Issuu on Google+

13

Dwi Mingguan l Edisi XVIII 16 - 30 April 2012 Harga Rp. 4.000,16 - 30 April 2012 Edisi XVIII

News Polri Bangun Madrasah dan TPA Kuningan, Mediasi - Wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan diaplikasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membangun Madrasah dan Taman Pendidikan AlQur’an (TPA). Dalam perkembangannya Polri terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan pelayanan serta meningkatkan kemitraan dengan masyarakat dalam upaya pembangunan diberbagai sektor terutama sektor pendidikan. Hal itu disampaikan Kapolda Jabar Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno, saat meresmikan Madrasah dan TPA di Desa Suganangan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan, belum lama ini. Lebih lanjut, Ia mengatakan kegiatan CSR ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke beberapa sekolah yang sudah tidak layak untuk dioperasikan sehingga timbul gagasan untuk memberikan bantuan melalui program CSR sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan nasional. “Selain itu tujuan dari program ini yaitu untuk membangun kemitraan Polri dengan masyarakat, pemerintah daerah serta para pengusaha,” ujarnya. Kapolda Putut berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat terus meningkatkan komunikasi sehingga tidak ada kebuntuan antara pihak Polri, Pemerintah Daerah, dan para pengusaha

dalam berkoordinasi untuk membantu pembangunan.”Bangunan ini diharapkan mampu membentuk mental yang baik bagi generasi-generasi penerus bangsa,” pungkasnya. Sementara itu Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengatakan, keberadaan Madrasah dan TPA ini merupakan wujud kesadaran keberagamaan masyarakat terhadap pentingnya mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi dan pemahaman agama yang baik. “Dari sini dapat dipahami bahwa perkembangan madrasah dan TPA tergantung pada seberapa besar perhatian umat Islam dalam mendukung keberlangsungan madarasah,” tandasnya. Menurutnya, Madrasah dan TPA merupakan lembaga pendidikan yang memerlukan perhatian dan pembinaan dalam pengembangannya. Ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga masyarakat, karena peserta didik adalah putra-putri daerah yang juga akan berperan dalam pembangunan daerah sendiri di masa mendatang. Bupati Aang berharap dengan pembangunan Madrasah dan TPA ini menjadi sarana pendidikan yang mampu mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas, unggul serta berakhlak baik. Dalam peresmian gedung tersebut tampak sejumlah pejabat daerah, diantaranya Ketua DPRD Kuningan H. Acep Purnama, Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintoro Haribawono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Refly, SH, MH. (sc/red)

Dinpen Cirebon Janjikan Tak Ada Kebocoran Soal UN Cirebon, Mediasi – Dinas Pendidikan Cirebon janjikan tidak akan terjadi kebocoran soal Ujian Nasional (UN), karena Polresta Cirebon beserta jajarannya siap untuk mengamankan. “Takkan ada kebocoran soal UN, karena Polresta Cirebon beserta jajarannya siap untuk mengamankannya,” jelas Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dana Kartiman, kemarin. Dinas Pendidikan Kota Cirebon, katanya, akan mengerahkan sedikitnya 180 orang sebagai penga-

manan saat UN berlangsung. “Insya Allah nanti akan ada sedikitnya 180 orang termasuk juga dari aparat kepolisian yang ikut mengamankan jalanya ujian. Mereka akan tersebar di 43 Sekolah. Dengan kondisi yang seperti itu, saya yakin tidak akan ada kebocoran soal UN,” ungkapnya. Pihaknya juga menargetkan kelulusan 100% untuk tiap sekolah pada UN kali ini. “Saya yakin kelulusan tahun ini mencapai 100%, karena dari jauh-jauh hari sudah banyak persiapan yang dilakukan di tiap sekolah

seperti mengadakan try out dan pengayaan-pengayaan,” terangnya. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Asep Edi Suheri, membenarkan pernyataan Dana Kartiman mengenai pengamanan tersebut. Pihaknya akan mengirimkan dua personil untuk tiap sekolah. “Memang benar kita akan terjun langsung mengamankan jalanya ujian hingga selesai. Kita tidak memakai pakaian dinas. Kita pun jaga tidak di dalam sekolah, tapi di luar,” katanya. (red/sc)

Hero Cup Antar SLTA Segera Digelar Cirebon, Mediasi - Kompetisi sepak bola “Hero Cup” antar SLTA se Kabupaten Cirebon segera digelar. Hal tersebut dikemukakan Ketua Panitai Pelaksana Toto Sugiharto, di Sekretariat KONI Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/4). Turnamen ini menurut Toto direncanakan digelar mulai tanggal 23 April 2012 di Stadion Ranggjati Sumber dan bakal diikuti oleh puluhan sekolah. Lebih lanjut Toto mengatakan bahwa turnamen ini baru pertama kali digelarnya sebagai wujud kepedulian Herman Khaeron terhadap perkembangan sepakbola di Kabupaten Cirebon. “Turnamen ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit baru pesepakbola muda berkualitas yang pembinaannya akan ditindaklanjuti secara maksimal,” jelas Toto.

