Page 3

Profil

METRO RIAU RABU 26 6 JUNI 2013

“Derap Pembangunan Kota Pekanbaru di Usia 229 Tahun” PEKANBARU U - Genap sud dah h usia Kota Pekanbaru 229 tahun saatt ini. Usia yang cukup matang bagi sebuah kota besar untuk berubah menjadi kota metropolitan. Setahun di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT dan Ayat Cahyadi SSi, bercita-cita mewujudkan Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani. Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. Perkembanga g n Sena Se nape pela lan n be berh rhub ubun unga gan n eratt d dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perka k mpunga gan n Se Sena nape pela lan n. D Dip iper erki kira rakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang. Kini, perkembangan perekonomian di Pekanbaru, sangat dipengaruhi oleh kehadiran perusahaan minyak, ya k, p pab abri rikk pu pulp lp d dan an kker erta tass, ssertta perkkeb bunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya. Kota Pekanbaru pada triwulan I Tahun 2010 mengalami peningkatan inflasi sebesar 0.79%, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 0.30%. Berdasarkan kelompoknya, inflasi terjadi hampir pada semua kelompok barang dan jasa kecuali kelompok sandang dan kelompok kesehatan yang pada triiwulan lan llap apor oran an tter erca cata tatt me meng ngalami l i deflflasi masingmasing sebesar 0.88% dan 0.02%. Secara tahunan inflasi kota Pekanbaru pada bulan Maret 2010 tercatat sebesar 2.26%, terus mengalami peningkatan sejak awal tahun 2010 yaitu 2.07% pada bulan Januari 2010 dan 2.14% pada bulan Februari 2010. Posisi Sungai Siak sebagai jalur perdagangan Pekanbaru, telah memeg gang g pe p ra rana nan n pe pent ntin ing g da dala lam m meningk i katkan pertumbuhan ekomoni kota ini. Penemuan cadangan minyak bumi pada tahun 1939 memberi andil besar bagi perkembangan dan migrasi penduduk dari kawasan lain. Sektor perdagangan dan jasa saat ini menjadi andalan Kota Pekanbaru, yang terlihat dengan menjamurnya pembangunan ruko pada jalan-jalan utama kota ini. Selain itu, muncul beberapa pusat perbelanjaan modern, diantaranya: Plaza Senapelan,Plaza Citra, Plaza Sukaramai, Mall Pekanbaru, Mall SKA, Mall Ciputra Seraya, Lotte Mart, Metrop Me politan Trade Center, The Central, Ramayana, Giant dan berdirinya Alflfamar ard d da dan n Ind domarett. W Walau di tengah perkembangan pusat perbelanjaan modern ini, pemerintah kota terus berusaha untuk tetap menjadikan pasar tradisional yang ada dapat bertahan, di antaranya dengan melakukan peremajaan, memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendukungnya. Beberapa pasar tradisional yang masih berdiri, antara lain Pasar Bawah (P ( asar Wisata) a),, Pa Pasa sarr Ra Raya ya Senapellan (P Se (Pasar Kodim), Pasar Andil, Pasar Rumbai, Pasar Limapuluh dan Pasar Cik Puan. Sementara dalam pertumbuhan bidang industri di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan pertahun sebesar 3,82 %, dengan kelompok industri terbesar pada sektor industri logam, mesin, elektronika dan aneka, kemudian disusul industri pertanian dan kehutanan. Selain itu beberapa investasi yang ditanamkan di kota ini sebagian besar digunakan untuk penambahan bahan baku, penambahan peralatan dan perluasan bangunan, sebagian kecil lainnya digunakan untuk industri baru. H Firdaus ST MT selaku Kepala Daerah Kota Pekanbaru m mas asa a ba bakt ktii 20 2012 12-2 201 017 7 telah menetapkan Kota Pekanbaru kedepan akan menjadi ‘Kota Metropolitan yang Madan dani’i’. Vi Visi si ini merupakan visi antara untuk mencapai visi Kota Pekanbaru 2021 sebagaimana dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012, yaitu ‘Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa, pendidikan serta pusat kebudayaan melayu menuju masyarakat sejahtera yang berlandaskan iman dan taqwa’. Kota Metropolitan adalah merup pakan kawassan p per erko kotaan ta an yyan ang berdi dirii sendi diri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan disekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional, yang dihubungkan dengan system jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi, dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (Satu Juta) jiwa. Sedangkan Madani merupakan suatu kondisi kehidupan masyarakat yang agamis, aman, nyaman, damai dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa faktor pendukung yang menjadi kekuatan Kota Pekanbaru, seperti kondisi administrasi, geografi dan demografi. Secara administratif Kota Pekanbaru memiliki luas 632,26 KM2 yang terdiri dari 12 Kecamatan dan 58 Kelurahan. Ditinjau dari geografi Pekanbaru terletak di tengah-tengah Provinsi Riau, regional Sumatera dan tidak jauh dari lalulintas perdagangan Internasional (Selat Melaka). Jumlah penduduk Kota Pekanbaru lebih kkur uran ang g 1.00 000 0.00 000 0 ju juta ta jjiw iwa dan dapat dipastikan pada siang hari lebih dari 1 juta jiwa karena banyakk saudar dara a kita yang tinggal di daerah penyangga dan beraktivitas di Kota Pekanbaru. Pertumbuhan penduduk Kota Pekanbaru pada

