Issuu on Google+

1

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007


2

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

EDITORIAL

DASAR FILOSOFI Menjadi garam dan terang dunia bagi sesama (Matius 5: 13-17)

Sesuai dengan Renungan oleh penulisnya maka tema untuk edisi ke-7 ini adalah “ Tubuh kita adalah Bait Allah” Jika anda telah membacanya memang itulah kenyataan yang terjadi. Untuk itu marilah kita jaga tubuh kita, kita jaga ucapan kita dan tindakan kita. Untuk menghadapi segala persoalan, kesulitan perekonomian, bencana alam yang datang silih berganti, kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Mengucap syukurlah disegala perkara sehingga Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan keteguhan hati. Masih banyak lagi artikel-artikel yang dapat menambah wawasan kita. Dalam edisi berikutnya kita sediakan juga rubrik “Kontak Pembaca”. Disitu pembaca bisa menyampaikan pertanyan-pernyaan , kritikan, usulan atau ideide yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan Ora et Labora. Jadikan Tabloid ini sebagai media untuk edukasi, informasi dan komunikasi. Untuk meningkatkan kualitasnya sukalah para pembaca ikut ambil bagian dalam pengisian materinya. Edisi berikutnya kami khususkan sebagai edisi Natal dan Tahun Baru. Jika pada edisi ke-7 ini masih banyak hal-hal yang kurang berkenan di hati pembaca, hendaknya maklum adanya. Tuhan beserta kita, Amin. Salam Redaksi

VISI Mendidik siswa menjadi manusia yang takut akan Tuhan, berguna bagi sesama dan berpengetahuan tinggi berdasarkan nilai-nilai Kristiani

MISI Menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan menyenangkan untuk : Mengembangkan iman siswa agar berperilaku seturut dengan nilainilai Kristiani Mengembangkan sikap dan perilaku siswa agar saling mengasihi, menghargai dan menghormati sesama Mengembangkan potensi siswa secara optimal agar menjadi manusia yang handal

MOTTO Create Stars in God’s Hand DEWAN REDAKSI Penanggung Jawab: Pelaksana Harian (PH) Pembina: Tikky Suwantikno S, S.Pd., M.Si Evang Darmaputera, M.Ed Maria Ch. Regar SH Ir. Handyanto W Penasihat: NS. Prijono Adhi SH Kepala TK, SD,SMP dan SMA Pemimpin Redaksi: Chornelius Priyatmo Legowo Wapemred/Editor: Edi Haryanto A. S.Pd Drs. Julius Agustinus DBS Tutik Purwanti, S.Pd Anggota Redaksi: Ir. Ida Dermawan Bambang Koes Rini Kristyaningrum, SE Maria Imakulata Diaz, S.Pd Elisabeth Chrismy P, S.Pd Stevanus Sudar, S.Th Indah Astuti, S.S Dian Rosmawati Galuh Purboretno, S.Pd Evi Kristanti DP Hendriyana, S.Pd Martha Evayanti Iklan & Distribusi Kartini R. Tiwa, S.Pd

Alamat Dewan Redaksi Media Ora et Labora: Gedung Ora et Labora Jln. Panglima Polim I Blok N/1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: (021) 7244265/ (021) 7261145 Fax : (021) 7244265 Website : www.oel.or.id email: yayasan@oel.or.id

PROFIL KHUSUS

MENGABDI TANPA HENTI Redaksi dalam kesempatan ini menyajikan wawancara dengan seorang guru yang mengabdi tanpa henti meskipun sudah purna tugas tetapi sampai saat ini masih setia mengabdikan diri di YPK Ora et Labora. Siapakah dia? Mari kita ikuti hasil wawancara di bawah ini: Red : Bolehkah kami mengetahui identitas lengkap ibu? Jen : Nama saya adalah Jenniwati Setijawan dan panggilan saya adalah Mam Jenny, karena saya mengajar bahasa Inggris, jadi saya dipanggil demikian oleh murid-murid. Red : Kapankah ibu mulai berkecimpung dalam dunia pendidikan , dan sebelum mengajar di Ora et Labora ibu bekerja di mana? Jen : Pelayanan saya dalam dunia pendidikan pada tahun 1965 di Yayasan Gembala Baik Santa Maria Fatima Jatinegara.Pada saat itu saya mengaJar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Unit SMP. Yang tak pernah saya lupakan adalah angkatan pertama saya mengajar, karena salah satu siswi kelas 3 SMP, saat ini menjadi Ibu Negara ( Ibu Ani Yudhoyono), beliau adalah salah satu siswi yang tulisannya rapi sekali, dan beliau berteman dengan Ambar, Titi dan Selly adik kandung saya sendiri. Pada saat itu usia saya baru 23 tahun jadi termasuk guru yang paling muda dan dekat dengan siswa-siswinya, bahkan adik Ibu Ani yaitu Ibu Mastuti adalah murid saya di SMP yang sama . Alangkah bahagianya seorang guru seperti saya bila mendengar mantan anak didiknya sangat berhasil dalam kehidupannya. Red : Sejak kapan Ibu bekerja di YPK Ora et Labora dan mengapa Ibu memilih Ora et Labora sebagai tempat pelayanan Ibu? Jen : Sejak bulan Juli 1983 saya bekerja di Sekolah Ora et Labora, di bawah pimpinan Kepala Sekolah yang pertama yaitu Ibu Helena Han (almarhumah) . Beliau adalah guru Aljabar saya di SMP dan hubungan kami sangat dekat, beliaulah yang melatih saya untuk berbahasa Indonesia yang baik, sebab sebelumnya saya hanya bisa Bahasa Belanda karena saya berasal dari MULO Concordante School di Salemba. Jadi pengertian Bahasa Indonesia saya ketika itu sangat minim Tahun 1960 saya berpisah dengan beliau dan bertemu kembali tahun 1980, namun beliau masih tetap ingat dengan saya. Pada saat saya sedang menunggu anak saya di TK

PSKD di GKI Panglima Polim, Ibu Han sedang mendampingi siswa-siswinya usai mengikuti kebaktian di Gereja Effatha, beliau meminta saya bersedia membantu sebagai guru SMP, karena beliau tahu saya berasal dari IKIP Bandung. Sejak itulah saya sekali-kali kontak dengan beliau, tetapi karena saya sedang hamil anak ke- 3 maka saya tunggu sampai usia anak saya 1 ½ tahun. Tepatnya tamggal 17 Juli 2007 saya mulai bekerja di SMP P. Polim. Red : Apakah putra-putra ibu juga Alumni Ora et Labora? Sudah berkeluarga dan bekerjakah mereka sekarang? Jen : Ke-3 anak saya adalah keluarga Ora et Labora. Yang pertama Michael lulus SMP OeL tahun 1986 dan sudah menikah tahun 2001. Dia bekerja di Hafelle(PMA) dan juga sebaga pemborong bangunan karena dia seorang Arsitektur lulusan UKI. Yang ke-2 Melvin lulus SD OeL tahun 1989, sekarang bekerja dalam bidang pneumatic & industrial equipment di PT Sinar Mutiara Cemerlang karena dia seorang Insinyur Elektro lulusan Atma Jaya. Dan yang bungsu Mario seorang akuntan yang lulus dari Atma Jaya, kini bekerja di "Rheem" sebuah perusahaan yang bergabung dengan Australia sebagai staff Acounting. Kini tugas saya hanya mengarahkan agar mereka tidak terlalu gegabah bila mengambil keputusan. Kami sekeluarga selalu menjaga kebersamaan , saling sharing dan mencari solusi jika ada kesulitan. Red : Di Unit mana saja Ibu ditempatkan?, coba ceritakan sedikit tentang karir Ibu di Ora et Labora. Jen : Pada awalnya saya mengajar di SMP kelas 1,2 dan 3 dan sekaligus menjadi wali kelas. Mata pelajaran yang pernah saya berikan adalah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Prakarya, PSPB dan PLKJ. Tahun 1995 saya dimutasikan ke SMA Pondok Indah untuk mengajar Bahasa Inggris. Tahun 1995 saya ditugaskan mengajar Bahasa Inggris di SMA BSD pada saat masih di Ruko. Meskipun jarak begitu jauh dari Tebet ke BSD tetapi saya tidak merasa jenuh atau lelah, saya betul-betul menikmati talenta saya sebagai guru, meskipun orang tua saya selalu merasa khawatir karena jaraknya yang terlalu jauh. Pukul 05.30 pagi saya sudah berangkat bekerja dan baru kembali ke rumah paling cepat pukul 17.30 sore. Itulah jika hati seseorang sudah melekat dengan jabatan , sejauh apapun tidak menjadikan masalah, seperti saya dengan YPK Ora et Labora sulit untuk dipisahkan dan kebetulan anak-anak sayapun mendukung nya. 2 tahun saya diangkat sebagai Wakil Kepala Sekolah dan tahun 1997 diangkat

menjadi Kepala Sekolah SMA BSD. Tahun 2003 seharusnya sudah pensiun tetapi masih diperpanjang sampai tahun 2005. Jadi selama 7 tahun saya menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA OeL BSD. Dari tahun 2005 sampai sekarang saya masih dipercaya sebagai Supervisor SMP dan SMA. Red : Mengapa Ibu masih bersedia bekerja di Ora et Labora , dan sampai kapankah Ibu masih bersedia melayani?. Jen : Saya sangat menyatu dengan Ora et Labora seakan-akan milik saya sendiri, dan saya bersedih jika Ora et Labora menurun. Selama saya masih dibutuhkan saya tetap akan mengabdi disini, itupun jika Tuhan masih mengizinkan saya mengabdi disini. Mungkin karena saya memiliki rasa nasionalisme dan kerja keras serta karya karya terbaik, saya akan mencoba berbuat sesuatu untuk kemajuan Ora et Labora. Red : Menurut Ibu ide-ide dan Gagasan Apa aga YPKOra et Labora bertambah maju, tumbuh dan berkembang? Jen : Ora et Labora bisa maju dan ber kembang jika SDM-nya dibenahi dan tentunya segala sarana dan prasarana sekolahpun perlu ditingkatkan. Dan yang terpenting lagi jika guru-guru melayani siswa-siswinya sebagaima layaknya anak sendiri, penuh kasih sayang dan perhatian. Red : Apa yang menjadi harapan Ibu untuk Ora et Labora dimasa yang akan datang?. Jen : Saya masih merindukan agar Ora Et Labora tetap diminati para siswa Untuk mencari Ilmu di tempat ini. Ora et Labora selalu dicari oleh orangtua untuk memasukkan putra-putrinya sebagai tempat bersekolah. Red : Ibu selalu rajin membaca dan bahkan menulis untuk Tabloid Ora et Labora, apa sebetulnya manfaat Tabloid tersebut, dan bagaimana sebaiknya agar tabloid Ora et Labora semakin diminati oleh pembacanya?. Jen : Tabloid Ora et Labora tak pernah lupa bagi saya untuk membacanya, bahkan kadang-kadang ingin membantu mengisinya, namun karena keterbatasan waktu yang saya miliki ya hanya sekalisekali saya membantu. Tabloid sebenarnya merupakan gaung dan cahaya Ora et Labora yang sangat efisien dan efektif untuk menjangkau masyarakat mengetahui apa dan bagaimana sih Ora et Labora itu? Sebab itu saya sarankan agar tabloid kita ini dapat digemari, dibaca dan dimengerti oleh semua lapisan masyarakat, baik dia itu anak -anak maupun orang dewasa dan isinya makin menarik, berita terkini banyak termuat sehingga tidak membosankan Redaksi


3

Edisi 7 • Tahun 1

KEROHANIAN

Oleh Gantyo Koespradono Wartawan Media Indonesia

Religiusitas dan Tubuh Bait Allah (1 Korintus 3:16-17)

gantyo@mediaindonesia.co.id

K

ALAU ada yang bertanya kepada kita, bangsa mana yang paling religius? Dengan bangga, kita mungkin akan menjawab: Bangsa Indonesia. Anda tidak salah, sebab di negeri kita terdapat begitu banyak agama. Ada begitu banyak rumah ibadah sebagai sarana bagi penganut agama-agama tersebut untuk memuji, menyembah dan mengagungkan Tuhan. Kelewat cintanya kepada Tuhan, kita punya banyak tempat ibadah dan ada di mana-mana, tersebar di sembarang tempat. Coba Anda perhatikan, di hampir setiap kantor pemerintah, pasti ada masjid atau musola. Pegawai negeri yang kebetulan beragama Kristen dan jumlahnya tidak seberapa, malah mendapat keistimewaan; aula departemen digunakan untuk tempat persekutuan doa. Saking sayangnya kepada Tuhan, umat Kristen yang tidak sabar mendapatkan fasos dan fasum - atau sudah ada tapi jadi rebutan antargereja - menjadikan ruko sebagai tempat pemujaan. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang sering dianggap sebagai negara Kristen, pemerintahnya melarang warga negaranya menjadikan fasilitas milik pemerintah untuk tempat beribadah. Banyaknya tempat ibadah di negeri ini tidak berbanding lurus dengan religiusitas seseorang. Jika berbanding lurus, tersebarnya begitu banyak tempat

September - November 2007

ibadah, logikanya negeri ini bebas korupsi dan aman karena tidak ada tindak kriminalitas. Tapi faktanya ternyata tidak seperti itu. Indonesia, berdasarkan survei dan hasil penelitian lembaga-lembaga internasional, menduduki peringkat teratas dalam soal korupsi, baik skala di Asia maupun dunia. Kebencian pun masih mendominasi sebagian besar warga Indonesia tanpa memandang mereka agamanya apa. Demi uang, anak tega membunuh ayah kandungnya. Demi nafsu, ayah tega memerkosa anak perempuannya sendiri. Demi gengsi, suami ringan tangan melakukan aksi kekerasan dalam rumah tangga. Demi harta dan kehormatan, istri tanpa merasa bersalah 'memaksa' suami untuk korupsi. Dalam kitab Kejadian, Allah telah berfirman bahwa manusia segambar dengan-Nya. Dalam Perjanjian Baru, keberadaan bahwa kita sezat dengan Allah dipertegas lagi dengan istilah tubuh kita ini adalah bait Allah. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 3:16-17 berkata: "Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia, sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu adalah kamu." Namun dalam praktik, kita sering membinasakan sendiri tubuh kita yang adalah bait Allah dengan perbuatanperbuatan tercela, sehingga kita tidak hidup kudus. Kalau kita tidak hidup kudus, bagaimana mungkin kita mengklaim

bahwa diri kita religius? Bagaimana mungkin dalam konteks yang lebih luas, kita dengan bangga mengatakan bahwa bangsa Indonesia-lah yang paling religius dibandingkan bangsa-bangsa lain? Lebih celaka lagi, ada pihak atau sekelompok orang yang berani mengatasnamakan Tuhan -- dan demi membela Tuhan -- tega mencelakakan orang lain. Mereka - atau mungkin juga kita - mengaku punya hati, tapi hati yang benar-benar kosong. Dalam realitas kehidupan sekarang ini, mudah sekali ditemukan orang yang mengaku beragama tetapi tetap melakukan penyelewengan, korupsi, penipuan dan tindak pidana lainnya yang

tidak sesusai dengan ajaran luhur agama yang dianut. Banyak manusia yang meskipun mungkin beragama, tetapi lemah jiwanya. Akibatnya banyak orang yang merasa meraih sukses, tetapi kesuksesannya tidak memberikan makna. Banyak orang yang meraih kekayaan, namun kekayaannya tidak memberikan arti bagi kemuliaan hidupnya. Ada orang yang berhasil meraih kekuasaan, namun kekuasaannya tidak memberikan kesejahteraan bagi yang dipimpinnya. Inilah akibat dari manusia yang lemah jiwanya, karena dia tidak tahu bahwa tubuhnya adalah bait Allah. Bagaimana dengan Anda?*

R e l i g i u s i t a s d a n Tu b u h B a i t A l l a h R e l i g i u s i t a s d a n Tu b u h B a i t A l l a h R e l i g i u s i t a s d a n Tu b u h B a i t A l l a h R e l i g i u s i t a s d a n Tu b u h B a i t A l l a h R e l i g i u s i t a s d a n Tu b u h B a i t Bedah lagu

BATU PENJURU GEREJA THE CHURCH’S ONE FOUNDATION Batu Penjuru Gereja dan Dasar yang esa yaitu Yesus Kristus, Pendiri umatNya. Dengan kurban darahNya Gereja ditebus; babtisan dan firmanNya membuatnya kudus Terpanggil dari bangsa seluruh dunia manunggallah Gereja ber Tuhan yang esa Aneka kurnianya, esa babtisannya esa perjamuannya, esa harapannya. (Kidung Jemaat 252: 1,2) Hymne ini ditulis oleh seorang pendeta gereja Anglican berusia 27 tahun yang bernama Samuel John Stone. Saat penulisan ini Stone sedang bertugas pada sebuah gereja kecil dekat Windsor, Inggris. Pada saat itu terjadi pertentangan antara 2 bishop dari Church of England. Anehnya, masalah ini terjadi di Afrika Selatan. Melalui tulisan-tulisannya, Bishop John William Colenso dari propinsi Natal, Afrika Selatan, menyerang ketepatan sejarah dari kitab-kitab Musa di Perjanjian Lama. Menghadapi ini, Bishop Gray dari Capetown bersama bishop-bishop Anglican lainnya menuduh Bishop Colenso menyebarkan bidat dan menuntut pengunduran dirinya.