Di samping itu juga turnamen ini merupakan program DPP Partai Demokrat yang akan digelar setiap tahun. “Kami berharap dari ajang turnamen sepakbola yang akan kami gelar nanti benar-benar memunculkan bibit-bibt pesepakbola muda berkualitas yang bisa diandalkan,” imbuh Toto. Bagi tim dalam turnamen ini selain akan memperebutkan piala bergilir Herman Khaeron, juga panitia menyediakan uang pembinaan dan piagam. “Bagi tim yang ingin mendaftarkan diri datang ke sekretariat pendaftaran di Sekretariat KONI Kab. Cirebon mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Insya Allah turnamen ini akan berlangsung sesuai harapan,” pungkasnya. (sc/red)

Drs Dana Kartiman

Ilmu Tidak Hanya di Dapat Dari Bangku Sekolah

K

esedihan seorang Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dana Kartiman terpancar, ketika masih ada saja orang tua yang tidak menyekolahkan putra putrinya dengan alasan eko-

nomi. “Masih banyak orang tua yang kurang mengerti dan kurang perduli tetang masa depan anak. Dengan bersekolah, masa depan mereka akan lebih baik. Saya berharap, bantuan pemerintah terhadap sekolah-sekolah semakin ditingkatkan. Hal ini agar tidak ada lagi alasan para orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya karena alasan ekonomi,” papar ayah dua putra ini. Bagi siswa yang sudah mendapat ilmu di dapat di bangku sekolah, sebaiknya ditingkatkan dengan materi ilmu yang di dapat di luar sekolah. “Jadi memang, ilmu wajib dapat dari sekolah, namun untuk tambahannya bisa didapat dari lingkungan atau buku-buku ilmu pengetahuan,” paparnya pada Mediasi. Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan informal jalur pendidikan keluarga dan lingkungan dan pendidikan informal sesungguhnya memiliki peran dan kon-

tribusi yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Harus diingat bahwa peserta didik mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar tujuh jam dalam setiap harinya atau kurang dari 30 persen. Selebihnya, 70 persen, peserta didik berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jika dilihat dari aspek kuantitas waktu, pendidikan di sekolah berkontribusi hanya 30 persen terhadap pendidikan peserta didik. Sayangnya pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Tidak heran jika kualitas yang diharapkan dalam dunia pendidikan belum diimbangi dengan kepribadian siswa yang baik. Tujuan pendidikan mengarahkan pada bagaimana penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur dan bertanggung jawab. Semua itu merupakan nilainilai yang terkandung dalam pendidikan budi pekerti. Dalam beberapa literatur disebutkan, pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai seperti

bertanggung jawab, adil, dan memiliki etika serta moral. Karakter sendiri merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan ada istiadat. Dalam sebuah penelitian di luar negeri menyebutkan, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis, tapi lebih pada kemampuan mengelola diri dan orang lain. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. (san)


14

news

Edisi XVIII 16 - 30 April 2012

Kabupaten Kuningan Lestarikan Seni Kemprongan Kuningan, Mediasi – Agar kesenian tradisional tidak punah, Kabupaten Kuningan melestarikan seni tradisional yaitu Seni Kemprongan sebagai kesenian asli dari wilayah tersebut. Menurut Wakil Bupati Kuningan H.Momon Rochmana, adanya globalisasi kebudayaan asing maka dapat dengan mudah merasuki generas muda, sehingga lambat laut kesenian tradisional akan punah. “Amat disayangkan jika kesenian tradisional yang begitu indah dan beragam tidak dikenal lagi dilingkungan kaula muda akibat dari globalilsasi kebudayaan asing,” paparnya, dalam acara pembukaan dan pewarisan seni Kemprongan di Gedung Kesenian dijalan Veteran Kuningan selasa (10/4). Ditempat yang sama, Ketua seni Kemprongan Desa Sidaraja Ke-

camatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, Upen, mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi seni tradisional yang ada di Kabupaten Kuningan ini belum semuanya dilaksanakan dan dilestarikan. Ia mengatakan seni sebagai warisan leluhur tentu perlu dibudayakan oleh para generasi muda untuk meneruskan seni tradisi tersebut, contohnya seperti seni Kemprongan. Sebab, katanya, seni tradisi Kemprongan ini sejak dulu sudah menjadi budaya daerah dan tampil pada saat petani panen raya, kemudian dipentaskan atau di tampilkan di area terbuka seperti lapangan yang luas yang dikelilingi oleh pohon-pohon dan cahaya obor yang terbuat dari bamboo. (gan)

Peserta Observasi Diklatpim Pusat Kunjungi Kuningan Kuningan, Mediasi - Sedikitnya 43 orang peserta Observasi Lapangan Diklatpim IV BKN Pusat terdiri dari 32 orang peserta dan 11 orang pendamping yang berkunjung ke Kabupaten Kuningan Senin, (9/4). Rombongan Diklatpim tersebut dipimpin oleh Sahari,S.Pd. saat ditanya oleh wartawan lokal ia menjelaskan tentang rencana kunjungannya ke Kuningan bertujuan untuk melakukan Observasi Lapangan Diklat Kepemimpinan dengan jumlah peserta sebanyak 43 orang, dan lokasi penelitian adalah Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Bagian organisasi.

