Issuu on Google+

TABRAK INNOVA, 1 TEWAS ○

DISHUB & POLISI HARUS BERTINDAK

8

BACA DI HAL ○

9

BACA DI HAL ○

Edisi 81 „ Tahun X

KAMIS, 5 Juli 2012

Minta HGU Segera Dicabut PANEI- Ketua Umum Himapsi Sarmuliadin Sinaga ST, yang sempat terjebak banjir di Panei Tonga mengatakan, sudah dapat dipastikan jika penyebab banjir tersebut karena konversi teh ke sawit yang dilakukan PTPN 4 di Kebun Marjandi. Menurutnya, jika keberadaan kebun tersebut menyebabkan kesengsaraan bagi warga Panei Tongah karena terus dilanda banjir, maka pihaknya akan „) Baca Kebun Marjandi ...Hal 2

FOTO: EKO

„ Barang-barang yang terendam air dan lumpur mulai dibersihkan dan diangkati warga dari rumah, Rabu (4/7).

Nilai Ruilslag SMA 4 Tahun 2007 Rp34, 95 M

Meluap Lagi , Ratusan Rumah Kembali Terendam

BA) (FOTO:CHANDRO PUR

lag i da n Ba h Bo lon me lua p h Bolon Ba ME LU AP LA GI -A ir ran rumah warga di banta mengakibatkan ratusan

KORBAN BANJIR MASIH TRAUMA

SIANTAR- Permukaan air Bah Bolon kembali meluap Rabu (4/7) malam sekira pukul 23.00 WIB. Akibatnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran Bah Bolon, meliputi di Jalan

SIANTAR– Pasca banjir yang melanda warga yang bermukim di pinggiran Sungai Bah Bolon pada Selasa (3/7), masih sangat menakutkan dan membuat warga trauma. Sejumlah warga yang rumahnya terkena banjir, sudah

„) Baca Meluap ...Hal 2

SIANTAR- Nilai ruilslag SMAN 4 dan SDN 122350 pada 2007 lalu sebesar Rp Rp34.956.967.000. Luas lahan dua lokasi sekolah ini 24, 621 meter persegi. Lahan „) Baca Nilai ....Hal 7

Foto: Eko

„ Tangis histeris korban banjir warga Pematang.

Karyawan Hotel Simalungun City

Kilas Balik Bah Bolon Meluap Tahun 1971

TERKAPAR DIMASSAKAN SIANTAR- Hendri Septoni (18), karyawan Hotel Simalungun City terkapar dimassakan 4 orang pria warga Jalan Hapoltakan, Kelurahan Raya, Kecamatan Pematang Raya, Simalungun. Peristiwa itu terjadi tepatnya di depan Hotel Simalungun City, Senin (2/7) pukul 18.00 WIB. Informasi dihimpun METRO, Rabu (4/7), „) Baca Karyawan ....Hal 7

„) Baca Kebun Marjandi ...Hal 2

Banjir Terjadi karena Nenek Pengemis Marah dan Naga Melintas

Foto: Ikrar Lubis

„ Lele jumbo yang ditangkap di Bah Bolon. Saat banjir, beberapa kolam ikan diduga jebol dan ikannya lari ke Bah Bolon, Rabu (4/7).

Banjir yang terjadi Selasa (3/7) malam mengembalikan ingatan beberapa orangtua dengan banjir yang melanda Kota Siantar tahun 1971. Saat itu, sungai Bah Bolon juga meluap bahkan lebih hebat. NURJANNAH, SIANTAR

Sejumlah orang dikabarkan tewas, ratusan babi dan hewan peliharaan lainnya hanyut, sedikitnya tiga jembatan turut disapu air. „) Baca

Banjir ....Hal 7

„ Syalimah.


KAMIS

5 Juli 2012

Kebun Marjandi Penyebab Banjir

Silpa 2011 Rp17 Miliar

Pemko Tak Mampu Kelola Anggaran SIANTAR- Silpa Rp17 miliar dari APBD tahun 2011 berasal dari belanja langsung dari beberapa SKPD di Pemko Siantar. Dinas Pendidikan penyumbang silpa terbesar sekitar Rp14 miliar. Hal ini membuktikan pemko tidak mampu mengelola anggaran selama 2011. Ketua Forum Transparansi Anggaran (FUTRA) Kota Siantar Oktavianus Rumahorbo, ditemui Selasa (3/7) mengatakan, silpa APBD 2011 sekitar Rp17 miliar masih dalam kategori wajar. “Yang perlu kita pertanyakan, kalau silpa ini berasal dari belanja langsung, maka hal itu akan sangat kita sesalkan. Kenapa? Jika dana Rp17 miliar ini dibelanjakan akan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan akan bisa memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Siantar,” jelasnya. Setelah membaca lembaran nota keuangan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2011 yang disodorkan METRO, Oktavianus lalu menyimpulkan, silpa 2011 berasal dari belanja langsung pada beberapa SKPD di Pemko Siantar. Silpa ini, antara lain berasal dariDinas Pertanian sekitar 5 persen. Realisasi penggunaan APBD di dinasinihanya95persenatauRp1.274.153.701,dari yang ditargetkan Rp1.341.488.732. Selanjutnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan ada silpa 5 persen. Realisasi di dinas ini di industri sebesar Rp537 juta dari yang ditargetkan Rp569 juta. Sementara di bidang perdagangan terealisasi Rp1,5 miliar dari yang ditargetkan Rp1,6 miliar. Selain kedua dinas ini, beberapa dinas lain juga tidak mencapai realisasi 100 persen. “Sebenarnya yang paling parah saya lihat di sini pada Dinas Pendidikan. Mereka hanya bisa merealisasikan APBD sekitar 70 persen. Dari Rp46.101.149.740 dana yang disediakan, yang terealisasi hanya Rp32.086.774.436 atau sekitar 70 persen. Berdasarkan ini, saya sarankan kepada walikotamengevaluasiDinasPendidikan,”jelasnya. MenurutRumahorbo,rendahnyarealisasipada dinas ini membuktikan Dinas Pendidikan tidak cakap dalam membuat program dan juga tidak cakap dalam melaksanakan program selama tahunanggaran2011.Selainbelanjalangsungyang tak terealisasi, ada kejangggalan lain pada belanja tak terduga selama 2011. Belanja tak terduga dianggarkan Rp8 miliar dan terealisasi Rp6 miliar. Hanya sisa Rp2 miliar dari yang dianggarkan. “Sudah sangat besar itu hingga Rp6 miliar. Belanja ini kan peruntukannya untuk bencana sosial dan bencana alam. Selama 2011 lalu, sangat jarang bencana alam di Kota Siantar. Ini sangat rawan KKN, rawan korupsi. Dibanding tahun lalu ada kenaikan 132 persen untuk dana tak terduga ini,” tegasnya. Oktavianusmenilai,silpaRp17miliarinimuncul disebabkan dua hal, perhitungan yang kurang akurat dari SKPD yang bersangkutan. Kemudian tidak semua program kerja SKPD itu terlaksana. “Secara umum dari data ini bisa disimpulkan, selama 2011 belanja tidak langsung yang terealisasi sekitar Rp391,2 miliar dari yang dianggarkan Rp467,5 miliar. Sementara belanja langsung terealisasi Rp76, 2 miliar dari yang dianggarkan Rp83,5 miliar. Ini membuktikan pengelolaan keuangan pemko tidak efektif dan efisien. Untuk mengurusi belanja Rp76,2 miliar dibutuhkan dana Rp391 miliar,” terangnya lagi. Rapatparipurnadenganagendanotapengantar keuangan atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2011 dilaksanakan sekira pukul 11.00 WIB, Selasa (3/7) di Ruang Harungguan DPRD. Rapat paripurnayangsempatmolorselamasatujamdari jadwalsemulainidipimpinKetuaDPRDMarulitua Hutapea. Nota pengantar keuangan secara langsung disampaikan Walikota Siantar Hulman Sitorus. (ral)

Sambungan Halaman 1 menyampaikan surat kepada Pemprovsu agar mencabu Hak Guna Usaha (HGU) PTPN Marjandi. “Himapsi siap mengakomodir keluhan masyarakat akibat banjir ini. Dalam waktu dekat Himapsi akan membuka pengaduan masyarakat, Himapsi juga akan membantu masyarakat yang akan berencana mendemo perkebunan,” katanya. Sementara anggota DPRD asal Panei Tongah Pantas Sitanggang mengatakan, penyebab banjir di Panei Tongah belakangan ini karena rendahnya resapan air oleh tanah yang berada di bawah pohon kepala sawit. “Kalau saat tanaman teh dulu, masih ada daun teh yang gugur. Guguran daun itu berfungsi menyerap air saat hujan. Ya kalau sekarang tanaman sawit ini, resapan air oleh tanah sudah berkurang, apalagi stuktur tanah yang berada di bawah pohon sawit keras, sehingga daya resapnya rendah,” kata anggota Komisi II ini.

Menurutnya sejak tahun 2011 sampai 2012 sedikitnya sudah 4 kali terjadi banjir yang melanda Kecamatan Panei saat hujan. Kata warga ini, sejak dibangunnya parit mengakibatkan air yang berasal dari beberapa Nagori di sekitar lahan perkebunan kemudian mengalir sampai ke Panei Tongah karena dataran rendahnya berada di Panei Tongah. “Air akan mencari tempat paling rendah untuk mengalir, kalau hujan maka air dari beberapa nagori akan masuk ke parit yang dibuat perkebunan, karena di Panei Tongah ini dataran paling rendah, maka air mengalir ke sini semua,” katanya. Ditambahkannya walaupun sejak banjir pertama yang melanda Panei Tongah, pihak perkebunan kemudian membuat kantong air di areal perkebunan, tetapi hasilnya tidak maksimal. “Walapun sudah dibuatkan kontong-kantong air berupa lubang yang dapat menampung air di kebun, tetapi banjir tetap saja terjadi. Bahkan beberapakali banjirparah.Kalaubeginiterus,kami warga Panei Tongah akan demo ke perkebunan agar ditutup saja kebun itu,” katanya. (hot)

Sambungan Halaman 1 Pamatang Kelurahan Simalungun, Jalan Bandung ujung, Gang Kopral di Jalan Sudirman terpaksa kembali mengungsi karena rumah mereka kembali digenangi air. Bahkan lebih parah dari banjir sehari sebelumnya. Amatan METRO di lokasi banjir di Jalan Pamatang Kelurahan Simalungun warga tampak pasrah, sebagian lagi ada yang menangis melihat rumahnya terendam. “Pak… rumah kita kembali terendam. Semua perlengkapan rumah tidak sempat terselematkan. Hanya dokumen penting yang berhasil iselamatkan,” ujar seorang wanita paruh baya kepada suaminya, malam tadi. Padahal siang sesaat setelah air surut, para korban banjir sudah sempat berbenah. Lantai dan perlengkapan rumah mereka bersihkan. Kemudian sofa dijemur lalu dimasukkan kembali ke rumah. “Tapi semuanya sia-sia. Rumah kami kembali terendam banjir,” keluh wanita ini. Ditemui terpisah Evi Sinaga (34), warga korban banjir mengaku masih takut kembali ke rumah. Apalagi ini musim hujan, permukaan air Bah Bolon kembali meluap. “Kalau pun mau pulang mungkin hanya pagi hari saja untuk mengecek dan membersihkan rumah,” ujar Evi, saat ditemui di dataran tinggi mengamati rumahnya yang terendam banjir. Ia tak kuasa menahan air mata ketika melihat permukaan air terus naik hingga mengenai atap rumahnya. Dia menyebutkan, selain rumahnya masih ada ratusan rumah warga di Jalan Pamatang itu yang juga mengalami hal serupa. Hingga saat ini, para korban banjir masih mengungsi, sebagian ke kampung tetangga ada yang juga yang menumpang di rumah tetangga. Disinggung mengenai posko darurat dari pemerintah, rekan Evi mangatakan, sampai saat ini pihak pemko belum ada mendirikan posko untuk para korban banjir. “Sebagian ada yang mengungsi ke rumah tetangga dan sebagian lagi ke rumah saudaranya. Ada juga yang bertahan mengamati rumahnya hingga air surut,” keluh rekan Evi. Boru Purba, korban banjir di Jalan Bandung Ujung, menuturkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah turun ke lokasi. Kabarnya

kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Ketika ditemui di kediamannya di Kel. Karang Raja, Kec. Prabumulih Timur, Prabumulih, Sumatera Selatan, ia menceritakan pengalaman baiknya, "15 tahun lamanya sendi saya sering terasa nyeri dan kaku, jari-jari pun jadi susah mengepal..." Ujar Hj. Kusuma, "Dulu tiap sakitnya kambuh, saya selalu minum obat, tapi sekarang saya punya cara yang lebih sehat, yakni dengan minum Milkuma. Sudah 3 bulan ini saya minum... Sekarang badan jadi terasa fit, nyeri sendi sudah berkurang." Terang nenek 19 orang cucu tersebut. Dengan tubuh yang sehat, kini wanita berusia 60 tahun tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing milkuma ini, "Mari kita sehat bersama Milkuma." Harapnya. Tanpa kita sadari, semakin tingginya usia seseorang, imunitas tubuh pun menjadi berkurang sehingga rentan terserang penyakit. Oleh karenanya, mulailah dengan menerapkan kebiasaankebiasaan baik, salah satunya adalah minum susu Milkuma

Terdepan, Terbesar, dan Terbaik di Siantar- Simalungun

Anggota SPS No.: 438/2003/02/A/2007 Penerbit : PT. Siantar Media Pers (Metro Siantar, Metro Tapanuli, Metro Asahan, Metro Tabagsel) Chairman : Komisaris Utama : Komisaris : Direktur Utama : Direktur : Pengasuh Pemimpin Umum/Penjab/GM : Wakil PU/Pimpinan Perusahaan : Pimred Metro Siantar : Pj Pimred Metro Tapanuli : Pimred Metro Tabagsel : Pimred Metro Asahan : Wapimred Metro Tapanuli : Tim Ombudsman :

tanah longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan struktur tanah menjadi labil. “Kemarin saat peristiwa longsor itu disampaikan kepada saya, kami bersama tim Tagana (Tanggap Bencana) dari Dinas Sosial langsung terjung ke lokasi guna melihat langsung kondisinya,” kata Bahktiar. Untuk memperbaiki dan membersihkan jalan akibat longsor itu, pihaknya bersama warga melakukan gotong-royong. “Alhamdulillah, jalan itu sudah bersih dari tanah longsor, kami bersama warga melakukan gotong-royong,” katanya. Parit yang dipasang sepajang sisi kebun Marjandi diduga penyebab banjir yang melanda Panei, empat tahun terakhir. Parit yang dibuat perkebunan untuk menjaga ternak warga tidak masuk ke areal perkebunan, menampung air dari beberapa nagori sepajang kawasan kebun sawit. Kepada METRO, Rabu (4/7), salahseorang warga setempat mengatakan, sumber air yang mengalir dan mengenangi jalan dan rumah warga berasal dari parit dan lahan perkebunan.

Meluap Lagi , Ratusan Rumah Kembali Terendam

MARI KITAATASI REMATIK DENGAN CARA SEHAT Pernah mencoba a t a u mendengar tentang manfaat susu kambing milkuma? Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing milkuma. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing milkuma memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Susu kambing milkuma pun mengandung kalsium yang banyak berperan dalam kegiatan fisiologis lain, termasuk pembekuan darah, konduksi saraf, kontraksi otot, pengaturan aktifitas enzim, fungsi sel membran dan regulasi tekanan darah. Melihat manfaatnya yang begitu kaya bagi kesehatan, seorang wirasawasta kini memilih Milkuma untuk mengatasi rematik yang dialaminya. Milkuma adalah minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu

Pantas juga sudah mendengar isu adanya masyarakat yang akan melakukan demo ke Perkebunan dan Pamkab Simalungun. “Saya sudah mendengar kalau ada masyarakat yang akan melakukan demo. Sebaiknya hal itu tidak perlu terlaksana, saya hanya mengharapkan semua pihak, ikut memikirkan dan memberikan pemikiran agar banjir ini tidak terulang,” katanya. Manager Unit Kebun Marjandi Ir Jisman Sinaga saat dihubungi melalui ponselnya tidak bersedia mengangat ponselnya walaupun dihubungi berkali-kali. Bahkan pesan singkat yang dikrim walaupun dilaporkan terkirim juga tidak dibalas Tanah Longsor Sementara itu akibat curah hujan yang cukup tinggi juga mengakibatkan tanah di Dusun Parsaguan Toba Nagori Simpang Raya Kecamatan Panei Simalungun longsor, Selasa (3/7) pukul 21.00 WIB. Akibatnya jalan penghubung Panei-Sidamanik tertutup tanah. Camat Panei Bakhtiar Sinaga, ditemui di kantornya usai melakukan gotong-royong membersihkan tanah longsor mengatakan,

Rida K Liamsi Makmur Kasim Khadafi Marganas Nainggolan Goldian Purba Marganas Nainggolan Maranatha Tobing Pandapotan MT Siallagan Pandapotan MT Siallagan Muhiddin Hasibuan Eva Wahyuni Daniel Simanjuntak Vincent Wijaya

2 gelas sehari. Milkuma bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bermutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini, Milkuma sudah tersedia di apotek2 juga toko obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Sumut : 085314072195. Kota Pematangsiantar : 0823 6768 0008. Depkes dengan no PIRT. 6.09.3328.01.395.

(FOTO:CHANDRO PURBA)

MELUAP LAGIAir Bah Bolon meluap lagi dan mengakibatkan ratusan rumah warga di bantaran Bah Bolon di Jalan Pamatang Kelurahan Simalungun, Kota Pematangsiantar, terendam Rabu (4/7) malam. Ketinggian air diperkirakan mencapai 2-3 meter. akan didirikan dapur umum untuk para korban. “Tapi ini masih informasi saja ya,” ujar boru Purba. Lele Jumbo Muncul di Bah Bolon Pasca banjir, lele jumbo banyak didapati warga di Bah Bolon. Diduga saat banjir, kolam ikan di Kelurahan Naga Huta Siantar Sitalasari dan Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, jebol dihantam banjir. Hari pertama pasca banjir, warga masih berkerumunan di sekitar Bah Bolon. Sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (4/7), beberapa warga menjala ikan di Bah Bolon di seputaran Kelurahan Pamatang Simalungun, Siantar Selatan. Selama 30 menit METRO berada di sana, dua penjala ikan mendapatkan due ekor lele jumbo. Masing-masing mendapatkan satu ekor. Hendri (19) bersama tiga kawannya yang menjala saat itu mendapatkan satu ekor lele jumbo. Dia menduga lele jumbo ini berasal dari kolam ikan milik masyarakat yang jebol di Kelurahan Nagahuta, Siantar Sitalasari dan dari kolam ikan milik warga di Kecamatan Panei. “Mau kami bakar ini Bang, enggak kami jual,” kata Hendri. Pengakuan warga Jalan Pane ini, sebelum banjir, mereka tidak pernah mendapatkan lele

jumbo ukuran besar di Bah Bolon. Saat menjala ikan, biasanya mereka mendapatkan gabus dan nila saja. Selain mereka, beberapa warga yang lain juga mendapatkan lele jumbo. Hari pertama pasca banjir, Bah Bolon ramai dengan penjala ikan. Selain itu beberapa warga juga berkerumunan di pinggiran Bah Bolon. Warga terlihat ramai di sekitar Kelurahan Pamatang Simalungun dan juga Kelurahan Aek Nauli Siantar Selatan dan Kelurahan Setia Negara Siantar Sitalasari. Korban Banjir 44 KK Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kota Siantar Y Saragih ditemui di Gedung DPRD menyebutkan, hari pertama pasca banjir mereka telah memberikan bantuan kepada 14 KK yang terkena banjir, delapan KK di Kelurahan Pamatang dan 6 KK di Kelurahan Aek Nauli. “Data sementara ada 44 KK yang terkena banjir. Kami tetap menunggu laporan dari masyarakat terkait warga yang terkena banjir. Sepanjang masih ada buffer stok di kantor, maka akan kita salurkan kepada masyarakat. Titik lokasi bantuan di sepanjang Bah Bolon,” ungkapnya lagi. Sekitar pukul 15.00 WIB, Dinas Sosial dan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan bantuan kepada delapan keluarga yang terkena banjir di Kelurahan Pamatang Simalungun, Siantar Selatan. Warga yang menerima sangat antusias dan mereka berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan yang diberikan berupa peralatan dapur, baju, tikar selimut, dan perlengkapan keluarga dan rumah tangga lainnya, termasuk beras. Veronika Purba (60) warga Pamatang Simalungun menyebutkan di sekitar Kolam Detis Sari Indah ada sekitar 40 rumah tangga yang terkena banjir. Namun yang diberikan bantuan baru sekitar delapan keluarga. Dia sendiri termasuk korban, namun tidak terlalu mempermasalahkan harus mendapat bantuan. Sementara beberapa bantuan makanan cepat saji berupa makanan kaleng masih teronggok begitu saja di depan rumah warga. Sebagian sudah ada yang dibuka dan sebagian yang lain tetap tertutup. Diduga warga tidak memahami cara memakannya. Sementar petunjuk di kaleng tersebut, makanan bisa dimakan langsung atau dipanasakan terlebih dahulu sebelum dimakan.(ral/mag-4)

Korban Banjir Masih Trauma Sambungan Halaman 1 mulai bersih-bersih dan juga menjemur perabot rumah tangga mereka yang basah. Di persimpangan SKI dekat komplek Rindam yang lebih di kenal Jembatan Merah, aliran sungai Bah Bolon sangat deras. Apalagi volume belum normal yang menurut warga masih ada kenaikan hingga sekitar 1 meter. Selain rumah di pinggiran sungai yang terkena banjir, namun ternyata radius banjir ke darat hingga mencapai 20 meter. Salah satunya rumah bermarga Sitompul, walau jarak rumahnya dari sungai sekitar 15 meter, namun ketinggian air yang masuk ke rumahnya mencapai 1 meter. Sehingga seluruh perabot rumah menjadi basah dan mereka terpaksa menjemur di halaman. Sementara anggota keluarga yang lain, seharian harus bekerja untuk menguras air serta membersihkan lantai yang dipenuhi lumpur. Sungai Bah Bolon adalah sungai terbesar di Siantar-Simlaungun yang mengalir dari SimalungunkearahPerdaganganyangmembelah Kota Siantar. Sungai Bah Bolon yang memiliki kedalaman4meterdenganlebar5hingga10meter, juga kerap digunakan warga untuk MCK dan lainnya. Sungai Bah Bolon juga digunakan untuk mengaliri air persawahan dengan membuat anak sungai. Walau hujan sering membasahi SiantarSimalungun, namun sungai Bah Bolon meluap yang mengakibatkan banjir jarang terjadi. Sebab dari cerita masyarakat, terakhir banjir terjadi

Departemen Redaksi METRO SIANTAR Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing , Pandapotan MT Siallagan, Leonardus Sihotang, Redaktur Pelaksana: Leonardus Sihotang, Kordinator Liputan: Chandro Purba, Redaktur: Pholmer Saragih, Jhon Damanik, Plidewatna, Nurjannah, Asisten Redaktur: Pala MD Silaban, Hezbi Rangkuty, Edi Saragih, Reporter: Ikror Amin, Tonggo Sibarani, Imelda Purba,Pra Evasi Haloho, Soetomo Samsu (Jakarta)), Irwansyah(TanahJawa), Jetro Sirait (Parapat), Marihot Sinaga (Raya), Hardono Purba (Silau Kahean), Sendi Warto Purba (Saribudolok). Sekretaris Redaksi: Yanti Nurhapni METRO TAPANULI Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing, Pandapotan MT Siallagan, Daniel Simanjuntak, Syafruddin Yusuf, Redaktur Pelaksana: -, Kordinator Liputan: Nasa Putramaylanda, Reporter: Ridwan Butar Butar, Marihot Simamora, Aris Barasa, Freddy Tobing, Dungo Siburian, Saut Situmeang, Masril Rambe (koresponden Barus), Rinawati Marbun (koresponden barus), Horden Silalahi (Humbahas), Bernard Lumbangaol (Taput), Hengki Tobing (Taput) METRO TABAGSEL Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing , Muhiddin Hasibuan, Plt Redaktur Pelaksana: Nurjannah, Kordinator Liputan: Borneo Dongoran, Reporter: Parlindungan Pohan (Sidimpuan/Tapsel), Amran Pohan (Tapsel), Tohong Harahap (Paluta),Amran Pikal Siregar, (Palas), M Ridwan Lubis (Madina) METRO ASAHAN

sekitar tahun 1990. saat itu sungai Bah Bolon meluap bahkan volume airnya mencapai atap rumah warga di pinggiran sungai. Kejadian yang terjadi pada Selasa malam (3/ 7), adalah peristiwa alam yang tidak dapat dihindari warga. Sejak sore di daerah Simalungun Atas dilanda hujan deras. Akibatnya volume sungai Bah Bolon naik mencapai 6 meter. Biasanya dari jembatan di Rindam ke sungai berjarak 3 meter, akan tetapi saat banjir jembatan tersebut hampir tertutup air. Akibatnya, ribuan rumah penduduk yang berada di daerah pinggiran sungai Bah Bolon di Kota Siantar terendam. Selain terendam, banyak sampah dan lumpur, yang masuk ke rumah warga. Bahkan ada yang hancur dan terbawa arus air. Namun dari hasil penelusuran pendataan di kantor-kantor lurah, banjir tersebut tidak memakan korban jiwa. Walaupun demikian, kerugian materil yang dialami akibat dari kejadian tersebut mencapai ratusan juga rupiah. Seperti yang dialami Noven Hutabarat (25) yang sehari-harinya sebagai tukang bengkel di jembatan merah, mengaku telah mengalami kerugian mencapai Rp50 juta. Sebab setengah rumahnya, tepatnya di bagian dapur dan kamar mandi habis terbawa arus. Bahkan tembok ataupun tanggul setinggi 3 meter yang sudah puluhan tahun berdiri ikut ambruk. “Aku tidak bisa membayangkan kejadian tadi malam. Yang pasti kami tidak sempat lagi menyelamatkan perabot yang berada di dapur. Padahal jika normalnya, jarak air ke rumah

Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing, Eva Wahyuni, Syafruddin Yusuf,Hermanto Sipayung, Redaktur Pelaksana: Syafruddin Yusuf, Asisten Redaktur Pelaksana: Hermanto Sipayung, Kordinator Liputan: Edwin Garingging, Reporter: Irvan Nasution (Kisaran), Susilowady (Kisaran), Putra (Aek Kanopan),Anniko Rambe, Rizki Whardana (R Prapat), Mahra Harahap (Kota Pinang), Ishak Lubis (Tj Balai) Dep. Perwajahan, Pracetak & Artistik Kadep Pracetak & Artistik: Ahmad Yasir, Kabag: Amiruddin, Staf Pracetak:Salomo Seven Malau, Jamaluddin Sinaga, Hedry Handoko, Jefree Putra, Andri Manullang, Rudy handa Syahputra, Handoko, Aulia Yusuf, Mounting: Samuel Sihotang, Dedi Damanik, Amran Nainggolan, Nico HS, Kordinator Teknisi, Maintenance IT: Irwan Nainggolan, Staf Operasional Website: Hotlan Doloksaribu,Juanda Panjaitan DIVISI USAHA Departemen Umum/Adm/Keuangan Manager Adm/Keu/Umum: Dumaria, Kabag Accounting: Restioni Padang Departemen Sirkulasi / Pemasaran Manager Pemasaran: Jaberlinson Saragih, Adm Pemasaran : Indarny Aritonang, Piutang Koran: Ester Ade Gultom, Staf Penagihan: Sri Aman, Staf Pengembangan: Simson Winata, Ismail, Efendi Tambunan, Ponco, Kordinator Ekspedisi: Jhon Tua Purba, Staf Ekspedisi: Nico , Ardi, Roy Amarta. Departemen Iklan Manager Iklan: Jamot S, Kord Iklan: Bambang Satria, Kord Adm. Iklan group: Hariyani Kartini, Piutang Iklan Group: Tio Maria, Kabag Design Iklan: Holden Simanjuntak,

mencapai 5 meter,” ujarnya saat berdiri melihat seng dapur rumahnya yang sudah miring karena tiang penopang serta lantainya terbawa arus. Akan tetapi, karena bagian depannya terbuat dari setengah beton, sehingga air hanya masuk dan membasahi barang-barang di kamar dan ruang tengahnya. Akibatnya setalah surut, lumpur yang tebalnya sekitar sejengkal dan sampah-sampah memenuhi halaman rumah dan di rumah. Malam itu, keluarga Noven memilih tidur di ruang terbuka di dalam bengkel yang hanya berukuran 3 x 4 meter. Sedangkan yang lainnya menumpang ke rumah kerabatnya. Ia mengatakan, peristiwa tersebut meninggalkan rasa trauma bagi keluarganya termasuk warga lain yang bermukin di sekitar aliran sungai Bah Bolon. Mereka sangat berharap uluran tangan dari pemerintah maupun para donator, untuk membantu warga yang terkena musibah. Sebab rata-rata yang terkena musibah adalah kaluarga miskin. Namun pada Rabu malam (4/7) hujan deras kembali membasahi Simalungun dan Kota Siantar. Padahal perabot yang dijemur di halaman rumah belum kering, namun hujan kembali turun yang membuat warga menjadi was-was. Br Saragih warga setempat mengatakan, apabila hujan turun mereka terpaksa selalu memeriksa ketinggian air. Mereka takut, sewaktu-waktu air kembali naik, bahkan ditakutkan terjadi banjir bandang. (pra)

Staf Desaign:Reliston Purba Perwakilan Metro Tapanuli Ka Perwakilan/Ka Biro Usaha: Kristian Sembiring, Staf Keuangan: Eriska Muham, Staf Piutang Koran/Iklan: Arfah Sari, Staf Pengembangan: Zulfiandi, Arnold Simbolon (pengembanan daerah Taput) Perwakilan Metro Tabagsel Ka Perwakilan/Ka Biro Usaha: Edi Panjaitan, Koordinator Pengembangan: Ahmad Suhaimi Lubis, Adm/Keuangan: Kristina Hutabarat Perwakilan Metro Asahan Kordinator Pengembangan: Marshall Leo Siagian, Adm/keuangan: Revina Sihombing, Staf Piutang Iklan/Koran: Annisa, Kuasa Hukum: Binaris Situmorang SH Tarif Iklan : Hitam/Putih (B/W) Umum/Display Rp. 7.500/mm kolom, Iklan Keluarga Ucapan Selamat Rp. 3.500/mm kolom, Iklan Warna (Full Colour) Rp. 15.000/mm kolom. Harga iklan ditambah PPN 10%. Harga Eceran Rp2.000 (dalam kota). Rekening a/n : PT Siantar Media Pers Bank Mandiri Cab Pematangsiantar AC:1070003101831. Alamat Redaksi /Iklan/ Pemasaran Medan : Graha Pena Medan Jl Sisingamangaraja KM 8,5 No.134 Medan-Amplas. Telp (061) 7881661 (Hunting) Fax (061) 7881733 Alamat Redaksi /Iklan/ Pemasaran: Jl Sangnawaluh No.24 Komp Mega Land Siantar Telp:(0622) 7553511, Fax (0622) 7553501 Siantar. e-mail : metrosiantar@yahoo.com. Perwakilan Jakarta: Jln Raya Kebayoran Lama17 Jakarta Selatan Telp. (021)5349205, 5349206, 5349115. Fax. (021)-53490522. Pencetak : PT Medan Graindo, Jl SM Raja KM 8,5 No.134 Medan. Telp (061) 7881661 (Hunting) Fax (061) 7881733

DALAM PELIPUTAN, WARTAWAN METRO SIANTAR SELALU DIBEKALI IDENTITAS DIRI DAN TIDAK DIBENARKAN MEMINTA SERTA MENERIMA APAPUN DARI NARASUMBER BILA ADA YANG MERASA DIRUGIKAN OLEH WARTAWAN METRO SIANTAR, DIMINTA UNTUK MELAPOR KE PIHAK BERWAJIB ATAU HUBUNGI 0622-7553998


KAMIS

5 Juli 2012

BAWA MATI SAJA KRETA MAMAK ITU! Sambungan Halaman 8 Peristiwaberawalsaatkeduanyamelaju dengankecepatantinggidiJalanMerdeka, dinihari sebelumnya sekira pukul 01.00 WIB. Setibanya di depan dealer mobil Sutan Indo, diduga Pernando yang menjadi joki kurang memperhatikan satu unit Kijang Innova B 1862 UOP melaju di depannya. Terlebih saat itu, mobil yang dikemudikan Joko Chandra ini berbelok ke kanan bermaksud hendak parkir. Alhasil,sepedamotoryangditumpangi keduanyamenabrakbodibelakangsebelah kanan mobil. Pasca kejadian, keduanya terpental ke aspal dan mengalami luka berat. Warga sekitar yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan. Asron dilarikan ke UGD RSVita Insani

yang tak jauh dari lokasi. Sementara Pernando dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih. Menurut penuturan ibu korban Siti Aisah br Rajagukguk (50), sore hari sebelum kejadian, Selasa (3/7), Asron sempat mencoba meminjam sepedamotornya. Namun kala itu istri dari Aswan Nasution (52) ini tak memberikan izin berhubung satu bulan lalu korban sudah pernah kecelakaan sepedamotor dan kakinya belum sembuh total. Karena dilarang, korban sempat tak senang. “Pelit kali mamak, bawa mati sajalah kreta itu,” ujar Siti menirukan perkataan Asron. Karena Tak berhasil meminjam sepedamotor,AsronyangsaatitusudahbersamaPernandopergidarirumah.Alasan-

Jaksa Tunjukkan Bukti dari Hp Sambungan Halaman 8 Umum (JPU) Sanggam Siagian tidak membawa barang bukti (BB) gitar saat sidang penganiayaan berlangsung. Justru BB itu ditunjukkan lewat handphone. Itu terjadi saat sidang kasus pemukulan yang dilakukan terdakwa Susanto alias Panjul (22) warga Huta III Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela. Setelah sidang dibuka, jaksa menghadirkan saksi korban Sumito dan saksi yang melihat kejadian Norman Sinaga serta Surianto. Menurut saksi korban, saat itu dia datang ke warung Bu Ningsih di Dusun III Nagori Lingga. Setibanya di lokasi, ia melihat terdakwa duduk dalam warung. “Terdakwa duduk dalam warung dan memesan tuak sambil bermain gitar. Sementara saya memilih duduk di luar,” jelasnya. Dia menerangkan, tak lama kemudian Norman Sinaga bersama Surianto datang dan duduk di samping terdakwa. Tanpa basa-basi, terdakwa langsung memukul saksi korban menggunakan gitar yang ia pegang. Akibatnya ia mengalami luka robek dan mencapat delapan jahitan di kepala. Usai mendengarkan keterangan saksi korban, hakim meminta jaksa menunjukkan BB gitar yang sudah rusak itu. Tetapi JPU justru menunjukkan foto gitar melalui handphone-nya. “BB-nya sudah saya foto, jadi ditunjukkan lewat Hp saja majelis. Sebab petugas barang bukti sedang lepas piket,” kata Jaksa Sanggam Siagian. Mendengar itu, hakim berang dan mengatakan bahwa Sanggam Siagian sudah keenakan dan sering tidak membawa BB. “Tidak bisa lewat handphone! Siapa yang tahu jika itu gitar barang bukti atau bukan. Intinya BB itu harus dihadirkan, jika tidak BB, tidak akan ada dipertimbangkan pada putusan nanti,” tegas hakim. Selanjutnya hakim bertanya kepada saksi korban apakah sudah ada perdamaian dan mau jika terdakwa meminta maaf kepadanya. Lalu saksi korban menyebutkan, sebenarnya ia tidak mempunyai dendam dengan terdakwa. Setelah itu, hakim menyuruh terdakwa meminta maaf. Mendapat perintah, terdakwa langsung mendekati korban dan berlutut sambil memegang tangannya. Ucapan maaf pun terucap. (mua/hez)

nya waktu itu hanya keluar sebentar. Selanjutnya kedua pemuda itu mengendarai Honda Supra milik Pernando. Malam harinya, Siti tak mendapati Asron pulang ke rumah. Namun karena belakangan warga sedang ramai membicarakanPialaEuro2012,Sititidakbegitu bingung. Ia menyangka anaknya masih akan menyaksikan pertandingan sepakbola itu. Sebab biasanya, Asron kerap menonton bola di kediaman kakaknya Rina Wati br Nasution (25). Pada Rabu (4/ 7) sekira pukul 03.00 WIB, Siti mendapat telepon dari personil Satlantas Polres Pematangsiantar. Dalam percakapan itu Asrondikabarkanmengalamikecelakaan di Jalan Mereka dan dirawat di RS Vita Insani. Begitu selesai azan subuh, Siti dan

suaminya langsung beranjak ke rumah sakituntukmelihatputrabungsudarilima bersaudara itu. Asron yang tadinya masih beradadiUGD,langsungdirujukkeruang ICU. “Tadi pagi kulihat alat pendeteksi detak jantung itu berhenti dan menunjukkan angka nol. Lalu dokter bilang anak saya sudahmeninggal.Awalnyatidakpercaya, tapisetelahsayahampiri,benardiasudah meninggal,” ujar Siti sedih. MasihkataSiti,Asronbarutamattahun SMA pada 2011 lalu. Pasca menamatkan sekolah itu, korban sempat meminta diuruskan paspor guna merantau ke Malaysia. Tetapi karena masih terlalu muda, Siti tidak mengijinkannya. “Mak, uruskanlah pasporku. Biar pergi akukeMalasya.Nantikalausudahsukses,

mamak dan bapak kubangunkan rumah dan kunaikkan haji,” kenang Siti sembari meneteskan air mata, mengingat ucapan korban. Sementara Pernando yang diketahui masih duduk di kelas dua salah satu STM Kota Siantar, terlihat kritis di RS Harapan. Menurut ibunya Boru Siagian, kabar kecelakaan yang dialami anaknya ini didapat dari keluarga Asron. Namun saat itu,karenakondisibrSiagiansedanghamil delapan bulan, ia tak langsung datang. Parahnyasaat bersamaan,suaminya juga sedang diopname di RS Mayang akibat kecelakaan beberapa pekan lalu. Kerana tidak ada yang dapat langsung melihat anaknya itu, Boru Siagian menghubungi ibu kos anaknya yang berada di Siantar.Mendapatkabar,ibukoslangsung