Pertarungan antara kaum fundamental dan liberal ini segera melibatkan pemimpinpemimpin gereja Anglican lainnya di seluruh Kerajaan Inggris. Stone yang amat tergerak oleh keadaan ini menulis sekumpulan hymne pada tahun 1866 yang berjudul "Lyra Fidelium" ("Lyra dari orang-orang yang setia"-Red) berisi 12 kredo berdasarkan Kredo Para

Rasul untuk menyerang kaum modern dan liberal yang dengan mudah dapat menyebabkan perpecahan dan kehancuran gereja. Dilanda perpecahan dan faham yang sesat Jemaat diserahkan Tekanan yang berat Kaum kudus menyerukan, "Berapa lamakah?" Akhirnya malam duka diganti trang cerah (Kidung Jema`at 252:3) "Batu Penjuru Gereja" ditulis berdasarkan kredo ke-9, yaitu " Gereja Universal yang kudus, Dia (Yesus - Red) adalah Kepala Tubuh," Stone berkeyakinan bahwa kesatuan Gereja harus hanya berdasarkan kepada pengakuan akan ketuhanan Kristus sebagai Kepala Gereja

dan bukannya berdasarkan pandangan atau interpretasi manusia. Hymne ini segera menjadi populer di Britania Raya dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Latin. 2 tahun kemudian semua bishop gereja Anglican berkumpul di London dalam pertemuan raya yang terkenal dengan nama Konperensi Lambeth. Pada pertemuan ini "Batu Penjuru Gereja" dipilih sebagai lagu tema hymne yang dikumandangkan dalam prosesi. Samuel John Stone lahir di Whitmore, Staffordshire, Inggris, pada tahun 1839. Setelah lulus dari Oxford, Stone menghabiskan seluruh pelayanannya hanya pada 2 gereja di London di mana dia amat dikenal sebagai pendeta dari orang-orang miskin. Stone melayani orang-orang yang tidak mampu ini di ujung timur kota London. Disebutkan orang, di sana Stone "membuat tempat ibadah yang indah bagi orang-orang yang `hina` dan menjadikannya pusat terang bagi tempat-tempat yang gelap," Kepribadian Stone dikenal sebagai tak bercacat dan suka membela orang-orang yang lemah dan berkekurangan. Di lain pihak, Stone merupakan pejuang yang teguh dan tanpa kompromi membela iman konservatif yang pada saat itu sering diserang melalui evolusi filsafat. Menurut Stone, iman seseorang secara pribadi yang didasari oleh firman Tuhan sudah cukup. Semua tulisannya digambarkan sebagai "pernyataan yang kuat dari iman manusia, di mana dogma, doa,

dan pujian dijalin dengan keahlian yang tinggi." Teks asli dari hymne tulisan Stone ini terdiri atas 7 stanza. Salah satu yang juga amat mendukung kerinduan hati Stone atas keutuhan Gereja Tuhan terdapat pada stanza ke-3: Gereja takkan punah selama-lamanya, dibimbing tangan Tuhan, dibela kasihNya. Ditantang pengkhianat dan banyak musuhnya, bertahanlah Jema`at dan jaya mulia.

Sumber: . "101 HymnStories", Kenneth W.Osbebeck, Kregel Publications. . "Songs of Glory: Stories of 300 Great Hymns & Their Stories Ser.", William J. Reynolds, Baker Book House. (Mr.Choleg)


4

Edisi 7 • Tahun 1

LAPORAN

PH & PENGURUS, GURU & KARYAWAN

September - November 2007

SEMINAR SEHARI GURU/KARYAWAN

Pada hari Sabtu, 27 Oktober 2007 diadakan Seminar di SMP GONSAGA Pejaten Barat. Ora et Labora mengirimkan 2 orang peserta yaitu Bpk. Bambang K. Dan Bpk. Zakarias Poceratu. Salah satu pembawa makalahnya adalah Bpk. Rhenald Kasali PhD. Beliau menjelaskan tentang: "Lima Faktor Penentu Masa Depan" yang ringkasannya sbb: Ada 5 Faktor Penentu Masa Depan al: 1. Kecepatan. Kecepatan berpikir dan bertindak: Faktor pikiran: _ berpikir besar _ memulai dari kecil _ berpikir fokus

Untuk mencoba, hubungkan empat buah titik di bawah ini dengan tiga garis tanpa putus * * bila kamu bisa keluar dari titik kamu akan * * berhasil

meaning full ( mencari uang jangan kejar uang ) berpikir simple misal: dari 4 buah titik buatlah sebuah bangun * o

* *

Bila ditemukan jawabannya adalah * * Berarti pikiran anda simple. *---------* Tapi jika jawabannya * * Pikiran anda tidak praktis. * * Orang kebanyakan tidak dapat berpikir secara paradok> Misal: Cinta bukan lawan benci tapi cinta lawannya adalah tidak cinta, paradikma lama jadi tidak positif misal lambang PKI

PERJALANAN HIDUP SEORANG PERANTAU

P

ada tahun 1942 di masa penjajahan Jepang, di kampung Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong Lampung Selatan, datanglah seorang perantau dari desa Gunung Anyar, Sleman Yogyakarta yang bernama Pawiro Hardi. Dia hidupsebagai petani sederhana dan meminang gadis asli Lampung bernama Maynah. Pada tanggal 7 Juli 1960 lahirlah anak pertama dan diberi nama HONO (huruf pertama dalam huruf Jawa). Dengan kesederhanaannya Pak Pawiro dan istrinya harus menghidupi 8 anaknya yang masih kecil-kecil. Karena terbatasnya biaya Hono disekolahkan hanya sampai SMEP (setingkat SMP) dan lulus tahun 1979. Dengan semangat dan tekad yang bulat dan didorong dengan ajakan temannya, Hono merantau ke Yogyakarta. Ia ditampung oleh pamannya dan disekolahkan di SMEA Swasta Di Kulon Progo ( kira-kira 45 km sebelah barat Yogyakarta ). Setelah lulus tahun 1982, Hono kembali ke kampung halamannya di Lampung. Di kampungnya tidak ada lapangan pekerjaan kecuali bertani, sehingga Hono nekad merantau ke Jakarta dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidupnya agar dapat membantu orang tuanya membiayai adikadiknya. Dengan pertolongan dan informasi saudaranya, Hono mencoba melamar pekerjaan di Ora et Labora sambil melanjutkan studinya di UT jurusan Menejemen Ekonomi (meskipun tidak selesai). Di bawah ini ada sekelumit wawancara dengan Bapak Hono yang sampai sekarang masih setia melayani YPK Ora et Labora. Selamat membaca!.

R. Kapan dan di bawah pimpinan siapa Pak Hono mulai bekerja di Ora et Labora?, dan pekerjaan apa yang dipercayakan kepada Bapak pada saat Bapak mulai bekerja?. H. Saya masuk di YPK Ora et Labora tanggal 1 Juli 1983 yang berlokasi di Pangkima Polim sebagai Tata Usaha Yayasan di bawah pimpinan Bapak Japet Iskandar (suami Ibu Wirawati Iskandar Ka. SD P. Poklim) Setelah 1 tahun percobaan saya diangkat sebagai karyawan tetap pada tanggal 1 Juli 1984, sampai Juni 1985. R. Di unit mana saja Bapak ditugaskan ,dan siapa saja pimpinannya? H. Juni 1985 saya ditugaskan untuk memegang Perpustakaan SD/SMP Panglima Polim sampai tahun 1988. Pada Juli 1988 sampai dengan bulan Juli 1990 saya diperbantukan di Unit SD di bawah pimpimnan Ibu Maudy Mieke Jeane Haulussy. Mulai Juli 1990 saya ditugaskan kembali menjadi TU tetapi di SMP Ora et Labora Pondok Indah.sampai bulan September 1999. Pimpinan Sekolahnya berturut-turut adalah: 1. Bpk. Edi Harianto (Juli 1990 - Juni 1993) 2. Bpk. NS Prijono Adhi, SH (Juli 1993 - Juni 1997) 3. Ibu Saar Sahusilawane (Juli 1997 - September 1999) Pada bulan Oktober 1999 saya dimutasikan ke SMP Kristen Ora et Labora BSD, di bawah pimpinan Ibu Adelheid M.J. Mamangkey. Pada saat itu saya ikut mempersiapkan

Akreditasi yang pertama , dan pujiTuhan mendapatkan nilai B. Mulai Juli 2002 dipimpin oleh Bpk. Drs. Julius Agustinus Dwi Budi Susilo, Akreditasi ke dua tahun 2005 dengan nilai A (amat baik). R. Apa suka dan dukanya selama bekerja di bidang Administrasi dari sebelum dan sesudah komputer kita miliki? H. Suka dukanya, sebelum memiliki komputer semua pekerjaan harus dikerjakan dengan manual, tetapi masih beruntung terbantu dengan adanya mesin ketik, baik un tuk laporan dan pengetikan segala macam bentuk pekerjaan. Setelah ada komputer semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat, rapi dan semua data dapat disimpan dan tinggal mengedit ketika dibutuhkan. R. Kami tahu bahwa Bapak bertemu istripun di Ora et Labora. Bagaimana ceritanya?. H. Pada tahun 1988 saya bertemu calon istri saya yang Tuhan telah karuniakan kepada saya, seorang guru SD yang cantik dan menawan hati saya, berasal dari Gn. Kidul Yogyakarta bernama Eny Praptiningsih. Pada waktu itu Guru-guru dan Karyawan sedang berekreasi ke Pulau Ayer, nah disitulah kami mengadakan pendekatan. Dengan perjuangan dan perjalanan yang sangat rumit maka akhirnya harapan saya dikabulkan oleh Tuhan dan kami sepakat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan yang kudus pada tanggal 7 Februari 1990, yang sampai sekarang masih hidup rukun dan damai. R. Apa suka dukanya pada saat Bapak masih bekerja bersama suami - istri di tempat pekerjaan yang sama di YPK Ora et Labora?. H. Meskipun tempat kami bekerja di lokasi yang berjauhan, kami selalu pulang pergi bersama. Dukanya tentunya ada pengawasan secara pribadi bagi kami tetapi sifatnya positif. R. Sekarang di mana istri Bapak bekerja, dan apa kegiatan Bapak di luar pekerjaan rutin ?. H. Istri saya sekarang bekerja di BPK Penabur di Kota Modern Tangerang, dan setelah S 1 selesai diberi kepercayaan mengajar khusus Matematika di kelas VI sekaligus menjadi wali kelasnya. Puji Tuhan saya terpanggil untuk melayani Jemaat GKJ Tangerang sebagai Majelis Gereja bersama Bapak Edi Harianto dan Bapak Stevanus Sudar. R. Apa yang membuat Bapak betah bekerja di YPK Ora et Labora?. H. Saya sudah sangat mencintai pekerjaan saya, maka sampai saat ini kami masih betah dengan pekerjaan saya sebagai TU karena bisa membantu Kepala Sekolah, Guru serta siswa yang membutuhkan bantuan saya,. Dan Tuhan telah memberikan talenta yang saya miliki dan itu harus saya syukuri, saya nikmati dan saya jalani dengan sukacita dan ikhlas R. Apa saran dan usulan Bapak untuk perkembangan dan pertumbuhan Ora et Labora pada umumnya?. H. Saran dan usulan saya adalah kembangkan terus Ora et Labora jangan sampai ketinggalan dengan sekolah yang lain yang ada di sekitar sekolah kita, lengkapi terus sarana dan prasarana baik untuk menunjang pendidikan anak didik maupun guru-guru. Serta khususnya jangan lupakan pengetahuan karyawan stafnya yang mungkin dapat untuk menunjang kerja yang lebih baik dari yang sudah ada. Bekali guru-guru dengan diadakan Seminar, Workshop maupun PKG antar mata pelajaran, baik yang diadakan oleh Yayasan maupun dari pihak luar. R. Apa harapan Bapak untuk Ora et Labora di masa mendatang?. H. Harapan saya, agar Ora et Labora dimasa yang akan datang terus maju dengan Visi dan Misinya, kembangkan sayapnya pasti Tuhan akan memberkati. Redaksi

2. Komplikasi Jangan dibikin simple tapi berpikirlah simple 3. Resiko Laba satu paket dengan resiko 4. Perubahan Adaptasi dengan lingkungan yang berubah-ubah. 5. Kejutan Kalau kita berpikir kaku akan cepat mati karena banyak hal yang mengejutkan. Demikian sebagian dari isi seminar, semoga berguna bagi kita semua Bbg /Red

KENALAN BARU SDK OeL PAMULANG Written by Evi Kristanti DP Setelah berkenalan dengan sekolah di Bath England ternyata anak-anak kelompok Flat Stanley di SDK OeL Pamulang punya kenalan baru lagi. Mau tahu siapa mereka? Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email dari 2 sekolah di luar negeri yang ingin bertukar pengalaman tentang kegiatan Flat Stanley. Tentu saja dengan senang hati kami menerimanya. Berikut ini email- email mereka : I'm a Grade 4 teacher from Carleton, Nova Scotia, Canada. We are looking for a class to exchange our flats with. There are 19, 8-9 year old children in our class and we'd love to learn about a country far from where we live. That's why we picked you. Would you be interested? I've been a member of the FS Project since the 90's and have found more luck exchanging with whole classes than with individuals. So many of my students didn't get their flats back when we sent individuals and were very disappointed. Exchanging with whole classes, I find that it's easier work for the teacher, you form a rapport with the exchange teacher and end up learning so much about another country. The return rate is also 100% (or very close to it). If you're interested, let me know! Yvette Landry Itu tadi Yvette, guru dari Canada, dan yang berikut ini Kelly di Pennsylvania, USA. I have a few students here in Pennsylvania, USA, who have high hopes to send their FS to visit Indonesia and learn about life there. Are you able to host or exchange 1 - 3 FS? Looking forward to your reply, Kelly Berikut ini jawaban yang saya berikan untuk Yvette Landry dan Kelly dengan lampiran kegiatan Flat Stanley anak-anak SDK OeL Pamulang. I am Primary Teacher in Christian School of Ora et Labora, Pamulang, Indonesia. Have you heard about my country?. Bali is in my country. It is a beautiful place in my country. Many foreigners come to Bali. Anyway, I am interested to exchange Flat Stanley project with you. My students visited a place name, Godong Ijo, near our school. I enclose the story about our project to you. Check in Attachment. And, would you send your Stanley project? I'll show it to my students. Ok, thanks. Please confirm me if you've accepted it. Evi Dear Kelly, How are you, I am sorry I've just email to you.In Indonesia, we have holiday until October 22 because Indonesian people, majority celebrate Idul Fitri (Mosleem celebration) I remember that I have promise to you about Flat Stanley. First, my students drew Flat picture then we asked him to visit a place near our school, named Godong Ijo Nursery. For more, you can see in attachment, ok. Confirm me if you've accepted it.What about yours? Thanks in advance Evi Dan sempat juga Yvette memberikan balasan email lagi. Dear Evi, It was nice to hear from you. (I was wondering if you still wanted to exchange flats). After reading your email, I assume that you will not be sending us flats in the mail. We did get your attachment of your trip to Godong Ijo. Is this the "flat" you are going to send us? If you prefer us sending you a similar attachment from here, we can do that instead of sending you the flats. When does your school year end? Looking forward to hearing from you again! Yvette Nah, itu tadi kenalan-kenalan baru SDK OeL Pamulang. Semoga bisa berlanjut terus sehingga bisa saling menambah pengalaman.


5

ORANG TUA / ALUMNI

Edisi 7 • Tahun 1

Profil Orang Tua Murid

September - November 2007

SOSOK SEORANG SENIMAN

JOHANES NUGROHO Dalam kasempatan ini Redaksi mengajak ngobrol sejenak dengan salah satu orang tua murid SDK Ora et Labora BSD yang sekarang aktif membantu membimbing anak-anak di bidang senirupa. Di bawah ini ada beberapa pertanyaan dari Redaksi, dan sebelumnya beliau akan memperkenalkan dirinya. Mari kita ikuti: Nama saya Johanes Nugroho, saya lahir sebagai anak ketiga dari empat bersaudara yang kesemuanya berkarir di Seni Rupa. Dari TK sampai SMA bersekolah di sekolahsekolah yang menerapkan disiplin tinggi namun banyak memberikan bekal bermanfaat hingga kini. Tamat SMA sudah mulai bekerja sebagai desainer T-shirt di Bandug. Lalu kuliah di IKJ jurusan Desain Grafis. Saat masih kuliah bekerja paruh waktu sebagai desainer grafis dan ilustrator di beberapa biro iklan juga sebagai fotografer lepas untuk beberapa perusahaan . Hingga kini disamping melukis dan mengajar tetap aktif sebagai desainer kemasan untuk perusahaan dari Jerman. Kegiatan lain adalah sebagai pembicara pada workshop kreativitas, lukis dan menggambar bagi pengajar dari International school maupun sekolah nasional plus di beberapa kota besar di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2007 membuka kursus melukis dan menggambar di kawasan ITC-BSD dengan nama Phil & Art Drawing Course. Saya bersyukur pada Tuhan Yesus atas segalanya juga karena motivasi dari istri dan dua putera yang sangat mendukung kegiatan saya. Red : Apa yang mendorong niat Bapak /Ibu Johanes untuk mengirimkan putraputranya bersekolah di YPK Ora et Labora? Joh : Yang mendorong kami mempercayakan pendidikan anak-anak awalnya karena keponakan saya bersekolah di Ora et Labora Pamulang, setelah melihat sekolahnya kami merasa bahwa Ora et Labora adalah sekolah yang terbuka hingga anak-anak senang bersekolah, tidak stress serta yang terpenting mempunyai dasar iman kristianai yang baik adanya. Red : Ada berapa putra Bapak/Ibu yang bersekolah di Ora et Labora, siapa namanama mereka dansekarang kelas berapa? Joh : Kedua putra kami bersekolah di Ora et Labora BSD, yang pertama Titus Logo saat ini kelas 5 SD dan Art Daniel masih duduk di TK-B. Red : Setahu kami putra-putra Bapak/Ibu dahulu sekolah di SD Ora et Labora Pamulang, kenapa kemudian pindah ke BSD?. Joh : Ya dulu memang di Pamulang, tapi karena kami membuka tempat kursus di BSD, agar lebih praktis kami akhirnya memindahkan mereka. Bukan berarti OeL Pamulang kurang baik lho!. OeL Pamulang sangat baik, bahkan kekeluargaannya disana terjalin erat dan tulus antar sekolah, siswa dan orang tua siswa. Saya rasakan hal itu. Red : Menurut Bapak/Ibu apakah pelayanan dan mutu pendidikan Ora et Labora sudah sesuai dengan keinginan Bapak/Ibu? Joh : Pelayanan itu harus baik. Kurang tepat bila ditanyakan walaupun memang pada kenyataannya sebaik-baiknya pelayanan mungkin tidak selalu dapat memuaskan semua orang.Kalau mutu pendidikan kami rasa baik dan sudah sesuai keinginan kami karena bagi kami sebagai orang tua harus menambahkan sendiri lagi bekal untuk anak-anak kami.

