Untan.” Ungkap Thamrin saat diwawancarai di ruang kerjanya. Di waktu yang sama Olan mahasiswa Fisip Untan menyetujui dengan adanya Kipem menurutnya agar mempermudahkan kita dalam beberapa hal dan aman dari razia Satpol PP. “Saya setuju apabila Perda memberlakukan Kipem agar pemerintah tahu data masya-

rakat yang tinggal di daerah tersebut, dan mempermudahkan kita dalam beberapa hal serta aman dari razia Satpol PP,”ujar kedua prodi Ilmu Sosiologi itu. Selaku rektor, Thamrin akan bertindak tegas jika ada mahasiswa yang ditangkap gara-gara tidak memiliki Kipem. “Bila ada razia dan mahasiswa itu ditangkap karena tidak mempunyai Kipem saya yang akan turun tangan,” tegasnya saat pelantikan Pembantu Rektor. Wagino Kabid Pelayanan Penduduk Kota Pontianak mengatakan, “kita sudah melakukan sosialisasi sampai tingkat RT tentang program EKTP ini, sekitar 2000 desa sudah kita datangi”. “E- KTP itu Wajib dan fungsinya adalah sebagai identitas penduduk Indonesia” tambahnya lagi. Kurangnya sosialisasi terhadap E-KTP maupun Kipem menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan dan kebingu-

ngan sebagian pengguna KTP. Dua mahasiswa baru berbeda fakultas angkat bicara mengenai Kipem.”Saya tidak tahu tentang Kipem, soalnya pihak Pemda tidak mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa atau tidak ada sosialisasi kepada pihak kampus untuk mahasiswa dari luar daerah,”ujar Ardianto mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agrobisnis, dan Kastodi mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan yang sependapat dengan Ardianto. “KTP yang lama masih berlaku lalu buat apa dibuat yang baru, lalu berapa biaya pembuatannya”,ujar mahasiswi Fisip Untan yang tidak mau disebutkan namanya. Ketika ditanya tentang biaya pembuatan E-KTP, Wagino mengaku belum tahu pasti karena yang menentukan biaya adalah pusat, “kita masih menunggu keputusan dari pusat tentang biaya pembuatannya”, ungkapnya.[ ]

Pojok bg Miun

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

Biaya Hidup semakin Mahal, Biaya Kuliah Juga Mahal Tugas Kuliah banyak pekerjaan juga Susah didapat kalau sudah Selesai Kuliah Nantinya Kita mau jadi apa ya? Marilah kita renungkan, dan pikirkan bersama untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik.

7


Kampus Civitas Masuk dan Keluar Kampus Sama Melelahkan Oleh : Sam’an

Ribuan Mahasiswa dengan seragam wisuda, dengan dua barisan panjang mereka antri untuk memasuki ruang auditorium untan, mereka siap untuk diwisuda. Sejak pukul 06.30 pagi mereka sudah memadati halaman auditorium untan, mereka harus berbaris rapi, kemudian masuk ke dalam ruangan dan mencari tempat duduk mereka.

8

Photo : MJ /Miun

S

ebelum acara hari ini, mereka juga sudah menjalani serangkaian kegiatan persiapan yang dilaksanakan oleh kampus selama 3 hari yang meliputi pembekalan, syukuran dan gladiresik. Walaupun sudah selesai kuliah namun capek dan lelahnya sama seperti ketika masih berada dibangku perkuliahan, seperti yang diungkapkan oleh Anisa Dwi Fitria salah satu wisudawati asal mempawah, ” kalau dulu capeknya karena segudang tugas tapi hari ini harus direpotkan dengan persiapan wisuda,ya inilah akhir perkuliahan”. Keluhan juga dilontarkan oleh Yulinarti wisudawati FKIP Ekonomi, “prosesnya sangat melelahkan seperti saat masuk kuliah, dengan proses yang sangat panjang mulai pembekalan, syukuran , gladiresik, sampai acara wisuda. Belum lagi bagi wisudawati harus ekstra mempersipkan diri”. Banyaknya prosedur yang dilewati menjadi keluhan yang sering disuarakan oleh mahasiswa, mulai dari mengurus

