Page 16

16

PELALAW PELALAWAN AWA WAN

METRO RIAU

Merangkai Kampung Membangun Negeri

RABU 26 JUNI 2013

Perumahan PGRI

Hari ini, Bupati Letakkan Batu Pertama Penulis: Andy, Pelalawan

PANGKALAN KERINCI - Bupati Pelalawan, HM Harris, akan meletakkan batu pertama pembangunan Perumahan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jalan Raja Ujung, Pangkalan Kerinci, hari ini, Rabu (26/6). Tahap pertama, sebanyak 100 unit rumah type 36 akan dibangun bagi guru-guru di Pelalawan. Hal ini disampaikan Ketua panitia kegiatan, Yumisri S Sos, Selasa (25/6). "Perumahan tahap pertama ini akan dibangun sebanyak 100 unit rumah dengan type 36 bekerjasama dengan Bank BNI Syariah dan pihak developer. Sementara untuk Down Payment (DP) yakni sebesar Rp15 juta dengan suku bunga 6,2 persen," ujar Yumisri. Sedangkan untuk angsurannya, lanjutnya, tergantung kemampuan para guru, karena ada pilihan jangka kredit mulai dari 5 tahun, 10 tahun hingga 15 tahun. "100 unit pembangunan tahap pertama sudah banyak yang mengorder namun semuanya akan ditentukan melalui rekomendasi PGRI Pelalawan dan pihak Bank," katanya. Yumisri menjelaskan, adanya perumahan PGRI 1 jika ini berhasil maka akan dilanjutkan. Hal ini mengingat pembangunan 100 unit rumah bagi guru-guru yang tergabung di PGRI ini menjadi percontohan di Provinsi Riau. Jika ini berjalan dengan baik dan mulus maka pihaknya kembali akan melakukan hal yang sama di kecamatan-kecamatan yang

ada di Pelalawan. "Ini merupakan percontohan, jadi tentunya akan ada rekomendasi dari pihak PGRI dan pihak Bank sebelum akad kredit. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan memnuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi guru," ujarnya. Ketua PGRI Kabupaten Pelalawan, Syafi'i S Pd M Si mengungkapkan, bila perumahan PGRI 1 ini berhasil dan berjalan lancar maka tentu pihak PGRI Pelalawan akan menfasilitasi PGRI yang berada di Kecamatan yang ingin melakukan hal yang sama untuk memiliki hunian yang layak. "Pembangunan 100 unit rumah ini adalah pembagunan rumah bagi PGRI yang dijadikan contoh di Provinsi Riau. Dalam acara nanti, selain dihadiri Bupati Pelalawan HM Harris sebagai Pembina PGRI Kabupaten Pelalawan, juga Ketua PGRI Provinsi yakni Isjoni akan berkenan hadir untuk menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan perumahan PGRI 1 ini," tutupnya. *

BUPATI Pelalawan HM Harris didampingi Sekdakab Pelalawan Drs H Zardewan MM dan Kabid P2PL Pelalawan Asril SKM M.Kes berphoto bersama para Kepala Puskesmas se Kabupaten Pelalawan usai penyerahan masker secara simbolis, Senin (25/6) lalu. (andy)

Kabut Asap

Pemkab Datangkan Alat ISPU dari Batam PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalwan terpaksa mendatangkan alat Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dari Batam untuk mengetahui kondisi iklim di daerah itu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (25/6). Peralatan itu sementara waktu diletakkan di lapangan bola kaki, Jalin Lintas Timur Pangkalan Kerinci. Namun, hasil dari analisa ISPU baru akan diketahui, Rabu (26/6) hari ini. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes), DRs Darwis Alka-

dam M Si di dampingi Kabid P2PL, Asril SKM mengatakan, alat ISPU milik Diskes Kota Batam akan mendeteksi pencemaran udara yang sebelumnya juga singgah di Rohil dan Dumai. "Rencananya akan mendeteksi pencemaran udara di Siak, tapi sebelum menuju Siak menyempatkan untuk mendeteksi pencemaran udara akibat asap di Pelalawan terutama di Ibukota Pangkalan Kerinci. Karena ada korelasi yang baik dengan tim yang membidangi ISPU ini, saya meminta untuk

mendeteksi pencemaran udara di Pelalawan," ungkapnya. Menurutnya, alat ini akan menyaring udara selama 5 jam kemudian hasilnya akan dibawa ke Batam untuk dianalisa. "Untuk hasilnya, paling cepat diketahui Rabu (26/6) esok (hari ini, red) menyangkut berapa tingkat pencemaran udara di daerah ini," katanya. Di sisi lain, Bupati HM Harris membagikan ribuan masker untuk masyarakat Pelalawan yang diterima secara simbolis oleh masingmasing Kepala Puskesmas se

Kabupaten Pelalawan. Usai itu, Harris menyempatkan diri berdialog dengan para Kepala Puskesmas di Pelalawan yang intinya untuk lebih meningkatkan lagi dalam pelayanan ke masyarakat. Terpisah, anggota Dewan DPRD Kabupaten Pelalawan dari Fraksi PAN Nazzarudin Arnazh terkait adanya alat ISPU ini mengatakan bahwa fraksinya sudah lama memperjuangkan agar alat tersebut dimiliki BLH Pelalawan. Hanya saja sampai saat ini memnag belum dapat diang-

garkan, padahal alat tersebut dinilai sudah sangat diperlukan di daerah ini. "Sudah dua tahun yang lalu kita berjuang agar BLH punya alat pendeteksi pencemaran udara seperti ISPU. Soalnya, pembakaran lahan dengan asapnya ini kan kejadiannya rutin atau tahunan, jadi maksud kita sedia payung sebelum hujan. Dengan adanya alat ini, kita berharap dapat mengantisipasi pencemaran udara lebih dini melalui alat pendeteksi pencemaran udara ini," tutupnya. (andy)

260613  

SBY kerahkan tentara Ke Riau

Advertisement