Issuu on Google+

13

MTQ Bangun Kerja Sama Pemda dengan Masyarakat

Kabupaten Kuningan Lepas 100 PNS Purna Bhakti

K

egiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan bukti betapa besar perhatian serta kecintaan masyarakat terhadap daya tarik kitab suci Al-Qur’an yang senantiasa menjadi pedoman hidup dan kehidupan umat muslim. Momentum MTQ seyogianya dijadikan arah dan dorongan lebih kuat terbangunnya hubungan kerja sama antara Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh dan alim ulamanya secara harmonis demi kesinambungan pembangunan serta dikaitkan dengan upaya peningkatan angka IPM. Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda saat membuka MTQ di desa Kertawangunan Kecamatan Sindangagung, Senin (26/12). Turut menghadiri Ketua MUI Kuningan KH Hafidin Ahmad, Ketua PC Nu Kuningan KH. R. Mahfud Silahuddin, Camat Sindangagung Drs. Agus Basuki, M.Si, Ketua LPTQ Kecamatan Sindangagung Ust. Ujang Abdul Azis, S.Pd.I, MH. Menurutnya, pendalaman dan implementasi isi kandungan AlQur’an pada akhirnya akan membuahkan gerakan keshalehan sosial untuk individu maupun komunitas masyarakat secara lebih luas, “Walaupun pelaksanaan MTQ banyak menyita waktu, tenaga maupun biaya namun harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dalam suasana ukhuwah islamiyah,” ujarnya. Bupati Aang berharap, musabaqoh ini dapat melahirkan Qori dan Qori’ah pilihan, serta hafidz dan hafidzoh yang handal, yang akan mampu berprestasi dan membawa harum nama baik Kabupaten Kuningan pada MTQ tingkat yang lebih tinggi. Sementara itu Ketua LPTQ Kecamatan Sindangagung Ust. Ujang Abdul Azis, S.Pd.I, MH. Menjelaskan, dasar pemikiran MTQ merupakan komitmen Pemda Kabupaten Kuningan terhadap kemajuan Islam serta menumbuhkembangkan minat membaca Al-Quran pada masyarakat, yang mana, selama ini generasi penerus bangsa lebih disibukkan dengan chatting, facebook daripada membaca Al-

Qur’an.    Sedangkan, maksud serta tujuan dilaksanakan MTQ adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya untuk berintrosfeksi diri, memperingati bulan Muharram serta menggugah masyarakat terhadap kondisi lingkungan sosial. Lebih lanjut, Ia mengatakan, sasaran dari kegiatan MTQ untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat meningkatkan iman, ilmu dan amal shaleh, meningkatkan persaudaraan serta mewujudkan kesadaran umat akan pentingnya pembentukan masyarakat madani berlandaskan pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. Ujang menyebutkan, kegiatan MTQ tersebut diisi dengan 3 cabang perlombaan, cabang Tartil Qur’an (Murotal) kategori anakanak diikuti sebanyak 22 orang, cabang Tilawah kategori anak-anak diikuti sebanyak 32 orang serta cabang Khotil Qur’an kategori umum diikuti sebanyak 28 orang, sehingga jumlah keseluruhan MTQ diikuti oleh 138 orang peserta. (BEBEN ISKANDAR)

Peringatan HUT Satpam Ke-31 Tingkat Kabupaten Majalengka

KUNINGAN [MEDIASI] - Di penghujung tahu 2011 Kabupaten Kuningan melepas 100 PNS Purna Bahakti dari beragam eselon. Pelepasn yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Drs. H. Yosep Setiawan, MSi berlangsung khidmat. Acara yang di gelar di Aula Wisma Permata Kuningan tersebut juga dihadiri Kepala DKD Kabupaten Kuningan Drs. Nurahim MSi, Pimpinan PT. Taspen Cirebon, Ketua DPK Polri Kabupaten Kuningan serta beberapa undangan. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Drs. H. Yosep Setiawan M.SI, dalam sambutanya mengungkapkan rasa terima kasih kepada para PNS yang memasuki masa Purna Bhakti Tahun 2011, ia menambahkan atas nama pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang akan dilepas pada hari ini, karena saudara-saudara telah memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada pemerintah daerah sehingga mencapai masa pensiun dan semoga segala yang sudah saudara curahkan selama menjalankan tugas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan mendapat imbalan yang berlimpah dari Allah SWT. Yosep juga menjelaskan bahwa untuk menyikapi datangnya masa pensiun para PNS harus berbesar hati dan bangga bahwa telah melaksanakan pengabdian kepada pemerintah daerah yaitu melaksanakan tugas yang diamatkan oleh pemerintah dengan baik sampai usia pensiun. “Atas nama pribadi dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan saya menyampaikan ucapan selamat kepada saudara semua yang pada hari ini memasuki masa purna bhakti atau pensiun. Tak lupa juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada saudara-saudara atas apa yang telah anda curahkan selam mengabdi. Semoga saja pengabdian saudara semua mendapatkan imbalan dari Allah SWT” ungkap Yosep dalam sambutanya. Kepala Bidang Pensiunan BKD Kab. Kuningan Opan Supandi SH.MH menjelaskan bahwa jumlah Pegawai Negri Sipil di lingkungan Kab. Kuningan yang memasuki masa purna bhakti periode akhir tahun ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari Pejabat Eselon II 3 orang, Eselon III 9 orang, Eselon IV 10 orang, dan Eselon V 2 orang semetara sisanya Pegawai Pelaksana 76 orang jelasnya. (suganda)