KELUARGA dari wisudawan yang lebih memilih menghabiskan waktunya diluar Auditorium Untan saat anak mereka diwisuda (Miun/Sam’an).

surat menyurat, perizinan, tes TOEFL, sampai sekarang wisuda, masih saja tetap ribet, “dari dulu sampai sekarang birokrasi di Untan tetap saja dipersulit” ujar Adi Pramoko salah satu wisudawan untan. Dari 1092 mahasiswa yang diwisuda, dari kelompok non eksakta lulusan tercepat adalah Hendri Sutrisno dari Fak. Teknik (3 th,11 bln,11 hr), sedangkan wisudawan termuda adalah Nurjannah dari Fak. Kehutanan ( 21 th,5 bln, 2 hr), sementara IPK tertinggi diraih oleh Daniel Halim dari Fak. Teknik (3,94). Sedangkan dari kelompok non eksakta lulusan termudanya adalah

Yayan Elviyah dari FKIK (3 th 8 bln 22 hr) , lulusan termudanya adalah Pusita Lestari dari FKIP ( 4 th 1 bln 23 hr) dan IPK tertingginya diraih oleh Tri Suhartini dari Fak. Ekonomi (3,92). Persiapan panitia juga dirasa kurang mapan baik sarana dan prasarananya maupun teknikalnya. Dihalaman luar gedung auditorium banyak orang tua dari wisudawan yang nongkrong diserasahan. Hal ini dikarenakan suhu didalam ruangan sangat panas sehingga mereka memilih untuk untuk berada diliar ruangan. “Walau sudah pakai AC tapi di dalam tetap saja panas” ungkap

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Kampus Civitas Mariati, orang tua wisudawan asal pemangkat, mereka sampai disini sejak pagi hari namun sebagian besar waktunya dihabiskan di luar ruangan, karena kapasitas ruangan untuk orang tua wisudawan hanya bisa memuat sebagian kecil dari mereka yang hadir pada hari ini. Mereka mengharapkan panitia agar membenahi fasilitas yang telah ada “kami juga ingin melihat anak kami diwisuda” tambahnya. Sementara Sutrisno wisudawan asal FKIP Kimia juga mengeluhkan fasilitas yang disiapkan oleh panitia, ter-

utama untuk orang tua atau undangan, setidaknya orang tua diberi petunjuk atau arahan dimana mereka harus ditempatkan agar tidak tampak terbiar.”coba kalau hujan, bagaimana nasib mereka” ungkap sutrisno lagi. Selain itu koordinator lapangan juga perlu di tambah karena hanya satu koordinator saja untuk mengurus semua wisudawan, tambahnya lagi. Susunan acara tahun ini berbeda dengan susunan wisuda sebelumnya dimana pidato rektor menjadi penutup acara tersebut. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Jumardi Budiman alumni

FKIP yang diwisuda sebelumnya, mengatakan bahwa susunan acaranya wisuda saat ini berbeda dengan wisuda yang lalu, dimana kali ini lebih cepat karena susunan acaranya dibalik. Untuk kedepannya hendaknya panitia menyiapkan fasilitas untuk orang tua dan undangan yang memadai. “Paling tidak, ada tenda khusus untuk orang tua berteduh dan ada panitia yang menangani khusus untuk orang tua maupun kerabat mahasiswa yang diwisuda” ungkap Sutrisno.[ ]

