Page 11

Kamis

KOMUNITAS

28 November 2013

harian andalas | Hal.

11

LSM Bakindo Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS kepada Pelajar

andalas/hamdani

WISUDAWISUDA-Rektor USU Prof Syahril Pasaribu (kiri) saat mewisuda salah seorang lulusan USU, di Auditorium USU, Rabu (27/11).

USU Lepas 2.058 Lulusan Medan-andalas Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Syahril Pasaribu, Rabu dan Kamis (27-28 November) mewisuda dan melepas 2.058 lulusan USU, di auditorium kampus USU, Padang Bulan Medan. Lulusan yang diwisuda terdiri dari 406 orang lulusan Program Pascasarjana, 15 orang Program Magister dan Pendidikan Dokter Spesialis, 12 orang Program Pendidikan Spesialis, 24 orang Program Dokter Jenjang Magister, 51 Orang Pendidikan Profesi, 1.340 orang Program Sarjana dan 210 orang Program Diploma. “Dengan demikian jumlah lulusan USU sampai sekarang tercatat 145.556 orang,” kata rektor dalam pidatonya. Rektor menilai, lulusan USU yang dilepas telah memiliki kompetensi, skil dan keahlian di bidang masing-masing. "Bermodalkan itu diharapkan kompetensi para lulusan dapat sinkron dengan tujuan pendidikan tinggi," kata rektor. Rektor juga meminta, dengan berbekal teori dan praktek yang telah di-

lakukan, akan berdampak bagi sikap diri para lulusan untuk menjadi lebih gigih menghadapi kompetisi yang sangat selektif. Menurut rektor, ada empat hal yang perlu disimak bila mereview tujuan pendidikan tinggi berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012. Pertama, pendidikan tinggi menjadi satu wadah bagi berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Kedua, pendidikan tinggi merupakan satu jenjang pendidikan dimana dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang

ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa. "Dan sebagai jenjang bagi dihasilkannya ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Hal ini juga merupakan tujuan yang ketiga," paparnya. Sedangkan tujuan yang keempat, kata rektor, pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan pelaksana, bagi terwujudnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. “Keempat tujuan mulia tersebut merupakan pedoman umum yang menjadi dasar bagi penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi. Ini diyakini akan dapat mengantarkan proses pendidikan di perguruan tinggi menjadi sinkron dengan esensi pendidikan itu sendiri,” tuturnya. (HAM)

Medan-andalas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Anti Korupsi Indonesia (Bakindo) Sumut mengadakan penyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS. Penyuluhan ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Medan, Jalan Peraturan Medan, Selasa (26/11). Acara sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dini tentang bahaya prilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba, yang notabene sumber HIV/AIDS, kepada pelajar dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah. Acara tersebut diikuti sebayak 200 orang dan seluruhnya merupakan siswa kelas 9 MTsN 2 Medan. “Penyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS ini merupakan program Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Tujuanya untuk memberi pemahaman kepada pelajar tentang bahaya prilaku seks bebas dan penggunaan narkoba yang merupakan sumber HIV/AIDS,” kata Ketua LSM Bajindo Sumut Drs Enrico Rambe didampingi Ketua Panitia M Ali Budi. Enrico Rambe mengungkapkan, selain menyoroti masalah korupsi, pihaknya juga intens memperhatikan perilaku kenakalan anak yang dapat merusak mental dan masa depan mereka. Seperti fenomena seks bebas dan penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah terbesar yang dihadapi anak-anak usia pelajar saat ini. “Jadi kepada anak usia 12 tahun sangat perlu diberikan pemahaman atas bahaya seks bebas dan penggunaan narkoba yang dapat menimbulkan penyakit HIV/AIDS dan pe-

andalas/robenson

FOTO BERSAMABERSAMA-Ketua LSM Bakindo Drs Enrico Rambe (kedua dari kanan) foto bersama dengan para narasumber usai memberikan peyuluhan kesehatan tentang bahaya HIV/AIDS di MTs Negeri 2 Medan, Jalan Peraturan Medan, Selasa (26/11). nyakit lainya. Kepada para peserta yang mengikuti penyuluhan ini juga kita berikan sertifikat,” jelas Enrico. Ali Budi menambahkan, dalam penyuluhan tersebut pihaknya menghadirkan tiga narasumber yakni dua orang dokter yang memahami tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, dr Roslita dan dr Yetty S Pohan, serta seorang guru agama Saiful Adrian SPd. Acara penyuluhan tersebut berlangsung menarik dan penuh antusias dengan pembahasan perbedaan antara HIV dan AIDS, asal mula adanya HIV/AIDS, penyebaran HIV/

