Page 1

e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

Kejagung Didesak Usut Korupsi Dana KUT Rp5,7 Triliun Siap Maju Pilwali Batu EDY RUMPOKO

Kantor Kejagung JAKARTA - Kejaksaan Agung kesejahteraan petani, termasuk (Kejagung) didesak segera mengusut menciptakan pemerataan kesempatan kasus dugaan korupsi dana Kredit untuk memperoleh fasilitas jasa Usaha Tani (KUT) sebesar Rp5,7 perbankan di pedesaan. triliun. Kasus ini sebelumnya telah "Namun dalam penyalurannya Kredit dilaporkan Serikat Pemuda dan Petani tersebut telah menyebabkan kerugian Jawa Timur pada Rabu 19 September Negara sebesar Rp 5,7 Triliun yang lalu. tersebar pada 14 Bank BUMN," ujar Ketua Umum Serikat Pemuda dan Ardiansyah. Petani Jawa Timur, Ardiansyah Berdasarkan evaluasi di sejumlah mengatakan, tujuan KUT tersebut untuk daerah pada penerima KUT, penyebab membantu petani meningkatkan K U T m a c e t i a l a h d i s e b a b k a n produksi pangan khususnya padi dan penyaluran yang salah sasaran oleh palawija serta pendapatan dan pemberi kredit sebagaimana halnya

pihak bank, dinas, atau lembaga lainnya dalam melakukan rekomendasi calon penerima. "Lembaga-lembaga hanya sebatas pada penyaluran dana. Setelah kredit tersalurkan, lembaga tersebut sulit untuk dilacak alias lembaga fiktif. Dari sinilah terjadi korupsi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga dan dinas terkait dan melakukan manipulasi data," paparnya. Kegagalan dari KUT ini lanjut dia, merupakan grand corruption harus segera dilakukan proses hukum yang berlaku. "Kejaksaan harus bersikap tegas. Jangan diputihkan. Apabila Kejaksaan membiarkan kasus ini sama halnya Kejaksaan telah melindungi para koruptor," tegasnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sejahterah Madura, Muhammad Buhari mengatakan, dana Rp5,7 triliun itu diantaranya disalurkan kepada penerima dana KUT di Kabupaten Bangkalan sebesar Rp68 milliar, Kabupaten Mojokerto sebesar Rp40 miliar, Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp72 miiar, dan Kabupaten Pamekasan Rp47 miliar. "Namun dana itu di nikmati oleh pengurus-pengurus Bersambung hal 10

Metro Batu – Keputusan PTUN Surabaya untuk memenangkan gugatan PDIP terhadap KPUD Batu membuat calon incumbent (petahana) Eddy Rumpoko bisa maju kembali dalam Pilwali Batu. Menanggapi hal tersebut, Eddy mengaku siap jika harus kembali maju pada pilwali 2 Oktober mendatang. Menurutnya, keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN Surabaya ini mengukuhkan jika surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan SMP Taman Siswa Batu sah secara hukum. Ia berharap semua pihak menghormati keputusan PTUN Surabaya termasuk KPUD Batu dan tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota. "Mari berdemokrasi dan melakukan pendidikan politik yang baik dan santun," tutur Eddy. Jika maju dalam Pilwali, sambung Eddy, ia mengaku tak akan menggelar kampanye terbuka. Namun akan banyak mendekati dan mendatangi masyarakat Batu. "Soal kalah atau menang itu nanti," imbuhnya. Untuk diketahui, KPUD Kota Batu

Edy Rumpoko mencoret Eddy Rumpoko sebagai calon peserta pilkada pada rapat pleno 7 Agustus silam. Dicoretnya Eddy akibat terganjal masalah ijazah palsu. Tim kuasa hukum Eddy kemudian mengajukan gugatan di PTUN Surabayai, pengadilan memutuskan Eddy Rumpoko lolos dan meminta KPUD Kota Batu untuk memasukkan namanya dalam pilkada Batu 2 Oktober mendatang (F/RD)

Belasan Pegawai dan Karyawan

Budiono Anak Singkong Calon Kepala Desa Kota Kediri Konsumsi Narkoba

Metro Banyuwangi, Empat puluh tiga Tahun yang lalu lahirlah Anak laki laki yang bernama BUDIONO yang dilahirkan dari keluarga miskin ,sejak kecil dia hidup serba kekurangan orang tuanya hanya buruh tani , berangkat dari keadaan inilah Budiono kecil sudah terbiasa bergaul dengan masyarakat miskin dan sejalan dengan waktu ,karakter pantang menyerah tertanam dalam diri Budiono dan budiono sangat akrab dengan Kawula miskin ini yang membuat kepedulian Budiono kepada Kuam lemah . Namun perjalanan Budiono tidak semudah membalikan telapak tanganan banyak jalan terjal yang mesti dilalui Pada Tahun 1991 Budiono membina

Budiono Anak Singkong

biduk rumah tangga dengan Gadis pilihanya yang bernama Indahsari . Awal berumah tangga Budiono belajar hidup bertanggung jawab sampai pernah menjalani jualan bakso keliling keluar masuk kampung untuk mengumpulan uang recehan namun budiono masih saja belum bisa merubah hidupnya sehingga dia banting setir menjadi tukang Ojek yang selalu mangkal disetiap pertigaan jalan menunggu orang orang yang akan mengunakan jasanya. Tidak cukup disitu upaya Budiono untuk membanting tulang demi mencukupi kebutuhan keluarganya karena dia tipekal orang yang optimis Bersambung Hal 10

Mertua Menantu Kompak Bisnis Sabu Metro Sidoarjo - Adi Prasetyo (33) warga Wonocolo Gang VI RT 02 RW 01 Kecamatan Taman bersama mertuanya kompak dalam berbisnis sabu-sabu. Sayang, hanya Adi yang berhasil diringkus Polsek Taman, sedangkan mertuanya lolos dari penyergapan. Sopir panggilan yang mempunyai satu anak itu berhasil diringkus petugas ketika berada di dekat rel KA Kelurahan

Metro Kediri - Narkoba merambah ke dunia pekerjaan. Belasan warga Kota Kediri yang berasal dari pegawai Negeri dan karyawan diketahui mengkonsumsi narkoba. Kenyataan ini terkuak berdasarkan tes urine yang dilakukan Badan narkotika nasional (BNN) Kota Kediri terhadap sejumlah lembaga Negeri maupun instansi swasta secara acak. Kepala BNN Kota Kediri AKBP Dewi Lilik Indarwati mengatakan, tes tersebut hanya dilakukan hanya untuk mengetahui dan menscreening para pegawai yang konsumsi narkoba. "Harapan kami setelah di tes, jika masih aktif menjadi pengguna akan dilakukan pembinaan," ujar AKBP Lilik, Kamis (20/09/2012). Ironisnya, dari 150 orang kader BNN se-Kota Kediri yang dibentuk selama

Barang Bukti dua hari di salah satu hotel di Kediri, malah ditemukan dua orang kader sebagai konsumen narkoba. Hasil ini membuat BNN Kota Kediri tercengang. [SAN]

DHOGHADHO

Bebekan Kecamatan Taman, saat akan mengedarkan sabu-sabu (SS). Adi diringkus beserta barang bukti empat poket sabu-sabu (SS) seberat 0,8 gram yang disimpan di dalam jaket jeans miliknya. Menurut Kapolsek Taman Kompol H Moh Fathoni melalui Kanitreskrimnya Iptu Sulistyo, penangkapan pengedar Bersambung Hal 10

DHOGHADHO

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Harga Rp. 2.500,-/eks (luar Jawa + Ongkos Kirim)


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

2

Tiga Orientasi Keberagamaan da tiga orientasi keberagamaan: Pertama, Keberagamaan yang dinamis, ayat yang berhubungan dengan ibadah (termasuk ayat tentang puasa), selalu berbentuk dalam kata kerja, seperti: la’allakum tattaqun, illa liya’ budun, dll. Semua itu selalu berada dalam suatu proses yang tiada henti untuk beribadah. Keunggulan dinamis ini menjadi lebih penting tidak hanya keunggulan komparatif (comparative advantage) atau keunggulan kompetitif (competitive advantage), namun sekarang masyarakat mengenal manajemen internasional sebagai keunggulan dinamis (dynamic advantage). Keberagamaan itu merupakan suatu gerak, oleh karenanya keberagamaan kita harus bergerak. Sebuah gerakan haruslah memiliki dua dimensi utama, yaitu dinamika sistematika, sebuah proses yang dinamis dan sistematis untuk mencapai tujuan. Dinamika keberagamaan ini harus membawa kita pada orientasi kemajuan dan keunggulan. Perlu dipahami bahwa ibadah bukanlah tujuan dalam hidup kita, jika ibadah menjadi tujuan, maka selesai kita shalat, maka selesai juga segala urusan. Selesai Ramadhan, maka betul-betul “Lebaran” alias bubaran. Ibadah yang kita lakukan haruslah berproses, dan akhir dari ibadah itu sebenarnya merupakan suatu awal. Saat kita Salam ketika shalat, itu adalah awal. Akhir puasa atau Lebaran juga awal bagi kita untuk merealisasikan makna-makna ibadah itu di luar masa ibadah. Kedua, Keberagamaan yang bersifat efektif (sebagaimana telah diajarkan dalam ibadah puasa Ramadhan), yang berdampak kepada perilaku dan kepribadian, bukan hanya sebagai sebuah ritual rutin. Oleh karenanya spiritualitas yang diharapkan terlahir dari ibadah kita adalah spiritualitas dinamis, bukan spiritualitas pasif atau statis, apalagi yang berorientasi individual (ke-aku-an). Ibadahibadah yang kita lakukan memang berorientasi kepada Tuhan, tapi juga harus ada orientasi ke dalam (kepada diri manusia) untuk mengembangkan kepribadian.

Prof Dr HM Din Syamsudin MA Dalam beribadah memang tujuan kita lillahi ta’ala (hanya untuk Allah), tapi bukan berarti kita beribadah hanya demi Tuhan untuk Tuhan, tapi juga dalam niat lillahi ta’ala, terkandung makna di dalamnya li an-nâs (untuk manusia). Bukan hanya lil mu’minin (untuk orang mukmin) atau lil muslimin (untuk orang muslim) saja, tapi untuk seluruh manusia, sebagai reduksi dari kata lil ‘alamin (untuk seluruh alam semesta). Maka, keberagamaan yang efektif adalah yang membawa dampak kepada kepribadian. Indikator ketaqwaan seseorang sangat jelas yaitu terletak paka perilaku yang antara lain cenderung untuk berbagi kepada sesama manusia dalam keadaan lapang maupun sempit. Oleh karena itu, Islam mendorong peribadatan bukan hanya sekedar mencari ridho Allah semata. Hal tersebut dapat kita lihat dalam konsep penyelamatan. Dalam Islam penyelamatan merupakan keselamatan kolektif bukan hanya keselamatan individual, bahkan alam semesta juga harus dibangun kembali, di-restorasi, dan direnovasi. Hal ini merupakan sebuah gerakan peradaban yang sangat besar.

Bila kita mengukur ketaqwaan dari sudut kejiwaan, jika kita menganalogkan pemikiran Imam AlGhazali dalam tahapan-tahapan dari jiwa; diawali dengan an-nafs al ammarah bi as-syu’, an-nafs allawwamah, dan yang tertinggi annafs al-muthmainnah. Jika kita lihat secara gradual, maka an-nafs al ammarah bi as-syu’ merupakan kecenderungan an-nafs, jiwa yang mendua atau berdimensi ganda (ambivalen). Jiwa seperti ini kadang cenderung kepada kebaikan, tapi masih ada juga kecenderungan kepada kejelekan. Hal ini kemudian menjadi problema ambivalensi diri yang harus kita atasi dengan tarqiyatu an-nafs. Kemudian naik kepada tingkatan kedua an-nafs al-lawwamah, di mana dalam tingkatan ini seseorang yang berbuat kesalahan dan dosa masih ada rasa penyesalan dan kesadaran diri untuk segera kembali kepada kebaikan. Dalam Alquran dijelaskan: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat

mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Q.S. Ali Imran : 135). Kemudian masuk kepada tingkatan yang tertinggi yaitu an-nafs almuthmainnah yaitu jiwa yang penuh ketenangan dan kedamaian. Kita semua dapat menuju ke arah sana dengan sebuah keberagamaan yang dinamis, efektif dan fungsional. AnNafs bukan hanya bermakna jiwa, tapi juga diri (self). Diri merupakan manifestasi ketika jasad dan ruh bertemu, jadi jasad yg berkembang dalam kandungan ibu kemudian ditiupkan ruh. Dalam ruh juga terdapat dimensi ilahi (divine dimension) dalam kekuatankekuatan yang diberikan kepada kita. Jadi dalam diri kita terdapat potensipotensi insani yang berdimensi ilahi. Ramadhan memang berdimensi penyucian jiwa (tazkiyatu an-nafs atau self refinement), tapi Ramadhan juga bermakna peningkatan jiwa (tarqiyatu an-nafs atau self empowerment). Maka Idul Fithri merupakan hari raya kesucian sekaligus hari raya kekuatan. Untuk itu perlu disempurnakan dengan

saling silaturahim dan saling memohon maaf antar sesama manusia. Silaturahim yang dinamis adalah bagaimana kita menjalin kerjasama, menjalin silatu al-fikri dan silatu al-fi’li. Ketiga, Keberagamaan yang fungsional, yaitu keberagamaan yang berfungsi bagi kehidupan, kebudayaan, dan peradaban. Hal itu dapat terjadi ketika kita dapat meraih prestasi dan keunggulan. Jadi keberagamaan fungsional memiliki proses yang dinamis, efektif, dan juga membawa dampak yang lebih luas, memiliki fungsi-fungsi sosial, kebudayaan, dan peradaban. Itulah yang dapat dilakukan oleh umat Islam sebagai umat terbaik (khairu ummah). Dalam Al-Qur’an, kata shirat al-mustaqim (jalan istiqamah) dapat diartikan sebagai jalan lurus, namun juga dapat bermakna jalan tengah. Maka orang beragama perlu keberagamaan yang pertengahan berdasarkan al-aqidah al-wasitiyyah (aqidah pertengahan). Umat Islam disebut sebagai ummatan wasatho (umat pertengahan), selengkapnya dalam Alquran disebutkan: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat pertengahan agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian. (QS. Al-Baqarah: 143). Jadi kata shirat al-mustaqim dapat diartikan sebagai jalan lurus, jalan tengah, dan itulah jalan kemajuan yang mendaki. Shirat al-mustaqim punya pengertian jalan tengah yang mendaki, bukan hanya linear datar saja. Sehingga apabila kita dapat dengan selamat dalam mendaki jalan lurus atau jalan tengah, maka kita akan mencapai keberhasilan. Jadi apa pun posisi kita, maka berbuatlah sesuai kemampuan kalian (i’malu ‘ala syakilatikum), karena hal itulah yang dianjurkan dalam Islam. Dengan tahun demi tahun kita merayakan ‘Idul Fithri, masing-masing kita hendaknya meningkatkan kapasitas diri (capacity building) yang kemudian akan dapat meningkatkan kerja dan kinerja.

DPRD Akan Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer di Pemkot Surabaya Bupati Pamekasan Siap Beri Penjelasan ke KPK Ilustrasi Metro Surabaya - Proyek pengadaan barang senilai Rp 1 Miliar berupa komputer di Bagian Perlengkapan Kota Surabaya ternyata menuai masalah. Pasalnya, barang yang terkirim tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak dan penawaran pemenang lelang. Kini, dewan menyita 1 unit komputer yang akan dipergunakan sebagai barang bukti pelaporan ke Kejari Surabaya. DPRD Surabaya akan melaporkan dugaan korupsi pengadaan 145 komputer di pemkot ke Kejaksaan Negeri Surabaya. Kasus dugaan

korupsi pengadaan komputer ini terungkap sesudah ada laporan warga ke DPRD Surabaya yang menemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi data lelang dengan komputer yang dibagikan ke semua SKPD di Pemkot Surabaya. Armuji, Ketua Komisi A DPRD Surabaya mengatakan sesudah dia dapat laporan dari warga tentang ketidaksesuian data itu dia langsung mengecek komputer yang dimaksud ke Kecamatan Sawahan. "Mendapat laporan dari masyarakat (pengikut lelang) bahwa pemenang lelang tender pengadaan komputer dengan nilai 1 miliar ternyata memasok barang yang tidak sesuai specifikasi dalam penawarannya, Prosesor komputer yang terkirim hanya 2,5 GHZ padahal seharusnya sesuai spec yang diajukan dalam penawaran PT Datanet Solusi Pratama sebagai pemenang lelang adalah 3,3 GHZ," ujar Armuji Di lokasi itu ditemukan beberapa komputer operasional yang ternyata spesifikasinya tidak sama dengan data

lelang yang diajukan Bagian Perlengkapan Pemkot Surabaya. Dengan temuan itu maka Armuji berinisiatif membawa satu komputer untuk dijadikan barang bukti dan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya. “Ada dugaan kerjasama antara Bagian Perlengkapan dengan pemenang lelang, namun setelah terungkap barang segera di tarik, untungnya masih sempat disimpan satu unit untuk barang bukti yang nantinya kami gunakan sebagai barang bukti laporan ke Kejaksaan," tambah Armuji. Sementera PT Datanet Solusi Pratama pemenang lelang pengadaan 145 unit komputer di Pemkot Surabaya waktu dikonfirmasi tentang pengadaan komputer itu mengaku belum bisa berkomentar. SISI Bagian Administrasi PT Datanet Solusi Pratama mengatakan perusahaannya belum bisa berkomentar karena bagian marketing yang menangani pengadaan untuk pemkot masih rapat (Yen)

Ilustrasi Metro Pamekasan - Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, akhirnya angkat bicara soal dugaan korupsi penyimpangan dana penanggulangan bencana pada 2011 senilai Rp 4,3 miliar yang kasusnya kini tengah ditelaah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, dalam penggunaan dana untuk bencana daerah di Pamekasan, ia telah mentaati dan mengikuti semua prosedur. "Tidak ada penyimpangan anggaran. Jika ada orang yang mengatakan anggaran dari sana yang tidak sampai, anggarannya apa, berapa dan dimana?," katanya.