Langkah Dedi Supardi Menuju Jabar 1 Semakin Mantap

MAJALENGKA [MEDIASI] - Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (Satpam) tingkat Kabupaten Majalengka di gelar di Halaman Mapolres Majalengka. Kapolres Majalengka, AKBP Lena Suhayati, S.Ik. bertindak sebagai Insfektur Upacara. HUT Satpam yang ke 31 yang mengusung tema Meningkatkan Pungsi dan Peran Satpam Pada Penerapan Industrial Scurity dalam Rangka Intensipikasi Kemitraan Bersama Polri Guna Terpeliharanya Kamtibmas ini juga dihadiri Satuan Pengamanan (Satpam), anggota Polri, anggota Dallops Dishubkominfo, Satpol PP dan Pramuka. Dalam sambutanya Kpolres mengharapka agar Satpam dapat lebih meningkatkan kinerja dan propesionalisme di tengah-tengah semakin semakin tingginya angka kejahatan yang

terjadi akhir-akhir ini. “Dengan semakin tingginya angka kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini, saya mengharapkan adanya peningkatan kinerja dan propesionalisme dari Satuan Pengamanan (Satpam) dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di masyarakat” tandas Kapolres dalam sambutanya. Sedangkan Kapolri, Jend. (Pol) Timur Pardopo dalam sambutanya yang juga di sampaikan Insfektur Upacara mengatakan jika dalam rangka Peringatan HUT Satpam untuk dijadikan renungan bagi kita bersama dalam melakukan intruspeksi dan evaluasi diberbagai aspek yang berkaitan dengan dinamika dan eksistensi satpam sebagai pengemban fungsi kepolisian. [U. Ch. Pe2h]

CIREBON [MEDIASI] - Langkah Drs.H Dedi Supardi MM menuju Jabar satu kian mantap, ia telah mandaftarkan diri sebagai salah satu kandidat calon Gubenur jawa barat sekaligus mengambil fomulir pendaftaran pada 15 Desember 2011 lalu. Keputusan itu, menurut Dedi, karena banyaknya dukungan dari berbagai pihak yang semakin mengalir kepadanya, utamanya di wilayah Cirebon. “Banyak dukungan dari berbagai element masyartakat dan organisasi, juga partai kami. Sehingga kami putuskan untuk melangkah serius ke Pilgub Jabar nanti,” Ujarnya. Dukungan mengalir dari para tokoh dan sesepuh masyarakat wilayah Cirebon, dari internal partainya yaitu para kader PDIP dari 14 DPC PDIP se-Jabar, juga berbagai LSM, mahasiswa, Organisasi Kepemudaan (OKP), Ormas dan Forum kuwu se-wilayah Cirebon, serta elemen lainnya yang terus mengalirkan dukungan. Dukungan pada Dedi terus mengalir, namun Dedi tetap rendah hati memohon doa restu kepada seluruh lapisan masyarakat se Jabar. “Kami juga akan menggalang koalisi antar partai, hal itu nantinya saya serahkan kepada internal partai untuk kemudian berkoalisi. Termasuk kepada ketua DPP PDIP. Sehingga kami akan melangkah lebih optimis lagi. [wastija]


14

metro cirebon Membangun Kompetensi Bulan Dana PMI dan Keunggulan Daerah Kabupaten Kuningan 2011 Gelar Penggalangan Dana Kemanusiaan PMI Wasja Kasubbag Persuratan, Bagian Tata Usaha, Sekretariat Ditjen Keuda

