Page 1

KPKPOS K O R A N

K O R U P S I

P O L I T I K

K R I M I N A L

PEMERIKSAAN BOEDIONO KINI LEBIH MUDAH

EDISI 325/ THN VII 27 OKT - 2 NOV 2014 (TERBIT SETIAP SENIN) Harga Eceran (Kota Medan): Rp.2.500/eksemplar

Redaksi/Usaha: Jl T.A. Hamzah Komp. Ruko Griya Riatur Blok B 181 Medan

Penerbit : PT Karya Peduli Kebangsaan

www.kpkpos.com

• DI HALAMAN 13

Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi DKP Madina PANYABUNGAN - Mantan dan Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mandailing Natal ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Panyabungan dalam kasus tindak pidana korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Madina. Kedua tersangka itu yaitu KS dan ZMN, Demikian disampaikan Kepala Kejari Panyabungan Satimin SH melalui Kasi Pidsus B Tindaon SH dan Kasi Intel M Iqbal SH di ruangan Kasi Intel Kejari, Selasa. "Kami telah menetapkan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dinas kelautan dan perikanan. Tersangkanya sampai saat ini masih dua orang yaitu KS • LANJUT KE HAL. 2

Sukran Tersangkut Kasus Penipuan WAKIL Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung tak hanya berurusan dengan KPK, tapi juga dengan Polda Sumut. Kini Sukran dirundung masalah hu-

kum terkait kasus dugaan penipuan senilai Rp35 juta yang dilaporkan Sumiyati Daeng (30) dan Yusnidar Laoli ke Poldasu. Diberitakan, kasus Sukran di Poldasu itu terungkap saat Sumiyati Daeng (30) warga Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah melaporkan Sukran ke Poldasu dengan Laporan Polisi Nomor : LP/1011/IX/2014 SPKT "II". Tak hanya Sumiyati Daeng, korban lainnya Yusnidar Laoli (25) warga Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli tengah juga melapor • LANJUT KE HAL. 2

Jika hasil dari pemeriksaan itu menemukan indikasi keterlibatannya, mungkin akan kita tahan. Tapi jika tidak, dia hanya menjadi saksi saja.” Busyro Muqoddas Wakil Ketua KPK

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung ditengarai punya “andil” dalam kasus dugaan suap Bupati Tapanuli Tengah nonaktif Raja Bonaran Situmeang. Akbar yang meminta Bonaran agar menjadikan Sukran sebagai wakilnya bila ingin didukung Golkar. Bahkan, soal suap menyuap Ketua MK (kala itu) Akil Mochtar, Sukran-lah yang mengenal dan bertemu Akil di Akbar Institute, kantor lembaga studi milik Akbar Tandjung. Sedang Bonaran sama sekali tidak mengenal Akil Mochtar. Karenanya, Tommy Sihotang, selaku penasihat hukum Raja Bonaran Situmeang, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Menurut Tommy, keterangan Akbar diperlukan untuk menjelaskan posisi Bonaran dalam pilkada yang digelar pada 2011 lalu itu. "Lebih fair panggil saja Akbar Tandjung. Supaya menjelaskan seberapa jauh urusannya dengan Pilkada Tapanuli Tengah," kata Tommy • LANJUT KE HAL. 2

» Busyro Muqoddas

Drainase dalam kawasan Pelindo I Cabang Dumai yang tak kunjung selesai.

Drainase Tak Selesai Masyarakat Dumai Resah

Akbar Tanjung (atas) dan Irham Buana Nasution disebut-sebut akan terseret kasus suap Pilkada Bupati Tapteng.

DUMAI - Setiap penghujung tahun, memasuki musim penghujan pada September, Oktober, November dan Desember masyarakat Kelurahan Dumai Kota dihantui dengan masalah banjir. Penyebabnya adalah tidak lancarnya saluran air dari darat menuju laut. “Untuk mengatasi masalah banjir harus ada pembenahan drainase dalam kawasan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai,” ujar salah seorang warga Dumai belum lama ini. Keterangan yang dihimpun KPK Pos menyebutkan, pada Desember 2013 bertempat di kantor PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai diadakan pertemuan antara • LANJUT KE HAL. 2