FOTO

Red : Sampai ditingkat mana Bapak/Ibu mempercayakan Ora et Labora mendidik putra-putranya?. Joh : Kami akan mempercayakan pendidikan anak-anak kami di Ora et Labora selama masih memungkinkan. Red : Apa saran dan gagasan Bapak/Ibu agar mutu pendidikan Ora et Labora semakin baik dan bermutu?. Joh : Saran kami barangkali anak didik dapat dibekali pengetahuan sebanyak mungkin. Walau memang sistem pendidikan sekarang berbeda namun menurut kami hal yang paling dasar dari sekolah adalah ilmu. Orang bersekolah itukan menuntut ilmu, jadi ilmunya harus didapat sebanyakbanyaknya di sekolah. Dan sebagai penunjang berjalannya pendidikan perlu adanya guru pembimbing (psikolog) di tiap unit. Red : Kami salut atas kesediaan Bapak untuk membimbing dan mengembangkan bakat anak di bidang seni-rupa dalam ekstra-kurikuler. Apa tujuan utama dengan pelajaran yang Bapak bidangi, dan sejauh mana pernilaian Bapak tentang minat anak-anak dalam menerima pelajaran Bapak?. Joh : Ya kebetulan Ora et Labora memberi kesempatan bagi saya. Awalnya untuk SD OeL Pamulang yang saat itu dipimpin Ibu Francisca, tentuunya dengan tujuan apa yang Tuhan telah berikan ke saya mungkin bisa juga saya berikan ke generasi berikutnya. Dan karena pinsil warna adalah media yang penuh kontrol emosi, saya rasa cocok sekali. Minat anak-anak sangat bagus. Saya suka itu. Red : Bapak telah membuka PHIL & ART Drawing Course di ITC BSD untuk tingkat SMA,kenapa tidak dimulai dari tingkat TK/SD agar dapat menghasilkan pelukispelukis yang handal di kemudian hari?. Joh : Sebetulnya untuk semua umur mulai 5 tahun sampai dewasa termasuk ibu-ibu. Yang untuk SMA itu adalah program khusus bagi yang berminat akan masuk Arsitektur, Seni Rupa atau Desain agar dapat mengerjakan tes gambarnya. Saya tidak berkopenten menjadikan anak menjadi pelukis lho!. Kalau nantinya jadi pelukis, itu pilihannya sendiri. Saya hanya membantu untuk bisa menggambar dengan benar karena akan berguna di ilmu yang lain juga saat mereka dewasa nanti. Bila bisa melukis/menggambar tentunya akan menambah wawasan dan kepekaan yang positif. Red : Apa harapan Bapak/Ibu untuk pertumbuhan dan perkembangan Ora et Labora di masa mendatang?. Joh : Harapan kami, Ora et Labora bisa menjadi tempat tepat untuk pendidikan anak terutama dalam hal pemgembangan iman, bahasa dan bakat. Red : Kami sangat mengharapkan saran dan pendapat Bapak agar Tabloid Ora et Labora bisa menjadi wahana edukasi, informasi dan komunikasi yang lebih baik. Apa saran Bapak untuk media tersebut?. Joh : Kenapa? Banyak lho sekolah yang terlihat keren tapi tidak punya tabloid seperti Ora et Labora. Mungkin bisa dikembangkan potensi siswa dengan rubrik karya mereka sendiri dalam hal editorial, reportase, topik seputar siswa. Mungkin bisa juga tips dari para guru seperti metode Speed Reading misalnya. Choleg/Redaksi

IN LOVING MEMORY OF MRS. HELENA / IBU HAN Redaksi: Terima kasih kepada Ibu Sinthia Jogiastra (orang tua murid OeL) yang masih menyimpan tulisan ini dan terima kasih kepada Teguh Santoso (alumnus OeL) yang telah membantu edit tulisan ini. Semua kenangan manis terhadap Ibu Han perlu kita simpan baik-baik dan abadikan. Selamat membaca! By Sinthia Jogiastra (Orangtua alumni Reza T.) Sydney, 15 August 2005 Dear families & friends of the late Ibu Han / Helena First of all on behalf of my family & friends in Indonesia, I would like to express our deepest condolences to KIEM, ROLAND, Amanda & Sam. Thanks again to Kiem & fam. For the honour given to express some words in remembrance of our dear friend Helena; who to me become an older sister I never had. Back in 1978 I knew her as Ibu Han, the Headmaster of Ora et Labora school in Jakarta (see http://www.oel.or.id -TG), where both my sons had the opportunity to be under her guardianship. She was known for her discipline, so for most of her students she is "galak" (stern/ strict), but all of them love & respect her for who she is. I fully understand her, cause she took full responsibility of educating kids to grown ups.

We become close because with another mother we established, what is called KOPERASI ORA et LABORA (a cooperative); to facilitate the needs of her fellow teachers, a proof of "commitment of love & concern for her staff". After a couple of years, the cooperative need to have more helping hands to cover more service to the teachers, 10 other mothers were chosen by Ibu Han; and we become close friends, where everyone work with enthusiasm in a Godly way, thanks to her guidance. And........up till now, after more than 25 yrs, the friendship never fades away, thou our kids, now are having children of their own; we keep meeting every month, known as "Arisan" (collecting money monthly for some time and deciding who got the all fund raised each month-TG); we have an unspoken commitment to continue forever, Ibu Han happens to be with us every time she comes to Jakarta; then I notice her joy, knowing that her love for her teachers has impacted much on us that are serving for the needy, cause we know that gurus are not paid well. This satisfaction that imitated a group of mothers that become like sisters brings laughter in her old age. Nice memories during my first to her at Kiem's, where she let me take her bedroom; our "adventures by train or busses", from the zoo to the Opera House, The Rocks , etc are kept in my heart.

Then my second son Reza, who was her student from his 3rd year at primary school till he finished his yuniour high; came to Sydney in 1998 and met her again, he commented that he was grateful for her strict discipline starting from 2 decades ago.

Not to forget that for the last 2 visits, Ibu Helena took me to her Bible study & met some of you here; and I do miss it now. Many times, especially before and after our Bible study, she shared a lot of how good God is, taking her to Sydney her second home; spending her

Reza met his wife Wina, a Bandung city resident, has a son & 11 days daughter now, become the extended fam. to Ibu Han.

retirement with her only daughter Kiem & her family, she told me a lot of how proud she is about you Kiem, your accomplishments & care her love & joy for having Amanda & Sam around her.

With gratitude we miss her Friday lunch invitation; where we can indulge ourselves with her Indonesian cooking, nasi uduk, kuning, etc etc. Not to forget that we never went home without a box of food & "jajanan" (vendor cakes/snacks-TG) for Reza and all of us. Thanks, Ibu Han for being a Mom & Granny to my children & grandson. Thank you, Sam, for being a big brother to Zach, who is now 3 yrs, and is becoming a big brother to baby Kayla Grace. Hope the friendship will last though our beloved one is not amongst us anymore. When I'm in town, Kiem always makes time to take us out for Dinner, to make all of us happy. We do appreciate & enjoy it always, thanks, Kiem. Remember more than 2 yrs ago you took us to a delicious lunch on your Mom's Birthday, she was so happy, as we all were, not knowing she became handicapped later that year.

How good she feels about being able to care especially Sam, who needs her, how much each of you enjoy her cooking & baking. I know how much many of us enjoyed her attention. This time I intended to visit her with my newborn granddaughter, knowing that it will give her joy. We were somewhat planning the time, when Reza got a call from a mutual friend, telling us that our Ibu Han has just passed away; back home to our Heavenly Father. We were schocked & I was really sorry for not seeing her as planned, but ......our Lord has His Plans & Time for her, as for everyone of us. Ibu Han gave us a lot, but moreover she gave things that money cannot buy. Goodbye sister, goodbye Mom, goodbye Grandma, till we meet again. Kiem, Roland, Amanda, Sam & all who gathered here, we all miss our dear Helena Han. Yes, there is a loss that only God can fill. Amen.


6

SUARA ALUMNI

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

Pak Na, dalam KENANGAN Pak Na, guru aljabar dan sejarah SMPK OeL Polim, pada hari Sabtu, 17 November 2007 kembali ke rumah Bapa di Surga. Bagaimana kesan-kesan dari murid-muridnya? Berikut ini laporan Mia untuk reuni tanggal 25 Agustus 2007 di rumah Ari Singgih, ternyata laporan dan foto ini menjadi yang terakhir untuk Pak Na. Eniwei, waktu gue tiba di Cipete, en salaman sama Pak Na, Pak Na langsung nanya: “Mia ya?” Wuah, gue koq bahagia campur haru banget kerna masih diinget sama guru gue yang satu ini (dengan kata lain: Ge-Er!!). Tapi tau gak, 10 menit kmudian waktu ngobrol2 lagi, beliau nanya: “Kamu siapa ya?” Eh ... loh ... koq, Pak? Hahaha ... gak jadi GeEr dee gue ... :0( Pak Na yang nampak udah sangat berumur, jalannya juga udah sdikit pelan ... tapi kliatan klo masih smangat! Bayangin untuk sampe ke rumah Ari, beliau harus naik ojek trus naik angkot/bis ... luar biasa gak tuh! Sperti ada biji salak yang nyangkut di tenggorokan gue waktu beliau cerita itu ... Dalem hati gue, hebat yah guru yang satu ini ... masih dibela-belain untuk dateng untuk skedar bersilaturahmi dengan sesama guru yang pernah sama2 ngajar dan murid2 yang pernah diajarnya, walaupun dengan cara yang tidak mudah, apalagi di usia beliau kini! Salut skali pokoknya! Tentunya waktu pulang smua guru2 yang tidak berkendaraan ditawarkan untuk dianter oleh mobil & supir Ari. Eh, tau gak, waktu lagi ngobrol2 sama Pak Na. Ternyata ingetannya terhadap murid2nya masih bikin kita bengong loh. Beliau nanyain kalian satu2 di mana, antara lain Tjatjok. Trus gue bilang bahwa Tjatjok udah kasih tau klo gak bisa dateng. Trus beliau bilang: ”Tjatjok itu yang tulisannya dan Bhs Indonesia-nya jelek itu kan ya? Wah, kalo abis ada tes, saya repot meriksanya. Gak ngerti dan gak kebaca tulisannya.” Hahahahahaa ... Tjatjoook, gue yakin klo Pak Na ktemu lo skarang dia udah berpendapat lain! Dia pasti bangga banget ama lo! Sayang yah lo gak bisa hadir. Tentu menarik sekali membaca komentar atau kesan-kesan dan pengalaman murid-murid Pak Na di bawah ini. From: “Sumi Morgan” tinggal di Inggris, 17 November 2007 Terima kasih Kimmy atas pemberitaan berita duka via sms tadi malam. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan mengirim doa semoga arwah beliau diterima disisi Tuhan YMK. Selama saya murid Pak Na di tahun 1970-1972, beliau mengajar “Sejarah” dan ilmu pasti kalau saya inget “Aljabar”. Saya akan selalu inget Pak Na, karena beliau dan pak Faraday adalah guru2 yang sempat menulis dibuka perpisahaan saya. Saya inget, setelah pak Na selesai menjelaskan sesuatu beliau secara mendadak terus berbalik badan dan menanyakan salah satu murid, sesuatu pertanyaan, sepertinya beliau ingin mengetest apakah murid2 mendengarkan dan mengikuti pelajaran, dan sering kali saya berpikir kenapa koq Pak Na selalu memanggil nama saya (tapi mungkin kawan2 yang lain juga berpikir begitu ya?)

17 November 2007, 16:48:40

Bareno, Mia, Pak Na, Adi

Menjawab pak Bambang dan menambah info dari Sumi : Waktu saya jadi murid SMP OeL tahun 1969-1971, pak Na memberi pelajaran Aljabar kalau tidak salah saat saya di kelas 2, atau setidaknya akhir kelas 1. Karena saya ingat sebelum dia kita diajar Aljabar oleh guru lain (yang pernah setrap satu kelas dengan dijemur di bawah matahari siang hari bolong, saya lupa nama bapak guru ini). Selain Aljabar, dia juga mengajar Sejarah. Hanya 2 matapelajaran itu yang saya yakin dipegang pak Na, dan rupanya Sumi juga menguatkannya. Samar-samar saya bisa membayangkan dia ngajar ilmu bumi/geografi dan ilmu hayat/ biologi, tapi saya tidak pasti mengenai hal ini. Mungkin teman lain bisa meluruskan, atau dicek kembali ke ibu Yuli (yang saya ingat pasti pada kurun waktu yang sama mengajar bahasa Inggris dan ilmu hayat). Sumi nyebut pak Faraday, apa yang kamu maksud bukan pak Fangidae, Sumi? Dia ini dari Sangir Talaud, orangnya pendek-pendek, tapi suaranya yahuud banget. Dia pernah ngajar civics, geografi, agama, seni suara. Kita pernah ikut lomba paduan suara di bawah pimpinannya. Pertama kali saya dengar Negro Spiritual ya dari dia ini. Pak Na itu memang tidak ada duanya. Saya ngga tau dia pernah kerja di mana, tapi tampilannya selalu perfect seperti pegawai negeri (entah negeri apa). Selalu pakai semacam safari (tapi yang kemejanya dimasukkan ke dalam, bukan keluar), kadang warna coklat muda, kadang biru, tapi yang paling sering warna putih. Terus ngga pernah ketinggalan tas bawaannya, tas kantor (attache bag) yang kelihatan tidak baru lagi tapi masih bagus, Tas itu selalu dijinjing ke kelas manapun dia mengajar, saya ngga tau apa isinya - kecuali buku pelajaran tentu - tapi kelihatan berat sekali. Saya dan Kimmy akan selalu ingat dia sebagai orang yang disiplin, taat waktu, dan serius melakukan tugasnya. Tapi dia bisa juga bikin kita ketawa, bukan karena sengaja, tapi karena kita yang nakal dan sering menertawakannya. Logat Jawanya yang medok, tingkah lakunya yang buat jaman itu ‘antik’, penampilannya yang seolah-olah pakai seragam pribadi, dan gerak geriknya yang kadang terlihat lucu. Terus kalau kita nakal, bukannya kita jadi takut, malah terpingkal-pingkal mendengar cara Pak Na memarahi kita. Itulah sekelumit kenangan saya tentang pak Na From: “Sumi Morgan” , 17 November 2007, 17:06:16

Wass

Binky

Sumi From: binky suparto,

Membaca info dan detail dari kamu mengenai Pak Na, sepertinya saya naik “Time Machine” dan kembali ke bangku kelas II SMP.

Memang Pak Na itu neces dan medok sekali. Betul Binky, guru kita itu pak Fangidae yg mengajar civic dsb..... karena inget Pak Na dan ilmu pasti, jadi salah ketik “Faraday” (ilmuwan yang mendapatkan “electricity”). Wass Sumi Selamat jalan Pak Na ... From: Mia Singgih tinggal di Inggris (So so), 17 November 2007, 18:43:14 Teman2 yb, Kemarin saya masih berimel-imelan dengan pak BG dan Pak Pri tentang kondisi Pak Na yang mengkhawatirkan. Kemudian langsung saya kirimkan ke milis kita juga tadi malam untuk sekedar memohon perhatian teman2, mungkin dengan menjenguk beliau. Pagi ini, ketika saya bangun saya menerima SMS dari Kimmy yang memberitakan kepergian Pak Na. Saya juga menerima SMS2 dari kakak dan adik saya yang juga sudah mendengar berita sedih ini dari Bu Tini. Lalu saya membuka imel saya dan inbox saya penuh dengan berita tentang meninggalnya Pak Na - dari Pak Tikky, Pak Pri, Binky dan Pak BG. Saya terhenyak sejenak hampir gak percaya. Tenggorokan tersendat, air mata sulit dibendung Ah, rasanya cepat sekali semua ini terjadi. Salah seorang guru kita yang kita hormati dan telah sangat berjasa dalam mengajar dan mendidik kita telah pergi kembali ke pangkuanNYA. Saya merasa sangat beruntung masih sempat diberi kesempatan untuk bertemu almarhum di reuni terakhir di Cipete (25/8/07). Tuhan memang baik, seperti kata Pak Pri (lihat imelnya di bawah). Pak Na sudah tenang di sisiNYA. Semoga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Dari jauh saya menundukkan kepala dengan duka yang sangat. Selamat jalan Pak Na ... salam duka dari sebrang ... *mia*


7

Edisi 7 • Tahun 1

DARI DAN UNTUK SISWA SMP

September - November 2007

AKSeS, OEL Banget! “AKSeS OEL, sukses!!!” Para panitia yang super kompak itu mulai bubar satu persatu untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Setelah bersama-sama berdoa untuk kesuksesan acara AKSeS semangat para panitia AKSeS makin terpompa. Ya gimana nggak semangat? Di siang tanggal 26 Oktober itu TM (Technical Meeting) dilangsungkan. Para

panitia optimis banget acara kali itu akan berjalan lancar dan sukses. Dan hal itu terbukti benar! TM tak mengalami kendala apapun. TM untuk basket diadakan di kelas 8B dan dipimpin oleh Perbasi. Saat itu belasan sekolah datang dan mendaftar untuk menjadi peserta basket putra-dan putri. Antara lain ada sekolah Stella Maris, SMPN 3, Candle Tree, Oel Pamulang, Oel Panglima Polim, SMP Bakti Prima, dll. TM untuk Story Telling diadakan di kelas 8A dan dipimpin oleh Shines Lingua yang saat itu diwakili oleh Miss Hanni. Sama seperti basket, banyak banget sekolahsekolah yang mendaftar menjadi peserta. Peserta berasal dari Dian harapan, Pembangunan Jaya, Al-Azhar dan lainnya. TM untuk MIPA tidak seramai basket dan storry telling. Tapi itu bukan jaminan kalau MIPA nggak sukses. Buktinya, banyak kok yang ngedaftar jadi peserta MIPA. Ada yang dari Santa Ursula, Karya Bakti, Taruna Bangsa, dan masih banyak lagi. Pada tanggal 29 Oktober, tepatnya hari dimulainya kegiatan AKSeS, para panitia sudah pontang-panting sedari pagi untuk mempersiapkan acara akbar itu. Ada yang sibuk menurunkan krat untuk stan penjualan, ada yang latihan untuk upacara peresmian AKSeS, ada yang membereskan table untuk basket, ada yang melatih anak-anak kelas 7 latihan Padus, ada yang sibuk ngurusin Perbasi, pokoknya semua sibuk. Tapi itu nggak sia-

sia kok, soalnya kegiatan di hari pertama dapat berjalan baik. Upacara peresmian dilakukan sekitar jam 12. Para peserta dari berbagai sekolah sudah berkumpul di aula untuk mengikuti upacara itu. Upacara dipimpin oleh panitia dan dimulai dengan doa pembukaan. Setelah doa, giliran tim paduan suara yang beraksi. Walaupun hanya latihan beberapa hari, namun penampilan mereka benar-benar gemilang. Mars Oel terdengar dengan indah dan lantang saat itu. Setelah paduan suara, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Yulius selaku kepala sekolah. Selain memberi kata sambutan, Pak Yulius pun secara resmi membuka kegiatan AKSeS. Kemudian sambutan dilanjutkan oleh ketua panitia AKSeS 2007, Hannah M.E Aruan. Setelah upacara pembukaan, pertandingan basket dimulai. Pertandingan diadakan sekitar pukul 13.00 siang dengan menggunakan lapangan indoor dan outdoor. Setiap perwakilan sekolah bertanding dengan pol-polan dan total, nggak heran kalau saat itu suasana pertandingan jadi ramai dan seru banget. Apalagi ditambah dengan teriakanteriakan dari para supporter tiap sekolah, wah suasana jadi panas dan hidup banget.

