Page 2

Opini

2

Mujarabkah Politik Uang?

SOROT Pemerintah Harus Fokus Selesaikan Proyek Trans-Jawa

K

abar gembira tentang selesinya pembangunan fisik jalur rel ganda kereta api, atau double track lintas utara, yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya pada Maret 2014, sangat melegakan masyarakat. Untuk mengurangi beban jalan raya yang sangat tinggi dalam aktivitas transportasi penumpang maupun barang, kemajuan transportasi kereta api di negeri ini memang sudah sangat didambakan. Selama ini, andalan utama transportasi barang maupun penumpang di Jawa adalah jalan darat. Kerusakan fasilitas jalan raya menjadi cukup parah, terutama di jalur Pantai Utara (Pantura). Ratusan triliun dana yang dikucurkan pemerintah untuk membangun jaringan transportasi darat di Jawa, terutama di jalur Pantura, belum berhasil membuat jalur transportasi darat mulus. Justru, jalur Pantura selalu rusak hampir setiap tahun. Selesainya pembangunan fisik rel ganda JakartaSurabaya tersebut menjadikan peran kereta api ke depan bisa lebih maksimal, terutama dalam menghadapi musim padat penumpang seperti Lebaran. Keberadaan kereta api rel ganda dipastikan bisa menambah kapasitas angkut penumpang cukup signifikan, termasuk angkutan barang. Mobilitas masyarakat dan barang juga akan semakin lancar karena waktu tempuh dengan kereta api lebih singkat pascaselesainya jalur ganda. Namun, kemajuan yang dicapai dalam infrastruktur kereta api tersebut belum diimbangi sektor infrastruktur jalan tol untuk mengurangi beban jalan alternatif jalur Pantura selama ini. Pembangunan Tol Trans-Jawa masih terkendala pengadaan lahan. Padahal, seharusnya proyek infrastruktur tol tersebut sangat penting dan akan saling mendukung dengan kereta api. Masalah infrastruktur masih menjadi kendala besar yang dihadapi bangsa Indonesia yang menghabiskan banyak biaya. Kendala utama pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa yang membentang dari Merak, Banten hingga Surabaya, Jawa Timur terkendala pembebasan lahan. Lemahnya negosiasi pemerintah dalam meyakinkan masyarakat akan pentingnya keberadaan infrastruktur bagi kemajuan bangsa, membuat sejumlah proyek tol tersendat. Situasi itu membuat proyek infrastruktur di semua daerah di Indonesia tidak berjalan mulus. Padahal, pemerintah sadar infrastruktur harus menjadi prioritas bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain. Kenapa pemerintah tidak mampu mengambil peran dalam mendorong kelancaran proyek infrastruktur tersebut, terutama dalam hal pembebasan lahan? Padahal, semakin lama waktu yang molor dalam pembebasan lahan proyek infrastruktur tersebut, persoalan yang dihadapi akan semakin rumit. Selain terhambatnya target pembangunan infrastruktur, biaya pembebasan lahan akan semakin mahal. Banyak contoh akibat kelambanan dalam membebaskan lahan, harga makin melangit seperti proyek Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Jakarta. 

Mujarabkah politik uang? Sebuah pertanyaan penting, mengingat gejala itu sangat mengemuka saat ini. Apa bila ini mujarab atau sangat menentukan, maka pemilu kita bergeser maknanya. Pemilu ditentukan oleh uang. Syukurlah ada gejala uang tidak lagi mujarab. Sebuah gejala yang amat menggembirakan.

