Page 8

8

BENGKALIS

METRO RIAU RABU

Advertorial Publikasi Pembangunan Kabupaten Bengkalis

26 JUNI 2013

Bimtek Peraturan Disiplin PNS

Aparatur Merupakan Pelayan Masyarakat

BENGKALIS – Seluruh aparatur di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis diminta untuk menghilangkan imej bahwa aparatur adalah penguasa. Kini, tugas PNS adalah fasilitator yang wajib memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “PNS tidak boleh sombong, tetapi harus tetap merunduk dan patuh, baik kepada pimpinan maupun kepada masyarakat, sehingga tujuan utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud sebagaima-

na yang telah diharapkan,” ujar Bupati Bengkalis dalam sambutannya yang disampaikan Plt Sekdakab Bengkalis H Burhanuddin dalam acara Bimbingan Teknis Peraturan Disiplin PNS, bertempat di Gedung Daerah, Selasa (25/6). Dikatakan, banyak masyarakat yang memandang PNS sebagai sosok yang tidak disiplin, seperti imej PNS yang pada saat jam kerja berada di warung kopi atau jalan-jalan. Masuk kerja terlambat dan pulang lebih cepat maupun urusan dengan PNS yang

selalu berbelit-belit dan kurang transparan dalam memberikan pelayanan. “Image negatif itu hendaknya harus kita hilangkan, karena masih banyak PNS yang memiliki disiplin tinggi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat penuh ikhlas tanpa pamrih. Untuk itu, citra negatif PNS di mata masyarakat harus kita ubah. Perubahan tersebut akan secara otomatis terjadi apabila masyarakat sudah tidak menemukan lagi PNS melakukan perbuatan-

perbuatan indisipliner,” ujarnya. Burhanuddin mengatakan, dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS telah ditentukan sejumlah kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh PNS. Selaku PNS terdapat 17 kewajiban dan 15 larangan yang harus dipatuhi. Kewajiban dan larangan tersebut wajib diketahui dan dilaksanakan tidak hanya diberlakukan kepada staf tetapi juga berlaku untuk PNS yang menduduki jabatan struktural di lingkungan pemerintah

kabupaten Bengkalis. ”Terlebih perhatian pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap kesejahteraan pegawai sangat besar, melalui tunjangan insentif yang lumayan besar. Hendaknya peningkatan tunjangan insentif ini harus berbanding lurus dengan tingkat disiplin dan kinerja pegawai negeri sipil di Kabupaten Bengkalis,” ujarnya. Seiring dengan itu, mengingat beratnya tantangan masa depan dalam era reformasi dimana masyarakat da-

pat menilai kinerja aparatur, maka seorang PNS harus benar-benar mampu berkerja secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi nilai idealisme untuk melayani kepentingan seluruh masyarakat. “Upaya pendayagunaan aparatur harus terus kita tingkatkan, karena sumber daya aparatur merupakan investasi yang tak ternilai harganya dalam mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. (adv/zul)

Konsumsi Pangan belum Ideal BENGKALIS – Di tingkat Kabupaten Bengkalis jumlah energi dari konsumsi pangan mencapai 2.144,60 kkal/hari per kapita, dengan tingkat pemenuhan pola pangan harapan (pph) skornya 87,01. Jumlah energi dari konsumsi masyarakat Kabupaten Bengkalis secara total di atas kebutuhan ideal, namun belum memenuhi pola pangan harapan. “Hal ini disebabkan belum seimbangnya mengkonsumsi pangan antar kelompok pangan, masyarakat cenderung mengkonsumsi padi-padian (beras), buah atau biji berminyak dan minyak/lemak,” ujar Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh saat memberikan sambutan pada acara lomba cipta menu pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman (3b+) tingkat kabupaten Bengkalis tahun 2013, di halaman Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/6) Dikatakan, menurut standart nasional pph, idealnya perkapita perhari dibutuhkan energi 2.000 kilo kalori (kkal), yang komposisinya 50% padipadian, 6% umbi-umbian, 12% pangan hewani, 10% minyak dan lemak, 3% buah/biji berminyak, 5% kacang-kacangan, 5% gula, 6% sayur dan buah, 3% lain-lain. Pemenuhan konsumsi ideal ini dinyatakan nilainya dengan angka 100 pada skor pph. Kemudian berdasarkan data sensus BPS tahun 2012, secara nasional jumlah energi dari konsumsi pangan baru mencapai 1.853 kkal/kap/ hari, dengan tingkat skornya

