Page 2

2

Opini

SOROT Jangan Eksploitasi Rakyat Miskin Untuk Kepentingan Kelompok SANGAT diakal bila banyak perangkat pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti para ketua rukan tetangga (RT), rukun warga (RW), lurah/ kepala desa sampai tingkat kepala daerah menyatakan keberatan atas program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diluncurkan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Faktanya sejak dimulai program tersbut sudah muncul benih-benih, berbagai kejanggalan dan ketidaktepatsasaran. Pemberian bantuan Rp 150 ribu bagi setiap keluarga miskin per bulan kepada 15,5 juta kepala keluarga-yang diberikan perempat bulan (Rp 600 ribu) dalam dua tahapsudah menimbulkan berbagai persoalan di banyak daerah. Sejumlah keluarga miskin merasa dianaktirikan karena tidak termasuk dalam program itu, sementara tidak sedikit pula keluarga mampu, yang ditandai perhiasan emas dan telepon genggam mahal yang mereka pakai, justru mendapat BLSM. Hati kadang bagai diiris menyaksikan bagaimana si miskin menangis menyesali nasib, seperti dilaporkan beberapa media massa, karena dianggap tidak miskin, sementara keluarga yang jauh mampu mendapat bantuan. Karena itu, ukuran keberhasilan BLSM bukan dari sisi jumlah yang telah berhasil disalurkan, melainkan sejauh mana dana Rp 9,3 triliun itu sampai tempat sasaran. Pemerintah tidak mau belajar pada berbagai kelemahan masa lalu, sehingga ketidaktepatsasaran pemberian bantuan kepada masyarakat terulang. Kita masih ingat ketika pemerintah melakukan pembagian tabung gas ukuran 3 kg, sebagai kompensasi peralihan minyak tanah ke gas, ketidaktepatan sudah terjadi. Penerima bantuan tabung berisi gas 3 kg waktu itu tak sedikit dari kalangan mampu. Tidak tepatnya penerima BLSM itu sebetulnya sudah diduga, sebab pemerintah menggunakan data lama, yakni tahun 2011. Penggunaan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipakai untuk menentukan penerima bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2011 tentu saja sudah tidak valid. Ini sekaligus gambaran bahwa dalam jangka waktu dua tahun pemerintah beranggapan masyarakat miskin pada 2011 tidak mampu mengubah nasib, alias tetap miskin. Intinya, pemerintah tidak siap melaksanakan program BLSM. Akibatnya, dana kompensasi bagi rakyat miskin justru tidak sedikit yang salah sasaran. Kondisi itu dipastikan akan menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat miskin. Kita berharap, kekeliruan itu tidak cukup diatasi dengan permintaan maaf, tetapi harus ada perbaikan data, sehingga bantuan tersebut betul-betul diterima yang berhak. Hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah apa yang dikhawatirkan banyak pihak, yakni pemanfaatan BLSM untuk kepentingan partai atau kepentingan pribadipribadi tertentu. Jangan permainkan nasib rakyat, termasuk memanfaatkan bantuan dari pemerintah untuk membujuk mereka agar memilih orang atau partai tertentu dalam pemilihan anggota DPR dan presiden tahun 2014. 

Gubernur Riau dan Hari-hari yang Kelam Izza Khallatit laqadir Yatalaltit tadhabir (Bila ketentuan takdir tiba, lenyaplah semua rencana)

Judul Gubernur Riau dan hari hari yang kelam ini, terinspirasi oleh (1) pepatah Arab. Yang kita kutip yaitu bila kententuan takdir tiba, maka lenyaplah semua rencana. (2) dari pesan singkat (SMS) dari seorang teman.

