Page 1

Millemama

ISSUE 08/ Januari - Februari 2014

JENDELA KOMUNIKASI MILLENIUM MAMA YANG PEDULI DENGAN RUANG BERMAIN LAYAK ANAK

Inspirasi: Metamorfosis Kupu-kupu

Kesehatan:

Keluarga

yang Kompak & Aktif

Berkreasi: Stempel dari Sayur Buah

&

Tips

Hidup Sehat, Kuliah Selagi Hamil

Resolusi Tahun Baru

2014: Trend / Komitmen?

Bekal Piknik: Easy Outdoor

Bento


KATA EDITOR

Selamat Tahun Baru 2014!

S

emangat sekali saya menyambut 2014. Januari tahun lalu adalah masa awal kami menggodok materi majalah Millemama. Maka dari itu momentum Januari 2014 kali ini terasa cukup emosional bagi kami karena itu berarti usia majalah Millemama akan genap satu tahun dengan terbitnya edisi ke-8 ini. Harapan kami ke depannya semoga Millemagz dapat terus menginspirasi gaya hidup outdoor yang aktif dan sehat bagi keluarga Indonesia. Bagaimana dengan Anda? Apa resolusi tahun baru Anda? Apakah makan sehat dengan asupan nutrisi yang baik? Memperbanyak makan buah dan sayuran? Mengurangi konsumsi camilan tidak sehat? Berolahraga minimal dua kali dalam seminggu? Mengajari si kecil sampai sukses naik sepeda roda dua? Atau ikut event half marathon atau bahkan marathon di tahun 2014 ini? Silakan simak resolusi tahun 2014 dari para beberapa Millemamas, siapa tahu beberapa resolusi mereka dapat menjadi inspirasi tahun baru bagi Anda.. Belum terlalu terlambat untuk membuat resolusi kan.. Lalu bagaimana agar resolusi Anda tercapai di tahun 2014? Kolom Psikologi akan membahas mengenai tips untuk mewujudkan suksesnya resolusi tahun baru yang sudah atau akan Anda buat. Juggling time between work and family life... Tentunya sulit sekali dilakukan oleh para

ibu muda yang sedang di puncak karir atau studi untuk mendapatkan waktu berkualitas bersama keluarga. Simak tips Dea Paramita untuk tetap sehat bagi para wanita hamil yang kembali berkuliah serta cerita dari Febty Febriani mengenai apa saja kegiatannya bersama sang buah hati di sela-sela kesibukannya sehari-hari. Menjadi ibu rumah tangga yang selalu beraktivitas di rumah bukan berarti tidak ada kesibukan. Memang dibutuhkan kreativitas dan determinasi yang tinggi untuk dapat menerapkan homeschooling dan beraktivitas bersama anak sehari-hari. Dyah Pitaloca berbagi cerita mengenai keasyikannya beraktivitas dan terus belajar bersama anak di Kolom Inspirasi. Membiasakan anak makan sehat dan bervariasi tentunya harus selalu menjadi resolusi tahun baru. Salah satu hal yang dapat membuat kepala saya pusing adalah ketika anak sulit makan dan terlalu pemilih. Semoga di tahun 2014 saya dapat lebih baik lagi memberikan variasi menu yang membuat anak makin bersemangat makan. Selain itu, sehabis menulis ini saya akan mencoba resep makan siang praktis tetapi tetap kaya nutrisi dari Kolom Bekal Piknik. Salam hangat dan selamat membaca!

Sri Rezeki Maretini millemama.news@gmail.com


EDISI KALI INI Majalah Millemama Issue 08/ Januari-Februari 2014 04 Psikologi Resolusi Tahun Baru 2014, Trend / Komitmen 06 Resolusi 2014 Apa Resolusi Tahun Barumu? 10 Nutrisi Resolusi Hidup Sehat Bersama Keluarga 12 Cerita Ringan Tips Hidup Sehat, Kuliah Selagi Hamil 13 Bekal Piknik Easy Outdoor Bento 14 Kesehatan Keluarga yang Kompak dan Aktif 16 Cerita Ringan Ready, Get Set, Go! 18 Cerita Ringan Main, Yuk?! 20 Inspirasi Metamorfosis Kupu-kupu 22 Seni & Kreasi Stempel dari Sayur dan Buah 23 Gambar Bercerita Pulang Kampung 25 Mewarnai MIAU

Millemama Indonesia TIM MILLEMAGZ Penanggung jawab Riela Provi Drianda Editor Sri Rezeki Maretini Penyunting bahasa Aquarina Perdananti Tata letak & desain Peina Aditiani Ilustrasi Ina Rahmadianti KONTRIBUTOR Dea Paramita Devi Indriasari Dyah Pitaloca Febty Febriani Medina Amalia Mieke Nurmalasari Mulki Angela Ninda Harahap SAMPUL DEPAN Nadia Fabresya, foto oleh Edo Syahputra KONTAK Redaksi, Kerjasama, Sirkulasi, Iklan millemama.news@gmail.com Follow twitter @Millemama_INA Like facebook Millemama Indonesia www.millemama.com Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Kata-kata, foto, gambar dan opini adalah properti penulis kecuali dinyatakan selain itu. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi majalah tanpa izin Millemama.

Kesempatan Sukarelawan/wati Millemagz membutuhkan bantuan tenaga sebagai berikut:

# Web Designer & maintenance officer # Photographer/photo supplier # Column editor (kids and plants) # Column editor (kids’ health) # Column editor (landscape designer), # Translator (English, Japanese) Kirimkan nama, pengalaman kerja dan posisi yang dilamar ke millemama.news@gmail.com


PSIKOLOGI

Resolusi Tahun Baru

2014: Trend / Komitmen?

“Character is the ability to carry out a good resolution long after the excitement of the moment has passed.� (Cavett Robert)

Oleh: Cicilia Evi Lulus S1 Psikologi dari Universitas Katolik Widya Mandala, graduate diploma dari University of Western Australia (Perth) serta S2 Psikologi dari Universitas Airlangga, Cicilia kini bekerja sebagai psikolog klinis di Rumah Sakit Premier Surabaya (Ramsay Health Care), psikolog (in-patient) di Rumah Sakit St. Vincentius a Paulo serta dosen paruh waktu di Universitas Widya Mandala, Surabaya. 4 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014


PSIKOLOGI

Selamat Tahun Baru!

M

emasuki hari-hari pertama di tahun yang baru merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang telah berhasil menyusun resolusi tahun baru di penghujung tahun yang lalu. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menyusun resolusi di tahun 2014? Resolusi apa saja yang Anda susun? Menyusun resolusi tahun baru telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Ada yang ingin memperoleh gaji yang lebih besar, memiliki mobil baru, berlibur ke luar negeri, bertemu pasangan hidup atau menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak jarang resolusi yang disusun juga disertai doa dan puasa, ritual membuat ribuan burung kertas atau berbagai ritual yang lain. Tujuannya hanya satu, tercapainya resolusi tersebut. Mengiringi sisi trendi menyusun resolusi tahun baru, para peneliti dari Universitas Scranton di Pennsylvania menemukan bahwa dari keseluruhan orang yang menyusun resolusi tahun baru, hanya 75% yang mampu mempertahankan komitmen mereka pada satu minggu pertama. Angka ini menurun hingga 64% pada satu bulan pertama dan hanya 46% orang yang dapat bertahan hingga pertengahan tahun yang baru. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan waktu, komitmen kita untuk mewujudkan resolusi tahun baru mulai memudar. Mengapa? Marilah kita melihat kembali apa alasan yang mendasari proses penyusunan resolusi tahun baru. Apabila keinginan untuk melakukan latihan rutin di pusat kebugaran merupakan tuntutan yang diberikan oleh orang lain, besar kemungkinan keinginan tersebut tidak benar-benar kita hayati sebagai sebuah perubahan yang layak dijalani. Proses perubahan merupakan sebuah kunci penting yang perlu diperhatikan, terutama karena perubahan adalah

