Page 1


LATAR BELAKANG  Sebagai

ujud komitmen manajemen dalam pembinaan karyawan

bidang Keselamatan Kerja.  Meningkatkan

pengetahuan dan ketrampilan karyawan agar dapat

berpartisipasi dalam pengelolaan Keselamatan Kerja di lingkungan pekerjaannya.


P3K / FIRST AID 

Adalah Upaya pertolongan dan perawatan sementara  /tindakan awal yang bertujuan menyelamatkan jiwa


TUJUAN P3K    

Menciptakan lingkungan yang aman Melindungi dan menyelamatkan jiwa korban Menenangkan korban yang terluka Meringankan penderitaan korban agar cederanya tidak semakin parah  Mencegah tindakan yang dapat membahayakan korban  Mempertahankan keadaan / kondisi korban sampai tibanya pertolongan dari petugas medis / dokter


Tujuan 

Mengerti Fungsi Otak, jantung dan paru sebagai  organ vital serta keterkaitan ketiga organ tersebut  dalam mendukung kehidupan


Otak merupakan pusat  koordinasi / kendali aktifitas  seluruh organ, termasuk  mengendalikan kerja Jantung  & Paru Otak memerlukan  O2  Glukosa (zat gula)  Glukosa (zat gula) dalam jumlah optimal agar  dapat bekerja dengan baik


Inspirasi

Oksigen 21 %


Ekspirasi

Carbondioksida +

Oksigen 16 %


Sistem Pernafasan Adalah tempat dimana oksigen masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida. Udara masuk ke paru-paru melalui jalan nafas. Jalan nafas : hidung – rongga mulut – faring – laring – trakea – bronkus – alveoli - paru-paru. Muara jalan nafas dan jalan makanan berawal dari satu tempat → jalan nafas dilengkapi dengan klep pelindung (epiglotis) untuk melindungi jalan nafas dari masuknya makanan atau benda asing lainnya Udara masuk paru-paru pada saat otot-otot pernafasan berkontraksi dan udara keluar dari paru-paru pada waktu otot-otot tersebut relaksasi.


Sistem Pernafasan Oksigen di paru-paru diikat oleh haemoglobin yang selanjutnya dibawa keseluruh tubuh. Pada saat yang bersamaan karbondioksida yang berasal dari sel-sel tubuh dilepaskan dari pembuluh kapiler ke alveoli, selanjutnya dihembuskan ke luar. Persentasi oksigen di udara bebas sekitar 21%. Tubuh kita menggunakan oksigen sebesar 5% dan sisanya dihembuskan kembali keluar bersama dengan Co2. Frekuensi pernafasan orang dewasa normal 10 – 20 X/menit, saat sedang istirahat. Saat beraktivitas → butuh oksigen lebih banyak, frekuensi pernafasan meningkat.


M EKANI SM E PERTUKARAN GAS Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.


SISTEM SIRKULASI Merupakan tempat dimana oksigen dan zat-zat makanan ditransportasikan dan diantar ke sel-sel tubuh dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Jantung adalah pompa untuk mensirkulasikan darah, terletak di tengah dada di pertengahan bawah tulang dada. Pembuluh darah (arteri dan vena) membawa darah dari jantung dan ke jantung dan membawa darah ke organ dan sel-sel tubuh melalui pembuluhpembuluh kapiler. Jantung memompa darah teratur 60 – 100 X / menit waktu istirahat. Bila aktivitas ↑→ jantung memompa lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan O2 dan zat-zat makanan


Hubungan 3 Organ Vital

Berhentinya fungsi salah satu organ, akan menyebabkan kematian MENGAPA DEMIKIAN ?


WAKTU KRITIS 

 

Clinical death : tak ada nafas & nadi           (≤4 menit ) Brain damage : setelah  4–6 menit Biological death : setelah 10 menit Successful Rate  Chances Clinical death

98 %

Brain damage

50 %

Biological death

1 %

Golden Period


APA YANG ANDA LAKUKAN DALAM KEADAAN DARURAT ?

Jangan panik, Tetap Tenang! Fokus pada apa yang akan dilakukan

Lakukan DRABC Cepat dan tepat

Do No Further Harm Jangan menimbulkan bahaya lebih lanjut


Prinsip Dasar DANGER RESPONSE AIRWAY BREATHING CIRCULATION


Danger ◦ Periksa Bahaya mengancam  Diri Sendiri, Orang Lain & Korban:     Ex.: Listrik, Ular, O2, Kebakaran, dll

◦ Prinsip  Jangan menjadi korban berikutnya (“Death Hero”)  Ingatkan orang disekitar  Pindahkan bahaya dari korban atau pindahkan korban dari  bahaya  Jika bahaya tidak dapat diamankan tunggu bantuan ahli


Response

Alert – Verbal – Pain - Unconscious


Response Tujuan: Memeriksa kesadaran Tehnik

◦Tepuk bahu korban dan panggil dengan lantang ◦Tekan refleksi nyeri dari korban (ujung jari atau tengah sternum) ◦Jika korban sadar, periksa dan tangani segera perdarahan atau  pertolongan pertama lain ◦Jika tidak ada respon, panggil bantuan, dan ambil AED bila ada,  kemudian lanjutkan dengan tindakan ABC


Makin cepat anda melapor, makin cepat  pula “Bantuan Medis”, sampai ke tempat  korban Apakah anda mengetahui NOMER TELEPON  ATAU CANNEL RADIO EMERGENCY   DITEMPAT ANDA

? Channel ?


Isi Laporan  • • • • •

Emergency,emergency,emergency Nama dan no telepon pelapor Jenis kecelakaan atau serangan jantung Lokasi kejadian Jumlah korban (kalau anda dapat  mengetahuinya) • Kondisi korban atau cedera yang dialami:  Berat? Sedang? Ringan?


Airway = jalan nafas Tujuan:

◦membersihkan dan membuka jalan nafas Tehnik

◦Buka dan bersihkan mulut korban ◦Tahan dahi, angkat dagu korban ke atas­depan      (head tilt chin lift) ◦memegang sudut rahang bawah (angulus mandibulae) dan mendorong  rahang bawah kedepan (Jaw Thrust)


Airway

Head Tilt Chin Lift


JAW THRUST ; 

jika korban dicurigai FX Cervical


Breathing = pernafasan

Tujuan

:

◦Memeriksa nafas “normal” korban ◦Memberikan nafas buatan Tehnik Memeriksa Nafas

◦Look :   : Lihat pergerakan dada dan perut, retraksi         sela  iga, warna mukosa kulit ◦Listen : Dengarkan suara hembusan nafas ◦Feel     : Rasakan hembusan nafas dengan pipi ◦Lakukan selama 5 – 10 detik!


Breathing

Look ­ Listen ­ Feel


Breathing ◦ Bila korban tidak bernafas, “berikan nafas buatan 2 kali” ◦ Jika pada saat memberikan nafas buatan dada korban tidak  terlihat mengembang, kemungkinan ada sumbatan. ◦ Penolong hanya diperkenankan mencoba 2 x pernafasan  buatan untuk tidak menghambat atau menginterupsi waktu  untuk kompresi dada


Breathing Tanda­tanda adanya sumbatan  (ditandai adanya suara nafas tambahan) : 

Mendengkur(snoring), berasal  dari  sumbatan  pangkal  lidah.  Cara  mengatasi : Headtiltchinlift, jaw thrust, OPA / NPA , ETT.   Berkumur  (gargling),  berasal  dari  cairan  di  daerah  hipofaring.  Cara  mengatasi : finger sweep, pengisapan/suction. Stridor  (crowing),  sumbatan  di  plika  vokalis.  Cara  mengatasi  :  cricotirotomi, trakeostomi.


