Page 1

Penerbit : PT.BANGGAI SARANA KOMUNIKASI MEDIA_BANGGAI@YAHOO.COM

Dewan Banggai Tanpa Pimpinan

BAROMETER INFORMASI SULAWESI TIMUR BACA...... HAL.5

Wabup Sebut Yasin Urusi Coreng Pemda

BACA...... HAL.8

Honda Mengamuk di Kantor BKD

BACA...... HAL.9

Berlangganan & beriklan : (0461) 23051 | Harga eceran Rp. 2.500,- I 12 Halaman

EDISI 099,RABU 11 APRIL 2012

Baca Daftar 102 Tenaga Honorer K1 Yang Memenuhi Kriteria Berdasarkan Hasil verifikasi & Validasi BKN Di Halaman....2

OM SUSUPO

Urus Rakyat Dulu... Om susupo takaget juga waktu baliat unjuk rasa kamarin, karna te sama deng yang biasa kaliatan. Kamarin itu, karna yang bademo sopirnya oto toronton yang pe basaar skali, sampe so jadi perhatiannya samua orang yang ada baliat. Apalagi itu sopir toronton sampe babakase bunyi dorang pe kalakson yang pe basaar parsis bunyinya kapal yang mo maso di palabuhan rakyat. Yah, yang lebeh bikin takaget, ternyata ini pamarentah deng polisi bisa barubah juga dorang pe aturan. Kandati so ada rambu tanda larangan tapasang di dekat pompa bensin Simpong, eh akhirnya polisi so kase izin ini toronton supaya lewat dari Simpong ka Jole di jalan yang sebenarnya so jadi satu arah. Ini politisi di kantor dewan ternyata satu pikiran deng ini pendemo, karna memang itu aturan jalan satu arah, bisa babikin kalangkabut ini oto yang basaar skali rupa toronton, karna oto basaar te mungkin bisa balewat di kalapa dua yang depe jalan pe sempit skali. Om susupo pikir, ini pamarentah deng polisi, laen kali memang musti bapikir panjang dulu, sebelum mo babikin aturan macam jalan satu arah. Memang depe tujuan bagus supaya te ada lagi macet, karna samua kendaraan so bajalan satu arah, jadi so te ada yang baku-baku temu atau baputar haluan ditengah jalan. Mustinya, sebelum babikin aturan soal jalan satu arah itu, musti dikase sadia dulu jalan alternatif yang memang pantas kon kuat, supaya te ada yang jadi kalangkabut. Ini toronton kan parlu kasana kamari juga, bukan cuma buat bamuat kontener, tapi juga bamuat sagala rupa alat berat. Kalu dorang pe waktu bajalan musti mo baku tunggu nanti jam sambilan malam, karna itu jalur satu arah di Simpong nanti bisa berubah jam sambilan malam, tantu so bikin kalangkabut ini sopir toronton yang mustinya bakarja dari pagi sampe malam. Om susupo pikir-pikir, so disini perannya ini pajabat pamarentah, supaya bapikir akan dulu urusannya rakyat, macam pasar deng jalan, supaya jang kalangkabut ini kota. Daripada cuma mo kasana-kamari deng sagala rupa alasan, mulai dari ba ikot bimbingan teknis, diklat, kursus sampe seminar deng pertemuan deng sagala rupa pajabat pusat, kan lebeh bae fokus baurus dulu ini rakyat pe kapantingan. Jang sampe, ini patugas di lapangan yang kasian kalangkabut. Dorang disuruh-suruh ba urus ini soal jalan dalam kota yang macet, tapi ini jalan deng jambatan yang bagus, te capat dibikin. Bagitu juga deng bangunan pasar te capat dibikin, akhirnya itu jalan alternatif tatap jadi tampat bajual. Daripada bapikir mo bikin kantor, mo bili oto dinas, mo pikir studi banding, kon daripada pe banyak doi tapake buat makan deng minum sampe lemburnya pagawe, kan lebeh bae fokus babangun dulu pasar deng jalan, supaya te ada rakyat yang kalangkabut, kon te ada patugas polisi deng LLAJR yang jadi pusing karna dorang pe program te bajalan lancar. Atau mosia tatu ???...**

Tronton Demo, Satlantas ‘Mengalah’ MEDIA BANGGAILuwuk. Pemasangan tanda larangan melintasi jalan Jend.Sudirman Luwuk dari arah Simpong menuju Jole untuk semua jenis

kendaraan, yang dilakukan secara bersama oleh Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Banggai belum genap sebulan, BACA :TRONTON..... HAL.11

Pulang Dinihari, Pejalan Kaki Nyaris Terbunuh MEDIA BANGGAILuwuk. Mungkin kejadian yang dialami Naptoni ini Para sopir tronton bersama kendaraan besarnya, Selasa kemarin menggelar aksi unjuk rasa bisa jadi peringatan bagi menuntut pengkajian ulang pemberlakuan jalur satu arah pada jalan Jend.Sudirman Luwuk, mereka yang kerap pulang sebab keputusan itu mengganggu aktifitas kendaraan tronton yang tak memiliki jalur alternatif selain melintasi jalan tersebut. (foto: Iskandar/Media Banggai)

*Aksi Sopir Tronton Sukses

jalan kaki kala dinihari. Naptoni Kinait (20), warga kabupaten Banggai Kepulauan yang tinggal di BACA :PULANG..... HAL.11

PT.ATN Terlantarkan Karyawan

MEDIA BANGGAI- m e n e r l a n t a r k a n Luwuk. Perusahaan karyawannya. Pasalnya, pertambangan nikel di sejak perusahaan tersebut Kecamatan Masama, melakukan rekrutmen BACA :TERLANTARKAN..... HAL.11 MEDIA BANGGAI- PT.ATN dinilai telah Luwuk. Keberhasilan para sopir tronton bersama Catatan : buruh dan LSM Lingkar Madani yang diketua Suwiryo Haerani dalam menuntut pengkajian ulang jalur arah khusus bagi tronton di jalan Sudirman Luwuk Selasa (10/4), dinilai oleh para pengunjuk rasa KETIKA pemerintah daerah tak lepas dari peran politisi menyebut prioritas pembanguPAN yang duduk di Komisi nan daerah bertumpu pada desa, B DPRD Banggai. dengan semangat pembangunan Gafar Tokalang;

PAN Banggai Panen Simpati

Negeri Para Pemimpi

BACA :PAN..... HAL.11

Jurnalis

BACA :NEGERI..... HAL.11


Ekonomi & Bisnis RABU, 11 APRIL 2012

Daftar Harga Sembako 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39.

Beras Superwin Beras Santana Beras Habo Beras Super Beras Biasa Beras Widas Beras Pulut Putih Beras Pulut Hitam Beras Cinta Nur Beras Ciliwung Terigu Kompas Terigu Tiga Biru Kacang Ijo Kacang Tanah Jagung Susu Enak Susu Bendera Kecap ABC Minyak Goreng Kunci Mas Minyak Goreng Curah Mentega Gula Pasir Minyak Tanah Garam Hancur Daging Ayam Ras Daging Sapi Telur Ayam ras Telur Itik Lure Kering Halus Lure Kering Besar Lure Kering Super Tomat Rica Keriting Rica Sirob Lemon Bawang Merah Bawang Putih Gula Merah Rica Halus

: Rp. 6.700 Perliter : Rp. 6.500 Perliter : Rp. 7.000 Perliter : Rp. 6.500 Perliter : Rp. 6.500 Perliter : Rp. 6.500 Perliter : Rp. 7.000 Perliter : Rp. 8.000 Perliter : Rp. 7.000 Perliter : Rp. 6.500 Perliter : Rp. 8.000 Perkilogram : Rp. 9.000 Perkilogram : Rp. 12.000 Perliter : Rp. 12.000 Perliter : Rp. 2.500 Perliter : Rp. 8.000 Perkaleng : Rp. 11.000 Perkaleng : Rp. 18.000 Perbotol : Rp. 15.000 Perliter : Rp. 8.000 Perbotol : Rp. 12.000 Perkilogram : Rp. 12.000 Perkilogram : Rp. 5.500 Perliter : Rp. 1.000 Perbungkus : Rp. 40.000 Perkilogram : Rp. 90.000 Perkilogram : Rp. 1.100 Perbutir : Rp. 2.000 Perbutir : Rp. 60.000 Perkilogram : Rp. 20.000 Perkilogram : Rp. 80.000 Perkilogram : Rp. 6.000 Perkilogram : Rp. 20.000 Perkilogram : Rp. 20.000 Perkilogram : Rp. 5.000 Perkilogram : Rp. 14.000 Perkilogram : Rp. 14.000 Perkilogram : Rp. 6.000 Perbiji : Rp. 50.000 perkilogram

Sumber : Dinas Perindustrian & Perdagangan Kabupaten Banggai, Selasa, 10 April 2012

Halaman 7

Wabup Kunjungi Pasar Simpong Sumbangkan Beras dan 20 Sak Semen MEDIA BANGGAILUWUK. Wakil Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM, Selasa (10/4) kemarin, mengunjungi los pasar ikan dalam kompleks Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk, yang telah selesai dibangun tahun 2011 lalu. Herwin Yatim yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai, Zen Zubaedi, Kepala Bidang Perdagangan, Benyamin Pongdatu dan KUPT Pasar Simpong, Jein Akumo, juga mengunjungi seluruh bagian pasar dan disambut ratusan pedagang, sekaligus menggelar dialog terkait keluhan yang dirasakan pedagang selama berjualan di Pasar Simpong. Saat menggelar dialog, pedagang meminta agar Pemerintah Daerah melakukan penataan kembali pasar Simpong, pasalnya, karena banyaknya pedagang yang berjualan dan belum mendapatkan tempat, sehingga memanfaatkan jalan

dan lorong masuk los pasar sebagai tempat berjualan, akibatnya, pengunjung pasar sudah enggan untuk masuk berbelanja kedalam los pasar. Pemerintah daerah, kata Herwin, berkeinginan menata pasar Simpong, namun membutuhkan dukungan dari pedagang. Bila los pasar ikan sudah di tempati pedagang ikan basah, maka los pasar ikan yang lama akan diberikan kepada pedagang yang belum mendapatkan tempat. “Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.2 milyar, yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus), untuk membangun los pasar eks kebakaran beberapa bulan lalu. Dalam waktu dekat, sudah akan dimulai pembangunan, panitia tender sudah terbentuk dan sekarang sedang dalam proses persiapan administrasi tender,” jelasnya. Jika los pasar eks kebakaran ini usai dibangun, tekan dia, maka pasar

Foto : Dok. Bag. Humas Pemda Banggai

Simpong sudah mulai dirapikan dan tidak akan ada lagi pedagang yang berjualan di badan jalan. Usai menjelajahi seluruh bagian pasar, sekalipun melewati tumpukkan sampah yang berbau tak sedap pada los pasar eks kebakaran, Wakil Bupati Banggai yang juga Ketua Cabang PDI Perjuangan ini, memberikan bantuan beras dan gula putih, kepada 46 orang pedagang yang tingkat ekonominya masih lemah.

