Issuu on Google+

Ingin Berlangganan koran Hubungi: 0352 - 489219 Harga Eceran Rp. 2.500,-

Kejari Magetan Bidik Kasus KUPS BACA HALAMAN

Dilorot Jadi Guru, Mantan Kasek Nganggur

7

BACA HALAMAN

Foto-foto Eksklusif Gunung Kelud

8

BACA HALAMAN

10

Media ASPIRASI KORAN UMUM

EDISI 48 I 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

@media_aspirasi

www.mediaaspirasi.com

SELANGKAH LEBIH DEKAT

media aspirasi

mediaaspirasi@ymail.com

(0352) 489219

!

TREN TKI BERGESER

PONOROGO, Media Aspirasi – Sebutan kota kantong TKI telah lama melekat untuk Kabupaten Ponorogo. Selama ini buruh mi­ gran di Ponorogo khususnya dan di Jatim umumnya menjadi penyumbang devisa terbesar. Namun hal me­ narik ter­ jadi pada t a ­ hun ini. Yaitu ketika sek­

tor formal meng­ a lami kenaikan diband­ ingkan sektor informal seperti pembantu rumah tangga. ke halaman 11

Tidak Lagi Pembantu, Sektor Formal Naik MEDIA ASPIRASI/ANTOK KARTIKO

JALAN Raya Madiun-Ponorogo, pada Jumat (14/2) pagi, ibarat sebuah ‘gurun pasir’. Pekatnya debu, membuat jarak pandang hanya sekitar 10 meter.

Penumpang Sepur Melonjak, Jalanan Bak ‘Gurun Pasir’ SEIRING ditutupnya sejumlah bandara di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Jogjakarta akibat debu vulkanik yang diang­ gap membahayakan penerbangan, rupanya berimbas pada lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Besar Ma­ diun. Peningkatan cukup signifikan, tercatat sekitar 20 persen, meskipun bukan masa liburan. ke halaman 11

Status Kelud Turun, Waspada Lahar Dingin KEDIRI, Media Aspirasi – Memori masyarakat akan kedahsyatan letusan Gunung Kelud, kembali terulang. Ka­ mis (13/2) malam, sekitar pukul 22.50 WIB, gunung api aktif setinggi 1731 meter dari permukaan air laut (dpl) ini, meletus hebat. Pun, material vul­ kaniknya, menyebar hampir seluruh kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. Sejumlah ban­ dara pun ditutup. Moda transportasi ha­ nya kereta api. Namun, ak­ tivitas hebat Gunung Kelud tersebut, diprediksi tak berlangsung lama. Sebab, pada Minggu (16/2), Pusat Vulkanologi dan Miti­ gasi Bencana Geologi (PVMBG), memastikan

penurunan status Gu­ nung Kelud menjadi Siaga. Zona bahaya pun berangsut menjadi hanya radius 5 kilometer. ke halaman 11 TAK HANYA orang dewasa, anak-anak kecil juga dituntut mandiri saat berada di dalam tenda pe­ ngungsian Balai Pamitran Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri. Waktu bermain mereka, benarbenar tersita, dan berubah menjadi pilu yang harus dihadapi pasca meletusnya Gunung Kelud.

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

SALAH seorang siswi SMAN 1 saat dirawat di IGD RSUD dr Soeroto Ngawi setelah menghirup abu vulkanik.

mas tono iku, jarene....

‘‘Sosok yang tenang dengan dedikasi tinggi. Lugu dan jujur, konsisten dan teguh memegang komitmen.’’ W. Arso, Pempimpin Redaksi Koran Umum Media Aspirasi

Tak Pakai Masker, 5 Siswi Masuk IGD

Abu Kelud Awet di Ponorogo

HUJAN abu vulkanik Gunung Kelud, akhirnya membawa korban di Ngawi. Sebanyak lima siswi kelas X SMAN 1 Ngawi, langsung pingsan setelah nekat men­ erobos tebalnya abu vul­ kanik saat berangkat seko­ lah tanpa menggunakan

PASCA erupsi Gunung Kelud Kamis (13/2) lalu, jalanan di Ponorogo juga tak luput dari balutan abu material vulkanik. Sayang, kondisi tersebut seolah tak langsung direspons Pem­ kab setempat.

masker, pada Jumat (14/2) lalu. Kelima siswi tersebut langsung dilarikan ke In­ stalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan per­ awatan lebih lanjut. ke halaman 11

LAPORAN KHUSUS DIDIK PURWANTO Wartawan Media Aspirasi, Langsung dari Kaki Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur

Terbukti, hingga bebe­ rapa hari pasca meletusnya Gunung Kelud, abu vulkan­ ik masih belum maksimal dibersihkan. Utamanya di sejumlah jalan protokol. ke halaman 11

FOTO-FOTO EKSKLUSIF KONDISI SEKITAR GUNUNG KELUD PASCA ERUPSI, BUKA HALAMAN 10

Melihat Lebih Dekat, Kondisi Masyarakat Kaki Gunung Kelud di Kabupaten Kediri

Pengungsi Mulai Depresi, Harapkan SBY Bantu Perbaikan Keheningan Gunung Kelud, pe­ cah seketika pada Kamis (13/2) malam. Gelegar petir disertai semburat lahar, keluar dari mu­ lut gunung setinggi 1731 meter dari permukaan air laut (dpl) ini. Ribuan warga mengungsi. Abuabu pun bertebaran hingga jauh ke luar provinsi. Berikut catatan hasil liputan langsung Didik Purwanto, wartawan Media Aspirasi dari Gunung Ke­ lud, pada akhir pekan kemarin. Hei Tuhan apakah kau dengar Jerit umatmu di sela tebalnya debu Hei Tuhan adakah kau murung Melihat beribu wajah berkabung Amuk lahar yang datang hanguskan bumi Tinggalkan barang penghuni desa pergi Gemuruh batu hancurkan saudaraku Ulurkan tangan bantulah sesamamu

SAMAR-samar, lagu Iwan Fals berjudul ‘Tolong Dengar Tuhan’ itu, terdengar dari televisi berwarna, di balik bilik kecil sebuah warung kawasan Kota Kediri. Televisi 14 inci itu, tak henti-hentinya menyiarkan kondisi terkini pasca erupsi Gunung Kelud. Syair itu seolah mewakili rasa hati masyarakat seki­ tar kaki Kelud, yang baru saja ‘boyongan’ ke tenda-tenda pengungsian. Perjalanan saya untuk melakukan peli­ putan ekslusif pun beranjak. Dari Kota Tahu ini, saya menuju jarak terdekat dari kawah Gunung Kelud, Senin (16/2). Saat itu, jam tangan saya menunjukkan pukul 06.00 WIB. Saya berusaha nekat untuk menerobos ring pengamanan. Tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kediri. Lokasi pos terse­ but, jaraknya sekitar 10 kilometer. Bukan hal mudah untuk bisa mencapai titik terdekat dan mengabadikan momen terbaik. Saya bersama seorang rekan, ha­ rus berjalan kaki sekitar 7 kilometer. Medan cukup berat dengan tumpukan pasir dan kerikil hangat, semakin memacu adrenalin jiwa jurnalis saya. ke halaman 11

DOKUMEN PRIBADI

SAYA dengan latar belakang asap dari kawah Gunung Kelud, yang memiliki jarak sekitar 2 kilometer dari bibir kawah.


2

PACITAN

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

Tanah Gerak Kembali Ancam Warga Kalikuning PACITAN, Media Aspirasi – Peris­ tiwa tanah gerak kembali melanda wilayah Pacitan. Tepatnya di Dusun Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan. Selain telah merusak lima rumah dan satu tempat ibadah, ben­ cana tersebut juga mengancam bela­ san rumah warga lainnya. ‘’Beberapa tahun lalu juga terjadi bencana seperti ini,’’ kata Patmo, salah seorang warga setempat, Selasa (18/2) kemarin. Sedikitnya lima rumah warga men­ galami kerusakan. Kelima rumah terse­ but adalah milik Jumangin, Keterun,

Widodo, Gianto, Dan Harun. Dua di antaranya bahkan kondisinya telah mengkhawatirkan. Karena dinding, lantai, dan pondasi rumah telah retak. Masing-masing milik Gianto dan Ju­ mangin. Fenomena gerakan tanah terlihat di sekitar pemukiman. Retakan selebar sekitar 50 sentimeter dengan kedala­ man 1,5 meter tampak memanjang dari barat ke timur. Kondisi tersebut tentu membuat warga was-was. Ter­ lebih ketika turun hujan deras. Sebab, rekahan menjadi jalan bagi air. Sehing­

ga ada potensi tanah kembali berge­ ser. Saat ini, warga yang terdampak gerakan tanah memilih mengungsi ditempat kerabatnya yang lebih aman. Keputusan tersebut diambil untuk me­ minimalisir risiko terburuk. Yakni kes­ elamatan jiwa warga sendiri. Menanggapi kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga meningkat­ kan kewaspadaan terhadap bencana gerakan tanah. Sebab, retakan tanah yang terjadi di wilayah itu berpotensi besar merusak bangunan rumah milik

warga setempat. ‘’Tidak saja merusak dan mengancam lima buah rumah dan satu fasilitas ibadah, tetapi ber­ potensi menimbulkan kerusakan yang lebih luas,’’ ujar Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Pacitan Ratna Budiono. Sebagai langkah antisipasi, Ratna meminta warga menutup lubang pada retakan tanah dengan material tanah ataupun pasir. Tujuannya agar tak ada aliran air yang masuk kedalam lubang tersebut. Sehingga retakan tidak terus melebar. Selain itu lima kepala keluarga

diminta meninggalkan rumah mereka ketika terjadi hujan deras di wilayah mer­ eka. Fenomena gerakan tanah di Dusun Sono, Desa Kalikuning itu pertama kali ter­ jadi pada awal tahun 2011 lalu. Saat itu ra­ tusan warga terpaksa mengungsi. Sebab, tanah tempat mereka bermukim ambles dan retak-retak. Bencana tersebut telah merusak 54 rumah warga. Sesuai tang­ gapan dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke Pemkab Pacitan tiga tahun silam secara umum daerah bencana dan sekitarnya

berupa perbukitan yang agak terjal hingga terjal. Batuan penyusun di daerah tersebut berupa batuan Formasi Arjosari. Antara lain terdiri konglomerat, batu pasir, batu lanau, batu gamping, batu lempung batu pasir berbatuapung dan lain seb­ againya. Daerah Kalikuning, juga terdiri Batuan Formasi Jaten dan Formasi Wuni yang terdiri dari konglomerat, batu pa­ sir konglomeratan, batu pasir tufan, tuf, batu lanau dan lain-lain. Setelah sempat berhenti, bencana tersebut terulang kembali pada tahun ini. (dv/dik) MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

GLI TAK SANGGUP BAYAR UMK

RATUSAN karyawan PT GLI, menuntut kejelasan nasib mereka, lantaran perusahaan dinilai tak menjalankan peraturan gubernur mengenai UMK.

Karyawan Tuntut Upah Manusiawi

PACITAN, Media Aspirasi – Puluhan buruh pabrik PT Gemi­ lang Limpah Internusa (GLI) di Desa Pagutan, Kecamatan Ar­ josari, adakan aksi demo, Sabtu (15/2). Mereka menuntut kenai­ kan upah sesuai nilai Upah Mini­

mum Kabupaten (UMK) Pacitan. Yakni Rp 1 Juta. Mereka meru­ juk keputusan Gubernur Jatim Nomor 78 Tahun 2013 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur 2014 tertanggal 20 November 2013. Hajir, 36, koordinator aksi karyawan PT GLI menuntut su­ paya haknya bersama ratusan rekannya bisa dipenuhi sesuai peraturan UMK yang sudah ditetapkan Gubernur. ‘’Kalau

Pacitan sekarang kan Rp 1 Juta, ya harus dibayarkan. Jangan seperti UMK tahun 2013 lalu sebesar Rp 755 Ribu. Padahal kami hanya menuntut upah yang sesuai peraturan daerah saja,’’ jelasnya. Ditambahkan dia, pekan sebelumnya karyawan sudah menyampaikan aspirasinya mengenai permintaan kenai­ kan gaji tahun 2014 ini. Namun, tampaknya aspirasi karyawan

tidak digubris. Bahkan, pihak perusahaan justru mengancam. Yakni, jika karyawan tidak tidak mau dibayar seperti biasanya, perusahaan akan melakukan pengurangan karyawan. ‘’Kami siap di-PHK. Asalkan, hak kami seperti pesangon dan lainnya dipenuhi. Tak hanya itu saja. Gaji karyawan yang dihutang peru­ sahaan dalam 1 tahun sebesar 25 persen juga harus dikemba­ likan pada 45 karyawan,’’ tam­

bahnya. Sementara itu, Manager PT GLI Budiyanto dikonfirmasi melalui Eko Wahyudianto, personalia dan Perizinan PT GLI menyampaikan bahwa pi­ haknya sudah menyampaikan keluh kesah para karyawan kepada seluruh pimpinan PT GLI. Namun jawaban pimpi­ nan (Budiyanto, Red), kata Eko, perusahaan belum bisa memenuhi gaji sesuai UMK

yakni Rp 1 Juta. Hal itu lanta­ ran perusahaan baru mengal­ ami kepailitan dan belum bisa produksi selama tiga tahun. ‘’Jadi diharapkan para kary­ awan mengerti kondisi perusa­ haan ini,’’ sampainya. Di sisi lain, para karyawan juga mempunyai hak untuk mendapatkan yang sesuai per­ aturan UMK. Tetapi Eko menan­ daskan harus melihat kondisi perusahaan. Bahkan perusahaan

masih bisa memberikan gaji meskipun belum bisa memenuhi keinginan mereka. Selain itu pekerjaan yang seharusnya 8 jam, saat ini bisa hanya 3 jam saja. ‘’Tetapi masih kami beri­ kan gaji, meskipun perusahaan sedang pailit. Maka dari itu, kami berharap agar karyawan mengerti dan tetap memberi­ kan haknya. Agar mereka bisa menghidupi keluarga,’’ pung­ kasnya. (bc/dik)

Water Tank Dibidik Kejari, Bupati ‘Curhat’ Ditilap MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

DIRUT PDAM Riyanto, menunjukkan surat permohonan kajian akademis dari Pemkab Pacitan kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang. PACITAN, Media Aspirasi – Ke­ jaksaan Negeri (Kejari) Pacitan, kini mulai membidik pengadaan tanah proyek pembangunan Water Tank PDAM di Dusun Kebonredi, Desa Tanjungsari, Pacitan. Menurut Kasi Intelijen Kejari Pacitan Prabowo, pengadaan tanah untuk proyek pembangunan Water Tank berkapa­ sitas air 500 ribu meter kubik terse­ but, memang diindikasi menyalahi prosedur. ‘’Khususnya masalah pembelian tanahnya. Seharusnya pengadaan lahannya dianggarkan APBD dan dilakukan Tim-9. Bukan seenaknya sendiri. Apalagi tanpa sepengetahuan Bupati dan Tim-9,’’ tandas Prabowo, Rabu (12/2) lalu. Ditegaskannya, jika tanah terse­ but milik pemerintah, seharusnya ada papan nama dan bertuliskan ’Tanah ini milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan’ yang tertera izin nomor sertifikatnya. Menurutnya, meski maksud pembelian tanah ti­ dak ada unsur mark up, seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu. ‘’Mungkin dalam waktu dekat kami akan memanggil sejumlah saksi jika data-data sudah lengkap,’’ tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Direktur PDAM Pacitan Riyanto memastikan bahwa masalah pen­ gadaan tanah Water Tank PDAM itu, tidak ada unsur mencari keun­ tungan atau lainnya. Karena proyek itu harus cepat dilaksanakan dan la­ hannya harus sudah tersedia. ‘’Maka kami segera membeli tanah dengan uang kas PDAM di empat titik. Yakni di Desa Kebonredi, Desa Candi, Desa Penggung dan Desa Desa Ketro. Masing-masing seharga Rp 30 Juta. Jadi jumlah di empat titik totalnya Rp 120 juta,’’ akunya. Riyanto menambahkan, sebena­ rnya pihaknya hanya menyayangkan jika dana yang sudah cair itu kem­ bali ke kas negara lagi. Dan akan cair menunggu waktu cukup lama. Apa­ lagi, Pacitan saat ini menjadi priori­ tas tersendiri. Sebab, hanya dengan pengajuan lisan saja, langsung dir­ espons Kementerian PU di Jakarta. ‘’Padahal proposal masih akan kami ajukan pada anggaran APBNP 2014 ini. Sedangkan akhir 2013, dana tersebut sudah cair,’’ tambahnya. Lebih lanjut, Riyanto menan­ daskan, awal rencana proyek Wa­

ter Tank itu terjadi pada saat kun­ jungan presiden pada 16 Oktober 2013 lalu. Yang disampaikan kepada Menteri PU Joko Kirmanto di Soge, Desa Sidomulyo. Lantas program itu direspons pada akhir tahun 2013. Berhubung kondisi mendadak dan waktu hanya 1 minggu dari hari-H, lanjut Riyanto, pihaknya langsung mencari tanah untuk Water Tank itu. ‘’Jika saya disalahkan, ya mong­ go. Tetapi saya tidak ada maksud negatif. Saya bertujuan demi terlak­ sananya pembangunan air bersih di Pacitan,’’ tambahnya. Ditambahkan dia, pengadaan lahan di empat titik tersebut, yang bermasalah hanya di Dusun Ke­ bonredi. Sedangkan tiga titik lain­ nya, tidak bermasalah. Selain itu, pihak PDAM juga sudah memberi­ kan kontribusi ke Desa Tanjung­ sari sebesar Rp 11 Juta untuk retri­ busi jalan masuk area pengerjaan proyek Water Tank. ‘’Maksudnya, untuk pembenahan jalan yang rusak selama proyek itu jadi,’’ tan­ dasnya. Sementara itu, adanya proyek Water Tank tersebut, Bupati Pacitan Indartato justru terkesan ditilap. Se­ bab, orang nomor satu di Pemkab Pacitan ini justru ‘curhat’ bahwa pi­ haknya tidak tahu jika ada penger­ jaan proyek Water Tank PDAM di Kebonredi. ‘’Saya tahu setelah ada masyarakat mengadu. Dan setelah saya cek ke lapangan, sudah telanjur dibangun seperti itu,’’ keluh Indar­ tato. Meski begitu, Indartato mengaku jika program tersebut merupakan usulan yang disetujuinya. Tetapi itu semua masuk pada rencana pro­ gram tahun 2014 ini. Tak hanya itu saja, dalam pelaksanaan pengerjaan proyek, Indartato juga mengaku tidak ada komunikasi. Termasuk, upaya pengadaan lahan. ‘’Sebena­ rnya hal ini sungguh disayangkan. Semua pihak akan rugi. Jika semua program bisa saling komunikasi kan lebih enak. Sementara ini kami akan turunkan kajian teknis dari Universi­ tas Brawijaya. Kami akan menung­ gu hasil kajiannya,’’ tukas Bupati. (bc/dik)