Sabtu Kuliah Ancam Eksistensi Organisasi Kampus Oleh : Tan Erwin

Photo : Doc Miun

Perkuliahan banyak mengalami perubahan baik dari waktu (jadwal) maupun mata kuliah. Hal ini menimbulkan beberapa masalah seperti perpindahan waktu kuliah, penambahan mata kuliah, pergantian dosen, dan tabrakan mata kuliah. Akibat dari beberapa masalah tersebut berimbas pada kegiatan-kegiatan di dalam kampus seperti pengkaderan anggota organisasi, dan kegiatan kampus lainnya. Adanya perkuliahan hari sabtu mengakibatkan kebingungan sebagian mahasiswa dan sebagian organisasi kampus dalam menentukan jadwal kampus. Akhirnya beberapa organisasi Photo ; Mahasiswa baru saat pembukaan upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). melaksanakan pengkaderan di Saat masuk kekampus mereka dibimbing untuk mengikuti organisasi kampus hari minggu sebagai solusi Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

9


Kampus Civitas untuk mempertahankan keberadaan/ kelangsungan hidup organisasi. Hari sabtu merupakan hari pengkaderan anggota dan kegiatan bagi organisasi kampus serta hari pengembangan kreatifitas mahasiswa dan pada hari minggu sebagai hari untuk kegiatan pribadi dan kegiatan ringan lainnya. “Hari sabtu mahasiswa sudah melakukan pengkaderan dan hari minggu saatnya istirahat, cuci pakaian, dan potong rambut. Hal ini juga diminta oleh orang tua mahasiswa itu sendiri”, Ujar Achmadi, Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Fkip). Saat menanyakan kepada ketua himpunan Mahasiswa program Biologi yang juga sampai sekarang masih bingung untuk melakukan kegiatan hari apa. “Kami bingung untuk melakukan pengkaderan hari apa, jika kami melakukan pengkaderan hari Sabtu, sudah dipastikan tidak bisa karena hari sabtu kami dari angkatan 2009 ada kuliah dan mahasiswa baru juga ada kuliah.” Ujar Desi mahasiswa prodi Biologi angkatan 2009. Dihari sabtu, selain ada perkuliahan juga ada lagi kegiatan Pendidikan Karakter (Pendikar) sehingga untuk di FKIP, organisasi kampus menjadi sulit mengambil

10

keputusan dalam membuat kegiatan khususnya kegiatan pengkaderan atau pendidikan keorganisasian. Acaman keras didapatkan oleh himpunan mahasiswa yang melakukan kegiatan pengkaderan dihari minggu. “Kita tidak diizinkan oleh Pak Achmadi untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut pada hari minggu, karena hari minggu adalah waktunya beristirahat dan boleh menggadakan kegiatan asalkan jangan di kampus. Himpunan kami juga di ancam hendak dibubarkan jika kami masih menyelenggarakan kegiatan tersebut”, ujar Nur Fitri, ketua Panitia Pengkaderan Calon Anggota Himpunan (PeCAH) dari program studi matematika. Khusus untuk unit kegiatan mahasiswa (UKM) tidak dilarang untuk melakukan pengkaderan dihari minggu. “Untuk UKM yag ada di FKIP ini memang tidak dilarang dan kami persilahkan, seperti Gerakan Mahasiswa Pencinta

Alam (Gempar), paling yang ikut hanya 2 atau 3 orang saja dan untuk himpunan mahasiswa reguler B (Himreg B) kami beri kesempatan 1 bulan 1 kali dan itu saya pikir efektif ”, tambah PD III FKIP. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155 /U/1998 pasal 1, ayat I menyatakan bahwa organisasi kemahasiswaan intra perguruan ting gi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Dasar di atas mengamanatkan kepada semua stakeholder sebaiknya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berorganisasi dan bukan memberikan kesulitan dalam belajar berorganisasi seperti memaksakan kuliah dihari sabtu dan sebagainya.[.]

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Jepretan Civitas

Foto: Miun/Wisda Foto: Miun/Wisda

Bus antar kota yang parkir tepat berada di samping tanda berhenti karena alasan mengambil penumpang (Miun/Crew) Pejalan kaki yang melintasi plang nama Pontianak yang sengaja dicoret menandakan wilayah luar Kota Pontianak. (Miun/Crew)

Foto: Miun/Wisda Nelayan lokal yang sedang melempar jala. Sebuah hal menarik di dalam keadaan yang serba susah untuk mempertahakan kehidupan dan menjadi tantangan pemerintah daerah agar melihat masyarakat kecil yang PENDUDUK setempat yang mengunakan perahu sebagai alat memebutuhkan suatu gerakan pasti untuk memperbaiki taraf kehidupan transportasi yang masih berlangsung dari dulu hingga kini dan menjadi (Miun/ Crew). sebuah keindahan tersendiri dalam pesona sungai kapuas (Miun/ Crew).

