Page 1

TERBIT 12 HALAMAN

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Harga Eceran : Rp. 3.500,- (Jabodetabek)

Calon Anggota DPRD Kabupaten Lamandau dari PKB Dapil II, Kecamatan Delang, Lamandau, Batang Kawa dan Belantikan Raya BIODATA Nama Ttl Jenis Kelamin Agama Alamat Status perkawinan Nama istri Jumlah anak Pekerjaan

: : : : :

Mukhyakin, Sp (Yakin Ringkin) Tgl Beringin, 19 Maret 1958 Laki - laki Kristen Protestan Jln Bungur RT XI Kelurahan Nanga Bulik Kab Lamandau : Kawin : Yusri Hayati, BSc : 4 (empat) Orang : Pensiunan PNS

PENDIDIKAN SDN Palangka Raya II Tahun 1973 SMPN I Pangkalan Bun Tahun 1976 SMA Kristen Palangka Raya Tahun 1981 Diploma I Perkebunan UNIBRAW Malang Tahun 1983 Diploma III Pertanian UNPAR Tahun 1989 Sarjana Pertanian Univeresitas PGRI Tahun 1999

MUKHY AIN SP MUKHYAIN NOMOR URUT 4

PEKERJAAN - Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah / Kotamadya palangka Raya. - Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perkebunan Kabupaten Kapuas - Koordinator / Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Kapuas - Kepala Seksi Penyiapan dan Pengembangan Lahan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Lamandau - Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lamandau - Kepala Seksi Pembinaan dan Peningkatan Produksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lamandau - Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lamandau Bersambung ke hal. 11

Jokowi Bisa Ancam Sistem Politik Nasional

RAISA

Ogah Pakai yang Terbuka

>>Baca di Halaman 11

TITIAN MUHIBAH

Fenomena Materi Dalam Masyarakat

Jakarta (MP) - Pengamat politik Heri Budianto menyatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dapat mengancam sistem politik di Indonesia. Sebab, pria yang akrab disapa Jokowi itu lahir bukan dari kompetensi tokoh melainkan karena sosoknya yang mempunyai karakter berbeda. ”Karena memang riuh tengah terjadi, semua fokus pada Jokowi. Saya dan teman-teman akamedis, pengamat, berpikir keras wacana ini (pengultusan) sendiri, dan

fokus sendiri. Kalau itu (pengultusan Jokowi) terjadi, tidak sehat, bakal lahir manusia setengah dewa, itu bahaya,” tandasnya.

Direktur Political Communication Institute itu mencontohkan, pengalaman pengultusan tersebut pernah terjadi pada Pemilihan Umum 2004, saat Susilo Bambang Yudhoyono berada pada posisi Jokowi. “Pengalaman kok, 2004 fenomena hampir sama, 2004 (SBY) seolah-olah disakiti oleh penguasa, potret politik kebanyakan orang,” ujarnya. Dia menambahkan suatu saat Bersambung ke hal. 11

LEMAHNYA PENGAWASAN

Oleh: Mas‘ud HMN Ketua Pusat Kajian Peradaban Melayu Jakarta MENJADIKAN uang atau materi menjadi berkuasa membuat fenomena masa depan rumit. Karena nilai manusia dalam kehidupan masyarakat dunia modern kini tidak terlalu penting. Inilah fenomena rumit. Apa mau dikata, itulah yang terjadi. Yang namanya nilai manusia tidak lagi dalam prioritas. Ibarat pertandingan, partai utama itu adalah uang. Sementara manusia adalah partai tambahan. Padahal, seharusnya tidak demikian. Pembangunan adalah untuk meningkatkan nilai manusia. Sangat tepat yang dikatakan Imam Ghazali ketika menempatkan kehidupan dunia adalah jembatan ke akhirat (ad dunyya mazroathul akhiraah). Ia meninggalkan petuah tersebut dalam buku karya monumentalnya Ihya Ulumuddin. Ia menjelaskan dalam buku tersebut bahwa ada kekhawatiran terhadap dominasi dunia yang mencintai benda-benda dan barang. Bahkan, barang-barang tersebut sudah sedemikian rupa mengabaikan nilai kehadiran manusia sebagaimana mestinya. Dalam memberi nilai manusia dan nilai barang, sejarah manusia demikian kreatif menyusunnya. Relasi antara barang dan manusia, disinonimkan dengan kemakmuran, dalam paduan kepuasan, dan kebahagiaan atau dalam keselamatan bersama. Meskipun dalam wujud realiasinya tidak demikian. Yang menarik di antara relasi nilai manusia dan benda ada dalam politik. Melalui ungkapan money politics terutama dalam pemilihan anggota legislatif maupun kepala daerah (Pilkada). Setiap calon harus menyediakan sejumlah uang untuk investasi Bersambung ke hal. 11

Pantun Melayu

Dana BSPS Tidak Tepat Sasaran

Dana BSPS digunakan untuk membangun garasi mobil.

Lurah Ciater Klarifikasi Kronologis Berita yang Beredar di Masyarakat Tangerang Selatan (MP) Banyaknya permasalahan mengenai tanah menimbulkan persepsi yang terjadi di masyarakat antar masyarakat sehingga terjadi perkelahian dan juga dengan aparatur pemerintah setempat selaku pejabat setempat tak jarang pula masuk menjadi ranah kepolisan dan juga peradilan baik gugatan perdata serta pidana, ini menimbulkan permasalahan dan persengketaan mengenai tanah tanpa melihat

HISTLEGEND

Kemuning di tengah balai Bertumbuh terus semakin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan alu pencungkil duri Parang ditelak berbatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu Makanan tersaji dipasang lampu Lampu menyinari di atas meja Naiklah haji bagi yang mampu Memenuhi panggilan dari-Nya

Indramayu (MP) - Penyaiuran Dana Bantuan Setimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI untuk Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, sesuai Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyedian Rumah Swadaya Wilayah Jawa I, Nomor : 035/PK – PRS.2/PPD – BSPS/06/2013, tentang Pembatalan dan Penetapan Penerima dana BSPS TA.2013, atas pencabutan Nomor : 265/PK – PRS.2/PPD – BSPS/12/2012, tentang penerima dana BSPS TA 2012 adanya terjadi kekeliruan penyaluran dana BSPS Bersambung ke hal. 11

Batu Macan adalah salah satu yang dipercaya oleh penduduk sekitar bahwa Si Pahit Lidah mengubah seekor macan dan seorang ibu dan anaknya menjadi batu.

bagaimana sejarah dahulu tanah sampai sejarah tanah sekarang ini. H Nasan Wijaya, Lurah Ciater adalah lurah yang santun dan kepribadian sehari-hari dikenal baik kepada warga dan para pegawai kelurahan, namun dengan maksud baiknya ingin menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan malah sebaliknya H Nasan Wijaya menjadi salah satu orang yang Bersambung ke hal. 5

Si Pahit Lidah Dia sangat tercengang di kala berada di hadapan sang Ratu dan para hulubalang yang kejam-kejam itu. Dia bertanya tentang keberadaan temannya. Para pengawal lalu

Sampah dan bongkaran Conblock, Kanstin, tanah urug berserakan di lapangan pekerjaan Penataan Taman depan SMPN 215 Kelurahan Meruya Ilir Jakarta Barat.

Kasudin Pertamanan Jakbar Tipu Uraian Pekerjaan Penataan Taman Negara Dirugikan Miliaran Rupiah

Jakarta (MP) - Kasudin Pertamanan Jakarta Barat tipu uraian pekerjaan penataan taman depan SMPN 215 Kelurahan Meruya Ilir Jakarta Barat Tahun Anggaran 2013 No SPMK 132275/ 1.795.211/2013 yang dilaksanakan CV Pilar Cipta Graha Gd Kenari Baru Lt IV RS 412 Jalan Salemba Raya No 2 Jakarta. Sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 1 miliar. Kasudin Pertamanan Jakarta Barat bekerjasama dengan CV Bersambung ke hal. 11

Anggota AURI dan Satpam PT NAL Bubarkan Rapat SPSI Secara Paksa Lamandau (MP) - Rapat anggota SPSI di Lapangan Fursal PT NAL tanggal 22/ 12/2013 dibubarkan secara paksa oleh salah satu anggota AURI berpakaian seragam dan bersenjata lengkap bersama beberapa orang anggota Satpam. Hal tersebut diungkapkan Suriansyah Ketua PUK SPSI PT NAL kepada Melayu Pos, belum lama ini. Padahal Pimpinan Unit Kerja PT NAL sudah mengantongi SK dari DPC

SPSI Kabupaten Lamandau dan tembusan data-data pengurus PUK dan SK sudah masuk ke meja pimipinan PT NAL. Akhirnya Ketua PUK PT NAL melaporkan kejadian tersebut kepada DPC SPSI Kabupaten Lamandau melalui surat resmi No.01-PUK/ SPSI/XII/2013 tanggal 26/ 12/2013. Ketua DPC SPSI Kabupaten Lamandau melanjutkan laporan PUK ke Disnakertrans Kabupaten Bersambung ke hal. 11 Bagian: Kedua

menjelaskan, bahwa kamu tadi tertidur lelap sampai berulangulang dibangunkan tetapi masih tidur terus. Mendengarkan penjelasan ini, Pagar Bumi merasa malu sehingga dia segera mohon izin pulang, karena niatnya telah lupa untuk berguru kepada sang Ratu tersebut. Sang Ratu berkata kepada para pengawalnya, “Sekalipun dia tidak sempat belajar ilmu dalam tempo waktu empat puluh hari, maka dia akan mendapatkan ilmu kesaktian melalui lidahnya, karena telah saya beri ramuan berisi mantra

ghaib ke dalam mulutnya.” Pada suatu hari Pagar Bumi punya minat ingin menyebrangi Selat Sunda, ketepatan ada kapal dagang yang akan menyebrang. Lalu dia ikut naik di atas kapal itu, maka tibalah dia di pulau Sumatra dan dia terus menerus berkelana ke pedalaman. Pada hari berikutnya dia tiba di sebuah kampung di daerah Sumatra Selatan. Untuk melepas lelahnya dia beristirahat di bawah pohon rindang, sambil tidur berbantalkan dengan tunggul kayu besar yang sudah Bersambung ke hal. 11


Opini

2

Menggarap Pemilih Pemula

SOROT

Hukum Jangan Membedakan Yang Lemah dan Kuat ANAS URBANINGRUM mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudho-yono (SBY), begitu dirinya ditetapkan ditahan. Anas terlihat tenang dan dapat mengendalikan situasi, kemudian membuat pernyataan yang mengejutkan. Secara akal sehat, mustahil seseorang berterima kasih atas penahanan dirinya. Apalagi ini menyangkut atas sangkaan terlibat suap dalam kasus proyek kompleks olahraga nasional di Hambalang, Bogor. Anas disebutsebut menerima (suap) Rp 2,21 miliar. Dana sejumlah itu diduga digunakan Anas untuk memuluskan pencalonannya sebagai ketua umum dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010. Dana sejumlah itu diduga diterima (kubu) Anas secara bertahap, sejak 19 April 2010 hingga 6 Desember 2010 dan antara lain digunakan untuk membayar hotel dan membeli Blackberry beserta kartunya, serta sewa mobil, untuk peserta kongres pendukung Anas, dan lainnya. Kembali kepada ucapan terima kasih dari Anas atas penahanannya, mungkin kita, masyarakat, menterjemahkannya macam-macam. Bisa jadi itu merupakan cara Anas menuding orang-orang yang disebutnya itu telah memperlakukan dirinya tidak adil. Sudah menjadi rahasia umum, penetapan Anas sebagai tersangka oleh KPK, pada 22 Februari 2012, kerap dikait-kaitkan para pendukungnya sebagai hasil keikutcampuran pihak luar terhadap KPK, termasuk SBY. Penetapannya sebagai tersangka dianggap tidak murni kasus hukum, tetapi proses di KPK dinilainya berkaitan dengan proses politik.Anas oleh KPK, tidak hanya diduga menerima pemberian hadiah terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, tetapi juga dari proyek-proyek lain. Dia menyebut penetapan sebagai tersangka merupakan permulaan dari langkah yang diambilnya atau jika diibaratkan pada buku, itu baru merupakan halaman pertama. Bagaimana dengan penahanannya Jumat (10/1), apakah itu merupakan halaman kedua? Lalu apa yang akan dilakukan Anas? Sepertinya menarik untuk disimak. Yang pasti, siapa pun-apalagi KPK dan pemerintah-tak boleh menganggap ucapan terima kasih Anas atas penahanan dirinya sebagai sebuah lelucon, hanya ucapan sekenanya yang keluar dari mulut seseorang yang sedang linglung. KPK selayaknya tak boleh alergi terhadap pembelaan yang dilakukan Anas, serta tudingannya terhadap pihak lain yang dianggapnya terlibat dalam kasus serupa (Hambalang). Begitu pun dengan pemerintah. Selagi dapat memberikan bukti tentang keterlibatan pihak lain, harusnya hukum tetap membuka diri bagi Anas. Hukum tak boleh hanya berani kepada yang lemah (tidak lagi berkuasa), tetapi takut terhadap penguasa. Pada “halaman keduanya” mungkin Anas menjelaskan siapa saja yang menikmati “kue Hambalang”, itu harus didengar. 

Pembina: Mas’ud HMN, KRT. Heru Ansori, SH.MM Penasehat: Edigia, Gusti Bellaprisia, E. PGLK. Andanu, Jurik, Ucok Purba Penasehat Hukum: Junaedi Tarigan, SH, MH, Rida Ista Sitepu, SH Pemimpin Umum/Pemred/Penanggung Jawab: Raden Barus Wakil Pimpinan Redaksi: Martinus Siki Pemimpin Perusahaan: Sinton Sitepu Wakil Pemimpin Perusahaan: Fritz Bobby Barus, SE Sekretaris Perusahaan: Sakilah Manager Produksi: Arlianson Sphr Manager Iklan: Sudianto Bastian Manager Pemasaran: Robby MP Simatupang Disain Grafis: EdWin’d Litbang: Rahmat Sinulingga Dewan Redaksi: Raden Barus, Cristian Samuel HS, Sinton Sitepu Staf Redaksi: Aceng Eris, Sip, Asep Soepandi, Bisner PS, Hotman S, Wasnadi S, Anwar Kirap, Dani Hamdani, Agustina Hendra, Bona S, Priatna, Mareden Manulang, Jonny Simanjuntak, Irmadi, Julisman, Yunus, Asrin Daulai, Mamat Sutardi, Kressa Maulana, Sopian Mustafa, Dani Hendi B, Tamidi Nurajaya, Tarman Waruwu, Bahagia Purba, Liston Gurning, Darman, Sudarno, Albert H, Rihcad S, Afrizal, Terkelin SM, Adi Wira S Meliala, Sutan Lumumba, Kayat Sudrajat, Eko Priyanto, Robinson Manulang, Joni Sapari, Didin, Farmi Alfikris, Sardi, Rahmat, Andi Putra, Rasyun, Tombang Tambunan, Firnando, Samsin, Adi Surya Wijaya, M Suran, Muhammad Hasan, Dedi Kurniawan, Robet Sulun, Hery Hartono, Hasan Sobri, Syahsinan Aryanto, S Priyadi, Eri Waruwu, Rizki Putra Utama, SH, Umar T, Eppendi, Jamjami Sp, Alo Bango, Rusmantio, Martin Zai, Martinus Siki, Sartiman, Rahman Liandi SE, Joni Julianto, Aperius Laila, Ebenezer, P Roni NB, Abdul Rachman, Dedi Suryadi, Jatiman Sitanggang, Ropinus Bangun, Tengku Syuib, Fanti Zega, Hermanto K Nihin, Muhlis, Fahri, Sudirman, Sie You Ho, Hermansyah ZN, Zainal, Asep AS, Tanwir Abdul Rahman, Zainal Efendi, Andi Usman, Suriyana, Aceng F, Ahmad Rudini, M Arsad Kaban, Berlin Lase, Hodly Simanungkalit, Darmawan Hayat SS, Sukuan Jaya, Andi M Nur, Fabianus Bubun, N Suryana, Zalmansyah, Dayat Rusmana, Doman Hutasoit, Wahyu Setiawan, Karmila, Andi S Putra, Wawan Rismawan, Solihin, Heldi Yosrizal, Rudi Hermansyah, Darmanto Tambunan, Listan Hardi, Dewi Puspa Sari, Muhammad Efendi, Tomi, David Saragih, Edy Suryadi BK, Wan Syafruddin, Bahrum Munte, Hidayah S, Abdul Gafur, Dadang, Nurdin Ginting, Parulan M, Romario Barus, Budi Mudiowanto, Hartono, Sudarno MS, Edie, Ujang, Sutan MB Simatupang, Zainal Arifin, Lasiman, Endang Suhardi, Abdul Rahman, Sarifudin, Budi Purwanto, Sanusi, Tatang S, Cecep Supriatin, Tanwir, Timbul MH, Damri Situmorang, Andi Putra S, Tengku Syuib, M Kasim, Esron Sembiring, Heri Purnomo, D Harsono, Agung Prastiyohadi, Sarjo Pranoto, Ikrom, Achmads Lingga, Andi Putra Sembiring, Rudi Antonia, Zulkiflie M Noer, Suroto Adilasmono, Simson Sirait, Benhard M Sihombing, Parlin Pakpahan SE, Diansyah, Agus Rusmana, Kalaus, Krisman Naibaho, Hasan Basri, Karma Abadi Ginting, Ucok K Ginting, Januari Barutu, R Haryanto, Asep Setiawan, Agus Munthe, Sabar Manik, CM Roberto.

TARIF IKLAN : Iklan Baris Rp. 5.000,-/baris (minimal 3 baris, maks. 10 baris) 1 hal. Rp. 15.000.000 (FC); Rp. 10.000.000,- (BW); 1/2 hal. Rp. 7.500.000,(FC); 5.000.000,- (BW); 1/4 hal. Rp. 3.750.000,- (FC); Rp. 2.500.000,- (BW); 1/8 hal. Rp. 1.875.000,- (FC); Rp. 1.250.000,- (BW); 1/16 hal. Rp. 937.500,(FC); Rp. 625.000,- (BW); 1/32 hal. Rp. 468.750,- (FC); Rp. 312.500,- (BW) D ITERBITKAN OLEH : CV. GUNUNG BARUS ALAMAT REDAKSI / T ATA USAHA / IKLAN: Gd. Dewan Pers Lt. III Jl. Kebon Sirih No. 32 - 34 Jakarta 10110 Telp.: (021) 98333068; 34830839 Fax : (021) 34830839 Email: melayu_post@yahoo.co.id Isi diluar tanggung jawab percetakan NPWP: 02.554.039.4-025.000 Rekening : Bank BRI Cabang/Unit Senen No. Acc : 3247-01-004181-53-4 Bank BCA KCP Atrium Senen No. Acc : 6850183994 Atas Nama : Raden Barus Redaksi menerima naskah/artikel. Naskah/Artikel yang masuk menjadi milik Redaksi. Semua Wartawan SKU Melayu Pos terdaftar dalam boks redaksi dan dibekali kartu tanda pengenal.

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Salah satu bentuk nyata dari penyaluran aspirasi rakyat yang paling populer di negara-negara demokrasi adalah Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Pemilu telah menjadi tradisi dari budaya politik, termasuk di Indonesia.

memilih dalam Adalah menarik Oleh Darmadi Pemilu mendatang bagi kita untuk ada sekitar 53 juta mengamati dan menganalisa “Pesta Demokrasi” 2014, jiwa. Itu artinya, merupakan jumlah yang akan berlangsung tidak lama yang sangat potensial. Ketiga, lagi. Selain lewat peristiwa itu seberapa jauh partai peserta pemilu diharapkan akan muncul para calon memberikan peran dan melibatkan pemimpin yang bisa melanjutkan pemuda dalam proses Pemilu. Mulai pembangunan, Pemilu mendatang dari pengorganisasian, proses juga menempatkan potensi pemilih kampanye, menyebar spanduk, pemula pada posisi yang tak dapat merancang dan lain sebagainya. Bagi pemuda, hal tersebut, tentunya diabaikan. Pemilih pada Pemilu 2014 nanti penting untuk latihan politik. Untuk dapat menjaring suara diprediksi bakal didominasi pemilih pemula. Namun sayangnya, pemilih kelompok muda itu, Partai Politik pemula tersebut belum tergarap secara (Parpol) peserta Pemilu tentunya maksimal, baik oleh penyelenggara harus mampu menyelami secara Pemilu mau pun partai politik psikologis jiwa kaum muda. Terutama (parpol), terutama para calon anggota mereka yang rata-rata berumur antara legislatif (caleg). Jumlah generasi 17 sampai 22 tahun. Masa remaja muda pemilih dalam Pemilu 2014 kerapkali dipandang sebagai suatu berkisar 53 juta jiwa. Jumlah itu sangat periode yang kritis dalam proses signifikan sebagai penentu kualitas perkembangan manusia. Hal ini hasil perhelatan pesta demokrasi di disebabkan karena masa tersebut Indonesia. Karena itu harus ada upaya merupakan masa peralihan dari masa serius melakukan sosialisasi Pemilu anak ke dewasa. Dan seperti lazimnya pada generasi muda, khususnya pe- semua peralihan, ia cenderung milih pemula dengan cara mengajak membawa kegoncangan dan suasana mereka perpartisipasi aktif dan meng- ketidakpastian. Dalam kondisi seperti itu, kaum kampanyekan anti Golput. Jika sosialisasi minim, generasi muda pemilih muda, umumnya ingin menunjukkan pemula akan anti pati terhadap Pemilu “dunianya sendiri”, yang berbeda dari orang dewasa. Maka, di sini dapat (Melani Leimena Suharli, 2013). Paling tidak ada tiga hal yang diidentifikasikan beberapa ciri khas menyebabkan kedudukan pemuda mereka, seperti besarnya rasa ingin strategis di Pemilu mendatang. Per- tahu, menginginkan sesuatu yang tama, bahwa setelah Pemilu 2014 pola berbeda dari nilai yang dianut regenerasi akan lebih berkembang. masyarakat, bebas, suka suasana yang Dengan demikian pemuda mempu- informal, dan cenderung mencari nyai kepentingan dalam regenerasi idola. Nah, nilai-nilai seperti itu, akan tersebut. Tetapi apakah memang Pemilu itu sendiri membuka pintu semakin subur jika ditaburi oleh buat kalangan muda, bisa kita simak pupuk yang bernama informasi. pada daftar nama calon yang keluar. Berbagai media, baik elektronik Banyak nggak calon yang muda. maupun cetak tak henti-hentinya Kedua, jumlah pemuda yang akan menjejali kaum muda itu dengan

berbagai pesan. Lewat iklim seperti itulah, mereka menyambut Pemilu 2014. Dan terasa sekali informasi event itu begitu dahsyat. Paling tidak, ulasan mengenai Pemilu yang kian hari kian menghangat di berbagai media massa. Singkat kata, suhu politik di tanah air terasa bergelombang menyambut “Pesta Demokrasi” ini. Dalam arus informasi yang begitu terbuka, tentu mereka –bukan mustahil akan mendengar suarasuara sumbang—di luar suara positif tentunya—terhadap perjalanan Pemilu. Seperti adanya mencuri star kampanye, isu politik uang, pemaksaan kelompok tertentu untuk memilih, dan sebagainya. Isu-isu ini menempatkan Pemilu pada citra yang kurang baik. Dalam konteks demikian, di kalangan pemilih pemula, paling tidak akan lahir beberapa kecenderungan. Jika kita perhatikan perkembangan terakhir, tampaknya ada dua pandangan kaum muda terhadap Pemilu. Pertama, konservatif. Sikap ini biasanya lahir mereka yang sudah “menikmati” pembangunan apapun kadarnya, karena sudah menikmati maka mereka tidak mau kehilangan, ingin bertahan. Oleh karena itu, besar kemungkinan kelompok ini akan mendukung parpol yang mampu mempertahankan sistem yang ada. Dalam hal ini, parpol penguasa. Golongan konservatif ini ada dua, pertama, mereka yang sudah merasa yakin dan berharap banyak kepada perkembangan sistem pembangunan yang saat ini tengah berlangsung. Kedua, mereka bersikap konservatif tetapi tidak terlalu berharap dari sistem itu, golongan ini disebut konservatif apatis. 