Kemudian Oleh Mas seorang kawan di P e k a n b a r u mengirim sms lewat handphone saya menuliskan : akhirnya kegagahan dan kekuasaan runtuh. Rusli Zaenal (RZ) masuk tahanan 15 Juni 2013 lalu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan RZ tersangka korupsi. Yang menjadi pokok soal apakah benar ini adalah akhir dari kegagahan dan kekuasaan. Apakah identik dengan ending perjalanan karir RZ. Pertanyaan ini mengingat kenyataan selama ini hukum tidak mampu menyentuh kekuasaan dan kegagahan. Jika kita mulai dari kemampuan RZ dalam nendayung biduk di tengah badai memang benar demikian. Karirnya sebagai pengusaha, lalu menjadi politisi dan sudah dia jalani. Ketika Gubenur Riau dijabat Saleh Jasid, RZ mendapat kesulitan. Ia berkolaborasi dengan Wan Abu Bakar partai di luar Golkar. Ia mengalahkan Saleh Jasid, dan RZ menjadi Gubernur. Dalam perjalanan, meskipun semula satu perahu dengan Wan Abu Bakar dengan jabatan Wakil Gubernur, mereka berdua berkonflik. Wan Abu Bakar pun ditinggalkannya. RZ melanjutkan karirinya sebagai Gubernur Riau periode kedua 20082013. Didampingi Mambang Mith sebagai wakil Gubernur. Semua orang tahu dengan Mambang Mith pun RZ tidak sejalan. Paparan di atas menindikasikan bahwa RZ figur yang gagah dan tegar. Tak peduli berjalan di atas tantangan.

Staf Redaksi: Aceng Eris, Sip, Asep Soepandi, Bisner PS, Hotman S, Wasnadi S, Anwar Kirap, Dani Hamdani, Agustina Hendra, Bona S, Priatna, Mareden Manulang, Jonny Simanjuntak, Irmadi, Julisman, Yunus, Asrin Daulai, Krisman Naibaho, Mamat Sutardi, Kressa Maulana, Sopian Mustafa, Dani Hendi B, Tamidi Nurajaya, Tarman Waruwu, Bahagia Purba, Liston Gurning, Darman, Sudarno, Albert H, Rihcad S, Sarjo Pranoto, Afrizal, Terkelin SM, Adi Wira S Meliala, Sutan Lumumba, Kayat Sudrajat, Eko Priyanto, Robinson Manulang, Kalaus, Joni Sapari, Didin, Farmi Alfikris, Sardi, Rahmat, Andi Putra, Rasyun, Tombang Tambunan, Firnando, Samsin, Adi Surya Wijaya, M Suran, Zainal Abidin, Muhammad Hasan, Dedi Kurniawan, Robet Sulun, Hery Hartono, Hasan Sobri, Syahsinan Aryanto, S Priyadi, Eri Waruwu, Rizki Putra Utama, SH, Umar T, Eppendi, Jamjami Sp, Alo Bango, Rusmantio, Martin Zai, Martinus Siki, Marihot Siregar, Sartiman, Rahman Liandi SE, Joni Julianto, Aperius Laila, Ebenezer, P Roni NB, Daulat Tambunan, Abdul Rachman, Dedi Suryadi, Jatiman Sitanggang, Ropinus Bangun, Tengku Syuib, Fanti Zega, Hermanto K Nihin, Muhlis, Fahri, Sudirman, Sie You Ho, Hermansyah ZN, Zainal, Asep AS, Tanwir Abdul Rahman, Zainal Efendi, Andi Usman, Suriyana, Aceng F, Ahmad Rudini, M Arsad Kaban, Berlin Lase, Hodly Simanungkalit, Darmawan Hayat SS, Sukuan Jaya, Andi M Nur, Fabianus Bubun, N Suryana, Zalmansyah, Ramadinus, Dayat Rusmana, Mili Taufik, Doman Hutasoit, Wahyu Setiawan, Karmila, Andi S Putra, Wawan Rismawan, Solihin, Heldi Yosrizal, Rudi Hermansyah, Darmanto Tambunan, Pujiansyah, Anggiat Sitorus, Listan Hardi, Dewi Puspa Sari, Muhammad Efendi, Tomi, David Saragih, Irwanto, Edy Suryadi BK, S Hondro, Wan Syafruddin, Bahrum Munte, Hidayah S, Abdul Gafur, Dadang, Nurdin Ginting, Parulan M, Romario Barus, Budi Mudiowanto, Hartono, Sudarno MS, Edie, Ujang, Sutan MB Simatupang, Zainal Arifin, Lasiman, Endang Suhardi, Abdul Rahman, Jaeni Marjuki, Sarifudin, Budi Purwanto, Sanusi, Tatang S, Cecep Supriatin, Tanwir, Sutan Hendrawan Hutasoit, Timbul MH, Damri Situmorang, Andre Sigit, Dede Iskandar, Andi Putra S, Tengku Syuib, M Kasim.