tahun 2012 sebesar 4,47 % melebihi rata-rata nasional sebe esa sarr ±2 ±2,9 ,90% 0%. Ti Ting nggi giny nya a pe pert rtum umbu buha han n in inii lebi bih h di disebabkan oleh tingginya arus migrasi dari seluruh wilayah nusantara, dan sebagian kecil disebabkan oleh faktor kelahiran, sehingga menjadikan masyarakat Kota Pekanbaru masyarakat yang majemuk baik dilihat dari suku, agama, dan adat istiadat. Poiin b ber erik ikut utny nya a ya yang ng ttid idak ak kkal alah ah penting gnya adalah sumber daya manusia (SDM) yang pembangunannya di mulai dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan pendidikan. “Dapat kami sampaikan bahwa kondisi pendidikan yang ada di Kota Pekanbaru saat ini sudah baik karena anggaran yang di tetapkan Pemerintah tiap tahunnyya bagi g p pen endi didi dika kan n di K Kot ota a Pe Peka kanb nbar aru u su suda dah h mellebi bihi hi aturan pemerintah 20%. Sementara Kota Pekanbaru kini sudah mengalokasikan anggaran bagi pendidikan sebesar 38% dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Pekanbaru. Tahun 2013 ini saja anggaran Pendidikan sebesar Rp.786 Miliar,” ujar H Firdaus ST MT pada saat rapat paripurna istimewa DPRD Kota Pekanbaru bersempena Hari Jadi Pekanbaru ke-229 Tahun 20 013 13,, Ming ggu g (23/6) di Gedung DPRD Pekanbaru. Kata H Firdaus ST MT, dana yang dianggarkan tiap tahun disalurkan bagi pembenahan gedung sekolah dan membangun ruang kelas baru, Sehingga kini tiap tahunnya telah menambah jumlah bangunan sekolah yang terbangun. Adapun jumlah sekolah negeri dan swasta yang saat ini ada di Kota Pekanbaru men enca capaii 48 pa 480 0 de deng ngan riincian. i SD/MI 266 Unit, SMP/MTS 116 Unit, SMA/MA 55 Unit dan SMK 43 Unit. Selain untuk fisik anggaran pendidikan juga digunakan bagi pembayaran honor dan tunjangan para guru. Guru-guru ini dilengkapi untuk menutup kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang ada saat ini. Data Dinas Pendidikan (Disdik) mencatat hingga tahun 2013 jumlah guru PNS dan Non PNS yang ada di Kota Pekanbaru mencapai 12.193 dengan rincian sebagai berikut: SD/MI 5.216 orang, SMP/MTS 3.211 orang, SMA/MA 2.105 orang dan SMK 1.661 orang. Dilihat dari jumlah sekolah di Kota Pekanbaru terus mengalami pertumbuhan anakk u usi sia a se seko kola lah h ju juga ga m men eningkat. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK Negeri maupun Swasta. Jumlah anak usia sekolah dari tingkat dasar hingga tingkat atas di Pekanbaru tahun 2013 ini mencapai 193.148 Jiwa, dengan rincian jumlah murid Sekolah Negeri dan Swasta sesuai jenjangnya, SD/MI 108.475 orang, SMP/MTS 37.648 orang, SMA/MA 26.881 oran or ang g da dan n SM SMK K 20.144 144 orang. Diakui Walikota Pekanbaru H Firdaus ST, MT sejauh ini kondisi ruang kelas sekolah Negeri dan Swasta yang ada masih bervariasi mulai dari kualitas bagus hingga kondisi yang rusak. Hal ini tidak tertutup kemungkinan karena keterbatasan anggaran yang ada untuk menjadikan semua bangunan sekolah yang ada menjadi bagus. Meski diakui anggaran yang sudah disediakan tiap tahunnya melebihi dari peraturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. “Saat ini Kota Pekanbaru sudah memiliki ruang sekolah dasar 2.345 ruang kelas, dengan kondisi baik 1.863, rusak ringan 324, rusak berat 158. Untuk SMP terdapat 1.475 ruang kelas, dengan kondisi baik 1.193, rusak ringan 91, rusak berat 9. Ruang sekolah SMA 839 ruang kelas, dengan kondisi baik 754, rusak ringan 43, rusak bera be ratt 42 42.. Se Sementara untuk SMK terdapat 465 ruang kelas, dengan kondisi baik 438 38, rusakk ri ring ngan an 2 21 1, rrus usak ak berat 6,” urai Walikota Pekanbaru. H Firdaus ST MT juga mewacanakan di masa datang rasio SMK dengan SMA akan dipenuhi secara bertahap meski dengan keterbatasan . Hal ini untuk memenuhi program pemerintah pusat. Berdasarkan renstra Kementrian Pend Pe ndid idik ikan an N Nas asio iona nall ya yang tterttuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bahwa rasio antara SMK dan SMA adalah 70% : 30% sampai akhir tahun 2015. Untuk itu kedepannya akan diusahakan pencapaian rasio tersebut secara bertahap. “Saat ini jumlah SMK Negeri dan Swasta di Pekanbaru baru 37 unit, sementara SMA Negeri dan Swasta adalah 41 unit. Ini menunjukan rasio perbandingan keduanya 47,5% : 52,5%,”Terang Firdaus MT Pembangunan di bidang kesehatan juga tidak kalah penting dan majunya bagi Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Provinsi Riau ini, dimana peningkatan anggaran dan juga pembangunan di berbagai fisik terus digesa. Data dari Dinas Kesehatan mencacat jumlah prasarana kesehatan puskesmas sampai tahun 2013 sebanyak 20 unit dengan kondisi baik 10 unit, rusak ringan 8 unit dan rusak berat 2 unit. Puskesmas rawat inap sebanyak 5 unit dengan kondisi baik 3 unit, rusak ringan 1 unit dan rusak berat 1 unit. Seda Se dang ngka kan n pu puskesmas pembantu 34 unit dengan kondisi baik 19 unit, rusak sedang 1 11 1 un unitit d dan an rrus usak ak berat 3 unit. Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa rasio puskes-