Media ASPIRASI

Pemimpin Redaksi: Welas Arso. Redaktur Pelaksana: M Andhika. Staf Redaksi: Endang Widayati, Ari. Koresponden Daerah: Elsi Budi Cah­yono, Dv Kuncara (Pacitan), Bambang (Trenggalek), Maksum Choiri, Roedy (Magetan), Didik Purwanto (Ngawi), Antok (Madiun). Tata Artistik/Grafis: Loekman, Khafidz. Sirkulasi: Endik. Even Organizer: Yuliana, Wiwik Rahayu Wulandari. Keuangan: John Elit Al-Qadry (Manajer), Mila Karaman. Se­kretaris Redaksi/SDM/Iklan: SELANGKAH LEBIH DEKAT ! Mila Karaman. Bagian Umum: Indah (Manajer). Penerbit: CV Media Aspirasi. Nomor SIUP: 503/0559/KP/405.27/PDK/VIII/2013 Direktur Utama: Eka Putra. General Manager: Imam Mahfudz. Tim Advokasi: Patra M Zein, SH, MH, dkk Percetakan: PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group). Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jalan Kalimantan 127 Ponorogo, Jawa Timur. Telepon Redaksi: 0352-489219, 085257445513. Telepon Iklan: Mila 0857316176744 (hunting). Telepon Pemasaran/Langganan: 0352-489219 (hunting) Mila 0857316176744. Perwakilan Pacitan: Jalan Gajah Mada 24 Pacitan. Telp. 0357-883387, 081359312004. Perwakilan Trenggalek: Perumahan Bukit Sambirejo Asri. Telp. 082142030014. Perwakilan Magetan: Jalan Timor 36, Magetan. Telp. 085790301088. Perwakilan Ngawi: Jalan Thamrin 14, Ngawi. Telp. 085334150978. Perwakilan Jakarta: Rukan Cempaka Mas, Blok M1/29, Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat. Telp. 021-42881625

Wartawan Media Aspirasi selalu dibekali Kartu Pers dan dilarang menerima atau meminta uang/barang dari sumber berita selama bertugas. Gunakan Hak Jawab Anda. Media Aspirasi membuka ruang hak jawab sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi menerima sumbangan tulisan atau foto-foto menarik dan layak muat dari pembaca. Naskah atau foto bisa dikirim ke alamat redaksi atau melalui email: redaksimediaaspirasi@gmail.com. Semua artikel dengan kode (adv) atau advertorial adalah Pariwara/Iklan.


IBAS PEDULI RAKYAT

3

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

Kunjungi Magetan, Ibas Ajak Guyub Rukun MAGETAN, Media Aspirasi – Kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono ke Magetan, rupanya mampu mem­ beri banyak motivasi kepada semua elemen masyarakat dari berbagai sektor. Sebab, dalam setiap kunjun­ gannya, Ibas-sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono-memastikan siap memfasilitasi dan mendorong aspirasi oleh masyarakat. Hari pertama di Magetan, Ibas berkunjung di Desa Klurahan, Keca­ matan Kartoharjo, Magetan. Dalam kesempatan ini, Ibas turun ke sawah langsung untuk menyemprot hama padi bersama para petani desa se­ tempat. Ibas juga mengajak para petani untuk meningkatkan produksi padi mereka. ‘’Mari kita tingkatkan produksi padi dan beras yang men­ jadi makanan pokok kita. Salah sa­ tunya adalah dengan mencari solusi

untuk mengusir hama,’’ ujar Ibas Ka­ mis (13/2). Usai memotivasi para petani, kunjungan Ibas berlanjut ke Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Magetan. Di sentra industri gamelan ini, putra kedua Presiden SBY terse­ but menyerap keluhan warga dan memberikan solusi untuk kemajuan usaha di desa setempat. Bahkan Ibas kepincut dengan alat musik tradis­ ional itu dan dirinya membeli satu set gamelan produk unggulan Magetan tersebut. ‘’Saya akan bawa gamelan ini ke Jakarta untuk saya perkenal­ akan lebih luas lagi,’’ ucapnya usai memainkan gamelan disambut tepuk tengan para warga. Selain itu, politisi Partai Demokrat ini tak tanggung-tanggung blusukan ke pelosok desa di wilayah Lereng Gunung Lawu ini. Di Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Ibas bergotong-

royong bersama warga untuk kerja bakti dalam pembangunan jem­ batan rusak di desa tersebut. Dirinya bersyukur bisa ikut andil dalam pem­ bangunan infrastruktur di pelosok desa itu. Ibas juga meminta warga untuk terus menjaga kerukunan agar selalu harmonis. ‘’Saya berharap, guyub rukun ini terus terjalin dalam hal apapun,’’ ujarnya. Beranjak dari Desa Kuwon, Ibas menuju Desa Jabung, Kecamatan Panekan untuk melihat petani lebah madu. Ibas kagum dengan upaya warga dalam memanfaatkan sumber daya alam. Dirinya mengajak semua petani lebah madu maupun unsur lain untuk ikut andil dalam peningka­ tan produksi usaha mereka. Sementara itu, semboyan ‘Ibas Peduli Rakyat’ juga terbukti dalam kunjungannya di Magetan. Di hari kedua, suami dari Aliya Rajasa terse­

but spontan mengganti acara kun­ jungannya dengan bhakti sosial, pasca adanya erupsi Gunung Kelud. Dalam kepeduliannya, Ibas mem­ bagikan 500 ribu masker kepada ma­ syarakat. Tak hanya masker, dalam kunjungannya ke Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Ibas juga mem­ bagikan bantuan alat kebersihan. Putra bungsu Presiden SBY ini juga mendoakan para warga bisa secepatnya kembali beraktivitas pasca bencana tersebut. Blusukan Ibas berlanjut ke Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo. Kedatangan Ibas membagikan bantuan disambut hangat warga. Di akhir kunjungannya, guna me­ majukan potensi wisata Magetan, Ibas menyebar setengah ton ikan di Telaga Wahyu. Tindakan tersebut disambut gembira warga Magetan. (rud/adv)

ANTUSIASME warga Karangrejo saat menyambut kedatangan Ibas.

IBAS berikan bantuan gerobak sorong kepada warga Desa Kuwon, Kecamatan Karas.

IBAS Menerima lukisan dari taman kanak-kanak Desa Klurahan, Kecamtan Karangrejo

KEPINCUT gamelan, Ibas borong satu set alat gamelan.

IBAS berikan kenang-kenangan untuk Bu Setu di Gandu.

IBAS saat kerjabakti bersama warga Desa Kuwon, Kecamatan Karas

IBAS bantu material untuk pembangunan jembatan.

IBAS saksikan langsung pembuatan gamelan.

IBAS berikan bantuan untuk para pengrajin gamelan di Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo.

IBAS saat mencoba kerajinan hasil karya warga Desa Jabung, Kecamatan Panekan.

SILAHTURAHMI dengan warga, Ibas serap aspirasi warga.

IBAS berikan bantuan ratusan ribu kepada warga dapil 7.

IBAS borong madu dari petani lebah di Desa Jabung, Kecamatan Panekan.

PETANI Desa Klurahan, Kecamatan Karangrejo saat berfoto bareng Ibas.

IBAS saat menerima potongan tumpeng dari petani Desa Klurahan, Kecamatan Karangrejo.


4

MADIUN

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

BENCANA ALAM Madiun Bak Lautan Pasir MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

JALANAN berpasir madiun. MADIUN, Media Aspirasi - Akibat erupsi dari Gunung Kelud yang explosif , Kamis (13/2) lalu berdampak dengan turunnya hujan abu yang cukup tebal, menutupi jalan hingga setebal 2 sampai 3 cm. Sehingga masyarakat harus berhati-hati apabila mengendarai kendaraan bermotor . Hujan abu ini sangat mengejutkan masyarakat Madiun dikarenakan jarak Gunung Kelud yang sekitar 100 Km , menurut perhitungan, hal ini dimungkinkan karena tiupan angin mengarah ke barat daya. Salah seorang warga yg tinggal di seputaran jalan raya Madiun-Ponorogo tepatnya di Kecamatan Dolopo, Sukro Wijoyo ketika ditemui Media Aspirasi, menceritakan hujan abu ini merupakan yang terbesar sepanjang pengetahuan nya, dan satu jam sebelum hujan abu menerpa terdengar suara gemuruh berkali kali seperti halilintar tetapi dirinya tak mengira bila suara gemuruh itu berasal dari Gunung Kelud yang sedang meletus karena jarak yang cukup jauh.”Saya tidak mengira jika suara gemuruh itu berasal dari letusan Gunung Kelud,”ucap Sukro. Hujan abu vulaknik yang cukup pekat membuat jalan raya Madiun-Ponorogo pada pukul 07.00 pagi terlihat gelap dan jarak pandang kurang dari 10 meter, hingga menyebabkan beberapa pengendara mengalami kecelakaan. Sementara itu, tumpukan abu vulkanik Gungung Kelud juga terlihat di halaman pendopo Kabupaten Madiun, hingga terlihat bagaikan pantai pasir. Selama dua hari petugas kebersihan Pemkab Madiun membersihkan hamparan pasir letusan kelud ini. Duapuluh orang petugas berhasil mengumpulkan delapan pick up pasir . "Untuk membersihkan lingkungan pendopo Kabupaten Madiun dari pasir seperti sediakala diprediksi membutuhkan waktu seminggu, hal ini dikarenakan masih banyak pasir yang belum turun dari atap bangunan,”ucap Kairin koordinator petugas kebersihan. (tok/so)

KEPALA BPBD RESMI TERSANGKA

MADIUN, Media Aspirasi – Kepala Badan Penanggulan­ gan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Ahmad Nuryanto resmi ditetapkan sebagai tersangka pada ka­ sus dugaan korupsi bantuan korban bencana dan dapur umum, Kamis (13/2/2014) . Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Ma­ diun pada pos anggaran tak terduga tahun 2011 sewaktu tersangka masih menjabat sebagai Kepala Bidang Lin­ mas di Kesbangpoldagri Ka­ bupaten Madiun. Terkait dengan itu, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Edi Susanto menhgatakan,

"yang bersangkutan hari ini resmi kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ko­ rupsi bantuan korban ben­ cana dan dapur umum dalam kurun waktu tahun 2011 yang lalu,”ucpanya. Sebelumnya Kepolisian telah memeriksa saksi saksi di­ antaranya kepala Kesbangpol­ dagri beserta jajarannya, kepala desa serta para penerima ban­ tuan itu sendiri. Ditambahkan­ nya, dari keterangan saksi dapat diketahui bahwa tersangka se­ laku Kabid Linmas saat itu ber­ tanggung jawab atas pendis­ tribusian dana bantuan korban bencana serta kegiatan dapur umum, bahkan tersangka telah

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

TERSANGKA saat dibawa ke ruang penyidikan. menerima uang dari bendahara satuan kerja (Satker) sebanyak 5 kali pencairan, namun jumlah

uangnya tidak sesuai dengan lam­ piran nota dinas pencairan uang sehingga negara dirugikan sekitar

190 juta. “Tersangka dijerat pasal 2, 3 dan 8 UU nomor 20/2001 ten­ tang tindak pidana korupsi den­ gan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tukas AKP Edy Sementara itu, Pengacara hukum tersangka yaitu Ari Mukti SH ketika dikonfirmasi berpura pura tidak tahu bahwa kliennya telah ditetapkan se­ bagai tersangka, bahkan Ari sempat melarang awak media untuk mengambil gambar ter­ sangka, "saya tidak tahu status pemanggilannya, soal penga­ juan penangguhan penahanan, dilihat perkembangannya aja, dan tolong jangan di foto,” tan­ das Ari Mukti, sembari ngeloyor pergi.(tok/so)

BKDPP : CPNS K2 Yang Tidak Lolos Diikutkan Test P3K

MADIUN, Media Aspirasi – Hasil test CPNS tenaga honorer atau K2 (kategori 2) secara resmi telah muncul di website kemen­ terian pendayagunaan aparatur Negara (Kemenpan) pada tang­ gal 10 Februari 2014 tetapi pen­ gumuman resmi untuk Kabupaten Madiun baru dilakukan setelah tanggal 17 Februari 2014, meski­ pun hasil dari website kement­ erian pendayagunaan aparatur negara sudah menyebutkan 209 dari 543 CPNS K2 dari Kabupaten Madiun telah lolos test, hal ini dilakukan karena pihak BKDPP (Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan Dan Pelatihan) Kabu­ paten Madiun masih menunggu hardcopy (naskah asli) dari Badan kepegawaian daerah Provinsi Jawa Timur, hal ini diungkapkan Kepala BKDPP Kabupaten Ma­ diun Budi Tjahyono ketika dite­ mui Media Aspirasi di kantornya, "untuk pengumuman resmi per­

ekrutan CPNS dari jalur K2 ini, kita masih menunggu Hardcopy (naskah asli) dari Provinsi, karena ada kekuatiran nama yang ter­ daftar tidak sesuai dengan yang dinaskah asli,” paparnya. Budi juga menghimbau ke­ pada peserta yang tidak lolos test agar lebih "legowo" menerima hasil test yang sudah sesuai prose­ dural seleksi nasional ini, apalagi untuk peserta K2 yang tidak lo­ los seleksi, akan diikutkan dalam perekrutan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (P3K) yang diatur dalam UU nomor 5 tahun 2014 atau UU Aparatur Sipil Negara(ASN) untuk itu sambil menunggu proses aturan perekru­ tan tersebut, bagi tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi, masih dapat bekerja di instansi terkait, sebagai tenaga penunjang ke­ giatan dengan honor sesuai ke­ tentuan di masing masing instasi pungkas Budi tjahyono. (tok/so)

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

KEPALA BKDPP KAB. Madiun Budi Tjahyono

Semarak 6 Windu SMKN 1 Jenangan

SEKRETARIS DINAS Pendidikan didampingi Drs. Nurdianto, M.Pd tabuh goong pembukaan HUT SMKN 1 Jenangan. PONOROGO, Media Aspirasi – SMKN 1 Jenan­ gan punya gawe besar. SMK Negeri yang dipimpin Drs. Nurdianto, M.Pd ini menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 atau enam windu seko­ lahnya yang berlangsung dua minggu, Rabu hingga Jum’at (12-21/2) mendatang. Terdapat berbagai lomba yang menguji kemampuan keahlian siswa. Goong HUT 6 Windu SMKN 1 Ponorogo ditabuh Kamis (13/2) lalu. Usai opening ceremony yang di­ lakukan kepala sekolah dilanjutkan event PKBN, bela negara, SAR dan PBB serta outbond di Saradan. Se­ belumnya, Rabu (12/2) digelar game : ticket to ride. Selain itu, dalam rangkaian HUT 6 windu ini, SMKN 1 Jenangan juga menggelar seminar ‘e-commerce atau kewirausahaan, Sabtu (15/2). Tak tanggungtanggung, untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa, sekolah menghadirkan perwakilan Direktur PSMK Kementerian Pendidikan Nasional dan Mr. Erno expert dari negeri Belanda. Acara ini bisa dii­ kuti oleh siswa-siswi SMK se kabupaten Ponorogo. Tidak hanya di bidang akademik, SMKN 1 Jenan­ gan juga menggelar berbagai lomba non akademik untuk siswa-siswi setingkat SLTP. Mulai dari lomba fotografi, Speech Contest, Dai-Dai’at, Cerdas Cermat dan Kaligrafi. Tak kalah menariknya, SMKN 1 Jenangan juga bakal menggelar kompetisi bertajug Design System Ponorogo Station. Dalam lomba ini siswa disuruh membuat desain sebuah sistem stasiun kereta api yang mampu memperlancar transportasi antara Ja­ karta-Ponorogo yang bisa ditempuh hanya 2,5 jam. “Ini sebenarnya sudah menjadi permintaan Mr. Erno expert dari Netherland beberapa bulan yang lalu dan baru akan kami realisasikan bersamaan ulang tahun sekolah,” terang Drs. Nurdianto, M.Pd kepala SMKN 1 Jenangan. “Ini juga sebagai wujud uapay merubah mindset orang Ponorogo, sesuatu yang dianggap tidak mungkin itu malah bisa dilakukan,” tegasnya.