TARIF IKLAN : Iklan Baris Rp. 5.000,-/baris (minimal 3 baris, maks. 10 baris) 1 hal. Rp. 15.000.000 (FC); Rp. 10.000.000,- (BW); 1/2 hal. Rp. 7.500.000,(FC); 5.000.000,- (BW); 1/4 hal. Rp. 3.750.000,- (FC); Rp. 2.500.000,- (BW); 1/8 hal. Rp. 1.875.000,- (FC); Rp. 1.250.000,- (BW); 1/16 hal. Rp. 937.500,(FC); Rp. 625.000,- (BW); 1/32 hal. Rp. 468.750,- (FC); Rp. 312.500,- (BW) D ITERBITKAN OLEH : CV. GUNUNG BARUS ALAMAT REDAKSI / TATA USAHA / IKLAN: Gd. Dewan Pers Lt. III Jl. Kebon Sirih No. 32 - 34 Jakarta 10110 Telp.: (021) 98333068; 34830839 Fax : (021) 34830839 Email: melayu_post@yahoo.co.id Isi diluar tanggung jawab percetakan NPWP: 02.554.039.4-025.000 Rekening : Bank BRI Cabang/Unit Senen No. Acc : 3247-01-004181-53-4 Bank BCA KCP Atrium Senen No. Acc : 6850183994 Atas Nama : Raden Barus Redaksi menerima naskah/artikel. Naskah/Artikel yang masuk menjadi milik Redaksi. Semua Wartawan SKU Melayu Pos terdaftar dalam boks redaksi dan dibekali kartu tanda pengenal.

Termasuk kawan, kolega kerjanya. Apa pula kekuasaan yang dimilikinya. Kekuasaannya adalah pada politik. Ia terlempar dari Golkar masa Saleh Jasid. Kemudian dia kembali memimpin Golkar. Kemudian ia pun menjadi ketua DPP Golkar. Dia seorang yang piawai di DPP Golkar. Dari jabatan strategis sebagai ketua DPP itulah agaknya ia sukar disentuh oleh kekuatan hukum. Bahkan nyaris kesalahannya dilindungi dan ditutup tutupi. Kembali kepokok soal apakah ending dari karir RZ. Masalahnya adalah sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan hukum. Jika hukum yang menjerat RZ ringan saja maka ia tetap akan eksis dalam karirnya misalnya pengusaha. Mengingat ia masih relatif muda. Lain halnya kalau hukumannya berat, endingnya hanya sampai di situ. Kekuasaan dan kegagahannya tidak berarti lagi. Karirnya selesai. Hari hari tuanya di penjara. Dari paparan di atas, ada catatan yang bisa dibuat mengenai RZ yaitu: Pertama, kasihan, mengingat dia seorang figur yang punya latar belakang agama sebagai qori. Kedua, ya itulah sebab akibat. Orang menerima risiko perbuatannya. Bagai mana lagi. Ketiga, inilah entry point bagi penegak hukum untuk mengusut lebh jauh dari kasus RZ. Pada logika umum, tidak mungkin perbuatan korupsi semacam kasus RZ dikerjakan sendiri.

ud HMN

Artinya mesti ada pihak lain yang ikut terlibat. Di samping itu hasil korupsi tentu tidak untuk kepentingan pribadi saja. Melainkan adalah untuk kepentingan dan dibagi kepada pihak lain. Termasuk untuk biaya partai politik dimana RZ sebagai seorang ketua DPP. Akhirnya, memang sesuatu akan berakhir. Kegagahan dan kekuasaan yang dimiliki ada batasnya. Pada akhirnya untuh. Selanjutnya tergantung akhir dari karir itu sendiri. Apakah kegagahan dan kekuasaan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Maka ini berarti happy ending. Tetapi sebaliknya kegagahan dan kekuasaan dinikmati secara salah, maka endingnya adalah keruntuhan yang menyedihkan. Maka hari berikutnya akan menjelma menjadi hari yang kelam, gelap. RZ tersingkir. Ibaratnya bagaikan lurah tidak berbatu, enau tidak bersaga. Penuh duka dan derita. Kita tak bisa berbuat lain. Seperti pepatah Arab menyatakan izza khallati muqadir, batalathit tadabbir. (Bila ketentuan takdir tiba, lenyaplah semua rencana). Kita juga tidak bisa melihat lain, selain penegakan nilai yang hakiki. Andainya terjadi penyimpangan nilai maka akibatnya penderitaan. Kita hanya bisa mengatakan semoga RZ memperoleh hikmah dari perjalan karirinya. Sejarah juga akan mencatatnya. Wallahu aklam bissawab.