Foto: Miun/Wisda

Foto: Miun/Wisda

Foto: Miun/Wisda

BENTUK kekesalan dan nasionalisme sebagian mahasiswa yang KEBUDAYAAN masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi objek melakukan aksi di bundaran Digulis sebagai perlawanan dan keprihatianan akan wilayah Indonesia yang diisukan akan dicaplok negara wisata dan perlu dilestarikan serta dihargai (Miun/ Crew). tetangga (Miun/ Crew).

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

11


Khusus Civitas

BLU Siap Landas di Untan Oleh: Welly Karikatur: Meidy.p

UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Pasal 24 Ayat 2 dan 3 menjadi dasar Universitas dapat menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dan diperkuat dengan PP 60 th 2010 pasal 49 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan) merupakan perguruan tinggi negeri yang siap beralih menjadi BLU. Buktinya saat ini Untan telah membentuk panitia pembentukan BLU. “Sesuai dengan SK penyiapan pembentukan BLU Untan, targetnya BLU Untan akan terbentuk pada tahun 2012. Panitia pembentukan BLU juga akan berangkat ke Jogja untuk konsultasi pembentukan BLU”, ungkap Yanto, panitia pembentukan BLU Untan bagian administrasi. Kurangnya persiapan dalam pembentukan BLU di Untan menjadi kekhawatiran yang perlu dibenahi. Hal ini senada

12

ungkapnya saat ditemui di Rektorat Universitas Tanjungpura, Pontianak, jumat (7/10). Adanya konsep BLU memberikan manfaat berupa penyediaan beasiswa lebih kepada mahasiswa. “ saya bisa menyediakan beasiswa sebanyak-banyaknya terutama dari bank mandiri sudah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. “Kalau boleh semua mahasiswa mendapat beasiswa, namun hanya mahasiswa yang berlatar belakang prestasi akademik yang bagus dan juga berasal dari keluarga tidak mampu serta kami menambahkan dana beasiswa tahap 2 sebesar 200 juta” ungkap Rektor lagi . “Saya juga berasal dari keluarga tidak mampu, pernah mengecap kemiskinan. Saya itu tidak seperti lupa akan asal usul saya. Maka dari itu saya memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu”, tambahnya dengan nada berbisik. “Mengapa ketika mahasiswa memakai tidak diijinkan, lebih mementingkan pihak non mahasiswa yang menyewa”, ungkap Toto (bukan nama sebenarnya) mahasiswa

dengan Thamrin Usman selaku Rektor Untan. “Saya wanti-wanti karena ada keterlambatan dalam persiapan untuk BLU tahun depan sehingga membuat kami yakin mekanisme ini perlu dibenahi”, ungkapnya. Bentuk otonomi perguruan tinggi yang dilihat dari adanya BLU memberikan bermacam persepsi atas manfaat dan sisi negatifnya. Untuk itu Rektor Untan menegaskan bahwa BLU itu sangat penting untuk dilaksanakan. “BLU itu penting namun itu tidak ada hubungannya dengan SPP ataupun beasiswa mahasiswa,” Bersambung Ke Halaman 15

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Khusus Civitas Bangun Rumah Sakit, Benahi juga fasilitasnya Oleh : Sam’an

BANGUNAN Rumah Sakit Untan yang pembangunannya sudah di tahap 4 (Miun/ Sem).