Bisnis Politik Vs Politik Bisnis

B

isnis dan politik yang jelas masing-masing ranahnya berbeda. Bisnis berkiprah pada strategi dan kebijakan perusahaan dalam aktifitas ekonomi produksi dan distribusi barang dan jasa. Tujuan utamanya meraih kemampulabaan maksimum. Sementara politik bicara tentang bagaimana meraih dan mengembangkan kekuasaan. Lingkup tujuannya adalah merumuskan kebijakan publik termasuk untuk kepentingan dunia bisnis. Namun keduanya bisa berhubungan satu dengan lainnya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pertarungan partai politik dalam pemilu tahun 2014 ini, ternyata diikuti dengan maraknya dunia bisnis. Yang tampak kasat mata, kebutuhan atribut partai yang semakin besar untuk berkampanye telah membuka peluang usaha dan pekerjaan baru. Di sisi lain walau masih proposisi, kepentingan dunia politik dan bisnis sama-sama pentingnya. Para calon kepala daerah, ketika masa kampanye, misalnya mereka terbantu oleh para investor atau pebisnis. Para pebisnis semacam berlomba memberi bantuan dana kampanye kepada partai kandidat kepala daerah. Dan apa yang terjadi setelah terpilih? Ya karena telah memberi bantuan maka tidak segan-segan para pebisnis melakukan loby ke sang kepala daerah. Mereka berharap sang kepala daerah mau membantu membuatkan kebijakan-kebijakan tertentu tentang perbisnisan. Tentunya setelah diuji kelayakannya. Apakah cuma sebatas itu? Ada lagi bentuk lain betapa mesranya hubungan bisnis dan politik. Misalnya, ketokohan seseorang bisa menjadi ladang bisnis. Coba saja kita perhatikan, misalnya fenomena dukung mendukung ke partai tertentu. Bisa saja sebulan lalu setelah didekati parpol tertentu kemudian sang tokoh membuat pernyataan mendukungnya. Namun tiba-tiba ketika hari ini ada tokoh partai lain datang ke sang tokoh maka munculah dukungan baru. Yakni agar para pengikutnya memilih partai tersebut. Mengapa seperti itu? Bisa jadi karena berkait dengan teori suplai dan permintaan suara dukungan. Siapa yang paling banyak menyetor dana buat sang tokoh maka dialah yang akan menuai dukungan dari sang tokoh. Sebaliknya bagi parpol yang hanya menyetor duit pas-pasan. Kalau begitu apakah sang tokoh dapat digolongkan sebagai oportunis? Wah tanya saja pada rumput yang bergoyang. Tahun ini dapat dikatakan sebagai tahun politik. Tepatnya 9 April 2014 kita menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) disusul dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Partai politik (parpol), calon legislatif, KPU, Bawaslu, dan pemerintah sudah mulai disibukkan dengan berbagai

dan pencitraan, persiapan guna Oleh Darmadi survei dan menyukseskan p e m e t a a n pesta rakyat lima d u k u n g a n , tahunan tersebut. termasuk penyusunan visi, misi dan Bahkan ada caleg dan capres yang seba-gainya. Wilayah ini menjadi sudah rajin nyicil kampanye dengan bisnis tersendiri bagi berbagai iklan dan para konsultan dan kunjungan. lembaga survei Apakah hanya politik. Dari sini mereka yang sibuk tumbuh berbagai dan disibukkan akan lembaga survei dan kedatangan pesta konsultan politik, demokrasi ini? Titingkat nasional dak. Semua pihak bahkan lokal. akan tersibukkan Sebagaimana hukum dengan hajatan besar permintaan dan petersebut. Termasuk nawaran, para calon kalangan pebisnis. sebagai konsumen Pemilu akan mengudan lembaga-lembaras sumber dana dan ga survei dan konsumber daya manusultan layaknya prosia sangat besar. Bedusen, sama-sama gitu pula akan mengmendapatkan hasilkan peluang keuntungan. bisnis sangat besar Ketiga, media. Hal yang sangat pula. Jika pada sekarang hampir penting dalam mencapai kemesemua orang berpikir politik untuk nangan pemilihan langsung seperti mencapai target-target politik, tapi saat ini, adalah pencitraan. Terkait tidak bagi pebisnis. Mereka berusaha pencitraan ini, media memiliki peran semaksimal mungkin memanfaatkan besar. Melalui media, personifikasi Pemilu sebagai sarana sebanyak sang kandidiat bisa dipoles begitu mungkin meraih keuntungan. rupa sehingga marketable. Media Disadari atau tidak, politik memampu mengubah persepsi masyangandung unsur bisnis. Karena di era rakat dari yang biasa menjadi luar sekarang politik memerlukan daya biasa. Media juga bisa membentuk dukung finansial yang amat besar. bahkan mengendalikan opini publik Apalagi jika dihitung dengan sedemikian rupa sesuai keinginan. pemilihan kepala daerah. Disamping Meskipun bukan berarti berbuat itu, berbagai bisnis lain, tergantung kebohongan publik. Bisa dibayangkeputusan dan kebijakan pokan, berapa banyak uang beredar litik. Daya dukung finansial antara terkait penggunaan jasa media. Iklanlain untuk keperluan perencanaan, iklan di TV, radio, koran, baliho, penkonsolidasi, silaturahmi, kampanye citraan pemberitaan, spanduk, stiker, dan marketing politik. Yang terakhir kartu nama, ucapan selamat, dan lain disebut sebenarnya meminjam sebagainya. konsep bisnis yang telah menjadi Keempat, tim penggalangan kebutuhan di dalam politik, yaitu suara. Diakui atau tidak, meskipun marketing politik, sebuah strategi tidak ada penelitian yang khusus pemasaran bisnis pada umumnya tentang hal ini, aksi dukung menyang bergeser dan menjadikan politik dukung kandidat menjadi pekerjaan sebagai “barang dagangannya”. baru yang menguntungkan. Dalam Meskipun makna ini terlalu sehal ini, tidak perlu modal, kecuali derhana. tenaga, pikiran, sesekali perasaan dan Bisnis politik terjadi pada bebekekuatan jaringan sosial, tim pengrapa hal. Pertama, untuk menjadi galangan suara atau dengan sebutan calon legislatif, presiden atau kepala tim sukses pun muncul, dijadikan ladaerah misalnya, calon harus mengehan bisnis tersendiri. Hal ini diluarkan sejumlah uang untuk mentempuh ketika hampir semua kandaftar pada parpol sebagai kendaraan didat tidak mungkin secara langsung politiknya. Ibarat pernikahan, ini dianggap sebagai mahar politik. menyapa konstituen, apalagi secara Terlihat tabu disebut, namun telah intensif berinteraksi dengan mereka. menjadi rahasia umum. TawarDi sinilah diperlukan penguhubung menawar terjadi yang dilakukan antara kandidat dengan konstituen antara calon dengan parpol. Bisnis bernama tim sukses. politik pun terjadi, yang diuntungkan Jika dicermati, berbagai macam adalah parpol dan sang calon. bisnis politik di atas ada yang diunKedua, konsultan politik. Jika tungkan dan dirugikan. Siapa yang sudah memiliki kendaraan politik, diuntungkan? Pertama adalah parpol, hal berikut yang dilakukan adalah yaitu kelompok elit partai. Namun melakukan konsultasi politik. Ini demikian, dengan sistem suara terdilakukan karena tidak semua calon banyak dalam pemilu legislatif, bisa “ngeh” terhadap politik. Jika pun saja pengurus partai yang sudah aktif paham, tidak semua bisa memahami sejak lama kalah bersaing dibanding bagaimana strategi mendulang suara pelamar yang memiliki finansial secara signifan untuk mencapai besar dan kemampuan sosialisasi kemenangan. Kon-sultan politik berdengan konstituen. Pengurus sering peran melakukan strategi marketing disibukkan dengan urusan adminis-

tratif kepartaian, sementara calon nonpengurus tidak, sehingga lebih leluasa menyapa konstituen dan dengan modal besar bisa membuat opini publik yang kuat mengalahkan pengurus yang telah lama mengabdi, membesarkan, bahkan turut berkeringat mendirikan dan membesarkan partai. Pihak kedua yang untung adalah sang kandidat. Karena telah terbantu untuk ikut serta dalam proses pemilihan, apalagi jika mendapat kemenangan. Namun, ia bisa saja rugi ketika mendapat kerugian. Dalam bisnis, ia ibarat pebisnis gentle. Jika kalah rugi, jika menang untung. Itulah konsekuensi bisnis. Pihak ketiga yang diuntungkan tentu media, konsultan, tim penjaring suara, event organizer, dan sebagainya. Mereka inilah yang tidak kenal kalah atau menang sebagaimana para calon, ia akan selalu menang dan untung. Jika sudah mendapatkan kepercayaan, bisnis di area ini nyaris tidak mengenal rugi. Apakah semua diuntungkan? Tidak. Lalu siapa yang dirugikan? Pertama, rakyat. Ia hanya untung pada saat musim pemilu. Setelah suara berhasil didapat, mereka pun biasanya ditinggalkan. Kedua, sistem politik, kader dan pengurus. Sebagaimana dipaparkan di atas, tawar-menawar kursi dengan ukuran kekuatan finansial bukan saja telah menggadaikan idealisme partai, juga para kader dan pengurus partai yang bisa terdepak atas nama kekuatan finansial calon pelamar diluar partai yang berkantong besar. Disamping itu, hal ini juga bisa menggangu sistem politik yang seharusnya murni menghasilkan suara rakyat, namun kenyataannya adalah suara kapital. Bersatunya pengusaha dan penguasa dalam genggaman satu tangan menjadi bayang-bayang di depan mata. Jika pun tidak bisa bersatu secara langsung kekuasaan di genggam dalam satu tangan, mereka bisa bersimbiosis dengan mendukung penguasa atau calon penguasa. Kerjasama penguasa dan pengusaha ini, hanya akan menguntungkan kedua belah pihak, rakyat tidak mendapatkan apa-apa. Dengan didukung oleh pengusaha, penguasa mendapatkan finansial untuk merebut dan mempertahakan kekuasaan. Sebaliknya dengan dukungan penguasa, pengusaha bisa mengamankan dominasi bisnis bahkan bisa melakukan ekpansi bisnisnya. Walhasil, bisnis politik merupakan bisnis yang menggiurkan bagi berbagai pihak, namun akan menjadikan negara dan penguasa lebih condong berorientasi bisnis, termasuk ketika melayani rakyatnya, sehingga rakyat hanya akan mendapatkan residunya. Wallau a’alam.  Penulis adalah Kandidat Doktor di Universitas Persada Indonesia Y.A.I Jakarta


Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Serumpun

3

Perluas RTH, Rumah Dinas Camat Bakal Dibongkar

68 Persen TKI Tamatan SD dan SMP Jakarta (MP) - Indonesia memang terkenal dengan negara yang banyak mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Bahkan para TKI ini menjadi penyumbang devisa negara terbesar hingga pemerintah Indonesia melakukan promosi terkait kemampuan Indonesia dalam menyediakan pekerja. Namun sayangnya dari total TKI yang tersebar di 160 negara, sekitar 68% dari total TKI hanya memiliki pendidikan terakhir tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Dikutip dari data Pusat Penelitian Pengembangan dan Informasi yang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Sabtu (11/1/2013), terdapat 191.542 TKI yang berpendidikan SMP dari total TKI sebanyak 512.168 orang di tahun 2013. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan tahun 2012 dimana pada tahun sebelumnya lulusan SMP juga masih mendominasi dengan jumlah 195.092 orang. Sementara untuk TKI lulusan SD tahun 2013 sebesar 160.097 orang, lulusan SMU 124.825 orang, lulusan Diploma 29.012 orang, lulusan Sarjana 6340 orang dan lulusan Pasca Sarjana hanya 352 orang. Tingginya TKI berpendidikan SMP tersebut sejalan dengan jumlah TKI yang berprovesi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) juga paling tinggi dibandingkan dengan profesi yang lain. Tercatat TKI yang bekerja sebagai PLRT pada tahun 2013 sebanyak 168.318 orang, atau meningkat jika dibandingkan tahun 2012 yang sebanyak 164.981 orang. Sementara provesi paling banyak nomor dua adalah sebagai pekerja perkebunan yang memiliki jumlah 47.598 orang juga meningkat jika dibanding tahun 2013 yang sebanyak 36.478 orang. Walaupun pendidikan rendah namun ntuk terus meningkatkan kualitas para TKI, sebelumnya kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mengaku akan meningkatkan jam pelatihan sebelum ditempatkan di luar negeri. “Kami akan setarakan gaji, jadi naik, tapi ya kualitas kita tingkatkan dengan pelatihan sebelum ditempatkan yang biasa 200 jam menjadi 400 jam,” kata Jumhur. Lpe/Mp

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto

Bandara Halim Perlu Pos Polisi Jakarta (MP) - Polda Metro Jaya meminta dibuat pos polisi (pospol) di dalam Bandara Halim Perdanakusuma. Sebab, kini bandara itu sudah melayani penerbangan komersial. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan sekarang Bandara Halim Perdanakusuma sudah lagi milik sipil komersil, sehingga perlu dibuatkan pos polisi. “Ini untuk antisipasi terjadi kemacetan, dan tindakan kriminalitas,” kata Rikwanto. Jadi, kata dia, disana ada dua pos yakni dari TNI AU, dan Polda Metro Jaya. Menurut dia, penambahan lajur pintu gerbang juga dinilai perlu karena untuk mengurangi kemacetan di bandara. “Bukan cuma itu, akses masuk dari Cikampek, juga perlu diperlebar mengingat setiap hari selalu ada kemacetan. Memang perlu juga adanya pool taksi,” jelas dia. Untuk itu, Polda Metro siap membantu mengatasi permasalahan kemacetan di kawasan tersebut. “Kami minta pos polisi untuk antisipasi kemacetan di bandara,” tambahnya. Ic/Mp

Jakarta (MP) - Guna mengejar target Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luas daerah, Pemprov DKI berencana memperluas taman interaktif. Caranya, Pemprov DKI akan membongkar rumah dinas (Rumdis) camat maupun lurah yang sudah tidak layak pakai dan difungsikan sebagai taman interaktif. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

menegaskan, rencana pengalihfungsian rumdis camat atau lurah sebagai taman interaktif sudah lama digagas. Tapi terus tertunda hingga pembongkaran mulai dilakukan tahun ini. Sebelum dibongkar, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta akan melakukan survei untuk mengetahui jumlah rumah dinas lurah dan camat yang sudah tidak layak pakai

lagi. “Sebenarnya ada juga rumah dinas lurah dan camat yang besar ternyata masih dipakai. Kalau itu kita nggak akan pakai lah. Makanya sekarang Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI lagi menghitung dan survei seluruh rumah dinas lurah dan camat yang ada di Jakarta,” jelasnya. Sebagai gantinya, lurah dan camat akan dibuatkan ru-

mah dinas baru di dekat kantor kelurahan dan kecamatan. Sebab dalam pemantauannya, banyak sekali PNS kelurahan dan kecamatan yang tempat tinggalnya jauh dari kantor dan itu menghambat kinerja utamanya dalam hal pelayanan publik. Ahok mengaku sudah ada lurah yang menawarkan rumah dinasnya untuk dijadikan RTH. Tadi ada Lurah Menteng Atas kali ya, dia nggak

mau pakai rumah dinasnya. Dia mau tuker rumah dinasnya di sebelah sekolah. Dia butuh tempat penampungan sampah. Nah, jadi mau tuker dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman bisa buat taman,” tandas Ahok. Sekadar diketahui, berdasarkan Perda RTRW luasan RTH di Jakarta pada 2030 harusnya mencapai 30 persen dari luas kota Jakarta. Ic/Mp

DPD dan Sosok Lokal Mampu Saingi Tokoh Nasional Jakarta (MP) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menungkapkan pihaknya mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan bangsa. Namun, memerlukan waktu yang tidak sebentar. ”Ini soal waktu saja, alhamdulillah DPD sudah memberikan kontribusi nasional. Saya membangun komunikasi dengan baik ke semua pihak, DPR, dan pemerintah,” kata Irman dalam diskusi dua mingguan Inilah Demokrasi bertema “Capres Dari Daerah” . Peserta calon presiden (capres) konvensi Partai Demokrat itu menambahkan DPD memiliki potensi dalam kepemimpinan nasional. Tidak hanya di DPD, para tokoh lokal pun mampu

bersaing dengan tokoh-tokoh nasional.”Kalau DPD ada mantan gubernur, mantan DPD, mereka ini adalah potensi betul di setiap daerahnya, gubernur kita lihat juga tampil (di nasional). ”Bahkan lebih hebatnya, wali kota pun sudah dianggap tokoh nasional. Ada 30 tokoh lokal yang berpotensi, menjadi tokoh nasional,” tukasnya. Peserta Calon Presiden (Capres) Konvensi Partai Demokrat Irman Gusman mengungkapkan putra dari

daerah harus mampu tampil dalam panggung politik nasional. Untuk melahirkan sebuah bangsa besar, putraputra dari daerah harus bermunculan dan tidak terfokus pada sentralisasi tokoh tertentu. “Sekarang saya bicara kalau otonomi daerah berjalan baik, muncul banyak pemimpin, yang bisa lahir dari daerah, agar calon pemimpin nasional ada di seluruh Indonesia, sehingga bangsa ini lebih kokoh,” kata Irman. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu menambahkan pemilihan secara langsung merupakan salah satu cara untuk melahirkan pemimpin dari daerah. “Transisi di Indonesia kuncinya leadership dengan

harapan muncul pemimpin yang baik, seperti pemilukada secara langsung itu pilihan masyarakat. Saya yang menggagas hal itu,” ujarnya. Untuk membangun Indonesia, lanjut Irman, diperlukan sosok kepemimpinan yang berasal dari daerah. “Impian kita di suatu saat jika desentraliasi bergerak, akan melahirkan pengusaha, eliteelite ekonomi di daerah, inilah yang akan memajukan Indonesia,” tandasnya. Menurut Irman Gusman , pemimpin potensial dari daerah terhalang oleh oligarki suatu partai politik (parpol). Hal itulah yang mendorong dirinya mengikuti konvensi capres Demokrat.”Lapisan-lapisan leadership banyak muncul, tapi mereka ini belum tampil di

paripurna, (terhalang) oligarki, elitis, ini yang membawa saya di konvensi itu,” katanya. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu mengaku dirinya juga ingin melahirkan demokrasi murni yang ada di partai politik termasuk di Partai Demokrat.”Mendorong demokratisasi di parpol, parpol itu pilar demokrasi, ada sistem yang belum modern yang belum kita bangun,” ujarnya. Menurut dia, adanya konvensi Partai Demokrat merupakan contoh bahwa oligarki politik mulai berkurang.”Calon presiden konvensi, walupun saya nggak (teratas dari) 11 kandidat, itu sudah bagus untuk demokrasi, sehigga oligarki itu bekurang,” tandasnya. Ic/Mp

Polda Metro Jaya Akan Razia Angkutan Umum

KPK Diminta Nonaktifkan Atut

Jakarta (MP) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan kembali menggelar razia angkutan umum yang tidak layak pakai di Ibu Kota Jakarta. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo mengatakan, pihaknya bersama Pemprov DKI (Dishub) akan merazia angkutan umum. Sasarannya bukan hanya terhadap angkutan yang tidak layak tetapi juga terhadap pengemudi ugalugalan. “Razia juga terhadap pengemudi yang ugal-ugalan,” kata Sambodo, di Jakarta, Minggu (12/1/2014). Di samping itu, dia menegaskan pihaknya akan menertibkan para sopir yang mengetem atau menurunkan, dan menaikan penumpang tidak pada tempatnya.

Serang (MP) - Penahanan Gubernur Banten Ratu Atut oleh KPK membuat roda pemerintahan Provinsi Banten mandek. Maka dari itu, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Banten Deden Apriandhi mengusulkan KPK untuk mengajukan penonaktifan terhadap Ratu Atut, ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “KPK berhak mengajukan permohonan penonaktifan terhadap pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi. Sebetul ya kalau itu dilakukan, itu selesai,” kata Deden di Serang, Banten, belum lama ini. Dia pun mendukung apabila Kemendagri menonaktifkan pejabat penyelenggara negara yang terkena korupsi, karena berdasarkan data-data yag ada. Deden menyayangkan belum ada komunikasi

“Kami akan tilang kalau memang tidak layak angkutan umum, kami juga razia sopir tanpa SIM,” tegas dia. Untuk waktu pelaksanaan razia akan dibicarakan lagi dengan Dinas Perhubungan DKI. Sebab, lanjut dia, pihaknya saat ini masih fokus dalam rekayasa lalu lintas di Bandara Halim Perdanakusuma. “Nanti kalau sudah selesai baru kami laksanakan razia angkutan umum, karena masih fokus pengamanan Bandara Halim,” tandasnya. Ic/Mp

PEMERINTAHAN BANTEN MANDEK

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah

antara Kemendagri dengan KPK. “Jika berdasarkan UU KPK bahwa KPK bisa merekomendasikan pejabat diberhentikan sementara dan kementerian dalam negeri menyetujui itu. Kan itu bisa diberhentikan. Cuma kayanya ini belum ada komunikasi,” jelas Deden. Dia berharap Banten

segera diberikan kepastian hukum agar roda pemerintahan Provinsi Banten dapat berjalan lancar. “Jika Gubernur bersalah dan dinaikkan menjadi terdakwa, ya silahan dipercepat proses terdakwanya. Jika KPK menetapkan beliau tidak bersalah atau kurang bukti, ya silakan keluarkan,” tandas Deden. Lpe/Mp

King Club Tangerang Selatan, Cerdas, Modern dan Religius Akses Jalan Kurang Memadai Tangerang Selatan (MP) - Mulai diaktifkannya Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel sebagai lokasi parkir terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pasca penutupan terminal Lebak Bulus oleh Pemprov DKI Jakarta masih menyisakan masalah akses jalan masuk terminal yang kurang memadai. Padahal, 28 Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Lebak Bulus dipindahkan ke terminal warisan Kabupaten Tangerang tersebut. Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Ruhamabaen mengatakan, permasalahan yang pelik mengenai pembangunan terminal Pondok Cabe bukan semata pada infrastruktur terminal. Namun akses jalan menuju kawasan terminal yang harus jadi prioritas. Sejauh ini jalan menuju terminal Pondok Cabe baik dari Pamulang, Pasar Ciputat maupun dari landasan udara Pondok Cabe dinilai masih belum mumpuni. Diharapkannya, sebelum terminal Pondok Cabe dibangun, pelebaran ruas jalan utama diseputaran terminal tersebut harus dilakukan. “Kalau terminal Pondok Cabe dibangun jelas akan mengundang ratusan bus AKAP. Ini akan jadi masalah serius karena jalan akan menjadi semakin padat. Jalan yang ada saat ini saja kerap macet,” ucapnya, Jumat (10/1). Kabid Lalu-Lintas Dishubkominfo Kota Tangsel Tito S mengatakan hingga kini pihaknya hanya melakukan pengaturan lalu-lintas. Ia menjamin walaupun ada intensitas volume kendaraan pasca ditutupnya terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, jalur tersebut tidak akan macet parah. Pihaknya tidak menambah jumlah petugas yang berjaga di Terminal Pondok Cabe. “Tidak ditambah kok. Paling kalau ada kepadatan, kita akan buat rekayasa lalu-lintas untuk mengurai kemacetan,” ujarnya. Dvd

Tangerang Selatan (MP) Banyaknya komunitas otomotif di nusantara Indonesia khususnya roda dua atau sepeda motor, pencinta otomotif roda dua biasa di mata masyarakat sering diangkap komunitas yang ugal-ugalan di jalan membuat onar, kegaduhan, kebisingan tak jarang masyarakat menganggap geng kriminalis. Anggapan yang miring tentang pencinta otomotif roda dua karena segelintiran oktum yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengerti arti dari sebuah pencinta otomotif, sehingga terbentuk opini-opini yang miring tentang komunitas pencinta otomotif roda dua yang miring. Karena kepedulian tentang otomotif roda dua Khususnya Rx King ingin adanya perubahan nyata bahwa citra miring tentang komunitas pencinta otomotif roda dua adalah salah besar. Atas dasar itulah terbentuk sebuah komunitas di tangerang selatan King Club Tangerang Selatan (KCTS) untuk ke halhal positif, sebenarnya banyak hal positif yang dapat dilakukan komunitas seperti menjadi tali sillaturahmi antar sesama komunitas pencinta otomotif roda dua

lain, bertukar ilmu tentang dunia otomotif roda dua, mendalami agama baik pengajian, menciptakan lapangan kerja dan kelompok usaha bersama guna mengurangi pengangguran di masyarakat dan banyak hal positif yang sebenarnya ada di dalam komunitas otomotif roda dua. Dalam mendorong program-program postifnya King Club Tangerang Selatan mengadakan rapat bersama baik para pengurus dan anggotanya guna membahas kinerja di tahun 2014, baik kerja bakti membersihakan setu di tangerang selatan di awali setu bungur yang akan dilaksanakan pada 19/1/2014 adapun Setu Bungur terletak di Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Setu Pamulang yang terletak di Pamulang Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan, gerebek mushola

membersihakan tempat ibadah agar telihat rapih karena salah satu moto dari Kota Tangerang Selatan religius dan cermin kebersihan adalah sebagian dari iman serta diadakan pula kopi darat King Club Tangerang Selatan setiap malam minggu yang lokasinya tepat di Ciputat Raya di depan pelataran ruko Holland Bakry guna bertemu dan menjalin tali sillahturahmi antar komunitas pencinta otomotif roda dua khususnya Rx King. Program-program postif yang dilakukan King Club Tangerang Selatan yang berada di Kota Tangerang

Selatan seharusnya didukung oleh pemerintahan setempat baik Walikota Tangerang Selatan maupun satuan perangkat kerja daerah lainnya baik dinas pemuda dan olah raga karena dengan terbentuknya King Club Tangerang Selatan ini dapat meminimallisi balapan liar sehingga hal negatif dapat diarahkan ke hal positif dengan diadakannya lomba modifikasi otomotif roda dua di Tangerang Selatan, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dapat melihat banyaknya bengkel otomotif roda dua di Ta-

ngerang Selatan yang seharusnya menjadi bagian kelompok usaha bersama (KUB) sehingga terciptanya lapangan-lapangan kerja baru di Kota Tangerang Selatan dan tidak adanya pengangguran-pengangguran baru yang membebani pemerintah setempat. Karena moto dari kota tangerang selatan Cerdas Modern dan Religius ini yang menyemangati komunitas King Club Tangerang Selatan sehingga terciptanya perubahan yang nyata pencinta dunia otomotif roda dua khusunya di Kota Tangerang Selatan. Dvd