P

ara penyelenggara pemerintahan di daerah belakangan ini nampak gamang dengan perubahan yang terjadi. Di satu sisi pemda dituntut untuk melakukan inovasi, sedangkan di sisi lain inovasi yang dilakukan harus akuntabel. Apalagi, belakangan ini mereka dihadapkan pada sejumlah kasus tentang penyelenggaraan pemerintahan di era otonomi. Banyak pejabat daerah terpaksa harus berhadapan dengan hukum karena telah melakukan praktek pennyelengaraan pemerintahan di era otonomi. Banyak pejabat daerah berhadapan de– ngan hukum karena mereka dituduh telah melakukan praktek penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai melanggar undang-undang. Ini membuat mereka takut melakukan inovasi. Akibatnya tidak terjadi peningkatan kualitas pelayanan kepada rakyat, demikian juga percepatan kesejahteraan sulit tercapai. Kasus tersebut diatas sebenarnya tidak perlu terjadi jika mereka memahami bahwa pengelolaan pemerintahan dewasa ini hampir tidak jauh berbeda dengan perusahan. Visi penyelengaraan pemerintahan dituntut untuk mampu menghasilkan konsep baru yang konsisten dengan perkembangan tatanan masyarakat dan tatanan ekonomi yang berbasis informasi. Inovasi menjadi kata kunci. Inovasi dalam pemerintahan tidak hanya menca– kup perubahan menuju “best practise” atau menyediakan informasi yang mudah diakses, tetapi yang lebih penting inovasi tersebut harus melembaga dalam pola pokir aparatnya dan benar-benar dipahami. Persoalannya, dimana pemerintah harus belajar untuk melakukan inovasi yang lebih baik dan lebih cepat? Pemerintah dapat belajar dari siapa saja, dan belajar tentang proses inovasi yang sesungguhnya, baik dari sisi kewirausahaan maupun dari sisi korporat. Ini akan membantu pemerintah menemukan jalan terbaik dalam berinovasi. Sekarang harus ada perubahan pola piker tentang manajerial di kalangan birokrasi pemerintahan. Sekarang bukan lagi kita menanyakan ‘How are we doing?” tetapi “What are we going to do next?” Mengapa demikian? Karena tuntutan masya- rakat mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pemerintah harus senantiasa berada beberapa langkah di depan agar mampu membangkitkan kepercayaaan kepada masayarakat. Belajar dari masa lalu bahwa kebijakan pemba– ngunan yang diterapkan sama rata (general) kepada semua daerah berakibat kebijakan tersebut tidak efektif, tidak dapat menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah pusat memberikan keleluasaan kepada daerah untuk membangun sesuai dengan karakteristik dan kemampuan daerah. Pemerintah pusat hanya memberikan guideline agar tetap ada konvergensi arah pembangunan. Dimasa lalu, kemajemukkan daerah seringkali diabaikan dalam membuat kebijakan pembangunan. Akibatnya kita kehilangan momen untuk membangun kompetensi dan keunggulan daerah. Sampai saat ini masih ada hambatan dalam membanguan daerah terutama dalam mengalokasikan dana dekonsentrasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Pusat melalui kementerian masih menganggap lebih memahami ketimbang daerah dalam menetapkan apa yang terbaik bagi daerah. Pembanguanan yang fokus akan cenderung lebih cepat memberikan hasil ketimbang pembangunan yang bersifat broad spectrum (model supermarket). Paham markering yang dinilai orang sudah kuno – namun untuk Indonesia masih relevan – adalah school of commodity. Pemikiran school of commodity. mengatakan bahwa suatu daerah akan berkembang bila memiliki komoditas unggulan yang mampu dijadikan penghela ekonomi daerah. Komoditas unggulan tersebut akan memacu perkembangan suatu daerah, karena adanya pembangunan infrastruktur untuk memasimalkan kinerja komoditas unggulan. Peninggalan infrastruktur di Jawa dan Sumatra menjadi bukti adanya pemikiran tersebut. Jaringan kereta api di Indonesia diperuntukkan bagi meningklatkan kinerja komoiditas unggulan yaitu komoditas perkebunan. Pada

