Page 7

RAGAM

Kamis 28 November 2013

harian andalas | Hal.

Bupati Labusel 'Serahkan' Proyek Rp 25 M kepada Seorang Rekanan

Terkait Penncopotan Kepsek

Puluhan Wali Murid Demo Plt Kadisdik Palas

Ketua DPRD: Berpotensi Merusak Pembangunan

Sibuhuan-andalas Puluhan wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 0120 Gelanggng, Kecamatan Barumun, didampingi aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Palas (GMPP) menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Rabu (27/11). Mereka memerotes Plt Kadisdik Khiruddin Harahap yang melengserkan Erlina Tanjung sebagai Kepsek SDN Gelangang lewat sebuah nota dinas. “Pelengseran Kepsek SDN Gelanggang banyak kejanggalan, karena tanpa alasan yang jelas, terkasan mendadak dan semena-mena. Karena itu, orang tua murid meminta Plt Kadisdik segera meninjau ulang pencopotan Ibu Erlina sebagai Kepsek SDN Gelanggang,” ujar sejumlah orang tua murid. Perwakilan orangtua murid Eli dan Marwan menyatakan, Erlina tidak layak dicopot sebagai kepsek. Sebab selama di bawah kepemimpinan Erlina Tanjung, SDN 120 terus mengalami kemajuan, baik dalam kegiatan proses belajar mengajar maupun bidang lainnya. “Banyak kemjauan yang dicapai SD tersebut selama dipimpin Ibu Erlina. Karenanya, orang tua murid menolak pencopotan Ibu Erlina sebagai Kepsek,” kata Marwan. Mereka juga menyatakan sangat

andalas/ibnu sakti nasution

MENDA MENDATTANGI - Puluhan wali murid didampingi aktivis GMPP saat mendatangi dan menggelar aski demo di kantor Dinas Pendidikan Palas, terkait pencoptan Kepsek SDN Gelanggang, kemarin. kesal dengan kebijakan Plt Kadisdik Khoiruddin Harahap yang tidak terlebih dahulu melakukan peninjauan dan pengamatan terhadap kepsek yang akan dicopot. “Plt Kadisdik asal sembarang copot saja,” ungkap puluhan perwakilanh wali murid dengan neda kesal. Mereka kemudian menyakan kekhawatirannya, pencopotan Erlina tanpa alasan yang jelas akan berdampak pada kemunduran pendidikan. “Kami minta agar Plt Kadisdis dan Bupati Palas berpikir jernih, tidak membawa-bawa imbas Pilkdada pada dunia pendidikan. Kami juga meminta Bupati Palas H Ali Sutan Harahap, jangan mengorbankan

pendidikan hanya karena imbas Pilkada,” tutur orang tua murid. Plt Kadisdik Palas Khoiruddin Harahap kemudian menerima perwakilan orang tua murid Eli dan Marwan di rung kerja kadis. Khoiruddin mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah bagi setiap aparatur pemerintah. Mutasi dimaksudkan dalam upaya penyegaran, bukan ada kepentingan lain. “Jadi, mohon orang tua/wali murid dapat mengerti dan menerima kehadiran pengganti kepala sekolah yang baru, karena semata-mata untuk penyegaran,” kata Khoiruddin. Sementara itu, Kabib Dikdas Disdik Palas Akhir Daulay ketika

ditanya andalas tentang pencopotan 50 kepsek, enggan memberikan keterangan. “Untuk lebih jelasnya langsung aja ke Plt Kadisdik, karena dia yang megeluarkan nota dinas. Jadi itu menjadi tanggungjawab sepenuhnya Pak Plt Kadis,” katanya. Di tempat terpisah, Plt Kadisdik H Khoiruddin Harahap yang dikonfirmasi andalas, Senin (25/11) mengatakan, pencopotan kepsek merupakan hal yang biasa di lingkungan pemerintahan. “Mutasi merupakan penyegaran dalam upaya memajukan pendidikan,” katanya singkat sembari menyatakan dia hendak ke kantor bupati. (ISN)

Bupati Langkat Canangkan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan Langkat-andalas Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Hj Diana Sari mencanangkan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tahun 2013 di Gedung PKK Stabat, Rabu, (27/11). Bupati mengatakan, kegiatan ini merupakan satu rangkaian kegiatan keterpaduan menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas), Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan yang jatuh pada tanggal 27 Desember. Di samping itu merupakan kesinambungan kegiatan bakti TNI- KB terpadu yang dimulai pada bulan Oktober. “Program KB di Kabupaten Langkat telah menunjukkan keberhasilan. Hal ini ditandai dengan menurunnya rata-rata angka kelahiran. Tapi keberhasilan ini jangan membuat kita

lengah, dan alpa atas tugas kewajiban menyukseskan gerakan KB Nasional di bumi Langkat berseri ini,” ujar Ngogesa. Ketua TP PKK Langkat Ny Hj Nuraida Ngogesa dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Satuan Gerak PKK-KB Kesehatan dalam upaya mengingatkan kita betapa pentingnya keluarga kecil bahagia sejahtera melalui program KB. “Ptut dicermati bahwa keberhasilan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan sangat ditentukan kepedulian dan dukungan berbagai pihak, baik lintas sektoral, institusi lapangan, maupun peran tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pengetua etnis,” kata Nuraida. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Langkat dr H Gunawan, Ketua MUI H Ahmad Mahfudz, sejumlah SKPD di jajaran Pemkab Langkat, dan Kepala Puskemas se-Kabupaten Langkat. (HS)

7

andalas/ist

DIABADIKAN - Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Hj Diana Sari dan Ketua TP PKK Langkat Ny Hj Nuraida Ngogesa dan pengurus diabadikan bersama petugas PPKBD yang mendapat bingkisan pada kegiatan Pencangan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tahun 2013, Rabu (27/11).