Secara adsministratif, sambung Kholil, pihaknya telah memenuhi ketentuan yang ada. Artinya, dana yang ada digunakan sesuai prosedur dan tepat pada sasaran. Untuk itu, ia mengelak jika ada dana yang tidak sampai bahkan hilang. "Kami sangat bertanggung jawab akan hal ini. Tidak benar, kami melakukan penyimpangan," tandasnya. "Saya sangat membantah keras jika ada penyimpangan. Saya bukan ahli dalam penyimpangan-penyimpangan," tambahnya. Ditambahkan, pihaknya akan menjelaskan secara detail soal dana penanggulangan bencana bersama stafstaf ke KPK. Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari kasus dugaan penyimpangan dana penanggulangan bencana di Pemkab Pamekasan, senilai Rp 4,3 miliar. Kasus tersebut diduga kuat melibatkan Bupati Pamekasan Kholilurrohman (Zain).

Pendiri : Didin Darianto, Sony ; Dewan redaksi : Irina S, Edi P; Pimpinan Umum: Sony Adam; Pimpinan Redaksi : Didin Darianto; Penasehat Hukum : Muhammad Romly. SH, Triyoso. SH.; Manajemen : Irina S; Redaktur Pelaksana : Andrian, Fandi; Sirkulasi/Iklan : Jamaludin; Penerbit : CV. BATU MANIA; SIUP: 510/456/422.208/SIUP-K.346/2010; TDP: 133834700134; Design Lay Out : Yusuf H; Percetakan: Temprina; Biro/Wartawan : Jakarta : Fendik, Nana; Tangerang : Tatang; Bandung : Muhammad Nurdin, Sueb; Yogyakarta : M. Rifa’i, Anas; Pekalongan : Aji Manan; Malang : (Kabiro) Utsman, Bustomi Yahya,Arif S,Mistiani; Batu : RED,,Yuda; Pasuruan : Arifin ; Probolinggo : - ; Jember :Candra; Lumajang : Hari Suseno; Banyuwangi : (Kabiro) Budi S, Cicik; Surabaya :Yeni Rahmawati; Bali : (Kabiro) Anwar Irsyad, Andik; Mojokerto : Saiful; Sidoarjo : Ahmad Kholidi, M Nur Yahya; Kediri : --; Blitar : Dadang W; Ponco,; Jombang : Anton ; Nganjuk : --; Madiun : --; Tuban : Nur Juni; Semarang : Ari, Sido Ariyanto; Bojonegoro : Anton; Tulungagung : Azis; Wonogiri : Jazuli; Bangkalan :- ;Sumenep: - Sampang:Ach. Sukardi; Solo : Ardian, Elvis; Pamekasan:Ahmad Zaini; Magelang : Maman; Gresik : Erno Saputro; Ponorogo : Anton; Cimahi : Ribut Ariyanto; Situbondo: Fathor, Mashuri; Bondowoso: Fathor; Kota Baru: Trianto Baidowi; Ambon: Fares K Rekening : Bank JATIM Cab. Batu No. 0402049219 a/n: Didin Darianto; Bank Mandiri :Cab Batu Norek: 1440011572515 a/n Didin Darianto.

Alamat Redaksi : Jl. KH. Agus Salim I No. 55 Pemukiman TNI AD Kota Batu, Telp. 0341 7344 386, 081 3333 83533 e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, Redaksi@metroposnews.com

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

3

Sales Sampoerna Dibacok Sampai Tewas Ilustrasi METRO MALANG– Hati-hati, penjahat jalanan makin beringas melakukan aksinya. Mereka juga berani merampok dan membunuh korbannya di tempat ramai. Seperti yang dialami Sutrisno, 54 tahun, warga Jalan Alpaka Malang. Kemarin siang, sales rokok PT Sampoerna ini, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit usai dibacok perampok di Desa Karanganyar, Poncokusumo. Bapak tiga anak ini mengalami luka sabet senjata tajam di punggung, tangan kiri dan paha kiri setelah berusaha mempertahankan tas kerjanya yang berisi uang sekitar Rp 10 juta. Informasi yang dihimpun Malang Post, Sutrisno dan Cahyono, 37 tahun, sopir mobil Suzuki APV milik PT Sampoerna kebagian tugas berjualan di wilayah Timur. Salah satu toko yang didatangi adalah milik Sulis, 47 tahun, di Desa Karanganyar, Poncokusumo. Usai mengorder apa yang diminta Sulis, pria ini kemudian mengambilkan rokok pesanan itu ke dalam mobil. Selanjutnya, dia kembali ke dalam toko. Saat itu dia tidak sadar bila dua

perampok mengincar uang yang dibawanya dalam tas. Satu pelaku berpura-pura membeli rokok di dalam toko, sedangkan satu lagi berada di atas motor Honda Supra Fit. “Saat masuk toko membawa rokok itulah, pelaku y ang berpura-pura membeli rokok langsung menarik tas yang dipakai korban,” ucap Solikin, salah satu saksi warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tentu saja, Sutrisno pun melawan. Dia mempertahankan tasnya yang ditarik pelaku. Saking kerasnya tarikan ini, korban juga ikut tertarik hingga keluar toko. “Di luar toko itu, pelakunya langsung mengeluarkan celurit dan membacoknya berulangkali,” lanjut Solikin. Saat mengerang kesakitan ini, dengan leluasa pelaku mengambil tas. Cahyono yang melihat temannya dicincang tidak bisa melawan karena pelaku yang berada di atas motor, ikut mendatanginya dan mengancam dengan menggunakan celurit. Kedua pelaku kemudian kabur berboncengan menuju a r a h D e s a N g e m b a l , Ta j i n a n . Beberapa warga kemudian membantu Cahyono membawa tubuh Sutrisno yang bersimbah darah ke RS Bokor, Turen. Namun dalam perjalanan, karyawan senior PT Sampoerna ini mengembuskan nafas terakhirnya. Usai diperiksa sebentar di rumah sakit tersebut, jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Suyanto menjelaskan, sebenarnya ada warga yang sempat melemparkan batu bata ke arah pelaku. “Namun pelaku tetap lolos. Sekarang, pelakunya masih dalam pengejaran berdasarkan ciri-ciri yang

kami dapatkan dari beberapa saksi yang kami periksa,” ujarnya. Sementara ini, polisi masih mengantongi ciri pelaku berbadan tegap dan tinggi sekitar 165 cm. Siapa sangka bila Sutrisno bakal mengakhiri masa pengabdiannya di PT Sampoerna dengan tragis. Pria yang dikenal memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada perusahaannya ini, sebenarnya sudah hendak pensiun tahun depan. Sebab itu, beberapa pegawai dan jajaran manajemen PT Sampoerna Malang yang mendengar kabar ini, langsung mendatangi kamar jenazah RSSA Malang. Mereka kaget jika Sutrisno yang juga memiliki kinerja sangat baik itu, tewas karena dibunuh perampok. “Dia keluar kantor jam 08.00. Kebetulan hari ini (kemarin) kena wilayah Malang Timur,” kata Suradji, salah satu karyawan PT Sampoerna. Dijelaskan dia, Sutrisno sudah bekerja di perusahaan rokok itu selama 15 tahun. “Dia tidak pernah ada masalah dengan kantor,” tegasnya Kekagetan serupa juga dialami Mohammad Badri, 70 tahun, kakak ipar Sutrisno. “Sejak dua hari lalu, dada saya sesak. Saya gelisah terus. Saya juga kerap melihat bayangan wajah adik ipar saya ini. Saya tidak menyangka jika itu merupakan firasat,” ujarnya. Kepada wartawan, Badri mengaku tidak terima dengan perbuatan pelaku. Dia juga berjanji akan 'menghajar' pelakunya bila tertangkap nanti. “Jika tertangkap pelakunya, saya buat rujak (istilah lain hajar),” kata dia. (Uts)

Pembunuh Mahasiswi STIKES

Ditangkap di Banyuwangi

Metro Banyuwangi Jajaran Polda Bali akhirnya berhasil membekuk I Wayan Budi alias Panjul (33) yang diduga membunuh Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), Selasa (28/9/2010). Te r s a n g k a d i b e k u k d i t e m p a t persembunyiannya di Banyuwangi, Jawa Timur, setelah polisi melakukan pengejaran selama tiga minggu. Menurut keterangan petugas, saat ditangkap, Panjul sempat melakukan perlawanan. Akibatnya, polisi terpaksa menembak kaki pria yang diduga menghabisi nyawa Dewa Ayu, mahasiswi Stikes Bali, itu. Penangkapan tersangka berawal dari temuan sejumlah barang bukti di TKP, kemudian dikembangkan dengan pemeriksaan para saksi. “Temuan kembali ke TKP, kami profesional, kami tidak pernah datang ke dukun, itu ada saksi, ada barang bukti, ada korban, itu yang berbicara,― ujar Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko saat konferensi pers di Mapolda Bali, Kamis. Polisi menangkap Panjul bersama salah seorang rekannya, Sugeng Hariyanto (38). Sugeng diduga ikut membantu tersangka dalam melakukan perampokan dan pelarian ke luar Bali. Dari pengakuan tersangka, dirinya terpaksa membunuh korban karena melawan saat dirampok. “Niatnya mencuri karena korban berteriak, memberi perlawanan, terus saya tusuk,― kilah Panjul kepada wartawan. Tersangka masuk ke dalam kamar kos tersangka sekitar pukul 04.00

Ilustrasi Wita melalui lubang plafon. Setelah korban memergoki tersangka, sempat terjadi perkelahian kecil dan korban menggigit jari tangan tersangka. Karena panik, tersangka kemudian mengambil pisau di dapur dan menusukkannya ke dada serta leher korban sebanyak sembilan kali. Setelah berhasil membunuh korban, tersangka lalu membawa kabur laptop, telepon seluler, dan sepeda motor milik tersangka. “Tersangka Panjul dijerat Pasal 339 KUHP juncto 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,― pungkas Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko. Seperti diberitakan sebelumnya, Dewa Ayu Agung Diah Cahyani, yang juga putri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli Dewa Gede Suparta, tewas mengenaskan dengan 9 tusukan di kamar kosnya di Jalan Ida Bagus Rencong, Panjer, Denpasar, 7 September lalu. Kematian korban baru diketahui rekan kosnya sekitar pukul 17.00 Wita karena saat kejadian hujan deras dan tidak ada yang berani keluar kamar kos. (Cik)

Rel o kasi Bel u m Tuntas Juragan Sapi Ditodong Pistol Pasar Tumpang Mulai Dibangun

Metro Malang- Wilayah hukum Polres Malang benar-benar jadi bancakan perampok. Belum berhasil mengungkap pelaku perampokan terhadap Sutrisno, sales rokok PT Sampoerna Malang, kasus perampokan kembali terjadi. Kali ini menimpa H Adris, 45 tahun, warga Jalan Segaluh Barat, Dampit. enam perampok menyatroni rumahnya. Sambil menodongkan pistol dan celurit, mereka menyekap Adris dan keluarganya. Dari rumah juragan jagal sapi tersebut, mereka berhasil membawa kabur perhiasan emas seberat 70 gram dan uang Rp 75 juta. Informasi yang didapat, pelaku memang cukup professional menjalankan aksinya. Pagi sebelum peristiwa tersebut, dua orang pelaku datang membeli 2 kg daging. Kepada keluarga ini, mereka meminta nomor telepon rumah dengan alasan untuk menelpon bila membutuhkan daging sapi lagi. Malam hari, sekitar pukul 19.30, pelaku mulai menelpon korban. Mereka mengaku akan membeli daging sapi lagi. “Namun dengan alasan ban motor yang gembos, kedua pelaku ini tiba di rumah sekitar pukul 22.00,” tutur Ismanu, mertua Adris. Tanpa curiga, Adris dan Yuliati, istrinya menerima kedatangan dua tamunya ini dan mengantar ke tempat penyembelihan sapi sekaligus penyimpanan daging di gudang yang berada di belakang rumah. “Saat berada di tempat penyimpanan daging inilah, tiba-tiba ada empat orang bercadar masuk dan menodongkan pistol serta celurit anakARGO dan menantu Drs.ke WITO saya,” lanjut pria Sekretaris ini. Kedua korban ini langsung paham bila kedatangan dua

Ilustrasi pembeli daging ini hanya akal-akalan saja. Kedua pembeli daging ini juga ikut mengikat tangan pasangan suami istri itu dan membangunkan Habibir Al Arif, anak korban. Bersama orang tuanya, Habibir digiring menuju gudang dan diikat tangan serta kakinya. Setelah merasa aman, keenam perampok itu lantas menuju kamar utama dan mengobrak abrik isi lemari tempat penyimpanan barang berharga. Berhasil menemukan perhiasan emas dan uang, keenamnya pun kabur. Kapolsek Dampit, AKP Indro Susetyo menjelaskan, korban berhasil melepaskan ikatan tali rafia dan menghubungi Roni, adik Yuliati lewat HP yang tidak ikut dirampas pelaku. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Dampit. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Indro singkat. Selain petugas Polsek Dampit, jajaran Satreskrim Polres Malang pun turun tangan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Diduga Residivis DI bagian lain, jajaran Satreskrim Polres Malang dan Polsek CAHYO EDI PURNOMO Poncokusumo mendugaSH.MH kuat bila Ketua dan perampokan pelaku pembunuhan terhadap Sutrisno, 54 tahun, warga Jalan

Alpaka, Malang ini merupakan residivis kasus yang sama. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengungkapkan bila pihaknya berkonsentrasi mencari keterangan dari saksi terkait ciri-ciri pelakunya. Seperti diketahui, Sutrisno yang bekerja sebagai sales rokok PT Sampoerna Malang dibacok saat melayani penjualan rokok di toko milik Sulis, 47 t a h u n , d i D e s a K a r a n g a n y a r, Poncokusumo, siang. ,“Untuk sementara, kami masih konsentrasi dahulu ke ciri-ciri pelakunya. Setelah itu, baru kita cocokkan dengan sejumlah residivis yang biasa melakukan dengan modus serupa. Yang jelas, terkait kejadian ini anggota Polres bersama Polsek, masih melakukan pengembangan dan penyelidikan,” ujar Decky, panggilan akrabnya. Cukup minimnya ciri pelaku, dipastikan akan menguras tenaga polisi. Cahyono, teman kerja korban yang menjadi sopir juga mengaku tidak bisa merinci secara jelas ciri-ciri pelaku. Hal ini dikatakannya saat diperiksa penyidik. Sementara itu, Polsek Poncokusumo yang merasa kecolongan dengan kasus yang langsung menjadi atensi pimpinannya, mengaku optimis bisa mengungkapnya. “Kami optimis bisa menangkap pelakunya. Harus diakui, kejadian semacam ini baru sekali terjadi di wilayah hukum kami,” tegas Kapolsek Poncokusumo, AKP Timbul Wahono Ir.ASMADI Bendahara (Ani)