Serumpun

4

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Warga Jakarta Keberatan Jokowi Nyapres Jakarta (MP) - Gonjangganjing pengusungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden, tampaknya, mendapat “penolakan” dari warga Jakarta. Berdasar survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) terhadap warga Jakarta, mayoritas responden menolak Jokowi maju sebagai capres. Pertimbangannya, masih banyak bidang kerja yang belum diselesaikan mantan wali kota Solo itu. Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyatakan, dari hasil survei Median pada 26 Desember 2013"4 Januari 2014, sebanyak 57,35 persen responden menyatakan tidak

setuju jika Jokowi maju sebagai capres pada pemilu presiden 2014. Hanya 30,37 persen responden, yang menyatakan setuju jika nanti Jokowi ditunjuk oleh Ketua Umum Megawati untuk maju sebagai capres. “Penolakan berdasarkan survei Median lebih berdasarkan kinerja. Bahwa masih banyak bidang kerja yang belum diselesaikan Jokowi selama satu tahun tiga bulan bertugas,” ujar Rico dalam keterangannya di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Jumat (10/4). Sebanyak 750 responden dari seluruh wilayah DKI Jakarta (minus Kepulauan Seribu) diwawancarai secara acak mengenai persepsi atas

kinerja dan rencana pencapresan Jokowi itu. Menurut Rico, saat ditanya alasan penolakan Jokowi maju sebagai capres, 20,6 persen responden menilai Jokowi harus menyelesaikan dahulu masalah Jakarta. Selain itu, 17,5 persen menilai Jokowi harus menuntaskan masa jabatannya dulu sebelum berpikir maju pilpres. “Masalah macet juga menjadi problem Jokowi, dimana 15 persen responden menilai problem klasik itu belum terselesaikan,” kata Rico. Saat ditanya soal kinerja Jokowi di 14 bidang kerja, responden hanya menyatakan kepuasan di enam bidang

kerja. Di bidang layanan kesehatan, pendidikan, penertiban pedagang kaki lima, menjaga kebersihan, peningkatan kualitas layanan birokrasi, dan penataan taman, Jokowi mendapat penilaian tinggi. “Publik paling puas di bidang layanan kesehatan yang digagas Jokowi, yakni 84,2 persen,” ujar Rico. Namun, publik menyatakan belum puas dengan delapan bidang kerja lain. Jokowi, kata Rico, masih memiliki PR besar di penanganan kemacetan, pengurangan pengangguran dan kemiskinan, penanganan banjir, pengendalian kriminalitas, penataan angkutan

umum, perumahan murah dan berkualitas, serta pengendalian narkoba. “Publik paling tidak puas terhadap Jokowi di penanganan kemacetan,” ujar Rico menegaskan. Jika ditelusuri dari latar belakang pendidikan, mayoritas responden yang menyatakan setuju Jokowi maju sebagai capres adalah mereka yang tidak tamat/tamat SD. Mayoritas responden yang tidak setuju adalah tamatan SMA dan perguruan tinggi. “Dari sisi partai, responden yang menyatakan setuju adalah yang memilih PDIP, sementara yang menolak paling banyak dari Partai Gerindra,” jelas Rico. Jp/Mp

UCAP TERIMA KASIH SEBELUM DITAHAN KPK

Anas Tabuh Genderang Perang dengan SBY

Jakarta (MP) - Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Effendi Gazali menilai ucapan terima kasih dari tersangka kasus dugaan korupsi Anas Urbaningrum terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah salah satu sinyal sindiran Anas yang tersembunyi. Menurutnya, tak hanya sekali ini saja Anas mengungkapkan sinyal sindiran terkait permasalahan kasus yang menjeratnya saat ini. Sindiran ini sudah dimulai dari penulisan status BBMnya seperti ‘politik para Sengkuni’, ‘nabok nyilih tangan’, dan lain-lain. “Sindiran Anas yang terakhir ‘terima kasih untuk SBY’. Bukan sampai di situ,

yang lebih dramatis adalah Anas menolak makanan dari KPK. Ini sebenarnya sinyal sindiran,” kata Effendi. Effendi mengatakan dalam ilmu komunikasi politik sinyal itu menunjukkan Anas ingin mengungkapkan sesuatu yang ia ketahui dan diharapkan dapat ditangkap sinyal itu oleh masyarakat dan KPK. Meski demikian, Effendi berpendapat apapun yang

diketahui Anas, tidak akan ia ungkap dallam waktu dekat. Anas dalam hal ini dianggap sudah menyatakan ‘perang’ terhadap SBY yang juga merupakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Akan tetapi, Anas memiliki kejelian

dalam melihat waktu yang tepat. “Dia menunggu waktu yang tepat. Selama menunggu, ia tak ingin didiamkan, Dalam konstelasi yang ada, menurut saya, Anas belum akan mengungkapkan karena

belum cukup materinya,” sambungnya. Ia menilai Anas menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semuanya. Itu diperkirakan. Terjadi saat Pemilu Legislatif dilaksanakan pada 9 April 2014 mendatang. Jika suara perolehan Partai Demokrat anjlok, maka di situ momen yang tepat bagi Anas untuk mengungkapkan sejumlah rahasia dalam kasus Hambalang. “Misalnya pas Pileg, suara Demokrat anjlok. Itu bisa jadi momentum untuk Anas menyampaikan, dan saat itu ia berharap konstelasinya berbeda. Ini soal pembacaan waktu saja,” tandas Effendi. Jp/Mp

“Sabilulungan” Nama Resmi Gedong Budaya Bandung (MP) - Selain menjadi motto pembangunan Kabupaten Bandung, nama “Sabilulungan” kini menjadi nama resmi gedung budaya yang berhasil dibangun Pemkab Bandung di seputar jalan Al Fathu-Soreang. Penamaan “Sabilulungan” merupakan hasil keputusan final tim juri sayembara penamaan gedung budaya yang terdiri

para praktisi seni budaya dan tokoh budayawan Jawa Barat. Salah seorang tim juri sayembara, Drs H Heri Heryadi MSen menyebutkan, jumlah peserta yang menyodorkan nama Gedong Budaya tercatat 59 orang. Setelah dilakukan seleksi administratif dan persyaratan lainnya, maka muncul 30 nama. “Dari tiga puluh nama ini, kami lakukan

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA (DISPORA) KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR SAMPIT. KALIMANTAN TENGAH Mengucapkan

Selamat Hari Jadi

Kabupaten Kotawaringin Timur Ke – 61 7 Januari 1953 – 7 Januari 2014 Dengan semangat hari jadi ke – 61 kita wujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang tangguh, maju dan berdaya saing dalam percaturan ekonomi regional dan nasional.

Drs. H Kaspul Bahri Kepala Dinas

KELUARGA BESAR PT ALTANA PUTRA MENTAYA PENYALUR BBM INDUSTRI SAMPIT KALIMANTAN TENGAH Mengucapkan

Selamat Hari Jadi

Kabupaten Kotawaringin Timur Ke – 61 7 Januari 1953 – 7 Januari 2014

seleksi lagi menjadi lima finalis,” kata Heri Heryadi di sela-sela penyerahan hadiah/ penghargaan pemenang sayembara nama Gedong Budaya di Gedung Moch TohaSoreang, Senin (6/1). Turut hadir Bupati Bandung H Dadang M Naser SH SIp, Sekretaris Daerah Ir H Sofian Nataprawira, MP serta ratusan pegawai dan sejumlah tokoh

seniman dan budayawan Kabupaten Bandung. Nama “Sabilulungan” yang disodorkan Sri Surtini (36) warga Kampung Ciburial Kecamatan Soreang, disepakati oleh tim menjadi pemenang sayembara. Pertimbangannya menurut Heri Heryadi, bahwa nama Sabilulungan bersifat netral, tidak menyebutkan nama personal secara perorangan. Sehingga tidak terjebak dalam membandingkan individu secara kualitatif. “Pertimbangan lain, SabiluluKELUARGA BESAR PT TAHETA BELUM ngan berasal dari PENYALUR BBM INDUSTRI SAMPIT bahasa sunda asli KALIMANTAN TENGAH yang memiliki makna luas, dalam dan Mengucapkan membutuhkan proses pemahaman yang luar biasa untuk tahapan selanjutnya,” kata Heri Heryadi. Seleksi terhadap nama yang diajukan 7 Januari 1953 – 7 Januari 2014 oleh peserta sayemDengan semangat hari jadi ke – 61 kita wujudkan bara, kata Heri HerKabupaten Kotawaringin Timur yang tangguh, yadi dinilai dari bermaju dan berdaya saing dalam percaturan ekonomi bagai aspek yang regional dan nasional. memiliki arti harfiah, definisi, latar Ust. H Musthafa (H Imul) belakang dan nilai historis. “Dari naPimpinan ma-nama yang masuk, maka kami dari

Selamat Hari Jadi

Kabupaten Kotawaringin Timur Ke – 61

tim juri setelah melakukan pembahasan secara mendalam mengerucut terhadap nama Sabilulungan. Sebagai penghargaan, Bupati Bandung menyerahkan hadiah kepada Sri Surtini senilai Rp 15 juta. Bupati H Dadang M Naser mengakui, penamaan Gedong Budaya Sabilulungan merupakan hak prerogatif tim juri sayembara. Oleh karenanya ia sangat mengapresiasi terhadap hasil sayembara tersebut. “Saya sama sekali tidak turut campur dalam penamaan Gedong Budaya itu,” kata H Dadang M Naser. Gedong Budaya Sabilulungan yang mulai dibangun tahun 2010 lalu menurut sejumlah tokoh seniman, merupakan gedong budaya termegah di Jawa Barat. Selain dibangun panggung untuk pentas seni, dalam gedong tersebut tersedia pula deretan ruangan untuk cenderamata. Sementara di luar gedung, kini telah dibangun sebuah taman yang cukup asri. Bahkan Bupati H Dadang M Naser merencanakan, di seputar areal gedong budaya akan dibangun pasar seni. “Setelah hadirnya gedong ini, saya mengajak kepada para seniman dan budayawan untuk berkreatifitas menampilkan karya-karyanya yang berkualitas,” harapnya. Hpb

BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR SAMPIT. KALIMANTAN TENGAH

KETUA DPRD KAB KOTIM DAN KETUA DPC PDI PERJUANGAN KAB KOTIM

Selamat Hari Jadi

Selamat Hari Jadi

Mengucapkan

Kabupaten Kotawaringin Timur Ke – 61 7 Januari 1953 – 7 Januari 2014

Dengan semangat hari jadi ke – 61 kita wujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang tangguh, maju dan berdaya saing dalam percaturan ekonomi regional dan nasional.

Dengan semangat hari jadi ke – 61 kita wujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang tangguh, maju dan berdaya saing dalam percaturan ekonomi regional dan nasional.

H Syahrul SE

Suparman SH, MSM Kepala Badan

Mengucapkan

Kabupaten Kotawaringin Timur Ke – 61 7 Januari 1953 – 7 Januari 2014 Dengan semangat hari jadi ke – 61 kita wujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang tangguh, maju dan berdaya saing dalam percaturan ekonomi regional dan nasional.

Jhon Krisli, SE. MSi Ketua

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Awasi Kinerja SKPD, Ahok Bentuk Tim Kecil Jakarta (MP) - Guna mengawasi kinerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok berencana membuat tim kecil yang bertugas mengawasi setiap SKPD. Dengan dibentuknya tim diharapkan, dapat mengetahui apa yang telah dilakukan tiap SKPD, dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintah. “Banyak SKPD minim respon. Nah saya mau bikin sistem yang beda. Saya mau bikin satu tim per SKPD,” katanya. Nantinya, kata dia, tim yang dibentuk juga bertugas memantau pengaduan masyarakat yang masuk pada dinas terkait. “Jadi dia (tim) bisa pres, habis lapor itu dikerjai apa belum. Jadi ada orang bantu kita ngawasin. Kalau sekarang kan ada pengaduan lempar ke SKPD, sudah tidak ada tindak lanjut. Habis itu SKPD bilang iya, tapi iya-nya iya gitu doang, enggak ada yang ngikutin,” ujarnya. Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, nantinya hasil pengawasan yang dilakukan tim akan dilaporkan ke gubernur. Tim kecil ini, lanjut Ahok, bukan diisi dari SKPD, melainkan dari pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini bertugas di bagian pengaduan. Ic/Mp

Ilustrasi Daging Sapi.

Waspada Daging Celeng di Jakarta Utara Jakarta (MP) - Sebanyak 164 kilogram daging celeng ilegal disita oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara. Daging itu disinyalir telah cukup beredar di pasaran. “Ini daging celeng yang dijual secara bebas,” kata Kepala Satuan Resor Kriminal Polres Metro Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi di kantornya Jumat 10 Januari 2014. Dia menyebut, penjualan daging celeng ini telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun. Daddy menuturkan, daging celeng ini ditemukan dari rumah seorang pria berinisial KTJ (58), warga Muara Karang Penjaringan Jakarta Utara. Di rumahnya ditemukan sebanyak 164 kg daging celeng yang biasa dijual ke pelanggannya. Berdasarkan penyelidikan, daging yang disebut berasal dari Lampung ini telah dijual ke sejumlah pengusaha makanan dan pedagang di pasar. “Yang sudah terdeteksi di Pasar Teluk Gong,” kata Daddy. Menurut Daddy, pelaku terancam Undang-undang Perlindungan Konsumen dan Pangan serta Peraturan Daerah DKI Jakarta. “Ancaman hukumannya 5 tahun,” kata dia. Ditemui di tempat yang sama, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin P2K Jakarta Utara Mochamad Mikron menyatakan bahwa daging celeng ini telah melanggar Perda karena tak memiliki ijin. “Tak ada ijin peredaran,” kata dia. Berdasarkan Perda, daging yang masuk ke wilayah hukum DKI Jakarta harus memiliki dokumen-dokumen, di antaranya mengenai asal muasal daging, surat kesehatan dan dokumen ijin mengedarkan daging. “Sedangkan pelaku tak punya,” kata dia. Hal tersebut membahayakan bagi konsumen karena belum ada jaminan kesehatan mengenai kualitas daging. Saat ini, menurut Daddy, masih dilakukan pengembangan penyelidikan untuk merinci daerah peredaran daging-daging tersebut. “Masih kami kembangkan,” kata dia. Hasil sementara, daging ini sudah dibeli oleh sejumlah pengusaha catering dan bakmi. Tmp/Mp

Satpol PP Tangsel Tempati Eks Kantor Walikota Tangerang Selatan (MP) - Satuan Polisi Pamong Praja kini berpindah lokasi ke kantor bekas Gedung Walikota Tangerang Selatan di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Kamis (9/1). Satpol PP Tangsel sebelumnya berkantor di dekat kantor Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Salah seorang petugas yang sedang melakukan pemindahan barang mengatakan kegiatan ini baru dimulai hari ini semenjak kantor Walikota Tangsel berpindah ke Pamulang, Tangsel, Senin (6/1). “Baru mulai pindahan hari ini,” ujarnya saat ditemui di gedung yang baru. Petugas tersebut menambahkan tidak hanya Satpol PP saja yang akan menempati gedung ini. Selain Satpol PP, Dinas lainnya yang akan menempati yaitu Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). “BLHD dan Kesbangpol juga berkantor di sini,” tambahnya. Terlihat sekeliling ruangan penuh dengan barang-barang serta sejumlah dokumen berantakan. Di dalam gedung ini nantinya Satpol PP akan menempati lantai dasar. Dvd


Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Serumpun

5

Polda Tilang Belasan Motor Knalpot Racing

BP2T Stop Pembangunan SPBG Tangerang Selatan (MP) - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) menghentikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPG) di Serua, Ciputat. Lantaran tidak dilengkapi perizinan serta adanya penolakan dari warga setempat. Kepala BP2T Kota Tangsel Dadang Sofyan mengatakan pembangunan SPBG dihentikan pembangunannya lantaran tidak mengantongi izin. Selain itu, lokasi pembangunan tidak sesuai dengan peruntukkannya. Di wilayah tersebut merupakan kawasan pemukiman. “Sudah kita setop pembangunannya sejak bulan lalu. Karena tidak ada izinnya. Dan kita tidak penah mengeluarkan izin,” ungkapnya, Senin (6/1). Dikatakan untuk perizinan pembangunna SPBG, pihak harus melalui Badan koordinasi Ruang Daerah (BKRD) dari provinsi Banten. Setelah itu, pihak Pemkot Tangsel dapat mengeluarkan izin pembangunannya. “Surat dari BKRD juga belum ada di kami, bagaimana kami mau memprosesnya. Kan, harus sesuai prosedur,” ujarnya. Menurutnya, pihaknya tidak akan gegabah mengeluarkan surat izin jika tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kalau memang semua persyaratan sesuai dengan aturan, pihaknya tidak akan mempersulit untuk mengeluarkan izin. “Kalau di Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya untuk paling lama satu bulan pengajuan perizinan disetujui,” ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan itu. Camat Ciputat, Deden Juardi menuturkan kalau proyek itu milik PT Pertamina dan didanai APBN. Pihaknya sudah melakukan pertemuan antara warga dan juga perwakilan PT Pertamina di kantor Kelurahan Serua. Pihaknyapun tidak pernah mengeluarkan izin atau jenis rekomendasi terkait pembangunan SPBG tersebut. “Koordinasi atau musyawarah dan sosialisasi seperti yang diinginkan warga memang belum dilakukan saat pembangunan SPBG itu,” ucapnya. Sebelumnya, ratusan warga datang ke kantor Kelurahan Serua untuk melakukan protes rencana dibangunnya SPBG di kawasan mereka. Warga tidak terima bila wilayahnya dijadikan untuk pembangunan SPBG karena dampak yang ditimbulkan merugikan mereka. Penolakan didasarkan kepada efek dari pembangunan itu sendiri. Warga khawatir bila ada SPBG akan menimbulkan efek kurang baik. Warga akan terus melakukan berbagai upaya agar SPBG gagal dibangun. Diketahui, pembangunan SPBG ini di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi. Dvd

Kabupaten Bandung Miliki Gedung Layanan Administrasi Kependudukan & Alat Rekam/Cetak e-KTP Bandung (MP) – Pelayanan e-KTP di Kabupaten Bandung, dipastikan bakal semakin cepat dan mudah menyusul dibangunnya gedung pelayanan administrasi kependudukan yang terletak diseputar kompleks Pemkab Bandung. Gedung yang dibangun dengan biaya Rp. 1.089.978.000,- memiliki luas bangunan ± 400 m2, dilengkapi perangkat rekam dan pencetakan e-KTP. “Pembangunan gedung dan penyediaan alat rekam dan cetak KTP elektronik ini, semuanya didanai oleh APBD Kabupaten Bandung tahun 2013 dan dimaksudkan untuk lebih mempercepat pelayanan pembuatan e-KTP penduduk,” ucap Bupati Bandung H Dadang M Naser SH SIp seusai meresmikan penggunaan gedung pelayanan administrasi kependudukan, Selasa (7/1). Dengan hadirnya gedung pelayanan dan alat rekam/ cetak e-KTP, diyakini oleh H Dadang M Naser keluhan masyarakat terhadap lamanya proses pembuatan e-KTP tidak akan terulang kembali. “Mengingat mulai tahun 2014, Pemkab Bandung mempunyai kewenangan untuk memiliki alat rekam dan cetak e-KTP, sehingga pelayanannya bisa lebih cepat,” tuturnya. Sementara untuk mengantisipasi perekaman e-KTP bagi pemula dan gagal karena belum tercetak, Pemkab Bandung kata H Dadang M Naser telah menyiapkan blanko KTP elektronik sebanyak 500.000 lembar. “Untuk itu saya meminta kepada para camat untuk mensosialisasikan pelayanan eKTP kepada masyarakat,” pintanya. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung Drs Salimin MSi menyebutkan, jumlah wajib KTP di Kabupaten Bandung tercatat 2.014.804 jiwa dari jumlah penduduk sebanyak 3.539.162 orang. Sementara jumlah wajib KTP yang telah terekam e-KTP sampai 31 Desember 2013 tercatat 1.975.535 orang atau 98,05%. Sedangkan yang sudah dibagikan sebanyak 1.610.020 orang (81,50%). Salimin menjelaskan, berdasarkan perubahan UU No 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, masa berlaku KTP elektronik yang semula hanya lima tahun berubah menjadi seumur hidup. “Perubahan undang-undang itu mengatur pula mengenai pencetakan dokumen KTP elektronik yang semula dibuat secara terpusat di Jakarta, kini diserahkan kemasing-masing daerah. Kabupaten Bandung sendiri sudah sangat siap untuk melakukan pencetakan dokumen kependudukan,” kata Salimin. Hal lain yang diatur perubahan UU No. 23 tahun 2006 diantaranya perubahan penerbitan akta kelahiran penduduk. Dengan adanya perubahan tersebut, penerbitan akta kelahiran tidak lagi memerlukan pengadilan negeri. “Keputusan penerbitan akta kelahiran kini berada dalam kewenangan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” tambahnya. Seraya menyebutkan, jumlah kepemilikan e-KTP sampai saat ini sebanyak 1.975.000 orang (58,03%). Hpb

Jakarta (MP) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menindak belasan sepeda motor yang tidak sesuai standar atau memakai knalpot racing. Kasubdit Pembinaan dan Penegakkan Hukum (Subdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono mengatakan ada 15 motor yang ditilang karena memakai knalpot racing. “Itu dalam waktu satu minggu kemarin kami tilang. Polda sekarang gencar mela-

kukan penertiban knalpot racing,” kata Hindarsono, di Jakarta, Minggu (12/1/2014). Menurut dia, penertiban dilakukan karena knalpot racing tidak menggunakan aksesoris motor sesuai standarnya. “Jadi kami tilang,” tegas dia. Hindarsono menuturkan pihaknya telah menilang sepeda motor di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ada tiga kasus, Cawang, enam kasus, dan di Jalan DI Panjaitan, ada satu kasus.

“Ada juga petugas kami tilang dua sepeda motor di kawasan Ancol, Jakarta Utara, tiga unit motor ditilang di kawasan Jakarta Barat,” jelas dia. Hindarono menambahkan para pengendara yang ditilang dijerat pasal 285 ayat 1, pasal 106 ayat 3 junto pasal 48 ayat 2 dan 3, UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Saat ini masih ditilang saja, namun nanti akan dikandangkan kalau tidak ada efek jera,” tandasnya. Ic/Mp

Agen jual Gas Elpiji 3 Kg di atas HET ke Pangkalan Ilegal Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Langka di Batam

Batam (MP) – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang bersubsidi untuk masyarakat Batam tidak terpenuhi oleh Pertamina, buktinya di lapangan gas tersebut sering habis di lapangan membuat masyarakat mencari kemana-mana tak juga mendapat. Beberapa pangkalan resmi di wilayah Batuaji menuturkan memang stok gas melon sedang kosong selama tiga hari belakangan ini. “Kalaupun datang paling 40 tabung, itu pun dalam hitung menit sudah habis,” ujar pemilik pangkalan di Batuaji. Belasan pangkalan yang berada di Batuaji mengatakan kepada media ini akibat kelangkaan gas ini akibat pihak agen yang mengantar sesuka hati dari Pertamina kepada meraka agen resmi. “Gas yang diatar tak kunjung cukup seringkali kurang dengan alasan agen kita hanya dapat jatah dari Pertamina hanya sedikit,” ujarnya. Beberapa agen mengatakan kepada media ini seharusnya pihak pertamina mengantarkan kepada agen 1x2 hari karena masyarakat memakai gas bukan 1 x antar untuk satu bulan. Masyarakat ada lima kali satu bulan membeli gas tersebut kepada pangkalan. Pertami harus mengantarkan gas tersebut kepada pangkalan seharusnya dalam 1 bulan 8 kali dengan dengan jumlah kk tabung yang dimiliki masyarakat setempat dan ditambah dengan tabung per-

siapan yang diisi untuk puluhan buah sebagai menjaga jangan habis di tangan masyarakat dan jangan sampai kurang. “Dugaan kami kuat pihak agen telah menjual gas jatah masyarakat kepada agen ilegal. Karena agen ilegal tersebut bekerja sama dengan pihak penyuling untuk gas tersebut disuling ke dalam tabung 12 kilogran dan dijual dengan harga mahal serta dijual kepada industry,” ungkapnya. Dengan otomatis agen yang mengatar gas elpiji yang seharusnya diberikan kepada pangkalan resmi malah dijual kepada pangkalan ilegal untuk mendapatkan untung yang lebih besar, Beberapa oknum nakal tersebut diduga pihak pertamina juga mendapat jatah dari agen yang telah menjual gas elpiji subsidi di atas HET. “Kita tahu berapa pangkalan yang diduga menyuling gas 3 kilogram tersebut yang berada di Batam ada berapa tempat di Batam milik Hery di Jalan Pendakian Bukit Senyum Kecamatam Batuampar dan milik Danil Bukit Beruntung yang gas masuk gudang tersebut pada malam hari serta

milik Ahua Batam Centre dan milik Anton Tiban serta milik Ar Tiban danau yang barusan tertangkap beberapa hari kemaren,” ujarnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisprindag) Kota Batam Amsakar Achmad, mengakui hal itu. Persoalan kelangkaan pasokan gas itu, karena memang masih ada beberapa kendala teknis yang terjadi. “Kita minta kepada pihak Pertamina untuk menambah tabung gas agen pangkalan resmi tersebut dengan pembayaran cicilan Pertamina kan bisa untuk konsumenya sendiri agar masyarakat tidak ke-

kurangan gas tersebut,” ujarnya. Pihak agen kalau ada yang nakal mencari keuntungan dari jatah gas masyarakat yang bersubsidi tersebut pihak Pertamina memberi sanssi hukum yang berlaku. “Kalau ada agen yang melakukan pengurangan isi tabung 12 menjadi 11 kilo dan 3 kilo menjadi 2,5 kilo kita minta kita akan cabut izinya serta ita akan proses secara hukum,” katanya. Di antaranya sampai saat ini Disprindag Batam sama sekali tak punya data siapa saja yang berhak mendapatkan gas melon baik berupa data

nama maupun alamat. Itu karena menurut Amsakar, saat konvensi minyak tanah ke gas elpiji, pihaknya belum rampung menyediakan data siapa saja yang berhak mendapatkan gas subsidi itu. “Secepatnya bulan ini kita akan menurati pihak Pertamina untuk menyesaikan masalah gas elpiji yang membuat masyarakat resah dengan masyalah ini. Tapi karena terdesak dipakai saja data yang belum rampung itu, sehingga simpang siur seperti saat ini. Makanya kalau terus begini kami akan panggil Pertamina untuk membahasnya,” ujar Amsakar. Tim