dasar terwujudnya resolusi tahun baru yang telah kita susun. Perubahan yang harus dijalani tidaklah semudah yang dibayangkan, karena setiap perubahan membutuhkan komitmen. Menyikapi tantangan yang menghadang untuk mewujudkan resolusi tahun baru, Asosiasi Psikologi Amerika (American Psychological Assosiation/APA) memberikan beberapa tips praktis yang dapat kita terapkan dalam menyusun resolusi di tahun yang baru. Mulailah dengan hal kecil. Mengubah kebiasaan lama harus dimulai dengan hal yang kecil dan sederhana. Sebagai contoh, apabila Anda ingin lebih rutin berolahraga, buatlah resolusi untuk rutin melakukan jalan pagi selama 30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu setiap pukul 6 pagi. Memaksakan diri untuk langsung berkomitmen melakukan jalan pagi setiap hari akan menjadi sebuah perubahan yang terlalu besar untuk dilakukan. Ubahlah satu perilaku spesifik pada satu masa. Setiap kebiasaan lama terbentuk dengan waktu. Demikian pula ketika kita ingin membentuk kebiasaan baru. Berikan jangka waktu yang cukup bagi diri kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru kita. Memfokuskan perhatian dan upaya kita untuk mengubah satu perilaku spesifik akan lebih efektif dibandingkan mengubah seluruh aspek kehidupan kita secara bersamaan dalam satu masa. Bicarakan dengan orang lain. Bagikan pengalaman Anda kepada keluarga atau teman. Tujuannya adalah untuk menemukan orang lain yang dapat berbagi dengan Anda, terutama dalam menjalani perubahan yang baru Anda mulai. Dengan memiliki teman seperjuangan, perubahan yang Anda jalani akan terasa lebih ringan dan tidak terlalu mengintimidasi. Hindari untuk menyiksa diri Anda. Kegagalan merupakan bagian dari perjalanan perubahan Anda. Ketika Anda mengalami kelelahan setelah

1

2

3

4

menjalani lembur di kantor dan tidak dapat bangun pagi keesokan harinya, tidak berarti seluruh program jalan pagi Anda adalah sebuah kegagalan. Kesempurnaan dibentuk dari setiap pelajaran berharga yang kita ambil dari kegagalan di masa lalu. Mintalah dukungan. Menerima dukungan dan bantuan dari orang lain merupakan hal yang dapat Anda lakukan ketika sedang menjalani proses perubahan. Dorongan dari orang yang telah berhasil melakukan perubahan merupakan salah satu hal yang dapat memotivasi Anda kembali. Terkadang bagi beberapa orang, perubahan yang terjadi dianggap terlalu memberatkan, sehingga mereka mengalami stress. Upayakan untuk mencari bantuan profesional, seperti dengan melakukan konseling bersama psikolog. Satu hal mendasar yang perlu diingat dalam menyusun resolusi tahun baru adalah merencanakannya secara realistis. Dengan menyadari efek yang ditimbulkan dari setiap keputusan, kita akan memahami bahwa menyusun resolusi tahun baru bukanlah sekedar mengikuti trend, tetapi lebihmerupakan sebuah awal proses perubahan yang membutuhkan komitmen dalam jangka waktu panjang. Komitmen ini sangatlah diperlukan, terutama ketika kegembiraan tahun baru perlahan memudar dan orang telah kembali ke kehidupan nyata seperti sebelum libur tahun baru dimulai. Seperti yang tertulis dalam kutipan di bagian atas, yang dimaksud dengan karakter adalah kemampuan untuk tetap menjalankan resolusi yang positif, untuk jangka waktu panjang, bahkan setelah kegembiraan tahun baru telah berlalu. Semoga resolusi tahun baru Anda menjadi landasan yang kuat dan mendasari setiap perubahan positif Anda di tahun 2014. Jika Anda percaya bahwa setiap resolusi yang Anda tuliskan di akhir tahun lalu merupakan upaya untuk memperbaiki diri, niscaya keyakinan tersebut akan memperkuat komitmen untuk menjalani perubahan di tahun baru ini. (M)

5

www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 5


Apa Resolusi Tahun Barumu? Mari kita intip resolusi tahun baru para Millemamas berikut ini.

Agnes Sumargi Tiada hari yang lebih indah daripada hari di mana saya bisa berjalan bersama anak di alam terbuka, meski saat ini masih sebatas mengantar jemput anak ke sekolah dengan berjalan kaki. Sekali dua kali pernah juga kami berjalan kaki pada petang hari sekitar dua tiga blok dari rumah. Sekadar berjalan saja dan menikmati suasana sekitar. Saya merasa begitu rileks sambil setengahnya berolahraga dan bertukar cerita. Pembicaraan saya dengan anak juga terasa lebih bebas dan spontan. Di tahun 2014, saya berharap bisa lebih sering lagi melakukan hal-hal kecil seperti itu di tengah kesibukan tugas-tugas saya.Â

Ayu Lydi Tahun depan Banyu dan Binar sudah semakin besar. Ruang bermain di rumah sudah tidak mencukupi. Ingin sekali ngajak mereka ke taman dekat rumah orang tua. Di situ alat permainannya sudah lengkap. Bisa loncat-loncat, manjat-manjat, naik turun perosotan dan banyak lagi. Selain itu bermain di luar juga agar dapat mengurangi frekuensi nonton TV dan  media online di internet. Satu lagi yang tidak kalah penting, saya juga bisa ikutan beraktivitas di taman itu untuk kembali berolahraga menurunkan berat badan.

Aquarina Perdananti Tahun depan, insya Allah, status saya akan berubah dari ibu 2 anak menjadi ibu 3 anak. Dengan anggota keluarga yang semakin bertambah (ditambah 2 ekor kucing yang baru saya beli 3 bulan yang lalu) resolusi saya tahun 2014 amat sederhana: saya ingin lebih menjaga kebersihan, keasrian dan kerapihan rumah serta halaman. Tinggal di pinggir Jakarta, udara bersih dan kicau burung adalah hal yang langka bagi saya dan keluarga. Menanam pohon besar (dan mungkin menambah anggota keluarga berupa beberapa ekor burung?? hehe) akan jadi resolusi utama tahun depan!!.. 6 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014


Anissa Dewi Menjelang berakhirnya masa studi saya di negara hijau nan segar dan penuh dengan biri-biri ini, saya mulai memikirikan bagaimana kelak mengajak anak saya untuk tetap dapat bermain di taman-taman di Jakarta dan sekitarnya. Dimulai dari membuat daftar pertanyaan: Mau kemana? Mau bermain apa? Setelah membuat daftar, ternyata pengetahuan saya tentang taman di Jakarta tidaklah banyak. Jadilah saya beralih membuat daftar dengan objek wisata tidak hanya taman dan tidak harus berlokasi di Jakarta. Maka dari itu, resolusi saya untuk 2014 adalah mengajak anak saya hidup lebih aktif di luar dengan mulai mengajak bermain sambil belajar ke tempat-tempat yang sudah saya daftar. Seperti misalnya lebih sering mengunjungi peternakan atau lahan pertanian yang saat ini semakin banyak dikomersilkan untuk kebutuhan wisata anak, mengunjungi museum atau ke taman-taman tematik seperti taman kupu-kupu, taman kelinci dan sebagainya, atau sekedar bermain ke pantai. Saya berharap semoga resolusi saya ini dapat menumbuhkan sifat peduli pada alam pada anak sejak dini.

Dea Paramita Taman adalah ruang kerja yang baru. Tahun depan saya mau mulai membiasakan untuk memanfaatkan taman sebagai ruang kerja yang baru buat saya. Menulis dan mencari inspirasi di ruang terbuka yang segar dapat menjadi stimulus otak supaya lebih rileks. Si kecil juga bisa sambil bermain, membaca, atau hanya sekadar lebih dekat dengan alam.

