Page 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

pengaruh

metode

pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sejarah siswa SMA. Secara operasional penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : 1. Perbedaan hasil belajar sejarah pada siswa yang diberikan metode pembelajaran sosiodrama dan metode pembelajaran konvensional. 2. Pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sejarah siswa SMA. 3. Perbedaan hasil belajar sejarah antara siswa yang mempunyai kecerdasan emosional tinggi yang diberikan metode pembelajaran sosiodrama dan siswa mempunyai kecerdasan emosional tinggi yang diberikan metode pembelajaran konvensional. 4. Perbedaan

hasil

belajar

sejarah

antara

siswa

yang

memiliki

kecerdasan emosional rendah yang diberikan metode pembelajaran sosiodrama dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah yang diberikan metode pembelajaran konvensional.

51


52

B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 27 Jakarta Pusat pada bulan April – Oktober 2011, mulai dari tahap pelaksanaan penelitian yang terdiri dari observasi awal, uji coba instrumen, pemberian perlakuan, sampai pada pengumpulan data.

C. Metode Penelitian 1. Disain Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dua variabel bebas, yaitu perbedaan hasil belajar sejarah siswa akibat pengaruh penggunaan metode pembelajaran sosiodrama dan metode pembelajaran konvensional pada siswa dengan kecerdasan emosional tinggi dan kecerdasan emosional rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan treatment by level 2x2 seperti matrik dibawah ini : Tabel 4: Disain treatment by level 2 x 2 Metode Pembelajaran (A)

Kecerdasan Emosional (B)

Sosiodrama (A1)

Konvensional (A2)

Tinggi (B1)

A1B1

A2B1

Rendah (B2)

A1B2

A2B2

Kesimpulan

Keterangan :

diasumsikan Metode Pembelajaran sosiodrama > konvensional


53

A1

= Kelompok siswa yang mengikuti metode pembelajaran sosiodrama

A2

= Kelompok siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional

A1B1

= Kelompok

siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi

yang belajar dengan metode pembelajaran sosiodrama. A1B2

= Kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah yang belajar dengan metode pembelajaran sosiodrama.

A2B1

= Kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional.

A2B2

= Kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional 2. Variabel Penelitian

Variabel X1 = Metode Pembelajaran Variabel bebas

Variabel X2 = Kecerdasan Emosional Variabel Y = Hasil Belajar Sejarah

Variabel terikat

D. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi target dalam penelitian ini semua siswa SMA Negeri 27 Jakarta Pusat. Populasi terjangkau adalah semua siswa kelas XI IPS pada tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling yaitu : Langkah pertama dengan menetapkan

secara random SMA Negeri 27

sebagai tempat penelitian, yang dilanjutkan langkah kedua berupa penetapan siswa kelas XI IPS sebagai kelas yang akan dijadikan sampel penelitian.


54

Selanjutnya memilih dua kelas dengan cara mengundi untuk menentukan kelas dengan perlakuan metode pembelajaran sosiodrama dan metode pembelajaran konvensional, dan yang terpilih adalah kelas XI IPS1 untuk metode pembelajaran sosiodrama dan kelas XI IPS2 untuk metode pembelajaran konvensional. Berikutnya dari masing - masing kelompok dibagi dua kelompok yaitu kelompok siswa yang berkecerdasan emosional tinggi dan kelompok siswa yang berkecerdasan emosional rendah. Penentuan kecerdasan emosional siswa pada penelitian ini dilakukan dengan cara berikut ini : 1. Subyek penelitian diperoleh dari hasil pengundian terdiri dari dua kelas (XI IPS1 dan XI IPS2) yang terdiri dari 37 orang siswa. Masing masing kelas diberi tes kecerdasan emosional awal dan skor yang diperoleh disusun berdasarkan urutan dari skor tertinggi ke skor terendah. 2. Setiap kelas ditetapkan 27% dari urutan teratas sebagai siswa yang memiliki kecerdasan emosional tnggi dan 27% dari urutan terbawah dengan kecerdasan emosional rendah. 3. Siswa yang menjadi subyek di kelas perlakuan metode pembelajaran sosiodrama sejumlah 10 orang siswa dengan kecerdasan emosional tinggi dan 10 orang siswa dengan kecerdasan emosional rendah.


55

4.