Breathing Tehnik Nafas Buatan

◦Melalui mulut ke mulut, mulut ke hidung  atau mulut ke mulut­Hidung Mulut ke mulut:  ◦Tutup hidung korban dengan menjepit  hidung korban dengan jari telunjuk dan ibu  jari, dagu tetap ditahan. ◦Tarik nafas biasa, mulut penolong  menutupi seluruh mulut korban,  hembuskan nafas sampai terlihat dada  korban mengembang 

Perhatikan : Jangan melakukan bantuan nafas tanpa pelindung (kain, plastik, dsb )


Breathing

Mouth to Mouth

Mouth to Mask


Breathing

With Ambu Bag


Circulation – Peredaran Darah   Memeriksa Nadi Carotis atau  N. Radialis Tujuan

◦ Mengalirkan kembali darah ke otak dan otot jantung  dengan melakukan Cardio Pulmonary resuscitation (CPR)  atau Resusitasi Jantung Paru (RJP)


Circulation – Peredaran Darah   Memeriksa Nadi Carotis atau  N. Radialis

Nadi Karotis

Nadi Radialis


Circulation Tehnik:

◦Terlentangkan korban di tempat datar dan  keras dengan penolong berlutut  disamping dada korban. ◦Letakkan tumit telapak tangan di ½ bagian  bawah tulang dada (sternum) ditengah­ tengah dada diantara 2 puting susu,  kemudian letakkan telapak tangan yang  lain diatasnya


Circulation ◦Posisi lengan lurus (vertikal) ◦Lakukan tekanan ke dada sedalam 4­ 5 cm  ◦Lepas tekanan hingga dada  mengembang maksimal dengan tidak  kehilangan kontak dengan dada,  ◦Kecepatan tekanan 100x/menit


Circulation ◦Lakukan bergantian dengan nafas buatan  dengan kombinasi:  30x tekan dada                : 2x nafas buatan ◦Irama/Ritme penekanan; sebaiknya  penolong menghitung dengan cara:

 “ One, Two, Three, Four, Five ……” or  ” Sa­tu, Du­a, Ti­ga, Em­pat, Li­ma,..dst”


Circulation

Hand Grip


Circulation RJP sesuai dengan usia

(>8 years)

(1­ 8 years)

(< 1 years)


Kapan CPR Dihentikan ? ◦ Jantung sudah berdetak ditandai adanya nadi dan nafas sudah spontan

◦ Cek napas dan nadi ◦ Penolong kelelahan ◦ Tidak ada batasan waktu        (Pasien dinyatakan tidak mempunyai harapan lagi/meninggal oleh dokter)


Resume Danger

Response Minta Bantua n Airway

Breathing

D

Bahaya bagi sendiri/  teman/korban

R

Cek kesadaran

y a

Periksa/tangani perdarahan luar

tidak

A

Buka & Bersihkan Head Tilt ChinLift

B

Cek nafas: 5­10 dtk Look/Listen/Feel

Pertolongan pertama lain nafas normal

Tempatkan Posisi  stabil/recovery

Tidak / tidak normal 2 x bantuan nafas   efektif

Circulation

C

Lakukan CPR / RJP

(30 tekan dada : 2 nafas buatan)

Ada respon / nafas normal


Resume 1. 2.

3. 4.

DRABC. Nafas (­), nadi (+) → bantuan  nafas. Nafas (­), nadi (­) → RJP. Nafas (+), nadi (+) → posisi  recovery, survei sekunder.


AIRWAY MANAGEMENT •Langkah terpenting dalam merawat setiap pasien adalah untuk memperoleh dan mempertahankan jalan napas dan memastikan pasien bernafas normal / adequat. •Tanpa jalan napas terbuka, perawatan pasien tdk dpt efektif. •Perawatan darurat primer bertujuan untuk memastikan ventilasi yang optimal untuk memudahkan pengiriman oksigen dan eliminasi CO2. •kematian Sel-sel otak terjadi dalam waktu 4 - 6 menit setelah kehilangan O2. •Penyebab utama kematian yang dapat dicegah secara dini, dengan deteksi awal , intervensi awal, dan penatalaksanaan jalan napas awal. Teknik yang kurang memadai mengarah ke perawatan ventilasi yang tidak efektif


Airway & Ventilatory Compromise Ventilasi tidak adequat : 1.Tubuh tidak dapat mengimbangi peningkatan permintaan O2 atau menjaga keseimbangan. 2. Disebabkan oleh: * Infeksi * Trauma * cedera batang Otak * inhalasi Beracun * kegagalan ginjal

•Penurunan tingkat kesadaran •GCS <8 •Cedera Cerebral •Operasi •Masalah Medis


POTENSIAL PENYEBAB AIRWAY OBSTRUKSI •Lidah •Gigi palsu •Barang makanan •Muntah •Darah •Sekret


Delivering Supplemental Oxygen •Nasal cannule : 24 – 44 % at 1 – 6 liters •Simple face mask : 44 – 60 % at 6 – 8 liters •Non-rebreather mask : 60 – 80 % at 8 -- 12 liters •BVM ( Bag Valve Mask ) : 21% atmosphere 99% at 15 liters with reservoir


OROPHARYNGEAL AIRWAY •metode Sederhana dan efektif . •Pentingnya ukuran yang benar . •Pentingnya penempatan yang benar: penyisipan dari atas ke bawah & memutar .


NASOPHARYNGEAL AIRWAY


Advance airway Indications •Airway Tidak stabil - Airway terhambat •Potensi kegagalan Airway misalnya: kasus luka bakar •Tidak ada reflek telan •Hipoksia •Kegagalan ventilasi, •kegagalan pernapasan •Peningkatan volume pernapasan


LARYNGOSCOPE INTUBATION TECHNIQUE •Ventilasi dengan oksigen 100% selama 1 menit. •Posisi tempat tidur tinggi setara dengan pertengahan perut penolong •Posisi kepala ekstensi •Rongga mulut, faring dan trakea terletak dalam garis lurus •Pegang laryngoscope dengan tangan kiri • Letakan blade laryngoscope ke sisi kanan mulut pasien •Sapu lidah ke kiri sehingga blade berada di garis tengah •Pastikan bibir tidak terjepit gigi dan blade laryngoscope •Ujung blade tepat di epiglottis •Angkat laryngoscope ke atas dan ke depan ( bukan di ungkit ) •Masukkan ETT dengan tangan kanan •Beri udara menggunakan ambubag dengan mendengarkan menggunakan stethoscope untuk meyakinkan bahwa penempatan ETT benar • Beri udara pada balon ETT menggunakan spuit utk mengamankan posisi tube


CRICOTHYROIDOTO MY

Indikasi: Diperlukan bila obstruksi jalan napas tidak dpt di bersihkan dan ETT tidak Kontra indikasi (Relatif): berhasil 1. Tidak menunjukkan indikasi 2. Risiko > manfaat 3. Umur <8 tahun (10 tahun)


(Recovery Position)


Posisi Stabil / Recovery Position Tujuan:

◦Membebaskan jalan nafas ◦Melindungi jalan nafas dari muntah/lendir Tehnik:  ◦Miringkan korban dengan posisi tangan dibawah dagu  sehingga kepala dapat lebih terangkat. 