Dyah Pitaloca Resolusi saya untuk tahun 2014 adalah semakin banyak waktu yang diluangkan bersama anak dalam kegiatan studi alam. Setiap weekend dikhususkan sebagai acara keluarga. Dan saya akan menambah wawasan dengan mengikuti beberapa kuliah online, sehingga waktu aktivitas sehari-hari lebih fleksibel.

Fani Deviana Kembali menjadi mahasiswa, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Salah satunya yang sangat saya nikmati yaitu kebersamaan bersama Fathma, termasuk mengajaknya untuk bermain di taman publik. Awal tahun 2014, sudah saatnya saya kembali ke dunia bekerja, dengan rutinitas yang akan saya jalani, semoga saya dapat lebih meningkatkan quality time saya dengan Fathma, termasuk mengajaknya untuk lebih mengenal lingkungan di sekitarnya.

Febty Febriani Kegiatan outdoor keluarga kecil kami di tahun 2013 masih berkutat di dalam kota. Tahun depan, jika masih tinggal di kota ini, saya ingin mengajak suami dan si kecil lebih banyak menjelajah dan menginjakkan kaki ke taman atau kegiatan bermain outdoor di luar kota, seraya mungkin menginap satu dua hari. Namun jika tahun depan kami sekeluarga ditakdirkan kembali ke tanah air, doa saya semoga kegiatan kami bermain di taman tetap berjalan dengan mudah dan murah. Semoga di dekat tempat tinggal kami di Indonesia nanti ada taman kota yang tidak berbayar.


Lyly Fresty Resolusi tahun 2014 terkait aktivitas outdoor: 1. Tetap mengupayakan kegiatan outdoor sebagai bagian dari rutinitas pagi. 2. Mengajak anak berkunjung ke taman kota minimal sekali seminggu dan ke desa minimal dua bulan sekali. 3. Semakin rajin berkebun skala keluarga di pekarangan rumah. 4. Belajar bersama anak dengan membuat jurnal alam. 5. Membuat klub outdoor informal bersama beberapa teman. 6. Lebih aktif di Millemama

Mia Mulyawati Saya ingin mencoba mengajak anak dan suami ke taman yang ada di Bandung yang saat ini sedang direnovasi oleh wali kota Bandung yang baru. Selain itu ingin juga mengajak Alfil untuk jalan kaki menyusuri Dago Pakar sampai Maribaya... Mudah-mudahan tercapai...

Mulki Angela Resolusi sehat 2014: Tidur malam maksimal pada pukul 22.00 untuk weekdays dan pukul 00.00 untuk weekend atau hari libur. Saya ibu menyusui dari seorang bayi dan juga memiliki anak usia batita. Selain itu juga saya sedang melanjutkan studi. Istirahat yang cukup dengan tidur lebih awal akan membantu tubuh saya agar tetap fit. Tidur yang lebih awal pada malam hari juga dapat membantu agar dapat bangun pagi lebih cepat dengan perasaan segar. Selama ini saya sering begadang, walau kadang alasan begadangnya adalah untuk main atau refreshing (misalnya nonton, online di internet, dll). Hehehe..

Peina Aditiani Resolusi 2014: • Jalan kaki di sekitar rumah bersama suami dan anak sehabis makan malam • Berjalan kaki di treadmill selama 30 menit setiap hari, jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk berjalan di luar • Mengikuti maraton keluarga untuk menggalang dana untuk kegiatan sosial • Jika pulang ke Indonesia, ingin berkunjung ke taman-taman yang ada di Surabaya dan Bandung dan membuat artikel liputan taman-taman tersebut untuk Millemama 8 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014


Rahma Hanifa Seiring dengan bertambah tumbuhnya anak-anak, semakin senang juga mereka bermain di ruang terbuka, dari hanya sekedar di rerumputan depan rumah, di berbagai taman bermain, bersepeda, hiking, ke kebun binatang maupun peternakan, ke akuarium, ke pantai, sungai, gunung. Berinteraksi dengan alam begitu mudah dilakukan di Nagoya. Resolusi tahun depan adalah saya ingin bisa terus bersama-sama berinteraksi dengan alam setiap minggunya, walaupun pindah dari Nagoya. Dan semoga Akira si bungsu sudah bisa lancar bersepeda sendiri!

Riela Provi Selama ini akhir pekan saya seringkali dihiasi dengan acara mengupas tuntas laporan atau pekerjaan yang terbengkalai saat weekdays. Akibatnya, porsi untuk menemani anak untuk bermain di luar ruangan seringkali terpangkas. Tahun depan, semoga saya bisa say bye bye pada pekerjaan tambahan saat weekend dan mulai lebih banyak lagi mengeksplorasi ruang terbuka, taman dan fasilitas bermain anak di seluruh Jepang bersama dua jagoan saya!

Sarityastuti Saraswati Sejak melahirkan anak ke-2 di bulan April 2013, saya belum pernah berolahraga. Weekend pun banyak dihabiskan di rumah bersama si adik, sementara si kakak jalan-jalan bersama ayahnya. Saya ingin di tahun 2014 bisa mulai rutin berolahraga. Supaya tidak perlu meninggalkan anak-anak di rumah, sepertinya olahraga yang cocok adalah lari pagi di taman bersama kakak sambil mendorong adik dalam stroller. Sederhana sekali ya resolusinya? Yang susah adalah konsisten melaksanakannya. Insya Allah bisa terlaksana rutin minimal 2 minggu sekali.

Sri Maretini Resolusi saya di tahun 2014 adalah mencoba memasak satu resep menu sehat yang baru bersama anak setidaknya sebulan sekali, konsisten membaca bersama anak setiap hari, rajin mengajari anak supaya bisa naik sepeda sendiri sehingga kemudian bisa diajak bersepeda bersama, dan olahraga bersama anak seminggu sekali.Â

www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 9


NUTRISI

Resolusi Hidup Sehat Bersama Keluarga

T

ahun baru, resolusi baru, semangat baru. Itulah jargon yang kerap kali wara-wiri di sejumlah media; baik cetak, broadcast, maupun media sosial. Tak pelak lagi, mau tidak mau kita harus berpikir ulang, “Apa iya tahun baru kali ini akan kulalui dengan semangat baru?”, “Berapa banyak resolusiku tahun lalu yang belum terwujud?”, “Apa saja resolusi tahun ini agar aku bisa menjalani tahun ini dengan semangat baru dan selalu terbarukan hari demi hari?”. Semakin kita memutar otak, semakin banyak pertanyaan bermunculan di benak kita bak jamur di musim penghujan. Untuk memutus mata rantai munculnya pertanyaan tersebut, berhentilah bertanya, jalani hidup, dan lakukan yang terbaik dari apapun yang sedang kita kerjakan. Sepakat? Di tengah carut-marutnya kondisi negeri kita, resolusi apa saja yang cocok dan dapat mulai kita lakukan dari lingkup terkecil seperti keluarga? Sebenarnya, banyak hal kecil yang tampak sepele tetapi ketika kita konsisten melakukannya hari demi hari,

