Page 9

Daerah

Edisi: 196/Thn VII / 9 - 22 April 2014

9

Bupati Lepas Kafilah MTQ Kab Cianjur Pada MTQ ke-33 Tk Provinsi Jabar Cianjur (MP) - Bupati Cianjur Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM melepas peserta MTQ ke33 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014, bertempat di Bale Praja Kabupaten Cianjur, Jumat, 21 Maret 2014. Kegiatan ini dihadiri unsur Muspida, unsur Kemenag, para Kepala OPD, Ketua MUI Cianjur, serta tamu undangan lainnya. Bupati Cianjur dalam sambutannya mengatakan,

kegiatan MTQ sangat positif dan berdaya guna bagi peningkatan kecintaan kepada Allah SWT dan Agama Islam, serta untuk mengasah keterampilan, pemahaman dan implementasi kehidupan spiritual masyarakat, memperkokoh ketahanan mental, terutama di saat kita dihadapkan pada tantangan krisis multidimensi, yaitu krisis jati diri, krisis ideologi, krisis karakter dan krisis

kepercayaan. Selanjutnya Bupati Cianjur meminta kepada seluruh kafilah dan official untuk selalu menjaga nama baik Kabupaten Cianjur dan Jawa Barat, yaitu dengan berbuat baik, ramah, sopan, dan penuh kekeluargaan dalam event yang diikuti maupun selama penyelenggaraan. Bupati Cianjur mengucapkan selamat kepada seluruh kafilah yang mendapatkan

kepercayaan mewakili kabupaten cianjur ke tingkat propinsi jawa barat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang MTQ ke-33. Serta berharap, semoga meraih sukses dan bisa menjadi juara. Sementara itu Asisten Bidang Kesra Kabupaten Cianjur, selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Cianjur Hj Dwi Ambar WS melaporkan jumlah seluruh kafilah

Kabupaten Cianjur sebanyak 157 orang terdiri dari penanggung jawab 2 orang, peserta sebanyak 34 orang, panitia sebanyak 23 orang serta Pembina dan Official sebanyak 13 orang dan peserta Pawai Ta aruf 85 orang, Pelaksanaan MTQ ke-32 Tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 2014 dilaksanakan tanggal 24 s/d 30 Maret 2014 bertempat di Kabupaten Kuningan-Jawa Barat. Anwar/Dani

DPRD Sesalkan Istri Bupati dan Camat Kampanye di Masa Tenang Bangunan Milik Akbid Mitra Husada Diduga Tidak Memiliki IMB Medan (MP) - Bangunan milik Sekolah Kebidanan Mitra Husada yang terletak di Jl Pintu Air 4 Gang Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala Medan diduga tidak memiliki IMB. Bangunan tersebut sudah menyalahi peraturan daerah dan meresahkan masyarakat sekitarnya. Ukuran ketinggian tembok yang menyalahi peraturan Perda yang berlaku di Kota Medan mengakibatkan kegiatan warga sekitar menjadi terganggu. Sabar Manik

Inspektorat Daerah Cianjur Akan Segera Tinjau Ulang LKPD 2013 Cianjur (MP) - Laporan Keuangan Pemkab Cianjur Tahun 2013 akan segera ditinjau ulang oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur. Hal itu dilakukan sesuai aturan yang sudah dimandatkan di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Reviu Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Inspektut Daerah Kabupaten Cianjur, H Agus Indra SE MM mengatakan sebagaimana disebutkan dalam Permendagri tersebut, peninjauan ulang atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah prosedur penelusuran angka-angka, permintaan keterangan dan analitis yang harus menjadi dasar memadai bagi Inspektorat untuk memberi keyakinan atas laporan keuangan. Itu artinya sebagai keyakinan kami bahwa tidak ada modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan keuangan tersebut disajikan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang memadai dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Laporan keuangan yang akan ditinjau ulang melingkupi, laporan realisasi anggaran, neraca, dan laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Kegiatan tersebut nanti dilaksanakan secara paralel dengan penyusunan LKPD, dan itu bisa dilaksanakan paling lambat 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Adapun pelaksanaan kegiatannya meliputi persiapan, penelusuran angka, permintaan keterangan dan prosedur analitis. Sedangkan terkait untuk proses pelaporan hasil peninjauan ulang nantinya, akan dibuat sebuah laporan menyeluruh yang artinya anggaran sudah ditinjau ulang dan akan di tanda tangani Inspektur Daerah untuk selanjutnya diserahkan ke Bupati dalam rangka penandatanganan pernyataan tanggung jawab. Agus/Dani