Bahkan, terkait dengan keluhan pedagang, karena sulitnya akses jalan memasuki los pasar ikan yang baru di bangun itu, Herwin Yatim, kembali menyumbangkan 20 sak semen untuk membangun tangga dari ujung jembatan Jole, agar jalan memasuki los pasar ikan itu mudah dilalui konsumen. Setelah kunjungan Wakil Bupati ini, jelas Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan

Perdagangan, Benyamin Pongdatu, pihaknya, akan memfungsikan los pasar ikan, dengan memindahkan sekitar 150 orang pedagang ikan basah, termasuk pedagang ikan yang selama ini berjualan di badan jalan pasar. “Pedagang menyambut baik rencana pemindahan ini, sehingga sampai saat ini tidak ada lagi kendala, tinggal pemutahiran data nama-nama pedagang yang akan diberikan tempat pada los pasar ikan,” pungkas Benyamin. *Aswad

Kadin Banggai Data Perusahaan Karyawan PT. Sekawan Kembali Bekerja MEDIA BANGGAILUWUK. Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Banggai, mulai melakukan pendataan kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di daerah ini, baik perusahaan lokal maupun investor yang berasal dari luar daerah. “Saat ini kami telah menindak lanjuti instruksi Gubernur Sulawesi Tengah, yang mewajibkan setiap perusahaan yang berperasi di wilayah administrasi pemerintah Sulteng, termasuk di Kabupaten Banggai, untuk mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin,” tegas Ketua Umum Kadin Kabupaten Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM, usai melakukan kunjungan di Pasar Simpong, Selasa (10/4) kemarin. Tujuan pendataan ini, sambung dia, dalam rangka penertiban dan pendataan pengusaha yang beroperasi di daerah ini, bisa diketahui semua pengusaha yang b e r k o m p o t e n mengembangkan usaha dan memudahkan Kadin Banggai memediasi pengusaha dengan stakeholder lainnya. Fakta selama ini tekan dia, banyak pengusaha yang berperasi di Kabupaten Banggai, namun

keberadaannya tidak diketahui pemerintah daerah, misalnya PT. Patra, salah satu perusahaan penyedia jasa makanan kepada JGC di desa Uso, Kecamatan Batui, setelah selesai kontrak mereka meninggalkan daerah ini, tanpa memenuhi kewajiban membayar pajak restoran. “Fakta ini merupakan kerugian keuangan daerah, karena sumber pemasukan bagi PAD yang wajib dibayarkan, namun tidak dipenuhi perusahaan. Belajar dari pengalaman ini, maka kedepan, Kadin dan Pemda akan bersinergi melakukan pendataan seluruh perusahaan,” ujar Herwin. Sampai sekarang tambahnya, baru 50 lebih perusahaan yang mendaftarkan diri pada Kadin Banggai. Pihaknya, telah mensosialisasikan kepada seluruh instansi dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), sesuai UndangUndang nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industeri, Instruksi Presiden dan Instruksi Gubernur Sulteng dalam rangka penertiban seluruh pengusaha untuk diwajibkan mengantongi Kartu Tanda Anggota Kadin. *Aswad

MEDIA BANGGAILUWUK. Ratusan karyawan PT. Sekawan Katrindo, salah satu Sub Kontraktor pembangunan kilang LNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, yang menggelar aksi massa dan mogok kerja, menuntut kenaikkan upah, sejak Kamis (5/4) lalu, akhirnya kembali bekerja pada Senin (9/4). “Setelah Disnakertrans memediasi tenaga kerja dengan pihak perusahaan, yang juga melibatkan Camat Batui, Kepolisian Sektor Batui

dan tokoh adat, pada Minggu (8/4) lalu, di lokasi parkiran areal pembangunan kilang milik PT. Donggi Senoro di Desa Uso, akhirnya, ratusan karyawan PT. Sekawan kembali bekerja,” jelas Kepala Bidang Pengawasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai, John Papeo, Selasa (10/4) kemarin. Dalam pertemuan itu, jelas John, sistem perhitungan upah karyawan disepakati

dihitung perbulan sebesar Rp.901.250 perkaryawan, ditambah dengan uang makan yang naik dari Rp.15.000 perhari menjadi Rp.20.000 perhari dan uang transport sebesar Rp.10.000 perhari. Ketentuan upah ini kata dia, diluar upah lembur dan bagi karyawan yang tidak masuk kerja wajib memberikan pemberitahuan dan keterangan dokter jika sakit. Apabila terdapat karyawan yang tidak masuk kerja atau bolos pada jam kerja, maka akan dilakukan pemotongan upah sesuai dengan jumlah jam kerja yang tidak dipenuhi. “Jika tidak masuk kerja dan ada pemberitahuan kepada pihak perusahaan, maka tidak akan dilakukan pemotongan upah,” jelasnya. Saat ini tambahnya lagi, pihak PT.Sekawan sedang melakukan amandemen surat perjanjian kerja sesuai hasil kesepakatan tersebut. *Aswad

Biaya Kursus Perpanjang SIM Dikeluhkan Warga MEDIA BANGGAILUWUK. Biaya kursus sebagai persyaratan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), khusus kendaraan roda dua dikeluhkan warga. Pasalnya, ketentuan biaya yang ditetapkan, disamakan dengan peserta pemula yang ikut kursus mengendara kendaraan roda empat, bahkan biaya ujian bagi peserta yang memperpanjang SIM, jauh lebih mahal dari pada peserta pemula. “Biaya kursus latihan mengemudi bagi peserta yang memperpanjang

SIM pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Amik Nurmal Luwuk, semestinya tidak bisa disamakan dengan peserta yang mengurus SIM baru, sebab peserta yang memperpanjang SIM sudah lebih mahir mengemudi, hanya membutuhkan sertifikasi sesuai aturan yang berlaku,” tegas Prayudi Baharullah, Personil Forum Dinamika Generasi Muda Karaton, Selasa (10/4) kemarin. Untuk biaya pendaftaran peserta yang memperpanjang SIM roda empat, sambung dia,

ditetapkan sebesar Rp.25 ribu, sama dengan peserta pemula. Kemudian biaya kursus dipatok Rp.800 ribu. Bahkan untuk biaya ujian justru lebih mahal dari pendaftar baru, dimana, pemula hanya dikenakkan biaya ujian Rp.200 ribu, sedangkan peserta yang memperpanjang SIM diwajibkan membayar Rp.275 ribu. Ia berharap agar pihak LKP tidak menetapkan biaya kursus peserta yang memperpanjang SIM jauh lebih mahal dari peserta pendaftar baru. *Aswad


RABU, 11 APRIL 2012 BAROMETER INFORMASI SULAWESI TIMUR

MEDIA BANGGAI

Lintas Daerah

Pendirian PD Dipikirkan Baik-baik Media Banggai-Luwuk. Wacana pembentukan satu lagi perusahaan daerah (PD) yang digelindingkan Pemerintah Kabupaten Banggai, rupanya memantik nalar kritis mahasiswa. Adalah Hari Purnama, mantan Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Luwuk, yang mengatakan, pendirian perusahaan daerah sebaiknya dipikirkan secara matang. “Saya kira dipikir-pikir dulu soal pendirian perusahaan daerah itu,” tandasnya, kemarin. Alasan mahasiswa Fakultas Pertanian Untika Luwuk itu, perusahaan daerah yang ada belum dimaksimalkan. “Kalau yang ada saja belum maksimal, belum ditahu laporan keuangannya, untung ruginya dan lain sebagainya, tidak ada laporan sebagai perusahaan yang sehat, lantas untuk apa

bikin perusahaan daerah yang baru?,” tambahnya. Hari juga mengatakan, wacana pembentukan perusahaan daerah memang sudah sepantasnya dikritisi. “Wacana pembentukan perusahaan daerah itu domain politik. Apa benar daerah ini harus ada lagi satu perusahaan daerah atau tidak?. Jadi harus diwaspadai apa kepentingan dibalik itu,” tegasnya. Menurut dia, keinginan pemerintah untuk membuat perusahaan daerah, sepanjang tidak dipolitiking, adalah sangat baik. Alasannya, dengan kehadiran perusahaan daerah, kondisi pasar tidak menjadi sangat liberal seperti sekarang ini. “Banyak negara di amerika latin yang menasionalisasi industrinya. Itu bagus. Tapi untuk kondisi kita disini, saya kira lebih baik kita berhati-hati,” paparnya.*firman

APMS Masama Lebih Banyak Tutup MEDIA BANGGAIMasama. Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai perlu membrikan peringatan keras terhadap pihak PT.Pertamina dan pemilik APMS Masama yang selama ini tidak lagi melayani masyarakat. Pasalnya, APMS tersebut selama ini lebih banyak tutup dibandingkan berbuka dan melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat. “APMS ini lebih banyak tutup, jarang sekali menerima pembelian BBM,” tutur Munapri, warga setempat. Pantauan koran ini, APMS tersebut selama ini tidak melayani pembelian BBM

sehingga warga lebih banyak mengirim pembelian BBM ke Luwuk melalui angkutan pedesaan. Kondisi tersebut menyulitkan para petani yang membutuhkan solar untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian, apalagi sebagian besar petani di Masama kini sedang memasuki masa panen, yang membutuhkan mobilitas alat dan mesin pertanian lebih tinggi. Selain itu, sejumlah nelayan juga mengeluhkan APMS yang tutup karena kebutuhan bahan baker mereka harus membeli dengan harga yang lebih mahal, yakni Rp7000 per botol.(*gafar)

SDN Bohotokong Memang Hebat

Karim Hamidun Media Banggai-Bunta. SDN Bohotokong benar-benar luar biasa. Sekolah itu ditasbih memenangi ajang Pekan Olahraga & Seni (Porseni) tingkat Kecamatan Bunta yang digelar mulai Kamis hingga Minggu (8/4) lalu. Porseni yang diikuti 22 Sekolah se Kecamatan Bunta itu

melombakan sejumlah kegiatan. Dari 4 cabang yang diperlombakan pada ajang tersebut, yakni cabang olahraga Bola Volly, Sepak Bola, Tenis Meja dan Bulu Tangkis, SDN Bohotokong cukup puas walaupun hanya sukses di 3 cabang olahraga. Untuk Bola Volly, Bulu Tangkis, berhasil menjadi runner up dan tennis meja putri juara 2 serta juara 3 di cabang tennis meja putra. “Semua keberhasilan ini, berkat kerja sama semua pihak teruatama guru-guru kami, yang selalu memberikan motivasi kepada anak-anak dan kedepan cabang olahraga yang belum bisa diraih pada Porseni tahun ini akan ditingkatkan dengan menambahkan fasilitas penunjang olahraga agar mampu bersaing di Porseni tahun berikutnya,” terang Karim Hamidun, S.Pd, Kepala SDN Bohotokong, kepada awak media ini, Selasa (10/4) kemarin. cr-Safrin

Halaman 9

Wabup Sebut Yasin Urusi Coreng Pemda MEDIABANGGAI-LUWUK. Tindakan yang dilakukan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Banggai, Yasin Urusi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyeludupan minyak tanah bersubsidi ke Gorontalo, merupakan tindakan yang telah mencoreng nama baik Pemerintah Daerah. Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, Selasa (10/4) kemarin. Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak akan melakukan intervensi dalam proses penyidikan yang dilakukan pihak Kepolisian Polres Banggai guna mengungkap kasus tersebut. “Pemda Banggai sedikit tercoreng akibat ulah yang dilakukan Kasat Pol PP, yang diduga terlibat dalam kasus penyeludupan Mitan bersubsidi ke luar daerah, sehingga Pemda mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan tidak akan melakukan interfensi terhadap proses hukum yang sedang dilakukan Penyidik,” ujarnya. Apalagi, sambung dia, Polisi Pamong Praja telah diserahi tugas dan tanggung jawab oleh daerah, untuk melakukan pengawasan, namun justru memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat. Namun tambahnya, azas praduga tak bersalah tetap ditegakkan, dengan memberikan kesempatan kepada tersangka untuk melakukan pembelaan. Jika terbukti bersalah, maka silahkan diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. *Aswad