Pada hari kedua lomba MIPA untuk SD diadakan. Ora et Labora bekerja sama dengan bimbel Primagama untuk menyelenggarakan lomba tersebut. Lomba matematika dan Ipa diikuti oleh sekitar 40 peserta dari berbagai SD. Lomba yang dilakukan di ruangan kelas 9A dan 8B itu berjalan tertib. Tidak ada siswa yang kerja sama ataupun menyontek. Sementara itu, diadakan pula pertandingan basket semifinal untuk putri. Dari sekian banyak sekolah akhirnya

terpilihlah juga tiga tim yang akan maju ke babak final di hari Kamisnya. Yang spektakuler, ternyata ketiga finalis berasal dari Oel semua, yaitu Oel BSD, Oel Panglima Polim, dan Oel Pamulang. Pada hari Rabunya, giliran para pria yang bertanding. Setiap sekolah tampak berjuang keras untuk dapat memasuki babak final. Namun sayangnya disetiap pertandingan harus ada yang kalah dan ada yang menang. Tim-tim yang berhak memasuki babak final putra adalah Oel Pamulang, SMPN 3, dan SMP Candle Tree. Memasuki hari keempat, lomba Story Telling diselenggarakan. Dua juri didatangkan dari Shines Lingua, dan satunya lagi dari Oel sendiri, yaitu Ibu Manggayu. Para peserta dinilai berdasarkan kreatifitasnya, penjiwaannya, pengucapannya, dan juga ekspresinya. Setelah semua peserta diaudisi, terpilihlah 5 siswa yang masuk dalam babak final. Di babak final, setiap peserta akan dinilai oleh seorang juri native yang tentunya mempunyai standart penilaian yang tinggi. Sementara itu, di aula sorak-sorai supporter basket pun masih bergemuruh. Saat babak pertama, tim putri Oel BSD berhasil mengalahkan tim Oel Panglima Polim. Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak kedua, yakin Oel BSD melawan Oel Pamulang. Saat itulah kesalahan teknis terjadi. Perdebatan antara kedua sekolah pun terpaksa terjadi. Setelah melewati perdebatan panjang pun akhirnya terpilihlah Oel Pamulang sebagai juara untuk babak kedua. Pertandingan dilanjutkan dengan babak ketiga. Di babak ketiga itu, Oel Panglima Polim berhasil mengalahkan tim putri Oel Pamulang. Di hari kelima final untuk tim putra digelar. Babak pertama diisi oleh pertarungan SMP Pamulang dengan SMP Candle Tree. Namun sayang sekali, ternyata Oel Pamulang harus berbesar hati menerima kekalahan dari SMPN 3. Babak selanjutnya adalah babak mendebarkan diamana SMPN 3 berhadapan dengan SMP Candle Tree. Dengan permainan yang sangat baik oleh SMP 3, SMP Candle Tree pun akhirnya hanya bisa gigit jari. Untuk memperebutkan juara kedua dan ketiga, SMP Candle Tree pun harus berhadapan dengan SMP Pamulang. Dengan nilai yang tidak terlampau jauh,

SMP Candle Tree mampu memenangkan pertandingan. Setelah pertandingan final usai, bukan berarti acara AKSeS selesa. Masih ada penampilan lain dari Lil Ball Star melawan All Star. Pertandingan yang menyedot perhatian banyak sekali pengunjung, dimenangkan oleh Lil Ballstar. Kegiatan AKSeS pun selesai sudah. Dan pembagian hadiah dilakukan pada hari Sabtu tanggal 3 November di aula Ora et Labora. Selain pembagian hadiah, diadakan pula seminar dari Shines Lingua dengan tema Multiple Intelligences yang diikuti oleh orangtua siswa SMP Ora et Labora. PEMENANG-PEMENANG LOMBA: Kompetisi Basket Putra: Juara 1 : Tim Basket SMPN 3 Juara 2 : Tim Basket SMP Candle Tree Juara 3 : Tim Basket SMPK Ora et Labora Pamulang Kompetisi Basket Putri: Juara 1 : Tim Basket SMPK Ora et Labora BSD Juara 2 : Tim Basket SMPK Ora et Labora Penglima Polim Juara 3 : Tim Basket SMPK Ora et Labora Pamulang Lomba Cerita Pendek: Juara 1 : Anastasia Praditha, SMPK Ora et Labora BSD Juara 2 : Novilia Dhika, SMP Dian Harapan Juara 3 : Fransiska Stefanny Olive Kurniawan, SMPK Ora et Labora BSD Lomba Story Telling: Juara 1 : Jessyln, SMP Dian Harapan Juara 2 : Merilda, SMP Penabur Juara 3 : Fernando, SMPK Ora et Labora BSD

RETREAT Kegiatan Retreat SMPK Ora et Labora Panglima Polim dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu, 28-29 September 2007. Lokasi retreat adalah halaman sekolah. Dengan demikian siswa menginap 1 malam di sekolah. Pembinaanpembinaan dalam retret, ditangani langsung oleh Bapak Andreas dan Ibu Setiana. Siswa sedang asik mengikuti pembinaan yang diberikan oleh Ibu setiana (guru Agama).

SMP Ora et Labora

Panglima Polim FIELD TRIP Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, pada hari jum’at, 28 September 2007, siswa melakukan studi lapangan dengan membuat tulisan tentang kehidupan masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kecil. Misalnya: minuman, penjual alat-alat rumah tangga yang berkeliling, sopir angkutan kota, pengelola warung makan, penjual es dsb. Untuk melengkapi tulisan tersebut, siswa melakukan wawancara. Dalam gambar ini para siswa sedang mewawancarai orang-orang yang akan dijadikan objek tulisannya.

A DAN S A H N BA BULA AHLAWANBahasa dan Hasri P lan enta HARI menyambut Buelenggarakan P , 15

Kamis meny rangka da Polim a hari d Dalam P a lim. Pa p M S n an, MP Po dan daka S A L U Pahlaw iatan ini dia i, iA eg mpat d a, Baca Puis Seni. K r 2007 berte m a r D n e a b Novem eni, ditampilk S Pentas band). ( ik Mus


8

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

DARI DAN UNTUK SISWA SMP

Asyiknya

Lomba

Pada tanggal 2 November yang lalu, kami kelompok tim Jurnalistik SMPK Ora et Labora BSD mengikuti lomba Koran Dinding yang diadakan di Stella Maris School. Masing-masing terbagi atas 3 kelompok yang terdiri dari 5 orang dalam satu kelompok. Sebelum mengiktui lomba, kami mengikuti Technical Meeting untuk pengarahan tata cara lomba. Bukan hanya itu, persiapan lomba yang dilakukan masingmasing kelompok juga sangat heboh. Dari mulai mencari artikel sampai membawa laptop ke sekolah hanya untuk mengetik data menjadi sebuah berita. Nggak kalah serunya, masing-masing anggota juga harus diinterogasi bak tahanan oleh para guru hanya untuk meninggalkan pelajaran yang sedang berlangsung. Ini terjadi karena ada sebagian guru yang kurang paham apa itu Koran Dinding, bahkan bukan hanya guru, anak murid pun juga kurang paham mengenai Koran Dinding. "Repot juga ya, hanya untuk keluar kelas saja, banyak sekali

GO

SMPK OeL BSD INTERNATIONAL Written by Eko S. Kelas International atau Sekolah International sudah banyak di Indonesia, bahkan telah menjadi mode. OeL juga tidak mau kalah walaupun masih kelas nasional tetapi sudah GO INTERNATIONAL. Ingin bukti? Pada tanggal 20 September 2007, Ibu Eko S., Wakasek SMPK OeL BSD, menerima surat sbb: Thank you for your interesting article on art and banana skins. I have added it to http://www.flatstanley.com/indo/nana.htm with a link to it from the Indonesia section of the Picture Gallery. Thank you for supporting the Flat Stanley Project. Dale Hubert, M.Ed. Executive Director of The Literacy Community Creator and Facilitator of the Flat Stanley Project www.flatstanley.com London, Ontario, Canada Sebelumnya pada tanggal 31 Agustus 2007, Ibu Eko ada menerima surat sbb:flat stanley

KorDing pertanyaan yang dilontarkan oleh para guru. Bukan hanya itu, saat saya mengatakan akan mengikuti lomba Kording, tidak jarang yang bertanya, apa itu Kording," Ucap Intan, salah seorang peserta lomba Koran Dinding. Pada saat hari perlombaan tiba, para peserta lomba dari tim Jurnalistik Oel merasa sangat gugup dan takut, walaupun ada salah satu kelompok yang tidak merasakan takut sedikit pun seakan mereka yakin kalau mereka akan menang. Yang membuat lucu, ekspresi para peserta saat mempersiapkan diri menjelang detik-detik mulainya perlombaan sangatlah berwarna. Saat dimulainya waktu perlombaan, tidak ada satu orang pun dari masingmasing kelompok yang tidak disibukkan dengan berbagai macam tugas. Bahkan ada salah satu kelompok yang awalnya merasa bisa, tapi saat detikdetik terakhir kelompok itu malah terburu-buru menyelesaikannya. Saat perlombaan usai dan hasil karya kita dipasang di suatu ruangan di Stella Maris, sudah sangat banyak orang yang dibuat ternganga oleh hasil karya kita. "Mungkin karena artikel yang kita buat itu adalah murni hasil karangan kita sendiri, yang membuat para pembacanya mengagumi bahasa yang kita gunakan," kata Anita, seorang peserta lomba Koran Dinding. Sebenarnya bukan hanya karena hal itu, tapi latar dan nuansa yang dituangkan pada Koran Dinding kami jugalah yang membuat para pembaca terpikat. Dari mulai adanya nuansa berbagai macam paduan biskuit yang ditempel menghiasi salah satu Koran Dinding sampai adanya nuansa klasik dari warna pastel yang menjadi latar dan hiasan Koran Dinding. Pengumuman pemenang dari lomba Koran Dinding inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta lomba Koran Dinding. Yang lebih mengejutkannya

I am looking for schools who are interested in participating in the Flat Stanley project. I am an art teacher at a Christian school in Hyattsville, Maryland. The students who would take part in this project are a diverse group of 6th, 7th and 8th graders. The class is a course on Recycled Art and I felt I could cover the recycling theme with Flat Stanley. The students can create their Flat Stanleys from found objects and items, mail the Stanleys with found materials and include a journal on their school, themselves and what recycling means to them and how they can do more to help save our earth. Our school year started this past week and this project is one I would like to have underway within the next 4-6 week and in the mail to participating schools soon there after. If this is something you are interested in I would love to hear from you. If you have any additional ideas I am open to hear them, this is our first year taking part in the project and I want this to be a success for everyone involve. Looking forward to hearing from you. Kristie Maddox Juga ada surat ini pada 7 September 2007: Good Morning, My name is Patricia Casanova and I am a 7th grade World Geography teacher at A.J. Ferrell Middle Magnet School. We are located in Tampa, Florida in The United States of America. I am

Kegiatan ANAK-ANAK SMP Ora et Labora

lagi ketika kami mendengar bahwa Oel mendapat 2 posisi!!! Walaupun juara yang diraih adalah peringkat 2 dan 3 tapi itu sudah sangat membuat kami senang. Saking senangnya kami jadi ingin buru-buru mengambil trophy beserta hadiah hasil jerih payah kami, karena takut hadiah tersebut di diskualifikasi oleh pihak Stella Maris. Sebenarnya yang membuat lomba ini sangat berkesan adalah pengalaman yang dapat dipetik dari wawasan yang tergolong baru ini. Juara pertama lomba Koran Dinding ini diraih oleh sekolah dari Cisauk, sedangkan juara kedua diraih oleh kelompok yang beranggotakan Intania, Anita, Eunike Iona, Keneth, Febriani dari SMPK Ora et Labora BSD. Juara ketiga diraih oleh kelompok yang beranggotakan Kathrinna, Irene, Ditha, Olivia, serta Marlena dari SMPK Ora et Labora BSD. Nah...adikadik kelas, kaum penerus tim Jurnalistik, jangan lupa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan jurnalistik lainnya.***(IN/AN)

looking to trade flats from around the world this year in the hope that we can make those really meaningful and valuable connections that make teaching World Geography and culture a genuine experience. If you would be willing to trade with us or simply host a flat A.J. we would love to hear from you. I can be reached by email at patricia.casanova@sdhc.k12.fl.usThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Thank You, Patricia Casanova Juga ada surat dari Turki: Hello from sunny Turkey!! I'm very happy to see your answer.It would be a great adventure for him,wouldnt he ? Our school starts in a month so you dont have to worry about time.As soon as I get your Stanley ,I 'll send to you ours ,be sure.I and my students are looking forward to meeting your Stanley here.Thank you so much again. Warm Regards Here is my full address: MRS. ELIF YILMAZER GAZILER MAH. KOSEKOY ILKOGRETIM OKULU KOSEKOY - IZMIT 41000 KOCAELI - TURKEY Selamat kepada SMPK OeL BSD, semoga komunikasi ini terus berlanjut dan bermanfaat untuk anak didik OeL.


9

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

DARI DAN UNTUK SISWA TK

TK ORA et LABORA Panglima Polim

(KB) "Elita pintar ya, ayo Richie, Truly, Rafael, Bimo, Bunga gosok gigi juga ya!

(TK A)" Ayo Ezra, gosok giginya, Patrik,Andrei, Owen...."

TK ORA et LABORA Pamulang

Aduh… ternyata susah juga ya mencuci Serbet…… ach….. capek deh!!!

Pada tanggal 1 s/d 3 Oktober KB dan TK Ora et Labora Panglima Polim menyelenggarakan acara Pyjamas Day

(KB) "Aduh Truly, Elita , Bimo Pintar ya bobonya"

(TK B) " Bu, gimana sich ni, Binsar nggak bisa...."

(TK A)" Nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo digigit nyamuk...."

(TK B) " EZI, Elfra, Arthur,Anggita, Kezia dan Aldy rajin ya belajar Komputernya

KEGIATAN TK A PAMULANG

Ibu Gulu… Aku sudah betul belum Cala mencucinya???

Sebelum pulang Ibu Guruku selalu memberikan permainan yang menyenangkan

KEGIATAN TK B PAMULANG Di dalam mendidik kami agar lebih Mandiri, Ibu Guru juga menyuruh kami Berpakaian sendiri.

Tambahi yang banyak ya bu!… Lapar Nih… sekalian teman saya juga beli agaragarnya.

JUAL BELI: Berapa harga seporsi minya Bu?. Ah… hanya dua ribu aja mas…. Saya mau ya bu !….

Ayo… anak-anak sikat gigi yang bersih Coba lihat ibu guru!.

Ih…. Asyik ya sikat gigi bersama-sama. Pokoknya seru dech!


10

DARI DAN UNTUK SISWA TK

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

TK ORA et LABORA Bumi Serpong Damai

KEGIATAN

TK BSD

Arya:"Ibu…tolong bantu aku dong buat roti gulung,isi sosinya …enak 1…2…3 sreeeeng…..sosisnya digoreng dulu

Ibu Dian: "Maureen, Julia ambil secukupnya biar badannya sehat."

Aurick: " Aku ska jagung, enak lho…" Steen: " Nyam…. Nyam enak ya jagungna…"

Biar jalan-jalan ke luar tapi berbaris-nya harus tetap rapi

Noel, Andreas, Timothy, Alfon,: " Hore… kita bias meloncat bersama-sama" Yusak, Zoya, Stella: " Hey…tungguin kita dong"

BULAN BAHASA

Sedangkan siswa-siwi SD menampilkan juara-juara bercerita dan baca puisi serta mengumpulkan buku-buku sastra yang dibuat selama 1 bulan.

TK/SD Oel PANGLIMA POLIM

Dalam rangka memperingati hari Bulan Bahasa TK Oel P. Polim menampilkan Operet yang berjudul “SI KANCIL” juga lomba mewarnai gambar tokoh si Kancil.

SDK Ora et Labora juga mengambil bagian dalam rangka ikut memeriahkan AKSES SMPK BSD. Dalam lomba Sains dan Matematika mereka meraih juara: 1. Widianto, juara harapan untuk Sains 2. Stevanus Matondang, juara harapan 5 Matematika

Ibu Dian: "Ayo anak-anak coba lihat Apa yang ada di sekitar"?

Mrs Indah: "What is this" Children: " Lion…Zebra…tiger…….camel…"


11

DARI DAN UNTUK SISWA SD

Edisi 7 • Tahun 1

SDK PAMULANG

MENGIKUTI

September - November 2007

STUDI LINGKUNGAN

Dalam rangka mengenal lingkungan dan menunjang proses belajar mengajar,SDK OeL Pamulang mengadakan studi lingkungan. Adapun tujuan pelaksanaannya adalah sebagai berikut: `1. Kelas I dan II : Ke Kebun Binatang Ragunan 2. Kelas III dan IV : Ke Musium Gedung Gajah dan Monas 3. Kelas V dan VI : Ke Planetarium dan Monas Dengan mendengar dan melihat secara langsung siswa dapat mengenal berbagai benda-benda langit, serhingga proses KBK lebih efektif.

KELAS 6

SD BSD SERU

SERU BERSAMA KID Kegiatan pada perayaan hari Kemerdekaaqn Indonesia di SDK Ora et Labora BSD pada tanggal 20 Agustus 2007 ada acara Road Show dari Kid Zania (Komplek CBD Sudirman, Jakarta). Ada empat wahana yang disajikan yaitu: 1. Menjadi Pilot (persembahan dari Air Asia) 2. Menjadi Insinyur (persembahan dari Holcin) 3. Menjadi Arceolog (persembahan dari Taro Snack) 4. Menjadi Wartawan (persembahan dari Media Indonesia) Kegiatan ini asyik lho....!. Kita bisa mengetahui lebih jauh bagaimana bisa menjadi Pilot, Insinyur, Arceolog dan Wartawan. Semoga anakanak kita bisa menjadi dan mampu meraih profesi yang mereka inginkan.

MENJADI PILOT MENJADI INSINYUR

MENJADI ARKEOLOG MENJADI WARTAWAN

OUT bond Kelas 6 SDK Ora et Labora BSD dilaksanakan pada tanggal 12 September 2007 di zona petualang Taman Wisata pulau Situ Gintung Ciputat Tangerangh - Banten. Kegiatannya sangat seru lhoh. Antara lain yang kami lakukan adalah : Grouping & Yelling. Alur Games yang kami lakukan sangat seru : Dari Jembatan, Halang Rintang, Take the ball, Rumah Panggung, Magic Stick, Jembatan Tali, Ayunan Tarzan, Titian Tali, Flag of Glory, Rumah Rimba, Water Transfer, Titian Bambu, Alley Sexy. Wah kami semua keringatan, tetapi tetap semangat `45! Yes! Eh... masih banyak lagi Games bayangannya ada Trust Fall, Vape Lane. Ah... akhirnya hari sudah sore dan kami mau pulang karena kami sudah capek dan lapar. Setelah Doa & Closing, pulang dech kami ramai-ramai. Teman-teman itulah cerita kami, Out Bond ini berguna untuk melatih kepekaan agar dapat bertindak teliti dan tangkas dalam bekerja Suwarsito,S.Pd/Red


12

Edisi 7 • Tahun 1

DARI DAN UNTUK SISWA SD

SDK PAMULANG

BELAJAR BERWIRAUSAHA

IKUT AKSES SMPK BSD

YUUK.......!