Caleg Drs Salim Atmaja Berkampanye dengan Cara Mancing Gratis Jatisari (MP) – Drs Salim Atmaja caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk Dapil V Kabupaten Karawang mengadakan kampanye dengan cara mancing gratis di dekat rumah makan Niki Jatisari, Sabtu (293) lalu. Drs Salim Atmaja menyediakan ikan lele 300 Kg. Alhamdulilah masyarakat berduyun-duyun keluar dari kampungnya masing-masing mendatangai tempat pemancingan gratis yang sudah disediakan oleh Drs Salim Atmaja Caleg DPRD dari dapil V Kabupaten Karawang yaitu Kecamatan Banyusari, Kecamatan Jatisari, Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Tirtamulya. Diadakannya mincing gratis ini membuat masyarakat sangat gembira sekali. Sewaktu dikonfirmasi oleh Melayu Pos, Drs Salim Atmaja mengatakan, “Enakan seperti ini kan pulang bisa bawa ikan dari pada kita berkampanye berkeliling udah panas, cape, haus.” EDY S BK dari Melayu Pos sahabat Drs Salim Atmaja caleg DPRD Dapil V Kabupaten Karawang menghimbau atau mengajak keseluruh masyarakat di dapil V jangan lupa tanggal 9 April 2014 hari Rabu coblos lah nama Drs Salim Atmaja No 2 PDI Perjuangan. “Saya mohon doa restunya Drs Salim Atmaja benar benar yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat di dapil V untuk menjadi wakil rakyat. Dan siap membantu masyarakat untuk menjalankan amanah dan aspirasi masyarakat. Ingat coblos nama Drs Salim Atmaja. Robbana atina fidunya hasana waoilahiroti hasanah wakina ajabanar. Amin ya allah ya robabal alamin. Edy S Bk

Bandung (MP) - Kampanye yang diduga dilakukan oleh istri Bupati Bandung, Nia Kurnia Naser dan Camat Majalaya Yosep Nugraha di masa tenang disesalkan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Asep Anwar. Asep menilai kegiatan kampanye itu sangat tidak patut dilakukan, apalagi keduanya adalah pejabat negara dan istri pejabat negara. Justru seharusnya, keduanya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Pemerintah sudah bikin aturan main yang jelas untuk kita semua. Saya mohon ditaati dan dilaksanakan dengan baik. Apalagi keduanya pejabat publik, harus memberi contoh kepada masyarakatnya,” ujar Asep, Senin. Dengan adanya kegiatan kampanye bukan pada waktunya ini, Asep meminta agar Panwaslu segera melakukan tindakan. Karena hal tersebut, jelas merugikan peserta pemilu lainnya. “Ada atau tidak laporan dari masyarakat. Kalau ada bukti, apalagi beredar luas di dunia maya, panwaslu harus turun tangan dong. Masa terjadi pelanggaran dibiarkan saja? Di mana wibawa dan ketegasan panwaslu?” ujarnya. Sementara itu, Yosef Nugraha melalui pesan singkat membantah dikatakan melakukan kampanye. Dia mene-

gaskan, saat acara PAUD tersebut, tidak ada ajakan memilih partai apapun. Namun memang dia mengakui mengutip pernyataan orang-orang dari Partai Golkar. “Saya hanya mengutip pernyataa orang-orang Golkar, 9-4=5. Tidak ada kalimat ajakan untuk memilih Golkar,” ujarnya. Karena itu dia menilai apa yang dilakukannya itu tidak masuk dalam kategori kampanye. Seperti diketahui, di masa tenang jelang pencoblosan Pileg 2014 pada 9 April mendatang, warga Kabupaten Bandung digegerkan oleh beredarnya tayangan video kampanye istri Bupati Bandung Nia Kurnia Naser di situs YouTube. Video berdurasi 46 detik berjudul ‘Ibu Bupati Bandung Kampanye Golkar’ itu diunggah seseorang pemilik akun bernama Mata Rakyat pada 4 April lalu. Diduga video kampanye itu dilakukan oleh Nia saat masa tenang. Dalam video tersebut, Nia terlihat sedang membacakan sebuah puisi dalam sebuah acara. Salah seorang warga

yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, lokasi di dalam video tersebut berada di Kecamatan Majalaya. Nia menghadiri sebuah acara perlombaan PAUD. Isi puisi tersebut diperkirakan dibuat oleh seorang anak yang sebelumnya tengah dilombakan. Nia kemudian membacakan hasil karya tersebut di depan warga yang menghadiri acara. “Buka-buka suara, tinggaltinggal koneng warnana. Colok-colok calon Golkarna, lima lima lima nomor lima. Ieu didamelna sateuacan abdi kadieu. Ieu keputusan dewan juri, suratna resmi (buka-buka suara lihat-lihat kuning warnanya. Coblos-coblos calon Golkarnya. Lima lima lima nomor lima. Ini dibuatnya sebelum saya datang ke sini. Ini keputusan dewan juri, suratnya resmi,” kata Nia dalam video tersebut. Selain mengunggah kegiatan kampanye di masa te-

nang yang dilakukan Nia Kurnia, pemilik akun juga mengunggah cuplikan video berjudul ‘Camat Majalaya Kab. Bandung Kampanye Golkar.’ Dalam video ini terlihat seseorang yang mengenakan baju batik berwarna putih tengah memberikan sambutan. Pria yang diduga Camat Majalaya Yosep Nugraha itu memberikan ucapan selamat datang kepada Ibunda Paud Kabupaten Bandung. “Kata orang Islam angka lima identik dengan rukun Islam. Kata bangsa Indonesia lima adalah Pancasila. Kata anak PAUD lima itu sembilan dikurang empat. Kata pengurus Golkar kemarin waktu kampanye lima itu sembilan dibagi empat sama dengan lima. Yaitu tanggal 9 April mencoblos nomor lima. Kata orang Golkar, bukan kata saya,” ujarnya dalam video berdurasi 54 detik ini. Sementara itu, Ketua

Panwaslu Kabupaten Bandung, Husen Hermawan mengaku belum mendapat laporan terkait beredarnya video tersebut. Namun Husen memastikan di hari tenang tidak boleh ada aktivitas kampanye apapun bentuknya. “Belum ada laporan. Kalau melanggar kan harus ada yang memenuhi unsur materilnya. Siapa yang terlapor dan melapornya. Harus jelas juga unsur-unsur pelanggarannya,” ujarnya. Pihaknya, kata Husen, bisa melakukan tindakan, namun harus jelas siapa yang menjadi pelapornya. Karena Panwaslu tidak bisa bertindak jika tidak ada yang memberikan laporan. Dengan adanya kasus tersebut, pihaknya menunggu laporan resmi, baik dari pemilik akun tersebut, atau dari masyarakat lainnya. Berikut video yang bikin geger tersebut. Ink/Mp

Pemkab Bandung Sediakan Rp 43,8 M untuk Peserta BPJS Bandung (MP) – Pemkab Bandung menganggarkan dana senilai Rp 43,8 miliar untuk pembayaran premi PBI (Penerima Bantuan Iuran) bagi 285.066 peserta Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yang berasal dari APBD tahun 2014. Sedangkan tahun 2013, Pemkab Bandung telah mengeluarkan dana sebesar Rp 43 miliar guna pembayaran jaminan kesehatan warga miskin. Data tersebut diungkapkan Bupati Bandung H Dadang M Naser SH SIp dalam pertemuan koordinasi dan evaluasi pelayanan puskesmas dan sosialisasi BPJS seKabupaten Bandung di Gedung M. Toha-Soreang, Kamis (27/3). Evaluasi BPJS diikuti para camat, kepala desa, lurah serta kepala puskesmas. Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bandung saat ini,

menurut H Dadang M Naser terdiri peserta Jamkesmas sebanyak 1.154.069 orang, peserta Askes 130.135 orang dan peserta Jamkesda 285.066 orang. “Kepesertaannya akan berubah menjadi penerima bantuan iuran Pemkab Bandung dan langsung menjadi peserta JKN, saat ini datanya sedang divalidasi,” kata H Dadang M Naser. Untuk mendukung program JKN, Pemkab Bandung telah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan berupa 62 Puskesmas, 79 Puskesmas Pembantu, 138 klinik pratama, 538 dokter praktek mandiri serta bidan praktek mandiri. Sementara untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, telah disediakan 3 buah RSUD milik Pemkab Bandung masing-masing RSUD Soreang, RSUD Majalaya dan RSUD Cicalengka. “Ketiga RSUD ini telah membuat perjanjian

kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan cabang Soreang dan telah siap memberikan layanan kepada peserta JKN,” kata H Dadang M Naser. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr H Achmad Kustijadi M Epid, mengungkapkan jumlah kunjungan dan rujukan peserta