Sementara itu rombongan peserta Diklatpim IV Pusat diterima oleh pejabat teras Pemkab Kuningan, di ruang rapat Linggarjati Cilimus Kuningan. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain, Wakil Bupati Kuningan Drs. H. Momon Rochmana, MM, Kepala BKD Drs. Nurahim, M.Si. Kepala BPPT Ir. H. Jajat Sudrajat, M.Si.  Wakil Bupati Kuningan, Drs. H. Momon Rochmana mengatakan, secara rintas tentang kondisi geografis yang ada di Kabupaten Kuningan, potensi daerah serta berbagai sarana dan prasarana infrastruktur yang telah, sedang dilaksanakan oleh Pemkab. (gan)

Foto: Istimewa

BBG Langka, Warga Resah Cirebon, Mediasi – Hampir seminggu, warga Kecamatan Astanajapura, Mundu, Weru, Plered, hingga Suranenggala resah akibat kelangkaan Bahan Bakar Gas jenis elpiji ukuran 3 kg. Kelangkaan pun terlihat hampir disemua toko di beberapa wilayah ini, tidak menyediakan stok banyak bahkan ada yang tidak menjual sama sekali. Namun, Disperindag belum mengetahui kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. Nusi seorang warga Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura mengungkapkan sudah beberapa hari ini, kesulitan mendapatkan elpiji untuk kebutuhan rumah tangga. “Hampir toko-toko di sekitar desa kami sudah tidak menyetok elpiji,” ungkapnya, kemarin. Nusi menjelaskan, banyak warga terpaksa harus mencari elpiji ke lain kecamatan seperti Lemahabang, dan Karangsembung, “Itu pun harus berebut dengan warga lainnya,” ucap dia. Kekosongan terjadi sudah beberapa hari ini terjadi toko kelontong yang ada di Blok Kandawaru, Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu. “Gas ukuran 3 kilo ini sekarang masih langka, karena pihak distributor jarang mengirimkan gas lagi. “Tadi pagi baru ada, itu pun cuma 9 tabung, dari biasanya menyetok lebih dari 10 tabung,” ujar Rastum, pemilik Toko Sriwulan. Hal sama dikatakan pemilik salah satu toko yang menyediakan tabung gas elpiji 3 kg di Desa Surakarta. Menurut sutirah, sudah sekitar satu pekan ini, pasokan gas mengalami hambatan. Bahkan, dalam 3 hari tidak ada pasokan gas yang biasanya selalu mengantarkan setiap hari.

Ia mengaku sampai mencari gas tabung ke Kecamatan Gunungjati. “Itu untuk kebutuhan diri sendiri. Bukan untuk dijual kembali,” terangnya. Ketika dikonfirmasi pihak Stasiun Pengisian Bahanbakar Elpiji (SPBE) PT Ciayumajakuning di Kecamatan Astanajapura terkait kelangkaan gas elpiji ini tidak memberikan informasi yang jelas. Kepala sekuriti setempat malah mengarahkan ke kantor Pertamina yang ada di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung. “Lebih baik ke sana, karena mereka yang lebih berkompeten dalam menjawab situasi ini,” tuturnya. Terpisah, Kuwu Desa Buntet Sudirman yang juga mendapat keluhan dari warganya mengatakan kelangkaan elpiji ini baru terjadi setelah diberlakukannya konversi bahan bakar dari minyak tanah ke gas. Sebelum mengalami kelangkaan gas, kata Sutirah, harga gas yang dibeli dari agen hanya Rp13.500, dan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga Rp15 ribu. Namun, semenjak terjadinya kelangkaan gas harga dari agen langsung naik menjadi Rp14.500. “Karena naik, saya juga jualnya naik menjadi Rp16 ribu,” terangnya. Gejala awal sebelum harga tabung gas naik sudah terlihat. Sebelum kenaikan harga gas tabung itu, peredaran gas di sekitar desanya mengalami kekosongan selama beberapa hari. Bahkan, sesudah mengalami kenaikan harga sekalipun, stok dan peredaran gas elpiji 3 kg tetap kosong. (red)

ilas Berita

Desa Bulak Kidul Adakan Rakordes

Kuningan Kini Miliki Petani Pantura Rumah Sakit Ibu dan Anak Keluhkan Jaringan Irigasi

