Issuu on Google+

16

Metro Sulteng

Harian Umum

HALAMAN ECERAN RP. 3000 LANGGANAN RP 70.000/BULAN

Inspirasi Baru Sulawesi Tengah

KAMIS, 27 MARET 2014, EDISI 003 TAHUN PERTAMA

Cudi : Mau Golput, Silakan Saja! SMS BERLANGGANAN: 0853 XXXX XXXX

LAYANAN PELANGGAN: 0853 XXXX XXXX

WALIKOTA TANGGAPI ANCAMAN K2

Begini cara Walikota Palu menghadapi aksi para guru honorer yang belum lulus K2. (foto: Joko)

Palu, Metrosulteng – Wali Kota Palu, H Rusdi Mastura menanggapi sinis ancaman para honorer untuk memilih golput pada Pemilu 2014 mendatang, jika sisa K2 dari total 3890 sisa CPNS K2 yang tidak lolos ujian baru-baru ini tidak diberikan kepastian untuk diangkat sebagai PNS. Hal ini dia tegaskan kepada puluhan honorer yang menemuinya di gedung DPRD Kota Palu, usai rapat paripurna LKPJ walikota 2013. “Mau Golput, silahkan saja, tidak usah ancam-ancam saya, saya tidak suka diancam, dan saya tidak takut diancam,” tegas

FPG Minta Pemkot Tangani K2 ke Pusat

Palu, Metrosulteng – Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kota Palu minta agar persoalan kisruh K2 di Kota Palu ini terus diperjuangkan hingga ke pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Ketua FPG DPRD Kota Palu, Mohammad Jaruddin W di gedung DPRD Kota Palu, Kamis (27/30). “Kami, Komisi Golkar minta agar ketua dewan dan wali kota membawa persoalan K2 ini hingga ke pemerintah pusat, sebab ini menyangkut kepentingan orang banyak,” kata Mohammad Jaruddin. Menanggapi penyampaian tersebut, ketua DPRD Kota Palu, HM Sidik Ponulele mengaku akan langsung membahas persoalan ini dengan wali kota langsung. “Ya, saya sudah bicara dengan wali kota untuk membahas per-

soalan ini,” kata Sidik yang juga politisi Golkar Kota Palu ini. Menanggapi pernyataan tersebut, walikota mengaku bahwa pemkot sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat sejak persoalan ini mencuat. Namun pemkot belum bisa berbuat banyak dengan alasan juga belum ada kepastian dari pemerintah pusat. Sebelumnya, Sekretaris Pemkot Palu Aminuddin Atjo mengaku bahwa kemungkinan kepastian dari pusat baru bisa keluar setelah pelaksanaan pemilu. “Kita tunggu saja sampai pemilu selesai,” kata Aminuddin. Joko Santoso

Metro Sulteng

Harian Umum

Rusdi Mastura yang akrab disapa Cudi. Walikota juga menegaskan, hingga saat ini pemkot masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Sebab, jika tidak ada payung hukum yang jelas, pengangkatan honorer K2 justru akan menimbulkan masalah dengan Pemkot Palu. Pada kesempatan ini, dihadapan para honorer walikota kembali mengungkapkan, kekacauan penerimaan CPNS honorer K2 ini adalah akibat dari kebijakan pemerintah pusat sendiri. Sebab, semua standar penilaian ditetapkan oleh pusat, sementara kondisi CPNS di daerah yang mengetahui adalah daerah

sendiri.“Dulu sewaktu masih ditangani daerah, tidak ada masalah begini, tapi setelah semua dorang kacau semua begini,” katanya dengan nada tinggi. Walikota juga minta kepada seluruh honorer untuk tidak melakukan aksi massa jika ingin berurusan dengan dirinya sebagai walikota. Namun, meski selalu nampak berang jika menghadapi massa aksi, walikota selalu menutup pembicaraannya dengan candaan. “Tidak usah pakai demo-demo begini, saya tidak

suka saya begini. Saya tahu juga itu, apalagi yang so tua-tua itu,” ucapnya sambil senyum. Sementara itu, honorer lainnya yang sebelumnya ngotot hendak bertemu dengan wali kota, pantauan MetroSulteng.Com tidak ada satupun yang mendekat. Sebagian besar hanya memperhatikan wali kota dari kejauhan. Bahkan para koordinator honorer yang sebelumnya getol hendak memimpin aksi ke kantor walikota, hari ini juga tak satupun yang nampak di depan gedung DPRD Kota Palu. Joko Santo