KANTOR Walikota Kota Pekanbaru yang berdiri megah di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

W LIKOTA H Firdaus MT didampingi pejabat SKPD berhasil meraih penghargaan Adipura. WA mas dengan jumlah penduduk adalah 1:30.000 jiwa. Dari total jumlah penduduk lebih kurang 1 juta jiwa, maka pemerintah Kota Pekanbaru m mem embu butu tuhk hkan an 3 33 3 un u it puskesmas. Namun kondisi eksisting jumlah puskesmas yang ada d sebanyak 20 unit (Termasuk puskesmas rawat inap) dengan tingkat kunjungan lebih kurang 112 kunjungan perhari. “Untuk mengatasi hal tersebu ut ma maka ka kked ede epan perlu l pembangunan pukesmas baru atau meningkatkan status puskesmas pembantu menjadi puskesmas. Usaha lain yang perlu kita wujudkan adalah pembangunan rumah sakit type C yang diperuntukan bagi masyarakat yang

dasarkan perhitungan pendapatan regional Kota Pekanbaru menurut lapangan usaha, sektor yang memberikan konstribusi terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) adalah sekt se ktor or b ban angu guna nan n 27 27,7 , 2%, sektor perdagangan , hotel dan restoran sebesar 25,65% %, d dan, da dan n industry pengelolaan sebesar 17,20%.Pertumbuhan ekonomi di Kota Pekanbaru pada tahun 2012 20 12 m men enca capa paii 9,12 12% % dengan pendapatan perkapita mencapai Rp.45.197.933,90,Jumlah UMKM sampai akhir tahun 2012 mencapai 10.300 unit, yang terdiri dari usaha Mikro 7.828 unit, usaha kecil 2.369 unit, usaha menengah 103 unit. Lapangan usaha UMKM ini