Disamping itu, kata Nur, sapaan akrabnya, siswa SMKN 1 Jenangan diuji kemampuannya dalam lom­ ba mendesain sebuah kampus di luar negeri. Siswa wajib mendesain sebuah kampus yang green, clean & halthy. Desain terbaik bakal diajukan dan dikirim ke EPUC in HO (Ghana). “Anak-anak kami dinilai Mr. Erno punya kemampuan untuk mendesainnya. Makanya kami memfasilitasi dengan lomba ini. Hasil yang terbaik akan diajukan ke Ghana bersaing den­ gan siswa dari berbagai negara lainnya,” sebutnya. Disamping itu, guru SMKN 1 Jenangan pun me­ warnai rangkaian HUT sekolah dengan menggelar pengembangan kurikulum berbasis project, (16/2). Acara yang digelar di Sarangan ini, guru diwajibkan membuat RPP berbasis project. Bagi keluarga besar SMKN 1 Jenangan digelar pula lomba lari dilanjut­ kan fun gathering. Dimana di dalamnya terdapat pa­ meran karya project, lomba dan panggung hiburan. Juga dihelat pameran atau paper apresiasi 6 windu SMKN 1 Jenangan. Berupa pameran fotografi, site plan kampus EPUC, granulator dan produk SMK lainnya. (adv/ar)

SEMINAR entrepreneurship yang disampaikan oleh Mr Erno dari Netherland.


NGAWI

5

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

KRIMINAL Diduga Kuat Pembuang Bayi Masih Siswi SMP Sementara itu, tidak kurang dari 24 jam, Satuan Reskrim Polres Ngawi akhirnya berhasil mengamankan pelajar kelas 7 salah satu SMP di wilayah Kabupaten Ngawi, yang diduga sebagai pelaku pembuang bayi tersebut dan masih dirawat di RSUD dr Soeroto karena masih mengalami pendarahan serius. “Kami amankan NV (15) warga Dusun Pucanganom, Desa Kendal,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Budi Santoso, Sabtu (15/02). Lebih jauh, Kasatreskrim mengungkapkan sebelumnya wanita tersebut merupakan saksi yang kali pertama menemukan bayi yang dibuang di salah satu kebun milik warga setempat. Siswi kelas 7 SMP ini diamankan petugas lantaran saat dimintai keterangan terkait penemuan bayi selalu berbelit-belit. “Selain itu petugas juga mencurigai terdapat bercak darah yang masih menempel di celana yang masih dipakai wanita itu, saat didesak, akhirnya gadis berumur 15 tahun ini mengakui bayi tersebut adalah darah dagingnya yang baru dilahirkan sendiri di rumahnya,” imbuhnya. Berdasarkan keteranganganya saat diinterogasi petugas, sebelum dibuang pelaku mengaku melahirkan bayi tersebut didalam rumahnya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya ataupun pertolongan pihak lain. Hal ini disebabkan karena pelaku takut diketahui orang tuanya jika dirinya hamil apalagi masih berstatus pelajar. “Usai melahirkan pelaku langsung nekat membuang bayi tersebut ke sebuah kebun yang berjarak 200 meter dari rumah pelaku,” papar AKP Budi Santoso. Sementara berdasarkan pengakuan pelaku, setelah bayinya dibuang ada warga yang merasa iba dan mengambil anaknya agar diserahkan warga ke Bidan Desa. Namun karena ulahnya itu, justru membuat anak pelaku meninggal usai mendapatkan perawatan selama hampir 4 jam. Kini, pelaku pembuang bayi yang merupakan darah dagingnya itu masih berada di ruang penindakan kandungan RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi. Tindakan perawatan terhadap pelaku sendiri karena kondisinya masih lemah terlebih mengalami pendarahan. Selain itu pelaku harus menjalani perawatan untuk proses pembersihan sisa plasma dan masa pemulihan pasca nifas seusai melahirkan. “Kasus pembuangan bayi ini akan ditangani unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi, selain menyelidiki motif pembuangan bayi, pemeriksaan akan mengarah ke pria yang diduga menghamili pelaku hingga hamil dan membuang bayi hasil hubungan gelapnya itu,” pungkasnya. Bayi Tak Berdosa Dibuang Akhirnya Meninggal.(pr/so)

DEWAN, PERLU REVISI PERDA MINIMARKET MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

SITUASI hearing Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi NGAWI, Media Aspirasi Akibat pengaduan sekelompok warga kepada Komisi I DPRD Ka­ bupaten Ngawi mengenai mini­ market pekan lalu berbuntut panjang. Tidak mau dikatakan dlewer, dewan pun langsung

memanggil Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Ngawi untuk di hearing diruang Badan Musyawarah (Banmus) pada pekan ini. Seluruh ang­ gota Komisi I mencecar per­

tanyaan seputar diobralnya izin mendirikan minimarket kepada Yusuf Rosyadi kepala BPMPPT Kabupaten Ngawi. Dari awal situasi dalam hearing terse­ but lumayan memanas dimana Yusuf dimintai keteranganya mengenai penjabaran pasar ‘krempyeng’ yang identik den­ gan pasar tradisional. Persoalan itu muncul lantaran kasus yang dibawa warga dari Dusun Ke­ dungrejo, Desa Guyung, Keca­ matan Gerih, yang lebih mem­ pertahankan pasar krempyeng atau pasar tradisional daripada minimarket diwilayahnya yang berjarak 300 meter. Sementara Maryoto ketua Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi terangnya bahwa perda tersebut memang ada celah yang cukup luas untuk berdirinya minimar­ ket tanpa mengindahkan pasar tradisional meskipun baru stan­ dar pasar krempyeng. Disebut­ kan, tidak ada satupun pasal dalam perda dimaksud yang

memuat pasar krempyeng atau pasar lingkungan masuk ke dalam pasar tradisional. “Dengan alasan tersebut kita akan lakukan koor­ dinasi dengan pimpinan DPRD dan Badan Legislasi (Banleg) un­ tuk melakukan revisi perda itu,” ungkap Maryoto, Rabu (12/02). Sebagaimana dalam Perda No 35 Tahun 2011 salah satu pasalnya menyebutkan lokasi minimarket harus berjarak minimalnya 1 kilo­ meter dari pasar tradisional. Kon­ tan saja membuat dewan geram dengan menginginkan untuk segera membatalkan perizinan minimarket tersebut yang dikelu­ arkan BPMPPT setempat. Rupanya, Yusuf Rosyadi ti­ dak mau kalah dengan ampingamping perda itu sendiri untuk meloloskan perizinan yang sudah terlanjur dikeluarkanya. Dengan membantah sesuai asumsinya bahwa pasar krempyeng tidak masuk didalam spesifikasi pasar tradisional. Yusuf menyebutkan yang dimaksud pasar tradisional

setidaknya harus mempunyai be­ berapa syarat seperti mempunyai fasilitas toilet, luasan kios dan fasili­ tas bongkar muat. Dari pantauan diruang hearing sendiri alasan kepala BPMPPT ini membuat de­ wan kelimpungan alias keok yang dibuktikan dengan pengakuan bahwa perda tersebut memang perlu direvisi kedepanya. Meski demikian Yusuf Rosyadi tidak mau terang-terangan menyebut­ kan pasar krempyeng tidak ma­ suk dalam pasar tradisional yang jelas mempunyai nilai histori. “Kalau dalam Perda No 35 Ta­ hun 2011 yang diatur cuma pasar desa, pasar lingkungan dan pasar khusus,” terangnya. Jelasnya, dengan mendasar hal tersebut maka minimarket yang ada di Desa Guyung sudah diterbit­ kan perizinanya sesuai reko­ mendasi desa dan kecamatan yang disebutkan kalau diseki­ tar minimarket dengan radius 1 kilometer tidak ada pasar tradisional. (pr/so)

Bayi Tak Berdosa Dibuang Akhirnya Meninggal MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

POLITIK PEMERITAHAN MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

KANANG, tanpa rasa canggung ikut turun tangan membersihkan abu vulkanik.

Bupati Ngawi Turun Lapangan Bersihkan Abu Gunung Kelud NGAWI, Media Aspirasi - Setidaknya satu unit armada PMK serta satu truk tangki air milik BPBD Kba. Ngawi menyisir sisa-sisa debu vulkanik Gunung Kelud yang meletus beberapa hari yang lalu. Pembersihan dilakukan mulai dari ujung alun-alun sebelah selatan hingga sekitaran halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, (17/02). Pada kesempatan yang sama, Kanang Sapaan akrab Bupati Ngawi beserta wakilnya, Ony Anwar meski tetap berseragam KORPRI, tanpa canggung menggerakkan dan mengarahkan nozzle penyemprot air, sambil sesekali turut membersihk dengan sapu lidi. Kondisi ini tentu saja cukup mengundang perhatian masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang kebetulan melintasi jalur tersebut. Mereka mungkin tidak menyangka bahwa diantara para pekerja bakti tersebut ada para pejabat penting daerah yang sedang beraktivitas di tempat tersebut. Sementaa beberapa tokoh masyarakat yang kebetulan melintas, menyempatkan diri untuk sekedar turut terlibat dalam kegiatan tersebut, beberapa dari mereka bahkan turut bersama Bupati Ngawi memegang nozzle selang penyemprot air. Dapat diberitakan pada hari Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 23.00 Gunung Kelud meletus dan mengeluarkan ratusan ribu kubik material vulkanis. Suara ledakannya sangat dahsyat, terdengar hingga di Kota Kediri yang berjarak 45 km dari kubah lava, (SN/pr/so)

Dua Kali Ketiban PAW, Yuniarsih Kembali Duduki Kursi Dewan NGAWI, Media Aspirasi - Yuniarsih Utari caleg Partai Demokrat dari Dapil V dengan nomor urut 3 pada Pemilu 2009 lalu, kini menduduki kursi legislator kembali di DPRD Kabupaten Ngawi, Selasa (18/02). Yuniarsih dilantik hasil dari Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan Sarwoko yang meninggal pada 24 Desember tahun lalu. Pelantikan dewan baru kali ini cukup menjadi sorotan berbagai pihak karena Yuniarsih sebelumnya pernah menduduki kursi serupa hasil PAW pada periode 2004-2009. Saat itu dirinya duduk sebagai anggota dewan selama 2,5 tahun setelah menggantikan Patah yang kesandung kasus. Dengan nasib yang boleh dibilang selalu untung ini membuat Yuniarsih bisa dikatakan spesialis PAW meski saat ini nuansanya berbeda dari sebelumnya. Sementara dalam sambutanya Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi serta penghargaan atas dedikasi kepada almarhum Sarwoko. "Kita sangat berterima kasih atas pengabdian terhadap beliau yang selama ini telah melaksanakan tugas terhadap konstituen sampai beliau meninggal dunia demikian juga terhadap lembaga DPRD Kabupaten Ngawi," terang Dwi Rianto Jatmiko. Paparnya lagi, untuk saat ini ada beberapa agenda penting menyangkut masa sidang DPRD Kabupaten Ngawi sehingga terhadap anggota yang baru tersebut secepatnya untuk menyesuaikan program kerja yang sudah berjalan.(pr)

BAYI saat dirawat di ruang perinatologi RSUD dr Soeroto Ngawi. NGAWI, Media Aspirasi – Warga Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan bayi yang masih merah dikebun milik warga, Jumat (14/02) malam. Warga ber­ sama perangkat desa setempat langsung membawanya ke bidan desa, Nurhayati. Karena kondisi kesehatan terus menurun dan dengan komdisi Berat Badan Lahir Ringan (BBLR) langsung dirujuk ke ruang perinatologi RSUD dr Soeroto Ngawi. Namun, setelah mendapatkan perawatan beberapa waktu bayi tersebut akhirnya

meninggal. “Kira-kira habis magriblah bayi itu ditemukan warga sini tapi siapa per­ tama kali yang menemukan saya sendiri tidak tahu,” kata Wiyono salah satu warga setempat. Nurhayati Bidan Desa Kendal men­ gatakan sejak ditemukan bayi itu oleh warga kondisinya sudah memprihatinkan, dan kami sendiri sudah berupaya maksi­ mal untuk menyelamatkan nyawa bayi itu,” terangnya. Ditambahkanya, saat ditemu­ kan berat badan bayi itu sendiri hanya 1,8 kilogram dengan panjang 38 centimeter.

Saat ditemukan oleh warga hanya di­ bungkus tas plastik, jarik (sewek) serta dibalut lagi dengan jaket warna hitam. Ke­ mungkinan bayi ini dibuang oleh orang tu­ anya sekitar dua jam lebih dari waktu dite­ mukan. “Bayinya saat ditemukan sudah dalam kondisi kedinginan banget, makan­ ya langsung kami beri tindakan pembersi­ han agar tidak mengalami hipotermia dan sampai sejauh ini belum diketahui siapa pembuang bayi tersebut,” terangnya lagi. Kupas Nurhayati, sebelum bayi din­ yatakan meninggal pihak rumah sakit

sudah melakukan berbagai upaya medis seperti bantuan oksigen yang dimasuk­ kan dalam inkubator agar mendapat suhu hangat yang diharapkan bayi. Kini kasus pembuangan bayi ini sudah ditan­ gani tim penyidik Polsek Kendal beker­ jasama Satreskrim Polres Ngawi guna mengungkap siapa pelaku pembuang bayi itu sendiri. “Kita sudah lakukan lidik ke lokasi mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa terungkap siapa pelaku pem­ buang bayi itu,” tegas AKP Tarmidi Ka­ polsek Kendal. (pr/so)

Nasib Petani Cabei di Cuaca Ekstrim

Hindari Rontok, Petani Cabei Panen Dini MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

Cuaca ekstrim dikawasan Ngawi selatan lagi-lagi membuat petani cabei kian resah. Seperti yang dialami dua petani cabei asal Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe terpaksa harus panen lebih awal meskipun beresiko harga anjlok.

CATATAN DIDIK PURWANTO, NGAWI Suratno (42) dan Arjo Suwito (45) dua warga setempat yang sudah berta­ hun-tahun sebagai petani cabei men­ gatakan untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar lagi keduanya lebih memilih melakukan panen sebelum waktunya. “Gimana lagi kalau dibiarkan sesuai masa panen bisa-bisa malah rugi besar coba lihat sendiri buah cabeinya udah pada membusuk, terpaksa dipanen lebih awal meskipun harganya lumayan melorot,” terang Suratno, Kamis (13/02). Jelasnya, tanaman cabei seluas 1,5 hektar miliknya kini tengah diserang penyakit thirps atau daun keriting se­ menjak usia tanam 40 hari. Ironisnya, seminggu kemudian penyakit lainya ikut nimbrung meludeskan tanaman cabei miliknya berupa jamur yang membikin pembusukan pada buah cabei. “Perki­ raanya penyakit tersebut menyerang

PETANI cabei asal Ngawi lebih memilih panen dini akibat serangan penyakit. lantaran curah hujan dalam dua minggu terakhir terlalu tinggi, sehingga adanya kelembapan langsung timbul berbagai penyakit itu,” urainya lagi. Sementara Arjo Suwito sendiri untuk mengantisipasi anca­ man penyakit sejak dini sudah dilakukan penyemprotan berbagai macam insekti­ sida namun hasinya tetap nihil.

Dampak datangnya penyakit ini be­ bernya, telah mengalami kerugian seki­ tar 20 persen kilogramnya. Dimana ca­ bei jenis TW yang biasa dihargai Rp 19 ribu perkilogramnya kini hanya tembus Rp 15 ribu perkiogramnya. Untuk ca­ bei jenis keriting yang sebelumnya bisa menembus Rp 30 ribu karena dipanen

awal hanya dihargai Rp 25 ribu. Total­ nya, karena penyakit kian mengganas sejauh ini mengalami penurunan hasil panen dari 3 ton per musim namun kini cuma berkisar 2,3 ton per hektarnya. Sedangkan Marsudi Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ngawi saat dikonfirmasi menyebut­ kan faktor cuaca bisa saja menimbul­ kan berbagai penyakit penyerta pada tanaan cabei. Terangnya, yang biasa sering terjadi pada musim sekarang ini adalah jenis penyakit busuk daun dan buah atau phytophthora spp. Ge­ jala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya, kemudian menyerang seluruh batang. Batang tanaman cabai juga dapat dis­ erang oleh penyakit ini, ditandai den­ gan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan, kemudian meluas ke arah sumbu panjang, dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena mem­ busuk. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik, yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm, mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan, dan disemprot fungisida seperti San­ dovan MZ, Kocide atau Polyram secara berselang-seling. “Diharapkan bagi petani untuk berhati-hati menggunakan fungi­ sida maupun pestisida yang pas sesuai ukuranya untuk menanggulangi penyakit tersebut,” pungkasnya. (pr/so)


6

POLITIK

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

YUSUF: CALEG BARU, ‘ATM BERJALAN’ MEDIA ASPIRASI/ARI

PEMASANGAN alat peraga kampanye di Ponorogo didominasi oleg caleg anyar.