Kotapinang-andalas Ketua DPRD Labuhan Batu Selatan (Labusel) Fery Andhika Dalimunthe menilai, adanya dugaan Bupati Labusel 'meyerahkan' proyek senilai Rp25 miliar kepada salah satu rekanan sebagai kompensasi pinjaman uang Rp10 miliar berpotensi untuk mengurangi kualitas proyek pembangunan di daerah itu. “Jika benar begitu (bupati serahkan proyek- Red), dikhawatirkan nantinya pelaksanaan pembangunan oleh si pemborong tidak maksimal,” kata Fery Andhika kepada wartawan, Rabu (27/11). Dijelaskannya, jika proyek dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan, maka masyarakat yang akan menanggung akibatnya karena tidak dapat menikmati hasil pembangunan yang semestinya dan negera juga dirugikan. “Diharapkan, pada proses pelaksanaan proyek pembangunan dengan dana P-APBD 2013 ini, kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat ikut mengawasinya. Jika ada yang tidak sesuai bestek, segera laporkan ke DPRD atau pihak penegak hukum,” imbaunya. Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Pendiri Ikatan Pe-

muda Otonom Labusel Rizal Sembiring mengimbau seluruh asosiasi dan lapisan masyarakat agar melakukan pengawasan tentang adanya monopoli proyek yang disebut-sebut dilakukan rekanan inisial A. Rekanan tersebut diduga menguasai proyek-proyek yang bersumber dari dana P-APBD tahun 2013 Kabupaten Labusel. "Kepada seluruh lapisan masyarakat, saya berharap agar turut serta mengawasi rekanan inisial A yang menguasai proyek P-APBD tahun 2013 di Labusel ini," harapnya. Dikatakannya, monopoli proyek ini merupakan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Karenanya, dia mengingatkan rekanan inisial A jangan coba-coba melakukan hal yang tidak benar di Labusel seperti mengatur aparatur Negara dan melakukan intervensi kepada SKPD. Rizal mengharapkan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung melakukan klarifikasi terkait adanya dugaan penyerahan proyek Rp 25 miliar kepada rekanan berinisial A itu. “Masyarakat ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di Labusel, karena ini menyangkut nama baik bupati sendiri," pungkasnya. (JW)

Marker Habis Sebelum Dibagikan

Korban Erupsi Gunung Sinabung Berang STM Hilir-andalas Aneh, bidan desa Talapeta Nimpan Tarigan mengaku masker dan obat-obatan untuk penderita gangguan pernapasan akibat erupsi Gunung Sinabung sudah habis sebelum dibagikan. Hal ini membuat warga dan Pemerintah Desa Talapeta berang. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Siti Hartati Surjantini mengimbau masyarakat agar menggunakan masker, pakaian pelindung dan kaca mata bila ingin keluar rumah untuk menghindari dampak abu vulkanik yang bisa menimbulkan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan iritasi mata. Sebagian wilayah yang terkena dampak semburan abu vulkanik itu sudah melakukan langkah pencegahan yakni dengan pemberian obat-obatan dan masker secara gratis bagi warga. Tapi lain halnya yang terjadi di Desa Talapeta Kecamatan STM Hilir. Salah satu daerah yang terkena dampak erupsi Gunung Sunabung tersebut sampai saat ini warga belum mendapat masker. Anehnya, ketika ditanya ke bidan desa setempat Nimpan Tarigan selaku perwakilan Dinas Kesehatan mengaku kalau masker dan obat tersebut

sudah habis. Hal ini membuat sebagian warga berang. “Kami melihat adanya surat edaran dari pemerintah desa bahwa bagi warga yang membutuhkan agar mengambil masker dan berobat gratis ke bidan desa jika terkena penyakit pernapasan akibat erupsi Sinabung. Tapi saat kami tanyakan ke bidan desa, dia mengaku obat dan masker telah habis, tapi kalau yang bayar masih ada. Ini yang membuat kami jadi bingung,” aku warga Talapeta. Sementara itu, Kepala Dusun I Talapeta Junaidi Kaban mengaku, pihaknya sudah membuat surat edaran tentang pembagian masker gratis bagi setiap warga. Namun dia juga kecewa kalau bidan desa mengaku masker tidak ada lagi. Sedangkan Kepala Desa Talapeta Bukti Barus yang dikonfirmasi mengaku terkejut, seakan tidak percaya keluhan warga itu. Karena menurutnya tidak mungkin masker itu habis kerena warga belum banyak menngambil. “Kita memberikan masker itu kepada warga secara gratis dan sebagai perwakilan Dinas Kesehatan itulah bidan desa di sini. Jadi tidak mungkin sudah habis. Ini pasti ada yang tidak beres,” ujar Bukti Barus. (JL)

Epaper andalas edisi kamis 28 november 2013  
Epaper andalas edisi kamis 28 november 2013  

harian andalas lugas dan cerdas

Advertisement