pemenuhan pph 75,4. “Artinya, secara umum kita sudah melebihi batas ideal dan ini perlu ditingkatkan lagi, terutama memperbaiki keseimbangan konsumsi pangan. Dulu sering kita dengar ada jargon empat sehat lima sempurna, tapi sekarang itu sudah jarang kita dengar lagi. Padahal em-

pat sehat lima sempurna itu ya muaranya bagaimana keseimbangan pangan kita tetap terjamin,” ujar Herliyan. Masyarakat saat ini, khususnya masyarakat Kabupaten Bengkalis, sambung Herliyan, dirasakan masih kurang mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. padahal sayur dan buah dapat dipenuhi melalui pengelolaan lahan di lingkungan perkarangan rumah. Pola konsumsi yang demikian, disatu sisi dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita karena kekurangan gizi tertentu.

“Disisi lain akan meningkatkan tekanan untuk pemenuhan kebutuhan sumber pangan beras yang saat ini belum sepenuh dapat terpenuhi dari produksi lokal, baru terpenuhi sekitar 40%,” ujarnya Herliyan mengatakan, untuk memotivasi masyarakat agar mau mengkonsumsi makanan sesuai pola pangan harapan, setiap unit kerja maupun kelompok masyarakat dituntut gencar melakukan sosialisasi. Dirinya berharap Tim Penggerak PKK maupun organisasi wanita untuk dapat memasyarakatkan akan penting-

nya pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumberdaya pangan lokal. “Saya minta instansi yang berhubungan dengan pengelolaan pangan agar bekerja maksimal untuk menjamin ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis, baik itu berkaitan dengan produksi, ketersediaan, distribusi dan keamanan pangan. Terlebih sebentar lagi memasuki Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Herliyan. Bantan Juara Kecamatan Bantan juara lomba cipta menu pangan beragam, bergizi, berimbang dan

Jembatan Pematang Duku Dibangun

LOMBA MENU - Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh meninjau peserta lomba cipta menu pangan beragam bergizi berimbang dan aman yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pandan dan Penyuluhan, Selasa (25/6). (zul)

Izin Perusahaan Angkutan Terancam Dicabut Dishubkominfo Kabupaten Bengkalis, Arman AA, Selasa (25/6). Menurut Arman, menaikan sepihak tersebut adalah pihak perusahan menaikan ongkos tanpa mempedomani aturan yang dibuat pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang baru akan melaksanakan rap-

at untuk menetapkan besaran kenaikan ongkos angkutan umum. Ia menegaskan, angkotan umum seperti speedboat yang menaikan ongkos dari biasa Rp140.000-155.000 menjadi Rp170.000 adalah ilegal. Sebab, sejauh ini Pemkab Bengkalis belum mengeluarkan su-

rat edaran tentang kenaikan ongkos, pasca naiknya harga BBM. Arman menegaskan, kenaikan ongkos angkutan umum yang akan dibuat Pemkab Bengkalis, pedomannya keputusan menteri tentang batas atas kenaikan ongkos angkutan umum. Diingatkan juga para pen-

gusaha dan pengelola angkutan speed boat agar tak gegabah menaikan ongkos sebelum ada keputusan Pemkab Bengkalis. Sebab, konsekkuasi dari tindakan tersebut, izin perusahan tersebut akan dicabut. “Menaikan ongkos secara sepihak, izinnya bisa dicabut,” tegas Arman. (adv/alfis)

