Issuu on Google+

Selengkapnya Halaman 6

Skuad Arema tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang. (tnt)

Liputan Langsung dari Jepara

SELASA LEGI, 7 JUNI 2011

12 HALAMAN

Gadis Cantik Pesta Ganja  Bersama 2 Teman Lelaki  2 Pengedar Diciduk Awas ! Penipuan Berhadiah Lewat Telpon

Julia Perez

Malang, Memo Bak terkena hipnotis dengan bisikan hadiah jutaan rupiah, warga Dampit nyaris

Bawa Golok JULIA Perez (Jupe) sempat ditahan petugas bandara Soekarno-Hatta saat akan berlibur ke Manado, akhir pekan lalu. Alasannya, Jupe kedapatan membawa senjata tajam berupa gunting dan golok. Ternyata, Jupe memang sengaja membawa barangbarang yang dilarang masuk ke bandara. Kekasih Gaston Castano itu beralasan, tindakannya merupakan bagian proses sosialisasi pihak bandara terhadap masyarakat.  Bersambung Halaman 11

 Bersambung Hal 11 Korban.(oso)

 Bersambung Halaman 11

Dokter Pastikan Sehat Ngotot Pakai Infus Malang, Memo Berlagak benar-benar sakit, kades yang menjadi tersangka penipuan, Mujito Mulyadi (34), Senin (6/6) siang, dijemput anggota Reskrim Polres Malang di kamarnya. Padahal, tim ahli atau dokter RS Wava Husada Kepanjen telah menyatakan secara resmi dalam surat hasil pemeriksaan bahwa tersangka dalam kondisi sehat. Dijemput polisi berpakaian preman, tersangka Mujito menolak melepas selang infusnya. “Kita sudah terima surat tertulis hasil pemeriksaan tersangka dari dokter atau tim ahli  Bersambung Halaman 11

Dijemput polisi tetap pakai infus.(oso)

 Lebih Dekat dengan Perpustakaan Anak Bangsa Jabung (2)

5 tersangka digiring masuk bui.(gie)

Malang, Memo Jaringan pengedar dan pengguna narkoba berhasil dibekuk petugas Reskoba Polres Malang

 Kasus Kades Senggreng

Bantu 6 Perpustakaan Desa Lainnya Mudik Oleh-Olehnya Pil Kirik

Malang, Memo Baru tiga hari pulang dari Jakarta, tersangka Mukhlisin (24) nekat nyambi jualan pil dobel LL atau biasa disebut pil kirik. Pemuda asal Dusun Dempok, RT12/RW 02, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang ini disergap Buser Sat Reskoba Polres Malang di pertigaan jalan Sengguruh Kepanjen, Sabtu (4/6) sore. Tersangka pen Bersambung Halaman 11

“PERPUSTAKAAN ini menjadi satu-satunya sarana untuk belajar bagi masyarakat. Perpustakaan Anak Bangsa masih sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak baik perseorangan maupun lembaga dan instansi agar tetap bisa eksis sepanjang waktu, dan dapat berkembang serta semakin maju dalam memberikan pelayannan kepada masyarakat,” tegas Eko. Eko juga berharap kepada warga masyarakat Malang raya yang ikut peduli mencerdaskan bangsa bagi yang

Eko Cahyono, pemilik Perpustakaan Anak Bangsa ini, mempunyai angan-angan besar. Kedepannya, dia berharap perpustakaan yang dikelolanya secara mandiri ini, semakin berkembang dan terus eksis sepanjang waktu. Bahkan belakangan ini, dia sudah mampu memberikan bantuan buku-buku bacaan kepada teman-teman dari desa lain, yang berniat mendirikan perpustakaan. Tercatat sekitar 6 perpustakaan desa lain yang sudah dibantu pengadaan bahan bacaan. Meski masih dalam jumlah yang sedikit karena banyaknya permintaan.

Oleh : Hari Sucahyo, wartawan Memo Arema

Eko dengan piala double winner. (ist)

 Bersambung Halaman 11

Tersangka & Pil Kirik (atas). (foto:oso)

+

Sam, Miss Indonesia wakil Jatim, dicurigai bukan arek Jatim….

-

Kalau benar bukan arek Jatim, acara gini aja kok bohing ya …Ker …

Eyang Prabu

Heeemmm, asli Jatim apa bukan, sing penting Eyang sik tedas Le..hehehe

Kantor Memo Arema : Komplek Ruko Istana Dinoyo JL. MT. Haryono 1-A Blok B No. 6 Lowokwaru-Malang, Telp/Fax. (0341) 570797, Iklan (0341) 557727 - Website : http://www.memoarema.com - email: memoarema@gmail.com


Apa nama pulau yang menyajikan seks eksotik di kawasan Pantai Malang Selatan ? A. B. C. D.

Pulau Sempu Pulau Nyonya Pulau Bidadari Pulau Karimun Jaya

SELASA LEGI, 7 JUNI 2011



Silang jawaban pertanyaan di bawah ini, lalu gunting sesuai garis terputus dan kirimkan ke Kantor Redaksi Memo Arema, Ruko Istana Dinoyo Jl MT Haryono 1-A Blok B No.6, Lowokwaru, Kota Malang. Dapatkan souvenir menarik yang diundi setiap akhir bulan.

12 HALAMAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI Pasal 14 Setiap orang yang akan menjalankan kegiatan sebagai: a. pengusaha pabrik b. pengusaha tempat penyimpanan c. importir barang kena cukai d. penyalur; atau pengusaha tempat penjualan eceran, wajib memiliki izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai dari Menteri. Pasal 29 (1) Barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya hanya boleh ditawarkan, diserahkan, dijual, atau disediakan untuk dijual, setelah dikemas untuk penjualan eceran dan dilekati pita cukai atau dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya yang diwajibkan. (2) Barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya yang berada dalam tempat penjualan eceran atau tempat lain yang kegiatannya adalah untuk menjual dianggap disediakan untuk dijual. (2a) Pengusaha pabrik atau importir barang kena cukai yang melekatkan pita cukai atau membubuhkan tanda pelunasan cukai lainnya pada barang kena cukai yang tidak sesuai dengan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang diwajibkan, yang menyebabkan kekurangan pembayaran cukai, wajib melunasi cukainya dan dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai dari nilai cukai yang seharusnya dilunasi. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan atau berdasarkan peraturan menteri. Pasal 50 Setiap orang yang tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyimpanan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Pasal 54 Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Pasal 55 Setiap orang yang : a. membuat secara melawan hukum, meniru, atau memalsukan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya; b. membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual, atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang palsu atau dipalsukan; atau c. mempergunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual, atau mengimpor pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang sudah dipakai, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 8 (delapan) tahun dan pidana denda paling sedikit 10 (sepuluh) kali nilai cukai dan paling banyak 20 (dua puluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Pasal 58 APABILA MASYARAKAT MENEMUKAN PELANGGARAN CUKAI AGAR MENGINFORMASIKAN KE KANTOR BEA DAN CUKAI TERDEKAT BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KOTA BATU

Setiap orang yang menawarkan, menjual, atau menyerahkan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya kepada yang tidak berhak atau membeli, menerima, atau menggunakan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya yang bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai.


MEMO AREMA