Kapolres Terus Benahi Polres Banggai

Herwin Yatim (Foto: Dok. Bag. Humas Pemda Banggai)

Ada Siluman di Honda K2 Media Banggai-Luwuk. Setelah ditutupnya pengurusan berkas Honorer Daerah (Honda) kategori 2, sejak 3 April lalu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banggai mensinyalir adanya berkas siluman yang masuk akibat penggelembungan jumlah berkas Honda ketegori 2 yang masuk dengan terdata sebelumnya. “Berkas Honda K2, yang masuk ini, harus kami

kroscek lagi dengan teliti dan sesuaikan nama-nama mereka (Honda-red) dengan data sebelumnya, karena berkas yang ada saat ini, lebih banyak dari data,” ungkap Kabid Formasi dan Promosi BKD Kabupaten Banggai, Moh.Junaidi, kepada media ini, Selasa (10/4) kemarin. Menurutnya, dari jumlah 4 ribu lebih Honda yang terdaftar, ada hampir 5 ribu berkas yang masuk. Sehingga pihaknya

harus bekerja ekstra sampai larut malam untuk memeriksa berkas yang masuk. Selain memeriksa adanya penggelembungan berkas yang masuk, pihaknya juga harus meneliti secara cermat satu persatu berkas yang masih ada kesalahan dalam pengisian formulir dan kelengkapan berkas lainnya, agar bisa di perbaiki kembali, sebelum di kirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). *roy

KNPI Banggai Kehilangan ‘Ruh’ Aput

MEDIA BANGGAI-Luwuk. KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), yang diharapkan mampu memperjuangkan aspirasi pemuda, dinilai sebagian kalangan, saat ini mulai kehilangan rohnya. Berbagai kegiatan sosial yang motori kaum muda Kabupaten Banggai, KNPI tak berperan aktif. Apalagi mendorong

suksesnya kegiatan tersebut. Ketua Organisasi Musisi Scream Se-Kabupaten Banggai, Abdul Gafur, SE, mengatakan, selama mereka mengadakan pentas musik scream, KNPI sebagai wadah kepemudaan tidak pernah terlibat langsung dengan kegiatan tersebut. Padahal, mereka telah berkali-kali mengundang organisasi itu secara resmi untuk menghadiri kegiatannya. Jajaran kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Banggai yang dirangkum organisasi tersebut dinilai Aput -sapaan Abdul Gafur, SE, terkesan hanya diambil berdasarkan kedekatan politik. Terbukti, kata dia, di persoalan seni musik yang menjadi fokus organisasi yang mempunyai ratusan anggota selalu di sepelekan. Hal senada juga diungkapkan

Galang

Wakil Ketua Komunitas Kota, Galang, yang menilai, DPD KNPI Kabupaten Banggai saat ini, hanya dijadikan sebagai batu loncatan para elite untuk kepentingan karirnya di pemerintahan. Sehingga, menurut pemuda di Kelurahan Baru ini, jajaran kepengurusan KNPI selama ini tidak pernah ada kedekatan sosial dengan kaum muda.*roy

MEDIA BANGGAILuwuk. Kapolres Banggai AKBP. Dadan, SH terus melakukan pembenahan diinternal Polres Banggai, pembenahan yang dilakukan oleh mantan Kapolres Bangkep ini bukan hanya pada sumber daya anggotanya namun juga pada gedung pengayom dan pelindung masyarakat itu. Setelah sebelumnya m e r a m p u n g k a n pembangunan ruang Sentra Pelayanan Masyarakat Terpadu (SPKT), kali ini Dadan kembali merenofasi ruang P3D atau yang biasa dikenal dengan Provos, terlihat sejumlah pekerja sibuk melakukan renovasi ruang bekas SPKT tersebut. Ketika dimintai keterangannya pria parahyangan ini mengatakan, apa yang dilakukannya adalah untuk memaksimalkan kinerja polisi, karena dengan layaknya fasilitas kerja akan mendukung pencapaian kinerja maksimal. “Apa yang telah saya kerjakan kesemuanya ini sebagai peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena dengan fasilitas kerja yang baik akan membuat anggota polisi di Polres Banggai lebih nyaman dalam bekerja,” ujarnya. Pernyataan yang seolah merendah ini sangat logis, mengingat saat ini sejumlah ruang gedung Polres telah dilengkapi dengan pendingin udara (AC) sehingga baik anggota polisi maupun masyarakat betah berlamalama dalam ruangan. Selain pembenahan ruang gedung, pria berkumis tebal ini, juga semakin memperindah Polres Banggai dengan menambah satu buah kolam dilengkapi dengan air mancur, sehingga meninggalkan kesan angker saat masuk kekantor polisi. Bahkan disetiap sudut ruang halaman polres mulai direlief dan akan ditanami bunga yang berkesan menyejukan. Kedepan, rencananya ruang pelayanan Polantas akan kembali direnovasi, sehingga masyarakat yang hendak berurusan dengan satuan pengatur lalulintas ini menjadi betah dan nyaman berlama-lama, sehingga kejenuhan saat mengantri dalam pembuatan SIM menjadi tidak terasa. Sejumlah warga yang dimintai tanggapannya mengakui banyaknya perubahan pada kantor tersebut, mereka bahkan mengapresiasikan apa yang telah dilakukan oleh kapolres yang belum lama bertugas ini. *IRW4N


RABU, 11 APRIL 2012

BAROMETER INFORMASI SULAWESI TIMUR

Halaman 5

Dewan Banggai Tanpa Pimpinan *Habiskan Ratusan Juta Demi 1 Pasal

Jumlah Kendaraan Tak Sebanding Jalan MEDIA BANGGAILuwuk. Kemacetan yang sering terjadi di kota Luwuk ternyata salah satunya disebabkan oleh jumlah kendaraan yang kian membengkak, dan tidak sebanding dengan volume penambahan dan pelabaran jalan. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat umum antara Komisi B yang diketuai Oskar Paudi bersama Dinas Perhubungan dan Satuan Lalulintas Polres Banggai, yang membahas kebijakan jalur satu arah di kawasan Simpong dan Jole, Selasa (10/4) kemarin di kantor DPRD. Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Hardi Uda’a mengatakan, selain penambahan jalur jalan yang minim, jalan di kota Luwuk tidak cukup lebar, sehingga banyak kawasan ramai yang dengan mudah macet. Karenanya, Dinas Perhubungan

menyahuti ajakan kerjasama Sarlantas Polres Banggai untuk mengurai kemacetan dengan menjadikan sejumlah ruas jalan sebagai jalur satu arah. Sementara Satlantas Polres Banggai melaui KBO-nya Iptu Wiratno Apit mengatakan, penambahan jumlah kendaraan baru dari tahun ke tahun cukup signifikan, sehingga semakin menyebabkan kemacetan. Karena jumlah kendaraan cukup banyak, Satlantas Polres Banggai bekerjasama dengan Dinas P e r h u b u n g a n menetapkan jalur satu arah yang baru, yakni di kawasan jalan Sudirman sejak Jole hingga Simpong khusus untuk kendaraan dari pusat kota yang hendak ke Maahas, dan jalan kelapa dua sebagai jalur dari

arah Maahas menuju pusat kota. Dari catatan yang dimiliki Satlantas Polres Banggai, jumlah penambahan kendaraan baru untuk tahun 2011 sebanyak 13.432 unit kendaraan yang terdiri dari 12.574 untuk roda dua, 714 untuk roda empat dan 144 untuk roda enam. Sementara untuk tahun 2012 ini, tambahan kendaraan baru untuk bulan Januari sebanyak 1005 unit masing-masing 962 untuk roda dua, 13 roda empat dan 30 roda enam. Untuk bulan Februari ada tambahan lagi sebanyak 1002 unit kendaraan dengan rincian 940 roda dua, 40 roda empat dan 22 roda enam. Untuk Maret 2012 ini, terjadi lagi tambahan sebanyak 807 kendaraan yang terdiri dari 730 roda dua, 43 roda empat dan 34 roda enam.*pr

Listrik Padam Ganggu Aktifitas Warga MEDIA BANGGAILuwuk. Pelayanan listrik oleh PLN Cabang Luwuk yang kerap masih diwarnai pemadaman mendadak, ternyata cukup mengganggu aktifitas warga. Hal ini misalnya terjadi Selasa siang (10/4) kemarin. Aktifitas Komisi B DPRD Banggai yang tengah menerima buruh, sopir tronton bersama LSM Lingkar Madani yang berunjuk rasa terkait penetapan jalur satu arah di Luwuk, sempat terganggu karena pengeras suara yang digunakan mendadak tak berfungsi. Akibatnya, para anggota dewan bersama unsur pemerintah dan kepolisian yang menerima pengunjuk rasa, terpaksa

harus membesarkan volume suaranya, demi mengimbangi suara sorakan dan protes yang sekali-kali muncul dari para pengunjuk rasa. Tak hanya itu, ruangan yang digunakan juga menjadi gelap, karena cahaya hanya muncul dari jendela ruangan setelah lampu padam. Gangguan serupa dirasakan beberapa pegawai yang m e l a k s a n a k a n pekerjaan. “Karena listrik padam mendadak, pekerjaan kami yang mesti menggunakan komputer terganggu dan kejadian seperti ini yang sering terjadi cukup menghambat pekerjaan,�

keluh seorang pegawai pemerintah yang berkantor di jalan Urip Sumoharjo. Padamnya listrik juga sempat mengganggu sejumlah nasabah di salah satu bank di Luwuk, khususnya yang tengah antri di ruang ATM. Pasalnya kata seorang warga, ketika listrik padam mendadak, ada kartu ATM milik warga yang tengah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri itu, tidak dapat keluar dari mesin. Akibatnya, petugas bank terpaksa harus membongkar mesin ATM itu, dan kejadian ini membuat antrian nasabah di depan mesin ATM menjadi lebih panjang dari biasanya.*pr

Untuk pertama kalinya, pelataran kantor DPRD Banggai yang biasanya hanya menjadi tempat parkir kendaraan dinas Pimpinan DPRD atau Bupati dan Wakil Bupati Banggai, Selasa kemarin menjadi tempat parkir sebuah truk tronton.(foto iskandar/MB)

MEDIA BANGGAILuwuk. Bila sebelumnya sempat muncul sorotan terkait tiga orang pimpinan daerah yang terdiri dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekkab Banggai bersamaan tidak berkantor karena berada diluar daerah, maka sejak kemarin, giliran DPRD Banggai yang tak memiliki seorangpun pimpinan. Dari informasi yang diperoleh wartawan Selasa (10/4) kemarin, tiga orang pimpinan yang terdiri dari ketua dan dua wakil ketua, tak satupun yang masuk kantor. Mereka dikabarkan tengah berada di Jakarta untuk kepentingan konsultasi 1 pasal dalam PP

16 tahun 2010 pada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan Ham. Ketiadaan pimpinan dewan ini ternyata dikeluhkan sejumlah warga termasuk pengunjuk rasa yang mendatangi kantor para wakil rakyat itu Selasa kemarin. Beruntung, para pengunjuk rasa diterima Ketua Komisi B Oskar Paudi dan anggotanya Ibrahim Darise. Berdasar informasi yang diperoleh wartawan, para pimpinan dewan ini berangkat ke Jakarta bersama sejumlah pimpinan fraksi kecuali ketua Fraksi PAN yang tidak ikut berangkat.