Indramayu, Mediasi – Agar pembangunan desa semakin maju dan berkualitas. Perlu kerjasama dan berkoordinasi tingkat desa. Masalah yang dibahas, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga karang taruna. “Alhamdulillah dalam rapat koordinasi tingkat desa Kecamatan Jatibarang siap melaksanakan program-program pemerintah. Dalam kegiatan rapat koordinasi tingkat desa ini mewujudkan pembangunan desa yang berkualitas dalam segala bidang,” ujar Kepaka Desa Bulak Kidul, Surata. Hal senada di ungkapkan Juru Tulis Desa Bulak Kidul, Saefudin sebagai jurutulis, kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturohmi antara aparatur desa dengan warga msyarakat. Diharapkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjalankan roda kemerintahan desa dari semua bidang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (kod)

Kuningan, Mediasi - Setelah melalui proses hampir tujuh tahun, Pemerintah Kabupaten Kuningan, akhirnya kini memiliki sebuah rumah sakit ibu dan anak yang representatif dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. “Rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 3,5 Hektar milik Pemerintah Kabupaten Kuningan di daerah Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus, dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 200 miliar,” tutur Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda, seusai meresmikan mulai beroperasinya RSIA Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kamis (12/4/12). Direktur RSIA Linggajati dr. H. Asep S. Hermana, MM. Kes, menjelaskan, adanya RSIA tersebut, diharapkan dapat menekan kematian Ibu dan Anak, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik sehingga berimbas pada meningkatnya kesejahteraannya. (red)

Subang, Mediasi - Petani pantai utara (Pantura) mengeluhkan kondisi jaringan irigasi tersebar di wilayah Kabupaten Subang, Karawang dan Indramayu saat ini kondisinya rusak berat mencapai 75 persen. Hal itu dikatakan Suparjo, perwakilan kelompok tani se-Kabupupaten Subang, Karawang dan Indramayu, saat berbincang dengan Aburizal Bakri, di areal persawahan Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang seusai panen raya, Kamis (12/4). “75 persen jaringan irigasi di Subang, Indramayu, dan karawang sudah dalam kondisi rusak berat,” katanya. Suparjo mengatakan untuk kepentingan pengairan di wilayah Kabupaten Indramayu, pihaknya berharap proyek waduk Jati Gede di Sumedang bisa segera diselesaikan. “Kalau proyek waduk Jati Gede itu tuntas dibangun, lahan pertanian di Kabupaten Indramayu bahkan Majalengka dan Cirebon tidak akan mengalami kekeringan lagi,” ujarnya. (red)

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: Harry Kurnadi Santoso Wakil Pemimpin Redaksi: Lenny Handayani Koordinator Liputan: Suharma Reporter: Yessi Andayani, Arif, Pepen Kontributor Daerah: Suganda, Kodim, Kadis Pracetak & Grafis: Hengki Agustian Pemimpin Perusahaan: Susanto Tanggani (Rudi) Wakil Pemimpin Perusahaan: Windy Sudiono Manager Marketing & Promosi: Hasan Basri Alamat : Jl. Ciremai Raya D I-II Perumnas - Kota Cirebon 45142 Phone/Faximile: 0231-9268666 / 0231-484631 E-mail Redaksi: Sku.mediasi@gmail.com Pemasangan Iklan dan Berlangganan Hubungi: Jl. Ciremai Raya D I-II Perumnas - Kota Cirebon 45142 Telp. 0231-9268666 dan 085724151835 E-mail Iklan: Iklan.mediasi@gmail.com Diterbitkan Oleh : CV. Sukses Djati Diri [0031/10-23/PK/1/2011] Bank Jabar Banten No Rekening 0016026689001 an. Sukses Djati Diri

Wartawan mediasi selalu dibekali surat tugas dan tanda pengenal, serta namanya tercantum di dalam box redaksi. Bila ada yang mengatasnamakan wartawan mediasi, silahkan hubungi redaksi kami