AIDS di Indonesia maupun di Sumut, penyebab dan pencegahannya. Para siswa yang menjadi peserta tampak antusias, bahkan acara ini dijadikan peluang untuk bertanya guna memperoleh ilmu pengetahuan yang belum dijelaskan secara rinci di kelas, seperti bahaya HIV/AIDS. “Harapan saya, siswa dapat mengikuti penyuluhan ini sebaikbaiknya, dan memanfaatnya dalam kehidupannya sehari-hari dengan memilih lingkungan dan pergaulan yang sehat,” ungkap Nurhidayati Spd, salah satu guru MTs Negeri 2 Medan. (BEN)

Umar Zein Terbitkan Buku Saku ‘Anamnesis’ Medan-andalas Untuk membantu dokter dalam meningkatkan profesionalisme dalam mendiagnosa penyakit, Dr dr Umar Zein SpPD KPTI telah menerbitkan Buku Saku berjudul “Anamnesis”. Buku saku bersampul biru ini diharapkan dapat membantu dokter dalam menggali dan menuliskan dengan jelas riwayat medis serta menganalisis keluhan-keluhan yang disampaikan pasien untuk mengenali suatu pola yang mengarah pada suatu diagnostic penyakit tertentu. Umar mengatakan, buku yang pembuatannya memakan waktu hingga setahun ini akan dibedah oleh Penasehat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut Prof Habibah Hanum Nasution pada 7 Desember 2013 mendatang. “Buku saku ini akan dibedah di Perpustakaan Daerah Sumut,” ujar Dosen Tetap Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia ini, Rabu (27/11) di Medan. Buku ke-18 yang selesai dibuat pada September 2013 ini, sambungnya, diharapkan mampu membantu para dokter muda dan dokter umum untuk mewawancarai pasien dan keluarga mengarah kepada hasil diagnosa yang lebih fokus. Karena menurutnya, keberhasi-

Umar Zein lan pengobatan bisa sampai 70 % jika anamnesis tepat. Anamnesis, sebutnya, adalah pengambilan data oleh seorang dokter dengan cara melakukan serangkaian wawancara dengan pasien atau keluarga pasien atau dalam keadaan tertentu dengan penolong pasien. Berbeda dengan wawancara biasa, anamnesis dilakukan dengan cara yang khas. Karena di sini dibutuhkan pengetahuan dokter tentang penyakit. Dalam menganamnesis seorang pasien paling tidak memakan waktu 15 menit. “Anamnesis ini tidak bisa digantikan dengan alat secanggih apapun. Walaupun kesannya sederhana tapi san-

gat penting,” tutur dokter spesialis penyakit tropis dan infeksi ini. Pada tahap anamnesis, dokter akan mengeksplorasi data dari pasien atau keluarganya dengan menggunakan bahasa pasien. Jadi pasien tidak perlu segan untuk menyampaikan informasi dengan bahasa dan ekspresi pasien. Rasa nyeri, misalnya, mungkin akan diekspresikan sebagai nyeri yang sangat, hilang timbul atau ekspresi khas pasien sesuai dengan latar belakang, pengalaman pribadi maupun lingkungan masyarakatnya. Berdasarkan anamnesis yang baik, dokter akan menentukan beberapa hal mengenai penyakit atau kondisi yang paling mungkin mendasari keluhan pasien, penyakit atau kondisi lain yang menjadi kemungkinan lain penyebab munculnya keluhan pasien. Buku setebal 149 halaman ini ditulis ini, diharapkan bisa menambah khazanah dunia kesehatan di tanah air. Dokter muda Rina, 21, menyambut baik buku saku yang diterbitkan Umar Zein ini. Karena selama ini, dirinya cukup sulit untuk fokus dalam mendiagnosa penyakit. “Saya belum mempunyai buku saku anamnesis. Jika sudah ada, saya tertarik untuk membeli,” katanya. (YN)

hs poetra/andalas

BANTUAN KURSI RODA- Plt Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi bersama Penasehat Panitia Natal PWI RE Nainggolan, Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahri, Ketua Umum Panitia Natal PWI Anton Panggabean SE MSi dan Ketua YSKI Dr Anita foto bersama usai menyerahkan kursi roda bagi warga yang membutuhkan di Kantor PWI Sumut Jl Adinegoro Medan, Rabu (27/11).

Pengobatan Gratis Natal PWI Sumut Layani 5.076 Warga Medan-andalas Sebanyak 5.076 pelayanan terlaksana pada kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang digelar Panitia Perayaan Natal "News for Chritmas" Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut 2013 bekerjasama Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dan Pemko Medan, di Gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro Medan, Rabu (27/11). Sebanyak 5.076 orang yang dilayani terdiri dari masyarakat Kota Medan, Sunggal, Binjai bahkan dari Barus, Sosor Gadong dan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Aksi mogok nasional dokter pada

