Issuu on Google+

Roman disimpan karena cedera. (ca-1)

SELASA PON, 5 APRIL 2011

12 HALAMAN

Pasutri Tewas Nabrak Bak Truk  Supra Terpental, Hantam Vixion

Pasuruan, Memo Tragis. Akibat mencium bokong dump truk, pasangan suami– istri (pasutri) tewas seketika. Kecelakaan ini terjadi di Jl Raya Dusun Sudan, Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (4/4) siang. Sepeda motor Honda supra Fit nopol N 2463 JO yang ditumpangi pasutri ini, menabrak bak dump truk yang tidak diketahui identitasnya. Sopir dump truk sampai sekarang

Mayat Wardono dan Ny Junariah di kamar mayat.

Debby Ayu

 Bersambung hal. 11

Saat korban naik motor sambil bicara, pengemudinya lengah hingga menabrak pantat truk. Akibatnya, korban terpental dan tewas seketika. (ilustrasi:machrus/teks:yan)

Ditampaki Makhluk Bapak Perkosa Halus Anak Tiri 3 Kali

Kedua korban saat masih tergeletak di jalan.(foto:dir)

DEBBY Ayu Bermain film bergenre horor rupanya membuat Debby Ayu terus dilirik produser filmfilm tersebut. Dan seringnya Debby di film yang bagi sebagian besar orang menakutkan itu, dia sempat mendapat pengalaman yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. “Pernah sih, waktu syuting MD ada aura-aura lokasi juga beda. Mistiknya terasa pasti, karena kebanyakan syuting horor itu malam, siang juga jarang. Kalaupun siang juga dibuat malam. Kalau film ini aku ngak mau bahas karena sering,” ujarnya sambil tertawa, saat ditemui di lokasi syuting film Pelet Celana Dalam di Cilembe, Bogor, beberapa waktu lalu. Selain itu, adapula pengalaman Debby saat syuting di Pelabuhan

Tersangka sakur pemerkosa anak tiri.

Sales Kartu Kredit Garap Calon Nasabah  Kartu Dipakai Beli BB

Pasuruan, Memo Benar-benar bejat. Mestinya sebagai bapak harus panutan, malah jadi pemangsa. Kebejatan yang tidak patut dicontoh itu dilakukan oleh Sakur (45) warga Dusun Trimo, Desa Kemantren, Kecamatan Rejoso. Pria pekerja kuli bangunan di kawasan Surabaya ini diduga telah memperkosa anak tirinya

Malang, Memo Ulah Sugeng Efendi (21) warga Dusun Krantil, RT 13/ RW 04, Desa Karangrejo, Ke-

camatan Kromengan, Kabupaten Malang, jelas tak patut ditiru. Pasalnya dia yang  Bersambung hal. 11

Nenek 3 Cucu Jual Pil Kirik Malang, Memo Susilowati (45) warga Jl Muharto Gang VII, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kemarin siang ditangkap petugas Polres Malang Kota. Pasalnya janda 4

 Bersambung hal. 11 Tersangka Susilowati.(gie)

 Bersambung hal. 11

anak 3 cucu ini telah menjual pil LL tanpa resep dokter kepada salah satu pelanggan di warung miliknya. Kini, Barang Bukti yang dapat diamankan polisi berupa 24 butir Tersangka Sugeng Efendi di  Bersambung hal. 11

Polsekta Klojen. (gie)

Pesta Miras, Punker Ngamuk  Jidat Arek Bunut Dikepruk Boto

Kedua pelaku pengeroyokan yang diamankan. (foto:cah/repro)

Potongan batu bata yang dipukulkan kepala korban.

Foto korban saat lapor ke polsek.

