Page 1

ISSN :1979- 2557

Civitas MIMBAR UNTAN

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

Dosen Untan Malas Koreksi Skripsi ?

Tarif Sewa Ruang Rapat dan Gedung di Untan Belum Final Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008


Tanpa terasa kita sudah berada di tahun,para kru civitas berharap semoga Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) kedepan menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Sebuah harapan yang wajar adanya. Dengan semangat yang berkobar-kobar kami sajikan pada edisi awal tahun untuk para pembaca yang selalu setia membaca civitas halaman demi halaman.dan untaian doa-doa penyemangat hadir bak air yang mengalir tiada henti, yang selalu mengiringi jejak langkah kami. Tidak lupa LPM mengucapkan selamat bergabung untuk calon anggota baru yang bertepatan pada 28 november 2008 berhasil di Rekrut. Selamat datang di dunia pers mahasiswa. Maka dari itu teruslah bersemangat untuk mencoba mengembangkan bakat kalian di bidang tulismenulis tentunya. By the way pastinya pengen tau kan, ape ja news edisi kali ini. Sekedar bocoran , yang pertama dan paling utama Untan kini berencana membangun Universitas satu atap, pastinya ada pro dan kontra dari warga Untan. News berikutnya,tarif sewa ruang gedung belum final yang mana tarif baru penyewaan ruang gedung di Untan yang mulai diterapkan Oktober lalu akan kembali naik menjelang awal tahun 2009. Yap cukup deh bocorannya, Penasaran pengen tau informasi lainnya, baca aja sambil nyantai dengan kerabat terdekatmu. Akhir kata kami ucapkan selamat menikmati semoga menjadi sumber inspirasi untuk anda serta tidak lupa segenap kru civitas mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU�

Apa yang terjadi dengan rektor Untan?

Beberapa kegiatan mahasiswa yang diadakan tiap tahun, belakangan ini, ternyata tanpa rekomendasi dari rektor. Kegiatankegiatan mahasiswa seperti BHRF, KSBM, Banjer Suare, ternyata tanpa persetujuan. Sebagai petinggi Untan, rektor seperti lepas tangan dan tidak mau ikut campur, hanya mencari posisi aman. Padahal kegiatan tersebut merupakan kegiatan mahasiswa, dan mengatasnamakan Untan. Untan seolah kehilangan ayahnya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rektor Untan? saya harap rektor dapat memberikan perhatian pada kegiatan-kegiatan mahasiswa, bukan hanya yang ilmiah. Karena kegiatan mahasiswa akan meningkatkan live skill mahasiswa juga. yusevie_blue@gmail.com

Sulitnya mengakses internet di kampus Assalamualaikum.. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas di muatnya surat saya di Civitas Mimbar Untan.saya adalah mahasiswa yang haus akan informasi dan menghabiskan waktu saya untuk menggali informasi di internet. Saya sangat membutuhkan (internet) untuk di akses dari komputer/laptop saya. Tapi ini sangat sulit di miliki karena pihak Fakultas saya membuat semacam password untuk dapat mengakses internet di kampus sedangkan saya dan teman-teman tidak pernah mendapatkan informasi dimana password itu bisa di dapatkan. Katanya, internet kampus hanya untuk para dosen. Padahal banyak sekali mahasiswa yang memiliki laptop dan ingin menjadi member itu (internet). Demikian keluhan saya. Tania, mahasiswa FKIP

Dana PPL FKIP kurang jelas Terima kasih dimuatnya surat saya ini. Saya mahasiswa FKIP yang semester depan akan mengikuti PPL-I. awalnya saya melihat biaya PPLI sebesar Rp. 300.000,- namun pada akhir tahun, ada surat keputusan rektor yang memutuskan bahwa dana PPL naik menjadi Rp. 450.000,. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa kenaikan dana tersebut tanpa persetujuan mahasiswa dan kurang jelas transparansinya. Aulia_8288@yahoo.com

buletin Mimbar Untan Civitas Diterbitkan oleh : Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak Ketua Umum : Rahmanita Sekretaris Umum Eka Stiawati Bendahara Umum : Ellia Marliani Divisi PSDM : Sri Pujiani, Vita DJ Divisi Litbang : Syf Ratih KD

2

Divisi Penerbitan : Agustinah Divisi Penyiaran : Wanti EJ Divisi Peusahaan : Nining Agustini Pemimpin Redaksi : Tri Muliyaningsih Sekretaris Redaksi : Riya

Edisi 44/Thn.X/ April/2008

Surat Pembaca

Happy New Year 2009

Redaktur : Sri, Nita, Eka, Tina, Reporter : Riya, Tri, Tina, Fotografer : Sri, tina Lay outer : djyos27@yahoo.com & Dedi Armirek

REDAKSI Alamat Redaksi : Jl. Daya Nasional Gedung MKDU Untan, Telepon : (0561) 7567171. e-mail : lpm_untan@yahoo.com atau : gelora_lpmu@yahoo.co.id. lpmuntan.blogspot.com Percetakan : Artha Grafistama, Jl. Pahlawan No. 20 Telp.(0561) 765000-766000 (Isi diluar tanggung jawab penerbit). Redaksi menerima tulisan berupa opini, essai, laporan kegiatan kampus, cerpen,hasil investigasi, surat pembaca disertai identitas diri. Tulisan diketik di lembaran folio dengan spasi ganda. Kirimkan ke Sekretariat LPM Untan, langsung. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah makna tulisan.