Bangun Jalan Tol, Investor China Siapkan Rp600 T Palu, Metrosulteng.com - Investor asal negeri tirai bambu siap menanamkan modalnya berkisar Rp600 triliun untuk membangun jalan tol dan rel keretapi di Sulawesi Tengah. Hal itu terungkap setelah seremoni Penandatanganan Kesepakatan antara Gubernur Sulawesi Tengah dengan New Force Development Company di Gedung Pogombo Kantor Gubernur, Kamis siang. Sekretaris Propinsi Sulawesi Tengah Amdjad Lawasa menyatakan sangat merespon rencana investasi tersebut. “Saya kita pemerintah propinsi pasti merespon. Apalagi kalau itu benarbenar bisa diwujudkan,” kata Amdjad. Rencana pembangunan ja-

lan tol dan rel keretapi, lanjut Amdjad masih dalam tahapan persiapan feasibility study,” kata Amdjad. Presdir Dragon Group International yang menaungi New Force Development Com-

pany Mr Peter Chin Swee-Yin mengatakan rencana investasi itu masih menunggu percairan uang dari bank di Amerika. “Uang sudah siap di bank. Tinggal menunggu kelengkapan administrasi saja,”

jawab Peter. Sementara itu Ketua Tim Ahli Pengkajian NFDC Alimuddin Paada mengatakan masih kendala perizinan dari kementerian terkait kawasan hutan yang akan dilalui jalan tol dan rel kereta api. “Intinya bapak gubernur sangat merespon, hanya saja tidak sempat hadir karena masih diluar kota,” kata Alimuddin Paada. Rencana penandatanganan batal dilakukan dan hanya membubuhkan paraf oleh Sekprov dan investor. “Tanda tangan menunggu pak guberur di Palu,” kata Alimuddin Paada. (M Fikri)

KAMI MENYUPLAI BERITA TERBARU SETIAP HARI DIDUKUNG WWW.METROSULTENG.COM

Pers Bertanggungjawab Atas Hasil Pemilu 2014 Inspirasi Baru Sulawesi Tengah

Poso, MetroSulteng - Pers mempunyai peran penting agar Pemilu 2014 bisa menghasilkan legislator yang punya kualitas baik. Penegasan ini dikemukakan anggota Dewan pers, Imam Wahyudi, pada workshop peliputan Pemilu 2014 di Aula hotel 77 Poso, Kamis (27/3). “Yang harus dilakukan teman-teman pers adalah menjembatani dan mengkomunikasikan antara penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, masyarakat dan partai politik,” jelas Imam saat membawakan materi Topik pengolahan Berita dalam peliputan Pemilu. Selain itu, Imam mengingatkan peran pers bertanggungjawab atas hasil Pemilu 2014 karena harus menjamin hasil pemilu sesuai dengan yang diharapkan. “Memanghaksetiapwarganegarauntukmenjadi caleg atau partisan salah satu partai politik, namun harus dipahami juga independensi

www.metrosulteng.com

yang har us dimiliki setiap insan pers. Karena itu s e ja k Fe b ruari lalu kami mengjhimbau agar teman-teman wartawan yang menjadi caleg atau partisan pada salah satu partai politik pemilu sebaiknya non aktif sementara atau mundur permanen untuk menjaga independensi wartawan,” papar Imam. Workshop peliputan Pemilu yang dilakukan Dewan Pers dan IJTI Sulawesi Tengah diikuti wartawan media cetak dan elektronik, humas Pemda Poso dan pihak kepolisian dari Polres Poso. Selain mendengarkan materi dari Dewan Pers, workshop juga mendengarkan materi dari Ketua Panwaslu poso, Verry Karua, dan Ketua KPU Poso, Taufik Hidayat. Pey


Utama