Dalam rangka memeriahkan AKSES SMPK Ora et Labora BSD, siswa SD Pamulang mengikuti lomba Sains dan Matematika, mereka meraih juara: Juara Harapan 3 untuk Matematika (Andreas Felman) Juara Harapan 1 untuk Sains (Andrew M. Halim) Juara Harapan 2 untuk Sains (Bondan Isnu)

Pop me.....pop ice, ayo beli-beli! Murah meriah, enak... di tanggung kenyang! Seru si Rio sambil berjalan-jalan di lorong Sekolah Dasar OeL BSD. Wah suasana sangat ramai dan seru. Ada apa sih di OeL ? Oh.... ternyata ada Bazaar!. Bazaar berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 30 Oktober sampai 2 November 2007. Yang mengikuti Bazaar tersebut adalah kelas VI pada hari

September - November 2007

pertama, kelas V pada hari kedua, dan kelas IV pada hari terakhir. Acara Bazaar itu ternyata dilakukan dalam rangka menggalang dana untuk mendukung acara AKSES tanggal 10 November 2007. Hal itu juga dilakukan untuk proses belajar loh! ( Siswa-siswi kan belajar menawarkan barang, berhitung, belajar bekerja sama agar stand mereka sukses & jualan laku. Hasil Bazaar tersebut cukup memuaskan, karena anak-anak belajar dengan antusias dan penuh semangat! Wah bisa diulang lagi nih acara belajar Berwirausaha di sekolah!. Sampai ketemu di Bazaar berikutnya ya! Indah/Red

Yang SEHAT Yang BERPRESTASI Dalam rangka memeriahkan AKSES SDK Ora et Labora BSD tim footsal Pamulang meraih Juara I pada acara tersebut. Selamat ya nak...! Terus berlatih dan pertahankan prestasi kalian.

Anak-anak SD Panglima Polim

AKSES SDK ORA et LABORA Bumi Serpong Damai 10 November2007

BULAN BAHASA Pada bulan Oktober SDK Ora et Labora mengadakan acara Bulan Bahasa. Dalam acara tersebut diadakan beberapa macam lomba, antara lain: Kelas I dan II : Lomba Calistung (baca, tulis, dan hitung) Kelas III, IV, V, dan VI : Lomba Membaca Puisi dan mendongeng

Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yesus Kristus yang telah membimbing panitia AKSES 2007 dalam mempersiapkan acara tersebut. Suka duka sedih dan senang mewarnai setiap langkah panitia. Akhirnya panitia AKSES sepakat untuk mengadakan suatu rangkaian acara sebelum puncak acara pada tanggal 10 Nopember 2007. Awal dari rangkaian acara AKSES pada tanggal 31 oktober s/d 2 Nopember 2007 siswa/i kelas 4, 5 dan 6 mengadakan acara bazaar sebagai upaya untuk meningkatkan entrepreneurship siswa yang tentunya didampingi oleh wali kelas pada saat pelaksanaannya. Sebelum puncak acara

tersebut panitia bekerja sama dengan WWF (World Wild Fund) mengadakan lomba intern yaitu mewarnai dan menggambar poster untuk kelas 1 s/d kelas 4 dan kampanye lingkungan hidup untuk kelas 4 s/d kelas 6 dengan tema Global Warming pada tanggal 9 Nopember 2007. Sebagai pendukung acara puncak panitia bekerja sama dengan NEXCARE yang melengkapi acara tersebut dengan kemeriahan outdoor games nya seperti wall climbing, flying fox dan aneka lomba seperti lomba footsal, lomba mewarnai, dan menyanyi. Untuk melengkapi acara panitia mengadakan seminar yang bekerja sama dengan Omni Hospital dengan tema “Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak” ditujukan bagi orang tua murid sekolah Ora et

Labora khususnya dan orang tua murid sekolah lain pada umumnya. Tidak ketinggalan pula panitia menampilkan hasil karya siswa/i di AULA dengan tema ‘EDU & ART FAIR’ yang didesign khusus oleh bapak Suwarsito sehingga pengunjung dapat melihat-lihat, bermain dan berlomba dengan nyaman. Akhir kata, ketidak sempurnaan dan kekurangan adalah milik kami tetapi satu hal yang kami yakini bahwa segala sesuatu boleh terjadi atas seijin dan kehendakNya. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati. Panitia akses/Red


13

Edisi 7 • Tahun 1

DARI DAN UNTUK SISWA SMA

Manga Manga means a comic in Japanese Language. This word is used to make differences between Japanese comics and Western comics.In China, comic called Manhua and in Korea it is called Manhwa. At first, in Japan, manga (man-ga) was printed in magazine form. Manga magazines consist of about 200 to 850 pages. It includes some manga stories in parts. One manga is about 30 to 40 pages for each edition. After some times, those manga stories are compiled and printed in one-book form called tankoubon (volume) which are translated and published in many countries. A manga has a characteristic that's different from other comics in its style. Manga styles of character drawing are simple, although many of them are made in realistic styles like Vagabond and Death Note. Manga can be made in monochrome with its gradation called 'tone'. SMAK BSD

September - November 2007

!!! N O I NT ATTE

Manga Pornografis

Adalah suatu kesalahan kalau kita menganggap bahwa manga atau komik hanyalah bacaan untuk anak-anak dan remaja. Pada dasarnya, manga dibedakan menjadi 5 menurut kategori umur pembacanya : 1. Kodomo : kategori manga untuk anakanak / semua umur 2. Shoujo : kategori manga untuk remaja putri 3. Shounen : kategori manga untuk remaja putra 4. Josei / Redikomi : kategori manga untuk wanita dewasa 5. Seinen : kategori manga untuk pria dewasa Manga Pornografis biasa disebut 'Hentai'(meski lebih tepat disebut 'ecchi') dan di Indonesia manga seperti ini dijual secara ilegal (bajakan), dan hanya beredar di tempat-tempat tertentu. Kita sebenarnya salah dalam mengartikan hentai sebagai tindakan seksual/gambar nudis. Kata 'hentai' berasal dari bahasa Jepang yang artinya penampilan yang aneh atau abnormalitas. Di Jepang manga seperti ini tidak dilarang beredar. Mereka menyebut manga pornografis dengan 'Juu Hachi Kin'(18 tahun ke atas); Ecchi / H-anime (anime pornografi); Eroanime (erotic anime) atau Seinen.

Manga/Anime Pornografis juga ada yang dibuat dalam bentuk game dalam berbagai genre : - Komedi (X-charge, Amy's Fantasies) - 100% sex (Fatal Relation, Water Closet, Sensei) - Love story (Snow Drop, Private Nurse) - Simulasi (the Maid's Storiy, True Love) - RPG (Brave Soul) Game- game tersebut dalam bahasa Inggris disebut Adult Bishoujo Game. Manga/Anime Pornografis tidak selamanya menjijikkan.Jika ceritanya bagus, dapat dijadikan game nonpornografis contoh : Fate/Stay Night. Manga Pornografis dibagi dalam 2 bentuk : Softcore :- Lolicon / Shotacon (pedofilia) - Yaoi (homoseksual) contoh :'Loveless', 'Sukisho'. - Yuri (lesbian) Hardcore : -Ero-Guro (Erotic Grotesque) - Futanori (Hermafrodit) - Kemono (hewan setengah manusia) Manga Pornografis tidak hanya memiliki karakter berbeda. Bisa saja karakternya mengambil dari manga / anime lainnya yang dibuat versi 'hentainya'. Contoh: Naruto XXX.

LAN MAGELANG JAWA TENGAH LIVE IN SMA KRISTEN ORA ET LABORA : DESA KENA KENALAN Pada tanggal 12 s/D 17 November 2007 SMA Ora et Labora telah mengadakan program live In di Desa Kenalan, Magelang. Kegiatan ini, diikuti oleh siswa/ i kelas XI dan beberapa guru yang menjadi pendamping. Pada hari senin, pukul 17.00, kami berangkat dari sekolah dengan menggunakan bus Rosalia Indah. Perjalanan memakan waktu hampir 12 jam (ini sudah termasuk waktu mampir makan dan ke toilet). Kami tiba di sana pada hari Selasa subuh pukul 04.00. Karena jalan menuju desa Kenalan sangat sempit dan tidak cukup untuk dilalui bus, maka kami turun dan menggunakan mobil kecil secara bergantian untuk menuju desa Kenalan, sedangkan barang-barang yang kami bawa diangkut oleh sebuah mobil pick up. Begitu turun dari mobil, kami dikumpulkan di gereja. Udara di sana sangat dingin seperti berada di Puncak (kira-kira 18 derajat celcius). Setelah kami semua berkumpul di gereja, kami melaksanakan ibadah pembukaan dan pada akhirnya tiap-tiap kelompok dibagi dan ditempatkan di beberapa keluarga di desa Kenalan. Selama kami berada di sana, kami ditugaskan untuk menyelesaikan LKS dari beberapa pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, Sosiologi, Bimbingan Konseling, Biologi, dan Ekonomi. LKS itu akan dipergunakan untuk membuat

laporan live in kami. Setelah kami berada di rumah kami masing-masing, kami disambut hangat oleh orang tua asuh kami dan keluarga di situ. Perasaan yang berbeda kami dapatkan saat kami berkeliling desa untuk pertama kalinya. Setiap kami bertemu dengan warga setempat pasti kami langsung saling menyapa dan bersalam-salaman. Hal ini tentunya sangat sulit ditemukan dalam kehidupan kami di BSD. Kami agak kaget dengan suasana di sana. Rumah-rumah penduduk sangat sederhana dan ratarata mempunyai kandang hewan (sapi, bab, kambing, dan kelinci) di dalamnya. Jalanan desa Kenalan menanjak. Jadi kami harus bersusah payah untuk berkeliling desa tersebut. Ternyata di bagian bawah dan atas desa terdapat banyak ladang milik warga setempat karena sebagian besar penduduk setempat bermata pencaharian sebagai petani sayuran (seledri, wortel, kentang, kol, daun bawang, jagung, dll). Seperti biasa, kami ditugaskan untuk membantu orang tua asuh kami baik memasak, mencuci piring, ataupun membantu berladang. Hari pertama di sana terasa begitu panjang karena kami belum beradaptasi dengan suasana di sana. Lama-kelamaan, kami mulai terbiasa melewati hari-hari berikutnya di sana. Kami pergi ke ladang membantu orang

tua asuh kami. Kami menanam bibit sayuran, menyemainya dan ada juga yang memanen sayuran. Di sela-sela waktu senggang, kami menghabiskannya dengan berkeliling desa. Kebetulan di dekat desa tersebut ada hutan dan Kali Soti. Hal yang sangat menarik pada waktu berkeliling adalah gotong royong masyarakat setempat. Pada saat itu mereka sedang bergotong royong mengerjakan pembangunan parit di depan rumah-rumah penduduk, satu hal yang jarang kita temukan di kota. Pada malam hari, kami ditugaskan mengajar Sekolah minggu anak-anak setempat. Tepat pada hari Kamis, kami berkunjung ke SDN Kenalan untuk memberi bantuan berupa alat tulis dan tidak lupa kami juga ditugaskan mengajar setiap kelas di sana. Bermacam-macam hal yang kami ajarkan mulai dari latihan baris-berbaris, bahasa Inggris, Matematika, menyanyi dan juga bermain. Untuk membuat siswa-siswi di sana tertarik, kami menyediakan door prize (dari sekolah dan dari kami sendiri). Kegiatan yang cukup melelahkan tetapi juga cukup menyenangkan ketika melihat siswa-siswi di sana senang ketika mendapatkan bantuan alat tulis dari sekolah. Ternyata makanan di sana tidak jauh berbeda dengan makanan kami sehari-hari di kota. Jadi kami menikmati makanan dan snack yang disediakan oleh

Jelicya/ XI IPS 1/SMAK BSD

orang tua asuh kami. Banyak lalat ada di mana-mana yang tentunya sangat mengganggu. Selain itu, ada beberapa rumah yang kamar mandinya sangat memprihatinkan sehingga kami sangat susah menggunakannya khsususnya untuk buang air. Tetapi secara keseluruhan live in tahun ini berjalan sukses. Kami sangat menikmati live in ini. Tidak terasa kami sudah 4 hari berada di desa Kenalan, maka pada hari Jumat kami pun berpamitan untuk pulang pada orang tua asuh kami dan keluarganya. Beberapa dari kami dibekali oleh-oleh sayuran segar hasil panen dari desa tersebut oleh orang tua asuh kami. Kami kembali berkumpul di gereja dan mengadakan kebaktian penutup bersama-sama. Pada pukul 14.00 siang, kami meninggalkan desa Kenalan dan menuju ke Semarang untuk mampir membeli oleh-oleh dan sebagainya. Kami tiba di sekolah kira-kira pukul 4 pagi. Kami menikmati live in kali ini dan berharap berkesempatan untuk melakukannya lagi. Banyak dari kami yang mengatakan bahwa live in kali ini hanya kurang satu, yaitu kurang lama. Mudah-mudahan kegiatan live in dapat berjalan terus secara rutin untuk tahun ke depannya karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan tidak sia-sia bagi yang mengikutinya.


14

Edisi 7 • Tahun 1

DARI DAN UNTUK SISWA SMA

September - November 2007

Pameran Pendidikan di OeL BSD Oleh : Teresa dan Sabrina (XI IPS 1)

Pada hari Jumat dan Sabtu yang lalu, tepatnya pada tanggal 2-3 November 2007, di sekolah tercinta kita, SMA Kristen Ora et Labora yang berlokasi di Bumi Serpong Damai mengadakan pameran pendidikan (Edu Fair). Edu Fair kali ini merupakan Edu Fair yang kedua kalinya yang telah diadakan di sekolah kita. Edu Fair yang pertama dilaksanakan sebagai puncak dari acara perdana yang juga baru pertama kalinya diadakan oleh SMAK OeL BSD, yaitu LABORES. Tahun Ajaran baru kali ini, OeL BSD lagi-lagi mengadakan pameran pendidikan. Kita bersyukur banget, soalnya melalui kegiatan bermanfaat seperti ini, kita dapat menambah wawasan kita tentang 'dunia lain' setelah masa bersekolah kita usai. Edu Fair kali ini terbagi atas 2 bagian. Di hari pertama, yaitu 2 November 2007 diadakan presentasi yang hanya dikhususkan bagi kakak - kakak kita di kelas XII. Hal ini dikarenakan karena sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian kelulusan dan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi., yang pastinya tidak lagi mengenakan seragam putih abu-abunya. Presentasi pendidikan ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi terkenal di Jakarta, antara lain: Universitas Indonusa Esa Unggul, Universitas Bunda Mulia, Universitas Multimedia Nusantara, STIE Trisakti, STP Trisakti, INTI College, UKRIDA, BAKRIE School of Management, Universitas Bina Nusantara. Presentasi ini sempat mengalami masalah, karena keterlambatan jadwal. Universitas Indonusa Esa Unggul yang dijadwalkan untuk melakukan presentasi yang pertama terlambat hadir karena ban mobilnya pecah. Akhirnya kita mengganti jadwal. Universitas kedua yaitu Universitas Bunda Mulia yang dijadwalkan untuk melaksanakan presentasi sebagai pengganti universitas yang pertama terjebak kemacetan sehingga jadwal presentasi yang seharusnya dimulai pada pukul 07.30 harus mundur hingga pukul 09.00 dengan diadakannya rolling jadwal presentasi. Untungnya keterlambatan yang telah membuat Ibu Niken (guru BK kita sekarang) kelabakan itu dapat diatasi oleh Bapak Sujarwa (Kepsek SMA OeL BSD). Pada hari kedua tepatnya Sabtu, 3 November 2007 diadakan stand pameran pendidikan yang diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi antara lain : Swiss German University (SGU), Universitas Bunda Mulia (UBM), Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU) , Bakrie School of Management (BSM), INTI

College, Study Smart, UKRIDA, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, STIE Trisakti, KyungSung University, Universitas Bina Nusantara,UPH, dan Universitas Tarumanegara. Ternyata kami sama sekali tidak menyangka kalau partisipasi dari seluruh warga SMA OeL BSD sangat baik. Pada hari kedua, dilaksanakan juga EPT Test bagi kelas XI dan XII oleh INTI College. Anak-anak kelas X juga diberi tugas untuk mewawancarai Perguruan Tinggi tersebut sebagai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Orang Tua murid juga ikut berpartisipasi dalam acara

UJIAN

SIAPAKAH PAHLAWAN ITU?????

'DRAMA'

DIANE (XII/IPS1)

TEATER

KELAS X OeL BSD

Setelah menghadapi UTS-UTS yang benar-benar memeras otak, Para siswa kelas X akhirnya dihadapkan pada ujian terakhir (4-5 Oktober '07) yaitu ujian "DRAMA" teater. Ujian yang lebih menguras waktu dan tenaga ini menantang para siswa untuk dapat berakting sesuai dengan kreativitas dan kemampuan diri masing- masing. Meski demikian, ujian inilah yang - menurut hampir semua siswa - paling ditunggu- tunggu.( Ya, iyalah ! Nggak pake rumus, sih. He...he...he...). Ibu Luly (sebagai guru teaternya), memberi waktu kurang-lebih sebulan untuk mempersiapkan segala properti drama. Hampir seluruh kelompok ditiap-tiap kelas telah dapat mempersiapkan semuanya dengan baik. Namun, tentu ada kesulitan yang dihadapi masingmasing siswa. Salah satunya adalah tantangan dalam memainkan peran. Banyak siswa yang harus berusaha keras untuk dapat lebih lagi mendalami perannya. Alasannya, peran yang didapat sering kali bertolak belakang dengan sifat atau kebiasaan diri sendiri. Saat hari H telah tiba, semua kelompok telah siap untuk tampil. (Yah, mau gimana lagi? Siap nggak siap, pokoknya harus siap, kan?) Saat diberi waktu untuk memakai atribut masing-masing, tiap siswa mulai berebutan berganti pakaian dikamar mandi (Pastinya, kan? Jangan sampai nggak loh) dan... jreng... keluarlah manusia-manusia dengan dandanan heboh yang siap beraksi untuk unjuk kebolehan. Untuk ujian ini, jadwalnya dibagi menjadi 2 trip. Trip pertama (4 Oktober) adalah pertunjukan bagi kelas XA dan XB. Sedangkan trip kedua (5 Oktober) untuk kelas XC dan XD .Baik dari kelompok yang membawakan drama transisi, tradisional maupun modern, tidak terlihat adanya suatu kendala yang

ini. Umumnya mereka sibuk bertanya-tanya seputar biaya dan jurusan. Yah, setidaknya mereka mempunyai bayangan tentang biaya kuliah anak-anak mereka nantinya, sehingga mereka dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Finally, kita berharap aja semoga di tahun-tahun berikutnya kegiatan bermanfaat kayak gini diselenggarakan lagi. Sadar atau gak sadar, kegiatan kayak gini tuh penting banget lagi. Mungkin sekarang kita belum ngerasa pentingnya acara ini, tapi kalau udah tiba saatnya, kegiatan macam ini tuh penting banget buat kita.

menonjol. Kebanyakan kelompok membuat drama yang berbau komedi, sehingga tiap pemain dapat 'bermain lepas' saat tampil. Namun, diantara sekian banyak dramadrama komedi yang ditampilkan, tetap masih ada kelompok yang mempertahankan cerita asli. Salah satunya drama transisi berjudul 'Cinderela', yang dibawakan oleh Ryan dkk (XC). Kelompok tersebut berusaha membuat sebuah drama yang apa-adanya, namun juga tidak kaku dan monoton. Tentu saja, dengan dukungan kekompakan dari tiap-tiap pemain. Salah satu buktinya adalah pada saat adegan Pangeran dan Cinderela akan berciuman di saat pesta dansa berlangsung.

