Page 8

Daerah

8

Edisi: 196/Thn VII / 9 - 22 April 2014

Drs Salim Atmaja Caleg DPRD Kabupaten Karawang Jatisari (MP) – Drs Salim Atmaja Caleg DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dapil V yang meliputi Banyusari, Jatisari, Kota Baru dan Cikampek serta Tirta Mulya. Alhamdulilah banyak tokoh-tokoh masyarakat yang minta didatangai oleh Drs Salim Atmaja ke kampung-kampung dan pedesaan untuk menyerap aspirasi masyarakat di Dapil V dan banyak juga yang langsung datang ke rumah Drs Salim Atmaja untuk bersilaturahmi temu muka langsung dengan calon legislatif DPRD dapil V ini. Pesta Demokrasi Pemi-

lihan Umum merupakan pesta rakyat untuk memilih wakil rakyat di tingkat DPRD, DPD, DPR RI hingga Presiden untuk memilih caleg legislatif yang akan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2014 nanti yang merupakan perwakilan masyarakat di gedung dewan dan dukungan partai politik setiap caleg melakukan pengenalan atau silaturahmi kepada seluruh masyarakat baik dalam bentuk spanduk, baliho, sticker dan lain – lain. Harapan masyarakat mengenal dan mengingat kepada calegnya yang akan dipilih maka para caleg banyak yang datang ke perumahan ke desa-desa juga

pangkalan ojeg. Mendekati hari pemilihan, masyarakat jangan kena bujukan dengan iming–iming uang Rp 20 ribu tapi ingat buat apa uang Rp 20 ribu masyarakat ditinggal selama 5 tahun itu yang sudah terjadi kebanyakan janji bohong belaka. Carilah calon legislatif yang menjalankan amanah dan aspirasi masyarakat untuk lima tahun kedepan pemilihan tingkat intensitas caleg semakin tinggi mengingat persaingan untuk mendapatkan satu kursi wakil rakyat yang memilki hak pilih harus diberikan pengarahan atau pemahaman yang baik

sehingga tidak terjadi penyesalan di kemudian hari terhadap calegnya maka dengan ini saya mengajak kepada masyarakat Dapil V jangan salah pilih tapi coblos Drs Salim Atmaja. Drs Salim Atmaja orangnya ramah, sopan, santun dan jujur serta selalu megingat masyarakat dan gampang ditemui oleh masyarakat untuk berkomunikasi dan siap membantu masyarakat. Jangan lupa Drs Salim Atmaja coblos namanya pada hari Rabu tanggal 09 April 2014 terimaksih seluruh masyarakat Dapil V DPRD – Kabupaten Karawang. Edy S BK

Kemhub Siapkan Ahli Tanah Cek Lintasan KA Kroya-Bandung Tasikmalaya (MP) - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyiapkan ahli tanah untuk memeriksa lintasan KA Kroya-Bandung. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah terulangnya kereta anjlok di Tasikmalaya. “Kami telah menyiapkan ahli tanah untuk segera memeriksa perlintasan KA Kroya-Bandung supaya bisa mengetahui titik tekstur tanah yang rawan longsor,” kata Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Minggu (6/4). Jalur lintasan KroyaBandung menurutnya rawan terjadi longsor. Apalagi lintasan ini melewati bukit dengan jalur menanjak dan berkelok. Secara terpisah, Humas PT KAI Sugeng Priyono mengatakan tim gabungan secara bergotong royong

membuat bantaran rel baru di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Tasikmalaya. Bantaran rel yang disusun dari karung berisikan tanah, pasir dan batu. “Kami terus berusaha memperbaiki bantaran rel,” ujarnya. Sugeng menambahkan, dua gerbong berhasil dievakuasi ke pinggir kemarin sore. Tetapi untuk lokomotif masih berada di dalam jurang sedalam 10-15 meter. “Petugas saat ini ada yang berusaha memperbaiki bantaran rel dan sebagian berusaha mengangkat loko-motif,” jelasnya. Dtc/Mp

Nasional (BNN) Provinsi Jabar, Brigjen Pol Anang Pratanto, Senin (7/4). Menurut Anang, pusat rehabilitasi tersebut sebagian besar berada di Bandung, dan Bogor. Sebagai gambaran, RS Jiwa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat saat ini menampung hingga 200 orang pecandu narkoba. Tempat rehabilitasi di Jabar berjumlah lebih dari 50 unit itu, kata dia, dimiliki pemerintah maupun komponen masyarakat. Jadi, bentuknya