Lurah Ciater Klarifikasi Kronologis Berita yang Beredar di Masyarakat Sambungan dari hal. 1 diperiksa oleh pihak aparatur negara yaitu Polisi Resort Tiga Raksa Kabupaten Tangerang selama 23 hari, hal ini lah yang membuat miris hati H Nasan Wijaya untuk angkat bicara guna mengklarifikasi berita-berita yang beredar dan menjadi perbincangan di masyarakat. H Nasan Wijaya memberi keterangan kepada para wartawan tentang kronologis atas tanah tersebut. “Tanah itu saya tahu persis tanah itu tukeran pak Abdul Rohman pernah menukar tanah dengan Kurnia Sanjaya sebagai broker BSD. Nacit juga mengatakan surat tanahnya hilang sehingga Nacit membuat surat pengantar untuk diberikan kepada polisi dan membuat surat pernyataan bila surat AJB diketemukan atau digadaikan, maka ia akan mempertanggung jawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengkaitkan kepada pemerintahaan yang ada, seusai Nacit mendapatkan surat kehilangan dari pihak polres Nacit seharusnya membuat iklan masyarakat di 3 media cetak dan 3 kali penayangan pemberitahuan kehilangan AJB tanah serta dibuat kliping dan dibawa ke Kecamatan Serpong tanpa ada pemberitahuan kepada pihak kelurahan. Lalu pihak kecamatan melihat arsip tahun berapa dengan nomor registrasi yang Nacit laporkan telah kehilangan AJB tanah kepada pihak kecamatan. Memang ada arsip yang diusulkan oleh Nacit kepada pihak kecamatan dan pihak kecamatan menyatakan

tanah tersebut tidak pernah dijual belikan sebagai pelayan masyarakat kecamatan mengeluarkan salinan arsip tanah Nacit, setelah salinan keluar tejadi transaksi jual beli antara Nacit dan pengembang BSD yang diwakili oleh Bapak Kurnia karena letak tanah yang jauh dari BSD dan dekat dengan rumah kediaman Abdul Rohman dan Pak Kurnia kenal dengan Abdul Rohman terjadilah tukar-menukar tanah sesuai dengan luas tanah yang sama 700m2 dengan 700m2 tukar-menukar berdasarkan Akte Jual Beli termasuk juga salinan, SPH yang ditandatangani oleh penjual dan pembeli disaksikan oleh saya sendiri selaku lurah setempat namun belum ditandatangani oleh camat saat terjadi transaksi jual beli tanah tersebut, setelah terjadi tukar-menukar tanah antara Nacit dan Abdul Rohman tanah tersebut masih atas nama Nacit belum dipindahkan atas nama Abdul Rohman. Setelah satu tahun berjalan orang tua dari Abdul Rohman sakit sehingga membutuhkan uang untuk pengobatan untuk itu Abdul Rohman menjual tanah seluas 216 m2 dengan pelepasan tanah yang masih atas nama Nacit bukan Nama Abdul Rohman, oleh karena itu Abdul Rohman datang ke saya pejabat lurah setempat dengan membawa bukti Akte Jual Beli kepada lurah dengan bermaksud tujuan yang baik untuk melegalkan administrasi pemerintahan oleh karena saya tau sejarah tanah yang dimaksud Abdul Rohman adalah tanah tukar-menukar dengan Nacit lalu saya buatkan rekomendasi atas tanah tersebut, na-

mun saya tidak mengetahui tanah yang dimaksudkan oleh Abdul Roman sudah berbentuk sertifikat. Saat dilihat oleh saya berdasarkan C 358 dan saya juga melihat ada tanda tangan antara penjual dan pembeli untuk diantarakan oleh Abdul Rohman kepada kecamatan tanpa ada pemberian apapun oleh Abdul Rohman kepada saya,” ungkap H Nasan Wijaya, Lurah Ciater di Kelurahan Ciater, Jumat (10/1). Lebih lanjut H Nasan Wijaya mengungkapkan, “Tidak lama kemudian saya dipanggil untuk datang ke Polisi Resort Tiga Raksa Kabupaten Tangerang untuk menjadi sebagai saksi karena tanah tersebut bermasalah dan AJB diduga palsu, saat polres penyelidik menanyakan kepada saya apakah ini tanda tangan lurah, memang benar itu tanda tangan saya. Dan ternyata AJB tersebut memiliki 3 C dan saya tidak mengetahui bahwa ada 3 C terdapat C 359, C358, C357. Lalu Polres penyelidik menanyakan yang mana ini rah lalu saya jawab yang ini pak (C 358) kemudian polisi mengatakan kenapa kamu tidak teliti terdapat 3 C, polisi penyelidik juga menanyakan benar atau salah terdapat 3 C dalam 1 AJB lalu saya jawab salah. Namun karena saya tau tanah tersebut adalah tukaran dan Abdul Rohman adalah pegawai kelurahan sehingga saya percaya, namun saya bilang kepada polisi penyelidik pak tanpa ada tanda tangan camat itu tidak akan jadi PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah) karena tanda yang mengesahkan terjadinya jual beli

adalah camat dan kenapa kecamatan tidak dilihat kembali dan itu kesalahan saya, penyelidik mengatakan kepada saya secepatnya diselesaikan saya jawab baik pak kepada polisi penyelidik. Sampai di kelurahan saya panggil Abdul Rohman dan pembeli tanah Murdini setelah semua hadir di kelurahan saya sampaikan pertama saya sillahturahmi dengan semua, kedua saya meminta maaf kehilafan saya dengan Abdul Rohman bukan dalam penjualan namun dalam menandatangani karena ini tanah katanya ada permasalahan dan saya mohon kepada bapak (Murdini)agar ada jalan keluar antara kedua belah pihak yang terbaik jangan sampai merugikan keduanya. Lalu murdini menjawab Pak lurah saya mah ngga punya duit mangkanya saya beli tanah kecil untuk saya bangun rumah tinggal dengan total Rp. 350.000.000,untuk luas tanah 216m2 saya bilang kepada Abdul Rohman itukan bisa nego namun pembeli tetap dengan nilai nominal Rp. 350.000.000,- terjadi kata sepakat dengan nominal tersebut dan akan dibayar setelah ada pembayaran dari uang tower kesepakatan hanya berupa ucapan (lisan) tidak adanya perjanjian yang tertulis bermaterai dan Abdul Rohman tidak melaporkan kepada Polisi Resort Tiga Raksa Kabupaten Tangerang telah terjadi kesepakatan penyelesaian perdamaian atas tanah tersebut. Salahnya pada saat itu kenapa Murdini tidak melapor malah melapor adalah Herman yang mempunyai sertifikat karna seharusnya Herman tidak bisa mela-

porkan Abdul Rohman seharusnya Herman melaporkan Nacit kenapa tanahnya dijual, terkecuali si Abdul Rohman merugikan Herman dalam hal tanda tangan memalsukan tanda tangan si Herman baru si Abdul Rohman dapat dilaporkan oleh Herman,” tandas H Nasan Wijaya Lurah Ciater. Lanjut H Nasan Wijaya menambahkan, “Karena Herman memiliki sertifikat seharusnya coba diukur saja dulu dengan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) lalu dipager sehingga Murdini merasa dirugikan barulah Murdini melapor Abdul Rohman kepada pihak kepolisian, karena itulah kronologis yang sebenarnya, bila Herman merasa dirugikan oleh Abdul Rohman atas dasar yang tidak mendasar karena dari sejarah tanah tersebut pernah terjadi tukar-menukar tanah antara Abdul Rohman dengan Nacit dengan luas tanah 700 m2,” tegas H Nasan Wijaya Lurah Ciater. Ini pelajaran yang sangat berarti ketika melakukan transaksi pembelian penjualan tanah, kita harus mengetahui bagaimana sejarah tanah dari dahulu sampai sekarang sejarah tanah tersebut pada saat ini baik kelengkapan surat-surat adminstrasi, patok-patok tanah yang jelas serta bukti pembayaran karena jangan sampai merugikan orang lain baik materi dan inmateri sampaisampai menjerumuskan orang lain dengan niat baik untuk menolong pegawai karena orang tua pegawai sakit danbutuh pengobatan di rumah sakit. Dvd


Selayang Pandang

6

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Mantan Pegawai Satpol PP Memilih Jadi Peternak Sapi Bangkinangkota (MP) - Tiga setengah tahun lalu, Maswardi masih nampak gagah berseragam coklat muda, bersepatu lars. Dan saban hari pula, kepalanya yang cepak berhiaskan baret kebesaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar. Tapi penampilan gagah itu cuma bertahan lima tahun. Pegawai honorer di Pemkab Kampar ini akhirnya memutuskan untuk menyimpan seragam itu selamanya dan menggantinya dengan pakaian sederhana dan sepatu boot. “Saya memilih jadi peternak sapi saja. Sebab saya merasakan bahwa masa depan saya ada di sini,” ujar ayah satu anak ini dalam sebuah perbincangan di komplek kelompok peternak sapi “Bukit Batang Potai” di Bukit Injin

Penyesawan Selatan, Desa Penyesawan Kecamatan Kampar, Kamis pekan lalu. Semula, kata Wardi, dia cuma punya modal dua ekor sapi. Sapi itu dia angon sendiri. Persis 3,4 tahun lalu, ada program pengembangbiakan sapi Sarjana Masuk Desa (SMD) bikinan Pemerintah Pusat. Wardi pun bergabung dengan kelompok yang dikomandani oleh Muhammad Lubis. Saat itu, kelompok ini kebagian 43 ekor sapi plus kandang. Sebanyak 24 ekor betina, sisanya jantan. Dari sinilah kemudian Wardi mulai merasakan perubahan hidup. Dengan penghasilan bersih sekitar Rp2 juta per bulan, Wardi sudah bisa bikin rumah berukuran 5x6 meter. Perabotan rumah dia lengkapi, plus sepeda motor baru. Pas istrinya yang mau melahirkan harus dioperasi,

Wardi tak kelimpungan. “Alhamdulillah, saya dikasi rezeki oleh Allah. Kalau saya masih terus bertahan sebagai pegawai honor, barang kali sampai sekarang saya masih tinggal di rumah orangtua,” katanya tertawa. Tak hanya Maswardi yang ekonominya mulai kinclong dari hasil ternak sapi itu. Tapi semua anggota kelompok yang kini tersisa 7 orang. Arpi Putra misalnya. Lelaki 34 tahun ini sudah bisa membeli tanah seluas 20x25 meter. Di atas lahan itu, dia bisa mendirikan rumah berukuran 9x25 meter plus sepeda motor baru. “Dulu saya numpang di rumah mertua,” ujar ayah tiga anak ini malu-malu. Selama 3,4 tahun usaha peternakan sapi itu kata Muhammad Lubis, mereka berhasil menjual sekitar 80 ekor sapi jantan. Harga jual

perekor antara Rp8,2 juta hingga Rp9,5 juta. Lalu, tiap bulan kelompok ini bisa menambah pundi-pundi Rp8 juta dari air kencing sapi-sapi itu. “Sekarang kami masih punya 68 ekor. Belum termasuk 3 ekor pejantan,” Lubis merinci. Sapi-sapi jenis Bali dan Brahman itu, kata Lubis, digembalakan di lahan seluas 2 hektar. “Kami juga punya Hijauan Makanan Ternak (HMT) seluas 4 hektar. HMT ini kami rawat dengan biaya Rp2,5 juta per hektar,” ujarnya. Selain bisa mendongkrak ekonomi para anggota, hasil penjualan sapi tadi mereka pakai untuk membikin tempat pakan ternak yang lebih bagus. Konstruksinya terbuat dari beton. Mereka juga sudah bisa membikin saluran air sepanjang 1 kilometer. “Dulu

di sini air sangat susah. Tapi sekarang sudah 24 jam. Kami juga berencana menambah luasan HMT,” katanya. Sebab, kata Lubis, satu hektar HMT hanya cukup untuk 8-10 ekor ternak. Supaya nilai tambah meningkat, Lubis dan kawankawan juga sudah akan mengintegrasikan komplek peternakan mereka itu dengan tanaman hortikultura semacam cabai ataupun bawang merah. Termasuk nilai tambah lain seperti kompos. “Selama ini kami sudah diajari oleh Dinas tentang tata cara bikin kompos. Dan sebenarnya kami sudah ada tawaran kontrak 1000 karung per bulan. Tapi lantaran kompos masih kami manfaatkan sendiri untuk HMT, sementara kontrak itu tak kami ambil,” kata Lubis. Rtc/Mp

Kades Batangkumu Diadukan ke Polsek Tambusai

Harun mengatakan sudah 83 tahun tinggal di Desa Batangkumu tidak pernah ber-

sengketa dengan masyarakat Natangkumu termasuk dengan kepala desa yang sebelum sebelumnya. Tanah Harun bersempadan dengan tanah Solli dengan luas sekitar setengah hektar diolahnya berkebun sawit, kelapa dan pinang semuanya sudah menghasilkan, atas perintah kepala desa tanaman diatas lahan tersebut ditumbang dengan eskavator. Para korban mengatakan bahwa beberapa kepala desa terdahulu yaitu, Leman Manalu, Harahap Nambur, Sarimuda Manalu, semuanya tidak adamasalah dan mengetahui Solli dan Harun pemilik tanah tersebut. “Ttapi mengapa kepala desa Abnan Pulungan yang baru menjabat seumur jagung sudah meresahkan warganya,” ungkap para korban. Wartawan ini mencoba konfirmasi ke Kades Afnan di kantornya baru baru ini membantah keterlibatannya dan mengatakan bahwa dirinya tidak ikut terlibat di dalamnya. “Yang menyerobot tanah Solli dan Harun serta yang melakukan penumbangan adalah masyarakat yang melakukannya,” ungkap Kades enteng. D Hts/Tbn

memberikan pada masyarakat ini pesta rakyat ini, kita berharap keluarga besar bisa bertemu di lapangan SMP 3, untuk itu kami juga mengajak masyarakat Baamang ini bisa memanfaatkan kegiatan ini semoga bisa mencari nafkah berjualan di sini diharapkan bisa membantu ekonomi keluarga masing-masing. Masyarakat haus kegiatan hiburan dengan ini kami harap masyarakat terhibur ada permainan tong edan, pasar dadakan bisa berbelanja yang murah meriah di pasar tradisional, kami harap tidak terpaku pada supermarket tapi kita berusaha menghidupkan pasar tradisional seperti ini,” kata Lurah Baamang Tengah. Di tempat yang sama, Kapolsek Baamang IPTU Salahiddin juga menyampaikan, pasar rakyat ini agar terjalin hubungan silahturahmi anta-

ra sesama warga Kecamatan Baamang, yang mana kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjalin silahturahmi antara pimpinan kecamatan dengan warga Baamang dalam hal pelaksanaan kegiatan ini. “Saya selaku kapolsek mengajak warga baamang untuk bisa menjaga keamanan demi lancarnya pelaksanaan kegiatan ini, apabila keamanan ini tidakterwujud bisa menghambat ketertiban di kecamatan ini, saya juga menghimbau pada masyarakat yang menonton pesta rakyat ini untuk menjaga ketertiban bersama,” ujarnya. Pasar rakyat ini juga menampilkan beberapa hiburan di antaranya tarian adat dayak dan juga nyanyian lagu kerungut dengan diiringi tarian manasai yang langsung dipimpin oleh Camat Baamang. Ariy

Rohul (MP) - Untuk mendapatkan keadilan dan kepastian hukum, Solli dan Harun yang sudah beberapa kali melaporkan permasalahan yang menimpa mereka, akhirnya pihak penegak hukum Polsek Tambusai menerima laporan mereka hari kamis tanggal 26/12-13 dengan Nomor Pengaduan STPL/95/XII/2013 atas perusakan dan pencabutan tanaman sawit seluas sekitar 2 H diduga dilakukan oleh Kepala Desa Cs. Korban sangat kecewa dan menyayangkan tidakan dan perbuatan Kades Afnan Pulungan menyerobot dan merusak tanaman sawit warganya sendiri, seyogianya Kepala Desa sebagai perpanjangan tangan instansi pemerintah untuk membantu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah, memelihara kerukunan warga, dan penanganan masalahmasalah kemasyarakatan yang didasarkan atas kegotong-royongan dan kekeluargaan, namun perlakuan Kades Batangkumu ini malah membiarkan warganya tertindas bukan mengayomi, malah diduga ikut menggarongi masyarakatnya. Solihin dan Harun merasa perbuatan Kades tersebut

sudah semena mena kepada warganya, langsung main eksekusi, mengklaim tanah milik warganya tanpa ada basa basi/mediasi, langsung main serobot dengan menurunkan alat berat. Korban berharap agar pihak penegak hukum menindak lanjuti atas pengaduan dan pelaporan tersebut. Menurut Solli (58) dan Harun (83), tanah miliknya yang dikuasai dan diolahnya dengan berkebun sawit yang sudah berumur lima sampai tujuh tahun, terletak di dusun 4 Tanjung Beringin Desa Batang Kumuh adalah tanah warisan dari almarhum orang tua mereka seluas sekitar satu setengah hektar. Dan pada tangggal 29/11/13 Kepala Desa Batangkumu menggerakkan eskavator untuk

menumbang pokok sawit di atas tanah mereka tanpa sepengetahuan pemilik lahan.

Camat Baamang Buka Pasar Rakyat di Lapangan SMPN 3 Sampit

Sampit (MP) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit melalui Kecamatan Baamang telah mengadakan pasar rakyat dalam rangka memperingati hari jadi Kotim yang ke 61, acara tersebut dilaksanakan di lapangan SMP Negeri 3 Sampit Camat Baamang HM Yusransyah dalam sambutannya mengatakan, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia sehingga pasar rakyat ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Camat juga menyampaikan pasar rakyat ini merupakan tali silaturahmi sesama warga Kecamatan Baamang yang tadinya terkenal dengan pesta gawi datuh, sekarang diganti dengan gawian itah, jadi tidak jauh berbeda dan kita berharap tentunya apa yang disampaikan panitia dapat memupuk rasa silaturahmi kita antara sesama masyarakat yang ada di Kecamatan Baamang

Camat Baamang HM Yusransyah SIP MM saat melakukan pemukulan gendang dalam rangka pembukaan pasar rakyat di lapangan SMPN 3 Sampit.

ini, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Baamang dan juga yang di luar yang berkenan hadir ditengah kita pada malam hari ini, dan juga mengucapkan kepada Kapolsek Baamang untuk pengamanan selama

satu minggu. Ketua panitai pasar rakyat Kecamatan Baamang Bambang Edy Santosa yang juga Lurah Baamang Tengah ini ketika diwawancarai beberapa awak media di lokasi pasar rakyat mengatakan, “Pada malam hari ini kami

Daerah Kawasan FTZ Karimun Diduga Gunakan Kawasan Hutan Karimun (MP) - Ditolaknya beberapa surat warga saat melakukan pengurusan surat tanah setingkat alashak oleh pihak Kelurahaan Sei Raya dan Kecamatan Meral, membuat warga yang memiliki tanah di daerah tersebut merasa kebingungan. “Hal ini disebabkan tanah yang dikuasai oleh warga telah memiliki dokumen dan dokumen dimiliki cukup jelas tentang asal riwayat tanah, dan jawaban dari pihak kelurahaan saat pengurusaan surat tanah terpaksa sementara dipending karena lokasi tanah yang

dimiliki diduga berada di daerah kawasan hutan industri,” terang sumber MP. Dan jika melihat patokan batu pada batas daerah kawasan FTZ yang terletak di Kecamatan Meral yang berada di sebelah Simpang Pelangi Kampung Baru Meral, patokan batu sebagai batas daerah pada kawasan FTZ Karimun. Maka daerah kawasan FTZ Karimun diduga ada beberapa kawasan masuk di dalam daerah kawasan Hutan Produksi yang bisa dikonversi. Kabid Kehutanan Pemkab Karimun M Affan saat

ditemui, menbenarkan adanya beberapa daerah yang berada di Kecamatan Meral, titik lokasi berada di daerah Hutan Produksi yang dapat dikonversikan. Melalui Kepmen Kehutanan No 173 /Menhut /1986 pada saat itu, Kabupaten Karimun masih masuk daerah wilayah Prov Riau, dan berdasarkan tata guna hutan kesepakatan (TGHK) 1986, diperkirakan hampir semua wilayah Prov Kepri daerahnya termasuk daerah kawasan hutan. Tetapi pada salah satu poin pada TGHK 1986, di situ

ada tertuang yang mengharuskan Gubernur Prov Riau segera melakukan padu serasi, namun hal itu tidak pernah dilakukan Prov Riau. Padu serasi baru dilaksanakan oleh Prov Kepri pada tahun 2009 dengan melakukan kegiatan padu serasi yang metode mengacu pada RT RW Prov Kepri. Menurut M Affan di dalam proses penetapkan kawasan hutan yang berada di daerah, dilakukan dengan melalui 4 tahap, 1 Penunjukan kawasan hutan, 2 Penataan batasan kawasan hutan, 3 Pemetaan batasan

hutan dan poin 4 adalah pengukuhan kawasan hutan. Penggunaan hutan diperbolehkan asalkan sesuai dengan peraturan mekanisme perundang –undangan yang berlaku dan hutan industri yang bisa dikonversikan harus ada pelepasan dari Menteri Kehutanan, TGHK yang ada harus terlebih dahulu dilakukan revisi. “Mengenai kewenangan di dalam merubah tentang pemanfaatan hutan, harus ada terlebih dahulu sebuah kebijakan dengan sebuah peraturan dari Menteri Kehutanan,” ujarnya. Asrin

Mantan Walikota Pangkalpinang Jadi Tersangka Pangkalpinang (MP) - Tidak sia-sia jabatan Zulkarnain Karim mantan walikota Pangkalpinang yang duduk 2 kali menjadi walikota. Setelah sukses menjadi bursa pemilihan gubernur Babel sekarang menjabat menjadi tersangka dalam kasus proyek ruislag alias tukar guling mengelinding. Proyek ruislag alias tukar guling berupa tanah, rumah, dan bangunan milik pemko dengan lokasi di kecamatan Bukit Intan, Gerunggang jembatan 12 serta Air Itam. Dengan nilai kerugian Rp.957 juta yang tersusun menjadi 4 tersangka yang antara lain adalah inisial AR, adalah PNS, EF juga PNS ER adalah pengusaha dan Zu mantan Walikota Pangkalpinang. “Seperti kata pepatah sudahlah jatuh tertipa tangga lagi, tentu dengan makna yang mengingatkan kita semua bila sebuah puncak bukit tersebut juga berasal dari tanah,” imbuh Yaya tokoh masyarakat kecamatan Sungai Selan 9/1/ 2014 lalu. Bahwa kita harus mengingat dari mana kita semua berasal serta bermula. Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Riza Yulianto membenarkan status penetapan tersangka tersebut. Bahwa penetapan juga kewenagan dari Mabes Polri. Riza juga menjelaskan bahwa Polda Babel hanya menginformasikan. Semua kewenangan ada di Mabes Polri. Mucklis/Jhon

Dua Kandindat Bersaing Ketat Dalam Pemilihan Kades Pangke Barat Karimun (MP) - Pemilihan Kepala Desa Pangke Barat yang digelar Minggu (29/12/2013) lalu diikuti oleh tiga pasangan calon Kepala Desa Pangke Barat Burhanudin, Suhaimi dan Romainur berjalan cukup alot. Pemilihaan dilaksanakan di dalam 2 TPS, dimulai sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib dan di dalam Pemilihan Kepala Desa Pangke Barat Romainur unggul dalam perolehan suara. Warga Desa Pangke Barat yang menyalurkan hak suaranya berjumlah sebanyak 1395, surat suara dengan rincian TPS I sebanyak 782 hak suara dan TPS II sebanyak 613 surat suara. Dan warga yang menyalurkan hak suara sebanyak 917 suara, surat suara yang tidak dipakai sebanyak 478 surat suara. Dari tiga kandindat yang bertarung dalam pemilihaan Kepala Desa Pangke Barat Burhanudin, Suhaimi dan Romainur, Burhanudin dan Romainur bersaing ketat dalam perolehaan suara. Burhanudin menperoleh suara sebanyak 354 suara dan Romainur sebanyak 405 suara dan Suhaimi sebanyak 135 suara. Selain dihadiri oleh para calon Kades Pangke Barat dan masyrakat Desa Pangke Barat, proses pemilihaan Kepala Desa Pangke Barat disaksikan langsung oleh Asisten I Tata Pemerintahaan Pemkab Karimun Drs Raja Usman, Camat Meral Barat Anji Trsino, PLT Kepala Desa Pangke Barat Epend, Samsudin Kepala Desa Pangke Induk asal pemekaran Desa Pangke Barat dan Kapolsek Meral AKP Afdal SH. Asisten I Tata Pemerintahaan Raja Usman dalam kesempatan tersebut mengatakan, Desa Pangke Barat merupakan desa yang memiliki kekayaan dengan potensi sumber daya alam, baik tambang, pariwisata pantai Pelalawan dan Desa Pangke Barat juga termasuk daerah kawasan Free Trade Zone (FTZ). Dengan apa yang dimilki Desa Pangke Barat saat ini diyakini mampu menbawa kehidupan masyarakat yang sejahtera. Asrin