POTRET PEMBANGUNAN Seminar Anti Narkoba KNPI

Wabup: Bengkalis Sasaran Empuk Narkoba

BENGKALIS – Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno mengatakan Kabupaten Bengkalis yang secara geografis berbatasan dengan negara tetangga merupakan sasaran empuk peredaran narkoba. Bengkalis menjadi pintu masuk peredaran narkoba dari luar, untuk itu perlu ada upaya penyuluhan secara berkelanjutan terhadap masyarakat, terutama generasi muda. Hal itu disampaikan Suayatno saat memberikan sambutan pada acara seminar sehari tentang narkoba yang ditaja oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/6). “Kegiatan penyuluhan dan seminar narkoba seperti ini harus dilakukan secara kontiniu dan menyeluruh. Apalagi korbannya tidak pandang bulu, siapa saja bisa terkena terutama sekali para

daknya, kegiatan lomba ini bukan saja ajang mencari menang atau kalah, namun juga perwujudan dari internalisasi dan sosialisasi konsumsi pangan selain beras dan terigu. Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) H Ismail mengatakan, lomba cipta menu pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman (3B+) merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penganekaragaman pangan berbasis sumberdaya lokal. Selanjutnya, dapat dijadikan menu makanan sehari-hari dalam rangka memantapkan ketahanan pangan. (adv/zul)

PENGHULU

Naikkan Ongkos Sepihak

BENGKALIS - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis akan menindak tegas perusahan angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Bengkalis baik darat maupun laut yang menaikan ongkos secara sepihak. Hal ini ditegaskan Kepala

aman (3b+) tingkat kabupaten Bengkalis tahun 2013. Sebagai juara Kecamatan Bantan memperoleh hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar Rp3,5 juta. Disamping itu, Bantan akan mewakili Kabupaten Bengkalis pada lomba cipta menu tingkat Provinsi Riau, 22 Agustus mendatang. Selanjutnya posisi juara kedua diraih Kecamatan Mandau mendapatkan piala dan uang tunai sebesar Rp3 juta, juara ketiga diraih Kecamatan Rupat Utara mendapat piala dan uang tunai Rp2,5 juta. Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh memberikan apresiasi kepada para juara lomba menu pangan ini. Namun hen-

generasi muda,” ujar Suayatno. Suayatno yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten Bengkalis dalam pengarahannya menyambut baik dan memberikan apreasiasi terhadap kegiatanyang ikut memerangi narkoba ini. Pemuda sangat rentan terhadap bahaya narkoba sehingga perlu dukungan semua pihak dan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat. Saat ini, sambung Suayatno, jumlah pecandu narkoba di Indonesia mencapai 4,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut yang tertangani atau direhabilitasi baru sekitar 16.000 orang. “Narkoba bisa merusak jaringan otak dan menimbulkan tindakan kriminal. Untuk itu setiap keluarga harus meningkatkan pengetahuan agama untuk menangkal atau membentengi dari bahaya

narkoba,” ujarnya lagi. Sebelumnya Ketua KNPI Bengkalis, Zulfahmi dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya KNPI untuk ikut memberi pencerahan terhadap generasi muda Kabupaten Bengkalis terhadap bahaya narkoba. KNPI juga ikut mendorong aparat penegak hukum untuk membasmi narkoba ini. “Narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda kita. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini bisa memberi manfaat dan informasi yang kita dapat melalui seminar sehari ini bisa disebarluaskan kepada masyarakat,” katanya. Jumlah peserta seminar sehari ini sebanyak 300 orang yang berasal pelajar, pemuda dan organisasi kepemudaan seKecamatan Bantan dan Beng-

kalis. Adapun nara sumber seminar sehari ini adalah Ketua BNN Provinsi Riau, Kepala

Kejaksaan Negeri Bengkalis dan hakim dari Pengadilan Negeri Bengkalis. (adv/zul)

PASANG PIN - Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno memasang pin antinarkoba kepada peserta seminar sehari yang ditaja KNPI Bengkalis, Selasa (25/6). (zul)