news

16 - 30 April 2012 Edisi XVIII

Cirebon, Mediasi – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Cirebon yang baru dilantik, tampaknya memiliki tugas berat terkait peningkatan profesionalisme para anggotanya. Sebab, selain diminta menyelenggarakan Karya Latihan Wartawan (KLW) sebagai media menambah jumlah anggota, kepengurusan PWI di bawah kepemimpinan Muhamad Noli Alamsyah, juga ditugasi mengikutsertakan seluruh anggotanya untuk mengikuti sertifikasi wartawan. Hal tersebut diungkapkan Ketua PWI Cabang Jawa Barat, H Mirza Zulkarnaen MM dalam sambutan acara pelantikan pengurus PWI Perwakilan Cirebon, di ruang Adipura Kencana Kota Cirebon, Rabu (11/4). Selain melantik secara resmi kepengurusan baru, Mirza juga membeberkan saat ini ada upaya serius yang dilakukan PWI secara nasional, untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi wartawan tersebut, kata Mirza, setidaknya akan memperbaiki kembali citra wartawan yang selama ini sudah dirusak oleh oknum wartawan yang tidak jelas medianya. Sebab, dalam uji kompetensi tersebut tidak sembarangan wartawan bisa mengikuti. Melainkan hanya wartawan-wartawan media massa yang jelas eksis menjalankan fungsinya sebagai media kontrol di masyarakat. Staf Ahli Wali kota, Ir Budi Raharjo MBA mengatakan, sebagai mitra dalam menjalankan tugas sehari-hari, wartawan memiliki peranan penting di lingkungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sementara itu, kepengurusan PWI Perwakilan Cirebon periode 20122015 yang dilantik antara lain, Ketua Moh Noli Alamsyah (Kabar Cirebon), Sekretaris Dikri Hofiana (RRI). Dengan jajaran pengurus Irwan Nurudin, Saeful Badar, Waska Eko, Hj Ani Nunung, Anto Sulistianto, Arif Rohidin dan Prasetiyo. (red)

IAI Sosialisasikan PP No 51/2009 Cirebon, Mediasi – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sosialisasi PP No 51 Tahun 2009 tentang praktek kefarmasian , kemarin. Puluhan apoteker mengikuti kegiatan tersebut. Wakil Ketua Bidang Antarlembaga PC IAI Kota Cirebon, dr Hj Indriawati MKM Apt mengatakan, untuk praktik kefarmasian, sebelumnya mengacu pada PP No 25 tahun 1980. Namun, pada tahun 2009, muncul PP No 51 Tahun 2009. Sehingga, praktik kefarmasian mengacu pada PP yang baru. “PP No 51 tahun 2009 ini merupakan instrumen untuk memandu pekerjaan atau pengabdian profesi apoteker. Di mana apoteker harus berhadapan langsung dengan pasien dan memberikan informasi sejelas-sejelasnya tentang obat yang akan dikonsumsi,” tuturnya, kemarin. Berdasarkan PP No 51 tahun 2009, untuk perizinan praktik apoteker di apotek, harus melalui pengajuan STRA, SIPA dan SIA. Sedangkan untuk peizinanan praktik apoteker di Pedagang Besar Farmasi harus melalui pengajuan STRA dan SIKA. “Cara pelayanannya adalah apoteker melayani pasien langsung berdasarkan standar profesi guna meningkatkan mutu kesehatan,” tuturnya. Adapun lingkup kompetensi apoteker Indonesia, kata dia, adalah melakukan praktik kefarmasian secara profesional, menyelesaikan masalah terkait dengan penggunaan sediaan farmasi, keterampilan dalam pemberian informasi sediaan farmasi dan alkes, memformulasi dan memproduksi sediaan farmasi dan alkes sesuai standar. Diharapkan, PP No 51 ini bisa menjadi acuan dan pedoman bagi para apoteker untuk menjalankan profesinya. Sosialisasi ini, kata dia, akan dilaksanakan 2 gelombang. Mengingat anggota IAI Kota Cirebon cukup banyak. (red)

Sudah 25 Tahun Mengabdi Belum PNS Cirebon, Mediasi – Sedikitnya tujuh pegawai tata usaha (TU) di SMAN Kota Cirebon belum dilantik menjadi PNS, meski sudah mengabdi 25 tahun bahkan ada yang hampir pensiun. Menurut salah satu pegawai TU SMAN 4 Kota Cirebon Dewi R, dirinya dan beberapa teman-temannya banyak yang belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Berharap ada rasa perduli dari pihak DPRD dan Walikota Cirebon. “Saya sudah bekerja selama 25 tahun namun belum juga diangkat menjadi pegawai negeri. Bahkan ada beberapa teman yang hampir pensiun belum juga diangkat PNS,” papar Dewi, kepada Mediasi, kemarin. Pegawai yang belum menjadi PNS tersebut, kata Dewi, diantaranya Yunita Andayani, SE, Sukendar, Siti Jaenab, SE, Sri Innah, S.Kom, Sardi Dan, serta Soma. “Tahun 2005, nama kami sempat masuk dalam data base Dinas Pendidikan Kota Cirebon, yang saat itu Kepala Dinas Drs Wahyo, M.Pd. Namun hingga kini, jangankan dilantik, kabar selanjutnya pun belum pernah kami terima,” papar Dewi. Menurut Dewi, dirinya dan teman-teman pun belum mengerti data yang dimasukkan ke dalam data base dinas pendidikan saat itu sebenarnya saat itu untuk apa. “Kami belum tahu data kami diminta pihak Dinas Pendidikan saat itu untuk apa. Yang pasti tidak ada kelanjutannya hingga saat ini.” Berbeda dengan di Bandung, katanya, tahun yang sama data pegawai yang masuk ke Dinas Pendidikan Kota Bandung kini sudah menjadi PNS. “Sementara kami masih jauh dari perhatian pemerintah.” “Kami berharap ada perhatian dari DPRD Cirebon dan Walikota Cirebon. Karena dengan diangkatnya menjadi PNS, maka banyak tunjangan-tunjangan yang akan kami terima.