Ketua KTNA Propinsi Riau Dilaporkan ke KPK Pemalsuan Dokumen Negara

Pembina: Mas’ud HMN, KRT. Heru Ansori, SH.MM Penasehat: Edigia, Gusti Bellaprisia, E. PGLK. Andanu, Jurik, Ucok Purba Penasehat Hukum: Junaedi Tarigan, SH, MH, Rida Ista Sitepu, SH Pemimpin Umum/Pemred/Penanggung Jawab: Raden Barus Wakil Pimpinan Redaksi: Martinus Siki Pemimpin Perusahaan: Sinton Sitepu Wakil Pemimpin Perusahaan: Fritz Bobby Barus, SE Sekretaris Perusahaan: Sakilah Manager Produksi: Arlianson Sphr Manager Iklan: Sudianto Bastian Manager Pemasaran: Robby MP Simatupang Disain Grafis: EdWin’d Litbang: Rahmat Sinulingga Dewan Redaksi: Raden Barus, Cristian Samuel HS, Sinton Sitepu

Edisi: 176/Thn VII / 3 - 16 Juli 2013

Pekanbaru (MP) - Kecurangan Ketua KTNA Propinsi Riau Ir Purwo Hadi Subroto sebagai mitra kerja pemerintah dalam pelaksanaan program pertanian supaya tepat sasaran tidak dapat berjalan sesuai mekanisme yang ada, hanya memanfaatkan para petani untuk kepentingan pribadi dengan melakukan pemalsuan dokumen negara telah dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) untuk segera diproses secara hukum, supaya petani di Riau tidak lagi dijual untuk memperkaya diri sendiri. Sesuai hasil investigasi tim LSM dan wartawan hampir 2 tahun mengamati serta mengumpulkan informasi dan pemalsuan dokumen negara, permainan Ir Purwo Hadi Su-

broto mengumpulkan masyarakat dari luar Kota Pekanbaru sebagai pekerja serta dibentuk sruktur kelompok tani tanpa memberi tahu terlebih dahulu pada yang ber-

sangkutan, para petani di lingkungan Ir Purwo HS namanya dicaplok sebagai kelompok tani Maju Bersama supaya menerima bantuan dari pemerintah yang tidak diberikan kepada anggota, serta memalsukan tanda tangan diRDKK Rencana Devinitif kebutuhan kelompok sebagai syarat menerima pupuk subsidi. Semua pemerintah Riau tertipu oleh permainan ketua KTNA Propinsi Riau Ir Purwo HS menerima bantuan yang tidak sampai dengan masyarakat petani, jadi anggaran KTNA Propinsi Riau selama ini kemana disalurkan Ir Purwo HS karena kelompok tani tingkat kelurahan langsung diketuai oleh ketua KTNA Propinsi Riau aja fiktif.

Ketua Lembaga Demokrat Sejati Kota Pekanbaru Rudi melaporkan dugaan pemalsuan dokumen negara oleh ketua KTNA Propinsi Riau Ir Purwo HS dengan memalsukan tanda tangan para petani disebut sebagai kelompok tani Maju Bersama di RDKK pada KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) di Jakarta Jumat (28/2013) dengan No 009/DPC-P/XX/13. Tanggal 25 Juni 2013. Rudi berharap pemerintah lebih selektif dalam menentukan ketua KTNA Propinsi Riau supaya petani dapat merasakan bantuan dan perhatian pemerintah, dengan begitu hasil produksi pertanian di Riau makin meningkat,” harapnya. Rudi menambahkan, “Tan-