era sebelum Perang Dunia II, komoditas Indonesia seperti karet, tembakau, gula dan komoditas perkebunan lainnya menjadi tulang punggung ekonomi Hindia Belanda. Pemikiran school of commodity masih relevan untuk pengembangan suatu daerah, mengingat sampai saat ini masih banyak daerah yang tidak paham tentang arah pembangunan daerahnya. Resources yang terbatas sering digunakan tidak efisien dan efektif. Hanya karena dae– rah lain sudah memiliki misalnya bandara internasional maka tetangganya tidak mau kalah membangun bandara international juga. Ini adalah pemborosan bagi masingmasing daerah. Untuk itu, pengembangan kompetensi daerah bisa diarahkan menuju spesialisasi unggulan. Pemikiran yang dikembangkan oleh Porter tentang “Competitive Advantage” yang memaparkan bagaimana suatu Daerah itu berkembang sebenarnya terinspirasi oleh pemikiran school of commodity. Gagasan empat Porter tentang penentu keunggulan suatu bangsa tersebut dipengaruhi oleh empat faktor yang saling terkait yaitu: Faktor conditions; Firms stategi Structure and Rivalty; Related and Supporting Industries; dan Demand Conditions. Adanya gugus persaingan domestic (cluster of domestics rivals) antar pelaku kegiatan ekonomi yang sama akan mendorong faktor creation. Dari sini secara terus menerus akan meningkatkan keunggulan bersaing dalam gugus tersebut. Percepatan pengembangan wilayah dan pemerataan pembanguanan sebenarnya dapat dilakukan melalui kebijakan berbasis gugus pulau atau kepulauan. Penulis mengambil contoh Pembanguanan Sulawesi. Sulawesi yang memiliki karakteristik geografis dan alam yang sesuai untuk pengembangan pertanian dan perikanan akan lebih cocok mengembangkan keunggulan bersaing berbasis pertanian dan perikanan. Sulawesi Summit yang diselenggarakan pada Desember 2003 berhasil melakukan kolaborasi antar provinsi se Sulawesi untuk merumuskan visi Sulawesi 2010 yaitu terwujudnya Sulawesi sebagai kawasan yang memiliki kompetensi dan penataan wilayah dan dukungan moda transportasi yang sesuai dengan karakteristik kawasan sehingga arus pergerakan manusia dan barang semakin efisien dan efektif serta ekonomi kawasan yang semakin terbuka dan terintegrasi dengan ekonomi regional dan iternational.” Visi tersebut dapat digunakan sebagai dasar kebijakan pembangunan bersama. Pembangunan yang berbasis strategi industrialisasi, tata ruang, dan moda transportasi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran tentang perkembangan wilayah dan strategi. marketing. Paham marketing mengenal istilah geographical scool, yakni suatu pemikiran bahwa kelancaran arus manusia dan barang sangat ditentukan oleh desain tata ruang suatu wilayah. Peran pemerintah dalam menata wilayah akan sangat menentukan perkembangan ekonomi suatu daerah. Kebijakan pembangunan yang fokus akan memudahkan investasi masuk,karena investor mempunyai gambaran yang jelas akan membuka usaha apa di daerah tujuan investasi. Ada tiga hal pokok yang selalu menjadi pertimbangan pengusaha dalam melakukan investasi. 1. Keadaan politik dan Keamanan yang stabil dan memberikan kepastian untuk berusaha. 2. Birokrasi yang luwes dan proaktif, sehingga bisa melayani keinginan pengusaha tetapi tetap dalam koridor hukum dan peraturan yang berlaku. 3. Mampu memberikan iklim yang kondusif untuk ber– usaha, yang dicari oleh pengusaha adalah keuntungan, pengusaha adalah bukan badan sosial. Dengan memperhatikan pola pikir pengusaha, pemerintah daerah harus mengimbanginya dengan cara berfikir entrepreneurial. Salah satu cirinya adalah (a) mampu me–ngurai masalah yang kompleks menjadi sedehana dan mudah dipahami; (b) mampu meningkatkan rasa percaya diri orang lain atau bawahan ketika berhadapan dengan situasi yang kompleks. Bagi daerah yang belum banyak disinggahi investor, >>> Bersambung Ke Hal 16

KUNINGAN [MEDIASI] - Kabupaten Kuningan tahun 2011 meraup Rp. 255.000.000,- atau sebesar 85% dari target yang sudah ditentukan sebelumnya Rp.306.170.000,-. Bulan dana PMI yang berlangsung antara Bulan September s/d November 2011 tersebut melibatkan dinas/Instansi/Kecamatan/Lembaga Vertikal yang ada di Kabupaten Kuningan. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk penggalangan dana kemanusiaan PMI. Diharapkan dengan adanya bulan dana PMI ini akan lebih menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan kemanusiaan. Kabupaten Kuningan melalui PMI Kuningan selasa 27/12/11 bertempat diaula Bank BJB cabang Kuningan mengadakan penutupan penggalangan Bulan Dana PMI untuk tahun 2011.  Pelaksanaan kegiatan ini menurut Sekda Kabupaten Kuningan H. Yosep Setiawan yang juga ketua panitia penggalangan bulan dana PMI Kabupaten Kuningan bertujuan untuk lebih memotivasi SOPD, Pengurus ranting Kecamatan dalam rangka mensukseskan Bulan Dana PMI dalam menunjang kegiatan kemanusiaan. “Dengan adana kegiatan penggalangan dana PMI ini di harapkan untuk lebih memberikan motipasi SOPD, adan semua pengurus dalam menunjang kegiatan kemanusiaan” ungkapnya di sela-sela acara. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada SOPD dan Kecamatan yang berprestasi dalam percepatan penggalangan Bulan Dana PMI. Penghargaan tersebut diberikan kepada 5 SOPD yaitu; Juara I Kantor Samsat,  Juara II Kantor BTPN, Juara III Kantor Bank BJB, Juara IV Kantor Polres Kuningan, dan Juara V Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sedangkan untuk tingkat Kantor Kecamatan dibagi kedalam 3 kategori sesuai dengan besaran target, untuk kategori A diatas Rp. 6,5jt Juara I Kecamatan Luragung, Juara II Kecamatan Darma, Juara III Kecamatan Cilimus. Kategori B diatas Rp. 4,1 – 6,5jt Juara I Kecamatan Kramatmulya, Juara II Kecamatan Cipicung, Juara III Kecamatan Sindangagung. Kategori C diatas 2,4 – 4jt Juara I Kecamatan Nusaherang, Juara II Kecamatan Cibeureum, dan Juara III Kecamatan Pancalang. Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Utje Ch. Suganda dalam sambutannya menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh SOPD, Kecamatan, dan Instansi Vertikal serta seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah mensukseskan Bulan Dana PMI sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar. “Saya selaku Ketua PMI Kabupaten Kuningan menghaturkan banyak-banyak terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh SOPD, kecamatan dan instansi vertical, elemen pemerintahan dan seluruih masyarakat Kabupaten Kuningan yang telah turut serta membantu suksesnya acara ini” Ungkapnya. Hal senada juga dikatan Bupati Kuningan dalam sambutan penutupan Bulan Dana PMI yang dihadiri juga oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kuningan, Kapolres AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono, S.Ik, Ketua DPRD H. Acep Purnama, SH, MH, Kajari Refli, SH, dan Wakil Ketua Pengadilan Dodong, SH. “ Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras secara optimal sehingga terkumpul dana sebesar Rp. 255.000.000 atau 85% dari target perolehan sebesar Rp. 306.170.000,- “ papar Aang. PMI mempunyai fungsi social yang sangat penting dalam pembangunan bidang kemanusiaan. Hasil pengumpulan Bulan Dana PMI Kabupaten Kuningan akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan PMI di Kabupaten Kuningan secara professional, agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada mayarakat. Tambah Aang (DOniS )