Pahlawan‌..pahlawan itu bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin saat kita bertanya pada orang-orang pasti jawabannya orang yang cinta tanah atau seseorang yang mempunyai rasa rasionalisme tinggi dan membela tanah air. Tapi, di zaman modern ini, apa masih cocok arti seperti itu??? Mungkin ada atau tidak. Sesuai dengan perkembangan zaman banyak pikiran masyarakat khususnya para pemuda pun berubah pikirannya tentang arti pahlawan. Para muda sekarang banyak mempunyai pendapat yang berbeda tentang pahlawan. Pahlawan tidak hanya orang yang berjuang demi tanah air. Pahlawan bisa juga diartikan sebagai seseorang yang membantu orang yang lemah tanpa mengharapkan balas jasa. Contoh yang sudah dikenal adalah guru, yang telah mengajar murid-murid dengan kesabaran yang tinggi dengan harapan murid yang diajarinya bisa pintar dan menjadi anak yang yang berakhlak baik dan mulia. Selain itu, seorang dermawan juga dapat dikatakan pahlawan karena telah membantu orang-orang lemah , anak jalanan, panti jompo, rumah sakit, atau yang telah membantu mengembangkan pendidikan dengan membangun sekolah sekolah untuk masyarakat yang membutuhkan. Contoh-contoh di atas, memang contoh yang sederhana, tapi mempunyai arti yang mendalam dan bermakna yang tinggi bagi kehidupan kita. Tidak semua orang dapat membantu orang lemah tanpa mengharapkan imbalan. Apalagi di zaman modern seperti ini, pasti jika kita ditolong kita harus memberikan uang sebagai imbalannya. Pahlawan mempunyai banyak arti, seperti seseorang orang yang membuat hidup orang lain menjadi tenang dan damai dengan karya-karyanya. Banyak pemuda berpendapat seperti itu. Mereka menganggp bahwa orangorang yang menciptakan sesuatu yang membuat mereka terkesan. Hal tersebut itulah yang membuat arti pahlawan menjadi luas. Sehingga pendapat pemuida ini sering bertentangan dengan pendapat orang tua. Oleh karena itu sering orang tua beranggapan bahwa para pemuda sekarang kurang memiliki rasa nasionalisme yaqng tinggi. Nah, jadi apa arti pahlawan itu??? Jawabannya ada pada diri kita sendiri, setiap orang tua, para pemuda, remaja, dan anak-anak mempunyai pendapat yang berbeda. Wajar saja jika pendapat setiap orang berbeda, tapi kita tetap satu bangsa Indonesia yang menghargai para Pahlawan.


15

Edisi 7 • Tahun 1

SOSPOLKUM :

September - November 2007

SOSPOLKUM

aman, nyaman & indah, sebagaimana layaknya Ibukota Negara.

Sosial,Politik & Hukum

Dilematis bila ……………………..

PERDA KETERTIBAN UMUM, SEGERA DIBERLAKUKAN DI PROPINSI DKI JAKARTA . Satu lagi, DPRD Propinsi DKI Jakarta bersama Gubernurnya telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah, menjadi PERATURAN DAERAH, yaitu : PERDA KETERTIBAN UMUM. Perda yang belum bernomor dan bertanggal ini, menunggu persetujuan dari Depdagri, untuk secara efektif diberlakukan di Ibukota Negara RI, dengan demikian kita semua terikat untuk melaksanakan dan mentaati dengan segala akibat hukumnya. Kita Sikapi dan Cermati Bersama Mari kita telaah dan sikapi , terutama sekali yang menyangkut Pasal 25 dan Pasal 40. Pada Pasal 25 ayat 1, 2 dan 3 Pemda menyediakan, memfasilitasi tempat bagi Pedagang K5, Memberlakukan larangan bagi Pedagang K5 berjualan di trotoal,di sembarang tempat. Pasal 40 Melarang para Pengemis,Pengamen, Pengelap kaca dan Peminta-minta di tempat-tempat umum, jalanan, trotoar, jembatan jembatan penyeberangan, termasuk larangan bagi yang memberinya sedekah, maupun uang. Sanksinya: adalah, kurungan maksimal satu bulan atau denda seratus ribu rupiah sampai dengan tiga puluh juta rupiah. Sedangkan Pasal 40 mengatur larangan bagi pedagang kaki lima, berjualan di pinggir-pinggir jalan, trotoar maupun di tempat umum lainnya, kecuali di tempat yang telah ditunjuk oleh Gubernur. Timbul : Pro - Kontra Memperhatikan dengan saksama dari dua pasal ini, bisa mengundang pro - kontra, setuju - tidak setuju, lebih-lebih bagi kelompok yang berkepentingan atau kelompokkelompok yang dirugikan atas Perda dimaksud. Mari kita sikapi lahirnya Perda Ketertiban Umum ini dari

NS.Prijono Adhi,SH

kepentingan yang lebih umum, lebih luas, lebih-lebih demi kepentingan Jakarta sebagai Ibukota Negara. Keterpaksaan dan - demi Keamanan Disatu sisi, keberadaan mereka sebagian besar karena keterpaksaan mengingat tuntutan kehidupan dengan tingkat kemiskinan yang semakin menganga di negeri kira. Jika tingkat kesejahteraan masyarakat kita cukup memadai mungkin relatif kecil adanya gelandangan, pengemis, pengamen jalanan,pengelap kaca mobil di jalanan bahkan pedagang ekonomi lemah yang menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan, di trotoar. Kita bisa mengerti dan menghargai jerih payah dan usaha mereka untuk sekedar mempertahankan hidup keluarga. Disisi lain, kita dibuatnya cemas bahkan was-was, baik saat kita sedang berjalan kaki di trotoar, di jembatan penyeberangan, di perempatan jalan demikian juga saat kita sedang berkendaraan umum maupun berkendaraan pribadi. Kalau hal ini tidak ditertibkan dan tidak bisa diatasi, bukan hanya masalah ketertiban umum saja yang terganggu, tetapi sudah meluas menjadi keresahan dan keslamatan masyarakat, bahkan merusak citra Jakarta sebagai Ibukota Negara. Perlu kita ingat bahwa Jakarta bukan hanya sebuah kota Propinsi, tetapi merupakan pintu gerbang dunia, bangsa-bangsa dari manapun berada di Jakarta, Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat perniagaan, pusat budaya dan pergaulan bangsa-bangsa. Bagaimana Sikap Kita Sebaiknya? Kita dukung berlakunya Perda Ketertiban Umum, dengan harapan Jakarta menjadi kota yang tertib, teratur

Pemberdayaan Ekonomi Lemah Disisi lain kesejahteraan masyarakatnya perlu terus diberdayakan dan ditingkatkan sehingga angka kemiskinan semakin mengecil, dan Pemda memiliki kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap pedagang kaki lima agar mereka dapat berjualan dan berdagang dengan aman dan nyaman tanpa harus dikejar-kejar untuk diamankan, nyatanya mereka malah tidak aman. Demikian para pengemis, gelandangan dan pengamen,pemintaminta di jalanan perlu disikapi apakah mereka memang fakir miskin dan tidak memiliki kemampuan fisik untuk bekerja apapun, atau karena mereka memang malas bekerja? Yang benar-benar fakir miskin, kewajiban negaralah untuk mengurusnya, karena memang UUD 1945 Pasal 34 mengamanatkan demikian, bagi yang malas-malasan perlu pembinaan, pelatihan ketrampilan sampai diberlakukan tindakan yang tegas. Sangat disesalkan jika bertambahnya penduduk miskin di negeri kita, dikarenakan kebijakan pemerintah yang tidak populer sehingga jumlah masyarakat miskin malah bertambah. Menemukan dan Mengatasi Akar Permasalahannya Menemukan dan mengatasi akar permasalahannya jauh lebih penting dibandingkan berlakunya Perda, yaitu memberantas : "KEMISKINAN" Ada ungkapan yang indah : Lebih baik menjadi bekas orang miskin, daripada bekas orang kaya (Ev.D) ---------------------------------------Tingkat Kemiskinan di Negeri Kita menurut laporan BPS jumlah angka kemiskinan saat imi telah mencapai 40 juta orang lebih, sedang survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat maupun Partai Politik, bahwa angka kemiskinan di Indonesia hampir mencapai 60 juta orang. Dari jumlah tersebut 36% nya merupakan andil dari Lembaga-lembaga pemberi kerja, dan akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak popular diantaranya Kenaikan harga bensin pupuk, minyak goreng, minyak tanah, gas, tarif tol, harga sembako, inflasi. Satu sisi Perda dimaksud diperlukan agar Ibukota Negara kita agar tertib teratur,aman,nyaman indah dan bersih. Disisi lain kita tidak menampik keniscayaan masih begitu banyaknya masyarakat kita yang hidup serba kekurangan. Semoga dua-duanya bisa digarap dan diatasi dengan sebaik-baiknya. (Pr)

Menyikapi: RANCANGAN UNDANG - UNDANG BADAN USAHA PENDIDIKAN Kita mungkin sering mendengar BUMN (Badan Usaha Milik Negara) biasanya diasumsikan badan yang bergerak di bidang ekonomi,industri atau keuangan (profit). Satu hal yang agak asing di telinga kita, jika kita mendengar adanya Badan Usaha, "BUMN" tetapi bergerak di bidang pelayanan sosial kemasyarakatan, (Pendidikan.) Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) sedang menggodog sebuah rancangan perundangundangan, yang disebut RUU Badan Usaha Pendidikan. Kita semua belum tahu RUU BUP ini seperti apa, bagaimana bentuk dan isinya? Mari kita sikapi dan kita telaah bersama Jika RUU BUP akhirnya disahkan menjadi UU BUP, apa untungnya dan apa ruginya bagi masyarakat luas, terutama masyarakat menengah kebawah. Masalah pendidikan, adalah masalah masa depan bangsa dan negara, Pemerintah Yang mempunyai kewajiban dan kewenangan utama untuk menyelenggarakan sistim pendidikan nasional, Pendidikan yang baik dan bermutu memang mahal, akan tetapi kita semua menginginkan agar generasi penerus bangsa ini cerdas, trampil dan mampu membangun bangsanya ke depan. Negara dalam hal ini Pemerintah bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Di sisi lain, masyarakat kita pada umumnya tingkat kemampuan ekonominya masih lemah, sehingga pembiayaan pendidikan yang relatif mahal. tersebut tidak mungkin bisa dipenuhi dan dibebankan sepenuhnya kepada masyarakat terutama di tingkat bawah. Dilematis memang. Lalu apa urgensinya dibentuk UU Badan Usaha Pendidikan? Pengertiannya jika penyelenggaraan pendidikan dikelola oleh sebuah badan yang menyerupai Perusahaan,apakah ada jaminan bahwa pendidikan kita akan maju pesat? Apa badannya yang maju pesat. Bukankah

seharusnya pendidikan diurus oleh (Badan Sosial) yang sering kita kenal dengan sebutan Yayasan? Memang ada beberapa yayasan yang maju, tetapi mutu pendidikannya biasa-biasa juga. Bagaimana ini. Sebenarnya mau dibawa kemana pendidikan kita ? Dalam kenyataannya hasil pendidikan kita hanya menonjolkan kualitas ditataran teori, memang tidak kalah pandainya tamatan Perguruan Tinggi di nwgeri kita bila dibandingkan dengan Negara Tetangga, tetapi ditataran praktek, tamatan Perguruan Tinggi kita memprihatinkan kompetensinya. Hal ini bisa dibuktikan dari hasil survei, banyaknya penganggur intelek yang sedang antri menunggu pekerjaan/lowongan kerja, yang seharusnya tamatan Perguruan Tinggi, sudah mampu untuk berkarya sendiri bahkan harus mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain (tamatan dibawahnya) nyatanya lebih memilih menjadi sarjana pengangguran daripada menjadi wiraswasta/berkarya mandiri. Bagaimana ini! Apakah dengan lahirnya UU BUP nanti, lembaga pendidikan dibenarkan untuk mencari profit sedang disisi lain anggaran pendidikan 20 % dari APBN dimaksud untuk memajukan pendidikan, sekaligus meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung masyarakat. (Kalau bisa, pendidikan gratis, maksudnya dibiayai negara) Kecuali jika Terbitnya Undang Undang Badan Usaha Pendidikan dimaksud untuk menyelamatkan anggaran pendidikan 20 % agar bisa efektif dan efisien penggunaannya, secara merata bagi masyarakat banyak… Kalau memang demikian yang dimaksud dan itu tujuannya, tidak ada masalah. Namun di sisi lain timbul pertanyaan baru, bukankah sudah cukup diatur melalui Undang-Undang Yayaasan yang ada ?? apa perlunya diterbitkan Undang Undang yang baru lagi. Yaitu Undang-Undang Badan Usaha Pendidikan ??. (Pr)

Ruang ini disediakan bagi pembaca,untuk menyampaikan pendapatnya,sarannya,kritiknya, untuk kemajuan kita bersama. Syaratnya : Tidak terlalu panjang ( agak singkat ) Berisi pendapat, pertanyaan, saran,kritik membangun, Boleh sedikit relax,humor,bahasa sederhana yang mudah dipahami Harus dihindari memojokkan orang lain,memfitnah,mencela ( tidak akan dimuat ) Oleh siswa, guru, pegawai lainnya, orang tua siswa, ditujukan untuk kalangan sendiri. CONTOH Masbei yth, Kalau menurut Feng Sui, cat tembok sekolah kita tidak cocok kalau berwarna biru. Gedung yang menghadap selatan itu menghadap api,sedang biru berarti air.jadi padam apinya. Agar Oel maju dan banyak murid kayak dulu, bagaimana kalau warna catnya diubah, (Deddy, OT Pamulang) Masbei menjawab : Yaaa, hight -tech itu namanya , terima kasih ya, nanti diteruskan ke yg berwewenang Masbei, aku usul boleh nggak? Bagaimana kalau foto di cover tabloid

HUBUNGI: 08176980448

sekali-kali menampilkan tim basket kita dong ( Franky, SMP BSD) Masbei menjawab : bolehboleh…….timnya jago gak?, kirim saja fotonya ke redaksi nanti dipilih Masbei, bagaimana pendapatmu, terhadap guru yang galak,aku tercekam dan malah ggak bisa nangkep pelajaran tuh ? (Enny, SMA BSD) Masbei menjawab : masak sih ada guru yang galak, kayak singa aja,kamu kali yang nggak bisa nangkep maksudnya…. Masbei,itu sebenarnya siapa sih , Guru apa TU apa Siapa,gemes aku!! ( Nyiroro, Oel ) Masbei menjawab : mau tahu aja, masbei ya masbei gitu aja kok repot, gemes nich yeee. Masbei,bagaimana kalo model tabloid diganti model majalah saja, praktiskan.(Bu.Candy PP) Masbei menjawab : OK masukan, bagaimana kalo ada yang bilang praktisan bentuk tabloid,apa perlu voting Catatan : nama dan sekolah diatas hanyalah rekaan. ( Kirimkan surat anda ke redaksi, atau SMS ke 081388242477, atau e-mail, prijono_oel@yahoo.co.id )


16

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

ANEKA RAGAM

Pengertian dan Pemahaman dasar Hukum Pidana ( Lanjutan dari Tabloid Edisi VI )

YANG BER

No

ULANG T AHUN TAHUN Tanggal

BULAN SEPTEMBER ‘N NOVEMBER

Nama

Tempat tugas

01

02 September

Temiari

Komputer

02

02 September

Indah Astuti

SD BSD

03

04 September

Edi Harianto A.

SMP P. Polim

04

09 September

Andreas Haryono

SMP P. Polim

05

12 September

Widiasih

SMP BSD

06

16 September

Anita Tinambunan

TK BSD

07

17 September

Niken Ratna BKN

SMA BSD

08

18 September

Francisca G.T.

SMP BSD

09

19 September

Rosid Sumantri

BSD

10

22 September

Parmin

TK P. Polim

11

24 September

Suparman

P.Polim

12

26 September

Hariyatun Irawati

SMP Pamulang

13

26 September

Tri Septiningsih

SD P. Polim

Apakah yang dimaksud azas Legisme dalam Hukum Pidana? (1b)

14

28 September

Lukas Kadang

Staf PH P. Polim

Yang dimaksud dengan azas Lwgisme dalam Hukum Pidana ialah, bahwa Hukum Pidana sebagai Undang-Undang haruslah tertulis. Maksudnya adalah, Azas Legisme dalam Hukum Pidana ,terwujud sebagai suatu pengakuan bahwa hanya undang-undang/peraturan hukum yang tertulislah yang dapat dijadikan dasar penerapan pelaksanaan.

15

29 September

Lamhot Asi O

SMP BSD

16

05 Oktober

17

10 Oktober

Vera Oktavia P.

SD P. Polim

Tujuannya ialah: a. Agar tercapai kepastian hukum yang dapat dimengerti secara luas. b. Untuk menjamin kepentingan pribadi pelaku tindak pidana dari kesemenamenaan Hakim, yang memvonisnya. c. Ketetapan hukum pidana,haruslah tertulis,agar tidak multi tafsir dan (Bersambung ke Tabloid VIII) merugikan pihak. (Pr)

18

10 Oktober

Susi Elisabeth

SD P. Polim

19

13 Oktober

Yuliana Sri S.