Kepala PPATK dan Jampidsus Calon Jaksa Agung

KPK Periksa Irham Buana dan Wabup Tapteng PENYIDIKAN kasus dugaan suap penanganan sengketa pilkada Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut di Mahkamah Konstitusi (MK) terus dipertajam penyidik KPK. Sejumlah saksi terus dikorek keterangannya guna melengkapi berkas perkara tersangka Raja Bonaran Situmeang

selaku Bupati Tapteng non-aktif. Penyidik KPK, Selasa pekan lalu, memeriksa Wakil Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung. “Dia diperiksa sebagai saksi tersangka RBS (Raja Bonaran Situmeang),” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi. Dalam perkara yang sama, penyidik • LANJUT KE HAL. 2

JAKARTA - Kepala PPATK M Yusuf dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono masuk dalam daftar calon Jaksa Agung yang bakal ditunjuk Presiden Jokowi. Keduanya merupakan jaksa karier atau calon dari kalangan internal. Berdasarkan informasi yang beredar kedua nama tersebut bersaing ketat mengingat, tidak ada satu pun nama yang diproyeksi sebagai calon Jaksa Agung berasal dari kalangan eksternal. Baik Yusuf maupun Widyo ketika dikonfirmasi akan kemungkinan ditunjuk sebagai Jaksa • LANJUT KE HAL. 2

Kolom Redaksi

Harapan Baru Indonesia HARI Senin, 20 Oktober 2014 menjadi momen penting bagi warga negara Indonesia, karena hari itu seluruh rakyat Indonesia bersukacita menyambut pemimpin baru bangsa ini. Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan 2014-2019. Berada di bawah naungan presiden baru ini, seluruh warga Indonesia mengharapkan Jokowi dapat membawa angin segar selama masa kepemimpinannya. Sejumlah tugas dan permasalahan carut marut negara pun sudah menunggu campur tangan Jokowi. Berbagai sektor bidang krusial kehidupan masyarakat Indonesia telah • LANJUT KE HAL. 2

Jokowi Kecil Suka Menangis JAKARTA - Sejumlah teman di kampung halamannya di Solo, bercerita tentang karakter, kebiasaan dan kesenangan Joko Widodo ketika masih belia. Salahseorang berkisah ketika Jokowi naik pitam lantaran dijahili. TEMAN Jokowi satu bangku saat SMA, Mahmud Nur Windu, menceritakan masa-masa remaja bersama dengan Presiden Joko Widodo. Mahmud menjelaskan Jokowi adalah remaja yang pendiam. Jokowi juga orang yang rajin dan pandai. "Pak Jokowi dulu sama sekarang beda banget. Dulu itu orangnya pendiam. Tetapi beliau itu rajin, ia sering menggarisbawahi dengan penggaris, materi-materi yang penting. Karena kepandaian dan kerajinanannya itu, ia selalu jadi juara I, " ungkap Mahmud yang sekarang berprofesi sebagai penyuplai

Jokowi saat muda bersama ayah dan ibunya saat masih tinggal di Solo, Jateng. perangkat mebel ini. Mahmud mengingat Jokowi adalah pribadi yang tidak tertarik untuk menonton adu jotos yang di masa itu acap terjadi. "Pak Jokowi enggak mau kalau saya ajak lihat, beliau lebih

memilih tinggal di kelas," kata Mahmud. Marah Dijodohin Salah satu kenangan yang sampai • LANJUT KE HAL. 2

Jokowi Diminta Waspadai Barisan Sakit Hati JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta selalu waspada terhadap orang-orang yang berpotensi menjadi barisan sakit hati, lantaran tidak di tunjuk menjadi pembantunya. "Selama saya 10 tahun mendampingi SBY, kalian tahu yang paling capek dihadapi SBY itu bukan lawan, bukan rival, tapi teman yang sama-sama berjuang tapi tidak jadi (menteri). Kita tahu di era SBY ada Rizal Ramli itu gagal, jadinya 'mencak-mencak' terus bilang tidak ada yang bagus dari SBY," ujar Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, Kamis. Dirinya mengaku hal tersebut sudah disampaikan kepada kubu Jokowi agar mewaspadai orang semacam itu, supaya tidak menggangu pemerintahan mendatang. • LANJUT KE HAL. 2

Profile for media andalas

Epaper kpkpos 325 edisi senin 27 oktober 2014  

Epaper kpkpos 325 edisi senin 27 oktober 2014

Epaper kpkpos 325 edisi senin 27 oktober 2014  

Epaper kpkpos 325 edisi senin 27 oktober 2014

Advertisement