POSISI STABIL

◦Lepaskan kacamata dan barang­barang berbahaya ◦Berlututlah di sisi korban dan pastikan kedua kaki korban dalam  keadaan lurus ◦Letakkan lengan korban yang terdekat dengan anda dalam posisi  terbuka,  dengan siku tertekuk serta telapak tangan menghadap ke  atas


POSISI STABIL

◦Angkat lengan korban yang jauh dari anda melintang dada, dan tahan  punggung telapak tangan pada pipi korban sisi terdekat dengan anda. ◦Dengan tangan anda yang lain raih tungkai yang terjauh di atas lutut  dan tarik ke atas dengan telapak kaki tetap di tanah.


POSISI STABIL

◦ Pertahankan tangan korban menekan pipi, tarik tungkai terjauh dan  gulingkan korban ke arah anda sehingga korban berbaring pada sisi  tubuhnya ◦ Atur tungkai atas sehingga panggul dan lutut tertekuk pada sudut yang  sesuai ◦ Dongakkan leher untuk memastikan jalan napas tetap terbuka


POSISI STABIL

◦Atur posisi telapak tangan di  bawah pipi bila perlu untuk  menjaga kepala tetap  terdongak ◦Periksa pernapasan secara  teratur


Definisi & Gejala Definisi ◦ Tersumbatnya jalan nafas oleh :Makanan (daging) muntahan,benda asing  lainnya (gigi palsu), dll Gejala ◦ batuk­batuk ◦ Sulit berbicara dan sukar bernafas ◦ Mengorok (tersumbat sebagian) atau tanpa suara (total) ◦ Muka tampak tegang ◦ Kulit muka pucat ­ kemudian kebiruan ◦ Tanda distres dengan memegang kerongkongan / leher          ◦ Bila tersumbat total, korban menjadi tak sadarkan diri


3 Kecepatan &  Chain of Survival


Penanganan Terbagi tiga bagian besar:   Pasien ditemukan sadar  Pasien ditemukan sadar lalu menjadi tidak  sadar  Pasien ditemukan tidak sadar


Ditemukan Sadar 1. Motivasi untuk batuk, selama batuk masih kuat 2. BACK BLOW (hentakan pada punggung ) sebanyak 5x dengan posisi  membungkuk.  3. HEIMLICH MANUVER sampai benda asing yang menyumbat keluar 4. CHEST THRUST untuk orang gemuk atau ibu hamil


Heimlich M anuver

Heimlich Manuver


Chest Thrust (Tekan Dada)


Ditemukan sadar menjadi tidak Sadar

1. Baringkan terlentang ­ panggil bantuan 2. FINGER SWEEP (korek mulut) untuk mengeluarkan  sumbatan 3. Posisikan jalan nafas, beri nafas buatan 4. ABDOMINAL TRUST 5 kali (posisi berbaring) 5. Ulangi prosedur no. 3 dan 4 dst


Abdominal Trust


Back Blow ď&#x192;&#x2DC;Bila penderita sadar dapat batuk keras, observasi ketat. ď&#x192;&#x2DC;Bila nafas tidak efektif atau berhenti, lakukan back blow 5 kali (hentakan keras pada punggung korban di titik silang garis antar belikat dengan tulang punggung/vertebrae). ď&#x192;&#x2DC;Bila penderita tidak sadar, tidurkan terlentang, lakukan chest thrust (untuk bayi, ibu hamil, orang gemuk ), tarik lidah apakah ada benda asing, beri nafas buatan.


Finger Swept


Ditemukan tidak Sadar 1. Danger ­ cek Respon ­ Panggil bantuan 2. Cek nafas (look ­ listen ­ feel) 3. Nafas buatan 1 kali ­ posisikan ­ nafas buatan 1 kali 4. Abdominal Trust 5 kali 5. FINGER SWEEP (korek mulut) 6. Ulangi prosedur no. 3 dan 4 dst


Cedera Kepala  

DRABC Lindungi kepala dari cedera  lebih lanjut Hentikan perdarahan luar,  jika ada Jangan diberi makan atau  minum Segera cari bantuan medis


Cedera Kepala Gejala :     

   

Riwayat kejadian Sakit kepala Mual / muntah Tidak sadarkan diri beberapa saat Perubahan kesadaran → mengantuk, bingung, hilang ingatan, lekas  marah Hilangnya kekuatan alat gerak tubuh (mungkin hanya sesisi) Hilangnya koordinasi Mungkin kejang­kejang Tidak dapat menahan BAK (hilang kontrol).


Cedera Kepala Penanganan   

DRABC Hentikan perdarahan dari kulit kepala. Bahaya cedera tulang kepala : ◦Rusaknya jaringan otak ◦Perdarahan dalam otak.

  

Perdarahan dalam otak → penekanan dalam tengkorak → tidak  sadar → kematian. Indikasi kerusakan atau cedera kepala yang hebat → perubahan  kesadaran. Cedera kepala + perubahan kesadaran → duga adanya cedera  tulang belakang.


Cedera Kepala­Penanganan


Cedera Tulang Belakang 

 

   

Penyebab : ◦ Kecelakaan mobil/sepeda motor ◦ Jatuh dari ketinggian ◦ Tertimpa atau terbentur benda berat. Informasi penting → riwayat kejadian. Lebih baik menduga terjadinya cedera tulang belakang,  daripada mencari­cari tanda cedera tulang belakang. Tanda dan gejala : Rasa sakit di leher dan tulang belakang Rasa sakit ditusuk­tusuk di seluruh tubuh Hilangnya fungsi gerak tangan, kaki atau tubuh.


Cedera Tulang Belakang­ Penanganan       

DRABC Pertahankan korban tenang dan tidak bergerak Jaga agar kepala dan leher tidak bergerak Pasang cervical colar Lindungi korban dari sengatan dingin Segera cari bantuan medis. Jangan pindahkan korban kecuali ada bahaya


Cedera Tulang Belakang­ Penanganan


Cedera Jaringan Lunak 

Terkilir: ◦ Kerusakan pada ligament akibat menggerakkan sendi melebihi yang dapat  dilakukan → tertariknya atau koyaknya ligament. ◦ Gejala : nyeri, semakin hebat bila digerakkan, bengkak atau memar. Cedera otot (strains): ◦ Kerusakan akibat tertariknya otot atau tendon. ◦ Gejala : rasa sakitnya tajam dan terjadi tiba­tiba, semakin hebat bila digerakkan  serta bagian yang terluka akan terasa lembek dan kehilangan kekuatan. Pergeseran sendi (dislokasi).  ◦ Tanda : ada perubahan bentuk pada persendian. ◦ Jangan coba untuk memperbaiki sendiri. ◦ Sanggah tungkai yang mengalami dislokasi dan lakukan pertolongan seperti pada  patah tulang.


Cedera Jaringan Lunak­ Penanganan:  

DRABC METODE RICE ◦REST  : ISTIRAHATKAN KORBAN ◦ICE  : KOMPRES DENGAN ES < 20 MNT,                  SELANG­SELING ◦COMPRESION  : BALUT ◦ELEVATION : TINGGIKAN 

CARI BANTUAN MEDIS


PERDARAHAN


PERDARAHAN Prinsip-Prinsip Menghentikan Perdarahan Luar :  Lindungi diri sendiri → gunakan sarung tangan.  Jangan cabut dan gerakkan benda asing yang menancap pada luka, balut sekitar benda tersebut.  Posisikan korban, duduk atau berbaring → menenangkan korban dan mengurangi denyut jantung.  Tekan langsung → gunakan bantalan kassa / perban yang bersih (steril).  Tinggikan daerah luka → memperlambat perdarahan.  Tekan titik tekan.  Balut luka → membendung aliran darah.  Periksa nadi → menilai apakah balutan terlalu kencang.  Immobilisasi daerah luka.  Bila masih berdarah → jangan buka balutan, tambahkan balutan


PERDARAHAN Tujuan utama pertolongan pertama: Mempertahankan penderita tetap hidup  Membuat keadaan penderita tetap stabil  Mengurangi rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan  rasa cemas 


PERDARAHAN Tiga klasifikasi dari perdarahan: 1. Kapiler ­ Perdarahan dari pembuluh darah kapiler sangat lambat  keluarnya.  2. 3.