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Harry Kurnadi Santoso Wakil Pemimpin Redaksi: Lenny Handayani Redaktur Pelaksana: Khumaedy Abi Nesya Koodinator Liputan: Suharma Reporter: Yessy Andayani, Arif, Pepeh Koordinator Daerah: Wastija Kontributor Daerah: Eddy Rustam, Jon Suredi, Winanto, Kodim, Suganda, Kadis, Heri.S, Pepeh, Darussalam, Rendi Pracetak & Grafis: Hengki Agustian Pemimpin Perusahaan : Rudy Bintaro Manager Keuangan & SDM : Windy Sudiono Manager Marketing & Promosi : Hasan Basri Staff Marketing & Promosi : Herisman Alamat : Jl. Ciremai Raya D I-II Perumnas - Kota Cirebon 45142 Phone/Faximile: 0231-9268666 / 0231-484631 E-mail Redaksi: Sku.mediasi@gmail.com Pemasangan Iklan dan Berlangganan Hubungi: Jl. Ciremai Raya D I-II Perumnas - Kota Cirebon 45142 Telp. 0231-9268666 dan 085724151835 E-mail Iklan: Iklan.mediasi@gmail.com Diterbitkan Oleh : CV. Sukses Djati Diri [0031/10-23/PK/1/2011] Bank Jabar Banten No Rekening 00160266890010 an. Sukses Djati Diri


15

ciayumajakuning Kepala Puskesmas Kecamatan Jatibarang Adakan Sosialisasi Tentang Program HIV/AIDS INDRAMAYU [MEDIASI] - Dr.Hj.Titin ning.p.mh.kes,Taudin.para karyawan puskesmas jatibarang kabupaten indramayu mengadakan sosialisasi program tentang HIV/AIDS.hal itu terkait dengan program dinas kesehatan indramayu prihal penjaringan masyarakat yang terkena HIV/ AIDS.menganjurkan agar para warga masyarakat untuk bisa memeriksakan diri ke puskesmas jatibarang kabupaten indramayu. Salah seorang karyawan puskesmas jatibarang selaku pemegang program,mengatakan bahwa akan diadakan pemeriksaan pada ibu hamil tentang HIV/AIDS,dan juga keluarga ibu hamil per tiga bulan sekali. Hj.Tasiroh.s.st dari pelantikan HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh KPA bekerjasama dengan UNPA,PPMI dan IBI yang bertempat di sekertariat IBI di kabupaten indramayu,membahas tentang apa itu AIDS(Acquired immune Deficienly Syndrom)yaitu kumpulan gejala yang disebabkan menurunnya system kekebalan tubuh.HIV dan AIDS adalah suatu virus yang menyerang dan bertahap merusak system immunitas badan dan berkembang menjadi AIDS.AIDS sendiri adalah sekumpulan tanda atau gejala berat dan kompleks yang disebabkan oleh penurunan respon immunitas atau kekebalan tubuh. Diindramayu sampai dengan bulan September 2011 HIV AIDS terjadi 628 kasus yaitu 245 kasus HIV dan 383 kasus AIDS.para bidan juga berupaya dalam pencegahan penularan HIV dari ibu hamil ke bayi resiko penularan HIV dari ibu ke bayi: kehamilan 25-45% - Persalinan 10-20% - Melalui Asi 10-15% jadi keseluruhannya 25-45%. Pencegahan HIV akibat hubungan seks,yaitu tidak berhubungan seks sebelum menikah,saling setia pada pasangan yang sah,gunakan kondom apabila salah satu pasangan terkena HIV/AIDS,jangan memakai jarum suntik bergantian dan hindari pemakaian nafza. Kegiatan yang menyediakan dukungan pysikologis, informasi dan pengetahuan tentang HIVAIDS.mencegah penularan HIV,mempromosikan prilaku yang bertanggung jawab,pengobatan ARV dan memastikan pemecahan berbagai masalah terkait dengan HIV AIDS. HIV dan AIDS adalah virus yang menyerang secara bertahap merusak system immunitas badan dan berkembang menjadi AIDS (KODIM – INDRAMAYU)