Mereka hendak mengkonsultasikan pasal 31 PP nomor 16 tahun 2010 tentang pedoman Peraturan Tata Tertib DPRD, menyusul terjadinya penafsiran berbeda terhadap pasal yang mengatur fraksi tersebut. Hanya untuk mengkonsultasikan 1 pasal dalam PP 16 tahun 2010 yang sejatinya sudah sangat jelas dalam pasal penjelasannya, pimpinan dewan dan pimpinan fraksi ini disebut-sebut menghabiskan anggaran lebih Rp100 juta. Untuk perjalanan dinas ke Jakarta, seorang aleg memang mendapatkan anggaran lebih Rp11 juta, sementara yang berangkat sekitar 10 anggota dewan.*pr


Sambungan 11 namalaH

RABU, 11 APRIL 2012

Halaman 11

TRONTON......................................................................dari hal 1 PAN............................dari hal 1 namun kebijakan tersebut ternyata sudah harus dianulir, menyusul aksi demo para sopir truk tronton bersama buruh yang dikoordinir Suwiryo Haerani dari LSM Lingkar Madani, Selasa (10/4) kemarin di kantor DPRD. Para sopir truk tronton ini mengeluh karena perubahan jalan Sudirman menjadi jalur satu arah, ternyata menyebabkan kerugian bagi mereka. Sebab jalur baru dari arah Simpong menuju Karaton yang harus melintasi jalan komplek Kelapa Dua, ternyata tak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan truk besar sekelas tronton. Akibatnya, mereka harus menunggu hingga pukul 21.00, sebab jalur satu arah dari Simpong menuju Jole itu berlaku sejak pukul 06.00 hingga pukul 21.00. Dengan kondisi tersebut, para sopir tronton ini mengaku rugi waktu, dan kendaraannya tidak bisa beroperasi efektif, sehingga pemasukan bagi perusahaan tempat mereka bekerja menjadi minim. Akibatnya, penghasilan para sopir tronton inipun ikut terancam. Tak hanya itu, para pemilik barang banyak yang protes, sebab pertokoan ratarata sudah tutup sekitar pukul 21.00. Disamping itu, ada barang kiriman dalam kontener dengan menggunakan kapal yang terlambat tiba di pelabuhan, sehingga pengusaha mengaku rugi.

Operasional truk tronton juga terhambat, sehingga dalam sehari cuma maksimal bisa sekali mengangkut barang. Masalah lainnya dihadapi ratusan buruh yang mengaku ikut dirugikan, sebab aktifitas di pelabuhan terhambat menyusul lambatnya truk tronton tiba di pelabuhan. Karenanya, mereka menuntut agar ada kebijakan khusus pada truk tronton, sehingga bisa melintasi jala Sudirman dari arah SPBU Kompo menuju Simpong dan Jole tanpa menunggu pukul 21.00, sebab tak ada rute lain yang bisa dilintasi truk super besar tersebut. Satuan Lalulintas Polres Banggai melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Iptu Wiratno Apit akhirnya ‘mengalah’ pada tuntutan para pengemudi tronton dan buruh yang memenuhi ruang pertemuan di kantor dewan. “Setelah berkonsultasi dengan pak Kasatlantas, kami berpikir dan mengambil keputusan bahwa truk tronton diperbolehkan melintasi jalan Sudirman dari arah Kompo-Simpong hingga Jole, namun dengan catatan perlu pengawalan petugas Satlantas, sebab jalur itu sudah berlaku satu arah untuk kendaraan lain ,” ucapnya. Sikapnya ini mendapat apresiasi positif Ketua Komisi B Oskar Paudi yang sejak awal memang meminta agar ada kajian ulang pada pemberlakuan

jalur satu arah tersebut, bila mengganggu aktifitas ekonomi, seperti yang dialami para sopir tronton ini. Ia memahami bahwa perkembangan kota Luwuk juga sudah ditandai dengan kondisi kemacetan lalulintas. Namun kemacetan yang terjadi di Luwuk kata Oskar, terutama pada jalur Jole hingga Simpong belum seberapa dibanding kota lain. Mestinya pemerintah kata dia, segera menyelesaikan pembangunan jalan alternatif di pesisir Jole hingga Simpong dan Maahas, sebelum pemberlakuan jalur satu arah, sehingga ada jalan alternatif bagi kendaraan berukuran besar sekelas tronton. Wajar para sopir tronton mengeluh kata Oskar, sebab aktifitas mereka terganggu dan hal ini mengganggu kehidupan mereka. Tujuan pembangunan dan penerapan aturan itukan untuk kesejahteraan, jadi kalau mengganggu kehidupan sebagian warga lainnya, maka harus ada kajian ulang pada aturan yang diberlakukan, tegas politisi yang juga ketua DPD PAN Banggai ini. Sementara anggota Komisi B Ibrahim Darise, menyoroti sikap pemerintah yang tidak menindaki kendaraan parkir sembarangan, sebab hal itu juga menambah kemacetan. Memang tujuan pemberlakuan jalur satu arah kata aleg yang juga berasal dari PAN ini, adalah

untuk mengurai kemacetan, namun yang mestinya dituntaskan pemerintah terlebih dulu adalah sarana dan prasarana jalan. Begitupula dengan Pasar Simpong yang sudah semrawut, dan para pedagang sudah menempati ruas jalan, harus segera dicarikan solusinya, sehingga jalur alternatif itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya dan tidak lagi jadi tempat berjualan. Para pengemudi tronton yang dikoordinir Suwiryo Haerani dari LSM Lingkar Madani itu akhirnya puas, karena tuntutan mereka bisa dipenuhi Satlantas dan Dishub, berkat bantuan para anggota Komisi B. “Kami berterima kasih, sebab anggota Komisi B sudah menyahuti aspirasi sopir tronton dan buruh, sehingga pemerintah bisa lebih bijak terhadap kondisi yang dialami pengemudi,” tuturnya. Sebelum mendatangi DPRD Banggai, belasan truk tronton bersama para buruh mendatangi Mapolres Banggai dan diterima Kapolres AKBP Dadan, SH. Dari Mapolres, para pengunjuk rasa kemudian mendatangi kantor Dishub Banggai di jalan MT Haryono, namun sejumlah stafnya menyatakan bahwa kepala dinasnya Hardi Uda’a sudah ke Polres dan selanjutnya ke kantor dewan. Karenanya, para pengemudi tronton ini kemudian mengarahkan aksinya ke kantor dewan.*pr

NEGERI..........................................................................dari hal 1 yang diarahkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan potensi lokal, maka sejak itu muncul harapan banyak orang daerah ini akan mengalami perubahan yang luar biasa menuju kesejahteraan rakyat. Namun slogan-slogan Membangun Banggai Dari Desa itu, sampai saat ini masih sebatas mimpi para penentu kebijakan. Belum terlihat jelas, kebijakan daerah yang sedang atau akan mengarah pada perwujudan semangat membangun Banggai dari desa, seperti yang sering disebutkan dimana-mana itu. Mari kita lihat kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Banggai pada tahun 2012 untuk sektor pertanian. Dari Rp.15 miliar lebih alokasi anggaran belanja yang dialokasikan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai di Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, terdapat 10 miliar lebih yang diarahkan untuk program yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Sayangnya, dari sekitar Rp.10 miliar lebih itu, hanya Rp.158 juta saja alokasi anggaran yang dikucurkan untuk program yang berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian/perkebunan. Padahal, dalam dokumen RPJMD Kabupaten Banggai tahun 2011-2016, disebutkan bahwa 93,98 persen wilayah desa dan kelurahan di daerah ini

memiliki potensi pertanian dan ketahanan pangan, dengan lebih dari separuh penduduk Kabupaten Bangai bekerja sebagai petani. Secara teoritik, kesejahteraan petani akan meningkat sejalan dengan peningkatan produksi pertanian yang meningkat. Hanya saja, bagaimana mungkin produksi pertanian bisa meningkat pada tahun 2012 mendatang, jika alokasi anggaran yang disediakan Pemda Banggai melalui Dinas Pertanian Kabupaten Banggai hanya sebesar Rp.158 juta lebih. Berbicara pembangunan ekonomi berdasarkan potensi lokal, maka pembangunan sektor pertanian menjadi hal yang sangat penting. Sebap, seperti yang saya sebutkan diatas, dalam dokumen RPJMD 2011-2016 Pemda menyebutkan bahwa 93,98 persen wilayah desa dan kelurahan di Kabupaten Banggai memiliki potensi pertanian dan tanaman pangan. Maka jelaslah bahwa salah satu potensi ekonomi lokal yang dimiliki Kabupaten Banggai berada pada sektor pertanian. Seharusnya, keberpihakan anggaran daerah diarahkan pada peningkatan produksi disektor pertanian. Pertanyaannya, mengapa Pemda Banggai begitu pelit dalam mengalokasikan anggaran pada sektor ini?. Pemda Kabupaten Banggai sepertinya ingin merubah ‘icon’ daerah ini, dari “salah satu

kabupaten penghasil beras,” menjadi “salah satu kabupaten penghasil ternak” di Sulawesi Tengah. Sebab, alokasi anggaran di Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, justru lebih besar dicurahkan pada program peingkatan produksi hasil peternakan yakni sebesar Rp.5,8 miliar pada APBD 2012, yang salah satu kegiatannya adalah membangun “kandang desa.” Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran untuk peningkatan produksi pertanian yang justru hanya dialokasikan sebesar Rp.158 juta. Konsep mensejahterakan rakyat melalui sektor peternakan memang sebuah gagasan yang mulia, namun harus disadari bahwa gagasan itu sangat tidak terukur dan tidak jelas. Bagaimana mungkin program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan potensi lokal seperti yang ditulis dalam RPJMD itu bisa terwujud, jika kita hanya membangun sektor peternakan dan mengabaikan sector pertanian yang justru menjadi tumpuan sebagian besar rakyat?. Seberapa besar kontribusi sektor peternakan terhadap pergerakan ekonomi Kabupaten Banggai selama ini? Seberapa efektifikah anggaran sebesar Rp.5,8 miliar dalam merubah Banggai yang dikenal

dengan penghasil beras menjadi Banggai yang dikenal dengan penghasil ternak/ daging? Semua ini adalah mimpi. Ayolah bangun dari tidur, dan sadarlah bahwa kita sedang hanyut dengan mimpi buruk yang semakin tidak terkendali. Konsep membangun Banggai dari desa sesungguhnya adalah sebuah gagasan yang brilian. Sangat disayangkan jika gagasan brilian itu hanya sampai pada teks-teks pidato dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan, atau dari kunjungan kerja ke kunjungan kerja yang dilakukan para pejabat daerah, tanpa realisasi yang jelas dan nyata. Jika semua gagasan cemerlang yang kita miliki selama ini hanya sampai pada pidato dan tidak bisa terwujud, maka tak mustahil jika satu saat nanti daerah kita akan dikenal dengan ‘negeri para pemimpi.’(*)

Ketua Komisi B Oskar Paudi ketika menerima pendemo dipelataran kantor DPRD. Para pengunjuk rasa itu akhirnya diterima secara keseluruhan di salah satu ruangan.