JELANG PILEG 2014 Kotak Suara Bekas, Disiapkan untuk Pileg MADIUN, Media Aspirasi – Jelang pemilu legislatif 9 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Madiun membongkar dan menata kembali ribuan kotak suara yang telah dipakai dalam pemilihan Gubernur Jatim lalu. Setelah dibongkar, isi kotak suara tersebut sebanyak 27 jenis logistik bekas. Seluruhnya ditata kembali untuk disimpan di gudang lama KPUD Kabupaten Madiun. Sementara itu, kotak suara diperiksa dengan teliti tingkat kerusakannya. Untuk kotak suara yang rusak parah akan segera diperbaiki supaya siap dipakai dalam pemilu 2014. Sedangkan kotak suara yang masih layak, akan disimpan di kantor KPUD Kabupaten Madiun di desa Gunung Sari, Kecamatan Madiun. ‘’Dalam pemilu legislatif mendatang, KPUD Kabupaten Madiun membutuhkan 6745 kotak suara untuk seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Untuk itu, kami mengadakan perbaikan kotak suara ini,’’ terang Anggota KPUD Kabupaten Madiun Suharjono. Dijelaskannya, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya kotak suara seperti di daerah lainnya. Apalagi, lanjut dia, jumlah warga Kabupaten Madiun yang sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 547.341 pemilih. ‘’Sehingga jumlah kotak suara yang diperlukan harus mencukupi,’’ pungkas Suharjono. (tok/dik)

PONOROGO, Media Aspirasi – Fenomena politik yang menarik jelang pemilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang, salah satunya adalah para caleg incumbent yang nyaris tidak memasang alat peraga kampanye (APK). Seperti para ca­ leg incumbent di daerah pemilihan (dapil) 6 Ponorogo (Kauman, Sukore­ jo dan Sampung). Dari empat incum­ bent, hanya Thoriq Hardono yang memasang APK. Itu pun jumlahnya tidak banyak. Sedangkan incumbent lainnya seperti Sunarto dan Mashu­ di, sama sekali tidak memasangnya. Sebaliknya, para caleg baru seakan

ara di sejumlah kabupaten/ kota karena posisi saksi yang lemah terulang kembali. Tidak itu saja, lanjut dia, persaingan antarcaleg yang sangat ketat diperlukan ad­ anya penguatan pada saksi di semua TPS. ‘’Kami tak ingin pengalaman pahit saat Pileg 2009 terjadi kembali di Pileg 2014. Karena itu perlu ada penguatan saksi di setiap TPS. Termasuk pemberian TOT ini semata-mata untuk memberi bekal kepada para saksi seb­ agai ujung tombak pengawa­ lan suara,’’ kata dia. Ditambahkannya, peserta yang ikut TOT saat ini menca­ pai 300 orang. Mereka yang ikut dalam pelatihan ini benarbenar sudah terseleksi. Selan­ jutnya mereka berkewajiban

sional dan efisien dalam menggu­ nakan dana. Keempat, mereka lebih berpengalaman dalam membaca perilaku politik masyarakat. ‘’Empat faktor inilah, kemungkinan caleg in­ cumbent tak pasang APK,’’ sebutnya. Hal ini, kata Yusuf sangat berbeda dengan cara caleg baru. Mereka ha­ rus mempunyai amunisi lebih besar daripada caleg incumbent. ‘’Mereka harus siap menjadi ATM berjalan. Caleg baru tampaknya harus siap dengan TS atau kader ‘abu-abu’,’’ terangnya. Apalagi, lanjut dia, bagi mereka yang belum begitu dikenal di ma­

Atika Pelopori Bersih-bersih Abu MEDIA ASPIRASI/ARI

ATIKA Banowati bersama pengurus Ormas DPC MKGR Ponoro­ go, saat melakukan aksi bersih-bersih abu Kelud di Bundaran Pabrik Es, Ponorogo, Selasa (18/2). PONOROGO, Media Aspirasi – Wakil Ketua DPRD Ponorogo Hj Atika Banowati merasa terpanggil melihat kondisi jalan yang penuh dengan abu vulkanik pasca letu­ san Gunung Kelud. Atika, sapaan akrabnya berusaha membantu

PAN Jatim Bekali 300 Saksi Hadapi Pemilu SURABAYA, Media Aspirasi – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Jawa Timur mengge­ lar pelatihan atau ‘Training of Trainer’ (TOT) kepada 300 sak­ si, mengantisipasi potensi hi­ langnya suara pada Pemilihan Umum Legislatif 2014. ‘’PAN memberikan pembekalan kepada sejumlah saksi yang akan ditempatkan di sejumlah tempat pemungutan suara seJatim. Mengingat pengalaman Pemilu 2009, banyak suara yang hilang,’’ ujar Sektretaris DPW PAN Jatim Kuswiyanto di Surabaya, Minggu (16/2). Berdasarkan pengalaman tersebut, pihaknya mem­ perkuat sejumlah saksi dengan pembekalan dan pelatihan. PAN tidak ingin hilangnya su­

perang spanduk yang meramaikan jalanan di tiga kecamatan ini. Hal ini pun juga terjadi di dapil lainnya di Ponorogo. Fenomena ini pun dibaca penga­ mat politik Ponorogo Yusuf Harsono. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muham­ madiyah Ponorogo ini menduga bahwa caleg incumbent sudah per­ caya diri. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran berbagai sebab. Pertama, mereka merasa sudah lebih dike­ nal oleh masyarakat daripada yang baru. Kedua, karena sudah bergerak lebih dulu. Ketiga, mereka lebih ra­

mentraining saksi-saksi yang ada di kabupaten/kota untuk ditempatkan disejumlah TPS se-Jatim. Sementara itu, dising­ gung soal masih adanya ke­ curangan terhadap perhitun­ gan surat suara, Kuswiyanto menjamin untuk Pileg 2014 sangat sulit. Ini karena KPU sudah mengantisipasi perhi­ tungan suara hingga tingkat PPS tidak hanya menggunak­ an berita acara saja tapi juga plano. ‘’Yang jelas, jika tetap terjadi kecurangan maka PAN akan melayangkan protes bahkan gugatan. Di antaran­ ya minta pihak PPS bersama KPU menghitung ulang surat suara,’’ ucap mantan kepala sekolah tersebut. (antarajatim.com/dik)

sesama dengan melakukan aksi menyingkirkan dan membersi­ hkan abu vulkanik. Itu dilakukan di perempatan Pabrik Es, Selasa (18/2) sore kemarin. Aksi sosial Atika Banowati ini dilakukan bersama pengurus

syarakat, harus bekerja ekstra keras. Separo dananya harus dibelan­ jakan untuk sekadar bisa dikenal masyarakat. Tentu ini belum bisa mengikat calon pemilih terutama pemilih dari daerah kota. Pemilih wilayah perkotaan perlu pemaha­ man khusus. Karena karakteris­ tik masyarakatnya beda dengan masyarakat pedesaan. ‘’Persoalan yang dihadapi caleg baru bukan hanya berhadapan dengan incum­ bent. Tetapi lebih dari itu adalah caleg dari satu partai yang samasama menggunakan jurus ‘dewa mabuk’,’’ pungkasnya. (ari/dik)

TPS Teracam Tak Ada Pengamanan

Ormas DPC Musyawarah Keke­ luargaan Gotong Royong (MKGR) Ponorogo. Sekitar 15 pengurus bahu-membahu membersihkan abu yang menyebar di perempa­ tan. Tak canggung, Atika meng­ umpulkan debu dengan cangkul dan memasukkannya ke dalam karung. ‘’Abu vulkanik tidak bisa hanya sekadar disemprot. Itu tidak menyelesaikan masalah. Abu itu harus dibersihkan, dikumpulkan, dan dimasukkan karung. Kalau cuma disemprot, nanti bisa masuk selokan. Kalau cuma disingkirkan, nanti bisa tertiup angin,’’ beber­ nya. Aksi ini, menurut putri Ah­ mad Tobroni Turedjo itu dilaku­ kannya lantaran melihat kondisi perempatan pabrik es yang penuh abu. Selain mengganggu kesehatan, juga membahayakan pengendara jalan. ‘’Di Bunda­ ran Pabrik Es ini, selain bahaya bagi kesehatan, juga rawan ke­ celakaan karena tikungannya dipenuhi abu,’’ sebutnya. Pihaknya berharap, aksi ini bisa diikuti elemen masyarakat lainnya di Ponorogo. Pemerin­ tah daerah pun diharapkan bisa cepat tanggap mengatasi per­ soalan publik ini. ‘’Kami men­ gajak organisasi apapun yang punya kepedulian. Demikian pula Pemkab Ponorogo, saya harap bisa lebih maksimal penanganannya,’’ pungkasnya. (ari/dik)

PONOROGO, Media Aspirasi – Ketua Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo Anang Kurniawan, resah dengan ‘pengamanan TPS’. Pasalnya, alokasi dana Linmas sebagai ujung tombak pengamanan di tiap TPS, hingga saat ini belum ada. Daerah yang bertanggung jawab atas penyediaan dana ini hingga saat ini pun belum siap. ‘’Kalau dulu dianggar di KPUD, namun sekarang diserahkan di daerah dan sampai sekarang belum jelas,’’ kata Anang Kurniawan. Anang menjelaskan, bila tidak dianggarkan, maka akan berdampak pada keamanan logistik menjelang pencoblosan. Dan jika diserahkan kepada pihak kepolisian, hal itu tidak memungkinkkan. Karena polisi punya tugas tersendiri. ‘’Biasanya mereka melakukan pengamanan dengan berkeliling. Ada 2064 TPS lebih, jadi kan tidak mungkin dilakukan pihak kepolisian,’’ jelas Anang Kurniawan. Pernyataan tersebut dipertegas dengan keterangan Ketua KPUD Ponorogo Fatchul Azis, yang sudah mengirimkan surat kepada Bupati Ponorogo, pekan lalu terkait anggaran Linmas tersebut. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan Bakesbang dan sekarang sudah di Jakarta. Rakor dengan KPU Pusat. Saya sudah minta untuk di fixed-kan permasalah tersebut,’’ jelas Fatchul Azis. Diketahui, untuk jumlah TPS ada sekitar 2064 di Ponorogo, dan tiap TPS membutuhkan 2 orang Linmas, PPS membutuhkan 20 Linmas dan PPK membutuhkan 20 Linmas. Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Kepala Kesbanglinmas Ponorogo Yusuf Pribadi, juga mengiyakan bahwa di kantornya belum ada penganggaran untuk Linmas. Ada surat dari Mendagri terkait hal itu yang dikirim ke gubernur. Namun, dari gubernur belum sampai ke daerah. Diakui Yusuf Pribadi, sebelumnya sudah mengajukan permintaan dana cukup besar namun ditolak. ‘’Jadi sekarang menunggu gubernur dulu. Karena sampai sekarang belum ada satu kejelasan,’’ terang Yusuf Pribadi. (wid/dik)

Dana Saksi Hampir Pasti Batal JAKARTA, Media Aspirasi – Pemerintah menyatakan bahwa dana saksi partai poli­ tik hampir dipastikan batal. Pemerintah tidak mau men­ gambil risiko sebab dana saksi parpol tidak memiliki landasan hukum. Hal ini dikatakan Ket­ ua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad kepada wartawan seusai diskusi di Media Center Komisi Pemili­ han Umum (KPU) Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (17/2). ‘’Kalau dana saksi par­ pol, sepertinya hampir pasti batal,’’ ujar Muhammad. Berdasarkan informasi dari Kementerian Dalam Negeri, kata dia, ada dua alasan men­ gapa dana saksi parpol akan dibatalkan. Alasan pertama karena ketidakjelasan sikap partai politik terhadap dana saksi parpol. Selain itu, tidak ada regulasi yang bisa mema­ yungi dana saksi parpol.

Muhammad sebenarnya mendorong adanya dana saksi parpol karena Bawaslu ingin memastikan saksi dari se­ tiap parpol di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Ke­ hadiran saksi parpol ini pent­ ing untuk memastikan agar kejadian di Pemilu 2009 tidak terulang lagi. Dia mengatakan, saat itu jumlah saksi parpol kurang dan hal itu dimanfaat­ kan oleh partai-partai besar untuk menggalang suara. ‘’Se­ makin banyak yang menga­ wasi semakin positif. Berarti potensi pelanggaran bisa di­ tekan,’’ kata Muhammad. Muhammad mengatakan, bukan tidak mungkin akan dicarikan payung hukum den­ gan mencari pasal-pasal yang bisa menjembatani regulasi dengan kondisi riil penghi­ tungan suara. ‘’Jika benar dibatalkan, kami tetap siap melakukan pengawasan se­

cara optimal. Kami akan men­ gawasi terutama rekapitulasi suara di desa-desa, kelurahan, dan kecamatan yang paling rawan,’’ tegasnya. Dia mengatakan, seandain­ ya pemerintah memastikan pembatalan rencana alokasi anggaran sejak awal, pihaknya masih dapat memikirkan solu­ si untuk keberadaan saksi dari perwakilan parpol tersebut. ‘’Kami sangat kecewa dengan perhatian pemerintah sep­ erti ini. Ini persoalan penting,’’ tambahnya. Dengan pembatalan usu­ lan dana saksi parpol, kata dia, maka keberadaan Mitra PPL juga terancam tidak di­ setujui pendanaannya oleh pemerintah. ‘’Ada indikasi, karena Bawaslu tidak mau mengelola saksi parpol, ke­ mudian Mitra (PPL) diham­ bat-hambat. Ini dugaan saya, semoga tidak demikian,’’ ka­

tanya. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari lembaga peny­ elenggaraan pemilu. ‘’Saya menunggu surat resmi, kan harus ada. Kalau (Bawaslu) menolak, ya (harus disam­ paikan) secara tertulis,’’ kata Mendagri. Mendagri juga memin­ ta Bawaslu untuk segera menanggapi mengenai per­ tanggungjawaban lembaga penyelenggara pemilu yang akan mendistribusikan uang negara sebesar Rp 700 miliar tersebut. ‘’Makanya saya se­ rahkan saja ke lembaga peny­ elenggara pemilu. Kalau tidak disampaikan ke kami dan tidak ada yang mau bertanggung jawab, ya tidak akan kami beri­ kan,’’ kata Gamawan. (kompas.com/dik)

Siti Noor Aini, Caleg PDI Perjuangan Dapil 1 Ponorogo, Nomor Urut 7

Bu RT yang Bertekad Jadi Pejuang Perempuan

NOORA saat bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

BOLEH dikata, wanita satu ini benar-benar nekat ketika maju se­ bagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 9 April mendatang. Dia adalah Siti Noor Aini, caleg PDI Perjuangan nomor urut 7, Dapil Kota Ponorogo. Betapa tidak. Se­ jak awal, wanita yang akrab disapa Noora ini mengaku memang nekat. Tanpa bondo dunyo, namun hanya berbekal bondo ilmu. Memang, meski nekat tanpa modal, Noora bukanlah orang baru di dunia politik. Apalagi, karirnya ditempuh cukup lama sebagai re­ porter radio dan media cetak. ‘’Jadi, masuk politik itu bukan dunia aneh atau tabu bagi saya,’’ terang Noora.

Perempuan kelahiran Ponorogo pada 17 September 1962 ini me­ mang dicalonkan PDI Perjuangan, dan bukan tanpa alasan. Sebab, kuota perempuan harus dipenuhi dan PDI Perjuangan memerlukan figur perempuan tangguh seperti sosoknya ini. Sehingga, Noora ter­ pilih dari sekian banyak kader PDI Perjuangan yang lainnya. Di lingkungan rumahnya di Jalan Urip Sumoharjo, sosok Noora akr­ ab dengan sebutan ‘Bu RT Noora’. Sebutan ini tentu sangat familiar. Sebab, suaminya merupakan ketua RT dan Noora juga familiar karena ketika menjadi penyiar radio Duta Nusantara selama 14 tahun, Noora

adalah panggilannya di udara. Tidak mau dianggap ‘jogo im­ buh ataupun pecundang’ dalam perpolitikan Ponorogo, Noora berjuang keras memperkenalkan dirinya di masyarakat. Serta men­ gampanyekan visi misinya untuk

perjuangkan ‘kaum perempuan’, terutama hak perempuan dalam politik. ‘’Prinsip saya sebagai ca­ leg perempuan hanya satu: mau jadi pejuang atau pencundang. Jadi meski ada yang menyepele­ kan, bagi saya itu cambuk untuk berjuang lebih keras. Masalah jadi atau tidak, itu Tuhan yang menen­ tukan,’’ tegas ibu dua anak ini. Dukungan dari keluarga dan te­ man sejawat membuat wartawan senior ini merasa ada tambahan ok­ sigen. Sehingga lebih kuat berjuang menghadapi pesaing-pesaingnya di dunia politik setempat. Utaman­ ya yang banyak harta dan sudah punya kekuasaan terlebih dahulu.

Kendati belum pernah terjun langsung di dunia politik, namun perempuan yang juga aktif di Per­ himpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Cabang Ponorogo sebagai pengurus untuk dua kali periode ini, juga punya seabreg prestasi kerja. Di antaranya sebagai re­ porter radio di Radio Duta Nusan­ tara selama 14 tahun sejak tahun 1992 hingga 2004. Juga di media cetak sejak 2003 sampai sekarang. Termasuk, Ketua Balai Wartawan Ponorogo selama dua periode se­ jak 2003 hingga 2009 dan Sekre­ taris Muslimat Ranting Banyudono selama dua periode hingga saat ini. (wid/dik)


MAGETAN PEMERINTAHAN PLT Sekda Mangkir Dari Pemeriksaan Kejari MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

Kejari Magetan Bidik Kasus KUPS MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

IWAN WINARSO, Kasi Pidsus Kejari Magetan.

Magetan, Media Aspirasi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, batal periksa Plt Sekda Magetan Mei Sugihartini. Pemeriksaan yang dijadwalkan Selasa (18/2) ini batal tanpa alasan yang jelas. Kejari Magetan hanya berdalih, PNS nomor satu di Pemkab Magetan itu masih sibuk dengan kegiatan kepegawaiannya. ‘’Hari ini Saksi masih sibuk. Untuk pemeriksaan masih kami tunda,’’ ujar Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso saat ditemui, Selasa (18/2). Sedianya, Mei diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Kejari berharap, dari inspektur Inspektorat itu pihaknya mampu menemukan bukti baru. ‘’Tunggu saja, kami pastikan pekan ini bisa dijadwalkan pemeriksaan,’’ tegas Iwan. Sementara itu, Mei yang biasanya mudah ditemui diruang kerjanya mendadak tertutup. Pun, saat para wartawan berkunjung ke kantornya di Ispektorat Pemkab Magetan. ‘’Ibu Mei tidak bisa diganggu. Beliau sedang sibuk. Banyak pekerjaan yang harus beliau selesaikan,” ujar assiten kepala Ispektorat Rini Susilowati. Sekadar diketahui, Usai pemeriksaan Sekda non aktif Magetan Abdul Aziz sebagai Ketua Tim Anggaran Eksekutif, Kejari Magetan juga memeriksa Wakil Ketua Anggaran Eksekutif Yetra Raulan. Kini giliran Mei diperiksa Kejari terkait kasus Kunjungan Kerja (Kunker) Dewan senilai Rp 11 Milyar. Dirinya yang menjabat sebagai ke-

KEPALA Cabang Bank Jatim Magetan usai diperiksa oleh KASI PIDSUS Kejari Magetan. Magetan, Media Aspirasi - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ka­ bupaten Magetan terus men­ gungkap kasus korupsi yang terjadi di wilayahnya. Belum selesai kasus Kunjungan Kerja (Kunker) Dewan tahun 2012, kini Kejari tengah mengusut

dana bantuan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) Kabu­ paten Magetan. Kejari men­ gendus adanya penyimpangan dalam penyaluran terkait dana senilai Rp 11 milyar yang ber­ sumber dari APBN tahun 2011 tersebut.