Vena ­ Perdarahan dari pembuluh darah Vena ­ merah kehitaman  Arteri ­ Perdarahan Arteri ­ Warna merah segar menyembur dari luka

Perdarahan dari arteri mengancam nyawa dan susah untuk di kontrol.


Jenis­jenis Perdarahan


Prinsip menghentikan  perdarahan:            

Lindungi diri sendiri → gunakan sarung tangan. Jangan cabut dan gerakkan benda asing yang menancap pada luka, balut sekitar benda tersebut. Posisikan korban, duduk atau berbaring → menenangkan korban dan mengurangi denyut jantung. Tekan langsung → gunakan bantalan kassa / perban yang bersih (steril). Tinggikan daerah luka → memperlambat perdarahan. Tekan titik tekan. Balut luka → membendung aliran darah. Periksa nadi → menilai apakah balutan terlalu kencang. Immobilisasi daerah luka.  Periksa kembali perdarahan, apakah sudah berhenti atau balutan tidak kencang. Istirahatkan dan tenangkan korban → mengurangi kecemasannya. Bila masih berdarah → jangan buka balutan, tambahkan balutan


Perdarahan­Penanganan

“ Usahakan agar daerah yang terluka diangkat dan posisi lebih tinggi dari jantung ”


Mimisan (Epitaksis) Penekanan langsung


 Tourniquet Dilaksanakan pada luka AMPUTASI (anggota badan yang terputus )


Balut Tekan


Penanganan luka amputasi 1. 2. 3. 4.

Tutup ujung tungkai yang putus dengan kain yang  bersih Bersihkan bagian yang putus, kemudian masukkan  kedalam kantong plastik.  Masukkan bungkusan tersebut kedalam kantong  plastik yang berisi air dingin atau air es Bawa potongan tersebut ke rumah sakit bersama  dengan pasien


Jenis­jenis Luka.


Luka Adalah Terputusnya kontinuitas  jaringan yang disebabkan oleh benda tajam  atau tumpul, benda panas, bahan kimia dan  lain­lain.


LUKA BAKAR _ Penyebab 1. Panas berlebihan (api, air, minyak dan benda panas)


Efek terhadap manusia 1. Kematian jaringan kulit bagian atas sampai dalam 2. Daerah kulit mudah terinfeksi 3. Rasa sakit yang hebat

4. Daerah yang terluka kemerahan, bengkak dan bergelembung atau hitam/hangus 5. Syok


Berdasarkan kedalamannya,  1.Luka Bakar derajat I :

◦ Sangat sakit, namun tidak terlalu berbahaya ◦ Daerah yang terbakar berwarna kemerah­ merahan.

1. Luka Bakar derajat II :

◦ Sangat sakit sekali ◦ Lebih berbahaya daripada derajat I ◦ Terdapat kemerahan dan gelembung air (blister) ◦ Sekitar luka agak bengkak.

1. Luka Bakar derajat III :

◦ Tidak terasa sakit, karena ujung­ujung sarafnya  telah ikut terbakar ◦ Area luka bakarnya terlihat gosong, hitam atau  keputih­putihan. ◦ Juga terdapat luka bakar derajat I dan II.


Luas luka bakar RULE OF NINE


Penanganan Luka Bakar      

     

DRABC Padamkan baju yang masih terbakar Lepaskan benda­benda yang masih berasap dan panas Jangan lepaskan pakaian yang sudah lengket dengan kulit Potong benda yang dapat meleleh di pergelangan tangan atau jari Dinginkan area yang terbakar dengan air dingin yang mengalir, selama ±  10 menit Jangan pegang/sentuh luka bakar atau memecahkan gelembung air. Jangan oleskan krim atau apapun di atas luka bakar Tutup luka bakar dengan perban/kain yang tidak lengket Bila terkena wajah, leher atau dada → monitor pernafasan Bila korban tidak sadarkan diri → baringkan dalam posisi miring Cari bantuan medis


Penanganan umum

1. Hentikan proses pembakaran kulit: tuang air dingin mengalir  di atas daerah luka, basuh cairan kimia selama 20 menit  atau lebih, Lepaskan pakaian dan perhiasan (jangan  dipaksa) 2. Lakukan pertolongan pertama (ABC) ­ dapat dilakukan  sebelumnya. 3. Tutup luka dengan kasa steril kering 4. Jaga pasien tetap hangat


Penanganan umum

1. Hentikan proses pembakaran

2. Singkirkan pakaian yang menutupi

3. Tutup dengan kasa steril


Larangan 1. Jangan pakai minyak, krim atau kasa berminyak 2. Jangan pecahkan gelembung 3. Jangan beri minum alkohol 4. Jangan sampai memberi pendingin berlebihan 5. Jangan gunakan handuk, kapas, selimut, atau plester  langsung pada luka bakar. 


Luka bakar saluran nafas Lebih dari 80% kematian akibat kebakaran disebabkan menghirup  udara panas, asap dan berbagai gas beracun. Pembengkakan mukosa saluran nafas dapat menyebabkan nafas  tersumbat, merupakan komplikasi yang sulit ditangani. Tanda­tandanya: 1. Bulu hidung terbakar, luka bakar diwajah 2. Kesulitan nafas, bau nafas berasap  3. Serak, batuk, sulit bicara 4. Kebiruan Oksigen perlu segera diberikan jika ada tanda­tanda di atas. 


Luka bakar saluran nafas


Luka bakar kimia Penanganan: •

DRABC

Segera cuci dengan air mengalir selama 20 menit

Lepaskan baju yang terkena dan alas kaki (jangan  sampai kena anda juga)

Jangan berusaha melepaskan zat yang menempel  pada kulit

Tutup daerah luka dengan kasa steril/kasa bersih

Cari pertolongan medis


Luka bakar kimia _ Penanganan :

Bersihkan bahan kimia yang  menempel

Siram dengan air mengalir  selama 10­20 menit


Tersengat Listrik Tanda­tanda: •

Kesadaran terganggu, luka bakar yang serius

Nadi lemah, tidak teratur atau tidak ada.

Nafas dangkal dan tidak teratur

Patah tulang akibat hentakan otot yg keras

Ada luka masuk dan luka keluar

Penanganan: Seperti penanganan kasus luka bakar lain. Korban dapat terlempar  jauh sehingga perlu diperhatikan luka trauma lain.


Tersengat Listrik Luka bakar listrik derajat  3

Luka bakar akibat  kawat listrik


Tersambar petir Biasa orang yang berada di lapangan terbuka, dibawah pohon, diatas atau dekat air dan dekat telepon. Korban dapat cedera karena terkena langsung atau oleh benda yang terlempar oleh petir. Gejala: 1. Sistem saraf: tidak responsif, lumpuh sebelah 2. Indera: buta, tuli, tidak dapat bicara. Pecah gendang telinga. 3. Kulit: gambaran menyebar seperti bunga, berbercak,  4. Jantung: Irama jantung kacau sampai berhenti berdenyut 5. Pembuluh darah: kulit pucat, dingin, darah bisa membeku sehingga  menyumbat mengakibatkan kematian jaringan.