Saat aksi unjuk rasa kemarin, para buruh dan sopir tronton itu memang hanya diterima Ketua Komisi B Oskar Paudi dan Ibrahim Darise yang kebetulan hadir di kantor dewan. Keduanya, adalah politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN). Karena itulah, sejumlah buruh secara spontan menyampaikan rasa simpatinya para politisi PAN, sebab mampu memperjuangkan aspirasi yang berkaitan langsung dengan nasib dan kepentingan pekerjaan para pekerja dan sopir tronton. Berkali-kali, para pekerja meneriakan kata-kata ‘hidup PAN’ setelah aspirasi mereka disahuti Satlantas Polres Banggai dan Dinas Perhubungan. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan ketua Komisi B yang juga berasal dari

PAN,” teriak Sardin, salah seorang pekerja. Teriakan Sardin dengan menggunakan pengeras suara itu, disambut para buruh dengan teriakan lantang ‘hidup PAN.’ Tak tanggung-tanggung, para buruh lainnya bahkan meneriakan ajakan untuk memilih politisi PAN di Pemilu 2014, sebab sudah terbukti mampu menampung aspirasi politik mereka. Suwiryo Haerani yang menjadi korlap aksi itu sendiri mengakui bahwa para politisi PAN yang menerima mereka, cukup respon dengan tuntutan pekerja dan sopir tronton. “Saya juga salut dengan sikap politisi PAN, sebab pemerintah baik itu Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalulintas Polres Banggai, bisa ‘mengalah’ dan mengabulkan tuntutan buruh dan sopir tronton,” ujarnya seusai aksi tersebut.*pr

PULANG......................dari hal 1 asrama Gloria Belakang PLTD Luwuk, nyaris menjadi korban pembunuhan. Pada Minggu dinihari (8/4) lalu, ia ditikam oleh orang tidak dikenal saat tengah berjalan pulang kerumahnya. Peritiwa itu kemudian ia laporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai. Pada laporan polisinya nomor LP/234/IV/2012/Sulteng/Res Banggai tersebut, Naptoni menceritakan kepada polisi, awalnya sekitar pukul 02.30 wita dini hari, ia bersama rekanrekannya hendak pulang kerumah, namun saat berada dibelakang PLTD, tiba-tiba para pelaku yang berjumlah tiga orang dengan mengendarai satu sepeda motor lalu turun dan mengejar mereka, sontak Naptoni dan rekanrekannya berhamburan

menyelamatkan diri, pasalnya para pelaku waktu mengejar menghunus pisau badik. Saat itu dirinya terkejar oleh para pelaku yang indetitasnya tidak diketahui, lalu ia menjadi bulan-bulanan para pelaku dengan dihujani pukulan, namun saat salah seorang pelaku hendak menikamnya, ia masih bisa menangkisnya, sehingga menyebabkan tangan kirinya luka dan bengkak. Kemudian para pelaku dengan santai meninggalkan dirinya. Kanit III SPKT melalui Paur Humas Bag Ops membenarkan pihaknya telah menerima laporan polisi tersebut, saat ini menurut Paur Humas, laporan itu telah diteruskan SPKT ke Satreskrim guna dilakukan penyelidikan. *IRW4N

TERLANTARKAN..........dari hal 1

Jauh sebelumnya, Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Masama, Hadijah Djafar, kepada Koran ini telah memberikan peringatan keras kepada pihak perusahaan untuk segera memperjelas masalah tenaga kerja, sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya pekerja baik yang ada di Masama maupun yang ada di Luwuk Timur. “Jangan sampai akan ditangapi oleh masyarakat bahwa perusahaan nikel tersebut bukan membawa berkah melainkan membawa mlapetaka,” tandasnya. (*gafar)

karyawan pada Maret 2011 lalu, hingga April 2012 ini perusahaan tersebut tak kunjung beroperasi. Akibatnya, para pekerja yang menadatangani kontrak kerja belum juga dibayarkan oleh pihak perusahaan. Sejumlah karyawan PT.ATN di Kecamatan Masama menyebutkan, pihaknya tidak pernah dipekerjakan sejak SK kontrak kerja yang mereka tandatangani dengan pihak perusahaan diterbitkan.

Akibatnya, upah para tenaga kerja itu belum diberikan. Para karyawan PT.ATN tersebut mengancam akan melakukan pemblokian aktivitas perusahaan pertambangan nikel tersebut jika tak jelas keberadaannya. “Kami akan menyampaikan tuntutan kepada pihak perusahaan, dan jika tidak diindahkan maka kami akan melakukan penyegelan terhadap perusahaan tersebut,” ujar salah satu kayawan PT.ATN kepada koran ini kemarin.


DAFTAR NOMINATIF TENAGA HONORER KATEGORI I YANG MEMENUHI KRITERIA BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI DAN VALIDASI RABU, 11 APRIL 2012

MEDIA BANGGAI NO

PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI SEKRETARIAT DAERAH KAWASAN KANTOR BUPATI BANGGAI KELURAHAN TG. TUWIS KODE POS 94716

Nama

1

2

28 NUR ALIMA SE 29 YONO 30 AMRULLAH AR LATIF 31 ASNA MARDJAN 32 DARWIYA MALLAWA 33 FADLI ABAS 34 FITRIANTI HUSAIN 35 HENDRA FERRY TULUNG 36 IMAN LADJAINI

PENGUMUMAN

37 KARMILA A. ANAHAN 38 FATMAH MAHYN 39 I MADE K PAWANA ST 40 RIDWAN WUDUALA 41 ANDARIAS PALILING

Nomor: 800/459/BKD

42 SAR PAUDALI 43 ABDUL ARAS RAHIM 44 MUKRIM B KUPANDE

TENTANG DAFTAR TENAGA HONORER KATEGORI 1 (K-1) YANG MEMENUHI KRITERIA BERDASARKAN HASIl VERIFIKASI DAN VALIDASI

45 RAHMADIN S.T. LUMPENG 46 RIZAL N MALADJANG 47 SALMON PILIS 48 SITI HADIJAH DAMAU 49 YURMA R. LALEDAK 50 ARIE MARTIANTO 51 BAMBANG HARIANTO

Menunjuk Surat Deputi Bidang Pengendalian Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Nomor: 7.26-30/V.105-3/99 tanggal 28 maret 2012 perihal Daftar Tenaga Honorer K-1 yang Memenuhi Kriteria Provinsi/ Kabupaten/Kota dan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional IV Makassar Nomor: KR.IV.K.26-25/D.10-83/2012 Tanggal 20 Maret 2012 perihal Daftar Tenaga Honorer K-1 yang Memenuhi Kriteria. 1. Berdasarkan hal tersebut diatas, diasampaikan Daftar Tenaga Honorer Kategori I (K-1) yang memenuhi Kriteria Berdasarkan Verifikasi dan Validasi (daftar terlampir). 2. Nama-nama Tenaga Honorer Kategori I (K-1) ini akan dilakukan penelitian kembali terhadap dokumen Tenaga Honorer yang Memenuhi Kriteria (MK) oleh Tim Verifikasi dan Validasi terutama Hasil Pengumuman dan Pengaduan Masyarakat, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 03 Tahun 2012 tanggal 12 Maret 2012. Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan banyak terima kasih.

52 BUDI DERMAWAN MANG 53 DJUITA 54 FAHRI SIDJONG 55 FAISAL MASANG 56 HERSIN MALIA 57 ISNAYANTI EMBA 58 IRAWATI PONTOH ST 59 LAHMUDIN B HAMAN 60 AGUSTINUS LOAN 61 I NYOMAN WIARTA 62 ANDHY PRAWIRA N 63 NUR INDRIAWATY 64 SUPRIADI PAKAYA 65 YUSLIANTI BELOPANGAN 66 HENDRA LAEMPAH 67 RADNA DEWI SARTIKA

LUWUK/BANGGAI 26-09-1972

1

2 3

4 5

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

26 27

LUWUK/BANGGAI 05-07-1967 KELOMPOK : Penyuluh SAINUDIN LUWUK/BANGGAI 23-04-1982 SITI MUJAYANA LUWUK/BANGGAI 27-07-1979 LUWUK/BANGGAI 15-05-1984 LUWUK/BANGGAI 01-07-1978 KELOMPOK : Tenaga Kesehatan INDRAWATI M PALU 07-11-1983 JULCE ANDIH MINAHASA 10-01-1977 MAENA LUWUK/BANGGAI 04-08-1984 MARYATI LANGGODI LUWUK/BANGGAI 15-06-1984 MASTO HAMID LUWUK/BANGGAI LAALI 01-07-1982 MOCH NUR IDHAM LUWUK/BANGGAI ABBAS 20-09-1983 NIRWANA YUSUF MANADO 03-08-1981 SUMARNI ENTE AMD LUWUK/BANGGAI KEP 03-11-1984 SUPARTIN NURABU LUWUK/BANGGAI 26-06-1980 ANY HANDAYANI MOROWALI 09-05-1984 BINTARIA MEDAN PANGGABEAN 12-08-1975 CITRA PRATIWI LUWUK/BANGGAI 20-06-1984 ELFIRA PALU 07-02-1983 FITRIAM LALEKENG LUWUK/BANGGAI 12-08-1980 DERLINNABANTOYOT LUWUK/BANGGAI 05-12-1980 EFI WAHYU SETYA JOMBANG RINI 18-06-1983 MALKHI MAKASSAR 21-07-1981 OKTOVIANUSRUDY K LUWUK/BANGGAI 20-10-1977 RISKA LUWUK/BANGGAI 10-04-1984 SULATRI LASDIN LUWUK/BANGGAI 30-11-1983 Kelompok : Tenaga Teknis/Administrasi Lainnya ABDURRAHMAN LUWUK/BANGGAI PAKAYA 01-02-1983 LIANI WIDYASTUTI LUWUK/BANGGAI 12-12-1985

L

L P

SPG PENDIDIKAN SD

Sumber Pembayaran

12

13

1989

DESA SINGKOYO KECAMATAN TOILI

2002

JL. TENGGIRI NO. 58

DINAS PERTANIAN

821.2/633/DISTAN

1999

DINAS PERTANIAN

800 05 A DISTAN 2005

SMK PERTANIAN

2002

DINAS PERTANIAN

821. 2/633/DISTAN 800/05A/DISTAN 2005

P

S.1 PERTANIAN

2003

P

MADRASAH ALIYAH SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH MENENGAH UMUM SEKOLAH MENENGAH UMUM SEKOLAH MENENGAH UMUM SEKOLAH MENENGAH UMUM SEKOLAH MENENGAH UMUM SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH MENENGAH UMUM AKADEMI PERAWAT MADRASAH ALIYAH SEKOLAH MENENGAH UMUM AKADEMI FARMASI SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH PEMBANTU PENILIK HYGENE/SPPH SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN SEKOLAH PERAWAT KESEHATAN

2002

JL. DR. MOH. HATTA

1997

BTN NUSAGRIA BLOK J NO. 28 JL. S BATUI

WINARTI

YULINDA A. DINS. SP

P P P L L L P P P P P P P P P L L P P

88/II11/SD/013/2000

SMK PERTANIAN SEKOLAH PENYULUH PERTANIAN (SPP)

DESA MULYOHARJO KECAMATAN MOILONG JL. URIP SUMOHARJO 15 LUWUK SULTENG JL. IKAN DUYUNG MAAHAS KEC. LUWUK

P

SEKOLAH DASAR

2002 2002 2001

JL,. PROF. MOH. YAMIN NO. 105 JL. G JULUTUMPU

2002

JL. P KOMODO

2000

JL. G. TOMPOTIKA

2001

JL. S LOBU NO. 26 JL. G. LOMPOBATANG KELURAHAN BARU JL. G SOPUTAN

2001 2002 1997 2002 2001 2004 1998 2001 2000 1998 2002 2001

L

SMK

2001

P

SMA A.3/IPS

2003

BTN NUSAGRIA BLOK M NO 26 KILONGAN JL. CUMI-CUMI NO 44 B JL. IMAM BONJOL NO 14 KELURAHAN MENDONO DESA SIROM KEC. LAMALA JL. P SULAWESI KEL.SIMPONG JL. P SAMOSIR KEL.SIMPONG JL. G COLO NO 659 KEL. BARU DESA SINORANG KEC BATUI SELATAN DESA BUNGA