da tangan palsu yang ada di RDKK dapat merugikan petani yaitu haknya sebagai masyarakat petani menerima bantuan subsidi dari pemerintah tidak diberikan supaya penegak hukum di Riau melakukan monotoring laporan kami ke KPK sesuai tembusan yang telah disampaikan, supaya pelaku tidak melarikan diri,” tambahnya. Imbauan Rudi, “Dengan bantuan penegak hukum mengelusuri pemalsuan dokumen negara untuk kepentingan pribadi ketua KTNA Propinsi Riau dapat mengurangi tindak pidana korupsi dan penggelapan pupuk subsidi, diduga pupuk subsidi ditampung para penadah yaitu perusahaan untuk kebun sawitnya,” imbuhnya. Rudi

Bangun Negeri Dari Hal yang Terkecil Semarang (MP) - “Sekecil apapun yang kita perbuat untuk perbaikan dan perubahan ekonomi kita mempunyai arti penting bagi langkah selanjutnya dibandingkan tidak berbuat sama sekali ataupun berbuat sesuatu yang besar namun gagal karena kita tidak mungkin langsung besar tanpa melewati masa-masa kecil,” ujar Ibrahim Ali kepada wartawan usai menerima penghargaan Eksekutif Berprestasi Indonesia Tahun 2013 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa di Poncowati Convention Hall Patra Jasa Hotel Semarang (28/6). Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ir Sujarwanto Dwiatmanto MSi mewakil Gubernur Jateng yang berhalangan hadir karena berangkat Umroh. Dikatakan Ibrahim, peran serta pihak swasta ataupun perusahaan juga menjadi hal yang terpenting dalam pembangunan, dimana para pengusaha tidak hanya mencari keuntungan semata tetapi juga harus mermbantu pemerintah dalam memberdaya-

Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH foto bersama usai menerima penghargaan Eksekutif Berprestasi Indonesia Tahun 2013 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa di Poncowati Convention Hall Patra Jasa Hotel Semarang (28/6).

kan masyarakat disekitar lingkungan atau daerah dimana perusahaan itu berada. “Pihak swasta juga harus ikut andil dalam mengisi pembangunan ini dengan cara memberdayakan masyarakat di sekitar perusahaan terutama masyarakat tempatan dengan memberikan lapangan kerja, memberikan beasiswa kepada anak yang tidak mampu, program ke-

sehatan gratis, pasar murah dan lainnya sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaat yang positif dari perusahaan tersebut,” jelas Ibrahim. Namun lanjut Ibrahim yang terpenting adalah kemauan dari masyarakat itu sendiri untuk dapat merubah pola pikir mereka menjadi masyarakat yang kreatif, inovatif dan selalu mempunyai

semangat dalam meningkatkan ekonomi diri mereka sendiri. “Memang untuk merubah pola pikir itu tidak mudah, butuh waktu lama dan butuh motivator, apalagi sebahagian besar masayarakat tertumpu pada satu kerjaan saja dan tidak ingin menambah penghasilan lain,” tegasnya. Untuk itu saat ini Kabupa-

ten Kampar melalui 5 pilar program pembangunan yakni peningkatan akhlak dan moral, meningkatkan ekonomi rakyat, meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan kesehatan dan meningkatkan infrastruktur terus digalakkan pelaksanaannya ke masyarakat. “Melalui 5 pilar pembangunan ini kita selalu menghimbau kepada masyarakat dan pihak swasta untuk selalu mendukung program-program yang telah dicanangkan sebab karena tanpa dukungan dari semua pihak tidak akan berjalan maksimal demi percepatan pembangunan di Kampar,” jelasnya. Prestasi tersebut dinilai oleh tim indepen Forum Peduli Prestasi Bangsa sebelum Ibrahim Ali menjabat sebagai Wakil Bupati Kampar dan berharap terobosan-terbosan yang dilakukannya terus dilaksanakan apalagi saat ini Ibrahim Ali menjabat Wakil Bupati Kampar tentu saja akan lebih baik dan dapat membangun daerah serta mensejahterakan masyarakat di Kampar. Hms

Melayu Pos 176  
Advertisement