Pasar Tumpang METRO MALANG–Meski sempat molor dari rencana awal, pembangunan Pasar Tumpang akhirnya mulai dilakukan. Sebagian kios dan bedak di blok B Pasar Tumpang sudah diratakan dengan tanah menggunakan alat berat. Panitia pembangunan pun terus mengebut pembangunan relokasi di Area Parkir Kendaraan (APK) untuk para pedagang yang belum direlokasi. Penghancuran bedak dan kios yang ada di blok B pun mendapat banyak perhatian masyarakat. Banyak masyarakat yang menyaksikan pembongkaran pasar di blok B dari pinggir jalan yang hanya ditutup dengan seng pembatas “Pembangunan pasar sudah mulai dilakukan. 137 pedagang yang ada di blok B sudah direlokasi. Sebagian pedagang yang akan direlokasi ke APK akan segera dilakukan. Pengundian sudah dilakukan tadi (kemarin, red),” kata Kepala UPPD Tumpang, Sasminto kepada Malang Post, kemarin. Pembangunan pasar semula

dijadwalkan pada akhir Agustus lalu, tapi molor hingga September. Pasalnya terhambat pembangunan tempat penampungan relokasi pasar yang ditempatkan di eks Kawedanan Tumpang dan APK. Pembangunan pasar yang menggunakan APBD Kabupaten Malang sebesar Rp 4,4 miliar itu harus rampung pada akhir tahun ini “Sebagian bangunan kios dan bedak sudah dibongkar dan sudah mulai membangun tiang pancang untuk pondasi pasar,” terangnya Harapannya, pembangunan kios relokasi di APK dapat rampung dalam beberapa waktu ke depan untuk para pedagang yang ada di belakang. Disinggung mengenai pelunasan biaya relokasi, Sasminto mengaku, dari total seluruh pedagang yang masuk dalam tahapan awal relokasi, sudah mencapai 85 persen. Sementara lainnya, beberapa pedagang mengaku akan menunggu pelaksanaan pembangunan pasar rampung. “Untuk pelunasan pembayaran, ratarata seluruh pedagang sudah melakukan pelunasan. Hanya saja, beberapa diantaranya menyampaikan jika dalam pelaksanaan relokasi ini, ada yang akan berhenti aktifitas sementara di pasar sambil menunggu pembangunan rampung,” tambahnya. (Ani)

DAFTAR HARGA IKLAN ½ halaman depan berwarna ¼ halaman depan berwarna 1 halaman belakang berwarna ½ halaman belakang berwarna ¼ halaman belakang berwarna

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Rp. 12.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 13.500.000 Rp. 11.000.000 Rp. 8.000.000

1 halaman kanan ( B.W ) ½ halaman kanan ( B.W ) ¼ halaman kanan ( B.W ) 1 halaman kiri ( B.W ) ½ halaman kiri ( B.W ) ¼ halaman kiri ( B.W )

Rp. 12.000.000 Rp. 9.000.000 Rp. 6.000.000 Rp. 11.000.000 Rp. 8.000.000 Rp. 5.000.000


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

4

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

93 Orang

Korban Investasi Emas Ilustrasi METRO KEDIRI– Waspadalah dengan aksi penipuan berkedok investasi emas. Bisa jadi bukan kekayaan yang didapatkan,namun justru bangkrut. Seperti yang dialami sebanyak 93 korban korban penipuan investasi emas di Kota Kediri. Kemarin,delapan korban di antaranya melaporkan sebuah perusahaan investasi emas, East Cape Mining Corporation ke Polres Kediri Kota atas dugaan penipuan. Susi, 53, salah satu pelapor yang merupakan warga Kecamatan Pesantren Kota Kediri menjelaskan, investasi ini telah diikutinya sekitar akhir tahun lalu.Saat itu, dia ditawari beberapa petugas pemasaran East Cape Mining Corporation. Dirinya bahkan diundang secara rutin mengikuti seminar investasi. Dengan

iming-iming adanya orang yang telah berhasil memiliki rumah dan mobil dari investasi ini, Susi pun tergiur untuk ikut berinvestasi.Per lot saham dijual seharga Rp11 juta.“Saat itu saya beli dua lot dengan harga Rp9.600.000 karena diskon,”jelasnya. Dijanjikan, dalam kurun waktu 45 hari,invertasi mereka akan meningkat sekitar 2 gram emas per lot.Namun janji tersebut hingga kini belum terealisasi. Tidak hanya Susi yang merasa tertipu, ada 93 orang lain yng juga tertipu. Akhirnya,sore kemarin,delapan korban membawa berkas milik teman-teman mereka yang juga menjadi korban penipuan.Di antaranya sertifikat kepemilikan lot,kwitansi dan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP). (Lis)

AKIBAT KEMARAU PANJANG

PETANI BANGKRUT Keadaan sawah para petani METRO MALANG – Musim kemarau benar-benar membuat petani dan peternak pusing. Betapa tidak, sawah kekurangan air. Rumput untuk pakan ternak pun menjadi kering. Alhasil, gizi makanan sapi pun berkurang. Akibatnya produksi susu sapi menurun 7% yang berimbas pada turunnya pendapatan petani sebesar Rp75 juta/hari atau hingga Rp2 miliar/bulan. ”Produksi susu secara keseluruhan di Kabupaten Malang mencapai 300 ton setiap dari sekitar 35.000 peternak. “Kalau turun 7%, tinggal dihitung saja, itu mengurangi pendapatan peternak,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudjono. Di pihak lain, pendapatan yang berkurang justru ditambah dengan naiknya pengeluaran akibat ongkos tambahan untuk membeli konsentrat yang dicampurkan pada pakan sapi perah. Pencampuran terpaksa dilakukan untuk menjaga kualitas pakan, yang langsung memengaruhi kualitas susu yang dihasilkan. Susu sapi produksi Kabupaten Malang sebanyak 80% dipasok ke Industri Pengolahan Susu (IPS). Sisanya dipasok ke para pengecer dan dinikmati masyarakat Malang Raya.Nantinya susu yang diterima di

IPS dipasok ke berbagai industri susu,salah satunya PT Nestle. Dia berharap kemarau segera selesai.Sebab bila ditambah tiga bulan lagi musim kemarau maka akan membuat produksi susu makin turun dan memengaruhi pendapatan peternak. ”Akhir Nopember kata BMKG sudah mulai turun hujan. Semoga saja tidak lama lagi,” tambahnya. Menurut salah satu peternak sapi perah di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Lukman Abadi, harga konsentrat Rp120.000 persak. Namun,peternak mendapatkan subsidi sebesar Rp30.000 bila membeli melalui KUD Kop Sae Pujon. Konsentrat tersebut dicampur dengan ampas tahu yang menjadi solusi bila rumput sulit didapatkan secara mudah. Dia berharap,musim hujan segera tiba agar dirinya tidak perlu lagi susah-susah membeli konsentrat dan menggunakan ampas tahu untuk pakan ternaknya. Apalagi,akibat sulitnya mendapatkan rumput menjadikan produksi susu turun cukup drastis.”Produksi turun, pendapatan kita juga turun dari menjual susu,”ungkapnya (Uts)

TIDAK UNTUK NARKOBA Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Istri Suka Utang Dihajar METRO MALANG PAKISAJI– Muhammad Soleh, 42 tahun, sejak kemarin mendekam di sel Polres Malang. Warga Gang Akasia, RT08 RW 0 1 , D u s u n S e g a r a n , D e s a Kendalpayak, Pakisaji ini dijebloskan ke dalam penjara setelah dilaporkan Asmiatun, 37 tahun, istrinya dengan tuduhan penganiayaan. “Dia ditangkap di rumahnya. Itu setelah kami mendapat laporan dari istrinya, yang mengaku kalau dirinya dipukul oleh suaminya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut, menurut pengakuan Soleh, terjadi pada Senin (17/9) malam lalu sekitar pukul 21.30 di dalam rumahnya. Penganiayaan sendiri, diawali dengan cek-cok mulut. Kisahnya, malam itu Soleh yang sebelumnya mendapat kabar kalau istrinya mempunyai utang ke beberapa

tetangganya, mencoba menanyakannya. Soleh ingin mengetahui kebenaran itu dari istrinya sendiri, karena selama ini ketika utang istrinya sama sekali tidak pernah bilang kepadanya. Ketika ditanya, Asmiatun semula mencoba menutup-nutupi. Namun setelah Soleh mengatakan kalau dirinya diberitahu oleh Darno, tetangganya yang memberi pinjaman uang akhirnya Asmiatun berterus terang. Mendapat pengakuan itu, Soleh yang tidak tahu uang pinjaman digunakan untuk apa

langsung marah hingga terjadi cek-cok mulut. Mungkin karena terpancing emosi, saat marah itulah Soleh langsung menampar wajah istrinya sekali. Dan lantaran tidak terima dengan pukulan suaminya itu, esok harinya Asmiatun langsung melaporkan ke petugas Polres Malang. “Saya memukulnya itu, karena saya lebih dahulu dipukul olehnya. Saat itu saya memang terpancing emosi. Sebab sebagai suami saya sama sekali tidak dihargai. Selama ini saya memang nganggur tidak bekerja, tetapi apa salahnya kalau mau hutang ngomong dulu pada saya. Dan yang membuat saya makin emosi lagi, selama ini dia sudah tidak mau mengurusi anak-anaknya. Masak ataupun cuci pakaian saya yang mengerjakan. Kerjaannya selama ini hanya ke tetangga saja,” terang Soleh. (Ani)

Ricuh, ‘Sandera’ Anggota KPU METRO BATU-Nampaknya, penduk ung Eddy Rumpoko sudah kehabisan kesabaran. Segala mekanisme, proses hukum sudah dilalui DPC PDIP selaku pengusung pasangan bakal calon Walikota Eddy Rumpoko-Punjul Santoso. Namun, sehari setelah putusan PTUN Surabaya yang mengabulkan gugatan partai berlam bang kepala banteng monyong putih itu, Jumat kemarin KPU Kota Batu malah terkesan mengolor-ngolor pleno penetapan. Responnya, ibarat nggugah macan turu pendukung ER dan kader DPC PDIP pun marah, kericuhan pun terjadi sore kemarin. Mereka merasa kecewa dengan kinerja komisioner KPU. Ujungnya, mereka membentak, memukul sekaligus membalik meja ruang rapat kantor penyelenggara Pilkada ini. Bahkan ‘menyandera’ komisioner dengan cara menyegel pintu pagar. Suasana panas itu berlangsung, usai KPU Kota Batu memutuskan memper panjang pleno terkait sikap mereka atas putusan PTUN Surabaya yang memerintahkan memasukan ER-Punjul dalam daftar penetapan calon walikota. KPU beralasan pleno diperpanjang sehari, untuk konsultasi ke KPU Provinsi sekaligus menunggu salinan amar putusan. Kondisi ini memang sudah terbaca dua hari sebelumnya, melalui beredarnya SMS skenario baru mengganjal ER. Ratusan massa di luar gedung, benarbenar meradang terhadap molornya pleno. Masalahnya, pleno yang semula dijadwalkan pukul 09.00 baru dilaksanakan pukul 11.00. Komisioner KPU mendengar penjelasan dari tiga tim kuasa hukum atas hasil dan proses sidang PTUN. Kemudian, pleno ditunda untuk salat Jumat sekaligus makan siang, kemudian dilanjutkan hingga pukul 14.30. TUDING OLOR WAKTU Begitu melihat tanda-tanda pleno belum bisa mengambil sikap untuk melak sanakan putusan PTUN, komisioner malah melontarkan janji akan bersikap sikap . Hal itulah yang memicu kemarahan massa di luar gedung. Mereka pun menyegel pintu keluar Kantor KPU, agar komisioner tidak bisa keluar, namun salah satu komisioner Ashar Chilmi sempat menyelinap pulang. “ Saya agak tidak enak badan, pleno diteruskan besok (hari ini) karena kami butuh konsultasi ke KPU Provinsi,” aku Ashar kepada Malang Post sesaat ketika hendak pulang. Massa yang gusar beralih akan membakar ban mobil, untungnya jajaran pengurus DPC PDI-P dan PNI Marhaen Kota Batu cepat datang. Seketika itu juga, Simon Purwo Ali, Wito Argo, Katarina Dian, Elvis Refualu, Yoyok dan sejumlah orang rame-rame menuju lantai dua Kantor KPU. Mereka ditemui oleh tiga komisioner, Bagyo Prasasti Prasetyo, Priyanto dan Supriyanto.

Pendukung ER Simon yang rambut kepalanya sengaja digundul, dengan mata merah langsung menyemprot tiga komisioner itu dengan kalimat kekecewaan. Simon pun menuding komisioner, telah memain kan skenario untuk mengulur waktu. “ Kami sudah kalian anggap sampah puntung rokok, seperti di depan kalian itu. Kami yang ikut bangun Kota Batu sejak awal, justru tidak ada artinya di mata kalian,” teriak Simon, menggebrak meja. Kemarahan Simon menyulut emosi pendukung lainnya, mereka menghujat komisioner sambil menggebrak meja. Lantaran komisioner hanya diam saja, Simon semakin meradang. Dia menggebrak meja lagi sekaligus membalik meja warna putih itu, Aparat kepolisian termasuk Brimob, serentak membentuk pagar betis. Simon yang kalap, beraloh mencari Rochani Komisioner KPU, namun cepat dipegang erat polisi. Semula Rochani hendak menemuinya, namun polisi memerintahkan agar pintu ditutup. Melihat gelagat, kaki Simon menendang pintu. Tapi sebelum berbuat lebih berbahaya, polisi kembali memeganginya. Tak puas gagal bertemu Rochani, anggota DPRD itu juga mencaci maki Sekretaris KPU Tito Wisabahadi. Beruntung empat polisi berhasil menarik tubuh Simon.“Bangsat kamu juga ikutan nyetting ya ?,” teriaknya sembari berusaha menggapai tubuh Tito. Kondisi yang kian panas itu, ditambah dengan kemarahan Elvis Refualu yang mencaci maki Supriyanto. Elvis berbadan besar, sempat memukuli meja kemudian bergerak ke arah Supri. Perlu beberapa polisi untuk mengamankan Elvis, yang sampai menangis lantaran menahan emosi. “ Gendeng koen iki, kamu yang jaluk rumah khan Supri ? Omahmu engkok ndik kuburan kono,” teriak Elvis yang diamankan polisi. DUGAAN DISKENARIO Disaat Elvis diamankan, situasi terlihat makin ricuh. Yoyok salah satu kader, ikutan melempar kursi. Situasi terkendali, setelah Cahyo Edi Purnomo masuk dan langsung berdiri di belakang anggota KPU. Simon dkk, kemudian mendesak komisioner untuk membuat pernyataan melanjutkan pleno.“ Terus terang saya emosi. Kemarin sudah dijanjikan ada putusan,” aku Yoyok

yang melempar kursi. Sementara pihak PDI-P sore itu melalui Cahyo Edi Purnomo, mengaku sudah menerima salinan putusan dari PTUN sekitar pukul 15.00, dan salinan itu dalam perjalanan ke Kota Batu. Cahyo mengatakan KPU seharusnya tak bersikap seperti bayi. Tanpa meminta pertimbangan KPU Provinsi, toh mereka punya kewenangan sendiri. “ Jaman sudah canggih, mengambil amar putusan tidak perlu semuanya Cukup kirim orang saja. Kami akan duduki gedung ini sampai ada putusan pleno, karena berulang kali kami ditipu. KPU seperti kentut dalam sarung,” urai Cahyo. Dia juga menduga, ada skenario KPU mengulur waktu sehingga nantinya ketika ER masuk bursa sudah tidak punya lagi kesempatan untuk sosialisasi. Sementara pihak KPU yang diberi kesempatan rapat terbatas, akhirnya bersedia menggelar pleno Jumat malam.. Mereka menolak untuk memberikan pernyataan, dengan jaminan tidak akan pergi dari gedung. “ Amar putusan manapun yang tiba lebih dulu di Kantor KPU entah itu milik PDI-P atau KPU, akan kami gunakan. Malam ini kami langsung pleno dan memberikan putusan,” tegas Prianto komisioner KPU. Setelah mendapat jaminan pleno, Simon Purwo Ali dan Cahyo Edi Purnomo menemui massa pendukung ER dan GM FKPPI. Di depan mereka yang sudah kepanasan sejak pagi, Simon menegaskan bahwa mereka akan menduduki KPU sampai pleno selesai. Disisi lain, Cahyo memerintahkan agar gedung KPU dijaga ketat oleh massa. “ Untuk gedung di bagian dalam, biar dijaga oleh tiga Ketua PAC DPC PDI-P, jangan sampai komisioner keluar dari gedung,” teriak Cahyo disambut tempik sorak ratusan massa. Kericuhan seperti itu, sebenarnya sudah sempat ditanyakan Malang Post kepada komisioer KPU. Apakah mereka tidak mempertimbangkan faktor keamanan, ketika memperpanjang pleno hingga dua hari. Namun komisioner berpendapat bahwa KPU tidak masuk urusan materiel, tapi formil dan belum berani menafsirkan putusan PTUN sebelum mencermati amar.(DR)


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

5

Mantan Bupati Bangli

213 Ber k as CJH Kabupat e n Mal a ng Bel u m Di s et o r Dituntut 6,5 Tahun Penjara Ilustrasi METRO DENPASAR – Mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa, terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial senilai Rp1,3 miliar,dituntut penjara 6 tahun 6 bulan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar kemarin.

Tim jaksa I Wayan Eka Widyara dkk juga menuntut denda sebesar Rp300 juta. “Apabila tidak bisa membayar maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan,” kata Eka kepada Ketua Majelis Hakim I Gusti Agung Bagus Komang Wijaya Adhi. Dalam surat tuntutannya, jaksa menyatakan Arnawa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupi secara bersama-sama dan berlanjut. Selain itu,jaksa juga menuntut mantan sekretaris pribadi (Sekpri) A r n a w a , C o k I s t r i Tr e s n a Dewi,dengan hukuman lima tahun penjara.