JL. IMAM BONJOL NO 75 JL.P. DIPONEGORO NO. 123 LUWUK

DINAS PERTANIAN BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DINAS KESEHATAN

50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 800/12/DINKES

DINAS KESEHATAN

800/21/DINKES

DINAS KESEHATAN

800/04/DINKES

DINAS KESEHATAN

800/03/DINKES

03-01-2000 253/422/DIKPORA 01-01-2000 /2010

O4-01-2010

APBN

03-01-2005 01-01-2005 06-01-2005 01-01-2005

04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010

APBD APBD

03-01-2005 821. 2/317.A/SEK 01-01-2005 DIS 06-01-2005 813/1558/DISTAN 01-01-2005

07-01-2010 01-01-2010 05-01-2010 01-01-2010

03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005

02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010

DINAS KESEHATAN

800/10/DINKES

DINAS KESEHATAN

820/07/DINKES

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM 04-01-2005 01-01-2005 814/1090/BAG UMUM 03-01-2005 01-01-2005

SEKRETARIAT DAERAH

800/63A/DISTAN 2010 821 2 317 A SEKDIS

69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 800/31/DINKES 800/31/DINKES 800/08/DINKES 800/107/DINKES 800/11/DINKES 800/15/DINKES

814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM

04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010

APBD APBD

P

SMK

2001

P

SMU/IPS

1999

L

S.1 TEHNIK SIPIL

2004

L

SMK

2002

L

SMA IPA

1991

L

SMEA TATA USAHA

1986

L

1998

L

MADRASAH TSANAWIYAH SMP

L

SMK

2002

2002

KEL. TOLANDO KEC BAUL KAB. BANGGAI JL. TONGGOL KEC. LUWUK KAB. BANGGAI JL. S. SADANG NO. 27 JL. P KOMODO NO. 28 JL. P NIAS KEL. SIMPONG JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. MEKAR INDAH DESA TONTOUAN JL. P SUMBA KEL. HANGA-HANGA JL. IMAM BONJOL NO. 107 B DESA BIAK KEC. LUWUK JL. DR. MOH. HATTA

09/180/BAG. HUKUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

SEKRETARIAT DAERAH

814/1090/BAG UMUM

BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN BAGIAN ORGANISASI

903/952/BAG.ADM PEM 903/952/BAG.ADM PEM 903/952/BAG.ADM PEM 814/526/BAG. ORTAL

BAGIAN ORGANISASI

93/KU-110/1989

SEKRETARIAT DPRD

810/625/SET DPRD

SEKRETARIAT DPRD

810/137/SET DPRD

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

SMA A.3/IPS

2004

DESA BUNGA

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

2004

JL. G LOMPOBATNAG

SEKRETARIAT DPRD

810/137-8/SET DPRD

P

SMA IPA

2003

JL. KH. AGUS SALIM

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

P

SMU IPA

1999

SEKRETARIAT DPRD

810/137-8/SET DPRD

L

SMK

1999

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

L

SMU IPS

2002

JL. DR. SUTARJO NO. 28 B JL. S. MUSI RT 13 RW O6 KEL. SOHO DESA BIAK

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

L

SMU IPS

2001

JL. KH. AGUS SALIM

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

P

SMU IPS

2002

810/137.8/SET DPRD

SMK

2004

SEKRETARIAT DPRD

810/137-8/SET DPRD

L

SMU BAHASA

2003

JL. TAN MALAKA NO. 11 JL. RE. MARTADINATA NO. 10 LUWUK JL. T SAHUNA

SEKRETARIAT DPRD

L

SEKRETARIAT DPRD

810/137-8/SET DPRD

L

SMA A.3/IPS

2004

JL. KH. SAMANHUDI

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

P

SMU IPS

2001

HANGA-HANGA

SEKRETARIAT DPRD

810/137.8/SET DPRD

P

S.1 TEHNIK

2004

JL. MT. HARYONO

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BADAN PENDIDIKAN PELATIHAN, PENELITIAN & PENGEMBANGAN PEGAWAI DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS PERKEBUNAN

O5/SEK.1/01/2005

L

SMA IPA

1999

L

SMA PAKET C SMU IPS

2004

L

SMU IPS

1999

JL. SULTAN HASANUDIN NO. 11 JL. IMAM BONJOL KM 3 JL. IMAM BONJOL KM 3 JL. G LOMPOBATNAG

P

SMK

2001

JL. PULAU KALIMANTAN

L

SMU IPS

2001

DESA BUNGA

P

SMU IPS

2003

L

2003

L

SMU IPS

2000

JL. BATU BIRING NO. 45 KM 3 JL. IMAM BONJOL

P

SMK AKUNTANSI

2004

JL. P BALI

L

SMU IPS

2001

JL. P. SULAWESI

L

SMU IPS

2003

L

SMU IPS

2000

L

MADRASAH TSANAWIYAH SMU IPS

2001

102

9

SEKRETARIAT DAERAH

SMU IPS

P

101

8

No SK Pertama sbg TH

L

1990

SITUBONDO 13-11-1985 LUWUK/BANGGAI 07-03-1984 TERNATE 26-04-1982 NI NENGAH KLUNGKUNG SUKERTI 15-08-1977 FIRMANSYAH UJUNGPANDANG PANGGATO 05-02-1982 IRVAN AGUSTYAWAN POSO 27-08-1974 LILY ERNAWATY DA LUWUK/BANGGAI 19-06-1972 MUCHAMAD REVOL LUWUK/BANGGAI 29-04-1970 NURHAYATI BETTA LUWUK/BANGGAI 13-05-1984 YULIANSYAH ALIMUN LUWUK/BANGGAI 12-07-1982 ABD. MULUK LUWUK/BANGGAI LADUMAY 05-12-1973 MUH. RIDWAN AMIR LUWUK/BANGGAI 11-02-1983 SARIPUDIN LUWUK/BANGGAI MARIAJANG 14-08-1972 SURYADI DJABAR LUWUK/BANGGAI 12-05-1980 ZULKIFLI LUWUK/BANGGAI 15-01-1970 ABDUL RAHMAN LUWUK/BANGGAI HADA 22-04-1982 AGUS M PITARATU LUWUK/BANGGAI 12-08-1981 APRIADI PAKAYA LUWUK/BANGGAI 26-06-1981 DADI PAISA LUWUK/BANGGAI 23-07-1967 ISNAWATI SUAYONG BANGGAI KEPULAUAN 04-03-1978 KALPIN T PAEH ST LUWUK/BANGGAI 18-10-1978 MAKSIN DG. MALEWA MOROWALI 05-05-1966 MUH. GUNTUR LUWUK/BANGGAI MAILA 16-05-1985 MELLY DIKO SP LUWUK/BANGGAI 02=05-1985 NOFRIANTI SAMALI LUWUK/BANGGAI 14-11-1979 RAHMAN TAIYA LUWUK/BANGGAI 24-04-1980 JUNICHE IRENE S LUWUK/BANGGAI 17-06-1982 MUSTAKIM DA LUWUK/BANGGAI 05-02-1975 MOHAMMAD N LUWUK/BANGGAI THAMRIN 16-08-1970 IRAWATI B SAHIDO LUWUK/BANGGAI 12-08-1984 ASHADI A TUBE LUWUK/BANGGAI 05-09-1982 HAFIUDIN POSO H. LAMPOSO 10-01-1976 SIRIANTI BISSE PALOPO 11-07-1980

Unit Kerja

L

SMA IPA

99

Tanggal SK/TMT

1998

L

100

11

1995

SLTP UMUM

1991

98

No. SK Terakhir sbg. TH

SMA IPA

L

1998

97

10

L

SMA IPA

96

Tanggal SK/TMT

2003

L

95

9

2001

P

94

No SK Pertama sbg TH

SMU IPS SMU BAHASA

2000

93

8

L P

SEKOLAH MENENGAH ATAS D-III MANAJEMEN

92

Unit Kerja

1999

P

P

91

7

1983

73

90

Alamat

SMEA TATA NEGARA SMU IPA

2002

89

6

P

JL. IMAM BONJOL NO 75 KEL. MENDONO KEC. KINTOM IR.SOEKARNO NO D 01 JL. FLAMBOYAN LUWUK KAB. BANGGAI JL. G. COLO NO. 32 JL. RAFLESIA LUWU

2001

79

Tahun Lulus

1997

SMK MANAJEMEN BISNIS SMU IPS

88

Tingkat Pddk. Yg ditamatkan pd saat diangkat sbg TH 5

1997

SMA A.3/IPS

SMU IPS

87

4

SMP

L

P

86

Jenis Kelamin

L

P

85

3

JL. P BALI LUWUK

BTN NUSAGRIA BLOK K NO. 06 JL. G TINOMBALA

84

Tempat/tanggal Lahir

2004

JL. P. SULAWESI

83

2 Kelompok : Guru AMBRI JAELANI

7

S.1 EKONOMI

2002

82

Nama

6

P

1999

81

1

Alamat

S.1 EKONOMI AKUNTANSI SMK

80

NO

Tahun Lulus

P

78

PEMERINTAH KAB. BANGGAI 102

Tingkat Pddk. Yg ditamatkan pd saat diangkat sbg TH 5

70 ANGGRAENI DWI NOFIANTY 71 HASMIRAWATI JUADA 72 LIDYAWATI INDAMA

77

: :

4

69 FARHAN MUID SE

76

INSTANSI JUMLAH DATA

3

LUWUK/BANGGAI 03-03-1982 BANJARNEGARA 10-03-1982 LUWUK/BANGGAI 10-08-1974 LUWUK/BANGGAI 08-09-1963 GORONTALO 29-07-1979 LUWUK/BANGGAI 20-12-1983 GORONTALO 21-03-1984 MINAHASA 27-06-1977 LUWUK/BANGGAI 10-05-1978 LUWUK/BANGGAI 09-11-1982 LUWUK/BANGGAI 21-01-1981 LUWUK/BANGGAI 06-09-1981 LUWUK/BANGGAI 10-03-1985 LUWUK/BANGGAI 12-12-1970 LUWUK/BANGGAI 01-05-1965 LUWUK/BANGGAI 07-06-1980 LUWUK/BANGGAI 12-02-1985 LUWUK/BANGGAI 16-11-1983 LUWUK/BANGGAI 03-09-1984 LUWUK/BANGGAI 24-05-1983 LUWUK/BANGGAI 14-11-1984 MANADO 16-02-1978 YOGYAKARTA 14-03-1981 LUWUK/BANGGAI 15-11-1983 LUWUK/BANGGAI 29-05-1983 LUWUK/BANGGAI 09-09-1983 LUWUK/BANGGAI 10-12-1985 LUWUK/BANGGAI 17-06-1982 BANGGAI KEPULAUAN 11-07-1985 LUWUK/BANGGAI 01-04-1984 PALU 01-09-1980 LUWUK/BANGGAI 10-03-1981 LUWUK/BANGGAI 28-08-1983 LUWUK/BANGGAI 29-11-1984 LUWUK/BANGGAI 09-03-1980 LUWUK/BANGGAI 31-05-1983 LUWUK/BANGGAI 13-06-1982 LUWUK/BANGGAI 21-09-1985 LUWUK/BANGGAI 03-12-1980 LUWUK/BANGGAI 17-12-1986 LUWUK/BANGGAI 27-11-1982