Siswa di kelas perlakuan dengan metode pembelajaran konvensional sebanyak 10 orang siswa dengan kecerdasan emosional tinggi dan 10 orang siswa dengan kecerdasan emosional rendah. Jumlah setiap sel sebanyak 10 orang merupakan subyek penelitian

yang kemudian dianalisis lebih lanjut. Jumlah keseluruhan siswa yang dianalisis untuk melihat pengaruh metode pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sejarah sebanyak 40 orang siswa. Berikut tabel dari sampel penelitian menurut perlakuan yang akan diberikan. Tabel 5. Jumlah sampel setiap kelas perlakuan Kecerdasan Emosional (B)

Metode Pembelajaran (A) Sosiodrama(A1)

Konvensional (A2)

Tinggi (B1)

27 % x 37 = 9,99 (10)

27 % x 37 = 9,99 (10)

Rendah (B2)

27 % x 37 = 9,99 (10)

27 % x 37 = 9,99 (10)

Pengumpulan data diawali dengan pengembangan instrument yang terdiri : (1). instrumen untuk mengukur variabel terikat yaitu hasil belajar sejarah dan (2) instrumen variabel bebas yaitu kecerdasan emosional.


56

E. Rancangan Perlakuan Perlakuan penelitian dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu materi pembelajaran, metode pembelajaran yang diberikan, dan pelaksanaan dari perlakuan. F. Kontrol Validitas Internal dan Eksternal Untuk menjamin validitas internal penelitian eksperimen, peneliti memberi penjelasan yang menyakinkan bahwa perubahan variabel terikat (hasil belajar sejarah) adalah benar - benar akibat dari

perlakuan bukan

akibat dari faktor lain. Model pembelajaran sejarah sebagai variabel bebas satu (X1) akan saling berhubungan dengan kecerdasan emosional sebagai variabel bebas dua (X2) atau variabel moderator terhadap Hasil Belajar Sejarah kelas IX IPS 1 dan IPS 2 di sekolah SMA Negeri 27 Jakarta Pusat G. Teknik Pengumpulan Data Terdapat dua macam instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar sejarah (Y) dan kuesioner untuk mengukur kecerdasan emosional (X) serta masing-masing variabel tersebut akan dijelaskan secara konseptual dan juga secara operasional. 1. Instrumen Hasil Belajar Sejarah a. Definisi Konseptual


57

Hasil belajar sejarah berupa nilai

yang didapat siswa berpedoman

pada perubahan ranah kognitif berupa pengetahuan, sedangkan ranah kognitif yang meliputi ingatan, pemahaman, penerapan dan analisis sebagai hasil dari proses pembelajaran sejarah. Hasil belajar yang diperoleh dari hasil evaluasi. b. Definisi Operaional Hasil belajar sejarah diperoleh dari menjawab soal yang diberikan untuk mengukur

kemampuan

pada

ranah

kognitif

yang

diukur

dengan

menggunakan tes hasil belajar. c. Kisi-kisi instrumen Pengukuran tentang penguasaan materi ajar mata pelajaran sejarah mengacu kepada Garis - Garis Program Pengajaran (GBPP), Kurikulum Sejarah SMA

dan Suplemen Materi Pembelajaran kelas XI semester satu

yaitu pada standar kompetensi pertama yang berisikan “menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional� dengan kompetensi dasar 1, 2, dan 3. Adapun kisi - kisi dari instrument hasil belajar sejarah terlampir pada lembaran dibelakang. (lihat lampiran 03 halaman 110) d. Jenis Instrumen Tes hasil belajar yang dikembangkan adalah tes pilihan ganda dengan lima opsi. Jawaban benar diberi skor 1 dan jika salah diberi skor 0.

e. Pengujian validitas dan reliabilitas


58

Sebelum instrument digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrumen yang akan digunakan. Pengujian validitas instrumen yang akan digunakan adalah dengan Point Biserial Corelation (Yqbi). Untuk menghitung reliabilitas tes digunakan rumus Kuder Richardson Formula 20 (KR 20) yang digunakan untuk tes dikotomi yaitu benar atau salah sebagai skor 1 atau 0. (lihat lampiran 6 halaman 135) 2. Instrumen Kecerdasan Emosional a. Definisi Konseptual Kecerdasan Emosional pada siswa SMA adalah kemampuan siswa dalam mengelola emosi mencakup kesadaran diri, pengelolaan diri, empati, dan kecakapan sosial . b. Definisi Operasional Secara operasional kecerdasan emosional didefinisikan sebagai skor yang diperoleh siswa berdasarkan hasil evaluasi diri terhadap pengelolaan emosi , memanfaatkan emosi secara produktif, berempati sehingga mampu membaca emosi orang lain serta kemampuannya dalam menjalin kerjasama dengan orang lain sehingga melahirkan kepercayaan dan saling pengertian.