Staf Redaksi: Aceng Eris, Sip, Asep Soepandi, Bisner PS, Hotman S, Wasnadi S, Anwar Kirap, Dani Hamdani, Agustina Hendra, Bona S, Priatna, Mareden Manulang, Jonny Simanjuntak, Irmadi, Julisman, Yunus, Asrin Daulai, Mamat Sutardi, Kressa Maulana, Sopian Mustafa, Dani Hendi B, Tamidi Nurajaya, Tarman Waruwu, Bahagia Purba, Liston Gurning, Darman, Sudarno, Albert H, Rihcad S, Afrizal, Terkelin SM, Adi Wira S Meliala, Sutan Lumumba, Kayat Sudrajat, Eko Priyanto, Robinson Manulang, Joni Sapari, Didin, Farmi Alfikris, Sardi, Rahmat, Andi Putra, Rasyun, Tombang Tambunan, Firnando, Samsin, Adi Surya Wijaya, M Suran, Muhammad Hasan, Dedi Kurniawan, Robet Sulun, Hery Hartono, Hasan Sobri, Syahsinan Aryanto, S Priyadi, Eri Waruwu, Rizki Putra Utama, SH, Umar T, Eppendi, Jamjami Sp, Alo Bango, Rusmantio, Martin Zai, Martinus Siki, Sartiman, Rahman Liandi SE, Joni Julianto, Aperius Laila, Ebenezer, P Roni NB, Abdul Rachman, Dedi Suryadi, Jatiman Sitanggang, Ropinus Bangun, Tengku Syuib, Fanti Zega, Hermanto K Nihin, Muhlis, Fahri, Sudirman, Hermansyah ZN, Zainal, Asep AS, Tanwir Abdul Rahman, Zainal Efendi, Andi Usman, Suriyana, Aceng F, Ahmad Rudini, M Arsad Kaban, Berlin Lase, Hodly Simanungkalit, Darmawan Hayat SS, Sukuan Jaya, Andi M Nur, Fabianus Bubun, N Suryana, Zalmansyah, Dayat Rusmana, Doman Hutasoit, Wahyu Setiawan, Karmila, Wawan Rismawan, Solihin, Heldi Yosrizal, Rudi Hermansyah, Darmanto Tambunan, Dewi Puspa Sari, Muhammad Efendi, Tomi, David Saragih, Edy Suryadi BK, Wan Syafruddin, Bahrum Munte, Hidayah S, Abdul Gafur, Dadang, Nurdin Ginting, Parulan M, Romario Barus, Budi Mudiowanto, Hartono, Sudarno MS, Edie, Ujang, Sutan MB Simatupang, Zainal Arifin, Lasiman, Endang Suhardi, Abdul Rahman, Sarifudin, Budi Purwanto, Sanusi, Tatang S, Cecep Supriatin, Tanwir, Timbul MH, Damri Situmorang, Andi Putra S, Tengku Syuib, M Kasim, Esron Sembiring, Heri Purnomo, D Harsono, Agung Prastiyohadi, Ikrom, Achmads Lingga, Rudi Antonia, Zulkiflie M Noer, Suroto Adilasmono, Simson Sirait, Benhard M Sihombing, Parlin Pakpahan SE, Diansyah, Agus Rusmana, Kalaus, Hasan Basri, Karma Abadi Ginting, Ucok K Ginting, Januari Barutu, R Haryanto, Agus Munthe, Sabar Manik, CM Roberto, Ade Sufista, Andre Sigit, Dede Iskandar, Tanwir, Rudianto Sinaga, Sabar Bangun, Muhammad Iriansyah, Sukarna, Hasanudin, Martin B, Over, Swanie, Anwar Ependi Meliala, H Paulus Sirait, Rahmad Jani Ginting.

TARIF IKLAN : Iklan Baris Rp. 5.000,-/baris (minimal 3 baris, maks. 10 baris) 1 hal. Rp. 15.000.000 (FC); Rp. 10.000.000,- (BW); 1/2 hal. Rp. 7.500.000,(FC); 5.000.000,- (BW); 1/4 hal. Rp. 3.750.000,- (FC); Rp. 2.500.000,- (BW); 1/8 hal. Rp. 1.875.000,- (FC); Rp. 1.250.000,- (BW); 1/16 hal. Rp. 937.500,(FC); Rp. 625.000,- (BW); 1/32 hal. Rp. 468.750,- (FC); Rp. 312.500,- (BW) D ITERBITKAN OLEH : CV. GUNUNG BARUS ALAMAT REDAKSI / T ATA USAHA / IKLAN: Gd. Dewan Pers Lt. III Jl. Kebon Sirih No. 32 - 34 Jakarta 10110 Telp.: (021) 98333068; 34830839 Fax : (021) 34830839 Email: melayu_post@yahoo.co.id Isi diluar tanggung jawab percetakan NPWP: 02.554.039.4-025.000 Rekening : Bank BRI Cabang/Unit Senen No. Acc : 3247-01-004181-53-4 Bank BCA KCP Atrium Senen No. Acc : 6850183994 Atas Nama : Raden Barus Redaksi menerima naskah/artikel. Naskah/Artikel yang masuk menjadi milik Redaksi. Semua Wartawan SKU Melayu Pos terdaftar dalam boks redaksi dan dibekali kartu tanda pengenal.