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009


Opini Civitas

UU Pornografi Wujud Kepedulian Pada Akhlak Bangsa Oleh Dra. FADILLAH, M.Pd.**

M

enjadi manusia yang cerdas intelektual saja belum cukup, jika belum memiliki kecerdasan emosional dan spiritual seperti beriman, bertakwa dan berakhlak mu-lia. Semangat ini, telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, agar menjadi wahana untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreativ, mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung-jawab. Per masalahannya mengapa ada-nya Undang-Undang Pornografi menimbulkan pro dan kontra? Kata pornografi, berasal dari bahasa Yunani, porno dan grafi yang artinya karya yang cabul. Dalam UU Porno-grafi, Bab I pasal I, ayat 1: pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tu-lisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tu-buh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan /atau pertunjukan dimuka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi sek-sual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. Pada ayat 2: jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukkan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah dan barang ce-takkan lainnya. Jika kita cermati UU ini, isinya menyiratkan: (1)meminta warga negaranya berpakaian secara sopan, tidak meman-cing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan), dan tidak harus berpakaian model Islami/ Arab/ Tali-ban. (2)malindungi kaum perempuan Indonesia dari pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan dengan dijadikan obyek yang laku dijual demi kaum laki-laki hidung belang. (3)Me-lindungi moral anak-anak dari bahaya pornografi dan porno aksi bukan de-ngan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan diri. (4)Bukan un-tuk

menyeragamkan budaya, menye-ragamkan dalam pakaian, atau memak-sakan aturan suatu agama, melainkan untuk membuat bangsa ini menjadi tanggap terhadap terjadinya krisis akh-lak di masyarakat, lebih beradap dalam era globalisasi. (5)Kehadirannya ingin mengembalikan akhlak bangsa yang mengalami krisis akibat pengaruh yang bersifat multi dimensi, yang namanya globalisasi, krisis moneter, kapitalisme, xenofilia. Menjadi instrument pendi-dikan, keluarga, masyarakat dan warga-negara. Jika ini semua disadari, maka menjadi manusia yang berakhlak mulia tidaklah sulit diwujudkan. Melihat pada krisis moral, para pe-mikir kemanusiaan bertanya-tanya apakah kita ini masih memiliki jiwa manusia atau jiwa binatang. Karena ha-nya pada binatang saja pelampiasan na-luri seks tak mengenal aturan, yang ber-dampak terjadinya peningkatan pende-rita HIV / AIDS dalam kurun waktu 9 tahun (1987-2006) yang semula me-ningkat perlahan-lahan, sejak tahun 2000, peningkatannya sangat tajam. Se-mentara estimasi tahun 2006, jumlah orang yang terinfeksi diperkirakan 169.000-216.000 orang. Data hasil surveilans sentinel Departemen Kese-hatan menunjukkan terjadinya pening-katan prevalensi HIV positif pada sub populasi berperilaku beresiko, dika-langan penjaja sex (PS) tertinggi 22,8 %, penasun 48 % dan penghuni Lapas 68 %. Distribusi umur penderita AIDS pada tahun 2006 memperlihatkan ting-ginya persentase jumlah usia muda dan jumlah usia anak. Penderita dari golo-ngan umur 20-29 tahun mencapai 54,77 %, dan bila digabung dengan golongan sampai 49 tahun, maka angka menjadi 89,37 %. Sementara persentase anak 5 tahun ke bawah mencapai 1,22 %. Di perkirakan pada tahun 2006 se-banyak 4360 anak tertular HIV dan separuhnya telah meninggal. Para ahli epidemi Indonesia dalam kajiannya ten-tang kecenderungan epidemi HIV dan AIDS memproyeksikan bila tidak ada peningkatan upaya penanggilangan yang bermakna, maka tahun 2010 jum-lah kasus AIDS menjadi 400.000 orang dengan kematian 100.000 Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

orang dan pada tahun 2015 menjadi 1.000.000 orang dengan kematian 350.000 orang. (Komisi Penanggulangan AIDS, 040107 ). Melihat angka fantastis akibat ru-saknya akhlak ini, maka pendidikan akhlak, seharusnya, cepat dilancarkan, baik pendidik di sekolah maupun ke-luarga yakni orang tua di rumah untuk menjelaskan pada anakanak, dimulai dengan contoh teladan hingga interaksi dari kedekatan anak dengan orang tua. Jika anak tidak mendapat penjelasan yang tepat terutama dengan landasan agama, maka dikhawatirkan anak men-cari contoh di luar rumah. Bahkan melalui media televisi, besar pengaruhnya berupa kehidupan glamour sehingga yang seharusnya tontonan menjadi tun-tunan bagi anak. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa tak perlu ada UU pornogfii. Itu benar jika masyarakat kita telah hidup mengikuti aturan. Sebagai makhluk beragama, sebenarnya agama sudah mengajarkan bagaimana cara hidup diantara sesama manusia maupun dengan sesama makhluk lainnya, ataupun di tengah keberadaan alam semesta. Hanya saja, jika keluarga tidak punya kesempatan mengajarkan nilai-nilai agama dan implementasinya atau cara hidup beragama maka yang terjadi bahwa generasi kita sudah tidak dapat membedakan yang benar-salah, baikburuk serta indah-tak indah dipandang dari sudut beragama. Karena itu, jika saja kita masih punya hati sebagai manusia, marilah kita bersama mensosialosasikannya dan menginternalisasikannya agar akhlak yang mulia terjaga, mulai dari diri sendiri, keluarga sendiri, dan teman-teman di lingkungan, anak didik serta masyarakat sekitar. Tulisan ini mengajak kita semua untuk berfikir menggunakan hati yang bersih, membentengi diri dengan agama yang diyakini, menjadikan diri teladan bagi anakanak, bagi peserta didik tempat kita mengabdi. **Dosen FKIP Untan Saat ini sedang mengikuti Program Doktor (S3) di UPI Bandung Edisi 44/Thn.X/April/2008