10 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

maka akan memberi dampak yang luar biasa dan cukup membuat perubahan positif dalam kehidupan kita semua. Beberapa alternatif resolusi tahun baru yang mungkin dapat menginspirasi keluarga Anda, antara lain: 1. Makan sehat dengan asupan nutrisi seimbang, 2. Mulai membiasakan konsumsi buah dan sayur lebih banyak, 3. Mengurangi konsumsi makanan instan dan produk yang banyak mengandung gula, 4. Membiasakan jogging minimal 30 menit per hari, 5. Mengajak balita Anda bermain di taman setiap sore, 6. Membudayakan anggota keluarga untuk membawa bekal sehat dari rumah, 7. Membiasakan tidur malam lebih awal dan bangun lebih pagi, 8. Mengurangi aktivitas menonton televisi atau media elektronik lainnya sehingga dapat meningkatkan kuantitas maupun kualitas interaksi bersama keluarga, 9. Mulai aktif dalam kegiatan

komunitas di lingkungan rumah, 10. Mempertajam kepekaan sosial terhadap orang yang kurang beruntung sehingga dapat menumbuhkan rasa syukur terhadap diri dan keluarga dengan menjaga apa yang sudah dimiliki. Dari beberapa alternatif inspirasi resolusi di atas, kita dapat memetik manfaat yang luar biasa untuk menjadi agen perubahan positif dalam keluarga dan lingkungan sekitar kita. Yuk Millemamas, coba kita kupas beberapa resolusi yang kebaikan dan manfaatnya dapat cepat dirasakan dalam keluarga. Makan sehat dengan asupan nutrisi seimbang. Nutrisi seimbang disini tidak hanya dari segi kuantitas, namun juga kualitas dan variasi jenisnya. Pola makan kebanyakan keluarga di Indonesia masih mengutamakan kuantitas daripada kualitas. Contohnya, ayam goreng dan sayur sop yang kerap tersaji di meja sudah merupakan asupan nutrisi seimbang bagi sebagian besar keluarga Indonesia. Hal itu tidak lagi menjadi menu sehat dan seimbang ketika pola menu tersebut berulang untuk waktu


NUTRISI yang lama, misalnya selama 2 minggu berturut-turut menu tersebut tersaji di meja makan keluarga, meski dengan sedikit variasi pengolahan berbeda, antara goreng, rebus, panggang, dan sebagainya. Variasi menu yang dapat dikatakan seimbang contohnya ketika menu berbahan dasar ayam tersaji dengan interval sekali dalam seminggu, kemudian menu berbahan dasar daging sapi tersaji di meja dengan interval dua minggu sekali, dan olahan ikan maupun seafood tersaji dalam frekuensi dua kali dalam seminggu, dan lain sebagainya. Hal itu berlaku pula untuk jenis karbohidrat (nasi, mie, roti, dan lainlain), sayuran, buah, dan variasi bentuk pengolahannya. Oleh karena itu, membuat pola menu menjadi hal yang penting untuk dilakukan, tidak hanya di institusi besar yang memberi pelayanan makanan seperti rumah sakit, hotel, asrama, dan sebagainya, tetapi juga terbilang penting untuk dilakukan di institusi mungil seperti keluarga di rumah. Membuat pola menu tidak sulit, namun juga tidak bisa dikatakan gampang jika kita mengaitkannya dengan kebutuhan gizi dan selera masing-masing individu di rumah. Bayangkan, jika kebutuhan kalori dalam satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, si sulung, dan si bungsu jauh berbeda, dengan karakteristik dan kondisi kesehatan masing-masing, maka membuat pola menu akan cukup membuat pusing dan anggaran belanja jadi sedikit membengkak.

Untuk membuat pola menu sederhana di rumah, Anda bisa menjadikannya kegiatan bulanan yang mengasikkan bersama keluarga lho. Misalnya, Anda dapat mengajak seluruh anggota keluarga untuk menuliskan makanan kegemaran masing-masing, masakan yang ingin dikonsumsi dalam waktu satu bulan ke depan, bekal yang ingin dibawa ke sekolah atau kantor sehari-hari, cemilan yang diinginkan dalam kegiatan kumpul keluarga, dan sebagainya. Beri juga usulan mengenai makanan yang ingin disajikan jika

berhentilah bertanya, jalani hidup, dan lakukan yang terbaik dari apapun yang sedang kita kerjakan. Sepakat? dalam bulan itu akan ada agenda acara tertentu, misalnya arisan, ulang tahun, kumpul keluarga besar, dan sebagainya. Beri tenggat waktu anggota keluarga untuk memikirkannya, misalnya dalam waktu satu minggu. Kemudian di akhir minggu, sambil bercengkerama sore hari di ruang keluarga (tentunya tanpa menonton TV, agar diskusi berlangsung lancar dan fokus), masing-masing anggota keluarga mengumpulkan lembaran berisi tulisan daftar makanan yang ingin dikonsumsi bersama keluarga dalam satu bulan ke depan. Kemudian Anda bertindak sebagai pemimpin

diskusi akan memimpin diskusi sore itu untuk menentukan dan menampung semua pendapat anggota keluarga, baik mengenai hari apa menu tersebut akan tersaji, bagaimana mengganti dengan alternatif bahan makanan lain jika ingin disesuaikan dengan anggaran dapur keluarga, hingga siapa saja yang akan membantu Anda untuk memasak menu tersebut (beri peraturan, misalnya ketika menu pilihannya akan dimasak, maka pemilik usulan menu wajib untuk membantu memasaknya di dapur). Setelah semua usulan ditampung dan disetujui, saatnya Anda sebagai ‘kepala dapur’ yang berwenang menentukan urutan dan pola tersajinya menu-menu tersebut. Setelah semua selesai, pola menu pun siap diketik dan dicetak, kemudian agar mudah terlihat dapat ditempelkan di pintu lemari es. Dampak positif lain yang timbul dari kegiatan sederhana ini adalah setiap anggota keluarga merasa ‘memiliki’ dan berkontribusi terhadap keputusan yang diambil dalam keluarga, meskipun hanya keputusan sederhana seperti akan makan apa kita hari ini. Tidak terasa, sambil menyusun pola menu sehat dalam sebulan, kebersamaan waktu bersama keluarga menjadi lebih berkualitas. Dan yang lebih penting, setidaknya separuh dari inspirasi resolusi di atas dapat terlaksana, seperti resolusi nomor 1, 2, 3, 6, dan 8. Sekali rengkuh, 2 – 3 pulau terlampaui kan Millemamas! Tertarik untuk menerapkannya di awal 2014 ini? (M)

Oleh: Devi Indriasari Haryanto, sempat aktif di agensi naskah sebagai penulis web content, namun kini sedang vakum karena ingin menikmati indahnya kota Brisbane sambil menemani sang suami yang tengah menempuh studi master di Australia. Devi saat ini berprofesi sebagai ‘full time mommy’ bagi pangeran kecilnya yang baru berusia 2,5 tahun dan merangkap sebagai penulis di beberapa lini penerbit di tanah air. Sejak tahun 2009, lulusan Fakultas Kedokteran Umum Universitas Gadjah Mada Program Studi Gizi Kesehatan itu bekerja sebagai editor di sebuah penerbit buku di Yogyakarta. Beberapa karyanya seputar gizi dan kesehatan sudah beredar di toko buku di tanah air. Buku ke-8 masih dalam proses penulisan, dimana dia mencoba berkolaborasi dengan sang suami yang berlatar belakang psikologi. www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 11


CERITA RINGAN

Tips Hidup Sehat, Kuliah Selagi Hamil

D

i zaman sekarang, sudah tidak asing lagi kita menemukan banyak perempuan muda melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, meskipun perempuan tersebut sudah memiliki suami dan anak. Semakin maju dan terbukanya kesempatan untuk sekolah lagi, terutama bagi perempuan, memberi harapan besar bahwa peran yang dimiliki akan semakin luas dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat, baik di dalam dan luar negeri, tanpa meninggalkan peran utamanya di dalam keluarga. Ketika ditanya pada beberapa rekan mengapa melanjutkan sekolah lagi, alasan yang kerap muncul adalah untuk meningkatkan kapasitas mereka secara pribadi, menunjang karier di masa mendatang, rehat (break) sementara dari dunia kerja, anak-anak sudah mulai besar, dan sebagainya. Tentunya keputusan melanjutkan sekolah kembali di saat sudah berkeluarga, telah dipikirkan baik-baik dan mendapat persetujuan dari sang suami, mengingat tantangan yang pasti berbeda dengan bersekolah saat masih berstatus lajang (single). Cerita menarik datang dari seorang teman dekat, yang kebetulan melanjutkan sekolah ke jenjang S2 bersama sang suami. Kala itu mereka belum memiliki anak dan di tahun terakhir studi, teman saya pun mengandung anak pertamanya. Saya sempat bertanya bagaimana dia melewatkan tahun terakhir studinya sambil mengandung anak pertamanya. Tips-tipsnya cukup sederhana, cukup meyakinkan, dan terlebih lagi tidak semengerikan yang saya bayangkan sebelumnya.