75

DAFTAR NOMINATIF TENAGA HONORER KATEGORI I YANG MEMENUHI KRITERIA BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI DAN VALIDASI

Jenis Kelamin

68 DODI ADRIADI N

74

Luwuk, 09 April 2012

Tempat/tanggal Lahir

Halaman 2

L

L

1997

1990

L

SMP

1988

L

SEKOLAH DASAR

1995

L

SMA A.3/IPS

1991

L

SMK

2002

L

SMU IPS

1999

L

SLTP UMUM

1999

L

SMP

1986

P

SMU IPS

2003

L

S.1 TEHNIK

2003

L

SEKOLAH DASAR

1979

L

SLTP UMUM

2001

P

S.1 PERTANIAN

2004

P

SMA IPA

1997

L

SMU IPS

1999

P

SLTA UMUM

2000

L

SMP

1991

L

SMA IPA

1991

P

SMU IPA

2003

L

SMU IPS

2001

L

SMA A.3/IPS

1994

P

SMU IPS

1998

BTN NUSAGRIA BLOK K NO. 06 DESA TIRTASARI KEC. TOILI JL. DIPONEGORO NO. 01 JL. DANAU TOBA NO. 15 KEL. BUNGIN JL. DAHLIA NO. 05 KLE. HANGA-HANGA JL. SUNGAI PAKOWA NO. 06 JL. P. PELING NO. 227 JL. SUNGAI LOBU NO. 04 JALUR 2 KM 8 KEL. TANJUNG TUWIS JL. P. ANTASARI NO. 168 JL. P. NIAS RT. 08 RW. 03 KEL. SIMPONG JL. RA. KARTINI KEL. SIMPONG JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. KH. AGUS SALIM KEL. BUNGIN JL. KH. WAHID HASYIM KEL. BUNGIN JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. P BALI NO 07 KEL. SIMPONG JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. IMAM BONJOL KEL. BUNGIN JL. G. LOMPOBATANG NO. 32A KEL. BARU JL. TANJUNG JEPARA NO. 13 KEL. SIMPONG JL. G. LOMPOBATANG KEL. BARU JL. G. COLO NO. 30 JL. DATU ADAM KEL. LUWUK JL. P. KALIMANTAN KEL. SIMPONG KEL. BALANTANG KEC. BATUI JL. G. TINOMBALA NO.7F KEL. BARU TONTOUAN BTN MUSPRATAMA BLOK D2 NO. 2

O5/SEK.1/01/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 50/445.800/I/2005 814/159/BKD

10

03-01-2005 01-01-2005 04-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 02-01-1997 01-01-1997 09-01-1989 01-09-1989 02-01-2002 01-02-2002 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 01-05-2005 01-01-2005 05-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 01-03-2005 01-01-2005 01-03-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005

No. SK Terakhir sbg. TH

Tanggal SK/TMT

11

05/180/BAG. KUMDANG 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 814/199/ADM KESRAMA 814/0918/ BAG UMUM 814/0918/ BAG UMUM 905/125/BAG. ADM.PEM 905/125/BAG. ADM.PEM 905/125/BAG. ADM.PEM 814/510/BAG. ORTAL 814/510/BAG. ORG 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 900/16/SET DPRD 058/446/ BAPPEDA/2010 058/446/ BAPPEDA/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 69/445.800/I/2010 800/2901/DIKLAT/ 2010

12

04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010

APBD

APBD APBD

APBD APBD APBD APBD

APBD APBD

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

05-01-2010 01-01-2010

APBD

03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 02-01-20045 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005 03-01-2005 01-01-2005

04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 05-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010 04-01-2010 01-01-2010 02-01-2010 01-01-2010

APBD

800/07/NAKERTRANS 800/03/NAKERTRANS 800/08.A/ NAKERTRANS 800/08/DISPAR/ 2005 800/08/DISPAR/ 2005 800/08/DISPAR/ 2005 800/08/DISPAR/ 2005 800/08/DISPAR/ 2005 800/09/DISPAR/ 2005 800/442/DISTAKDA 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 800/05/DISKIMTAK 001.A/800/DISKIMTAK 500/655/DISTAN

DINAS PERKEBUNAN

500/655/DISTAN 525/567/DISTAN

DINAS KEHUTANAN

188.4/116/DIS.HUT

DINAS KEHUTANAN 76/814/1/SAT PL PP 814/676/DISHUB/2005 821.2/633/DISTAN

DINAS KESEHATAN

800/20/DINKES

DINAS KESEHATAN

800/04/DINKES

DINAS KESEHATAN

800/23/DINKES

800/09 NAKERTRANS 800/08 NAKERTRANS 800/09 NAKERTRANS 800/10.A NAKERTRANS 556/04/DISBUDPAR /2010 556/03/DISBUDPAR /2010 556/04/DISBUDPAR /2010 556/04/DISBUDPAR /2010 556/04/DISBUDPAR /2010 800/03/DISBUDPAR /2010 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 800/02.I/ DISCIKTAR 800/01.I/ DISCIKTAR 821.1/06/DISBUN/ 2010 821.1/09/SK/ DISBUN/2010 821.1/19/SK/ DISBUN/2010 188.4/02.B/DIS.HUT 188.4/02.B/SEK/ DISHUT 814/244/DISHUB/ KOMINF 800/392/UPTD/ 2010 800/03/DINKES 800/44/DINKES 800/03/DINKES

Catatan : Daftar Nama tersebut dapat diangkat menjadi CPNS apabila dapat menunjukan dokumen asli dan sah sesuai PP yang berlaku

Dicetak di : Jakarta

APBD

APBD

APBD APBD

05-01-2004 800/54/DPPKA/ 01-01-2004 2010

APBD

APBD

APBD APBD

800/03/NAKERTRANS

APBD

APBD

APBD

900/06/BAG. KEU/ 2004

APBD

APBD

APBD

05-01-2010 01-01-2010

APBD

APBD

13

APBD

05-01-2004 800/54/DPPKA/ 01-01-2004 2010

APBD

APBD

Sumber Pembayaran

900/06/BAG. KEU/ 2004

DINAS PERKEBUNAN

DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI & INFORMATIKA DINAS PERTANIAN

Tanggal SK/TMT

Tanggal : 22-03-2012

APBD

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD


MEDIA BANGGAI

RABU, 11 APRIL 2012

Halaman 2

BK Diminta

TEGUR Aleg Mabuk Media Banggai-Salakan. Menyikapi adanya pemberitaan media ini soal oknum anggota DPRD Bangkep, RM, yang diduga mabuk dan melakukan penganiayaan terhadap istrinya, mendapat sorotan dan kritikan dari sejumlah elemen warga Bangkep di Kota Salakan. Pada media ini, beberapa warga Salakan mengatakan bawah perbuatan oknum DPRD Bangkep tersebut adalah perbuatan yang tidak pantas dan telah mencoreng insitusi lembaga terhormat. Menurut mereka, sebagai warga sangat menyesalkan dan kecewa atas perilaku oknum

aleg ini. Untuk itu mereka meminta agar Badan Kehormatan DPRD Bangkep memberikan teguran atau pembinaan terhadap oknum aleg itu agar tidak terjadi lagi. Sementara itu, beberapa rekan sesama aleg Bangkep yang di minta tanggapanya mengatakan bahwa persoalan ini merupakan urusan peribadi oknum aleg tersebut. Apalagi, kejadian itu bukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Bangkep. “Persoalan ini kita serakan pada Badan Kehormatan DPRD Bangkep yang melakukan proses,� ujar sumber di parlemen Bangkep. @Ramli

Aksi Pencurian di Perkantoran Marak MEDIA BANGGAI-Salakan. Dalam kurun dua pekan terakhi ini, aksi pencurian di perkantoran Pemerintahan Kabupaten Banggai Kepulauan marak terjadi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Media Banggai, sedikitnya sudah ada empat kantor pemerintahan yang menjadi sasaran aksi para pencuri, yakni kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kantor Badan Pengelola Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan serta kantor Bagian Organisasi Setkab Bangkep. Dari empat kejadian tersebut, pihak kepolisian Resort Bangkeptelah berhasil menangkap satu pelaku berintial A yang berasal dari desa

Bongganan. Selain itu, polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa sejumlah alat elektronik hasil jarahan pelaku. Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bangkep Iptu Petrus A.Matasik, SH, diruang kerjanya mengatakan, pihaknya telah menangkap satu pelaku pencurian yang terjadi pada Dinas Perikanan dan Kelautan. Menurut orang nomor satu di Reskrim Polres Bangkep ini, pelaku pencurian di kantor itu sebenarnya empat orang , namun baru satu yang tertangkap, sedang tiga lainnya masih dalam proses pencarian dan pengejaran oleh anggotanya.*ramli

Pol PP Harus Amankan Aset Pemda MEDIA BANGGAI-Salakan. Maraknya aksi pencurian di sejumlah kantor pemerintahan daerah Kabupaten Bangkep, membuat Wakapolres Kompol P Sembiring menegaskan agar petugas Pol PP bisa siaga mengamankan aset daerah. Kepada wartawan ia mengatakan, pihaknya akan mengusut kasus pencurian yang terjadi di perkantoran milik pemerintah daerah.

Namun kata dia, pengamanan dan penjagaan di perkantoran Pemda tersebut, sejatinya merupakan tugas utama Satuan Pol Pamong Praja. Wakapolres Bangkep juga menghimbau kepada Pemda Bangkep agar kantor-kantor pemerintahan diterangi dengan lampu listrik dan hars dinyalakan, agar dapat terkontrol dan diawasi oleh anggota yang melakukan tugas patroli keliling.*ramli

Honda Mengamuk di Kantor BKD Media Banggai-Salakan. Sekitar seratus orang lebih tenaga honorer yang berasal dari sejumlah pelosok kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Selasa (10/4) kemarin, mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bangkep. Kedatangan mereka untuk melihat dan mengecek nama dalam daftar pengumuman hasil verifikasi dan validasi dari Menteri Perdayagunaan Aparatur Negara (MEN PAN). Pengumuman hasil pengangkatan tenaga honorer ini ditempel dipapan pengumuman Kantor BKD Bangkep sejak hari Senin awal minggu ini. Jumlah kuota tenaga honorer kategori satu Kabupaten Bangkep yang lolos verifikasi dan validasi berjumlah 316 orang. 167 laki laki dan 149 perempuan. Hasil pengumuman ini sebagaimana Surat Edaran Men PAN Nomor 03 Tahun 2012 Tertanggal 12