3


Headline HeadlineCivitas Civitas

Untan Hendak Bangun Universitas Satu Atap Tidak hanya bersiap menyambut Badan Hukum Pendidikan (BHP),Untan kini berencana membangun universitas satu atap. Rencana itu merupakan tindak lanjut dari penyelesaian tata ruang Untan akhir tahun 2007. Seluruh civitas akademika Untan akan disatukan dalam sebuah gedung terpadu empat lantai di depan Gedung Rektorat. Guna mengefisienkan sarana dan prasarana kampus mulai dari tata ruang, air, listrik, kebersihan, sistem keamanan dan komunikasi yang terkontrol dan mudah diawasi. Megahnya plang Kopma Untan ternyata tidak semegah manajemen yang ada didalamnya. Banyak terjadi ketidak jelasan kebijakan yang mengindikasikan korupsi pada pengurusnya.

Oleh TRI MULIYANINGSIH iap lantai disediakan dua ruang khusus diskusi dosen dan mahasiswa. Pembantu Rektor IV Untan, M. Iqbal berharap nantinya interaksi antar mahasiswa membaik. “Selama ini gara-gara senyum saja bisa kelahi,” katanya saat di temui di ruang kerjanya. Dekan Fakultas Tekhnik Syafarudin mengingatkan, seluruh kegiatan dalam universitas terpadu di saat bersamaan, apalagi dengan jumlah mahasiswa sekitar 15 ribu orang, memerlukan sirkulasi yang baik. Pembangunan universitas terpadu dimulai dengan mengajukan proposal ke Depar temen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Lalu, universitas merapatkan dengan seluruh unit di Untan untuk memprediksi potensi Untan 20 tahun kedepan. Segala aspirasi tentang kemajuan Untan akan ditampung dan jadi pijakan dalam agenda selanjutnya. Bila rapat menghasilkan mufakat untuk membangun gedung perkuliahan satu atap, maka rencana pembangunan ini tetap direalisasikan tiga sampai lima tahun mendatang. Ketika ditanya mengenai pemanfaatan bangunan 9 fakultas Untan, Iqbal menjawab, bagunan tersebut akan dialihfungsikan menjadi sarana pelatihan dan penginapan.

T

P embangunan Menelan 400 Miliar Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa Untan Andre Forniko, setuju dengan dibangunnya universitas terpadu. Namun, ia juga mempertanyakan sumber dana pembangunan itu sendiri. Ia 4

Edisi 44/ Thn.X/ April/ 2008

Megahnya plang Kopma Untan ternyata tidak semegah manajemen yang ada didalamnya. Banyak terjadi ketidak jelasan kebijakan yang mengindikasikan korupsi pada pengurusnya.

tegas menolak jika nantinya dana pembangunan uninersitas terpadu akan dibebankan pada mahasiswa. “Itu kebanggaan kalau punya universitas satu atap. Tapi bagaimana dengan sumber dananya. Yang saya tahu, sumber dana tersebut diperoleh dari pinjaman. Yang jadi masalahnya, bagaimana cara pengembaliannya,” tanya mahasiswa Fakultas Ekonomi ini. M. Iqbal mengatakan, pembangunan Universitas terpadu tidak akan mengorbankan mahasiswa. “Dana 400

miliar untuk membangun gedung tersebut berasal dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dan bantuan dari Internasional Development Bank (IDB) melalui Government to Government (GTG). Mahasiswa Tekhnik sipil Marcel tidak setuju dengan penggabungan fakultas tersebut.”Karena akan menimbulkan kesenjangan dan konflik antar mahasiswa oleh karena ego masing-masing. Juga perlu di ingat sejarah tiap fakultas itu berbeda,” jelasnya.[]

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009


Headline Civitas Headline Headline Civitas CivitasHeadline Headline CivitasCivitas Headline Civitas

Tarif Sewa Ruang Rapat dan Gedung di Untan Belum Final

Kepala Bagian Umum, Hukum, Tata Laksana dan Perlengkapan (UHTP) Biro Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Tanjungpura (Untan) Muhammad Ali menyatakan, tarif sewa ruang rapat dan gedung pertemuan di Untan belum final. Oleh AGUSTINAH i r a h / a w e s f i r a T