Dia juga dituntut membayar denda Rp300 juta. Tak cukup di situ. Karena terbukti sudah merugikan keuangan negara, Arnawa dan Tresna Dewi juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp1,395 miliar sesuai jumlah yang dikorupsi. Dengan ketentuan, apabila uang pengganti itu tidak dibayar dalam waktu satu bulan, harta bendanya dapat disita dan dijual dengan cara lelang untuk membayar uang pengganti. “Jika harta bendanya tidak mencukupi maka akan ditambah penjara selama tiga tahun enam bulan,”ujarnya. Seperti terungkap di persidangan, Arnawa dan mantan sekprinya diduga mengorupsi dana bansos senilai Rp1,395 miliar dari total dana bansos sebesar Rp17 miliar pada 2010. Dana sebanyak Rp3,750 miliar disiapkan sebagai bansos punia pura. Dalam 9 kuitansi bukti pencairan oleh Bendahara Kesra, terungkap bahwa Rp1,9 miliar telah diterima bendahara bupati Cok Istri.Untuk mencairkan Rp1,9 miliar itu didasarkan pengajuan lima surat pertanggungjawaban (SPJ). (War)

METRO SURABAYA – Hingga kemarin, 213 berkas Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Malang belum menyetorkan paspor ke Kanwil Kemenag Jatim. Angka ini sekaligus menempatkan Kabupaten Malang sebagai daerah yang tertinggi di Jatim yang berkasnya belum terselesaikan. ”Semuanya ada 21 daerah kabupa ten/kota belum selesai berka snya. Tetapi terbanyak berkas dari CJH Kabupaten Malang,’’ kata Sudjak, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Jatim di kantornya, kemarin siang. Menurutnya, meski jadwal kebera ngkatan kloter I CJH Jatim dimulai Jumat besok, tetapi daerah-daerah belum semuanya mampu menye lesaikan administrasi berkas yang dibutuhkan. Utamanya persoalan pas por, yang mencapai 1.302 CJH. Selain Kabupaten Malang kota terbesar kedua yang berkasnya belum selesai adalah Surabaya itu 66 berkas. ” Sisanya dari Sidoarjo, Gresik, Nganjuk, Kota Kediri dan Mojokerto

Ilustrasi

METRO MALANG- Untuk keempat kalinya, Badri (26), warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosai, Kabupaten Malang, harus mendekam di dalam penjara. Pencuri kambuhan ini, kembali ditangkap jajaran Polsek Singosari, dengan dugaan telah mencuri 2,5 kuintal gabah kering dan dua buah tabung elpiji milik Hj Sutiah (57), di Desa Dengkol, Singosari. Badri ditangkap Jumat malam (21/9/2012) di rumahnya. Padahal, saat ini istrinya sedang mengandung anak pertama dengan usia kandungan empat bulan. Di Polsek Singosari, Badri mengakui pencurian yg telah dilakukannya pada 5 September 2012 siang itu. "Gabah itu ditaruh di belakang

Pedagang Tol Dupak Surabaya

Tolak Penggusuran Metro Surabaya - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di bawah jembatan Tol Dupak, Tambak Asri, Kota Surabaya, menolak penggusuran yang dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Cabang Surabaya - Gempol. "Sudah puluhan tahun kami tinggal di sana. Tapi kemudian kami digusur seperti ini," keluh salah seorang pedagang, Ali, saat mengadukan persoalan ini di hadapan anggota DPRD Surabaya di ruang Komisi B, Kamis. Menurut dia, sebelum pedagang menempati bawah jembatan Tol Dupak yang merupakan lahan milik PT jasa Marga, kondisi di kawasan tersebut memprihatinkan. Hal itu dikarenakan lokasi tersebut sering dibuat tindakan asusila seperti berbuat mesum, minuman keras, perampokan dan lainnya. Namun, lanjut dia, setelah ditempati pedagang setelah adanya kerja sama

dengan Jasa Marga, maka keamanan dam kebersihan di daerah tersebut terjaga. Kami sangat keberatan dengan penggusuran ini. Selama ini saya bekerja di sana, tapi kemudian digusur," ujarnya. Hal sama juga diungkapkan tokoh masyarakat Tambak Asri, Willem Matius Rorong. Ia mengatakan bahwa kondisi bawah jembatan tol Dupak sebelum ditempati PKL cukup memprihatinkan. Atas kondisi tersebut, lanjut dia, seyogyanya perlu ada sosialisasi

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

rata-rata hampir sama jumlahnya. Karena itu, kita berharap mereka segera menyelesaikan berkas agar CJH daerahnya bisa berangkat sesuai jadwal yang sudah ada,’’ harapnya. Dikatakan Sudjak, jika pengurusan paspornya terlambat maka pengurusan visa haji pun menjadi terlambat. Penyebab utama keterlambatan paspor rata-rata terjadi di kantor imigrasi, yang kesulitan memproses paspor karena kelengkapan CJH belum lengkap. ” Kantor imigrasi tidak mungkin

Komputer Hilang di Sekolahan

Istri hamil 4 Bulan, Suami Masuk Penjara Lagi rumah dan langsung saya angkut satu persatu. Total ada enam karung gabah," kata Badri. Setelah gabah curian berhasil diamankan, Badri juga memasuki dapur rumah korban lewat pintu belakang. Kebetulan, pintu tersebut memang sedang tak terkunci, sedangkan penghuni rumah juga sedang bepergian. Dari dalam dapur tersebut, diambilnya dua buah tabung elpiji ukuran 3 kg. "Barang-barang tersebut lalu saya simpan di kolong tempat tidur kamar orangtua saya di Dengkol. Sampai sekarang belum sempat dijual," imbuhnya. Sementara itu, pada penyidik Polsek Singosari, Badri mengaku pernah tiga kali menghuni ruang penjara LP Lowokwaru, juga karena kasus pencurian. Hanya saja, untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut, penyidik masih melakukan penyidikan dan memintai keterangan d a r i B a d r i . Ta k m e n u t u p kemungkinan, masih ada sejumlah pencurian yang melibatkan Badri, namun tak diakuinya (Ani).

Ilustrasi

memproses kalau datanya tidak cocok. Misalnya, kesalahan penulisan nama yang tidak sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Padahal, jauh-jauh hari Unit Pelayanan Daerah (UPD) Kemenag di daerah sudah kita minta segera melakukan pengecekan dan evaluasi,” tandasnya. Sementara itu, paspor yang sudah berada di Kanwil Kemenag Jatim seluruhnya telah dikirim ke Jakarta untuk pembuatan viasa. Dari 32.099 berkas yang terkumpul baru bisa diselesaikan 30.729 dan telah diterima kembali CJH Jatim. Sisanya dipastikan akan segera dikirim berbarengan masuknya CJH Kloter I masuk asrama haji, Kamis sore ini. Tahun ini, Jatim tercatat bakal memberangkatkan 33.935 CJH. Jumlah ini sudah termasuk 106 CJH dari kuota khusus sisa kursi kosong Jatim yang berusia diatas 87-95 tahun. Sedang kuota normal, sedikitnya 35 persen atau sekitar 11.000 CJH berusia 60 tahun ke atas dan sisanya merupakan usia produktif

Ilustrasi METRO MALANG – Departemen Agama Kabupaten Malang akhirnya turun tangan terkait hilangnya beberapa unit komputer di MTs Miftahul Huda Desa Pagedangan Kecamatan Turen, karena dicuri pada Selasa (18/9) dini hari lalu. Kemarin bersama Kasi Mapenda (Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama) Muhajir, Kepala Departemen Agama Kabupaten Malang datang ke lokasi untuk mengecek kebenaran kejadian pencurian itu. Hasil dari cross chek kemarin langsung dilaporkan ke Kementerian Agama, karena 14 unit monitor komputer layar

datar dan empat perangkat CPU yang hilang dicuri adalah bantuan dari MEDP (Madrasah Education Development Project). “Laporan secara singkat melalui SMS ke provinsi sudah. Setelah ini secepatnya kami juga akan membuat laporan tertulis kepada PCU (Provincial Coordinating Unit) dan CPMU (Central Project Management Unit), bagian yang mengurusi MEDP di tingkat pusat,” ungkap Muhajir, siang kemarin usai mengecek pencurian di MTs Miftahul Huda. Dengan laporan secara SMS ataupun tertulis tersebut, diharapkan secepatnya bisa diambil langkah-langkah penting. Yaitu peralatan komputer yang hilang segara bisa mendapat ganti, sehingga proses kegiatan belajar mengajar siswa tidak sampai terganggagu. Pelajaran komputer yang selama ini diajarkan kepada siswa bisa kembali normal lagi. “Kalau sekarang ini, otomatis mata pelajaran komputer terganggu karena tidak adanya komputer. Oleh karena itu, mudah-mudahan MEDP segera mengganti komputer yang hilang secepatnya. Syukur kalau penggantian

komputer bisa teralokasi tahun ini,” ujar Muhajir. Tidak hanya MTs Miftahul Huda. MTs Nurul Irsyad, di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, yang enam bangunan ruangnya ludes terbakar pada 5 September lalu, juga mendapat perhatian khusus. Departemen Agama Kabupaten Malang, melalui Kasi Mapenda saat itu langsung berjuang supaya segera ada dana bantuan dari Kementrian Agama untuk pem bangunan kembali sekolah yang ludes terbakar. “Saat kejadian dulu, kami langsung datang ke lokasi. Kejadian kebakaran itu langsung saya kirimkan ke Direktur Pendidikan Madrasah di Jakarta, yakni Prof Dr Dedy Jubaidi. Alhamdulillah, langsung mendapat respon positif dan malamnya beliau datang untuk melihat langsung kondisinya. Dan pada tahun ini (2012) bantuan akan langsung turun. Itu karena mengingat kondisinya sangat emergency sekali. Kasihan pasca kebakaran itu, siswa harus belajar di Masjid dan dalam Pondok,” terangny a (Uts)

Anak SMP Artis Video Mesum

METRO KEDIRI - Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur tengah menangani kasus video mesum yang dilakukan oleh sepasang remaja asal Kecamatan Trisulo, Kabupaten Kediri. Pemeran laki-laki pelajar SMP berusia 14 tahun sementara pemeran perempuannya berusia 16 tahun duduk di bangku SMA. Informasi yang dihimpun, video tersebut berdurasi 3 menit 30 detik dengan latar belakang sebuah gubuk areal persawahan yang tidak jauh dari tempat tinggal kedua pelaku yang masih bertetangga ini. Aksi layaknya suami istri tersebut dilakukan setelah keduanya bersama-sama menonton video porno melalui ponselnya. Juru Bicara Polres Kediri, Ipda Ribiko

Entas, saat dikonfirmasi Kompas.com mengatakan, pihaknya mulai menangani kasus itu setelah salah satu orang tua dari pemeran mengetahui

terlebih dahulu jauh-jauh hari dari pihak Jasa Marga sebelum melakukan eksekusi. Mendapati hal itu, Kepala PT Jasa M a rg a ( P e r s e r o ) T b k , C a b a n g Surabaya-Gempol Agus Purnomo mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak ada konflik dengan para PKL tersebut. "Bahkan sejak 2011 sudah melakukan pendekatan terhadap warga yang ada di bawah tol," katanya. Agus mengatakan seharusnya lahan itu kosong dan tidak layak untuk dihuni warga. Hal ini dikarenakan pihaknya tidak ingin terjadi seperti di Jakarta, dimana terjadi kebakaran di bawah jembatan tol. "Kami tidak ingin seperti itu," katanya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengantisipasi agar tidak terjadi

kebakaran di bawah jembatan tol sehingga mempengaruhi konstruksi bangunan tol, yakni dengan cara melarang warga untuk tinggal di tempat itu. Apalagi tol tersebut setiap harinya dilewati sekitar 18.000 kendaraan, 60 persennya adalah kendaraan berat. "Sebetulnya kami tidak melarang mereka berjualan, tapi kalau sudah menjadi tempat hunian itu yang dilarang. Karena bisa saja putung rokok dan kompor bisa sebabkan kebakaran," katanya. Mengenai sosialisasi, lanjut dia, pihaknya sudah melakukannya pada November 2011 dengan meminta warga membongkar sendiri bangunannya. "Kami juga beri tali asih kepada mereka masing-masing Rp600 ribu per kepala keluarga (KK)," katanya.

Ilustrasi

video itu dan melaporkannya pada polisi. "Orang tua dari pihak perempuan melapor pada Kamis kemarin. Saat ini petugas terus mendalaminya dengan meminta keterangan pihak terkait," kata Ipda Ribiko Entas. Ribbiko Entas menambahkan, dari pemeriksaan diketahui video tersebut diduga direkam oleh S (15), rekan kedua pelaku ). Kini petugas masih melakukan pengejaran terhadap remaja laki-laki itu . "Orang ketiga ini masih dalam pencarian oleh petugas karena kita membutuhkan keterangannya," kata Ribiko Entas (Lis)

Diketahui warga yang tinggal di bawah jembatan sebanyak 80 KK, dari jumlah tersebut yang sudah menerima tali asih sebanyak 38 KK. Anggota Komisi B DPRD Surabaya Eddy Rusianto mengatakan perlu ada koordinasi yang baik antara Jasa Marga dengan pedagang setempat. "Maka perlu adanya mediasi seperti ini. Kalau melanggar kami tidak akan berpihak, tapi ini masalah sosial yang harus dibahas bersama," katanya. Untuk itu, perlu adanya solusi bersama jika pedagang dilarang di areal tersebut maka sebagai penggantinya harus ada lahan khusus bagi mereka. Jika tidak, maka pedagang tetap boleh berjualan di bawah jembatan asal tidak dijadikan sebagai tempat hunian. (Yeni)


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

6

Kebakaran Penampungan Sampah Dua Pekerja Tewas

Kebakaran Penampungan sampah METRO SURABAYA, Penampungan sampah industri di kawasan Margom ulyo B12 Surabaya terbakar, dua orang tewas dan seorang mengalami luka bakar. Sumber api diduga dari puntung rokok yang menyambar bekas kaleng berisi tinner. Menurut Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Ratna Oratmangun di lokasi kebakaran, Sabtu (22/9/2012), kini api sudah padam tapi Tim Labfor dari Polda Jatim dan Gegana sedang melakukan indentifikasi karena tadi muncul suara ledakan dari lokasi. "Dua orang tewas terbakar di lokasi, satu di antaranya . Satu kondisinya menge

naskan karena usus terburai dan korban sudah dibawa ke RS Muji Rahayu untuk mendapatkan perawatan," katanya sembari menambahkan, luka bakar yang dialami korban sekitar 40 persen. Lokasi kebakaran lahan kosong yang menjadi tempat pembuangan sampah industri seperti spon, plastik, kardus serta kaleng bekas. Luas areal berukuran 20 meter x 30 meter dan ada gubug semi permanen untuk berteduh para pekerja. Kebakaran Sedangkan terjadi mulai pukul 10.15 WIB dan kini api sudah padam, dan masih dilakukan pembasahan.(Yen/Red)

Provokator Kerusuhan Sampang Ditangkap Keadaan di penampungan Metro Sampang, Polda Jatim kembali menangkap pelaku kerusuhan Sampang. Kali ini adalah Hadiri (62). Selain sebagai provokator, dia diduga sebagai orang yang menyabetkan celurit pada salah seorang korban kerusuhan, Hamamah. Hadiri ditangkap semalam di lokasi pelariannya di Dusun Gelagah Arum, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. ' ' Te r s a n g k a k a m i t a n g k a p s a a t bersembunyi di rumah rekannya di Lumajang kemarin sekitar pukul 11.00 WIB,'' kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib Jumat (21/9/2012). Te r t a n g k a p n y a w a r g a D u s u n Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang itu melengkapi empat tersangka yang tertangkap sebelumnya

yakni Rois Al Hukama, Saniwan, Muchsin, dan Sarifin Hadiri kata Hilman bukan orang terakhir yang diburu polisi. Masih ada empat tersangka lagi yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Keempatnya berinisial MS, MH, Z dan H. "Keempatnya warga kecamatan Omben, dan diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan Hamamah,'' ujarnya. Lima tersangka ini dijerat dengan pasal 351 KUHP ayat 3, 338 KUHP, dan 340 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kerusuhan Sampang jilid II meletus sepekan setelah Idul Fitri 2012 bulan lalu. Kerusuhan buntuk konflik aliran agama yang ditunggangi konflik keluarga ini menyebabkan 2 orang korban tewas, 7 orang terluka dan 37 rumah ludes terbakar. (Red)

Jadi Tersangka

Kades Pancur Mewek Ilustrasi

Metro Bojonegoro - Kepala Desa P a n c u r, K e c a m a t a n Te m a y a n g , Bojonegoro, Priyosanto kembali dihadirkan ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, untuk menjalani pemeriksaan dugaan kasus pungutan liar program Proyek Agraria Nasional (Prona) sebagai tersangka. Dalam pemeriksaannya di ruang Kasi Pidana Khusus (kasipidsus) tersangka mewek. Priyosanto diduga telah

melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pungutan liar terhadap pemohon sertifikat Prona. Sebanyak 125 pemohon, masing-masing oleh tersangka dikenakan biaya pengurusan mulai dari Rp 600 ribu sampai dengan Rp 1 Juta. Padahal seharusnya pengurusan prona itu tidak dipungut biaya apapun, karena sudah dibiayai oleh Negara. "Dari pengajuan pemohon tersebut terkumpul dana sebanyak Rp 94.750 juta," kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Musleh Rahman Musleh mengatakan, dari jumlah uang pungutan liar tersebut, tersangka mengaku, sebanyak Rp 13 juta digunakan sebagai program daerah untuk pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). "Dilihat dari SPJ sudah sesuai. Dan tersangka belum menikmati hasil pungutan liar tersebut," ungkap Musleh.