Suami Banting Tulang.. Sambungan Halaman 8 yang dirasakannnyasaat ini akibat sangistriAmina Panjaitan(38),jatuhkepelukanpriaasalAceh,yang entahdimanakeberadaannya.Belakangan,istrinya itu diketahui tinggal di Kota Medan. Tapi saat ditelusuriselamaduabulandariTebingkeMedan, hasilnya sia-sia. Yang didapat hanya 40 lembar foto pernikahan istrinya dengan pria tersebut. Mirisnya, bapak satu anak yang memilih tinggal di Jalan Serumpun Bawah Kelurahan Suka Dame, Siantar Utara itu baru mengetahui kejadian pada April 2012 lalu. Padahal, sang istri sudah bersama selingkuhan sejak Januari 2012. Selama setahun terakhir, Edy yang berprofesi sebagai teknisi di salah satu Bengkel Truk di Pekanbaru, setiap bulannya mengirim uang lebih dari Rp800 ribu. Selain untuk kebutuhan sang istri, juga untuk biaya sekolah putri sematawayangmerekayangkiniberanjaknaikkelas III SMA. “Aku sendiri tak tahu apa salahku, sampai aku ditinggalkannya,” cetus Edy lesu. Pertengahan tahun 2011, adalah terakhir kali ia

melihat istrinya. Itupun saat berangkat ke Pekanbaru untuk melanjutkan pekerjaan. Kala itu ia beserta istri dan anaknya masih mengontrak di Jalan Viyata Yudha Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari. Hanya satu pesan sang istri yang paling diingat dan masih terngiang di telinga Edy. “Jaga rindu mama ya pa,” cetus Edy menirukan perkataan istrinya. Namun awal Tahun 2012, pesan itu dianggapnya omong kososng. Sebab ia mendapat kabar dari beberapa keluarga di Pematangsiantar, br Panjaitan sudah keranjingan dengan pria lain. Kabar itu bahkan dikuatkan laporan putrinya yang menyebutkan ibunya selingkuh. Konsentrasi kerja yang sudah jelas-jelas terganggu, tetap saja membuat Edy bertahan di Pekan Baru dengan alasan untuk kelangsungan pendidikan putrinya. Parahnya, pada akhir Maret, ia mendengar cerita bahwa istrinya sudah menikah bersama pria lain asal Aceh. Pernikahan itu berlangsung di Kota Medan. Tapi keluarga yang diutus untuk mencari tahu, tidak bisa mendapatkan alamat

sang istri. Tidak ada alasan lagi, Edy memilih pulang ke Siantar, lantas mencari tahu keberadaan br Panjaitan. Tapi yang dapat hanya dokumentasi pernikahan berupa foto yang semakin menambah kekecewaannya. Hingga awal Juli, harapannya bertemu istri yang dinikahinya pertengahan tahun 1994 silam itu, tetap saja menuai jalan buntu. Tak ada jalan lain, ia pun mendatangi Polres Pematangsiantar. Namun pengaduannya ditolak personil SPK. Padahal Edy sudah membawa bukti berupa foto dokumentasi pernikahan istrinya. Tidak itu saja, Edy juga membawa dokumen pernikahannya di KUA serta KK (Kartu Keluarga). Menurut polisi, lokasi kejadian tidak diketahui secara pasti. Sedangkan Kasat Reskrim AKP Azharuddin melalui KBO IPTU Asmon membenarkan alasan penolakan pengaduan itu karena TKP tidak diektahui. “Percuma kita terima, seandainya mereka menikahnya di Medan, tetap saja menjadi rumit. Karena harus mengirim pelapor ke Medan dan jadi dua kali kerja,” cetusnya singkat. (Ndo/smg)

korban dan kedua kakaknya Mei (7) dan Evi (6) tengah membakar jagung di samping rumah. Kala itu Evi yang melihat bara api mengecil, menyiramkan minyak tanah ke pembakaran jagung. Naas, siraman minyak itu akhirnya memicu api besar dan menyambar mancis yang tak jauh dari korban. Terang saja mancis meledak dan api yang sudah besar akhirnya menyambar tubuh serta wajah korban. “Melihat adiknya terbakar (gonggom), Evi menjerit meminta tolong. Ibu mereka yang

mendengar jeritan langsung keluar menolong dengan menyiramkan air,” ujar Desi. Tak lama, api berhasil dipadamkan. Korban pun dilarikan ke Puskesmas yang tak jauh dari kediaman mereka. Namun karena kondisi luka bakar yang dialami korban sangat parah, Gonggom dirujuk ke RSU dr Djasamen Saragih. Setelah dirawat selama seminggu, ia ditujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan. Itu karena luka bakar yang dialaminya cukup parah. (uma/smg)

Bocah 5 Tahun Disambar Api

Sambungan Halaman 8 SIANTARKeceriaan Gonggom Galingging bersama sang kakak berubah menjadi petaka. Bocah lima tahun warga Jalan Sumber Jaya I Kelurahan Sumber Jaya, Siantar Martoba ini mengalami luka bakar serius di wajah, paha dan badannya. Itu setelah korban terkena sambaran api dari bakaran jagung, sepekan lalu. Menurut sepupu korban Desi Pasaribu (20) di ruang instalasi gawat darurat RSUD dr Pirngadi Medan, kejadian berawal saat

Pengendara RX King Lempari Mobil Pakai Batu Sambungan Halaman 8 orang tak dikenal yang mengendarai dua unit kreta Yamaha RX King berknalpot blong. Sepedamotor itu terlihat ditumpangi 3 orang di Harangan Ganjang, Jalan Siantar-Parapat, kilometer 20 Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, Rabu (4/7). Akibatnya beberapa kaca mobil pecah. Defri (45) supir L300 dari daerah Tapsel kepada METRO mengaku, kejadiaannya berlangsung pukul 03.30 WIB. Ketika itu dia hendak ke Medan. Saat memasuki kilometer 20 yang merupakan daerah sepi dari rumah penduduk, Defri dikagetkan lemparan batu yang mengenai bak mobilnya. Karena terkejut, dia pun menaikkan kece-

patan sehingga tidak berhasil dikejar pelaku. Merasa kurang puas, para pelaku melampiaskan kekesalannya kepada sejumlah kendaraan menuju Parapat dan Sibolga, sebagian kaca mobil pecah namun tidak ada korban luka akibat kejadian itu. Sementara warga sekitar mengaku, tidak punya kreta RX King dengan knalpot blong di Nagori Pondok Bulu. “Nggak ada yang pakai RX King di sini, apalagi knalpotnya blong dan selama ini belum pernah ada kejadian seperti itu kudengar. Mungkin pelakunya dari daerah lain yang ingin membuat keributan,“ ujar T Sitorus. Pantauan METRO di TKP, pecahan kaca sudah dibersihkan warga dan arus

kendaraan berjalan lancar. Aktifitas warga berjalan normal karena kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya. Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Tiga Dolok AKP Wilson Harianja yang dihubungi, berjanji akan meningkatkan patroli di wilayah hukumnya. Namun dia menyayangkan, karena tak satupun korban yang merasa dirugikan dengan membuat pengaduan kepada pihak berwajib. “Saya belum tahu informasinya, kalau ada kejadian seperti itu segera diinformasikan agar kita lakukan pengejaran. Ditelepon saja langsung, kepada saya juga bisa. Walaupun demikan, kami akan coba lihat ke sana,“ ujarnya. (rait)

menuju rumah sakit. Setelah dicek, Pernando berada di RS Harapan. “Kondisiku sedang berbadan dua, sedangkan ayahnya juga diopname di RS Mayang.Makanyaakuterlambatdatang,” ujar br Siagian. Dikatakannya, sore sebelum anaknya berangkat, Pernando sempat memasukkanternakkekandang.SetelahituPernandoberangkatkerumahAsronyangmasih tinggal satu kampung dengan mereka. Kanit Laka Satlantas Polres Pematangsiantar Iptu Sugeng mengatakan, diduga korban melajudengan kecepatan di Jalan Merdeka, selanjutnya menabrak Kijang Innova yang berada di depannya. “Mereka melaju kencang, namun kurang hati-hati,” ujar Sugeng. (mag-4/ pra/hez)

Polisi Curi 37 Janjang.. Sambungan Halaman 8 Sidang yang dipimpin majelishakimRamses PasaribuberanggotakanMonalisadanGabeDoris itu dibantu panitera pengganti Jhoni Sidabutar. Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bilin Sinaga menghadirkan saksi centeng kebun Wagirun dan Danton Satpam Suriadi. Pada sidang itu, para saksi menyebutkan pencurian dilakukan oleh dua pria menggunakan mobil Avanza hitam. Wagirunyang melihataksi terdakwamenerangkan, awalnya mobil hitam masuk ke perkebunan Blok 06 D Afdeling PTPN IV. Saat itu saksi melihat priayangmemasukkansawitkemobil.Melihataksi itu,ialangsungmenghubungiDanton-nyaSuriadi. “Saya hubungi Suriadi lewat telepon. Lalu Suridi meminta saya mengawasi mobil dan melintas dari arahmana.Waktusayaikuti,darijauhsayalihatada lelaki yang berulang kali memasukkan sawit ke mobil,” ungkap Wagirun. Sementara Suriadi dan Sahputra mengaku, mereka tidak tahu sama sekali ada pencurian sawit yang dimasukkan ke mobil. Mereka mengetahui ada sawit yang dicuri saat mobil berhenti karena terhalang truk. “MobilAvanzaberhentikarenaterhalangtrukdi depannya.Lalukamimemintaidentitassupiryang membawamobil.Setelahkamilihat,ada37janjang sawit di mobil. Dan itu mereka ambil dari Afdeling II. Saat itu di mobil ada dua orang, tapi yang satu (Marudut) melarikan diri,” ungkap Suriadi. Menurutnya, mereka pun meminta bantuan anggotaTNIuntukmelaporkankejadian.Sementara pria yang lari itu tidak bisa ditangkap karena lari sewaktu dibawa dan hendak diperiksa. Sementara IlhamlangsungdiamankandandiserahkandiPolsek. NamunketeranganitudibantahterdakwaIlham. Anggota Polri ini mengaku ia ditangkap bukan karena ada truk berhenti. Ia ditangkap di perkampunganPulosaranaNagoriBahalBatu,Kecamatan Hutabayu Raja. “Bukansayayangmembawamobildanmencuri sawit itu pak hakim. Saya hanya mencarter mobil untuk menjemput istri di Rantauparapat. Tetapi bertemu dengan Marudut dan akhirnya Marudut yang menyetir mobil,” jelasnya. Diterangkannya, di Afdeling II PTPN IV Dolok Sinumbah, Marudut menghentikan mobil. Lalu Marudut berkata padanya; sekalian melintas enak juga jikok (mengambil). Selanjutnya terdakwa mengatakan; kaulah itu, kalau kau mau ngambil, ambil kaulah situ. “Marudutyangkeluardanmengambilsawitdari lokasi tempat pengumpulan hasil (TPH) dan memasukkannyakedalammobil.Memangada37 janjang, lalu Marudut membawanya ke perkampungan Pulo,” jelas Ilham. “Beberapa hari lalu Marudut sudah ditangkap berdasarkan pemberitahuan saya,” ungkapnya. (mua/hez)

Sambungan Halaman Satu Karyawan Hotel Simalungun City

TERKAPAR DIMASSAKAN Sambungan Halaman 1 saat itu korban yang terahir diketahui warga Kampung Jawa, Kecamatan Raya tengah sibuk dengan perkerjaannya. Salah seorang tersangka bernama Acen Saragih (21), datang memanggil korban. Dengan alasan mau menanyakan soal masalahnya, korban mau diajak Acen untuk menceritakan masalahnya ke luar dari Hotel Simalungun City. Padahal saat itu, tiga orang tersangka sudah siap-siap di luar menunggu korban. Ketika korban berhasil dibawa keluar dari hotel, korban langsung diberikan pukulan oleh para tersangka. Korban pertama kali dipukul di bagian wajah. Para tersangka pun secara membabi-buta menghajar korban sampai terkapar. Badan korban dipukul berkali-kali dan rusuk korban

ditunjang. Diduga korban terkapar setelah rusuknya ditendang para tersangka. Ironisnya, setelah korban terkapar, para pelaku kabur meninggalkan korban. Untung ada teman korban yang menyelamatkan korban dan membawanya berobat. ”Mereka berpura-pura menanyakan masalah saya. Akan tetapi, tiba-tiba mereka menganiaya saya, memukul wajah, badan dan menunjang rusuk dan perut saya,” ujar korban saat membuat pengaduan di Mapolres Simalungun. Kapolres Simalungun dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP H Panggabean, membenarkan telah menerima pengaduan korban. “Kalau terbukti, mereka para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama,” katanya. (osi)

Nilai Ruilslag SMA 4 Tahun 2007 Rp34, 95 M ini akanditukardenganbeberapabangunanPT Detis Sari Indah milik Yempo. Ketua Dewan Pendidikan Kota Siantar Nasir Armaya Siregar ditemui di kantornya Senin (2/7) menyebutkan,sesuaiSuratPemberianPersetujuan PermohonanTukarMenukarBarangMilikPemko SiantarNomor425/4255/DPRD/IV/07tertangga17 April2007,nilairuislagSMAN4danSDN122350yang berdiri diatas lahan seluas 24, 621 meter persegi sebanyak Rp34.956.967.000. “Tidak lama kemudian setelah surat itu mereka keluarkan, dua pimpinan DPRD Sirwan Hazli NasutiondanLinggaNapitupulumenarikkembali tandatangannyadisebabkanadatekanan-tekanan darimasyarakatsaatitu,”jelasnya. Dikatakan, perlawanan dari masyarakat pun terus bermunculan terkait rencana ruilslag SMAN 4 ini, mulai aktivis LSM hingga pemerhati pendidikan, termasuk Dewan Pendidikan Kota Siantar. Hampir setiap hari Kota Siantar selalu dibanjiri aksi demonstrasi sejak tahun 2007 hingga 2010.

“Mulaipejabatpropinsihinggapejabatpusatmemberikan tanggapan, gubernur hingga menteri. Gubernur Samsul Arifin juga sudah mengeluarkan suratagarhalinidikajiulangkembali.Pokoknyasemua elemenmasyarakatsudahmemberikanpenolakan saatitu,”jelasnyalagi. Disebutkan, sejak awal hingga sekarang mereka tidak setuju SMAN 4 Kota Siantar dan SDN 122350 diruislag.StatusgedungSMAN4sendirimerupakan cagar budaya dan sudah berusia sekitar 100 tahun. Jauh hari sebelum sekolah ini menjadi SMAN 4, gedung sekolah ini telah dipergunakan sebagai gedungSGAatausekolahguruataspadamasaawal kemerdekaan dulu. Ketua Umum Komite Nasional Pemuda SimalungunIndonesia(KNPSI)JanWiserdoSaragih Minggu, 3 Agustus 2009 lalu menyebutkan, seharusnyaPemkoSiantarmengumumkansecara terbukajikainginme-ruilslagasetpemkoini Faktanya, katanya, pemko tak melakukan penawaran terbuka. Tiba-tiba PT Detis Sari Indah masukmenjadiinvestor.“Patutdidugakuatterjadi kolusi antara pemko dan PT Detis Sari Indah,” katanya.

dikelilingi pepohonan itu). Menurutpriayangsehari-haribekerjamembabat pagar dan rumput ini, saat banjir 71 terjadi, dia dan teman-temannyasedangbermainkartu.Ketikalagi asyikaturstrategikartumanayangakandijatuhkan, tiba-tiba terdengar teriakan; banjir….. banjir…..banjir… Rumah dekat sungai sudah berhanyutan. Mendengar teriakan itu, Sarkiman yang masih lajang dan teman-temannya langsung bergegas ke lokasi banjir. "Ngeri-lah waktu itu, ada mayat perempuan nyangkutdiujungpohonbambudiJalanEnggang. Babi, ayam, tong, ember, dan ntah apa aja pun itu lagi berhanyutan," aku pria yang rambutnya telah memutih ini. Sebelum banjir menerjang, sambung pria ini, Siantar hanya disiram gerimis beberapa menit. Anehnya, begitu gerimis berhenti, air pun surut. Dan meski sebentar, banjir telah meluluhlantahkan rumah-rumah di tepian Bah Bolon.

"Kata orang-orang air itu dari gunung. Tapi gunung yang mana? Gak tau.Yang jelas, usai banjir orang Perdagangan panen. Mereka menemukan banyak barang-barang berharga atau ada juga yang sekedar tong," tambah pria asal Perdagangan ini. Hal senada juga disampaikan Syalimah(58). "Seingat saya kejadiannya juga malam seperti (banjir) yang kemarin. Lupa tanggal dan bulan berapa tepatnya, sudah 40 tahun lebih berlalu," sebut ibu rumah tangga ini. Masih menurut perempuan berambut panjang ini, ketika banjir terjadi ia sedang mengandung anak pertama di usia 17 tahun. "Waktu itu belum ada televisi. Jadi, untuk menghabiskan malam, biasanya dilakukan dengan duduk dan bercerita dengan keluarga atau bermain kartu," ujarnya mengingat. Nah, ketika sedang menikmati waktu rehat, sambung ibu sepuluh anak ini, datang seorang

Sambungan Halaman 1

Jan Wiserdo menambahkan karena tak diumumkan secara terbuka, muncul beberapa kejanggalan yang diduga bagian dari persekongkolan antara Pemko Siantar dengan PT Detis Sari Indah. Dia memberikan beberapa bukti, antara lain PT Detis Sari Indah terlebih dahulu membangun tiga bangunan pengganti sebelum melakukan persetujuan dengan pemko. Kejanggalan lain, 14 Desember 2006, Walikota Pematangsiantar mengajukan permohonan persetujuan kepada DPRD untuk melakukan ruislag SMA Negeri 4 dan SD Negeri 122350. Hal ini membuktikan terlebih dahulu ada kesepakatan Pemko dengan PT Detis Sari Indah barulah walikota mengajukan persetujuan kepada DPRD. Lebihlanjutdiamengatakan,kejanggalanlainnya padaluastanahdanbangunanyangakandiruislag. Sebelumnya,berdasarkansuratwalikotaluasyang akan di-ruilslag 24.621 meter persegi. Namun oleh TimTukarMenukarBarangyangdibentukwalikota, luas SMA 4 dan SD Negeri 122350 hanya 20.016 meterpersegiatauterdapatselisihluassebesar4605 meter persegi.(ral/int)

Banjir Terjadi karena Nenek Pengemis Marah dan Naga Melintas

Sambungan Halaman 1 Alkisah, ada seorang Nenek pengemis tersesat di Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, atau tak jauh dari jembatan merah yang membela aliran sungai Bah Bolon. Nenek itu mendatangi rumah papan berendeng tiga dan memintaminum. Pertama,siNenekmemintasegelasairdirumah yang sebelah kanan, yang empunya rumah menolak. Selanjutnya, Nenek melewati rumah di tengah, dan menuju rumah papan di sebelah kiri. Dirumahitu,permintaanNenekjugaditolak.Bukan hanyamenolakpermintaan,pemilikkeduarumah itu malah mengusir sang Nenek. Mendapat perlakuan seperti itu, si Nenek berkata; aku hanya meminta air, mengapa tak kalianberikan.Tunggulahsebentarlagikalianakan dapatbanyakairyangturundarilangit.Selanjutnya Nenek tadi pergi ke rumah yang berada di tengah.

Di sana Nenek mendapat perlakuan berbeda. Nenek dipersilahkan masuk dan diberi segelas air. Usai meneguk air, dan mengucapkan terima kasih, Nenek itu pamit. Tidak berselang lama, gerimis turun. Tiba-tiba air bah menerjang pemukiman warga di sekitar Bah Bolon, tidak terkecuali rumah papan berendeng yang disinggahi nenek tadi. Namun anehnya, dari tiga rumah papan berendengtadi,rumahyangditengahtetapberdiri kokoh, sedangkan rumah di sebelah kanan dan kiri hanyut karena terjangan air. "Ceritanya gitu, tapi terserah mau percaya atau nggak. Tapi yang namanya berbuat kebaikan harusnya memang dilakukantanpamelihatstatus,"katasalahseorang saksi banjir tahun 71, Sarkiman (61), di salahsatu warung di Jalan Merak, Kelurahan Sipinggolpinggol, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (4/7) pagi. (Banjir sungai Bah Bolon memang menjadi topik utama perbincangan di setiap warung di Kota Siantar, tidak terkecuali di warung yang

perempuan bernama Karni mengabarkan banjir tersebut."SelainkabarNenekyangmemintaminum tapi tidak diberi, sehingga membuatnya (Nenek) marah, ada juga yang bilang kalau naga sedang ngamuk.Dia(naga)sudahgakbetahdisungai.Jadi, mau pindah ke laut. Air itu bergerak hebat dan menghantam rumah warga karena hentakan ekor nagayangberjalanmenujulaut.Tapi,itukatanya.Boleh percaya,bolehtidak,"pungkasnya. Ada banyak cerita di balik setiap peristiwa. Suka atau duka tetap harus dijalani. Begitu juga dengan banjir yang menerjang. Apapun penyebabnya, mari bersama-sama melihat musibah dari sisi positif.KataIbuKartini,habisgelapterbitlahterang. Satu hal, tetap berbuat kebaikan untuk alam dan sesama. Jangan sampai alam tak bersahabat!! (*)


KAMIS

5 Juli 2012

Taksi Plat Hitam Banyak Tak Berizin

Dishub dan Polisi Harus Bertindak Tegas FOTO IST

SERAHKAN- JR Saragih, Resman H Saragih, Jan Wanner Saragih, menyerahkan laptop kepada Kepala SMA Plus dan para guru.

Penyerahan Siswa Baru SMA Plus PMS

Buat Terobosan Baru Demi Kualitas SIMALUNGUN- Penyerahan siswa baru kelas X angkatan XVIII SMA Plus Partuha Maujana Simalungun tahun pela-

jaran 2012/2013 yang berjumlah 64 orang, Rabu (5/4) berlangsung sukses. Untuk tahun ini, penerimaan siswa dilakukan

SIANTAR- Dinas Perhubungan Pematangsiantar dan kepolisian diminta serius menindak angkutan umum plat hitam yang menjamur di kota ini. Hal ini harus menjadi perhatian serius dan jangan dibiarkan berlarut-larut.

dengan melakukan terobosan baru demi meningkatkan kua-

Wakil Ketua Komisi III EB Manurung, Selasa (3/6) mengatakan, Dishub harus serius dan tegas menindak angkutan berplat hitam, karena ini sudah menyangkut pengurangan Penda-

Baca Buat ...Hal 10

Baca Dishub ...Hal 10

Khitanan Massal di Nagori Sigodang

Kuatkan Rasa Percaya Diri PANEI- Pengurus Madrasah Diniyah Alawiyah Yayasan Al-Huda Batu 20, Nagori Sigodang, Kecamatan Panei melaksanakan khitanan massal bagi anak kurang mampu. Khitanan ini sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang tidak mampu melaksanakan khitanan bagi anaknya. (FOTO: EDI SARAGIH)

KHITANAN- Ketua Yayasan MDA Al-Huda Arifin Sihombing bersama pengurus menyaksikan mantri Wagiman

Baca Kuatkan ...Hal 10


KAMIS

5 Juli 2012

Dishub dan Polisi Harus Bertindak Tegas Sambungan Halaman 9 patan Asli Daerah (PAD). Dia menjelaskan, keberadaan angkutan plat hitam ini semakin menjamur dan seolah tak bisa lagi ditindak. Angkutan umum berplat hitam ini ditengarai dibekingi oleh orang kuat atau elite pejabat, sehingga Dishub seakan tak bisa berbuat banyak. “Jadi diminta pada Kepala Dinas Perhubungan Siantar, kalau tak bisa menindaknya, maka mundur sajalah,” ujarnya. Sementara Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Siantar Moslen Sihotang, Selasa (2/6) mengatakan, angkutan umum berplat hitam yang beroperasi di Pematang-

Buat Terobosan Baru Demi Kualitas Sambungan Halaman 9 litas papa siswa. Sebelumnya para siswa mengikuti pelatihan pembinaan mental, fisik dan displin sejak 27 Juni sampai 4 Juli di Rindam I/BB. Acara penutupan pelatihan pendidikan pembinaan mental, fisik dan displin dilaksanakan di Rindam I/ BB. Bertindak sebagai inspektur upacara Letkol Inf Asrul dan komandan upacara Letkol Inf N Rajagukguk. Ketua panitia pelaksana Harmedi Saragih SPd dalam laporannya mengatakan, pelatihan pendidikan yang dilaksanakan di Rindam I/BB baru kali pertama ini dilaksanakan siswa SMA Plus Partuha Maujana Simalungun. Program ini merupakan terobosan baru yang dilakukan pihak pengelola dan Pemkab Simalungun. Sedangkan jumlah siswa baru kelas X angkatan XVIII sebanyak 64 orang siswa, terdiri dari 38 wanita dan 26 pria. Mery Saragih mewakili alumni yang sudah bekerja di Palang Merah Indonesia mengatakan, apa yang telah dilakukan Bupati Simalungun untuk kemajuan dan peningkatan SDM adalah untuk mengangkat harkat dan martabat putra-putri Simalungun. “Kepada adik-adik, saya berpesan, raihlah kesempatan emas ini untuk meraih citacitamu. Jadi belajarlah dengan sungguhsungguh guna meraih cita-cita dan masa depanmu,” ujarnya. Ketua Badan Pengelola SMA Plus Partuha Maujana Simalungun Drs Johalim Purba berharap kepada orangtua untuk memberikan kepercayaan penuh dengan pihak pengelola maupun sekolah untuk memberikan pendidikan yang terbaik buat anakanaknya. “Percayalah, kami akan berbuat yang terbaik,” ujar Johalim. Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon SPd diwakili Ketua Komisi IV H Sulaiman Sinaga berpesan kepada para siswa untuk belajar dengan tekun untuk meraih cita-cita. “Berbanggalah dapat diterima menjadi siswa di SMA Plus ini karena banyak orang yang berkeinginan masuk tapi tidak semua orang memiliki kesempatan seperti kalian ini,” ujarnya. Bupati JR Saragih dalam arahannya menyampaikan, kunci keberhasilan seseorang yang paling utama adalah displin yang tinggi serta percaya diri. “Untuk itu saya mengajak kepada para orangtua, guru, kepala sekolah dan pihak pengelola untuk memberikan hati kepada para siswa SMA Plus untuk peningkatan SDM. Saya yakin kalau kita mau memberikan hati maupun perhatian buat kemajuan dan perkembangan SMA Plus ini, 10 tahun ke depan para alumni SMA Plus akan tampil menjadi pemimpin,” ujar JR Saragih. Tutut hadir pada acara tersebut Plt Sekda Drs Gidion Purba, Kadispenjar Resman H Saragih, pengurus Partuha Maujana Simalungun, dan beberapa anggota DPRD Simalungun. (leo/ara)

siantar ini tidak dibenarkan dan dia mengaku pihaknya tak pernah mengeluarkan izin untuk itu. “Kecuali terhadap angkutan plat hitam yang rekomendasinya yang dikeluarkan, rekomendasi soal izin angkutan dan izin trayek kita teruskan ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). “Inilah mekanismenya,” ujarnya. Katanya, dasar hukum pemberian rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 pasal 30. di situ disebutkan, mobil penumpang umum yang dioperasikan untuk angkutan sewa harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam dengan tulisan

putih dan diberi kode khusus, dilengkapi dokumen perjalanan yang sah berupa surat tanda nomor kendaraan, buku uji dan kartu pengawasan. Berdasarkan itu, Dishub mengeluarkan rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek yang diteruskan ke BPPT untuk dikeluarkan izinnya. Disinggung soal taksi plat hitam yang tak punya izin beroperasi, Moslen mengatakan pihaknya akan rutin melakukan razia dan melakukan penilangan terhadap taksi plat hitam. Pasalnya, keberadaan taksi plat hitam yang tak beizin sudah sangat meresahkan dan ini sudah jelas mengurangi Pedapatan Asli Daerah (PAD).

Terpisah, Sekretaris BPPT Fatimah Siregar ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, rekomendasi izin angkutan umum dan trayek yang dikeluarkan Dishub yang diteruskan kepada mereka memang benar adanya. “Selanjutnya kami akan memproses serta mengeluarkan izin ketika dianggap tak ada masalah terhadap pemberian izin tersebut. Memang begitulah mekanismenya,” jelasnya. Sebelumnya, Kasubdid Gakkum dari Poldasu AKBP N Sitepu, Jumat (29/6) mengatakan, minibus plat hitam tersebut sudah melanggar ketentuan, sehingga bila terjadi kecelakaan maka akan terkendala pada klaim Jasaraharja. “Makanya mobil-mobil penum-

pang yang ber plat hitam harus ditangkap dan jangan dibiarkan beroperasi,” tegas mantan Kasat Lantas Polres Simalungun ini. Sementara salah satu pengusaha taksi plat hitam di Jalan Sutomo mengharapkan kepada pemerintah, baik pemerintah tingkat II, tingkat I dan pusat untuk merangkul dan memberikan sosialisasi serta memberikan pembinaan pada perusahaan-perusahaan taksi plat hitam yang tak mempunyai izin, karena ini sudah menyangkut persoalan ekonomi. “Kalau angkutan plat hitam ditindak, ini akan menambah jumlah pengangguran yang sangat signifikan. Apalagi kalau sampai tak diberikan izin, berapa banyak lagi nantinya yang akan menganggur,” jelasnya. (mag 05)

Supir Angkot Dipungli BANDAR- Sejumlah supir angkutan mengaku sering dimintai uang dengan alasan biaya retribusi oleh petugas Dinas Perhubungan Simalungun di Pos Nagoti Bandar, Kecamatan Bandar. Mereka dimintai uang sebesar Rp5.000 namun tak disertai karcis. Julius Manik (41), salah seorang supir angkutan, warga Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, Simalungun, yang ditemui MET-

RO, Rabu (4/7) mengakui hal itu. Katanya, pengutipan ini pun sudah sering menjadi sebab pertengkaran mereka para dengan para petugas Dinas Perhubungan. Pasalnya, terkadang supir sangat jengkel karena petugas tetap meminta uang tersebut, sementara penumpang masih sepi. “Jika supir tetap bersikeras tidak memberikan uang, maka petugas Dinas Perhubungan nekat menahan mobil angkutan kami

walau ada penumpang di dalam,” kesalnya. Sementara, setelah uang tersebut diberikan, petugas ini tak pernah memberikan karcis tanda pembayaran. “Kemungkinan pengutipan itu adalah pungutan liar (pungli) karena mereka (petugas) tidak pernah memberikan karcis kepada supir,” ujar Silalahi, supir lainnya. Sementara J Saragih (41) warga Nagori Bandar mengatakan, dalam sehari dia mengamati ada

Parkir Hanya Untuk Kendaraan Berhenti PANEI- Anggota DPRD Simalungun asal Daerah Pemilihan V Pantas Sitanggang mengaku terkejut dan tidak setuju denga kebijakan Camat Panei Bakhtiar Sinaga yang menerapkan retribusi parkir kepada kendaraan yang melintas di Nagori Simpang Raya Dasma. Alasan mengejar target dengan memungut retribusi parkir untuk kendaraan yang melintas tidak ada dalam aturan. Jika semua kecamatan menerapkan hal yang sama maka pemilik kendaraan, terutama anggkutan umum akan semakin terbebani. “Janganlah membuat aturan yang mengada-ada, beban rakyat sekarang sudah cukup berat, apalagi supir angkutan umum. Infrastruktur jalan dari Simpang Raya Dasma menuju Tiga Ras, Kecamatan Dolok Pardamean sekarang sangat parah. Itu juga harus menjadi pertimbangan,” kata Pantas Sitanggang, terkait pungutan retribusi yang dilaksanakan pihak Kecamatan Panei terhadap kendaraan

yang melintas di Nagori Simpang Raya Dasma, Selasa (3/7) kemarin. Politisi Partai Golkar Kabupaten Simalungun yang tinggal di Panei Tongah, Kecamatan Panei ini menambahkan, sangat tidak tepat jika pihak kecamatan memungut retribusi parkir untuk kendaraan yang hanya melintas. Sebab, selain melintasi Kecamatan Panei, seluruh angkutan umum khusus trayek SiantarPelabuhan Tiga Ras, juga melintasi beberapa kecamatan di Siantar, Kecamatan Panombean Panei dan Kecamatan Dolok Pardamean. “Jangan semakin membebani rakyat, walau berdalih meningkatkan PAD. Harusnya pemerintah memikirkan bagaimana agar infrastruktur jalan menuju Tiga Ras yang saat dalam keadaan rusak,” kata Pantas. Dia menambahkan, lemahnya pengawasan pemakaian jalan oleh kendaraan yang melebihi tonase menjadi penyebab

utama jalan rusak. Truk pengangkut kayu yang bebas melintasi jalan yang bukan klasifikasi sesuai muatannya, perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab Simalungun. “Jangan hanya menarik retribusi, tetapi infrastrukturnya tak berkualitas. Kendaraan yang melintas harus disesuaikan dengan kelasnya,” katanya. Sebelumnya Camat Panei Bakhtiar Sinaga yang ditemui di lokasi pemungutan retribusi mengatakan, kebijakan pemungutan retribusi galian C sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2012 dan retribusi parkir sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2011. “Kecamatan Panei dibebankan pendapatan asli daerah Rp650 juta per tahun, maka untuk mengejarnya kita ambil kebijakan menarik retribusi parkir dan restribusi galian C. Seluruh kendaraan yang mengangkut barang, termasuk galian C, angkutan umum dikenakan retribusi,” kata Bakhtiar Sinaga. (esa/ara)

Rapat Paripurna Molor Lima Jam SIANTAR- Rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi atas nota pengantar keuangan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2011 molor lima jam lebih, Rabu (4/7). Rapat paripurna molor karena tidak kourum dan tanggapan fraksi belum siap. Sesuai jadwal, rapat paripurna harusnya dimulai pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 15.15 WIB, rapat paripurna belum juga dibuka. Jumlah anggota DPRD yang hadir saat itu 20 orang. Sekitar pukul 15.20 WIB, Ketua Komisi I Ibnu Harbani muncul dan rapat dinyatakan kourum. Sesuai tatib DPRD, rapat paripurna pandangan umum fraksi harus dihadiri 2 per 3 anggota DPRD atau lebih 20 orang. Rapat paripurna sempat dibuka Ketua DPRD Marulitua Hutapea, sekira pukul 10.00 WIB. Namun disebabkan tanggapan fraksifraksi belum siap, rapat paripurna dinyatakan diskor hingga pukul 13.00 WIB. Namun hingga pukul 15.15 WIB, rapat juga belum dimulai. Walikota Siantar Hulman Sitorus tiba di gedung DPRD sekira pukul 14.50 WIB.

Hulman memilih duduk di depan sendirian dan sesekali berbincang dengan Kepala Bappeda Herowin Sinaga. Setelah dinyatakan kourum dan rapat paripurna dibuka, Tugiman mewakili Fraksi PAN mendapat giliran pertama menyampaikan pandangan. Fraksinya menyebutkan, realisasi target PAD Pemko Siantar mengecewakan selama 2011. Fraksinya juga mempertanyakan PAD dari Lapangan Adam Malik yang tidak jelas, namun selama ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan. Usai Tugiman, sekitar pukul 16.00 WIB, rapat kembali diskor untuk salat Ashar. Giliran kedua Fraksi Demokrat, pandangan umum dibacakan Prengki Boy Saragih. Fraksi ini menyoroti PDAM Tirtauli. Mereka meminta BPK atau lembaga independen mengaudit keuangan PDAM selama beberapa tahun belakangan. Selanjutnya Fraksi PDI Perjuangan, pandangan umum fraksi ini dibacakan M Rivai Siregar. Mereka menyoroti realisasi peng-

gunaan APBD selama 2011 pada beberapa SKPD yang tidak terealisasi 100 persen. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan lain sebagainya. “Silpa tahun 2011 Rp17 miliar. Dibanding tahun lalu, jumlah silpa ini turun. Tahun lalu silpa Pemko Siantar sebanyak Rp22 miliar. Mohon penjelasan darimana silpa ini berasal,” jelasnya. Selanjutnya Fraksi Karya Peduli Nurani dibacakan Maruahal Sinaga. Fraksi ini mengapresiasi pajak restoran dan hotel yang telah tercapai, namun realisasi pajak dan retribusi parkir masih jauh dari harapan. Giliran terakhir Fraksi Kebangsaan dibacakan EB Manurung. Fraksi ini menilai, realisasi pajak restoran dan rumah makan tahun lalu hanya Rp289 juta dan nilai ini terlalu minim. Selain itu fraksi ini juga meminta penjelasan lebih lanjut terkait realisasi pajak parkir di Siantar yang hanya mencapai Rp900 juta atau 70 persen dari Rp1,5 miliar yang ditargetkan tahun 2011.(ral)

ribuan angkutan yang melintas di Jalan SiantarPerdagangan. Katanya, selain angkutan kota (angkot), bus besar seperti KUPJ dan bus lintas antar provinsi juga dikutip. Para supir ini mengharapkan agar Kepala Dinas Perhubungan menanggapi serius masalah ini untuk menyelamatkan supir dari beban yang menghimpit oleh ulah oknum Dinas Perhubungan. (mag-02/ara)

Kuatkan Rasa Percaya Diri Sambungan Halaman 9 Ketua Yayasan Al-Huda Arifin Sihombing, kepada METRO, Selasa (3/7) di sela-sela khitanan 6 anak warga Sigodang dan sekitarnya mengatakan, anak-anak yang telah waktunya menjalani khitanan (sunat), jika belum dilaksanakan dengan berbagai alasan, kadang akan menyebabkan rasa rendah diri dalam pergaulan. “Sunat diwajibkan dalam agama. Maka ketika si anak belum menjalaninya, sementara umurnya telah cukup dan wajar disunat, akan menjadi bahan ejekan anak-anak lain. Di samping itu, prosesi sunat dipercaya akan lebih mempercepat menuju kedewasaan,” kata Arifin Sihombing, yang juga menjabat Wakil Ketua DPD KNPI Simalungun bidang pertanian. Arifin menjelaskan, anak yang disunat ratarata berumur 10-13 tahun. Setiap anak yang dikhitan, sebelumnya mendapat pemeriksaan kesehatan oleh mantri berpengalaman, apakah layak atau tidak. Program ini akan menjadi program rutin di MDA Al-Huda dan telah mendapat dukungan moril dan materi dari Ketua KNPI Simalungun, Elkananda Shah. Usai menjalani proses khitanan, anakanak menerima sarung dan kopiah sumbangan Hj Harfiah Tarigan, istri Camat Panei Bakhtiar Sinaga. “Ini akan menjadi program rutin setiap tahun. Selain sarung dan kopiah, Maulana (10) anak yatim piatu yang dikhitan diberikan sumbangan 1 zak beras dan tali asih dalam bentuk uang. Kita berharap semua anak semakin sehat dan rajin shalat dan belajar, setelah dihitan,” kata Arifin. Dia menjelaskan, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan harus ditingkatkan. Masih banyak keluarga kurang mampu di Simalungun, yang harusnya mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, kalangan dunia usaha dan kalangan masyarakat yang telah mampu untuk berbagi. “Walau sedikit, tetapi bagi saudara kita yang kurang mampu, ini sudah sangat menolong,” katanya. Sementara mantri Wagiman menjelaskan, setelah operasi khitanan, anak-anak akan mendapat perawatan selama seminggu. “Setelah seminggu, bekas operasi akan kembali normal. Kita harapkan anak-anak sabar,” katanya. (esa)

Sambungan Halaman Satu

Karyawan Hotel Simalungun City

TERKAPAR DIMASSAKAN Sambungan Halaman 1 saat itu korban yang terahir diketahui warga Kampung Jawa, Kecamatan Raya tengah sibuk dengan perkerjaannya. Salah seorang tersangka bernama Acen Saragih (21), datang memanggil korban. Dengan alasan mau menanyakan soal masalahnya, korban mau diajak Acen untuk menceritakan masalahnya ke luar dari Hotel Simalungun City. Padahal saat itu, tiga orang tersangka sudah siap-siap di luar menunggu korban. Ketika korban berhasil dibawa keluar dari hotel, korban langsung diberikan pukulan oleh para tersangka. Korban pertama kali dipukul di bagian wajah. Para tersangka pun secara membabi-buta menghajar korban sampai terkapar. Badan korban dipukul berkali-kali dan rusuk korban

ditunjang. Diduga korban terkapar setelah rusuknya ditendang para tersangka. Ironisnya, setelah korban terkapar, para pelaku kabur meninggalkan korban. Untung ada teman korban yang menyelamatkan korban dan membawanya berobat. ”Mereka berpura-pura menanyakan masalah saya. Akan tetapi, tiba-tiba mereka menganiaya saya, memukul wajah, badan dan menunjang rusuk dan perut saya,” ujar korban saat membuat pengaduan di Mapolres Simalungun. Kapolres Simalungun dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP H Panggabean, membenarkan telah menerima pengaduan korban. “Kalau terbukti, mereka para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama,” katanya. (osi)

Nilai Ruilslag SMA 4 Tahun 2007 Rp34, 95 M ini akanditukardenganbeberapabangunanPT Detis Sari Indah milik Yempo. Ketua Dewan Pendidikan Kota Siantar Nasir Armaya Siregar ditemui di kantornya Senin (2/7) menyebutkan,sesuaiSuratPemberianPersetujuan PermohonanTukarMenukarBarangMilikPemko SiantarNomor425/4255/DPRD/IV/07tertangga17 April2007,nilairuislagSMAN4danSDN122350yang berdiri diatas lahan seluas 24, 621 meter persegi sebanyak Rp34.956.967.000. “Tidak lama kemudian setelah surat itu mereka keluarkan, dua pimpinan DPRD Sirwan Hazli NasutiondanLinggaNapitupulumenarikkembali tandatangannyadisebabkanadatekanan-tekanan darimasyarakatsaatitu,”jelasnya. Dikatakan, perlawanan dari masyarakat pun terus bermunculan terkait rencana ruilslag SMAN 4 ini, mulai aktivis LSM hingga pemerhati pendidikan, termasuk Dewan Pendidikan Kota Siantar. Hampir setiap hari Kota Siantar selalu dibanjiri aksi demonstrasi sejak tahun 2007 hingga 2010.