Sengatan matahari Gejala: •

Kulit kemerahan terasa perih yang sangat

Biasanya luka bakar derajat satu dan ringan

• Cepat sembuh dengan krim anti luka bakar Penanganan: •

Siram dengan air dingin, bisa pakai krim luka bakar

Istirahatkan ditempat sejuk

Pada bayi dan kasus gelembung perlu pertolongan medis


Aspal panas Penanganan: •

Jangan mencoba berusaha melepaskan aspal yang  melekat.

Guyur air dingin atau air es bila ada

Gunakan Kain/handuk dingin agar suasana tetap dingin  selama 30 menit

Bila kena mata bilas dengan air selama 20 menit, lalu tutup.

Segera cari pertolongan medis.


Sesi 10.

SYOK


SYOK MAKHLUK HIDUP BUTUH OKSIGEN 

Unit dasar kehidupan = sel

Sel perlu oksigen untuk hidup

Oksigen (­) Energy (­)  Kehidupan (­)


SISTEM JANTUNG DAN PEREDARAN DARAH 

Memompakan darah yang mengandung oksigen ke  seluruh tubuh  

Mengeluarkan karbon dioksida sisa pembakaran  dalam tubuh 


SISTEM JANTUNG DAN PEREDARAN  DARAH Sistem jantung dan peredaran darah yang baik harus  dapat mengalirankan Atau menyalurkan oksigen  sampai kebagian tubuh yang terjauh/terujung


SISTEM JANTUNG DAN PEREDARAN  DARAH SISTEM TIDAK BERFUNGSI OKSIGEN DI JARINGAN TDK CUKUP   SYOK


TANDA AWAL SYOK: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kulit pucat, dingin, basah Gelisah, kesadaran menurun Pusing  Mual Haus  Denyut nadi  > 100 X/mnt, kecil.  Nafas cepat


TINDAKAN PENANGANAN SYOK:     

DRABC Pastikan jalan nafas dan pernapasan baik  Beri oksigen Tidurkan terlentang dan posisi kaki lebih tinggi  dari kepala Pakaian  dilonggarkan


TINDAKAN PENANGANAN SYOK:  

 

Stabilisasi bila ada patah tulang Cegah kehilangan  panas tubuh dengan memberi  selimut Jangan diberi minum bila kesadaran menurun Segera kirim ke klinik/rumah sakit


DISLOKASI Definisi Terlepasnya tulang sendi dari tempat kedudukannya dan sambungan antara tulang yang satu dengan yang lainnya.  Gejala dan tanda ­ Sakit dan bengkak kemerahan/kebiruan ­ Sulit digerakkan ­ Kelainan bentuk sendi ­ Bentuk sendi tidak normal ­ Tulang sekitar masih utuh


Penanganan Umum Dislokasi 1.  DRABC 2.  Stop perdarahan jika ada.  3.  Jangan coba­coba memperbaiki posisi sendi yang     lepas  (dislokasi). ­ Jika di daerah tungkai (kaki/tangan):    Periksa nadi, jika tidak ada gerakan tungkai    perlahan untuk mengembalikan aliran darah. ­ Istirahatkan tungkai senyaman mungkin ­ Naikan tungkai jika mungkin ­ Kompres es ­ Gunakan bantalan atau perban untuk mensuport    sendi pada posisi sewaktu ditemukan


PATAH TULANG (fraktur) Definisi

Terpisahnya tulang menjadi 2 atau beberapa  bagian, komplit atau partial (retak).

Penyebab

Trauma langsung ­ Patahan terjadi di daerah yang  terkena trauma. Trauma tidak langsung ­ Patahan terjadi pada  tulang yang jauh dari daerah trauma

Kontraksi otot yang tidak normal ­ hentakan  tiba­tiba otot (contoh patah tempurung lutut pd  orang tua yang sehabis keseleo)


Akibat  PATAH TULANG Perdarahan Pada patah tulang besar (paha) perdarahan dapat hebat  1 / 2 liter.  

Kerusakan jaringan sekitarnya Otot, pembuluh darah dan sarah dapat rusak / terputus.

Nyeri Syok – bisa saja terjadi


PATAH TULANG ­ JENIS TERTUTUP Kulit tidak terluka dan perdarahan disekitar jaringan.  TERBUKA Patahan tulang menyebabkan kulit terluka atau tulang  menembus kulit. Perdarahan hebat dan bahaya infeksi. KOMPLIKASI Organ vital tubuh rusak contohnya patah tulang rusuk  disertai sobeknya paru­paru. 


PATAH TULANG ­ JENIS


PATAH TULANG ­  CONTOH KASUS Patah tulang tertutup

Patah tulang terbuka


Fraktur Tulang Rusuk  (costae) -Pasang bidai plester 3 sisi (Stipping) -Tempelkan plester saat mengeluarkan nafas -Plester dipasang mulai tulang punggung sampai tulang dada yang dimulai dari iga bawah dan dipasang saling berhimpitan


Fraktur Tulang Rahang -Hilangkan rasa sakit dengan kompres es -Balut pakai pembalut segitiga dengan lipatan 2-3 kali, lalu bagian ujung dipotong memanjang di tengah untuk mengikatkan


GEJALA DAN TANDA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Bunyi patahan tulang dapat terdengar.  Nyeri di tempat atau sekitar daerah cedera Sulit atau tidak dapat digerakan Tidak ada kekuatan Bentuk menjadi tidak normal, terputar atau bertambah pendek. Nyeri jika ditekan perlahan. Bengkak Lembam Suara gesekan antar tulang jika bergerak


PENANGANAN UMUM • • • •

• • • •

DRABC + Perdarahan Periksa jenis patah tulang: tertutup/terbuka/komplikasi Beritahu korban agar tidak menggerakkan bagian yang  cedera. Imobilisasi patahan dan sendi diatas dan dibawah­nya  dengan slings, verban atau splints untuk mencegah  pergerakkan Periksa nadi di tungkai sebelah bawah daerah cedera. Tangani secara perlahan Periksa korban dengan seksama dan awasi tanda syok Panggil bantuan medis.


PENANGANANÂ UMUM

1. Stabilkan posisi

3. Tangani perdarahan

2. Ekspose daerah cedera

4. Cek nadi di ujung bawah


PENANGANAN UMUM

5. Ukur panjang papan penahan  untuk menopang sendi diatas dan  bawah daerah cedera

6. Ikat papan penahan dengan ketat


PEMBALUTAN dan PEMBIDAIAN • • • • • •

Gunakan pembalut yang selebar mungkin Sisipkan pembalut dibawah celah tubuh yang alami Tahan tungkai dan lakukan tarikan perlahan sampai  pembalut terikat ketat. Setiap 15 menit cek pembalut agar tidak terlalu kuat  ataupun terlalu longgar Bidai dapat terbuat dari apa saja yang cukup panjang  untuk menyokong sendi di atas dan bawahnya. Penahan harus diletakan diantara bidai dan daerah lekuk  alami.