Patokan ideal transaksi harus Oleh Mas’ud HMN Sungguh ini tunai, bukan dalam tumpuan harapan. bentuk janjian atau Maksudnya calon legislatif kita yang kredit/utang. seharusnya adalah kandidat yang berKetiga, politik uang identik dengan mutu, jujur, pejuang untuk kepen- serangan fajar. Pemberian uang pada tingan rakyat. Patokan ideal ini jangan waktu sebelum mereka ke kotak digeser. suara, pagi hari (H). Bukan mereka yang akan dipilih Keempat, politik uang identik adalah mereka lantaran berduit saja, dengan uang rokok. Yaitu pemberian dan mau membagikan duitnya uang sekadar uang untuk oleh oleh kepada pemilih dalam memenangkan yang artinya jumlahnya tidak besar. dirinya menjadi anggota parlemen. Kelima, politik uang identik dengan Sekali lagi bukan demikian. sebutan uang kopi, yang maksudnya Nah, dilihat memang ada gejala. pemberian terima kasih, uang lelah. Yaitu dalam Pemilu Legislatif 9 April nanti akan ada politik uang. Entah se- Modifikasi rangan fajar atau transaksi rekening. Inilah modifikasi. Tipologi penyeAda variasi gaya pelaksanaan. Po- rahan pemberian uang dalam rangka koknya ada politik uang. politik pemilihan umum. Para ahli poKarena itu, mari kita tinjau politik litik kadang menamakan itu cost poliuang dimaksud. Sekadar perban- tik. Yaitu biaya yang melekat kepada dingan di Malaysia persoalan politik calon yang jadi kandidat anggota peruang diistilahkan dengan pembiayaan lemen, baik tingkat daerah maupun politik. Cakupan masalah untuk Ma- pusat. Pengertian cost, atau biaya laysia adalah pengaturan partai, pe- identik dengan biaya habis (hilang). ngaturan pelaksana pemilihan umum, Tetapi, yang menarik adalah podan kampanye partai politik. Untuk litik uang dihubungkan dengan inves Indonesia istilah poilitik uang dikenal politik. Segala dana yang diperlukan sebagai berikut: harus dikembalikan. Jika nanti terpilih Pertama, politik uang identik akan diupayakan melalui policy dengan wani piro (berani bayar jabatan melekat pada diri anggota berapa). perlemen dimaksud. Kedua, politik uang identik dengan Ya, bagaimanapun dalam modiistilah fulus. Mana fulusnya. Artinya fikasi ini, pengembalian investasi po-

litik melalui masa jabatan lima tahun secara bertahap. Politik uang merupakan investasi yang harus dikembalikan secara cicilan dalam kapasitas pendapatan sang anggota perlemen bersangkutan. Jelas, demikianlah politik uang. Baik dalam model cost (biaya) maupun politik uang dalam konsep investasi politik yang harus dikenbalikan belakangan. Tidak akan mujarab Kembali pada pertanyaan di atas, akan mujarabkah politik uang dalam arti benarkah rakyat akan memilih sang calon yang memberikan uang kepada pemilih? Jawabannya mungkin tidak akan mujarab. Artinya tidak akan mujarab. Ini sesuai dengan penemuan Indonesian Coruption Wacht (ICW), bahwa pengaruh uang untuk pemilih hanya 18 persen. Tidak signifikan. Maksudnya hanya 18 orang di antara 100 orang yang terpengaruh oleh money politik. Bahwa mau menerima uang kalau diberi atau akan menerima uang ya, betul. Bahwa akan memilih sang calon tidak. Mudah mudahan! *)Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email : masud_hmn@yahoo.com