W LIKOTA Pekanbaru H Firdaus MT saat paripurna di DPRD kota sempena peringatan Hari Jadi WA Pekanbaru. kurang mampu,” rincinya. Untu Un tukk me menu nunj njan ang g pe pembangu g an Kota, Walikota yang terkenal dengan pengusaan lapangan ini mengakui telah melakukan perbaikan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Untuk jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah ta h Ko Kota ta sud dah h membangun jalan sepanjang 2.851,30 KM yang terdiri dari jalan nasional sepanjang 84,72 Km, jalan Provinsi sepanjang 75,60 Km dan jalan kota sepanjang 2.690,98 Km. Untuk jalan nasional dan jalan provinsi dengan konstruksi aspal dalam kondisi baik, sedangkan jalan kota dengan konstruksi aspal hotmix sepanjang 1.460,53 Km, kerikil 299,77 Km, dan tanah 930,67 Km dengan kondisi baik sepanjang 1.229,97 Km, kondisi sedang 530,87 Km serta kondisi rusak 860,13 Km. Sementara untuk kebutuhan air bersih meski kini masih mengandalkan perusahaan daerah air minum Tirta Siak, namun dirinya mengaku terus berupaya untuk maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saat ini pelayanan air bersih di Kota Pekanbaru yang dilayani oleh PDAM sebesar 7% atau 13.650 pelanggang dari jumlah penduduk. Disamping itu untuk pelayanan air bersih bagi masyarakat dilaksanakan dengan pembangunan na n su sumu murr da dala lam m ya yang ng d dik ikel e ola oleh masyarakat sendiri, sampai saat ini telah terbangun seb banyak 26 unit untuk melayani 3.445 Kepala Keluarga. Sehingga perlu dilakukan peningkatan pelayanan air bersih oleh pemerintah kota Pekanbaru melalui peningkatan pelayanan kinerja PDAM serta merangkul investor untuk mencapai target MDG’S tahun 2015 sebesar 85%,” urainya. Untuk listrik meski kini sepenuhnya ditangani oleh perusahaan listrik Negara (PLN) namun Pemko berupaya untuk menambah kapasitas dengan membangun listrik tenaga uap dengan kapasitas 2X100 Mega Watt di Tenayan. “Pelanggan PLN sebanyak 354.243 pelanggan, dimana kemampuan penyediaan daya untuk kota Pekanbaru sudah mencukupi, namun untuk pengembangan kota dan industry (KIT) maka dibutuhkan daya yang sangat besar, untuk itu akan diatasi dengan penyediaan daya PLTU 2X100 Mega Watt.,”jelasnya Sementara untuk sektor ekonomi di Kota Pekanbaru yang menjadi sektor unggulan ber-

sebagian besar bergerak dibidang perdagangan, jasa, keuangan, persewaan serta industry pengelo ge lola laan an. Pe Perm rmas asal alah a an utama yang dihadapi UMKM ini adalah masih perlunya akkses pen eningkatan permodalan dan pemasaran hasil usaha, untuk itu kedepan akan diupayakan adanya kemititraan n an anta tara ra p pas asar ar ttra radi disi sion onal al denga g n pasar modern. Dibidang penciptaan lapangan kerja Pemko juga cukup sukses.Tercatat jumlah pencari kerja di Kota Pekanbaru sebanyak 39.347 orang, dimana lapangan pekerjaan yang tersedia sebanyak 7.613 lowongan, yang sudah ditempatkan sebanyak 5.338 orang, Untuk mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekanbaru sesuai Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang menyatakan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) yang harus disediakan adalah 30% dimana 20% RTH Publik (Pemerintah) dan 10% RTH Private. Pemko Pekanbaru juga kini sedang memulai menambah pembelian aset lahan. Berdasarkan studi identifikasi dan evaluasi keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) kawasan perkotaan oleh badan penelitian dan pengembangan Provinsi Riau tahun 2009, bahwa RTH di Kota Pekanbaru berjumlah 12.006 hektar atau 18,98%, masih kurang 11,02%. Untuk kedepannya ny a pe perl rlu u pe peny nyed edia iaan an R RTH Publik. Mengatasi banjir, Pemerintah Kota Pekkanbaru juga telah berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum Provinsi Riau dan Kementrian umum dalam penyusunan master plan drainase yang ditindaklanjuti dengan penyusunan DED melalui dana APBD Kota Pekanbaru. Selain itu untuk meningkatkan lingkungan yang sehat dan bersih, Pemerintah Kota Pekanbaru telah membuat master plan air limbah. Pada tahun 2012 ini, ditindaklanjuti dengan penyusunan DED yang dibiayai oleh Indonesian Infrastructure Initiative (INDII) Ausaid dan Asian Development Bank (ADB) dan pembangunan instalasi pengolah air limbah (IPAL) diusahakan dana hibah dari INDII dan ADB. Kewenangan dalam menangani pembangunan drainase dibagi atas drainase primer oleh pemerintusat melalui kementrian pekerjaan umum, drainase sekunder oleh dinas pekerjaan umum Provinsi dan drainase tersier/lingkungan oleh dinas pekerjaan umum kota Pekanbaru. (rico)

260613  

SBY kerahkan tentara Ke Riau

Advertisement