Petugas memperbaiki jalur rel Kereta Api lintasan Kadipaten-Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (6/4). PTKAI memprioritaskan perbaikan jalan rel sepanjang 200 meter untuk normalisasi jalur Jawa Barat dengan target perbaikan selesai, Senin (7/4), sementara proses evakuasi bangkai gerbong dan lokomotif yang masuk ke jurang karena rel tergerus longsor, Jumat (4/4) ditunda sampai jalur rel bagus.

ada Rumah Sakit, Puskesmas maupun tempat rehabilitasi yang didirikan masyarakat seperti Abah Anom yang memiliki enam tempat rehabilitasi. ‘’Walaupun tempat rehabilitasi banyak, tapi masih sedikit pecandu yang mau diobati,’’ katanya. Menurutnya, optimalisasi tempat rehabilitasi ini sejalan dengan program BNN 2014 yakni penyelamatan pencandu narkoba. Jabar sendiri, telah lebih lama melakukan penyelamatan kepada para

pencandu. Karena itu, kata dia, masyarakat diminta peduli terhadap pengguna narkoba dengan cara wajib lapor kepada lembaga terkait atau Institusi Penerimaan Wajib Lapor (IPWL) untuk mendapatkan pengobatan atau terapi. “Setelah lapor maka pencandu narkoba akan direhabilitasi,” katanya. Saat ini, menurut Anang, residen atau pencandu narkoba yang melakukan rehabilitasi berjumlah 1.510 orang.

Dari angka itu, sekitar 800 orang ditangani di Lido, sedangkan sisanya di RS pemerintah dan komponen masyarakat. Dikatakan Anang, sementara angka prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) narkoba di Jabar sekitar 2,5 persen dari total penduduk. Angka ini, terbilang rendah dibandingkan angka prevalensi Jakarta yang mencapai 7 persen. Rol/Mp

Warga Rasakan Suhu di Cianjur Lebih Panas Cianjur (MP) - Masyarakat di Kabupaten Cianjur belakangan ini kerap mengeluhkan kondisi cuaca yang dinilai sangat panas dibandingkan harihari sebelumnya. Belum diketahui persis penyebab pasti peningkatan suhu udara itu. Seperti diungkapkan Asep Jatnika (52). Warga Cianjur yang saat ini menetap di Tasikmalaya itu merasakan kondisi cuaca yang sangat berbeda ketika dulu dia masih tinggal Cianjur. “Cianjur sekarang panasnya minta ampun. Dulu waktu saya masih tinggal di Cianjur sekitar 1980-an, kondisinya begitu adem. Tapi sekarang cuaca di Cianjur kayak di Jakarta, panas banget,” kata Asep saat bertandang di Cianjur. Asep tak mengetahui persis penyebab terjadinya peningkatan suhu tersebut. Konon, keberadaan perairan Jangari yang merupakan

bagian dari Waduk Cirata, ikut berkonstribusi terhadap peningkatan suhu udara. “Katanya sih memang ada pengaruhnya juga sejak ada Jangari itu. Tapi itu tidak bisa dibuktikan dengan omongan saja, perlu ada pembuktian yang akurat,” kata Asep. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Cianjur Achmad Tantan Sofhawie mengatakan, sebetulnya temperatur udara masih dalam ambang batas normal di kisaran 29-29,5 derajat celcius. Hanya saja

memang saat ini sudah memasuki musim kemarau meskipun kerap diselingi hujan. “Sebetulnya kalau temperatur udara masih normal, sekitar 29-29,5 derajat celcius. Nah inilah yang dinamakan global warming (pemanasan global) itu. Cuaca akan sangat panas karena terjadi penipisan atmosfer,” kata Achmad. Achmad tak sependapat jika keberadaan Perairan Jangari di Desa Bobojong Kecamatan Mande dituding sebagai penyebab peningkatan suhu udara saat ini. Achmad lebih menyoroti emisi gas buang kendaraan