“Mulaipejabatpropinsihinggapejabatpusatmemberikan tanggapan, gubernur hingga menteri. Gubernur Samsul Arifin juga sudah mengeluarkan suratagarhalinidikajiulangkembali.Pokoknyasemua elemenmasyarakatsudahmemberikanpenolakan saatitu,”jelasnyalagi. Disebutkan, sejak awal hingga sekarang mereka tidak setuju SMAN 4 Kota Siantar dan SDN 122350 diruislag.StatusgedungSMAN4sendirimerupakan cagar budaya dan sudah berusia sekitar 100 tahun. Jauh hari sebelum sekolah ini menjadi SMAN 4, gedung sekolah ini telah dipergunakan sebagai gedungSGAatausekolahguruataspadamasaawal kemerdekaan dulu. Ketua Umum Komite Nasional Pemuda SimalungunIndonesia(KNPSI)JanWiserdoSaragih Minggu, 3 Agustus 2009 lalu menyebutkan, seharusnyaPemkoSiantarmengumumkansecara terbukajikainginme-ruilslagasetpemkoini Faktanya, katanya, pemko tak melakukan penawaran terbuka. Tiba-tiba PT Detis Sari Indah masukmenjadiinvestor.“Patutdidugakuatterjadi kolusi antara pemko dan PT Detis Sari Indah,” katanya.

Jan Wiserdo menambahkan karena tak diumumkan secara terbuka, muncul beberapa kejanggalan yang diduga bagian dari persekongkolan antara Pemko Siantar dengan PT Detis Sari Indah. Dia memberikan beberapa bukti, antara lain PT Detis Sari Indah terlebih dahulu membangun tiga bangunan pengganti sebelum melakukan persetujuan dengan pemko. Kejanggalan lain, 14 Desember 2006, Walikota Pematangsiantar mengajukan permohonan persetujuan kepada DPRD untuk melakukan ruislag SMA Negeri 4 dan SD Negeri 122350. Hal ini membuktikan terlebih dahulu ada kesepakatan Pemko dengan PT Detis Sari Indah barulah walikota mengajukan persetujuan kepada DPRD. Lebihlanjutdiamengatakan,kejanggalanlainnya padaluastanahdanbangunanyangakandiruislag. Sebelumnya,berdasarkansuratwalikotaluasyang akan di-ruilslag 24.621 meter persegi. Namun oleh TimTukarMenukarBarangyangdibentukwalikota, luas SMA 4 dan SD Negeri 122350 hanya 20.016 meterpersegiatauterdapatselisihluassebesar4605 meter persegi.(ral/int)

pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (4/7) pagi. (Banjir sungai Bah Bolon memang menjadi topik utama perbincangan di setiap warung di Kota Siantar, tidak terkecuali di warung yang dikelilingi pepohonan itu). Menurut pria yang sehari-hari bekerja membabat pagar dan rumput ini, saat banjir 71 terjadi, dia dan teman-temannya sedang bermain kartu. Ketika lagi asyik atur strategi kartu mana yang akan dijatuhkan, tiba-tiba terdengar teriakan; banjir….. banjir…..banjir… Rumah dekat sungai sudah berhanyutan. Mendengar teriakan itu, Sarkiman yang masih lajang dan teman-temannya langsung bergegas ke lokasi banjir. "Ngeri-lah waktu itu, ada mayat perempuan nyangkut di ujung pohon bambu di Jalan Enggang. Babi, ayam, tong, ember, dan ntah apa aja pun itu lagi berhanyutan," aku pria yang rambutnya telah

memutih ini. Sebelum banjir menerjang, sambung pria ini, Siantar hanya disiram gerimis beberapa menit. Anehnya, begitu gerimis berhenti, air pun surut. Dan meski sebentar, banjir telah meluluhlantahkan rumah-rumah di tepian Bah Bolon. "Kata orang-orang air itu dari gunung. Tapi gunung yang mana? Gak tau.Yang jelas, usai banjir orang Perdagangan panen. Mereka menemukan banyak barang-barang berharga atau ada juga yang sekedar tong," tambah pria asal Perdagangan ini. Hal senada juga disampaikan Syalimah(58). "Seingat saya kejadiannya juga malam seperti (banjir) yang kemarin. Lupa tanggal dan bulan berapa tepatnya, sudah 40 tahun lebih berlalu," sebut ibu rumah tangga ini. Masih menurut perempuan berambut panja-

ng ini, ketika banjir terjadi ia sedang mengandung anak pertama di usia 17 tahun. "Waktu itu belum ada televisi. Jadi, untuk menghabiskan malam, biasanya dilakukan dengan duduk dan bercerita dengan keluarga atau bermain kartu," ujarnya mengingat. Nah, ketika sedang menikmati waktu rehat, sambung ibu sepuluh anak ini, datang seorang perempuan bernama Karni mengabarkan banjir tersebut. "Selain kabar Nenek yang meminta minum tapi tidak diberi, sehingga membuatnya (Nenek) marah, ada juga yang bilang kalau naga sedang ngamuk. Dia (naga) sudah gak betah di sungai. Jadi, mau pindah ke laut. Air itu bergerak hebat dan menghantam rumah warga karena hentakan ekor naga yang berjalan menuju laut. Tapi, itu katanya. Boleh percaya, boleh tidak," pungkasnya.

Sambungan Halaman 1

Banjir Terjadi karena Nenek Pengemis Marah dan Naga Melintas

Sambungan Halaman 1 Alkisah, ada seorang Nenek pengemis tersesat di Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, atau tak jauh dari jembatan merah yang membela aliran sungai Bah Bolon. Nenek itu mendatangi rumah papan berendeng tiga dan meminta minum. Pertama, si Nenek meminta segelas air di rumah yang sebelah kanan, yang empunya rumah menolak. Selanjutnya, Nenek melewati rumah di tengah, dan menuju rumah papan di sebelah kiri. Di rumah itu, permintaan Nenek juga ditolak. Bukan hanya menolak permintaan, pemilik kedua rumah itu malah mengusir sang Nenek. Mendapat perlakuan seperti itu, si Nenek berkata; aku hanya meminta air, mengapa tak kalian berikan. Tunggulah sebentar lagi kalian akan

dapat banyak air yang turun dari langit. Selanjutnya Nenek tadi pergi ke rumah yang berada di tengah. Di sana Nenek mendapat perlakuan berbeda. Nenek dipersilahkan masuk dan diberi segelas air. Usai meneguk air, dan mengucapkan terima kasih, Nenek itu pamit. Tidak berselang lama, gerimis turun. Tiba-tiba air bah menerjang pemukiman warga di sekitar Bah Bolon, tidak terkecuali rumah papan berendeng yang disinggahi nenek tadi. Namun anehnya, dari tiga rumah papan berendeng tadi, rumah yang di tengah tetap berdiri kokoh, sedangkan rumah di sebelah kanan dan kiri hanyut karena terjangan air. "Ceritanya gitu, tapi terserah mau percaya atau nggak. Tapi yang namanya berbuat kebaikan harusnya memang dilakukan tanpa melihat status," kata salah seorang saksi banjir tahun 71, Sarkiman (61), di salahsatu warung di Jalan Merak, Kelurahan Sipinggol-


HALAMAN

11

KAMIS

5 Juli 2012

„ Bupati Simalungun JR Saragih dan Ketua Badan Pengelola SMA Plus PMS Johalim Purba mamboras tengeri Peserta Bintalfisdis, Rabu (4/7).

„ Disaksikan Bupati JR Saragih, Ketua Badan Pengelola Johalim Purba menandatangani berita acara penyerahan siswa baru SMA Plus.

SMK Swasta Teladan DIKLAT MENTAL, FISIK DAN DISIPLIN SMA PLUS PMS PAMATANG RAYA DIKLAT MENTAL, FISIK DAN DISIPLIN SMA PLUS PMS PAMATANG RAYA

Pacu Semangat Belajar Gapai Cita-cita

„ Bupati Simalungun JR Saragih

„ Ketua Komisi IV DPRD Simalungun H Sulaiman Sinaga

„ Penanggalan tanda siswa dan penyerahan Sertifikat Bintalfisdis bertempat di Aula Rindam I Bukit Barisan.

„ Ketua Badan Pengelola Johalim Purba

„ Angkatan ke-II SMA Plus Meli Saragih

„ Kepala SMA Plus PMS Harmedin Saragih „ Ketua Badan Pengelola SMA Plus PMS Pamatang Raya Drs Johalim Purba berjabat tangan dengan Wadan Rindam I/BB Letkol Inf Asrul Tandjung.

„ Wadan Rindam I/BB Letkol Inf Asrul Tandjung selaku Irup menyampaikan amanat.

„ Peserta Diklat Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) SMA Plus PMS Pamatang Raya tampak serius mendengarkan amanat Irup.

„ Ketua Badan Pengelola Johalim Purba (2 dari kanan), Sekretaris Jan Wanner Saragih dan Kadisdik Resman Saragih melakukan penghormatan.

„ Seluruh peserta Diklat Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) SMA Plus PMS Pamatang Raya memalingkan pandangan pada Irup.

„ Peserta Diklat Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) SMA Plus PMS Pamatang Raya mengambil sikap sempurna.

„ Ketua Badan Pengelola SMA Plus PMS Johalim Purba menyampaikan selamat kepada peserta Bintalfisdis SMA Plus PMS.

„ Peserta Bintalfisdis SMA Plus PMS memasuki komplek SMA Plus PMS Pamatang Raya di Raya.

„ Peserta Bintalfisdis jalan jongkok sambil bernyanyi memasuki Aula SMA Plus PMS Pamatang Raya di Raya.

„ Orangtua mengikuti acara penyerahan siswa baru kelas X Angkatan XVIII SMA Plus PMS dari PMS kepada Badan Pengelola SMA Plus PMS.

„ Ketua Badan Pengelola Johalim Purba menerima berkas berita acara penyerahan siswa baru SMA Plus.

„ Guru Raya Joman Dasuha menyerahkan bantuan laptop kepada Guru SMA Plus PMS Pamatangraya.

„ Johalim Purba, Ketua Badan Pengelola turut menyerahkan bantuan laptop kepada Guru SMA Plus PMS Pamatangraya.

„ Bupati JR Saragih dan Ketua Badan Pengelola Johalim Purba bersama guru dan siswa baru kelas X Angkatan XVIII SMA Plus PMS.

Teks dan Foto: CHANDRO PURBA

Hari/tanggal: Rabu 4 Juli 2012

Lokasi: Rindam I Bukit Barisan Kota Pematangsiantar dan Aula SMA Plus PMS Pamatang Raya


Edisi 329 „ Tahun VIII

KAMIS, 5 JULI 2012

CEWEK MANIS DIPAKSA JADI PELAYAN KAFE

PERNAH MELAHIRKAN, KINI SEDANG HAMIL TAPTENG-Pengakuan Siska (nama samaran), gadis belia berparas manis asal Kota Belawan yang mengatakan dirinya telah dilarikan dan dijual temannya ke kafe di Tapteng dibantah keras Baca oleh pemilik kafe, M dan oleh Hal...2 teman Siska sendiri, K. Keduanya menyatakan cerita dan pengakuan Siska bohong belaka.

SISKA

K, teman Siska yang membawanya dari Belawan ke Tapteng. K mengaku mengenal Siska sejak setahun lalu. Mereka berkenalan sebagai teman sebaya. Meski tidak bertetangga, tapi keduanya sama-sama tinggal di Belawan. “Wah, dia itu (Siska) memang cewek “begituan”. Dia sudah biasa bergaul sama lakilaki. Bahkan aku pun sempat mengageni dia. Kami mainnya sama tamu-tamu hotel di Medan. Jadi jangan dia sok suci. Maaf kata yang Bang, dia itu menafkahi keluarganya dari kerja begituan,”

Pengedar Sabu Dibekuk Sebulan ‘Gaji’ Rp15 Juta SIBOLGA- Setelah diburon selama 15 hari, Laluriat alias Lobu (37), pengedar sabu yang beroperasi di Sibolga-Tapteng dan meraup keuntungan Rp15 juta setiap bulan, akhirnya dibekuk personel Satnarkoba Polres Sibolga Kota. Warga Jalan Dongol

(FOTO:RIDWAN)

„ Pelaksana Kepala BPS Kota Sibolga H Sukardi Sumidi saat memberi penjelasan kepada ibu-ibu terkait pendistribusian raskin di Kota Sibolga, Rabu (4/7).

Lumbantobing, Perumahan Roy, Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan Tapteng ini, dibekuk di dalam warung internet (warnet) miliknya yang terletak di Jalan SibolgaPadangsidimpuan, Selasa (3/7). ‹ ‹ Baca

Pengedar...Hal 2

Ibu-ibu ‘Serbu’ Kantor BPS Kami Layak Dapat Raskin SIBOLGA-Puluhan ibu-ibu yang berasal dari Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Rabu (4/7) berbondongbondong mendatangi Kantor Badan

Pusat Statistik (BPS) Kota Sibolga. Kedatangan mereka untuk menyampaikan protes karena tak mendapat jatah raskin (beras miskin). “Kami warga miskin, layak ‹ ‹ Baca

Ibu-ibu...Hal 2

Bakar Ikan Sepanjang 9 Km Pecahkan Rekor MURI (FOTO:ARIS)

„ Tersangka Laluriat alias lobu saat digiring ke sel Mapolres Sibolga Rabu (4/7).

„ Bonaran Situmeang

TAPTENG- Perayaan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bakal semarak dan seru. Panitia telah merencanakan kegiatan bakar ikan sepanjang 9 km dengan menghabiskan sekitar 17 ton ikan berbagai jenis yang bakal memecahkan rekor MURI, pada 23

Agustus mendatang. “Bakar ikan menyemarakkan Hari Jadi Tapteng ini akan memecahkan rekor MURI yang kini dipegang oleh Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan ‹ ‹ Baca

Bakar...Hal 2

Kisah Eva Kusuma Sundari yang Bersuami Diplomat Timor Leste

Sempat Pisah Karena Pilihan Nasionalisme, Rujuk Kembali Demi Anak Korupsi Minyak Goreng, Mantan Kadis Perindag Humbahas Ditahan MEDAN- Ir Lasman Simamora, mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Humbang Hasundutan, resmi ditahan penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poldasu. Informasi yang dihimpun, Lasman ditahan sejak Selasa (3/ 7) lalu, setelah diperiksa penyidik selama enam jam lebih.

Lasmas terseret dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Minyak Goreng (Migor) Subsidi Tahun Anggaran 2008. Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, membenarkan hal itu. “Setelah diperiksa selam enam jam, tersangka Ir Lasman Simamora, ‹ ‹ Baca

Korupsi...Hal 7

Beberapa hari lalu, Eva diadukan sejumlah orang ke Badan Kehormatan. Berstatus sebagai istri Jose yang juga menjabat Duta Besar Republik Demokratik Timor Leste, para pelapor khawatir Eva terjebak pada diplomasi perkawinan. PRIYO HANDOKO, Jakarta

EVA hanya bisa geleng–geleng kepala. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pernikahannya dengan Jose Antonio Amorim Dias mendadak dipermasalahkan. Bahkan, sampai dilaporkan ke

„ Eva Kusuma Sundari dan suaminya, Jose Antonio Amorim Dias.

Badan Kehormatan (BK) yang mengurusi penegakan etika para anggota dewan. “Ini kan wilayah privat, terserah masing-masing individu. Wong nggak merugikan rakyat kok dipersoalkan,” kata politisi PDIP itu, kepada Jawa Pos (grup METRO), Kamis (28/6) pekan lalu. Menurut para pelapor yang mengatasnamakan Lembaga Kajian Hukum dan Politik Indonesia Cerah Abadi itu, diplomasi matrilineal atau diplomasi perkawinan merupakan praktek diplomasi kuno (ancient diplomacy). Pernah dijalankan Nabi Sulaiman yang menikahi Ratu Balqis. Begitu juga Cleopatra dari Mesir dengan menikahi Jenderal Anthony ‹ ‹ Baca

Sempat ...Hal 7

Pria Bercelana Ponggol jadi Tengkorak BATUBARA-Sosok mayat pria tanpa identitas, ditemukan di areal perkebunan sawit warga di Kampung Pulo Pule Desa Perkebunan Simpang Gambus, Kecamatan Limapuluh Batubara, Rabu (4/7). Saat ditemukan,kondisi jenazah, sebagian besar tinggal tengkorak. Diduga, korban meninggal sebulan sebelum ditemukan. Penemuan mayat itu, kali pertama oleh Ribut (60), warga Dusun X Desa Perkebunan Simpang Gambus. Ceritanya, sekitar pukul 09.00 WIB, Ribut yang bekerja sebagai karyawan salah satu perkebunan milik warga di daerah itu hendak memulai aktivitas dan melintas dari lokasi penemuan mayat. “Pas ‹ ‹ Baca

Pria...Hal 7


KAMIS

5 Juli 2012

CEK IN DUA HARI DI HOTEL

Pria Paruh Baya Tewas Tergantung

MEDAN- Sesosok mayat laki-laki ditemukan tewas tergantung di kamar Hotel Kesawan, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Rabu (4/7) sekira pukul 13.30 WIB. Mayat itu pertama kali ditemukan Room Boy hotel berada di kamar 201 lantai II. Kala itu posisi leher korban sudah tergantung. Terakhir pria itu diketahui sebagai Wilie Wirya Bakti (45) warga Jalan HR Hakim Gang Tanjung Kelurahan Tegal Sari I, Medan Area. Informasi dihimpun, sebelum ditemukan tewas Wilie cek in di Hotel Kesawan, Senin (2/7). Seharusnya Wilie akan cek out pada Rabu (4/7) sekira pukul 12.00 WIB. Namun hingga pukul 14.00 WIB, petugas kotel bingung melihat Wilie tak kunjung keluar kamar. Untuk memastikan keberadaannya, petugas Room Boy bernama Riki kurniawan, mencoba mengetuk pintu kamar tempat Wilie menginap. Namun tidak ada sahutan dari dalam. Karena penazaran, akhirnya Riki mengintip lewat sela-sela pintu. Begitu melihat kea rah dalam, Rikie dikejutkan dengan sosok Wilie sudah tewas tergantung menggunakan tali nilon yang diikatkan di besi meja penyanggah TV. Atas penemuan itu, ia langsung melaporkannya ke manejer dan diteruskan ke Polsek

Medan Barat. Mendapat laporan, polisi datang ke lokasi guna olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selanjutnya mayat korban dievakuasi ke Instalasi Jenazah RS dr Pirngadi Medan guna pemeriksaan lebih lanjut. Pantauan wartawan di instalasi jenazah, pada leher korban tampak bekas jeratan di atas jakun. Saat kejadian, korban mengenakan baju kaos putih merk Guess, celana pendek krem merk Burberri, dan memakai cincin putih di jari manis kiri. Di jadi tangan kanannya juga terdapat cincin yang diduga terbuat dari emas putih, bertuliskan huruf Cina. Selain itu ciri-ciri korban berambut pendek sedikit beruban. Untuk pemeriksaan sementara, seorang petugas instalasi forensik Dr Nasib mengatakan, korban diduga tewas karena gantung diri dan sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Korban tewas karena ditemukan tanda Asfiksia ( kekurangan oksigen). Untuk sementara, korban diduga tewas karena gantung diri,” ujarnya. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Barat AKP Antoni Simamora saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Kita belum bisa pastikan apa motif tewasnya korban. Untuk itu kita telah memeriksa dua saksi untuk pastikan kejadian yang sebenarnya,” kata Antoni. (uma/smg)

TUNGKU JAGUNG DISIRAM MINAH

Bocah 5 Tahun Disambar Api

SIANTAR- Keceriaan Gonggom Galingging bersama sang kakak berubah menjadi bencana. Bocah lima tahun warga Jalan Sumber Jaya I Kelurahan Sumber Jaya, Siantar Martoba ini mengalami luka bakar serius di wajah, paha dan badannya. Itu setelah korban terkena sambaran api dari bakaran jagung, sepekan lalu. Menurut sepupu korban Desi Pasaribu (20) di ruang instalasi gawat darurat RSUD dr Pirngadi Medan, kejadian berawal saat korban dan kedua kakaknya Mei (7) dan Evi (6) tengah membakar jagung di samping rumah. Kala itu Evi yang melihat bara api mengecil, menyiramkan minyak tanah ke pembakaran jagung. Naas, siraman minyak itu akhirnya memicu api besar dan me-

nyambar mancis yang tak jauh dari korban. Terang saja mancis meledak dan api yang sudah besar akhirnya menyambar tubuh serta wajah korban. “Melihat adiknya terbakar (gonggom), Evi menjerit meminta tolong. Ibu mereka yang mendengar jeritan langsung keluar menolong dengan menyiramkan air,” ujar Desi. Tak lama, api berhasil dipadamkan. Korban pun dilarikan ke Puskesmas yang tak jauh dari kediaman mereka. Namun karena kondisi luka bakar yang dialami korban sangat parah, Gonggom dirujuk ke RSU dr Djasamen Saragih. Setelah dirawat selama seminggu, ia ditujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan. Itu karena luka bakar yang dialaminya cukup parah. (uma/smg)

NIAT MENCARI KERJA, DIJUAL KE MALAYSIA

CEWEK DIPAKSA LAYANI 7 TAMU BINJAI- Sebut saja namannya Yanti (14). Niatnya yang mulia untuk membantu ekonomi keluarga pasca putus sekolah, berbuah petaka. Warga Desa Cinta Dapat, Kecamatan Selesai, Langkat ini malah dijadikan budak seks di negeri jiran Malaysia. Parahnya, dalam semalam ia harus melayani tujuh pria hidung belang.

„ Yanti (menutup wajah) sebelum membuat laporan pengaduan di Polres Binjai, Rabu (4/7).

CURI TIGA EKOR BEBEK

KRETA DIBAKAR, MALING NYARIS TEWAS MEDAN- Dua maling bebek, masing-masing M Yusuf Nasution alias Serli (48) dan M Syahrial (15), nyaris tewas diamuk massa di Desa Telaga VII Dusun I, Medan Labuhan, Rabu (4/7) sekira pukul 04.00 WIB. Warga yang kesal melihat perbuatan pelaku kemudian membakar sepedamotor Yamaha Vixion yang ditumpangi keduanya. Aksi massa itu terjadi setelah kedua pelaku tepergok mencuri tiga ekor bebek milik Jabri (51) warga setempat. Pagi itu, tanpa sengaja korban menangkap basah keduanya saat akan membawa hewan curiannya yang dimasukkan ke goni. Melihat kejadian, spontan korban berteriak maling. Warga se-

tempat yang mendengar teriakan, langsung berdatangan dan mengepung keduanya. Terakhir Serli diketahui berdomisili di Desa Telaga VII Kecamatan Labuhan Deli, sedangkan Syahrial adalah warga Pajak Arak, Medan Labuhan. Keduanya lantas ditarik dari atas sepedamotor yang mereka tumpangi. Tanpa dikomandoi, massa menghajar pelaku hingga babak belur dan nyaris tewas. Tak hanya itu, sepedamotor mereka ikut dibakar hingga gosong. Setelah puas menghajar keduanya, warga menghubungi polisi. Serli yang kondisinya terlihat sangat parah, langsung dilarikan ke RSU Wulan Windi di Jalan Marelan Raya Kelurahan Rengas

Pulau. Sementara Syahrial yang masih remaja ini diboyong ke Mapolsekta Medan Labuhan bersama barang bukti tiga ekor bebek curian dan sepedamotor yang sudah hangus. Kapolsekta Medan Labuhan Kompol Sugeng Riyadi ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim AKP Oktavianus membenarkan kejadian. Dikatakannya, seorang dari kedua pelaku sempat dirawat di RSU Wulan Windi karena mengalami luka serius di kepala, tangan, kaki dan wajah. Namun karena kondisinya kian memprihatinkan, iapun dirujuk ke RS Bhayangkara Medan. “Saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan,” imbuhnya. (mag-17/smg)

Hakim Mencak-mencak Jaksa Tunjukkan BB Lewat Hp ALASAN PETUGAS LEPAS PIKET SIMALUNGUNHakim Pengadilan Negeri Simalungun Monalisa Siagian, didampingi Siti Hajar dan Silvia Ningsih sempat berang dan mencakmencak karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sanggam Siagian tidak membawa barang bukti (BB) gitar saat sidang penganiayaan berlangsung. Justru BB itu ditunjukkan lewat handphone. Itu terjadi saat sidang kasus pemukulan yang dilakukan terdakwa Susanto alias Panjul (22) warga Huta III Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela. Setelah sidang dibuka, jaksa menghadirkan saksi korban Sumito dan saksi yang melihat kejadian Norman Sinaga serta Surianto. Menurut saksi korban, saat itu dia datang ke warung Bu Ningsih di Dusun III Nagori Lingga. Setibanya di lokasi, ia melihat terdakwa duduk dalam warung. “Terdakwa duduk dalam warung dan memesan tuak sambil bermain gitar. Sementara saya memilih duduk di luar,” jelasnya. Dia menerangkan, tak lama kemudian Norman Sinaga bersama Surianto datang dan duduk di samping terdakwa. Tanpa basa-basi, terdakwa langsung memukul saksi korban menggunakan gitar yang ia pegang. Akibatnya ia mengalami

luka robek dan mencapat delapan jahitan di kepala. Usai mendengarkan keterangan saksi korban, hakim meminta jaksa menunjukkan BB gitar yang sudah rusak itu. Tetapi JPU justru menunjukkan foto gitar melalui handphone-nya. “BB-nya sudah saya foto, jadi ditunjukkan lewat Hp saja majelis. Sebab petugas barang bukti sedang lepas piket,” kata Jaksa Sanggam Siagian. Mendengar itu, hakim berang dan mengatakan bahwa Sanggam Siagian sudah keenakan dan sering tidak membawa BB. “Tidak bisa lewat handphone! Siapa yang tahu jika itu gitar barang bukti atau bukan. Intinya BB itu harus dihadirkan, jika tidak BB, tidak akan ada dipertimbangkan pada putusan nanti,” tegas hakim. Selanjutnya hakim bertanya kepada saksi korban apakah sudah ada perdamaian dan mau jika terdakwa meminta maaf kepadanya. Lalu saksi korban menyebutkan, sebenarnya ia tidak mempunyai dendam dengan terdakwa. Setelah itu, hakim menyuruh terdakwa meminta maaf. Mendapat perintah, terdakwa langsung mendekati korban dan berlutut sambil memegang tangannya. Ucapan maaf pun terucap. (mua/hez)

(foto sumut pos/fachrul rozi)

KRITIS- M Yusuf Nasution alias Serli, dijaga anaknya di RSU Wulan Windi Marelan, Rabu (4/ 7). Serli babak belur dan kritis setelah diamuk massa pasca mencuri tiga ekor bebek.

Kisah pahit itu dibeberkannya saat membuat pengaduan ke Mapolres Binjai, Rabu (4/7) sekira pukul 08.00 WIB. Ditemani ayahnya Nelson Sembiring (37), gadis manis berkulit putih dan rambut sebahu ini menceritakan perjalanan pahit yang dialaminya di negeri tetangga itu. Dengan wajah pucat dan tertunduk malu, anak sulung pasangan Nelson Sembiring dan Istina br Ginting ini bercerita, awalnya ia ingin mencari pekerjaan untuk membantu orangtuanya yang bekerja sebagai pedagang es krim. “Aku harus memutuskan sekolah di tengah jalan dan hanya sampai kelas 2 SMP saja. Itu karena aku kasihan melihat bapak,” kata Yanti. Selanjutnya ia bertanya-tanya ke semua orang yang dikenalnya guna mencari kerja. Hingga akhirnya ia bertemu dengan HH, warga Jalan Hoki Binjai Timur. Pertemuannya dengan HH langsung ke pokok persoalan, yaitu pekerjaan. Kala itu HH menawarinya bekerja di Malaysia sebagai pegawai di sebuah restaurant dengan iming-iming gaji sebesar 1000 ringgit (sekira Rp3 juta). Mendengar kabar itu, ia senang bukan kepalang. Yanti merasa sudah mendapat titik terang untuk membantu orangtuanya, langsung menerima tawaran kerja itu tanpa sepengetahuan orangtuannya. Setelah menyetujui penawaran, Yanti dibawa menemui seorang agen bernama Ina, warga Perumahan Johor 2. Mereka bertemu di sebuah restaurant mewah di Kota Medan. “Karena tawaran itu cukup menggiurkan, aku mengiyakannya. Aku langsung ditemukan dengan ibu Ina di restauran mewah di Medan,” kata gadis manis ini. Pada pertemuan itu, Yanti disodori berbagai iming-iming agar tergiur menjadi TKW di Malaysia. Untuk memudahkan keberangkatan ke negeri jiran, semua persyaratan diuruskan oleh Ina selaku penyalur. “Semua syarat yang diajukan, dipalsukan oleh Bu Ina. Mulai dari KTP, KK, dan dokumen lainnya. Semuanya itu diurus di Aceh,” beber Yanti. Bangga bukan main, karena ingin memberikan surpraise (kejutan, red) kepada orangtuannya, Yanti merahasiakan setiap keberangkatan yang dilaluinya mulai dari naik kapal Fery via Tanjungbalai sampai ke Malaysia. “Memang setiap aku pergi ke Malaysia, tidak pernah kuberi tahu bapak dan ibu. Rencananya aku ingin memberitahu mereka jika sudah sukses kelak,” terangnnya. Setelah semua berkas selesai, Yanti diinapkan di rumah Ina selama tiga hari sebelum diberangkatkan. “Aku lupa hari apa pergi dari sini, sebelumnnya aku menginap di rumah buk Ina selama tiga hari. Yang pasti, sudah tiga bulan lalu aku pergi menumpang kapal Fery dari Tanjungbalai. Aku pergi ber-

sama 12 orang lainnya,” tegasnya. Sampai di Malaysia, mereka ditempatkan di Hotel Gold Cord. Ternyata. Di hotel itu mereka bukan dipekerjakan sebagai pegawai, melainkan sebagai wanita pekerja seks bagi setiap tamu yang menginap. “Jika kami tidak mau melayani tamu yang datang memboking, mereka (pemilik restaurant, red) langsung marah dan menghajar kami. Mulai dari memukuli hingga tidak diperbolehkan ke luar hotel,” urainya. Dengan adanya penyiksaan itu, Yanti dan rekan-rekannya terpaksa harus melayani setiap tamu di hotel tersebut. “Di hotel itu kami tidak bisa sembarangan keluar. Kami harus minta izin dulu, bahkan kamar dijaga oleh bodyguard,” kenangnya sembari menunjukkan bekas luka yang dialaminnya akibat penganiayaan yang ia alami. Celakanya, lanjut Yanti, perlakuan majikan di negeri jiran itu mengharuskan mereka melayani tamu sebanyak 7 kali setiap malam. Tak tahan dengan kondisi itu, ia mencoba melarikan diri dan mengabarkan kepada orangtuanya yang berada di Indonesia. “Sebelumnya kami semua disuntik obat. Aku sendiri tidak tahu obat apa yang disuntikkan. Setiap malamnnya, kami diharuskan melayani 7 tamu,” ungkapnya. Setelahmenghubungiorangtuanya di Tanah Air, pertolongan pun datang. Seorang tamu yang memintanya untuk dilayani membantunnya keluar dari tempat maksiat itu. Hingga akhirnya, dia sampai ke Medan dengan menumpang Fery dari Dumai, Riau. “Beruntung sekali aku bisa kabur dari lokalisasi. Semua berkat bantuan tamu yang minta dilayani. Kebetulan dia juga orang Indonesia. Dia yang menolongku dan memberiku ongkos untuk naik kapal dan bus hingga akhirnya aku sampai ke stasiun Pinang Baris, Medan. “Sesampainya di Stasiun Pinang Baris, Yanti langsung menelepon bapaknya untuk dijemput. Tak menunggu lama, Nelson Sembiring langsung menjemput putrinya dan menyambangi Polres Binjai untuk membuat pengaduan. Kasat Reskrim AKP Aris Fianto ketika dihubungi, membenarkan laporan itu. Saat ini, pihaknya masih menyelidiki pelaku trafficking tersebut. Meski Yanti sudah terbebas dari tempat maksiat di Negeri Jiran Malaysia, namun dia tak bisa melupakan teman-temannya yang masih berada di sana. “Mereka itu kebanyakan warga Stabat, Tanjung Pura dan Brandan. Entah bagaimana nasib mereka saat ini. Saya kasihan melihat teman-teman di sana,” ucapnya berlinang air mata. Menurut Yanti, saat ini temantemannya sangat butuh pertolongan. Sebab selama di sana, teman-teman Yanti kerap berkeluh kesah ingin kembali ke tanah air. (ndi/smg)

sampai pada puncaknya. Soalnya, begitu selesai ribut, Marwati ambil tas lalu pamitan untuk pergi selamanya. Handak mencoba mencegah, tapi sang istri lebih cepat meninggalkan rumah. Sejak ditinggal pergi istri, Handak menjadi limbung. Dia seperti kehilangan pegangan, di samping tak ada lagi yang dipegang-pegang. Soal masak dan mencuci pakaian, masih bisa

didelegasikan pada anak-anak. Tapi dalam hal “ponakan” untuk penak-penakan, ini yang repot. Untuk menghibur diri dari rasa sepi, Handak menyibukkan diri dalam kegiatan tani, pekerjaan sampingan selama ini. Tapi kerinduan akan istri tak juga sirna. Nah, saat nenaburkan racun hama tanaman, mendadak terlintas dibenaknya, ingin bunuh diri saja dengan racun itu. Apa lagi setan selalu membujuk agar segera melakukannya. “Racun yang satu ini rasa strawberi lho Bleh” ujar setan membujuk. Dan memang itulah yang terjadi. Handak menenggak sebagian racun itu sampai kemudian terkapar dengan mulut berbusa. Warga yang mengetahui segera melarikannya ke RS RSU Ametha Sejahtera, Medan Labuhan. Untung nyawanya masih peret, sehingga Handak tak perlu terlalu cepat bergelar almarhum. Istri kabur, nyaris masuk liang kubur. (pk/int)

HILANG SATU TUMBUH SERIBU HUH, cemen amat! Hanya ditinggal kabur istri setelah cekcok, kok mencoba bunuh diri. Rugi, karena nyawa tak dijual di mini market. Mestinya Handak (52) langsung busungkan dada, lalu berkata: “Ini dadaku, mana dadamu? Bini hilang satu, akan tumbuh seribu.” Begitu, gempor gempor dah! Saat bujangan, banyak lelaki mampu mandiri. Tapi setelah beristri, banyak pula lelaki yang sangat bergantung pada istrinya. Istri tak sekedar melayani makan dan urusan ranjang, tapi yang sepele-sepele juga dibebankan pada bini. Misalnya, pakai sepatu saat mau ngantor, harus dipasangkan oleh istri. Begitu juga pasang dasi. Suami cap apa ini? Dia mau kawin dengan wanita tercinta, atau dengan pembantu, sih? Agaknya Handak juga termasuk lelaki bertipe demikian. Bila Pak Harto dulu hanya ABRI yang dijadikan dwifungsi, kini Handak menjadikan istri tak sekedar dwi fungsi tapi

juga multi fungsi. Ya istri, ya pembantu rumahtangga. Pokoknya, istri bukan sekedar “disosor”, tapi juga harus menjadi stabilator dan dinamisator keluarga. Padahal, sebagai kepala keluarga dia tak bisa bersikap secara konsekuen. Misalkan segala kebutuhan istri selalu dicukupi baik materil maupun onderdil, seorang istri rasanya takkan mengeluh dijadikan “pembantu” di rumah sendiri. Lha Handak ini apa? Pasukan materil selalu minus, tapi pasokan “onderdil” selalu surplus. Kalau surplusnya beras, bisa jadi swasembada pangan. Kalau surplus urusan ranjang, apa yang bisa dinikmati bini? Ini yang terjadi dalam keluarga warga Kebun Bunder Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan (Sumut). Bekerja di perusahaan swasta yang kecil, ekonomi Handak dan keluarga memang selalu pas-pasan. Ny Marwati (46) selaku istri sudah mengajukan penambahan anggaran

belanja berulangkali, tapi selalu “dibintangi” oleh Handak. Soalnya memang tak ada yang buat nambahi. Ya gara-gara ini rumahtangga mereka selalu cekcok. Suami menuduh istri boros, tapi istri berkilah, gaji suami memang tak bisa dijereng-jereng lagi, karena bahannya memang segitunya. Tapi pada cekcok yang terjadi beberapa hari lalu, sepertinya sudah


KAMIS

5 JULI 2012

Jamsostek Bidik Nelayan jadi Peserta Sambungan Halaman 8 mereka mengalami kecelakaan saat bekerja, maka keluarganya akan kehilangan pencari nafkah. Selain itu, dengan menjadi peserta jaminan sosial, nelayan berhak mendapat klaim jaminan sosial JKM akibat kecelakaan kerja,” terang Kepala Kantor Cabang Sibolga Mangasi Sormin SH MM, dalam acara Sosialisasi Peran Jamsostek Dalam Perlindungan Terhadap Nelayan yang digelar DPC HNSI dan PT Jamsostek Sibolga di Gedung Nasional Kota Sibolga, Rabu (4/ 7). Meski nelayan termasuk golongan pekerja Luar Hubungan Kerja (LHK), sambung Mangasi, tetapi mereka tetap mendapatkan perlindungan jaminan sosial apabila ada satu lembaga yang dapat mengkoordinasikan iurannya. “Sebab mayoritas nelayan yang berada di wilayah Sibolga-Tapteng hingga kini belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial, khususnya jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM),” tukas Mangasi. Menurut Mangasi, nelayan harus dilindungi. Karena itu pemerintah daerah ataupun instansi terkait seharusnya memprogramkan pembiayaan untuk jaminan nelayan, dan Jamsostek telah program untuk itu. “Sebab pekerjaan nelayan berhadapan dengan kondisi sakit, maka akan sangat membantu mereka jika ada jaminan untuk itu. Di daerah lain di Indonesia, sudah ada pemerintah daerah

yang memberi perhatian terhadap nelayan, dan ini bisa diikuti oleh pemerintah daerah di sini. Sebab kesehatan nelayan, sangat penting guna mendorong produksi perikanan daerah ini tetap tinggi,” tandasnya. Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya upaya para nelayan melalui organisasi masingmasing yang mengikutkan pekerja atau anggotanya dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsotek). “Hal ini untuk memberikan perlindungan jaminan sosial jika pekerja atau nelayan itu mendapat kecelakaan. Beberapa kejadian dan musibah di laut yang dialami nelayan harus menjadi perhatian bersama dan tentunya ini menjadi PR yang harus dilakukan untuk kembali memperhatikan dengan serius persoalan terkait perlindungan terhadap nelayan,” ungkap Marudut. Marudut mengaku, dirinya senang dengan banyaknya nelayan yang mengikuti sosialisasi ini pertanda ada ketertarikan yang tinggi dari nelayan. Sebab jenis pekerjaan mereka memang berisiko tinggi mengalami kecelakaan. “Dengan adanya kesadaran masuk asuransi berarti mereka telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Dengan Asuransi, jika terjadi sesuatu setidaknya ada pihak yang membantu meringankan beban hidupnya,” tandas Marudut. (tob)