Dukun (isasi) Politik 2014

J Pembina: Mas’ud HMN, KRT. Heru Ansori, SH.MM Penasehat: Edigia, Gusti Bellaprisia, E. PGLK. Andanu, Jurik, Ucok Purba Penasehat Hukum: Junaedi Tarigan, SH, MH, Rida Ista Sitepu, SH Pemimpin Umum/Pemred/Penanggung Jawab: Raden Barus Wakil Pimpinan Redaksi: Martinus Siki Pemimpin Perusahaan: Sinton Sitepu Wakil Pemimpin Perusahaan: Fritz Bobby Barus, SE Sekretaris Perusahaan: Sakilah Manager Produksi: Arlianson Sphr Manager Iklan: Sudianto Bastian Manager Pemasaran: Robby MP Simatupang Disain Grafis: EdWin’d Litbang: Rahmat Sinulingga Dewan Redaksi: Raden Barus, Cristian Samuel HS, Sinton Sitepu

Edisi: 196/Thn VII / 9 - 22 April 2014

elang Pemilu 2014, sejumlah or ang yang mengaku penasihat spiritual atau dukun menawarkan jasa bagi calon anggota legislatif yang ingin sukses melenggang ke kursi wakil rakyat. Tidak sedikit calon yang mempercayai apabila mereka menggunakan dukun politik maka peluang menang bisa lebih besar dibandingkan tak menggunakan jasa dukun politik. Banyaknya calon anggota legislatif yang menggunakan jasa dukun politik jelang pemilu lebih dikarenakan mereka tak mempunyai kepercayaan diri tinggi ketika harus bertarung dengan pihak lain guna memperebutkan kursi sebagai wakil rakyat. Oleh karena merasa kurang percaya, maka mereka memilih jalan pintas yakni menggunakan jasa dukun politik. Fenomena dukun politik belakangan ramai menjadi perbincangan publik. Menurut pengakuan salah satu paranormal baru-baru ini dalam wawancara di salah satu stasiun TV swasta, ia sudah sibuk menerima “pasiennya” yang ingin bertarung pada pemilu 2014. Bahkan ada dukun politik yang kini sudah memasang tarif buat para caleg, cabub hingga capres yang ingin meminta tolong untuk memberikan “jampi-jampi”nya agar lolos pada pesta demokrasi nanti. Fenomena perdukunan politik sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan setiap menjelang pemilihan umum. Demikian pula menjelang pemilihan umum 2014 ini, berbagai media melaporkan bagaimana sejumlah dukun politik mengalami peningkatan pesanan dari berbagai pejabat dan politisi, dari level lurah sampai pejabat eksekutif, legislatif bahkan yudikatif. Tradisi baru di era demokrasi yang patut diapresiasi adalah menjamurnya lembaga-lembaga survei/polling yang memprediksi situasi politik berdasarkan metode ilmiah. Lembaga-lembaga survei yang awalnya kinerja dan kiprahnya tidak dikenal oleh masyarakat lambat laun menjadi akrab dan sudah menyatu dengan masyarakat karena akurasinya tinggi dalam memprediksi hasil sementara pemilu/pilkada melalui metode hitung cepat yang ilmiah. Hasil hitung cepat yang tidak jauh berbeda dengan hitung manual versi KPU/D, menjadikan kehadiran lembaga survei dalam pilkada dipercaya dan dirindukan masyarakat karena umumnya masyarakat cepat ingin mengetahui siapa pemenangnya. Lembaga-lembaga