BENGKALIS - Pemkab Bengkalis mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan jembatan Dusun Sukaramai, Desa Pematang Duku sepanjang 30-50 meter. Anggaran tersebut merupakan tahap pertama dari total anggaran keseluruhan sebesar Rp15 miliar. Demikian dikatakan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis, H Muhammad Nasirbaru-baru ini. Kata Nasir, sesuai perencanaan, jembatan yang kini kondisinya melengkung kebawah dan selalu tergenan air pasang tersebu, akan digeser sedikit ke kanan, sehingga jalan dan jematan mejadi lurus. “Memang kondisinya sudah mengkawatirkan, melengkung kebawah. Untuk tahun 2013 ini kita anggaran Rp 5 miliar dari total Rp 15 miliar yang diperuntukkan untuk jembatan tersebut,” kata Nasir. Terkait rencana menggeser posisi jembatan agar lurus dengan jalan yang ada saat ini, dirinya memohon pengertian kepada masyarakat setempat terutama pemilik lahan untuk merelakannya. “Kalau kita tengok arah sebelah kanan jembatan (dari arah Kota Bengkalis,red) memang terkena tanah masyarakat, tapi sepertinya lahan tersebut tidaK produktif, karena berada di bibir sungai dan lembah. Agar pengerjaan jembatan ini cepat, ya kita berharap lahan tersebut dihibahkan saja,” pinta Nasir. (zul)

CAKAP

Warga Sungai Alam Kesulitan Air Bersih BENGKALI - Sebagian besar masyarakat Desa Sungai Alam kembali mengeluhkan kondisi sumur-sumur mereka yang mulai kering kerontang sejak dua minggu terakhir. Belum ada upaya kongkrit yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini. Dua minggu terakhir, sejumlah warga terpaksa mengangkut air dari parit-parit yang masih mengalir, terutama Sungai Alam bagian Darat. Ada yang menggunakan jerigen 5 liter lalu disangkutkan di sepeda kayuh, ada pula yang menggunakan jerigen besar lalu diangkat dengan gerobak atau keranjang rotan. “Air perigi (sumur,red) sudah mengering, kalaupun ada airnya sudah payau bahkan asin. Terkadang kami gunakan juga untuk kebutuhan mandi. Kalau untuk masak dan minum juga mencuci, biasanya kami angkut air dari darat. Dalam satu hari bisa berkali-kali kami angkut,” ungkap Ruslah (60) warga desa Sungai Alam, Selasa (25/6). Sebagian besar warga Sungai Alam yang tinggal di pesisir Selat Bengkalis, dipastikan megalami kondisi tersebut setiap kali musim kemarau datang. Tidak hanya Sungai Alam, beberapa desa lain yang mengalami kasus yang sama. “Kondisi seperti ini terjadi sudah bertahun-tahun, bukan sekali da kali masyarakat menjerit menyuarakan kepedihan dan berharap pemerintah membangun fsilitas air bersih, nyatanya sampai saat ini kondisi seperti masih saja terjadi,” keluh Sahuri warga dusun Buyung Kembug Luar. Kalaupun fasilitas air bersih seperti PDAM belum memungkinkan dibangun di daerah mereka, setidaknya kata Sahuri pemerintah membangun sumur bor. Untuk satu dusun, bisa dibangun tiga sampai 4 sumur bor, sehingga masyarakat tidak mandi air laut. Terpisah, anggota DPRD asal Bantan, Sofyan baru-baru ini mengatakan, dirinya juga menerima keluhan sejumlah warga, terutama mereka yang tingga di pesisir selat Melaka. “Kita kemarin sudah menghubungi salah satu SKPD untuk membangun sumur bor di dusun Buyung. Kita turut prihatin dengan kondisi ini, apalagi sudah terjadi puluhan tahun. Mudah-mudahan ada solusi cepat dari pemerintah daerah,” harap Sofyan. (zul)

260613  

SBY kerahkan tentara Ke Riau

Advertisement