Malang, Memo Setelah buron sejak Desember 2010, dua punker pelaku pengeroyokan bernama Indri Jianto (21) dan Mohammad Fauzy (18) keduanya warga Dusun Krajan, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dibekuk anggota Polsek Pakis, Senin (4/4) sekitar pukul 03.00. Hingga kini, polisi masih memburu YN, pelaku utama pengeroyokan terhadap Mu Bersambung hal. 11

Dolan Sama Cowok Gadis Sumawe Emoh Pulang Malang, Memo Entah apa sebabnya hingga pelajar SMA asal Dusun/Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumberman-

jing Wetan, Kabupaten Malang ini, enggan disuruh pulang orangtuanya. Padahal, sejak Sela Bersambung hal. 11

 Irmawan, yang Dibunuh saat Nonton Pesta Rakyat Assoy (1)

Setelah Lulus Sekolah & Kerja, Diharapkan Bantu Biayai Adiknya +

Sam, hari ini Arema FC ladeni Shandong….

-

Ah..kecil..Ker….cukup lapis dua saja…

Eyang Prabu

Bukan meremehkan Le…tapi itu strategi. Karena lebih fokus ke ISL. Kalau masuk dua besar ISL, tahun depan pasti bisa ketemu LCA. Ya…sekalian ngasih waktu manajemen untuk cari duit lebih banyak. Biar persiapannya tidak keteteran kayak musim ini…Salam Satu Jiwa…

Maryanto (51) tak pernah menyangka jika kepamitan anaknya untuk menonton acara HUT Kota Malang ke 97 di alun-alun Tugu berakhir tragis. Irmawan (17) anak lelakinya nomor dua ini, tewas mengenaskan dengan luka tusukan benda tajam dan pukulan benda keras saat menonton acara yang mengundang artis papan atas Indonesia ini.

Maryanto, bapak Irmawan.

WAJAR jika Yanto, panggilan akrab pria yang seharihari berprofesi sebagai tukang sepatu ini, begitu shock. Karena Irmawan adalah anak lelaki yang dibanggakan dan menjadi harapan bisa membantu perekonomian keluarga yang tergolong pas-pasan. Sementara korban mempunyai 2 adik lelaki dan perempuan yang masih sekolah. Karena itu, jika korban segera dapat kerja setelah lulus, maka akan bisa membantu membiayai sekolah kedua adiknya. Namun harapan ini

seketika pupus. Tragisnya, Irmawan, pelajar kelas 3 SMIP (Sekolah Menengah Industri Pariwisata) di daerah Bantaran ini, justru meregang nyawa menjelang ujian kelulusan sekolah. Masih terngiang di benak Yanto, saat Irmawan dan teman-temannya merencanakan liburan sekolah ke Bali seusai ujian sekolahnya. “Berat, Mas. Sungguh berat. Saya benar-benar terpukul,” ucapnya lirih menunduk sembari menghapus airmatanya yang terus mengalir di matanya yang ter-

lihat lelah, saat ditemui Memo, Minggu (3/4) sore, di rumahnya Jl LA Sucipto Gang Stasiun, RT 05/RW 10, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pertama kali mendengar kabar anaknya meninggal, Yanto tidak percaya. Namun setelah tetangganya berangkat ke RSSA dan memastikan kabar kematian putranya, pria yang aktif menjadi tim sukses beberapa pejabat dewan dari partai berlogo banteng ini, berkali-kali pingsan. “Dia (Irmawan) adalah pecinta Arema sejati. Dimana-

pun Arema bermain, Irmawan berupaya ikut dan mendukung tim kebesaran Kota Malang ini. “Sampai tur Arema ke Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia pernah diikutinya,” kenang Yanto akan kecintaan anaknya dengan tim sepakbola Arema. Saat mengingat masa-masa kecil Irmawan, Yanto yang juga akrab dipanggil Bondhet ini, berurai air mata. Selain penurut, Irmawan suka sekali bercanda dengan ibu dan saudara-saudara.  Bersambung hal. 11

Kantor Memo Arema : Komplek Ruko Istana Dinoyo JL. MT. Haryono 1-A Blok B No. 6 Lowokwaru-Malang, Telp/Fax. (0341) 570797, Iklan (0341) 557727 - Website : http://www.memoarema.com - email: memoarema@gmail.com


ANDA jengkel dengan kebijakan publik yang tak pro rakyat! Atau jadi korban kesewenang-wenangan institusi publik? Kirim SMS ke 087853832111. Ingat, kami akan memuat jelas nomor handphone (HP) pengirim, sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Haruskan Terus Dijajah?