survei juga dipertan politik yang Oleh H Darmadi caya sebagai lemrasional ilmiah, bebaga konsultan yarita yang berkemng disewa oleh cabang dalam maleg, parpol, calon kepala daerah, calon syarakat, semua pasangan calon kepresiden atau kelompok-kelompok pala daerah baik calon bupati/walimasyarakat lainnya untuk dimintai kota/gubernur juga minta jasa jasanya menggarap strategi dan kepada dukun politik yang bersifat upaya dalam memenangkan suatu irasional non ilmiah. kompetisi politik. Kondisi ini tentu Dukun politik ada yang berwajah sangat menyenangkan bahwa masyaterang benderang mengaku sebagai rakat sudah modern yang dicirikan dukun politik seperti Gendeng dengan mengedepankan nalar atau Pamungkas, Ki Joko Bodho dan lainakal sehat (ilmiah) dalam melihat dan lain, tetapi dapat juga bertopeng kyai menyelesaikan suatu masalah. atau ahli agama bahkan juga bergelar Selain tradisi ilmiah terbangun akademik sebagaimana yang pasang dalam dunia politik, ternyata tradisi iklan seperti DR KH Desembrian irasional non-ilmiah, primitif dan Rosyady, S.Ag, SH, SE, MM, MBA. tradisional juga ikut tumbuh subur Pelanggan yang minta jasa dukun dalam masyarakat yakni praktek dupolitik ada yang terang-terangan, kun politik. Fenomena kepercayaan namun umumnya secara diam-diam, tentang perdukunan, dunia ghaib malu-malu tapi mau dan tertutup dan makhluk halus ada dalam seatau operasi senyap, jangan sampai tiap bangsa di dunia ini dengan versi diketahui oleh lawan politiknya atau masing-masing. Saya kira semua etnis masyarakat. Kondisi ini mungkin yang bersangkutan menyadari bahdi Indonesia mengenal yang disebut wa tindakan yang dilakukan masuk dukun atau “orang pintar” atau “orketegori tidak fairplay, memalukan ang tua” atau paranormal atau shadan masuk kategori perbuatan man (Inggris). Dukun tak lain adalah syirik. Akan tetapi yang bersangseseorang baik laki-laki maupun kutan tidak kuasa untuk mencegah perempuan yang dianggap atau diminta jasa ke dukun politik karena percaya sebagian masyarakat memtakut gagal atau kalah dalam berpunyai kelebihan khusus (linuwih) kompetisi. berupa kemampuan dapat melihat Para dukun politik dalam mem(menerawang) kehidupan dunia lain bela dan memperjuangkan kliennya (ghaib) dan sekaligus mampu berkomelakukan berbagai taktik dan munikasi dengan makhluk dunia strategi dengan cara dukun. Mereka ghaib atau makhluk halus seperti: saling serang secara ghaib dengan hantu, jin, siluman, setan, iblis, roh, upacara ritual tertentu. Kalau perlu gendruwo, kuntilanak, sundelbopasukan makhluk halus dikerahkan. long, tuyul, wewe, demit, leak, buto Ada kandidat yang diminta berpuasa ijo, ratu kidul, dan lain-lainnya. dan mandi dengan air yang sudah Dengan kemampuan yang didiberi ramuan-ramuan tertentu. Ada miliki tersebut, sang dukun dapat kandidat yang disuruh tidur atau melakukan ritual untuk praktek keziarah di kuburan atau tempat kegiatan yang berkaitan dengan peramat. Ada yang mengantongi jimat nyembuhan penyakit, mengobati orbertuliskan huruf arab (rajah) konon ang kesurupan, meramal nasib dari ayat-ayat Al Quran. Masih banyak kehidupan ke depan, mencari permetode yang setiap dukun politik jodohan/pasangan hidup, agar laris/ berbeda-beda. sukses dalam berdagang/berusaha, Mengapa para kandidat legislaagar dikasihi/dicintai banyak orang tor, kandidat kepala daerah, kandidat (pengasihan), agar wajah selalu tamkades, mungkin juga kandidat prepak menarik dan cantik/tampan siden yang umumnya sudah ber(pasang susuk), agar sukses dalam mependidikan tinggi dan menganut niti karir, untuk menyakiti/membuagama masih juga lari minta bantu nuh lawan (tenung/santet), untuk kepada dukun politik? Sejumlah alakekebalan tubuh dari senjata tajam san dapat dikemukakan sebagai (kadigdayan) dan sebagainya. Tentuberikut: nya untuk ritual-ritual tersebut sang Pertama, dapat diduga kemungdukun memerlukan persyaratan kinan besar yang bersangkutan tidak tertentu (ubarampe atau sesajen) sesuai percaya diri akan kapasitasnya baik dengan tujuan ritual dan permintaan dari segi intelektualitas, wawasan, makhluk halus. kepopuleran atau ketenaran, pendaPraktek perdukunan di Indonesia naan dan modal-modal sosial lainnya yang semula hanya berkaitan dengan seperti kedekatan dengan masyapersoalan kesehatan, ritual keyakirakat, jaringan sosial dan sebagainya. nan, sosial-budaya, dan ekonoUntuk membayar kekurangan-kemi ternyata sejak memasuki era kurangan tersebut, maka yang demokrasi telah merambah ke dunia dianggap praktis dan mungkin juga politik atau kekuasaan yang tampak lebih murah dan diyakini akan sukses lebih terbuka dan intensif dalam menadalah dengan melalui operasi jaring pelanggan. Malahan menjelang senyap minta jasa dukun politik. UnPemilu 2014 sudah banyak dukun tuk membayar konsultan yang politik memasang iklan politik merasional ilmiah tidak mampu karena lalui panflet dan media on line/ umumnya sangat mahal. Sedangkan internet. Tampaknya dukun politik dukun masih bisa ada yang murah. yang non ilmiah tidak mau kalah Kelihatannya ada korelasi positif dengan lembaga survei ilmiah dalam antara keterbatasan dan kemampuan bersaing untuk menggaet pelanggan. diri dengan minta bantu dukun Semua bertujuan sama untuk mempolitik. Kandidat yang merasa tidak bantu peminta jasa agar tercapai yang mampu dan tidak percaya diri ada dicita-citakan dengan cara yang kecenderung kuat minta jasa dukun berbeda. politik yang keberadaannya Sejumlah pilkada yang baru saja bervariasi. berlangsung di berbagai wilayah InKedua, dari segi kualitas donesia, selain meminta jasa kon-sul-