12 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

1.

Seimbangkan kegiatan di dalam ruangan dan di luar Tips ini pastinya berlaku untuk semua orang, apalagi untuk perempuan yang sedang hamil di kala studi. Berjamjam duduk di dalam kelas minim gerakan fisik dapat menyebabkan pegal linu di sekitar pinggang dan kaki. Memanfaatkan taman di sekitar kampus untuk merilekskan otot-otot kaki atau sambil menikmati makan siang sangat membantu untuk mengembalikan mood kembali ke kelas. Membaca buku juga tidak selalu harus berada di dalam perpustakaan.

2.

Buku kuliah dan cemilan sehat sama pentingnya! Buat ibu hamil, cemilan sehat untuk dibawa kuliah itu termasuk ke dalam barang wajib dalam tas. Buah, salad, dan yogurt, sudah pasti jadi menu sehari-hari. Asupan sehat untuk otak dan si jabang bayi harus selalu terpenuhi. Ini juga secara tidak langsung mengingatkan agar si ibu tetap menjaga asupan makanannya, karena jadwal kuliah yang padat disertai tugas menumpuk terkadang membuat lupa untuk makan dengan sehat dan rutin.

3.

Jangan lupa tetap berolahraga Olahraga sendiri kadang membuat bosan. Waktu itu teman saya memilih yoga untuk ibu hamil dan mendapatkan beberapa teman yang juga sedang kuliah. Tingkat stress yang tinggi sambil kuliah dan mengandung anak pertama pasti tak terhindarkan, dan memilih yoga sebagai alternatif olahraga akan sangat membantu menjaga kestabilan emosi dan stamina tubuh hingga persalinan. Tak lupa juga edisi curhat dengan sesama teman “seperjuangan� dapat meringankan beban pikiran.

4.

Bahan kuliah bertambah satu: persiapan menjadi seorang ibu Sedang kuliah bukan berarti bacaan kita hanya berputar topik perkuliahan saja. Di kala break, kita bisa memanfaatkan waktu menggali informasi seputar ibu dan bayi. Hal ini justru bisa jadi refreshing di kala sedang pusing dengan tugas kuliah.

5.

Tahu batas diri sendiri Kita tidak diciptakan untuk jadi super woman. Ketika kondisi sedang tidak fit, konsultasikan dengan dosen/ pembimbing. Mereka pasti sangat mengerti kondisi kita. Menyelesaikan tugas pasti butuh konsentrasi, dan di kala merasa lelah jangan memaksakan semuanya. Ingat, kondisi bayi tergantung kondisi si ibu. Ada baiknya ambil izin/cuti sementara untuk mengembalikan stamina. Hidup seimbang itu memang rumus hidup sehat yang tidak terelakkan. Kita dapat mencoba selalu berusaha menerapkan hidup seimbang di kala apapun kondisi kita. Semoga tipstips sederhana tadi bisa menambah semangat buat Ibu hamil yang juga sedang kuliah. Kuliah sambil hamil, kenapa tidak?! (M)

Oleh: Dea Paramita Ibu satu anak yang mendukung visi kota-kota di Indonesia untuk bertransformasi menjadi kota layak anak.


BEKAL PIKNIK Oleh: MommyKelinci Ibu dua orang anak laki-laki yang kini bermukim di Jepang

Easy Outdoor Bento A

nda hanya punya roti tawar, telur puyuh dan susu coklat di rumah? Jangan khawatir, yuk kita siapkan homemade bento yang lucu buat si kecil!

Bahan-bahan:  Roti tawar 2 lembar  Telur puyuh rebus 4 butir  Buah-buahan yang tersedia di kulkas  Sayuran yang tersedia di kulkas  Nori secukupnya  Mentega secukupnya  Susu Coklat Bubuk/ Susu bubuk rasa lainnya yang tersedia di rumah Alat dekorasi:  Cookie Cutter  Puncher, jika tidak punya anda bisa menggunakan gunting

Cara membuat: 1. Potong 1 lembar roti menjadi 4 iris bentuk kotak. Ambil dua iris roti lalu gunakan cookie cutter untuk melubangi tengah-tengah roti (lihat gambar). 2. Sisihkan dua iris sisanya, oleskan sedikit mentega lalu taburkan susu coklat bubuk di atasnya. 3. Tutup roti nomor (3) dengan roti nomor (2). Lalu lakukan hal yang sama pada lembar roti lainnya. 4. Cetak atau gunting nori menyerupai mimik wajah, tempelkan ke atas telur puyuh rebus. 5. Tata roti, telur puyuh, sayuran dan buahbuahan di atas kotak bento Anda dan si kecil. 6. Selamat menikmati kegiatan outdoor Millemamas!! (M) www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 13


KESEHATAN

KELUARGA YANG KOMPAK DAN AKTIF

K

esibukan keluarga terutama di kota besar, terkadang membuat waktu kebersamaan hanya tersedia di akhir minggu. Padahal untuk keluarga yang sudah memiliki anak, sangat disayangkan jika kita tidak dapat melewati waktu bersama untuk mendampingi anak-anak tumbuh dan berkembang. Selain permasalahan waktu, kesibukan ini juga berdampak pada kurangnya rutinitas untuk beraktivitas fisik pada orang tua maupun anak, yang disebut sebagai gaya hidup sedentary. Padahal, anak harus didorong untuk rutin melakukan aktivitas fisik setiap harinya semenjak kecil hingga nanti beranjak menjadi dewasa muda. Hal ini menjadi salah satu hal yang penting, terutama untuk mengontrol berat badan, kesehatan jantung, serta secara psikologis. Gaya hidup sedentary dapat menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan kelebihan berat badan pada anak. Data statistik internasional masih bervariasi, tetapi salah satu studi yang dilakukan oleh Eneli dan Dele Davies dilaporkan 14 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

bahwa prevalensi kelebihan berat badan (overweight) pada anak setidaknya 10%. Studi Kalarchian, menunjukkan bahwa anak dengan obesitas yang parah (berat badan sangat berlebih) menunjukkan keberhasilan terapi yang baik melalui pendekatan dukungan dan partisipasi aktif keluarga. Terapi ini meliputi perubahan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik dengan dukungan dari keluarga. Orang tua menjadi model/ contoh dan melakukan pola hidup sehat bersama dengan anaknya. Di Amerika Serikat, rata-rata anak makan makanan yang mengandung 35 % lemak. Sementara total kebutuhan energi dari lemak yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) adalah sebesar 30%. Pola makan dengan mengurangi lemak (terutama dari makanan cepat saji (fast food) kemasan dan makanan ringan (snack) lainnya yang tinggi lemak penting dilakukan sebagai upaya pencegahan primer dan sekunder bagi orang dengan obesitas terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan kelebihan berat badan. Hal ini dapat diterapkan pada anak usia yang sudah beranjak besar terutama remaja.

Dampak dari kebersamaan dalam keluarga merupakan modal utama untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Suatu studi menunjukkan bahwa anak dari keluarga yang memiliki kebiasaan makan malam bersama akan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menjadi pengguna obat terlarang, perokok ataupun alcoholics. Contoh kebiasaan makan malam bersama ini walaupun tampak sepele, ternyata memiliki efek yang besar ya. Oleh karena itu, waktu untuk beraktivitas bersama adalah hal nomor satu yang harus diupayakan oleh setiap anggota keluarga, apalagi jika waktu kebersamaan tersebut digunakan untuk hal yang bermanfaat. Ternyata melalui dua pendekatan dari kegiatan makan dan berolahraga dapat tercipta kegiatan yang mengasyikkan bersama keluarga. Berikut beberapa tips yang saya dapatkan dari www.webmd.com (disarikan dari Meg Cox, penulis  The Book of New Family Traditions: How to Create Great Rituals for Holidays & Everyday dan psikolog klinis Lawrence Cohen, PhD, penulis Playful Parenting):


KESEHATAN

1

Makan bersama di luar rumah.