Erwin Kades Tapian Nauli I Sambungan Halaman 8 tar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Tapian Nauli I sebanyak 2.245 pemilih. Dibagi menjadi 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS 1 ditempatkan di Labuanangin dengan total pemilih 168 suara. Dari hasil pemungutan suara, untuk padi 101 suara dan untuk nenas 41 suara, sedangkan 26 suara dianggap batal. Sementara di TPS II yang diadakan di Dusun Pargodungan dengan total pemilih 1.624 suara. Dari data hasil pemungutan suara diketahui 740 suara untuk Padi, dan untuk Nenas 790 suara, serta 87 suara dinyatakan batal. Dari totoal pemungutan suara di dua TPS, tersebutr jumlah pemilih Padi sebanyak 841 suara, sedangkan untuk Nenas 838 suara. “Atas hasil pemungutan suara tersebut, Padi dinyatakan menang 3 suara,” ujar Fernando. Camat Tapian Nauli Juminta Sirait SH yang dikonfirmasi

METRO melalui selulernya, Rabu (4/7) siang membenarkan Erwin Sibagariang sebagai Kades terpilih di Desa Tapian Nauli 1. Menurut Camat, tidak ada permasalahan dalam Pilkades di wilayahnya, sebaliknya semua tahapan berlangsung dengan baik. “Semua tahapan Pilkades berjalan dengan baik dan aman. Dari hasil pemungutan suara Lambang padi atas nama Erwin Sibagariang unggul 3 suara dari pesaingnya Gontina br Simatupang,” ujarnya. Atas hasil Pilkades tersebut, Erwin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama warga Desa Tapian Nauli 1. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung. Semoga tanggung jawab ini dapat saya emban sebaik-baiknya. Mudah-mudahan desa ini maju ke depannya. Saya siap mendukung semua program untuk pembangunan daerah ini,” ujar Erwin di rumahnya. (cr-1)

Berkas 186 Honorer Masih Diseleksi Pusat Sambungan Halaman 8 Azwar Abubakar di Jakarta, Jumat (29/6) lalu. “Pak Menteri menjelaskan, seleksi untuk Kategori I yang akan diangkat menjadi CPNS nantinya akan diseleksi dengan sangat ketat. Untuk itu, beliau

berharap agar para tenaga honorer jangan sampai ada yang mencoba berbuat curang atau di dalam pemberkasan melakukan rekayasa,” imbaunya seraya mengatakan bagi tenaga honorer yang memanipulasi pemberkasan akan dikenakan sanksi dari Kementerian PAN dan RB

Republik Indonesia. Sementara untuk tenaga honorer Kategori II, katanya, akan dilakukan testing atau ujian dan seleksi pemberkasan juga tetap diperketat dan diteliti sesuai dengan persyaratanpersyaratan atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah

Pilkades Fajar Diduga Money Politic Sambungan Halaman 8 Beberapa warga menyayangkan hal tersebut. Selain mencemarkan nilai-nilai demokrasi, juga dinilai merugikan calon lain. “Sehari sebelum pemilihan digelar, salah seorang calon di desa ini diduga melakukan praktik money politic. Perbuatan itu sudah kami laporkan ke Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Fajar Edison Marbun. Namun hingga Pilkades digelar, belum ada tindakan yang mereka lakukan. Kita sangat kecewa mengapa laporan kita tidak digubris,” kata Bachtiar Simanjuntak kepada METRO, Rabu (4/ 7) di Desa Fajar. Dibeberkannya, calon Kepala Desa Fajar ada dua orang. Yakni, Vasco Situmeang (nomor urut 1) dan Rosinta br Marpaung (nomor urut III). Dari kedua calon tersebut satu di antaranya dituding melakukan money politic atas nama Vasco Situmeang melalui para tim suksesnya. “Hal itu kita ketahui dari empat orang yang menerima uang tersebut setelah dilakukan interogasi. Mereka mengaku diberi uang oleh AN, tim sukses calon nomor I sekaligus adik kandung Vasco sebesar Rp50 ribu. Namun, satu dari empat warga tersebut hanya menerima Rp25 ribu. Mereka diminta untuk memilih Vasco,” beber Bachtiar diamini Obet Simanjuntak dan Horman Situmeang. Perbuatan itu mereka anggap sebagai pelecehan kepada calon lain. “Memang kami pendukung Rosinta. Namun bukan berarti karena kalah makanya masalah ini diungkap ke publik. Yang kita sesalkan mengapa sampai terjadi money politic. Apa jadinya nanti Desa Fajar kalau kita tak berlaku jujur,” sambung Obet Simanjuntak menimpali percakapan Bactiar. Hal itu diakui Wanri Marbun, salah seorang warga yang mengaku diberi Tim Suksesn-

ya Vasco uang sebesar Rp50 ribu dan sebungkus rokok. Sebagai imbalannya, dia diimbau memilih pasangan nomor urut satu. Katanya, awalnya dia diajak PS ke Desa Pelita tak jauh dari Desa Fajar, Minggu (1/7). Begitu tiba di salah satu warung di desa itu, dia diberi sebungkus rokok dan diimbau memilih padi sebagai simbol pasangan nomor satu. “Benar, saya ada menerima uang dari tim suksesnya calon nomor urut satu. Saya terima saja uang itu, namun dalam hatiku politik Pilkades ini sudah tidak murni. Saya kecewa,” aku Wanri didampingi beberapa warga Desa Fajar. Ketua P2KD Fajar Edison Marbun dikonfirmasi terkait adanya indikasi money politic yang dilakukan salah satu calon mengaku tidak mengetahuinya. Namun, dia membenarkan adanya laporan dari beberapa warga dan juga calon Kades Rosinta br Marpaung soal indikasi money politic dimaksud. Hanya saja laporan tersebut hanya sebatas laporan lisan, makanya dianggap tidak sah. “Memang kita sudah menerima laporan dugaan money politic yang dilakukan calon Vasco Situmeang. Hanya saja laporan yang disampaikan sebatas lisan, sementara yang kita butuhkan laporan secara tertulis. Namun, hal itu sudah kita sampaikan ke BPD Fajar dan juga Camat Sorkam melalui Kepala Desa Fajar. Untuk tindak lanjutnya kita serahkan ke mereka. Karena kita hanya sebatas pelaksana Pilkades saja,” ujar Edison saat di wawancarai di rumahnya, Rabu (4/7). Hal itu dibenarkan Camat Sorkam Rais Kari AP. “Kita sudah dengar adanya laporan itu. Namun kita sebagai fasilitator dalam Pilkades ini harus tetap netral. Artinya, kita tidak boleh langsung menjemput bola atau pun mengarahkan warga untuk membuatkan laporan dugaan money politic yang dilakukan salah seorang

calon. Bila memang ada laporan secara resmi, melalui P2KD dan kemudian disampaikan ke kecamatan, baru nanti kita sampaikan ke Tapem Tapteng,” ujar Rais. Hanya saja, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap pada mekanismenya. Bila ada yang merasa keberatan agar disampaikan sesuai jalurnya, jangan sampai mengambil tindakan yang melanggar hukum. “Kami siap mendengar keluhan dan membantu mencari solusinya, apa pun itu,” ujarnya sambari mengatakan bahwa sesuai laporan P2KD Fajar pelaksanaan Pilkades sudah berjalan dengan lancar dan tertib, dengan hasil pemilih terbanyak dimenangkan oleh Vasco Situmeang. Sementara itu, Vasco Situmeang yang dituding melakukan money politic melalui tim suksesnya dikonfirmasi di rumahnya membantah tudingan tersebut. “Saya mengenal semua nama-nama yang mereka sebutkan telah melakukan money politic, namun itu bukan atas suruhan saya. Dan saya jamin pemberian uang itu tidak pernah terjadi,” tegas Vasco. Ketika hal ini dikonfirmasi kepada orang-orang yang dituding memberi uang itu tidak berhasil. Sebab mereka tidak ada seorang pun yang berada di rumahnya. Sesuai dengan ucapan Vasco, mereka sedang berada di kebun. “Mereka pergi ke kebun, tidak usah capek-capek mencari mereka. Mungkin malam baru pulang,” imbaunya. Diketahui, dari hasil Pilkades yang dilakukan Selasa (3/7) dimenangkan oleh calon nomor urut I berlambang Padi dengan hasil pemungutan suara 181 suara. Selisih 21 suara dari nomor urut III yang berlambang nenas dengan total 160 suara. Sedangkan total pemilih tetap berjumlah 391 orang, 7 di antaranya batal, sedangkan 44 orang tak ikut memilih. (cr-1)

(PP) Nomor 56 tahun 2012. “Untuk itu, kepada tenaga honorer Kategori II dipersilahkan mempersiapkan dirinya sesuai dengan persyaratan tenaga honorer yang diangkat menjadi PNS. Testingnya akan dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh tenaga honor di Indonesia, dan terpisah dari testing penerimaan CPNS dari jalur umum,” ujarnya. Pada kesempatan itu, sambungnya, Menteri PAN dan RB juga memberitahukan bahwa kuota atau formasi penerimaan PNS dari jalur umum akan diberikan ke kabupaten/ kota yang sudah menyelesaikan analisa jabatan (anjab). “Beliau berharap agar hal ini bisa disikapi oleh pemerintah kabupaten/kota. Sementara Kota Sibolga sendiri sudah menyampaikan permohonan

kuota untuk CPNS Sibolga tahun 2012 sebanyak 406. Sebab Kota Sibolga telah menyelesaikan anjab dan bahkan kita juga meminta tenaga dari Kementerian PAN untuk memberikan Diklat dalam pengisian anjab kepada aparatur PNS di Pemko Sibolga,” jelasnya. Dalam acara silaturahmi dengan Menteri PAN dan RB RI itu, lanjutnya, dirinya juga melaporkan dan menjelaskan berbagai program kerja pemko dalam hal peningkatan kesejahteraan PNS di daerah itu. “Program kerja pemko untuk PNS yakni dalam hal pemberian uang lauk pauk, tunjangan penghasilan, tunjangan hari raya dan lainnya. Menteri saat itu sangat respon dengan program kerja pemko dalam hal kesejahteraan PNS,” tandasnya. (tob)

David Manalu Bawa Pulang TV 31 Inc Sambungan Halaman 8 Andri Aritonang mendapatkan hadiah 1 unit Hp Mito persembahan dari Popular dan Mentari ponsel. Pemenang ketiga yakni Gini Rahayu, warga Jalan Diponegoro Tarung dan berhak mendapat hadiah 1 unit Modem Axis dari Blue Ponsel serta pemenang ke 4 diraih Amelia Lubis warga Jalan melati dan berhak mendapat hadiah voucher karaoke di Marsada Hotel Sibolga. Sementara untuk hadiah hiburan berupa 10 kaos cantik dari Yamaha Teguh Motor diraih Bangun Parlindungan Sinambela warga Jalan Tapian Nauli, Rizky Ramadhana warga Jalan Gambolo, Parlen N warga Jalan Sakura Nomor 16, Rachmadi Sinaga warga Jalan Cendrawasih Sibolga, Teguh Sam Santoso warga Jalan Horas No 54, Masdar warga Jalan dr FL Tobing, Afrijal Sikumbang warga Pajak Inpres Belakang, Hengky S warga Jalan Thamrin No 54, Darmansyah Putra Warga Jalan Suprapto No 36, dan MH Pardamean Manalu warga Lingkungan II Aek Tolang, Pandan Tapteng. Kristian Sembiring, Kepala Perwakilan Harian Metro Tapanuli mengatakan, pelaksanaan Kuis Tebak Juara dan Kuis Tebak Skor Euro 2012 ini digelar sebagai salah satu bentuk kedekatan Harian METRO TAPANULI kepada masyarakat. “Hadiah ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pe-

menang yang sudah mengirimkan guntingan kupon yang setiap harinya disediakan di METRO TAPANULI,” ujar Kristian. Meski demikian, sambung Kristian, dalam menyelenggarakan kegiatan ini, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra kerja, baik pribadi maupun secara kelembagaan atau badan usaha. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mau bekerja sama dengan kami dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Khususnya kepada bapak Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang yang sudah berkenan memberikan hadiah utama dalam kegiatan ini,” ujarnya. Untuk penarikan kupon undian, dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang di kantor METRO TAPANULI, Rabu (4/7) disaksikan sejumlah masyarakat pembaca. Di antaranya, Eki Tanoto, Adrini LR Pandiangan AmKeb dan sejumlah pembaca setia koran ini. “Untuk penyerahan hadiah, kepada nama-nama yang tertera ataupun berhasil jadi pemenang silahkan datang ke Kantor METRO TAPANULI, Jalan Ahmad Yani Nomor 102, Kelurahan Pasar Belakang Sibolga, Kamis (5/7) pukul 15.00 Wib dan hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Sibolga Marudut Situmorang,” imbaunya. (tob)

Sempat Pisah Karena Pilihan Nasionalisme, Rujuk Kembali Demi Anak Sambungan Halaman 1 dari Romawi untuk mencegah Mesir diserang Roma. Pada intinya, diplomasi perkawinan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, mulai dari mencegah perang, sampai perluasan pengaruh. Saat ini, larangan bagi anggota DPR merangkap profesi atau jabatan tertentu sudah diatur UU Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, termasuk tata tertib DPR. tapi, tidak demikian dengan merangkapistripejabatdiplomatikuntuk negara lain. Karena itu, para pelapor berharap ke depan persoalan ini bisa diatur. Eva sendiri tidak habis fikir sampai muncul kekhawatiran terhadap praktek ancient diplomacy itu. ’’Ancient diplomacy apa? Dua tahun lagi dia balik jadi pegawai negeri biasa,’’ ujar anggota Komisi III yang juga tengah menjabat PresidenKaukusParlemenASEANuntuk Myanmar itu. Dia menuturkan dirinya menikah dengan Jose pada tahun 1995. Mereka bertemu di Belanda ketika tengah sama –

sama mengambil gelar master di Institute ofSocialStudies,TheHague,Belanda.Eva yang saat itu masih menjadi dosen di almamaternya yakni Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya, mengambil Politics of Alternative Development Strategy. Sedangkan, Jose memilih human rights. Cinta yang bersemi di kampus itu dengan cepat menjadi serius. Tanpa menunggulamakeduanyamemutuskan untuk menikah. ’’Nggak kuat ngempet. Wis tuo. Sekolah ngoyo kudu bikin bolo,’’ canda perempuan kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 8 Oktober 1965 itu. Dari hasil pernikahan itu, mereka dianugerahi seorang anak yang diberi nama Maria Fatima Kusuma Dias. ’’Sekarang usia Maria 15 tahun. Sudah kelas 2 SMA,’’ ceritanya. Sewaktu situasi krisis antara Indonesia dan Timor Leste (saat itu masih disebut Timor –Timur dan menjadi bagian dari Indonesia, Red) mencapai puncaknya pada 1999, keharmonisan rumah tangga Eva dan Jose ikut ’’memanas’’. Pada 30 Agustus 1999, pemerintahan BJ Habibie terpaksa menggelar jajak

pendapat bagi rakyat Timor Timur pada 30 Agustus 1999. Hasilnya mengecewakan.Sekitar78,5persenrakyatTimor Timur menyatakan ingin merdeka. Sebagai orang asli Timor Timur atau Timor Leste, Jose ngotot ingin kembali ke Dili, kampung halamannya. Perbedaan sikap dalam memandang nasionalisme inilah yang membuat Eva dan Jose memutuskan untuk berpisah. ’’Sejak referendum kami sepakat beda jalan,’’ tutur Eva yang sempat bekerja sebagai konsultan di Asia Foundation. Jose sendiri akhirnya memilih berkarir sebagai pegawai negeri di departemen luar negeri Timor Leste. Dianggap berprestasi, Jose kemudian dipercaya menjadidubesTimorLesterdiBelgiadan Uni Eropa. Pada tahun 2006, Jose kembali ditarik ke Timor Leste. Pada tahun 2006 itulah Eva dan Jose mulai memperbaiki hubungan. Setahun sebelumnya, yakni pada 2005, Eva melangkah ke DPR sebagai pengganti antar waktu dari Fraksi PDIP. ’’Karena situasikeduanegaramembaik,terusanak ogah aku nyari bapak baru, kami memperbaiki hubungan demi anak.

Ternyata setelah enam tahun, hati kami tidak terpisah. Tapi, semuanya terutama demi anak,’’ kata Eva lantas tersenyum. Tiga tahun kemudian lahirlah putra kedua yang diberi nama Danny Surya UtamaDias.’ Yangkecilinihasilrujuk,’ ujar Eva. MenurutEva,barusekitarenambulan, Jose ditunjuk menjadi dubes Timor Leste di Kuala Lumpur, Malaysia. ’’Tapi, kularang masuk partai. Biar nggak tambah complicated,’’ tuturnya. Dia menegaskan, ketika menikah Jose sepenuhnya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Persoalan politik yang membuat Jose akhirnya memilih kewarganegaraan Timor Leste. ’’Apa karena Timor Lester merdeka, lalu saling menghalangikarirhasilkerjakerasmasing –masing? Edan wae,’’ protes Eva. Sejauh ini, sebagai anggota DPR, Eva merasa tidak pernah diintervensi suaminya. Sebaliknya, dia juga tidak pernah mengintervensi posisi Jose sebagai duta besar Timor Leste di Malaysia. ’’Hubunganku terbuka. Kolega di PDIP, komisi III, sampai lintas partai tahu dan kenal Jose. Tidak ada slintat-slintut,’’

Korupsi Minyak Goreng, Mantan Kadis Perindag Humbahas Ditahan Sambungan Halaman 1 yang juga mantan Kadis Perindag KabupatenHumbahasitulangsungkami tahan,” ujar Sadono, Rabu (4/7) kemarin. Sadono menyebutkan, Lasman Simamora adalah ketua verifikasi dalam penyaluran subsidi minyak goreng yang berasal dari dana APBN tahun anggaran 2008 sebesar Rp1.448.627.500. “Lasman adalah ketua tim verifikasi yang telah menandatangani permohonan pembayarandanasubsidiminyakgoreng yang tidak sesuai dengan jumlah minyak

goreng yang disalurkan di lapangan,” beber Sadono. Perwira berpangkat melati tiga itu, menyebutkan laporan penyelewengan anggaran penyaluran Migor Subsidi TA 2008 yang ditangani pihaknya, yakni dari 19 laporan yang ada di Polres-Polres. “Kasus dugaan korupsi ini, ada sebanyak 19 laporan di setiap Polres. Sepenuhnya kami yang menangani,” ujar Sadono. Sadono menyebutkan, Subdit III/ Tipikor Ditreskrimsus Poldasu juga sedang melengkapi BAP dugaan korupsi subsidi migor di Kabupaten Serdang

Bedagai (Sergai), untuk pelimpahan tahap pertama. “Dalam dugaan kasus korupsi ini, Kadis Perindagkop Sergai, Ir Aliman Saragih ditetapkan sebagai tersangka,” beber Sadono. Sedangkan dugaan korupsi kasus serupa, yang diterima dari Polres Padang Sidempuan, saat ini Tipikor Polda Sumut sedang menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN). “Kalau kasus limpahan dari Polres Padang Sidimpuan, masih menunggu penghitungan kerugian negara. Termasuk di Humbahas dan Madina,”

tukas Sadono. Sekadar informasi, dalam kasus korupsi Migor ini, di Kota Padang Sidempuan telah ditetapkan empat tersangka. Mereka adalah Lukman Siregar, Raja Indra Mulia, Nurcahyo Budit dan Drs Muhammad Idris. Untuk di daerah Humbahas ada dua tersangka, atas nama Ir Lasman Simamora (sudah ditahan,red) dan KumpulSimamora.“KalaudiMandailing Natal (Madina,red) ada seorang tersangka, yakni mantan Kadis Perindagkop Madina, Drs Yan Syahrial,” pungkas Sadono. (mag-12/smg)

tegasnya. ’’By the way, apa Timor Leste begitu menakutkan? Apa mereka mau nyaplok

RI? Apa negara kita sedang bermusuhan?’’ imbuh Eva masih dengan nada kesal. (*)

Pria Bercelana Ponggol jadi Tengkorak Sambungan Halaman 1 lewat, aku lihat seperti mayat dan sudah bau. Cuma karena ragu, aku kabarin kawan, Pak Majhin (60). Nah, setelah kami cek, baru lapor sama Kepala Desa Pak Sairen. Terus, Pak Sairen lapor polisi,” kata Ribut di selasela evakuasi jenazah dari lokasi kepada wartawan. Oleh personil Polsek Limapuluh dipimpin Kanit Reskrim Iptu Noperto G Nainggolan, lokasi penemuan jenazah kemudian diamankan. Kemudian, jenazah dievakuasi menggunakan Ambulance ke Puskesmas Limapuluh. Saat proses evakuasi dan olah TKP, terlihat kondisi jenazah cukup hancur dan nyaris tinggal tulang. Ketika ditemukan, jenazah dalam posisi telungkup, dengan wajah menghadap tanah dan mengenakan celana jeans ponggol serta berbaju kaos warna hitam. “Kondisi mayat sudah cukup hancur. Kemungkinan, sudah meninggal sebulan sebelum ditemukan. Dari kondisi fisiknya, diperkirakan usianya sekitar 60an tahun,” sebut salah seorang petugas medis yang turut hadir di lokasi penemuan membantu proses evakuasi. Kepala Desa Perkebunan Simpang GambusSairenketikaditanyamenuturkan, tidak adanya tanda pengenal yang ditemukan pada jenazah, membuat pihak terkaitmenetapkanjenazahituberstatusMr X. Dia memastikan, jenazah tersebut bukan bagian dari anggota masyarakatnya karena sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala dusun di wilayah

kerjanya. “Kita pastikan bukan warga kita. Kita sudah cek, dan tidak ada warga kita yang merasa kehilangan anggota keluarga,” sebut Sairen. Sedangkan Ngateman, seorang warga Kampung Pulo Pule, tempat di mana jenazah ditemukan kepada wartawan mengaku, sekitar sebulan lalu, dia pernah melihat seorang pria yang diduga kurang waras berkeliaran di kawasan itu. Pernah, warga yang merasa kasihan, berusaha mengejar pria kurang waras itu. Namun gagal, karena setiap kali dikejar, pria itu selalu lari ke semak-semak menghindari kejaran warga. “Pernah warga ngejar dia (orang kurang waras,red). Tapi selalu lari ke semak. Padahal, warga cuma mau mengamankan, karena kasihan, orangnya sudah tua. Tapi saya lupa, terakhir terlihat, dia pakai baju apa,” tukasnya. Informasi lain menyebutkan, pernah ada orang gila di tempat itu yang merupakan korban perampokan di daerah perkebunan gambus. Konon kata warga, trauma akibat kejadian perampokan, pria yang pernah mengaku berasal dari Lubuk Pakam itu menjadi terganggu kejiwaanya. Dan setiap kali bertemu warga yang bersuara besar di daerah itu, langsung terbirit-birit lari ke dalam kebun. “Mungkin saja orang gila itu Bang. Kemarin ada orang gila, kayaknya korban perampokan. Karena kejadian itu, dia jadi gila. Nah, asal bertemu warga yang suaranya besar, dia langsung lari ke dalam kebun,” sebut warga lainnya. (CK-1)


CUSTOMER SERVICE

0631-24676 UNTUK INFORMASI BERLANGGANAN DAN IKLAN

KAMIS 5 Juli 2012

METRO BONAPASOGIT Teraktual dari Tarutung, Balige, Humbahas, dan Samosir METRO TAPANULI

9

Suami Stroke di Penjara Istri Minta Belas Kasihan TAPUT- Elshantine Tarihoran (53) istri dari terpidana Tjan Sin Min (57) alias Jimmi Chandra dalam kasus judi togel, meminta agar masa penahanan suaminya diringankan. Pasalnya, kondisi kesehatan suaminya sejak awal Februari telah terkena penyakit stroke. Atas kondisi kesehatan suaminya itu, Elshantine khawatir suaminya itu tidak sanggup menjalami masa hukuman di Rumah Tahanan (rutan)

Tarutung. Bahkan, sejak Jimmi ditangkap polisi, pada tanggal 21 Mei dari rumahnya di Tarutung, terpidana terpaksa harus dipapah polisi karena

memang tidak sanggup lagi berjalan kaki. Ditemui METRO di Tarutung, Rabu (4/7), Elshantine menuturkan, dirinya sebagai istri sangat berharap agar masa penahanan suaminya itu berkurang dari dua bulan sesuai dengan

„) Baca Suami ...Hal 10

FOTO:BRAM SITUMORANG

LAHAN SENGKETA: Tanda Hutahaean menunjuk lahan sengketa yang dipagari kawat berduri oleh Parjuangan Hutahaean di Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Tobasa.

Tanah Warisan jadi Lahan Sengketa LAGUBOTI- Tanda Hutahaean (38), warga Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, mendatangi Pengadilan Negeri Balige, Selasa (3/7) untuk meminta kepastian hukum

Dinas Peternakan Kesulitan Atasi Penyakit Ayam

„) Baca Dinas ...Hal 10

FOTO Bernad L Gaol

„ Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan Taput terletak di Jalan Pasar Baru Tarutung.

„) Baca Tanah ...Hal 10

Tipikor Periksa Asisten I Pemkab Tobasa

„ Elshantine Tarihoran

TARUTUNG- Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Utara mengaku kesulitan mengatasi dan membasmi penyakit ayam yang melanda peternakan ayam. Sementara penyebab kematian ayam-ayam itu diduga terjangkit virus Newcastle Disease (ND) atau virus Avien Influenza (AI) yang hingga kini terus menyerang. “Kita menduga kematian ayam bisa jadi karena ND, tapi kita juga masih kesulitan mengatasinya. Bagaimana lagi mau dibuat karena virus sudah melekat di kandang dan akan terus menyerang ternak ayam hingga mati. Kita kesulitan mengatasinya. Sebab virus yang menyerang ayam ayam itu belum

atas sengketa tanah warisan peninggalan orangtuanya Almarhum Hermanus Manis Hutahaean dengan Parjuangan Hutahaean (58) warga Be-

TERKAIT DANA CD PT TPL RP2 M

FOTO Brenad L Gaol

PISAH SAMBUT: Wakil Bupati Taput Bangkit Parulian Silaban SE memberi kata sambutan dalam acara pisah sambut Sanggam Hutagalung, Rabu (4/7).

PNS Menangis Lepas Sanggam TARUTUNG- Acara pisah sambut Sekda Taput yang lama Drs Sanggam Hutagalung MM dengan plt Drs HP Marpaung di Balai Pertemuan Kantor Bupati tidak dihadiri Bupati Torang Lumbantobing (Toluto), Rabu (4/7). Acara pisah sambut diwarnai suasana sendu dan pemberian cendramata berupa ulos oleh Wakil Bupati Bangkit Parulian Silaban SE kepada Sanggam. “Saya titip program pembangunan daerah ini tetap dilanjutkan. Kepada para Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan

jajarannya. Mohon maaf segala kekurangan dan kelemahan, baik secara pribadi maupun di lingkungan kerja,” ujar Sanggam mengawali sambutan perpisahan. Dalam sambutannya, Sanggam juga menyeampaikan beberapa pesan agar seluruh jajaran PNS di daerah itu tidak sesekali menghianati atasan dalam setiap melaksanakan tugas. “Mutasi di tubuh PNS adalah hal biasa, bukan hal yang perlu ditakuti. Terpenting, jalankan tugas dengan baik

„) Baca PNS ...Hal 10

Dana Jampersal Telat Cair TOBASA- Bidan yang menerima pasien pengguna kartu Jaminan Persalinan (Jampersal) tampaknya kembali harus bersabar. Tahun 2011 dana Jampersal telat cair (turun bulan Juli). Tahun ini diperkirakan lebih lambat. Lambatnya pencairan dana tersebut menyusul adanya perubahan pengelolaan dana dari Departemen Kesehatan. Dari sebelumnya, pengelolaan dana Jampersal berada di Dinas Kesehatan kemudian diteruskan ke Puskesmas

„) Baca Dana ...Hal 10

BALIGE-Unit Tipikor (tindak pidana korupsi) Polres Toba Samosir, memeriksa Asisten I Pemkab Toba Samosir berinisial Drs RM terkait dana Community Development (CD) dari PT Toba Pulp Lestari (TPL) senilai Rp2 miliar. Terkait pemeriksaan Drs RM, Kapolres Toba Samosir AKBP Agus Suherman melalui Kasat Reskrim AKP Robert Sembiring yang ditemui METRO,

„) Baca Tipikor ...Hal 10

„ Asisten I Pemkab Tobasa Drs RM

„ Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) foto bersama di Hotel Sultan, Jakarta.

PSBI Rekomendasi Dalihan Na Tolu pada Pemerintah JAKARTA- Ternyata prinsipprinsip kebudayaan yang selama ini dianut Bangso Batak, yang termaktub dalam Dalihan Na Tolu, terbukti cukup ampuh sebagai pemersatu. Untuk itu Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), siap merekomendasikan hal tersebut kepada pemerintah. Untuk dianut dan dipadukan dalam menjalankan pemerintahan. Sebab selama ini sebagaimana dikemukakan Ketua Umum PSBI, Effendi MS Simbolon saat membuka Kongres ke-II PSBI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (4/7), banyak kalangan melihat pemerintahan yang ada masih dijalankan hanya dengan prinsip pragmatis, unjuk kekuatan maupun berbasiskan pada

„) Baca PSBI ...Hal 10


KAMIS

5 Juli 2012

Dua Pesawat Tornado RAF Jatuh di Laut Utara LONDON — Tim pencari dan penyelamat, Rabu (4/7) ini, akan melanjutkan pencarian dua pilot pesawat jet tempur Tornado GR4 milik Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) yang masih hilang setelah pesawat yang mereka kendalikan jatuh di Laut Utara, sehari sebelumnya. Insiden tersebut melibatkan dua pesawat Tornado GR4 dari Skuadron 12 RAF di pangkalan udara Lossiemouth, Skotlandia utara. Dua pesawat berkursi tandem dan membawa empat awak itu jatuh di kawasan Moray Firth, di lepas pantai timur laut Skotlandia, Selasa (3/7). Tim SAR pada hari Selasa menemukan dua pilot dan langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Sementara dua pilot lainnya masih hilang. Proses pencarian sempat dihentikan karena kendala cuaca buruk dan baru akan dilanjutkan hari ini. Komandan Pangkalan RAF Lossiemouth Group Captain (setingkat Kolonel) Ian Gale mengatakan belum mengetahui kondisi yang menyebabkan dua pesawat tersebut jatuh bersamaan dan mengaku masih menyelidiki insiden serius tersebut. “Situasi pada saat itu masih belum diketahui pasti, tetapi ini jelas sebuah insiden yang sangat serius,” tandas Gale, yang membenarkan insiden itu melibatkan empat awak yang semuanya berasal dari pangkalan Lossiemouth. Gale menegaskan, semua pesawat Tornado GR4 yang dioperasikan dari Lossiemouth dalam kondisi aman untuk diterbangkan. “Saya yakin pesawat Tornado dari pangkalan ini dioperasikan seaman mungkin. Namun, insiden ini menjadi peringatan bahwa operasi militer dan latihan yang kami jalankan bukannya tanpa risiko,” tutur Gale. Pesawat-pesawat Tornado dari Skuadron 12 di Lossiemouth pernah terlibat dalam operasi militer di Afganistan dan Libya tahun lalu. Pesawat ini mampu menembakkan rudal udara-ke-darat. (kmc/int)

Diperiksa, Anas Puji KPK Bergerak Cepat JAKARTA- Anas berterima kasih pada KPK yang bekerja profesional dan cepat untuk segera menuntaskan kasus Hambalang. Buktinya, Anas diperiksa kembali hari ini. ”Saya berterima kasih pada KPK yang bekerja profesional dan cepat. Makanya salah satunya hari ini saya diminta keterangan lagi. KPK bergerak cepat dan profesional,” kata Anas di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Menurut Anas, masyarakat menyorot kasus Hambalang dan berharap KPK segera menuntaskan kasus tersebut. Anas juga meminta KPK memproses cepat kasus lainnya. ”Bahwa apa yang disebut kasus Hambalang ini tuntas kasusnya, maka KPK bisa bergerak untuk memproses kasus-kasus lain yang jumlahnya tidak sedikit,” ujar mantan anggota KPU itu. Anas memahami banyak laporan yang masuk ke KPK yang antre untuk diproses. “Mari kita ikuti dengan cermat proses hukum yang objektif agar proses hukum berada dalam jalur hukum yang sesungguh-sungguhnya,” kata Anas. Sebelum memasuki gedung KPK, Anas berjanji akan memberikan keterangan lagi. “Nanti lesehan lagi ya,” ucap Anas yang berbatik coklat ini. Dalam pemeriksaan kali ini, Anas disambut oleh rekannya di PD antara lain Andi Nurpatti, I Gede Pasek Suardika, dan Denny Kailimang. KPK Ingin Dalami Lagi Keterangan Anas di Kasus Hambalang Untuk kedua kalinya, Ketua

„ Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Hambalang. Anas diperiksa lagi karena penyelidik KPK ingin mendalami keterangannya. Menurut Ketua KPK, Abraham Samad, pihaknya memang masih memerlukan keterangan Anas. Ada kesaksian Anas yang masih perlu didalami oleh tim penyelidik KPK. ”Perlu pendalaman keterangan,” kata Abraham melalui pesan

singkatnya, Rabu (4/7). Ini adalah pemeriksaan kedua kali Anas dalam kasus Hambalang. Tepat sepekan lalu, Anas juga pernah diperiksa dalam kasus yang sama. Ia dicecar penyelidik selama tujuh jam. Anas Diteriaki Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mendapat sambutan hangat dari pendukungnya usai diperiksa KPK terkait kasus Hambalang. Anas mendapat teriakan penuh semangat, “Hidup Anas!

Hidup Anas!” Sebelum teriakan itu muncul, Anas memenuhi janjinya untuk lesehan di tangga Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Anas ditemani politisi PD seperti Andi Nurpatti dan Saan Mustopa. Anas yang mengenakan batik coklat menyatakan dia dikonfirmasi apakah pernah bertemu pihak Adhi Karya. Anas menjawab tidak pernah bertemu kontraktor proyek Hambalang itu. Anas juga mendor-

ong KPK untuk segera menuntaskan kasus Hambalang. Sebab setelah itu KPK bisa segera menindaklanjuti kasus korupsi lainnya. Usai memberikan keterangan singkat, Anas langsung menuju mobilnya. Anas tidak mengindahkan pertanyaan yang diajukan wartawan yang terus membuntutinya. Sementara puluhan simpatisan yang mengenakan baju biru berteriak-teriak mendukung Anas. ”Hidup Anas, hidup Anas!” teriak suporter. (dtc/int)

Menkeu: Kecil Harapan KPK Peroleh Gedung Kosong Yasser Arafat

Tewas Diracun Zat Kimia Polonium RAMALLAH- Misteri kematian Yasser Arafat kembali terangkat ke permukaan. Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa mantan pemimpin Palestina itu tewas akibat diracun zat kimia jenis Polonium yang mengandung radioaktif. Sebelumnya dinyatakan bahwa Arafat tewas karena diracun zat kimia langka, Thallium. Hasil tersebut disampaikan oleh pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud. Bochud melakukan penelitian laboratorium di Swiss terhadap sampel biologis yang diambil dari benda-benda peninggalan mendiang Arafat. Diketahui bahwa istri Arafat, Suha, bersedia menyerahkan sejumlah benda peninggalan suaminya yang meninggal pada tahun 2004 lalu tersebut kepada rumah sakit militer Percy di Paris, Prancis. Benda tersebut diketahui berupa pakaian yang terakhir dikenakan Arafat, kemudian sikat gigi dan kaffiyeh yang sering dipakai almarhum semasa hidup. ”Kesimpulannya yakni kami menemukan kandungan besar polonium dalam sampelsampel tersebut,” jelas Bochud yang merupakan Kepala Institut Radiofisika di Universitas Lausanne kepada Al-Jazeera dan dilansir oleh AFP, Rabu (4/7). Kandungan polonium dalam batas tinggi tersebut, menurut Bochud, tidak wajar ditemukan pada pakaian ataupun benda-benda sehari-hari. Namun, Bochud menyatakan, diperlukan analisis lebih mendalam terhadap jasad Arafat jika ingin mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi pada mantan pemimpin Palestina tersebut. ”Jika Suha ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, kami memerlukan sampel — maksud saya, melalui penggalian makam dan memeriksa jasadnya... untuk memberikan kami sampel yang mengandung polonium dalam jumlah tinggi guna mengetahui apakah memang dia diracun,” terangnya. Secara terpisah, istri mendiang Arafat, Suha, sempat menyatakan niatnya untuk membongkar kembali makam Arafat di Ramallah, Tepi Barat. “Kita harus lanjut dan membongkar makam dan memeriksa jasad Yasser Arafat untuk mengungkapkan yang sebenarnya terjadi kepada seluruh umat muslim dan dunia Arab,” tutur Suha dalam sebuah tayangan dokumenter yang disiarkan Al-Jazeera beberapa waktu lalu seperti dilansir Reuters. Polonium yang merupakan zat kimia berbahaya ini, diketahui pernah digunakan untuk membunuh bekas mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko pada tahun 2006 lalu. Kandungan polonium yang tinggi ditemukan pada minuman teh yang diminum Litvinenko di sebuah hotel di London, Inggris sebelum meninggal. (kmc/int)

JAKARTA- Pleno 9 fraksi di Komisi III DPR ngotot meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari gedung kosong milik pemerintah. Namun kemauan anggota dewan sulit terealisasi. ”Yang mempunyai minat memakai gedung yang sudah ada, itu cukup banyak dan itu di tingkat kementerian. Tentu kementerian harus mendapat prioritas,” kata Menkeu Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/7/2012). Agus mengaku belum mendapat infor-

masi dari Dirjen Kekayaan Negara yang menginventarisir gedung milik pemerintah. Tapi bukan hanya KPK yang ikut antre gedung kosong. ”Banyak sekali lembaga-lembaga negara termasuk kementerian yang memang belum mempunyai gedung. Jadi cukup banyak yang berminat, tetapi belum bisa dipenuhi,” terangnya. Hingga saat ini nasib atas usulan anggaran gedung baru KPK belum jelas. Namun Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsud-

din mengatakan 9 fraksi di komisi sepakat meminta Kementerian Keuangan mencarikan gedung milik pemerintah yang kosong seperti dibutuhkan KPK. Dalam perhitungan KPK, biaya keseluruhan pembangunan gedung nilainya mencapai Rp 225,712 miliar, dengan rincian; biaya pekerjaan fisik Rp 215,078 miliar; biaya konsultan perencana Rp 5,487 miliar; biaya manajemen kontruksi Rp 4,381 miliar dan biaya pengelolaan kegiatan Rp 766 juta. (kmc/int)

Malinda Dee Resmi Ajukan Kasasi

„ Malinda Dee memberikan keterangan usai menjalani persidangan. JAKARTA-Mantan pegawai Citibank yang menjadi terdakwa kasus penggelapan dan pembobolan nasabah Citibank, Inong Malinda Dee resmi mengajukan kasasi pada Selasa 3 Juli 2012. Permo-

honan kasasi Malinda juga telah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. ”Untuk nomor kasasi nanti tunggu dilimpahkan ke Mahkamah Agung,” ujar kuasa hukum Malinda, Ina Rachman ke-

pada wartawan, Rabu (4/7). Ina menjelaskan alasan ia dan kliennya mengajukan kasasi adalah karena mereka merasa keberatan dengan masa hukuman yang dijatuhkan oleh hakim. Hal ini didasari karena Malinda merasa sudaah mengembalikan uang yang ia gelapkan sehingga hukuman 8 tahun penjara dirasa terlalu berat. Meskipun gugatannya sempat ditolak, namun dalam kasasi nanti dirinya dan klien optimis akaan dimenangkan oleh MA. ”Kami akan tetap berusahalah,” tutur Ina. Sebelumnya, Malinda mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, namun ditolak. Malinda pun tetap divonis hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider tiga bulan penjara. Malinda terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perbankan pasal 49 ayat 1 huruf A UU Perbankan jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Selain itu dia juga dianggap melanggar pasal 3 ayat 1 huf B UU Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Melinda juga melanggar Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. (dtc/int)

„ Jusuf Kalla

SBY: Kerja Sama Militer RI, Australia & AS No Politic JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kerja sama kemiliteran antara RI, Australia dan AS murni untuk kemanusiaan. Kerja sama itu tidak membahas politik. ”Jadi tidak benar ada kerja sama pertahanan di antara militer kita dengan Australia dan AS. Kerja sama yang ada buat disaster relief. Ini sepenuhnya kemanusiaan, no politic,” kata SBY menjawab kecurigaan bahwa ada kerjasama pertahanan segi tiga yang RI jalin. Hal ini disampaikan SBY di Hotel Crown Plaza, Darwin, Australia, Rabu (4/7). Tujuan kerja sama militer tanggap darurat ini adalah menindaklanjuti kesadaran bahwa kawasan Asia Timur sangat rawan bencana alam. Sementara militer adalah lembaga yang paling dapat didorong cepat ke lokasi bencana untuk operasi evakuasi terhadap para korban. Presiden kemudian mencontohkan bencana tsunami di Aceh-Nias pada akhir 2004. Operasi tanggap darurat yang digelar oleh satuan militer dari berbagai negara, telah terbukti efektif dan berjalan baik. ”Pilarnya adalah saling berbagi informasi, membantu tanggap darurat dan menghilangkan bottle necking untuk mengirim bantuan,” jelas SBY. Namun, SBY menyadari bahwa apa yang RI-Australia-AS pelopori ini amat rentan disalahpahami negara lain. Ia berpendapat latihan yang digelar sebenarnya juga terbuka bagi negara di kawasan. ”Kalau kita mau latihan, ajak saja semuanya. Bagus sekali bila dalam latihan itu juga ada India, Korea, Jepang dan Cina,” papar SBY soal usul dan harapannya terhadap pola kerja sama militer itu. (dtc/int)

KPK Cegah Pengusaha Hartati Murdaya Poo JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencegah pengusaha Hartati Murdaya Poo bepergian ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Kemenhuk HAM Djoni Muhammad saat dihubungi wartawan, Rabu (3/7). “Kita telah menerima surat permintaan pencegahan atas nama Hartati Murdaya dari KPK per hari ini,”

kata Djoni. Mengenai pihak lain yang ikut dicegah bersamaan dengan Hartati, Djoni belum dapat memastikannya. KPK tengah menyidik kasus dugaan suap terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kasus tersebut diduga melibatkan dua petinggi perusahaan minyak kelapa sawit, PT Hardaya Inti Plantation, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono.