PEMASANGAN SLING  (PENYANDANG)

1. Letakkan alas 2. Gantungkan lengan dengan kain segitiga dan ikatkan dibelakang leher 3. Eratkan lengan ke badan dengan kain segitiga lain


PEMASANGAN SLING (PENYANDANG) SLING LENGAN BAWAH - TANGAN

PEMBIDAIAN JARI TANGAN


Penyandang Lengan


Penyandang Leher dan siku


Penyandang St.John


PEMASANGAN AIR  SPLINT


GIGITAN ULAR  ­  SNAKE BITE Ular biasanya tidak agresif, dan hanya menggigit bila terusik atau salah  pegang. Beberapa ular beracun al : ular coklat, belang, cobra, ular taipan dan  ular laut. PENCEGAHAN :  Jangan membuat koleksi dari ular   Di daerah yang banyak ular, pakai sepatu, kaos kaki dan jeans bila     keluar rumah  Jangan masukkan tangan dicelah­celah timbunan kayu atau sampah  Bila berjalan di semak belukar usahakan membuat suara berisik dan  hati­hati bila berjalan di rumput yang tebal, potong pendek rumput di  sekitar rumah, tempat kerja dan sekolah   Pakai senter bila berjalan di malam hari 


GIGITAN ULAR  ­ JENIS ULAR BERBISA


GIGITAN ULAR  ­ GEJALA dan TANDA Gejala tak segera muncul, tetapi 15 menit sampai 2 jam kemudian setelah  korban digigit ular.  Perhatikan kondisi korban setelah digigit :  Reaksi emosi yang kuat, penglihatan kembar, mengantuk  Sakit kepala, pusing dan pingsan  Mual dan atau muntah dan diare, rasa sakit atau berat didada dan                                                                                               perut  Tanda­tanda tusukan gigi, gigitan biasanya pada tungkai/kaki  Daerah gigitan bengkak, kemerahan, memar,   Sukar bernafas dan berkeringat banyak 


GIGITAN ULAR  ­ PENANGANAN    

DRABC Istirahatkan dan tenangkan korban Pakai pembalut tekan elastis Segera cari pertolongan medis, jangan tinggalkan korban  sendirian

PERHATIKAN :   Jangan mencuci racun yang ada di kulit   Jangan memotong atau mengiris daerah gigitan   Jangan mencoba mengisap racun sendiri   Jangan pakai pembalut ikat/torniket   Jangan mencoba menangkap ularnya


Pemasangan PEMBALUT TEKAN  ELASTIS Dipasang menutupi daerah gigitan sepanjang lengan/tungkai, memakai  pembalut elastis atau bahan lain selebar 10 ­ 15 cm 1. Pasang pembalut dengan tekanan cukup pada daerah luka, jangan  sampai aliran darah terganggu 2. Balut mulai dari daerah luka ke arah jari­jari lalu ke atas lagi sampai  ketiak atau pangkal paha 3. Usahakan membalut seluruh lengan atau tungkai tersebut 4. Pasang bidai dan jangan digerakkan lagi 5. Posisi daerah gigitan lebih rendah dari letak jantung


PENANGANAN GIGITAN ULAR ­  Pembalut Tekan

CIRI KHAS GIGITAN ULAR


Sesi. 13 DROWNING (TENGGELAM)


DEFINISI Kematian karena kekurangan udara (oksigen) akibat paru­ paru terendam air Fakto penyebab : ­ Kedinginan akibat terlalu lama didalam air dan air dingin ­ Kelelahan  ­ Kemampuan fisik menurun ­ Kecelakaan olahraga air, bekerja dikapal, pelabuhan, dll ­ Kehilangan orientasi dan panik saat tercebur kedalam  air ­ Terbatas nya kemampuan berenang


PROSES TERJADINYA 1. 2.

3.

4.

5.

Korban berusaha untuk tetap berada di permukaan air sambil  berusaha menghirup udara sekuatnya Ketika tidak mampu lagi berada dipermukaan air dan mulai  terendam, ia sekali lagi berusaha mengambil dapas dalam dan  menahannya, saat inilah air mulai masuk jalan napas. Terjadi aktifitas batuk dan usaha menelan beberapa kali dan  gerakan menarik nafas tak terkendali berakibat semakin banyak  menelan air Saat air melewati pangkal lidah (epiglotis) menimbulkan refleks  spasme katup saluran napas (larynx) sehingga udara dan air tak  dapat masuk kedalam paru­paru, korban menjadi hipoksia  (kekurangan oksigen) dan kehilangan kesadaran diikuti henti  napas dan henti jantung. Korban tak sadar dan terapung dengan badan terbalik ke bawah


NYARIS TENGGELAM : Bila korban saat berada didalam air masih bernafas dan membatukkan  air. Merupakan keadaan awal dari tenggelam dan perlu ditolong  segera. TENGGELAM DI AIR TAWAR (SUNGAI, DANAU, KOLAM) : 1. Air yang di jaringan paru masuk ke aliran darah berakibat darah jadi  lebih encer (hemodilusi) dan merusak sel­sel darah merah. 2. Penyebab kematian tersering adalah kurangnya udara pernafasan  sebagai akibat spasme otot pernafasan dan paru­paru berhenti  bekerja. TENGGELAM DI AIR ASIN (LAUT) : 1. Air asin yang dijaringan paru menarik cairan yang ada dalam darah  dan bercampur dengan udara yang di paru­paru 2. Timbul lapisan busa yang menghambat masuknya oksigen ke darah


FAKTOR KETAHANAN (SURVIVAL) tergantung : 1. Air laut atau air tawar      Air laut (asin) lebih cepat merusak jaringan paru dan  mempercepat henti nafas dan henti jantung diikuti kematian  korban 2. Air dingin atau hangat     Air dingin mengakibatkan hipotermia dan kram otot otot  gerak, kemampuan apung menurun 3. Air jernih atau keruh 4. Arus tenang atau arus deras dan gelombang 5. Kemampuan dan pengetahuan berenang 6. Penguasaan emosi untuk tidak panik


Faktor Penentu Kondisi Korban : Responsif dan mampu bergerak­ulurkan batang kayu atau lempar tali  adalah cara yang paling aman  Korban luka dan tidak stabil­ tarik keluar dari air secepatnya  Korban terendam air harus diberikan bantuan nafas secepatnya. 2. Kondisi air :  Jernih – bisa melihat bahaya di dasar air dan luka korban  Suhu – dingin, resusitasi diteruskan sampai korban di hangatkan  Arus deras – lokasi korban berpindah, aman bagi penolong ?  Kedalaman air – kaki bisa berpijak atau perlu alat bantu lain  Bahaya lainnya – minyak, gas, sampah, resiko aliran listrik 3. Sumber potensil – team rescue handal, pelampung perorangan. 1. 


HARUS DI INGAT 1.

2. 3. 4. 5. 6.

7.

Di dalam air (laut, sungai, danau, banjir) tersimpat banyak bahaya antara  lain : libang,balok kayu tajam, pohon roboh, pagar kawat/besi tak  nampak. Air bergerak cepat sangat berbahaya Jangan berjalan dalam air arus deras setinggi lutut, dapat menyeret dan  menghanyutkan penolong. Waspada bila ada tumpahan minyak, oil, gas dipermukaan air Sulit mendeteksi adanya luka pada korban tenggelam dalam air, antara  lain : Curiga adanya trauma spinal pada setiap korban tidak sadar sebagai  akibat kecelakaan saat menyelam, terjatuh dari kapal, jetty, tertabrak  perahu, ski air, selancar dan terjun pada kolam dangkal. Bila tak mahir berenang dan tak mampu menolong, jangan masuk ke air  yang dalam atau mencoba berenang untuk menolong korban


TENGELAM ­ MEKANISME 1.

2. 3.