Pasalnya program pemerin­ tah untuk kesejahteraan warga Kabupaten Magetan ini, hanya diberikan kepada enam kelom­ pok peternak sapi. Bahkan, satu diantaranya adalah kelompok tani di wilayah Madiun. Informasi yang dihimpun Koran ini, enam kelompok yang menerima KUPS tersebut yaitu KUPS Kecamatan Sukomoro den­ gan Pembina Samsi (Wabup.red) senilai 1,8 Miliar, KUPS Kecamatan Kartoharjo dengan Pembina Joko Suyono (Ketua DPRD Magetan. red) senilai 1,8 Miliar. Selanjutnya KUPS Kecamatan Takeran den­ gan ketua Marjianto senilai 1,8 miliar, KUPS Kecamatan Sidorejo dengan ketua Haryono senilai 1,2 miliar, KUPS kecamatan Panekan dengan ketua Muryadi senilai 1 Miliar dan KUPS Rapordi Keca­ matan Kartoharjo kota Madiun senilai 3,6 miliar. Total dana yang dikucurkan pemerintah pusat un­ tuk Kabupaten Magetan tersebut

di leading sektori Dinas Perikanan dan Pertenakan era Darwastuti. Dalam masalah ini, Kejari Mag­ etan memeriksa para petinggi Bank Jatim Cabang Magetan se­ cara marathon. Kepala Cabang Bank Jatim Magetan Noer Tjahjo diperiksa Kejari mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Send­ angkan Vinto Dwi Winarto, staf operasional yang bertugas seb­ agai penyalur dana bantuan sapi, diperiksa mulai pukul 10.30 WIB hingga 15.00 WIB pada Rabu (12/2) lalu. ‘’Kami memanggil keduanya dalam kapasitas se­ bagai bank penyalur program. Kami ingin tahu saja bagaimana mekanisme penyaluran dana di program KUPS yang dilaksanakan lewat Bank Jatim itu,’’ ujar Kasi Pid­ sus Kejari Magetan Iwan Winarso, Rabu (12/2). Dalam pelaksanaan program tersebut, lanjut Iwan, Kejari menemukan penyimpangan spek Sapi yang tidak sesuai.

7

Dari jenis sapi yang seharus­ nya sapi perah berjenis Brah­ man Cross (BX), namun diganti dengan sapi Brahman lokal. Tak hanya itu tiap KUPS penerima bantuan tersebut banyak yang menjual sapi mereka. Dari yang seharusnya 100 sapi per tiap kelompok kini tinggal 15 sapi perkelompok. ‘’Selain tidak sesuai jenis sapinya, banyak sapi yang dijual. Maka dari itu kita periksa bank penyalur un­ tuk melihat proses pengajuan dan penyaluran dana program KUPS ini,” lanjut Iwan. Iwan juga mengungkapkan akan memanggil pembina ke­ lompok (Samsi dan Joko suy­ ono.red) dan ketua kelompok KUPS lainya dalam waktu dekat ini. ‘’Kami juga akan periksa masing-masing pembina KUPS. Hal itu untuk mengetahui tu­ poksi mereka dalam program ini. Sesuai dengan aturan apa tidak,” jelas Iwan. (rd)

Baru Empat Bulan, Proyek Arena Bulu Tangkis Ambrol

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

LAKA LANTAS

Terperosok ke Parit, Kenek Truk Tewas Magetan, Media Aspirasi – Sebuah truk tangki bermuatan pupuk cair terguling di selokan sedalam 3 meter di Dukuh Gerowong, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Minggu (16/2) lalu. Akibat kecelakaan naas tersebut, kenek truk tewas dilokasi kejadian. Korban bernama Markoban Rahmat Andrianto, 22, warga Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Magetan. Korban tewas lantaran mengalami lukas parah karena terjepit body tangki. Menurut Suparni, salah seorang saksi mata mengatakan, truk bernopol AE 8360 JB dari arah Magetan hendak menuju kebun tebu di Desa Pragak. Namun, ketika henda berbelok, salah satu ban truk terselip hingga ahirnya tergelincir. Akibatnya, truk berpenumpang tiga orang tersebut terguling ke arah kiri. ‘’Truk terguling, sehingga penumpang (Markoba,red) yang paling kiri tergenjet,’’ ujar Supri kepada Media Aspirasi. Warga berdatangan untuk membantu mengevakuasi korban dengan menggunakan tali yang diikatkan ke truk kemudian dilingkarkan ke pohon. Hal itu guna membebaskan korban yang terjepit. Namun upaya tersebut tidak bisa menyelamatkan nyawa Markoban. Sementara itu, Sudarno, warga Desa Dukuh, Kecamtan Bendo, Magetan sebagai sopir truk dilarikan ke Rumah Sakit Sayidiman Magetan lantaran mengalami patah tulang. Sedangkan Tukimin, 37, warga Desa karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan kenek truk lainnya hanya mengalami luka ringan. Kasatlantas Polres Magetan AKP Mudjito yang datang kelokasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan dalam kecelakaan tunggal tersebut. Pihaknya baru bisa memeriksa Tukimin yang mengalami luak ringan tersebut. ‘’kami baru mencari keterangan dari saksi terkait kronologi kecelakaan itu. Untuk sopir sekarang masih di rawat intensif di RSUD Sayidiman Magetan. Jadi kami masih belum bisa menggali keterangan dari korban,’’ ungkapnya. (rd) MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

SEORANG Warga menyaksikan bangkai truk yang terguling.

PERCAYAKAN PROMOSI USAHA ANDA

Media

ASPIRASI

Telp. (0352) 489219

GAWANG pintu bagian Barat proyek arena bulu tangkis yang ambrol. Magetan, Media Aspirasi – Pem­ bangunan arena bulu tangkis milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Magetan dikelura­ han Mangkujayan, Kecamatan Magetan senilai Rp 783.000.000 ambrol. Bangunan setengah jadi yang baru berumur sekitar tiga bulan tersebut jebol pada bagian ga­ wang pintu bagian Barat. Akibatnya, tem­ bok yang berada diatas gawang pintu itu rontok. Supriyanto, 30, warga setempat men­ gatakan, jebolnya bangunan itu sudah sejak sepekan lebih. Ironisnya, hingga

kini, belum ada petugas dari dinas terkait meninjau proyek yang dikerjakan oleh CV. Selo Tirta tersebut. ‘’Sudah seminggu lebih itu mas. Saya tahu pas cari rum­ put disekitar bangunan itu,’’ ujar Supri, Senin (17/2). Sementara itu, Kepala Dinas Pe­ kerjaan Umum Magetan, Hergunadi mengaku belum ada laporan dari anak buahnya terkait ambrolnya proyek mi­ liknya tersebut. Dirinya malah berdalih, bahwa pihaknya hanya meneruskan proyek dari Kepala DPU terdahulu Bam­

bang Setyawan, yang sekarang menja­ bat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Magetan. ‘’Saya belum dapat laporan dari anak buah saya terkait ambrolnya bangunan itu. Lagian Ini khan proyek sebelum saya, jadi saya tidak tahu prosesnya,’’ Dalih Hergunadi, Senin (16/2). Informasi yang dihimpun Koran Me­ dia Aspirasi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan secara diam - diam telah me­ nyelidiki proyek ini. Bahkan, penyidik telah turun ke lokasi proyek hari selasa

(11/2) lalu. "Kami telah turun ke lokasi proyek dan mengambil sampel gam­ bar," kata sumber di Kejari Magetan yang tidak mau disebutkan namanya. Sekadar diketahu, Pemkab Mag­ etan melalui APBD tahun anggaran 2014 kembali menggelontorkan dana sebesar 1,2 milyar untuk memban­ gaun Gedung Olah Raga (GOR) lagi. Diprediksi,anggaran total proyek GOR yang digunakan untuk arena bulu tang­ kis ini akan menghabiskan dana sebesar 2 Milyar. (rd)

Dua Fraksi Tak Hadiri Rapat Paripurna Magetan, Media Aspirasi – Dalam rapat paripurna yang mengagendakan pandangan umum fraksi, banyak kursi dewan yang melompong. Pasalnya, dua fraksi yakni fraksi Demokrat dan fraksi Gerakan Patriot Kebang­ kitan Nurani (GPKN) tidak hadir dalam rapat tersebut. Hal itu diungkapkan Moch. Shoim, selaku pimpinan sidang paripurna DPRD Magetan Senin (17/2) kemarin. ‘’Karena suatu hal, kedua frakSi tersebut absen. Su­ rat ijin tidak mengikuti paripurna sudah diterima sekwan,’’ Ujarnya kepada para wartawan. Dalam sidang yang memba­ has tentang pelestarian sumber mata air dan penyelenggaraan penanggulangan bencana itu, De­ wan menargetkan untuk segera mengesahakan kedua raperda itu. Pasalnya, dua raperda itu merupak­ an inisiatif dewan yang masih ter­ katung-katung. ‘’Untuk menunjang kesadaran masyarakat dan retribusi daerah, kedua raperda ditergetkan cepat disahkan,’’ tegas Shoim. Menurut Shoim, meski ada dua fraksi yang tidak ikut, itu bu­

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

SUASANA rapat paripurna DPRD magetan. kan suatu pelanggaran dalam sidang. Hal itu mengacu pada ke­

bijakan kedewanan yaitu, fraksi yang tidak menyampaikan pan­

dangan umum dianggap setuju atas pendapat dari bupati. Meski

demikian, pihaknya akan tetap menyampaikan hasil paripurna ke pihak terkait. ‘’Akan kami koor­ dinasikan lagi. Biar kedepannya persoalan seperi ini tidak terulang lagi. Sebab melihat rapat seperti ini sangat penting untuk menun­ taskan raperda kedewanan,’’ tam­ bah Shoim Dalam paripurna yang ber­ langsung singkat itu hanya membacakan empat tanggapan fraksi. Yakni fraksi Golkar, PDI Perjuangan, PAN dan Magetan Bersatu. Tak ada persoalan vital yang disoroti masing-masing fraksi. Mayoritas keempat fraksi menyetujui konsep raperda yang lebih lugas dan tidak ber­ belit-belit. Sementara itu, Wachid me­ nampik bila fraksi GPKN melaku­ kan boikot dalam paripurana ini. Sebab, tanggapan yang sudah dirangkum itu nantinya akan diberikan ke eksekutif dan se­ kwan. ‘’Tidak harus dibacakan dalam paripurna. Hal-hal yang kami soroti tetap akan terako­ modir dalam pembahasan rap­ erda tersebut,’’ jelasnya. (rd)


8

PONOROGO

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

KORBAN KELUD MEDIA ASPIRASI/ARI

SALAH satu korban debu vulkanik yang dirawat di RS Aisiyah Ponorogo.

Debu Vulkanik Makan Korban

Puluhan warga Jatuh dari Atap saat Bersihkan Debu PONOROGO, Media Aspirasi – Debu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud Kediri membawa korban di Ponorogo. Seorang warga terjatuh dari ketinggian empat meter saat membersihkan tumpukan pasir debu di atap rumahnya. Kejadian ini menimpa Sakri Nurcahyono, warga Dukuh Boto, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo. Sakri, sapaan akrabnya, tibatiba jatuh dari atap saat akan berusaha membersihkan debu atap rumahnya Sabtu Sore (16/2) lalu. Kejadian berawal saat suami dari Tari ini berniat membersihkan debu. Lantaran, debu abu vulkanik menumpuk di atap genting rumahnya. Saat sudah di ketinggian empat meter, tangga yang dinaikinya tiba-tiba patah. Seketika tubuhnya langsung terjerembab ke lantai. Akibat kejadian ini kepala, dada dan punggungnya luka-luka. Mengetahui kejadian ini pihak keluarga langsung membawanya ke klinik terdekat. “Tiba-tiba terdengar benda jatuh keras sekali, ternyata suami saya jatuh dari atap. Mau membersihkan debu pasir yang memenuhi genting,” ujar Tari kepada Media Aspirasi. Saat ini, kondisi korban masih harus menjalani perawatan. Dia mengeluhkan kepalanya yang terasa berat dan pusing serta dadanya terasa sesak dan punggungnya memar. “Sudah di bawa ke klinik, semoga cepat sembuh,” sebutnya. Disisi lain, pihak RSUD dr Hardjono Ponorogo belum menemukan pasien yang terkena imbas abu vulkanik Gunung Kelud. Pihaknya menghimbau warga untuk menggunakan masker dan kaca mata ketika beraktifitas untuk menghindari iritasi dan debu yang bisa masuk ke paru-paru. “Saat ini tidak dapat memastikan dampak Gunung Kelud atau bukan,” tukasnya. Sementara itu, puluhan orang dirawat dirumah sakit akibat terjatuh dari genteng saat membersihkan abu vulkanik rumah mereka. Tanpa alat pengaman yang memadai orang – orang ini naik ke atas genteng, karena kelapukan rumah dan terpeleset akhirnya jatuh. Luka yang dialami rata-rata adalah patah tulang, robek kepala dan retak tulang iga. “Mereka para pasien yang diakibatkan jatuh dari genting ini mulai berdatangan ke rumah sakit sejak Jum’at (14/02), kemarin,”jelas Drg Fety, Humas RSU.Aisyiah Ponorogo. Data dari Aisyiah ada 53 pasien yang dirawat dirumah sakit karena kasus terjatuh dari atap. Mereka berasal dari berbagai desa di Ponorogo. Sedang satu kasus meninggal dunia yaitu warga Desa Sukosari Babadan. Hal yang sama juga terjadi di RSUD dr Hardjono, disana ada 30 pasien yang mengalami kondisi seperti retak tulang iga, patah tulang dan patah kaki akibat terjatuh dari genting juga. (wid/ar/so)

DILOROT JADI GURU, MANTAN KASEK NGANGGUR

PONOROGO, Media Aspirasi – Mutasi kepala sekolah akhir tahun 2013 lalu tampaknya masih berbun­ tut panjang. Sejumlah ‘korban mutasi’ mulai sambat. Lima mantan kepala sekolah yang dilorot kembali menjadi guru mengadu kepada LSM lantaran menjadi pengangguran karena tidak mendapat jam mengajar. Diono Suwito ketua LSM Bara Nu­ santara mengaku menerima aduan para kepala sekolah korban mutasi tersebut. Diono, sapaan akrabnya me­ nyayangkan atas dilorotnya lima kasek tersebut menjadi guru biasa. Yang me­ nyedihkan, di lembaga yang baru mer­ eka tidak mendapat jam pelajaran dan harus mencari sendiri. “Sudah diturunkan menjadi guru di tempatkan di wilayah barat sana. Dis­ itu tidak mendapat jam mengajar. Ini kan tidak manusiawi. Ora nguwongne

uwong. Sudah berjuang sekian tahun tiba-tiba dibuang,” sebut Diono Su­ wito Kamis (13/2) lalu. Padahal, kata dia, bila acuannya prestasi kinerja para kasek tersebut meraih nilai B. Artinya bisa diper­ tahankan apalagi belum sampai dua periode. “Nilainya memang B. Sesuai aturan yang ditetapkan Permendiknas no 28 tahun 2010 bahwa nilainya B itu masih bisa jadi kasek tapi bergeser lebih kecil,” sebutnya. Kedepan pihaknya meminta kepala dinas pendidikan untuk mengkaji bila bakal melaksanakan mutasi kepala sekolah. Ia juga mewanti-wanti agar pergeseran kasek tidak berdasarkan like and dislike dan tekanan. “Diknas kaji dulu sebelum melakukan mutasi kasek, dilihat kinerjanya jangan sampai menjadi masalah hukum serta hindari like and dislike,” tukasnya. (ar/so)

MEDIA ASPIRASI/ARI

PELANTIKAN kepala sekolah oleh Bupati Amin.