Upacara Puncak HAB Kemenag Ke- 66

Bupati Pemalang Buka Parade Seni Dan Budaya Tingkat Kabupaten Pemalang PEMALANG [MEDIASI] - Bupati Pemalang H. Junaedi, SH, MM hari Rabu (14/12) membuka pentas kolaborasi tiga dalang cilik Juara nasional tahun 2011 dan Parade seni dan budaya tingkat Kabupaten Pemalang tahun 2011, di Obyek Wisata Widuri. Parade seni dan budaya tingkat Kabupaten Pemalang tahun 2011 tersebut di awali dengan pagelaran kolaborasi tiga dalang cilik bersaudara yang meraih predikat Juara Nasional pada tahun 2011 ini, dengan membawakan lakon Bimo manages dan lakon golek Damarwulan, mereka adalah, Ricki Yuniarko (13) siswa SMA 1 Pemalang meraih juara II tingkat Nasional kategori Dalang Jadi, kemudian Ricki Dwiki Febrianto (11) siswa SDN 1 Widuri meraih juara II tingkat Nasional kategori Dalang berpotensi dan Ricki Arif Tri Raharjo (8) siswa SDN 1 Widuri meraih juara I tingkat Nasional kategori Dalang Jadi. Usai Pementasan kolaborasi tiga dalang cilik tingkat Nasional, Bupati menyerahkan piagam penghargaan dan sejumlah bantuan kepada ketiga dalang cilik berprestasi, Ki casmadi (anggota Pepadi Pemalang ) yang mewakili Pemalang pada pentas atau pagelaran Wayang kulit dengan membawakan lakon Gatot Kaca Kembar, mendapat piagam penghargaan dari RRI Purwokerto, serta bantuan rehab makam “Handyana Atas Angin” yang diterima kades Majalangu Kecamatan Watukumpul. Kegiatan tersebut, juga dimeriahkan dengan penampilan drum band “Gita Bhana Bhakti” dari SMP N 2 Pemalang, dengan 90 personil, mereka mampu menghibur ribuan penonton yang memadati kawasan Obyek Wisata Widuri Pemalang. Dan penampilan punokawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemalang. Parade seni dan Budaya tingkat Kabupaten Pemalang yang diikuti oleh 13 perwakilan dari masing-masing kecamatan, mereka menampilkan berbagai seni dan budaya yang di padukan dengan hasil produksi andalan mereka, Di antara 13 kontingen yang mengikuti parade, ada satu kontingen yang menarik perhatian Bupati,

yakni kontingen dari kecamatan Comal yang menampilkan seni budaya Brendung atau sejenis Jalangkung, uang terbuat dari bamboo dengan dihiasi kain dan untaian bunga melati hingga mirip dengan boneka berukuran kirakira 80 cm, dengan diangkat oleh dua orang Wanita serta diiringi nyanyian sinden dengan lantunan music tradisional dengan peralatan yang sangat sederhana sehingga Brendung tersebut kelihatan menari-nari, persis boneka yang sedang menari. Tamu undangan serta penontonpun merasa kagum dan terhibur, tidak terkecuali Bupati dan sekda Kabupaten Pemalang, yang saat itu tertarik hingga turun dari panggung kehormatan untuk selanjutnya mencoba mengangkat dan memegangi brendung tersebut. Usai parade seni dan Budaya tersebut, Bupati Pemalang H. Junaedi, SH. MM.mengatakan “ Kegiatan ini sebagai salah satu upaya panggalian potensi seni dan Budaya local dan pengembangannya sekaligus untuk melestarikannya sebagai asset daerah akan tetap lestari.”Ungkapnya. Sedangkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Pemalang Drs. Sultanto selaku penyelenggara, daalam pernyataanya menjelaskan bahwa Kegiatan ini di-