ADA 14 TINDAKAN SEPANJANG 2013

Bea dan Cukai Siak Amankan Barang Ilegal tanpa Tersangka

Siak (MP) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Pratama Siak Sri Indrapura, sepanjang 2013 lalu melakukan tindakan sebanyak 14 kali. Dalam penindakan tersebut, diamankan barang-barang ilegal di antaranya barang elektronik dan rokok, akan tetapi tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Minggu (12/1/14), Kasi Pendindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Siak Sri Indrapura Tedy Iskandar, mengatakan bahwa penindakan banyak dilakukan di Pelabuhan Buton. Seluruh barang-barang sitaan tersebut tidak dapat ditunjukkan dokumen, dan bukti bayarnya. “2013 lalu, kami telah melakukan penindakan di Pelabuhan Buton sebanyak 14 kali dan seluruh barang yang diamankan tidak ada dokumen dan bukti-bukti bayarnya,” ujar Tedy. Selain 14 tindakan yang dilakukan, juga ada pelimpahan dari Polair Polres Siak berupa barang elektronik jenis handpone merk Blackberry dan laptop sekitar 800 unit dengan jumlah uang sekitar Rp800 juta. Dalam pemeriksaan sementara polisi, awalnya ada seseorang berinisial TN yang ditetapkan sebagai tersangka, karena polisi menggunakan KUHP untuk menjeratnya. Namun setelah dilimpahkan ke penyidik Bea dan Cukai Siak dan menggunakan UU Kepabeanan, tidak ditemukan tindak pidana sehingga TN bebas dari status tersangka itu. Begitu juga dengan berkas pelimpahan Kanwil, 14 unit Laptop senilai Rp21 juta. “Kami juga menerima berkas pelimpahan dari Polres Siak. Saat itu penyidik menggunakan KUHP dan ditetapkan TN sebagai tersangka. Setelah dilimpahkan ke penyidik kami dan menggunakan UU Kepabeanan, ternyata tidak ditemukan tindak pidana dan TN tidak tersangka. Akan tetapi barang-barang bawaannya tetap disita karena tidak memiliki dokumen lengkap,” terang Tedi. Selain itu, dikatakan Tedy, saat ini pihaknya tengah menunggu izin lengkap untuk melakukan proses pelelangan seluruh barang bukti yang diamankan tersebut. Diperkirakan seluruh barang ilegal tersebut seharga sekitar Rp1 miliar. Dan seluruh barang ilegal itu disimpan di gudang Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Siak Sri Indrapura. Rtc/Mp


Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Diduga Rem Blong, Oplet Tabrak 7 Unit Sepeda Motor Karimun (MP) - Diduga mengalami rem blong sebuah oplet jurusan Meral–Balai BP 1112 KU yang dikemudikan S menabrak 7 unit sepeda motor, Sabtu (28/12/2013) pukul 10.00 Wib. Sepeda motor yang tertabrak pada saat itu lagi terparkir di depan salah satu bengkel. Lokasi tabrakan terjadi di daerah Jalan Sei Raya sekitar Perumahan TMK Sei Raya, walaupun telah menabrak 7 unit sepeda motor, peristiwa kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. “3 unit sepeda motor yang tergilas oleh oplet, posisi sepeda motor terlihat masuk ke bawah kolong tempat kemudi oplet, sedangkan 4 unit sepeda motor lagi nyaris ringsek. Sepeda motor yang ditabrak langsung bertumbangan dari letak semula parkir, dari tempat lokasi parkir sepeda motor, lokasi dari pemilik bengkel,” ujar Edi salah satu warga yang kebetulan saat kejadian sedang menperbaiki sepeda motor miliknya di bengkel tersebut pada MP. Supir oplet yang mengalami rem blong saat ditemui di lokasi kecelakaan mengatakan dirinya dari arah Meral menunju Sei Raya, namun baru memasuki daerah depan perumahaan TMK Sei Raya, rem mobil yang dikemudikan mengalami blong dan ban sebelah kanan terlepas membuat kemudi yang ada terus berat ke kanan. Peristiwa Laka lantas yang terjadi antara oplet dengan 7 unit sepeda motor langsung ditangani oleh Satlantas Polres Karimun, terlihat beberapa anggota Satlantas meminta keterangan sejumlah saksi mata yang melihat peritiwa kecelakaan. Petugas juga menbawa barang bukti beberapa sepeda motor yang terkena tabrakan dan mengevakuasi oplet ke Mapolres Karimun. Asrin

Nasib Pelamar CPNS dari 3 Kabupaten di Riau Tak Jelas Pekanbaru (MP) - Kepastian pengumuman yang lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 di tiga kabupaten di Riau, yakni Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Pekanbaru semakin tidak jelas. Pasalnya, pemerintah pusat dan daerah sama-sama tidak bersedia mengumumkan nama-nama yang lulus. Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tidak akan mengumumkan hasil tes yang telah ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokasi (KemenPAN-RB). Bahkan, dua kabupaten itu siap menerima sanksi apa pun yang akan dijatuhkan pemerintah pusat. Sedangkan Kemen PAN-RB tetap bersikukuh hanya memiliki kewenangan hingga menggumumkan passing grade kelulusan peserta. Selebihnya, keputusannya menjadi kewenangan daerah. Bupati Kepulauan Meranti, Irwan malah menilai tidak ada keadilan dalam proses penerimaan CPNS yang dilakukan beberapa waktu lalu. Karenanya, Irwan menganggap pemerintah pusat lepas tangan jika tidak mau mengumumkan hasilnya. “Pusat mau mencoba melepaskan beban yang menjadi tanggung jawab mereka. Makanya tidak mau mengumumkannya dan melemparkannya ke daerah,” kata Irwan. Irwan menambahkan, sikapnya itu justru mendapat dukungan dari Pejabat Sementara Gubernur Riau, Djohermansyah Johan. Terutama tidak diakomodirnya harapan untuk meminta kuota bagi anak-anak daerah. Sebab, sangat sulit SDM dari daerah dalam proses seleksi bisa bersaing dengan daerah lain yang kualitas pendidikannya lebih baik. “Pak Gubernur sepakat dan mendukung kami bahwa jangan mengadu ayam bangkok dengan ayam beras,” ujar Irwan. Sikap serupa juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Wan Amin Firdaus. Menurutnya, Pemkab Rohil tetap menyerahkan urusan CPNS ke pusat. Di sisi lain, pemerintah pusat tidak mau memperuncing polemik soal penolakan sejumlah daerah untuk menetapkan dan mengumumkan kelulusan nama-nama peserta yang mengikuti seleksi CPNS 2013. Kemen PANRB memilih menunggu pertemuan dengan pimpinan daerah terkait, yang rencananya dijadwalkan pekan depan. “Saya kira kami tunggu saja pertemuan nanti, karena Kemen PAN-RB akan mengundang pimpinan daerah yang masih belum menetapkan dan mengumumkan kelulusan CPNS. Ini dilakukan guna mencari solusi agar kelulusan CPNS segera ditetapkan dan dan diumumkan ke masyarakat,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Kemen PAN-RB Herman Suryatman. Jp/Mp

Warga berjibaku melintasi banjir akibat air pasang keling yang merendam ruas Jalan Poros di Desa Kelemantan, Bengkalis.

Rumah dan Jalan di Bengkalis Terendam Banjir Air Pasang Keling Bengkalis (MP) - Dipicu air pasang tinggi (keling), sejumlah pemukiman warga yang berada di kawasan Bengkalis Timur terendam banjir. Air meluap dari anak sungai dan laut juga merendam badan jalan, akibatnya aktivitas warga juga terganggu. Kondisi itu seperti terjadi di Desa Kelemantan, Kecamatan Bengkalis sejak beberapa hari terakhir, warga setempat juga mengaku, banjir air pasang kali ini sudah cukup parah meskipun belum pada waktu biasanya. “Sebetulnya ini belum waktunya pasang keling tapi sudah seperti ini. Jalan terendam, kalau ingin ke Bengkalis tak dapat, kalau nekad sepeda motor diangkut dengan gerobak dan harus bayar,” ujar salah seorang warga Desa Kelemantan Tijun (32) kepada wartawan, Ahad (12/1/14). Kepala Badan Penanggulangan Bencana DaerahPemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis Moh. Jalal menyatakan, pembukaan kanal-kanal di kawasan itu belum maksimal, sehingga jika air masuk karena pasang mudah meluap. “Sekarang sudah menjelang musim pasang keling. Kami berharap masyarakat memberikan informasi untuk upaya penanggulangan apabila diperlukan dengan bekerjasama sejumlah pihak,” ungkapnya. Rtc/Mp

Selayang Pandang

7

Polres Dumai Tembak Seorang Residivis Curas dan Curat Dumai (MP) - Aparat Reskrim Polres Dumai melepaskan tembakan untuk melumpuhkan WN, pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (curas) maupun pencurian dengan pemberatan (curat) saat dilakukan penangkapan. Penembakan kepada pelaku itu, karena tersangka saat ditangkap melakukan perlawanan dan menyandera seorang warga sipil. Tidak ingin tersangka melukai sanderanya, akhirnya anggota

polisi menembak bagian tubuh pelaku tersebut. Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Wisnu Wibowo, kepada sejumlah awak media mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan masuk dari para korbannya. Tidak ingin bertambah banyak korban, lantas pihaknya mengerahkan anggota untuk memburu pelaku. “Sedikitnya 5 laporan terkait tindakan pelaku berupa penggelapan,

pencurian sepeda motor, curas dan curat. Tersangka sendiri sudah masuk golongan residivis. Makanya kami memburu pelaku dan berhasil menangkapnnya,” ungkap Wisnu, Ahad (12/1/ 14). Katanya, selama melakukan pengejaran, anggota polisi mengalami kesulitan. Pasalnya, pelaku ketika diketahui posisinya, berhasil kabur dan menyembunyikan diri dari kejaran anggota Polres Dumai. Namun

demikian, upaya itu tidak berlangsung lama. “Ketika posisi tersangka diketahui, WN berusaha kabur dengan menggunakan sepeda motor. Tapi tersangka akhirnya terjatuh dari kendaraan yang ditungganginya. Bahkan tersangka masih nekat dan melakukan penyanderaan terhadap seorang warga di sekitar lokasinya terjatuh dari sepeda motor,” katanya. Dikatankannya, sandera sendiri ditusuk dengan pisau

yang dibawa tersangka WN. Tersangka juga melawan sambil mengacungkan pisaunya ke arah petugas, padahal sudah diberi tembakan peringatan agar menyerah diri. “Akibat perbuatan tersangka, kami menjerat dengan pasal yang berlapis, di antaranya pasal 378 dan 351 serta Undang-undang Darurat dan sejumlah perkara lainnya, dengan hukuman masingmasing antara 4 sampai 5 tahun,” pungkasnya. Rtc/Mp

Broker Kapal Isap Gentayangan di Provinsi Bangka Balitung Bangka Tengah (MP) - Meskipun hari Rabu (7/ 1/2014) bagi masyarakat Desa Kayu Besi Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah tetap beraktifitas seperti biasanya. Masyarakat pantai ini sudah terbiasa dengan deru ombak air laut untuk menikmati aroma laut China Selatan yang sudah terkenal sajak zaman nabi Adam AS. Masyarakat wisata menikmatinya bukan hanya memandang saja dengan mata telajang, tapi dapat merasakan nikmatnya mandi dengan air laut pantai hingga ke sumsum tulang belulang. Dengan deburan ombak yang tenang badan dapat merasakan hempasan gelombang berbaris sejauh mata memandang. Kini akan terusik dan musnah ditelan oleh para mafia kebijakan serta para mafia tambang yang mau melipat untung di atas kekayaan milik masyarakat umumnya masyarakat Bangka Belitung. “Mengapa ada pilih kasih antara nelayan. Apakah Cuma nelayanan saja yang kena peta terdampak limbah 4 unit kapal isap yang ada di bibir pantai desa ini (Desa Kayu Besi-red),” itulah jeritan hati nelayan yang paling dalam, serta pertanyaan para nelayan yang sama penderi-

taannya. Mereka mengantungkan nasib dan hidupnya dengan hasil tangkapan tidak kurang dari 10 kg/hari dari jenis ikan campuran alias rucah. Kalau tidak ada unsur adu domba nelayan dengan nelayan yang lain hingga akan mengarah kepada provokator, penghasutan, pengeroyokan, penganiayaan dengan berujung dengan KUHP. “Itulah yang ditunggu oleh aktor di balik kisah masuk kapal isap yang sebenarnya. Yang sengaja dimainkan oleh para elit politik, untuk meraup keuntung bersama dengan kapitalis dan konglomerat. Dengan berdalih sejuta argument antah berantah mulai demi kemajuan, modernisasi, serta mengantongi program pembangunan dan otonomi daerah.”Penjelasan Jhon yang juga diamini oleh A Coy keduanya nama samara karena

tokoh masyarakat setempat. “Maaf, kepada bapakbapak wartawan bahwa Pak Kadesnya (kepala desa Kayu Besi-red) tidak ada di tempat. Pak kadesnya ada di kantor Kecamatan Namang.” Penjelasan awak kaur kades Kayu Besi kepada pers ini 7/1/2014. Lama menunggu yang tak

berujung pasti hasil konfrmasinya. Kamipun berniat kembali ke pos masing-masing. Ketika beranjak mau turun tangga kantor desa Kayu Besi masuk sebuah mobil minibus merk tertentu dengan nomor polisi B 24XX XX. “Ada apa dengan mobil tersebut yang sebe-

narnya. Karena tidak mungkin kalau hanya mau permisi berputar dan berbalik arah asalnya datang. Sebab tak perlu mencari tempat yang susah dan sempit pula.” Penjelasan alibi pers yang malang melintang di beberapa kota besar di Indonesia ini. Muchklis/Jhon

MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Yayasan TK/TPA Jannatul Firdaus Undang Habib Jindan Bin Naufal

Sampit (MP) - Acara Maulud Nabi Muhammad yang dilaksanakan oleh Yayasan TK/ TPA Jannatul Firdaus yang terletak di Jalan H Imran Sampit telah mengadakan peringatan maulid nabi besar Muhamad SAW yang didukung oleh PT Taheta Belum Selasa malam (7/1) lalu, berlangsung khitmad. Panitia sengaja mendatangkan Al Habib Jindan bin Naufal dari Jakarta dan qori legendaris Indonesia yang mempunyai prestasi internasional yaitu KH Muammar ZA. Kendati diguyur hujan, lokasi yang terletak di Jalan H Imran itu penuh sesak oleh ribuan jamaah baik dari kalangan masyarakat umum, santri pesantren, panti asuhan dan remaja mesjid serta ormas Islam yang ada di Kota Sampit dan sekitarnya. Al Habib Jindan bin Naufal dalam tausiahnya menyampaikan tentang pentingnya bersalawat kepada nabi Muhammad SAW yang meru-

Habib Jindan bin Naufal dari Jakarta saat memberikan ceramah agama.

Para jamaah saat mendengarkan ceramah maulud nabi.

pakan panutan dan penuntun umat Islam hingga akhir zaman. “Kita umat Islam pada saat diakhirat nanti haruslah bisa melihat cahaya wajah nabi jika kita memang mencintai nabi Muhammad SAW, dan celakalah apabila nanti ada umat muslim yang tidak bisa melihat cahaya wajah nabi. Yaitu mereka yang putus hubungan batin dengan nabi, dan tidak mengucapkan shalawat ketika nama nabi disebutkan. Karena itu kita sebabi umatnya, ha-

ruslah bisa membuat nabi tersenyum nanti saat kiamat, menjadikan nabi Muhammad sebagai idola kita dan mengikuti akhlaknya agar selamat dunia akhirat,” kata Habib Jindan. Usai tausiah, ribuan jamaah yang hadir juga dibuat terenyuh dengan membacakan beberapa surat dalam kitab suci Alqur’an. Suara qori yang hampir saban hari diperdengarkan di masjid-masjid dan surau ketika menjelang waktu shalat ini mampu

membius jamaah yang hadir. Humas panitia pelaksana ustadz Arman Maulana menyampaikan terimakasih kepada jamaah yang hadir kendati dihuyur hujan. Menurutnya kehiatan tersebut bias bisa terselenggara juga karena hukungan banyak pihak termasuk tokoh alim ulama antara lain ketua yayasan TK/ TPA Jannatul Firdaus Ustandz Musthafa Hadi, Ketua Pelaksana HB Qasim dan dukungan beberapa tokoh seperti H Imul, H Syakrtul, H Amirud-

din (H Ameh) dan H Uci. Hadir juga ketua NU kotim HM Thamrin Noor, serta guru tarmizi dan bati-bati Kalimantan Selatan yang sekaligis membawakan doa penutup acara. “Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi umat muslim dalam meneladani dan mengenang hari kelahiran nabi Muhammad SAW. Acara ini juga dalam rangka meramaikan syiar Islam agar membawa manfaat bagi Bumi Ha-baring Hurung ini,” pungkas Arman. Ariy

Ab Karnadi Lurah Polisi Ds Haurgeulis Berjiwa Pembangun Indramayu (MP) - Siapa yang tak kenal dengan tokoh ini? Sifat ramah dan penuh simpatik seorang Lurah Polisi Ds Haurgeulis yang dipercaya oleh salah satu Kepala Desa Hj Sopiah untuk memegang jabatan Lurah Polisi Desa (Poldes) yang berkiprah untuk mengurus atau memegang di bidang keamanan Desa Hauegeulis Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Menurutnya, sikap dukungan dan prilaku adanya perubahan dan regenerasi kepemimipinan yang cerdas, sehat, agamis, supel, karismatik, cendekiawan dan peduli rakyat kecil dan harus mengukur diri atau kemampuan. “Menurut pribadi saya bekerja dan melaksanakan

tugas dengan baik dan juga penuh dengan tanggung jawab yang besar itulah yang dilakukan, disamping ini mengatakan sebagai Umar Bakri maka semua tugas ha-

rus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” ucap pria humoris itu. Pengakuan Ab Karnadi

dirinya pernah ditahan di Polsek Haurgeulis beberapa tahun yang lalu terkait penurunan sepanduk pemekaran Kabupaten Indramayu Barat. “Bahkan saya mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Haurgeulis dibarengi oleh para wakil rakyat khususnya dari komisi D yaitu Asep Didit mendatangi kantor BWS Bandung untuk memohon secepat mungkin dilaksananakn rehabilitas waduk Cipancuh berlokasi di Ds Situraja Kecamatan Gantar-Indramayu. Dan Alhamdulillah saat sekarang air bisa tertampung lebih banyak dibanding sebelumnya,” katanya. Menurut salah satu tokoh masyarakat Ds Haurgeulis yang tidak mau disebutkan

namanya di blok Ganda Mulya Rt 20, 21, 22 Rw 6, Ab Karnadi Lurah Polisi yang mempunyai rasa tanggung jawab dan jiwa pembangun. “Seperti halnya yang saya sudah total pembuat goronggorong diblok saya sudah 4 dengan dan murni swadaya masyarakat dan yang terakhir Minggu lalu melaksanakan pemasangan kavling blok sepanjang 40 M yang tidak teranggarkan oleh PNPM. Dan pada tanggal 1 Januari 2014 Ab Karnadi menggerakan pelebaran jembatan di blok Ganda Mulya Rt 20 Ds Haurgeulis yang dibangun pada tahun 2001 dengan menghabiskan biaya 20.000.000 swadaya murni masya-rakat,” ungkapnya. Saripudin/Ub


Daerah

8

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Dishutbun Bentuk Tim Khusus Antisipasi Pohon Tumbang Cianjur (MP) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Cianjur, membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi potensi pohon tumbang dan mengantisipasi terjadinya pohon tumbang. Hal ini dilakukan untuk mewaspadai potensi pohon tumbang ketika musim penghujan bersamaan angin kencang saat ini. Tim Khusus ini bertugas untuk mengidentifikasi potensi pohon tumbang di sejumlah titik yang merupakan rawan kecelakaan. Kepala Dishutbun Kabu-

paten Cianjur Drs Moch Ginanjar MAP, mengatakan, angin kencang menjadi penyebab utama pohon tumbang. Karena itu, Dishutbun Cianjur melakukan identifikasi pepohonan yang tumbuh di pinggir jalan. Hal itu untuk menghidari jatuhnya korban akibat tertimpa pohon. “Kami bentuk tim khusus kakija (kanan kiri jalan) yang anggotanya terdiri dari BPBD, Dinas Bina Marga, Polisi, dan kami sendiri. Tugasnya untuk melakukan perantingan dan penebangan terhadap pohon

tumbang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah I Jawa Barat untuk melakukan perantingan atau penebangan pohon rawan tumbang. Namun sebelum melakukan penebangan, kami mengecek terutama pohon-pohon yang tidak kuat menahan hembusan angin,” kata Kepala Dishutbun Kabupaten Cianjur Drs Moch Ginanjar MAP, Senin, (6/1/14). Lebih lanjut, Kepala Dishutbun Cianjur mengatakan, Dishutbun akan terus melakukan pendataan terhadap

pohon yang rawan tumbang di sejumlah titik di jalur yang cukup padat dilewati kendaraan terutama di Jalan Raya Cianjur-Bogor dan Jalan Raya Cianjur-Bandung. Belum lama ini dua pohon berukuran besar yang berada di pingir Jalan Raya Cianjur-Bandung dan di Jalan Raya CianjurBogor tumbang. Satu pohon berdiameter 1 meter tumbang di Jalan Raya Cianjur-Bandung, dan satu pohon lainnya berdiameter 60 cm tumbang di Jalan Raya Cianjur-Bogor. Disamping itu, Dishutbun Cianjur meminta warga untuk

memberitahukan jika ada pohon yang berpotensi dan rawan tumbang kepada petugas Dishutbun. Hal itu untuk mensinergiskan kerja pemerintah dengan warga. Lagi pula tak semua pohon yang ada di pinggir jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Selain membentuk tim khusus, Dishutbun Cianjur akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat ketika dilakukan perantingan atau penebangan pohon. Hal itu untuk tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Agus

MADRASAH DINIYAH DESA NANGERANG

Duta Porsadin Tingkat Kabupaten Tasikmalaya

Tasikmalaya (MP) - Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2014 tinggal beberapa saat lagi. Hal tersebut terlihat dari kesibukan para pengelola Madrasah Diniyah dengan segala aktifitasnya dalam upaya penjaringan dari ragam kegiatan agar mampu tandang makalangan pada Porsadin Tingkat Kabupaten Tasikmalaya 2014 yang akan datang. Seperti halnya yang terjadi kesibukan pengelola Diniyah dan kemeriahan santriwati dan santriawan Diniyah di Kecamtan Cigalontang beberapa waktu yang lalu tepatnya halaman Desa Sukamanah dilaksanakan Porsadin Tingkat Kecamatan Cigalontang meliputi peserta dari dari 16 desa yang ada di kecamatan tersebut. Hasil beberapa lomba yang digelar saat itu ternyata Madrasah Diniyah Desa Nabgerang peraih katagori juara umum hingga dinobatkan sebagai duta untuk

maju pada Porsadin Tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2014 yang akan digelar di Kecamatan Cineam. Sebagaimana dikatakan Kades Nangerang Agus Suwarlan dan Koordinator Diniyah Abdul Rahmat SAg, “Pihaknya sangat bersyukur atas jerih payah Guru Diniyah hingga para santrinya mampu mengukir prestasi juara umum di Tingkat Kecamatan Cigalontang serta diharapkan mampu pula bertengger di Tingkat Kabupaten,” katanya. Mudah-mudahan beberapa lomba Tingkat Kecamatan meliputi syarhil, cerdas cermat, tahfidz, qiroatul qutub, ilma, kaligrafi, mars himne, praktek ibadah, nadom, senam santri, tenis meja, lari sfrint,dan kosidah rebana dapat ditingkatkan untuk persiapan menghadapi Tingkat Kabupaten. Sudah pasti persaingan akan lebih ketat dan prestasi serta mental harus benar-benar dipersiapkan, ujar Kades Agus diaminin koordinator Diniyah Abdul

Para Guru Madrasah Diniyah Desa Nangerang Kecamatan Cigalontang beserta Kepala desa foto bersama usai penyerahan piala dan piagam penghargaan PORSADIN kategori juara umum tingkat kecamatan.

Rahmat. Terkait sarana prasarana Madrasah Diniyah di Desa Nangerang, dikatakan bahwa di Desa tersebut ada 9 Diniyah dan 4 Diniyah perlu pembangunan dengan katagori rusak atau lapuk meliputi Madrasah Mathlabunajah Galeong, Miftahul Huda

Bantardahu, Alhikmah Legok, dan Madrasah Nurul Ikhsan Kampung Peureus. Maka dengan begitu sangat dan keterbatasan dana terhadap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Kementrian Agama untuk membantu dalam pembangunan 4 Madrasah yang harus dibangun

hingga menjadi Madrasah yang representative. “Insyaalloh pami bangunan sae kualitas mutu pendidikan tambih majeng sae,” ujar Yiyin Layinah SAg, salah seorang guru Diniyah Alhidayah Bojong Nangka. Diakhir pembicaraan Kades Agus Suwarlan mengucapkan terimakasih terhadap para guru Madrasah atas segala upayanya hingga mengukir prestasi serta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang perhatian kendati belum terealisasi sesuai yang diharapkan para guru Diniyah, mudah mudahan kedepan ada peningkatan termasuk kebutuhan lainya yang berkaitan dengan pendidikan Diniyah agar lebih tercipta generasi yang berakhlakul karimah mampu menapaki jejak langkah kedepan seiring kamajuan iptek imtak setidaknya jadi tolok ukur visi misi Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami,” harapnya. Ujang

Membangun Desa Kalensari Demi Sejahterakan Masyarakat Subang (MP) - Menyimak kepemimpinan Kepala Desa Kalensari Kecamatan Compreng Kabupaten Subang Ahmad Mustopa SPd, ibarat melihat perjalanan yang multi komplek, sebuah perjalanan yang penuh pergulatan pemikiran, syarat aksi nyata, berlimpah stamina, dan penuh tekad dan semangat sebuah perjalanan dalam irama cepat dan tetap istikomah, sebuah perjalanan untuk mewujudkan cita-cita yang amat luhur dan mulia bagi masyarakat kalensari, dan hanya bisa terwujud dengan kerja keras dan bersama-sama. Perjalanan kepemimpinan Ahmad Mustopa SPd, selama ini telah melahirkan harapan, kepercayaan, sekaligus

kebanggaan dan kecintaan di dada masyarakat kalensari terhadap sosok seorang pemimpin rakyat, yang begitu mudah dilafalkan, Ahmad Mustopa SPd, nama itu begitu melekat di hati rakyat Kalensari. Secara jujur harus diakui kelebihan yang dimiliki pemerintahan Ahmad Mustopa SPd, adalah konsistensi terhadap visi dan misinya yang tampak dari berbagai program pembangunan dan pembenahan yang menyentuh segenap sektor kehidupan. Ahmad Mustopa SPd menjadi kepala desa karena ingin mengabdikan dirinya untuk membangun desanya. “Dengan menjadi kepala desa saya bisa merealisasikan cita-

cita saya membangun infrastruktur jalan demi memperbaiki perekonominan masyarakat,” kata Ahmad Mustopa SPd. Mengingat masa jabatannya sudah hampir berakhir, ketika ditanya keinginanya untuk mencalonkan kembali, Ahmad Mustopa SPd, mengatakan, keinginan itu masih ada, karena ia merasa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. “Ada beberapa program yang belum tuntas jadi saya ingin menuntaskan program-program itu dalam masa kepemimpinan saya yang ke dua, kalau masyarakat masih menghendaki saya memimpin Desa Kalensari,” tuturnya. Ikhrom

Kantor Kepala Desa Kalensari

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya (MP) - Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum mengambil sumpah dan melantik 39 Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Bojongkoneng Singaparna. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Unsur Muspida, para Kepala SKPD, para Kepala Bagian serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya Bupati Tasikmalaya mengatakan, pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat merupakan suatu ketentuan normatif kepegawaian yang harus dilaksanakan terhadap pejabat struktural yang menduduki jabatan baru, baik karena mutasi horizontal yakni pergeseran dari

suatu jabatan ke jabatan lain yang setingkat, maupun karena mutasi vertikal yakni pergeseran dari suatu jabatan ke jabatan lain yang lebih tinggi atau promosi. Penempatan jabatan ini merupakan hasil penilaian terhadap kinerja, bukan karena didasarkan selera atau kedekatan dengan pimpinan, tapi didasarkan pada kemampuan dan prestasi serta ditunjang oleh keberadaan sikap, dedikasi,

loyalitas, komitmen, tanggungjawab yang saudara tunjukan selama menjalankan tugas kedinasan, sehingga hasilnya diharapkan saudara merupakan pejabat pilihan yang dapat mengemban tugas sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Disamping itu mutasi tidak semata-mata didasarkan pada kewenangan, juga memperhatikan norma-nor-

ma kepegawaian yang berlaku, kinerja, kompetensi, integritas, dan berbagai aspek manajemen sumber daya masnusia lainnya, serta dilakukan dengan cermat dan matang. “Kepada Pejabat Eselon II, III dan IV yang baru diambil sumpah dan dilantik, saya ucapkan selamat menjalankan tugas, saya berharap saudara dapat segera menivertarisir potensi dan permasalahan yang ada pada unit kerja yang saudara pimpin. Perlu disadari bahwa jabatan adalah sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik, terutama amanah dari masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki harapan guna mewujudkan tatanan kehidupan tatanan yang baik, secara material maupun spiritual. Berhasil atau tidaknya pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya secara keseluruhan sangat tergantung

pada kinerja masing-masing komponen atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Denikian pula keberhasilan dalam SKPD akan ditentukan oleh para pejabatnya,” ungkap Bupati. Sementara itu, pejabat yang diambil sumpah dan dilantik diantaranya, Drs H Iin Aminudin MSi sebagai Kepala BKPLD Kabupaten Tasikmalaya, drh H. Budi Utarma sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, H Akhmad Muksin SH MH sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Drs H Oyeng Maryana sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya dan Drs Yusep Yustisiawandana MM sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Ujang

Ismail (32) korban perampokan.