Foto: MEDIASI

PWI Tingkatkan Profesionalisme Anggotanya

15

Minimal kami bisa memiliki uang pensiun,” ungkap Dewi. (pen)

Kompensasi untuk Bebaskan Sungai Citamba dari Keramba Kuningan, Mediasi – Pasca banjir di Kota Kuningan, Bupati Kuninan H Aang Hamid akan menyiapkan kompensasi untuk membebaskan Sungai Citamba dari keramba. “Sungai Citamba harus bebas keramba. Sebab keramba menjadi salah satu penyebab meluapnya air sungai ketika terjadi hujan besar. Sehingga air sungai mengamuk dan merusak rumah beserta lingkungan. Sebagai pengganti, kita sudah siapkan kompensasi untuk pemilik keramba,” kata dia didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs Hidayat, Asda II H Kamil Ganda Permadi MM, Kadinsonaker H Dadang Supardan MSi, Camat Kuningan Eny Sukarsih MSi dan Kabag Humas Asep Budi Setiawan MSi, belum lama ini. Amukan air Sungai Citamba juga diakibatkan badan sungai semakin sempit akibat bangunan rumah. Tembok rumah terlalu menjorok memakan badan sungai. Ia meminta ke depan masyarakat harus disiplin. Jangan terjadi lagi ada bangunan mempersempit sungai. ”Saya titip ke pak RT, pak RW, lurah dan masyarakat, bangunan jangan melanggar. Sungai jangan semakin sempit,” pesan Aang. Aang juga ingin merelokasi bangunan di bantaran sungai, apalagi bangunan tanpa izin. Disebutkan, ada tujuh bangunan

termasuk empat bangunan tanpa izin akan direlokasinya. Ia sudah mengintruksikan ke dinas terkait agar memprosesnya segera, terutama kira-kira relokasinya kemana. Sedangkan bantaran sungai sendiri akan dibuat taman. “Insya Allah kalau direlokasi, rumah akan aman dan nyaman. Kalau relokasi memadai akan menjadi solusi cukup baik,” ucap dia. Sementara itu, langkah cepat dilakukan Bupati Kuningan ini dalam menangani korban bencana banjir pekan lalu, menyalurkan sendiri bantuan terhadap para korban. Di Kelurahan Awirarangan, bupati membantu rumah ambruk akibat amukan Sungai Citamba senilai Rp10 juta, rumah rusak ringan Rp2 juta. Selain itu juga membantu 24 paket kebutuhan dasar, 40 zak bantuan semen dan normalisasi sarana ibadah dua buah Rp1,5 juta. Di Kelurahan Kuningan, bupati membantu 15 paket kebutuhan dasar dan 20 zak semen untuk sarana lingkungan. Di Kelurahan Purwawinangun, 20 paket kebutuhan dasar dan 40 zak bantuan semen. Sedangkan di Kelurahan Winduhaji memberi santunan korban meninggal dunia Rp1.250.000, rumah rusak sedang dibantu Rp5 juta, dua paket kebutuhan dasar dan 40 zak semen. (red)

ilas Berita

SD dan SMP BPK Plus Adakan spectakuler event Cirebon, Mediasi - SD dan SMP BPK Plus adakan spectakuler event, Sabtu, 14 April 2012, acara yang berlangsung dari pagi hingga pukul 18.00 ini bertaburan dengan aneka lomba yang terbuka untuk umum. “Kami membuka diri agar lingkungan luar dapat masuk ke Sekolah kami, karena di bidang pendidikan kita semua bersama-sama” ujar Wakil Kepala Sekolah BPK Plus, Mr Sam, saat ditemui di sela2 acara. Mr Sam mengatakan bahwa respon dari masyarakat dan sekolah lain mengenai acara lomba ini cukup bagus, terbukti dengan banyaknya peserta yang ikut serta dalam kegiatan lomba yang dijurikan oleh Master Cheff Santiana. Lomba yang terdiri dari 9 lomba ini (try out cambridge test, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, lomba komputer untuk TK besar, singing contest, lomba menulis huruf kanji, lomba modelling, reading contest, lomba menghias kue dan lomba memasak fun cooking orang tua dan anak) ditutup dengan lomba memasak fun cooking orang tua dan anak. (win)