Komunitas Wartawan Ponorogo

Donor Darah, Bakti Sosial dan Penghijauan PONOROGO, Media Aspirasi – Ti­ dak sekadar menjalankan fungsi kon­ trol sosial, pers di Ponorogo menun­ jukkan kepedulian sosialnya kepada masyarakat. Setidaknya itu dibuktikan oleh sejumlah wartawan yang ter­ gabung dalam Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP). Mereka sukses menggelar kegiatan Donor Darah, Bhakti Sosial serta Penanaman Pohon. Rangkaian kegiatan ini digelar para kuli tinta di Bumi Reyog memperingati 68 tahun Hari Pers Nasional (HPN) 9 Feb­ ruari 2014. Peringatan harinya paparazi itu dimulai dengan menggelar kegiatan

donor darah, Kamis (13/2) lalu di Ba­ lai Wartawan Ponorogo jalan Raden Saleh. Tak tanggung-tanggung, do­ nor yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Ponorogo ber­ hasil mengumpulkan 65 kantong darah. Pendonor terdiri dari berbagai ele­ men masyarakat di Ponorogo. Ada dari kalangan kuli tinta, pejabat dinas, TNI, Polri dan masyarakat umum. Bahkan, Wakil Bupati Ponorogo Hj. Yuni Widy­ aningsih pun sempat mendonorkan darahnya usai meniup kue ulang tahun HPN. “Donor darah ini sudah men­ jadi agenda tahunan KWP memperin­ gati HPN. Alhamdulillah kami kompak

melanjutkan tradisi tersebut meskipun disibukkan dengan kegiatan pelipu­ tan,” terang Nanang Riyanto ketua Pa­ nitia HPN kepada Media Aspirasi. Agenda selanjutnya, KWP mengge­ lar bakti sosial dan penanaman pohon yang di pusatkan di Balai Kelurahan Purbosuman. Tampak hadir dalam aksi bakti sosial ini, Bupati H.Amin, Wakil Bupati H. Yuni Widyaningsih, Dandim 0802, Kapolres AKBP Iwan Kurniawan, sejumlah kepala dinas, Forpimkec, lu­ rah dan rumah tangga miskin (RTM). Dalam kesempatan itu, KWP meng­ gandeng Forum Komunitas Pencinta Alam Ponorogo menghijaukan bumi

Purbosuman dengan tanaman dan buah-buahan. Mulai Pohon Rambu­ tan, Sukun, Nangka dan sebagainya. Sedangkan untuk bakti sosial diwu­ judkan dengan memberikan bantuan paket sembako kepada 50 keluarga miskin. Dengan rincian sembako Be­ ras 5 Kg, Gula 0,5 Kg, Mie instan 5 Bks, Minyak Goreng 0,25 Kg, Krupuk Finna 0,25 Kg, Kopi 5 Bks, Teh satu pak, dan Kecap satu botol.“Alhamdulillah. Ber­ kat kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan kami bisa menggelar tiga kegiatan ini dengan sukses dan lancar. Semoga kedepan bisa digelar kemba­ li,” pungkas Nanang. (ar)

MEDIA ASPIRASI/ARI

WAKIL Bupati Ponorogo mendonorkan darahnya memperingati 68 tahun HPN di Balai Wartawan, Kamis (13/2) lalu.

BANSER Kisruh Banser dan Satpol PP Aziz: Jangan Lebihi Kewenangan PONOROGO, Media Aspirasi – Kisruh sempat mewarnai jelang pelaksanaan musyawarah cabang Nahdlatul Ulama Ponorogo, Sabtu (15/2) lalu. Ini terjadi lantaran oknum Satpol PP mengancam akan mencabuti bendera NU di kawasan jalan protokol yang dipasang anggota Banser, Kamis (13/2). Meski anggota Banser sempat akan menggelar demo besar-besaran, namun akhirnya dibatalkan lantaran pihak satpol PP mengaku bersalah dan minta maaf secara lisan maupun di muka publik melalui media massa. Fatchul Aziz ketua PCNU Ponorogo terpilih mengingatkan, insiden ini sebetulnya tidak menggagu jalannya konfercab. Namun ada pelajaran yang harus diambil yakni semua elemen harus bisa menjalankan kewenangannya dengan porsi masing-masing. “Jangan sampai kemudian kewenangan dan porsi yang diberikan itu overlaping,” tegasnya. Terhadap adanya insiden yang terlanjur terjadi di lapangan ini, Aziz, sapaan akrabnya, meminta semua pihak harus menjaga kepercayaan dengan yang lainnya. “Kita semua bekerja itu tidak di ruang hampa, ada nilai yang harus dipahami, semua nilai harus menghormati, menjaga NKRI ini. Itu menjadi tanggungjawab bersama,” bebernya. Pihaknya menjelaskan, NU sendiri sudah mencatatkan kiprahnya menjadi salah satu bagian penting berdirinya republik ini. Organisasi terbesar di Indonesia ini pun makin eksis mengisi kemerdekaan dengan kegiatan pembangunan, khususnya mental dan spiritual. “Karena Banser atau NU termasuk komponen pendiri bangsa ini, kami sekarang eksis, kami punya kewajiban mengisi kemerdekaan termasuk dengan kegitan lima tahunan konfercab. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan porsi masing-masing,” tandasnya. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak termasuk satpol PP bisa menghormati semua elemen. “Bagaimana melihat kiprah dan sumbangsih NU ini dengan menjaga menghormati karena visi-misi sama, hanya sisi mana yang ditekankan,” pungkasnya. (ar)

Relawan Pramuka Sapu Bersih Abu Vulkanik PONOROGO, Media Aspirasi – Hu­ jan abu vulkanik akibat meletusnya Gu­ nung Kelud melanda se antero Ponorogo. Kondisi ini pun membuat jalanan penuh dengan pasir serta debu yang berter­ bangan membahayakan pengendara. Melihat kondisi ini, gerak cepat ditunjuk­ kan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ponorogo. Para relawan pramuka ini ti­ dak sungkan membersihkan tumpukan pasir yang begitu tebal yang menyebar di jalan protokol di Bumi Reyog. Aksi ini pun tergolong pertama yang dilakukan, lantaran Pemkab Ponorogo seakan tutup mata dan terkesan lamban melakukan tindakan. Aksi para relawan Pramuka itu dimulai sehari usai gunung Kelud meletus. Ger­ akan sapu pasir dan debu dimulai Jum’at malam Sabtu (14/2) lalu. Sebanyak 15 re­ lawan yang dipimpin langsung oleh ketua kwarcab Yuni Widyaningsih membersih­ kan pasir yang menumpuk di jalan Sultan Agung dibantu semprotan air dari mobil Kabid Kebersihan Dan Pertamanan. Sapu bersih pasir ini pun masih ber­ lanjut di hari kedua, dengan fokus utama di Perempatan Ngepos dan Pasar Legi Songgolangit. Kali ini mereka dipimpin Sekretaris Kwarcab, H. Sumani dan Bedi­ anto. Di pusat keramaian kota ini, petu­ gas pramuka menyingkirkan tumpukan debu untuk di bawa ke pinggir jalan. Aksi

lainnya, yakni mengumpulkan pasir dan dimasukkan ke dalam karung. Jalan-jalan di perempatan ini pun tampak bersih setelah disemprot dengan air. Dihari ketiga, aksi serupa kembali di­ gelar kali ini dilakukan di Perempatan Jerungsing hingga Tonatan. Mulai pu­ kul 07.30 WIB, relawan yang terdiri dari Tagana, dan TKSK, Pramuka bersih-bersih abu vullkanik. Disitu Sumani yang juga ketua PGRI Ponorogo ini pun tak canggung untuk menyingkirkan tumpukan pasir. Tampak pula Bedianto yang seakan menjadi tu­ kang parkir mengatur lalu lintas peng­ guna jalan selama aksi bersih-bersih ini dilakukan. “Aksi ini atas printah ketua Kwarcab Pramuka Ponorogo untuk men­ jadi sukarelawan membersihkan jalanjalan yang penuh dengan pasir akibat debu vulkanik Gunung Kelud,” terang H. Sumani kepada Media Aspirasi. Menurutnya, pembersihan pasir dan debu itu penting dilakukan lantaran se­ lain mengganggu lalu lintas juga tidak bagus untuk kesehatan. Pihaknya pun bakal terus melakukan aksi bersih-bersih ini hingga kondisi jalan di kota Ponorogo kembali nyaman. “Kami siap membantu daerah dan memantau terus agar situasi jalan benar-benar nyaman digunakan,” tandasnya. Ditegaskannya, aksi ini benar-benar kegiatan sosial dan tidak ada embel-em­

MEDIA ASPIRASI/ARI

RELAWAN Pramuka Ponorogo bergotong-royong menyingkirkan debu pasir di Kawasan Perempatan Ngepos. bel apapun. Lantaran, semua yang terjun pan untuk melakukan pengumpulan ban­ tidak digaji atau mendapatkan bayaran tuan untuk korban bencana di Indonesia. apapun. “ini murni tidak ada imbalan atau Tidak hanya korban akibat meletusnya muatan kepentingan. Ini murni relawan,” Gunung Kelud tapi juga bagi korban ban­ jir bandang dan erupi Gunung Sinabung. tegasnya. Sumani juga menjelaskan, selain “Pengumpulan bantuan itu sudah jauh menggelar aksi sapu pasir, pihaknya juga hari kami lakukan. Nanti jika sudah ter­ sudah menginstruksikan gerakan pramu­ kumpul langsung kami serahkan kepada ka di tingkat kecamatan dan gugus de­ yang berhak,” pungkasnya. (ar/so)


TRENGGALEK LINTAS Pencari Rumput Tewas Kesetrum di Hutan

9

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

WARGA PERTANYAKAN PELAYANAN RSUD MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

TRENGGALEK, Media Aspirasi - Sungguh naas nasib yang dialami Panijo (30), pencari rumput asal Nglaran Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang tewas akibat kesetrum aliran listrik. Kejadian ini bermula dari kebiasaan Panijo mencari rumput dihutan untuk pakan ternaknya, namun sampai pukul 17.00 wib (05/02/14) ia belum juga pulang, sehingga membuat keluarga kuatir. Takut terjadi apa-apa pada Panijo, Kasmin (49), orangtuanya bergegas mencarinya dihutan. Ketika sampai dihutan, ia terkejut menemukan tubuh anaknya yang sudah tergeletak meregang nyawa dengan kondisi kepala bocor dan tangan menghitam. "Saya berusaha untuk menolongnya dengan mencoba memegang tubuhnya, namun saya terpental, saya lihat didekat tubuhnya ada kabel listrik, saya rasa masih mengandung tegangan," katanya. Patut diduga penyebab kematian korban dikarenakan kesetrum aliran listrik dari kabel yang menggelantung , korban baru bisa dievakuasi pukul 22.00 wib karena harus menunggu visum dokter dan olah TKP dari kepolisian setempat. (Bam/BT/so)

Nelayan Trenggalek Tewas Terseret Ombak TRENGGALEK, Media Aspirasi - Pak Ran (36), seorang nelayan asal Desa Ngulung Kulon, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek tewas terseret ombak, Sabtu (15/02). Awalnya, korban melaut bersama anaknya Agus (16), bermaksud untuk menyandarkan perahunya ke pinggir pantai ngadipuro kecamatan Munjungan , namun kiba-tiba ombak besar datang menerjang korban beserta perahunya hingga menyebabkan korban hilang dan hanyut ketengah lautan. Agus masih bisa diselamatkan oleh nelayan lainnya, tapi Pak Ran hanyut dibawa ombak. "Saya sama bapak barusan pulang melaut dan berusaha menepi untuk menyandarkan perahu, namun entah mengapa ombak besar datang begitu cepat, hingga bapak ikut hanyut bersama ombak" tutur Agus. Nelayan besama warga setempat berusaha mencari korban mulai dari pinggir pantai sampai ke tengah laut namun sampai dini belum juga diketemukan. Barulah keesokan harinya sekitar pukul 04.00 wib jasad korban diketemukan warga dipasir pinggir pantai, namun sudah tidak bernyawa lagi. Hari senin (17/2) sekira pukul 10.00 jasad korban dimakamkan di pemakaman desa setempat.(Bam/bt/so)

WARGA Trenggalek pertanyakan pelayanan RSUD Trengalek. TRENGGALEK, Media Aspirasi - Lima pemuda peduli Kesehatan di Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (11/2), mendatangi RSUD dr Soedomo Trenggalek, untuk mempertanyakan pelay­ anan rumah sakit tersebut yang dinilai masih sangat mengece­ wakan masyarakat. Lima pemuda tersebut me­ wakili semua unsur, baik dari LSM, Pers, Mahasiswa, Forum Peduli, Korban pelayanan RSUD Trenggalek, Komunitas dunia maya, seperti Grup facebook Info Seputar Trenggalek, Cah Galek, Kabar Trenggalek dan Cah Galek (Bebas Banned) yang sebelum­ nya telah melakukan rembuk

bareng disalah satu cafe di kota tersebut. Didampigi Arif Witanto selaku Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat Jatim, forum pemuda pemuda peduli kesehatan Treng­ galek juga minta kejelasan status pasien Sujio Al Saiful Huda (43), pemegang kartu Jamkesmas, warga Desa Pule RT 39 RW 20 Kecamatan Pule, yang disuruh mengurus BPJS Mandiri. Dalam kunjungan ini forum peduli ke­ sehatan Trenggalek ditemui Suryono, Kepala Bagian Bedah ditemani Yayak, Bagian Pengad­ uan dan Gito. S diruang kerjanya Bambang Taruna koordinator aksi, mengatakan, sengaja kami

datang ke RSUD Trenggalek un­ tuk menyampaikan hasil rembuk teman-teman terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai masih mengecewakan masyarakat dan meminta kejelasan status salah satu pasien. "Bukannya kita tidak suka, tapi banyak masyarakat ke­ cewa terhadap pelayanan RSUD Trenggalek. Malah ada beberapa warga mengatakan rumah sakit "Wong Nggalek" ya RSUD dr Is­ kak Tulungagung. Inikan aneh?," katanya. Menurutnya, mungkin warga sudah sangat kecewa sekali ter­ hadap pelayanan RSUD Treng­ galek, jadi muncul kata-kata seperti itu. "Inikan aneh, masa

Sabtu Minggu tidak ada dokter, belum lagi perawatnya yang dinilai kurang melayani pasien. Apakah ada alasan tertentu se­ hingga pasien sengaja diper­ lakukan begitu," kata Bambang. Ditambahkanya, perjuangan teman-teman belum selesai, akan tetap melakukan aksinya sebelum pelayanan kesehatan di Trenggalek dibenahi dan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat, karena su­ dah menjadi tugas negara un­ tuk memberikan layanan kes­ ehatan yang murah,mudah dan terjangkau. "Kita juga meminta kejelasan status Sujio Al Saiful Huda, kok bisa pemegang kartu Jamkesmas disuruh daftar BPJS Mandiri," katanya. Sementara itu, pihak rumah sakit menyadari bahwa ma­ sih banyak kekurangan yang perlu segera dilakukan pem­ benahan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat."Salah satunya dis­ iplin pegawai, kita juga kekuran­ gan tenaga dokter specialis dan lainnya," ujar Suryono. Sedang­ kan terkait status Sujio Al Saiful Huda, pihak RSUD dr.Soedomo Trenggalek mencabut kepeser­ taan Saiful Huda dalam Program BPJS Mandiri dan mengemba­ likan status Jamkesmas. “RSUD dr.Soedomo Trenggalek men­ cabut kepesertaan Saiful Huda dalam Program BPJS Mandiri dan mengembalikan kepada status Jamkesmas,” kata Sury­ ono. Sementara itu Arif Witanto, Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim mengharap­ kan layanan RSUD dr. Soedomo Trenggalek diperbaiki, dan agar dilengkapi dokter spesialis Ob­

gyn (Obtetri Ginekologi) un­ tuk masalah seputar ibu hamil, sehingga pasien tidak harus dirujuk keluar kota jika ada tin­ dakan operasi caesar. "Jangan terjadi pasien dirujuk ke rumah sakit swasta, yang seringkali memaksa pasien miskin pindah menjadi pasien umum yang berujung keluarga dan pasien kesulitan membayar biaya rumah sakit," katanya. Selain itu, Arif Witanto juga berterima kasih pada RSUD dr.Soedomo Treng­ galek mencabut status BPJS pasien miskin Saiful Huda dan mengembalikannya pada sta­ tus Jamkesmas. “ Terima kasih RSUD dr.Soedomo Trenggalek yang telah mencabut status BPJS pasien Saiful Huda dan mengembalikannya pada status Jamkesmas,” kata Arif. “Pemerintah agar menin­ jau ulang program BPJS ini, karena program iuran bagi Rakyat Indonesia ini membe­ bani masyarakat. Bahkan jika perlu program BPJS dibatalkan, karena dinilai ada penurunan kualitas pelayanan meskipun mewajibkan pesertanya mem­ bayar iuran.” tutur Arif. Untuk diketahui, Sujio Al Saiful Huda adalah salah satu pemegang kartu Jamkesmas. Pada tanggal 25 Januari 2014 keluarga mem­ bawanya ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Menurut hasil lab dokter, Ia menderita kerusakan ginjal. Setelah beberapa hari dirawat di Ia diperbolehkan pulang. Tapi harus cuci darah, karena keterbatasan biaya ia tidak bisa dilakukan. Sebelum mengurus BPJS dia dikenakan biaya Rp.496.000, agar gratis disarankan daftar BPJS.(BT/so) MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

PEMERINTAHAN Komisi III DPRD Desak Lelang Proyek Dimulai

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

GEDUNG DPRD trenggalek. TRENGGALEK, Media Aspirasi - Komisi III DPRD Trenggalek, Jawa Timur memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi pembangunan di Kabupaten Trenggalek. Diantaranya Dinas PU Bina Marga dan Pengairan serta Dinas Perkimsih. Komisi III sengaja memangil SKPD tersebut agar mampu melaksanakan tugasnya lebih awal untuk meluncurkan pekerjaan fisik yang berupa Penunjukan Langsung (PL) maupun proyek yang akan dilelang. "Satuan SKPD teknis yang menangani pelaksanaan proyek fisik TA 2014 agar tak ada molor lagi seperti tahun sebelumnya. Kami tidak ingin rakyat Trenggalek tidak bisa menikmati pembangunan yang ada di bumi minak sopal tercinta ini," kata Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Agung Supriyono SE, kemarin setelah melakukan rapat intern komisi. Agung melanjutkan, prinsipnya dewan menekankan kinerja pemerintah harus berpihak pada rakyat, karena rakyat telah taat dan patuh membayar pajak. "Salah satu tujuan dewan memanggil SKPD ini yaitu agar kami mengetahui persiapan-persiapan SKPD secara detail sampai sejauh mana kesiapannya untuk meluncurkan proyek fisik itu. Sehingga proyek penunjukan langsung maupun lelang berselang waktunya bisa diatur agar tak terjadi timpang tindih dan terkesan amburadul seperti tahun-tahun yang kemarin," ucap Agung. Disamping itu, dewan akan mengawasi secara marathon (terus menerus) agar hasil pekerjaan proyek berkualitas baik serta tidak asal-asalan dalam pengerjaannya. "Selama ini kami telah di pandang sebelah mata oleh pemerintahan Mulyadi-Kholiq," tandasnya. Untuk pelaksanaannya kami tekankan pertengahan bulan Maret nanti harus sudah mulai untuk paket penunjukan langsungnya (paket PL nya). "Sedangkan untuk proyek besar-besar atau proyek yang harus di lelang , paling tidak akhir bulan Maret harus sudah mulai lelang," jelasnya.(sp/BT/so)