i s a k o L

, 0 0 0 . 0 0 7 . 2 . p R

r a s e B g n a u R

1

, 0 0 0 . 0 0 5 . 1 . p R

g n a d e S g n a u R

2

n a u m e t r e P g n u d e G

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

, 0 0 0 . 0 0 0 . 3 . p R

l i c e K g n a u R

4

Pecinta Alam (Mapala) Untan Herman menyetujui kebijakan tersebut. “Tidak masalah jika fasilitas tersebut dikomersialkan, tapi harus ada batasan dan disesuaikan tarifnya dengan oknum yang menyewa,” kata mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Untan ini Berbeda dengan anggota Keluarga Mahasiswa Ekonomi Katolik (Gameka) yang satu ini. Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) angkatan 2004 Youris, kurang setuju dengan diberlakukannya kebijakan tersebut. “Saya kurang setuju. karena kebijakan ini akan berdampak negatif, kita merasa tidak memiliki kampus ini. Kita mengunakan fasilitas kampus kok bayar, kecuali yang menyewa orang lain dan untuk objek kegiatan luar,” ungkapnya. Tidak lupa Ia menyarankan, Jika memang ada dana untuk perawatan, sebaiknya jangan terlalu besar.”Lain kali mengadakan acara dijalan raya saja, kalau ada pihak yang bertanya kenapa dijalan raya, jawab jak, mahal,” candanya. Kenaikan tarif sewa mengekang kreativitas mahasiswa Kebijakan ini akan menghambat

, 0 0 0 . 0 0 0 . 1 . p R

3

K e bijakan Tanpa Sosialisasi Diberlakukannya kebijakan tersebut mengejutkan mahasiswa. Pasalnya kenaikan tarif ini dilakukan secara tibatiba tanpa sosialisasi sebelumnya. Komandan Korp Suka Relawan (KSR) Untan, Haryadi sesalkan kebijakan ini belum pernah disosialisasikan pada mahasiswa. Tanggapan beragampun dilontarkan oleh mahasiswa. Anggota Mahasiswa

. o N

T

arif baru penyewaan ruang dan gedung di Untan yang mulai diterapkan pada akhir oktober lalu akan kembali naik menjelang awal tahun 2009. Penerapan tarif itu sesuai dengan ketentuan Rektor Untan yang tertuang usulan kenaikan tarif oleh Bagian UHTP BAAK Untan. Usulan tersebut telah lama dibuat, namun surat usulan tersebut perlu diperbaiki sesuai anjuran Pembantu Rektor II Untan Tambun Anyang. Pemberlakukan tarif baru ini dipicu ditetapkannya standar biaya sewa ruang rapat dan gedung pertemuan perhari 2009 oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Ketentuan tarif sewa ruang rapat di Kalimantan Barat disesuaikan dengan luas ruangan. Untuk ruang besar dikenakan tarif sebesar 2,7 juta/hari, ruang sedang disewakan seharga 1,5 juta/hari dan untuk ruang berukuran kecil 1 juta/hari.sedangkan untuk gedung pertemuan dikenakan tarif sewa sebesar 3 juta/hari. Adapun standar biaya sewa ruang rapat dan gedung pertemuan/hari 2009 yang ditetapkan oleh menteri keuangan Republik Indonesia di Kalimantan Barat.

kreativitas mahasiswa, seperti yang diungkapkan Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untan, Andri Froniko. “Ketika kebijakan ini diberlakukan, saya yakin kreativitas mahasiswa akan terhambat dan sangat menurun sebenarnya dana ini untuk pemeliharaan gedung atau ada terkandung nilai-nilai politis yang sengaja membunuh karakter mahasiswa dan memberikan sekat-sekat untuk tidak berkreativitas,” ungkap Andri. Andri mengatakan kebijakan tersebut tidak wajar, padahal fasilitas tersebut merupakan hak mahasiswa. Kebijakan berupa anggaran pemeliharaan tersebut mengarah pada Badan Hukum Pendidikan (BHP) dimana Untan sudah mengkomersilkan fasilitas kampus, padahal anggaran untuk pemeliharaan sudah tersedia dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini perlu dikaji ulang dimana fasilitas tersebut juga digunakan untuk mengembangkan mahasiswa dan mengatasnamakan Untan. Berbeda jika fasilitas tersebut berupa berupa kegiatan mengkomirsilkan suatu produk barulah ...Bersambung ke halaman 11 Edisi 44/ Thn.IX/ April/ 2008

5


Kampus Civitas

Dosen Untan Malas Koreksi Skripsi ? Oleh TANTRA NUR ANDI

S

ibuk urusan lain, banyak kerjaan luar. Dua hal inilah yang sering kali terlontar dari beberapa dosen Untan saat mahasiswa meminta koreksian skripsinya. Ironis memang, namun kondisi inilah yang terjadi di dalam kampus terbesar di Kalbar. Banyak dosen Untan, lebih mengutamakan pekerjaan di luar dari pada menyibukkan diri mengoreksi skripsi mahasiswa bimbingannya. Akibatnya ketika ujian skripsi, mahasiswa sering menjadi bulanbulanan para dosen yang mengujinya. Sebab skripsi yang dibuat mahasiswa tersebut masih banyak kesalahan. Seperti yang dialami seorang mahasiswa Fakultas Per tanian Untan, Anggri Ambriyanti.Ia mengaku saat dirinya menyusun skripsi, tiap ingin meminta koreksian skripsi per babnya, dosen pembimbingnya selalu sulit untuk ditemui. “Pernah saya sudah janji dengan dosen pembimbing untuk minta koreksian skripsi. Tapi setelah menunggu berjam-jam ternyata dosen tersebut