Lakukan ritual yang sederhana dan rutin, misalnya sekali seminggu, khususnya pada hari kerja (weekdays). Contohnya, keluarga pergi bersama ke toko terdekat dari kompleks perumahan Anda untuk membeli es krim setelah makan malam bersama di rumah. Hampir semua anak senang dengan makanan manis seperti es krim. Selain anak senang karena mendapatkan ‘hadiah’, kita dapat mengajak nya sekaligus beraktivitas fisik. Pergilah dengan berjalan kaki. Jika khawatir dengan kelebihan kalori pada anak (apalagi yang sudah mengalami obesitas), kita dapat menyiasati dengan berjalan kaki lebih lama, misalnya mampir di taman kompleks perumahan setelah pulang dari membeli es krim. Kegiatan sarapan pagi bersama di warung makan setelah jalan kaki ataupun jogging di pagi hari saat weekend juga hal yang cukup mudah dilakukan bukan? Sebelum memutuskan tempat makan bagi keluarga Anda, pastikan kebersihan dari tata cara masak dan kebersihan warungnya ya.

3

Kegiatan memasak bersama

Carilah satu resep untuk memasak di dapur, misalnya saja dengan membuat kue kering bersama. Bahkan anak usia batita pun sudah bisa diajak ikut berpartisipasi misalnya bersama menuang ataupun mengocok adonan. Mungkin waktu yang dihabiskan untuk membuat kue bersama ini terasa lebih lama dan membuat dapur Anda menjadi berantakan. Namun yang perlu diingat oleh orang tua, bahwa hal ini adalah tentang proses bukan sekadar hasil. Orang tua harus selalu berpikir bahwa ini adalah momen tepat yang berharga untuk kebersamaan.

5

Kegiatan bermain bersama dengan musik

Bagi keluarga yang menggemari musik, buatlah rutinitas terutama di waktu luang seperti pada weekend. Luangkan 1 jam waktu untuk mengundang kerabat atau teman dekat ke rumah Anda. Pastikan mereka juga datang bersama anak-anaknya. Pasang musik bernada ceria dan buatlah permainan dengan musik. Anak-anak dengan alamiah akan ‘berlonjak-lonjak’ dan lain sebagainya. Salah satu contoh permainan misalnya pada saat musik dipasang maka semua peserta wajib berjoget, kemudian pada saat musik dimatikan semua peserta permainan harus mematung.

2

Jalan kaki bersama

Jalan kaki biasa akan terkesan membosankan. Namun, ada trik yang baik dari Meg Cox yaitu storytelling walks (berjalan dan bercerita). Seluruh anggota keluarga membuat suatu skenario cerita. Tidak usah yang terlalu susah, misalnya tiru saja kisah cerita film yang pernah ditonton keluarga Anda. Sebagai contoh, Anda dan anak-anak pernah menonton film ‘Toy Story,’ kemudian salah satu anak menjadi mainan yang hilang, orang tua sebagai penolong untuk mencari si mainan hilang, dan sebagainya. Lakukan hal ini sambil berjalan kaki, tentunya di tempat yang aman. Misalnya di dalam, lingkungan kompleks, halaman masjid ataupun taman kota, dan tempattempat lainnya.

4

Kenalkan anak Anda dengan olahraga yang Anda gemari

Suami Anda penggemar olahraga futsal, gym, dan bersepeda? Anda penggemar renang, ice skating, dan yoga? Kenalkan aktivitas-aktivitas tersebut pada anak Anda. Tidak ada kata ‘terlalu muda’ dalam kamus kegiatan favorit Anda. Hal yang Anda sukai akan mendorong rasa antusias Anda. Tentunya anak pun akan merasa lebih senang.

6

Membuat versi ‘indoor’ dari permainan ‘outdoor’

Hal ini terutama dapat dilakukan saat cuaca di luar rumah sedang tidak mendukung Jenis permainan seperti bermain bola di lapangan rumput dapat diganti dengan dilakukan di dalam rumah. Pilihlah tempat yang paling luas di rumah Anda dan amankan perabot rumah terlebih dahulu sebelum mulai bermain. Sekali lagi, yuuk jadi keluarga yang kompak dan aktif! (M)

Oleh: Dokter Qkey (Mulki Angela) Mahasiswi S3 fakultas kedokteran di salah satu universitas negeri di Jepang. Seorang ibu dari dua anak yang senang belajar berbagai hal terutama mengenai tumbuh kembang anak dan seluk beluk dunia anak. www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 15


CERITA RINGAN

Ready, Get Set, Go!

M

alam itu saya pandangi terus halaman website itu: http://www.berliner halbmarathon.de. Dalam hati saya pun berkata, “Emmm, ikut jangan, ikut jangan, ikut jangan yaa?” Akhirnya, saya klik „Online-application“, menyelesaikan proses pembayaran dan lain-lain. Ok! It´s official now! Saya resmi menjadi peserta event half marathon di Berlin yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2014. Resolusi. Yah hampir semua orang memiliki resolusi di setiap pergantian tahun. Saya tidak menganggap kalau saya mempunyai resolusi tahun baru tapi memang setiap tahun saya memiliki keharusan untuk menambah minimal satu keahlian dan/atau satu hobi. Tahun lalu, saya berhasil mencapai tujuan saya untuk bisa bermain gitar secara otodidak. Dua tahun lalu keahlian memasak, dan tahun-tahun berikutnya saya selalu (paling tidak) berusaha untuk menambah satu keahlian. Prinsip hidup saya, selama masih diberi umur, belajar sebanyak-banyaknya tentang apapun yang bernilai positif. Tahun ini, saya sedikit panik karena tahun 2013 sudah hampir berakhir, tetapi belum satupun tambahan keahlian saya miliki di tahun ini. Akhirnya, bersamaan dengan rasa bosan yang datang entah dari mana, saya 16 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

putuskan agar olahraga lari menjadi tambahan keahlian saya. Walaupun acara half marathon yang akan saya ikuti akan dilaksanakan bulan Maret tahun 2014, bukan berarti saya tidak memasang target di akhir tahun. Target saya di penghujung tahun 2013, saya bisa berlari 10 kilometer dalam waktu 1 jam. Mungkin untuk beberapa orang, target ini terlalu mudah, tetapi bagi saya yang gak jago di cabang olahraga ini, target ini sudah terbilang luar biasa. I still have 1.5 months to go. Jadi, tampaknya, olahraga lari akan menjadi hobi baru saya. Mungkin.

Prinsip hidup saya, selama masih diberi umur, belajar sebanyak-banyaknya tentang apapun yang bernilai positif.

Nekat! Itu terus yang berada dalam pikiran saya, memang saya akui kalau saya mungkin termasuk dalam kategori orang yang sangat sangat sangat spontan dalam mengambil keputusan (di luar lingkup profesionalitas tentu saja). Malam itu, didorong oleh rasa

kebosanan yang memuncak, saya pun tanpa sengaja membaca status seorang teman di Facebook tentang keikutsertaannya dalam event ini. Saya pun terdorong untuk membuka website event tersebut, dan Voila! I´m in! Saya hanya perlu waktu 10 menit untuk mengambil keputusan nekat ini. Kenapa nekat? Saya bukanlah pelari, saya tidak suka olahraga ini. Walau dalam kurun waktu dua tahun terakhir, saya terpaksa melakukan olahraga ini secara rutin. Bekerja di salah satu sport company terbesar di dunia membuat pekerja-pekerjanya merasa malu (atau malu-maluin) untuk tidak berolahraga. Enam bulan pertama saya bekerja, I did nothing at all, alhasil seorang kolega Jerman saya pun menyindir saya dengan mengatakan, “Oh, so you don’t work out because you always walk home.” Sindiran yang rasa-rasanya sangat menusuk jantung, karena malu-nya itu loh, aduh gusti banget deh. Lalu mulailah saya berlari. Dimulai dengan keterpaksaan, namun kemudian berlanjut menjadi rutinitas. Bulan puasa menghentikan kegiatan berolahraga saya, waktu puasa yang sangat lama (16 jam) membuat saya berhenti berlari. Awalnya, saya berjanji kepada diri saya sendiri bahwasanya segera sehabis bulan puasa berakhir, saya akan segera kembali ke aktivitas