Uang untuk Rakyat Miskin

Haruskah, asset-aset negara dimiliki orang asing dan kenapa rakyat ini terus menerus jadi budhak bangsa asing, kenapa smua kekayaan alam yg melimpah dimiliki orang asing, terlebih setiap pengeluaran UU, tidak memihak ke rakyat kecil, dimana era kejayaan dan harga diri jati diri bangsa Indonesia, di mata negara lain? Haruskah negeri ini terusterusan dijajah +6283870124970

Selamat Hari Jadi ke-97 Kota Malang, daripada mendatangkan artis top yg sudah kaya, kan lebih baik uangnya untuk rakyatnya yang masih miskin, InsyaALLOH lebih bermanfaat dan barokah dunia akherat, begitu Pak Peni. +623417301786

SELASA PON, 5 APRIL 2011

12 HALAMAN

Tukang Plitur Ngecer Judi Bola  Omzetnya Belasan Juta

Tersangka Kukuh Budi Setiawan.(gie)

Malang, Memo Kukuh Budi Setiawan (37) mengaku tukang plitur, warga Jl Klayatan Gang I, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (2/4) malam, ditangkap petugas Polres Malang Kota

Blandong Lebakharjo Angkut Kayu Merangan

 Bersambung hal. 11

 Mualaf Polisikan Pengasuh Ponpes

Pemeriksaan 2 Saksi Ditunda Malang, Memo Penipuan dan penggelapan biasanya dilakukan dengan tipu muslihat bujuk rayu pelaku dan membuat korbannya percaya sampai terlena hingga harta benda korban terkuras. Tidak adanya barang bukti pun membuat para korban biasa kelabakan saat melaporkannya ke pihak kepolisian. Tapi tidak bagi Alexander Wyvar alias Sandy (32) warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang selaku korban yang diduga ditipu pengasuh pondok pesantren ternama di Desa Kuwolu Bululawang berinisial TYB. Sandy melalui Eko Budhi Prasetyo SH MH selaku kuasa hukumnya menyebut telah menyertakan belasan

HM TYB. (dok)

barang bukti kepada pihak kepolisian. Uniknya, dalam barang bukti yang dibawa korban dan kuasa hukumnya, ada beberapa lembar kuitansi terkait

pengurusan kredit motor mobil cherry. Seperti diceritakan Sandy (keturunan warga Skotlandia), kuitansi yang sempat dibawanya pernah diperintahkan agar dibakar oleh H TYB. Namun saat itu, kesadaran telah menjadi korban penipuan, mulai dirasakan Sandy. Sehingga ia tak memenuhi perintah H TYB. Kasus dugaan tindak pidana penipuan ini kini dalam tahap pemeriksaan sejumlah saksi. Giliran pemanggilan dua orang saksi, H Suaidi dan H Abdullah Makki ke ruang sidik Unit IV Reskrim Polres Malang, Senin (4/4) ditunda hingga hari yang nanti ditentukan penyidik. Informasi yang didapat Memo,  Bersambung hal. 11

Malang, Memo Baru beli kayu hutan hasil curian seharga Rp 1,5 juta, tersangka ini ketiban apes saat mobil Bersambung hal. 11

AKP Anton Prasetio SH SIK, tunjukan isi bingkisan misterius.

Teroris Sebarkan Ketakutan

Lembaran bulletin yang diselipkan pelaku.(foto:gie)

 Paket ‘Bom Dirgantara’ Malang, Memo Motif bingkisan kardus sebesar 30 x 15 cm yang terbungkus rapi yang ditemukan di Jl Dirgantara, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, belum diketahui jelas. Namun ada dugaan, pelaku menaruh bingkisan itu

tak lain adalah membuat teror untuk menakut-nakuti warga. Meski isinya hanya kaca dan kabel tembaga, namun pelaku juga menaruh boletin foto kopian yang salah satunya ada tulisan ajakan untuk bunuh diri. Namun buletin itu tak bisa dibaca utuh karena sudah dicerai-beraikan (disposal)  Bersambung hal. 11


MEMO AREMA, SELASA PON 5 APRIL 2011