Ilustrasi : Yozh

tidak datang,” katanya. Selain sering tidak menepati janji untuk bertemu, Ambri mengeluh, dosen pembimbing skripsinya tidak pernah mengoreksi per bab skripsi yang ditulisnya. “Kadang saat ditanya kembali, apakah outline skripsi yang telah di saya kumpulkan sudah diperiksa. Dosen tersebut justru sering mengatakan, aduh saya tak sempat mengoreksinya, saya lagi banyak kerjaan,” ujar Ambri menirukan kata-kata dosennya. Akibat dosennya malas mengoreksi outline skripsi, Ambri mengaku skripsinya menjadi lama terselesaikan. Bahkan karena dosen pembimbingnya malas mengoreksi outline skripsi. Ambri langsung mendapat persetujuan untuk ujian skripsi. Namun saat ujian skripsi ia di marah-marah oleh dosen penguji dan pembimbing skripsi. Sebab, skripsi yang ia kerjakan masih banyak

kesalahan. “Karena skripsi saya masih dianggap banyak yang salah, akhirnya saya harus kembali memperbaiki skripsi saya,” ungkapnya. Keluhan mahasiswa terhadap dosen yang tidak mau mengoreksi skripsi tidak hanya di sampaikan oleh Ambri. Banyak mahasiswa-mahasiswa lain di hampir semua fakultas mengeluhkan hal tersebut. Hal yang sama juga dialami Arif, mahasiswa jurusan IPS FKIP. Ia mengeluh karena dosen pembimbing skripsinya sulit ditemui dan selalu tidak ada di kantor. Arif juga mengaku kesulitan menghubungi dosen pembimbingnya melalui telepon.”Setiap kali saya hubungi no Hp nya, dosen pembimbing saya tidak pernah mengangkatnya,” tutur Arif.[]

FKIP Jawab Guru Seni di Kalbar Oleh DEDE RY

S

elama ini Kalbar masih kekurangan guru kesenian. Sementara sarjana kesenian yang ada di Kalbar sebagian besar adalah lulusan perguruan tinggi dari luar Kalimantan Barat. Hal ini karena di Kalbar belum ada jurusan seni yang dapat menelorkan sarjana-sarjana muda di bidang seni. Kebutuhan akan guru yang dapat membantu perkembangan seni menjadi pemicu perlunya jurusan seni. 6

Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan menjawab kurangnya guru seni ini dengan membuka jurusan Seni Musik dan Tari, mulai tahun ajaran 2008-2009 bertempat di Jl. Karya Bakti. Satu-satunya jurusan seni di Kalbar ini memberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk memilih yang dinamakan kelas konsentrasi. Dimana mahsiswa bebas memilih jurusan musik atau tari. Adapun konsep perkulihannya mahasiswa diberikan pengajaran sesuai latar belakang budaya agar dapat tetap

terjaga dan berkembang. Jumlah mahasiswa yang terdiri dari 59 orang dengan sebagian pengajar berasal dari luar daerah. Ferdinand salah satu pengajar jurusan sini yang berasal dari Bandung mengatakan mahasiswa nantinya akan diarahkan pada pengembangan bakat dan minat sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki. “Keterbatasan fasilitas sebagai penunjang belajar tidak penghambat perkuliahan,” ungkap Ferdinand. ...Bersambung ke halaman 11

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009


Khusus Civitas

Minat Berorganisasi Menurun Oleh TRI MULYANINGSIH

eberapa tahun belakangan ini organisasi kurang diminati. Hal ini diungkapkan oleh Marwan, mahasiswa Fakultas Kehutanan (FK) angkatan 2004. “Perkembangan mahasiswa tentang organisasi cenderung menurun, mahasiswa hanya studi centered saja,” ungkapnya. Menurutnya saat ini mahasiswa hanya pergi kuliah dan belajar sehingga menjadi penurut dan tidak kritis. Hal serupa juga diungkapkan Jayusman, ketua Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Untan. Ini merupakan masalah global yang juga dialami universitas lain. Jayus mengatakan ada beberapa masalah yang menyebabkan menurunya minat mahasiswa tentang organisasi. “Masalahnya dari pihak kampus sendiri, dimana kuliah saat ini harus dibatasi hanya tujuh tahun. Selain itu mahasiswa saat ini sangat dibatasi dengan adanya semester pendek, adanya praktikum yang banyak sekali,” kata Jayusman. Pentingnya organisasi Organisasi merupakan tempat mahasiswa mempraktekkan teori yang didapat di kelas sebelum terjun ke masyarakat dan sebagai tempat menuangkan kreativitas sesuai dengan potensi dimiliki. Marwan mengungkapkan betapa pentingnya organisasi yang akan bermanfaat bika nanti terjun langsung dan berhadapan dengan orang lain. “Organisasi itu penting untuk melatih mental, selain itu bila ada masalah bisa memecahkannya,” jelas Marwan yang juga anggota Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa (Lisma). Pentingnya organisasi sebagai wadah perkembangan mahasiswa, dimana dengan berorganisasi secara tidak