maksudkan antara lain untuk menumbuhkembangkan rasa kebangsaan dan cinta terhadap seni dan Budaya bangsa sendiri, khususnya seni pedalangan sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah dalam pendidikan berbasis karakter.menciptakan sarana berkreasi untuk menumbuhkembangkan jalinan kerjasama antara lembaga pendidikan dan masyarakat sebagai penikmat seni. “Kegiatan ini adalah untuk lebih menumbuhkembangkan rasa kebangsaan dan cinta terhadap seni serta budaya tradisional. Dan juga sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam menjalankan pendidikan berbasis karakter’’ Paparnya. Untuk peserta yang meraih juara I, II, dan II serta juara harapan I,II, dan III berhak atas piagam, piala dan uang pembinaan besarnya mulai dari 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Tidak hanya itu untuk meningkatkan prestasi peserta yang berhasil meraih juara I pada parade ini, pihaknya, akan mengirimkan peraih juara pertama tersebut, keajang yang lebih tinggi, yakni, akan diikutkan mewakili Pemalang pada parade seni dan budaya tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam rangka hari jadi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012. (Heri S)

Yeremia Huang Wijaya Majalengka [Mediasi] - Bupati Majalengka H. Sutrisno, SE. M.Si menjadi Inspektur upacara puncak peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang diperingati setiap tanggal 3 (tiga) Januari, di Alunalun Majalengka, Selasa (3/1/2012). Peserta upacara diikuti oleh ribuan PNS Kemenag dan siswa-siswi sekolah dari mulai tingkatan MI, MD, MTs, MA dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Bupati yang membacakan pidato Menteri Agama menyampaikan bahwa pada hari ini Kementerian Agama (Kemenag) memasuki usia 66 tahun. Peringatan hari ulang tahun (HUT) atau hari amal bakti (HAB) itu, akan dijadikan momentum mempertegas komitmen antikorupsi. Bupati menjelaskan, terkait komitmen pemberantasan korupsi itu lah, HAB kali ini mengangkat tema `Memperteguh Komitmen untuk Membangun Kementerian Agama yang Bebas dari Korupsi`. “Bagaimana Kemenag sebagai suatu institusi yang dengan sendirinya berkomitmen pada pengembangan agama. Dalam praktiknya betul-betul jadi institusi yang bersih dari korupsi,” ujarnya Terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Drs. H. Udin Syafrudin,M.Pd juga menambahkan, guna mewujudkan itu, Kemenag akan menyisipkan program-program antikorupsi dalam kegiatan HAB, mulai dari kegiatan olahraga, seni, donor darah, bazar dan bakti sosial. Acara kemudian dilanjutkan dengan parade peserta upacara dari tiaptiap perwakilan kecamatan dan diiringi dengan parade drum band dari siswa-siswi sekolah yang berada dibawah Kementerian Agama, kemudian diakhiri dengan pemberian piala serta piagam oleh Bupati Majalengka kepada tiap-tiap pemenang perlombaan olahraga, seni dan MTQ. [U. Ch. Pe2h]

CIREBON [MEDIASI] - Sosok budayawan yang bernama lengkap Yeremia huang Wijaya adalah keturunan Chinese yang peduli dengan pluralisme dan punya pendapat bahwa putri ong tien nio bukanlah putri kaisar cina,pendapat ini berdasarkan adanya beberapa hal tidak adanya literature dan juga pada abad 14-17 kerajaan tiongkok yang berlayar dilarang membawa serta istri juga keluarganya.hal itu yang menjadi alasan kuat kenapa putri ong tien nio bukan putri seorang kaisar. Beliau juga menyayangkan sikap pemerintah yang membiarkan budaya Cirebon tumbuh dan berrkembang sendiri,yang seharusnya kita bangga dengan budaya yang kita miliki tersebut dan ikut melestarikan nya. Besar harapan beliau agar semua warga Cirebon terutama pemerintah sama-sama melestarikan budaya,merawat serta menjaga nya.agar tidaklah punah dan musnah.untuk saat ini beliau juga mengharapkan di kota Cirebon didirikan museum thionghoa seperti di kota tangerang juga bandung yang sudah mendahului didirikan museum tersebut.maksud dan tujuannya adalah untuk menggugah para Cina-cina di Cirebon belajar tentang sejarah serta menjadikan pengalaman. Karena menurut pak huang di Cirebon mempunyai kelenteng yang tertua sejawa,yang nantinya bisa dijadikan byek wisata yang akan mendatangkan devisa buat pemerintah itu juga. Untuk kota Cirebon sendiri ada 4 budaya yang masuk yaitu arab,india,cina dan juga melayu. Untuk rencana kedepan pak huang ingin melakukan penanaman bibit tanaman yang bermanfaat seperti mangga, belim– bing, jeruk dan masih banyak lagi.