SMK Pelita Jatibarang Sampah Medis Dihancurkan Tambah Ruang Kelas oleh Incenerator Bertingkat Majalengka, Mediasi – Sampah medis yang masih di temukan di Tempat Indramayu, Mediasi – Demi mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, SMK Pelita Jatibarang tambah ruang kelas bertingkat. Diharapkan para murid dapat lebih berprestasi, “Pembangunan ini sangat berarti bagi kemajuan sekolah tersebut. Diharapkan peranserta para siswa yang berkominten untuk terus memajukan sekolah ini,” ujar Kepala Sekolah SMK Pelita Jatibarang Dedi Supardi. Sekolah yang berlokasi di kawasan desa bulak kidul ini sekarang sudah tampil beda dengan berbagai pembenahan baik dari segi prestasi siswanya hingga kondisi infrastruktur bangunan dan fasilitas belajar lainnya. (dim)

Pembuangan Akhir (TPA) Desa Heuleut Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka harus dimusnahkan dengan incenerator. Bekas-bekas alat medis ini dianggap sangat berbahaya bila tidak dimusnahkan. RSUD Majalengka berharap, sampah-sampah medis dari instansi kesehatan bisa memusnahkan sampah-sampah medisnya secara aman. Caranya dengan menggunakan mesin pemusnah sampah medis (incenerator smokles). Di sela pembakaran sampah medis kemarin (11/4), petugas sanitas sampah medis RSUD Majalengka, Udin Wahyudin menjelaskan, dengan menggunakan incenerator smokles sampah medis yang berbahaya bisa langsung dihancurkan. ”Kita memusnahkan sampah medis seminggu dua kali yakni pada hari Selasa dan Sabtu. Suhu yang dipakai 1.200 derajat celcius sehingga membuat sampah yang dibakar langsung hancur jadi abu,” jelasnya. (red)


liputan khusus

16

Edisi XVIII 16 - 30 April 2012

Nikmati Aneka Film di Rumah Anda Menonton film di rumah adalah salah satu hiburan sekaligus bisa lebih dekat dengan keluarga. Karenanya, stasiun TV swasta yang ada di Indonesia kurang cukup menawarkan ragam film. Kali ini, Groovia TV, dapat melirik kekurangan konsumen terhadap film dan hiburan lainnya.

M

Anda adalah film yang tepat, mengingat sulit mencari film yang khusus diciptakan untuk segala usia, terlebih lagi di Indonesia. Sebagai orang tua, memilih film yang tepat untuk disaksikan oleh seluruh anggota keluarga adalah tugas Anda. Dengan banyaknya film yang beredar, Anda harus semakin cerdas dan tepat memilih film berkualitas, karena sembarangan memilih film akan berdampak negatif pada buah hati Anda. Menonton film dari rumah adalah salah satu orang tua untuk mengawasai lebih dekat, apakah buah hati menonton film susah sesuai dengan usia mereka. Melihat peluang positif, belum lama ini

Foto: MEDIASI

enonton film bisa menjadi agenda yang menyenangkan bersama seluruh anggota keluarga, terlebih lagi untuk anak-anak. Menyaksikan sebuah film yang diputar oleh bioskop ataupun menonton film di rumah memiliki banyak manfaat selain sebagai media hiburan. Antara lain, membuka wawasan anak terhadap isi film tersebut, menambah kosakata, membebaskan dan memacu anak untuk berpendapat atas isi film, serta yang paling pen– ting mempererat kekompakan seluruh anggota keluarga. Manfaat-manfaat tersebut akan terasa jika film yang ditonton oleh keluarga dan anak-anak

B

roadcast TV (live TV) merupakan layanan delivery content televisi kepada pelanggan dengan kualitas yang prima baik dari segi gambar, suara, maupun interaktifitas. Pelanggan dapat memilih kanal yang diinginkan dengan menggunakan menu EPG (Electronic Program Guide), kanal-kanal tersebut akan tampil sesuai dengan paket yang digunakan. Sedangkan kanal-kanal yang tidak dapat dinikmati oleh pelanggan (berhubungan dengan paket yang di subscribe) akan muncul berupa notifikasi. Namun demikian jadwal acaranya masih bisa dilhat. Video On Demand (Video). Layanan video on demand menyediakan konten yang disajikan kepada pelanggan dalam bentuk katalog, sehingga pelanggan dapat memilih video yang diinginkan. Adapun pilihan video yang disediakan meliputi film, video klip, SVOD, maupun video olah raga. Katalog VOD juga menyediakan la– yanan berupa informasi video, poster film, tipe, tahun pembuatan, judul video serta harga. Selain dalam bentuk direktori, katalog VOD juga memungkinkan pelanggan melakukan pemancarian berdasarkan pengelolaan metadata. Pelanggan juga dapat menggunakan fasilitas bookmark untuk menandai video pilihan. Video On Demand. Merupakan layanan yang dapat digunakan untuk menayangkan ulang acara-acara live TV tertentu dengan rentang waktu beberapa hari kebelakang. Karaoke On Demand. Merupakan fitur yang memungkinkan pelanggan memasang file video musik yang dispe– sifikan secara khusus untuk karaoke. Seperti juga feature video dan musik, konten-konten karaoke akan disimpan