Adapun PT Hardaya Inti Plantation diketahui dimiliki Hartati Murdaya. Pengusaha yang menjadi orang terkaya ke-13 Indonesia versi majalah Forbes 2008 itu merupakan pemimpin Central Cakra Murdaya (CCM Grup) yang masih terkait dengan PT Hardaya Inti Plantation. Terkait penyidikan kasus ini, Jumat (29/6), KPK menggeledah kantor PT Cipta Cakra Murdaya (PT CCM) di Jalan Cikini Raya 78, Jakar-

ta Pusat. Senin (2/7/2012), KPK menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Totok Lestiyo sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan suap itu. Hari ini, KPK kembali memanggil dua pegawai PT HIP, yakni Kirana Wijaya dan Meliana Suwandi yang juga diperksa untuk dua tersangka kasus itu. KPK baru menetapkan dua tersangka, yakni Yani Anshori dan Gondo, dalam kasus ini. Kedua orang yang tertangkap

„ Hartati Murdaya Poo tangan itu diduga menyuap seorang pejabat di Buol. Berdasarkan informasi dari KPK, pejabat yang dimaksud itu adalah Bupati Buol Amran Batalipu. (kmc/int)


Edisi 156 „ Tahun V

Kamis, 5 Juli 2012

Pria Bercelana Ponggol Ditemukan jadi Tengkorak BATUBARA-Sosok mayat pria tanpa identitas, ditemukan di areal perkebunan sawit warga di Kampung Pulo Pule Desa Perkebunan Simpang Gambus, Kecamatan Limapuluh Batubara, Rabu (4/7). Saat ditemukan,kondisi jenazah, sebagian besar tinggal tengkorak. Diduga, korban meninggal sebulan sebelum ditemukan. Penemuan mayat itu, kali pertama oleh Ribut (60), warga Dusun X Desa Perkebunan Simpang Gambus. Ceritanya, sekitar pukul 09.00 WIB, Ribut yang bekerja

sebagai karyawan salah satu perkebunan milik warga di daerah itu hendak memulai aktivitas dan melintas dari lokasi penemuan mayat. “Pas lewat, aku lihat seperti mayat dan sudah bau. Cuma karena ragu, aku kabarin kawan, Pak Majhin (60). Nah, setelah kami cek, baru lapor sama Kepala Desa Pak Sairen. Terus, Pak Sairen lapor polisi,” kata Ribut di sela-sela evakuasi jenazah dari lokasi kepada wartawan. Oleh personil Polsek Limapuluh dipimpin Kanit Reskrim Iptu Noperto G Nainggolan, lokasi penemuan jenazah kemudian diamankan. Kemudian, jenazah dievakuasi menggunakan Ambulance ke Puskesmas

‹‹ Baca Pria ...Hal 2

Rudy Hartono Anggota DPRD Asahan

Usut Korupsi Pembangunan GOR!

„ Tengkorak Mr X yang ditemukan di lokasi perkebunan sawit milik warga Desa Simpang Gambus.

KISARAN-Anggota DPRD Asahan Rudy Hartono, mendesak Polres Asahan segera melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait dalam penyimpangan pembangunan GOR bernilai Rp799 juta yang terletak di Jalan Pondok Indah Kisaran. Kepada METRO, Rabu (4/7) Rudy mengaku mendukung laporan yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Asahan ke Polres Asahan. Bahkan, dia menegaskan, jika Polres Asahan enggan atau lamban melakukan penanganan atas laporan itu, Rudy siap mendampingi Halim Saragi membuat laporan ke Polda Sumut hingga ke Mabes Polri.

Pernah Dilarang Pengurus Masjid Lanjutan Kontraktor Digerebek Berduan dengan Janda BATUBAR-Hubungan asmara antara Baid (52), kontraktor asal Simpang Dolok dan janda inisial YN (32), Warga warga Dusun I Desa Pem. Ganjang Kecamatan Talawi, sudah pernah dilarang pengurus masjid, namun keduanya tetap berhubungan. AN orangtua YN kepada METRO, Rabu

‹‹ Baca Pernah ...Hal 2

‹‹ Baca Usut ...Hal 7 KISARAN-Belasan mahasiswa mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Bangkit Asahan, menuding Dinas Pekerjaan Umum (PU) Asahan sebagai sarang koruptor, ketika menggelar aksi unjukrasa, Rabu (4/7). Ketika berunjuk rara, mahasiswa meminta aparat hukum tanggap, atas banyaknya dugaan pelanggaran hukum yang terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa di instansi itu. “Kita minta pejabat di instansi ini dicopot, karena di SKPD ini terjadi KKN

Pencuri Spesialis Bagasi Kreta Marak KISARAN-Aksi pencurian dari bagasi sepedamotor (kreta,red), semakin marak membuat warga resah. Sementara, pelakun sat u pun belum berhasil dibekuk polisi. Hal itu disampaikan Nurima Br Siregar (40), warga Lingkungan VIII Kelurahan Kisaran Timur Kecamatan Kota Kisaran Timur, yang pernah menjadi korban pencurian. “Mungkin saya korban kesekian kalinya, dan pihak berwajib belum bisa mengungkap serta menangkap pelaku,” ujar Nurima saat ditemui METRO, Rabu (4/7) di kediamannya.

‹‹ Baca Dinas ...Hal 2

‹‹ Baca Pencuri ...Hal 2

(FOTO :EDWIN FS GARINGGING)

„ Mobil milik Bait yang dirusak warga karena kepergok berduaan dengan janda.

Gisel Ikuti Jejak Pacar

D E M O -Juru bicara Aliansi Mahasiswa Bangkit Asahan, membacakan tuntutan, saat berunjuk rasa di kantor Dinas PU Asahan, Rabu (4/7).

KISAH EVA KUSUMA SUNDARI YANG BERSUAMI DIPLOMAT TIMOR LESTE Karyawan Sempat Pisah Karena Pilihan Nasionalisme, Hotel Rujuk Kembali Demi Anak Terkapar Dimassakan FOTO : DOKUMEN PRIBADI FOR JPNN

SIMALUNUN-Septoni (18), karyawan Hotel Simalungun City terkapar dimassakan 4 orang pria warga Jalan Hapoltakan, Kelurahan Raya, Kecamatan Pematang Raya, Simalungun. Peristiwa itu terjadi tepatnya di depan Hotel Simalungun City, Senin (2/7) pukul 18.00 WIB. Informasi dihimpun METRO, Rabu (4/7), saat itu korban yang terahir diketahui warga

‹‹ Baca Karyawan ...Hal 2

jika Polres Asahan enggan atau lamban melakukan penanganan atas laporan itu, Rudy siap mendampingi Halim Saragi membuat laporan ke Polda Sumut hingga ke Mabes Polri.

„ Eva Kusuma Sundari dan suaminya, Jose Antonio Amorim Dias saat merayakan ulang tahun anak kedua mereka, Danny Surya Utama Dias.

Beberapa hari lalu, Eva diadukan sejumlah orang ke Badan Kehormatan. Berstatus sebagai istri Jose yang juga menjabat Duta Besar Republik Demokratik Timor Leste, para pelapor khawatir Eva terjebak pada diplomasi perkawinan. Priyo Handoko, JAKARTA ‹‹ Baca Sempat ...Hal 7

Bukan lantaran menjalin hubungan asmara dengan presenter Gading Marten, penyanyi Gisel kemudian ikutikutan menggeluti dunia presenting. Namun dunia yang digeluti belakangan ini memang disukainya sejak awal terjun ke dunia entertainment. Akan tetapi tidak

‹‹ Baca Ikuti ...Hal 2


KAMIS

5 Juli 2012

DINAS PU Rel Mati Segera SARANG KORUPTOR! Dihidupkan Lagi

Sambungan Halaman 1

secara besar-besaran,” teriak para aktivis, sambil membakar ban bekas di gerbang masuk kantor Dinas PU. Pantauan METRO, para mahasiswa membentangkan spanduk dan menggunakan pengeras suara, para aktivis membeberkan sejumlah indikasi KKN di SKPD Pemkab Asahan itu. Di antaranya, menyangkut dugaan praktek jual beli proyek, serta suap menyuap antara rekanan dan pejabat PU yang disebut sebagai uang kewajiban bagi rekanan pemenang lelang yang akan disetor ke pejabat PU. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan pegawai Dinas PU yang berupaya menghalanghalangi mahasiswa yang ingin masuk ke komplek kantor. Namun aksi tak berlangsung lama. Polisi langsung menghentikan aksi mahasiswa sebelum para pengunjuk rasa berhasil menyidak ke seluruh ruangan di kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Asahan itu. Lewat sejumlah petugas dari kepolisian, aksi mahasiswa ini berhasil dihentikan lewat komunikasi secara persuasive antara petugas dan mahasiswa. Kepada wartawan, para mahasiswa sempat mengatakan, kedatangan mereka menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya meminta panitia lelang bekerja secara profesional dan tidak korup dalam proses lelang di Dinas PU Asahan yang saat ini tengah berlangsung. Mereka meminta agar panitia, tidak memenangkan peserta tender yang nilai tawarannya tidak rasional. “Saat ini kita sudah bisa menebak siapa-siapa yang akan menang dalam tender proyek APBD Asahan tahun 2012 di dinas ini. Ini umumnya ditandai dengan nilai tawaran dari peserta tender tidak sampai dari 3 persen dari HPS,” ujar korlap aksi Raja Imansyah kepada wartawan.

Sementara terkait tudingan mahasiswa, tak satupun pejabat di Dinas PU memberikan penjelasan. Bahkan saat berlangsung unjuk rasa, tak satupun pejabat di SKPD itu menemui para pengunjuk rasa. Terpisah Kabag Humas Pemkab Asahan, Zainal Arifin menyatakan akan segera berkordinasi dengan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang terkait tuntutan mahasiswa. “Kita belum bisa menjawab soal tuntutan ini, karena keputusan untuk mencopot kadis PU berada sepenuhnya di tangan Bupati,” jawabnya. Panitia Lelang Menghilang Tak hanya sampai di situ, persalan lain menggelinding di Dinas PU Asahan. Beredar kabar, panitia pengadaan barang dan jasa pada Dinas PU Kabupaten Asahan, sengaja ‘menghilangkan diri’,untuk menghindari datangnya protes dari kalangan rekanan, dan unsur masyarakat lainnya. Gara-garanya, panitia diduga telah mengkondisikan alokasi proyek kepada sejumlah nama yang nota benenya adalah orang dekat penguasa di daerah ini. Selain itu, panitia juga tidak memberikan dokumen pengadaan pemilihan langsung (PL) sebanyak 144 paket tersebut kepada peserta lelang yang telah terdaftar. Persoalan ini, sontak menimbulkan asumsi dan keresahan, khususnya di kalangan rekanan yang ada. Sebab, kondisi tersebut, seolah sengaja diciptakan, oleh pihakpihak tertentu di internal dinas itu. METRO yang berupaya menemui Ketua Panitia pengadaan barang dan jasa Dinas PU, Rustam SE tidak berhasil ditemui. Pejabat yang belakangan namanya disebut-sebut sebagai Kadis PU bayangan ini saat disambangi ke kantornya di Jalan Akasia, Rustam tidak berada di tempat. Dua nomor ponsel miliknya, yang dihubungi METRO, tak satupun yang aktif. (Ing)

Ikuti Jejak Pacar Sambungan Halaman 1 sedikit orang yang berpandangan, kalau aktivitas barunya sebagai presenter itu lantaran peran sang kekasih. Gisel pun mempersilakan orang berpandangan apapun. “Iya monggo saja kalau ada anggapan kaya gitu terserah. Memang kesempatannya beriringan,” ujar finalis Indonesian Idol 2008 itu di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Lewat panggung presenter, salah satu sinden Opera Van Java (OVJ) itu mengaku mendapat banyak pengalaman, sensasi lain pun dia dapatkan ketika membawakan acara dengan rekan-rekannya. “Semuanya enak sih masing-masing punya sensasi tersendiri. Tapi aku kan dari dulu memang jadi penyanyi. Jadi tinggal mengembangkan diri saja. Kalau jadi host kan harus belajar dari awal,” tutupnya. (kpl/int)

JA K A RTA- P r o y e k pembangunan jalur kereta api (KA) Trans Sumatera Railways, yang menghubungkan Lampung-Aceh dan terkoneksi dengan Jawa melalui Jembatan Selat Sunda, bukanlah proyek yang masih di awang-awang. Ini proyek serius dan sudah dirancang secara matang. Tahapan-tahapannya sudah disusun secara rinci oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam Rencana Strategi (Renstra) 2010-2014, detil perencanaan

ettawa segar dan Gula Aren. Ketika ditemui di kediamannya di Kel. Karang Raja, Kec. Prabumulih Timur, Prabumulih, Sumatera Selatan, ia menceritakan pengalaman baiknya, "15 tahun lamanya sendi saya sering terasa nyeri dan kaku, jari-jari pun jadi susah mengepal..." Ujar Hj. Kusuma, "Dulu tiap sakitnya kambuh, saya selalu minum obat, tapi sekarang saya punya cara yang lebih sehat, yakni dengan minum Milkuma. Sudah 3 bulan ini saya minum... Sekarang badan jadi terasa fit, nyeri sendi sudah berkurang." Terang nenek 19 orang cucu tersebut. Dengan tubuh yang sehat, kini wanita berusia 60 tahun tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing milkuma ini, "Mari kita sehat bersama Milkuma." Harapnya. Tanpa kita sadari, semakin tingginya usia seseorang, imunitas tubuh pun menjadi berkurang sehingga rentan terserang penyakit. Oleh karenanya, mulailah dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik, salah satunya adalah minum susu Milkuma 2 gelas sehari. Milkuma bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan

Anggota SPS No.: 438/2003/02/A/2007 Penerbit : PT. Siantar Media Pers (Metro Siantar, Metro Tapanuli, Metro Asahan, Metro Tabagsel) Chairman : Komisaris Utama : Komisaris : Direktur Utama : Direktur : Pengasuh Pemimpin Umum/Penjab/GM : Wakil PU/Pimpinan Perusahaan : Wakil Pimpinan Perusahaan: Pimred Metro Siantar : Pj Pimred Metro Tapanuli : Pimred Metro Tabagsel : Pimred Metro Asahan : Wapimred Metro Tapanuli : Tim Ombudsman :

Rida K Liamsi Makmur Kasim Khadafi Marganas Nainggolan Goldian Purba Marganas Nainggolan Maranatha Tobing Darwin Purba Pandapotan MT Siallagan Pandapotan MT Siallagan Muhiddin Hasibuan Eva Wahyuni Daniel Simanjuntak Vincent Wijaya

(KA Bandara), Rantauprapat– Kota Pinang, Araskabu–Bandara Kualanamu (KA Bandara) serta lanjutan pengembangan perkeretaapian NAD yaitu Lhokseumawe–Bireun Hingga 2014 juga ditargetkan langkah peningkatan jembatan KA sebanyak 58 unit yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung. Pendanaan pertahunnya khusus untuk Sumatera ini juga sudah dirinci. Misalnya, untuk rehabilitasi jalur KA pada 2012 sepanjang 11,6 KM dianggarkan Rp27,06 miliar. Di 2013 dan 2014 dana dan panjangnya juga sama. Untuk peningkatan jalur di 2012 sepanjang 40,22 kilometer, dianggarkan Rp132,28 miliar. Pada 2013 untuk 40,59 kilometer dananya Rp161,62 miliar. Untuk

2014, disediakan dana Rp176,4 miliar untuk panjang 41,42 kilometer. Pembangunan jalur KA baru/shorcut/parcial doubel track, di 2012 dianggarkan Rp311,74 miliar untuk panjang 24,24 kilometer. Di 2013 Rp371,15 miliar untuk 20,20 kilometer, dan 2014 sebesar Rp371,15 miliar untuk panjang 20,20 kilometer. Masih banyak item-item lain yang dirinci detil. Sebut saja misalnya untuk survei/ studi kebijakan/masterplan, juga sudah dianggarkan pertahunnya. Untuk 2012 Rp100 miliar, 2013 Rp102 miliar, dan 2014 Rp155 miliar. Hanya saja, khusus dana ini digunakan bersama untuk survei pengembangan KA kawasan Jawa dan Sumatera. (sam)

Pria Bercelana Ponggol Ditemukan jadi Tengkorak Sambungan Halaman 1 Limapuluh. Saat proses evakuasi dan olah TKP, terlihat kondisi jenazah cukup hancur dan nyaris tinggal tulang. Ketika ditemukan, jenazah dalam posisi telungkup, dengan wajah menghadap tanah dan mengenakan celana jeans ponggol serta berbaju kaos warna hitam. “Kondisi mayat sudah cukup hancur. Kemungkinan, sudah meninggal sebulan sebelum ditemukan. Dari kondisi fisiknya, diperkirakan usianya sekitar 60-an tahun,” sebut salah seorang petugas medis yang turut hadir di lokasi penemuan membantu proses evakuasi. Kepala Desa Perkebunan Simpang Gambus Sairen ketika ditanya menuturkan, tidak adanya tanda pengenal yang ditemukan pada jenazah, membuat pihak terkait mene-

tapkan jenazah itu berstatus Mr X. Dia memastikan, jenazah tersebut bukan bagian dari anggota masyarakatnya karena sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala dusun di wilayah kerjanya. “Kita pastikan bukan warga kita. Kita sudah cek, dan tidak ada warga kita yang merasa kehilangan anggota keluarga,” sebut Sairen. Sedangkan Ngateman, seorang warga Kampung Pulo Pule, tempat di mana jenazah ditemukan kepada wartawan mengaku, sekitar sebulan lalu, dia pernah melihat seorang pria yang diduga kurang waras berkeliaran di kawasan itu. Pernah, warga yang merasa kasihan, berusaha mengejar pria kurang waras itu. Namun gagal, karena setiap kali dikejar, pria itu selalu lari ke semak-semak menghindari kejaran warga.

“Pernah warga ngejar dia (orang kurang waras,red). Tapi selalu lari ke semak. Padahal, warga cuma mau mengamankan, karena kasihan, orangnya sudah tua. Tapi saya lupa, terakhir terlihat, dia pakai baju apa,” tukasnya. Informasi lain menyebutkan, pernah ada orang gila di tempat itu yang merupakan korban perampokan di daerah perkebunan gambus. Konon kata warga, trauma akibat kejadian perampokan, pria yang pernah mengaku berasal dari Lubuk Pakam itu menjadi terganggu kejiwaanya. Dan setiap kali bertemu warga yang bersuara besar di daerah itu, langsung terbirit-birit lari ke dalam kebun. “Mungkin saja orang gila itu Bang. Kemarin ada orang gila, kayaknya korban perampokan. Karena kejadian itu, dia jadi gila. Nah, asal bertemu warga yang suaranya besar, dia langsung

Karyawan Hotel Terkapar Dimassakan Sambungan Halaman 1 Kampung Jawa, Kecamatan Raya tengah sibuk dengan perkerjaannya. Salah seorang tersangka bernama Acen Saragih (21), datang memanggil korban. Dengan alasan mau menanyakan soal masalahnya, korban mau diajak Acen untuk menceritakan masalahnya ke luar dari Hotel Simalungun City. Padahal saat itu, tiga orang tersangka sudah siap-siap di luar menunggu korban. Ketika korban berhasil dibawa keluar dari hotel, korban langsung diberikan pukulan

MARI KITA ATASI REMATIK DENGAN CARA SEHAT Pernah mencoba a t a u mendengar tentang manfaat susu kambing milkuma? Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing milkuma. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing milkuma memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Susu kambing milkuma pun mengandung kalsium yang banyak berperan dalam kegiatan fisiologis lain, termasuk pembekuan darah, konduksi saraf, kontraksi otot, pengaturan aktifitas enzim, fungsi sel membran dan regulasi tekanan darah. Melihat manfaatnya yang begitu kaya bagi kesehatan, seorang wirasawasta kini memilih Milkuma untuk mengatasi rematik yang dialaminya. Milkuma adalah minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan

tertuang secara gamblang. Antara lain, hingga 2014 mendatang, sejumlah jalur KA yang selama ini mati, akan dihidupkan lagi. Disebutkan dalam Renstra, bahwa peningkatan jalur KA di pulau Sumatera termasuk menghidupkan kembali lintas mati serta peningkatan spoor emplasemen sepanjang 347 kilometer. Di antaranya pada lintas Tarahan-Waytuba, Muara Enim– Lahat, Martapura-Prabumulih, Teluk Bayur–Sawahlunto, Lubuk alung–Naras, Lubuk alung– Pariaman, Solok–Sawahlunto, Medan–Binjai, Kisaran-Tanjung

Balai, Medan-Tebing Tinggi– Siantar, Binjai–Besitang, Tebing Tinggi-Rantau Prapat. “Serta menghidupkan kembali jalur KA antara Padang-Pulau Aer, Muaro Kalaban–Muaro, Padang Panjang–Payakombo, Medan– Belawan, Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, Medan–Gabion,” demikian tertuang dalam Restra. Selain itu, target hingga 2014 adalah pembangunan jalur KA baru/shorcut/parsial double track/double track/double double track di pulau Sumatera termasuk pembangunan spoor emplasemen sepanjang 100 kilometer. Ini antara lain mencakup jalur ganda Tulung Buyut-Blambangan Umpu, jalur ganda MartapuraTigagajah, shortcut Rejosari– Tarahan, Bandar Lampung–Panjang, shortcut Solok–Padang, Duku–Bandara Minangkabau

meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bermutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di w w w.milkuma.com. Saat ini, Milkuma sudah tersedia di apotek2 juga toko obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Sumut : 085314072195. Kota Pematangsiantar : 0823 6768 Depkesdengan 0008. no PIRT. 6.09.3328.01.395.

oleh para tersangka. Korban pertama kali dipukul di bagian wajah. Para tersangka pun secara membabi-buta menghajar korban sampai terkapar. Badan korban dipukul berkalikali dan rusuk korban ditunjang. Diduga korban terkapar setelah rusuknya ditendang para tersangka. Ironisnya, setelah korban terkapar, para pelaku kabur meninggalkan korban. Untung ada teman korban yang menyelamatkan korban dan membawanya berobat.

”Mereka berpura-pura menanyakan masalah saya. Akan tetapi, tiba-tiba mereka menganiaya saya, memukul wajah, badan dan menunjang rusuk dan perut saya,” ujar korban saat membuat pengaduan di Mapolres Simalungun. Kapolres Simalungun dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP H Panggabean, membenarkan telah menerima pengaduan korban. “Kalau terbukti, mereka para tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama,” katanya. (osi)

lari ke dalam kebun,” sebut warga lainnya. Tak hanya itu, ada pula warga yang menduga-duga, kalau jenazah pria tersebut adalah mayat kiriman, korban pembunuhan dari luar daerah yang kemudian dibuang ke tempat itu. Komentar para warga ini cukup beralasan, sebab dalam 2 bulan terakhir, sudah ada 2 kasus penemuan mayat di wilayah Batubara, tepatnya di Sei Bejangkar dan Limapuluh. Di mana, untuk mayat yang ditemukan di wilayah Sei Bejangkar, diduga kuat korban pembunuhan. Sebab saat ditemukan, di lehernya ditemukan adanya bekas jeratan.

Terpisah, Kapolsek Limapuluh AKP Bambang Rubianto, ketika dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, mengingat kondisi jenazah yang sudah hancur, dia tengah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengebumikan jenazah, jika memang tidak ada warga yang mengaku kehilangan anggota keluarga. Sementara dr J Girsang dokter Puskesmas Limapuluh menyebutkan, untuk sementara jenazah masih di puskesmas Limapuluh untuk diperiksa. Dan jika dibutuhkan, akan dibawa ke instalasi forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk proses otopsi. (CK-1)

Sambungan Halaman 1

Mas Mansyur. Dompet berisikan sepasang anting emas, KTP, STNK serta uang tunai Rp500 ribu milik ibu rumah tangga itu lewong diambil pelaku. Kasubag Humas Polres Asahan AKP R Berutu membenarkan sudah banyak korban melaporkan kejadian pencurian bagasi sepedamotor, dan pihaknya terus melakukan penyidikan. Dia mengaku, kejahatan itu spontan sehingga pihaknya kesulitan untuk mengungkap serta menangkap pelaku. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mengungkap kasus pencurian itu. (sus)

Pencuri Spesialis Bagasi Kreta Marak Hal senada dikatakan Heri (45), warga Jalan Diponegoro. Dia menuding , petugas sepertinya belum mampu mengungkap serta menangkap pelaku kejahatan yang saat ini menimbukan keresahan di tengah-tengah masyarakat.”Kejahatan ini tergolong kecil, namun membuat orang tidak nyaman,” tegas Heri. Sebelumnya, Dian Maya Puspa Sari Nasution, warga Jalan Ikan Tawes Kelurahan Sidomukti, Selasa (3/7 ) sekitar pukul 20.30 WIB mengaku, bagasi sepeda motornya dirogoh pencuri saat sepeda motornya parkir di Jalan Diponegoro Simpang Jalan

Pernah Dilarang Pengurus Masjid Sambungan Halaman 1 (4/7) menceritakan, bahwa hubungan antara Baid dengan putrinya sudah banyak orang yang tahu, bahkan sudah dilarang berulang kali. Bahkan, pihak keluarga sudah pernah melarang YN agar tidak berhubungan dengan pria ayang sudah memiliki istri. Diungkapkan AN, YN memang berencana bersuami lagi untuk menopang kehidupannya dengan dua anak yang ditinggalkan suaminya karena bercerai. AN mengaku menyesalkan, kejadian penggerebekan yang dilakukan warga atas ulah putrinya. Hal itu dikarenakan, tidak sabarnya warga dan abang YN melihat Baid kerap membawa YN hingga larut malam. “Tapi apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur,” kata AN Sebelumnya, Kontraktor asal Simpang Dolok Kecamatan Limapuluh berinisal Baid (52), nyaris dimassakan warga ketika digerebek warga sedang berduan dengan janda anak dua berinisal YN, Minggu (1/7) sekitar pukul 21.30 WIB. Data dihimpun METRO,

Departemen Redaksi METRO ASAHAN Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing, Eva Wahyuni, Syafruddin Yusuf,Hermanto Sipayung, Redaktur Pelaksana: Syafruddin Yusuf, Asisten Redaktur Pelaksana: Hermanto Sipayung, Kordinator Liputan: Edwin Garingging, Reporter: Irvan Nasution (Kisaran), Susilowady (Kisaran), Putra (Aek Kanopan),Anniko Rambe, Rizki Whardana (R Prapat), Mahra Harahap (Kota Pinang), Ishak Lubis (Tj Balai) METRO SIANTAR Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing , Pandapotan MT Siallagan, Leonardus Sihotang, Redaktur Pelaksana: Leonardus Sihotang, Kordinator Liputan: Chandro Purba, Redaktur: Pholmer Saragih, Jhon Damanik, Plidewatna, Nurjannah, Asisten Redaktur: Pala MD Silaban, Hezbi Rangkuty, Edi Saragih, Reporter: Ikror Amin, Tonggo Sibarani, Imelda Purba,Pra Evasi Haloho, Soetomo Samsu (Jakarta)), Irwansyah(TanahJawa), Jetro Sirait (Parapat), Marihot Sinaga (Raya), Hardono Purba (Silau Kahean), Sendi Warto Purba (Saribudolok). Sekretaris Redaksi: Yanti Nurhapni METRO TAPANULI Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing, Pandapotan MT Siallagan, Daniel Simanjuntak, Syafruddin Yusuf, Redaktur Pelaksana: -, Kordinator Liputan: Nasa Putramaylanda, Reporter: Ridwan Butar Butar, Marihot Simamora, Aris Barasa, Freddy Tobing, Dungo Siburian, Saut Situmeang, Masril Rambe (koresponden Barus), Rinawati Marbun (koresponden barus), Horden Silalahi (Humbahas), Bernard Lumbangaol (Taput), Hengki Tobing (Taput)

peristiwa penggerebekan yang dilakukan warga berawal dari kecurigaan terhadap prilaku Baid yang 4 bulan terakhir kerap berkunjung ke rumah YN. Di mana, selama ini warga mengira Baid yang diketahui salah seorang tim sukses Bakal Calon Bupati (Bacabup) Batubara datang ke lokasi itu, adalah untuk menyosialisasikan Bacabup dukungannya yakni ZHR ke rumah kerabatnya berinisal Z (28) yang kebetulan bertetangga dengan YN. Tetapi, kunjungan Baid terlihat warga bukan sebatas sosialisasi. Sebab, warga kerap melihat BT keluar dari rumah Z, kemudian masuk ke rumah YN dan berlama-lama di rumah janda anak dua itu. Bahkan, warga pernah melihat Baid keluar dari rumah YN ketika waktu sudah subuh. Selain itu, salah seoang warga pernah memergoki Baid dan YN sedang bercumbu di dalam rumah. Sehingga, hal itu disampaikan kepada warga lain. “Aku pernah pergoki mereka (Baid dan YN,red) sedang berduaan bahkan mesra di dalam rumah YN,” kata SW

salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah YN. Puncaknya, Minggu (1/7) warga kembali melihat mobil Sedan Mercy BK 6 UC parkir di depan rumah YN. Diketahui warga, malam itu Baid dan YN baru saja tiba di rumah itu, sekembali dari jalan-jalan di kawasan Tanjung Tiram. Tidak tahu siapa yang mengomandoi malam itu, tiba-tiba saja warga datang berbondong-bondong ke rumah YN. Tak pelak, warga menemukan Baid dan YN sedang berduan di dalam rumah. Melihat kedatangan warga yang cukup ramai, Baid langsung melarikan diri dari pintu belakang rumah, menghindar dari tangkapan warga yang sudah emosi. Tak berhasil menangkap Baid, warga yang kalap melampiaskan amarah dengan melempari mobil sedan milik Baid dengan batu dan buah sirsak sehingga mobil itu rusak. Sementara, warga lainya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Labuhan Ruku. Mendapat laporan, sejumlah persoil Polsek Labuhan Ruku datang ke

METRO TABAGSEL Dewan Redaksi: Marganas Nainggolan (ketua), Maranatha Tobing , Muhiddin Hasibuan, Plt Redaktur Pelaksana: Nurjannah, Kordinator Liputan: Borneo Dongoran, Reporter: Parlindungan Pohan (Sidimpuan/Tapsel), Amran Pohan (Tapsel), Tohong Harahap (Paluta),Amran Pikal Siregar, (Palas), M Ridwan Lubis (Madina) Dep. Perwajahan, Pracetak & Artistik Kadep Pracetak & Artistik: Ahmad Yasir, Kabag: Amiruddin, Staf Pracetak:Salomo Seven Malau, Jamaluddin Sinaga, Hedry Handoko, Jefree Putra, Andri Manullang, Rudy handa Syahputra, Handoko, Aulia Yusuf, Mounting: Samuel Sihotang, Dedi Damanik, Amran Nainggolan, Nico HS, Kordinator Teknisi, Maintenance IT: Irwan Nainggolan, Staf Operasional Website: Hotlan Doloksaribu,Juanda Panjaitan DIVISI USAHA Departemen Umum/Adm/Keuangan Manager Adm/Keu/Umum: Dumaria, Kabag Accounting: Restioni Padang Departemen Sirkulasi / Pemasaran Manager Pemasaran: Jaberlinson Saragih, Adm Pemasaran : Indarny Aritonang, Piutang Koran: Ester Ade Gultom, Staf Penagihan: Sri Aman, Staf Pengembangan: Simson Winata, Ismail, Efendi Tambunan, Ponco, Kordinator Ekspedisi: Jhon Tua Purba, Staf Ekspedisi: Nico , Ardi, Roy Amarta. Departemen Iklan Manager Iklan: Jamot S, Kord Iklan: Bambang Satria, Kord Adm. Iklan group: Hariyani Kartini, Piutang Iklan Group: Tio Maria, Kabag Design Iklan: Holden Simanjuntak, Staf Desaign:Reliston Purba

lokasi dan berhasil menenangkan warga, serta mengamankan Baid yang bersembunyi di salah satu rumah warga yang diakuinya sebagai kerabatnya. Di Mapolsek Labuhan Ruku, ketika METRO menanyai Baid. Dia mengaku datang ke daerah itu untuk bertandang ke rumah Z adiknya. Sehingga, dia mengaku terkejut ketika warga mendatangi dan hendak menyerangnya serta merusak mobilnya. Ditanya soal hubungan spesialnya dengan YN, Baid tidak mau berkomentar dan memilih diam serta menghidar. Kapolsek Labuhan Ruku AKP H Matondang SH ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sedang menangani peristiwa itu, dan saat ini pihaknya sudah mengamankan mobil sedan mercy yang dirusak warga. Disampaikan Matondang, Baid sudah diperiksa dan mengaku kehadirannya ke daerah itu untuk bertemu dengan kerabatnya. “Kita masih lakukan pemeriksaan, mobil sedan yang rusak sudah diamankan,” katanya.(CK-1)

Perwakilan Metro Tapanuli Ka Perwakilan/Ka Biro Usaha: Kristian Sembiring, Staf Keuangan: Eriska Muham, Staf Piutang Koran/Iklan: Arfah Sari, Staf Pengembangan: Zulfiandi, Arnold Simbolon (pengembanan daerah Taput) Perwakilan Metro Tabagsel Ka Perwakilan/Ka Biro Usaha: Edi Panjaitan, Koordinator Pengembangan: Ahmad Suhaimi Lubis, Adm/Keuangan: Kristina Hutabarat Perwakilan Metro Asahan Kordinator Pengembangan: Marshall Leo Siagian, Adm/keuangan: Revina Sihombing, Staf Piutang Iklan/Koran: Annisa, Kuasa Hukum: Binaris Situmorang SH Tarif Iklan : Hitam/Putih (B/W) Umum/Display Rp. 7.500/mm kolom, Iklan Keluarga Ucapan Selamat Rp. 3.500/mm kolom, Iklan Warna (Full Colour) Rp. 15.000/mm kolom. Harga iklan ditambah PPN 10%. Harga Eceran Rp2.000 (dalam kota). Rekening a/n : PT Siantar Media Pers Bank Mandiri Cab Pematangsiantar AC:1070003101831. Alamat Redaksi /Iklan/ Pemasaran Medan : Graha Pena Medan Jl Sisingamangaraja KM 8,5 No.134 Medan-Amplas. Telp (061) 7881661 (Hunting) Fax (061) 7881733 Alamat Redaksi /Iklan/ Pemasaran: Jl Sangnawaluh No.24 Komp Mega Land Siantar Telp:(0622) 7553511, Fax (0622) 7553501 Siantar. e-mail : metrosiantar@yahoo.com. Perwakilan Jakarta: Jln Raya Kebayoran Lama17 Jakarta Selatan Telp. (021)-5349205, 5349206, 5349115. Fax. (021)-53490522. Pencetak : PT Medan Graindo, Jl SM Raja KM 8,5 No.134 Medan. Telp (061) 7881661 (Hunting) Fax (061) 7881733

DALAM PELIPUTAN, WA R TAW AN METRO ASAHAN SELALU DIBEKALI IDENTITAS DIRI DAN TIDAK DIBENARKAN MEMINTA SERTA MENERIMA A PAPUN DARI NARASUMBER BILA A D A YANG MERASA DIRUGIKAN OLEH WA R TAW AN METRO ASAHAN, DIMINTA UNTUK MELAPOR KE PIHAK BERW AJIB ATAU HUBUNGI (0622) 7553511


KAMIS

5 Juli 2012

Tradisi Ki Hu Ong Ya Mempererat Persaudaraan Sambungan Halaman 8

Rabu (4/7) dimeriahkan sejumlah artis dari negeri Malaysia, menghibur ribuan ummat yang datang dari berbagai penjuru daerah seperti Jakarta, Medan, Kisaran, dan beberapa daerah lainnya termasuk diantaranya ada yang datang dari negeri Cina. DR HC Suwardi Salim yang lebih dikenal dengan nama Abi Besok menjelaskan, puncak rangkaian perayaan akan dilaksanakan, Kamis (5/7) (hari ini,red) melalui upacara pembakaran tongkang. “Ritual bakar tongkang ini dilaksanakan pada bulan Go Gwee Cap Lak dengan makna untuk mengenang dan memperkenalkan sejarah tradisi yang telah menempuh proses sejarah yang panjang,” kata Abi Besok. Dijelaskannya, ritual bakar tongkang menjadi jembatan penghormatan kepada Dewa Ki Ong Ya dan Dewa Tai Sun yang lebih akrab disebut perayaan hari ulang tahun Dewa Ki