BPJS pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama selama bulan Januari s/d Februari 2014 masing-masing 51.385 orang rawat jalan, ditambah 7.752 orang yang melakukan rujukan. Untuk memudahkan informasi peserta JKN, kata H Achmad Kustijadi telah

dibangun jaringan wide area network (WAN) DI 31 puskesmas, penyediaan SMSGateway pelayanan rujukan KIA di 13 puskesmas disamping penyediaan laptop, PC, Infokus dan printer di 62 puskesmas. Kami juga menyediakan layanan konsultasi publik melalui media sosial online, seperti email, facebook, twitter danwebsite,” kata H Achmad Kustijadi. Pelayanan kesehatan yang akan diterima peserta BPJS menurut Kepala BPJS Cabang Soreang dr Rachmad Widodo diantaranya rawat jalan, berupa pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi oleh dokter spesialis, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai serta pelayanan lainnya. Sedangkan untuk pasien rawat inap berupa perawatan inap non intensif dan perawatan inap di ruang intensif. Hpb

Persaingan Usaha Pariwisata Kian Menajam Bandung (MP) – Bupati Bandung H Dadang M Naser SH SIp menilai, menghadapi pasar bebas Tahun 2015 (AFTA 2015) tingkat persaingan usaha termasuk bidang pariwisata kian menajam. Hal ini dikarenakan, usaha di bidang yang satu ini sangat prospektif dan potensinya sangat tersedia. “Yang diperlukan sekarang adalah peningkatan sumber daya manusianya, mulai dari masyarakat, pemerintah, pengelola jasa wisata maupun para pemandu wisata itu sendiri yang harus mampu memberikan gambaran obyek wisata disuatu daerah secara menarik,” kata H Dadang M Naser ketika membuka Seminar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme Bidang Pariwisata di Gedung Korpri-Soreang, Kamis (27/ 3).

H Dadang M Naser merasa yakin, jika dikelola secara profesional sektor pariwisata bisa menjadi andalan dalam pertumbuhan ekonomi, pendapatan daerah maupun penghasil devisa negara. “Bahkan sektor pariwisata ini masih diyakini maupun memberdayakan masyarakat, karena bisa membuka lapangan peker-

jaan dan kesempatan berusaha,” tuturnya. Namun demikian ia mengingatkan, pengembangan sektor pariwisata harus tetap memperhatikan kelestarian alam dan kearifan lokal yang berlaku di suatu daerah. “Kita lihat saja Bali, selain panorama alamnya sangat indah, kearifan lokalnya juga tetap terpelihara, sehingga banyak

wisatawan asing yang berduyun-duyun datang ke Pulau Bali,” kata H Dadang M Naser. Ia mengingatkan pula, tanah pasundan sangat kaya akan sumber daya alam dan budaya yang melimpah. Di pasundan, kata H Dadang M Naser telah tersedia hutan, sungai, flora dan fauna, peninggalan sejarah purbakala hingga aneka makanan (kuliner). “Ini modal berharga bagi pembangunan sektor pariwisata,” katanya. H Dadang M Naser mencontohkan betapa kreatifnya negara Australia atau Singapura dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Di Australia kita bisa melihat sejarah penggalian tambang emas yang dilakukan manusia tempo dulu, mulai dari peralatan penggalian maupun pakaian yang dikenakan para penambang tempo dulu

saat menggali tambang, ini namanya wisata sejarah yang bisa menghasilkan uang,” katanya. Khusus kepada para pengelola obyek wisata, H Dadang M Naser mengajak untuk terus mengembang kreatifitasnya agar obyek wisata yang dikelolanya mampu menarik calon wisatawan. Bahkan ia pun meminta agar para pemandu wisatanya itu, lebih meningkatkan dalam pengetahuan bahasa asing. “Paling tidak, mereka harus mampu bercakap dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional,” tuturnya. Seminar kepariwisataan menurut Kabid Pariwisata, H Asep Djuanda diikuti 200 peserta, terdiri pelaku usaha pariwisata, PHRI (Persataun Hotel & Restoran Indonesia), Kompepar serta pengurus desa wisata. Hpb

Melayu Pos 196  

Pemersatu Aspirasi Rakyat

Advertisement