natif menuju RS Untan. Sehingga memperkacil kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan. “ jika RS Untan Dibuka untuk umum maka kampus Untan akan selalu ramai oleh masyarakat umum dan itu sangat mengganggu aktifitas perkuliahan. Diharapkan Untan bisa menyediakan jalan keluar masuk khusus menuju RS tersebut” papar Sugiono salah satu mahasiswa FISIP Untan. “Kehadiran bangunan megah di tengah- tengah keramaian mahasiswa ini juga diharapkan mampu meringankan biaya pengobatan, terutama bagi mahasiswa”, pintanya lebih lanjut Sementara itu rektor Untan Thamrin Usman, menjelaskan bahwa pembangunan RS Untan sepenuhnya dibiayai APBN. Sekarang pembangunan RS sudah pada tahap 4 dan sudah lebih 50% terealisasikan.

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

Photo: Benol / Miun

Berada disamping Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) untan berdiri sebuah bangunan megah. Bangunan berwarna putih dan hampir rampung itu adalah rumah sakit untan. nantinya rumah sakit tersebut dapat dijadikan rujukan bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Dan lebih utama lagi jika dapat memberdayakan lulusan dari FKIK Untan, sebagai tenaga medis. Rumah sakit Untan ini diharapkan bisa menyediakan sarana kesehatan yang berkualitas untuk pasien. Andi, mahasiswa teknik menanggapi ini dengan baik. Pembangunan rumah sakit Untan dapat meberi kemudahan bagi mahasiswa. Setidaknya mahasiswa yang sakit tidak perlu lagi mencari rumah sakit di luar untan. Namun muncul kekhawatiran jika RS Untan dibuka untuk umum. Saat ini saja keadaan kampus tidak begitu aman, terutama dari tindak pencurian. “ sekarang saja sering terjadi kecurian helm, apalagi nanti jika masyarakat umum sudah masuk kampus” tutur andi. Ramainya calon pengunjung RS mesti diimbangi dengan penyediaan jalan alter-

Mengenai tenaga medis yang nantinya akan di tempatkan di RS tersebut tentunya akan mengutamakan lulusanlulusan dari FKIK Untan. Sehingga ilmu yang mereka peroleh di kampus dapat di aplikasikan ke dunia profesi. Mengenai biaya pengobatan, semua pasien akan dikenakan biaya. Sehingga Tidak ada perbedaan/ pengecualian antara mahasiswa dan masyarakat umum dalam hal pembayaran. Keputusan ini diambil karena nantinya dana yang dihimpun akan dibayarkan lagi sebagai imbal jasa dari tenaga medis di RS tersebut. Rektor Untan juga menegaskan bahwa dengan diberlakukannya aturan di atas bukan berarti RS Untan menjadi ajang berbisnis dan mencari keuntungan, “Pembangunan RS ini bukannya Frofit oriented” ujar orang nomor satu di Untan itu[.]

13


Sastra Civitas Ayah ○ ○ ○ ○

Ilmu Yang Terjual

Sebuah cahaya terasa gelap ketika hujan menerjang Serangkai tawa hilang dengan datangnya berita Berita yang mampu membuatku terjatuh Terjatuh dan terjatuh lagi Sesosok ayah gagah yang sangat ku cintai Kini terbarung lemas antara hidup dan mati Desak dan tangis terdengar perih menusuk hati Cobaan yang datang terasa begitu menghancurkan dunia Dunia kehidupanku dan dunia keluargaku Dunia yang begitu indah dengan kehangatan keluarga Curhatan hati ku panjatkan kepada tuhan Semoga ayah tetap bersama kami Dapat melihat kami memegang toga kebanggaan Melihat anak kecil mungilnya yang telah dewasa Menjadikannya orang tua yang paling bahagia didunia Aku sayang ayah Oleh : I love you ayah

Lusiana, Teknik Industri Untan

Ilmu yang mahal, Ilmu yang malang Langkah ku ringan dengan hadirmu Bicaraku lantang bila tentangmu Malam bersinar dengan ilmumu Namun,,,,,,, Kau kini ilmu yang terjual Terjual penguasa yang rakus Kini ilmu perbdohi kami Gelapkan dunia, perbodohi umat, dan kau bungkam langkah kami. Kau ikut penguasa yang rakus.