Staf PH P.Polim

20

16 Oktober

Orlina Simamora

SD P. Polim

21

22 Oktober

Marsha Yunita

SD BSD

22

23 Oktober

Sukrowarno

BSD

23

23 Oktober

Dian Puji Astuti

SD P. Polim

24

24 Oktober

Eko Sulistyaningsih

SMP BSD

25

26 Oktober

Patoni

BSD

26

28 Oktober

Rustam Efendi

Staf PH P. Polim

27

29 Oktober

Erwine Alexandra

Superv. SD

28

06 November

Gunawan Sujatmiko

SD P. Polim

29

07 November

30

Bagaimanakah azas-azas yang mendasari Hukum Pidana kita digolongkan? 1. Azas yang mencerminkan sifat/cirri utama Hukum Pidana secara filosofis,yaitu azas Nullum Delictum dan azas Legisme. 2. Azas yang merupakan pedoman bagi pelaksanaan Hukum Pidana dalam ruang lingkupnya (Ierritotialiteit beginzel). Azas kebangsaan (Nationaliteit beginzel) Azas universal (Universaliteit beginzel) Apakah yang dimaksud azas Nullum Delictum itu? (1a) Lengkapnya Azas Nullum Delictum nulla poena sine praevia lege poenali, ialah azas yang menyatakan bahwa suatu perbuatan (pidana) hanya dapat dihukum bila sebelum perbuatan tersebut dilakukan,telah ada undang-undang/peraturan hukum yang ditetapkan. Contoh, UU nomor 7 Drt/.1955 Tentang Anti Penyelundupan. Sebelum diundangkannya pada tahun 1955, terhadap para penyelundup belum dapat dijatuhi hukuman.

Novenda D. Sidauruk

SMA BSD

Muryanto

P. Polim

07 November

Anggraheni Wisnu

SMP BSD

31

18 November

Farida Natayo

TK BSD

32

20 November

MMJ. Haulussy

BSD

33

20 November

34

21 November

Kristiandari T.

SD BSD

35

27 November

Stefani Merdiningsih

SD BSD

36

27 November

Mawardi

BSD

37

27 November

Vivi Irene P.G.S

SMA BSD

38

28 November

Jenniwati Setijawan

Superv. SMP/SMA

39

30 November

Endang Larasati

Pamulang

Josephine Kusumarini

SMA BSD

SELAMAT ULANG TAHUN, TUHAN MEMBERKATI Redaksi

Fashion Styles and Hangout Places Nowadays, lifestyle is the most precious thing to make the prestige of human being more increasing. More high and jet-set the lifestyle more attention that people get from it. For teenagers, the most happening things now is how to follow the fashion style and to attend the hippest spot all around their city. They do these things to make the statement for everyone that they are exist. Go to the club and lounge is for mark them as ‘Anak Gaul’. There’s nothing wrong about the night life. It is a legit things to do. Everyone deserve to be whatsoever they want. But just remember not to ‘go with the flow’ too much and get involved with bad things such as drugs and free-sex. Being ‘Anak Gaul’ isn’t how you be a followers, but how is u set the trend itself . By:Vyo

How to

Make Best Friend Cliché article huh? But believe me, u gonna need one sumday My best friend is the one who bring out the best in me” Henry Ford

1. Who is he/she? U better start looking for a friend from their heart, someone who care of u, and love all the way u are.

U have lots of friend. But do u really have someone to talk to? Then u have to remember all these things:

2. Spend some time To know someone better, u have to spend ur time with them. U have to regard them as ur truly

best friend. Such as spend one quality day together. Both of u must maintain a good communication. By doing that,u will know ur best friend much better. 3. Keep her secret When u get closer, maybe u will know one of ur best friend’s top secret. Don’t u ever dare to share it with others. Ur best friend will not ever trust u if u break their trust 4. Never talk behind their back Sumtimes a friend might be so sucks. U cant help but to talk behind her back. Well, best frend don’t do that. When u finally busted, they will never know whether u are on his side or not. U better tell them right in front of their face.

5. Tolerance their stupidity Everybody makes mistakes, Include ur bestfriend. As a good best friend, we can’t judge them like everybody else would. 6. Care for their feelings Simple. Be with them through their difficult times. Give ur shoulder to cry on, smile with them and cry with them. That’s all that counts. Trust me, it will be worth it.. When u have smile on ur face, And a twinkle in ur eyes Only ur bestfriend knows, U r about to breakdown n cry

Source: Go Girl Recycled by: Adhis


17

BUDAYA & PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Edisi 7 • Tahun 1

BAGAIMANA

MENGAJAR MATEMATIKA

" Ooalah Jon Jon.... gitu aja kok nggak bisa....." terdengar suara Ibu Nelly mencela anaknya Jonathan yang masih duduk di kelas 3 SD. " Lha kamu ini mau jadi apa kalau soal 69 +....=84 saja gak bisa. Lihat tuh adikmu Monic, pinter.... juara kelas terus... matematikanya selalu dapat nilai 100..." Meski sudah berkali-kali menghela nafas, Ibu Nelly masih merasa kesulitan untuk menerangkan penjumlahan itu agar Jonathan mengerti. Tanpa sadar Ibu Nelly sudah menanamkan di benak Jonathan bahwa Jonathan tidak bisa menghitung Jonathan selalu kalah dengan adiknya yang menjadi "kebanggaan" Ibu Nelly. Jonathan tetap bersikukuh menjawab tidak bisa dan tidak tahu, setiap kali ditanya. Bukan karena malas dan enggan untuk belajar, tetapi karena memang dia tidak bisa. Jonathan tidak tahu makna 69 +....= 84. Membayangkan saja sulit, apalagi mengerjakannya. Seorang anak kelas 1 SD mengerjakan pengurangan 14 - 7 dengan cara dan konsep yang sudah sangat betul, perhatukan prosesnya: 14

_

7

4

10

7 3

Proses berpikir - 14 terdiri dari 1 puluhan (10) dan 4 satuan - Selanjutnya anak mengurangkan 10 - 7 = 3 - Karena masih ada 4 satuan maka proses selanjutnya 3 + 4 = 7 - Jadi 14 - 7 = 7

Proses yang sudah betul ini disahkan oleh guru di sekolah. " Pekerjanmu salah nak, soal itu kan pengurangan nak, tidak boleh diselesaikan dengan penjumlahan" demikian kata guru. Anak itu merasa bingung dan takut, masih dalam kebIngungannya sI guru menambahkan " pokoknya 14 - 7 berapa! dihitung... pakai jari...!!! Guru ini agaknya lupa, bahwa ia mengajar di ibu kota propinsi yang semua muridnya pake sepatu.Sehingga jari yang kelihatan hanya 10. Apakah anak harus melepas sepatunya? Bagaimana jika soalnya 24 - 7 ? Cerita di atas merupakan cermin pendidikan kita. Ada 2 kesalahan yang dilakukan oleh guru di atas. Pertama, guru memvonis dengan kata-kata salah, padahal menurut si murid pekerjaan tersebut benar. Kedua guru kurang memahami materi. Namun tidak semua guru, juga guru-guru di SD Ora et Labora seperti gambaran di atas. Masih banyak guru yang mempunyai komitmen tinggi dalam dunia pendidikan. Bagaimana jika anak tidak menyukai matematika? Sederet alasan umpatan terlihat pada ekspresinya. PR pun tidak pernah dikerjakan dengan baik. Keadaan akan semakin memburuk, pengalaman pahit tidak bisa mengerjakan soal matematika dan hinaan dari guru, teman-teman, bahkan orang tua yang seharusnya menjadi dewa penolongnya. Pandangan sebelah mata saudara-saudaranya karena nilai matematikanya selalu

Bagaimana Menghadapi

jeblok. Itu semua menghantui harga dirinya. Harga diri anak semakin terinjak-injak saat mendapatkan nilai rendah dari hasil ulangan di sekolah. Jonathan bukan satu-satunya anak malang korban system pengajaran di Indonesia, malah banyak anak bangsa yang menjadi korban penyimpangan pengajaran. Andaikan kita tahu bahwa setiap individu mempunyai kecerdasan dan tipe belajar yang berbeda-beda, kita tidak akan mengajar semua anak dengan cara yang sama. Mengapa seorang anak harus menyelesikan soal sama persis dengan gurunya? Bukankah anak kita mempunyai kemampuan yang sangat dasyat? Sering kali guru sudah merasa mengajarkan hal-hal yang seharusnya diajarka. Guru berpendapat bahwa anak harus tahu pelajaran yang dijelaskan. Guru kurang memberikan terobosan kreatif agar soal di atas mudah dipahami anak, dan dan boleh dikerjakan sesuai logika mereka. Untuk menanamkan konsep matematika yang benar, harga diri dan kepercayaan diri anak harus dibangun. Mereka harus diyakinkan bahwa mereka pandai. Sudahkah kita sebagai orang tua dan guru memberikan pendidikan yang benar pada anak? Jika ada anak merasa kesulitan dengan pelajaran matematika berarti ada bagian proses yang hilang. Apabila tidak ditemukan, bagian proses yang hilang ini akan membuat anak semakin kesulitan untuk belajar matematika. Dalam program matematika ada syarat-syarat yang harus diperhatikan saat mengajar pemahaman bilangan. • benda-benda yang sepadan 1 lawan 1 mempunyai bilangan yang sama" adalah pengertian pokok untuk memahami bilangan. Hal ini harus dijelaskan pada anak. • Tak peduli cara menghitungnya (dihitung dari kiri atau dari kanan), suatu jumlah benda tetap tidak akan berubah. • Tanpa mempedulikan bagaimana bilangan itu dibagi menjadi bagian-bagian atau dujumlahkan dari bagian-bagiannya, suatu bilangan tak berubah. Selain pengertian-pengertian di atas, kita perlu memperhatikan urutan-urutan mengajarkan matematika pada anak. Urutan ini tidak boleh terlewati agar anak benar-benar paham tentang bilangan.Ajarkan bilangan kepada anak dengan menggunakan benda konkrit/ nyata. Benda-benda konkrit ini akan sangat membantu bayangan pikiran (visualisasi). Urutan terakhir baru pengenalan simbul/lambang angka (1,2,3....,9) Belajar matematika juga membutuhkan kemampuan bahasa. Bahasa diperlukan untuk memahami soal atau mengerti logika, juga untuk berimajinasi dan menggambarkan kreativitas. Kunci untuk mengajarkan matematika pada anak-anak adalah mengambil contoh dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan semenarik mungkin.

Konfrontasi

Hal yang paling tidak disukai orang adalah menghadapi konfrontasi. Dalam survey pada organisasi sekolah, bisnis dan lain-lain persoalan pertama yang belum dapat diatasi dengan baik adalah konfrontasi. Banyak orang, khususnya organisasi-organisasi Kristen berusaha menghindari konfrontasi karena mereka berpikir berkonfrontasi dengan orang tentang persoalan tidaklah rohani. Observasi yang telah dibuat menyatakan bahwa: 1. Konfrontasi itu sulit. Tidak mudah berkonfrontasi dengan orang. 2. Konflik dan konfrontasi tidak pernah dapat dihindari. Konflik itu selalu ada dan kita menghadapinya setiap hari karena itu merupakan bagian dari kehidupan. “Gerakan menyebabkan persinggungan” Mengapa orang sukar menghadapi konfrontasi? 1. Takut tidak disukai Setiap orang ingin disukai dan diterima. Bila kita mengadakan konfrontasi dengan seseorang akan ada kecenderungan kita tidak disukai dan itu menimbulkan konflik. 2. Takut berakibat buruk 3. Takut ditolak 4. Sukar bersikap jujur Pada saat berkonfrontasi sukar sekali untuk bersikap jujur. Kita tidak ingin menunjukkan perasaan kita yang sebenarnya kepada orang. 5. Kita kurang tahu cara berkonfrontasi Sikap yang salah terhadap konflik: 1. Orang yang mau menang sendiri

September - November 2007

Orang-orang ini selalu merasa benar, tidak ada kompromi. Mereka tidak pernah mau kalah dan akan selalu berkata bahwa merekalah yang benar. “Menang sendiri dalam menghadapi konflik” 2. Bila tidak dilaksanakan dengan benar, konfrontasi dapat menghancurkan kepercayaan dan kasih. Sikap kita dalam menghadapi konfrontasi menentukan hubungan kita dengan orang yang bersangkutan di masa yang akan datang Apa akibat bila kita konfrontasi? 1. Bila kita tidak mengkonfrontir masalah yang kecil dan tidak mengatasinya maka masalah yang kecil menjadi besar. 2. Mengeluh terus menerus tentang persoalan yang ada. Bila kita tidak ingin menghadapinya maka kita menyimpan persoalan itu bagi diri kita sendiri. 3. Bila kita menghindar dan menyembunyikan diri. Persoalan itu akan tetap ada dan mengganggu pikiran kita dan tidak ada jalan keluar untuk persoalan tersebut. 4. Berkeliling sekitar persoalan. Kita tidak ingin membuat persoalan baru tetapi juga tidak ingin menanganinya. 5. Kita menyerah dan tidak mau berurusan lagi dengan persoalan itu. 6. Kita menghadapinya dengan keras dan membuat persoalan lebih banyak serta menimbulkan lebih banyak luka dan sakit hati. Bagaimana mengatasi konflik dengan benar? Allah memberikan kita petunjuk tentang konfrontasi Kewajiban yang harus dilakukan Pemimpin Kristen dalam menghadapi konflik dan konfrontasi: a. Berdiri atas kebenaran, punya integritas dan jujur terhadap integritas itu. Setiap kita diberi posisi sebagai Pemimpin dalam berbagai bidang. Jadi sebagai orang Kristen kita harus berupaya untuk menyelesaikan konflik-konflik yang ada.

PADA ANAK-ANAK

Tips dalam pengajaran matematika: 1. Beri inspirasi Matematika terlalu sulit buat sebagian besar anak karena saat belajar matematika mereka hanya berhadapan dengan angka-angka ini menjadi kegunaannya. Seorang guru harus bisa membuat angka-angka ini menjadi menarik sehingga anak merasa membutuhkan angka-angka ini. 2. Beri contoh nyata yang lepas dari sekolah. Sesuatu yang menarik bagi anak dan hubungan dengan matematika. Misalnya saat beraktivitas di dapur untuk membuat kue donat, kita bisa mengajak anak menimbang (memperkenalkan satuan berat)mengukur suhu air mendidih, suhu es yang mencair, menakar bahan baku dan membuat perbandingan antar bahan baku. 3. Tahap demi tahap Seperti halnya sukses hidup, sukses dalam matematika dimulai membagi proyek besar menjadi proyek-proyek kecil yang lebih mudah. Tunjukkan keuntungan mengerjakan 1 soal dengan membaginya dalam tahaptahap kecil yang membuat soal tersebut menjadi lebih mudah. 4. Dorong Kreativitas Sel otak manusia berjumlah milyaran. Kita belum bisa memanfaatkan semua. Bayangkan jika kita menggunakan satu sel untuk berpikir kreatif, berapa banyak ide-ide yang bisa kita ciptakan. Guru dan orang tua mengajarkan berpikir kreatif untuk menyelesaikan soal-soal matematika, sekaligus membentuk konsep diri anak. Perhatikan perkalian berikut:

32 6 94

11 0

22 X 11 = 242 22 X 111 = 2442 22 X 1111 = 24442 22 X 11111 = 244442

Dapatkah anda menemukan pola perkalian di atas? Tips perhatikan jumlah angka1 dan angka 4. Berapa selisih banyaknya angka-angka tersebut? 5. Berpikir positip Anak harus selalu diberi kata-kata yang membangun/ positif. Kalau kita berpikir bahwa anak kita bisa mengerjakan matematika, kita pasti akan selalu mencari jalan agar anak kita bisa matematika. Sekarang suruhlah siapapun yang ada di sekitar kita untuk memejamkan mata dan sampaikan padanya" jangan pikirkan seekor ular berbisa" Saya yakin anda yang sedang membaca artikel ini akan memikirkan seekor ular berbisa. Ini satu bukti apa yang kita ucapkan hendaknya selalu konkrit/bersifat membangun konsep diri anak.

Oleh: Stefani Merdiningsih P.

b. Lurus dan benar seperti Firman Allah Para Pemimpin dalam Alkitab juga menghadapi konflik. Paulus berkonfrontasi dengan Petrus. Ada persoalan yang mereka hadapi. Apakah mereka lari dari hal itu? Tidak, mereka menghadapinya dan itu menciptakan hubungan yang sehat. Sebagai orang Kristen kita harus peduli dan memperhatikan hal ini dengan baik. Filipi 2 : 4.. memperhatikan kepentingan orang lain juga, Matius 5 : 23 – 25.. berdamai, Ibrani 10 : 14 – 20.. menegur dengan kasih dan perbuatan yang baik, Galatia 6 : 1 .. berdamai dengan semangat yang lemah lembut, Efesus 4 .. ucapkan kebenaran dengan kasih. Saat kita harus berkonfrontasi dan kita tidak memahami tujuan spiritual kita maka keakuan akan menguasai kita dan kita akan kehilangan pemahaman tentang tujuan konfrontasi. Apa Tujuan Konfrontasi? 1. Memiliki pengertian yang baik tentang konflik. Tahu dengan jelas apa konfliknya. 2. Menciptakan perubahan yang positif. Mulailah dari diri kita sendiri. 3. Ciptakan hubungan yang positif. 4. Konfrontasi harus membangun kepribadian dan membuat kita bertumbuh secara rohani. Bagaimana cara kita bertahan dalam penyergapan pada saat orang menghantam, menyerang dan memberi kepada kita segala yang jelek? 1. Mohon hikmat Tuhan 2. Pisahkan pesan dari orang yang menyampaikan 3. Jangan mempertahankan diri 4. Bekerjalah dalam wilayah kebenaran! Bila ada unsur kebenaran dalam setiap kritik maka kita perlu merenungkannya dan bila itu benar bersukacitalah karena kita memperoleh nilai dari hal tersebut. 5. Berdamailah! Ingat tujuan konfrontasi adalah hubungan yang bertumbuh. By Winny Alexandra


18

OLAHRAGA & KESEHATAN

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

KESEHATAN

KESEHATAN

JADIKAN

IKAN MENU UTAMA Penyakit kuning (jaundis) atau biasa digolongkan sebagai hepatitis A, biasanya menyerang tanpa pandang usia. Dari mulai balita, anak-anak, hingga orang dewasa. Perlu kehati-hatian menghadapi dan mecegahnya. Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya flu, rasa mual, demam, kepala pusing, air seni berwarna merah. Tapi, yang menjadi indikasi utama adalah, saat bagian mata bola mata yang berwarna putih menjadi kekuningan, dan perut sebelah kanan atas terasa sakit atau bebal. Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata disebabkan oleh peningkatan bilirubin. Sebagaimana diketahui, bilirubin akan dibawea ke liver untuk metabolisme, tetapi larena ada gangguan pada hati sehingga kerja organ ini terganggu maka bilirubin akan meningkat jumlahnya dalam darah dan menyebabkan warna kuning.