Ong Ya. “Nilai-nilai luhur dan kearifan sosialnya Go Gwee Cap Lak, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan serta kepedulian terus menyala menjadikan tradisi pulang kampung untuk memuliakan sanak saudara. Perayaan tradisi dan kepercayaan lokal yang memberi semangat spritualitas untuk kehidupan bersama yang setia kawan, peduli kepada sesama masyarakat Tanjungbalai,” katanya. Ditambahkannya, walau tradisi bakar tongkang telah dilakukan oeh leluhurnya selama ratusan tahun, tetapi untuk kota Tanjungbalai masih baru sekitar 22 tahun terakhir dilaksanakan. Ritual bakar tongkang sebagai salah satu langkah memanjatkan doa untuk kepentingan seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, tujuannya agar senantiasa selamat serta mendapatkan rezeki yang berlimpah-ruah terutama bagi kalangan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut. (ilu)

Asahan Juara Jambore Nasional Penyuluh Pertanian Sambungan Halaman 8

mendapat penilaian tertinggi dari dewan juri. Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan Joni Sihotang, Rabu (4/7 ) menjelaskan, Asahan terpilih sebagai duta Sumut pada Jambore Nasional Penyuluh Pertanian yang hadiri Menteri Pertanian Suswoyo pada tanggal 27-30 Juni 2012 lalu. Jalating yang disuguhkan pada festival karya penyuluh akhirnya berhasil menyingkirkan 4700 peserta lainnya. Menurut Sihotang, Jalating diciptakan sebagai alat pengendali hama burung manyar dan pipit, hewan ini merupakan salah satu hama musuh tanaman padi milik petani. Jalating dirancang oleh

petugas penyuluh pertanian Kabupaten Asahan sebagai perangkap dan sudah dibuktikan dalam sekali operasi dapat menangkap ratusan bahkan hingga ribuan ekor burung, sehingga alat ini dapat membantu petani dalam menggendalikan hama sehingga produksi padi dapat dipertahankan petani. Joni Sihotang didampingi 8 tenaga penyuluh yang mengikuti Jambore yakni Bambang, MuhamadTaufik,ElfinEffendi,Edy Aprianto, Lordarwin Purba, Sofyan Saragih, Badarun Lukman Nasution dan Arman, berharap dapat kembali mengangkat nama Asahan dan Sumut pada kegiatan lain yang berhubungan dengan peningkatankesejahteraanpetani. ( sus )

Tambang Pasir Tanpa Izin Menjamur

Sambungan Halaman 8

dari dasar sungai dengan bantuan mesin. Akibatnya, benteng penahan air di pinggir sungai rusak. Pemilik tangkahan, J Sihombing melalui Istrinya, Butet, ketika ditanyakansoalizinusahanya,mengatakan, pihaknya selalu membayar Rp200 ribu per bulan ke Pemkab Asahan melalui pihak kecamatan Pulau Rakyat. Terpisah, Camat Pulau Rakyat Ali Mukhtar mengatakan, tangkahan pasir milik J Sihombing di Desa Ofa Mahondang tidak me-

milik izin. Terkait adanya setoran sebesar Rp200 ribu per bulan dari pemilik tangkahan, seperti pengakuan Butet, dibantah Ali Mukhta. “Tidak benar ada setoran yang diterima Pemerintah Kecamatan, karena memang usaha tangkahan itu tidak punya izin,” kata Ali. DitambahkanAli,pihaknyameminta seluruh usaha tangkahan pasirdiSungaiAsahanyangberada di wilayah Pulau Rakyat yang tidak memilikiizinuntukmenghentikan operasinya, karena merusak lingkungan serta dapat menyebabkan bencana banjir. (sof)

Taksi Plat Hitam Tanpa Izin Beroperasi

Dishub dan Polisi Harus Bertindak Tegas SIANTAR- Dinas Perhubungan Pematangsiantar diminta serius menindak angkutan umum plat hitam yang menjamur di kota ini. Hal ini harus menjadi perhatian serius Dishub dan kepolisian agar jangan takut untuk menindaknya. Wakil Ketua Komisi III EB Manurung, Selasa (3/6) mengatakan, Dishub harus serius dan tegas menindak angkutan berplat hitam, karena ini sudah menyangkut pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia menjelaskan, keberadaan angkutan plat hitam ini semakin menjamur dan seolah tak bisa lagi ditindak. Angkutan umum berplat hitam ini ditengarai dibekingi oleh orang kuat atau elite pejabat, sehingga Dishub seakan tak bisa berbuat banyak. “Jadi diminta pada Kepala Dinas Perhubungan Siantar, kalau tak bisa

menindaknya, maka mundur sajalah,” ujarnya. Sementara Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Siantar Moslen Sihotang, Selasa (2/6) mengatakan, angkutan umum berplat hitam yang beroperasi di Pematangsiantar ini tidak dibenarkan dan dia mengaku pihaknya tak pernah mengeluarkan izin untuk itu. “Kecuali terhadap angkutan plat hitam yang rekomendasinya yang dikeluarkan, rekomendasi soal izin angkutan dan izin trayek kita teruskan ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). “Inilah mekanismenya,” ujarnya. Katanya, dasar hukum pemberian rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 pasal 30. di situ disebutkan, mobil penumpang

umum yang dioperasikan untuk angkutan sewa harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam dengan tulisan putih dan diberi kode khusus, dilengkapi dokumen perjalanan yang sah berupa surat tanda nomor kendaraan, buku uji dan kartu pengawasan. Berdasarkan itu, Dishub mengeluarkan rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek yang diteruskan ke BPPT untuk dikeluarkan izinnya. Disinggung soal taksi plat hitam yang tak punya izin beroperasi, Moslen mengatakan pihaknya akan rutin melakukan razia dan melakukan penilangan terhadap taksi plat hitam. Pasalnya, keberadaan taksi

plat hitam yang tak beizin sudah sangat meresahkan dan ini sudah jelas mengurangi Pedapatan Asli Daerah (PAD). Terpisah, Sekretaris BPPT Fatimah Siregar ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, rekomendasi izin angkutan umum dan trayek yang dikeluarkan Dishub yang diteruskan kepada mereka memang benar adanya. “Selanjutnya kami akan memproses serta mengeluarkan izin ketika dianggap tak ada masalah terhadap pemberian izin tersebut. Memang begitulah mekanismenya,” jelasnya. Sebelumnya, Kasubdid Gakkum dari Poldasu AKBP N Sitepu, Jumat (29/6) mengatakan, minibus plat hitam tersebut sudah melanggar ketentuan, sehingga bila terjadi kecelakaan maka akan terkendala pada klaim Jasaraharja. “Makanya mobil-

mobil penumpang yang ber plat hitam harus ditangkap dan jangan dibiarkan beroperasi,” tegas mantan Kasat Lantas Polres Simalungun ini. Sementara salah satu pengusaha taksi plat hitam di Jalan Sutomo mengharapkan kepada pemerintah, baik pemerintah tingkat II, tingkat I dan pusat untuk merangkul dan memberikan sosialisasi serta memberikan pembinaan pada perusahaan-perusahaan taksi plat hitam yang tak mempunyai izin, karena ini sudah menyangkut persoalan ekonomi. “Kalau angkutan plat hitam ditindak, ini akan menambah jumlah pengangguran yang sangat signifikan. Apalagi kalau sampai tak diberikan izin, berapa banyak lagi nantinya yang akan menganggur,” jelasnya. (mag 05)

Supir Angkot Dipungli SIMALUNGUN-Sejumlahsupir angkutan mengaku sering dimintai uang dengan alasan biaya retribusi oleh petugas Dinas Perhubungan Simalungun di Pos Nagoti Bandar, Kecamatan Bandar. Mereka dimintai uang sebesar Rp5.000 namun tak disertai karcis. Julius Manik (41), salah seorang supir angkutan, warga Kelurahan

Perdagangan III, Kecamatan Bandar,Simalungun,yangditemui METRO, Rabu (4/7) mengakui hal itu. Katanya, pengutipan ini pun sudah sering menjadi sebab pertengkaran mereka para dengan para petugas Dinas Perhubungan. Pasalnya, terkadang supir sangat jengkel karena petugas tetap meminta uang tersebut, sementara

penumpang masih sepi. “Jika supirtetapbersikerastidakmemberikan uang, maka petugas Dinas Perhubungan nekat menahan mobil angkutan kami walau ada penumpang di dalam,” kesalnya. Sementara, setelah uang tersebut diberikan, petugas ini tak pernahmemberikankarcistanda

pembayaran. “Kemungkinan pengutipan itu adalah pungutan liar (pungli)karenamereka(petugas)tidak pernah memberikan karcis kepada supir,”ujarSilalahi,supirlainnya. Sementara J Saragih (41) warga Nagori Bandar mengatakan, dalam sehari dia mengamati ada ribuan angkutan yang melintas di Jalan Siantar-Perdagangan. Katanya,

selain angkutan kota (angkot), bus besar seperti KUPJ dan bus lintas antar provinsi juga dikutip. Para supir ini mengharapkan agar Kepala Dinas Perhubungan menanggapi serius masalah ini untuk menyelamatkan supir dari beban yang menghimpit oleh ulah oknum Dinas Perhubungan. (mag-02/ara)

1 Tewas, 3 Ditahan Sambungan Halaman 8

Poridin tewas di Puskesmas setelah terlibat bentrok dengan anggota SPI. Sidang akhirnya ditunda karena saksi tidak hadir. Usaisidang,KetuaSerikatPetani Indonesia Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat, Wagimin, menjelaskan, kehadiran anggota kelompok tani SPI di

kantor Pengadilan Negeri Tanjungbalai untuk memberikan dukungan kepada tiga anggota kelompok tani yang ditangkap terkait kematian Poridin. Berawal, ketika Almarhum Poridin anggota Kelompok Bina Tani mendatangi puluhan anggota SPI yang sedang membersihkan 350 hektare lahan yang merupakan hutan resgiter. Antara Poridin dan anggota SPI terjadi cekcok, sehingga berujung

keributan karena Poridin melarang anggota SPI mengerjakan lahan. “Terjadi keributan, massa mengamuk dan Almarhum Poridin terluka. Kemudian dibawa anggota Polsek Pulau Rakyat untuk mendapat perawatan ke Puskesmas. Di Puskesmas, Poridin masih sempat mengancam anggota SPI yang ikut mengantar,” katanya. Dijelaskan Wagimin, Poridin

akhirnya dikabarkan meninggal dunia, tidak jelas meninggal di puskesmas atau ketika telah kembali ke rumahnya. “Banyak orang saat kejadian tersebut, jadi kenapa tiga orang teman kami ditangkap,” kata Wagimin, didampingi tiga orang pengacara yakni Taip Bahren Samosir, Taufik Umar Harahap dan Tri Purno Widodo. Dijelaskan Wagimin, lahan

yang disengketan bukan milik Kelompok Bina Tani tetapi milik negara dengan status hutan register. Hal senada disampaikan, Sam dan Nuriah, anggota SPI dari Desa Bangun. “Hakim harus membebaskan tiga anggota kami, karena mereka tidak bersalah. Kami akan terus memberikan dukungan,” katanya. (ilu)

6 Emas 3 Perak dan 6 Perunggu Sambungan Halaman 8

Popdasu tahun 2012. Manejer kontingen Asahan yang juga menjabat sebagai Kepada Bidang Olahraga pada Disporabudpar Asahan, M Malau, kepada METRO, Rabu (4/7) dikantornya jalan Madong Lubis mengatakan, dari 7 cabang olahraga yang diikuti yakni cabang badminton, voli, gulat, atletik, pencak silat, sepak takraw dan tenis meja, seluruhnya mendulang medali. “Walaupun kita berangkat dengan dana yang sangat minim, namun torehan prestasi cukup membanggakan,” katanya. Dijelaskan Malau lebih lanjut, kontingen Asahan yang ber-

kekutan 57 orang pada cabang pencak silat menunjukkan grafik yang sangat menonjol dengan meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. Sementara cabang takraw meraih 1 emas, gulat 2 emas dan 1 perunggu. Cabang atletik meraih 1 perak, voli putra 1 perunggu, tennis meja 1 perak dan 1 perunggu dan bulu tangkis ganda putra raih 1 emas. “Prestasi ini sebagai bukti pembinaan olahraga di Asahan mampu mengimbangi daerah lain,” katanya. Ditambahkannya, pelayan tuan rumah Mandailing Natal yang tidak maksimal menyebabkan peserta kecewa karena dinilai tidak siap menjadi tuan rumah. Sarana dan prasarana

tidak mendukung, termasuk kesiapan oknum-oknum pantia pelaksana menggelar Popdasu. Peserta harus berupaya sendiri dalam mengurusi para atletnya, mulai dari penginapan, makan, dan transport dari lokasi menginap yang sangat jauh dari lokasi pertandingan. “Kami mengharapkan Disporabudpar Sumut tidak asal tunjuk kepada daerah yang menjadi tuan rumah Popdasu, jika memang tidak siap secara sarana prasarana termasuk panitia. Ini akan membuat olahraga kita menjadi mundur,” katanya. Sementara beberapa atlet yang ikut bertanding, mengharapkan perhatian dari Pemkab Asahan melalui alokasi dana

yang cukup, agar dalam mengikuti pertandingan dan

kejuraan, para atlet lebih konsetrasi bertanding. (mar)

Operasi Patuh Toba 2012 45 Sepedamotor Terjaring Sambungan Halaman 8

standar nasional Indonesia (SNI) juga ditekankan, Kasatlantas Polres Asahan AKP Eko Hartanto menjelaskan, razia Operasi Patuh Toba 2012 merupakan kegiatan rutinitas menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini untuk menertibkan pengendara yang melanggar peraturan lalulintas serta menyadarkan pengendara

untuk melengkapi kelengkapan kenderaannya sebelum digunakan. Terpisah aktivis LSM ACI Ir Muklis mengatakan, sangat mendukung upaya pihak kepolisian dalam meningkatkan kesadaran berlalulintas dengan melakukan razia pengendara sepedamotor. “Banyak korban berjatuhan, kita berharap dapat ditekan melalui operasi rutin,” katanya. (ck-1)

Sambungan Metro Asahan Usut Korupsi Pembangunan GOR! Sambungan Halaman 1 Dia menyebutkan, sikap AMAK melaporkan penyimpangan pembangunan itu bertujuan baik agar keuangan Negara tidak terbuang sia-sia. Dia mengaku heran, melihat plank proyek yang tertulis pelaksana adalah Komite Pembanguan Gedung Olah Raga Tahun Anggaran 2011. Dikerjakan CV .PANGALAIS,

beralamat di Jalan Bayangkara Gg. Keluarga No 19 Medan. Namun, dalam plank itu tidak dijelaskan sumber dana kecuali yang tertulis adalah nilai kontraknya Rp799.335.000. Menurutnya, hal itu membingungkan, apakah dana berasaal dari APBD Asahan atau APBD Sumut maupun APBN. Namun berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, dana tersebut berasal dari bantuan Kemenpora RI

sebesar Rp800 juta dan shaharing P-APBD Asahan Rp50 juta. Hanya saja sebut dia, masih diperlukan penelusuran tambahan agar sumber dana itu diketahui pasti. Mengenai Komite Pembanguan Gedung Olah Raga sebagai pelaksana proyek dan bukan SKPD masih belum jelas. Soalnya, pada papan proyek dan dipingir kanan atas tertera lambang Komite Nasional Olah Raga Indonesia

(KONI). Saat hal itu dikonfirmasi kepada KONI Asahan, apakah pihaknya yang disebut Komite Pembangunan itu. Ketua KONI Asahan melalui Ketua Bidang Organisasi Anda Suhendra Rambe SH justru menyebutkan, KONI adalah wadah yang melakukan pembinaan prestasi kepada organisasi olahraga dan atlet. ”KONI Asahan bukan pelaksana proyek,” tegasnya. Sementara informasi yang

diperoleh di Pemkab Asahan, bahwa Komite Pembangunan GOR adalah bentukan Pemkab Asahan terdiri dari Ketua Amir Hakim, Sekretaris M Saleh dan Bendahara H Abdul Haque. Selanjutnya pelaksana teknik dari proyek adalah Dinas PU Asahan. Mengenai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu adalah pegawai Dinas PU yakni Zailani ST dan pengawasnya Irwansyah.

Hanya saja untuk mengetahui kebenarannya Kadis PU Taswir ketika dikonfirmasi tidak berhasil demikian juga Zailani ST. tetapi, Irwansyah yang dihubungi membenarkan kala proyek itu berjalan, dirinya merupakan pengawas. Ditanya berapa jumlah tiang yang dipasang dalam pembangunan, Irwanysah mengaku tidak ingat. “Aku sudah tidak ingat, nanti aku lihat dulu catatan saya,”

katanya. Soal Amir Hakim sebagai ketua Komite dan sejauhmana peran komite dalam proyek, juga tidak bisa dihubungi. Sedang H Abdul Haque ketika dihubungi mengaku memang duduk dalam kepengurusan komite sebagai bendahara. Ditanya soal proses pelaksanaan proyek, H Abdul menolak berkomentar. (van)

Sempat Pisah Karena Pilihan Nasionalisme, Rujuk Kembali Demi Anak Sambungan Halaman 1 EVA hanya bisa geleng– geleng kepala. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pernikahannya dengan Jose Antonio Amorim Dias mendadak dipermasalahkan. Bahkan, sampai dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) yang mengurusi penegakan etika para anggota dewan. “Ini kan wilayah privat, terserah masing-masing individu. Wong nggak merugikan rakyat kok dipersoalkan,” kata politisi PDIP itu, kepada Jawa Pos (grup METRO), Kamis (28/6) pekan lalu. Menurut para pelapor yang mengatasnamakan Lembaga Kajian Hukum dan Politik Indonesia Cerah Abadi itu, diplomasi matrilineal atau diplomasi perkawinan merupakan praktek diplomasi kuno (ancient diplomacy).

Pernah dijalankan Nabi Sulaiman yang menikahi Ratu Balqis. Begitu juga Cleopatra dari Mesir dengan menikahi Jenderal Anthony dari Romawi untuk mencegah Mesir diserang Roma. Pada intinya, diplomasi perkawinan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, mulai dari mencegah perang, sampai perluasan pengaruh. Saat ini, larangan bagi anggota DPR merangkap profesi atau jabatan tertentu sudah diatur UU Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, termasuk tata tertib DPR. tapi, tidak demikian dengan merangkap istri pejabat diplomatik untuk negara lain. Karena itu, para pelapor berharap ke depan persoalan ini bisa diatur. Eva sendiri tidak habis fikir sampai muncul kekhawatiran terhadap praktek ancient di-

plomacy itu. ’’Ancient diplomacy apa? Dua tahun lagi dia balik jadi pegawai negeri biasa,’’ ujar anggota Komisi III yang juga tengah menjabat Presiden Kaukus Parlemen ASEAN untuk Myanmar itu. Dia menuturkan dirinya menikah dengan Jose pada tahun 1995. Mereka bertemu di Belanda ketika tengah sama – sama mengambil gelar master di Institute of Social Studies, The Hague, Belanda. Eva yang saat itu masih menjadi dosen di almamaternya yakni Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya, mengambil Politics of Alternative Development Strategy. Sedangkan, Jose memilih human rights. Cinta yang bersemi di kampus itu dengan cepat menjadi serius. Tanpa menunggu lama keduanya memutuskan untuk menikah. ’’Nggak kuat

ngempet. Wis tuo. Sekolah ngoyo kudu bikin bolo,’’ canda perempuan kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 8 Oktober 1965 itu. Dari hasil pernikahan itu, mereka dianugerahi seorang anak yang diberi nama Maria Fatima Kusuma Dias. ’’Sekarang usia Maria 15 tahun. Sudah kelas 2 SMA,’’ ceritanya. Sewaktu situasi krisis antara Indonesia dan Timor Leste (saat itu masih disebut Timor –Timur dan menjadi bagian dari Indonesia, Red) mencapai puncaknya pada 1999, keharmonisan rumah tangga Eva dan Jose ikut ’’memanas’’. Pada 30 Agustus 1999, pemerintahan BJ Habibie terpaksa menggelar jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur pada 30 Agustus 1999. Hasilnya mengecewakan. Sekitar 78,5 persen rakyat Timor Timur menyatakan ingin merdeka.

Sebagai orang asli Timor Timur atau Timor Leste, Jose ngotot ingin kembali ke Dili, kampung halamannya. Perbedaan sikap dalam memandang nasionalisme inilah yang membuat Eva dan Jose memutuskan untuk berpisah. ’’Sejak referendum kami sepakat beda jalan,’’ tutur Eva yang sempat bekerja sebagai konsultan di Asia Foundation. Jose sendiri akhirnya memilih berkarir sebagai pegawai negeri di departemen luar negeri Timor Leste. Dianggap berprestasi, Jose kemudian dipercaya menjadi dubes Timor Lester di Belgia dan Uni Eropa. Pada tahun 2006, Jose kembali ditarik ke Timor Leste. Pada tahun 2006 itulah Eva dan Jose mulai memperbaiki hubungan. Setahun sebelumnya, yakni pada 2005, Eva melangkah ke DPR sebagai

pengganti antar waktu dari Fraksi PDIP. ’’Karena situasi kedua negara membaik, terus anak ogah aku nyari bapak baru, kami memperbaiki hubungan demi anak. Ternyata setelah enam tahun, hati kami tidak terpisah. Tapi, semuanya terutama demi anak,’’ kata Eva lantas tersenyum. Tiga tahun kemudian lahirlah putra kedua yang diberi nama Danny Surya Utama Dias. ’’Yang kecil ini hasil rujuk,’’ ujar Eva. Menurut Eva, baru sekitar enam bulan, Jose ditunjuk menjadi dubes Timor Leste di Kuala Lumpur, Malaysia. ’’Tapi, kularang masuk partai. Biar nggak tambah complicated,’’ tuturnya. Dia menegaskan, ketika menikah Jose sepenuhnya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Persoalan politik yang membuat Jose akhirnya memilih kewarganegaraan

Timor Leste. ’’Apa karena Timor Lester merdeka, lalu saling menghalangi karir hasil kerja keras masing –masing? Edan wae,’’ protes Eva. Sejauh ini, sebagai anggota DPR, Eva merasa tidak pernah diintervensi suaminya. Sebaliknya, dia juga tidak pernah mengintervensi posisi Jose sebagai duta besar Timor Leste di Malaysia. ’’Hubunganku terbuka. Kolega di PDIP, komisi III, sampai lintas partai tahu dan kenal Jose. Tidak ada slintat-slintut,’’ tegasnya. ’’By the way, apa Timor Leste begitu menakutkan? Apa mereka mau nyaplok RI? Apa negara kita sedang bermusuhan?’’ imbuh Eva masih dengan nada kesal. (*)


KAMIS

5 Juli 2012

Waruwu Sudah Sering Perawani Pembantu Sambungan Halaman 9 Itu dikatakan Yani (istri Waruwu, red) kepada Melati saat Melati melaporkan ulah Waruwu yang telah memerawaninya. “Sudah jangan melawan kau, ikuti saja kemauan suamiku. Memang sudah sering suamiku kayak gitu (memerawani pembantu, red). Kalau suamiku minta dilayani ya layani saja,” kata Melati menirukan ucapan Yani saat Melati melapor kepada Yani tentag ulah Waruwu yang telah memerkosa Melati. Bahkan menurut Melati, sesuai pengakuan Yani, para mantan pembantu Waruwu sering diajak ‘main tiga’. Di mana mantan pembantu mereka diajak melakukan hubungan seks bersama Yani dan Waruwu. “Menurut istri majikanku itu, para pembantunya yang dulu-dulu juga sering diajak ‘main bertiga’. Aku sudah nggak tahan lagi dengan ulah majikan dan istri majikanku itu. Makanya aku menceritakan peristiwa yang kualami kepada Paila,” katanya. Terpisah, Kabag Humas Polres Labuhan-

batu AKP MT Aritonang mengatakan, untuk sementara polisi masih menetapkan satu orang tersangka yaitu, T Waruwu dalam aksi pencabulan terhadap Melati. “Jadi kalau untuk sementara, T Waruwu yang ditetapkan menjadi tersangka. Istrinya belum dijadikan tersangka. Kalau ada hasil penyidikan mengarah ke istrinya baru bisa dijadikan sebagai tersangka,” kata Aritonang. Menurut Aritonang, saat ini pemeriksaan masih sedang berlangsung untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kejadian yang dialami oleh korban dalam aksi pencabulan yang dilakukan oleh tersangka. “Kalau dalam pemeriksaan mengarah ke istri tersangka, polisi akan menjerat istri tersangka sebagai tersangka baru dalam kasus ini,” kata Aritonang. Aritonang menambahkan, T Waruwu dapat diancam 15 tahun penjara dengan pasal penyetubuh anak di bawah umur. Seperti diberitakan sebelumnya, Melati (19) asal Kabupaten Gunung Sitoli, Nias, dicabuli majikannya T Waruwu (45) warga

Desa Leidong Timur, Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan. Parahnya, setelah diperawani oleh majikannya itu, Melati dipaksa “main tiga,” dengan Yuni (35) istri dari T Waruwu. Informasi yang dihimpun dari korban, aksi pencabulan yang dilakukan Waruwu terhadap Melati sudah dilakukan sejak awal Januari 2012 lalu. Saat itu Melati baru tiga hari bekerja menjadi pembantu rumah tangga di rumah Waruwu yang seharinya bekerja sebagai kontraktor di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Labura. “Aku pertama kali di perkosanya di hari ketiga bekerja di rumahnya sebagai pembantu,” ujar korban. Diceritakannya, malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Waruwu secara tiba-tiba memasuki kamar tidurnya dan mencoba memperkosanya. Melati pun mencoba melawan. Namun saat itu, ia kalah kuat. Akhirnya Waruwu berhasil mengerenggut keperawanan Melati. “Malam itu saya di perkosanya dan tak

sanggup melawan. Mulut saya di sumpel pakai tangannya,” ungkapnya. Keesokan harinya, Melati kemudian melaporkan tindakan Waruwu kepada Yuni (Istri Waruwu, red). Namun, laporan Melati malah ditanggapi dingin. Parahnya, Yuni malah menyarankan kepada Melati agar tidak menolak jika diajak berhubungan badan dengan suaminya. “Kata Buk Yuni, saya harus mau melayani suaminya,” katanya. Sejak itu, tindakan Waruwu semakin menjadi–jadi. Majikannya itu kerap kali memaksa Melati untuk melayani nafsu birahinya. Bahkan pengakuannya, ia pernah melayani nafsu majikannya itu bersamasama istri Waruwu di dalam kamar tidur majikannya tersebut. “Sudah ada tiga kali kami main tiga. Aku dan istrinya bersama-sama melayani nafsu majikanku itu,” terangnya. Merasa tak tahan dengan prilaku pasangan suami istri tersebut, diakhir Mei 2012, Melati kemudian menceritakan prilaku majikannya itu kepada Palia (22),

Warga Tolak...

Penjual Seragam dan Sepatu ‘Diserbu” Pembeli

Sambungan Halaman 9 Menurut beberapa pegawai SPBU yang memohon agar namanya jangan di korankan, Rabu (4/7) mengatakan, saat ini Ahok sedang mengurus surat-surat perizinan agar SPBU di Jalan SM Raja Rantauprapat diaktifkan lagi. Jika surat-surat perizinan sudah diperoleh Ahok, maka SPBU tersebut secepatnya akan diaktifkan lagi. Hanya saja rencana Ahok itu ditentang warga yang tinggal di sekitar SPBU milik Ahok. Siti (50) warga yang bermukim di sekitar SPBU SM Raja mengaku takut jika SPBU itu diaktifkan lagi. Menurut Siti, peristiwa ledakan SPBU pada tahun 2011 lalu benar-benar membuatnya trauma. Bahkan saat SPBU itu meledak, Siti mengaku jatuh pingsan setelah mendengar suara ledakan. ”Kalau saya ingat peristiwa itu, merinding saya pak,” ujar Siti. Senada dikatakan Yanto (40 ), Ali (50), dan Surya (63). Menurt ketiga warga ini, para warga yang bermukim di dekat SPBU SM Raja sepakat akan menolak jika SPBU tersebut diaktifkan lagi. Sementara, informasi yang diperoleh METRO, Pemkab Labuhanbatu melalui Bagian Pemerintahan berencana akan mendata ulang seluruh Izin Gangguan (HO) SPBU di Labuhanbatu. Pasalnya sesuai data yang dimiliki pemkab, ternyata SBPU 14 214 225 di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat, yang meledak, Jumat (15/ 6) sekitar pukul 12.30 WIB lalu, ternyata HO nya sudah kadaluarsa. Itu dikatakan Kabag Pemerintahan Pemkab Labuhanbatu Herry AP. Karenanya pemkab segera melakukan pendataan dan memeriksa seluruh HO SPBU di Labuhanbatu. “Ya, akan kita data ulang seluruh HO SPBU yang ada di Labuhanbatu,” jelasnya. Penanganan Kasus Meledaknya SPBU di Jalan Ahmad Yani Masih Kabur Penanganan kasus meledaknya SPBU 14 214 225 di Jalan A Yani, Rantauprapat hingga kini masih kabur. Pasalnya, baik pihak UMPS I PT Pertamina dan pihak kepolisian sama sekali belum memberikan paparan dan keterangan resmi terkait penyebab insiden tersebut. Pihak UMPS I PT Pertamina sendiri hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan yang dilakukan tim ahli mereka. Padahal, sesuai informasi, beberapa jam setelah terjadinya kebakaran di SPBU itu, pihak tim teknis dari PT Pertamina langsung mendatangi lokasi. Tapi belum diketahui secara pasti hasil penelitian yang dilakukan. Sebab, Fitri Erika Assitent Manager External Relation FRM Region I, ketika dikonfirmasi enggan memaparkan hasil penelitian mereka apa yang menjadi penyebab meledaknya SPBU di Jalan Ahmad Yani. Demikian halnya dengan pihak kepolisian Polres Labuhanbatu. Sekedar mengingatkian, SPBU 14.214.225 di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat meledak, Jumat (15/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Belum diketahui pasti penyebab ledakan. Namun diduga akibat kabel alat pompa minyak di bunker (tempat penyimpanan minyak) mengalami korsleting. Tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Pegawai SPBU yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, ledakan pertama terjadi di bagian bangunan gudang, di sebelah kiri SPBU, yang digunakan sebagai tempat menyimpan tabung gas elpiji 3 kilogram dan 15 kilogram. Kuat dugaan, ledakan terjadi sat seorang karyawan memindahkan minyak solar dari bunker sebelah kiri ke bunker sebelah kanan. Diketahui, saat itu karyawan SPBU menekan tombol alat pompa minyak. Tiba-tiba dari kabel listrik pompa minyak, muncul percikan api dan menyambar solar. Lalu terjadi ledakan dan membuat gudang penyimpanan tabung gas elpiji milik SPBU ikut meledak. Sementara pompa minyak langsung terangkat dan berserakan. Beberapa saksi mata, yaitu Pargaulan Siregar (30), Roni (39), dan Abdul (26) mengatakan, ledakan bermula dari bagian gudang pojok SPBU. Akibat ledakan, sejumlah barang yang ada di dekat gudang terlempar. Melihat itu, warga yang melintas tak jauh dari lokasi SPBU, langsung berlarian karena takut terkena ledakan. Begitu juga warga yang sedang mengisi bahan bakar kendaraannya di SPBU. “Tadi aku sedang mengisi bensin keretaku. Tiba-tiba gudang di pojok kiri bangunan SPBU meledak. Aku dan para karyawan SPBU, juga warga yang melintas di dekat SPBU, langsung lari menyelamatkan diri,” kata Pargaulan. Sementara beberapa pegawai SPBU, yakni Romita (27) dan Evi (24) mengatakan, setelah adanya ledakan, terlihat kobaran api menyambar bagian lain di gudang sebelah kiri pojok SPBU. Lalu kobaran api merambat ke bagian belakang SPBU. (cr1)

seorang wanita pekerja salah satu grosir sembako yang berlokasi tak jauh dari kediaman majikannya itu. Palia yang merupakan warga Damuli, Kabupaten Labura tersebut lalu membawa Melati kabur dari rumah majikannya itu. “Dia kubawa kabur ke rumah kawanku di Aek Kanopan. Kemudian kami melapor ke Polsek Kualuh Hulu,” ujar Palia, Selasa (3/7) di Mapolres Labuhanbatu. Selain melaporkan Waruwu kepada polisi, Palia juga melaporkan peristiwa yang dialami Melati kepada Wakil Ketua Persatuan Marga Zebua Labuhanbatu Folala Zebua, yang kemudian mendampingi korban melapor hingga ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Labuhanbatu. Sementara Kapolres Labuhanbatu melalui Kanit UPPA Polres Labuhanbatu Ipda O Galingging mengatakan pihaknya telah mengamankan Waruwu sebagai tersangka dalam kasus pencabulan tersebut. “Tersangka sudah kita tangkap dan masih kita periksa,” ujarnya singkat. (cr1)

Sambungan Halaman 9 belikan pakaian untuk anak mereka yang masih SD, SMP, dan SMA. Penjualan seragam sekolah setiap harinya bisa mencapai 25 lusin. Padahal pada hari-hari biasa hanya laku 2 lusin saja,” kata Sarulis pemilik toko pakaian UD Sempurna, Rabu (4/7). Menurut Sarulis, harga jual pakaian bervariasi, mulai Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Sarulis menambahkan, pakaian yang dijualnya diambil dari Medan. Selain seragam sekolah, penjualan sepatu dan buku tulis juga meningkat. Untuk penjualan sepatu saat ini bisa

mencapai 40 pasang per harinya. Sedangkan harganya Rp25 ribu sampai Rp125 ribu sepasang. Untuk buku tulis, perharinya habis terjual 100 hingga 150 lusin. Buku isi 30 lembar harganya Rp10 ribu, sedangkan buku isi 50 lembar harganya Rp18 ribu, dan buku isi 100 lembar harganya Rp75 ribu. Terpisah, Kepala Dispenrindag Labusel Ahmad Fuad mengatakan, memasuki ajaran tahun baru ini, untuk harga–harga kebutuhan anak sekolah masih dalam kondisi terkendali. Dalam waktu dekat ini, Disperindag akan melakukan operasi pasar di Pasar Inpres Kotapinang. (mhr)

Aneh, Pemkab Tak Tahu Sambungan Halaman 9

„ H Amiruddin Naipospos memberikan pengarahan kepada pengurus tinta emas pers.

(Foto: Syawal Tanjung)

Tinta Emas Pers Dikukuhkan di Labura Sambungan Halaman 9 dan santun sehingga dapat menyajikan berita yang berimbang dan terpuji di mata masyarakat.

Sementara H Amiruddin Naipospos mengatakan, dengan terbentuknya organisasi kewartawanan ini, dihardapkan akan lebih mempermudah informasi.