keimanan dalam beragama, yang bersangkutan mungkin masih rendah keimanannya sehingga masih dapat terkontaminasi oleh perbuatan syirik. Khusus dalam ajaran agama Islam, umat Islam diajari untuk meminta sesuatu/berdoa langsung kepada Allah SWT tanpa harus melalui perantara dan ritual beserta sesajen yang aneh-aneh yang tidak diajarkan dalam agama Islam. Umat Islam yang sungguh-sungguh bertaqwa, yang yakin akan kebesaran Allah, akan kemurahan Allah, akan ridha Allah dan sebagainya pasti tidak akan terjebak dan percaya dengan ritual dukun politik atau kyai politik yang belum pasti kebenarannya. Jadi, mereka yang kurang bertaqwa mudah untuk percaya kepada dukun politik. Ketiga, mereka yang lari ke dukun politik berdalih untuk mencari keseimbangan usaha antara usaha lahiriah (ilmiah) dan usaha batiniah dengan melalui dukun politik. Semua usaha lahir dan batin harus dikerahkan dan ditempuh untuk menggapai cita-cita. Sayangnya jalan yang ditempuh melalui dukun politik, bukan bersimpuh dan bersujud secara khusuk di hadapan Allah SWT. Manusia wajib berusaha secara lahiriah dan berdoa sebagai usaha spiritual sesuai dengan kayakinannya yang benar. Jika orang Islam tentu berdoa secara langsung kepada Allah SWT, bukan minta-minta ke dukun politik. Keempat, mereka yakin bahwa dengan usaha ke dukun politik yang irasional dengan bantuan kekuatan ghaib maka segalanya dapat berubah. Dengan kekuatan ghaib maka ketidakpastian kemenangan akan menjadi kepastian kemenangan, ketidakpercayaan akan kemampuan diri akan menjadi kepercayaan diri, semuanya dapat berubah hanya dengan bantuan dukun politik. Jelas, mereka yang yakin dan bersikap seperti ini sama saja meletakkan dirinya dalam posisi yang sangat hina dan rendah. Pendidikan tinggi dengan sederet gelar akademik yang diperoleh bertahun-tahun dengan biaya tidak sedikit tidak ada maknanya apa-apa. Rasionalitas ilmiah dicampakkan, irasionalitas non ilmiah disanjung tinggi. Sungguh tragis. Pemilu/pilkada merupakan ritual politik yang rasional. Pemilihnya bukan makhluk halus seperti jin, gendruwo, tuyul dan sebagainya. Pemilihnya adalah manusia yang perilakunya sebagai pemilih dapat dipelajari sehingga dapat diperhitungkan dan diprediksi secara ilmiah. Berbagai lembaga survei sudah membuktikan dan dapat memprediksi secara akurat siapa kalah siapa menang dalam pemilu/ pilkada. Masihkah kandidat percaya dengan dukun politik yang tidak jelas dan tidak pasti prediksinya? Siapa yang berani dan dapat membuktikan bahwa kemenangan dalam kompetisi politik hanyak dikarenakan semata-mata usaha dukun politik?

Penulis adalah Kandidat Doktor Manajemen SDM Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta. Penulis adalah Kandidat Doktor Manajemen SDM Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I Jakarta.

Melayu Pos 196  

Pemersatu Aspirasi Rakyat

Melayu Pos 196  

Pemersatu Aspirasi Rakyat

Advertisement