Gerakan panik tak terkendali, korban berusaha  tetap dipermukaan air sambil menghirup udara  sebanyaknya. Korban terus berusaha menghirup udara selama  mungkin, tapi air terhirup kejalan napas Kehilangan kesadaran, kejang, pernafasan terhenti,  jantung kemudian berhenti. Disertai kematian  korban


STRATEGI PENANGANAN R = REACH  = MENGGAPAI T = THROW = MELEMPAR R =  ROW     = BERSAMPAN S = SWIM     = BERENANG


TENGGELAM –  STRATEGI PENANGANAN


SYARAT MUTLAK PENOLONG 1. 2.

3.

4.

Penolong harus mahir berenang Penolong telah terlatih khusus dalam memberikan  pertolongan di air Penolong harus memakai alat bantu pelampung  perorangan Penolong harus ditemani oleh penolong lain (tidak  seorang diri)


PERINSIP PENANGANAN A. KORBAN SADAR DAN MEMBERIKAN RESPONS : 1. Priksa dan pastikan tidak ada  trauma spinal 2. Keluarkan korban dari dalam air secepatnya dengan cara paling  aman 3. Lakukan pemeriksaan ABC, bila korban menjadi tidak sadar buat  posisi recovery. Bersiap untuk melakukan resusitasi bila korban  bertambah buruk, tak bernapas dan tak berdenyut 4. Berikan oksigen aliran tinggi bila ada dan tahu cara pakai 5. Selimuti korban dan lepaskan baju yang basah, bila mungkin  pindahkan korban ketempat yang lebih hangat


PRINSIP PENANGANAN B. KORBAN TAK SADAR, BERNAFAS, AIR DANGKAL : 1. Pertahankan jalan nafas terbuka, muka hadap ke atas dan  tetap ada dipermukaan air 2. Topang punggung korban tanpa menggerakkannya 3. Bila ada penolong lain dapat membantu menopang kepala  dan leher dari belakang korban


PRINSIP PENANGANAN C. KORBAN TAK SADAR MUKA HADAP KEBAWAH : Bantuan pernafasan harus segera diberikan meskipun masih  dalam air : 1. TEHNIK HEAD SPLINT : DI AIR DANGKAL ­ Penolong disisi korban ­ Luruskan ke 2 lengan korban dan rapatkan ­ Putar badan korban ke arah kita ­ Saat memutar korban rendahkan badan ­ Pertahankan stabilitas kepala, leher, badan dengan menahan  kepala diantara kedua lengan


C. KORBAN TAK SADAR MUKA HADAP KEBAWAH

Bantuan Pernafasan harus segera diberikan meskipun masih di dalam air, caranya : 1. TEHNIK HEAD SPLINT : DI AIR DANGKAL Penolong di sisi korban, kearah kita

Luruskan ke 2 lengan &rapatkan

Saat memutar korban, rendahkan badan

Putar badan korban

Pertahankan stabilitas kepala, leher, badan dengan menahan kepala diantara ke 2 lengan


PRINSIP PENANGANAN 2. TEHNIK HEAD CHIN SUPPORT DI AIR DALAM ­ Ambil posisi, pegang kepala dan dagu ­ Putar korban sambil kita bergerak ke bawah ­ Putar korban sampai muka ke atas air ­ Tahan kepala tetap di atas air dan lurus dengan  badan sampai back board dipasang


2. TEHNIK HEAD CHIN SUPPORT DI AIR DALAM 1. Ambil posisi, pegang kepala dan dagu

3. Putar korban sampai muka ke atas air

2. Putar korban sambil kita bergerak kebawah

4. Tahan kepala tetap di atas air dan lurus dengan badan sampai back board dipasang


PRINSIP PENANGANAN C. KORBAN TAK SADAR DALAM BAHAYA (DI AIR DALAM­ DINGIN­DERAS ATAU PERLU RESUSITASI) : 1. Penolong harus benar­benar mahir memberikan pertolongan 2. Bantuan pernafasan harus segera dimulai selagi korban di air 3. Teruskan bantuan pernafasan sementara korban dipasang  back board dan dipindahkan ke daratan 4. Setiba di daratan bantuan pernafasan tetap dikerjakan,  dilanjukan dengan penekanan dada (kompresi) bila jantung  berhenti 5. Penekanan dada hanya dapat dilakukan di darat 6. Peniupan bantuan pernafasan harus lebih kuat dari biasanya 7. Bila perut kembung, miringkan ke samping dan tekan  perutnya.


PERTOLONGAN DI DARAT Pada semua kasus kecelakaan di air, pada korban tak sadar harus  dianggap mengalami trauma leher dan spinal Bila tiba di tempat korban sudah tergeletak di darat atau dibawa  oleh orang lain ke darat, yang harus di kerjakan : 1. Lakukan pemeriksaan awal sambil melindungi leher dan spinal 2. Berikan segera bantuan pernafasan; dan bila nadi tak berdenyut  kerjakan resusitasi paru jantung sesuai prinsif ABC 3. Periksa tanda­tanda perdarahan 4. Atasi syok, beri oksigen bila ada, segera kirim ke RUMAH SAKIT 5. Sementara di transport ke Rumah Sakit, ulangi pemeriksaan  ABC dan bila perlu lanjutkan Resusitasi Paru dan Jantung (CPR)


DUGAAN TRAUMA SPINAL 1.

2.

3.

4. 5.

Harus selalu di ingat, bantuan pernafasan dan kompresi dada  (CPR) harus dilakukan lebih dulu sebelum menstabilkan kepala,  leher dan tulang belakang. Bila korban masih didalam air dan dalam bahaya, segera  keluarkan dari air dengan memegang kepala­ leher­ badan tetap  lurus, buka jalan nafas dengan cara JAW THRUST maneuver. Bila ada long Spine Board, bila dipasang dari bawah korban  dengan bantuan orang lain, sesuaikan dengan panjang badan dan  Neck coller (penyangga leher) bila ada Korban tetap di atas Long Spine Board selagi ditarik ke darat  sambil tetap memberikan bantuan pernafasan Segera bawa ke Rumah Sakit setelah korban stabil dan aman


Sesi.6

MENGANGKAT & MEMINDAHKAN  KORBAN  (LIFTING & TRANSPORTING)


Tujuan ◦Mengerti dasar cara mengangkat yang aman  (Safety Lifting) ◦Mampu mengangkat & memindahkan korban  dengan aman.


Prinsip Dasar Lifting ◦Tekuk lutut, jaga kelurusan  tulang belakang ◦Dekatkan benda yang akan  diangkat ke badan  ◦Pandangan lurus kedepan,  kencangkan otot perut &  angkat dengan otot paha. ◦Jangan mengangkat  dengan cara menghentak ◦Cari bantuan bila perlu


Cara Mengangkat yang Salah


Beberapa cara Mengangkat &  Memindah Korban


Beberapa cara Mengangkat &  Memindah Korban


Beberapa cara Mengangkat &  Memindah Korban


Beberapa cara Mengangkat &  Memindah Korban


Cara Mengangkat dengan 3 orang  penolong ◦Penolong pada arah kepala  sebagai komando ◦Dekati korban dengan salah satu  kaki berlutut dan yang lain pada  arah kepala diangkat (kuda­kuda) ◦Masukkan tangan dibawah korban  hingga ke seberang


Cara Mengangkat dengan 3 orang  penolong ◦Angkat dan taruh pada kuda­kuda  ◦Peluk/dekap korban ke badan. ◦Pandangan lurus, tegangkan perut.  Dengan tumpuan pada otot paha,  angkat korban ◦Pindahkan korban dengan berjalan kaki  didepan.


Teknik Log Roll dan memindahkan korban ke tandu: 1. Komando di posisi kepala bertugas mempertahankan jalan nafas dan mempertahankan posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh serta memperhatikan ABC. 2. Tangan penolong berada pada titik-titik tertentu.