By;Duo Kribo

Terorismee Luka yang takkan tersembuhkan Penderitaan selalu diiringi kepedihan Bencana selalu tak unjung berakhir Bom lagi....Bom lagi.... “Tbooaarrrrr.......” Ledakan bom bermunculan Mengobrak-abrik tanah airku Merenggut hak asasi saudaraku Menghancurkan mimpi-mimpi sang tak berdosa Bom lagi....Bom lagi.... Apakah dengan bom dapat menyelesaikan masalah? Apakah dengan bom dapat menenangkan hati dan jiwa? Lihat saudaraku...lihat.... Haruskah orang-orang tidak berdosa jadi korban tanganmu Haruskah keluarganya kehilangan permata yang berkilau Kami yang berjuang ditanah air ini menanggung beban cukup berat Kami para pejuang ditanah air ini tidak merasakan tenang dibuat ulahmu Sadar saudaraku...sadar.... Jalan kami masih panjang, jangan saudaraku pasang bom dileher kami Cara teror bukan solusi, tapi buat kami mati

By : Nabu

14

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Sastra Civitas

la ceper a p e k r o t n Modif mo g agak ditinggika kan a yang w Sok bela s i s a h ma Jadilah er h revolusion ap jika ditamba nt Lebih ma an. ilit dengan m

rgi orang pe i a m a r Bulan ini an haji ng deng a l u p t D i s a m b u okah ar n segala b rlah aka a j la e b wa Mahasis i si organisa i selesa r i d l a k e Untuk b kuliah

bg Miun Pantun

ng mpe ba u j h a g r ten Kepasa h keruma r kumis a t n a h b Singga r es berpiki s u kak lili r a iswa h Mahas is ngan akadem a d u k a n d e ip D a n d k aktivis a bertind

bur ketan u b n a k a m k Ke korem i jumpa ka a t n a y n i g Eh.. la di Intan tinggi ja i a l i n n Buka uan kebanggaan an kemamp d il k s i p gan Teta adi pegan j s u r a h yang

Oleh : Sukal Minsos Sambungan Halaman 12

BLU Siap Landas di Untan

Untan angkatan 2009. Adanya kekhawatiran akan BLU yang merupakan sektor terbuka bagi penanaman modal dan komoditas serta sebagai sarana untuk melepaskan tanggung jawab pemerintah atas pendidikan hingga menjadikan pendidikan sebagai investasi yang cukup

menguntungkan ditepis oleh rektor Untan. “Saya tidak berbisnis dengan mahasiswa. Mengelola auditorium itu tidak semata-mata karena aspek sosialnya saja. Perlu diperhatikan dari aspek keuangannya juga. Karena mahasiswa memakai fasilitas tersebut tidak full

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

tarif jadi kompensasinya kepada pihak non mahasiswa untuk mengimbangi beberapa kerusakan yang kalian (mahasiswa) buat�, ungkap Rektor Untan.[]

15


Seremonial Civitas Fakultas Teknik Gelar Donor Oleh : Asmadi

Dalam rangka kegiatan rutin tahunan yaitu HNP (Humanity Night Project), Fakultas Teknik Untan mengadakan kegiatan donor darah yang dilaksanakan di BEM Fakultas Teknik pada (24/10). Yang menjadi panitia kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2011. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah masyarakat kampus dan masyarakat luar kampus. Dalam pembukaannya, kegiatan ini dibuka langsung oleh Ir. H. Syafaruddin AS., M.M, selaku Dekan Fakultas Teknik Untan. Dan disertai dengan pemukulan gong. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik, Pembantu Dekan Fakultas Teknik dan Perwakilan dari setiap UKM yang ada di Untan. “Peserta yang hadir secara keseluruhan dalam kegiatan donor darah ini sekitar 150 orang,” ujar Lusiana selaku ketua panitia. Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan target 100 kantong darah. “Jumlah kantong darah yang kami targetkan adalah seba-