c. Kisi-kisi Instrumen


59

Untuk mengukur kecerdasan emosional siswa dibuat instrumen berisi pernyataan yang merupakan penjabaran dari empat dimensi kecerdasan emosional berdasarkan indikator yang ada. Tabel 6 Kisi-Kisi Kecerdasan Emosional Indikator Kesadaran diri sendiri (self awareness) Pengelolaan diri sendiri (self management) Empati (empathy) Kecakapan social (social skills)

Soal 1,2,19,20,21,22,23,24,27,29 5,6,15,16,25,26,28,32,39,40 3,4,13,14,33,34,37,38,17,18 7,8,9,10,11,12,17,18,30,35

d. Jenis Instrumen Instrumen

untuk

mengukur

kecerdasan

emosional

siswa

menggunakan skala likert dimana responden diminta menentukan pilihannya terhadap sejumlah pertanyaan positif dan sejumlah pertanyaan negatif yang disusun secara acak. Pilihan kecerdasan emosional yang tersedia dalam skala ini menggunakan bentuk interval yaitu : sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), kurang setuju (KS), dan sangat tidak setuju (STS), masingmasing diberi bobot SS = 5, S = 4, TS = 3, KS = 2, dan STS = 1.

e. Pengujian validitas dan reliabilitas Skala kecerdasan emosional sebelum digunakan untuk memperoleh data penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk menguji validitas dan reliabilitas butir instrumen.


60

Uji validitas skala kecerdasan emosional dilakukan dengan korelasi dari Pearson yaitu r Product Moment. Selanjutnya hasil dari pengujian butir instrumen atau r hitung kemudian dibandingkan dengan r tabel yang terdapat dalam rumus korelasi yang disesuaikan dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang siswa. Penghitungan koefisien reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Croanbach dengan kriteria yang digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen ditunjukkan oleh koefisien alpha. (lihat lampiran 6 halaman 138)

H. Perhitungan Analisis Data Sebelum dilakukan persyaratan hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji coba normalitas dengan metode Liliefors sedangkan untuk uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Langkah terakhir dari pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur apabila terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan kecerdasan emosional

terhadap hasil belajar sejarah maka dilanjutkan dengan uji

Tuckey.

I. Hipotesis Statistika Hipotesis statistik yang akan diuji adalah sebagai berikut: Hipotesis Pertama :


61

Perbedaan hasil belajar sejarah antara siswa yang mengikuti metode pembelajaran sosiodrama dan metode pembelajaran konvensional. Hipotesis Statistiknya:

Hipotesis Kedua Pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sejarah siswa. Hipotesis Statistiknya: H0 : Interaksi. A x B = 0 H1 : Interaksi A x B ≠ 0 Hipotesis Ketiga Perbedaan

hasil

belajar

sejarah

antara

siswa

yang

memiliki

kecerdasan emosional tinggi dengan mengikuti metode pembelajaran sosiodrama dan siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi dengan mengikuti metode pembelajaran konvensional. Hipotesis statistiknya: H0 : µA1B1 ≤ µA2B1 H1 : µA1B1 > µA2B1

Hipotesis Keempat


62

Perbedaan

hasil

belajar

sejarah

antara

siswa

yang

memiliki

kecerdasan emosional rendah dengan mengikuti metode pembelajaran sosiodrama dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dengan mengikuti metode pembelajaran konvensional. Hipotesis statistiknya: H0 : µA1B2 ≥ µA2B2 H1 : µA1B2 < µA2B2 Keterangan : A

= Metode Pembelajaran.

B

= Kecerdasan emosional.

µA1

=Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang diberi metode pembelajaran sosiodrama.

µA2

= Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang diberi metode pembelajaran konvensional.

µA1B1

= Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dengan metode pembelajaran sosiodrama.

µA2B1

= Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dengan metode pembelajaran konvensional.

µA1B2

= Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dengan metode pembelajaran sosiodrama.

µA2B2

= Rata-rata hasil belajar sejarah siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah dengan metode pembelajaran konvensional.


63

Bab 3(revisi) copy  

metodologi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you