PERCAYAKAN

PROMOSI

USAHA ANDA

Media

ASPIRASI Telp. (0352) 489219

BURUNG puyuh yang di­ duga rawan terserang Flu Burung di Trenggalek

Kematian Burung Puyuh di Trenggalek Positif Flu Burung TRENGGALEK, Media Aspirasi - Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memastikan kematian ribuan unggas di Desa Pakis, Kecamatan Durenan akibat in­ feksi virus flu burung. Kepala Pusat kesehat­ an Hewan (Peskeswan) kabupaten Treng­ galek, Budi Satriawan, Selasa menjelaskan, kepastian tersebut diapatkan dari pihak laboratorium Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur di Malang setelah melakukan pemeriksaan pada sejumlah bangkai bu­ rung puyuh yang mati. "Hasil uji 20 sampel bangkai di laboratorium pusat kesehatan

Malang yang dikirim melalui faksimili me­ nyatakan positif flu burung," katanya. Dijelaskan, virus yang menyerang bu­ rung petelur tersebut memiliki kesamaan dengan flu burung yang menyerang pada unggas jenis ayam di daerah yang sama, sehingga berpotensi menular pada ma­ nusia. Atas hasil uji laboratoroum tersebut, lanjut Budi, pihaknya mengeluarkan reko­ mendasi untuk melakukan pemusnahan seluruh burung puyuh maupun jenis ung­ gas lain yang telah terinfeksi, baik yang telah maupun yang sudah mati. Menindaklanjuti hasil tersebut, Dinas Peternakan langsung melakukan pemusnahan atau depopulasi seluruh burung puyuh tersisa dikandang yang sudah ditemukan kasus. Hal tersebut

dilakukan untuk menghentikan perkemban­ gan virus flu burung atau H5N1 tersebut. "Protapnya sudah jelas. Unggas yang ma­ sih hidup harus dimusnahkan dan dibakar," terangnya. Selain itu, lanjut dr Budi disela-sela pe­ musnahan ribuan burung puyuh di Desa Pakis Kecamatan Durenan, pihaknya juga akan membongkar kandang burung puyuh sekaligus memusnahkannya dengan cara dibakar. Pasalnya, dapat dipastikan kandang tersebut sudah terinfeksi virus H5N1. Selain itu, radius dua ratus meter dari lokasi dite­ mukannya kasus flu burung, seluruh unggas yang ada akan divaksinasi antivirus H5N1. Sementara untuk mencegah penularan pada manusia, kepala puskeswam ini

mengimbau agar warga selalu menjaga kebersihan dan tidak melakukan kontak langsung dengan unggas yang positif terinfeksi flu burung. Di sisi lain, pada ra­ dius 200 meter dari lokasi kandang yang terserang virus H5N1, dinas peternakan juga melakukan penyemprotan cairan desinfektan, termasuk pada kandang ayam dan kambing. Sebelumnya diberitakan, sejak sepe­ kan terakhir ribuan burung puyuh di Desa Pakis, Kecamatan Durenan mengalami ke­ matian secara sporadis. Dalam sehari jum­ lah burung yang mati di setiap peternakan rata-rata lebih dari 70 ekor. Total unggas, khususnya puyuh yang mati ditaksir men­ capai 7000 ekor lebih.(ant/so)

Kebakaran, Nenek Tewas Terpanggang TRENGGALEK, Media Aspirasi - Seorang nenek, Sarmi (70) hangus terpanggang saat si jago merah melalap rumahnya di Desa Widoro, Kecamatan Gan­ dusari, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (9/2). Sarmi yang telah jompo ini tidak mampu menyelamatkan diri saat rumahnya mengalami kebakaran, karena ditinggal pembantunya yasinan. Ia tewas dalam kondisi terlentang di kursi rumah tokonya. Menu­ rut tetangga korban, Fitria dan Uthil, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar Pukul 20.00 WIB. Saat itu api tiba-tiba

berkobar dari dalam rumah. "Sejumlah warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berusaha memadamkan api serta menyelamatkan korban. Namun upaya penyelamatan itu sia-sia, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia," ujar Uthil. Sementara itu tim pemadam kebakaran dari Penanggulan­ gan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek yang datang beberapa saat setelah kejadian langsung melakukan pemadaman sekaligus pem­ basahan agar tidak muncul api kembali.

Terkait dengan itu, Kapol­ sek Gandusari, AKP M Yasir mengaku belum bisa menjelas­ kan penyebab pasti kebakaran tersebut, karena masih dalam tahap penyelidikan. "Kami ma­ sih belum tahu, diselidiki dulu, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah akit guna dilakukan otopsi," ujarnya. Aki­ bat kebakaran yang merenggut korban jiwa tersebut, arus lalulintas dari kecamatan gandusari menuju kecamatan durenan tersendat. Ratusan warga me­ madati jalan raya untuk me­ nyaksikan langsung peristiwa itu.(Bam/BT/so)

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

PETUGAS  Pemadam kebakaran dari BPBD berusaha mema­ dakan api.


10

Media ASPIRASI

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

! f i s u l k eks GUNUNG KELUD FOTO-FOTO: MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

KEPULAN asap dari kawah Gunung Kelud masih terlihat dari jarak 2 kilometer.

PASIR hasil erupsi Gunung Kelud dimanfaatkan warga dengan diangkut pedati di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

LAPORAN KHUSUS Didik Purwanto

WARGA menghadang setiap mobil lewat untuk meminta bantuan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kediri.

dari Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur

PETUGAS Tagana memberikan jatah makan terhadap pengungsi di Balai Pamitran, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri.

SBY Pastikan Penanganan Maksimal KEDIRI, Media Aspirasi – Erupsi dahsyat Gunung Kelud pada Kamis (13/2) malam, sontak menjadi per­ hatian nasional. Pun, dunia internasional juga turut memantau. Sejumlah masyarakat menjadi korban. Tenda-tenda pengungsian dibangun. Warga yang tinggal di kaki Gunung Kelud, bahkan hingga radius di atas 10 kilometer, mengungsi. Lokasi pengungsian pun tersebar. Tak hanya di Kota/Kabupaten Kediri, tetapi juga di Blitar, Kota Batu, hingga Kota/Kabupaten Malang. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun turun langsung. Bersama Ibu Negara, sejumlah men­ teri dan pejabat terkait, SBY datang langsung ke Bli­ tar dan Kediri. Hambatan penerbangan pun diatasi dengan beralih moda transportasi kereta api. Orang nomor satu di Indonesia ini, berangkat dari Stasiun Gambir Jakarta, dan berhenti di Stasiun Madiun, pada

Minggu (16/2). Malam harinya, presiden memimpin langsung langkah penanggulangan ben­ cana usai datang di Madiun. Ter­ masuk, menginap di kompleks Lanud Iswahjudi Ma­ getan. Senin (17/2), SBY langsung meluncur ke kaki Gu­ nung Kelud. Jujugan pertama adalah posko pengung­ sian Masjid An Nuur di Kecamatan Pare. Dan selan­ jutnya rombongan bergerak ke Balai Pamitran, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. ‘’Saya sempat mengunjungi saudara-saudara kita di Pare (Kediri) dan masih ingin melihat dampak erupsi dan di beberapa titik lainnya. Saya bersama rombongan juga melihat langsung dampak letusan ini,’’ kata Presiden SBY di hadapan para pengungsi, Senin (17/2). Ditegaskan SBY, prioritas utama penanganan dam­

pak letusan Gunung Kelud saat ini adalah memastikan semua kebutuhan pengungsi terpenuhi dengan baik. Utamanya ketika di posko ter­ padu. Dan selanjutnya adalah proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Posko terpadu ini, berada di lapangan yang terletak sekitar 50 meter dari Kantor Kecamatan Wates. Di lokasi tersebut terdapat 16 tenda untuk 400 pengungsi. Termasuk tenda yang berfungsi sebagai rumah sakit dan dapur umum. Dengan ramah, Presiden SBY dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono menyapa, menyalami, dan ber­ dialog dengan para pengungsi. Presiden menanyakan apakah mereka mendapatkan pelayanan dan penga­ manan yang dibutuhkan. ‘’Kewajiban Presiden, Men�� teri, Gubernur, Bupati dan jajaran pemerintah adalah

menyelamat­ kan dan mengamankan rakyatnya,’’ ujar

Presiden SBY. Turut pula dalam kunjungan kerja kali ini Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suy­ anto, Menteri ESDM Jero Wacik dan beberapa menteri serta pejabat tinggi lainnya. Gubernur Jatim H Soek­ arwo bersama istri, juga mendampingi presiden. SBY juga mengingatkan, supaya seluruh pengungsi bisa mematuhi imbauan petugas jika memang dila­ rang masuk kawasan berbahaya. Kata SBY, itu semua demi keselamatan warga sendiri. ‘’Pemerintah akan berusaha memberi pelayanan yang terbaik selama masyarakat berada di pengungsian,’’ tandasnya. Dari Kecamatan Wates, SBY segera meluncur ke posko pengungsi di Desa Nglegok, Kecamatan Ngle­ gok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (*/so/dik)

SEORANG bayi dalam pengungsian, terpaksa harus tidur beralas seadanya.

PRESIDEN SBY mengunjungi pengungsi di pos pengungsian Balai Pamitran, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri.


SAMBUNGAN

11

EDISI 48 19 - 25 PEBRUARI I TAHUN 2014

Tren TKI...

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

Pengungsi...

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

PASUKAN TNI dari Yonif 521/ Dadaha Yudha Kediri, membersihkan pasir di jalanan, di depan pintu masuk utama Kawasan Wisata Gunung Kelud. “Sektor formal ini jumlahnya menunjukkan kenaikan yang signifikan. Mereka belakangan tidak berminat lagi di sektor jasa pembantu rumah tangga atau informal,’’ jelas Kepala Di­ nas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Ponorogo, Sumani. Dituturkan, sektor formal pu­ nya keunggulan dari gaji lebih tinggi dan jam kerjanya pun hanya 8 jam sehari. Bukan seper­ ti pembantu rumah tangga (in­ formal) yang jam kerjanya tidak terbatas, penghasilannya juga lebih rendah. Tercatat, sebanyak 22.870 orang warga Ponorogo berada di luar negeri sebagai TKI/TKW. Mereka sebagian besar bekerja di sektor informal dan

formal di berbagai negara. Ini belum termasuk TKI ilegal yang tidak diketahui keberadaannya di luar negeri. Belum lagi warga Ponorogo yang tidak bekerja di luar negeri tapi melakukan tugas belajar atau lainnya. Data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Ponorogo menun­ jukkan, TKI Ponorogo rata-rata berada di negara Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi dan Korea. Untuk sektor infor­ mal seperti pembantu rumah tangga jumlahnya mencapai 21.016 orang TKW (perempuan ) dan laki-laki hanya 110 orang. Sedangkan sektor formal sep­ erti pabrik terdapat 2.793 orang laki-laki dan 451 orang perem­ puan pada 2013. Namun belum

termasuk periode 2014 yang berangkat sudah sebanyak 1.557 TKI/TKW yang tersebar di berb­ agai negara kecuali Arab Saudi. Kondisi ini menunjukkan ad­ anya perubahan trend masyara­ kat pencari kerja di luar negeri. Mereka sudah memilih dan me­ ningkatkan SDM sehingga tidak mau menjadi pembantu rumah tangga lagi. Dan tren ini juga menunjukkan menjadi TKI bu­ kan lagi didominasi oleh para ibu rumah tangga. Kini lulusan SMK juga diarahkan untuk memenuhi lowongan kerja sektor formal di luar negeri khususnya negara Ko­ rea dan Taiwan. “Dari ribuan pencari devisa tersebut, setidaknya tiap tahun diperoleh remitance (kiriman

Status Kelud... ‘’Namun, kepastian apakah pengungsi bisa diperbolehkan pulang, kami masih melaku­ kan koordinasi dengan pihak terkait. Utamanya dari satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi,’’ ujar Plt Kabid Pengamatan dan Pe­ nyelidikan Gunung Api PVMBG Gede Suantika, saat ditemui Media Aspirasi, Senin (17/2). Menurutnya, meski gempa tremor masih terjadi, namun secara umum aktivitas vul­ kanik menurun drastis. Meski demikian, kewaspadaan eks­ tra, harus tetap ditingkatkan. Utamanya bagi ancaman lahar dingin yang menyusul tinggin­ ya intensitas hujan di sekitar

Gunung Kelud. Potensi ban­ jir lahar dingin ini, lanjutnya, mengarah ke beberapa titik di tiga wilayah perbatasan. Sep­ erti Kediri, Malang dan Blitar. ‘’Memang statusnya kami tu­ runkan menjadi siaga. Itu ber­ dasar situasi aktivitas vulkanik di puncak Kelud yang menu­ run,’’ terangnya. Akademisi Institut Teknolo­ gi Bandung (ITB) ini juga mengimbau, supaya masyara­ kat yang berada di sekitar kantong-kantong lahar. Untuk tetap menjauh, guna meng­ hindari jatuhnya korban. Se­ mentara, zona aliran lahar dingin yang paling sering dile­ wati, adalah di Desa Besowo,

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dan ke arah barat daya tepatnya ke Kali Badak di Ka­ bupaten Blitar. ‘’Ketika terjadi hujan secara terus menerus, maka cukup menimbulkan la­ har dingin turun. Bahkan batu besar pun ikut terseret,’’ jelas Gede Suastika. Sementara itu, wartawan Media Aspirasi Didik Purwanto, melakukan pantauan langsung di beberapa titik sekitar kaki Gunung Kelud. Dari pantauan tersebut, terlihat bahwa warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mengaku lega dengan penu­ runan status Gunung Kelud. Mereka sudah mulai terlihat

Tak Pakai... ‘’Sewaktu berangkat seko­ lah, memang saya tidak me­ makai masker. Karena abu vulkanik itu di mana-mana, mungkin saja terhirup. Makan­ ya saat di sekolah, saya lang­ sung pusing,’’ ungkap Natasya Meidiningtyas, salah seorang siswi yang dirawat di RSUD dr Soeroto Ngawi. Pihak SMAN 1 Ngawi sendiri, saat dikonfirmasi membenarkan jika beberapa siswinya mengalami gangguan pernapasan yang mengakibat­ kan tidak sadarkan diri. Ke­ pala SMAN 1 Ngawi Sukamdi menerangkan, memang pada waktu kejadian tersebut, hujan abu vulkanik masih berlang­

sung. Sehingga mengganggu pernapasan maupun pengli­ hatan. ‘’Para siswi ini mengal­ ami sesak napas ketika sampai sekolah. Makanya langsung kami larikan ke rumah sakit. Saat bersamaan, seluruh pela­ jar juga kami pulangkan lebih awal,’’ terang Sukamdi. Sementara itu, Kepala Di­ nas Kesehatan Ngawi Puji Rusdiarto menegaskan bahwa dampak abu vulkanik sem­ buran Gunung Kelud, sangat­ lah berbahaya bagi kesehatan. Utamanya pada gangguan pernapasan atas atau ISPA. ‘’Abu vulkanik ini menyebab­ kan gangguan pernapasan atas. Serta bisa menimbulkan

penyakit lama kambuh bila abu tersebut terhirup. Sep­ erti asma dan penyakit paru,’’ jelasnya. Untuk melakukan pence­ gahan dampak buruk lanjutan dari abu vulkanik, pihaknya mengaku sudah memerintah­ kan 19 puskesmas di wilayahn­ ya untuk membagikan masker secara gratis kepada masyara­ kat. ‘’Untuk sementara, kami mengamankan wilayah ma­ sing-masing. Namun, kami siagakan personil medis serta armada seperti ambulans bila­ mana daerah sekitar Gunung Kelud memerlukan bantuan,’’ beber Puji Rusdiarto Adi. Pantauan Media Aspirasi,

dari beberapa titik di wilayah Ngawi, abu vulkanik dampak letusan Gunung Kelud men­ capai ketebalan 2 centimeter. Dampak langsung hujan abu ini seperti terlihat di beberapa warung lesehan sepanjang jalur Ngawi-Solo, yang terpak­ sa tutup sementara. Demikian juga aktivitas di beberapa pas­ ar tradisional. Sebagaimana diketahui, le­ tusan Gunung Kelud yang ter­ jadi pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB, men­ gakibatkan sejumlah wilayah terkena hujan abu. Seperti Ngawi, Madiun, Magetan bah­ kan beberapa daerah di Jawa Tengah. (pr/dik) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

mereka (Pemkab, Red) tidak mengerti kalau abu ini san­ gat berbahaya bagi kesehatan masyarakat? Kalau paham, se­ harusnya cepat bergerak. Ini malah terkesan enak-enakan saja,’’ ketus Agung Priyanto dengan nada berang. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Siswanto, ketika dikonfirmasi Media Aspirasi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pember­ sihan di sekitar alun-alun.