CERITA RINGAN

Saya menantang diri saya sendiri untuk mengalahkan rasa pesimis saya, untuk berlari dalam sebuah pertandingan, half marathon.

berlari secara rutin. Sebulan, dua bulan, tiga bulan setelah Idul Fitri pun berlalu. Saya belum beranjak dari “puasa modeon�. Sampai akhirnya malam itu, di tengah kebosanan yang melanda dan kutukan-kutukan kepada diri sendiri atas hilangnya kedisiplinan untuk berolahraga, dalam waktu sepuluh menit, saya memutuskan untuk turut serta dalam event ini. Saya menantang diri saya sendiri untuk mengalahkan rasa pesimis saya, Wuntuk berlari dalam sebuah pertandingan, half marathon. Bersama dengan ke-29 ribu pelari lainnya. Setiap peserta diberi waktu 3 jam untuk menyelesaikan 21 km, kalau tidak sanggup menyelesaikan jarak tempuh dalam kurun waktu 3 jam, maka telah disediakan bus dari panitia untuk mengangkut peserta-peserta yang tersisa. Kebayang dong malunya kalau sampai di garis finish sebagai penumpang bus tersebut. Program training pun mulai dirancang, setelah mengubek-ubek internet, memilih dan menimbang, saya pun menemukan program training yang pas untuk saya. Tak lain dan tak bukan program 20 minggu untuk pemula. Saya mulai panik, ketika menyadari masa training akan jatuh pada musim dingin. Waduh, gimana ceritanya saya berlari berkilo-kilo meter dalam musim dingin, apalagi Jerman terkenal dengan musim

dinginnya yang menakutkan. Dua minggu pertama yang jatuh pada bulan November, saya masih lancar mengikuti jadwal training tersebut. Saya selalu berlari setiap dua hari sekali sehabis pulang kerja, yang artinya saya berlari pada malam hari, dengan jarak yang telah ditentukan dalam program yang saya pilih. Berlari pada malam hari dan pada awal musim dingin merupakan sesuatu yang sangat menantang, belum lagi kota tempat saya tinggal, Nuremberg, memiliki struktur daerah yang lumayan berbukit-bukit. Walaupun Jerman terkenal dengan keamanannya yang terjaga, saya tetap tidak berani untuk berlari di track lari yang telah disediakan di taman kota. Ngeri. Gelap soalnya. Satu hal yang saya perhatikan, berlari diatas treadmill ternyata lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan berlari di outdoor. Biasanya kecepatan saya berlari di atas treadmill adalah 8.5 km/jam, lari di-outdoor, in average kecepatan saya hanya mencapai 7 km/jam. Minggu ketiga, kesehatan saya menurun karena tubuh saya yang sepertinya kaget dibawa berlari dengan intensitas yang lumayan tinggi di awal musim dingin, saya pun mulai batukbatuk tiada henti. Minggu ketiga, saya terpaksa berhenti total. Rasanya? Aduh, saya ngerasa bersalah banget. Memang,

dibutuhkan badan dengan stamina bak seorang atlet untuk bisa berlari outdoor pada musim dingin, itupun harus dilengkapi dengan perlengkapan yang memadai. Dimulai dengan jaket wind-stopper yang bermaterial khusus, celana training yang elastis dan bersifat menahan angin, tak lupa topi/cap, kalau berlari malam hari, sebaiknya dilengkapi dengan senter kepala (head lamp) atau reflective-belt agar tidak tertabrak kendaraan bermotor ketika berada dalam kegelapan. Sampai saat saya menulis tulisan ini, kesehatan saya belum terlalu pulih, saya pun tidak berani untuk tetap berlari di luar sana, terlebih dikala salju sudah mulai turun. Untuk beberapa minggu kedepan tampaknya gym akan menjadi tempat favorit saya untuk membakar kalori dan melatih kaki-kaki saya. One thing for sure, I won´t let that bus gets me. I will reach the finish line on my own, by my own well-trained legs. Ready. Get set. Go! (M) Oleh: Medina Amalia, seorang business analyst yang bertempat tinggal di Nuremberg, Jerman. Hobi memasak dan memainkan gitar. www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 17


CERITA RINGAN

Main, Yuk?! 18 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014


CERITA RINGAN

S

enin hingga Jumat, mulai dari pukul 9.30 hingga sekitar pukul 17.30, Fatah (25 bulan) berada di tempat penitipan anak. Mungkin karena sudah terpola dengan rutinitas keluar rumah pada pagi hari pukul 9.30 , Fatah tetap akan minta ke luar rumah di hari Sabtu dan Minggu. Jika hari Sabtu atau Minggu itu cuacanya cerah, biasanya saya atau suami akan memenuhi keinginan Fatah untuk bermain di luar. Beberapa alternatif kegiatan bermain di luar rumah ala keluarga kecil kami:

1

Bermain bersama ayah atau ibu

Alhamdulillah, di dalam kompleks apartemen kami ada playground untuk anak-anak yang disediakan secara gratis oleh pihak apartemen. Permainan anakanak yang disediakan di playground ini cukup lengkap. Jika hanya suami atau saya yang bisa menemani Fatah bermain di hari Sabtu atau Minggu, pilihan tempat bermain biasanya di playground ini. Atau kadang bisa juga bermain di luar dimulai dengan mengajak Fatah berjalan pagi. Rute yang suami atau saya ambil biasanya berbeda, tetapi diakhiri dengan bermain di playground di depan apartemen ini. Membiarkan Fatah melompat-lompat, berlari-lari atau bermain pasir di sini ini akan membuat Fatah bergembira. Waktu yang diperlukan untuk bermain di luar ini biasanya hampir 2-3 jam. Pulang ke rumah, setelah makan siang Fatah biasanya akan tidur siang dengan pulas.

2

Bermain bersama ayah dan ibu

Jika pada akhir minggu saya dan suami sama-sama bisa menemani Fatah bermain di luar, pilihan tempat bermain bagi keluarga kecil kami biasanya agak cukup jauh. Sebisa mungkin kami mengusahakan tempat bermain yang akan dituju bisa dicapai dengan mengendarai sepeda. Ya,

kami sekeluarga mencintai kegiatan bersepeda. Tujuan bermain di luar rumah di saat seperti ini biasanya taman kota, museum, kebun binatang, atau bahkan hanya sekedar bersepeda santai. Biasanya di akhir kegiatan bermain akan ditutup dengan belanja di supermarket.