Buruh Sawit Dirampok Seruyan (MP) - Nasib tragis yang dialami Ismail (32) asal Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sebagai buruh sawit di perusahaan anak wilmar tersebut di PT Kerry Sawit Indonesia 3 / Estate 3 di Desa Danau Sembuluh Kecamatan Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Beliau bekerja di bagian pemanen di divisi D anak buah Babar Nur Utomo ini mengalami perampokan senilai lima juta rupiah. Ismail saat ditemui langsung di rumahnya mengatakan kepada Melayu Pos, pada hari Selasa sore (7/1/14) selesai mengambil gaji lalu ia pulang ke rumah dan kerja lagi karena disuruh memuat buah. “Selesai saya memuat buah terus saya pulang karena saya merasa kecapean kerja, saya langsung tertidur waktu itu saya lupa entah saya mengunci pintu atau tidak tapi yang jelas pintu tertutup nah pada saat dini hari jam 01.00 Wib saya bernafas merasa sesak karena mulut dan muka saya dibekab oleh si perampok itu. Seingat saya rampok itu ada dua orang,” ujarnya. Her

Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Cianjur (MP) - Bupati Cianjur, Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RSUD Kelas B Cianjur, Selasa, 7 Januari 2014. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Cianjur, Dirut RSUD Cianjur, Kepala DPKAD Kabupaten Cianjur, Kepala Badan PMD Kabupaten Cianjur, Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur, serta tamu undangan lainnya. Bupati Cianjur dalam sambutannya menyampaikan, memperingati maulid Nabi Muhammad SAW mengandung arti bahwa kita menetapkan niat menggali keteladanan beliau untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan. Niat ini tentunya didasari pada keyakinan serta pemahaman atas bukti yang tak habis ditemukan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah figur yang membawa kita menuju kesempurnaan hidup. Selanjutnya Bupati Cianjur mengatakan, meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW merupakan kewajiban kita selaku umat Islam. Dan jika kita akan meningkatkan martabat diri sebagai makhluk yang dimuliakan Allah SWT. Maka, seharusnya kita menerapkan pikiran, ucapan, dan perilaku beliau untuk ditauladani agar memperoleh jalan yang lurus menuju akhlakul karimah. Hal ini selaras dengan salah satu agenda penting dalam pembangunan Pemerintah Kabupaten Cianjur, yakni pembangunan sumber daya manusia dari sisi spiritual, berupa pembangunan akhlak, yang tertuang dalam visi dan misi pemerintah Kabupaten Cianjur yaitu mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakulkarimah. Terakhir Bupati Cianjur mengajak kepada seluruh hadirin untuk meneladani dengan sungguh-sungguh akhlakul karimah Rasulullah SAW, dan turut serta memperjuangkan pembangunan akhlak untuk mewujudkan visi Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakul karimah. Dani

Sdn Hasanudin Renovasi Ruang Belajar Subang (MP) - Upaya meningkatkan pendidikan nampaknya menjadi bagian yang kini telah dilakukan oleh kepala sekolah SDN Hasanudin yang belokasi di Dusun Sukaseneng Desa Compreng Kecamatan Compreng Kabupaten Subang – Jabar. Menyadari bahwa keberhsilan dari proses belajar dan mengajar adalah salah satunya sangat ditentukan oleh sarana dan prasarana yang memadai maka kepala sekolah Sartono SPd kini tengah giat giatnya merenovasi satu ruang belajar yang menghabiskan dana Rp 42.500.000 bersumber dari DAK tahun 2013. Kepada MP pihak sekolah sangat bersyukur dan terimakasih atas perhatian Pemkab Subang yang telah memberikan dana, yang telah digunakan untuk kebutuhan dan kelancaran belajar dan mengajar. “Sebab hingga para murid dan guru kini merasakan betul-betul manfaat bantuan tersebut, maka sangat bergairah lebih berpacu dalam meraih prestasi belajar di sekolah,” ucap kepala sekolah. Oleh karna itu sekolah yang memiliki jumlah murid 63, guru sukuan 1, PNS 4 dan kepala sekolah, kini dalam menghadapi tahun ajaran berterusan mengadakan pembenahan. Dalam hal ini kami ingin memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak didik di sekolah yang kami pimpin, namun tentunya butuh dukungan dari semua pihak, kata kepala sekolah kepada wartawan MP mengakhiri perbincangannya. R Haryanto

Pohon sawit di pinggir danau.

PT HMBP 1 TANAM SAWIT DI TEPI DANAU

Masyarakat Tabiku Menangis Batin

Seruyan (MP) - Nasib sedih diderita warga Desa Tabiku Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah karena hanya bisa meratapi nasib. Warga kehilangan mata pencarian yang sebagian pekerjaannya sebagai nelayan karena tidak bisa mencari ikan. Jangankan untuk dijual, untuk buat lauk makan pun susah mencarinya dikarenakan air danau tersebut mengandung racun. Salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada Melayu Pos belum lama ini mengatakan, sekarang ini sudah sangat susah mencari ikan. “Dulu sebelum ada investor perkebunan kelapa sawit masuk di desa kami enak mencari ikan kadang bisa dapat 5 kilo lebih bahkan lebih dari itu,” katanya. Beberapa warga yang lain juga merasa sangat keberatan dengan adanya PT Hamparan Massawit Bangun Persada 1 ini yang berinvestor di Desa Tabiku Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Her


Daerah

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

9

Bupati Serahkan Gedung Askes Center Dari PT ASKES ke RSUD Cianjur

Kota Sampit Banjir Buah Durian Kotim (MP) - Pedagang kaki lima yang bertempat di Jalan Sudirman Km 3 Sampit Pangkalanbun, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini yang berdekatan dengan bundaran Perdamaian ini sangat riang dan gembira sejak kedatangan buahnya yang baru diambil dari kasongan ini banyak diburu pembeli dari luar daerah Sampit khususnya dari orang perkebunan yang datang dari Kota Ssampit mau menuju ke perkebunan kelapa sawit pasti singgah di sini untuk membeli durian. Seperti penjual durian Sambri asal Madura (30) menyampaikan kepada Melayu Pos dalam satu hari rata rata bisa jual menjual Rp 2 jutaan. “Kita jualnya per biji akan tetapi bukan perkilo tergantung buahnya kalau ukuran kecil kecil juga harganya kalau buahnya agak besar besar juga harganya ya rata rata kami jual perbijinya setiar 25 ribu saja karena buah durian ini manis tidak pakai karbitan murni asli jatuh dari pohonnya dan sebagian dipetik langsung dari atas pohon,” ujarnya. Her

Sepasang Meriam Kuno di Danau Sembuluh Seruyan (MP) - Sepasang meriam bekas peninggalan Belanda hingga kini masih aktif dianggap barang keramat di Desa Sembuluh Kecamatan Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, Kalteng. Sepasang meriam kuno yang terdapat di Desa Danau Sembuluh hingga kini masih tergolek di sebuah tempat perletakan khusus yang berada di belakang rumah warga. Menurut warga Sembuluh jika kedua meriam itu sering dipergunakan oleh warga sebagai lokasi hajatan jika ada harapan dan keinginan dari warga telah terkabulkan. “Meriam itu sering dibunyikan jika ada warga yang menggelar hajatan warga desa sini sering bilang, misalnya kalau nanti ada yang istrinya melahirkan anak perempuan atau seandainya saya mendapatkan rezeki yang tidak disangka maka saya akan membunyikan meriam,” ujarnya. Her

Bupati supian hadi saat menerima piagam rekor MURI.

Sampit Dapat Rekor Muri Makan Nanas Terbanyak Sampit (MP) - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kegiatan makan nanas. Sebanyak 7.114 peserta yang mayoritas dari kalangan pelajar ikut terlibat dalam pemecahan rekor tersebut. Rekor tersebut sekaligus menjadi kado spesial di HUT kabupaten Kotim ke 61. Sebelumnya pemecahan rekor MURI berhasil dlakukan Kotim lewat tari giring-giring dan makan bakso terbanyak. Mengambil momen yang sama atau bertepatanhut kotimpemecahan rekor mahan nans dipimpin langsung Bupati Kotim H Supian Hadi di stadion 29 November Sampit. “Saya menginginkan buah nanas asal Kotim lebih dikenal. Lewat pemecahan rekor MURI, Kotim bisa lebih dikenal di Indonesia,” ungkap Bupati Kotim H Supian Hadi kemarin (7/11). Mengapa dipilih buah nanas? Supian mengatakan Kotim sejak lama dikenal dengan buah nanasnya. Hal ini dibuktikan setiap pejabat dari Para pelajar saat memakan nanas di luar daerah yang berkunlapangan stadion 29 November jung ke Kotim selalu diSampit. suguhkan dengan buah nanas. “Tiap tamu-tamu saya yang datang pulangnya pasti akan membawa nanas dan mereka selalu meminta lagi biasanya untuk dikirimkan,” ujar Bupati. Menurutnya, untuk meraih rekor MURI dengan objek nanas dan jumlah peserta terbanyak bukanlah tujuan utama, justru bagaimana menjadikan buah nanas asal Kotim dikenal tidak hanya di Kalteng tapi juga di Indonesia. “Tujuan utama kita untuk lebih mengenalkan bahwa Kotim ini memiliki kebun nanas. Jadi, rekor MURI itu bukan tuuan utama tapi lebih untuk megenalkan nanas asli Kotim,” tegasnya. Dia menambahkan, bahkan agar lebih dikenal lagi bahwa Kotim itu betul-betul memiliki perkebunan nanas yang cukup luas, Pemkab Kotim membangun bundaran nanas di Kecamatan Kotabesi. “Mengapa bundaran nanas dan jeruk itu kita bangun di Kecamatan Kotabesi. Saya lihat bahwa batas antara Kotabesi dan Baamang ini akan dijadikan sentra industri buah-buahan misalnya nanas, semangka maupun jeruk. Mungkin kita utamakan itu adalah buah nanas di kotim,” ujar Bupati. Ariy

Cianjur (MP) - Bupati Cianjur, Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM menyerahkan bantuan hibah gedung Askes Centre dari PT Askes ke RSUD Cianjur, Selasa, 31 Desember 2013 di Gedung RSUD Cianjur, yang dihadiri oleh Direktur RSUD Cianjur, Asisten Bidang Kesra, Kabag Humas dan Keprotokolan Ketua Komite Medik beserta Anggota, Para Dokter, Tenaga Medis, Paramedis dan tenaga lainnya se-RSUD Cianjur. Dalam sambutannya Bupati Cianjur menyampaikan penyerahan hibah gedung Askes center dari PT Askes kepada Pemerintah Kabupaten

Cianjur untuk pelayanan pembuatan surat elegibilitas dan verifikasi peserta oleh BPJS. Pada kesempatan itu pula Bupati menyampaikan atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Cianjur, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PT Askes Kabupaten Cianjur, disertai harapan kegiatan pada hari itu dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan PT Askes, kemitraan yang selama ini terjalin dengan baik, dapat terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan. Selanjutnya Bupati Cianjur

mengatakan sebagai upaya perbaikan derajat kesehatan di Kabupaten Cianjur, ditunjukkan oleh meningkatnya indeks kesehatan dalam indeks pembangunan manusia (IPM) dari tahun ke tahun, berdasarkan evaluasi terhadap capaian hasil pembangunan daerah Kabupaten Cianjur, indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli menunjukan peningkatan. Program kesehatan yang ingin dicapai dalam mengimplemetasikan salah satu Misi Kabupaten Cianjur yaitu meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu, antara lain : 1.

Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, 2. Pemetaan distribusi dan peningkatan mutu tenaga kesehatan, 3. Peningkatan program PHBS, 4. Peningkatan cakupan program penjaminan kesehatan masyarakat. Diah Sofiawati SSi Apt, Kepala Askes (persero) Cabang Sukabumi menjelaskan fakta-fakta dilapangan yang ditemukan bahwa peserta belum mendapatkan informasi secara cepat, akurat dan up to date. Beberapa keluhan yang dirasakan oleh peserta belum ditangani secara cepat dan tepat. Sebagai upaya peningkatan pelayan

Indramayu (MP) Penyelenggaraan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang mengakomodir sekitar 300 kelompok di bidang Keaksaraan dan Fungsional (KF) bersumber dana dari APBN TA 2013 sekitar Rp 1.080.000.000 dan sumber dana dari APBD II TA 2013 untuk 700 kelompok sebesar mencapai Rp 2,8 miliar, diselenggarakan sejak bulan Juli hingga berakhir bulan Desember 2013.

PKBM DAN OKNUM PLS DIDUGA BERMAIN

kepada pelanggan, PT Askes (persero) sejak tahun 2002 telah melaksanakan program Pelayanan Administrasi Terpadu di rumah sakit (PPATRS) Askes Center berfungsi sebagai tempat pelayanan informasi dan penanganan keluhan, tempat pelayanan administrasi dan penyelesaian klaim, sebagai pengendalian biaya yang bertanggung jawab, sarana membina hubungan kemitraan dengan slogan layanan ramah, tanggap dan informative. Adapun besaran bantuan hibah yang diberikan untuk sarana dan prasarana Askes sebesar Rp. 473.656.935,Dani

Penyelenggaraan KF Ditengarai Fiktif

Namun dalam pelaksanaannya dari sejumlah PKBM yang mengkordinir sejumlah kelompok ditengarai fiktif. Pasalnya, dari beberapa PKBM hanya memanfaatkan uang negara diduga bermain dengan oknum terkait Dinas

Pendidikan yang membidangi PLS. Dari keterangan beberapa sumber yang dipercaya, Penyelenggaraan Keaksaraan dan Fungsional (KF) atau pemberantasan buta huruf seperti di Kecamatan Lohbener, ada salah satu PKBM yang diketuai Iman Taufiq mengakomodir sebanyak 30 kelompok dan satu kelompoknya berjumlah 10 warga belajar berarti dari sejumlah itu sekitar 300 warga belajar, namun dalam hal pelaksanaannya hanya 4 kelompok KF yang aktif melaksanakan kegiatan dan itupun kurang maksimal jumlah WB-nya, diduga kuat hanya akal-akalan atau rekayasa data untuk menggaet dana APBN TA 2013, yang cukup lumayan dari Rp 3,6 juta/kelompok.

Salah seorang Penilik PLS UPTD Pendidikan yang tidak mau disebutkan namanya kepada MP mengatakan, “Adanya penyelenggaraan KF yang diselenggarakan PKBM setempat, diketuai Iman Taufiq, sejumlah 30 kelompok sama sekali tidak pernah ada koordinasi kendatipun dirinya harus mengetahui dalam kegiatan tersebut, namun yang bersangkutan selalu menghindar dan tidak pernah melaporkan data jumlah WB, sehingga pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan monitoring pada kegiatan itu lantaran tidak memiliki data apapun,bahkan dirinya pernah diberi uang sebesar Rp 2 juta dari Ketua, namun ditolaknya maksudnya bukan itu, yang diperlukan namun ketua langsung

menghilang sembari membawa uang yang ditolak tadi.” Iman Taufiq, ketua penyelenggara KF di Wilayah Kecamatan Lohbener beberapa kali ditemui Melayu Pos, selalu tidak ada di kediamannya sehingga belum mendapatkan keterangan dari ketua secara obyektif dan mencoba mendatangi kediaman orang tua Iman Taufiq berinisial MD menjelaskan, “Untuk kelompok ini lantaran anak saya, biar saya yang mewakili tidak usah mendatangi yang bersangkutan dan nanti akan saya sampaikan juga bila perlu dirahasiakan,” ungkapnya singkat. Di tempat terpisah, Mustika Kepala Seksi KF saat ditemui MP beberapa waktu lalu di ruang kerjanya menjelaskan, dari jumlah WB

se Kabupaten Indramayu sekitar 12.500 WB namun ada WB yang tergabung dalam kelompok penerima APBN TA 2013 sebanyak 300 kelompok dan penerima dari APBD II sekitar ada 700 kelompok, untuk soal administrasi dan data lainnya pihaknya tidak menyimpan dan itupun kebijakan Kabid PLS sepenuhnya, untuk menanyakan lebih jauh silahkan ke Kabid PLS DR H Akil MPd,” suruhnya. Di waktu yang sama Ipah, selaku PPTK KF mangakui terkait pemberian honor tutor KF yang bertempat di yayasan Darun Nahwi desa Singa Jaya Kecamatan Indramayu yang nilainya cukup banyak dan diterima para penyelenggara ketua PKBM sesuai petunjuk Kabid PLS. Dedi/Wasnadi

Cianjur (MP) - Pos pelayanan terpadu merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui layanan sosial dasar masyarakat untuk menunjang pembangunan. Selain itu Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Hal tersebut disampaikan

Bupati Cianjur, Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM pada saat mengukuhkan Penggerak Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar (PPL) Posyandu dan menutup Pelatihan PPL Posyandu di Hotel Indo Alam Cipanas, Selasa, 7 Januari 2014. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cianjur, Kepala Badan PMD Kabupaten Cianjur, Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Cianjur, para Camat serta tamu undangan lainnya. Selanjutnya Bupati Cianjur mengatakan keberadaan Posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian

tujuan pembangunan. Selain sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya preventif dan promotif, keberadaan posyandu juga memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian cakupan imunisasi. Terakhir Bupati Cianjur mengharapkan, dengan telah dikukuhkannya PPL posyandu, dapat berperan aktif dalam mensinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga dan kesejahteraan sosial. Mudah-mudahan dengan peran aktif PPL posyandu dapat lebih meningkat

lebih baik lagi, karena terbukti posyandu mampu menjadi salah satu pusat kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang murah dan dekat dengan masyarakat, serta memegang peranan penting dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama bagi mereka yang tidak mampu. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hj Esih Sukaesih K SIp MM menyampaikan untuk Tahun 2014 Pemerintah Daerah telah mengeluarkan kebijakan dengan menunjuk masyarakat sebagai motor penggerak di tengahtengah masyarakat di bidang layanan sosial dasar di posyandu yang selanjutnya disebut PPL Posyandu melalui

pendaftaran dan penjaringan tersebar ke tiap kecamatan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah membekali para calon PPL Posyandu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penggerak kegiatan pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu. Adapun peserta pelatihan sebanyak 395 orang yang terdiri dari PPL Posyandu Tk Kabupaten sebanyak 3 orang, PPL Posyandu Tk Kecamatan sebanyak 32 orang dan PPL Posyandu Tk Desa/Kelurahan sebanyak 360 orang. Pelaksanaan Pelatihan PPL Posyandu dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 6 s.d 7 Januari 2014 bertempat di Hotel Indo Alam Cipanas Cianjur. Agus

Bupati Cianjur Kukuhkan Penggerak Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar (PPL) Posyandu

Wakil Bupati Menjadi Pembina Upacara HUT-HAB Kemenag RI Ke-68 Cianjur (MP) - Wakil Bupati Cianjur dr H Suranto MM menjadi Pembina Upacara dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti Kementrian Agama RI Ke-68 Tingkat Kabupaten Cianjur. Upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI ke-68 bertempat di halaman parkir gedung Kemenag Cianjur. Upacara tersebut diikuti oleh semua unsur pegawai Kemenag Cianjur, IGRA, para guru Agama, unsur Muspida, kepala OPD se-Kabupaten Cianjur, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutan Menteri Agama RI yang dibacakan oleh Wakil Bupati Cianjur menyampaikan, keberadaan Kementerian Agama memperkuat bangunan ideologis negara kita sebagai negara berKetuhanan Yang Maha Esa, yang wajib melindungi rakyatnya dalam beragama sesuai dengan norma-norma konstitusi. Kementerian Agama merupakan institusi terhormat, sehingga wajib dijaga reputasi dan kredibilitasnya dari masa ke masa. Dalam setiap kabinet pemerintahan yang silih berganti

dan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan pemerintahan negara kita, eksistensi Kementerian Agama tetap dipertahankan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tugas dan fungsi yang dijalankan oleh Kementerian Agama tidak dapat dihilangkan atau digantikan. Hari Amal Bakti Kementerian Agama merupakan momentum terbaik yang mengingatkan bangsa Indonesia tentang posisi strategis pembangunan kehidupan beragama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui peran Kementerian Agama, pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki dimensi keagamaan, dimensi moral dan dimensi spiritual yang harus selalu dijaga. Memperingati ulang tahun kementerian bukan sekedar kegiatan rutin organisasi, tetapi harus dijadikan media introspeksi diri, sejauh mana kita telah melaksanakan tugas pokok yang diemban dan sejauhmana kita merespon tuntutan dan kebutuhan masyarakat melalui peran yang kita jalankan.