Ada pun kepengurusan tinta emas pers yakni: Ketua Syahrial Siregar, wakil ketua Agus Siregar, sekretaris Redy, Bendahara Syawaluddin Tanjung, ketua pembina/penasehat H Acun. (st)

dangan,” ujar Indrayadi (28), warga Jalan WR Supratman, Rabu (4/7). Sepengetahuan Indrayadi, lokasi tempat berdirinya bangunan tersebut merupakan taman kota milik pemkab. Namun pada September 2011 lalu, telah berdiri sebuah bangunan batu permanen yang hingga kini belum jelas peruntukannya. Hal serupa disampaikan Ali Syahbana Siregar, warga Padang Matinggi Rantauprapat. Menurutnya, selain telah merusak keindahan, keberadaan bangunan tersebut juga dinilai telah merusak lokasi taman di pinggiran jalan tersebut. “Makanya kita berharap agar pemerintah menertibkan bangunan tersebut,” tambahnya. Sementara Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Abdul Rahman ketika dikonfirmasi, mengakui jika areal tempat berdirinya bangunan tersebut adalah lahan milik pemerintah yang dijadikan sebagai taman kota. Namun ia mengaku tidak mengetahui jika di lokasi tersebut

(Foto: Ahmad Efendi)

„ Bangunan misterius yang didirikan di lahan taman kota milik Pemkab Labuhanbatu.

telah berdiri sebuah bangunan. “Saya belum tahu. Setahu saya lahan itu adalan taman kota. Kenapa bisa berdiri bangunan dan apa kegunaan bangunan itu didirikan saya belum tahu. Saya juga tidak tahu siapa yang mendirikan bangunan itu. Terima kasih informasinya, nanti akan kita cek keberadaan bangunan itu,” ujarnya. (cr2)

Puluhan Brimob Amankan Lobuhala Sambungan Halaman 9 diduga sebagai otak pelaku pembakaran rumah tersebut. “Perkembangan terakhir, sudah ada empat orang yang kita duga sebagai otak pelaku,” ujarnya. Namun kata Dodi, pihaknya belum melakukan penangkap terhadap keempat orang yang dicurigai itu. Pasalnya, pihak kepolisian masih menunggu para korban menyelesaikan berita acara pemeriksaan (BAP) di Polres Labuhanbatu. “Mungkin dalam waktu dekat, setelah BAP para korban itu selesai, kita akan menangkap keempat para pelaku yang dicurigai itu,” ungkapnya. Namun menurut Dodi polisi belum dapat membeberkan identitas keempat orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran 50 rumah anggota KUD tersebut. “Kalau kita beberkan ke media nanti mereka pada kabur lah. Makanya kita minta wartawan bersabar,” tutupnya. Para pegawai KUD yang rumahnya dibakar berharap polisi bisa bergerak cepat untuk menangkap para pelaku pembarakan rumah

mereka. Menurut para pegawai KUD, Rudi (43), saat peristiwa pembakaran itu para pegawai KUD sedang tidak ada di rumah. Hanya ada beberapa saja pegawai KUD yang tinggal di rumah. Namun kebanyakan yang tinggal di rumah adalah istri para pegawai KUD dan anak-anak. Sehingga saat ratusan pelaku pembakaran datang, tidak ada perlawanan dari warga untuk menghalau niat para pelaku membakar rumah mereka. Rudi mengatakan jumlah rumah yang dibakar ada 72 rumah. Saat ini warga yang rumahnya terbakar ada yang menumpang tinggal di rumah sanak familinya, dan ada juga yang tinggal di tenda penampungan sementara yang mereka dirikan. Senada dikatakan Raja Munthe (38). Menurut Raja Munthe, kuat dugaan pembakaran rumah para pegawai KUD ini akibat silang sengketa tanah seluas ratusan hektar yang selama ini dikelolah oleh pihak KUD. Saat melakukan pembakaran rumah pegawai KUD, para pelaku memakai penutup muka dan membawa senjata tajam. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan rumah dan gudang pekerja Koperasi Unit Desa (KUD) di Desa Lobu Huala Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara dirusak dan dibakar oleh ratusan orang tidak dikenal, Minggu (1/7)

sekira pukul 11.00 WIB. Bukan hanya rumah, dua buah mobil pengangkut sawit dan kantor KUD juga ikut dibakar. Rolis (38) salah seorang warga yang rumahnya ikut terbakar mengatakan, sedikitnya ada lima puluh rumah karyawan KUD yang dibakar. Peristiwa ini terjadi saat para karyawan KUD sedang tidak ada di rumah mereka. Tiba-tiba lokasi perumahan karyawan didatangi sekitar 200 orang yang mengendarai sepedamotor dan langsung melemparkan bensin lalu membakar rumah karyawan KUD. Sementara para istri para karyawan KUD hanya bisa pasrah dengan insiden tersebut. Setelah api membakar perumahan karyawan KUD, para pelaku lalu membakar dua unit truk pengangkut sawit. Para pelaku yang datang membawa senjata tajam dan memakai topeng ini sempat menyuruh para istri karyawan KUD untuk mengeluarkan harta benda mereka sebelum rumah mereka dibakar. Rolis mengatakan, akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai miliaran rupiah. Menurut Rolis saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Kualuh Selatan. Rolis menduga, pembakaran ini bermula dari sengketa lahan di

Desa Lobu. Senada dikatakan Heri (42). Menurutnya kasus diduga akibat sengketa pengelolahan lahan di Desa Lobu. Karena selama ini ada silang sengketa antara para karyawan KUD dengan sekolompok orang dan perusahaan yang mengaku sebagai pengelola lahan seluas 45 hektare di desa mereka. Heri mengatakan, akibat kejadian ini para istri karyawan KUD banyak yang shock dan trauma. Istri para karyawan KUD bahkan takut untuk bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenal. Heri menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya saja puluhan rumah warga rata dengan tanah. Heri berharap agar polisi secepatnya menangkap para pelaku pembakaran rumah karyawan KUD. Menurut Heri, saat ini karyawan KUD yang rumahnya dibakar terpaksa menumpang di rumah sanak famili mereka. Terpisah, Kabag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang mengatakan, kasus ini sudah ditangani pihak Polsek Kualuh Selatan dan sudah dilimpahkan ke Polres Labuhanbatu. Hanya saja polisi belum bisa menetapkan siapa para pelaku pembakaran puluhan rumah warga tersebut. (cr1/st)

HILANG SATU TUMBUH SERIBU Sambungan Halaman 9 Lha Handak ini apa? Pasukan materil selalu minus, tapi pasokan “onderdil” selalu surplus. Kalau surplusnya beras, bisa jadi swasembada pangan. Kalau surplus urusan ranjang, apa yang bisa dinikmati bini? Ini yang terjadi dalam keluarga warga Kebun Bunder Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan (Sumut). Bekerja di perusahaan swasta yang kecil, ekonomi Handak dan keluarga memang selalu paspasan. Ny Marwati (46) selaku istri sudah

mengajukan penambahan anggaran belanja berulangkali, tapi selalu “dibintangi” oleh Handak. Soalnya memang tak ada yang buat nambahi. Ya gara-gara ini rumahtangga mereka selalu cekcok. Suami menuduh istri boros, tapi istri berkilah, gaji suami memang tak bisa dijerengjereng lagi, karena bahannya memang segitunya. Tapi pada cekcok yang terjadi beberapa hari lalu, sepertinya sudah sampai pada puncaknya. Soalnya, begitu selesai ribut, Marwati ambil tas lalu pamitan untuk pergi selamanya. Handak mencoba mencegah, tapi

sang istri lebih cepat meninggalkan rumah. Sejak ditinggal pergi istri, Handak menjadi limbung. Dia seperti kehilangan pegangan, di samping tak ada lagi yang dipegang-pegang. Soal masak dan mencuci pakaian, masih bisa didelegasikan pada anak-anak. Tapi dalam hal “ponakan” untuk penak-penakan, ini yang repot. Untuk menghibur diri dari rasa sepi, Handak menyibukkan diri dalam kegiatan tani, pekerjaan sampingan selama ini. Tapi kerinduan akan istri tak juga sirna. Nah, saat nenaburkan racun hama tanaman, mendadak terlintas dibenaknya, ingin bunuh diri saja

dengan racun itu. Apa lagi setan selalu membujuk agar segera melakukannya. “Racun yang satu ini rasa strawberi lho Bleh” ujar setan membujuk. Dan memang itulah yang terjadi. Handak menenggak sebagian racun itu sampai kemudian terkapar dengan mulut berbusa. Warga yang mengetahui segera melarikannya ke RS RSU Ametha Sejahtera, Medan Labuhan. Untung nyawanya masih peret, sehingga Handak tak perlu terlalu cepat bergelar almarhum. Istri kabur, nyaris masuk liang kubur. (pk/int)


KAMIS

5 Juli 2012

Dua Pesawat Tornado RAF Jatuh di Laut Utara LONDON — Tim pencari dan penyelamat, Rabu (4/7) ini, akan melanjutkan pencarian dua pilot pesawat jet tempur Tornado GR4 milik Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) yang masih hilang setelah pesawat yang mereka kendalikan jatuh di Laut Utara, sehari sebelumnya. Insiden tersebut melibatkan dua pesawat Tornado GR4 dari Skuadron 12 RAF di pangkalan udara Lossiemouth, Skotlandia utara. Dua pesawat berkursi tandem dan membawa empat awak itu jatuh di kawasan Moray Firth, di lepas pantai timur laut Skotlandia, Selasa (3/7). Tim SAR pada hari Selasa menemukan dua pilot dan langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Sementara dua pilot lainnya masih hilang. Proses pencarian sempat dihentikan karena kendala cuaca buruk dan baru akan dilanjutkan hari ini. Komandan Pangkalan RAF Lossiemouth Group Captain (setingkat Kolonel) Ian Gale mengatakan belum mengetahui kondisi yang menyebabkan dua pesawat tersebut jatuh bersamaan dan mengaku masih menyelidiki insiden serius tersebut. “Situasi pada saat itu masih belum diketahui pasti, tetapi ini jelas sebuah insiden yang sangat serius,” tandas Gale, yang membenarkan insiden itu melibatkan empat awak yang semuanya berasal dari pangkalan Lossiemouth. Gale menegaskan, semua pesawat Tornado GR4 yang dioperasikan dari Lossiemouth dalam kondisi aman untuk diterbangkan. “Saya yakin pesawat Tornado dari pangkalan ini dioperasikan seaman mungkin. Namun, insiden ini menjadi peringatan bahwa operasi militer dan latihan yang kami jalankan bukannya tanpa risiko,” tutur Gale. Pesawat-pesawat Tornado dari Skuadron 12 di Lossiemouth pernah terlibat dalam operasi militer di Afganistan dan Libya tahun lalu. Pesawat ini mampu menembakkan rudal udara-ke-darat. (kmc/int)

Diperiksa, Anas Puji KPK Bergerak Cepat JAKARTA- Anas berterima kasih pada KPK yang bekerja profesional dan cepat untuk segera menuntaskan kasus Hambalang. Buktinya, Anas diperiksa kembali hari ini. ”Saya berterima kasih pada KPK yang bekerja profesional dan cepat. Makanya salah satunya hari ini saya diminta keterangan lagi. KPK bergerak cepat dan profesional,” kata Anas di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Menurut Anas, masyarakat menyorot kasus Hambalang dan berharap KPK segera menuntaskan kasus tersebut. Anas juga meminta KPK memproses cepat kasus lainnya. ”Bahwa apa yang disebut kasus Hambalang ini tuntas kasusnya, maka KPK bisa bergerak untuk memproses kasus-kasus lain yang jumlahnya tidak sedikit,” ujar mantan anggota KPU itu. Anas memahami banyak laporan yang masuk ke KPK yang antre untuk diproses. “Mari kita ikuti dengan cermat proses hukum yang objektif agar proses hukum berada dalam jalur hukum yang sesungguh-sungguhnya,” kata Anas. Sebelum memasuki gedung KPK, Anas berjanji akan memberikan keterangan lagi. “Nanti lesehan lagi ya,” ucap Anas yang berbatik coklat ini. Dalam pemeriksaan kali ini, Anas disambut oleh rekannya di PD antara lain Andi Nurpatti, I Gede Pasek Suardika, dan Denny Kailimang. KPK Ingin Dalami Lagi Keterangan Anas di Kasus Hambalang Untuk kedua kalinya, Ketua

„ Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Hambalang. Anas diperiksa lagi karena penyelidik KPK ingin mendalami keterangannya. Menurut Ketua KPK, Abraham Samad, pihaknya memang masih memerlukan keterangan Anas. Ada kesaksian Anas yang masih perlu didalami oleh tim penyelidik KPK. ”Perlu pendalaman keterangan,” kata Abraham melalui pesan

singkatnya, Rabu (4/7). Ini adalah pemeriksaan kedua kali Anas dalam kasus Hambalang. Tepat sepekan lalu, Anas juga pernah diperiksa dalam kasus yang sama. Ia dicecar penyelidik selama tujuh jam. Anas Diteriaki Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mendapat sambutan hangat dari pendukungnya usai diperiksa KPK terkait kasus Hambalang. Anas mendapat teriakan penuh semangat, “Hidup Anas!

Hidup Anas!” Sebelum teriakan itu muncul, Anas memenuhi janjinya untuk lesehan di tangga Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/7). Anas ditemani politisi PD seperti Andi Nurpatti dan Saan Mustopa. Anas yang mengenakan batik coklat menyatakan dia dikonfirmasi apakah pernah bertemu pihak Adhi Karya. Anas menjawab tidak pernah bertemu kontraktor proyek Hambalang itu. Anas juga mendor-

ong KPK untuk segera menuntaskan kasus Hambalang. Sebab setelah itu KPK bisa segera menindaklanjuti kasus korupsi lainnya. Usai memberikan keterangan singkat, Anas langsung menuju mobilnya. Anas tidak mengindahkan pertanyaan yang diajukan wartawan yang terus membuntutinya. Sementara puluhan simpatisan yang mengenakan baju biru berteriak-teriak mendukung Anas. ”Hidup Anas, hidup Anas!” teriak suporter. (dtc/int)

Menkeu: Kecil Harapan KPK Peroleh Gedung Kosong Yasser Arafat

Tewas Diracun Zat Kimia Polonium RAMALLAH- Misteri kematian Yasser Arafat kembali terangkat ke permukaan. Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa mantan pemimpin Palestina itu tewas akibat diracun zat kimia jenis Polonium yang mengandung radioaktif. Sebelumnya dinyatakan bahwa Arafat tewas karena diracun zat kimia langka, Thallium. Hasil tersebut disampaikan oleh pakar radiofisika dari Univeritas Lausanne, Swiss, Francois Bachud. Bochud melakukan penelitian laboratorium di Swiss terhadap sampel biologis yang diambil dari benda-benda peninggalan mendiang Arafat. Diketahui bahwa istri Arafat, Suha, bersedia menyerahkan sejumlah benda peninggalan suaminya yang meninggal pada tahun 2004 lalu tersebut kepada rumah sakit militer Percy di Paris, Prancis. Benda tersebut diketahui berupa pakaian yang terakhir dikenakan Arafat, kemudian sikat gigi dan kaffiyeh yang sering dipakai almarhum semasa hidup. ”Kesimpulannya yakni kami menemukan kandungan besar polonium dalam sampelsampel tersebut,” jelas Bochud yang merupakan Kepala Institut Radiofisika di Universitas Lausanne kepada Al-Jazeera dan dilansir oleh AFP, Rabu (4/7). Kandungan polonium dalam batas tinggi tersebut, menurut Bochud, tidak wajar ditemukan pada pakaian ataupun benda-benda sehari-hari. Namun, Bochud menyatakan, diperlukan analisis lebih mendalam terhadap jasad Arafat jika ingin mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi pada mantan pemimpin Palestina tersebut. ”Jika Suha ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, kami memerlukan sampel — maksud saya, melalui penggalian makam dan memeriksa jasadnya... untuk memberikan kami sampel yang mengandung polonium dalam jumlah tinggi guna mengetahui apakah memang dia diracun,” terangnya. Secara terpisah, istri mendiang Arafat, Suha, sempat menyatakan niatnya untuk membongkar kembali makam Arafat di Ramallah, Tepi Barat. “Kita harus lanjut dan membongkar makam dan memeriksa jasad Yasser Arafat untuk mengungkapkan yang sebenarnya terjadi kepada seluruh umat muslim dan dunia Arab,” tutur Suha dalam sebuah tayangan dokumenter yang disiarkan Al-Jazeera beberapa waktu lalu seperti dilansir Reuters. Polonium yang merupakan zat kimia berbahaya ini, diketahui pernah digunakan untuk membunuh bekas mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko pada tahun 2006 lalu. Kandungan polonium yang tinggi ditemukan pada minuman teh yang diminum Litvinenko di sebuah hotel di London, Inggris sebelum meninggal. (kmc/int)

JAKARTA- Pleno 9 fraksi di Komisi III DPR ngotot meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari gedung kosong milik pemerintah. Namun kemauan anggota dewan sulit terealisasi. ”Yang mempunyai minat memakai gedung yang sudah ada, itu cukup banyak dan itu di tingkat kementerian. Tentu kementerian harus mendapat prioritas,” kata Menkeu Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/7/2012). Agus mengaku belum mendapat infor-

masi dari Dirjen Kekayaan Negara yang menginventarisir gedung milik pemerintah. Tapi bukan hanya KPK yang ikut antre gedung kosong. ”Banyak sekali lembaga-lembaga negara termasuk kementerian yang memang belum mempunyai gedung. Jadi cukup banyak yang berminat, tetapi belum bisa dipenuhi,” terangnya. Hingga saat ini nasib atas usulan anggaran gedung baru KPK belum jelas. Namun Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsud-

din mengatakan 9 fraksi di komisi sepakat meminta Kementerian Keuangan mencarikan gedung milik pemerintah yang kosong seperti dibutuhkan KPK. Dalam perhitungan KPK, biaya keseluruhan pembangunan gedung nilainya mencapai Rp 225,712 miliar, dengan rincian; biaya pekerjaan fisik Rp 215,078 miliar; biaya konsultan perencana Rp 5,487 miliar; biaya manajemen kontruksi Rp 4,381 miliar dan biaya pengelolaan kegiatan Rp 766 juta. (kmc/int)

Malinda Dee Resmi Ajukan Kasasi

„ Malinda Dee memberikan keterangan usai menjalani persidangan. JAKARTA-Mantan pegawai Citibank yang menjadi terdakwa kasus penggelapan dan pembobolan nasabah Citibank, Inong Malinda Dee resmi mengajukan kasasi pada Selasa 3 Juli 2012. Permo-

honan kasasi Malinda juga telah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. ”Untuk nomor kasasi nanti tunggu dilimpahkan ke Mahkamah Agung,” ujar kuasa hukum Malinda, Ina Rachman ke-

pada wartawan, Rabu (4/7). Ina menjelaskan alasan ia dan kliennya mengajukan kasasi adalah karena mereka merasa keberatan dengan masa hukuman yang dijatuhkan oleh hakim. Hal ini didasari karena Malinda merasa sudaah mengembalikan uang yang ia gelapkan sehingga hukuman 8 tahun penjara dirasa terlalu berat. Meskipun gugatannya sempat ditolak, namun dalam kasasi nanti dirinya dan klien optimis akaan dimenangkan oleh MA. ”Kami akan tetap berusahalah,” tutur Ina. Sebelumnya, Malinda mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, namun ditolak. Malinda pun tetap divonis hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider tiga bulan penjara. Malinda terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perbankan pasal 49 ayat 1 huruf A UU Perbankan jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Selain itu dia juga dianggap melanggar pasal 3 ayat 1 huf B UU Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Melinda juga melanggar Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 65 ayat 1 KUHP. (dtc/int)

„ Jusuf Kalla

SBY: Kerja Sama Militer RI, Australia & AS No Politic JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kerja sama kemiliteran antara RI, Australia dan AS murni untuk kemanusiaan. Kerja sama itu tidak membahas politik. ”Jadi tidak benar ada kerja sama pertahanan di antara militer kita dengan Australia dan AS. Kerja sama yang ada buat disaster relief. Ini sepenuhnya kemanusiaan, no politic,” kata SBY menjawab kecurigaan bahwa ada kerjasama pertahanan segi tiga yang RI jalin. Hal ini disampaikan SBY di Hotel Crown Plaza, Darwin, Australia, Rabu (4/7). Tujuan kerja sama militer tanggap darurat ini adalah menindaklanjuti kesadaran bahwa kawasan Asia Timur sangat rawan bencana alam. Sementara militer adalah lembaga yang paling dapat didorong cepat ke lokasi bencana untuk operasi evakuasi terhadap para korban. Presiden kemudian mencontohkan bencana tsunami di Aceh-Nias pada akhir 2004. Operasi tanggap darurat yang digelar oleh satuan militer dari berbagai negara, telah terbukti efektif dan berjalan baik. ”Pilarnya adalah saling berbagi informasi, membantu tanggap darurat dan menghilangkan bottle necking untuk mengirim bantuan,” jelas SBY. Namun, SBY menyadari bahwa apa yang RI-Australia-AS pelopori ini amat rentan disalahpahami negara lain. Ia berpendapat latihan yang digelar sebenarnya juga terbuka bagi negara di kawasan. ”Kalau kita mau latihan, ajak saja semuanya. Bagus sekali bila dalam latihan itu juga ada India, Korea, Jepang dan Cina,” papar SBY soal usul dan harapannya terhadap pola kerja sama militer itu. (dtc/int)

KPK Cegah Pengusaha Hartati Murdaya Poo JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencegah pengusaha Hartati Murdaya Poo bepergian ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Kemenhuk HAM Djoni Muhammad saat dihubungi wartawan, Rabu (3/7). “Kita telah menerima surat permintaan pencegahan atas nama Hartati Murdaya dari KPK per hari ini,”

kata Djoni. Mengenai pihak lain yang ikut dicegah bersamaan dengan Hartati, Djoni belum dapat memastikannya. KPK tengah menyidik kasus dugaan suap terkait kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Kasus tersebut diduga melibatkan dua petinggi perusahaan minyak kelapa sawit, PT Hardaya Inti Plantation, yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono.

Adapun PT Hardaya Inti Plantation diketahui dimiliki Hartati Murdaya. Pengusaha yang menjadi orang terkaya ke-13 Indonesia versi majalah Forbes 2008 itu merupakan pemimpin Central Cakra Murdaya (CCM Grup) yang masih terkait dengan PT Hardaya Inti Plantation. Terkait penyidikan kasus ini, Jumat (29/6), KPK menggeledah kantor PT Cipta Cakra Murdaya (PT CCM) di Jalan Cikini Raya 78, Jakar-

ta Pusat. Senin (2/7/2012), KPK menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Totok Lestiyo sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan suap itu. Hari ini, KPK kembali memanggil dua pegawai PT HIP, yakni Kirana Wijaya dan Meliana Suwandi yang juga diperksa untuk dua tersangka kasus itu. KPK baru menetapkan dua tersangka, yakni Yani Anshori dan Gondo, dalam kasus ini. Kedua orang yang tertangkap

„ Hartati Murdaya Poo tangan itu diduga menyuap seorang pejabat di Buol. Berdasarkan informasi dari KPK, pejabat yang dimaksud itu adalah Bupati Buol Amran Batalipu. (kmc/int)


KAMIS

5 Juli 2012

Tradisi Ki Hu Ong Ya Mempererat Persaudaraan Sambungan Halaman 8

Rabu (4/7) dimeriahkan sejumlah artis dari negeri Malaysia, menghibur ribuan ummat yang datang dari berbagai penjuru daerah seperti Jakarta, Medan, Kisaran, dan beberapa daerah lainnya termasuk diantaranya ada yang datang dari negeri Cina. DR HC Suwardi Salim yang lebih dikenal dengan nama Abi Besok menjelaskan, puncak rangkaian perayaan akan dilaksanakan, Kamis (5/7) (hari ini,red) melalui upacara pembakaran tongkang. “Ritual bakar tongkang ini dilaksanakan pada bulan Go Gwee Cap Lak dengan makna untuk mengenang dan memperkenalkan sejarah tradisi yang telah menempuh proses sejarah yang panjang,” kata Abi Besok. Dijelaskannya, ritual bakar tongkang menjadi jembatan penghormatan kepada Dewa Ki Ong Ya dan Dewa Tai Sun yang lebih akrab disebut perayaan hari ulang tahun Dewa Ki

Ong Ya. “Nilai-nilai luhur dan kearifan sosialnya Go Gwee Cap Lak, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan serta kepedulian terus menyala menjadikan tradisi pulang kampung untuk memuliakan sanak saudara. Perayaan tradisi dan kepercayaan lokal yang memberi semangat spritualitas untuk kehidupan bersama yang setia kawan, peduli kepada sesama masyarakat Tanjungbalai,” katanya. Ditambahkannya, walau tradisi bakar tongkang telah dilakukan oeh leluhurnya selama ratusan tahun, tetapi untuk kota Tanjungbalai masih baru sekitar 22 tahun terakhir dilaksanakan. Ritual bakar tongkang sebagai salah satu langkah memanjatkan doa untuk kepentingan seluruh umat manusia tanpa membedakan suku, tujuannya agar senantiasa selamat serta mendapatkan rezeki yang berlimpah-ruah terutama bagi kalangan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan di laut. (ilu)

Asahan Juara Jambore Nasional Penyuluh Pertanian Sambungan Halaman 8

mendapat penilaian tertinggi dari dewan juri. Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan Joni Sihotang, Rabu (4/7 ) menjelaskan, Asahan terpilih sebagai duta Sumut pada Jambore Nasional Penyuluh Pertanian yang hadiri Menteri Pertanian Suswoyo pada tanggal 27-30 Juni 2012 lalu. Jalating yang disuguhkan pada festival karya penyuluh akhirnya berhasil menyingkirkan 4700 peserta lainnya. Menurut Sihotang, Jalating diciptakan sebagai alat pengendali hama burung manyar dan pipit, hewan ini merupakan salah satu hama musuh tanaman padi milik petani. Jalating dirancang oleh

petugas penyuluh pertanian Kabupaten Asahan sebagai perangkap dan sudah dibuktikan dalam sekali operasi dapat menangkap ratusan bahkan hingga ribuan ekor burung, sehingga alat ini dapat membantu petani dalam menggendalikan hama sehingga produksi padi dapat dipertahankan petani. Joni Sihotang didampingi 8 tenaga penyuluh yang mengikuti Jambore yakni Bambang, MuhamadTaufik,ElfinEffendi,Edy Aprianto, Lordarwin Purba, Sofyan Saragih, Badarun Lukman Nasution dan Arman, berharap dapat kembali mengangkat nama Asahan dan Sumut pada kegiatan lain yang berhubungan dengan peningkatankesejahteraanpetani. ( sus )

Tambang Pasir Tanpa Izin Menjamur

Sambungan Halaman 8

dari dasar sungai dengan bantuan mesin. Akibatnya, benteng penahan air di pinggir sungai rusak. Pemilik tangkahan, J Sihombing melalui Istrinya, Butet, ketika ditanyakansoalizinusahanya,mengatakan, pihaknya selalu membayar Rp200 ribu per bulan ke Pemkab Asahan melalui pihak kecamatan Pulau Rakyat. Terpisah, Camat Pulau Rakyat Ali Mukhtar mengatakan, tangkahan pasir milik J Sihombing di Desa Ofa Mahondang tidak me-

milik izin. Terkait adanya setoran sebesar Rp200 ribu per bulan dari pemilik tangkahan, seperti pengakuan Butet, dibantah Ali Mukhta. “Tidak benar ada setoran yang diterima Pemerintah Kecamatan, karena memang usaha tangkahan itu tidak punya izin,” kata Ali. DitambahkanAli,pihaknyameminta seluruh usaha tangkahan pasirdiSungaiAsahanyangberada di wilayah Pulau Rakyat yang tidak memilikiizinuntukmenghentikan operasinya, karena merusak lingkungan serta dapat menyebabkan bencana banjir. (sof)

Taksi Plat Hitam Tanpa Izin Beroperasi

Dishub dan Polisi Harus Bertindak Tegas SIANTAR- Dinas Perhubungan Pematangsiantar diminta serius menindak angkutan umum plat hitam yang menjamur di kota ini. Hal ini harus menjadi perhatian serius Dishub dan kepolisian agar jangan takut untuk menindaknya. Wakil Ketua Komisi III EB Manurung, Selasa (3/6) mengatakan, Dishub harus serius dan tegas menindak angkutan berplat hitam, karena ini sudah menyangkut pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia menjelaskan, keberadaan angkutan plat hitam ini semakin menjamur dan seolah tak bisa lagi ditindak. Angkutan umum berplat hitam ini ditengarai dibekingi oleh orang kuat atau elite pejabat, sehingga Dishub seakan tak bisa berbuat banyak. “Jadi diminta pada Kepala Dinas Perhubungan Siantar, kalau tak bisa

menindaknya, maka mundur sajalah,” ujarnya. Sementara Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Siantar Moslen Sihotang, Selasa (2/6) mengatakan, angkutan umum berplat hitam yang beroperasi di Pematangsiantar ini tidak dibenarkan dan dia mengaku pihaknya tak pernah mengeluarkan izin untuk itu. “Kecuali terhadap angkutan plat hitam yang rekomendasinya yang dikeluarkan, rekomendasi soal izin angkutan dan izin trayek kita teruskan ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). “Inilah mekanismenya,” ujarnya. Katanya, dasar hukum pemberian rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 pasal 30. di situ disebutkan, mobil penumpang

umum yang dioperasikan untuk angkutan sewa harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar plat hitam dengan tulisan putih dan diberi kode khusus, dilengkapi dokumen perjalanan yang sah berupa surat tanda nomor kendaraan, buku uji dan kartu pengawasan. Berdasarkan itu, Dishub mengeluarkan rekomendasi izin angkutan umum dan izin trayek yang diteruskan ke BPPT untuk dikeluarkan izinnya. Disinggung soal taksi plat hitam yang tak punya izin beroperasi, Moslen mengatakan pihaknya akan rutin melakukan razia dan melakukan penilangan terhadap taksi plat hitam. Pasalnya, keberadaan taksi

plat hitam yang tak beizin sudah sangat meresahkan dan ini sudah jelas mengurangi Pedapatan Asli Daerah (PAD). Terpisah, Sekretaris BPPT Fatimah Siregar ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, rekomendasi izin angkutan umum dan trayek yang dikeluarkan Dishub yang diteruskan kepada mereka memang benar adanya. “Selanjutnya kami akan memproses serta mengeluarkan izin ketika dianggap tak ada masalah terhadap pemberian izin tersebut. Memang begitulah mekanismenya,” jelasnya. Sebelumnya, Kasubdid Gakkum dari Poldasu AKBP N Sitepu, Jumat (29/6) mengatakan, minibus plat hitam tersebut sudah melanggar ketentuan, sehingga bila terjadi kecelakaan maka akan terkendala pada klaim Jasaraharja. “Makanya mobil-

mobil penumpang yang ber plat hitam harus ditangkap dan jangan dibiarkan beroperasi,” tegas mantan Kasat Lantas Polres Simalungun ini. Sementara salah satu pengusaha taksi plat hitam di Jalan Sutomo mengharapkan kepada pemerintah, baik pemerintah tingkat II, tingkat I dan pusat untuk merangkul dan memberikan sosialisasi serta memberikan pembinaan pada perusahaan-perusahaan taksi plat hitam yang tak mempunyai izin, karena ini sudah menyangkut persoalan ekonomi. “Kalau angkutan plat hitam ditindak, ini akan menambah jumlah pengangguran yang sangat signifikan. Apalagi kalau sampai tak diberikan izin, berapa banyak lagi nantinya yang akan menganggur,” jelasnya. (mag 05)

Supir Angkot Dipungli SIMALUNGUN-Sejumlahsupir angkutan mengaku sering dimintai uang dengan alasan biaya retribusi oleh petugas Dinas Perhubungan Simalungun di Pos Nagoti Bandar, Kecamatan Bandar. Mereka dimintai uang sebesar Rp5.000 namun tak disertai karcis. Julius Manik (41), salah seorang supir angkutan, warga Kelurahan

Perdagangan III, Kecamatan Bandar,Simalungun,yangditemui METRO, Rabu (4/7) mengakui hal itu. Katanya, pengutipan ini pun sudah sering menjadi sebab pertengkaran mereka para dengan para petugas Dinas Perhubungan. Pasalnya, terkadang supir sangat jengkel karena petugas tetap meminta uang tersebut, sementara

penumpang masih sepi. “Jika supirtetapbersikerastidakmemberikan uang, maka petugas Dinas Perhubungan nekat menahan mobil angkutan kami walau ada penumpang di dalam,” kesalnya. Sementara, setelah uang tersebut diberikan, petugas ini tak pernahmemberikankarcistanda

pembayaran. “Kemungkinan pengutipan itu adalah pungutan liar (pungli)karenamereka(petugas)tidak pernah memberikan karcis kepada supir,”ujarSilalahi,supirlainnya. Sementara J Saragih (41) warga Nagori Bandar mengatakan, dalam sehari dia mengamati ada ribuan angkutan yang melintas di Jalan Siantar-Perdagangan. Katanya,

selain angkutan kota (angkot), bus besar seperti KUPJ dan bus lintas antar provinsi juga dikutip. Para supir ini mengharapkan agar Kepala Dinas Perhubungan menanggapi serius masalah ini untuk menyelamatkan supir dari beban yang menghimpit oleh ulah oknum Dinas Perhubungan. (mag-02/ara)

1 Tewas, 3 Ditahan Sambungan Halaman 8

Poridin tewas di Puskesmas setelah terlibat bentrok dengan anggota SPI. Sidang akhirnya ditunda karena saksi tidak hadir. Usaisidang,KetuaSerikatPetani Indonesia Desa Bangun Kecamatan Pulau Rakyat, Wagimin, menjelaskan, kehadiran anggota kelompok tani SPI di

kantor Pengadilan Negeri Tanjungbalai untuk memberikan dukungan kepada tiga anggota kelompok tani yang ditangkap terkait kematian Poridin. Berawal, ketika Almarhum Poridin anggota Kelompok Bina Tani mendatangi puluhan anggota SPI yang sedang membersihkan 350 hektare lahan yang merupakan hutan resgiter. Antara Poridin dan anggota SPI terjadi cekcok, sehingga berujung

keributan karena Poridin melarang anggota SPI mengerjakan lahan. “Terjadi keributan, massa mengamuk dan Almarhum Poridin terluka. Kemudian dibawa anggota Polsek Pulau Rakyat untuk mendapat perawatan ke Puskesmas. Di Puskesmas, Poridin masih sempat mengancam anggota SPI yang ikut mengantar,” katanya. Dijelaskan Wagimin, Poridin

akhirnya dikabarkan meninggal dunia, tidak jelas meninggal di puskesmas atau ketika telah kembali ke rumahnya. “Banyak orang saat kejadian tersebut, jadi kenapa tiga orang teman kami ditangkap,” kata Wagimin, didampingi tiga orang pengacara yakni Taip Bahren Samosir, Taufik Umar Harahap dan Tri Purno Widodo. Dijelaskan Wagimin, lahan

yang disengketan bukan milik Kelompok Bina Tani tetapi milik negara dengan status hutan register. Hal senada disampaikan, Sam dan Nuriah, anggota SPI dari Desa Bangun. “Hakim harus membebaskan tiga anggota kami, karena mereka tidak bersalah. Kami akan terus memberikan dukungan,” katanya. (ilu)

6 Emas 3 Perak dan 6 Perunggu Sambungan Halaman 8

Popdasu tahun 2012. Manejer kontingen Asahan yang juga menjabat sebagai Kepada Bidang Olahraga pada Disporabudpar Asahan, M Malau, kepada METRO, Rabu (4/7) dikantornya jalan Madong Lubis mengatakan, dari 7 cabang olahraga yang diikuti yakni cabang badminton, voli, gulat, atletik, pencak silat, sepak takraw dan tenis meja, seluruhnya mendulang medali. “Walaupun kita berangkat dengan dana yang sangat minim, namun torehan prestasi cukup membanggakan,” katanya. Dijelaskan Malau lebih lanjut, kontingen Asahan yang ber-

kekutan 57 orang pada cabang pencak silat menunjukkan grafik yang sangat menonjol dengan meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. Sementara cabang takraw meraih 1 emas, gulat 2 emas dan 1 perunggu. Cabang atletik meraih 1 perak, voli putra 1 perunggu, tennis meja 1 perak dan 1 perunggu dan bulu tangkis ganda putra raih 1 emas. “Prestasi ini sebagai bukti pembinaan olahraga di Asahan mampu mengimbangi daerah lain,” katanya. Ditambahkannya, pelayan tuan rumah Mandailing Natal yang tidak maksimal menyebabkan peserta kecewa karena dinilai tidak siap menjadi tuan rumah. Sarana dan prasarana

tidak mendukung, termasuk kesiapan oknum-oknum pantia pelaksana menggelar Popdasu. Peserta harus berupaya sendiri dalam mengurusi para atletnya, mulai dari penginapan, makan, dan transport dari lokasi menginap yang sangat jauh dari lokasi pertandingan. “Kami mengharapkan Disporabudpar Sumut tidak asal tunjuk kepada daerah yang menjadi tuan rumah Popdasu, jika memang tidak siap secara sarana prasarana termasuk panitia. Ini akan membuat olahraga kita menjadi mundur,” katanya. Sementara beberapa atlet yang ikut bertanding, mengharapkan perhatian dari Pemkab Asahan melalui alokasi dana

yang cukup, agar dalam mengikuti pertandingan dan

kejuraan, para atlet lebih konsetrasi bertanding. (mar)

Operasi Patuh Toba 2012 45 Sepedamotor Terjaring Sambungan Halaman 8

standar nasional Indonesia (SNI) juga ditekankan, Kasatlantas Polres Asahan AKP Eko Hartanto menjelaskan, razia Operasi Patuh Toba 2012 merupakan kegiatan rutinitas menjelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini untuk menertibkan pengendara yang melanggar peraturan lalulintas serta menyadarkan pengendara

untuk melengkapi kelengkapan kenderaannya sebelum digunakan. Terpisah aktivis LSM ACI Ir Muklis mengatakan, sangat mendukung upaya pihak kepolisian dalam meningkatkan kesadaran berlalulintas dengan melakukan razia pengendara sepedamotor. “Banyak korban berjatuhan, kita berharap dapat ditekan melalui operasi rutin,” katanya. (ck-1)

Sambungan Metro Asahan Usut Korupsi Pembangunan GOR! Sambungan Halaman 1 Dia menyebutkan, sikap AMAK melaporkan penyimpangan pembangunan itu bertujuan baik agar keuangan Negara tidak terbuang sia-sia. Dia mengaku heran, melihat plank proyek yang tertulis pelaksana adalah Komite Pembanguan Gedung Olah Raga Tahun Anggaran 2011. Dikerjakan CV .PANGALAIS,

beralamat di Jalan Bayangkara Gg. Keluarga No 19 Medan. Namun, dalam plank itu tidak dijelaskan sumber dana kecuali yang tertulis adalah nilai kontraknya Rp799.335.000. Menurutnya, hal itu membingungkan, apakah dana berasaal dari APBD Asahan atau APBD Sumut maupun APBN. Namun berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, dana tersebut berasal dari bantuan Kemenpora RI

sebesar Rp800 juta dan shaharing P-APBD Asahan Rp50 juta. Hanya saja sebut dia, masih diperlukan penelusuran tambahan agar sumber dana itu diketahui pasti. Mengenai Komite Pembanguan Gedung Olah Raga sebagai pelaksana proyek dan bukan SKPD masih belum jelas. Soalnya, pada papan proyek dan dipingir kanan atas tertera lambang Komite Nasional Olah Raga Indonesia

(KONI). Saat hal itu dikonfirmasi kepada KONI Asahan, apakah pihaknya yang disebut Komite Pembangunan itu. Ketua KONI Asahan melalui Ketua Bidang Organisasi Anda Suhendra Rambe SH justru menyebutkan, KONI adalah wadah yang melakukan pembinaan prestasi kepada organisasi olahraga dan atlet. ”KONI Asahan bukan pelaksana proyek,” tegasnya. Sementara informasi yang

diperoleh di Pemkab Asahan, bahwa Komite Pembangunan GOR adalah bentukan Pemkab Asahan terdiri dari Ketua Amir Hakim, Sekretaris M Saleh dan Bendahara H Abdul Haque. Selanjutnya pelaksana teknik dari proyek adalah Dinas PU Asahan. Mengenai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu adalah pegawai Dinas PU yakni Zailani ST dan pengawasnya Irwansyah.

Hanya saja untuk mengetahui kebenarannya Kadis PU Taswir ketika dikonfirmasi tidak berhasil demikian juga Zailani ST. tetapi, Irwansyah yang dihubungi membenarkan kala proyek itu berjalan, dirinya merupakan pengawas. Ditanya berapa jumlah tiang yang dipasang dalam pembangunan, Irwanysah mengaku tidak ingat. “Aku sudah tidak ingat, nanti aku lihat dulu catatan saya,”

katanya. Soal Amir Hakim sebagai ketua Komite dan sejauhmana peran komite dalam proyek, juga tidak bisa dihubungi. Sedang H Abdul Haque ketika dihubungi mengaku memang duduk dalam kepengurusan komite sebagai bendahara. Ditanya soal proses pelaksanaan proyek, H Abdul menolak berkomentar. (van)

Sempat Pisah Karena Pilihan Nasionalisme, Rujuk Kembali Demi Anak Sambungan Halaman 1 EVA hanya bisa geleng– geleng kepala. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pernikahannya dengan Jose Antonio Amorim Dias mendadak dipermasalahkan. Bahkan, sampai dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) yang mengurusi penegakan etika para anggota dewan. “Ini kan wilayah privat, terserah masing-masing individu. Wong nggak merugikan rakyat kok dipersoalkan,” kata politisi PDIP itu, kepada Jawa Pos (grup METRO), Kamis (28/6) pekan lalu. Menurut para pelapor yang mengatasnamakan Lembaga Kajian Hukum dan Politik Indonesia Cerah Abadi itu, diplomasi matrilineal atau diplomasi perkawinan merupakan praktek diplomasi kuno (ancient diplomacy).

Pernah dijalankan Nabi Sulaiman yang menikahi Ratu Balqis. Begitu juga Cleopatra dari Mesir dengan menikahi Jenderal Anthony dari Romawi untuk mencegah Mesir diserang Roma. Pada intinya, diplomasi perkawinan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, mulai dari mencegah perang, sampai perluasan pengaruh. Saat ini, larangan bagi anggota DPR merangkap profesi atau jabatan tertentu sudah diatur UU Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, termasuk tata tertib DPR. tapi, tidak demikian dengan merangkap istri pejabat diplomatik untuk negara lain. Karena itu, para pelapor berharap ke depan persoalan ini bisa diatur. Eva sendiri tidak habis fikir sampai muncul kekhawatiran terhadap praktek ancient di-

plomacy itu. ’’Ancient diplomacy apa? Dua tahun lagi dia balik jadi pegawai negeri biasa,’’ ujar anggota Komisi III yang juga tengah menjabat Presiden Kaukus Parlemen ASEAN untuk Myanmar itu. Dia menuturkan dirinya menikah dengan Jose pada tahun 1995. Mereka bertemu di Belanda ketika tengah sama – sama mengambil gelar master di Institute of Social Studies, The Hague, Belanda. Eva yang saat itu masih menjadi dosen di almamaternya yakni Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya, mengambil Politics of Alternative Development Strategy. Sedangkan, Jose memilih human rights. Cinta yang bersemi di kampus itu dengan cepat menjadi serius. Tanpa menunggu lama keduanya memutuskan untuk menikah. ’’Nggak kuat

ngempet. Wis tuo. Sekolah ngoyo kudu bikin bolo,’’ canda perempuan kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 8 Oktober 1965 itu. Dari hasil pernikahan itu, mereka dianugerahi seorang anak yang diberi nama Maria Fatima Kusuma Dias. ’’Sekarang usia Maria 15 tahun. Sudah kelas 2 SMA,’’ ceritanya. Sewaktu situasi krisis antara Indonesia dan Timor Leste (saat itu masih disebut Timor –Timur dan menjadi bagian dari Indonesia, Red) mencapai puncaknya pada 1999, keharmonisan rumah tangga Eva dan Jose ikut ’’memanas’’. Pada 30 Agustus 1999, pemerintahan BJ Habibie terpaksa menggelar jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur pada 30 Agustus 1999. Hasilnya mengecewakan. Sekitar 78,5 persen rakyat Timor Timur menyatakan ingin merdeka.