3

Bermain bersama teman

Ternyata bermain bersama teman seusia bagi Fatah itu sangat menyenangkan. Kami pernah playdate bersama teman daycare Fatah. Usia Fatah dan temannya ini seumuran. Lucu sekali melihat dua anak kecil yang saling ingin mendahului bermain kuda-kudaan, lompat-lompatan, kejar-kejaran atau saling berpegang tangan dan berjalan kesana-kemari. Jika kami menemani Fatah bermain maka kami harus ikut terlibat juga bermain. Artinya, kalau Fatah melompatlompat, saya atau suami juga mesti melompat-lompat. Nah, kalau bermain bersama teman seusianya, Fatah tidak akan mempermasalahkan jika orang tuanya tidak ikut terlibat langsung bermain bersama dengannya. Bonus

bermain bersama teman ini adalah Fatah bisa menghabiskan jus buah atau jus sayur dalam waktu singkat karena melihat si teman yang juga minum jus sayur atau jus buah. Di saat anak-anak bermain, para ibu bisa ngobrol bareng. Lumayanlah, bukan hanya anak yang gembira, si ibu juga akan gembira. Apapun pilihan kita bermain bersama si kecil di akhir pekan, yang paling penting adalah menyediakan hati dan pikiran seutuhnya untuk mereka, tidak membaginya dengan urusan pekerjaan atau urusan rumah tangga. Jadi, ayo kita bermain bersama anak! (M) Chiba, November 2013

Oleh:Febty Febriani, biasa dipanggil Fety, ibu dari satu orang anak yang juga sedang menunaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswi S3 di sebuah universitas di Chiba, Jepang. www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 19


INSPIRASI

S

iapa yang tidak mengenal kupu-kupu? Dengan sayapnya yang indah terbang kesana kemari membuat setiap orang yang melihatnya terpana dan ingin menyentuhnya. Kupu-kupu memiliki peran yang sangat penting yaitu membantu penyerbukan tanaman. Hal ini terjadi ketika kupukupu tersebut menghisap sari bunga sebagai makanannya. Rasa penasaran menjadikan pengamatan kupu-kupu sebagai agenda kegiatan kami. Mulai dengan mengamati ulat, menunggu menetasnya kepompong, hingga mengamati kupukupunya di alam bebas. Salah satu 20 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

proses metamorfosis kupu-kupu yang sempat saya dokumentasikan adalah kupu-kupu pohon jeruk yang biasa disebut Common Lime butterfly. Bandingkan cantiknya mereka ketika telah menjelma menjadi kupu-kupu dengan saat mereka masih dalam bentuk ulat. Saat masih berbentuk ulat, orang-orang menganggap mereka adalah hama pengganggu dan tidak menarik. Namun siapa yang menduga jika suatu hari kemudian mereka dapat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Sangat mengagumkan bukan? Sedikit cerita mengenai serangga ini membuat saya belajar bahwa setiap makhluk hidup itu memiliki peranan

penting bagi alam di sekitarnya. Mengutip kata-kata Antoine de SaintExupĂŠry seorang pilot terkenal dan penulis buku The Little Prince: “Well, I must endure the presence of a few caterpillars if I wish to become acquainted with the butterflies.â€? Ya, saya harus bersabar akan kehadiran beberapa ulat jika saya ingin berkenalan dengan kupu-kupu. Seperti kupu-kupu yang bermetamorfosis, kita pun dapat menjelma menjadi pribadi yang lebih baik di tahun 2014. Pribadi yang lebih sehat fisik dan mental, tentunya melalui perjuangan dan kebiasaan yang baik. (M)


INSPIRASI

METAMORFOSIS KUPU-KUPU

“Well, I must endure the presence of a few caterpillars if I wish to become acquainted with the butterflies.� Oleh: Dyah Pitaloca memilih meninggalkan karir dan menanggalkan semua jabatannya setelah memiliki putra. Saat ini Dyah memilih untuk fokus sebagai ibu rumah tangga demi mendidik dan nenemani si buah hati. Di samping itu Dyah yang sejak lama memiliki bakat di bidang seni akhirnya fokus untuk mendalami seni fotografi baik fotografi android maupun kamera digital. www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 21


SENI & KREASI

Membuat Stempel dari Sayur dan Buah

U

ntuk beberapa Millemamas mungkin bercocok tanam telah menjadi salah satu resolusi tahun 2014 bersama si kecil. Ya, mengapa tidak menjadikan berkebun sebagai aktivitas untuk mempererat ikatan sekaligus sebagai proses pembelajaran bersama anak? Berkebun tidak hanya merupakan aktivitas yang kaya akan pelajaran kehidupan yang dapat dipetik tetapi juga penuh kreativitas. Mulai dari proses menanam bibit, menyiram, memupuk dan merawat tanaman, panen, serta kemudian mengolah dan menikmati lezatnya hasil kebun. Anda dan buah hati dapat pula bermain dan berkreasi bersama, misalnya dengan membuat stempel dari bahan sayur dan buah. Dari kegiatan ini anak-anak akan mengeksplorasi bentuk dan tekstur yang unik dari setiap sayur/ buah yang digunakan.

Oleh: Mieke Nurmalasari Ibu dengan tiga anak yang suka belajar apa saja bersama anak-anak

+

22 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014

Bahan Hasil kebun:

 Sayur (wortel, kentang, tomat, paprika) dan buah (apel)  Cat air dan kuas  Kertas gambar

Cara:

1. Potong sayur dan buah menjadi dua bagian atau lebih sehingga terlihat bentuk dan teksturnya. Dampingi atau bantu anak-anak saat melakukan kegiatan ini. 2. Olesi permukaan sayur dan buah yang sudah dipotong dengan cat air. 3. Bisa juga membuat aneka bentuk seperti bintang dan bunga pada permukaan sayur/ buah. 4. Tempel dan tekan sayur dan buah pada kertas gambar.

Selamat berkreasi dengan stempel dari sayur dan buah! (M)


GAMBA

R BERC

g n u p m a pulang k

S

imak serunya kegiatan pulang kampung keluarga Dalimunthe di penghujung tahun 2013 kemarin. Mulai dari panen rambutan, salak, mangga serta buah cokelat di kebun Opung sampai memancing ikan di Batang Toru. Lokasi: Desa Tahalak, Tapanuli Selatan.

ERITA

Foto oleh: Ninda Harahap Istri dari Lolotan Dalimunthe. Mereka adalah keluarga yang sangat suka melakukan perjalanan. Bersama 3 buah hati mereka, Aliyah, Amirah dan Altaf mereka telah berkunjung ke kota-kota besar dan kecil di Eropa dan Asia. Perkaya diri dengan pengalaman, mensyukuri ciptaan Allah adalah tujuan mereka pada setiap perjalanan.

3

1

2 1. Panen rambutan 2. Panen co kelat 3. Panen salak halaman selanjutnya >

www.millemama.com | Januari - Februari 2014 | 23


4

4. 5. 6. 7.

Menangkap ikan lele 1 Menangkap ikan lele 2 Memancing di Batang Toru Makan siang bersama hasil memancing ikan di Batang Toru 8. Keluarga Dalimunthe

6

5

7

24 | www.millemama.com | Januari - Februari 2014


Di tahun 2014 Miau ingin mencoba olahraga baru. Kira-kira apa yang seru ya? Yuk, lingkari olahraga yang menurutmu menarik lalu warnai gambarnya ya!


MARI BERGABUNG DENGAN MILLEMAMA Untuk para millenium mama yang peduli dengan ruang bermain alami untuk anak, banyak cara untuk berkontribusi dan terlibat dengan kegiatan Millemama! Caranya: Kirimkan email ke millemama.news@ gmail.com untuk menyampaikan data diri dan ketertarikan Anda untuk berkontribusi di Millemama. ™™ Millemamas yang hobi menulis atau berkreasi dapat mengirimkan tulisan atau kreasinya untuk menginspirasi orang tua lainnya di seantero Indonesia untuk bersama-sama mengembalikan hak anak untuk dapat mengakses ruang bermain alami. ™™ Bagi Millemamas yang memiliki usaha sendiri dapat memasang iklan atau bekerja sama dengan Millemama untuk mempromosikan produk atau jasanya.

™™ Hobi twittering dan facebooking? Mari bergabung untuk sharing dan re-posting kata-kata inspiratif yang sesuai dengan misi Millemama. ™™ Tidak merasa punya apa-apa dan hanya memiliki pakaian dan barang yang sudah tidak terpakai tetapi masih layak? Mari bekerja sama dengan Millemama melalui program Laba-laba Millemama untuk menjual dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan. ™™ Penggalangan dana melalui Laba-laba Millemama dan kegiatan usaha lainnya akan disalurkan untuk merealisasikan perbaikan dan pengadaan Ruang Bermain Millemama (RBM). Betul kan, banyak cara untuk bergabung dengan misi Millemama!

millemama.news@gmail.com Follow twitter @Millemama_INA Like facebook Millemama Indonesia www.millemama.com

Millemagz08 2014  

New year! New resolution? Millemama magazine will share some of the outdoor commitments for 2014.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you