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Dukun Cabul Ini Gagahi Siswi SMA Lima Kali METRO BOJONEGORO, Seorang dukun berinisial S yang tinggal di Kota Bojonegoro, Jawa Timur, ditangkap polisi dalam kasus pencabulan terhadap seorang gadis SMA yang masih berusia 16 tahun. Penangkapan terhadap dukun cabul berusia 60 tahun ini berdasar laporan kakak korban ke Kepolisian Resor Bojonegoro yang merasa tak terima setelah mengetahui adiknya menjadi korban aksi cabul pelaku. Kakak korban yang awalnya curiga dengan perubahan sikap sang adik terus berusaha mencari tahu pen yebabnya. Setelah beberapa kali didesak ternyata korban mengaku dalam kondisi tertekan lantaran dipaksa melayani nafsu bejat sang dukun. "Berdasar laporan itu, petugas melakukan penangkapan terhadap

Ilustrasi pelaku. Saat ini, dukun tersebut masih menjadi korbannya itu. menjalani pemeriksaan penyidik," kata Terungkap pula selama ini pelaku Kasat Reskrim Polres Bojonegoro sudah akrab dengan ibu korban. Modus Ajun Komisaris Joes Indra. yang digunakannya, dukun ini Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku mengaku bisa meramal dan menyemb sudah lima kali melakukan aksi uhkan berbagai penyakit. (Ton) bejatnya terhadap gadis SMA yang

Buruh dan Karyawan PDP Unjuk Rasa METRO JEMBER Ratusan buruh dan karyawan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember, Jawa Timur, berunjuk rasa. Mereka mendesak Direksi Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Jember itu supaya menerapkan peraturan perusahaan sesuai dengan ketentuan. Sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan mengabaikan temuan satuan pengawas internal, sehingga tidak pernah ada sanksi tegas bagi oknum yang melanggar atau melakukan penyimpangan. Selama ini perusahaan tidak juga memberi penghargaan atau reward kepada karyawan yang berprestasi. Akibatnya, terjadi kebocoran program di mana-mana. Kami menuntut tindakan tegas terhadap pejabat atau karyawan di lingkungan perusahaan yang terindikasi menyalahgunakan

Ilustrasi kewenangan atau korupsi. "Harus ada reformasi birokrasi," seru Dwi Agus, pengunjuk rasa. Direktur Utama PDP Jember Sujatmiko menyatakan, penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan maupun pejabat teknis perusahaan. "Dia adalah sinder kebun dan mulai hari ini telah dinonjob-kan," kata Sujatmiko. Sujatmiko mengatakan, reformasi birokrasi sebenarnya akan dilakukan

secepatnya. Buruh dan karyawan terlanjur berunjuk rasa sehingga rencana pemindahan ditunda sambil menunggu waktu yang tepat. Mutasi bukan didasari karena suka atau tidak suka (like and dislike), tetapi didasari oleh kemampuan dan keahlian pekerja. Sehari sebelumnya, di kalangan internal PDP yang berproduksi kopi, karet dan cengkeh beredar kabar mengenai mundurnya direktur produksi dan teknik, Sudarisman. Namun, surat pengunduran diri tersebut belum sampai ke tangan direktur utama. Namun demikian, oleh perwakilan pengunjuk rasa, surat pengunduran diri digandakan dan disebarluaskan ke media massa. "Kami belum bisa berbuat banyak, karena belum menerima surat pengunduran diri itu. Pemberhentian direksi merupakan wewenang bupati," ungkap Sujatmiko. (Dra)

Dana Korupsi Dikembalikan, Tersangka Tak Di Tahan METRO TULUNGAGUNG, Kejaksaan Negeri Tulungagung membebaskan Imam Suhadi (52), tersangka kasus korupsi alokasi dana desa (ADD) Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, dari ancaman penjara. Karena, bersedia pengembalian kerugian uang negara sebesar Rp44 juta lebih yang telah dia gelapkan. "Tersangka tidak kami tahan karena memang telah mengembalikan kerugian negara seperti yang tersebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," ujar Kasi Intel Kejari Tulungagung Agus Rujito kepada wartawan, di Tulungagung, Kamis (20/9/2012). Pada 2007 silam, Desa Sukowidodo memperoleh dana ADD sebesar anggaran Rp202.759.200. Namun, sesuai audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dana yang terserap hanya Rp157.091.550. Ada dana sebesar Rp44.668.200 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Setelah dilakukan pemeriksaan penyi dikan oleh Polres Tulungagung Imam Suhadi ditetapkan sebagai tersangka. Setelah setahun pemeriksaan BAP, korupsi Suhadi dinyatakan lengkap. Baru pada hari ini penyidik Polres Tulungagung menyerahkan berkas beserta barang bukti (termasuk tersangka) ke kejaksaan. Penyerahan diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusu (Kasi Pidsus) Santosa Hadi Pranawa. Tersangka diancam Pasal 11 dan 12, Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Nomor 20 Tahun 2001 tentang penyalahgunakan wewenang. Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Tri Astuti Handayani. Kepada sejumlah Wartawan, Tri menjelaskan, jika dalam pungutan itu tersangka belum menikmati hasilnya. Karena sebagian digunakan untuk pembangunan MCK. "Tersangka gunakan uang itu untuk

Ilustrasi Menurut Agus, seharusnya tersangka di tahan. Namun karena mengembalikan kerugian negara, keharusan hukum itu dibatalkan. "Sebab penekanan kita pada pemulihan aset negara akibat tindak pidana korupsi," tegasnya. Setelah menerima berkas BAP, langkah kejaksaan selanjutnya adalah mendaft arkan perkara ke pengadilan tindak pidana korupsi di Surabaya. Dalam perkara ini kejaksaan telah menetapkan dua orang sebagai jaksa penuntut umum (JPU). “Yakni jaksa Yuyun Wulandari dan jaksa Dody Wicaksono, “pungkas Agus. Sementara itu, menurut Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Lahuri, penanganan kasus korupsi itu setelah penyidik menindaklanjuti hasil audit BPKP. Setelah dilakukan langkah penyidikan, dipastikan bahwa dana pembangunan MCK, jadi belum menikmati hasilnya," ungkapnya sambil berlalu. Dari kasus pungutan liar Prona itu, menyeret tujuh kepala desa yang menjadi tersangka. Dari ketujuh tersangka itu tinggal tiga yang masih dalam penyidikan dan segera akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya. Ketiga kades tersebut adalah Kades Cendono, Kecamatan Padangan, Sulistyo, Kades Trenggulunan,

yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terbukti untuk memperkaya diri yang bersangkutan. “Saat ini yang kita harapkan perkara bisa segera disidangkan," ujarnya singkat. Menanggapi hal ini, kuasa hukum Imam Suhadi, Purhadi, SH bersikukuh klienya tidak pernah bermaksud menyelewengkan dana ADD. Sebagian besar dana yang terserap untuk pembiayaan kegiatan fisik. Sedangkan yang disangka tidak terserap mengalir untuk pembiayaan kegiatan non fisik, seperti untuk rapat koordinasi, pembelian seragam dan untuk keperluan aset lainya. "Prinsipnya tidak ada uang yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Semuanya untuk masyarakat desa," ujarnya. (Zis) Kecamatan Ngasem, Rohman dan Kades Pancur, Kecamatan Temayang, Priyosanto. Dalam pelaksanaan Prona sering terjadi kesalahpahaman antara pihak penegak hukum dengan para pelaksana di lapangan seperti kepala desa atau lurah hingga terjerat kasus korupsi. Sehingga perlu adanya persamaan persepsi antara penegak hukum dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna kelancaran pelaksanaan sertifikat Prona (anton)


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

7

Tersangka Korupsi Jasmas ABG digilir 4 pemabuk

Seret Anggota Keluarga

Ilustrasi Metro Bojonegoro Dua anggota keluarga Tersangka kasus dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2010, degan tersangka Kepala Desa Sambong, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Munjiatun, diperiksa Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Dua anggota keluarga Munjiatun yang diperiksa itu, Suami tersangka, Nur Hadi, Anggota DPRD Bojonegoro, dan Mertua Tersangka H Munadi. Meskipun pemeriksaan masih tahap saksi, namun tidak menutup kemungkinan, penyidik akan mengembangkan sebagai tersangka lain.Nur Hadi statusnya sebagai orang yang mengusulkan dan

menyalurkan dana Jasmas kepada tersangka. Sementara Munadi, merupakan ketua pelaksana proyek pembangunan masjid Al Muttaqin. "Hari ini tersangka dan Munadi masih kita periksa terkait pelaksanaan pembangunan masjid yang diduga bermasalah," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Nusirwan Sahrul, Kamis (20/09/2012) Munadi dimintai keterangan terkait dengan fakta penggunaan uang dan pengerjaan pembangunan dilapangan. Pembangunan yang bermasalah itu diantaranya, Pembangunan masjid Al Muttaqin, pembangunan pagar Polindes dan pembangunan kantor desa. Diduga Kades Sambong itu tidak bisa mempertanggungjawabkan dana Jasmas 2010 senilai Rp127 juta yang disalurkan oleh Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah Bojonegoro sesuai usulan dari anggota DPRD Bojonegoro yang mempunyai basis pemilih di Desa Sambong. Pengerjaan Jasmas itu terungkap setelah dalam pengerjaannya ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Selain itu, laporan pengerjaan proyek yang telah dibuat diduga fiktif (Ton)

Otaki Perampokan

Oknum Polisi Hanya Divonis 8 Bulan Metro Tuban - Aiptu Eko Heru Prasetyo, seorang oknum anggota Polres Tuban yang menjadi otak dalam aksi perampokan senilai Rp 2,6 miliar di kantor Pegadaian, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban hanya mendapatkan vonis 8 bulan hukuman penjara dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tuban Dari pantauan beritajatim.com, persidangan beragendakan pembacaan putusan dengan dipimpim oleh hakim ketua Arif Wicaksono. Hakim juga membacakan vonis terhadap 4 terdakwa yang lainnya yang menjadi komplotan dalam aksi perampokan tersebut. "Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana pasal 365 (2) KUHP. Dengan ini, masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan dikurangi masa tahanan," ujar h a k i m A r i f Wi c a k s o n o , s a a t membacakan putusan itu. Keempat terdakwa yang lain yang dilakukan persidangan tersebut adalah Suwono (41) warga Desa Mejosari, Kelurahan Temurejo, Kecamatan Blora, Indra (25) Warga Dusun jetis, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Moch Susanto (27) warga Desa

Sidang Perampok Cangkring, Kecamatan Plumpang, Tuban dan Ali Mughofar (40) Warga Desa Jenu, Kecamatan jenu, Tuban. Setelah mendengarkan vonis tersebut, para terdakwa yang merupakan komplotan perampok berenjata api itu dan para keluarga yang ikut hadir dalam persidangan nampak senang. Namun, sejumlah pihak menilai bahwa keputusan tersebut sangat ringan dibandingkan dengan perbuatan para terdakwa. Sementara itu, dalam putusan majlis hakim juga menyatakan bahwa barang bukti emas yang berhasil diamankan dikembalikan ke pihak pegadaian, tak hanya itu mobil dan motor yang digunakan dalam aksi ini juga dikembalikan ke pemiliknya

NARKOBA MENGHANCURKAN SEGALANYA

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

METRO SURABAYA - Gara-gara berkenalan dengan pemuda pemabuk, gadis berusia 15 tahun ini sebut saja Mila (bukan nama sebenarnya) jadi bulan-bulanan gerombolan pemabuk. Setelah dicekoki minuman keras, Mila digagahi kawanan pemabuk ini di dua tempat berbeda. Gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini menjadi pemuas nafsu empat pemuda mabuk ini di kawasan makam Kembang Kuning dan di Warnet (warung Internet) kawasan Jalan Petemon, Surabaya. Dua dari 4 pelaku sudah ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Meraka adalah And (15) dan MR (20) warga Simogunung Kramat Timur, Surabaya. "Dua pelaku lain yakni Mamat dan Ogah masih dalam pengejaran petugas," kata Kasubag Humasy Polrestabes Surabaya Kompol Suparti di Mapolretabes Surabaya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa naas itu bermula ketika Mila berkenalan dengan tersangka Mamat.

Ilustrasi Dari perkenalan itulah, Mila dirayu untuk bertemu di kawasan Embong Malang, Surabaya. Di tempat itu, Mamat memaksa Mila untuk ikut pesta Miras bersama rekan-rekannya. Dari pesta miras di tempat itu, berlanjut di areal makam kembang kuning. Di bawah pengaruh miras, Mila menjadi pemuas nafsu Mamat, Ogah dan Rofik (MR). Puas mengagahi Gadis cantik, giliran And pun ikut memperkosa Mila. Setelah melakukan aksi bejat itu,

Mamat disuruh oleh pelaku lain mengantar Mila pulang. Rupanya, tidak diantar pulang malah diinapkan di sebuah warnet kawasan Jalan Petemon. "Di tempat itu korban juga menjadi budak nafsu pemuda yang tak lain gerombalan tersangka ini," ujarnya. Setelah puas, Mila pun dipulangkan. Tak puas dengan perlakukan itu, orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polisi. Dari keterangan Korban, polisi langsung menciduk pelaku secara bersamaan. Sayangnya, dua pelaku lain berhasil kabur dan petugas masih melakukan pengejaran. “Polisi sudah mendatangi rumah dan lokasi tempat mangkal dua pelaku ini tapi belum dapat ditemukan," ujarnya. Atas perbuatanya itu, para pemuda mabuk ini dijerat pasal 81 ayat 2 jo Pasal 82 UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Untuk dua buronan, kami minta lebih baik menyerahkan diri karena kami akan terus mengejarnya,” tandas mantan Kapolsek Asemrowo (Yen).

Dugaan Korupsi PT Barata, Mantan Dirkeu Terancam 20 Tahun METRO SURABAYA - Kasus dugaan korupsi penjualan tanah dan aset PT Barata Indonesia (Persero) telah memasuki sidang perdana dengan agenda dakwaan. Dalam dakwaanya, terdakwa Mahyuddin yang juga mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) dinilai telah merugikan negara sebesar Rp 22, 69 miliar. Penyidikan kasus korupsi ini sebelumnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, KPK melimpahkanya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dan tersangka dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surabaya di Medaeng. Dalam nota dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, I K a d e k Wi r a d a n a m e n g a t a k a n , Mahyuddin didakwa telah telah menjual penjualan aset kepada PT Cahaya Surya Unggul Tama berupa tanah seluas 58.700 meter persegi milik PT Barata Indinesia yang terletak di Jl Raya Ngagel Nomor 109 Surabaya sesuai sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) nomor 72. Perbuatan terdakwa dinilai telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. “Tindakan terdakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang memeperkaya terdakawa dan tim

Ilustrasi Korupsi taksasi penjualan aset,” tandasnya, katanya, Rabu (19/9). Rinciannya, terang Kadek, total nilai kerugian terdiri dari kekurangan talangan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 25. 647 635, taksasi aset sebesar Rp 894.500.000, dan nilai aset beradasarkan NJOP sebesar Rp 21.770 196 211. “Jadi total kerugian negara sebesar Rp 22.690.343.846,” ungkapnya. JPU menilai modus terdakwa hingga merugikan keuangan negara dengan cara menjual aset berupa tanah di bawah Nilai Jual Objek Pajak. “Tanah seluas 57,7 ribu dijual di bawah NJOP,” katanya. Tanah perusahaan badan usaha milik negara itu seharusnya dijual seharga Rp 104.69 miliar, tapi oleh tersangka dijual Rp 82 miliar.