B

langsung akan melatih mahasiswa mencapai kematangan aspek emosional. Selain itu organisasi juga dapat mengembangkan kreativitas. Betapa pentingnya organisasi dan manfaatnya diungkapkan beberapa mahasiswa yang juga tergabung di salah satu organisasi kampus dan universitas. Menurut Marwan organisasi tersebut selain untuk melatih mental dan belajar memecahkan masalah, organisasi juga berfungsi untuk membangun kekritisan mahasiswa dan memberi kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. “Organisasi dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa, bila berhubungan dengan orang lain dan juga dapat menumbuhkan sifat kekeritisan,” ungkap Marwan melanjutkan. Prasetyo Condronegoro mahasiswa Fakultas Pertanian (FT), angkatan 2007, jurusan Agronomi mengungkapkan organisasi ialah tempat berkumpulnya orang-orang yang punya ide. “Organisasi merupakan wadah untuk berkecimpungnya orang-orang yang punya ide dan tempat mengungkapkan diri seper ti yang dimau,” ungkap Yoyo. Organisasi dapat membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Ini diungkapkan Dewi Wulansari, Fakultas Ekonomi (FE) jurusan Ekonomi Akuntansi, angkatan 2007. “Banyak Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

sekali yang saya dapat denga berorganisasi terutama dalam hal yang berhubungan dengan perkuliahan, karena cukup menunjang perkuliahan dimana-dimana bisa belajar bermasyarakat,” jelas cewek berkaca mata ini. Selain itu organisasi juga ber manfaat untuk melatih kepemimpinan. “Organisasi itu penting untuk melatih kepemimpinan,” kata Chandra Kusuma mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2008. Berbeda dengan Candra, laurika L. S mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2007 mengungkapkan dengan berorganisasi akan membiasakan diri dengan iklim kampus.[]

POJOK Untan ingin bangun kampus satu atap ...Fasilitas kuliah lengkap nda pak? Benar kah Dosen malas koreksi skripsi? ...Dosen juga manusia... [Bang Miun] Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008

7


Khusus Civitas

Menanti Kebun Pendidikan di Tahun 2012 Untan bersama 7 instansi pemerintah akan kelola lima belas hektar lahan di belakang Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi jadi Kebun Pendidikan. wadah penelitian mahasiswa dan dosen juga akan dibuat jogging track, perkemahan dan rekreasi alam.

Oleh TRI MULYANINGSIH

M

elalui kerjasama dengan Dinas Per tanian, Dinas Kehewanan dan Peternakan, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Badan Koordinasi Penanaman Modal Dan Investasi (Bakomapin), untan akan membuat Kebun Pendidikan yang terbuka untuk umum. Tujuan pembuatan kebun pendidikan menurut (jabatannye di untan) Iqbal Irsyad, disebabkan adanya

8

Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008

keinginan untan menciptakan suatu objek penelitian, pendidikan, wisata dan kreasi di dalam kampus. “ Mengingat komplek untan sering dimanfaatkan banyak orang sebagai tempat berolahraga baik pagi dan sore hari, maka dari itu Untan juga akan membuat jogging track, perkemahan dan rekreasi alam di dalam kebun pendidikan. Sehingga tidak hanya mahasiswa dan dosen saja yang dapat memanfaatkannya sebagai objek penelitian, namun masyarakat umum

juga bisa berpartisipasi di dalamnya,� jelas Iqbal. Iqbal menambahkan, pada tahun 2008 ini pihak pengelola kebun pendidikan sudah mendapatkan sapi sebanyak empat belas ekor lengkap dengan kandang dan biogasnyayang masih berada di Dinas Pertanian. Kebun pendidikan ini diketuai oleh Erlinda Yurisinthae, dosen pertanian di bawah binaan Rektor dengan penanggungjawabnya berasal dari Pembantu Rektor IV dan dekan 2 fakultas terkait.[]

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009


Ceremonial Civitas

Agriculture Expo 2008, pameran perdana Faperta Untan Oleh TIM

S

elama enam hari area komplek Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Untan di Jalan M. Isya, dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai tempat di kota Pontianak. Pameran yang mengambil tema Agriculture Expo 2008 ini merupakan pameran perdana Fakultas Pertanian yang berlangsung pada tanggal 25-30 November 2008. Terdapat kurang lebih 26 stand yang memadati area tersebut dimana setiap stan memamerkan sekitar 30 sampai 45 jenis tanaman hias. Mulai dari jenis Anthurium Dosous, Nepenthes Clipeata Nepenthes Vanda Tricolour, Rafflesia, Vanda Scendent, Denddobium, Anggrek Hitam, dan Vanda Tri Colour dan banyak lagi tanaman hias lainnya. Dijual mulai dari harga 10,0004,500,000 rupiah. Salah satu penjaga stand Green Villa, Herbert mengakui pameran ini sangat ber manfaat untuk menambah pengalaman dalam berwiraswasta serta menambah penghasilan bagi mahasiswa

Foto : Tina/Miun

Salah satu stand peserta agriculture expo 2008

yang membuka stand. “Tujuannya sebagai wadah memperkenalkan tanaman hias yang sudah jarang terlihat,” kata Humas Expo, Guguh. Selain memperkenalkan tanaman hias, pameran tesebut juga bertujuan untuk memanfatkan tanaman hias langka. Pameran Expo tersebut bekerja sama dengan Bank Kalbar, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pariwisata. Sedangkan dari media, Expo

ini di dukung oleh Tribun Pontianak, Senora FM, KCTV, Untan Voice dan TVRI. Dina salah seorang pengunjung mengaku beruntung dengan adanya Expo ini. “Selain saya dapat menjual kembali tanaman yang saya beli. Saya juga dapat memperoleh tanaman yang saya gemari seperti Kaktus dan Puring,” ungkapnya.[]

IP Tertinggi Coas Angkatan Pertama Oleh DEDE RY ishermaliyani, biasa disapa Misher. Sedang menjalani coas (co-asisten) dengan Indeks Prestasi (IP) tertinggi 3,72. “Koas di kedokteran itu sendiri ibaratnya para mahasiswa mengikuti kuliah selama 3 tahun di beri materi sama dosen pembimbing dan juga ada diskusi dan lain-lain dan ilmu yang kita dapat selama kuliah di praktekan di rumah sakit,” katanya menjelaskan. Praktek coas yang dilakukannya di rumah sakit Soedarso dimulai pada 6 Oktober lalu. Dirinya