hari yang bersamaan, tidak mempengaruhi jalannya pengobatan. Sekitar 20 tenaga dokter memberikan pelayanan yang dikoordinir drg Annita bersama dr Horas Rajagukguk. Alhasil, masyarakat mendapatkan pelayanan gratis berupa pengobatan umum 890 pelayanan, pemeriksaan kadar gula darah 330 pelayanan, pemeriksaan asam urat 218 pelayanan, pap smear (deteksi kanker leher rahim) 105 pelayanan. Kemudian pemeriksaan golongan darah 122 pelayanan, bibir sumbing (pendataan) 2 pelayanan, pengukuran kaki/tangan palsu (pendataan) 4 pelayanan, donor darah 15 pelayanan, kacamata baca 1.000 pelayanan, pem-

berian obat/apotik 950 pelayanan, pemberian tongkat bagi tuna netra 2 pelayanan, alat bantu dengar 22 pelayanan, kursi roda 3 dari 16 pelayanan, katarak 10 pelayanan dan makan siang pasien 1.400 pelayanan. Plt Walikota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi didampingi Asisten Pemerintahan Kota Medan Drs H Musaddad MSi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan Hanna Lore Simanjuntak hadir pada acara itu. Hadir juga Pembina YSKI DR RE Nainggolan, Penasehat YSKI Pdt Bambang R Jonan, Ketua YSKI Drg Annita, Ketua PWI Sumut Drs M Syahrir dan lainnya. (WAN)

Bank Sumut Bantu Pengungsi Sinabung Medan-andalas Bank Sumut kembali menyalurkan bantuan untuk para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Sinabung senilai Rp 163 juta, masing-masing Rp 85 juta dari dana CSR dan Rp 78 juta merupakan bantuan Dompet Peduli Karyawan Bank Sumut. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Pemasaran Ester Junita Ginting secara simbolis kepada Bupati Tanah Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, disaksikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho, ST, M.Si, di penampungan pengungsi Sentrum GBKP Kabanjahe, Senin (25/11) pagi. Penyerahan bantuan ini serangkaian dengan acara Pemprovsu dalam rangka Peringatan Hari Guru Bersama Pengungsi Gunung Sinabung.

Hadir pada acara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumut Asren Nasution, Kadis Pendidikan Sumut M Zein, Kadis Sosial Sumut Alexius Purba, Kadis PU Bina Marga Sumut Effendi Pohan, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Tetty Erlina Lubis, dan Kadis Kominfo Sumut Jumsadi Damanik. Gubsu Gatot Pudjo Nugroho di hadapan para pengungsi Gunung Sinabung mengatakan, Bank Sumut sebagai bank milik rakyat Sumut telah menyisihkan sebagian dari laba usahanya untuk kegiatan tanggung jawab sosial melalui program CSR. Karena itu, Gubsu mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Karo sebagai salah satu pemegang saham di Bank Sumut dapat memanfaatkan dana CSR tersebut untuk kepen-

andalas/ist

MENY AP AMENYAP APAA-Gubsu H Gatot Pujo Nugroho bersama Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dan Direktur Pemasaran Bank Sumut Ester Junita Ginting menyapa anak-anak pengungsi korban Erupsi Gunung Sinabung, di Sentrum GBKP, Senin (25/11) pagi. tingan masyarakat setempat se- untuk korban bencana erupsi GuBantuan dana CSR untuk korsuai kebutuhan daerah, termasuk nung Sinabung. ban bencana nantinya diserahkan

dalam bentuk uang tunai ke rekening Panitia Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung sebesar Rp 85 juta dengan harapan nantinya dapat dipergunakan oleh pihak Posko Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung sesuai dengan kebutuhan mendasar para pengungsi. Sedangkan bantuan dari Dompet Peduli Karyawan Bank Sumut untuk korban bencana Gunung Sinabung berupa barang-barang kebutuhan pokok dengan total bantuan sebesar Rp 78 juta merupakan bantuan yang kedua kalinya diberikan. Sebelumnya pada tanggal 26 September 2013, Karyawan Bank Sumut menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan senilai Rp 50 juta untuk para pengungsi korban erupsi Gunung

Sinabung dalam bentuk barang kebutuhan pokok antara lain beras, minyak goreng, sarden kaleng, gula dan air minum mineral. “Bersamaan dengan penyaluran dana CSR, Dompet Peduli Karyawan Bank Sumut juga kembali disalurkan senilai Rp 78 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian para Karyawan Bank Sumut yang merasa bersimpati dan ingin berbagi rasa dengan nasib yang diderita para pengungsi,” jelas Ester Junita Ginting didampingi Pls. Corsec Paro Iman Ritonga, Pemimpin Divisi Pengawasan Samuel Surbakti, Pemimpin Bank Sumut Cabang Kabanjahe Sufrizal dan Pemimpin Sekretariat Direksi Bank Sumut Kalimonang Siregar selaku Panitia Dompet Peduli Karyawan Bank. (FEL/REL)

Epaper andalas edisi kamis 28 november 2013  

harian andalas lugas dan cerdas

Advertisement