JPU dari KPK terdiri dari empat orang. Selain, I Kadek Wiradana, juga Edy Hartoyo, Anang Supriatna, dan Dzakiyatul Fikri. Mereka menjerat terdakwa dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 UURI No 31/1991 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UURI No 20/2001 tentang Perubahan atas UURI No 31/1991 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Total ancamannya 20 tahun. Kasus ini bermula ketika dilakukan relokasi pabrik PT Barata dari Surabaya ke Gresik, Jawa Timur, pada 2006. Biaya relokasi pabrik mencapai Rp 44,7 miliar. Mahyuddin sendiri telah ditetapkan tersangka sejak 10 Maret 2012 dan dilakukan penahanan sejak 15 Juni 2012.m7 (Yen)

Mantan Bupati Bojonegoro Ditahan Metro Bojonegoro - Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Bupati Bojonegoro Muhammad Santoso (70) hari ini dieksekusi untuk menjalani hukuman badan di Lembaga Permasyarakat (Lapas) kelas IIA Bojonegoro, atas putusan Mahkamah Agung (MA) RI. Dalam sidang Putusan di Mahkamah Agung (MA) RI, Hakim Mahkamah Agung menyatakan Santoso terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana APBD tahun 2007 senilai Rp 6 miliar. Ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara dikurangi masa tahanan. Selain itu, hakim MA juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp300 juta. Ia juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 3,4 miliar. "Ini panggilan ketiga, dan langsung dieksekusi," kata Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (kejari) Bojonegoro, Musleh Rakhman, Mulai hari ini teridana langsung menjalani hukuman badan. Sebelum dieksekusi, Santoso diperiksa di ruang Pidana Khusus Kejaksaan selama 1,5 jam secara tertutup. Dengan didampingi Penasehat hukumnya, Herman Susilo. Santoso diantar dari kantor Kejaksaan

Mantan Bupati Bojonegoro Muhammad Santoso yang berada di Jalan RA Kartini, menuju ke Lapas kelas IIA Bojonegoro, Jalan Diponegoro, dengan menggunakan mobil CRV Nopol S 1231 AP. Terpidana Santoso sekitar pukul 11.30 WIB mendatangi Kejaksaan, dan pukul 12.30 WIB, terpidana langsung

dijebloskan ke penjara dalam kondisi sehat, dengan didampingi Kasipidsus Kejaksaan, Musleh Rahman, Kasidatun, Hadi Priyono, Kasipidum, Rahmat Wahyu Wijayanto. "Terpidana diserahkan ke Lapas dalam kondisi sehat," jelas Musleh. Padahal sebelumnya Santoso mangkir dalam panggilan pertama dan kedua dikabarkan karena sedang menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Surabaya karena menderita penyakit jantung. Diketahui, dalam putusan MA, disebutkan, hakim MA RI mengabulkan permohonan kasasi dari jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Hakim MA membatalkan putusan Pengadilan Negeri Bojonegoro tertanggal 2 Desember 2009 dan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tertanggal 11 Oktober 2010. Dalam putusan tingkat PN Bojonegoro, Santoso hanya divonis dua tahun penjara. Sedangkan, dalam putusan PT Surabaya, Santoso hanya divonis tiga tahun penjara (Ton)


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

8

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

BEDAH RUMAH Bank Danamon kronolohis remah-rumah yang tidak layak di huni saat itu awalnya, dari awak media juga mengambil gambar rumahrumah yang sudah di bangun dari program tersebut.

Rumah 1 METRO MALANG Program bedah rumah dari dinas perumahan 450 jt yang rencara akan di gulirkan di desa sukonolo kec bulu lawang gagal lantaran hal tersebut di picu dengan adanya dugaan fitnah dari beberapa oknum tokoh masyarakat setempat. Informasi itu tercium oleh salah satu media bahkan perkaranya sudah dilaporkan pada polres oleh beberapa tokoh masyarakat akhirnya dari crow media metro pos melakukan konfirmasi pada Kanit Reskrim yunit 4 Ipda sutiyo SH menurutnya perkara tersebut masih di proses dan menunggu keputusan dari Kasat Reskrim Dari media juga melakukan infestigasi terhadap kepala desa sukonolo H.zaini yang pada saat itu Kades sedang memantau penyemiran jalan di daerahnya setelah di konfirmasi kades mengajak rekan media metro untuk mengkroscek langsung tentang rumah warga yang sudah di bangun dalam program bedah reumah tahun 2011 kadespun sambil menjelaskan

Setelah selesai mengkroscek rumah H zaini juga mengajak awak media untuk bertemu langsung dengan ketua Panitia Yahya sekaligus dengan bendaharanya saudara Sohib,dalam pertemuan itu Kades menjelaskan pada awak media sebenarnya memang dari desa melakukan pengajuan dana bantuan terhadap Dinas perumahan guna untuk program bedah rumah,namun karna kami beserta panitia selalu mendapat gunjingan dan fitnahan dari Rifal lawan politik yang dulu seakan akan tidak pernah puas mau menghancurkan saya, dari berbagai macam cara saya selalu di cari celah agar bisa kesandung hukum padahal saya melakukan pembangunan di desa ini baik pengaspalan,grenase maupun pembangunan apa saja tiada lain hanya untuk masyarakat,bahkan saya yang namanya dana pembangunan apapun saya tidak pernah memegang dana tersebut semua sudah saya serahkan terhadap panitia dan bendaharanya. Kades juga mnjelaskan memang beliau sudah tau dengan adanya informasi yang berkembang dimasyarakat yang katanya saya korupsi dana bantuan bedah rumah untuk warga kami bahkan katanya sudah di laporkan saya memang menungu-nunggu tindak lanjutnya tentang laporan itu namun saya sampai saat ini belum pernah ada panggilan dari pihak kepolisian dengan nada cukup geram sang kades beserta team tidak ada rasa takut karna kami tidak bersalah terang orang-orang tersebut. Terkait hal ini pula ketua LPMD yahya menanggapi semua informasi itu tidak benar mas..karna kami sebagai team panitia untuk program bedah rumah

ditahun 2012 ini belum dapat kucuran dana bahkan gagal,lantaran ada dugaan oknum tokoh masyarakat yang kurang sejalan dengan tiam kita sehingga oknum tersebut selalu menfitnah dan menghasut segala program di desa. Seiring dengan komentarnya Sohib

Rumah 1 sebagai bendahara menambahkan memang kita dapat program bedah rumah itu akan tetapi program itu tahun lalu yaitu tahun 2011 yang mendapatkan bantuan dana Rp250jt,itupun tidak penuh mas terpotong dengan biaya pengurusan yaitu oprasional kita kejakarta 4 kali untuk beli matraimya saja sekitar 1,2jt belum biaya-biaya yang lain,adapun juklak dan juklisnya per rumah sekitar 4-5jt sedangkan pengajuan 50rumah tapi kita kembangkan menjadi 56 rumah yang bisa kita realisasikan itupun kepala desa banyak norokin mas terang Sohib.(Man)

Setiap Wartawan METRO POS selalu dibekali id card dan namanya tercantum dalam dapur redaksi dan tercantum dalam media online www.metroposnews.com

METRO MALANG Usaha simpan pinjam Bank danamon yang beralokasi di jl.sumedang kepanjen berapa minggu lalu terjadi ricuh lantaran nasabah yang atas nama marlina 39thn dari pitrang kalipare merasa di permainkan oleh pihak bank danamon,karna pinjaman dana sebesar 50jt sudah lunas mulai tahun 2010 namun hingga saat ini dari pihak bank belum memberi surat pelunasan entah apa yang menjadi permasalahan. Saturi 42thn sebagai suami marlina akhirnya meluruk ke pihak bank lantaran dari pihak bank sempat dua kali datang menagih kerumah marlina yang menurut petugas bank danamon belum lunas,padahal menurut keterangan Saturi pada media saturi sudah meminta pada petugas bank supaya notal semua pinjaman yang tujuanya mau melunasi semuanya setelah di total oleh petugas bank akhirnya bulan desember 2010 saturi melunasi atas pinjaman istrinya namun saat itu dari pihak bank belum bisa memberi surat pelunasan alasanya pada saat itu masih akhir tahun masih mau tutup buku,bahkan dari pihak bank danamun berjanji mau di kasih surat pelunasan nanti awal bulan,ternyata setelah awal bulan thn 20011 hingga tahun 2012 ini dari pihak bank danamon belum bisa memberi surat pelunasan. Marlina/saturi sebagai nasabah merasa kesal terhadap pihak bank dan ia merasa dipermainkan oleh oknum petugas bank danamon yang berkantor di ruko jl.sumedang kepanjen itu saturi juga gak habis fikir mengapa dari pimpinan bank danamon atas nama Bagus tidak bisa memberi kebijakan karna setiap kali saturi meminta surat pelunasan ia menjawab tidak berani

Bank Danamon yang beralasan masih mau laporan ke yunit pusat dari kekesalan saturi pimpinan apa kalau seperti itu tidak bisa mengatasi permasalahan ditempat kewenanganya timpal saturi. Dari media juga melakukan konfirmasi terhadap Bagus sebagai pimpinan bank,apa alasan dari pihak bank tidak bisa memberikan pelunasan terhadap nasabahnya..??sedangkan semua tanggungan sudah di selesaikan mulai desember 2010????...Bagus dengan psikis wajah yang kurang tegas ia mnjawab tidak bisa mmberi surat pelunasan karna menurutnya bukan kewenanganya dan masih mau koordinasi kepada pimpinan pusat tukas Bagus. Setelah berapa hari kemudian bagus datang kerumah Marlina/Saturi mengklarifikasi terkait hal itu,ia berjanji akan membantu mengusahakan surat pelunasan yang belum terealisasi sudah hampir 2thn itu,ternyata setelah di tunggu-tunggu hingga beberapa hari surat tersebut belum terselesaikan juga,setiap Bagus ditanyakan ia tidak tau kpn surat itu selesai karna masih menunggu dari pusat umgkap pimpinan yang di anggap tidak tegas itu.(Uts/tim)

Manager KCP Bank Mega

Coba Rampok Kantor Sendiri

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN Mengucapkan

Ilustrasi Perampok

DIRGAHAYU KABUPATEN PASURUAN

Drs. H. EDY PARIPURNA

Dr.H. DADE ANGGA Sip.M.si

Drs. AGUS SUTIADJI, MM

Plt Dinas Kominfo

Disnakertran

Dinas Pertanian dan Tanaman

SOEHARTO, SH.MM

Ir. YOYOK HERI SUCIPTO,

Pangan

Dinas Kesehatan Dr. H. BAMBANG HERU

Dinas Binamarga Ir. HARI APRIANTO

Dinas Cipta Karya Ir. H. HANUNG WIDYA

Dinas Pengairan

Dinas Pendidikan

BAPPEDA

Badan Pelayanan Perijinan dan

Badan Pemberdayaan

Dinas Kependudukan dan Catatan

Penanaman Modal

Masyarakat

Sipil

Bagian Administrasi

Bagian Hukum RAHMAD WAHYU

Plt Kominfo H.M SUHARTO

BUPATI

Pembangunan

WABUP

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Metro Madiun - Dengan alasan yang terkesan konyol dan mengada ada, Jatmiko, seorang Manajer Unit Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mega Caruban, nekat mencoba merampok bank tempatnya bekerja dengan menggunakan senjata tajam. "Saya sengaja melakukan tindakan tersebut untuk menguji sistem keamanan di kantor saya. Ya semacam tes keamanan begitulah," ujar Jadmiko saat ditemui di Mapolsek Mejayan, Kabupaten Madiun Sabtu (22/9/2012) siang tadi. Kejadian perampokan tersebut terjadi siang tadi, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu di dalam bank hanya buka untuk menangani storan uang dari kolektorkolektornya. Tiba-tiba seorang perampok, yang diketahui Jadmiko, masuk dengan mengunkan helm tertutup. Kemudian ia langsung memukul salah satu pegawai yang saat itu tengah bertugas. "Tiba-tiba ada orang yang masuk pakai penutup wajah dan helm. Kemudian ia memukul Sri Purnani ngsih (petugas bank) dan mengancam saya dengan pisau," ujar salah satu saksi mata Wiwin.

Wiwin yang ketakutan kemudian lari keluar sambil berteriak "rampokrampok" pelaku yang kaget kemudian berusaha kabur tanpa sempat membawa uang yang ada di dalam bank tersebut. Warga sekitar yang mendengar teriakan Wiwin yang juga teler di bank tersebut langsung mengejar pelaku. Warga berhasil menangkap dan langsung memukuli Jatmiko hinhgga menderita luka memar dan berdarah pada hampir seluruh wajahnya. Setelah pelaku lemas tak berdaya, warga membawanya ke Mapolsek Menjayan yang hanya berjarak 1 KM dari lokasi. Sementara itu, Kapolsek Mejayan, Kompol Djumadi saat ditanya terkait alasan pelaku uang hanya ingin menguji kemanan bank tersebut mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan motif pelaku. Karena hal tersebut baru sebatas pengakuan Jatmiko. "Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan intesif. Pelaku memang Manajer KCP Bank Mega Caruban, namun berniat merampok atau tidak, belum kita ketahui secara pasti karena hal itu perlu penyelidikan lebih mendalam," kata dia. t]


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

9

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

Sindikat Pencuri BPKB Tanah Bermasalah Dibekuk Polres Malang BPKB Metro Malang - Sindikat pencuri suratsurat penting Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dibekuk Tim Buser Polres Malang Ketiga pelaku diantara berstatus bapak dan anak kandung. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Decky Hermansyah menegaskan, pelaku pencurian adalah seorang residivis kambuhan. Satu pelaku lagi hingga kini masuk DPO petugas. "Pelaku tiga orang. Dua diantara adalah bapak dan anak. Mereka bagian menjual BPKB curian," ungkapnya. Data Decky, kejadian pencurian dilakukan pelaku pada tanggal 27 Mei

2012. Korbannya salah seorang Anggota Koramil Gedangan atas nama S a f i ' I ( 5 2 ) , w a rg a K e c a m a t a n Bululawang, Kabupaten Malang. Sedang tiga pelaku yang diamankan atas nama Nurois (32), warga Jalan Te r u s a n B a t u b a r a , K e c a m a t a n Blimbing, Kota Malang. Nursalim (54) serta Angga (17). Nursalim dan Angga adalah bapak anak warga Kecamatan Jabung, Malang. "Barang bukti yang kami sita 2 buku BPKB Honda Beat honda Vario. Tombak dan juga tang kecil untuk mencongkel jendela rumah korbannya," terang Decky. Sementara itu, Nurois mengaku jika BPKB itu dia jual pada Angga. Melalui Angga, BPKB curian dibeli Nursalim. "Saya masih diberi Rp.200.000 pak. Saya kenal Angga waktu di komplek pelacuran," terang lelaki yang sudah dua kali masuk penjara itu. Hingga kini, satu pelaku DPO berinisial SR warga Jalan Muharto, Kota Malang masih diburu petugas. Guna mempertanggung jawabkan perb uatannya itu, bapak dan anak serta satu orang resedivis kambuhan harus mendekam dipenjara Polres Malang. (Ani)

Jadi Bandar Dadu

Anggota Pencak Silat Dibui Barang Bukti Metro Malang - Mengaku iseng menjadi bandar judi dadu, membuat Imam Syafi'I (44), warga Jalan Sidomakmur, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dibekuk Tim Buser Polsek Kepanjen, Sabtu (22/9/2012) Dari hasil pemeriksaan, Imam mengaku hanya iseng saja menggelar judi dadu. "Cuma iseng saja pak. Itu pun untuk mencari keuntungan saja," ungkap bapak dua anak yang mengaku anggota

perguruan pencak silat itu. Menurut Imam, semua alat judi dadu pemberiaan temannya. "Pekerjaan saya serabutan. Buka judi dadu hanya iseng mulai jam empat sore sampai mahgrib tiba," paparnya. Ia melanjutkan, setiap penjudi dikenakan tarif judi Rp.5000 per pasang. Setiap harinya, ia bisa meraup keuntungan Rp.100.000 sampai Rp.150.000. Terpisah, Kanitreskrim Polsek Kepanjen Iptu Imron menambahkan, pelaku disergap di kebun tebu Jalan Jalan Sidoluhur, Kecamatan Kepanjen. Dari penggrebekan itu, pihaknya menyita barang bukti berupa satu set alat dadu, uang tunai Rp.358.000 serta satu kantong jimat berisi daun sirih. "Lokasi judi dadu itu disebuah ladang tebu. Arena judi dadu selalu ramai jika sore hari hingga malam tiba," pungkasnya

PNS DinsosnakertransTersangka Korupsi

Metro Madiun - Empat orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Dinas Sosial, Tenaga kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) setempat tahun 2010.Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Edi Susanto mengatakan, keempat tersangka tersebut adalah EL alias Elyanti Dwi Purwani, MF alias Moh Firman, SK alias Sukarminto, dan SU alias Supriyanto. Mereka dalam proyek DBHCT bertugas sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). "Dalam kasus dugaan korupsi dana DBHCT Kabupaten Madiun tahun 2012, kita sudah menetapkan empat orang PNS sebagai tersangka. Dan sebelumnya kita juga sudah memeriksa 40 orang saksi yang berkaitan dengan hal ini," ujarnya Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan unsur manipulasi kegiatan

beserta laporannya. Seperti saat melakukan kegiatan luar dengan menyewa mobil selama empat hari, namun dalam praktiknya mereka hanya melakukan kegiatan luar selama dua hari. "Selain itu banyak agenda dan kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan peruntukannya. Akibat penyelewengan itu, berdasarkan temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur negara dirugikan sebesar Rp70 juta," kata Edi. Edy menjelaskan, Dinsosnakertrans Kabupaten Madiun mendapat jatah DBHCT 2010 sebesar Rp775 juta. Sementara, laporan yang masuk ke kepolisian menyebutkan ada pengeluaran fiktif yang dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar Rp144 juta. Pada kasus trsebut, EL saat itu menjabat sebagai kasi tenaga kerja, MF sebagai kasi perluasan kerja, SK sebagai kasi