dan efek rumah kaca yang menjadi kontributor terjadinya peningkatan suhu udara saat ini. “Ini lebih pada faktor terjadinya peningkatan emisi gas buang kendaraan dan efek rumah kaca sehingga mengakibatkan terjadinya global warming. Makanya kami di BLHD berupaya menggaet pihak dealer kendaraan bermotor untuk samasama mencari solusi menekan tingkat emisi gas buang kendaraan. Satu di antaranya dengan menggencarkan penanaman bibit-bibit pohon,” tuturnya. Upaya mengembalikan lagi kondisi cuaca di Cianjur yang dulu dikenal adem, menurut Achmad sebetulnya sudah gencar dilakukan. Apalagi dengan keberadaan sejumlah taman kota/hutan kota di beberapa tempat. “Keberadaan ruang terbuka hijau itu kan salah satunya untuk menekan pemana-

san global. Sebetulnya bukan hanya tugas pemerintah saja memikirkan menjaga lingkungan, tapi perlu juga ada kesadaran dari semua lapisan masyarakat. Tak perlu dalam skala besar, menyumbang atau menanam satu bibit pohon saja per orang saya kira akan mampu sedikit demi sedikit menekan global warming,” kata Achmad. Selain efek rumah kaca maupun emisi gas buang kendaraan, terjadinya pemanasan global juga dipengaruhi penggunaan energi berlebih. Misalnya saja penggunaan lampu di supermarket atau minimarket. “Coba kita lihat, berapa banyak lampu yang digunakan di supermarket atau minimarket. Itu kan nyalanya dari sejak pagi beroperasi hingga tutup. Penggunaan energi berlebih sangat berpengaruh juga terhadap pemanasan global,” katanya. Ink/Mp

Petani Sukabumi Mulai Beralih Tanam Palawija Sukabumi (MP) - Sebagian petani di selatan Kabupaten Sukabumi beralih menanam palawija di awal musim tanam gadu ini. Pasalnya, para petani khawatir bila menanam padi hasilnya tidak akan maksimal. “Sebagian petani ada yang sudah beralih menanam kedelai,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi, Sodikin, Senin (7/4). Hal ini

dilakukan untuk menghindari gagal panen jika memaksakan diri menanam padi. Kondisi ini, kata Sodikin, disebabkan sulitnya pasokan air untuk areal persawahan ketika memasuki musim kemarau. Terlebih, areal pertanian di selatan Sukabumi merupakan sawah tadah hujan. Namun, kata Sodikin, DPTP belum memberikan surat edaran terkait waspada menghadapi kekeringan di musim kemarau. Hal itu

“Keluarkan Kami Dari Kemiskinan” Seruyan (MP) – Masyarakat di Desa Tabiku Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah sebagian belum memiliki rumah layak huni. Seperti Itang (55), rumah yang didiami selama 8 tahun sangat tidak layak pakai dan ada juga beberapa rumah warga yang miskin memerlukan bantuan bedah rumah. Padalah dalam UUD 1945 Pasal 34 dan UU no 11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan, penanganan kemiskinan harus didukung pemerintah daerah, elemen masyarakat dan semangat gotong royong sebagai salah satu ajaran kebudayaan dan kearifan bangsa. Tentu saja penetapan rumah layak huni dilakukan selektif, mulai dari jelasnya status kepemilikan tanah dan bukan tanah sewaan. Hal itu penting agar tidak bermasalah di kemudian hari. Hasil pantauan Melayu Pos di lapangan mengamati apa yang dilakukan rumah tangga pedesaan miskonsepsi tentang populasi desa bahwa rumah tangga pedesaan entah semuanya petani atau semua terdiversifikasi. Ada keyakinan bahwa jenis aktifitas yang dilakukan oleh rumah tangga menentukan keberhasilan keluar dari kemiskinan. Sekertaris desa (Sekdes) Adi (37) saat ditemui Melayu Pos berharap supaya instasi terkait untuk bisa memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada masyarakat yang tidak layak huni agar desa mereka keluar dari angka kemiskinan bahwa untuk rumah yang kurang layak pakai sebanyak 12 buah rumah yang kondisinya papan dan atap berupa atap kajang atau dari daun daunan rumbia pada rapuh dan berserakan dan sebagian rumah menggunakan atap terpal sehingga jika kena matahari dan hujan pasti akan rapuh dan beberapa bilah papan sudah mengalami keropos dan rapuh. “Selama ini warga di sini penghasilannya pas pasan buat ongkos sehari hari,” ujarnya. Her