Siswanto juga berdalih bahwa koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Pemadam Kebakaran. Namun, karena hasilnya tidak maksi­ mal, maka Minggu (16/2) lalu, baru dilaporkan kepada bupa­ ti. ‘’Pagi tadi (Minggu (16/2), Red), kami gelar rapat dengan Kapolres, Dandim dan bupati. Hasilnya, besok setelah apel pagi akan dilakukan pem­ bersihan di semua jalan-jalan protokol,’’ kilah Siswanto. Rencananya, gerakan pem­ bersihan abu vulkanik itu,

Penumpang Sepur... Walhasil, kondisi tersebut diprediksi bahwa para penum­ pang yang sedianya naik pe­ sawat, berpindah naik kereta api. ‘’Biasanya jika ke Jakarta, saya selalu naik pesawat dari Bandara Adi Sumarmo, Solo. Karena bandara ditutup, saya beralih ke angkutan kereta api,’’ ucap Alfian, seorang penumpang asal Magetan yang akan ke Jakarta. Humas PT Kereta Api Indo­ nesia (KAI) Daops VII Madiun Gatut Setyatmoko juga mem­ benarkan, adanya lonjakan penumpang sepur tersebut. Menurutnya, lonjakan terjadi lantaran adanya alih moda transportasi dari pesawat ke kereta api. ‘’Lonjakan penum­

pulang ke rumahnya masingmasing. Sesuai data dari pos pen­ gungsian di kantor Desa Tawang, Kecamatan Wates, jumlah pengungsi dari Desa Sugihwaras yang balik ke rumah mencapai 1.050 orang, pada Senin (17/2). Diprediksi, jika situasi dinyatakan aman, jumlah pengungsi yang bali ke rumah, akan terus bertambah. Mereka berharap bisa segera membersihkan rumah dari semburan pasir akibat erupsi. Meski begitu, bau belerang, masih cukup menyengat di sejumlah kawasan yang masih menjadi zona bahaya, yakni ra­ dius 5 kilometer. (*/dik) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

Abu Kelud... ‘’Artinya, pemerintah itu ti­ dak punya kepekaan bencana alam. Sudah beberapa hari kok tidak ada tindakan nyata. Masa menunggu korban dulu baru rapat koordinasi,’’ tegas Agung Priyanto, salah seorang anggota DPRD Ponorogo. Pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan ini men­ gaku kecewa dengan kinerja Pemkab Ponorogo. Harusnya, kata dia, pemkab bisa memo­ bilisasi masyarakat untuk ber­ gotong royong melakukan pembersihan serentak. ‘’Apa

uang) sebesar Rp 250 Milyar. Kalau di rata-rata setiap triwulan adalah Rp 50-60 Milyar. Itu ber­ dasar laporan dari BI di Kediri ke kita,” jelasnya. Namun persoalan TKI me­ nyangkut penganiayaan, pemu­ langan, tidak digaji, kematian juga tidak pernah lepas selalu saja. Belum lama ini, Disnaker­ transos menerima kepulangan (deportasi) 3 orang TKW dari Hongkong dan Singapura yaitu warga asal Mlarak dan Slahung. Mereka dipulangkan karena alasan sakit dan tidak produktif. Untuk TKI/TKW yang meninggal di luar negeri, setidaknya pada akhir 2013 lalu terdapat 5 TKI yang meninggal dan jenazahnya sudah dipulangkan. (wid/so)

pang kereta api ini, kemung­ kinan memang adanya penu­ tupan beberapa bandara di sekitar Gunung Kelud,’’ terang Gatut, saat ditemui Media As­ pirasi. Lonjakan penumpang ini, lanjut Gatut, merupakan hal cukup beralasan. Sebab, kereta api menjadi pilihan alternatif setelah pesawat, karena dinilai cukup aman dan nyaman. Sementara itu, pantauan Media Aspirasi di kawasan Madiun, pasca erupsi Gunung Kelud Kamis (13/2) malam, abu yang datang di Madiun cukup tebal. Bahkan, badan jalan aspal bisa tertutup abu setebal antara 2 centimeter hingga 3 centimeter. ‘’Setahu

Hingga akhirnya, saya be­ rada di sekitar 2 kilometer dari kawah Gunung Kelud. Bau bel­ erang pun menyambut. Tak luput juga gempa tremor dan suara gemuruh, yang seperti berusaha menciutkan nyali saya. Eksotis. Itu kata yang tepat saat berada di dekat Gunung Kelud. Betapa tidak. Hanya ter­ paut tiga hari setelah meletus, mata saya melihat langsung keadaan gunung yang abunya cukup ‘merepotkan’ sejumlah kota di Pulau Jawa ini. Tak berselang lama meng­ abadikan gambar, rekan saya mulai tersengal napasnya. Gas belerang dari kawah Kelud, rupanya mengganggu per­ napasan kami. Hingga saya berinisatif untuk melakukan penyelamatan awal, dengan membasahi masker menggu­ nakan air mineral, yang saya beli dari warung di Kota Kediri. Kenekatan kami berdua, rupanya diketahui petugas pengamanan erupsi Gunung Kelud. Empat orang petugas itu, berjalan setengah ber­ lari, menghampiri kami, dan meminta kami untuk segera turun. Karena besar kemung­ kinan, gas beracun bercampur gas belerang bakal menyebar di lokasi yang baru saja saya injak. Tuhan Maha Besar. Tak ber­ selang lama kami turun, asap tebal benar-benar keluar dan seketika menutup lokasi yang

sebelumnya saya datangi. Hingga kami pun berhenti, di sebuah pos pantau Gunung Kelud, di Dusun Mulyorejo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kediri. Usai mengabadikan momen di bibir ‘seksi’ Gunung Kelud, saya beranjak. Yakni menuju sejumlah titik pengungsian masyarakat. Lokasi pen­ gungsian pertama yang saya datangi adalah Balai Pamitran di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri. Di sini, Rumiati, 40, pengungsi asal Desa Satak, Kecamatan Puncu, menghabis­ kan menit demi menit yang menjenuhkan, bersama ratu­ san pengungsi lainnya. ‘’Saya bingung selama di pengung­ sian. Pinginnya ya bisa segera pulang,’’ pilu Rumiati. Memang, Rumiati berke­ inginan bisa segera pulang untuk sekadar membersih­ kan rumah dan merawat sapi ternaknya. Namun apa daya, Gunung Kelud masih men­ jadi ancaman bagi dia dan ratusan tetangganya. ‘’Kami merasa mulai stres, karena ti­ dak tahu kapan bisa pulang. Ternak kami juga butuh diberi makan,’’ terang Rumiati. Memang, pantauan saya selama di lapangan, rata-rata pengungsi mulai mengalami pusing disertai hipertensi. Bahkan, ada seorang perem­ puan paro baya dari Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngan­

car, mengalami trauma. Per­ asaan takut itu muncul ketika wartawan hendak mengambil gambarnya menggunakan lampu blitz atau kilat kamera. Sewaktu cahaya lampu blitz wartawan menyala, pengungsi itu berteriak histeris. ‘’Dia ta­ kut luar biasa setelah melihat kilatan petir saat Gunung Ke­ lud meletus,’’ ucap seorang pengungsi. Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat, sedikitnya ada 130 orang mengeluh pusing dan 73 lainnya menderita maag. Termasuk, 70 orang lainnya menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. ‘’Kami sudah menyiapkan tiga petu­ gas di setiap posko pengung­ sian. Rasa pusing yang dike­ luhkan pengungsi, akibat daya tahan tubuh yang menurun,’’ terang Kepala Dinkes Kediri Adi Laksono. Di sisi lain, kedatangan Presiden SBY ke Kediri, seo­ lah membawa asa baru bagi sejumlah pengungsi. Mereka berharap banyak, pemerin­ tah bisa segera memberikan solusi, untuk melakukan per­ baikan rumah dan infrastruktur yang rusak. ‘’Mudah-mudahan, kedatangan Pak Presiden SBY ini, kami bisa segera mendapat bantuan,’’ tukas Ngadiono, pengungsi asal Desa Sugih­ waras, Kecamatan Ngancar, Kediri. (*/dik)

Dana Hibah Bansos Dilaporkan Polres

Barang Bukti Sudah Dipegang, Sebelumnya Ditolak Kejari PONOROGO, Media Aspirasi - Sutiyas Hadi Riyanto, Ketua DPC PDIP Ponorogo membuktikan ucapanya untuk melaporkan dugaan penyim­ pangan dana hibah dan bansos tahun anggaran 2013. Laporan dilakukan pada Kamis (13/02) dengan nomor 9411/02/2014 dan sudah disertai sejumlah barang bukti tersebut bakal segera diproses. “Pak Sutiyas datang serah­ kan bukti kasus koruspi, saya terima dan buat tanda terima. Akan kami lakukan penelitian,” kata AKBP Iwan Kurniawan, Ka­ polres saat menghadiri puncak HPN ke 68 di Balai Kelurahan Purbosuman, Jum’at (14/2). Dijelaskanya, bahwa pi­ haknya bakal berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Bila Kejaksaan sudah melangkah lebih dahulu maka kepolisian bakal memper­ silakan untuk melanjutkan pen­ gungkapan kasus ini. Jika belum, maka kepolisian bakal segera melakukan penyidikan. Menurutnya,”Penelitian per­ lu dilakukan, mengin­ gat kasus itu sudah pernah dibawa Sutiyas ke Kejari. Se­ hingga tidak etis bagi Polres menangani kasus itu bila su­ dah menjadi lahan garapan Kejari Ponorogo,”imbuhnya. Dikatakanya, semua sudah dia­ tur dalam suatu MOU untuk menangani kasus-kasus ko­ rupsi. Kacuali jika laporan yang dilakukan menggunakan objek yang berbeda.

“Saya sudah minta kasat reskrim untuk berkoordinasi dengan kejaksaan, tapi hasil­ nya nanti kita lihat. Kalau objek berbeda kita sidik aja nggak apa-apa,” terang mantan Ka­ polres Mojokerto ini. Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Ponorogo itu sudah membawa dua gebok dan satu tas barang bukti ke kejaksaan untuk dilaporkan. Namun laporan urung dilaku­ kan, dengan alasan Kepala Ke­ jasaan Negeri (Kajari) saat itu tidak sedang berada di tempat. “ Sampai titik darah peng­ habisan ini saya perjuangkan. Ini kesempatan saya yang tera­ khir, kasihan masyarakat yang hanya dibodohi, ditipu. Saya tidak ingin masyarakat diseretseret dalam kasus hibah, yang seperti pernah terjadi di Ponor­ go 2003 lalu,” kata Sutiyas. Bupati Ponorogo, Amin SH, mengaku belum tahu adanya dugaan penyimpangan dana hibah dan bansos 2013 itu. Untuk itu pihaknya akan me­ manggil satker-satker yang menyalurkan dana tersebut. Bupati akan meminta keteran­ gan masing-masing satker, apakah ada kekeliruan yang di­ lakukan dalam penyalurannya. “ Sejak awal saya sudah wan­ ti-wanti jangan sampai keliru, perjanjiannya maupun alurnya. Bahkan kita kerjasama dengan kejaksaan agar pencairan tidak keliru,”kata Bupati Amin. Mantan kepala Desa Maron, Kauman itu juga menegaskan,

pihaknya tidak ingin masyarakat ikut terseret dalam kasus itu, jika kemudian hari bermuara pada kasus hukum. Tapi soal fakta di lapangan hingga saat ini, Amin mengaku tidak tahu. Karena un­ tuk setiap penerima hibah dari masing-masing Pokmas sudah diverifikasi. Amin juga berharap kasus dana hibah Belanda 2003 tidak berulang lagi di Ponorogo. “Alangkah celakanya memberi­ kan (dana) yang tidak ada ten­ densi apa pun, tapi ada keke­ liruan ,”tegasnya. Sementara itu, Kepala Ba­ gian (Kabag) Kesra, Basori ketika dikonfirmasi adanya dugaan penyelewengan dana hibah dan bansos dilapangan menyatakan pihaknya bakal segera melaporkan ke atasan. “Kita akan laporkan ini ke atasan,”terangnya. Di beritakan sebelumnya, dana negara yang tercantum dalam ABPD 2013 itu untuk hibah dan bansos mencapai 13 milliar. Dana negara terse­ but dalam praktek lapangan diduga banyak disimpangkan. Karena ketidak pahaman ma­ syarakat bahwa dana tersebut adalah dana negara banyak ok­ num dewan mengklaim bahwa dana tersebut seakan-akan dana pribadi. Sehingga dana yang seharusnya untuk kelom­ pok masyarakat ( Pokmas) itu, banyak diklaim sebagai ‘ban­ tuan’ dari oknum dewan yang mencalonkan kembali dalam Pemilu 9 April 2014 men­ datang. (wid/so)

akan dikerahkan seratusan personel TNI dan Polri. Ter­ masuk, sejumlah pegawai di lingkungan SKPD Ponorogo. Titik-titik pembersihan antara lain alun-alun, perempatan Tambak Bayan, Perempatan Pasar Legi dan Perempatan Tonatan. Sayang, meski ada upaya muluk-muluk tersebut, hingga Selasa (18/2) sore, sejumlah ruas jalan protokol Ponorogo, masih tampak abu menumpuk di tengah jalan dan menutup garis marka. (wid/dik) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

saya, hujan abu ini adalah yang terbesar,’’ ujar Sukro Wijoyo, seorang warga Keca­ matan Dolopo, Madiun. Dia juga bercerita, bahwa pada saat Gunung Kelud me­ letus, terdengar suara gem­ uruh berkali-kali mirip halilint­ ar. Awalnya, dia tidak mengira jika gemuruh itu berasal dari Gunung Kelud. Sebab, jarak Madiun hingga Gunung Ke­ lud, cukup jauh. ‘’Saya tidak mengira jika suara gemuruh itu berasal dari letusan Gu­ nung Kelud,’’ ucap Sukro. Jumat (14/2) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, Media As­ pirasi mencatat bahwa Jalan Raya Madiun-Ponorogo, terli­ hat gelap. Jarak pandang bah­

kan kurang dari 10 meter. Tak hanya di jalanan, tumpukan abu vulkanik Gunung Kelud juga terlihat di halaman Pen­ dopo Pemkab Madiun. Pusat pemerintahan itu pun, terlihat layaknya gurun pasir. Para pegawai di lingkup Pemkab Madiun, juga terli­ hat berupaya membersihkan hamparan abu Gunung Kelud tersebut. ‘’Untuk member­ sihkan lingkungan pendapa Pemkab Madiun, kami pre­ diksi membutuhkan waktu seminggu. Ini karena masih banyak abu yang belum turun dari atap bangunan,’’ ucap Kairin, koordinator petugas kebersihan Pemkab Madiun. (tok/so/dik)

ABU vulaknik dari letusan Gunung Kelud yang masih menumpuk di jalanan yang tidak segera ada upaya pembersihan dari Pemkab, membuat warga Jalan Kalimantan, Banyudono, Kecamatan Ponorogo prihatin, dan bersama-sama membersihkanya

PERCAYAKAN PROMOSI USAHA ANDA HANYA DI

Media ASPIRASI Telp. (0352) 489219 Mila 0857316176744


12 PONOROGO, Media Aspirasi – Meski harus ber­ jibaku dengan guyuran Abu Vulkanik Gunung Kelud, Sartono dulur dhewe tak kenal lelah menyapa warga di Dapil 7 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Mag­ etan dan Ngawi). Kali ini sepupu presiden SBY itu mengunjungi masyarakat Ponorogo selama dua hari. Tidak sekadar melakukan kunjungan, Sartono calon anggota DPR RI Partai Demokrat Nomor Urut 2 ini mampu menyuntikkan dorongan maupun motivasi bagi semua elemen masyarakat di Bumi Reyog. Kunjungan kedua Sartono di gelar bertajug silatur­

EDISI 43 15 - 21 JANUARI I TAHUN 2014

Miseri : Sartono Luar Biasa ahmi dan temu kader di Wisma Koperasi Ponorogo, Jum’at (14/2) lalu. Meski diwarnai susana panas dan tebalnya abu vulkanik, sebanyak 150 kader yang be­ rasal dari kecamatan Sooko dan Pulung tetap setia menghadiri acara tersebut. Mereka menyatakan kesia­ pannya memenangkan Sartono dalam pemilu legisla­ tif 9 April 2014 mendatang. Miseri Efendi ketua DPC Partai Demokrat Ponoro­ go dalam kesempatan itu menyebut Sartono sebagai caleg yang luar biasa. Lantaran, Sartono merupakan calon wakil rakyat yang berasal dari trah pemimpin.

“Pak Sartono itu luar biasa. Beliau adalah sepupu pres­ iden kita SBY. Beliau pun menjabat sebagai Bendahara DPP Partai Demokrat dan di Bappilu sebagai ketua bi­ dang logistik. Pak Sartono dipercaya oleh SBY untuk mendampingi Mas Ibas menjadi Wakil Rakyat. Ini kan luar biasa,” sebutnya. Miseri juga meminta untuk serius untuk mensuk­ seskan Sartono menjadi DPR RI dari Partai Demokrat. Sebab, ini penting untuk melanjutkan programprogram pro rakyat yang digulirkan pemerintah un­ tuk kesejahteraan rakyat.­“Kita punya presiden dari

Demokrat Pak SBY, kita punya Gubernur dari Partai Demokrat Pakde Karwo. Maka sudah selayaknya kita memiliki wakil rakyat Pak Sartono yang dekat dengan pemimpin,” tegasnya. Sementara itu, usai melakukan temu kader, kun­ jungan Sartono dilanjutkan di Desa Menggare, Ke­ camatan Slahung Ponorogo. Disana, Sartono Dulur Dhewe bersilaturahmi dengan jamaah pengajian Ma­ jlis Taklim Ahad Pahing (MTAP). Sartono tidak segan mengikuti simaan Al quran berbaur dengan 45 ang­ gota dan pengurus MTPA. (ar)

Caleg DPR RI DAPIL 7 JATIM Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek


Media Aspirasi