Penularan penyakit kuning/hepatitis A ini berbeda dengan penularan pada hepatitis B dan hepatitis C. Penularan penyakit kun ing ini terjadi melaluyi virus yang ada pada makanan dan minuman yang tercemar kotoran. Virus ini terdapat dalam sel hati yang tersembunyi dalam empedu, dan kemudian virus masuk kedalam sistem pencernaan. Oleh karenanya menyebabkan kotoran penderita mempunyai konsentrasi tinggi selama masa infeksi. Virus ini dapat bertahan hidup selama tiga sampai empat jam dalam ruangan bersuhu normal. Tidak heran jika dalam suhutersebut, berbagai macam peralatan makan dan minum yang terinfesi virus hepatitis A akan dengan mudah menularkan kepada manusia. Penularan virus hepatitis A pada umumnya bergantung pada kondisi higienis lingkungan. Selain itu, virus ini juga akan mudah menular melalui

berhubungan langsung seperti berciuman atau hubungan seksual. Sebenarnya, penyakit ini tidak memerlukan pengobatan secara khusus. Yang perlu dilakukan adalah merawat penderita dengan baik, setelah mencapai enam bulan biasanya bisa dismbuhkan. Setelah itu penderita harus beristirahat total selama satu hingga empat minggu, menghindari kontk badan dengan non penderita dan diberi makanan cukup protein, tapi rendah lemak. Bila penderita menjalani perawatan di rumah, semua pakaian bekas dipakai, alat makan dan minum harus dicuci secara terpisah. Kamar kecil sehabis digunakan penderita sebaiknya dibersihkan dengan antiseptik. Hal lain, mitos yang menyatakan, penderita sakitkuning harus banyak makan gula, tidak seluruhnya benar. Fungsi gula sebenarnya hanya menambah energi, agar kekuatan cepat pulih. Hmm.... sepanjang hati-hati dan cermat serta teliti, gampang kok menanganinya. (Disarikan dari Internet oleh: SMP Pamulang)

TIPS MENGAJAR

BAGAIMANA MENGERTI

KARAKTER ANAK YANG ABNORMAL

Apa yang menyebabkan suatu ketika karakter bisa menjadi tidak normal? Berikut ini penyebabnya :

1. Penerimaan Kasih Yang Tidak Normal

kasih yang adil dan tegas.

Kurang kasih maupun kasih yang berlebihan akan dapat merusak perkembangan pribadi seorang anak. Bila seorang anak kurang mendapat kasih tetapi malah mendapat tekanan dalam hidupnya, ia akan bertumbuh menjadi seorang yang membenci orang lain. Bagaimana dia diperlakukan sewaktu kecil (misal : dihajar, diperlakukan tidak adil, tidak dihargai, dianaktirikan, dsb.), demikian jugalah dia akan memperlakukan orang lain. Anak semacam ini bukan saja membenci orang lain, tetapi juga membenci dirinya sendiri. Sebaliknya, bila seorang anak terlalu berlebihan "dikasihi", akan membuatnya mempermainkan kasih serta menganggapnya terlalu murah. Hal ini menyebabkan dia tidak mempunyai pendirian emosi yang pasti. Oleh karena itu sebagai seorang guru, kita harus mengajarkan cinta kasih yang murni dari Tuhan Yesus Kristus. Kasih yang rela berkorban, tapi juga

2. Tidak Memiliki Identitas Diri Jika seorang anak mempunyai identitas diri yang kuat, ia pasti juga akan mempunyai jiwa yang kuat. Sebaliknya, kalau seseorang kehilangan identitas diri dan harkatnya dalam masyarakat, tidak mungkin ia mempunyai jiwa yang sehat. Sebagai contoh, anak dari seorang pemabuk yang keluar masuk penjara, tentu akan merasa sangat malu bila orang lain mengenal siapa ayahnya. Oleh karena itu sebagai seorang guru, kita harus dapat menolong anak-anak untuk memiliki identitas di dalam Kristus. Mereka semua adalah anakanak terang di dalam Tuhan Yesus Kristus, dan kewargaan mereka adalah di surga. Kita harus menegaskan bahwa Tuhan Yesus mengasihi setiap mereka tanpa memandang latar belakang keluarga atau sosial ekonomi mereka, dan bahwa mereka kini memiliki identitas yang baru sebagai "anak-anak Allah".

3. Tidak Memiliki Komunikasi Yang Baik Jika seseorang mempunyai objek komunikasi maka ia tidak akan mudah mengalami sakit jiwa. Anak pun membutuhkan teman berbicara yang mau menerima dan mengerti dirinya. Biasanya anak selain membutuhkan teman sebaya juga menginginkan hubungan yang akrab dengan orang dewasa yang menghargainya. Oleh karena itu sebagai seorang guru, kita berpeluang besar untuk menjadi sahabat bagi murid-murid kita. Jadilah sahabat yang baik bagi setiap mereka, sahabat yang siap menampung segala kesulitan dan keluh kesah mereka. Janganlah sekalikali kita menghina atau menertawakan pendapat seorang anak sekalipun kadang-kadang pendapat anak itu kurang wajar. Lebih baik kita memberikan pengertian agar komunikasi tetap jalan. Anak-anak memang masih membutuhkan banyak bimbingan dan waktu untuk belajar tentang bagaimana harus bersikap, berbicara, dan bertindak dengan benar. Jadilah "sahabat yang mempunyai telinga tapi tidak mempunyai mulut", maksudnya, pandai-pandailah menyimpan rahasia dari anak yang dipercayakan pada anda, karena guru seringkali lebih banyak menasehati tetapi kurang mendengarkan. Sumber : Judul Buku : Arsitek Jiwa, Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong. Kiriman : Evi Evayanti

TIPS SAKIT GIGI Orang yang sakit gigi biasanya uringuringan. Rasa sakitnya bukan main tetapi orang lain hanya menganggapnya sepele, jangankan untuk melakukan pekerjaan yang berat, untuk makan saja sakitnya bukan

main. Penyebab yang umum dari penyakit gigi adalah berlubang, infeksi . Hal ini dapat dihindari dengan tindakan sebagai berikut: - Menyikat gigi secara teratur setelah makan. - Menghindari makanan yang terlalu panas, terlalu dingin,terlalu manis dan terlalu keras. - Setidak-tidaknya konsultasi

-

dengan dokter gigi setahun sekali walaupun gigi anda tidak sakit. Makan makanan yang bergizi seperti susu, buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin C.

Cara penyembuhan : Bahan 1: Pucuk daun jambu biji sebanyak 3 helai. Caranya: Pucuk daun jambu biji yang masih segar dimamah atau dikunyah

Banyak-banyaklah makan ikan kalau ingin memperkecil resiko terserang stroke. Ini kesimpulan yang bisa dipetik dari penelitian Kathryn M. Rexrode, dokter peneliti di Brigham and Women`s Hospital, Boston, Amerika Serikat. Ini masalah selera karena untuk kita, tentu bukan masalah, ikan mudah dan tidak terlalu mahal.

Manfaat ikan dibuktikan oleh Rexrode, yang melibatkan hampir 80 ribu wanita AS berusia 34-59 tahun dalam penelitiannya yang memakan waktu 14 tahun. Hasil penelitian Rexrode, seperti dipublikasikan The Journal of the Aqmerican Medical Assosiatioan, menunjukkan bahwa resiko terkena stroke pada wanita yang makan ikan lima kali atau lebih dalam seminggu turun sampai 52 % dibanding dengan m ereka yang makan ikan hanya sekali atau kurang dalam sebulan. Sementara itu, pada responden yang makan ikan 2-4 kali seminggu, resiko terserang stroke turun 27 %, pada yang makan sekali seminggu, resioko turun 22 % , dan pada yang makan ikan minimum 3 kali dalam sebulan, resiko turun 7 %. Seperti dikatakan Rexrode kepada Reuters Health, asam lemak Omega-3 yang terdapat dalam ikan memiliki beberapa efek. Salah satunya, menurunkan kepekatan sel-sel yang membantu terbentuknya gumpalan darah-faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam memicu stroke. Dosis tinggi asam lemak Omega-3 (sekitar 15 gram sehari) juga bisa menurunkan tekanan darah, yang juga sering menjadi biang keladi stroke dan serangan jantung. Meski penelitian mengambil obyek wanita, manfaat yang sama juga bisa dipetik kaum pria yang gemar mengonsumsi ikan. Dalam skala agak besar, penelitian serupa memang sudah pula diujikan kepada pria. Karena itu, bisa disimpulkan bahwa tanpa pilih kasih, ikan akan memberikan dampak positif kepada siapapun yang memanfaatkannya. (Sumber:Internet,oleh: SMPPamulang)

sampai halus. Sumpalkan pada gigi yang sakit, dan biarkan selama beberapa saat tapi jangan ditelan. Bahan 2: Umbi bawang putih secukupnya. Caranya: Umbi bawang putih di haluskan terlebih dahulu, kemudian sisipkan ke dalam gigi yang sakit sekitar 15 menit lalu diangkat. Mr. Choleg


19

Edisi 7 • Tahun 1

ANEKA RAGAM

Pojok MOL

Suara dari pojok Media Ora et Labora

Kepemimpinan Beberapa teman ditugaskan ikut Pembinaan dan Pelatihan Kepemimpinan di Sekolah, belum-belum sudah .....? seakan-akan mau dijadikan ....... Mang Pojok : Oalah,Kepemimpinan itu bukan jabatan, lebih pada jiwa kita."MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN" Ya kan mbak,mas.

Kehebatan Masih ada saja pada jaman sekarang orang menepuk dada sendiri, yang paling hebat, paling berhasil,paling berjasa,paling banyak berbuat sesuatu ? Mang Pojok : Oalah, mbokya biarkan orang lain yang menilai kita, orang hebat adalah orang yang menghargai kehebatan orang lain.

Gak biase jadi komandan Ada beberapa teman mang pojok, berkomentar, kok mau-maunya mungutin sampah,ngerukin kotoran di got,dll. Mang Pojok : Oalah, Mang mah atos tiasa ambil sampah sampe mainin piano abdi mah tiasa

Kegiatan Sekolah Akhir semester ganjil ini, setiap unit berlomba-lomba bikin kegiatan ruar binasa, ech luar biasa, hebat,kreatif. Ada Akses, ada Life in, ada lagi Apes,AbasAsbun. Mang Pojok : Oalah, saking kreatifnya singkatannyapun aneh-aneh

Ora et Labora Sejak tahun enampuluhan, Oel itu sudah punya nama harum dan dikenal dimana mana, bukan karena fasilitasnya, tetapi isi dan bobotnya yang punya nilai jual tinggi. Oel jaman itu tak pernah hura-hura dan ria. Mang Pojok : Menghibur diri, itu dulu sekarang lain, temen mang pojok ikut memberi komentar : PURWODADI RAK KUTANE,SING DADI RAK NYATANE. Oel, harus tetap dikenal dimana-mana,Oel harus maju,Oel harus tetap jaya. Syaratnya ada integritas, ada komitment, adanya keterpanggilan untuk itu.

September - November 2007

r O M u H TERHARU Lukas menjabat sebagai Ketua Komisi Pemuda di sebuah Gereja Kristen Indonesia. Ketua Majelis Gereja menyematkan Lencana kepada semua orang yang dilantik. Lukas satu-satunya orang yang menangis pada saat Lencana disematkan di dadanya. Setelah pelantikan selesai temantemannya menghiburnya," Sudahlah tak usah terharu dan ditangisi, tunjukkan kemampuanmu dalam pelayanan. Lukas menjawab dengan masih memegang dadanya:"Bukannya aku menangis karena terharu, tetapi pada saat penyematan Lencana penitinya menusuk dadaku". Teman-temannya: "Aduh....kachian deh lu ". Mr. Choleg

TEMPAT MENYUSUN GAMBAR

N A M A : ................................................................ K E L A S : ................................................................

JAWABAN ASAH OTAK EDISI 6 1 . NIL IBU LUD

LOG ONO GOG

UNI NER IRA

UZI ZER IRU

NAS AHI SIN

2 . SEM

ADA

GUA

KUK

HIA

ELI MIL

DOR ARD

URI AIN

UMA KAN

IRI AIB

3 . ZIS IWA SAF

HAK API KIR

NEA EWI AIR

ELA LOD ADI

GAT ADU TUA

SUSUNLAH KATA-KATA DI BAWAH INI MENJADI KATA KERJA YANG BERAWALAN`BER` ! 1. DASARBREN 2. JERABLAN 3. CISREBTAKAU 4. BARILER 5. JAMBUPER 6. RESAHREB` ` 7. BAYARLER 8. SEPIHBRA 9. ANJURBEG 10. PERBERANG 11. RODAEB 12. AMPUHSREB 13. BERINAZ 14. CARIBERE 15. BANDELSUR

......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... ......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... .......................................................................... ..........................................................................

KIRIMKAN JAWABANMU KE MEJA REDAKSI, HADIAH MENUNGGU!

Nama:……………………….............................................................. Kelas:.............................................................................................. Sekolah:………………………..............................................................

UNIT

AKIBAT SERINg BERBOHONG Rudi adalah seorang sopir pribadi Pak Hendra, tetapi Rudi sering bolos dengan alasan yang dibuat-buat. Pak Hendra: “Rudi, kenapa kamu kemarin tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan?” Rudi: “Anu pak...kakek saya meninggal dunia, jadi saya tidak sempat menelpon bapak” Seminggu kemudian Rudi bolos lagi dan memberitahukan kepada pak Hendra kalau pamannya meninggal dunia. Rudi: (dalam telpon) “Hallo..,Pak Hendra, hari ini saya minta izin karena paman saya meninggal dunia” Pak Hendra: (dalam telpon) “Hari ini kamu terakhir

: ................................................................

membohongi saya! Sekali lagi bohong kamu saya pecat! Lima hari kemudian saat Rudi sedang mencuci mobil majikannya ada telpon dari saudaranya bahwa ibunya meninggal dunia. Rudi: (menghadap majikannya “ Pak Hendra, saya harus pulang sekarang karena ibu saya meninggal dunia”. Pak Hendra: “Rudi, saya tidak bisa dibohongi lagi, hari ini kamu harus antar saya ke Bandung sampai lusa!” Rudi:”HOH..! (sambil ngibrit kabur tanpa pamit). Mr. Choleg

DO`A PENGEMIS TUA Seorang pengemis tua menadahkan tangan kepada Kapten Hendra:"Kasihanilah saya, Den" katanya memelas. Pak Kapten merogoh dompetnya dan memberikan selembar uang, "Manfaatkanlah sebaik-baiknya, Pak" kata Kapten Hendra. Wajah pengemis tua ini berbinarbinar kegirangan melihat lembaran uang di tangannya. Lalu dengan membungkuk dan penuh hormat, sementara matanya melirik pangkat Kapten Hendra dengan seksama. "Oo.... pak tentara, terima kasih atas kebaikan Bapak. Saya do`akan agar Bapak cepat naik pangkat menjadi Kopral" kata pengemis tua ini dengan bersungguh-sungguh. Kapten Hendra tersenyum kecut dengan kening berkernyit. Mr. Choleg


20

Edisi 7 • Tahun 1

September - November 2007

ANEKA RAGAM

Tarif Pemasangan Iklan (Display & Adver torial) I.

Komersil No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Ukuran (Cm)

3.400.000 1.800.000 1.000.000 600.000 400.000 300.000 BW(Rp)*

1 halaman (37x26 cm) 1/2 halaman (26X18,5 cm) 1/4 halaman (18.5x13 cm) 1/8 halaman (13x9 cm) 1/16 halaman (9x6.5 cm) 1/32 halaman (8.5x3.5 cm)

2.550.000 1.350.000 750.000 450.000 300.000 200.000

Ucapan Selamat/Terima Kasih

No. 1. 2. No. 1. 2.

FC (Rp)*

1 halaman (37x26 cm) 1/2 halaman (26X18,5 cm) 1/4 halaman (18.5x13 cm) 1/8 halaman (13x9 cm) 1/16 halaman (9x6.5 cm) 1/32 halaman (8.5x3.5 cm)

No.

II.

Ukuran (Cm)

Ukuran (Cm)

FC (Rp)*

1/16 halaman (8.5x7.5 cm) 1/32 halaman (8.5x3.5 cm) Ukuran (Cm)

150.000 100.000 BW(Rp)*

1/16 halaman (8.5x7.5 cm) 1/32 halaman (8.5x3.5 cm)

80.000 50.000

III. Dari - Untuk - Dengan Ucapan (D.U.DU) Rp. 5.000,00 / 3 atau 4 baris. Ket. FC: Full Colour BW: Black & White

Untuk Pemasangan Iklan, silakan menghubungi: ke Redaksi Tabloid OeL 021-7392116 atau Tini (0813 98551990), Legowo (0856 1176910)

DAFTAR TELEPON dan ALAMAT Karya: Jocelind E.I/5 SDK PAMULANG

LOMBA

KB.TK,SD,SMP “ORA et LABORA” PANGLIMA POLIM Jl. Panglima Polim I / N 1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. 12160 Telp. TK,SD,SMP

MENYUSUN GAMBAR

Guntinglah gambar-gambar di samping ini dengan rapi, kemudian susun dan tempelkan dengan lem di kotak yang sudah disediakan di hal 19. Kirimkan ke meja Redaksi melalui gurumu. Hadiah menanti lho!!!

Telp. & Fax Email http

: (021 ) 726 1145, 724 4265 : ( 021 ) 7244265 : yayasan@oel.or.id : www. oel.or.id

KB,TK,SD,SMP,SMA “ORA ET LABORA “ BUMI SERPONG DAMAI JL. SEKTOR II. 1 . ANGGREK LOKA, BSD Tangerang 15310 TELP. SD : ( 021 ) 531 57370 Telp. TK, SMP, SMA: ( 021 ) 538 4938 , 537 6346 Telp. Fax : ( 021 ) 538 4938 ) Email : yayasan@oel.or.id hattp : www. oel.or.id

KB,TK,SD,SMP,” ORA et LABORA “ PAMULANG Jl. Pamulang Raya 1, Blok L. 19 Tangerang 15416 Telp. : ( 021 ) 742 1106 Telp. SMP : ( 021 ) 741 9714 Telp. Fax : ( 021 ) 742 1106 Email : yayasan@oel.or.id http : www. oel.or.id

Staf Khusus/Media Tabloid Ora et Labora Jln. Panglima Polim I, Blok N/1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp. : (021 ) 739 2116 Email : tabloidoel@yahoo.co.id http : www. oel.or.id


TABLOID ORA ET LABORA NO. 7