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

METRO MALANG Sudah puluhan tahun tanah milik R.Marmo bin R.Karto dewirjo jatuh ketangan orang yang seharusnya tidak berhak,pemilik PIPIL no:daftar huruf C.459 yang telah di terbitkan malang tgl 10-juli-1959 yaitu R.Arko efendi yang termasuk ahli waris dari R.Marmo bin R.karto dewirjo saat ditemui dikediamanya ia merasa sangat kesal terhadap pemimpin-pemimpin dulu sebagai kepala desa lantaran tanah milik ayahandanya bisa jatuh terhadap orang lain tanpa ada akate jual beli antara ahli waris yang jelas. Adapun keterangan ini muncul setelah ahli waris Arko efendi pulang merantau dari kalimantan berapa pekan lalu menurut keteranganya sebelum tanahnya tersebut berpindah tangan terhadap orang lain bahkan ARKO efendi sebagai ahli waris akan menggugat atas tanah mendiangnya karna pernah mantan Kades jati kerto berenesial H.Ms57thn pernah datang kerumahnya untuk meminta tanda tangan surat pernyataan jual beli,namun Efendi sebagai ahli waris tidak mau menanda tanganinya bahkan mantan kades tersebut mengiming-imingi mau memberi uang sebesar 25jt.asalkan mau menanda tangani surat pernyataan tersebut,selain dari pada itu mantan kades H.Ms juga mendatangi putra Efendi yaitu Eddy arwoko dan juga Aryanto untuk merayu agar mau menanda tangani surat itu,alhasil semua tidak mengabulkan permintaan tersebut,namun anehnya mengapa tanah milik Eyang R.Marmo tetap berpindah tangan pada orang lain bahkan sebagian

Tanah yang bermasalah tanah sudah bersertifikat atas nama Almarhum mantan polisi sukirlan. Dari media juga berhasil menghimpun komentar dari Giran konsultan hukum dari TRI MURTI sebagai saksi hidup sejarah tanah sebagian milik R.Marmo yang berpindah tangan pada almarhum Sukirlan menurut keteranganya saat ditemui di kediamanya adapun tanah milik R marmo telah di beli oleh sukirlan sebesar 5,5juta terhadap H Muzaki yang pada saat itu masih proses pengadilan,Sukirlan sebagai polisi pada saat itu mengerti tentang aturan hukum sebelum ada keputusan EXekusi dari pengadilan lalu H muzaki atas masukan dari sukirlan dipindah tangankan pada sukirlan(di beli olehnya)karna menurut kirlan H muzaki akan kalah dalam perhelatan di pengadilan melawan.... Giran juga telah menduga nantinya tanah tersebut akan muncul permasalahan karna akat jual belinya tidak melalui prosedur dan tidak melalui ahli warisnya,dan Giran sebagai konsultan hukum dari TRI MURTI pun merasa kecewa terhadap keluarga Almarhum sukirlan karna ia dulu yang ikut memperjuangkan akan tetapi semua dinikmati sendiri dengan kekecewaanya Pak giran juga siap menjadi saksi hidup bila tanah milik R marmo yang telah pindah tangan terhadap Almarhum sukirlan menjadi proses hukum nantinya karna menurutnya ia sangat tau persis kronolokhis sejarah tanah tersebut timpal konsultan hukum TRI MURTI itu.

Masih terkait tanah DEN Marmo dari media metro pos juga konfirmasi terhadap kades jati kerto Mat satu sebagai punggawa pemerintahan yang masa jabatanya gak lama lagi akan berakhir,dalam penjelasanya terhadap media Ia tidak berani memutuskan siapa sebenarnya pemilik Tanah yang selama ini selalu menjadi gunjingan dan permasalahan karna di buku terawangan desa di halaman 261-262 lalu halaman 263 nya hilang langsung ke halaman 264 adapun hal itu di bukakan terhadap awak media yang di saksikan oleh camat kromengan yaitu Sihombing,KADES menerangkan entah siapa yang menghilangkan halaman tersebut???... yang jelas mulai ia menjabat menurut kades halaman tersebut sudah tidak ada secara otomatis yang tau mungkin mantan kepala desa mas..timpal kades terhadap media. Lalu dari media setelah beberapa hari melakukan infestigasi terhadap mantan kepala desa jati kerto yaitu H Moch sutrisno yang selama ini di duga ikut andil terkait tanah R marmo, saat menemui di kediamanya Mantan kades mengelak atas semua yang di tuduhkan itu karna menurutnya ia tidak tau bagaimana sejarah tanah R marmo bisa berpindah tangan terhadap sukirlan sang mantan kades juga membukakan buku daftar tanah hasil falidasi sebelum tahun 90 an terhadap awak media yang disitu tertera M.0009 Luas -2185 di buku tersebut berbunyi Hak pertama H muzaki -sukirlan terang mantan kades...(uts/team)berita berlanjut...

Tukang Parkir Manipulasi Karcis, Di Sikat Wartawan Metro Banyuwangi, Pasar Pesanggaran tanggal 11 September 2012 pukul 10 wib. Petugas parker kebirit birit ketika dengan tiba tiba tim wartawan sudah berada di depan saat mereka menerima pembayaran parker sepeda motor dilokasi sepanjang jalan pasar dan pertokoan pesanggaran. Wartawan memergoki belang kelakuan tukang parker sebut Basuki anggota Linmas desa Pesanggaran karcis yang sudah digunakan parkir tidak disobek melainkan disimpan untuk digunakan perkir lagi dengan dalih untuk mencari ceperan uang kantong pribadi, sama juga yang dilakukan petugas yang lain Andam dan Tukimin semua karcis bekas yang disembunyikan dapat di temukan oleh tim . ketua Parkir Jono saat di

konfirmasi Wartawan tidak berani komentar ke 4 personil ini Anggota Linmas Desa Pesanggaran, tindakan ini sangat merugikan keuangan daerah Kabupaten Banyuwangi. Yang mestinya karcis tanda parkir Perda No 39 / 202 tentang pajak perkir uangnya masuk daerah bukan karcis untuk kedok saja, disaat itu juga wartawan Metro Pos mendatangi kantor Kades Suliono untuk konfirmasi siapa yang menjadi dalang semua ini, ternyata Kades saat diruangan bersama Sekdes sangat Barang Bukti Karcis Bekas yang dipergunakan Lagi terkejut kalau Hansip / Linmas tegas yang dilontarkan ketua LSM Ampuh Suburianto bersama Wagirin disaat dikerumunan Masyarakat sungguh keterlaluan para Jukir jalanan. Masalah ini sudah tidak bisa dihentikan karena sudah bertahun tahun baru tim dari lsm dan wartawan yang berani sikat pada saat memergoki para Jukir menyembunyikan karcis bekas dipergunakan, walau dengan alasan apapun kalau karcis tidak dimusnahkan itu sudah salah. Ini merupakan pelanggaran merugikan keuangan Lokasi Parkir Pasar Pesanggaran daerah, maka dari itu ketua Lembaga melakukan perbuatan arogan itu, ini akan melaporkan ke Banwas Kabupaten murni pelanggaran tutur Kades Suliono, untuk turun mengaudit keuangan pasar timbulnya curanmor ditempat tempat Pesanggaran kalau terjadi pelanggaran parkir berawal dari pembelajaran yang pidana ya harus dipidana. (Budi. S) tidak beres dari tukang parkir sendiri sehingga bisa dipelajari penjahat. Sikap

pengawasan kesehatan kerja, dan SU dulu menjabat sebagai pengawasan tenaga kerja yang kini dimutasi ke BPBD. Keempat tersangka ini dinilai memenuhi unsur memperkaya diri sendiri, penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, penggelapan dalam jabatan, dan pemalsuan

dokumen."Mereka akan dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 8, dan pasal 9 UU RI Nomor 21 Tahun 1999 jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi," jelas Edi. Seperti diketahui Kabupaten Madiun mendapatkan DBHCT tahun 2010 dari Provinsi Jatim yang merupakan pengembalian dana pembayaran cukai

Tukimin Juru Parkir Diantara 4 Rekanan

dari pusat sebesar Rp6 miliar. Dana ini dialokasikan ke enam dinas, antara lain Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), Dinas Kesehatan, Dinsosnakertrans, Dinas Koperasi dan UMKM, Disperindag, dan Bagian Perekonomian sebagai koordinatornya.


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

10

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

Sambungan hal 1 Kejagung............. lembaga dan bukan kaum tani," sesal Buhari. Menanggapi laporan tersebut, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Adi Toegarisman berjanji akan memeriksa perkara dugaan korupsi dana Kredit

Sambungan hal 1 Anak Singkong............. Usaha Tani (KUT) sebesar Rp5,7 triliun tersebut. "Pelapor bisa langsung menanyakan kepada kami sejauh mana perkara ini berjalan. Akan kita selidiki apakah sudah pernah di tangani," kata Adi.

Sambungan hal 1 Sabu............. sabu ini bermula dari pengembangan pelaku narkoba yang tertangkap di Surabaya. Petugas sempat mendatangi rumah pelaku yang selama ini ikut mertuanya, namun petugas tak menemukannya. "Pelaku ketemu saat berada di jalan dekat rel kereta api. Saat digeledah, kami temukan 4 bungkus plastik yang masing-masing berisi 0,2 gram," terangnya, Sulistyo menegaskan, sebenarnya pihaknya hendak memburu ibu mertua dan kakak ipar pelaku yang disinyalir menjadi pengedar sabu. Tapi di

rumahnya, keduanya tidak ditemukan. "Mertua dan kakak ipar Adi, juga diduga menjadi pengedar," terangnya. Di hadapan petugas, Adi mengaku bila sabu itu selain dipakai sendiri dan sebagian dijual kepada temannya yang juga sama-sama pecandu sabu-sabu. "Setiap paket hemat, saya jual seharga Rp 200 ribu," akunya Adi juga terang-terangan membenarkan barang tersebut diperoleh dari ibu mertuanya. "Saya cuma disuruh ngantar oleh mertua saya. Tahu-tahu kok saya ditangkap," tukas Adi. (Yahya)

Wartawan Unjuk Rasa

ke Rutan Sampang

Demonstrasi Metro Sampang - Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Sampang, Madura, Jumat berunjuk rasa ke kantor rumah tahanan (rutas) setempat, memrotes ancaman yang dilakukan oknum pegawai di lembaga itu. Para wartawan ini datang ke Rutan Sampang dengan membawa berbagai poster dan sepanduk yang berisi nada protes atas ancaman yang disampaikan salah seorang oknum pegawai rutan. Juru bicara wartawan Sampang Kamaludin menyatakan, aksi yang mereka lakukan itu sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang menimpa teman seprofesinya. "Kami hanya ingin mengingatkan bahwa kami di media bekerja dilindungi oleh undang-undang. Pegawai rutan tidak berhak menghalangi kami melakukan liputan, apalagi mengancam," kata Kamaludin. Kamal menuturkan, ancaman yang disampaikan oknum pegawai rutan kepada sejumlah wartawan cetak di Sampang, itu berawal dari tulisan hasil liputan beberapa wartawan tentang praktik suap di lembaga itu. Menurut Kamal, sesuai dengan kaidah jurnalistik, liputan tentang adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Rutan Sampang itu sudah memenuhi kaidah jurnalistik, yakni dengan melangkapi konfirmasi langsung kepada pihak rutan. "Akan tetapi, sebagian oknum masih mengancam. Yang jelas perkataanya tidak enak sekali," terang Kamal. Selain membawa berbagai poster dan

spanduk yang berisi nada protes, para wartawan cetak dan elektronik itu juga membawa satu tandan pisang. Menurut Kamal, satu tandan pisang itu sebagai simbol protes wartawan kepada oknum pegawai rutan. "Jadi kami ibaratkan burung. Agar ocehannya bagus, burung itu kan harus dikasih pisang. Jadi tujuan kita ke sana," ucapnya, menjelaskan. Kepala Rutan Sampang Ach Supriyadi saat menemui para pengunjuk rasa itu meminta maaf atas ancaman yang telah disampaikan anak buahnya kepada wartawan. Supriyadi menemui pengunjuk rasa ditemani Kepala Sub Bidang Pembinaan Kepegawai Rutan Ach Subair. "Saya atas nama pimpinan minta maaf. Yang jelas itu bukan perintah, melainkan atas nama pribadi anak buah saya yang bernama Abd Syukur," kata Supriyadi kepada wartawan. Ancaman yang disampaikan oknum pegawai Rutan Sampang Abd Syukur itu disampaikan saat Sugianto, wartawan Radar Madura meliput dugaan praktik pungutan liar di lembaga itu. Saat berita hasil liputan itu terbit di harian umum di Madura tersebut, Abd Syukur mengintimidasi, akan menggerakkan semua pegawai Lapas di Madura untuk ngeluruk ke kantor Radar Madura. Ketua Alinasi Jurnalis Sampang Sally Nawali menyayangkan tindakan itu, karena menurutnya, itu bertentang dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika ada pemberitaan yang dinilai merugikan atau tanpa konfirmasi, kata dia, maka sesuai dengan undangundang itu pihak yang bersangkutan diberi hak jawab. "Ini sesuai dengan ketentuan Pasal 4 tentang Kode etik Jurnalistik," tuturnya. Sally juga meminta, agar pihak lapas juga meminta maaf secara terbuka atas tindakan intimidasi yang telah dilakukan oknum pegawai di lembaga itu, baik melalui media cetak di Madura maupun media elektronik. (Red)

Mengucapkan

dalam memperjuangkan Hidup maka sang istri harus meninggalkan keluarga tercintai untuk menjadi tenaga Kerja di Luar Negeri dan begitu juga Budiono pergi merantau ke Luar Jawa semua itu dilakukan demi semangat pantang menyerah untuk merubah hidup. Namun apa yang diimpikan pasangan muda tersebut tidak seperti impiannya sehingga ketika pasangan itu pulang dengan bermodal beberapa ratus ribu mencoba mengadu nasibnya sebagai pedagang Singkong dan sayuran kebali perjalanan jualan Singkong dan sayuran ke Bali sering terjadi jatuh bangun namun karena Budiono mempunyai tekad yang kuat apapun halangan tetap dilalui sehingga lambat laun perjalan Bisnisnya yang ditekuninya mulai mendapat kepercayaan dari petani sehingga tidak jarang barang dagangan yang berupa Singkong dan sayur mayur di bawah ke bali tanpa meninggalkan Uang kepada petani ini semua berjalan karena Prinsip Kejujuran yang paling diutamakan oleh Budiono ,sehingga kerja kerasnya mulai menampakan

sebagai bentuk tanggung jawab Putra daerah Banyuwangi agar seni budaya terjaga dan lestari sampai kapanpun. ? Karena mayoritas masyarakat untuk asupan Gizi kurang maka dia mencanangkan setiap 15 hari sekali mengadakan bantuan makanan yang bergizi berupa bubur susu dan kacang hijau untuk kalangan masyarakat ekonomi lemah. ? Akan melayani masyarakat dengan mudah dan tidak akan mempersulit pelayanan Masyarakat . ? Akan merangkul Semua Unsur Masyarakat tanpa memandang Agama,Suku dan Golongan untuk bergandengan tangan dalam memajukan dan membangun Desa Sumberbulu. Inilah Cita cita Budiono Anak Singkong yang ingin mengabdikan dirinya untuk Masyarakat dan Desa Sumberbulu tercinta . (Budi. S/Sugeng)

FOLING PILKADES DESA SUMBER BULU KECAMATAN SONGGON KABUPATEN BANYUWANGI

Nama Calon

Tanggal 17

Tanggal 20

Tanggal 23

Saris ( 1 )

29 %

26 %

15 %

Sarengat . M ( 2 )

51 %

43 %

37 %

Budiyono ( 3 )

20 %

31 %

48 %

Lewat via SMS 975 dari DPS 3500 dan DPT 3224

Ledakan di Pembuangan Sampah Industri, 3 Orang Tewas METRO SURABAYA - Tiga orang tewas dalam ledakan dan kebakaran di lahan pembuangan sampah industri di kawasan pergudangan Blok B, Margomulyo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, terdengar suara ledakan sangat keras di lokasi pembuangan sampah industri yang menempati lahan kosong seluas 20x30 meter persegi itu. Lahan pembuangan sampah itu dipenuhi bahan mudah terbakar, seperti plastik, kardus, spons, serta kalengkaleng bekas. Sebuah gudang ikut terbakar.

Ilustrasi

Akibat peristiwa itu, dua orang pengepul sampah tewas di lokasi dan seorang lainnya tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Muji Rahayu. Korban menderita luka bakar serius. Korban tewas diketahui bernama Kamri (45), warga Branjangan, Tambak Oso Wilangun; Jayus, warga Desa Rendeng, Kecamatan Sale, Rembang, Jawa Tengah; dan Supadi (50), warga Kedamean, Gresik. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, menjelaskan, dugaan sementara dipicu bara api dari puntung rokok yang mengenai kaleng bekas thiner yang berserakan di lokasi (Yen).