Dalam kesempatan memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2014 ini, yang merupakan tahun terakhir Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus menghidupkan, menjaga dan menghayati “ruh” Kementerian Agama. Tugas sebagai pengayom dan pelayan umat beragama adalah tugas mulia yang harus dijalankan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Banyak bidang dan lingkup tugas kita yang bersinggungan secara langsung dan tidak langsung dengan sektor lain dan instansi lain. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dukungan lintas sektoral, baik unsur pemerintah maupun masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dan organisasi keagamaan, yang telah mendukung pelaksanaan tugas dan program Kementerian Agama selama ini. Lebih lanjut, Wakil Bupati Cianjur mengajak kepada seluruh jajaran Kemenag

Cianjur bahwa dalam penyelenggaraan fungsi pendidikan agama dan keagamaan, terobosan kemajuan yang kita hasilkan cukup signifikan. Lembaga pendidikan yang dikelola Kementerian Agama, dari tingkat raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, sampai perguruan tinggi, berada dalam kondisi sejajar, ‘duduk sama rendah, berdiri sama tinggi’, dengan lembaga pendidikan umum, baik dari segi kapasitas tenaga pengajar, prestasi siswa dan mahasiswa, maupun sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia. Kepala Kantor Kemenag. H Dadang Ramdan MSi membacakan sejarah singkat lahirnya Kemenag. Kemenag RI lahir pada atanggal 3 januari 1946, yang tertuang dalam Penetapan Pemerintah No 1/SD tahun 1946 tentang Pembentukan Kemenag. Dengan tujuan pembangunan nasional yang merupakan pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian agama dapat menjadi landasan moral dan etika bermasyarakat, berbangsa

dan bernegara. Dengan pemahaman dan pengamalan agama secara benar diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia umumnya yang religius, mandiri, berkualitas sehat jasmani rohani serta tercukupi kebutuhan material dan spiritual. Upacara peringatan Hari Amal Bhakti tersebut diakhiri dengan pemberian sejumlah penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di bidang ilmu keagamaan, guru berprestasi ditingkat nasional serta pemberian secara simbolis untuk anakanak yatim piatu. Diantaranya Wakil Bupati menyerahkan penghargaan kepada Aris Akbar M. Siswa kelas V MI Assa’idiyyah Kecamatan Cipanas, dalam kegiatan Olimpiade Science tingkat Asia thn 2013 sebagai Juara 3, penyerahan sertifikat madrasah secara simbolis kepada MTs Nurul Bayan dari Kecamatan Cikalongkulon, Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Cianjur yang didampingi oleh Kakan Kemenag Cianjur. Agus


Daerah

10

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Bupati Cianjur Serahkan Sarana Bagi Pedagang Kuliner Cianjur (MP) - Bupati Cianjur, Drs H Tjetjep Muchtar Soleh MM menyerahkan bantuan berupa pembuatan tenda, gerobak dan lampu hias, Selasa, 31 Desember 2013 di Hotel Tirta Dahlia Cianjur. Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cianjur, Disperindag, Jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muspika, Lurah Sayang, Paguyuban Ikatan Pedagang Makanan/ Jajanan, serta para pedagang lainnya. Bupati Cianjur menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, atas peran sertanya dalam menata dan mengelola kawasan wisata kuliner di

Cianjur, mudah-mudahan dengan ditatanya kawasan wisata kuliner, dapat membawa manfaat yang menyentuh langsung kepada masyarakat dan berdampak pula terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatkan peluang usaha, kesempatan kerja masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan di Kabupaten Cianjur. Pertumbuhan dan perkembangan Cianjur pada dasarnya saling bergantungan dengan daerah yang lebih luas (regional), yaitu berupa interaksi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. selaras dengan hal tersebut, di dalam konsep pengembangan wilayah regional Jawa Barat, Kota Cianjur

termasuk daerah penyangga pengaruh pengembangan wilayah Bandung Raya. Prospek industri kuliner di Cianjur saat ini menunjukkan adanya peningkatan. Apabila usaha ini dikelola secara profesional, dapat menguntungkan para pelaku usaha maupun masyarakat. Selain itu, sektor inipun mempunyai korelasi yang positif dengan kepariwisataan, sehingga pada gilirannya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah. Sebagai pusat pelayanan jasa dan perdagangan, peningkatan berbagai hasil produksi masyarakat, jelas memerlukan sarana pemasaran yang lebih memadai. Demikian pula masyarakat konsumen dalam memenuhi kebutu-

hannya, memerlukan tempat belanja yang lebih baik dan lengkap. Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha kuliner. Dengan penataan kawasan wisata kuliner ini, selain dapat membangkitkan perekonomian masyarakat, tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Cianjur dapat semakin dikenal, serta dapat menjadi pendorong upaya pengembangan Pariwisata di Kabupaten Cianjur. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, H Tedy Artiawan MSi menjelaskan program yang dilaksanakan yaitu Pengembangan Destinasi Pariwisata, yang dalam kegiatannya meliputi

Penataan kawasan Wisata jajanan jalan Hos Cokroaminoto dalam pembuatan tenda, gerobak dan lampu hias Gentur, jumlah tenda 24 unit, gerobak 27 unit dan lampu hias 22 buah ini diharapkan dapat meningkatnya kualitas sarana dan prasarana umum di kawasan jalan HOS Cokroaminoto dan penataan Kawasan Wisata Jajanan Jalan Sinar meliputi pembuatan tenda, gerobak dan gapura jumlah 19 unit, roda 57 unit dan gapura 2 paket. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan, supaya semakin berkembangnya pariwisata di Kabupaten Cianjur ke depan akan dicanangkan Visit Cianjur Year 2016 dan car free night. Anwar/Dani

TPMS dan Ketua UPK Disinyalir Selewengkan Dana BSPS Indramayu (MP) - Niat baik pemerintah untuk membantu dan meringankan beban masyarakat, dalam hal ini terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni yang anggaran dananya dari pemerintah pusat melalui Menpera dan telah diatur baik Juklak maupun Juknis sebagai dasar aturannya Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Pedoman BSPS. Namun sangat disayangkan bantuan Permerintah itu disinyalir ada penyelewengan dalam realisasi pelaksanaannya, hal ini terjadi di Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu Jawa barat. Maka dilakukan pertemuan ( 7/1) di Aula Kecamatan Patrol yang dihadiri perwakilan dari masyarakat, TPM Sipil, Ketua UPK, Kuwu, pemilik material, konsultan pendataan dari PT Scopindo, Camat Patrol, Danramil Anjatan dan Wakapolsek Patrol. Pernyataan Team Pendamping Masyarakat Sipil (TPMS) Eryadi saat pertemuan mengatakan, “Dalam hal tugas kami yakni mengawasi, mendampingi dan mengajari kepada masyarakat yang mendapatkan program BSPS dan sebagai dasar tugas kami berdasarkan Permenpera No 6 tahun 2011. Memang selama ini kami akui tidak semuanya bisa kami kontrol, tidak maksimal di lapangan, dan tidak pernah laporan ke kecamatan karena banyaknya bangunan serta tugas, masalah BSPS khususnya Desa Limpas TA 2012 untuk 1 unit mendapatkan Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) sebanyak 65 KK dan realisasi 63 KK karena yang 2 KK 1 meninggal dunia dan 1 lagi bekerja di Luar Negeri, dari 63 unit hanya sisa 8 unit yang belum selesai semuanya sudah selesai 100% tidak ada pengurangan biaya atau material semuanya kami terapkan sesuai aturan. Dan mengenai masalah kenapa meng-

gandeng toko material dari luar desa karena selama ini kami sudah ada langganan toko material yang benarbenar kooperatif dan lebih lagi bisa diajak kerja sama, baik dalam penarikan uang di bank ada slip penarikan dan yang dapat program BSPS memang tidak membawa uang hanya menandatangani saja semua uang masuk ke rekening material dan belanja material ada nota dari toko material dan tidak ada rekayasa data atau nota. Dan maaf tugas kami pertama sebagai pengawasan tapi bukan itu tetapi tugas kami hanya sebagai mengelola semua administrasi, persentase dan pendampingan dan laporannya mulai dari bangunan 0%, 30% dan 100% itu sebagai kewenangan kami dan kami tidak ada konspirasi apapun baik dengan UPK maupun material,” tuturnya. Sementara Ketua UPK Nana S menyatakan, “Dalam pelaksanaan penerapan dana BSPS kami tidak pernah melakukan manipulasi dana apalagi memotongnya karena semua uang yang telah diambil masyarakat yang mendapatkan dana tersebut semuanya langsung ditransfer ke rekening material tidak mengalir kemana-mana, kami siap diaudit sampai habis dan berani ditangkap kalau benar kami bersalah menyelewengkan dana tersebut atau kami mendapatkan komisian dari material semuanya akan kami pertanggungjawabkan

PEMKAB KOTIM TUTUP MATA

Gorong Gorong Jembatan di Jalan Provinsi Amblas Kotim (MP) - Infrastruktur ruas jalan penghubung Sampit Pangkalanbun di Km 45 gorong gorong amblas dan membahayakan pengguna jalan dan tidak sedap dipandang mata di samping itu mengganggu aktifitas perekonomian. Pemerintah terkesan menutup mata melihat jalan seperti ini, kerusakan jalan ini berlangsung berbulan bulan tanpa sedikitpun perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kotim Kalimantan Tengah dengan kerusakan gorong gorong yang amblas tersebut. Menurut pengguna jalan raya antara Sampit Pangkalanbun yang enggan disebut namanya mengatakan, “Pemerintah kayaknya menutup mata dengan kondisi gorong gorong amblas seperti itu, karena beberapa hari yang lalu ada yang terlabung naek sepeda motor dalam keadaan kencang karena tidak tau kalau kondisi jalan gorong gorongnya amblas. Kami minta sama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah atau khususnya instasi yang terkait agar segera merealisasikan untuk pembangunan gorong gorong yang amblas ini.” Her

Laka Lantas Wilayah Hukum Polres Indramayu Meningkat 120 Persen

di muka hukum. Dan adapun ada keterlambatan dalam pelaksanaan rehab rumah itu dikarenakan terlambatnya kiriman material dan tenaga tukang, adapun bangunan rumah yang sudah selesai 100% sebanyak 55 unit, 6 unit sedang dikirim material, 1 unit belum order dan sisanya hari ini selesai. Sebenarnya kami tidak nyaman menangani program BSPS ini karena fisik terganggu dan juga waktu banyak yang tersisa padahal kami tidak mendapatkan apa-apa yang dapat hanya tuduhan memojokan kami disangka memainkan dana/keuangan dari BSPS yang program dari Kemenpera,” paparnya dengan nada keras agak kesal. Pernyataan Kuwu Desa Limpas Mukromin mengata-

kan, “Masalah BSPS / Rutilahu saya anggap sudah selesai, jadi tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan.” Pernyataan sikap dari perwakilan Masyarakat Darta SH mengatakan, “Apa yang telah disampaikan oleh TPMS dan ketua UPK itu banyak yang tidak benar dan tidak relevan karena sangat berseberangan sekali di lapangan karena sepengetahuan kami tidak pernah mengecek di lapangan, sebab pengakuan dari TPMS saja kebanyakan tidak sesuai dengan kenyataan banyak kebohongan apalagi penyampainnya berbelat belit awalnya mengakui sebagai pengawas setelah terpojok beda lagi bahwa kami hanya sebatas secara administrasi. Dan setelah hasil kroscek di lapangan bahwa apa yang

telah dibangunkan rumah dari program BSPS tidak sesuai antara uang yang diterima setelah dihitung harga material jadi cukup gamblang disinyalir ada penyelewengan dalam anggaran. Kenapa meggunakan material dari luar desa kalau tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok untuk mencari keuntungan atau komisian dari pemilik material kalau tidak ada kami yakin bohong, karena pada waktu termin kedua baru material dikirim bahkan ada yang meminta dikirim material seperti pengemis jadi sampai kapan pekerjaan terselesaikan harus ada kejelasan apalagi keterangan dari TPMS bahwa untuk laporan hasil kegiatan tidak ada batas waktu bahkan tidak ditentukan baik bulan maupun tahunnya, dan sangat tidak mungkin sekali kalau tidak ada koluis antara panitia/UPK dengan pihak material. Maka kami mohon pihak yang berwajib untuk segera memeriksa terkait aliran dana ada berapa dan siapa sebenarnya yang bermain di dalamnya supaya secepatnya terungkap,” ungkapnya. S Pranoto

Indramayu (MP) - Dalam kurun 2 tahun laka lantas di wilayah hukum Polres Indramayu tiap tahunnya selalu bertambah dan mengalami peningkatan mencapai 123 persen. Peningkatan kecelakaan ini didominasi korban meninggal dunia yang kebanyakan terjadi di jalur Pantai Utara Indramayu, berbeda dengan tahun sebelumnya sebanyak 198 orang meninggal dunia dan kurun waktu tahun 2013 bertambah sebanyak 421 orang meninggal dunia. Bertambahnya angka kecelakaan lalu lintas ditimbulkan beberapa faktor lain diantaranya banyaknya kondisi kendaraan sudah buruk dan juga faktor jalan yang banyak lubang di kala habis musim hujan, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), rambu-rambu lalu lintas, penunjuk jalan serta marka jalan. Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Wahyu Bintono melalui Kanit Laka Iptu Bambang Santoso mengatakan bahwa angka kecelakaan pada tahun 2012 jika dibandingkan dengan tahun 2013 banyak peningkatan terutama kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggal dunia meningkat sampai 123 persen. “Adapun rinciannya data pada tahun 2012 jumlah JTP sebanyak 424, JPTP 424 jumlah korban yang meninggal dunia (MD) sebanyak 198 orang, luka berat (LB) 216 orang dan luka ringan (LR) 462 orang dijumlahkan materi sebesar Rp.1.195.850.000. Maka dibandingkan di tahun 2013 ada peningkatan dengan rincian data jumlah JTP sebanyak 435 dan JPTP 408, dan jumlah korban meninggal dunia (MD) sebanyak 421 orang, luka berat (LB) sebanyak 132 orang serta luka ringan (LR) sebanyak 320 orang jadi jumlah materi sebesar Rp.1.227.550.000. Faktor penyebab lain angka kecelakaan faktor human error yang dibarengi dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan berlalu lintas yang masih rendah dan kecelakaan ini didominasi kendaraan sepeda motor roda dua dan daerah yang sangat rawan terkait kecelakaan lalu lintas di antaranya wilayah Sukra, Losarang, Lohbener dan Pilangsari Jatibarang,” tuturnya. S Pranoto

Masyarakat Desa Tunggulpayung-Lelea Protes Kinerja Kuwu/Kepala Desa Indramayu (MP) - Masyarakat kurang puas atas kepemimpinan Kuwu yang sampai saat ini kurang senergi dengan masyarakatnya bahkan setiap ada suntikan dana dari pemerintah baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi maupun dari Pusat disinyalir banyak penyimpangan sehingga tidak sesuai dengan rencana Pemerintah. Bahkan bangunan untuk infrastruktur tidak sepadan dengan dana yang telah diterimanya. Hal ini terjadi unjuk rasa (6/1) warga di Desa Tunggulpayung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kordinator lapangan Carkaya setelah usai unjuk rasa mengatakan selama ini Kuwu Desa Tunggulpayung kurang memahami dan tidak memperhatikan kepentingan masyarakatnya hanya sebatas mementingkan dirinya dan kelompok saja. “Pan-

Korlap Carkaya berkumpul dengan perwakilan masyarakat setelah melakukan unjuk rasa.

tauan kami dengan masyarakat bahwa Kuwu disinyalir banyak sekali melakukan tindakan melawan hukum di antaranya tindak pidana korupsi terkait penjualan Raskin (beras miskin) melakukan mark up harga jual yang kisarannya seharusnya dijual perkilo Rp 1.600 tetapi dijual perkilo Rp 2.250, per KK mendapat 3 Kg setelah ditimbang ulang hanya ada 2.1,5 Kg kurang dari 3 kilonya belum lagi ditambah harus

bayar urunan sebesar Rp 5000; uang anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2013 untuk bangunan fiisik sebesar Rp.30.000.000; pada tahap kedua belum saja dilaksanakan, tidak hanya dana ADD, juga dana Bantuan Sosial (Bansos) yang sebesar Rp 50.000.000 dan Rp 100.000.000; (seratus juta rupiah) diselewengkan karena antara dana yang telah diterima dengan penggunaan untuk fisik banyak tidak

diterapkan, karena dana yang Rp 50.000.000 baru direalisasikan pada dua jalan, di jalan lapangan dan jalan talen tebu hanya 19 750.000, dan dana yang Rp 100.000.000 baru direalisasikan di jalan desa, jalan Sobari dan jalan Ojin dari bangunan jalan itu hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 26.400.000, belum lagi masalah pelayanan pada masyarakat banyak merugikan baik secara materil maupun moril yang dilakukan oleh oknum perangkat desa dan penyelewengan dana dari hasil sumbangan tanah merah untuk masyarakat di Blok Telagadua dan setiap ada kegiatan terkait dengan kepentingan Pemerintahan Desa sebagai lembaga Desa BPD tidak pernah dilibatkan. Maka kami mendesak Kuwu Desa Tunggulpayung mundur dari jabatannya, Bupati Indramayu harus memberi saksi dan kepada pihak kepolisian secepatnya segera

memproses laporan masyarakat tentang dugaan tindak pidana korupsi baik masalah Raskin maupun dana lainnya supaya ditindak secara tegas sesuai dengan hukum,” tuturnya. Di tempat terpisah, Kuwu Tunggulpayung A Rastim saat ditemui menyatakan, “Kami sebagai Kuwu ya wajar saja kalau masyarakat melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes dan sekaligus kami anggap kritik yang positif untuk kedepan memimpin lebih baik lagi dari sekarang dan mengenai apa yang telah disampaikan oleh pengunjuk rasa terkait kami dinyatakan melakukan kesalahan dan diduga korupsi sebenarnya hal itu sedang lagi proses hukum di Polres Indramayu dan kami akui sudah dua kali panggilan adapun hasilnya kami serahkan ke pihak hukum apapun keputusannya,” paparnya. S Pranoto

Kepala Desa Karanganyar Makfud

Kepala Desa Karanganyar Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Subang (MP) - Hubungan yang baik antara bawahan dengan pimpinan akan berdampak baik terhadap memberikan pelayanan yang terbaik juga kepada masyarakat, pihak jajaranya akan terus melayani masyarakat sebaik mungkin sebagaimana mottonya yaitu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya. “Kami menyadari betul bahwa pelayanan kami memberikan belum sempurna tapi kami berupaya keras untuk melakukan pembenahan terhadap pelayananpelayanan masyarakat kami,” ujar Kepala Desa Karanganyar, Makfud. Dalam hal ini kami tidak pernah memperlambat pengurusan apapun yang dilakukan masyarakat yang telah melengkapi persyaratanya dengan benar, di tambah kepala desa karanganyar makfud jumlah penduduk 600 jiwa luas tanah sawah seluas 5.000 hektar penduduk mayoritas petani dan kami kepala desa akan memayoritaskan pengairan untuk tanah sawah. Keterbukaan adalah prinsip Kepala Desa, makanya tak heran jika semua warga yang ada di desa mengenalinya bahkan bukan itu saja, kepala desa yang satu ini selalu terjun langsung dan ikut memantau kegiatan yang ada di lingkungan atau di masyarakatnya. R Haryanto


Sambungan

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Kadis ESDM Kuansing Jamin 2014 Pucuk Rantau Dialiri Listrik Teluk Kuantan (MP) - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemkab Kuansing memastikan, sejumlah desa di Kecamatan Pucuk Rantau Kabupaten Kuansing pada 2014 ini akan teraliri listrik. Jaringan listrik itu akan dialiri

untuk Desa Pantai dan Desa Pangkalan. “Tahun ini bisa dipastikan pembangunan jaringan listrik dari desa Pantai ke desa Pangkalan yang juga ibukota kecamatan Pucuk Rantau dilaksanakan, dengan panjang lebih kurang 18 kilo-

meter,” ungkap Hendra. Padahal sebelumnya rencana pembangunan jaringan listrik untuk desa tersebut sempat menjadi perdebatan, karena usulan serupa juga masuk dari desa lain yang belum dialiri listrik.

Selain di Pucuk Rantau ujarnya, lokasi pembangunan jaringan listrik tahun ini berada di Kecamatan Pangean yakni di dua desa masingmasing Desa Padan Kunik dan Desa Teluk Pauh dan Padang Tanggung. Rtc/Mp

Jokowi, Pak Ganjar, Pak Rano mereka dari satu sumber Bung Karno,” kata Hasto. Meski demikian, kata Hasto, survei adalah sebuah potret yang menggambarkan persepsi terhadap capres ideal pilihan rakyat.”Terhadap siapa yang di idealkan, itu juga potret data statistik. Partai punya spirit, punya semangat, sehingga meskipun berada di luar pemerintahan kami masih survive,” katanya. Hasto mengatakan partainya belum ada kepastian dalam konteks siapa yang akan diusung capres. Tapi yang jelas rakernas memberikan kewenangan kepada Megawati untuk memutuskan Capres 2014.”Kami tidak perlu tergesa-gesa toh masih

ada waktu, tapi sepertinya ibu ketua umum mengumumkan setelah pemilu legislatif,” tuturnya. Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi i melakukan potong tumpeng sebagai peresmian kantor Seknas di Jakarta, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke-41. Ketua Presidium Seknas Jokowi, Muhammad Yamin mengatakan, acara ini dilakukan untuk memperingati hari HUT PDI Perjuangan dan peresmian berdirinya Seknas Jokowi.”Selain untuk HUT PDIP kita juga melaucing Seknas Jokowi,” ujar Yamin di Kantor Seknas Jokowi, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan. Menurutnya, momen

launcing Seknas Jokowi yang dilakukan bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan bukan sebagai bukti jika Jokowi akan resmi dijadikan sebagai Capres PDI Perjuangan.”Kita bagian dari kekuatan masyarakat yang menginginkan Jokowi jadi presiden. Kalau kita pergi ke daerah-daerah semua orang akan jawab presidennya pak Jokowi,” imbuhnya. Yamin memastikan, Seknas Jokowi ini tidak berhubungan langsung dengan PDI Perjuangan. Sebab Seknas Jokowi ini murni kekuatan non parpol.”Ini kita pandang kekuatan rakyat sedang tumbuh. Ini jalan baru kita untuk demokrasi, dan partai harus mendengar,” tandasnya. Ic/Mp

Indramayu, namun jika hal ini terjadi seperti orang mampu menerima dana BSPS, dirinya merasa kebingungan kenapa harus terjadi? Dan pihaknya belum tahu jika yang menerima BSPS itu orang kaya sangsi apa yang harus diberikan, lantaran belum ada acuan dari pusat,” ujarnya. Di tempat terpisah Marjuk, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (DPC – LAKRI) Kabupaten Indramayu, kepada Melayu Pos menjelaskan, “ Penyaluran dana BSPS masih kurang tepat sasaran, lantaran lemahnya pengawasan dari tim terkait sehingga ada di antara beberapa warga mampu menerima BSPS padahal warga miskin banyak yang belum menerima.” Dikatakan pula, adanya penyaluran dana BSPS dari Kemenpera ini, khususnya di Kabuten Indramayu dan umumnya di Indonesia malah dijadikan ajang bancakan para oknum terkait yang mengelola BSPS, kendatipun

no rekening langsung diterima MBR melalui BRI dan ditransferkan ke grosir atau material yang ditentukan oleh Kelompok Penerima Bantuan (KPB) sesuai Daftar Rencana Pembelian Bahan Bangunan (DRPB2) disahkan SKPD sebelum penarikan dana BSPS tahap I dan II dari BRI dengan disetujui TPM, namun kenyataanya MBR hanya menerima berupa sejumlah jenis material harganya kurang sesuai dari ketentuan penerima BSPS, bahkan pengiriman jenis material dari toko untuk per MBR ditaksirkan paling maksimal Rp 5 juta bagi MBR penerima BSPS Rp 7,5 juta dan MBR penerima BSPS sebesar Rp 6 juta diberi material oleh toko hanya di bawah Rp 4 juta. Yang menjadi pertanyaan sisa dari penerima BSPS melalui rekening toko material dikemanakan dan siapa oknum yang mengambil sisa pembelian itu? Padahal operasional dari Kemenpera telah disiapkan untuk per unit sebesar Rp 1 juta itu pun dikemanakan?” ungkap Marjuk. Dedi

Dana BSPS Tidak Tepat Sasaran Sambungan dari hal. 1 TA.2012, sehingga penerima bantuan belum dapat menarik dana tersebut, dan Nomor : 017/PK – PRS.2/PPD-BSPS/ 04/2013, tentang penetapan penerima dana BSPS Tahun Anggaran 2013 atas perubahan SK PPK Penyedia rumah swadaya wilayah Jawa Nomor : 272/PK–PRS.2/PPD– BSPS/12/2012, yang ditandatangani Ir Roch Dianto, Dipl Soc Sd, ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 April 2013 dan disahkan oleh Satuan Kerja PPS Ir Sri Nurhayati MM, hal tersebut pada realita lapangan kurang tepat sasaran dalam pemberian BSPS, disebabkan kurangnya pengawasan dari pihak PT Scupindo selaku tim verifikasi dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) termasuk SKPD Kabupaten yang mengakibatkan ada beberapa masyarakat yang tidak sesuai kriteria (mampu) menerima BSPS. Hasil pantauan MP di antaranya Nadi (50), warga Desa Kertanegara Kecamatan Haurguelis, adalah seorang

pengusaha material kayu menerima dana BSPS berupa jenis material yang membangun garasi tempat kendaraan roda empat (mobil), padahal orang tersebut telah cukup mampu dan memiliki segalanya bukan lagi kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hal ini disebabkan pihak tim verifikasi dan TPM termasuk tim monitoring tidak turun ke bawah. Sukardi ST, Kepala Desa Kertanegara saat ditemui di kediamannya tidak ada di tempat dan menurut seorang yang mengaku anaknya bahwa Bapak lagi keluar sejak pagi menuju Rumah Sakit di Subang sehingga dari yang bersangkutan belum mendapatkan keterangan secara obyektif terkait penerima dana BSPS itu. Agnes, salah seorang tim verifikasi dari PT Scupindo ketika ditemui Melayu Pos menjelaskan, “Bahwa dirinya telah berulang kali melakukan verifikasi serta pendataan penerima BSPS di beberapa desa se Kabupaten

Anggota AURI dan Satpam PT NAL Bubarkan Rapat SPSI Secara Paksa Sambungan dari hal. 1 Lamandau No.40-DPC/SPSI/ LM/XII/2013 tanggal 27/12/ 2013 Kunyal Lenjin. Ketua DPC SPSI Kabupaten Lamandau saat ditemui di kediamannya menjelaskan, pihaknya merasa dirugikan oleh pimpinan PT NAL yang menghalangi, mengentikan secara paksa rapat melalui anggota AURI dan Satpam. Pimpinan PUK SPSI PT NAL dan Pimpinan DPC SPSI Kabupaten Lamandau tetap melanjutkan melaporkan ke Disnakertrans Kab Lamandau. “Kami akan gugat ke Pengadilan PHI. Pertanyaan

kami kepada pimpinan PT NAL kenapa berusaha keras menghalangi SPSI rapat? Mungkin saja masalah aturan tentang ketenagakerjaan belum maksimal dan ada masalah lain yang mereka sembunyikan,” jelas Kunyal. Langeng Kepala Humas PT NAL saat dikonfirmasi MP melalui telpon mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ke bagian kabang HRGA yang membidangi tentang SPSI. “Saya tidak berwenang untuk mengijinkan dan menolak. Semua ada dengan manajemen,” ujarnya. Sementara itu, Rahmat

anggota AURI Pangkalanbun ketika ditanya terkait kronologis pembubaran rapat PUK SPSI PT NAL mengatakan, “Saya dan kawan-kawn satpam diperintahkan oleh pak Langeng Kepala Humas PT NAL karena menurut pak Langeng SPSI harus minta ijin dengan pimpinan perusahaan makanya kami membubarkan. Kalu pak Langeng mengatakan kepada bapak wartawan bahwa beliau tidak ada perintah, wah tidak benar pak.” Kasus ini ketika dikejar para wartawan antara anggota dan pimpinan perusahaan

saling tuding menuding untuk membela diri bahwa mereka tidak melakukan pembubaran rapat PUK SPSI PT NAL. Rupanya cara-cara perusahaan perkebunan kelapa sawit tetap saja melakukan paraktek kekerasan melalui oknum aparat. Sayang sekali oknum aparat yang diperintah oleh pimpinan PT NAL hanya siap saja tapi tidak mengerti aturan perundang-undangan. Padahal semua para aparat penegak hukum dituntut harus menguasai hukum agar kehati-hatian dalam melaksanakan tugas tidak melanggar hukum. Robet

hadapan. Persoalannya adalah bagaimana meletakkan nilai manusia pada tempatnya. Mungkin persoalan ini dapat dijelaskan seperti berikut: Pertama, sesungguhnya hubungan antara nilai manusia dan nilai barang adalah hubungan yang tak akan berakhir. Sedangkan konsep keduanya adalah hal yang berbeda. Barang adalah makhluk yang tidak akan ada pertanggungjawaban akhirnya karena tidak punya akal dan iman. Manusia adalah mahluk yang diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi karena berakal dan punya hati nuranai (iman). Ia juga akan diminta pertanggungjawaban di hari kemudian. Kedua, berdasarkan pertanggungjawaban tersebut, manusia mestilah menjaga posisinya sebagai fungsi yang utuh. Sementara fungsi barang adalah pelengkap (kom-

plementer). Berdasarkan dua penjelasan di atas, jawaban pertanyaan bagaimana nilai manusia di tempatkan maka manusia dengan nilai yang ada padanya haruslah terletak dalam posisi yang tinggi. Sementara fungsi barang adalah melengkapi fungsi manusia yaitu fungsi jembatan untuk menuju hari akhir sebagai hari pertanggungjawabannya. Dengan pernyataan demikian, nilai manusia itu haruslah menuju ke taarif bahwa faktor human dan goods adalah komplementer. Maka dalam wujud operasionalnya jangan sampai nilai manusia disamakan dengan barang atau benda. Lalu perilaku money politics, perilaku ditentukan oleh uang haruslah disingkirkan. Lalu untuk apa kita membangun jika nilai manusia dihancurkan oleh perilaku yang berlawanan. Semoga tidak demikian. 