Sebagai orang asli Timor Timur atau Timor Leste, Jose ngotot ingin kembali ke Dili, kampung halamannya. Perbedaan sikap dalam memandang nasionalisme inilah yang membuat Eva dan Jose memutuskan untuk berpisah. ’’Sejak referendum kami sepakat beda jalan,’’ tutur Eva yang sempat bekerja sebagai konsultan di Asia Foundation. Jose sendiri akhirnya memilih berkarir sebagai pegawai negeri di departemen luar negeri Timor Leste. Dianggap berprestasi, Jose kemudian dipercaya menjadi dubes Timor Lester di Belgia dan Uni Eropa. Pada tahun 2006, Jose kembali ditarik ke Timor Leste. Pada tahun 2006 itulah Eva dan Jose mulai memperbaiki hubungan. Setahun sebelumnya, yakni pada 2005, Eva melangkah ke DPR sebagai

pengganti antar waktu dari Fraksi PDIP. ’’Karena situasi kedua negara membaik, terus anak ogah aku nyari bapak baru, kami memperbaiki hubungan demi anak. Ternyata setelah enam tahun, hati kami tidak terpisah. Tapi, semuanya terutama demi anak,’’ kata Eva lantas tersenyum. Tiga tahun kemudian lahirlah putra kedua yang diberi nama Danny Surya Utama Dias. ’’Yang kecil ini hasil rujuk,’’ ujar Eva. Menurut Eva, baru sekitar enam bulan, Jose ditunjuk menjadi dubes Timor Leste di Kuala Lumpur, Malaysia. ’’Tapi, kularang masuk partai. Biar nggak tambah complicated,’’ tuturnya. Dia menegaskan, ketika menikah Jose sepenuhnya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Persoalan politik yang membuat Jose akhirnya memilih kewarganegaraan

Timor Leste. ’’Apa karena Timor Lester merdeka, lalu saling menghalangi karir hasil kerja keras masing –masing? Edan wae,’’ protes Eva. Sejauh ini, sebagai anggota DPR, Eva merasa tidak pernah diintervensi suaminya. Sebaliknya, dia juga tidak pernah mengintervensi posisi Jose sebagai duta besar Timor Leste di Malaysia. ’’Hubunganku terbuka. Kolega di PDIP, komisi III, sampai lintas partai tahu dan kenal Jose. Tidak ada slintat-slintut,’’ tegasnya. ’’By the way, apa Timor Leste begitu menakutkan? Apa mereka mau nyaplok RI? Apa negara kita sedang bermusuhan?’’ imbuh Eva masih dengan nada kesal. (*)


KAMIS

5 Juli 2012

AManaH-Nurwin Daftar ke KPU SIDIMPUAN- Pasangan bakal calon (Balon) Perseorangan Walikota-Wakil Walikota Padangsidimpuan (Psp), H Amir Mirza Hutagalung (AManaH) SE-H Nurwin Nasution, resmi mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Psp, Rabu (4/7). Pasangan balon ini merupakan yang pertama menyerahkan surat pencalonan beserta lampirannya.

Lolos Verifikasi Faktual HASIL verifikasi faktual yang dilaksanakan Panitia Pemungutan Suara (PPS), hanya 1 pasangan Bakal Calon (Balon) Perseorangan Walikota dan Wakil Walikota Psp yang memenuhi syarat dukungan masyarakat sekurangkurangnya 14.798 bukti „ Amir Mirza Hutagalung

dukungan masyarakat, yaitu pasangan H Amir Mirza Hutagalung (AManaH) SE-H Nurwin Nasution dengan jumlah dukungan masyarakat sebanyak 15.156 orang. Disampaikan Ketua Pokja Verifikasi dan Pencalonan KPU Kota Psp, Ahmad Efendi Nasution SSos. hasil itu merupakan hasil verifikasi faktual yang dilaksanakan PPS, kemudian Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi hasil verifikasi faktual oleh PPS, lalu KPU Kota Psp merekapitulasi. “Dari 4 pasangan balon perseorangan, baru 1 pasangan yang memenuhi jumlah dukungan masyarakat sekurang-kurangnya atau minimal 14.798 orang,” ucap

‹ Baca AManah ...Hal 10

‹ Baca Lolos...Hal 10

TS Hatta Rajasa Mulai Bergerilya KETUA Umum PAN Hatta Rajasa memang belum mendeklarasikan pencapresannya. Tapi tim suksesnya sudah mulai bergerilya. “Pertama kan sudah disampaikan Pak Hatta bahwa PAN mengucapkan selamat atas deklarasi pencapresan Pak Ical. Semoga Pak Ical memberikan yang terbaik bagi amanah kader Gokar. Artinya kita juga idak ada krisis stok kepemimpinan,”kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan saat ditanya soal rencana deklarasi pencapresan Hatta Rajasa „ Hatta Rajasa

‹ Baca TS ...Hal 10

JK Dilirik Jadi Cawapres Prabowo

Silaturahmi ke Masyarakat Minang

JUSUF Kalla sepertinya akan benar-benar meramaikan Pilpres 2014. Meski ditekan Partai Golkar, JK masih dilirik partai lain. Gerindra misalnya, sangat serius akan memposisikan JK menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto. “Kan hasil survei kemarin itu menyatakan bahwa pasangan Prabowo dan JK dan pasangan Prabowo dan Mahfud MD kan

‹ Baca JK ...Hal 10

(FOTO:BORNEO)

„ Balon Wakil Walikota Psp H Affan Siregar SE disambut pencak silat saat menghadiri pelantikan kepengurusan KMS2P di Gedung Nasional, Rabu (4/7).

Affan Disambut Pencak Silat „ Jusuf Kalla

SIDIMPUAN- Keluarga Minang Sapayuang dan Simpatisan Kota Padangsidimpuan (KMS2P) berharap dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Psp dan Balon Walikota-Wakil Walikota Psp, Dedi Jaminsyah Putra Harahap SSTP MSP-H Affan Siregar SE

dan masyarakat Kota Psp. “Mudah-mudahan apa yang kami laksanakan menjadi hikmah bagi kami,” ujar Ketua KMS2P, Syahkhrial, dalam sambutannya di acara pelantikan kepengurusan KMS2P periode 20122017, di Gedung Nasional, Kota Psp,

Ingin Psp Lebih Baik? Andar-Isnan Jawabnya SIDIMPUAN- Pilih lah pasangan bakal calon (Balon) Walikota-Wakil Walikota Padangsidimpuan (Psp), Andar Amin Harahap SSTP MSi-Muhammad Isnandar Nasution SSos, untuk melanjutkan pembangunan Psp lebih baik selama lima tahun mendatang. Ajakan dan imbauan ini disampaikan warga Sitamiang, Tongku Harahap. Menurutnya, dengan semua potensi dan latar belakang yang ada pada pasangan ini, baik Andar maupun Isnan maka tidak dipungkiri Andar-Isnan adalah pasangan tepat. “Jika ditilik dari latar belakang keduanya, jelas tidak ada keraguan bagi

kita untuk tidak mengakui pasangan Andar-Isnan adalah pasangan yang paling layak dan tepat untuk membangun Kota Psp 5 tahun mendatang,” ungkap Tongku. Banyaknya dukungan dari masyarakat kepada pasangan ini, sambung Tongku, juga tidak terlepas dari komposisi pasangan yang merupakan kolaborasi birkorat dan parlemen yang paham betul akan kondisi Psp. Dan tahu betul apa sebenarnya yang dibutuhkan untuk membangun kota salak ini. “Kalau mau membangun rumah

‹ Baca Ingin ...Hal 10

Rabu (4/7) sore. Dia juga berharap hubungan silaturahmi antara KMS2P tetap berlanjut dengan Pemko Psp dan Pasangan Dedi-Affan. Asisten III Pemko Psp, Khairul Alamsyah, dalam sambutannya mewakili

Walikota Psp mengatakan kalau bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya dengan beranekaragam suku di Indonesia seperti suku Minang. “Kiranya di Kota Psp dapat mengem-

„ Andar-Isnan

‹ Baca Affan ...Hal 10


KAMIS

5 Juli 2012

FOTO: JUNAEDI/RADAR CIREBON

DIALOG-Aburizal Bakrie Ketua Umum Golkar mulai bergerilya kampanye dengan menemui nelayan Desa Bandengan Kabupaten Cirebon.

Ingin Psp Lebih Baik? Andar-Isnan Jawabnya Sambungan Halaman 9 sendiri, kita yang paling tahu apa yang kurang dan perlu ditambahi agar rumah itu terbangun. Begitulah pasangan ini yang paham dan mengerti apa yang dibutuhkan Psp untuk kelanjutan pembangunan yang sudah ada. Kenapa mereka paham? Tentunya tidak perlu dijelaskan lagi, selain pasangan ini adalah perpaduan antara birokrat dengan parlemen dan didukung oleh partai yang juga menginginkan kemajuan pembangunan di Kota Psp. Keduanya lahir dan besar di Kota Psp ditunjang dengan latar belakang keluarga masing-masing yang sudah tidak kagi dipertanyakan kontribusinya selama ini untuk Kota Psp. Untuk itu jika kita ingin Kota Psp ini dibangun dan terus maju maka pilihannya ada pada pasangan Andar-Isnan, karena saatnya yang muda yang berkarya,” jelas Tongku. (phn)

JK Dilirik Jadi Cawapres Prabowo Sambungan Halaman 9 elektabilitasnya sangat tinggi. Oleh karena itu kita mempertimbangkan untuk menyandingkan Pak Prabowo dengan Pak JK atau Mahfud MD untuk menjadi alternatif dalam Pemilu 2014 yang akan datang,” kata Anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/7). Nah mengapa Prabowo dan JK dianggap kandidat terkuat saat ini? Gerindra meyakini Prabowo dan JK dianggap alternatif menarik capres-cawapres yang merupakan paduan serasi. “Karena ini perpaduan jawa dan luar jawa, perpaduan militer dan non moliter, yang dianggap perpaduannya memiliki ketegasan dan keberanian untuk memimpin pemerintahan ini ke depan,” ungkapnya. Gerindra pun akan terus melakukan survei internal. Sembari memantau elektabilitas JK dalam sisa dua tahu menuju pilpres 2014. “Kita mengikuti sampai sejauh mana elektabilitas daripada pasangan Prabowo dan JK atau Prabowo dengan Mahfud ini bisa bertahan sampai menjelang,” tandasnya. (int)

AManaH-Nurwin Daftar ke KPU Sambungan Halaman 9 “Pasangan H Amir Mirza Hutagalung (AManaH) SE-H Nurwin Nasution datang sekira pukul 11.00 WIB,” ujar Ketua Pokja Verifikasi dan Pencalonan KPU Kota Psp, Ahmad Efendi Nasution SSos kepada METRO, Rabu (4/7). Sementara pasangan balon yang telah mengambil formulir pendaftaran, sambung Fendi, adalah pasangan balon Walikota dan Wakil Walikota, Andar Amin Harahap SSTP MSi-Muhammad

Isnandar Nasution SSos melalui tim pemenangannya Wildan Lubis. “Tapi ada yang menyampaikan akan mengambil formulir pendaftaran yaitu Partai Demokrat (PD), tapi belum datang (hingga pukul 15.00 WIB kemarin),” ungkap Fendi. Sesuai dengan Keputusan KPU Kota Psp Nomor 1 tahun 2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Psp tahun 2012, pengumuman pendaftaran pasangan calon dan peng-

ambilan formulir pendaftaran mulai 4-10 Juli, pendaftaran pasangan calon dan penyerahan surat pencalonan beserta lampirannya 4-10 Juli. Kemudian, pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani pasangan calon 12-15 Juli, penelitian terhadap syarat pasangan calon dan surat pencalonan beserta lampirannya meliputi penelitian kelengkapan, keabsahan adminis-

trasi dan faktual tanggal 11-17 Juli. Seterusnya penyampaian dan pemberitahuan secara tertulis hasil penelitian pasangan calon kepada parpol atau gabungan parpol dan pasangan calon perseorangan 18 Juli. Kesempatan parpol atau gabungan parpol dan pasangan calon perseorangan untuk melengkapi dan/atau memperbaiki syarat pencalonan beserta lampirannya atau mengajukan

calon baru 19-25 Juli. Penelitian ulang terhadap kelengkapan syarat pencalonan dan lampirannya 26-31 Juli. Pemberitahuan secara tertulis hasil penelitian ulang kepada parpol atau gabungan parpol serta pasangan calon perseorangan 1-3 Agustus. Penetapan, penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon 4-6 Agustus 2012. (neo)

TS Hatta Rajasa Mulai Bergerilya Sambungan Halaman 9 menyusul deklarasi Aburizal Bakrie (Ical). Hal ini disampaikan Taufik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/7). Memang untuk saat ini PAN sedang fokus konsolidasi internal. Utamanya memperkuat akar rumput di tingkat pedesaan. “Dalam kaitan internal PAN sesuai Rakornas bulan lalu kita sepakati kita dalam rangka penguatan infrastruktur partai. Kita dalam konsolidasi,

menyentuh ke tingkat pedesaan dan ranting. Disiniah barangkali kita akan menggelar Rakornas pada bulan Oktober 2012, yang intinya kita dalam pemantapan menindaklanjuti hasil Rakornas lalu bahwa target PAN dua digit di pemilu 2014 dan pencapresan Ketua Umum PAN Pak Hatta Rajasa,” katanya. Deklarasi pencapresan Hatta akan disepakati kemudian. Setelah Hatta sudah benar-benar siap dideklarasikan menjadi capres. Yang jelas tim sukses pencapresan Hatta mulai bekerja. “Setelah kita sepakati dalam Rakornas

Lolos Verifikasi Faktual Sambungan Halaman 9 Ahmad Efendi, Rabu (4/7). Ditambahkan anggota KPU Psp, Mohot Lubis, pasangan Mohammad Habib Nasution-Ir Soripada Harahap bukti dukungan sah 10.612 orang dari 15.385 bukti dukungan yang diserahkan ke KPU Psp. Pasangan H Amir Mirza Hutagalung SE-H Nurwin Nasution bukti dukungan sah 15.156 orang dari 20.785 bukti dukungan yang diserahkan ke KPU. Seterusnya pasangan H Rahmat Nasution SSos-Drs H Ahmad Buchori Siregar MM bukti dukungan sah 11.287 orang dari 15.576 bukti dukungan yang diserahkan ke KPU serta pasangan Ade Irma Boru Pulungan SH-Samsul Bahri ST bukti dukungan sah 7.698 orang dari 15.849 bukti dukungan yang diserahkan ke KPU Psp. Bagi pasangan balon perseorangan yang sudah memenuhi bukti syarat dukungan sekurang-kurangnya 14.798 orang ucap Fendi, bisa mendaftar di

KPU Kota Psp bersama pasangan balon usungan partai politik (parpol) atau gabungan parpol sejak dibuka 4 Juli kemarin. Begitu juga 3 pasangan balon perseorangan yang tidak memenuhi bukti syarat dukungan sekurang-kurangnya 14.798 orang dari hasil verifikasi faktual yang dilaksanakan PPS tersebut terang Fendi, dimasa pendaftaran pasangan balon dari tanggal 4 Juli-10 Juli mendatang tetap bisa mendaftar. “Saat pencalonan ini, 3 pasangan balon perseorangan tersebut melengkapi jumlah dukungannya dan surat-surat pencalonan lainnya,” terangnya. Bagi 3 pasangan balon perseorangan yang ikut mendaftar di masa pencalonan ini, maka kelengkapan syarat dukungan masyarakatnya akan diverifikasi faktual lagi oleh PPS. “Waktu verifikasinya mulai 26 Juli-31 Juli. Di mana, 2 hari di PPS, 2 hari di PPK dan 2 hari di KPU,” ungkapnya. (neo)

akhir 2012 nanti baru kita akan mencari waktu yang tepat untuk itu. Pak Hatta akan kita tanya lebih lanjut. Kita menunggu waktu yang tepat

untuk mendeklarasikan Pak Hatta. Tim sukses kita sudah mulai berjalan. Untuk saat ini kita menggunakan format infrastruktur partai. Pasca

deklarasi kita akan gunakan seluruh kekuatan. Secara prinsip kalau kita ditanya siapa capresnya PAN,” ungkapnya. (int)

Affan Disambut Pencak Silat Sambungan Halaman 9 bangkan hubungan silaturahmi. Yang penting bagaimana kita bisa bersatu mencapai cita-cita yang sama, yang mana kita terdiri dari berbagai suku yang ada di Kota Psp sebagai kota dalihan natolu,” ujarnya. Dia juga berharap dengan adanya KMS2P bisa menjalin hubungan yang erat antara masyarakat dengan Pemko Psp. “Bisa membawa nama baik nama Minang di manapun berada, dan bisa memperkenalkan budaya Minang di Kota Psp maupun di tingkat nasional,” ungkapnya. Balon Wakil Walikota Psp, H Affan Siregar dalam sambutannya menuturkan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan yang luar biasa bagi Dedi-Affan. Ia tersanjung dan bangga atas kegiatan tersebut, apalagi disambut silat saat masuk ke gedung nasional. Pria yang pernah menjabat Kepala Bappeda Kota Psp ini juga haru dan menggugah hati akan lagu mars Dedi-Affan

yang diciptakan Beni Sikumbang. “Mudahmudahan memasuki masa kampanye, lagu ini bisa kita kumandangkan di Kota Psp ini,” ucap Affan. Mantan Sekda Tapsel ini mengungkapkan, masyarakat Minang di Kota Psp sangat besar eksistensinya dalam pembangunan Kota Psp baik dalam segi sosial kebudayaan, keagamaan terutama di bidang ekonomi. Diceritakannya, kemarin dia bertemu dengan sejumlah pelaku UKM baik itu usaha tahu, keripik dan lainnya salah satunya pengusaha UKM-nya juga warga Minang, Fahrizal. Ketika itu mereka bertemu, jika Dedi-Affan terpilih sebagai calon pemimpin Psp periode 2013-2018, agar mereka diperhatikan. “Saya jawab, tanpa dimintapun pasti Dedi-Affan akan memperhatikan itu,” terang Affan. Lalu tutur Affan, dirinya ditanya apa benar janji DediAffan tersebut, dan Affan-pun mempertanyakan apakah perlu bukti? Dijawab pelaku

UKM perlu. “Kalau perlu bukti, menangkan Dedi-Affan. Akhirnya mereka sepakat akan memenangkan Dedi-Affan di pemilukada 18 Oktober mendatang,” terang Affan disambut tepuk tangan masyarakat Minang yang hadir di acara tersebut. Dirinya yang berada di tengah-tengah masyarakat KMS2P yakin dan optimis, masyarakat Minang yang berhimpun di KMS2P akan satu barisan dengan DediAffan di kampanye dan pemilukada 18 Oktober mendatang. Di mana, kepengurusan KMS2P periode 2012-2017 dengan Ketua Syahkhrial dan Sekretaris, Basra Tanjung serta pengurus lainnya, dilantik oleh Pembina KMS2P yaitu H SS Baginda Tambangan. Pelantikan tersebut juga dimeriahkan dengan tari piring, tari piring di atas pecahan kaca dan lainnya disaksikan lebih seratusan masyarakat Minang yang berhimpun di KMS2P. (neo)


KAMIS

5 Juli 2012

APA KATA MEREKA ”Pemerintah tidak akan membayar uang nasabah Bank Century, kini Bank Mutiara. Saat ini pemerintah dalam posisi menunggu pembayaran oleh Bank Mutiara dulu,”

”Saya bersyukur berkesempatan menambahkan keterangan dan klarifikasi dan itu saya yakini akan bermanfaat bagi KPK untuk segera menuntaskan apa yang disebut sebagai kasus Hambalang,”

“Kita tidak memboikot bayar pajak. Tetapi kita hanya menunda saja karena pengelolaan keuangan negara yang bersumber dari pajak rakyat sangat tidak adil bagi rakyat,”

Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Senayan, Jakarta (Rabu, 4/7).

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI), Sasmito Hadinagoro.

Kirim Opini Anda ke email: metrotabagsel @yahoo.com. Maksimal tulisan 5.000 karakter

Sikap Kami

Sumbangan untuk IMF KONSTITUSI kita memang menjamin pemegang kekuasaan negara untuk aktif dalam percaturan internasional demi tercapainya perdamaian abadi dan keadilan sosial. Namun, langkah itu tetap harus dalam prinsip-prinsip persamaan derajat tanpa ketertundukan. Celakanya, apa yang kita saksikan belakangan ini terkait dengan keikutsertaan Indonesia dalam sebagian forum internasional ialah kesan latah. Sekadar ikut demi meraih citra global. Salah satunya ialah keikutsertaan dalam G20. Alih-alih memperoleh manfaat ekonomi yang sangat besar, Indonesia justru harus terbebani ini-itu demi memantapkan posisi di forum yang berisi sejumlah negara maju dan negara berkembang tersebut. Kasus terakhir ialah kesepakatan antarnegara anggota G-20 untuk memberikan kontribusi modal kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dalam konferensi tingkat tinggi di Meksiko, pekan lalu. Jepang siap berkontribusi US$60 miliar, China US$43 miliar, Singapura US$4 miliar, dan Indonesia US$1 miliar (sekitar Rp9,5 triliun). Kontribusi itu dimaksudkan untuk memperkuat permodalan IMF yang nantinya akan disalurkan kepada negara-negara yang terkena imbas krisis ekonomi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro yakin benar bahwa kontribusi dalam bentuk pembelian surat berharga IMF tersebut tidak merugikan negara. Hal itu disebabkan, menurut Bambang, uang yang dikeluarkan bukan dari APBN, melainkan dari cadangan devisa. (**)

Euro 2012, Sepak Bola dan Katarsis Sosial Hampir bisa dipastikan, selama hampir satu bulan terakhir ini, seluruh kafe, warung kopi dan yang sejenisnya dipenuhi oleh pengunjung untuk nobar alias nonton bareng tahap demi tahap perhelatan prestisius sepak bola di benua Eropa. Publik luas lebih mengenalnya dengan sebutan piala Eropa 2012. Tak jarang kita rela berjaga dan bergadang menantinya.

Ahmad Arif Senin dini hari waktu Indonesia bagian barat merupakan pertandingan puncak babak final yang mempertemukan Spanyol kontra Italia di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina. Dan, Spanyol pun (kembali) merajai Eropa usai menaklukkan Gli Azzurri -sebutan tim nasional Italia- dengan skor telak 4-0. La Furia Roja –sebutan tim nasional Spanyol- berhasil mempertahankan gelar mereka sebagai jawara Eropa. Sontak, jeritan-jeritan “Campeones, Campeones (juara, juara)” bergemuruh di jalan-jalan di seantero negeri matador itu. Dalam lautan warna merah dan kuning, warga Spanyol menyanyikan lagu tersebut untuk merayakan keberhasilan tim nasional mereka menjuarai Piala Eropa 2012 (republika.co.id, 2/7/2012). Untuk sesaat euforia kemenangan itu menenggelamkan badai krisis ekonomi yang saat ini sedang menerpa Negeri Matador. Tua dan muda bergabung dalam pesta perayaan, mengibarkan bendera nasional di tangan-tangan mereka, dari kaca mobil dan belakang sepeda motor sambil membunyikan klakson, untuk merayakan kemenangan bersejarah itu.

Warna kebesaran Spanyol, merah dan kuning, ada di mana-mana: pada wajah-wajah yang dicat, rambut palsu yang diwarnai, pada syal yang melilit di bahu para penggemar, melingkari pinggang mereka, dan pada benderabendera seharga dua euro yang dikibarkan oleh kaum tua dan muda. Hari ini seluruh negeri bersatu sebagai kesatuan, dan semua orang menyaksikan Piala Eropa. Dan krisis? Tidak seorang pun memikirkan krisis. Catatan-Catatan Istimewa Bagi skuad Italia, kekalahan itu memang pantas, dan tidak perlu disesalkan. Hal ini diakui oleh sang kapten sekaligus keeper Gli Azzurri, Gianluigi Buffon, bahwa Spanyol lebih superior pada laga final tersebut. Namun demikian, Italia tetap layak mendapat pujian karena mampu membalikan prediksi banyak orang. Lolos hingga ke babak final adalah sebuah kejutan bagi Italia yang pada saat persiapan pra-turnamen terganggu skandal Scommessopoli dan krisis di lini belakang tim. Ada tiga belas catatan istimewa dari partai final tersebut, seperti dikutip dari Reuters oleh detik.com (2/7/2012). Satu, Spanyol adalah tim pertama yang

berturut-turut menjuarai Piala Eropa, dan di antaranya juga memenangi Piala Dunia. Ini adalah titel ketiga mereka di kancah Eropa, menyamai rekor Jerman. Dua, empat gol (4-0) adalah skor dan selisih terbesar dalam sejarah pertandingan final Piala Eropa. Tiga, Vicente del Bosque menjadi pelatih kedua yang pernah menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Figur pertama adalah Helmut Schoen yang membawa Jerman memenangi Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974. Empat, ini adalah kali pertama Spanyol mengalahkan Italia di pertandingan normal dari delapan pertemuan mereka di turnamen besar. (Di perempatfinal Piala Eropa 2008 Spanyol menang atas Italia lewat adu penalti). Lima, Fernando Torres menjadi pemain pertama yang mencetak gol di dua final Piala Eropa. Di EURO 2008 dia mengukir gol tunggal kemenangan Spanyol atas Jerman. Enam, Spanyol kini tak terkalahkan dalam 12 pertandingannya di Piala Eropa dan tidak kebobolan dalam lima partai terakhirnya. Dua hal tersebut adalah rekor di turnamen benua biru ini. Mereka juga berhasil clean sheet dalam 10 laga terakhirnya di babak knockout Piala Eropa dan Piala Dunia. Tujuh, kekalahan terakhir Spanyol di Piala Eropa adalah saat ditekuk Swedia 0-2 di babak kualifikasi EURO 2006 — setelah tak terkalahkan dalam 29 laga. Delapan, kali terakhir Spanyol kalah setelah unggul 1-0 adalah di bulan September 2006, saat ditaklukkan Irlandia Utara 2-3. Sembilan, ini adalah kali ketiga sebuah tim mencetak dua gol di babak pertama final Piala Eropa. Italia

mengalahkan Yugoslavia 2-0 di final (ulangan) 1968, dan Cekoslowakia menundukkan Jerman Barat lewat adu penalti di tahun 1976, setelah unggul 2-1 sampai babak pertama selesai. Sepuluh, Iker Casillas adalah pemain kedua setelah Franz Beckenbauer (1972-1976) yang menjadi kapten dalam kemenangan tim mereka di final Piala Eropa/Dunia. Sebelas, Casillas juga menjadi pemain pertama yang mencapai 100 kemenangan di level internasional, serta memiliki rekor 79 kali clean sheet dalam 136 penampilan. Dua belas, gelandang Spanyol David Silva mencetak dua gol dan tiga assist di Piala Eropa 2012 – terbanyak dibanding pemain-pemain lain. Tiga belas, Gianluigi Buffon melewati rekor Dino Zoff untuk penampilan terbanyak di putaran final Piala Eropa/Piala Dunia. Ia sudah terlibat di 25 pertandingan, hanya kalah dari Paolo Maldini (36) dan Fabio Cannavaro. Era Keemasan Spanyol Spanyol baru saja menorehkan serangkaian rekor usai menjuarai Piala Eropa 2012. Pelatih tim matador, Vicente Del Bosque (detikSport.com, 2/7/2012) menyebut persepakbolaan di negaranya tengah menikmati buah pembinaan berjangka yang sudah dilakukan. Sebelum final Euro 2012, Spanyol sudah merebut dua titel turnamen besar yakni Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Spanyol pun berada di ambang sejarah yakni menjadi tim pertama yang mempertahankan titel Piala Eropa plus merebut tiga gelar turnamen besar secara beruntun. Sebelumnya belum ada negara yang

mampu melakukannya. Prestasi gemilang Spanyol dalam empat tahun terakhir boleh dibilang sebagai jawaban atas sebutan tim spesialis kualifikasi yang sebelum ini kerap disematkan pada mereka. Raihan ini tentunya tak lepas dari sekumpulan pemain hebat seperti Casillas, Pique, Alonso, Iniesta, Silva, Fabregas, Torres dll. Mereka sedang memasuki masa emasnya atau bahkan masih ada yang belum mencapai peak performance mereka. Dengan Piala Dunia 2014 tinggal berjarak dua tahun lalu, mereka yang disebut di atas plus para jugador muda lainnya masih punya kesempatan untuk membawa La Furia Roja berjaya lagi di Brasil. Del Bosque sebagai pelatih pun adalah orang yang paling diuntungkan dengan hal ini dan menyebut sukses yang diraih timnya dalam tiga musim terakhir menunjukkan jika sepakbola Spanyol sedang memasuki masa emasnya. Katarsis Sosial Sepak bola lebih daripada sekadar olahraga (Azra, 2010). Ia tak luput mengandung dan sekaligus merupakan ekspresi kebangsaan dan nasionalisme ketika tim nasional berhadapan dengan tim negara lain yang pernah terlibat kisruh sosialpolitik dengannya. Richard D Mandell benar ketika beragumen dalam karya klasiknya, Sport: A Cultural History terbitan Columbia University Press (1984), bahwa sepak bola sebagai olahraga modern meski sangat mengutamakan merit, demokrasi, dan prestasi yang teruji, juga sarat muatan ideologis-politis.

Di sisi lain, seperti argumen Andrew Lambert dalam The Evolution of the Football Fan and the Way of Virtue (2010), sepak bola bisa menjadi katarsis positif di tengah berbagai sentimen, emosi, kemarahan, dan rasa frustrasi terkait berbagai kesulitan dan masalah—khususnya ekonomi, sosial dan politik—yang ditemui para pendukung dalam kehidupan seharihari. Dalam konteks ini, menurut Lambert, katarsis adalah suatu cara untuk membuat kita sendiri tetap sehat secara mental. Katarsis, istilah Yunani yang berarti ’membilas’ atau ’menyucikan’, mengandung gagasan bahwa orangorang memerlukan kesempatan untuk membilas, melepaskan, sekaligus menyucikan emosi, sentimen, dan bahkan kemarahan yang terpendam. Keadaan psikologis ini bisa berbahaya bagi kondisi mental dan psikologis yang bersangkutan jika semua itu tetap terpendam, tidak terlepaskan. Namun, pengungkapan katarsis secara sembrono mengandung risiko sangat besar sehingga terperangkap dalam jebakan rasisme dan fanatisme buta. Inilah yang terjadi pada dunia sepak bola di tanah air tercinta. Dus, tantangan Indonesia hari-hari ini dan hari-hari yang akan datang adalah mengungkapkan katarsis secara relatif bebas, tetapi tetap dengan tidak melakukan pelanggaran serius terhadap norma-norma etik dan keadaban publik. Semoga. Penulis adalah owner RUMAN (Rumoh Baca Aneuk Nanggroe) Banda Aceh


KAMIS 5 Juli 2012

Asosiasi Sepak Bola Eropa mengumumkan skuad Piala Eropa 2012 yang terdiri dari pemain-pemain pilihan pada posisi spesial mereka. Namanama bintang yang selama ini banyak disebut dan diperbincangkan itu masuk dalam daftar 23 pemain bintang “Benua Biru”. Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA)AndyRoxburghmengatakan,ke-23pemain itu layak dipilih karena kontribusi mereka yang signifikan terhadap tim. “Andrea Pirlo sungguh tampilhebatuntukItalia.XaviHernandezmenjadi pemain terbaik pada 2008, dan berpotensi bisa merebut penghargaan itu lagi. Xabi Alonso hebat, tetapi (khususnya) Andres Iniesta, dia membawa pesansoalkreativitasdanketajamansepakboladan tampilimpresifselamakejuaraan,”kataRoxburgh. Tiga penjaga gawang yang terpilih adalah kiper Italia,GianluigiBuffon,IkerCasillas(Spanyol),dan Manuel Neuer (Jerman). UEFA rupanya tak mau “gegabah” dengan mencoret kiper-kiper yang kebobolan gol pada laga-laga penting. Sebut saja Buffon yang kebobolan empat gol di final dari Spanyol dan Neuer yang kemasukan dua gol yang terkesan “mudah”, keduanya oleh Mario Balotelli disemifinal. Tetap terpilihnya Buffon dan Neuer, salah satunya diyakini karena sepak bola adalah permainan tim sehingga performa kiper sangat dipengaruhi barisan pertahanannya. Buffon misalnya,takhanyadinilaisaatmenghadapiSpanyol,

tetapi juga ketika melawan Inggris. Pada laga perempat final itu, Inggris punya beberapa peluang, salah satunya melalui tendangan jarak dekat Glen Johnson. Namun, refleks Buffon yang masih bagus menyelamatkan gawang tim “Azzurri”. PiquedanLahm Gerard Pique “termaafkan” dari keteledorannya saat Spanyol kebobolan oleh gol Antonio Di Natale pada laga babak grup. Dengan demikian, namanya masuk di deretan pemain bertahan bersama Fabio Coentrao dan Pepe (Portugal), Philipp Lahm (Jerman), serta Sergio Ramos dan Jordi Alba (Spanyol). Jika kuartet pemain bertahan hendak disusun, formasinya menjadi Alba-Pepe-Ramos-Lahm. Atau bisa juga Alba-Pepe-Pique-Ramos. Sedikit berbeda dengan ini adalah empat bek pilihan kolumnis ESPN, Richard Jolly, yang memilih kuartet Alba-Pepe-Ramos-Joao Pereira (Portugal). Bagi Jolly, bagaimana Lahm lengah sehingga Jerman kebobolan dua gol dari Italia bisa jadi ihwal yang membuat pemain Bayern Muenchen itu gagal masuk “The Best XI” ESPN. (int)

HADIAH UTAMA TEBAK JUARA 1 UNIT SEPEDA MOTOR HONDA KHAIDIR HARAHAP JL SOEDIRMAN/MERDEKA NO 173 NO KTP/SIM : 660/01/1001/KT.PSP/2012

HADIAH TOP SKOR 2 UNIT BLACKBERRY 1. ASRUL ISMAIL GOCI JL COM YOSSUDARSO NO 32 B NO KTP/SIM : 1277010505910006 2. ANWAR AZHARI NASUTION JL MERDEKA NO KTP/SIM : 820307300011

HADIAH HIBURAN 5 UNIT DISPENSER 1. SUNARDI SAPUTRA SIAGIAN JL SM RAJA NO 228 NO KTP/SIM : 860407230160 2. RIO IRAWAN JL KOL HAMZAH LUBIS NO KTP/SIM : 1277012212890003 3. CV SAMPAGUL JL SM RAJA NO 22 NO KTP/SIM : 1277020408640001 4. RIO IRAWAN SIAGIAN JL KOL HAMZAH LUBIS NO KTP/SIM : 1277012212890003 5. LESRA GULTOM JL SULTAN PARINDOAN UJUNG NO 8 NO KTP/SIM : 1277010201720002

HADIAH HIBURAN 17 UNIT JAM DINDING 1. HARIZON SAPUTRA JL DR PANYUNGAN KEL TOBAT NO KTP/SIM : 1277011507870003 2. DRS BAHARRUDDIN SIREGAR JL KAPT TANDEAN GG PEDATI NO 32 NO KTP/SIM : 065/01/1019/KT.PSP/2009 3. MUHAMMAD ANWAR NASUTION JL YOSSUDARSO/PAJAK BATU NO KTP/SIM : 1277012405830006 4. ARIS CANDRA JL SUDIRMAN SILAYANG-LAYANG NO KTP/SIM : 1277010609820006

5. KHOIRUDDIN JL TANDEAN GG SEHATI NO KTP/SIM : 860307230155 6. M. ALI WIJAYA RITONGA JL KAPT KOIMA NO 68 C NO KTP/SIM : 860406210063 7. ACMAD DANI JL DR SUTOMO NO 28 D NO KTP/SIM : P.1277.005.4701 8. ASRUL ISMAIL GUCI JL YOSSUDARSO NO 32 B NO KTP/SIM : 1277010505910006 9. HAMZAH JL RAJAINAL SIREGAR LK.8 NO KTP/SIM : 1277031112840003 10. NORMALINA SIREGAR JL M.TOHIR DAULAY.KANTIN NO KTP/SIM : 1277017107660001 11. MERY SOFIAN JL WR SUPRATMAN NO 33 NO KTP/SIM : 800867230264 12. HAIRUL SYAHNAN LBS JL BPDSU NO 9 NO KTP/SIM : 1277011803660003 13. SONY HARPAN JL PERJUANGAN NO KTP/SIM : 851107230002 14. ADE ADNAN SIAGIAN JL DI PANJAITAN NO KTP/SIM : PELAJAR 15. NURWANTO JL TAPIAN NAULI GG BAKTI KNPI NO KTP/SIM : 1277022119860001 16. RIO IRAWAN JL KOL HAMZAH LUBIS NO KTP/SIM : 1277022212890003 17. RISWAN ISKANDAR JL SUTAN MHD ARIF NO 7 NO KTP/SIM : 127701220877003

HADIAH HIBURAN 20 KAOS CANTIK

1. MUSTAPA KAMAL SRG JL IMAM BONJOL NO KTP/SIM : 1277021807830003 2. AHMAD ZULPAHMI SIREGAR JL DI PANJAITAN NO 13 NO KTP/SIM : 1277021505880004 3. LESRA GULTOM JL STN PARINDOAN UJUNG NO KTP/SIM : 1277010207720002

4. RIAN SIGIRING-GIRING NO KTP/SIM : PELAJAR 5. HARIZON SAPUTRA JL DR PANYUNGAN NO KTP/SIM : 1277011507870003 6. KAMALUDDIN KMP TELENG NO KTP/SIM : 1277010107510049 7. MUHAMMAD ANWAR NST JL YOSSUDRSO/P BATU NO KTP/SIM : 12777012405830006 8. KAMALUDDIN KMP TELENG NO KTP/SIM : 1277010107510049 9. KAMALUDDIN KMP TELENG NO KTP/SIM : 1277010107510049 10. SULTAN PSR INPRES SADABUAN NO 3 B NO KTP/SIM : PELAJAR 11. LESRA GULTOM JL STN PARINDOAN UJUNG NO 8 NO KTP/SIM : 1277010201720802 12. LESRA GULTOM STN PARINDOAN UJUNG NO 8 NO KTP/SIM : 1277010201720802 13. NURWANTO JL TAPIAN NAULI GG BAKTI KNPI NO KTP/SIM : 1277022109060001 14. NURWANTO JL TAPIAN NAULI GG BAKTI KNPI NO KTP/SIM : 1277022109060001 15. HARIZON SAPUTRA JL DR PAYUNGAN KEL TOBAT NO KTP/SIM : 1277011507870003 16. RIO IRAWAN JL KOL HAMZAH LUBIS NO KTP/SIM : 1277022212890003 17. KHOIRUDDIN JL TANDEAN GG SEHATI NO KTP/SIM : 860307230155 18. CITRA DEWI NST JL CEMARA NO 5 NO KTP/SIM : 1277015803890002 19. KHIRUL UMRI MARGOLANG GG SEJAHTRA NO 5 BINSAR NO KTP/SIM : 1277011406800001 20. RIHATMAN TANJUNG JL OMPU NAPOTAR GG DELIMA NO KTP/SIM : 1277012005770002

KETENTUAN: • Hadiah dapat diambil di Kantor Harian METRO TABAGSEL, Jl. DI Panjaitan No. 18 Padangsidimpuan mulai tanggal 5 Juli 2012 sampai dengan 12 Juli 2012, dan apabila sampai dengan tanggal 12 Juli 2012 hadiah belum diambil oleh pemenang maka hadiah dianggap batal dan menjadi milik Harian METRO TABAGSEL. • Pengambilan hadiah tidak dapat diwakilkan dan harus menyertakan fotokopi Identitas diri sesuai dengan yang tertera pada daftar pemenang yang diterbitkan di harian ini.


ePaper | METRO SIANTAR