dalam katalog menurut kategori-kate– gori serta dapat dicari dengan menggunakan fasilitas searching. Pelanggan juga dapat menyimpan karaoke favoritnya. Games On Demand. Layanan games on demand menyediakan berbagai kategori games bagi pelanggan Groovia. Pelanggan bisa memainkan games sesuai dengan yang diinginkan. Games diklarifikasikan menjadi dua jenis yakni single games dan network games dimana network games memungkinkan dimainkan oleh lebih dari satu pemain. Musik. Layanan musik menyediakan musil dari berbagai genre dan kategori bagi pelanggan Groovia. Kategori dapat disusun berdasarkan genre, artis, dan konfigurasi lain yang dapat diatur sesuai keinginan pelanggan. Musik juga akan menampilkan TOP 20, serta memberikan fasilitas pencarian musik. Pelanggan dapat menyusun daftar lagu sendiri, serta dapat memainkan isi daftar lagu, baik secara berturutan maupun secara acak. Fitur fitur lain juga tersedia, disesuaikan dengan penggunaan perangkat-perangkat pemutar musik yang tengah populer di masyarakat. Time Shift TV (Rewind TV). Pelanggan dimungkinkan untuk memutar/memainkan kembali tayangan program TV yang telah tersedia dengan basis live TV. Radio. Merupakan layanan konten audio yang disediakan oleh Groovia. Konten audio berupa program radio nasional. NPVR. Pelanggan dapat menyimpanm program pilihan pelanggan dari berbagai channel tersedia. Parent Control. Layanan untuk melakukan pengawasan tayangan bagi anak-anak yang disediakan oleh Groovia, dimana pilihan bagi anda untuk mengatur level tayangan sesuai dengan yang anda inginkan. (win)

Groovia TV memperkenalkan untuk masyarakat Cirebon. “Masyarakat Cirebon kini akan mulai dapat menikmati prosuk terbaru dari PT. Telkom, yaitu Groovia TV, setelah dikomersilkan sebelumnya di Kota Bandung” ujar EGM DCS Barat, Tri Djatmiko saat membuka Customer Gathering dan pengenalan Produk Grovia TV di Ballroom Hoi tel Grage, Cirebon, (2/4). Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Cirebon, Subardi, para undangan yang merupakan pe– langgan setia Telkom, serta puluhan calon pe– langgan Groovia TV dari berbagai kalangan. Dikatakan oleh Tri, Groovia TV merupakan revolusi baru di bidang edutainment, layanan ini memiliki fitur antara lain pause dan rewind, TV on Demand karaoke on demand dan video on demand yang menyimpan jutaan lagu serta berbagai film di server Groovia. Para pelanggan dapat mengakses fitur-fitur ini dengan tarif ter-

tentu. Manager Area Cirebon, Ifan Wiryawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini, kapasitas siap jual Groovia TV di area Cirebon telah mencapai 30.000 satuan sambungan Groovia, dari total kapasitas sentral sebesar 110.000 satuan sambungan telepon yang jaringannya telah ready to IPTV. Sementara itu, Walikota Cirebon, Subardi, berharap agar Telkom tetap berbendera Indonesia ditengah ekspansi para pemodal asing di beberapa perusahaan provider telekomunikasi lainnya. Dalam kesempatan ini Walikota Cirebon didaulat sebagai calon pelanggan pertama untuk layanan Groovia TV. Selain itu, pada kesempatan tersebut diberikan secara simbolis set up box oleh EGM DCS Barat kepada 50 calon pelanggan lainnya. (win)

Layanan Televisi Masa Depan

Foto: MEDIASI

Kanal-kanal Groovia

Foto: MEDIASI

T

elkom Groovia adalah layanan yang menggunakan layanan tv interactive & personalized berteknologi internet protocol melalui Groovia, layanan ini akan menghadirkan kenyamanan serta kelengkapan konten dalam menikmati televisi. Sehingga keluarga menjadi lebih bahagia, terhibur, dan mendapatkan inspirasi, karena layanan ini akan membawa keluarga melangkah lebih maju lagi dalam menapaki kehidupan yang semakin dinamis. Grovia bukanlah sekedar content televisi yang didistribusikan melalui internet, melainkan sebuah bentuk sinergi antara internet dan web yang dipadu  dengan kekuatan media televisi. 

Groovia akan memungkinkan keluarga untuk me– lakukan interaksi dua arah disiaran televisi dimana penonton bisa me-request tayangan sesuai dengan yang diinginkan, mulai dari layanan televisi, siaran radio, video klip, hingga video games favorit secara online. Fitur lainnya yang menjadikan Groovia begitu istimewa adalah TV on Demand atau disebut recorder TV dimana Anda bebas memutar ulang siaran televsi favorit Anda hingga bebeapa hari ke belakang serta melakukan rewind, fast forward, atau pause siaran te– levisi yang sedang tayang. (win)


Edisi XVIII. 16-30 April 2012