KEPALA BKPPD CIANJUR:

Jabar Jadi Pusat Rehabilitasi Narkotika Bandung (MP) - Jawa Barat menjadi provinsi dengan tempat rehabilitasi pecandu narkoba terbanyak dibandingkan provinsi lain. Saat ini, jumlah tempat rehabilitasi narkoba di Jabar mencapai 50 unit. Namun, lokasi rehabilitasi itu belum tersebar ke seluruh kabupaten/kota di Jabar. ‘’Lokasi tempat rehab ini terbilang belum merata. Idealnya, setiap kabupaten/kota punya tempat rehabilitasi,’’ ujar Kepala Badan Narkotika

Rumah kumuh dan kemiskinan.

dikarenakan sebagian wilayah di Sukabumi terutama di kawasan utara Sukabumi masih mendapatkan pasokan air yang cukup banyak untuk menanam padi. Sodikin mengungkapkan, DPTP baru mengeluarkan surat edaran terkait waspada menghadapi serangan oraganisme pengganggu tanaman (OPT). Himbauan itu sudah disampaikan ke semua kecamatan yang ada di Sukabumi. Rol/Mp

Tidak Ada Quota Tambahan Bagi Katagori 2 Cianjur (MP) - Isu yang merebak bakal adanya quota tambahan bagi katagori dua dibantah Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur H Cecep Sobandi SH MM, saat memberikan sambutan pada apel pagi di halaman Pemkab Cianjur, Senin 24 Maret 2014. Ditegaskan Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur, belakangan ini pihaknya sering kali didatangi sekelompok masyarakat termasuk para guru dan keluarganya yang mempertanyakan adanya informasi tentang bakal adanya quota tambahan bagi CPNS katagori dua. Atas adanya pertanyaan tersebut, saya jawab apa adanya yakni tidak ada yang namanya quota tambahan itu. Karenanya, kami mohon semua peserta apel pagi agar masalah tersebut disosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak ada quota tambahan itu. Lebih lanjut Kepala BKPPD Kabupaten Cianjur H Cecep Sobandi SH MM mengatakan, jumlah katagori dua ada 5.357 orang dan yang sudah dinyatakan lulus sebanyak 1.142 orang. Dari jumlah yang lulus tersebut, dua orang mengundurkan diri dan dua orang lagi dikonflen masyarakat, sehingga yang melakukan pemberkasan sebanyak 1.138 orang. Selain itu, belakangan ini juga beredar isu bahwa pada Mei atau Juni 2014 yang akan datang akan ada testing CPNS bagi umum. Namun hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi dari pusat terkait rencana tersebut. Oleh karena itu, barangkali hal itu pun baru merupakan isu. Tetapi mudah-mudahan saja isu itu nantinya benar. Yang pasti, hingga saat ini kami belum memperoleh informasi yang resmi atas adanya isu tersebut. Agus/Dani

Caleg DPR RI Zaienal Arifin SE & Citra Ria Artis Ibu Kota

Zaienal Arifin SE Mohon Dukungan Masyarakat Kalteng Lamandau (MP) - Zaienal Arifin SE Caleng DPR RI dari Partai Demokrat dapil Kalteng saat diwawancarai oleh beberapa media mengatakan saya ke Kabupaten Lamandau ikut melaksanakan kampanye partai Demokrat dan sekaligus saya mengenalkan diri sebagai Caleng DPR RI dari dapil Kalteng mohon doa restu dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang saya cintai ketika saya menjadi DPR RI dan mewakili seluruh masyarakat Kalimantan Tengah menjadi wakil rakyat yang benar, jujur dan amanah. Robet/Over

STOP PRESS

SKU Melayu Pos sudah lama memberhentikan di bawah ini dari staf redaksi: Nama Wilayah

: Sarjo Pranoto : Kabupaten Indramayu

Segela tindakannya sudah di luar tanggung jawab Redaksi. Dan jika Anda merasa dirugikan segera laporkan ke pihak berwajib. Petani membawa bibit padi untuk ditanam di persawahan.

Redaksi

Melayu Pos 196  

Pemersatu Aspirasi Rakyat

Advertisement