16

Karikatur Meidy

nyak 100 kantong , dan diakhir kegiatan ternyata yang kami rargetkan sesuai dengan harapan, yaitu 100 kantong darah”, ungkap Lusiana. Seusai membuka kegiatan donor darah, Syafaruddin mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mengajarkan mahasiswa baru untu berkognetif dengan baik. Harapannya bisa memberikan

manfaat yang besar pada masyarakat dengan pengumpulan darah secara suka rela, serta mampu memotivasi atau mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan ini, dan mahasiswa yang baru mampu dalam menerapkan ilmu keterampilannya pada masyarakat ketika selesai dari kuliahnya. “Harapan dari kegiatan donor darah ini diantaranya adalah semoga saja darah yang kami kumpulkan ini benarbenar digunakan sebaik-baiknya oleh PMI untuk membantu orang yang sangat membutuhkannya, dan harapan saya bagi mahasiswa angkatan 2011 supaya lebih meningkatkan lagi jiwa kemanusiaannya dan kekompakannya dalam angkatan, ujar Lusiana.[ ]

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Profil Civitas

Pengasuh Baru Mahasiswa Untan Oleh : Hilda

Istimewa KELUARGA besar Pembantu Rektor III Universitas Tanjungpura

W

askita,begitu biasa ia disapa, pria kelahiran Bojonegoro, 1 juni 1952 ini mengawali kiprahnya diranah pendidikan dengan menjadi dosen di Fakultas Pertanian jurusan Kehutanan (dahulunya kedua fakultas ini digabung). Diawal karirnya sebagai dosen, atas rekomendasi dari temantemannya, beliaupun dipercaya menjadi Pembantu Dekan III. Beliau dan Istrinya Dra.Hj.Sri Lestari, M.Pd dianugrahi 3 orang anak yaitu: Reine Suci Wulandari, S.Hut.,MPB, Ayu Prihandono,S.si.,M.Sc., dan Lertyo Canggih Prakarsa, ST. Mantan PD III Fakultas Kehutanan ini mulai menampakkan kecintaannya pada bidang kemahasiswaan semenjak ia duduk di senat mahasiswa (sekarang DPM). “Waktu itu saya sudah aktif disenat

mahasiswa Fakultas Pertanian tahun1972”, ujarnya. Selain aktif disenat kampus, beliau juga menjadi pelopor terbentuknya Band Untan pertama, bersama teman-teman seperjuangannya. Sebagai seorang mahasiswa yang aktif dibidang kemahasiswaan, beliau juga mengalami guncangan saat peristiwa Malore terjadi di UI (Universitas Indonesia). Untan dianggap kurang membantu pada saat peristiwa itu terjadi. Setelah lulus sarjana muda di Fakultas Pertanian, beliau melanjutkan pendidikannya di IPB (Institut Pertanian Bogor),dan menyelesaikan gelar sarjana penuhnya di sana. Sepulang dari menempuh pendidikan, beliau kembali ke Untan dan menjadi dosen. Cukup lama berselang, beliau kembali melanjutkan studinya di Magister Untan jurusan

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

Manajemen SDM. Suami dari Sri Lestari ini kian aktif dibidang kemahasiswaan semenjak terpilih menjadi Pembantu Rektor III dan resmi dilantik pada 3 Oktober 2011 lalu. Dalam visi misinya, ia selalu menekankan agar mahasiswa yang aktif diorganisasi maupun UKM untuk tidak melalaikan kuliahnya. “Saya itu maunya mahasiswa meningkatkan kreativitas, bakat disegala bidang,meningkatkan potensi diri, tapi lulusnya tepat waktu’’, ungkap pria tiga anak ini. Beliau selalu mengajarkan pada anak didiknya agar berani membuka potensi diri, seperti didikannya pada putraputrinya yang mengantarkan dua dari tiga anaknya juga menjadi dosen. Disela-sela kesibukannya sebagai Pembantu Rektor, Waskita juga menulis bahan ajar untuk mata kuliah yang dipegangnya. Beliau juga merupakan dosen mata kuliah umum untuk mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Dimata mahasiswa ia dikenal sebagai dosen yang baik dan bersahabat, seperti yang diungkapkan Aan, mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2010, ”bapak termasuk dosen yang sangat baik, ramah, tidak pelit nilai dan memiliki jiwa kemahasiswaan”,ungkapnya.[ ]