Ratusan Warga Perkebunan Datangi Mapolres Blitar Metro Blitar - Ratusan warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat, mendatangi mapolres setempat untuk mempertanyakan rencana polisi menahan beberapa warga desa terkait insiden pemukulan seorang proPerkebunan Swaru Buluroto. "Kami datang untuk mempertanyakan rencana polisi menahan beberapa warga desa karena dianggap terlibat dalam insiden pemukulan tersebut," kata Asmono, koordinator warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Asmono. Ia berdalih, insiden pemu kulan/ penganiayaan terjadi lantaran mereka tersulut rencana aksi perusakan tanaman tebu oleh sekelompok massa yang diyakini meru pakan orang-orang suruhan pihak perke bunan. "Kami memperta nyakan kejelasan ka sus ini. Kami merasa tersulut dengan sikap peru sahaan yang kami nilai tidak adil. Tana man kami akan dirusak, padahal umurnya masih mu da," katanya. Pihaknya juga mem pertanyakan ren cana polisi yang akan menahan sejumlah warga terkait bentrok pada Selasa (18/9) malam lalu di lahan perkebunan. Saat itu, warga merasa marah, kare na mengetahui seke lompok orang yang d atan g k e p er k e bunan dengan alat

DIRGAHAYU KABUPATEN PASURUAN Semoga kedepan bisa lebih sukses, makmur, aman, tentram & Sejahtera

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

hasilnya bahkan secara ekonomi Budiono sudah dibilang lebih dari cukup bahkan Budiono berupaya membuka lapangan kerja bagi masyarakat ekonomi lemah untuk bergabung sebagai kemitraan sehingga sampai sekarang hampir 50 orang masyarakat dari kalangan tidak mampu bisa diperdayakan. Karena merasa hidupnya secara ekonomi sebagai kepala Rumah tangga sudah cukup maka Budiono si Anak Singkong tersebut bercita cita ingin mengabdikan dari sisa hidupnya untuk kemajuan Desanya. Adapun misi dan visi Budiono antara lain sebagai berikut : ? Ingin membangun Masyarakat yang kreatif dalam sektor perekonomian. ? Ingin memperdayakan pemuda yang berpotensi guna mencapai kesejahtraan hidup dan tentu akan menekan angka kenakalan pemuda. ? Ingin nguri nguri kebudayaan peninggalan Nenek moyang

Ilustrasi berat hendak merusak lahan. Ia juga berharap, warga memahami Akibat dari bentrok itu, seorang warga tugas polisi yang saat ini sedang bernama Rustam sempat terjebak dalam memproses masalah pidana kasus kerumunan warga. Ia terluka di bagian tersebut. Diharapkan, warga bisa kepala, hingga mendapatkan perawatan memahami antara pidana dengan intensif di RSUD Ngudi Waluyo, perdata. Wlingi. Rencananya, pemeriksaan akan Sejak kejadian itu, warga mendengar kembali dilakukan pekan depan dan rumor bahwa polisi berencana menahan hanya warga yang akan diperiksa saja sejumlah warga yang diduga terlibat yang datang. Pihaknya juga akan dalam aksi penganiayaan tersebut, berupaya untuk melakukan kegiatan sehingga mereka pun mendatangi persuasif, sehingga warga lainnya tidak kantor polisi dan mempertanyakan terbawa emosi. sikap polisi. Masalah sengketa lahan seluas sekitar Kepala Satreskrim Polres Blitar AKP 609 hektare di Perkebunan Swaru itu Ngadiman Rahyudin mengatakan, berbuntut panjang. Bahkan, dua jurnalis pihaknya sampai saat ini masih belum televisi sempat menjadi korban saat menetapkan status tersangka dalam melakukan peliputan. kasus penganiayaan Rustam. Dua jurnalis itu adalah Elis Faizin Ia juga menegaskan, polisi mengusut Buwono alias Wiro Faizin (38) jurnalis kasus yang berhubungan dengan dari Rajawali Televisi (RTV), Khoirul pidana, sementara yang berhubungan Abadi (37), jurnalis SurabayaTV. dengan perdata terdapat lembaga Namun, kasus dua jurnalis itu belum tersendiri yang mengurusnya. tuntas sampai sekarang, karena belum "Kami hanya menangani pidana. ada tersangka yang ditetapkan polisi, Kejadian penganiayaan yang terjadi sedangkan kasus warga desa terkesan hingga korban (Rustam) terluka itu lebih cepat penanganannya. termasuk pidana, dan kami masih terus (Dang) mengusutnya," katanya.


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

11

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

Menyikapi Morning Erection

BISA tidaknya Mr P bangun di pagi hari dapat menentukan sehat atau tidaknya senjata seorang pria. Kendati bukan tolok ukur utama, namun ereksi di pagi hari dapat digunakan untuk menguji alat genital kaum Adam. Mengenai hal itu, Psikolog Sanny Hermawan dari Daya Insani membenarkannya. “Memang benar kalau pada umumnya

secara biologis pria mengalami morning erection, gejala tersebut bagi kaum pria adalah normal terjadi. Hal itu bisa mengidentifikasikan fungsi alat kelamin pria baik atau tidak," kata Sanny Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia Jakarta itu, ternyata banyak faktor yang dapat membuat seorang pria mengalami morning erection. Yakni karena suhu dan perubahan kondisi seseorang dari tidur menjadi bangun, di mana aliran darah mengalir dan hal inilah yang menyebabkan penis ereksi di pagi hari. "Justru seandainya bila pria tidak mengalami ereksi di pagi hari itu yang harus ditindaklanjuti. Namun, tetap melihat dari kasus per kasus. Bisa jadi pria yang tidak ereksi di pagi hari itu karena faktor disfungsi seksual atau secara psikologis si pria tengah stres sehingga membuat mood tidak baik," papar wanita ramah ini. Menurutnya lagi, jika seorang pria mengalami morning erection namun tidak dilanjutkan dengan aktivitas seks, maka hal itu tidak membahayakan yang bersangkutan. Meski demikian, perlu melihat pada individu masing-masing.

"Artinya tergantung pada tingkat emosional seseorang. Bila pria yang libidonya meningkat kemudian ketika ereksi di pagi hari kalau tidak disalurkan akan uring-uringan, maka sebaiknya lanjutkanlah dengan aktivitas seks," ungkapnya. Morning erection yang langsung dilanjutkan dengan kegiatan seks dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas spontan yang akan disukai pasangan. Biasanya kegiatan intim ini dilakukan tidak lama setelah bangun tidur. Namun, aktivitas seks itu tak hanya harus dilakukan pada pagi hari setelah pasangan mengalami morning erection. Karena keinginan yang timbul secara spontan dapat membuat pasangan memutuskan kegiatan intim dilakukan kapan saja. Terutama ketika weekend tak ada salahnya melakukan hubungan intim di siang hari. Dan kegiatan ini sebaiknya jangan dilakukan dengan perencanaan sebelumnya. Karena dengan melakukan kegiatan seks di siang hari saat libur kerja adalah salah satu bentuk refreshing yang tak ternilai harganya. Bagaimana, Anda tertarik?

Pemicu Wanita Enggan Berhubungan Seks "AKU lagi nggak mood neh", ucapan tersebut jelas tak ingin Anda dengar dari pasangan saat mengajaknya bercinta. Banyak pria mengeluhkan pasangan mereka yang sering menolak saat diajak berhubungan seks. Pertanyaannya kini, faktor apa saja yang menyebabkan wanita enggan berhubungan seks? Te r n y a t a , b a n y a k f a k t o r y a n g memengaruhi gairah seks. Salah satunya adalah saat kita sedang bad mood, mana mungkin seks terlintas dalam otak kita. Dalam konteks itu, wanita memang lebih peka terhadap pengaruh lingkungan serta kondisi fisiknya. Jadi, mungkin saja gairah seksualnya terkesan tidak menggebugebu seperti gairah seksual pria. Menurut hal itu, Dr Herdinan Bernard Purba SpRM, seksolog dari RSCM, menuturkan cara pandangnya. "Sebenarnya wanita dan pria adalah makhluk seksual yang punya kehendak. Pada wanita, seolah-olah mereka malas untuk berhubungan seks karena tidak pernah ereksi. Tapi secara psikologis, wanita tidak menghendaki seks ada banyak hal yang mendasari. Misalnya karena ada hal-hal yang mengganggu seperti pengalaman seksual di masa lalu," kata Dr Herdinan Pengalaman seksual di masa lalu, sambungnya, mengakibatkan kaum

Hawa itu menjadi trauma terhadap kegiatan seks. Hal itu yang menjadikan mereka enggan untuk melakukannya. Kondisi demikian, memang bukan hal yang biasa untuk bercinta karena akan meningkatkan tekanan emosi sampai ke tingkat yang ekstrim. "Untuk itu, tak ada salahnya Anda mencoba memberikan kehangatan untuk meredakan kete gangan yang dialaminya," imbuh pria bertubuh besar ini. Tak hanya itu saja, pertengkaran juga dapat membuat wanita enggan berhubungan intim. Berdebat sengit

dengan pasangan kadang membuat Anda sangat marah dan mengakibatkan darah Anda naik serta detak jantung berdetak cepat. “Nah, dalam kondisi seperti itu, biasanya wanita malas untuk berhubungan intim. Karena kepuasan seorang wanita banyak ditunjang faktor kondisi. Meski begitu, keintiman tergantung pada pasangannya. Ada yang setelah bertengkar, lalu menenangkan diri dan berhubungan seks dengan pasangannya, ada yang harus menunggu kondisi reda dulu," beber pria berjanggut ini panjang lebar. Dilanjutkan oleh Dr Herdinan, faktor pemicu lainnya yang menyebabkan wanita enggan berhubungan intim ialah minimnya knowledge (pengetahuan) mengenai seks. Pemahaman tentang seksualitas, lanjut Dr Herdinan, hanya dianggap mereka sebagai pelampiasan hasrat saja. Karena itu, pelukan dan belaian lebih berarti daripada hubungan seks. "Agar wanita dapat berhubungan seks, maka perlu disamakan terlebih dahulu pengetahuan tentang seks. Dengan begitu, mereka akan menganggap seks itu aktivitas yang menyenangkan," pungkasnya.

Rahasia Hubungan Seks

Tahan Lama & Luar Biasa AGAR hubungan intim dapat berlangsung lama, ada beberapa faktor yang harus diketahui. Menurut Dr Anita Gunawan MS SpAnd, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), terdapat teknik yang dapat dilakukan agar kegiatan bercinta Anda lama dan luar biasa. "Agar dapat melakukan hubungan intim yang lama, faktor utama yang harus diketahui ialah komunikasi yang baik. Dengan demikian, empat tahapan proses seksual yaitu gairah, fase rangsangan, bagaimana rangsangannya maksimal hingga mencapai orgasme, dan resolusi dapat dilalui dengan baik. Selain itu, cara perangsangannya pun harus maksimal dan jangan penetrasi terus menerus," kata Anita Cara perangsangan yang baik, sambungnya, menjadi faktor penting yang harus dilakukan. Pada fase ini, pasangan benar-benar harus melaku kannya secara optimal. Namun, peranan kedua pihak harus sama-sama aktif dengan cara saling membantu mengarahkan di mana daerah-daerah rangsangnya, sehingga hubungan tersebut tercapai secara maksimal. Disitulah komunikasi berperan aktif. Adapun cara merangsangnya, menurut Anita, dapat dilakukan dengan meraba, membelai, merayu, dan mencium. Bahkan, tak ada salahnya bila langsung merangsang daerah klitoris. Karena umumnya pada sebagian besar wanita membutuhkan sentuhan langsung untuk mencapai orgasme. Nah, untuk memperlama datangnya orgasme, sebenarnya dapat ditahan dengan cara pembelajaran atau memikirkan sesuatu yang bisa mengendalikannya. Menurut Anita, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan. "Melatih otot-otot panggul dengan senam kegel dapat meningkatkan orgasme Anda. Teknik kegel ini bukan

hanya diperuntukkan bagi wanita, pria pun dapat melakukan exercise tersebut. Sebab teknik kegel dapat menguatkan otot-otot pinggul yang akan digunakan pada waktu melakukan hubungan seksual," terang almamater Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang itu. Dengan rajin melatih otot-otot tersebut secara rutin akan memperpanjang waktu bercinta Anda dan semakin membuat hubungan saat klimaks terasa lebih hebat. "Otot-otot PC dapat membantu Anda memberi kekuatan saat o rg a s m e , " p a p a r w a n i t a y a n g menyelesaikan program Master di bidang Andrologi Universitas Airlangga, Surabaya itu. Hal itu dapat dirasakan karena pada waktu melakukan hubungan seksual otot-otot pinggul dapat bertahan, sehingga bagi pria dapat mencegah keluarnya sperma di waktu yang tidak diinginkan. Sementara bagi wanita, rajin latihan kegel akan membuat otototot di sekitar vagina dapat menjepit Mr P dengan sempurna. Tak hanya latihan kegel saja, lanjut wanita ramah ini, melakukan exercise dengan aktivitas fisik dapat membantu kegiatan seks yang hebat. Pria dan wanita yang beraktivitas fisik secara rutin akan menimbulkan rasa pede (percaya diri) yang lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan akan memiliki kemampuan untuk merasakan kepuasan seksual yang lebih mendalam. "Aktivitas fisik secara alami akan mendorong aliran darah lancar, termasuk ke organ kemaluan. Aktivitas tersebut tidak hanya terbatas dengan berolahraga, jalan kaki selama 45 menit secara rutin sudah termasuk jenis aktivitas fisik," tukasnya.

10 Menit Langkah Memuaskan Wanita Tak mudah memberikan kepuasan seksual kepada wanita. Selain sulit mencapai orgasme, tingkat kepuasan wanita berbeda dengan pria yang mudah orgasme.

membuat jantung wanita berdegup kencang. Menit Ketiga Gunakan lidah untuk melakukan rangsangan di bagian telinga dan hembuskan nafas ringan sesekali ke dalam liang telinganya.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh agar seorang wanita bisa terpuaskan. Mulai dari mencari titik GSpot hingga mencari posisi gaya seks yang 'pas' menurut keinginan wanita.

Caranya? Yakni dengan melakukan langkah 10 menit kepuasan. Cukup dengan 10 menit, pasangan Anda bisa terpuaskan tanpa harus melakukan ML. Penasaran? Ini dia 10 menit langkah m e m u a s k a n w a n i t a Menit Pertama Mulai dengan membelai kepalanya dan arahkan belaian dari kening menuju leher, untuk lebih merangsang usahakan

telunjuk anda menyentuh belakang bagian telinga sang wanita. Menit Kedua Usai melakukan langkah di atas, segera

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

cium wajahnya mulai dari kening dan telusuri secara perlahan ke arah mata dan menuju hidung. Kemudian cium bibirnya dimulai dari sudut bibirnya agar sang bibir wanita penasaran dan

Menit Kedelapan

Usai menjelajah bagian telinga, ciumlah bagian lehernya dan berikan sedikit kecupan dan lakukan jilatan mesra dengan lembut. Menit Kelima

Menit Kesembilan

Turunkan ciuman Anda ke arah bagian samping dadanya dan ekslorasi bagian samping dadanya hingga sang wanita mendesah kegelian.

Lakukan rangsangan ke bagian luar Mrs V dengan cara menyentuh bibir vagina dan tonjolan kecil yang berada di bagian bawah. Ini akan membuat sang wanita bahagia dan dapat rangsangan tinggi.

Menit Keenam Ilustrasi

Mulai jelajahi bagian perutnya dengan lidah dan jilat perlahan lubang pusarnya, pasangan Anda akan mendapatkan rangsangan yang luar biasa. Gunakan lidah Anda untuk menyerang bagian pahanya sambil tangan memainkan bulu yang berada di bagian Mrs V nya, hal ini dapat lebih merangsang sang wanita.

Menit Keempat

Selain beberapa langkah yang telah disebutkan di atas, kepuasan seks wanita juga tidak selalu diukur dengan hubungan fisik. Menurut kutipan dari lovingday, tanpa melakukan ML pun, wanita bisa terpuaskan.

Menit Ketujuh

Mulai arahkan ciuman Anda ke bagian payudaranya, namun jangan langsung ke putingnya. Lakukan putaran dari bagian terluar payudara menuju ke putingnya dan lakukan bergantian, ini akan membuatnya menjadi penasaran dan meningkatkan hasratnya.

Menit Kesepuluh Menit-menit terakhir mainkan tangan Anda ke dalam lubang Mrs V dan berikan kecupan secara perlahan, selingi dengan kecupan di payudara dan bibir.


e-mail : metro.pos78@yahoo.co.id, redaksi@metroposnews.com

12

Edisi 143 s/d 8 Oktober 2012 METRO POS

Online : www.metroposnews.com

PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA KOTA BATU TH. 2012 - 2017

2

O J O

O K T O B E R

L A L I

JADIKAN KOTA BATU LEBIH..... BAIK BIRO METRO POS Wilayah PASURUAN

Jadikan

Mengucapkan

DIRGAHAYU KABUPATEN PASURUAN PILKADA Kota Wisata Batu Semoga kedepan bisa lebih sukses, makmur, aman, tentram & Sejahtera Aman

Arifin KABIRO Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Tentram Damai Sportifitas Tinggi Penuh Tanggunjawab

Ketua Batumania Didin Darianto

Metro Pos Edisi 143  

Dicari Karena Berani Dibaca Karena Fakta

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you