16 >>> Membangun Kompetensi........ pemerintah daerah perlu mengembangkan lima pilar penyelenggaraan pemerintah jika ingin daerahnya berkembang yaitu: 1. Openness (keterbukaan). Pemerintah bersikap terbuka kepada warganya, keterbukaan ini memungkinkan warganya mengetahui apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah. Warga dapat menilai sisi kelebihan atau ke- kurangan apa yang telah dilakukan pemerintah dan memberikan umpan balik. Dengan demikian terjadi dialog yang focus yang bisa saling berbagi. Pemerintah yang terbuka memiliki kemungkinan lebih besar untuk di percaya oleh masyarakat. 2. Participative. Pemerintah yang melibatkan rakyat untuk melaksanakan program-progamnya cenderung lebih disukai. Keterlibatan warga dalam memberikan masukan kebijakan dan implementasi kebijkan memunculkan sense of belonging pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat menjadi tahu tingkat keterbatasan pemerintah dalam memberikan pelayanan public. Oleh karena itu pemerintah yang partisifasif memungkinkan melakukan devolusi sebagian urusannya kepada masyarakat. 3. Acceptabillty. Pemerintah yang dapat diterima oleh semua masyarakat. Salah satu kelemahan penyelenggara administrasi public adalah cenderung mengahadirkan pelayanan satu untuk semua tanpa memperhatikan kemajemukan rakyat. Untuk mewujudkan accepbility pemerintah daerah sebaiknya mulai

lintas daerah mengubah cara pandang. Rakyat harus dilihat sebagai pelanggan (cotumer Driven). Mulai memperkenalkan costomization dalam pelayanan Public. 4. Effetivaness. Ini adalah kunci penting untuk merebut hati rakyat. Pemerintah dikatakan berhasil jika mampu memberikan pelayan- an public yang efektif. Ini terlihat sejauh mana kebijakan dan program itu memenuhi keinginan masyarakat atau mampu me- mecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. 5. Coherence. Koherensi atau keruntutan menjadi unsur penting penentu keber- hasilan penyelenggaraan pelayanan public.

Bupati Tunjau Pabrik Tekstil Candi Mekar

PEMALANG [MEDIASI] – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pengolahan limbah Pabrik Tekstil PT Candi Mekar, Bupati Pemalang, H Junaedi SH MH beserta jajarannya meninjau pabrik yang terletak di jalur pantura Desa Jatirejo Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang tersebut. Jumat [16/12]. Dalam sambutannya, Bupati menghimbau agar PT Candi Mekar peduli linkungan, termasuk penghijauan sekitar pabrik, sesuai ketentuan yang telah disepakati minimal tiga persen lingkungan pabrik diberi ruang tata hijau (RTH). Bupati juga menilai, keberadaan pabrik tersebut sudah cukup memenuhi harapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pemalang. Sebanyak 1200 tenaga kerja terserap oleh PT Candi Mekar. Namun demikian, Bupati mengharap agar manajemen PT Candi Mekar dapat memenuhi hak para karyawan itu. Begitupula dengan lingkungan sekitar pabrik harus terjalin dengan baik, sehingga tidak muncul persoalan baru, seperti pengaduan masyarakat terkait IPAL. Terkait hak karyawan, Bupati menegaskan bahwa pada tahun 2012 Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pemalang naik menjadi Rp 793.000, sebelumnya Rp 725.000. Kepala Personalia PT Candi Mekar Tarono mengatakan, pengolahan air limbah yang diproduksi sudah sesuai standar, ketika membuang air limbah dari pabrik ke sungai, sebab harus memenuhi PH 7 atau diatasnya. Lebih jauh Tarono juga menegaskan, PT candi mekar telah ditinjau pihak terkait dari Provinsi dan dinilai pengolahan limbah PT Candi Mekar merupakan terbaik se-Korwil Pekalongan. Lanjutnya, terkait karyawan PT Candi Mekar, dari total 1.200 karyawan 90 persennya adalah warga Kabupaten Pemalang. “PT Candi Mekar juga pernah mendapat penghargaan dari menteri tenaga kerja karena memperkerjakan sekitar 22 orang penyandang cacat.[Heri S]

SELAMAT HARI RAYA NATAL 2011 dan TAHUN BARU 2012 dr. H. M. Afiif Kosasih M.Kes H. Kuswara S.Sos. Mars Direktur Wakil Direktur

Pemerintah tidak boleh keluar dari garis kebijakan yang telah dirumuskan. Koherensi membantu pemerintah focus pada tujuan yang hendak dicapai. Sampai sekarang terutama bagi daerah-daerah yang dikategorikan sebagai daerah tertinggal, kontributor utama penggerak perekonomian adalah pemerintah daerah itu sendiri, baik melalui intrumen APBD maupun APBN. Oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bisa memfasilitasi Daerahnya agar menjadi tempat yang nyaman untuk tujuan investasi dan meningkatkan daya saing daerah. Sayang, resources untuk memfasilitasinya sangat terbatas.


MTQ Bangun Kerjasama Pemda dengan Masyarakat