Teknik Log Roll dan memindahkan korban ke tandu: 3. Komando diberikan untuk setiap tindakan sambil tetap menjaga posisi kepala sejajar dan ABC. 4. Penolong kedua memeriksa bagian punggung korban, dan memeriksa cedera lain.


Teknik Log Roll dan memindahkan korban ke tandu:

5. Tandu dirapatkan kepunggung korban dan secara bersamaan di turunkan.


Teknik Log Roll dan memindahkan korban ke tandu:

6.  Korban difiksasi  dan siap di  evakuasi.


GIGITAN DAN  SENGATAN Gigitan dan sengatan binatang tertentu dapat berbahaya, karena racun yang ditusukkan atau karena orang tsb alergi terhadap  serangga tertentu REAKSI ALERGI GIGITAN ­ SENGATAN SERANGGA : * Kulit kemerahan dan bengkak, rasa panas dan gatal * Tenggorokan bengkak, sesak napas (wheezing) PENANGANAN : 1. ABC 2. Gunakan pembalut elastis / tekan, beri obat alergi bila ada 3. Cari bantuan medis, berikan bantuan napas dan RJP bila perlu


GIGITAN LABA­LABA  dan KUTU Laba-laba Merah

Gigitan Semut Api

Kutu (Tick)


GIGITAN DAN SENGATAN PEMBALUT TEKAN ELASTIS Digunakan pada reaksi alergi atau mengatasi sengatan/gigitan binatang sbb  : * Octopus (gurita) biru, Ubur­ubur, Kerang * Laba­laba * Ular KOMPRES ES : Untuk atasi Gigitan dan sengatan dari serangga dalam  tanah. Umumnya tidak berbahaya, a.l : * Lebah * Kelabang dan Kalajengking * Laba­laba merah


GIGITAN dan SENGATAN ­ LEBAH / TAWON Sengatan lebah biasanya tertinggal di kulit melekat  dengan kantung bisanya PENANGANAN : 1. Lepaskan sengat lebah dengan ujung kuku atau  mata pisau 2. Bersihkan daerah sengatan 3. Kompres dingin 4. Bila alergi atau ada riwayat alergi, beri obat anti  alergi (mis. : CTM)


GIGITAN dan SENGATAN ­ LABA­ LABA GEJALA dan TANDA : * Sakit pada daerah gigitan sebagai gejala awal * Mual dan nyeri perut, berludah terus * Sulit bernafas, batuk berlebihan * Kulit dingin dan gemetar, otot­otot melemah PENANGANAN * DRABC * Istirahatkan dan tenangkan penderita * Pasang pembalut tekan elastis  * Segera cari pertolongan medis


GIGITAN dan SENGATAN  ­  GURITA Gigitan Gurita biasanya tak sakit,  sering korban tak menyadarinya GEJALA dan TANDA :

* Sukar menelan dan bernafas * Pandangan kabur * Dalam beberapa menit, bibir dan lidah kaku * Berhenti bernafas PENANGANAN :

1. DRABC, bila perlu bantuan pernafasan buatan 2. Tenangkan korban dan baringkan 3. Pasang pembalut tekan elastis 4. Segera cari bantuan medis 


SENGATAN UBUR­ UBUR (Jelly Fish) Ubur ­ ubur banyak dijumpai di perairan tropis PENCEGAHAN : 1. Ikuti petunjuk penjaga pantai, apalagi diminta  meninggalkan pantai 2. Berenang dengan memakai pelidung tubuh 3. Masuk ke air perlahan­lahan, jangan berlari 4. Bila terasa sengatan ubur­ubur, keluar dari air  pelan­pelan, jangan panik 5. Jangan lupa bawa asam cuka dan pembalut elastis  lebar bila hendak berenang di pantai


SENGATAN UBUR­UBUR

GEJALA dan TANDA      

 

Rasa sakit segera timbul Tanda khas garis­garis bersusun Gangguan pernafasan dan sirkulasi dalam beberapa menit Tiba­tiba jadi aneh, pendiam, tingkat kesadaran menurun Siram daerah yang terluka dengan asam cuka selama 30  menit pasang pembalut tekan elastis,  pasang bidai Bila tak ada  asam cuka, usahakan cabut sungut ubur­ubur  yang masih melekat pasang pembalut elastis di atas  sengatan. Jangan menggosok luka tersebut Lanjutkan memonitor pernafasan dan Nadi Kompres es untuk mengurangi sakit, segera cari bantuan  medis


IKAN BERACUN BULLROUT dan  GURITA BIRU Gurita Biru (Blue Octopus)

Ikan Bullrouth (beracun)

Ubur-ubur (Jelly fish)


IKAN BERACUN ­ BULLROUT  dan IKAN BATU Kedua jenis ikan tersebut banyak terdapat di daerah tropis, pantai berkarang,  karang bawah laut dan pantai payau PENCEGAHAN :  Perhatikan baik­baik sebelum memungut batu karang  Hati­hati berjalan di atas karang di tepi pantai, selalu pakai sepatu  Jangan masukkan tangan atau kaki ke celah­celah batu karang  Pakai alas kaki yang cocok bila berjalan di air dalam/berlumpur   GEJALA dan TANDA :  Rasa sakit hebat pada tempat tusukan dan menyebar ke sekitarnya   Kadang­kadang ada duri yang menancap  Warna luka bau­abu/biru dan bengak  Tingkah aneh, kadang­kadang berkeringat dan syok


IKAN BERACUN ­ BULLROUT  dan IKAN BATU GEJALA dan TANDA :   Rasa sakit hebat pada tempat tusukan dan menyebar ke  sekitarnya    Kadang­kadang ada duri yang menancap   Warna luka bau­abu/biru dan bengak   Tingkah aneh, kadang­kadang berkeringat dan syok PENANGANAN :  1. DRABC  2. Segera cari bantuan medis, sementara itu luka direndam air  panas selama 20 menit 3. Tenangkan korban, lepaskan benda asing yg mudah lepas dari  kulit 4. Observasi pernafasan dan beri bantuan pernafasan bila perlu


KELABANG dan  KADAL KELABANG :  Gigitan kelabang biasanya sakit tapi tidak berbahaya  Rasa sakit seperti terbakar  Berdebar­debar lalu kaku badan PENANGANAN :   Gunakan kompres es pada daerah luka  Cari bantuan medis KADAL :  Kadal akan menggigit bila dipegang  Gigitan tidak beracun, tapi bisa berakibat infeksi  PENANGANAN :   Bila gigitan tak mau lepas ­­ pasang korek api kedalam mulutnya  Atasi luka seperti biasa  Cari bantuan medis


KUTU ( TICK )   

Biasanya kutu hanya mengakibatkan iritasi lokal/tonjolan pada kulit Bisa berakibat fatal pada manusia, kelumpuhan pada anak­anak Bentuk bulat pipih, diameter 0,5 cm, tinggal dalam celah­celah tubuh

GEJALA :  Kelemahan otot­otot muka, kelopak mata berlanjut ke lengan dan otot  pernafasan PENANGANAN :  Lepaskan Tick yang melekat pada kulit dengan ujung gunting/pinset  Cari di tempat lain, biasanya pada rambut, belakang telinga dan  celah­celah tubuh yang lain  Bila masuk ke dalam telinga segera cari bantuan medis


MELEPASKAN SENGAT  LEBAH DAN KUTU Melepaskan sengat lebah

Melepaskan Kutu

Emergency  

for evreyone who knows

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you