Maret 2012. Merasa ada keganjilan dan kesalahan atas hasil pengumunan itu sejumlah orang bersama LSM Trikora masuk ruangan kerja Sekretaris BKD dan melakukan aksi protes. Tidak hanya itu, mereka juga mengamuk di ruang kerja Sekretaris BKD mempertanyakan dan protes soal banyaknya nama-nama yang masuk daftar pengumuman yang tidak pernah menjadi Tenaga Honorer diinstansi manapun. Sementara tenaga honorer yang memiliki Sk Bupati Tahun 2005, nama mereka justru tidak masuk dalam daftar verifikasi dan validasi Men PAN. Tidak puas atas penjelasan Sekretaris BKD, massa pun meminta dan memaksa Sekretaris BKD agar pengumunan itu di cabut. Tapi permintan itu tidak bisa terima dan akhirnya mereka mencabut dan merobek sendiri daftar pengumunan itu. Selanjutnya, dibawa kedepan halaman kantor lalu dibakar. Setelah aksi

pembakaran itu, Kepala BKD Bangkep mengundang massa bersama sejumlah pegiat LSM dan wartawan untuk bertemu di ruang kerjanya untuk menjelaskan duduk persoalan. Dalam pertemuan itu, beberapa perwakilan tenaga honorer dan pegiat LSM meminta penjelasan Kepala BKD dasar dan pertimbangan apa pihak BKD memaksakan mengumumkan hasil daftar tenaga honorer yang diangap telah terjadi kesalahan besar dan dapat menimbulkan ekses sosial. Apalagi, banyak diantaranya, yang sudah lama mengabdi bahkan memasukan persyaratan MK-1 tapi tidak masuk validasi. Selain itu, BKD menjelaskan bahwa Surat Edaran Men PAN Nomor 05 Tahun 2010 yang mana salah satu poin penting dijelaskan bahwa persyaratan pengangkatan tenaga honorer kategori satu telah melaksanakan tugas honor paling lama lima tahun. Persyaratan lain adalah memiliki

SK Bupati Tahun 2005. Kepala BKD Bangkep Sudarto, SH, menjelaskan bahwa pengumuman hasil verifikasi dan validasi Men PAN, baru diterima pihaknya pada 4 Maret lalu dan dijemput oleh Sekertaris BKD di BKN Makassar. Hasil ini, menurut Kepala BKD belum final sebab BKD akan membentuk tim terkait dan akan turun ke tiap SKPD dan kecamatan serta desa guna melakukan penelitian dan memverifikasi kembali dokumen tenaga honorer yang masuk dalam daftar ini. Selain itu juga pihaknya menerima laporan dan pengaduan masyarakat bila mana hasil pengumunan ini ada nama–nama tenaga honorer yang tidak melakukan tugasnya. Dalam penjelasannya, Kepala BKD, mengatakan sesuai surat edaran Men PAN, bilamana ada PNS atau pejabat yang menandatangani dokumen pengangkatan tenaga honorer yang terbukti telah memalsukan akan dikenakan tindakan administarif dan tindak pidana sesuai peraturan.*Ramli


Hukum & Kriminal RABU, 11 APRIL 2012

Halaman3 Halaman 3

Ruang SMAN 2 Dirusak Orang Tidak Dikenal MEDIA BANGGAI-Luwuk. Sejumlah ruang gedung SMA Negeri 2 Luwuk, Sabtu (7/4) lalu sekitar pukul 22.00 wita dirusak oleh orang tidak dikenal. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai, Senin (9/4) oleh Sahim Buagang selaku penjaga sekolah tersebut. Pada laporan polisi nomor LP/236/IV/2012/Sulteng/Res Banggai tersebut, Sahim menceritakan kepada polisi, sekitar pukul 22.00 wita,

terlapor yang masih dalam penyelidikan polisi melempari jendela kaca ruang perpustakaan, selain itu terlapor juga memecahkan kaca ruang Bimbingan Konseling (BK) sekolah itu. Tidak hanya itu, terlapor dalam melakukan aksinya juga memecahkan beberapa kaca ruang kelas dan juga Pos Satpam. Akibat dari perbuatan terlapor, diperkirakan SMU Negeri 2 Luwuk menderita kerugian mencapai jutaan rupiah. Sahim berharap laporan

polisinya tersebut segera ditindak lanjuti, dan polisi segera menemukan pelaku dan memperosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kanit I SPKT melalui Paur Humas Bag Ops ketika dimintai keterangan mengakui adanya laporan polisi pengursakan sejumlah fasilitas sekolah yang berada di Kelurahan Baru tersebut, bahkan saat ini laporan polisi tersebut sudah diserahkan pihaknya ke Satreskrim guna dilakukan penyelidikan. *IRW4N

Lurah Talang Batu Laporkan Penipuan MEDIA BANGGAI-Luwuk. Merasa telah ditipu hingga jutaan rupiah, Lurah Talang Batu Kecamatan Balantak Sutirto Lanusi akhirnya melaporkan SM ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Banggai, Senin (9/4) lalu. Pada laporan polisinya tersebut, Sutirto menceritakan kepada polisi, awalnya sekitar tahun 2008 hingga tahun 2009,

dirinya meminjamkan uang kepada SM dengan janji dirinya akan diberikan proyek oleh SM, namun hingga saat ini baik uang sejumlah Rp.7.500.000 maupun proyek yang dijanjikan tidak pernah ada. Akibatnya Sutirto merasa dirugikan dan menuntut agar terlapor dituntut dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepala Unit I SPKT melalui

Paur Humas Bag Ops ketika dimintai keterangannya, membenarkan pihaknya telah menerima laporan polisi dugaan penipuan, bahkan saat ini laporan tersebut sudah diteruskan SPKT ke Satreskrim guna ditindak lanjuti. Kemungkinan besar, jika terbukti perbuatan SM dapat dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. *IRW4N

Pelaku Pembunuhan Dituntut 20 Tahun MEDIA BANGGAI-Luwuk. Dua orang pelaku pembunuhan berencana, masing-masing Lisbet Udenge (41) dan Paulus Poida (39)

RENTAL MOBIL PATTY RAYA Melayani Rental kota & Luar Kota. Alamat : Jln.G.Tompotika No.15, Luwuk. HP.085241268177081341131292

RENTAL MOBILAGUNG, menerima sewa harian, carteran dalam & luar kota. alamat : Jl.Moh Hatta Km5. Hp. 0812 4532 1872-0857 5693 3387- 0815 2476 2889

RAGAM Jual beli mobil bekas, jl Dr.Moh Hatta o 53 Maahas Luwuk telp.085241048484

Al-ZAM Spesialis Pemasangan DEPOT Air Minum Isi Ulang Dengan Sistem Reverse osmosis (R.O) dan Ultra filtasi Alamat: Jl Pulau Kalimantan (Perempatan Lembaga) HP.0852 5621 2113 - 0853 9848 6344

MOBIL DIJUAL Inova 07, Kijang 01/02, Avanza 2005, Dumtrek 2005/ 06, HD. Dumtrek, Dutro 2007, Estilo 2010. Hub : 085398455678 085657197777 Jl. dewi sartika no.123

warga Desa Bentean Kecamatan Banggai Selatan Kabupaten Bangkep, hanya bisa terdiam saat Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangkep Edi, SH menuntut perbuatan mereka dengan pidana penjara selama 20 tahun. Kedua terdakwa menjadi pesakitan karena, dengan berencana menghilangkan nyawa Bonaya Udenge pada 2 September 2011 lalu, didalam dakwaan JPU sebelumnya, peristiwa pembunuhan itu dilakukan dengan cara menebaskan parang berulang kali ketubuh korban, saat korban terjatuh tubuhnya dipotong mempergunakan mesin pemotong rumput hingga Bonaya meregang nyawa. Pada sidang pembacaan

tuntutan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim PN Luwuk Rais Moh Syakrani, SH, MH, kedua terdakwa hanya bisa terdiam dan tidak mampuh berkata apaapa, pasalnya kemungkinan besar setengah usia mereka akan dihabiskan dibalik jeruji besi. Kedua terdakwa kepada majelis hakim meminta agar dapat diberikan keringanan hukuman, pasalnya mereka mempunyai tanggungan keluarga yang mesti dinafkahi serta telah menyesali perbuatannya. Sidang kemudia ditunda dan akan digelar kembali pada pekan mendatang dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim. *IRW4N

*Kasus Dana Prajabatan

Kepala Diklat Kembali Disidang MEDIA BANGGAI-Luwuk. Kepala Badan Diklat Mustar Ahmad, Selasa (10/4) kemarin, kembali menjalani persidangan dugaan korupsi dana diklat prajabatan Tahun anggaran 2009 di Pengadilan Negeri Luwuk. Pada sidang itu Mustar terlihat sehat dan didampingi penasehat hukumnya Nasrun Hipan, SH, MH. Jaksa Penuntut Umum Kejari Luwuk, Moh Rizal Manaba, SH pada sidang terbuka untuk umum tersebut kembali menghadirkan Rusni Sunia, ST sebagai saksi, hal itu dilakukan agar apa yang ingin dibuktikan JPU dalam sidang atas keterangan saksi bersesuaian. Kepada Rusni saat itu Rizal mempertanyakan adanya uang sepuluh juta

padanya yang kemudian disita oleh Kejari Luwuk. Dihadapan Majelis Hakim PN Luwuk yang dikatuai oleh Sudar, SH, M.Hum tersebut, Rusni mengakui bahwa uang yang ada padanya sejumlah Rp.10 juta, merupakan uang yang diserahkan oleh Mustar Ahmad kepadanya sebagai uang pengganti pinjaman Husain. Namun demikian Rusni sudah tidak ingat lagi berapa lama uang itu ia simpan sebelum akhirnya disita oleh Kejari Luwuk. Kesaksian Rusni lainnya yakni dirinya sempat diperintah oleh Mustar Ahmad, agar menyerahkan uang tersebut ke Kejari Luwuk jika diminta. Hal itu kemudian dia laksanakan sesuai perintah pimpinannya.

Rizal pada sidang sebelumnya, meminta agar dirinya diberikan kesempatan menghadirkan kembali tiga orang saksi yang dianggap dapat membuka tabir adanya korupsi pada kegiatan diklat prajabatan lalu, namun PH saat itu bersikukuh agar saksi yang sudah dihadirkan tidak dimintai keterangan kembali. Majelis hakim yang menyidangkan perkara saat itu hanya mengabulkan satu orang saksi saja. Sidang kemudian ditunda oleh majelis hakim dan akan menggelarnya kembali pada pekan medatang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, Mustar kemudian melenggang meninggalkan ruang persidangan. *IRW4N

Dituntut 7 Tahun, Keluarga Korban Tidak Terima MEDIA BANGGAILuwuk. Tiga orang terdakwa yang ikut serta dalam menghilangkan nyawa Bonaya Udenge, masingmasing Yoskian Mapakat (27), Kalsius Sangadi (29) dan Jabius Sangadi (24) warga Desa Bentean Kecamatan Banggai Selatan Kabupaten Bangkep, dituntut pidana penjara selama tujuh tahun oleh JPU Kejari Bangkep. Ketiga terdakwa menjadi pesakitan setelah secara bersama-sama turut serta membantu Lisbet dan Paulus menghilangkan nyawa Bonaya Udenge

pada 2 September 2011 silam. Ketiga terdakwa, sebagaimana dalam dakwaan JPU sebelumnya, memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa menghilangkan nyawa Bonaya, bahkan ketiga terdakwa yang saat itu berada ditempat kejadian berupaya menghalangi gerak korban menyelamatkan diri. Ketiga terdakwa terlihat sedikit senang dengan tuntutan JPU tersebut, mengingat dua terdakwa lainnya dituntut JPU pidana penjara selama 20 tahun, namun demikian ketiga

terdakwa dalam sidang meminta agar majelis hakim meringankan putusannya. Sidang kemudian ditunda hingga pekan mendatang dengan agenda pembacaan putusan. Sejumlah kerabat korban usai persidangan terdengar kasak kusuk mendengarkan tuntutan JPU tersebut, bahkan salah seorang diantaranya meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkara itu dapat memutuskan dengan putusan yang lebih tinggi, mengingat ketiga terdakwa punya andil besar dalam terjadinya pembunuhan berencana tersebut. *IRW4N

Media Banggai epaper  

Barometer Informasi Sulawesi Timur