17


Religi Civitas Cara Berprasangka Baik Kepada Orang Lain Oleh: Ali Topan

Assalamu’alaikum,,Wr...Wb.... Begitu banyaknya pikiran yang kotor meracuni pikiran kita, sehingga mata hati kita ternodai. Terkadang kita tidak sadar kalau kita sudah berpikir buruk dan merasa lebih baik dari orang lain, padahal se––– –––benarnya itu adalah suatu kesombongan. Namun dalam hal ini kita bisa mengubah cara pandang kita terhadap perilaku orang lain. Saya mamberikan beberapa cara agar kita selalu berpikir baik kepada orang lain, katakata ini saya kutip dari sebuah buku “Orang Bijak Berkata”. 1. Jika kita bertemu orang yang cukup tua, katakanlah dalam hati kita, orang tua ini jauh lebih baik daripada diriku, karena ia sudah lama hidup di dunia ini dengan beramal sholeh daripada saya yang selalu berbuat keburukan. 2. Jika kita bertemu dengan anak kecil, maka katakanlah dalam hati kita, anak kecil ini jauh lebih baik daripada diriku, hatinya tentu masih suci dan tidak berdosa, dibandingkan saya yang selama ini selalu berbuat kesalahan. 3. Jika kita bertemu dengan orang yang berilmu, maka

18

katakanlah dalam hati kita, bahwa ia telah memperoleh karunia dari Allah SWT, dan ilmu itu ia ajarkan kepada orang lain, tidak seperti saya yang sudah diberi karunia namun tidak bersyukur. 4. Jika kita bertemu dengan orang yang bodoh yang telah berbuat dosa kepada Allah SWT, katakan dalam hati kita, ia tidak mengetahui perbuatannya karena ketidak tahuannya, sedangkan saya berbuat dosa, padahal mengetahui akibatnya, dan saya tidak tahu mungkin akhir hidupnya lebih baik daripada saya. 5. Jika kita bertemu dengan orang munafik, maka katakan dalam hati kita, mungkin akhir hidupnya lebih baik daripada kita. 6. Jika kita bertemu orang yang baru kita kenal, katakanlah dalam hati kita, bahwa ia lebih baik daripada kita, mungkin orang tersebut telah banyak melakukan amal kebaikan, dibandinkan saya yang selalu melakukan amal keburukan. Tahukah kita bahwa setiap hembusan nafas kita hendaknya mengucapkan tasbih, tahmid, dzikir kepada Allah

SWT atas karunia yang telah diberikan. Lantas apakah kita pantas untuk menyombongkan diri di hadapan Allah? Sadarlah bahwa hidup ini hanya perjalanan sementara. Penulis sadar bahwa diri penulis masih belum sempurna, mungkin para pembaca lebih baik dari pada penulis namun kita harus terus berlomba-lomba dalam kebaikan dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Demikianlah cara untuk berprasangka baik kepada orang lain. Ini mungkin hanya beberapa dari banyak cara yang lain, namun semoga tulisan ini dapat bermanfaat, untuk kita semua. Ada sebuah ibarat “tak ada gading yang tak retak”, tentunya kata-kata ini masih banyak kekurangannya. Jadi mari kita bersama-sama terus belajar tanpa henti untuk menutupi kesalahan serta kekurangan yang ada didalam diri kita yang lemah ini. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih. (*) Penulis adalah anggota BKMI Untan

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Iklan Civitas

Edisi 58/Th XIII/Desember/2011


Edisi 58/Th XIII/Desember/2011

Civitas edisi 58  

Buletin Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you