Fenomena Materi Dalam Masyarakat Sambungan dari hal. 1 sejak pendaftaran, sosialisai kampanye dan uang lainnya. Jika seorang calon mengeluarkan uang seratus juta rupiah bahkan lima ratus juta rupiah, maka uang itu merupakan investasinya yang akan dibayar kembali melalui projek pembangunan ketika sudah jadi penguasa. Seolah-olah menjadi penguasa dalam konteks ini, adalah urusan perdata, utang piutang. Hal ini membawa kepada kesimpulan bahwa pemimpin yang dipilih adalah pemimpin yang banyak uangnnya, bukan yang terbaik. Alhasil, nilai uang lebih menentukan dari pada nilai manusia. Dari asas ini juga nilai barang tidak berorientasi pada kemaslahatan masa depan (akhirah). Orientasi keduniaan saja, inilah yang dikritik oleh ahli ekonomi Islam. Menurut mereka bahwa dalam memenuhi kebutuhan dunia, haruslah

dalam kerangka dunia dan akhirat. Bukan oreintasi dunia saja, dan tidak juga oreintasi akhirat saja. Lebih jauh lagi, asas relasi benda dan manusia akan saling dipertaruhkan, yakni jika nilai benda menjadi tinggi maka nilai manusia menjadi rendah. Sebaliknya jika nilai manusia menjadi tinggi maka nilai benda akan rendah. Ini juga dalam pandangan study perilaku menjadi formula yang menyakitkan namun fungsional dalam masyarakat. Yaitu perilaku adalah fungsi dari kebutuhan ekonomi. Bagaimana orang bersikap, bagaimana orang menjalankan kebijakan tidak lain ukurannya adalah ekonomi. Atau kalau boleh dikatakan sesungguhnya perilaku orang ditentukan oleh uang. Ujungujungnya duit. Keadaan ini mengesankan dua hal, yaitu manusia dan barang menjadi antagonis, ber-

Raisa Ogah Pakai yang Terbuka

P

enyanyi cantik Raisa ternyata suka merasa enggak nyaman kalau memakai celana super pendek alias hot pants, apalagi buat tampil di atas panggung. Pelantun Could It Be ini lebih senang dengan penampilannya yang kasual, bahkan brand ambassador Sennheiser bakalan cari referensi bawahannya via blog fashion. ”Aku enggak mau pake hot pants atau yang terbuka gitu karena lebih me-limit

penampilan,” ujar pemilik nama lengkap Raisa Andriana ini. “Pokoknya apapun gayanya aku lebih suka yang kasual. Aku juga kadang girly kadang enggak, agak ‘gado-gado’ ya gayanya. Buat referensinya, aku lebih senang lihat dari blog,” ungkapnya. Nggak cuma untuk keseharian dan di atas panggung, soal style, Raisa pun enggak ada niat untuk mengubah penampilannya. Sri

Calon Anggota DPRD Kabupaten Lamandau ...

Jokowi Bisa Ancam Sistem Politik Nasional Sambungan dari hal. 1 Jokowi dapat mengalami apa yang dialami SBY saat ini. “Kalau dalam teori pop culture, dia muncul cepat, hilangnya cepat juga,” tandasnya. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, dan Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi adalah satu mata koin. Sebab, keduanya berasal dari satu pemikiran Soekarno.Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta. Hal itu menanggapi elektabilitas Megawati yang masih di bawah Jokowi dalam berbagai hasil lembaga survei.”Ibu Mega, Jokowi itu satu mata koin. Ibu Mega, Pak

11

Sambungan dari hal. 1 - Kepala Bidang Pos dan Telekomonikasi / KOMINFO Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lamandau - Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamandau

ORGANISASI - Anggota Perhimpunan Tani Indonesia (PERHITANI) 1987 s/d 2000 - Koordinator Wilayah Kecamatan Lamandau Panitia Pembentukan Persiapan Pemekaran Kabupaten Lamandau (Bolang) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 1998 s/d 2001 - Koordinator Badan Pengawas TPK Kebun Plasma TPK Koperasi “Bukit Makmur” Desa Bukit Indah Kecamatan Bulik PROGRAM PRIORITAS Bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mewakili daerah pemilihan wilayah II (dua) yaitu Kecamatan Delang, Lamandau, Batang Kawa dan Belantikan Raya terdiri dari 2 (dua) kelurahan dan 22 (dua puluh dua) desa. Dengan nomor urut pencalonan 4 (empat) dari 6 (Enam) calon. Sesuai dengan motonya bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah Membela Kebenaran maka denan itu mempunyai meyakinkan masyarakat pemilih saya sesuai pengalaman birokrasi dengan masa kerja sebagai eks pegawai negeri selama 32 (dua puluh dua) tahun lebih, mempunyai program: Bidang Ekonomi dan Sosial 1. Pemanfaatan hutan untuk rakyat, mencermati bahwa mulai sekarang dan kedepan masalah pemanfaatan hutan di Kabupaten Lamandau harus diperuntukan bagi masyarakat dan stop investor / perusahaan perkebunan baru hal ini mengingat telah semakin menipisnya sisa wilayah hutan di Kabupaten Lamandau umumnya di Provinsi Kalimantan Tengah, sementara masyarakat kedepan sangat memerlukan lahan untuk usaha

pertanian dalam arti luas. 2. Pembangunan infrastruktur dan tata ruang kecamatan dan pedesaan, mencermati bahwa faktor penghambat kemajuan ekonomi masyarakat kecamatan dan pedesaan di Kabupaten Lamandau adalah belum memadainya infrastruktur dan penataan tata ruang yang tersaedia sehingga pembangunan infrastruktur dan penataan tata ruang terutama akses jalan dan penataan tata ruang, dan jembatan kecamatan dan pedesaan jembatan di kecamatan dan jalan jalan menuju usaha tani harus menjadi prioritas. 3. Penyelesaian tuntas masalah sengketa lahan, melihat masih banyak terjadinya sengketa lahan yang belum terselesaikan yang berdampak buruk dan berpotensi menjadi konflik sosial, sehingga dalam hal ini keterwakilan DPRD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong Pemerintah Daerah dan pihak pihak terkait harus bisa menuntaskan / menyelesaikan sengketa sengketa lahan di Kabupaten Lamandau tersebut. 4. Mendorong ditetapkannya program Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) oleh Pemerintah Daerah, memandang bahwa permasalahan usaha pertambangan rakyat, agar segera menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sehingga ada kepastian secara hukum atas ijin usaha masyarakat penambang yang sekarang ini terkesan ilegal. Program Bidang Politik 1. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilihan Umum Legislatif tahun 2014 mentargetkan 3 (tiga) kursi di DPRD. 2. Dengan tercapainya 3 (tiga) kursi di DPRD pada pemilihan legislatif 2014, maka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lamandau bertekat untuk mengajukan / mengusung Calon Kepala Daerah pada Pemilihan Kepala Daerah yang akan datang dengan mencalonkan kader terbaik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau tokoh panutan masyarakat. 

Kasudin Pertamanan Jakbar Tipu Uraian Pekerjaan ... Sambungan dari hal. 1 Pilar Cipta Graha melakukan penipuan terhadap uraian pekerjaan penataan taman depan SMPN 215 Meruya. Kasudin Pertamanan Jakarta Barat diduga menyalahgunakan anggaran untuk kepentingan pribadi karena tidak mengerjakan sembilan uraian pekerjaan dari uraian pekerjaan sesuai dengan Bill Of Quantity mengakibatkan dasar kerugian negara miliaran rupiah adalah: 1. Uraian Pekerjaan persiapan a. Angkut eks Sampah dan eks bongkaran dengan angkutan truk kap 4-5 m3 jarak 20 km Jakarta Barat volume 55.45 m3 2. Uraian pekerjaan Kanstin penerima dan area batu refleksi pekerjaan Kanstin 15.25.40 K 400 a. Menggali tanah biasa dalam 1 m volume 1.61 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian 3 . Uraian Pekerjaan Conblock Plasa penerima a. Menggali tanah biasa sedalam 1 m volume 26.67 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian volume 26.67 m3 4. Uraian pekerjaan pilar pagar plasa penerima a. Menggali tanah keras

dalam sampai dengan 1 m untuk pondasi pilar volume 0.24 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah 0.24 m3 5. Uraian pekerjaan pengecatan pagar eksisting a. Mengerok karat cat lama permukaan baja dengan cat manual volume 268.46 m2 6. Uraian pekerjaan perbaikan pendistrian jogging track a. Mengali tanah biasa sedalam 1 m untuk Kanstin volume 2.67 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian volume 2.67 m3 c. Mengali tanah biasa sedalam 1 m volume 13.33 m3 d. Mengurug dan mengelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian volume 13.33 m3 7. Uraian pekerjaan pendistrian jogging track baru a. Menggali tanah biasa sedalam 1 m untuk Kanstin volume 2.29 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian 2.29 m3 c. Menggali tanah biasa sedalam 1 meter volume 13.60 m3 e. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah

pekerjaan galian volume 13.60 m3 8. Uraian pekerjaan saluran tertutup Deker a. Mengali tanah biasa sedalam 1 meter volume 1.80 m3 b. Mengurug dan menggelar tanah bekas galian dihitung dari 1/3 kali upah pekerjaan galian 1.80 m3 c. Mengurug dengan pasir urug darat tinggi 50 mm volume 0.25 m3 d. Pembesian dengan berat 75 kg besi polos volume 1.35 m3 dengan harga satuan 856.357.00 e. Bakisting ringan expose multiplex 9 mm volume 1.35 m3 dengan harga satuan 379.311.80 f. Pekerjaan beton dengan split-batu pecah adukan 1PC : 2 pasir-3split volume 1.35 m3 dengan harga satuan 673.787.43 9. Uraian pekerjaan lapangan basket a. Bongkar /bobok/ketrek beton bertulang lapangan exsisting volume 0.13 m3 b. Pekerjaan beton mutu fc =7.4 Mpa ( K. 100 ) slump (12+2) Cm .Wc = 0.87 volume 8.m3 c. Pekerjaan bekisting untuk sior ( 2kali pakai ) volume 3.60 m2 dengan harga satuan 120.614.50 d. Cat tembok baru (1 plamir, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup) volume 80m2. Albert/Mario

Pada suatu hari ada kegiatan kampung, sehingga orang-orang bersimpang siur. Dalam hatinya dia penasaran ada apa gerangan? Dia segera bangkit berdiri dari tempat duduknya. Tunggul kayu besar yang semula dijadikan bantal saat tidur kini telah berubah menjadi batu. Dia mengikuti orang-orang yang berbondong-bondong pergi. Mereka pergi ke puncak bukit yang menjulang tinggi dan disebut bukit pesagi. Di puncak bukit itu ada sebuah pohon beringin yang besar dan salah satu tangkainya bertengger seekor yang bulunya indah dipandang. Pohon itu sangat ajaib. karena

bisa menyuarakan berbagai bunyian sebagaimana hiburan orkes. Burungburung mampu bernyanyi dan berbicara bagaikan manusia. Bila paduan nyanyian dan bunyian gembira, maka seluruh orangorang yang menyaksikan bersorak sorai serta tertawa gembira. Namun sebaliknya bila paduan musik dan lagu itu sedih, maka seluruh penonton menangis tersedusedu. Terkadang musik dan lagu itu diselingi pidato dari burung yang sempat didengarkan dengan hikmat oleh penduduk yang menyaksikan pada saat itu. 

Si Pahit Lidah Sambungan dari hal. 1 mati. Sekalipun dia istirahat pada tempat yang tidak jauh dari keramaian, tetapi tak seorangpun yang memperhatikan dirinya. Berhari-hari Pagar Bumi memperhatikan kegiatan penduduk sambil bersandar di tunggul kayu besar. Maka selama itu penduduk setempat masih juga tidak seorang pun yang memperhatikan kepadanya. Penduduk setempat memang sombongsombong, karena tidak mau menjenguk orang yang tidur berbantalkan tunggul kayu bakar. Ataukah memang orang-orang itu tidak bisa melihatku.


Pernikahan kedua Christy Jusung dengan Jay Alatas kian di ujung tanduk. Perceraian itu kini tinggal menunggu keabsahan di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Timur.

P

roses persidangan perceraian ini sepertinya juga tidak akan lama. Itu karena kedua belah pihak tidak mempertentangkan pembagian harta gono-gini. “Saya hanya menuntut cerai. Tidak ada tuntutan pembagian harta gono-gini,” kata Christy di Jakarta, baru-baru ini. Ia juga mengungkapkan, tidak ingin menjadi beban bagi suaminya. Christy memastikan perceraian ini terjadi karena dirinya ingin berkorban dan memilih untuk mengalah. “Aku sayang sama Jay, gak mau beban dia banyak, makanya lebih baik mundur, aku mengalah. Permasalahannya saya belum bisa kasih tahu, biar jadi rahasia saya dan mas Jay Alatas,” terangnya. Christy Jusung mendaftarkan gugatan cerainya terhadap sang suami, Jay Alatas di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Selasa (7/1/2014) lalu. Dia menegaskan ingin bercerai bukan karena adanya perselingkuhan. “Nggak, tidak ada itu perselingkuhan,” kata Chrisy menepis kabar itu. Diakui Christy, meskipun

Edisi: 190/Thn VII / 15 - 28 Januari 2014

Resep Cantik Awet Muda Nadya Hutagalung

L

ahir pada 28 Juli 1974 tak membuat Nadya Hutagalung terlihat seperti wanita berumur hampir kepala empat. Memiliki kulit yang indah dan terawat justru membuatnya jauh tampak lebih muda dari usia aslinya. Karena bagi Nadya, yang terpenting adalah cara menjaga kesehatan kulitnya tersebut. “Dalam menjalani perawatan tubuh, saya sangat berhati-hati dengan produk yang saya pilih. Dan juga saya sangat memilah makanan apa yang penting bagi tubuh saya,” ujarnya. “Kita harus healthy. Kalau enggak healthy akan kelihatan di kulit, di badan. Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh kita. Kita harus memberi makannya dengan baik. And we have to be happy and healthy. Kalau enggak happy and healthy kita enggak akan kelihatan cantik,” kata wanita kelahiran Sydney, Australia, itu. “Apa pun yang ingin kita lakukan ke tubuh kita if inside we’re not happy tetap kelihatan enggak happy,” ujar dia. Untuk makanan favoritnya, Nadya memilih green juice. “Setiap hari saya minum jus yang 80 persen veggie. Sayurnya sebisa mungkin organik supaya enggak banyak pestisidanya. Kalau untuk buah justru tidak terlalu, karena buah

CHRISTY JUSUNG

mengandung gula. Perbandingannya, ya 80 persen sayur dan 20 persen buah.” Walaupun terlihat sempurna dari luar, Nadya mengakui bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan, seperti uban, stretch mark, dan juga kerutan. “Kita harus terima. We’re not gonna be perfect. Even for me.Jangan terlalu pressured jadi wanita. The truth is we’re not perfect. Saya pun memiliki kekurangan di sana-sini. Dan kita harus menerimanya.” Sri

MELANIE PUTRIA

menggugat cerai, hubungannya dengan Jay masih terjalin baik hingga sekarang. “Ya semua komunikasi masih baik-baik saja,” ucapnya singkat. Ketika kembali ditegaskan apa penyebab dirinya ingin mengakhiri rumah tangganya itu, Christy mulai terlihat tak nyaman. Dia langsung bergegas jalan menuju mobil Mercy berplat nomor B 120 CJ. “Maaf ya. Aku lagi buru-buru,” elaknya. Terlepas dari itu, beredar informasi bahwa penyebab Christy menggugat cerai karena hubungannya tak baik dengan anak pertama Jay dari pernikahan sebelumnya. Memang, ketika mereka menikah, Jay berstatus duda dan memiliki tiga orang anak. Adapun Christy dan Jay menikah pada 28 April 2013. Keputusan mereka untuk naik ke pelaminan terbilang cepat. Hanya butuh waktu lima bulan dari berkenalan sampai menikah. Sama seperti Jay, Christy pernah berumah tangga sebelum akhirnya mereka menikah pada 28 April 2013. Dia dinikahi Hengki Kurniawan pada 2008 lalu bercerai tiga tahun kemudian. Sri

S Akui Ketagihan Lomba Lari

emakin bertambahnya usia, Melanie Putria mengaku semakin menyukai olah raga lari. Padahal sebelumnya, ia ogah dengan olah raga yang satu ini. Lantas, apa yang menyebabkan Melanie suka olah raga lari? “Awalnya benci karena capek, keringatan, panas, cuma kalau lari sama teman dan ada komunitas lari serta daftarnya bareng-bareng, itu

John Terry Persiapan Hengkang

R

umor bakal hengkangnya kapten Chelsea, John Terry dari Premier League semakin santer terdengar. Media-media di Inggris menyebut Terry sudah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan niatnya itu. Termasuk menjual rumah yang disebutnya menjadi idaman pribadinya dan keluarganya. Rumah tersebut berlokasi

tidak jauh dari tempat latihan Chelsea di kawasan eksklusif Oxshott, Surrey yang dekat dengan kompleks latihan Chelsea. Mansion mewah itu lengkap dengan berbagai fasilitas di dalamnya, seperti bioskop pribadi, sauna, kolam renang besar, hingga lapangan sepak bola mini di halaman samping. Rumah tersebut memiliki sembilan kamar tidur dan

delapan kamar mandi, serta garasi yang sangat luas. Tak hanya itu, di halaman belakang, Terry membangun danau buatan. Apa pun iat yang ada di balik penjualan rumah tersebut, TheMirror menyebut Terry mendapatkan keuntungan yang besar. Dengan modal 6 juta pound (Rp 118,9 miliar), dia menjualnya dengan nilai 16 juta pound. Pe-

main 33 tahun itu membelinya dengan harga 1,8 juta pound ditambah renovasi senilai 4 juta pound sejak 2011. Hebatnya, Terry tak perlu memasang iklan untuk membuat rumahnya laku. sudah memberikan tanda-tanda Terry akan hengkang di akhir musim ini. Seorang investor misterius telah menawarkan harga 16 juta pound melalui penawaran langsung. The Sun melaporkan, Terry diberitakan ingin menjual rumahnya karena akan hijrah dari Chelsea menuju beberapa klub asal Turki atau kemungkinan di Amerika Serikat untuk mengisi masa pensiunnya sebagai pemain sepakbola. Apabila Terry bersedia bergabung dengan Fenerbahce, persaingannya dengan Galatasaray pun bakal makin seru. Dalam suatu kesempatan, Terry akan berjumpa dengan mantan rekan setimnya, Didier Drogba. Namun, bila Terry memilih bergabung dengan Galatasaray, maka akan ada reuni di sana. Jika memilih Amerika Serikat, kemungkinan besar Terry akan bergabung dengan klub buatan dari kompatriotnya di Timnas Inggris David Beckham yang berada di kota Miami. Sri

Harapan Gerrard di Piala Dunia Terakhirnya

B

ermain di Piala Dunia merupakan mimpi dari semua pesepak bola di dunia ini. Namun bagaimana rasanya jika harus bermain di Piala Dunia untuk terakhir kalinya. Inilah yang tengah dialami kapten timnas Inggris Steven Gerrard. Sejak melakoni debut bersama timnas di tahun 2000, Gerrard telah tampil dua kali di Piala Dunia bersama The Three Lions.Pencapaian terbaiknya adalah saat mengantar Inggris melaju hingga ke babak perempat final Piala Dunia 2006. Dan tahun ini, Piala Dunia

Brasil akan menjadi yang terakhir bagi sang kapten. Dengan usia yang menginjak 33 tahun tak memungkinkan bagi Gerarrd untuk kembali tampil di Piala Dunia 2018. Bermain di Piala Dunia terakhirnya, pemegang 108 caps internasional itu bertekad tampil habis-habisan demi satu tujuan, memberikan kado perpisahan manis dalam karir internasionalnya. “Brasil 2014 akan jadi Piala Dunia terakhir saya, lolos dari babak kualifikasi merupakan sebuah capaian tinggi namun saat ini saya ingin terus melangkah dan membuat hal

indah di kesempatan terakhir,” demikian Gerarrd kepada sky sport. Di putaran final Piala Dunia 2014, skuad asuhan Roy Hodgson itu tergabung di

Grup D bersama Uruguay, Kosta Rika dan Italia. The Saint George Cross akan melakoni partai pembuka menghadapi Italia tanggal 14 Juni 2014. Rio

jadi kebahagiaan tersendiri dan makin lama progresnya makin baik, itu jadi tantangan baru lagi,” kata Melanie. Melanie bahkan sampai ke Singapura untuk mengikuti lomba lari. “Tahun 2011 pertama kali di Singapura,, 42 km tanpa persiapan dan menyusui 6 bulan. Jadi kebayang banget capeknya bukan main pas finish, badan kayak dilindas tronton

karena kepedean,” ceritanya. Meski merasa lelah, Melanie tak kapok. Ia justru merasa ketagihan dan akan mengikuti olahraga ini lagi dengan jarak 42 Km alias maraton. Tentunya dengan persiapan yang lebih matang. “Ini sekarang pengin ikut Tokyo Maraton 42 km (23 Februari). Pengin banget ikutan, disiapin secara khusus banget,” katanya. Sri

ANDREA PIRLO

Tegaskan Bertahan di Juve

K

ontrak Andrea Pirlo bersama Juventus akan berakhir pada Juni 2014. Kondisi ini memicu kekhawatiran ia dapat meninggalkan Juve dengan status bebas transfer dan bergabung ke Real Madrid, di mana ia akan reuni bersama Carlo Ancelotti. Namun, playmaker berusia 34 tahun itu menegaskan ingin bertahan di Juve dan akan segera memperpanjang kontraknya. “Jika saya memilih untuk meninggalkan Milan untuk Juve itu karena saya berharap memulai era kemenangan di sebuah klub baru,” tutur Pirlo kepada Radio 105 seperti dilansirFootball Italia. “Niat saya jelas, karena saya ingin tinggal di Juventus. Selama beberapa hari ke depan kami akan bertemu

dengan klub dan ada optimisme.” “Saya masih ingin bermain. Saya tidak tahu kapan saya akan pensiun, tapi selama saya memiliki keinginan untuk berlatih dan bermain, saya pasti akan terus berlanjut,” tambahnya. Setelah Juve tersingkir di

Liga Champions, Pirlo ingin fokus ke Liga Serie A. “Sayangnya di Liga Champions kami punya dua pertandingan pertama yang salah. Sekarang kita telah diserahkan lembaran baru dan fokus pada Serie A. Lebih baik untuk tidak berpikir tentang hal itu sekarang,” ucapnya. Rio

“Juventus Harus Pertahankan Pogba”

M

endengar rumor yang menyebut Paul Pogba tengah menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa, bek Leonardo Bonucci berharap rekan setimnya itu tetap bersama skuad Juventus dalam waktu yang lama. Nama Paul Pogba menjadi perbincangan hangat terkait ketertarikan klub kaya raya asal Prancis Paris Saint-Germain (PSG) yang berminat mendatangkannya dalam waktu dekat. Ketertarikan PSG cukup beralasan. Sejak bergabung dengan Juve di awal musim 2012-13, pemain 20 tahun itu menjadi sosok sentral lini tengah Si Nyonya Tua. Bahkan, disebutkan lebih jauh, kubu Les Parisiens siap menggelontorkan dana besar untuk memuluskan langkah Pogba ke Stade Des Princes. “Adalah sebuah pikiran normal, ia pemuda berumur 20 tahun yang telah melakukan sejumlah hal luar biasa dalam dua tahun terakhir dan sangat tepat klub besar menginginkannya,” demikian bek 26 tahun itu kepada Sky

Sport Italia. “Bagaimanapun juga, saya berharap Juventus bisa men-jaganya dalam beberapa ta-hun ke depan,” ujarnya singkat. Sejauh ini, Pogba telah memberikan kontribusi nyata dengan sebuah gelar scudetto di musim perdananya di Juventus Stadium. 11 gol sudah dihasilkan mantan pemain Manchester United itu dari total 61 penampilannya. Rio

Melayu Pos 190  

Pemersatu Aspirasi Rakyat

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you