M

benyak menemukan pengalaman baru saat menjadi kcas. “kita bisa lebih mengenal karakter masing-masing pasien dan bisa lebih banyak belajar dari dosen pembimbing” kata cewek kelahiran 21 tahun silam ini. Selain itu berbagai kesan-kesan yang di dapatkan Missher dalam mengikuti praktek. “Di sana (RS. Soedarso_ Red ) dokter pembimbing-nya sangat baik mau mengajari kita dan di dukung dengan lingkungan di sana”. ujarnya Ketika ditanya bagaimana cara belajar efektif yang dilakukannya, Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

cewek berkerudung ini mengaku tidak menggunakan cara yang terlalu serius “Biasanya nggak selalu tiap hari mesti belajar tapi kadang-kadang saja kalau lagi kepengen baca” ujar alumni SMA N 1 Pontianak Walaupun Cewek yang biasa dipanggil misher tidak mempunyai aktivitas atau mengikuti organisasi, anak bungsu dari dua bersaudara ini pernah mengikuti lomba karya tulis dan finalis mahasiswa berprestasi Fakultas Kedokteran Untan (Universitas Tanjungpura).[] Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008

9


Religi Civitas

Biarkanlah Tuhan Yang Menilaimu Oleh : STEFANUS TEDDY **

“Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.� (Roma 2:1) Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu. Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat. Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

10

Edisi 44 /Thn.X/ April/ 2008

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik. Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu. ** Direktur Center for Borneo Studies-CROSS E-mail:centerforborneostudies@yahoo.com Blog Site: www .CBSIndonesia.multipl www.CBSIndonesia.multipl .CBSIndonesia.multiplyy.com

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009


Civitas Lensa Serimonial Civitas

[ Jepretan Bang Miun ]

Foto : Tina/Miun

Aset Untan yyang ang terabaikan di halaman rektorat yang hampir roboh, kotor dan tiada arti.

FKIP JJaawab ... ab...

Sambungan halaman 8

“Untuk pengembangan itu semua memang perlu dana yang memadai, dana yang ada bersumber dari SPP mahasiswa serta ada sarana dari taman budaya yaitu dua set alat musik. Kemungkinan ke depan FKIP perlu bantuan dana untuk perkembangan jurusan seni,” ungkap Dekan FKIP Aswandi. Adapun syarat untuk masuk kejurusan ini ialah bisa memainkan salah satu alat musik, melampirkan ijasah yang di legalisir, akta lahir dan keterangan bebas narkoba.. Bornard mahasiswa jurusan seni mengambil jalur Ujian tertulis (Utul) untuk masuk ke jurusan seni musik. “Bakat saya memang di sini khususnya musik, jadi saya

Tarif Sew a... Sewa...

Sambungan halaman 5

kebijkana tersebut diberlakukan. Menanggapi dana APBN untuk pemeliharaan fasilitas, Ali mengungkapkan dana APBN tersebut memang untuk pemeliharaan namun untuk skala besar. “Untan memang mendapat dana APBN, namun itu untuk pembangunan gedung. Nah tarif sewa itu nantinya tidak hanya untuk menyumbang kas daerah tapi juga untuk biaya perbaikan gedung,” jelas Ali. Menurut Komandan Pramuka Mahasiswa Rio Purwanto,

ingin memperdalam seni, kebetulan saya bisa membawakan keyboard,” ujar Bornard. Selama perkuliahan mahasiswa mendapatkan materi yang masih dasar, karena angkatan baru ini belum ada penjurusan jadi seluruh mahasiswa jurusan seni musik dan tari digabung dalam dua kelas. Selain itu materi jurusan seni musik dan tari disamakan, misalnya olah tubuh yang seharusnya hanya untuk seni tari tapi di ikuti jurusan seni musik juga. Karena fasilitas belum memadai jadi proses olah tubuh di lakukan di rumah betang atau Anex Untan.[] kebijakan ini akan memberatkan sektor pendanaan kegiatan. “Tarif penyewaan ini menimbulkan ketidakbebasan mahasiswa untuk menyalurkan ide-idenya. Hal ini disebabkan minimnya dana Usaha Kerja Mahasiswa (UKM) dan memaksa mahasiswa mencari alternatif lain,” ungkap mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2002 ini. Mengenai hal ini Ali menyarankan kepada masing-masing UKM yang merasa keberatan membayar sewa gedung dapat mengajukan surat memohon keringanan dana kepada rektorat.[]

Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

Edisi 44/Thn.X/ April/ 2008

11


Cerpen Civitas

Maaf Terakhir di Akhir Tahun Oleh TINA 2 bulan belakanan ini, ia sulit memejamkan mata di malam hari. Matanya selalu terjaga seolah tak bisa dipejamkan. Tak jarang ia paksakan untuk meminum obat tidur agar matanya terpejam, dan ia memang tertidur namun harus kembali pada mimpi yang mengharuskannya melihat gelap dan kehancuran. Dalam mimpinya ia melihat bumi dalam kepingan-kepingan darah yang sudah beku, badai yang begitu dasyat. Ketika itu malam begitu gelap, tanpa bulan, tanpa bintang. Yang ada hanya suara angin, begitu dingin, hingga ke tulangtulang. Tak kuasa malam itu begitu cepat, membawa Sri Wulandari ke hangatnya selimut. Saat matanya mulai tepejam, samar-samar dihadapannya tampak sosok wanita tua yang tak pernah dikenalnya, sedang asyik membelai rambutnya. Entah apa yang di ucapkan wanita tua itu, suaranya yang mulai parau akibat usia senjanya, tampak berkomat kamit dengan nada suara yang begitu pelan, namun dapat masih didengar Sri. *** 3 Maret 2008, hari itu dimulai. Sri ialah seorang wanita pendiam, yang selalu patuh kepada orang tua. Ia jarang keluar rumah, hari-harinya hanya diisi dengan belajar dan belajar. Dari kecil ia juga jarang memiliki teman. Orang tuanya begitu galak. “Sebagai anak wanita, kamu tidak boleh sering keluyuran, gak baik,” kata ibunya suatu hari, saat temantemannya mengajaknya bermain. Sat itu umur Sri baru berinjak 10 tahun, masa anak-anak yang kurang menyenangkan. Hingga umurnya berinjak 17 tahun pun, ia masih dijaga ketat oleh orang tuanya, ia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan kurang pergaulan. Kadang ia iri dengan temantemannya yang lain, bisa bebas, jalan-jalan ke mall, saling curhat, tapi hanya buku harian kecil yang setia setiap saat menemaninya. Ia muak dengan kehidupannya yang begitu monoton. Hingga suatu hari, timbul ide gila dibenaknya. “bagaimana jika aku keluar rumah diam-diam pada malam hari,” pikirnya. Bukan hanya sebuah ide, keinginannnya begitu bulat, tenyata berbuah hasil. Saat sepulang sekolah, ia berhasil menceritakan ide gilanya dengan salah satu temannya. Temannya yang selama ini juga kesal dengan orang tua Sri menyetujui untuk membantunya. Orang tua Sri pernah marah padanya karena pernah mengenalkan Sri pada seorang cowok. Kegilaan Sri terus berlanjut, di depan orang tuanya, ia begitu hormat dan menjadi anak yang manis, namun siapa sangka ketika malam tiba ia berubah 180 derajat. Berbulanbulan peristiwa itu berlanjut. Hingga suatu hari akhirnya Sri yang sembunyi-sembunyi lewat jendela, kepergok ayahnya. 12

Edisi 44/ Thn.X/April/ 2008

Ilustrasi : Yozh

Haripun berubah menjadi hari yang paling menyeramkan. Sejak peristiwa itu, Sri dijaga ketat orang tuanya, tapi sayang anak pendiam dan hormat orang tua itu, sudah tak adea lagi, Sri menjadi anak yang pembangkang. Kemarahan orang tuanya tak dihiraukannya lagi. Bahkan tak peduli waktu, siang dan malam ia habiskan bersama temantemannya, wanita maupun pria. Bukan hanya pembangkang, obat-obat terlarangpun sudah menjadi dunianya. Seper ti hari-hari sebelumnya, Sri keluar rumah berpakaian seksi, membawa uang yang didapatnya dari laci ibunya. Ia sudah tak ingat pada dunia. Yang penting senang. Tiba-tiba kendaraan yang digunakannya mengalami kecelakaan, tepat tanggal 30 November 2008. kendaraan yang dibawanya melanggar sebuah tiang listrik dipinggir jalan. Saat itu ia masih dikuasai minuman keras. Kecelakaan itu mengantar nya pada koma, hingga beberapa minggu. Dalam koma ia bertemu kembali nenek tua yang ada dihadapannya beberapa bulan lalu. Nenek itu bercerita banyak, tentang kehidupan, tantang, harapan, dan tentang kematian. Nenek itu membawanya ke sesuatu tempat, disana diliatkan orang-orang yang hanya hidup untuk menyakiti orang yang telah membesarkan mereka, orangorang yang pemabuk. Semua orang-orang yang pernah melakukan kesalahan. “mereka sama seperti kamu, pembangkang sama oran tua, pemabuk,” kata nenek tua itu. Nenek itu bercerita panjang lebar, bagaimana tersiksanya mereka disana. Sebelum nenek itu menghilang, nenek itu memberi pilihan buat Sri. “apakah kamu ingin menjadi seperti mereka? Atau kamu mau tetap hidup dan menjadi anak manis yang kureng pergaulan?”.” aku...., tolong beri aku kesempatan nek, untuk meminta maaf kepada orang tua ku dan menebus dosa-dosa-dosa ku,” jawab Sri terbata-bata. Tepat pukul 23.31, Sri tersadar dari komanya. Betapa keluarganya begitu senang, dan menciumnya berkalikali. Dilihat wajah ayah dan ibunya, mereka tidak marah, padahal begitu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya kepada mereka. Tanpa pikir panjang lagi Sri yang belum begitu kuat. Langsung memeluk ibu dan ayahnya dengan erat. Puluhan kali kata maaf terlontar dari mulutnya. “maafkan aku ibu, ayah, aku berjanji akan menjadi anak yang baik,”. Tepat pukul 12.00, menjelang pergantian tahun, nenek tua itu datang dan membawa Sri terbang, tinggi. Hingga Sri benar-benar bermimpi Edisi 46/Thn.XI/Januari/2009

Civitas edisi 46  

Buletin Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak