Issuu on Google+

andalas HARIAN

L U G A S

D A N

C E R D A S

Rabu, 1 Februari 2012 | No: 2095/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

MUI Ragukan Kehalalan Ayam Potong di Medan Medan-andalas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengingatkan masyarakat khususnya umat Islam, supaya berhatihati membeli ayam potong untuk dikonsumsi. Ini mengingat hasil temuan Lembaga Penelitian Pengawasan

Obat dan Makanan (LPPOM) MUI Medan di lapangan, banyak tempat penyembelihan hewan di Kota Medan tidak mengacu kepada tata cara (syariat) Islam. “Tim LPPOM MUI Medan menemukan, banyak tempat penyembelihan

hewan terutama ayam potong di pasarpasar tradisional di Medan tidak sesuai dengan syariat Islam. Ayam yang masih menggelepar-gelepar sudah dimasukkan ke air panas. Ayam seperti ini tidak halal dikonsumsi, karena melenceng dari tata cara penyembelihan

yang benar menurut syariat Islam,” ungkap Direktur LPPOM MUI Medan Dr Hasanuddin MS kepada wartawan di Kantor MUI Jalan Amaliun/Jalan Nusantara Medan, Selasa (31/1). Turut hadir dalam pertemuan itu, antara lain Wakil Ketua MUI Medan/

Wakil Direktur LPPOM MUI Drs H Amin Husin Nasution MA, Wakil Sekretaris Drs Zulkarnain Sitanggang, Hj Erlina Sari Sinaga, Staf LPPOM MUI Retni Kustah M SSi, dan pengurus MUI Medan lainnya. Lebih lanjut Hasanuddin menye-

butkan, mayoritas tempat penyembelihan hewan yang ada di pasar-pasar tradisional di Kota Medan juga tidak memiliki sertifikat halal. Pengusaha ayam potong beranggapan, tak perlu

Bersambung ke Hal. 15

Dua Jenderal dan Ketua DPRDSU Hadapi Pendemo Medan-andalas Ini termasuk kejadian langka. Para pimpinan Muspida Sumut, termasuk di antaranya dua jenderal kompak menerima kehadiran massa pengunjuk rasa di gedung dewan, Selasa (31/1). Para pimpinan Muspida tersebut yakni Ketua DPRDSU H Saleh Bangun, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, plus Sekdaprovsu H Nurdin Lubis. Kebersamaan para pejabat teras Sumut dalam menerima aksi demo tersebut, bisa disebut merupakan pertama kali terjadi dalam sejarah pemerintahan di Provinsi Sumatera Utara. Dan yang beruntung diterima Mus-

Bersambung ke Hal. 15

andalas/hs poetra

BUBARKAN DEMO–Puluhan massa yang melakukan aksi demo terkait kasus pembunuhan A Wie dan Dora di depan gedung Pengadilan Negeri Medan, Selasa (31/1), dibubarkan polisi karena tidak mempunyai izin.

“Bubar Kalian, Kutangkap Nanti Kalian Semua!” POLISI membubarkan massa yang berunjuk rasa di depan gedung Pengadilan Negeri Medan, saat berlangsungnya sidang dengan agenda vonis terhadap Sun An alias Anlang dan Ang Ho, dua terdakwa pembunuh pasangan suami istri, Kho Wie To alias A Wie dan Dora Halim, Selasa (31/1) siang. Puluhan massa yang tergabung dalam Pusat Kajian dan Pengawasan Peradilan tersebut, sebelumnya sempat menggelar

orasi yang antara lain menuntut majelis hakim PN Medan mengadili kedua terdakwa pembunuh anak-menantu pengusaha ikan di Gabion, Belawan itu secara adil dan objektif. Massa juga meminta majelis hakim agar memutuskan perkara itu secara independen dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak manapun.

Bersambung ke Hal. 15

Pembunuh A Wie-Dora Dihukum Seumur Hidup Medan-andalas Dua terdakwa perkara pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Kho Wie To alias A Wie dan Dora Halim, anak-menantu pengusaha ikan di Gabion, Belawan, masing-masing divonis hukuman penjara seumur hidup, Selasa (31/1). Kedua

terdakwa yakni Sun An alias Anlang (50) dan Ang Ho (33) disidang dalam berkas terpisah di Pengadilan Negeri Medan. Terdakwa Sun An dengan majelis hakim diketuai Wahidin, sedang Ang Ho dengan majelis hakim diketuai ET Pasaribu. Kedua terdakwa yang tinggal di daerah Jakarta itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakin-

kan bersalah melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Keduanya terbukti turut serta dalam pembunuhan berencana secara sadis dan keji terhadap kedua korban menggunakan senjata api bersama pelaku lainnya yang belum tertangkap (DPO) pada 29 Maret

Bersambung ke Hal. 15

andalas/hs poetra

SEUMUR HIDUP–Sun An Lang dan Ang Ho, terdakwa pembunuh A Wie dam Dora, Selasa (31/1), saat menghadiri sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Negeri Medan.

Ratusan Warga Langkat Duduki Lahan PTPN 2 Langkat-andalas Ratusan warga Desa Gohor Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menduduki lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2, dengan menanami pisang dan ubi kayu. "Kita lakukan penanaman pohon di lahan yang disengketakan antara warga dengan pihak PTPN 2," kata salah seorang warga Amington Pakpahan, di Wampu, Selasa (31/1). Dengan menduduki lahan tersebut, warga berharap agar pemerintah dan petugas kepolisian segera bertindak tegas dan menghentikan pihak PTPN 2 untuk kembali menanami lahan tersebut. Selain itu, warga juga berharap lahan seluas 500 hektare lebih tersebut, segera dikembalikan kepada rakyat, sebagai pemilik sah lahan yang merupakan tanah ulayat. Amington menjelaskan bahwa

Bersambung ke Hal. 15

andalas/ujung

KOMPAK–Ketua DPRDSU H Saleh Bangun, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, kompak menerima kehadiran pengunjuk rasa di gedung dewan, Selasa (31/1).

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono saat akan memimpin rapat tertutup dengan DPP dan DPD Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Selasa (31/1).

Isu Soal Calon Pengganti Dirinya

Anas: Saya Dengar Malah 14, Bukan 4 Jakarta-andalas Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum membantah isu yang beredar soal empat nama calon penggantinya sebagai ketua umum partai. Dengan nada bercanda, ia mengaku mendengar isu yang

berseliweran bahwa calon pengganti dirinya ada 14 orang. Bukan empat orang seperti yang selama ini diberitakan. "Saya dengar malah 14, bukan 4," ucapnya menjawab isu empat

Bersambung ke Hal. 15

Kurs Rupiah, Selasa, 31 Januari 2012 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9622 1433 11914 14224 1166

Kapoldasu Diminta Tindaklanjuti Temuan Penyimpangan

Beli 9522 1418 11791 14079 1154

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 118.52 2970 7213 9045

Beli 117.31 2936 7138 8955

ANEH tapi NYATA

Dibantu Dukun, Napi Wanita Buang Nyaris Kabur dari Lapas Sampah Rosmawati (40), narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Tanjung Gusta nyaris kabur dari Lapas tersebut, Selasa (31/1).

NAMUN, aksi wanita yang telah mendekam selama 5 bulan dan divonis 7,5 tahun penjara karena kasus narkoba (sabu) itu berhasil tercium petugas. Rosmawati

TERTUNDUK–Rosmawati, warga binaan Lapas Wanita Kelas II A Tanjung Gusta Medan hanya bisa tertunduk saat diamankan kembali oleh petugas dari upayanya kabur dari lapas.

diamankan petugas tidak jauh dari pintu depan Lapas. Untuk mengecohkan petugas jaga, warga Jalan Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara itu sengaja tidak mengenakan baju khusus napi. Alhasil, petugas pun menganggapnya sebagai tamu. Kepala Lapas Wanita Kelas II A Tanjung Gusta Rafni Trikoriaty Irianta kepada wartawan membenarkan adanya upaya kabur yang dilakukan seorang tahanan Lapas yang dipimpinnya. “Dia (napi Rosmawati, red) sudah sempat keluar, tetapi berhasil ditangkap petugas jaga. Petugas seperti terkena hipnotisnya sehingga dia gampang keluar,” terang Rafni. Bersambung ke Hal. 15

Berhadiah Dicium Cewek Cantik KARENA sangat pedulinya terhadap lingkungan, seorang gadis remaja melakukan kampanye sadar lingkungan dengan cara yang unik. Li Xiaohe nama dara berparas cantik tersebut, rela memberikan hadiah berupa ciuman kepada siapapun yang memungut sampah tercecer dan membuangnya ke tempat sampah. Menurut Harian Rakyat Cina yang

menceritakan kisah Li, mahasiswi sebuah universitas di Chengdu tersebut melakukan kampanye bertepatan dengan hari lingkungan hidup 8 Juni lalu. Li hanya ingin dirinya memberikan sumbangsih pada penyadaran kepedulian masyarakat pada lingkungan hidup. Menurut Li apa yang dilakukannya akan lebih berarti Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Rabu 1 Februari 2012

harian andalas | Hal. andalas/hs poetra

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Windari KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan, Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Irwan Ginting, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu, Maguslim FOTOGRAPHER Rony Muharrman, Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Ternyata, TTak ak Mudah Lengserkan Anas Isu disiapkannya empat nama pengganti Anas Urbaningrum oleh Dewan Pembina Partai Demokrat, kembali dibantah para petinggi partai itu. Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika menjelaskan, AD/ART partai sudah jelas mengatur mengenai tugas, kewajiban dan kewenangan anggota. Termasuk siapa sebenarya produk kongres dan siapa produk pasca-kongres. Termasuk, siapa juga yang punya hak suara dan siapa yang hanya punya hak bicara. Yang pasti, lanjut Pasek, sesuai AD/ ART tidak ada satu pasal pun memberikan kewenangan dewan pembina untuk mengganti ketua umum. ''Apalagi, ingin mengganti ketua umum seperti mau mengganti kepala sekolah atau direktur perusahaan saja. Dicopot lalu ditunjuk penggantinya begitu saja ? Lalu, suarasuara DPD dan DPC hanya jadi aksesoris saja?'' katanya, Selasa (31/1). Di permukaan saat ini, sepertinya posisi Anas memang sudah di ujung tanduk dan segera akan diganti. Namun, ternyata melengserkan mantan Ketua Umum PB HMI, tidaklah semudah dibayangkan pihak-pihak yang sangat getol melengserkannya itu. Apalagi, seperti banyak disebut belakangan ini, di internal KPK sendiri terjadi perpecahan. Ada yang melakukan penentangan sangat keras terhadap rencana penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet. Kandati, isu perpecahan itu kemudian dibantah KPK. Namun, yang pasti sejauh ini, kita belum melihat adanya keputusan akhir KPK untuk menetapkan Anas sebagai tersangka. Terdapat kesan, KPK pun sepertinya masih berpikir dua kali untuk menetapkannya menjadi tersangka. Nah, dalam konteks ini, Anas sendiri kelihatannya terlihat tetap percaya diri dan menegaskan, tidak ada rencana pergantian dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. "Ketua Umum Demokrat hanya satu. Anas Urbaningrum," tegasnya menanggapi rumor pelengseran dirinya. Dalam hal inilah, agaknya sejumlah elite politik di internal Demokrat, kurang jeli dan terlalu terburu-buru melontarkan wacana pergantian Anas Urbaningrum, padahal yang bersangkutan sejauh ini belum pernah dinyatakan bersalah oleh keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Para elite Demokrat, seolah melupakan fakta, bahwa di kalangan grass-root partai itu, sosok Anas Urbaningrum masih sangat kuat dan banyak memperoleh dukungan. Belum lagi dukungan dari HMI dan berbagai kalangan lainnya, yang selama ini menjadi pengagum politisi muda nan cemerlang ini. Sejauh ini, kita memang belum bisa memastikan, bagaimana babak akhir perjalanan sejarah karier politik Anas Urbaningrum. Namun, yang pasti, dia bukanlah politisi 'anak kemarin sore'. Posisi Anas saat ini memang dikesankan tengah terjepit dan sudah sangat sukar untuk menyelamatkan diri. Tapi, sebagai seorang politisi handal, dipastikan dia tidak tinggal diam dalam menghadapi serangan lawan-lawan politiknya itu. Dan, terbukti pula hingga kini Anas masih kokoh bertahan, para lawan politiknya pun sudah semakin gerah, karena ternyata tidak mudah untuk melengserkan seorang Anas Urbaningrum.(**)

MASUK PPARIT ARIT Sebuah mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Jhon Pieter Nainggolanmasuk parit di Kawasan Ruko Griya Riatur, Jalan T Amir Hamzah, Selasa (31/1) malam, setelah menabrak sepeda motor Suzuki Satria BK 4380 AAP yang dikendarai Darius Malau (26).

2

Tabrak Satria, Avanza Masuk Parit Medan–andalas Satu unit mobil Toyota Avanza BK 1105 QF berwarna silver masuk ke dalam parit sedalam 1, 5 meter di Jalan T Amir Hamzah Medan Selasa (31/1) malam. Mobil yang dikemudikan Jhon Pieter Nainggolan (33) itu sebelumnya menabrak sepeda motor Suzuki Satria BK 4380 AAP yang dikendarai Darius Malau (26). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu, seketika menjadi tontonan masyarakat yang sedang melintas di tempat kejadian yang tak jauh dari gerbang Perum Griya Riatur Indah. Saksi mata mengaku, kejadian tersebut bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Jhon Pieter Nainggolan mengambil jalur kanan dan menabrak sepeda motor satria yang datang dari arah berlawanan. “ Kami menduga pengemudi kurang mampu mengendalikan mobilnya karena dia baru belajar,” ujar Aiptu Samsul Bahri, Kanit Lantas Helvetia di lokasi kejadian. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Darius Malau yang berprofesi sebagai guru swasta itu hanya mengalami luka ringan. Sementara sang pengemudi, Pieter tak mengalami luka berarti. Hanya saja mobil pinjaman milik produsen sebuah perusahaan elektronik itu mengalami kerusakan cukup berarti. Korban sendiri langsung dibawa pelaku ke RS Sari Mutiara untuk mendapat perawatan. (DED)

Nyaris Tak Ada Kontribusi Disbudpar Sukseskan Visit Medan Year 2012 Medan-andalas Hingga saat ini, nyaris tidak ada kontribusi yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Prawisata (Disbudpar) Kota Medan untuk menyukseskan program Visit Medan Year 2012. Sampai saat ini tidak ada ikon yang bisa dijual untuk menarik wisatawan datang ke kota ini. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Medan Drs H Amiruddin, Selasa (31/1) saat diminta tanggapan terkait pelaksanaan Visit Medan Year 2012. Menurut Amiruddin, pihak Disbupar Kota Medan tidak mampu menggali potensi-potensi wisata yang ada di kota ini. “Sebenarnya, banyak potensi wisata di Kota Medan yang bisa digali untuk menarik wisatawan. Sayangnya, potensi itu dibiarkan terbengkalai. Akibatnya, Kota Medan yang dicanangkan sebagai daerah kunjungan wisata tahun 2012 ini,

nyaris tidak memiliki ikon yang bisa dijual untuk menarik wisatwan,” kata Amiruddin. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, kalau dikelola dengan baik bangunan bersejarah yang ada di Kota Medan sebenarnya bisa menjadi salah satu objek wisata yang memiliki nilai budaya dan bernilai sejarah. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan oleh Disbudpar Kota Medan. “Disbudpar-lah yang se-

harusnya berperan untuk menggali seluruh potensi wisata itu. Kalau ketersediaan anggaran untuk itu saya kira cukup. Bagunan-bangunan bersejarah harusnya dilestarikan menjadi cagar budaya untuk menarik wisatawan,” ujarnya. M e n u r u t Amiruddin, ada banyak gedunggedung bersejarah di Kota Medan yang bisa dijadikan sebagai objek wisata, di antaranya Kantor Pos di jalan balai Kota, Masjid Raya, Istana Maimon, rumah Tjong Apie di Kesawan, situs kota China dan Danau Siombak di Medan Marelan, dan lainnya. “Kita prihatin melihat kebaradaan bangunan bersejarah di Kota Medan, karena cagar budaya atau peninggalan bangunan bersejarah di kota ini sudah

Muspida Plus Hadiri Paripurna, DPRD Tersanjung Medan-andalas DPRD Sumut mengapresiasi dan memberikan applaus dengan kehadiran Muspida Plus pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua Dewan H Saleh Bangun bersama Wakil Ketua Chaidir Ritonga, Kamaluddin Harahap, M Afan dan Sigit Pramono Asri, Selasa (31/1). Muspida Plus yang hadir dalam paripurna itu, Kapoldasu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro, Pangdam I/BB Lodewijk F Paulus, Ketua Pengadilan Tinggi Medan Dr Hj Marni Emmy Mustafa SH MH, dan Plt Gubsu diwakil Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM. Ketua Fraksi PPRN DPRD Sumut Hj Rahmianna Delima Pulungan SE, dan anggota Komisi A Rinawati Sianturi, mengapresiasi kehadiran Muspida Plus pada rapat paripurna tersebut. Selama ini, kata Rahmianna dan Rinawati, rapatrapat paripurna yang digelar DPRD Sumut, termasuk dalam pengesahan APBD, biasanya hanya diwakili para utusan dari Poldasu, Kodam I/BB dan Pengadilan Tinggi Medan. "Hari ini, sangat surprise dan membahagiakan bagi DPRD Sumut dengan kehadiran langsung Kapoldasu, Pangdam I/BB dan Ketua Pengadilan Tinggi," kata

andalas/ujung

BERSAMA KAPOLDAKAPOLDA-Ketua Fraksi PPRN Rahmianna Delima Pulungan dan anggota Komisi A Rinawati Sianturi, bersama Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. kedua anggota dewan yang terlihat kompak ini. Menurut Rahmianna dan Rinawati, kehadiran Kapoldasu, Pangdam I/BB dan Ketua Pengadilan Tinggi pada rapat paripurna itu, merupakan sebuah cerminan kekompakan dan telah terjalinnya kebersamaan di jajaran Muspida Plus di daerah ini. "Semoga kebersamaan ini dapat terus dipertahankan, demi mewujudkan dan mempertahankan suasana kondusif di daerah ini," kata Rahmianna dan Rinawati. Keduanya juga menilai, selama Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menjadi orang

nomor satu di jajaran Poldasu, suasana kondusif sangat terasa di daerah ini. "Terbukti, pada perayaan Natal, Tahun Baru dan Imlek barusan ini, berjalan dengan aman dan nyaman," kata mereka. Rinawati dan Rahmianna menambahkan, kekompakan dan terwujudnya kebersamaan antara Kapoldasu, Pangdam I/BB, Plt Gubsu, Ketua DPRD Sumut dan pimpinan yudikatif di Sumatera Utara, sangat menggembirakan sekaligus akan menjadi modal penting dalam mengatasi bersama berbagai permasalahan krusial yang terdapat di daerah ini.(UJ)

berubah dari aslinya. Bahkan ada yang sampai dirusak, dihancurkan atau dihilangkan untuk kepentingan lain. Hal ini terjadi karena Disbudpar Medan sendiri tidak mampu mengelolanya menjadi salah satu potensi wisata,” tandasnya. Selain tidak adanya ikon yang bisa dijual, lanjut Amiruddin, promosi tentang situs-situs budaya yang ada di Kota Medan sangat minim dilakukan oleh Disbudpar Kota Medan. “Seharusnya Disbudpar harus proaktif memaksimalkan penyampaian informasi tentang objek-objek wisata yang ada di kota Medan untuk menarik wisatawan,” tegasnya. Dalam promosi ini, tambah Amiruddin, Disbudpar bisa menjalin kerjasama dengan pihakpihak pelaku wisata, asosiasi perhotelan, dan pengusa travel di Kota Medan. Brosur berisikan jargon Visit Medan Year 2012 dan ikon yang dapat menarik wisatawan harusnya dibuat di hotel-hotel berbintang dan

pintu-pintu keluar masuk Kota Medan. “Disbudpar harusnya sudah mempromosikan promosi tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Kota Medan. Kalau orang tidak tahu apa yang menarik dilihat di kota ini, bagaimana Visit Medan Year 2012 bisa berjalan sukses,” katanya. Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Medan dari Fraksi Partai Demorat mengatakan, dalam melaksanakan program Visit Medan Year 2012, Dinas Kebudayaan dan Prawisata Kota Medan hanya mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial. Padahal, kegiatan seremonial itu tidak akan maksimal menarik wisatawan. “Kegiatan seremonial itu tidak dapat menarik minat wisatawan datang ke kota ini. Harusnya Disbubpar membenahi seluruh tempat-tempat wisata yang ada di kota ini agar wisatawan mau berkunjung,” tandasnya. (BEN)

Program KB Implan di Sumut Belum Capai Target Medan-andalas Keluarga Berencana (KB) Kontrasepsi Implan dan Modus Operasi Wanita (MOW) merupakan dua jenis program KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Namun, program KB Implan di Sumatera Utara Tahun 2011 belum mencapai target yang diharapkan, yakni 100 persen. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Dra Tjondorini, MKes saat menggelar pertemuan dengan wartawan, di aula BBKBN, Selasa (31/1). “Yang tidak mencapai target, khusus kontrasepsi yaitu KB Implan dengan capaian 98 persen. Tapi secara keseluruhan sudah mencapai 109 persen dari perkiraan permintaan masyarakat,” ujar Tjondrorini (biasa dipanggil Rini) didampingi Kabid Adpin Datang Sembiring, Ka SPK Sofyan Rangkuti, Kasi Adpin Anthony dan Sub Bag Umum dan Humas Dedy Iswandi. Namun, jelas Rini, Implan itu kurang dari 312 akseptor dan ini sudah tertutupi oleh program KB Modus Operasi Wanita (MOW) yang capaiannya sudah lebih dari 100 persen atau lebih dari 1000 akseptor. “Jadi kalau ditukar keduanya dari akseptor implan sudah tertutupi oleh MOW, jadi sudah bisa menutupi,” ujar Rini seraya menambahkan kalau ditukar dengan kontrasepsi PIL atau kondom, hasilnya lebih rendah. Menurut Rini, dari analisis sementara, kemungkinan capaian yang belum 100 persen itu di-

sebabkan akseptor Implan beralih ke MOW atau Modus Operasi Pria (MOP) yang capaiannya tinggi mencapai 130 persen. “Harapannya akseptor Implan beralih ke yang lebih bagus lagi yaitu MOW atau MOP,” ujarnya. Untuk itu, ke depannya dalam menjalankan program KB, bebernya, harus dibaca trend pengguna kontrasepsi di Sumut paling tidak 4 sampai 5 tahun trendnya akan terus dianalisis. “Hingga bisa ditentukan trendnya sehingga kita ubah proporsi masing-masing kontrasepsi sesuai trend di masyarakat,” ucapnya. Disinggung mengenai kontrasepsi yang trend saat ini, Rini menyebutkan yang favorit yaitu KB suntik dimana hampir 50 persennya masyarakat memakai program KB tersebut. “Mungkin bagi masyarakat ini praktis karena tidak susah seperti IUD, Implan yang ditusuk jadi agak susah karena harus membuka aurat,” imbuhnya. Tetapi bagaimanapun juga, kalau dibiarkan terus KB Suntik ini, ujar Rini, hal ini akan membebani pemerintah dalam penyediaan anggaran, karena suntik dilakukan 3 bulan sekali harus diulang. “Padahal biaya pemerintah hanya 30 persen dari jumlah akseptor yang ada,” katanya. Makanya, sebutnya lagi, seharusnya masyarakat didorong memakai MKJP yang angka keberlangsungannya juga lebih tinggi dan efek sampingnya tidak terlalu besar. “Ini tugas kita agar masyarakat memakai kontrasepsi yang cerdas, selain ekonomis juga membantu pemerintah dan untuk kesehatan sendiri,” ujarnya. (YN)


MEDAN KITA

Rabu 1 Februari 2012

harian andalas | Hal.

3

Dana Pembangunan Jalan 2012 Turun Rp70,9 Miliar Dinas PU Bina Marga Ngaku Tak Bisa Tingkatkan Kualitas Jalan Medan-andalas Dana pembangunan jalan tahun 2012 pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding alokasi tahun sebelumnya. Jika tahun 2011 alokasi belanja langsung pembangunan jalan mencapai Rp776.290.490.038, namun pada 2012 alokasinya turun menjadi Rp705.347.478.700, atau berkurang sebesar Rp70.943.011.338.

andalas/Ist

MENINJAUMENINJAU-Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat meninjau lahan lokasi pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kota Medan di Jalan Amal, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (31/1).

MTQ ke-45 Kota Medan Harus Lebih Baik Medan-andalas Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menekankan, pelaksanaan MTQ tingkat Kota Medan ke- 45 tahun tahun 2012 ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kepada instansi terkait juga diminta agar benarbenar melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. “Instansi terkait terutama Dinas Perumahan dan Pemukimam, Dinas Pertamanan, Dinas Kebersiahan, Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran, dan Dinas Bina Marga, saya minta agar benarbenar menjalankan (tupoksi) masing-masing. MTQ ke-45 ini harus lebih baik dari tahun lalu,” kata Dzulmi Eldin saat memimpin rapat awal persiapan pelaksanaan MTQ ke 45 tingkat Kota Medan di Balai Kota Medan, Selasa (31/1). Menurutnya, ada bebera-

pa hal yang harus dilakukan perubahan, antara lain mimbar tilawah, ruang tunggu peserta MTQ, desain tenda, keberadaan stand-stand kecamatan, hiasan lampu-lampu, tingkat keamanan, tingkat kebersihan, dan pengaturan lalu lintas. “Semua ini harus dibenahi sehingga ada perubahan ke arah yang lebih baik. Karena itu, semua instansi dan dinas yang terlibat harus benar-benar melaksanakan tupoksi masing-masing,” tegasnya. Setelah rapat selesai, Wakil Wali Kota Medan didampingi Sekda Kota Medan Syaiful Bahri, Kepala Dinas Bina Marga Gunawan, Kabag Humas Budi Hariono meninjau lokasi pelaksanaan MTQ ke-45 tingkat Kota Medan di Jalan Amal, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Lokasi tersebut merupa-

Anggaran Belanja Langsung Dinas PU Bina Marga Sumut Tahun 2012 Peningkatan/pembangunan jalan 126,70 km Rp323,824 miliar lebih. Penggantian/pembangunan jembatan 690 meter Rp74,450 miliar lebih. Pemeliharaan rutin jalan 2.203,41 km Rp143,427 miliar lebih. Pemeliharaan rutin jembatan 11.695,30 meter Rp8,3 miliar lebih. Pembangunan tembok penahan dan Box Culvert 12 unit Rp11 miliar. Pemeliharaan berkala jalan 23,30 km Rp46,5 miliar. Penanggulangan longsor dan bencana alam di tujuh lokasi Rp12,7 miliar. Pembebasan tanah untuk ruas jalan non tol Kuala Namu Rp20 miliar.

kan tanah kosong milik masyarakat setempat. Namun, lahan kosong berukuran 60x108 meter ditambah sudut belakang 20x20 meter itu masih perlu pembenahan, seperti meratakan tanah lokasi tersebut. Pada saat peninjauan lokasi itu, Dzulmi Eldin juga minta kepada Asisten Kesos Musaddad Nasution selaku pelasana kegiatan MTQ agar dapat menata keberadaan stand kecamatan, stand PKK, dan mimbar tilawah dengan baik. “Semua stand harus ditata sebaik mungkin,” ujarnya. Pelaksanaan MTQ Nasional ke-45 tingkat Kota Medan direncanakan berlangsung pada tanggal 7-14 Maret mendatang. Sedangkan untuk tingkat Provinsi direncanakan berlangsung pada April dan tingkat Nasional berlangsung pada Mei. (BEN)

Kepala Dinas PU Bina Marga Sumut, Marapinta Harahap melalui Kabid Pengaturan dan Evaluasi, Iswahyudi dalam jumpa pers di Aula Transparansi Dinas Kominfo Sumut di Medan, Selasa (31/1) menjelaskan, penurunan alokasi anggaran tersebut membuat perencanaan pembangunan jalan, terutama terkait kualitas dan umur jalan menjadi tidak bisa diperhitungkan atau ditetapkan. “Penurunan alokasi anggaran itu mengakibatkan ruas jalan yang seharusnya bisa ditingkatkan kualitasnya dengan cara dibangun baru, menjadi tidak bisa dilaksanakan,” ujarnya. Secara teknis, Iswahyudi juga menuturkan, sebuah ruas jalan yang baru selesai dibangun, akan memerlukan beberapa penanganan secara bertahap untuk beberapa tahun ke depan, yang tujuannya untuk menjaga kualitas ruas jalan tersebut tetap dalam kondisi mantap. Sebagai ilustrasi, jika sebuah ruas jalan baru selesai dibangun pada tahun pertama, maka untuk beberapa tahun ke depan, ruas jalan tersebut

harus mendapat penanganan berupa pemeliharaan rutin. Kemudian untuk beberapa tahun berikutnya, ruas jalan tersebut harus mendapat penanganan secara berkala dan setelah itu dilakukan pembangunan baru. “Penanganan teknis sebuah ruas jalan seperti itu, saat ini sulit untuk bisa diterapkan pada seluruh ruas jalan provinsi di Sumut ini. Salah satu kendalanya karena keterbatasan anggaran, juga karena harga material jalan, seperti aspal yang terus naik setiap tahunnya. Faktor lainnya juga karena tonase kendaraan yang melintas melebihi kemampuan jalan dengan spesifikasi M u a t a n S u m b u Tu n g g a l (MST) 8 Ton,” beber Iswahyudi. Kondisi dilematis pada sisi anggaran ditambah fluktuasi harga material jalan itu, tak ditampik Iswahyudi telah menyebabkan persentase ruas jalan berkondisi mantap (baik) hingga saat ini tidak lebih dari 40 persen (1.213,84 Km), dari total panjang 3.032,50 Km. Padahal, hingga akhir 2011, ruas jalan provinsi di Sumut telah bertambah sepanjang 280,09 Km dari sebelumnya sepanjang 2.752,41 Km. “Ironisnya, penambahan ruas jalan provinsi di Sumut itu tidak diikuti penambahan alokasi anggaran. Padahal, sebelumnya kita sangat berharap deviasi anggaran selama tiga tahun anggaran sebelumnya bisa diakumulasikan pada anggaran tahun berikutnya. Namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan,” urainya. Untuk dicatat, selama em-

pat tahun anggaran, yakni sejak 2009,2010,2011, dan 2012, alokasi anggaran pembangunan jalan provinsi di Sumut terus mengalami deviasi. Tahun 2009, deviasi mencapai 53,407 persen, dengan rincian usulan sebesar Rp846,603 miliar lebih, realisasi hanya Rp452,157 miliar lebih. Tahun 2010, deviasi mencapai 46,436 persen, dengan rincian usulan sebesar Rp976,595 miliar lebih, realisasi hanya Rp453,490 miliar lebih. Kemudian, tahun 2011 alokasi anggaran juga terdeviasi sebesar 73,114 persen, dengan rincian usulan sebesar Rp1.123,084 miliar lebih, realisasi hanya Rp821,136 miliar lebih, serta tahun 2012, tingkat deviasi mencapai 58,830 persen, dengan rincian usulan sebesar 1.291,547 miliar lebih, dan hanya direalisasikan sebesar Rp759,820 miliar lebih. Di kesempatan itu, Iswahyudi mengaku optimistis, walau kondisi anggaran terus mengalami deviasi setiap tahunnya, namun pihaknya berkeyakinan bisa mencapai target kondisi jalan mantap mencapai 84 persen pada 2015. Optimisme itu, menurut Iswahyudi antara lain ditunjang beberapa progres atau pola penanganan pembangunan jalan yang diyakini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Salah satu progres pembangunan jalan yang lebih itu, diterapkan melalui sistem tender elektronik (electonic procurement) yang diberlakukan awal Februari 2012 dengan persentase di atas 40 persen dari total pagu anggaran belanja langsung,” katanya. (WAN)

BKM: Ruislagh Masjid Raudhatul Islam Disetujui Kemenag RI Medan-andalas Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raudhatul Islam, Muhammad Misbah Parinduri mengatakan, proses ruislagh (tukar guling) tanah wakaf dan Masjid Raudhatul Islam yang berlokasi di Jalan Putri Hijau/H Adam Malik Gang Peringatan, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, telah sesuai dengan prosedur dari Kementerian Agama RI dan Badan Wakaf Indonesia. “Wacana pemindahan Masjid Raudhatul Islam pada awalnya telah dilakukan Nazir Wakaf yaitu H Sanusi Parinduri, dan disetujui salah satu pewakif Masjid Raudhatul Islam yaitu H Arif dan Mhd Ishak Parinduri selaku Anggota Nazir Wakaf,” jelas Mauhammad Misbah Parinduri didampingi Ketua Pengurus Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Raudhatul Islam Rasyidin Said Koto, kepada wartawan, Selasa (31/ 1) terkait permasalahan Masjid Raudhatul Islam. Selanjutnya, tambah Misbah Parinduri, permohonan ruislagh tersebut dilanjutkan ke Kementerian Agama Kota

Medan. Setelah mendapat rekomendasi dari wali kota prosedur ruislagh dilanjutkan ke MUI Kota Medan, sebelum MUI Kota Medan membuat fatwa diutuslah anggota MUI Kota Medan untuk meninjau lokasi masjid tersebut. Setelah MUI mengeluarkan fatwa untuk layak diruislagh prosedur dilanjutkan ke Kementerian Agama Sumatera Utara. Kemudian, Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berpusat di Jakarta meninjau langsung ke Masjid Raudhatul Islam yang akan diruislag sebelum Badan Wakaf Indonesia membuat surat rekomendasi ke Kementerian Agama Pusat. “Setelah menunggu hampir 2 tahun turunlah SK ruislagh dari Menteri Agama Republik Indonesia,” papar Misbah Parinduri menuturkan kronologis ruislag masjid tersebut. Dijelaskan Misbah Parinduri, penyerahan SK ruislagh dari Kemenag RI pada Maret 2011 dihadiri Kakan Kemenag Kota Medan Drs Abdul Rahim (saat itu), Kakan Kemenag Provsu Syariful Mahya Bandar (saat itu), seluruh kepala

andalas/ist

Masjid Raudhatul Islam sebelum diruislagh (kiri) dan setelah diruislagh (kanan). KUA se-Kota Medan, nazir wakaf dan BKM Masjid Raudhatul Islam dan Direktur Badan Wakaf Indonesia dan jemaah masjid. SK ruislagh tersebut diserahkan langsung Direktur Wakaf Kemenag Pusat Drs Marsudi kepada Nazir Wakaf Masjid Raudhatul Islam M Ishak Parinduri,” ujar Misbah. Menurut Misbah Parinduri, pembongkaran Masjid Raudhatul Islam pada April 2011 tersebut ikut dibantu oleh masyarakat Gang Peringatan

Lingkungan XI Kel Silalas, dan sebagai penggantinya, pihak PT Jati Masindo membangun Masjid Raudhatul Islam yang baru di Lingkungan XVI, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. yang jaraknya lebih kurang 300 meter dari masjid lama. Selanjutnya, Masjid Raudhatul Islam yang baru lebih besar dan lebih luas dari masjid yang lama dengan luas tanah 690 m2 dengan kapasitas jamaah 200 orang dan masjid lama berukuran 242 m2 itu diresmikan pemakaiannya pada 10 Juni

2011 oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Dijelaskan Misbah Parinduri, lahan masjid tersebut (awalnya musala) merupakan wakaf dari H Djakfar Parinduri dan H Bahrumsyah Nasution. Pada 2001, karena belum makmur, maka musala diwacanakan menjadi masjid. Ternyata, kemakmuran masjid tidak seperti yang diharapkan maka nazir wakaf M Ishak Parinduri mengirim surat ke KUA Kecamatan Medan Barat agar masjid tersebut diruislagh dengan harapan masjid tersebut menjadi lebih makmur.

“Sesudah ada persetujuan dari masyarakat Lingkungan XI dan jemaah, maka BKM Masjid Raudhatul Islam mengajukan tidak keberatan untuk diruislagh dan membuat memori penjelasan kepada KUA Kec Medan Barat,” jelas Misbah Parinduri. Menurut Misbah Parinduri, PT Jati Masindo juga telah mengirim surat kepada pengurus BKM Masjid Raudhatul Islam untuk merelokasi masjid tersebut dan akan dibangun masjid baru di tempat yang tidak jauh dari lokasi semula dan ukurannya lebih

besar dari masjid yang lama. Relokasi masjid tersebut, karena pihak pengembang itu telah membeli lahan dan rumah warga di sekitar Masjid Raudhatul Islam. Setelah ruislagh/relokasi disetujui, tim dari Kantor Kementerian Agama Kota Medan dan MUI Kota Medan. Hasilnya, relokasi tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Direktur Badan Wakaf Indonesia ke Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta. Dijelaskan, proses ruislagh tersebut telah melalui proses dan mekanisme yang panjang sejak 2003 hingga 2011. “Sebagai pengurus BKM Masjid Raudhatul Islam, wajar saya menjelaskan kronologis ruislagh masjid ini karena selama ini sering terjadi informasi tidak tepat sehingga timbul persepsi negatif terhadap pembongkaran masjid tersebut. Apalagi, ruislagh yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur. Selain itu pihak media juga tidak ada yang meminta konfirmasi terkait pemberitaan masalah Masjid Raudhatul Islam,” pungkas Misbah. (UJ)

Dishub Diminta Tertibkan Odong-odong Belawan-andalas Maraknya kendaraan odong-odong beroperasi di pinggiran Kota Medan, perlu mendapat perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Sebab kendaraan yang digemari anak-anak ini sudah sering mengambil korban jiwa. “Dishub Kota Medan harus melakukan verivikasi terhadap odong-odong yang beroperasi di Kota Medan, apakah layak diberikan izin operasional atau izin trayek karena sangat mengganggu arus lalulintas (Lalin),” kata pengamat transportasi Kota Medan, Togi Butarbutar SH, Selasa (31/1) menyikapi keberadaan odongodong di Medan Utara. Saat ini, katanya, Pemerintah Kota Medan dan kepolisian seolah tutup mata terhadap keberadaan odong-odong yang beroperasi di jalan umum. Padahal, sudah mengambil korban jiwa. Togi melihat, tidak adanya alat pengamanan di odongodong merupakan salah satu sebab kendaraan itu rawan

MASIH BEROPERASIOdong-odong masih tetap beroperasi walau tidak memiliki izin operasi. andalas/desrin

kecelakaan, apalagi penumpangnya kerap melebihi kapasitas. “Hendaknya, jangan setelah mengambil banyak korban jiwa, baru Pemerintah Kota Medan turun tangan. Pemko jangan seperti pemadam kebakaran, artinya setelah jatuh korban

jiwa baru turun tangan. Itu langkah terlambat,” ucap Togi. Dia mengungkapkan, di Medan Marelan sudah dua orang meninggal dunia akibat terjatuh dari odong-odong, yakni Ferianto (12) dan Hartati (16). “Apakah kasus korban tewas ini tidak cukup untuk

menghentikan operasional odong-odong,” tanyanya. Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto mengatakan, bahwa odong-odong merupakan alat transportasi ilegal karena tidak memiliki izin modifikasi

dan izin operasional di jalan raya serta tidak dilengkapi surat dan tanda nomor polisi. “Masyarakat diimbau tidak naik odong-odong, sebab tidak ada jaminan keselamatan dari pihak pengelola,” tutur Kapolres. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mendan Armansyah Lubis, ketika dikonfirmasi saat penyerahan dua kapal ikan oleh Walikota Medan Rahudman Harahap di Kelurahan Kampung Nelayan Kecamatan Medan Labuhan, Senin (30/1) mengatakan, tidak pernah memberikan izin operasional terhadap odong-odong. "Jika ada yang mengaku memiliki izin operasional odongodong, tunjukkan orangnya sama saya biar kumasukkan ke penjara," tandasnya seraya berharap Polantas Polres Pelabuhan Belawan melakukan penertiban terhadap odong-odong di Medan Utara. (DP)


HUKUM & KRIMINAL

Rabu 1 Februari 2012

harian andalas | Hal.

Kabid Humas: Demo Boleh, Asal Tak Anarkis Medan-andalas Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Drs Raden Heru Prakoso mengatakan, tidak melarang setiap orang melakukan demo terkait apapun. Karena memang sudah diatur dalam Undang-undang. Tetapi dengan syarat tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak mengganggu aktifitas masyarakat lainnya. "Intinya boleh menyampaikan pendapat di depan umum, tetapi jangan sampai menimbulkan keresahan, kekhawatiran dan ketakutan. Tetapi dilaksanakan dengan damai," kata Heru kepada wartawan, Selasa (31/1). Juru bicara Polda itu mengatakan kepada wartawan terkait demo soal pembongkaran Masjid Raudhatul Islam Jalann Putri Hijau oleh Ormas Islam di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau, Jumat kemarin, dengan membakar ban di depan pintu masuk hotel, sehingga menimbulkan ketakutan pihak

andalas/hs poetra

hotel dan tamu hotel. Kemudian perusakan pintu gerbang Perumahan Permata Hijau yang berada tidak jauh dari hotel. Mengenai tuntutan massa agar polisi menangkap pelaku yang menghancurkan masjid itu, Heru mengatakan, perlu mengetahui awal pembongkaran masjid. "Kata "menghancurkan" yang digunakan dalam tuntutan berkonotasi ilegal, karena itu harus diketahui dulu bagaimana duduk persoalan, apakah memang dihancurkan atau bagaimana," kata Heru. Karena, menurutnya, dari data-data diterima Polda, bahwa pembongkaran kemudian ruislagh bangunan masjid sudah diketahui dan ada izin dari pewakaf, pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM), kepala lingkungan setempat, bahkan ada surat izin perubahan status tanah/ tukar menukar tanah wakaf Masjid Raudhatul Islam dari Menteri Agama.(HER)

Jadi Kurir Sabu, Sopir Taksi Dihukum 8 Tahun Medan-andalas Pusan Kesuma (35) alias Puput, sopir taksi yang sebelumnya ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan menjadi kurir sabu seberat 1 ons, dihukum 8 tahun penjara oleh majelis hakim diketuai Asban Panjaitan SH yang bersidang di PN Medan, Selasa (31/1) kemarin. Tak hanya itu, Puput juga dihukum membayar denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Putusan itu lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum, Saud Halomoan yang sebelumnya menuntut terdakwa Puput dengan kurungan penjara selama 10 tahun. Majelis hakim berpendapat perbuatan Puput yang menjadi

kurir sabu melanggar pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” ujar majelis hakim. Sebagaimana diketahui, Puput, supir taksi jurusan Tanjung Balai-Medan itu ditangkap petugas satuan Narkoba Polresta Medan dari kawasan Jalan Ayahanda Gang Tali, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Baru, Senin (15/8) silam sekira pukul 17.30 WIB. Darinya, petugas menyita sabu-sabu seberat 1 ons dan satu unit handphone. Guna kepentingan penyidikan, Puput diboyong ke Mapolresta Medan berikut barang bukti. (THA)

Penyidik Polres Karo Periksa PPK Tanah Karo-andalas Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Karo memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK), BN diduga terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan dan prosedur pembayaran proyek pemeliharaan periodik Jalan Tongkoh – SP Tanjung Barus senilai Rp2.605.700.000, Senin (30/1). BN menjalani pemeriksaan sekira pukul 16.00 WIB. aat ditanya wartawan seusai menjalani pemeriksaan, BN marah. Dia minta pemeriksaan dan kasus ini dimuat besar-besar di media cetak dan dipublikasi secara jelas. “Muat saja besarbesar di media dan tempatkan pada halam satu,” cetusnya. Kasubag Humas Polres Karo, AKP Sayuti Malik, melalui telefon selulernya, Selasa (31/1) mengatakan bahwa dia belum mengetahui permasalahan terkait pemeriksaan tersebut. “Mungkin pemeriksaan itu

terkait proyek jalan, namun besok aja ya bang, kita cari tahu lebih lanjut tentang pemeriksaan tersebut,” ujarnya singkat. Terpisah, Ketua DPD LSM GEMPITA Kabupaten Karo, Robinson Purba, menyambut baik respon pihak Polres Tanah Karo dalam menangani laporan masyarakat. “Mudah-mudahan rangkaian penyelidikan yang tengah dilakukan dapat mengungkap kebenaran dugaan KKN itu,” pungkasnya. Rangkaian laporan tersebut, lanjut Robinson, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan hasil audit aparat pengawas intern pemerintah (APIP) ke Bupati Karo Cq Inspektorat melalui surat nomor 020.I1-DPD-KARO/ GEMPITA/I/2012 tertanggal 27 Januari 2011. “Mudah-mudahan surat kita itu segera mendapat balasan dari Bupati Karo atau Inspektorat,” ujarnya. (NT)

DIPERIKSA– Pejabat pembuat komitmen PPK, BN saat menjalani pemeriksaan penyidik Tipiter Satreskrim Polres Karo diduga terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan.andalas/natanael tarigan

PALLADIUM 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 SUN (3D) 13.00-15.10-17.20-19.3021.40

PLAZA 12.00-13.50-15.40-17.3018.20 BINJAI 12.45-14.55-17.05-19.1521.25

4

Protes Pembangunan UNPRI

Warga Ayahanda dan Mahasiswa Nyaris Bentrok Medan-andalas Kericuhan antara warga Jalan Ayahanda/Belanga, Kecamatan Medan Petisah dengan pihak Yayasan Universitas Prima ( UNPRI) kembali terjadi. Kali ini, Selasa (31/1) sekira pukul 09.00 WIB, aksi bakar ban dan pemblokiran jalan dilakukan masyarakat setempat dalam melakukan perlawanan terhadap sikap pengembang yang terkesan tidak memperdulikan tuntutan masyarakat. “Bagaimana kami tidak protes, akibat pembangunan gedung UNPRI yang memakan jalan dan roilen hampir 2 meter, gang kami menjadi semakin sempit dan tidak bisa dibuat parit sehingga kalau hujan, banjir,” kata Paiman, salah seorang warga.

Aksi warga yang semakin besar menyebabkan personil Kepolisian Sektor Medan Baru dan perangkat kelurahan setempat melakukan pengamanan di lokasi. Sekitar 30 personil dikerahkan untuk mengantisipasi tindakan anarkis dari kedua belah pihak, rencananya akan kita mediasi dan dipertemukan beberapa hari lagi,” ungkap Kapolsek Medan Baru, Kompol Doni Alexander di lokasi. Pantauan andalas, saat warga melakukan pembakaran ban tepat disamping gedung UNPRI, puluhan mahasiswa yang sedang belajar

terganggu hingga antara warga dan mahasiswa nyaris terlibat adu fisik. “Kami sedang belajar, akibat aksi warga membakar ban, asap masuk ke ruang laboratorium jadi kami gak bisa belajar. Mau gak mau selaku mahasiswa disini kami kan harus berpihak pada kampus,” kata mahasiswa sembari berteriak melawan warga. Terkait kejadian tersebut, kuasa hukum UNPRI, Marolop Butar–Butar SH mengungkapkan, pengukuran batas-batas tanah seharusnya jangan diambil dari lokasi jalan warga. “Karena jalan gang itu kan tidak lurus, seharusnya penentuan ukuran tanah harus melalu sertifikat yang ada,”

BAKAR BAN – Ratusan warga Jalan Belanga, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, kembali melakukan aksi unjukrasa di depan Kampus Unpri (Universitas Prima), Jalan Ayahanda, Kelurahan Sei Putih Tenggah, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (31/1). Warga melakukan bakar ban dan memblokir Jalan masuk di kawasan Jalan Belanga karena kesal pihak Unpri masih tetap melanjutkan pembangunan pagar.andalas/hs poetra terang Marolop. Sementara, Kadis TRTB Kota Medan, Sampurno Pohan ketika disinggung mengenai masalah

Pelaku Jambret di Jl Swadaya Dihakimi Massa Medan-andalas Tersangka pelaku jambret di kawasan Jalan Swadaya Pasar Merah, Medan dihakimi massa setelah tertangkap warga merampas kalung emas yang melingkar di leher korban Yosi (32), Senin (30/1) sekira pukul 18.00 WIB. Dalam kondisi babak belur tersangka Roni Fernando (30) Warga Jalan HM Joni Gang Cemara, Medan ini diserahkan ke Polsek Medan Area. Informasi diperoleh , sore itu korban bersama adiknya Sofiana Lestari (16) warga Jalan Pinguin XIV, Perumanas Mandala ini, dengan mengen-

darai sepeda motor Mio BK 5445 AAG, dari rumah hendak makan bakso di kawasan Jalan Pasar Merah. Setibanya di Jalan Swadaya, sepeda motor korban dipepet tersangka yang berboncengan dengan seorang temannya dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek. Dengan cepat, tersangka langsung merampas kalung emas yang melingkar di leher korban. Saat itu juga korban berteriak minta tolong. Warga setempat yang mendengar teriakan korban berdatangan dan mengejar kedua pelaku. Dalam hitungan detik, kedua pelaku

yang hendak melarikan diri dengan sepeda motornya berhasil ditangkap warga. Sedangkan teman tersangka berhasil melarikan diri dengan membawa sepeda motor yang digunakan keduannya untuk merampok. Tak pelak warga yang kesal, selanjutnya memukuli Fernando hingga babak belur. Oleh warga yang puas memukuli Fernando, kemudian menghubungi polisi. Selang beberapa menit kemudian, petugas Reskrim Polse Medan Area yang tiba dilokasi langsung memboyong pelaku ke Mapolsek Medan Area untuk

pemeriksaan lebih lanjut. Dihadapan petugas, Fernando berdalih tidak mengakui perbuatannya. Dirinya juga menyebutkan hannya menabrak sepeda motor korban. "Saya tidak ada merampas kalung itu pak. Saya cuma menabrak kretanya aja pak", akunya untuk mengelabui petugas. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP J Banjarnahor yang dikonfirmasi menjelaskan, Pihaknya sudah mengamankan satu tersangka pelaku jambret. Dan kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan.(ACO)

Edan! Bocah 5 Tahun Dicabuli Kepolisian Sektor Namo Rambe, Polres Deli Serdang menangkap seorang lelak berinisial ST alias Gubsu (30). Lelaki bejat, warga Dusun I Desa Delitua, Kecamatan Namorambe diringkus polisi karena mencabuli sepupunya sendiri yang masih berusia 5 tahun sebut saja, Yuni, Senin (16/01) sekira pukul 09.00 WIB di kediamannya.

THAMRIN SUN 12.00-14.10-16.20-18.3020.40

I

nformasi diperoleh, pagi sebelum kejadian, korban bermain di halaman depan rumah tersangka bersama temantemannya. Melihat itu, Gubsu langsung memanggil korban masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, dengan bujuk rayunya, pelaku langsung mencabuli korban. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku lalu mengancam korban untuk tidak menceritakan hal tersebut kepada siapa pun. Setelah kejadian itu, prilaku Yuni berubah, Pada, Senin (30/ 01), orangtuanya memeriksakan korban ke RS Sembiring Delitua

THAMRIN 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 PALLADIUM SUN 12.45-14.55-17.05-19.1521.25

karena melihat kemaluan anaknya mengeluarkan nanah. Sesampainya di rumah sakit, dokter yang memeriksa kondisi kemaluan anaknya itu mengatakan, jika kemaluan korban telah

SUN 12.30-14.40-16.50-19.0021.00

kemasukan benda tumpul, dan menyebabkan infeksi pada selaput dara korban. Mengetahui kalau anaknya menjadi korban kasus pencabulan, orangtuanya lalu melaporkan pelaku ke Polsek Namorambe dan pelakunya ditangkap. (STP)

THAMRIN 12.15-14.25-16.35-18-4520.55

PLAZA 12.30-14.30 BINJAI 12.15-14.25-16.35-18.4520.55

tersebut mengungkapkan, pihaknya akan merubuhkan, apabila benar pembangunan unversitas itu melakukan kesalahan. (ACO)

Penikam Pengunjung Kafe Diringkus Namorambe-andalas Tersangka penikaman pengunjung kafe di Kecamatan Namorambe, Rinto Sirait (30) warga Jalan umum Desa Delitua berhasil ditangkap petugas Reskrim Polsek Namorambe. Tersangka Budi Bukit alias Budi (25) ditangkap di rumahnya di Dusun Batu Penjemuren Pasar III, Kecamatan Namorambe, Senin (30/1) sekira pukul 04.00 WIB. Kapolsek Namorambe, AKP SH Karo-Karo didampingi Kanit Reskrimnya, Aiptu Baik Ginting saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pihanya saat ini sedang memeriksa tersangka guna menguak penyebab kejadian penikaman tersebut. (STP)

SUN 12.00-14.10-16.20 PALLADIUM 12.30-14.40-16.50-19.0021.10


Rabu 1 Februari 2012

HUKUM & KRIMINAL

harian andalas | Hal.

5

andalas/th sihombing

Pencuri Pagar Besi Dibekuk Medan-andalas Dua pemuda yang ditengarai sebagai pencuri pagar besi di salah satu rumah kawasan Jalan Durung, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung dibekuk petugas Reskrim Polsek Percut Seituan, kemarin. Kedua tersangka masing-masing, Alpen Afandi alias Apeng (30) dan Joni (29) warga Jalan Belat, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung. Kapolsek Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak saat dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka ditangkap atas laporan pengaduan korban, M Nasir (40), Selasa (27/12) lalu. Dalam pengaduannya, korban mengaku kehilangan pagar besi yang terpasang di depan rumahnya. Berdasarkan pengaduan korban, polisi melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi identitas tersangka dan menangkapnya.(ACO)

Warga Desa Dagang Kerawang Demo Kejari Lubuk Pakam Lubuk Pakam-andalas Ratusan warga Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang diantaranya, Drs H Sofyan Husein, Sartoto Rianto, Bambang Surianto, Budi Aji, Indra Irawan, Sazly Handian Ginting, Adi Sucipto, korban penganiayaan yang dilakukan Eko Sopianto Cs (Jasmerah) 7 Agustus 2011 lalu, menggelar unjukrasa di kantor Kejari Lubuk Pakam, Senin (30/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam orasinya mereka mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lili Suparli SH melakukan upaya banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam 26 Januari 2012 lalu yang menghukum pelaku penganiayaan, Eko Sopianto dituntut JPU dengan pidana penjara 2 tahun dan divonis hakim 1 tahun penjara. Selanjutnya pelaku Senja Purnomo dituntut JPU dengan pidana penjara 2 tahun tapi divonis hakim dengan pidana 1 tahun penjara. Sedangkan pelaku Sunardi alias Kanang, Supiantoro alias Keleng, Anggi Lundari alias Budi, Kastowo, Wagiman, masing-masing dituntut JPU dengan pidana penjara 1 tahun dan divonis hakim dengan pidana penjara masing-masing 6 bulan penjara. Massa juga menggelar dan membawa poster bertuliskan “Pihak Aparat Penegak Hukum Agar Bekerjalah Secara Jujur Demi Keadilan”, serta “Aparat Penegak Hukum Takut Dengan Manusia Brutal”, dan juga tulisan pada selebaran yang isinya “Tangkap Semangat Sembiring Terlibat Kasus Penganiayaan Tanggal 7 Agustus 2011. “Kami korban penganiayaan yang dilakukan Eko Sopianto Cs mengutuk keras majelis hakim,” kata warga. Menanggapi hal itu, Kajari Lubuk Pakam, Pathor Rahman SH, kepada sejumlah wartawan, Senin (30/1) di ruang kerjanya mengatakan akan menunggu arahan dari Kejatisu karena perkara atas nama Eko Sopianto, Cs, selalu dilaporkan secara periodik ke Kejatisu. (BOB)

Gemaster Dukung Polisi Tindak Tegas Geng Motor Medan-andalas Sekretaris Gerakan Masyarakat Anti Anarkis dan Terorisme (Gemaster) Sumut, Sanjai menegaskan pihaknya mendukung tindakan tegas aparat kepolisian dalam memberantas keberadaan Genk Motor yang ada di Kota Medan sebab sudah membuat masyarakat menjadi resah. "Gemaster Sumut mendukung aparat kepolisian menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam Genk Motor tersebut sebab apa yang dilakukan oleh Genk Motor sudah mengganggu ketentaraman masyarakat," kata Sanjai kepada wartawan, Selasa (31/1) di Medan. Sanjai menegaskan semua elemen masyarakat harus bersatu untuk memberantas keberadaan Genk Motor ini sebab keberadaan Genk Motor bukannya membawa manfaat akan tetapi membawa mudhorat (keburukan). "Gemaster menghimbau kepada orang tua dan guru agar lebih melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan anak didik sehingga tidak terpengaruh dan terjebak dalam ajang Genk Motor tersebut," ujar Sanjai. Ditegaskan Sanjai kembali kalau orang tua dan guru bisa bekerjasama dalam melakukan pengawasan pergaulan anak didiknya maka keberadaan Genk Motor tidak akan menjamur seperti yang terjadi di Kota Medan saat ini. Dijelaskan Sanjai kembali ,Gemaster menduga ada aktor intelektual dibalik keberadaan Genk Motor yang ada di Kota Medan, sehingga terkesan Genk Motor ini ada yang mengendalikan dan tempatnya berpindahpindah. "Pihak kepolisian kita minta supaya membongkar keberadaan Genk Motor ini hingga mendapatkan aktor intelektualnya," ujar Sanjai. (RIL)

KASUS NARKOBA – Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis Iptu Martualesi Sitepu SH MH menginterogasi kedua pengedar narkotika jenis ganja sambil menunjukan barang bukti 1,2 ons ganja kering.

Polsek Batang Kuis Gagalkan Peredaran Ganja di Bangun Purba Deli Serdang-andalas Petugas Reskrim Polsek Batang Kuis berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja di seputaran Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, dengan meringkus dua pengedar ganja di Jalan Tembakau Deli Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, persis di simpang kantor PTPN II Kebun Bandar Klippa Batang Kuis, Selasa (31/1) pukul 10.30 WIB. Kedua tersangka masingmasing, MR (20) dan seorang pelajar kelas XII SMK, An (17) keduanya warga Desa Bager-

pang, Kecamatan Bangun Purba Deli Serdang. Dari tangan keduanya, petugas menyita 1,2 ons ganja kering yang dibungkus

dengan kertas koran dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR yang digunakan saat diringkus. Informasi di Mapolsek Batang Kuis, menyebutkan sebelumnya personil Polsek Batang Kuis dipimpin Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu, mengelar operasi hunting dengan sasaran mobil box dan sepedamotor yang dicurigai dengan tindak pidana. Ketika sepedamotor Yamaha Vega ZR melintas dengan 2 orang penumpang, petugas me-

nyetop, namun saat disetop sepedamotor itu malah menambah kecepatan. Curiga dengan aksi pengendara, petugas langsung mengejar dan ketika digeledah di dalam kaosnya ditemukan bungkusan berisi ganja kering. Kepada petugas, kedua tersangka mengaku baru membeli ganja tersebut dari Tembung seharga Rp 120 ribu, untuk diedarkan di seputaran Bangun Purba. Disebutkan, aksi pembelian ganja tersebut dari Tembung su-

dah yang kedua kalinya. Kapolsek Batang Kuis AKP Kasmir Sitanggang SH bersama Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH MH yang dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang pemuda dan seorang pelajar SMK berserta barang bukti ganja 1,2 ons yang ada padanya. Kini keduanya diserahkan ke Sat Narkoba Polres Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan yang dijerat dengan pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (TH)

Karyawan PT Super Andalas Diculik Perampok Belawan-andalas Karyawan Kontraktor PT Super Andalas Stell, Iswanto (39) warga Dusun 2 Gang Dame Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan Deli, Kabupaten Deli Serdang dilaporkan menjadi korban penculikan dilakukan empat anggota kawanan perampok mengendarai mobil Toyota Avanza, Sabtu (28/1) lalu. Selain dianiaya hingga pingsan, harta benda korban yang diperkirakan mencapai Rp20 juta raib digasak para pelaku. Kasus perampokan itu sudah dilaporkan korban ke Polres Pelabuhan Belawan. Laporan pengaduan korban tertuang dalam STTLP / 62 / I / 2012 / SPK. Menurut pengakuan korban, dirinya sempat dirawat di salah satu rumah sakit tak jauh dari rumahnya akibat luka penganiayaan yang dilakukan para pelaku. Keterangan lebih lanjut diperoleh,

peristiwa perampokan disertai penculikan itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB, di Jalan Rumah Potong Hewan persis di depan Kantor Camat Medan Deli. Dengan mengendarai sepeda motor BK 5989 AAY, korban pagi itu hendak pergi kerja di PT Super Andalas Stell, Jalan KL Yos Sudarso Simpang Mabar, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Saat melintas di kawasan Jalan Rumah Potong, persis di depan Kantor Camat Medan Deli, sebuah mobil Avanza yang ditumpangi para pelaku berhenti di depan sepeda motornya. Para pelaku keluar dari mobil lalu menarik kerah baju korban dan menyeretnya masuk ke dalam mobil dan sepeda motornya dibawa pelaku lainnya. Di dalam mobil, korban dipukuli dan mata dilakban serta mengikat tangan korban dengan tali pada saat itulah Rp20

juta yang ada pada korban diambil. Uang tersebut seyogiaya untuk membayar gaji karyawan. Pada Saat itu, korban dibuang di pinggiran Jalan Namorambe. Dia ditemukan dua orang anggota TNI- AD dan warga setempat dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/1) membenarkan kejadian tersebut. MARAK Sementara itu, para sopir truk mengeluhkan maraknya aksi perampokan di kawasan Simpang Tol Belawan. Ironisnya, hal itu tidak menjadi perhatian yang serius aparat penegak hukum di daerah itu. Akibatnya, aksi perampokan itu terkesan menjadi-jadi.

Seperti halnya, Agus (26), sopir truk pengangkut pasir mengaku dirampok pada, Jumat (27/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Agus bersama dua orang kernetnya, Lilik (40) dan Sutikno (37) mengangkut pasir dari Binjai ke Gabion Belawan. Tiba di kawasan simpang tol, muncul sekelompok pemuda dengan mengendarai sepeda motor menjumpai mereka sambil mengacungkan kelewang. Selanjutnya, salah seorang dari mereka sudah berada di samping Agus sembari menghunuskan kelewang ke perutnya. Karena takut, Agus pun menghentikan truknya. Namun naas, Agus dan kedua kernetnya disuruh turun. Setelah itu, semua barang-barang mereka dijarah. “Dompet dan HP saya diambilnya bang. Isinya ya, uang Rp1 juta dan SIM,” ujarnya. (DP/BD)

Polda Kumpulkan Bukti Korupsi Dinas Bina Marga Sumut Medan-andalas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut tengah mengumpulkan data dan bukti-bukti terjadinya dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Sumut, pimpinan Ir Marapinta Harahap. “Kita sedang mengumpulkan bukti-bukti adanya informasi terjadinya tindak pidana korupsi di Dinas Bina Marga Sumut,” kata Direktur Ditreskrimsus Poldasu, Kombes Pol Drs Sadono Budi Nugroho SH kepada wartawan, Selasa (31/1). Sadono mengakui telah menerima masukan tentang Kadis Bina Marga Sumut, Ir Marapinta Harahap. Karena itu, Tipikopr Poldasu mengharapkan bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terjadinya dugaan korupso. Diterangkannya, dari informasi yang diperoleh, pihaknya bisa melanjutkan kasus dugaan korupsi itu ke tahap penyelidikan dengan membuat laporan model A. "Pemberitaan di media massa dan eletronik atas kasus dugaan korupsi Kadis Bina Marga Sumut, pihak Polda telah mengumpulkan informasi tersebut untuk

dipelajari. Jika dalam penyelidikan yang dilakukan memang ada indikasi korupsi, maka pihak Polda akan menggelar perkara kasus dugaan korupsi proyek jembatan Sei Dadap III senilai Rp 2 miliar. Hal ini dilakukan agar jelas kedudukan hukumnya, sehingga penyelidikan dan penyidikan dapat dilakukan Polda Sumut,” paparnya. Dalam hal ini, Polda Sumut akan melayangkan surat pemanggilan kepada Kadis Bina Marga Sumut untuk mengumpulkan keterangan dan memanggil beberapa saksi yang terlibat dalam proyek

jembatan Sei Dadap III senilai Rp 2 miliar. Untuk itu, dalam melakukan pemeriksaan terhadap Kadis Bina Marga menunggu hasil penyelidikan tim Polda berdasarkan informasi-informasi yang dikumpulkan. “Tunggu saja hasilnya nanti kita paparkan” pungkas Sadono. Disebutkannya, sesuai intruksi Kapolda Sumut kasus kaorupsi merupakan salah satu kasus atensi yang harus dituntaskan. Dan kepolisian tidak melakukan tebang pilih. Siapapun yang terkait akan diperiksa. SEGERA TINDAKLANJUTI Sementara, Ditreskrimum Poldasu akan segera melanjutkan laporan peng-

aduan Monang Simbolon atas dugaan penipuan yang dilakukan Kadis Bina Marga Sumut, Ir Marapinta Harahap terkait pelaksaan proyek. Laporan itu disampaikan Monang Simbolon pada 28 Desember 2011. Dalam laporan itu, selain melaporkan Ir Marapinta Harahap juga Plt Gubsu, Gatot Pudjo Nugroho. Dalam laporan disebuttkan, pelapor kalah dalam tender kemudian mengirim surat somasi namun pihak Dinas Bina Marga Sumut tidak memberikannya, sementara Monang Sitorus melalui perusahaannya sudah menyetorkan semua administrasi. (HER)

Antisipasi Modus Sakit, Polda akan Periksa Kesehatan Ardjoni Munir Polda Sumut akan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mantan Kadispora Sumut, Ardjoni Munir pasca ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengerjaan 11 paket proyek kegiatan pemeliharaan rutin atau berkala gedung kantor dan asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut senilai Rp450 juta.

P

emeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Ardjoni Munir memang layak dilakukan penahanan. “Kita akan terus periksa kesehatannya. Karena dia dalam keadaan sehat, makanya kita tahan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada wartawan, Selasa (31/1). Hal itu dikatakan Sadono menjawab pertanyaan tentang adanya kemungkinan tersangka Ardjoni Munir mengajukan pembantaran dengan alasan sakit yang ditengarai sebagai ‘modus’ untuk dapat menikmati udara bebas. Ditegaskannya, dalam pecan ini juga pihaknya bakal menetapkan dan menahan tersangka lainnya. “Kita terus selidiki kasus ini, karena korupsi telah

merugikan keuangan negara dan merupakan atensi. Minggu ini juga akan ada tersangka baru,” tegas Sadono. Sebelumnya, penyidik Subdit III/Tipikor Reskrimsus Polda Sumut menahan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut, Drs Ardjoni Munir terkait kasus dugaan korupsi pengerjaan 11 paket proyek kegiatan pemeliharaan rutin atau berkala gedung kantor dan asrama PPLP Jalan Sekolah Pembangunan Medan Sunggal TA 2008, dengan kerugian Negara sebesar Rp450 juta lebih. Selain Ardjoni Munir, bakal ada lagi tersangka lain antara lain seorang turunan China yang disebutsebut sebagai kontraktor. “Dalam waktu dekat, akan ada lagi tersangka lain yang akan ditahan, antara lain kontraktor Apok, IN,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Heru Prakoso. Dalam kasus itu, Tipikor Polda Sumut sudah memeriksa Jonner Hutagaol, Isdawani Nafsiah, Ali Muhar, Refliady, Jabuhal Simamora, Darwin, Dwi Widodo, Harianto Butarbutar dan Yusuf Rangkuti. Modus yang dilakukan dengan cara, mengurangi volume paket pengerjaan, yakni dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan realisasi atau dana yang dianggarkan tidak semuanya digunakan. (HER)


RAGAM

Jumat 25 November 2011

Rabu, 1 Februari 2012

Harian andalas memberikan ruang dan kesempatan bagi guru dan siswa/siswi untuk mengirimkan hasil karya tulisan, puisi dan informasi berita seputar aktivitas kegiatan sekolah kirimkan melalui email : andalasnewsmedan@gmail.com

harian andalas | Hal.

6

harian andalas | Hal. 6

Unimed Terima 1.049 Mahasiswa Baru Jalur Undangan Pengenalan 'Innovator' Universitas Quality di Berastagi

Q

Ciptakan SDM Berkualitas yang Mampu Menjawab Tantangan Pembangunan Berastagi-andalas Keberadaan 'Innovator' Universitas Quality di Tanah Karo diharapkan tak hanya sekadar menciptakan sumber daya manusia berkualitas tetapi juga mampu menjawab tantangan dalam pembangunan. Ini ditunjukkan dengan keseriusan Universitas Quality yang secara berkesinambungan terus melakukan inovasi dan perubahan, salah satunya dengan menempati gedung baru yang modern dan megah di Lau Gumba, Berastagi. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Bukit Barisan Simalem (YBBS), Drs Tiandi Lukman dalam acara syukuran Tahun Baru 2012 sekaligus pengenalan kampus "Innovator" Universitas Quality yang dirangkai dengan lomba tari tradisional Karo antar fakultas dan pemberian 100 lebih beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, Senin (30/1) di Lau Gumba, Berastagi. Sementara, Prof Dr Ir Meneth Ginting MADE dalam sambutannya mengatakan, banyak universitas di Indonesia hanya menjalankan fungsinya sebagai tempat untuk mendidik calon-calon sarjana tapi melupakan tugas pentingnya menciptakan sarjana peneliti dan yang bisa mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Menurut mantan Guru Besar Fakultas Pertanian USU ini, bahwa kualitas pendidikan tinggi perlu dikembangkan dengan menekankan pentingnya penelitian sebagai titik vital kehidupan sebuah universitas. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari hal penting untuk pengembangan SDM di Indonesia. Penelitian seperti jantungnya universitas. "Tantangan terbesar perguruan tinggi sekarang terletak pada perguruan tinggi yang berbasis e-learning. Ada empat faktor pengubah yang sangat berpengaruh pada perkembangan perguruan tinggi di Indonesia yaitu, ilmu pengetahuan sebagai mesin pengubah, revolusi informasi dan komunikasi, munculnya pasaran kerja dunia, serta transformasi sosial politik secara global," paparnya. Untuk itu peningkatan kualitas SDM yang bersentuhan langsung dengan sektor pertanian, sambung Meneth, sangat perlu dilakukan, karena tanpa SDM yang handal kita tidak akan mampu menelurkan inovasi berpengaruh terhadap peningkatan produksi hasil pertanian,

Medan-andalas Universitas Negeri Medan (Unimed) akan menerima sebanyak 1.049 calon mahasiswa baru melalui jalur undangan yang akan ditempatkan pada 38 program studi di perguruan tinggi itu untuk tahun akademik 2012/2013.

andalas/robert tarigan

BEASISWA- Rektor Universitas Quality Hasfin Hardi SE Msi didampingi Ketua YBBS, Drs Tiandi Lukman menyalami para mahasiswa penerima beasiswa berprestasi di Lau Gumba, Berastagi, Senin (30/1). Ditambahkan mantan Bupati Karo (1985-1990) ini bahwa, prinsip-prinsip dasar KAIZEN (perubahan/perbaikan menjadi lebih baik), fokus pada pelanggan (mahasiswa), melakukan perbaikan secara terus menerus, mengakui masalah secara terbuka, mendorong keterbukaan, menciptakan tim kerja dan mengelola proyek dasar tim lintas fungsional. Dikesempatan itu, Ketua Panitia acara syukuran, Drs Sumbul Sembiring Depari MSc mengatakan menurut laporan Bank Dunia, keberhasilan pemerintah daerah dalam pembangunan di daerahnya ditentukan oleh beberapa indicator. Diantaranya inovatif 50%, networking 25 %, IT (Informasi Teknologi) sebesar 15% dan SDA sebesar 10%. Artinya, sambung Depari, faktor SDM menentukan keberhasilan pembangunan sebesar 90 % dan SDA hanya berperan 10%. Sebagai contoh Malaysia, Singapura dan Belanda sebagai negara penentu harga minyak sawit dunia, padahal negara itu bukan produsen sawit. Jadi jika mengatakan bahwa tanah airku sangat subur, sambung mantan Sekdakab Karo 8 tahun itu berarti hanya berbicara 10% tentang keberhasilan.Ia menegaskan bahwa pertanian di Taiwan dan China berkembang karena menggunakan tekhnologi mulai dari

Pendaftaran Dibuka 1 Februari -8 Maret 2012

hilir, on farm, pasca panen maupun sampai marketing. Dengan bergulirnya ACFTA tantangan bagi petani semakin berat, karena produk pertanian dari China lebih murah harganya di pasaran. ''Artinya tingkat daya saing kita sangat rendah,''ujarnya. Sementara, Rektor Universitas Quality, Hasfin Hardy SE Msi mengakui Kabupaten Karo dikenal sebagai sentra pertanian, khususnya tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran dan buah-buahan. Kabupaten Karo merupakan kabupaten paling subur di Sumatera Utara yang harus mampu menjadi lumbung pangan khususnya produk-produk hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah lain dan negara tetangga. "Meningkatkan posisi tawar petani di pasar adalah target utama melalui perbaikan kualitas hasil pertanian dan pengolahan hasil pertanian dengan baik. Universitas Quality melalui fakultas pertanian secara bertahap akan melakukan penyusupan dan turun langsung ke sentra-sentra produk unggulan," paparnya. Untuk itu, melalui penerapan ilmu dan pengetahuan di perguruan tinggi, melalui Tri Dharma harus diwujudkan untuk menciptakan SDM berkualitas, mulai dari pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, jelasnya. (RTA)

"Dari kuota 1.049 tersebut, sebanyak 503 nantinya merupakan penerima beasiswa bidik misi (Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi). Mereka yang boleh ikut jalur undangan ini adalah yang memiliki prestasi akademik di sekolahnya," kata Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar Damanik didampingi Pembantu Rektor (PR) I Prof Dr Khairil Ansari MPd dan Humas SMNPTN Unimed Dr Budi Valianto, di Kampus Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Selasa (31/1). Siswa yang berhak mengikuti jalur undangan, kata Ibnu, adalah yang berasal dari sekolah yang diundang oleh panitia SNMPTN. Daftar sekolah yang diundang dapat dilihat di laman resmi SNMPTN jalur undangan (http://undangan.snmptn.ac.id). Sekolah yang belum masuk dalam daftar undangan dapat mengajukan permohonan resmi kepada ketua panitia SNMPTN 2012 dengan menyertakan profil sekolah. Siswa yang dapat mengikuti seleksi adalah siswa yang didaftarkan oleh kepala sekolah masing-masing. "Pendaftaran jalur undangan ini akan dimulai pada 1 Februari-8 Maret 2012, sesuai dengan Panduan Umum Jalur Undangan Seleksi Nasional

Prof Ibnu Hajar Damanik Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012. Kemudian, dilanjutkan dengan proses seleksi 9 Maret-15 Mei 2012 dan diumumkan 25 Mei 2012," katanya. Pembantu Rektor I Unimed Prof Khairil Anshari mengatakan, tujuan jalur undangan itu adalah untuk memberikan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi. "Juga untuk mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/MA/SMK, serta memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana awal di tingkat sekolah," katanya. Mantan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) ini menambahkan, sesuai dengan Permendiknas No 34 tahun

2010 dan berdasarkan PP RI No 66 tahun 2010, penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, transparan dan tidak diskriminatif dengan membedakan jenis kelamin, tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi. Kemudian, perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/ MA hendaknya dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikaan studi di perguruan tinggi berdasarkan penilaian dan rekomendasi kepala sekolah. "Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa. Sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik diyakini selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikiaan sekolah dapaat diberikan penghargaan dan kepercayaan melalui seleksi awal calon mahasiswa yang berprestasi akademik dan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik," tuturnya. Dia juga memaparkan, pada tahun akademik 2012/2013 ini, Unimed akan menerima 3.000 mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, dan 35% di antaranya diterima melalui jalur undangan, yakni 1049 orang. (HAM)

LPP PAUDNI Luncurkan Majalah Gelora PAUDNI Medan-andalas Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sumatera Utara, yang diwakili Kepala Bidang PAUD dan PNFI, Bambang Siswanto, SE menyampaikan apresiasi atas terbitnya majalah Gelora PAUDNI yang diterbitkan Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (LPP PAUDNI) Sumut. Hal itu disampaikan Bambang saat meluncurkan majalah tersebut di Aula Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional I Medan pada Rabu (25/1) lalu. Sebelumnya, Ketua LPP Foto bersama : Pengurus LPP PAUDNI berfoto bersama pimpinan forum di bidang PAUDNI Sumut Indra Prawira PAUDNI Sumatera Utara usai penyerahan cenderamata. ST menyampaikan bahwa maja- sampaikan oleh Kepala BPPN- siasi di bidang PAUDNI, di lah Gelora PAUDNI akan men- FI Regional I Medan, Drs. antaranya Forum Pusat Kejadi 'jembatan' bagi komunitas Kastum, MPd dan Ketua Tim giatan Belajar Masyarakat PAUDNI Sumut agar bisa dipa- Adhoc Badan Akreditasi Nasio- (PKBM), Forum Tutor Kesehami lebih baik oleh para pe- nal PNF Sumut, Drs. F.J. Pinem, taraan, Forum Tutor Keakmangku kepentingan dan ma- MSc, MPd. saraan, Ikatan Penilik Indonesia syarakat pada umumnya. Kerjasama Optimalisasi TIK (IPI), Forum Taman Bacaan "Melalui majalah ini kita Pada kesempatan yang sa- Masyarakat (TBM). akan mengeksplorasi berbagai ma, juga ditandatangani kerjaHadir pada acara tersebut, pemikiran dan potensi unggul sama optimalisasi Teknologi pimpinan forum dan asosiasi di komunitas PAUDNI, sekali- Informasi Komunikasi (TIK) PAUDNI Sumut, Bidang PNFI gus menjadi media bersama untuk pengembangan PAUDNI Dinas Pendidikan Kabupaten/ untuk saling berbagi dan berin- Sumut. Kerjasama dilakukan Kota, Sanggar Kegiatan Belajar teraksi positif,'' kata Indra oleh LPP PAUDNI Sumut de- (SKB) dan pengelola lembaga Dukungan serupa juga di- ngan berbagai forum dan aso- PAUDNI di Sumatera Utara.(HAM)

Kabupaten/Kota Diminta Lengkapi Data UN Medan- andalas Dinas kabupaten/kota se-Sumatera Utara diminta untuk segera melengkapi data-data siswa peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2012, untuk memaksimalkan persiapan dalam menyelenggarakan ujian tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Syaiful Syafri di Medan, Selasa (31/1) mengatakan dalam persiapan menghadapi UN tersebut, pihaknya telah menyurati 33 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota pada pertengahan Januari 2012 melengkapi data peserta UN secepatnya. Dengan harapan data-data tersebut sudah harus masuk paling lambat Maret 2012 ke Disdik Sumut, seterusnya akan dikirim ke pusat agar terdata sebagai peserta UN. "Jadwal UN sudah mulai dilaksanakaan pertengahan April

2012, jadi sebelum April semua data peserta UN harus sudah dilaporkan ke pusat. Kita tidak mau ada keterlambatan, karena nantinya justru akan merugikan siswa sendiri," katanya. UN untuk tingkat SMA/MA/ SMK akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan dilaksanakan 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan berlangsung 30- 4 Mei 2012. Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

"Tidak ada ujian ulang, yang ada ujian susulan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau alasan lain yang pelaksanaannya seminggu setelah ujian nasional," katanya. Menurut dia, komponen penilaian lulus ujian nasional sama seperti tahun lalu, 40 persen dari akumulasi rata-rata nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai UN. Selain harus lulus UN, siswa juga menyelesaikan program pengajaran sesuai tingkatnya, untuk SMP dan SMA sederajat selama tiga tahun, sementara SD sederajat selama enam tahun. "Sama seperti tahun sebelumnya, UN kali ini juga terdapat lima paket soal. Bedanya tahun ini distribusi paket soal ke siswa telah diatur oleh BSNP. Pihak sekolah tinggal mengikuti alur distribusi yang telah ditentukan tersebut," katanya. (ANT/MA)


IKLAN

Rabu 1 Februari 2012

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

harian andalas | Hal.

7


OLAHRAGA

Rabu 1 Februari 2012

VALENCIA

ALEXIS SĂ NCHEZ -Barcelona

harian andalas | Hal.

vs

8

BARCELONA

WAJAR DIJAGOKAN Valencia-andalas Valencia akan menantang Barcelona pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Mestalla, Kamis (2/2) dinihari WIB nanti. Namun laga El Che sebelumnya di Primera Liga melawan Los Racinguistas justru membuka lebar-lebar kekurangan Valencia. Hasil imbang 2-2 atas Racing Santander di El Sardinero kemarin, membuka titik lemah yang berpotensi dimanfaatkan Barcelona untuk menyingkirkan Valencia dari Copa del Rey. Real Madrid berada di kepercayaan diri tinggi. Selain Primera puncak klasemen Primera Liga, para pemain juga telah bersumpah untuk meraih hasil bagus di Liga ChamLiga dengan 52 poin. Barcelona menempati posisi 2 dengan pions dan Copa del Rey. Menghadapi Kelelawar Mestalla, 45 poin. Sementara Valencia menguntit di peringkat 3 dengan 36 poin. Kompetisi kemenangan menjadi prioritas Barcelona memang masih menyisakan 18 jornada. agar langkah ke final semakin mudah. Namun melihat selisih poin yang jauh, Josep Guardiola sepertinya akan tetap Valencia dan Barcelona harus fokus ke memercayai Jose Manuel Pinto di bawah Copa del Rey, walau tidak juga surut mistar gawang menggantikan Valdes. Sementara di lini depan, Lionel Messi mengejar peluang jawara Primera Liga. Potensi Valencia atau Barcelona men- tetap akan menjadi tumpuan mencetak gol. jadi yang terbaik pada kompetisi Guardiola juga memanggil sesepak bola kelas dua di Negeri jumlah pemain Barcelona B untuk Matador itu terbuka lebar. Pasalmengisi tempat pemain-pemain inti nya lawan yang akan mereka yang absen. Pasalnya Barcelona hadapi di pertandingan pamungkehilangan banyak pemain dengan kas adalah Athletic Bilbao atau berbagai macam alasan. Andres klub Segunda Division B (Divisi Iniesta, Davis Villa, Ibrahim Affelay III) CD Mirandes. Melihat hiLIVE 2 FEB sedang menjalani pemulihan cedera. tung-hitungan di atas kertas, ha04.00 WIB Sementara Seydou Keita sedang nya Bilbao yang kemungkinan besar akan merepotkan Valencia atau tampil bersama Mali di Piala Afrika 2012. Melihat statistik pertemuan kedua tim, Barcelona. Bila keberuntungan memihak dan lawan di final adalah Mirandes, Va- wajar sekali banyak yang lebih menjalencia atau Barcelona diyakini mudah gokan Barcelona. Valencia tak pernah menang atas Barcelona sejak kemenangan meraih Copa del Rey. Sama seperti kubu Valencia, Barcelona terakhirnya dari Barca pada bulan Maret juga belum ingin menyerah dalam perbu- 2008 silam. Setelah itu di delapan laga ruan trofi Primera Liga. Meski terpaut berikutnya Barca mendominasi dengan 5 selisih poin cukup jauh, para punggawa kali kemenangan dan 3 kali hasil klub Katalan itu terlihat tetap memiliki imbang.(NET-YON)

Entrenador Unai Emery mengeluhkan para pemain yang kurang sigap menghadapi umpan-umpan lambung, bola-bola terobosan serta skenario tembakan bebas tidak langsung. Pasalnya dua gol yang bersarang ke jala Vicente Guaita berasal dari tiga hal tersebut. Untuk itu Emery secepatnya bakal memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut guna menghadapi Barcelona. Dengan poin di klasemen Primera Liga yang tertinggal semakin jauh dari Real Madrid, target paling masuk akal yang harus matim a t i a n diperjuangkan Valencia maupun Barcelona adalah Copa del Rey. Saat ini

BARCELONA

Víctor ValdÊs, Gerard PiquÊ, Carles Puyol, Daniel Alves, Éric Abidal, Xavi, AndrÊs Iniesta Lujån, Sergio Busquets Burgos, David Villa, Alexis Sånchez, Lionel Messi

Vicente Guaita Panadero, Luis Miguel Brito GarcĂ­a Monteiro, Adil Rami, Ricardo Costa, JĂŠrĂŠmy Mathieu, Mehmet Topal, Ever Banega, Pablo HernĂĄndez, Sergio Canales Madrazo, Pablo Piatti, Roberto Soldado

LIMA LAGA TERAKHIR BARCELONA 29 Jan 2012 : 26 Jan 2012 : 23 Jan 2012 : 19 Jan 2012 : 16 Jan 2012 :

Villarreal Barcelona Malaga Real Madrid Barcelona

0-0 2-2 1-1 1-2 4-2

Barcelona Real Madrid Barcelona Barcelona Real Betis

JADWAL SIARANG LANGSUNG Bolton vs Arsenal

02 Februari 2012 (02.45 WIB) EFP

Fulham vs WBA

02 Februari 2012 (04:OO WIB) COPA DEL RAY

Aston Villa vs QPR Blackburn vs Newcastle Bolton vs Arsenal Fulham vs West Brom Sunderland vs Norwich

0 : 3/4 0:0 3/4 : 0 0 : 1/2 0 : 1/2

02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 03/Feb

00:00 02:45 02:45 02:45 02:45 02:45 02:45 02:45 02:45

BOLTON WANDERES Bogdan - Steinsson, Knight, Wheater, Ricketts, Eagles, Reo-Coker, Muamba, Petrov, Mark Davies, Ngog ARSENAL

LIGA ITALIA Atalanta vs Genoa Bologna vs Fiorentina Cagliari vs Roma Inter Milan vs Palermo Lazio vs AC Milan Napoli vs Cesena Siena vs Catania Udinese vs Lecce Novara vs Chievo

0 : 1/4 0:0 0:0 0:1 1/4 : 0 0 : 1 1/2 0 : 1/4 0 : 1 1/4 0:0

Szczesny - Djourou, Mertesacker, Koscielny, Yennaris, Alex Song, Ramsey, Walcott, Rosicky, Arshavin, Van Persie

TIGA LAGA TERAKHIR BOLTON WANDERS 28 Jan 2012 : Bolton 22 Jan 2012 : Bolton 18 Jan 2012 : Bolton

Valencia Valencia Barcelona Barcelona Valencia

2-2 0-1 2-1 3-0 0-0

Barcelona Barcelona Valencia Valencia Barcelona

LIMA LAGA TERAKHIR VALENCIA (La Liga) (La Liga) (La Liga) (La Liga) (La Liga)

BOLTON

30 Jan 2012 : 27 Jan 2012 : 22 Jan 2012 : 20 Jan 2012 : 15 Jan 2012 :

vs

R.Santander Levante Osasuna Valencia Valencia

2-2 0-2 1-1 4-1 0-1

Valencia (La Liga) Valencia (Copa) Valencia (La Liga) Levante (Copa ) Real Sociedad (La Liga)

ARSENAL

Jangan Anggap Remeh kendala. Lolosnya sanksi Robin van Persie atas London-andalas Arsenal akan mendapat ujian berat dalam kasusnya saat lawan Aston Villa di Piala FA kemarin meneruskan misi finish di empat besar Liga Primer memang membuat Wenger lega. Namun permasaInggris musim ini kala melawat ke kandang Bolton lahan yang dialami Wenger justru terletak di lini tengah dan belakang setelah diganggu Wanderers, Kamis (23/1) dinihari WIB nanti, dengan cedera para pemain, seperti Thomas di Reebok Stadium. Tidak ingin menganggap Vermaelen (betis), Abou Diaby (hamstring), remeh tuan rumah yang masih belum Bacary Sagna (engkel), Andre Santos beranjak dari papan bawah, pelatih Arsenal, (pergelangan kaki), Jenkinson (punggung), Arsene Wenger bertekad merebut poin makdan Kieran Gibbs (pangkal paha). simal pada laga nanti. Situasi itu tentu akan dimanfaatkan Maklum, Bolton seringkali mengalahkan Bolton untuk mengulangi memori musim Arsenal di Reebok Stadium. Statistik kemarin. Selain itu, kemenangan Bolton mencatat dari 59 kali laga di kandang Bolton, LIVE 2 FEB pada dua dari tiga pertandingan terakhirArsenal kalah sebanyak 27 kali, 15 kali 03.00 WIB nya, di dapatkan dari tim-tim yang berada imbang dan sisnya Arsenal pulang dengan di atas posisi Bolton dalam klasemen. kemenangan. Terakhir musim 2010/2011 lalu, Arsenal harus mengakui keunggulan Bolton Liverpool dipermalukannya dengan angka 3-1, 22 yang saat itu menang dengan skor tipis 2-1. Dengan Januari lalu. Terakhir 28 Januari kemarin Swansea alasan itulah Wenger tidak ingin menganggap City pun dilumatnya dengan skor 2-1 di ajang Piala remeh Bolton dengan bertekad bakal menurunkan FA. Semua bakal memberi tambahan energi bagi kekuatan terbaiknya pasca sepeninggal Gervinho Bolton untuk meraih kemenangan keempatnya di yang bergabung dengan Timnas Pantai Gading di kandang. Dan fakta tersebut semakin meyakinkan Wenger untuk selalu mengingatkan pasukannya Piala Afrika 2012. Namun sialnya misih Wenger masih saja dilanda untuk tidak main-main dengan Bolton. (NET-YON)

PREDIKSI SUSUNAN DAN FORMASI PEMAIN

LIGA INGGRIS 02:45 03:00 03:00 03:00 03:00

22 Sep 2011 : 03 Mar 2011 : 17 Okt 2010 : 15 Mar 2010 : 18 Okt 2009 :

Lazio vs Milan

JADWAL DAN PREDIKSI LIGA-LIGA EROPA 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb 02/Feb

(La Liga) (Copa ) (La Liga) (Copa ) (La Liga)

Valencia vs Barcelona

02 Februari 2012 (02.45 WIB) Seri A

VALENCIA

HEAD TO HEAD VALENCIA VS BARCELONA

van versie dan theo walcot - arsenal

02 Februari 2012 (03.00 WIB) EFP

ROBERTO SALDADO -valencia

2-1 3-1 2-0

HEAD TO HEAD BOLTON WANDERERS VS ARSENAL

Swansea City (FA) Liverpool (EPL) Macclesfield Town (FA)

KLOSE

26 Okt 2011 : Arsenal 24 Sep 2011 : Arsenal 24 Apr 2011 : Bolton

2-1 3-0 2-1

Bolton Bolton Arsenal

(Carling) (EPL) (EPL)

TIGA LAGA TERAKHIR ARSENAL 29 Jan 2012 : Arsenal 3-2 22 Jan 2012 : Arsenal 1-2 15 Jan 2012 : Swansea City 3-2

LAZIO vs AC MILAN

Aston Villa Man. United Arsenal

(FA) (EPL) (EPL)

20 pertandingan tersebut, Lazio memenangkan 10 pertandingan, 6 kali seri, dan 4 kali kalah. Sedangkan AC Milan berada diposisi ke-2 dengan point 43 dari 20 pertandingan. Dari 20 pertandingan tersebut, AC Milan memenangkan 13 pertandingan, 4 kali Roma-andalas Penampilan 10 pertandingan terakhir seri, dan 3 kali kalah. AC Milan menjadi tim tersubur di Serie kedua tim, Lazio baru memenangkan 1 pertandingan, 4 kali seri, dan 5 kekalahan A dengan total 43 gol dari 20 pertandingan terakhir mereka, sedangkan Lazio atas AC Milan. Pertandingan terbaru mencetak 30 gol. Lazio sejauh akhir kedua tim berakhir dengan sini sudah kemasukkan 19 gol, kor 3 1 untuk kemenangan AC Milan. sedangkan AC Milan kemasukkan Dari 5 pertandingan terakhir lebih sedikit 2 gol dibandingkan Lazio, Lazio memenangkan 3 perLazio yaitu 17 gol. tandingan, dan 2x kalah. PertanLazio memiliki rekor kandang dingan terakhir mereka, mereka yang cukup baik, mereka menang menang 0-3 atas Chievo. LIVE 4 kali, seri 4 kali, dan kalah 2 kali Sedangkan dari 5 pertandingan 2 FEB terakhir AC Milan, AC Milan me- 02.45 WIB dari 10 laga kandang mereka. Sedangkan AC Milan mememenangkan 4 pertandingan, dan 1 nangkan 6 pertandingan, 2 kali kali kalah. Pertandingan terakhir mereka, mereka menang 3-0 atas Cagliari. seri, dan 2 kali kalah dari 10 pertanKedua tim ini akan kembali saling bertemu dingan tandang mereka. Top Skor Lazio dalam lanjutan Liga Seri A Italia yang saat ini dipegang oleh Klose dengan dilangssungkan, Kamis (2/2) dinihari WIB. torehan 11 gol, sedangkan Ibrahimovic Lazio saat ini berada diposisi ke-4 menjadi topskor AC Milan dengan dengan point 36 dari 20 pertandingan. Dari torehan 15 gol. (NET)

Berjibaku


OLAHRAGA

Rabu 1 Februari 2012

harian andalas | Hal.

9

Dispora Sumut: Aset Olahraga Makin Tak Jelas Medan-andalas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara menegaskan pihaknya mengaku kesulitan menjelaskan mengenai keberadaan aset olahraga di Sumut.

andalas/ budi zulkifli

Foto Bersama : Tim bola volli puteri TVRI berfoto bersama dengan tim Dispora Binjai A, para wasit dan panitia sebelum tampil di partai final, Selasa (31/1).

Turnamen Bola Volley GLB III 2012

Dispora Binjai A Juara GLB III Stabat- andalas Tim bola voli puteri Dispora Binjai A VC akhirnya tampil sebagai juara dalam Turnamen Bola Voli Gebyar Langkat Berseri (GLB) III Tahun 2012 memperebutkan Piala Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, setelah dalam partai final yang dilangsungkan di lapangan bola voli Idris Yunus, Selasa (31/1) berhasil menumbangkan tim TVRI VC 3-0. Padahal, tim TVRI VC jauh lebih diunggulkan untuk tampil sebagai juara. Dalam partai final yang seru dan menegangkan itu, tim Dispora Binjai A berhasil unggul 25-14, 27- 25 dan 2513. Kemenangan itu sendiri ditentukan oleh kerjasama yang lebih baik dari anak- anak asuhan Sujono, SPd, sehingga menyulitkan para pemain TVRI untuk mengembangkan permainannya.. Sementara itu, dari turnamen sepakbola pada waktu dan ajang yang sama, tim KTB FC dari Kebun Lada Binjai bermain imbang 3-3 dengan tim Tunas bangsa FC dari Sei Semayang, Deli Serdang. Tim KTB (Karang taruna Binjai) FC sebenarnya tampil lebih menekan sejak dari awal babak I, namun anak- anak Sei Semayang berhasil meredamnya dengan permainan cepat dan lugas, sehingga menyulitkan anakanak KTB untuk mendulang gol.

Bahkan, anak- anak Tunas Bangsa, Sei Semayang berhasil unggul lebih dahulu setelah penjaga gawang KTB, M. Arif gagal mengamankan bola dari tendangan jarak jauh M. Irfan. Bola yang muntah dari tangkapan Arif pun dijebloskan ke dalam gawang oleh Irwanto. Namun, gol itu tidak bertahan lama setelah tendangan jarak jauh Agung berhasil memperdaya penjaga gawang Tunas bangsa, M. Rizky. Sewbelumnya, tendangan pinalti Suheri hanya mengenai mistar gawang Tunas bangsa. Berhasil menyamakan kedudukan, penampilan anak- anak KTB pun semakin meningkat. Akhirnya lewat tendangan jarak jauh Herman, KTB kembali menuai gol hingga berbalik unggul 2-1. Di babak II pertandingan meningkatkan keras dan kasar. Akibatnya, kerap terjadi pelanggaran yang berbuah kartu kuning. Namun, anak- anak Tunas Bangsa berhasil berbalik unggul setelah kembali menciptakan 2 gol ke gawang KTB. Beruntung di lima menit terakhir, anak- anak KTB kembali meningkatkan serangannya, sehingga kembali berhasil menambah gol melalui Agung. Dengan demikian sampai berakhirnya pertandingan kedua tim harus puas berbagai angka sama kuat 3-3. (BD)

"Susah menjawabnya jika ditanya mengenai aset olahraga, karena memang tidak ada penyerahan aset ke Dispora,"kata Sakiruddin, salah seorang staf Dispora Sumut, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi E DPRD Sumut, Senin (31/1) kemarin. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi E, Jhon Hugo Silalahi, dan dihadiri Kadispora Sumut Ristanto beserta sejumlah stafnya, Sakiruddin mengatakan persoalan asset, termasuk asset olahraga se-

penuhnya ditangani Biro Kapwat. Hal itu disampaikan, Sakiruddin terkait pertanyaan wakil rakyat ini mengenai sirkuit balap yang dikelola Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, kini sebagian dibangun menjadi pertokoan oleh pihak developer. Mengenai aset olahraga, menurut Sakiruddin memang banyak yang tidak jelas, sehingga sulit pihak Dispora menjawab secara detail. Termasuk sejarah Stadion Teladan, kata Sakiruddin yang dulunya dibangun oleh panitia Pekan Olaraga Nasional (PON). Namun karena panitia PON tidak mampu membiayai perawatannya akhirnya diserahkan ke Pemko Medan. "Begitu juga aset yang di Jalan Pancing, semua tidak punya alas hak yang jelas," kata Sakiruddin. Namun demikian Sakirudin memaparkan saat ini Sumut memiliki sekira 10 Gedung Olah-

raga yang terletak di Kota Medan, sekaligus akan menjadi modal bagi rencana Sumut tuan rumah PON. "Dari jumlah tersebut sebagian merupakan milik swasta, sedangkan GOR Veteran pengelolaannya oleh Dispora Sumut," paparnya. Mengenai sirkuit IMI Jalan Pancing Sakiruddin juga mengungkapkan rasa herannya, lokasi tersebut bisa dibangun perumahan sementara belum ada perubahan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR). Para RDP tersebut pihak DPRD Sumut yang hadir yakni Arlenne Manurung, Nurhasanah, Nuazizah Tambunan, Megalia, Ida Budi Ningsih, Andi Arba dan Richard Lingga kembali akan menjadwalkan RDP guna mempertanyakan mengenai aset. "Kita akan undang juga pihak-pihak berwewenang," kata Jhon Hugo. DPRD Sumut juga memper-

tanyakan program Dispora Sumut yang berkaitan dengan pengembangan olahraga dan pemuda. Dalam hal kepemudaan, Kasubdis Pemuda, M Thohir memberikan pemaparan, Dispora telah melakukan pembinaan, kepeloporan pemudadan kewirausahaan, pelatihan kepemimpinan serta pendidikan budaya. Sementara kategori pembinaan olahraga dipaparkan Kasubdis olahraga Darwis Siregar. Dispora Sumut kata Darwis berupaya menggalakkan olahraga bisa menjadi kebutuhan hidup dan bahagian yang tak terpisahkan bagi masyarakat. Sedangkan untuk rangkaian olahraga prestasi Dispora Sumut bekerjasama dengan Pemprov Sumut dan KONI. " Kita akan menggelar Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Medan, yang meliputi delapan cabang dan diikuti 7 provinsi se-Sumut," kata Darwis. (YON-REL)

Taufik Nyaman Ditunggal Kedua PPA Gelar Sepaktakraw Open Tournament Medan - andalas Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Prestasi Atlit (LSM PPA) sebagai elemen masyarakat, berkeinginan ikut memberi andil menggairahkan masyarakat untuk berolahraga, khususnya cabang olahraga sepak takraw. Mengingat olahraga ini tumbuh dan berkembang secara tradisional dan telah menjadi salah satu cabang olah raga bertarap internasional. " Kami melihat, banyak bibit-bibit muda dari Kota Medan memiliki berpotensi dalam olahraga sepak takraw. Inilah yang menjadi latarbelakang kami, menggelar Sepaktakraw Open Tournament," terang Ketua Pemerhati Prestasi Atlit, Drs Bangun Panjaitan, didampingi sekretarisnya Ahmad Ruluwad Simanjuntak dan bendahara Drs Abdurrahman MPd kepada wartawan di Medan, Selasa (31/1). Abdurrahman, animo masyarakat terhadap Sepaktakraw Open Tournament yang dilaksanakan selama sepuluh hari ini terlihat cukup tinggi. Sedikitnya 15 club se-kota Medan turut andil dalam kegiatan yang dilaksanakan baru-baru ini di Gedung Serbaguna Barosokai Kecamatan Medan Area ini. "Sebagai panitia kita cukup puas. Bahkan para pserta berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya," jelasnya. Abdurrahman berharap, dari kegiatan olahraga sepaktakraw ini akan timbul pemudapemuda yang sehat yang memiliki jiwa sportifitas tinggi. "Kami juga berharap dari kegiatan ini akan menghasilkan atlit Sepaktakraw yang handal, baik ditingkat Kota Medan Sumatera Utara maupun tingkat nasional," pintanya. Sementara itu Bangun Panjaitan menambahkan, latarbelakang pelaksanaan Sepaktakraw Open Tournament, melihat banyaknya klub sepaktakraw di Kota Medan yang perkembangannya tidak pernah diperhatikan secara lebih serius. Padahal potensi yang dimiliki para atlitnya cukup bisa diandalkan. Untuk itu menumbuh kembangkan olah raga sepaktakraw ini menjadi sesuatu keniscayaan ditengah-tengah masyarakat kota Medan. "Kami juga berharap melalui kegiatan ini lebih mempererat silaturahmi sesama atlit sepaktakraw yang ada di Kota Medan," tambahnya. (HAM)

Jakarta-anddalas Juara Olimpiade Athena 2004 Taufik Hidayat mengaku lebih nyaman menjadi tunggal kedua pada kualifikasi Piala Thomas di Macau, 13-19 Februari 2012. "Sebagai tunggal kedua, bebannya sama saja, tetapi mainnya lebih nyaman," ujar Taufik yang ditemui usai berlatih di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (31/1). Ia mengatakan, sebagai tunggal kedua ia bisa bermain lebih lepas karena lebih berpengalaman dibanding pemain-pemain lawan yang juga menjadi tunggal kedua. "Kalau sebagai tunggal pertama, sudah jelas lawan-lawannya. Misalnya China kemungkinan Lin Dan atau Chen Long, Malaysia Lee Chong Wei, sedangkan Korea Lee Hyun Il," katanya seraya menambahkan bahwa menghadapi tunggal kedua akan lebih mudah baginya. Taufik yang saat ini berperingkat 12 dunia akan menjadi tunggal kedua di bawah Simon Santoso yang menempati peringkat 10 dunia. Pebulu tangkis yang sudah memperkuat tim Indonesia pada Piala Thomas sejak 2000 itu juga yakin tim Thomas Indonesia bisa menjadi juara Grup B pada kualifikasi yang terdiri atas India, Singapura dan tuan rumah Macau. "Kalau dilihat dari lawan dan partai pertandingannya bisa lah jadi juara grup," katanya.

Kualifikasi Piala Thomas zona Asia diikuti 14 tim termasuk juara bertahan China, yang dibagi ke dalam empat grup. Grup A terdiri atas China, Taiwan dan Vietnam, Grup B dihuni Indonesia, India, Singapura, Macau, sedangkan pada Grup C terdapat Jepang, Thailand, Sri Lanka dan Kazakhstan, adapun Grup D terdiri atas Korea, Malaysia dan Hong Kong. Juara dan runner-up grup maju ke perempat final dengan juara dan runner-up Grup A bertemu runnerup dan juara Grup C, begitu pula Grup B dan D. Dengan demikian, pada perempat final Indonesia kemungkinan bertemu Korea atau Malaysia yang berpeluang besar menjadi juara atau runner-up Grup D. Dilihat dari pemain, kata Taufik, Korea lebih kuat dibanding Malaysia karena mempunyai dua ganda di peringkat atas sedangkan Malaysia hanya memiliki satu pasangan. Ganda putra Korea Jung Jae SungLee Yong Dae dan Ko Sung Hyun-Yoo Yeon Seon berturut-turut menempati peringkat dua dan empat dunia, sedangkan Malaysia hanya mempunyai pasangan Koo Kien Keat-Tan Boon Heong yang berperingkat enam dunia. Tim Indonesia rencananya akan bertolak menuju Macau pada Kamis (9/2) dan mulai bertanding pada Senin (13/1) dengan melawan tuan rumah Macau. (ANT)


EKONOMI-BISNIS

Rabu 1 Februari 2012

Medan-andalas Deputi IV Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Limbah B3 dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Masnellyarti Hilman mengatakan, ada 4 perusahaan masuk dalam predikat hitam di Sumut. Perusahaan itu dinilai belum melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang berarti. Selain itu secara sengaja perusahaan tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan sebagaimana yang dipersyaratkan serta berpotensi mencemari lingkungan. Masnellyarti Hilman diserahkan ke pengadilan. "Selain hukuman pidana, perusahaan dengan kriteria hitam tidak akan mendapatkan kredit dari bank," ucapnya. Di sisi lain, Masnellyarti Hilman menjelaskan, pemberian proper diberikan KLH sejak 2002. Peringkat Proper dikelompokkan dengan kategori emas, hijau, biru, merah dan hitam sebagai peringkat kinerja terburuk. Kriteria peringkat emas untuk usaha yang konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. "Di Sumut, hanya 2 perusahaan yang mendapatkan predikat hijau ini," tuturnya seraya menambahkan predikat hijau diberikan untuk usaha yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan

melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien, dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik. Untuk predikat biru yang diberikan kepada usaha yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan. Jumlah perusahaan yang mendapatkan predikat biru di Sumut cukup banyak yakni 36 perusahaan. Selanjutnya, predikat merah diberikan pada usaha yang upaya pengelolaan lingkungan hidupnya tidak sesuai dengan persyaratan dengan jumlah 7 perusahaan di Sumut. "Proper mendorong perusahaan untuk berbisnis secara bertanggung jawab dan mengalokasikan sebagian sumber daya yang dimilikinya untuk memberdayakan masyarakat sekitar," katanya. (SIONG)

Penyerapan Nasabah TabunganKu Tumbuh Stagnan Medan-andalas Minimnya fasilitas yang diberikan untuk jenis TabunganKu membuat orang berfikir ulang sehingga minim peminat. Per forma penyerapan nasabah untuk bergabung dan membuka rekening tersebut tumbuh stagnan. "Gerakan Indonesia Menabung (GIM) diresmikan pertama kali Februari 2010 oleh ibu negara, Any Yudhoyono di Jakarta dengan diikuti 70 bank umum dan 1.024 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) seluruh Indonesia. Selama 10 bulan pelaksanaan yaitu sampai Desember 2010, performanya menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, target 1 juta rekenin tercapai dengan dominal dana yang terhimpun lebih dari Rp500 miliar," kata Pengawas Bank Muda Senior BI Medan, Rino Is Trianto, kemarin. Sedangkan performa di 2011 (posisi Agustus) ternyata menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan yaitu

pertumbuhannya menurun, bahkan cenderung stagnan," jelasnya kepada wartawan. Kegiatan GIM berkembang bukan hanya mengkover TabunganKu saja, namun sudah berkembang dengan pemberian edukasi keuangan dan perbankan kepada masyarakat umum. Kemudian karena substansi berkembang, maka untuk selanjutnya seluruh kegiatan ini disebut dengan financial inclusion. Selanjutnya untuk membangkitkan kembali GIM di 2012 BI mengajak seluruh bank-bank pelaksana GIM yang terdiri dari 70 bank umum dan 1.024 BPR untuk berkoordinasi sehingga dapat menambah jumlah rekening TabunganKu di 2012 sebanyak 3 juta rekening. Tujuan financial inclusion (atau inklusi keuangan) adalah memberikan informasi keuangan dan perbankan kepada masyarakat sehingga melek pada keuangan dan perbankan. Tahap pertama

10

LAPK: Tolak Kenaikan TDL

Empat Perusahaan di Sumut Masuk Predikat Hitam

"Keempat perusahaan yang masuk kriteria hitam, sengaja melakukan perbuatan dan atau melakukan kelalaian mengakibatkan pencemaran lingkungan serta melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan administrasi," kata Masnellyarti Hilman barubaru ini pada acara Intensive Workshop How To Achieve Proper Certification di Hotel Grand Angkasa Medan. Masnellyarti Hilman menambahkan, tekait perusahaan kriteria hitam akan dikenakan sanksi oleh tim deputi penata sistem lingkungan dengan sanksi pidana. "Pencabutan juga bisa dilakukan jika terbukti timbul pencemaran," tandasnya. Dikatakannya, tim akan melakukan penyelidikan untuk kriteria hitam. Selanjutnya hasil penyidikan dibuat BAP dan

harian andalas | Hal.

pelakfinancial inclusion ditandatanganinya nota kesepahaman antara BI dengan Kementerian pendidikan dan kebudayaan di 2011 dengan sasaran memasukkan kurikulum keuangan dan perbankan pada sekolah SD kelas 5 dan 6 serta SMP kelas 8 dan 9. "Secara nasional target di 2012 bisa menghimpun jumlah penabung 3 juta rekening. Dengan tambahan 3 juta rekening ini, pada akhir 2012 nanti diharapkan jumlah rekening TabunganKu berjumlah paling tidak 5 juta karena selama 2 tahun pelaksanaan GIM yaitu 2010 dan 2011 telah terhimpun jumlah rekening sebanyak 2 juta," ucapnya. Khusus di Kota Medan, pelaksanaan GIM sama dengan KBI lainnya, dimana performa TabunganKu mengalami pertumbuhan yang menurun. Jummlah rekenin yang terhimpun dari September 2011 hingga Desember 2011 hanya 50,9 ribu rekenin dengan nominal Rp57,7 miliar. (SIONG)

Medan-andalas Rencana kebijakan pemerintah terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen per April 2012, bagi industri dan rumah tangga pengguna daya listrik di atas 900 watt, begitu dilematis dan berat dampaknya. Memang kenaikan tersebut tidak berlaku untuk golongan pelanggan tidak mampu 450 VA. Tetapi terlepas dari itu kenaikan itu seperti buah simalakama bagi konsumen. Hal itu diungkapkan Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi SH, MHum, kepada andalas di Medan, Selasa (31/1). Dia mengatakan, situasi yang dilematis ini mengkooptasi konsumen pada pilihan yang serba-sulit. Kendati demikian, terdapat kecenderungan ekses efek samping yakni masalah psikologi-sosial-ekonomi. "Kenaikan TDL bisa dimahfumkan jika digaransi punya efek signifikan. Kompensasinya jelas, 'byar-pet' diminimalisir hingga tak lagi terjadi. Pemberdayaan sektor publik di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kemudian, PLN harus disehatkan," kata Dekan Fakultas Hukum UMSU ini. Kondisi ini, tambahnya, harus selaras dengan upaya pemerintah melalui PLN untuk memproteksi kelompok-kelompok industri rumah tangga. Dengan begitu pada skala global, mampu berkompetisi dengan industri manufaktur yang didominasi China. "Secara sosial-ekonomi, pemerintah harus memiliki skema dan katup pengaman agar, penaikan TDL tidak

membuat ekonomi seperti terjun bebas. Pemerintah harus turun tangan dan tidak cukup sekadar menaikkan TDL," ucapnya. Dikatakan, beban ongkos produksi untuk membayar listrik sangat signifikan pada sektor industri. Industrik kecil menengah bakal terjun bebas kalau tidak disokong dengan kebijakan kemudahan dan fasilitas memadai, mengingat kompetisi global makin tajam. Selain itu dalam proses pentarifan, indeks kepuasan konsumen listrik terhadap kualitas layanan PT PLN, plus data tentang kemampuan bayar (abality to pay) konsumen listrik, menjadi basis bagi pemerintah untuk menaikkan TDL. "Tidak ada pilihan lain bagi pemerintah kecuali menggodok jenis pelanggan PLN yang akan terkena kenaikan TDL. Sekecil apapun penaikan itu pasti berdampak pada seluruh masyarakat atau pemutusan hubungan kerja karyawan. DPR juga harus berpihak bagi kepentingan konstituennya, karena di dalam Undang Undang Ketenagalistrikan Nomor 30 Tahun 2009 Pasal 34 disebutkan, pemerintah menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen dengan persetujuan lembaga legislatif," ungkapnya. Lalu, masalah berikutnya apakah tarif rendah identik dengan kualitas pelayanan rendah pula? Kalau begitu mengapa 'ngotot' TDL harus naik, sementara kualitas layanan makin jeblok. "Pemadaman listrik masih terjadi di mana-mana. Apakah masalah ini tidak masuk dalam skema syarat TDL yang mau dinaikkan itu?" tanyanya. (HAM)

Apindo Minta Pemerintah Jaga Kekondusifan Sumut Medan-andalas Asosiasi Pengusaha Indonesia meminta pemerintah menjaga kondusivitas di Sumatera Utara guna bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari 6,7 persen di 2011 dan meningkatkan ekspor dan investasi. "Pemerintah Provinsi Sumut diminta cepat tanggap dan membuat kebijakan yang mendukung keamanan di daerah ditengah mulai maraknya berbagai kegiatan dan termasuk aksi yang diduga berkaitan dengan mendekati Pemilu 2014," kata Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba, di Medan, Selasa. Menurut dia, kalau keamanan terganggu, maka langsung berdampak pada gangguan produksi perusahaan yang bisa mengganggu pemasaran di dalam dan luar negeri. Pengusaha biasanya, kata dia, tidak berani berspekulasi untuk tetap beroperasi seperti biasa, kalau ada aksi-aksi massa yang dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan pengusaha, pekerja dan aset perusahaan. "Kalau perusahaan sering tidak beroperasi tentu produksi anjlok sehingga berpengaruh pada pemasaran di dalam

negeri dan ekspor yang otomatis mengganggu pergerakan sektor riil dan pertumbuhan ekonomi," katanya. Padahal, pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun lalu cukup bagus atau 6,7 persen dan tahun ini ditargetkan bisa mencapai 7 persen serta nilai ekspor sebesar 10,9 miliar dolar AS . Mengenai unjuk rasa buruh menuntut Gubernur Sumut menandatangani Surat Keputusan Upah Minimum Sektoral Kota/ Kabupaten (UMSK) yang terjadi pada Senin (30/1), menurut dia, wajar-wajar saja. "Sepanjang tidak mengganggu keamanan khususnya kepada masyarakat dan perusahaan, unjuk rasa serikat pekerja tidak mengkhawatirkan," katanya. Tetapi dia berharap, ,pekerja tidak langsung melakukan unjuk rasa, namun membicarakan permasalahkan terlebih dahulu dengan yang terkait. Pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Sumut, Bambang Hermanto, mengaku, melakukan unjuk rasa karena Pemerintah Provinsi Sumut dinilai lamban mengesahkan UPMSK, padahal beberapa pemerintah/kota/ kabupaten sudah menyampaikannya. (ANT)

Buruh Jadi Kendala Investasi di RI Jakarta-andalas Krisis ekonomi di beberapa kawasan Eropa dan terbitnya UU Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Publik dinilai menjadi faktor positif bagi investasi di Indonesia. Namun, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Industri, Riset, dan Teknologi Bambang Sujagad mengatakan bila masalah perburuhan menjadi salah satu kendala investasi di Indonesia. "Dunia usaha dalam posisi serba dilema.

Target investasi yang dicanangkan bisa saja tercapai. Tapi, kalau kondisi seperti kemarin, ketika hukum kalah dengan otot, akan mengganggu iklim investasi di dalam negeri," jelasnya, di Jakarta, Selasa (31/1). Padahal, menurutnya, di 2015, pasar ASEAN akan terintegrasi menjadi satu. Dikatakannya, bisa-bisa, investor hanya akan memilih satu lokasi investasi. "Lalu mereka keluar dari Indonesia, pindah ke negara lain. Toh, pasarnya sudah terintegrasi jadi satu," tuturnya singkat. (OK)

Dispendasu Siap Jemput Bola Layani Pajak Masyarakat Medan-andalas Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Sumatera Utara H Sjafaruddin SH MM menegaskan, pihaknya selalu siap menjemput bola dalam melayani pajak masyarakat. Sebab, masyarakat yang bersedia membayar khususnya pajak kendaraan bermotor, suatu bentuk yang harus dihargai dan diacungi jempol. "Justeru kami sangat senang bila ada keinginan masyarakat yang membayar pajak kendaraannya. Jangankan mereka datang ke kantor kami, untuk melakukan jemput bola pajak kendaraan mereka-pun kami sangat bersedia dengan senang hati," kata Kadispendasu Sjafaruddin didampingi Ka UPT Samsat Medan Utara, H Bahar Siagian MSi, dan staf Syaiful Bahri kepada wartawan di Medan, Selasa (31/1), menanggapi aksi demo ratusan penarik beca bermotor (betor) ke gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol,

kemarin. Untuk itu, Sjafaruddin menegaskan, Dispendasu tidak pernah mempersulit melayani masyarakat yang akan membayar pajak kendaraannya, justru senang sekali menerima pembayaran pajak. Bukti Dispendasu melayani masyarakat dalam pembayaran pajak tersebut, jelas Sjafaruddin, pihaknya sudah lama menggunakan sistem jemput bola dengan menurunkan mobil keliling yang disebar ke beberapa daerah startegis. "Malah kita ada membuka kantor pembantu di plaza-plaza sebagai upaya mempermudah masyarakat untuk membayar pajak di manapun berada," katanya. Menurut Sjafaruddin dalam rangka lebih meningkatkan pelayanan pajak Dispendasu mau menjemput bola datang ke terminal-terminal, apakah itu di Terminal Amplas, Pinang Baris atau bila ada usulan dari pembayar pajak angkutan bermotor di suatu tempat

yang disepakati siap melayani permintaan masyarakat. Sementara itu, Bahar Siagian juga mengatakan, Samsat dipimpinnya senantiasa siap melayani masyarakat di kawasannya yang ingin membayar pajak. Bahkan pihaknya dalam melayani masyarakat yang ingin membayarkan pajak kendaraannya di kantornya tersebut, telah menyediakan ruangan dan para pegawai yang selalu siap membantu dan mempermudah masyarakat untuk membayarkan pajaknya. "Bahkan kami juga telah menyediakan kenderaan untuk menjemput bola kepada masyarakat yang dinilai tidak sempat atau jauh untuk membayarkan pajaknya ke kantor kami. Yakni dengan menyediakan mobil keliling ke sekitar masyarakat pembayar pajak," kata Bahar sembari mengatakan malah kalau lagi shoping (belanja) di plazaplaza bisa membayar pajak di Carefour Plaza Medan Fair

dan Sun Plaza. Panggil Kadis Koperasi Sementara itu, Wakil Ketua DPRDSU, Ir H Kamaluddin Harahap Msi menanggapi aksi penarik betor ke dewan tersebut menyatakan, sesungguhnya persoalan tersebut merupakan persoalan tidak transparannya koperasi yang menaungi para penarik betor dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan mereka. Untuk itu, Kamaluddin meminta Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho segera memanggil Kadis Koperasi dan UKM Provsu, guna dimintai penjelasannya terhadap maraknya koperasi menagatasnamakan menaungi penarik betor. "Namun susungguhnya di lapangan koperasi tersebut malah samasekali tidak mempermudah anggotanya dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan anggotanya para penarik betor. Seperti memfasilitasi dan membantu mereka dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor

mereka," tegas Kamaluddin. Untuk itu, Kamaluddin yang juga Wakil Sekjen DPP PAN itu menegaskan, Plt Gubsu dan aparat kepolisian

perlu menyikapi bahkan menindak koperasi yang mengatasnamakan menaungi para penarik betor, tapi sesungguhnya sama sekali

mempersulit anggotanya. "Kita minta koperasi yang 'memanfaatkan' para penarik betor tersebut untuk segera ditutup saja," katanya. (UJ)

andalas/agus salim ujung

Kadispenda Sumut H Sjafaruddin SH MM didampingi salah seorang stafnya.


KOMUNITAS

Rabu 1 Februari 2012

harian andalas | Hal.

11

JAPAN DAY

Peringatan 3 Tahun Bantuan Jepang di Yayasan Abdi Kasih Medan-andalas Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Yuji Hamada hadir di Yayasan Abdi Kasih (Yadika) yang beralamatkan di Jalan Rawe IV Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (31/1). Kedatangan Yuji Hamada dalam rangka untuk memperingati 3 tahun bantuan Jepang kepada yayasan tersebut. Kedatangan Yuji Hamada disambut anak-anak Tuna Grahita dan pengurus Yadika serta guru-guru pembimbing dengan menggelar tor-tor sambil berjalan menuju lokasi gedung olah raga milik yayasan itu. Acara yang dikemas secara sederhana itu, anakanak grahita mempertunjukkan kebolehan mereka antara lain penampilan akrobatik sambil melambaikan bendera Indonesia dan Jepang Salah satu puncak kegiatan

peringatan 3 tahun bantuan jepang terhadap Yadika itu, Yuji Hamada memotong kue tar sambil menyulangi sejumlah pengurus Yadika yang hadir. Dalam laporan Kepala Sekolah Yadika, Yustino menyebutkan Konjen Jepang di Medan memberikan bantuan berupa bangunan gedung olah raga dan satu unit bus sekolah senilai Rp700 juta tahun 2009 dan selama 3 tahun ini pihaknya melakukan perawatan dengan baik hingga kini ma-

andalas/DP

BERBAUR- Konjen Jepang di Medan Yuji Hamada berbaur dengan anak-anak tuna grahita disela-sela acara peringatan 3 tahun pemberian bantuan Jepang ke Yayasan Abdi Kasih di Jalan Rawe IV Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (31/1).

DIABADIKANPengurus Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Utara diabadikan bersama Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM, Selasa (31/1).

Pengurus MW KAHMI Sumut Sampaikan Program Kerja Medan-andalas Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Utara beraudiensi ke kantor Gubsu dan diterima langsung Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM, Selasa (31/1). Nurdin Lubis yang juga sebagai Sekretaris Penasehat Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara memberikan apresiasi terhadap KAHMI Sumut yang telah menyusun program kerja dan rencana segera membangun kantor serkretariat. “Petemuan seperti ini sangat penting, disamping bisa saling bertukar pikiran, Melalui pertemuan ini ada produktivitas yang kita bangun. Karena silaturahim menghasilkan perubahan baru, silaturahmi adalah cermin bagi kita menjadi yang terbaik,” kata Nurdin Lubis. Menurut Nurdin Lubis, program-program intelektualitas agar disinergikan dengan

kelembagaan-kelembagaan dalam rangka perkuatan intelektualitas di Sumatera Utara terutama dalam hal pendidikan Terkait rencana Majelis KAHMI Sumut untuk membangun kantor sekretariat, lanjut Nurdin Lubis, Pemprovsu akan menjembatani dan akan mensinergikannya dengan lembaga-lembaga terkait. Sementara itu Ketua Harian Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara Ir H Murlan Tamba MM mengatakan maksud audiensi tersebut selain untuk bersilaturahmi juga melaporkan program kerja yang telah dilakukan KAHMI Sumut. "Dua hari yang lalu KAHMI Sumut secara periodik peralihan pimpinan, dalam hal ini Ketua Harian KAHMI Sumut dari Ir H Tambah Karo-Karo MM kepada Ir H Murlan H Tamba, MM yang setiap 6 bulan ada peralihan pimpinan

Ketua Harian" ujar H Murlan Tamba. Selanjutnya pada audiensi tersebut MW KAHMI Sumut juga meminta nasehat dan masukan kepada Sekdaprovsu H Nurdin Lubis selaku Sekretaris Dewan Penasehat KAHMI Sumut sehubungan rencana pembangunan kantor sekretariat MW KAHMI Sumut. "Sekdaprovsu selaku Majelis Penasehat KAHMI Sumut mengapresiasi secara positif rencana pembangunan Kantor KAHMI Sumut yang kepanitiaannya sudah terbentuk dan berharap panitia yang sudah terbentuk dapat bekerja secara serius demi terwujudnya rencana ini". Kata Murlan yang didampingi Sekretaris Umum Mhd Zahrin Piliang, Wakil Sekretaris Umum Asrul Kidam, Sekretaris Elvi Hadriany, Ir H Tambah Karo-Karo MM, Prof Dr Syaiful Sagala, H Husni Lubis SH, Hapcin Suhairy SE MSi. (WAN) Andalas/thamrin sihombing

DIABADIKAN- Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro dengan Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munawar Sik MSi, Dandim 0204/DS Letkol Arh Wawik Dwinanto diabadikan bersama kader PMK.

Kader PMK Diyakini akan Menjadi Pemimpin Lubuk Pakam-andalas Kapolda Sumatera Utara Irjen Wisjnu Amat Sastro mengajak kader PMK untuk menjadi kader yang bermoral dan berakhlak. Karena kader PMK diyakini akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Hal itu disampaikan Wisjnu saat membuka pelatihan kader Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) se-Sumatera Utara Angkatan V Tahun 2012, di Gedung Cadika Lubuk Pakam dan dihadiri Wabup H Zainuddin Mars, Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munawar Sik MSi, Dandim 0204/DS Letkol Arh Wawik Dwinanto, Anggota DPRD Sumut dan Deli Serdang, Para SKPD Deli Serdang, Ketua PMK Sumut Rajamin Sirait SE, para Ketua

OKP, Senin (30/1). Wisjnu menambahkan untuk menjadi pemimpin tidak harus orang pintar, mengingat ke depan banyak permasalahan yang harus dihadapi. Ia mencontohkan seperti masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang membuat meningkatnya masalah kamtibmas. Dikesempatan itu Kapoldasu juga menginstruksikan kepada masing-masing Kapolres untuk menggelar pertemuan rutin minimal sekali sebulan, sehingga dapat mengetahui perkembangan Kamtibmas di daerahnya. Apalagi dengan program Polri dengan mewujudkan 1 Desa 1 Polisi sehingga masalah-masalah yang kecil dapat dieleminir. Khusus di Sumatera Utara

masalah yang dikhawatirkan salahsatunya konflik terhadap masalah tanah garapan eks HGU PTPN II, yang tidak gampang untuk diselesaikan. Begitu juga dengan pengaruh peredaran Narkoba yang berjalan secara struktur memasuki bangsa ini masih banyak lagi hal-hal yang menganggu kamtibmas seperti geng motor yang sangat meresahkan warga. Sementara Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars menyampaikan kondisi kamtibmas di Deli Serdang secara umum telah tercipta dengan baik berkat dukungan kerjasama dengan seluruh jajaran polres yang ada di daerah ini, yakni Polres Deli Serdang, Polresta Medan dan Polres Pelabuhan Belawan. (TH)

sih dapat digunakan dengan baik. Yustino menambahkan jumlah anak-anak di Pusat Pendidikan dan Latihan untuk anak-anak tuna grahita itu sebanyak 80 orang dengan rincian sebanyak 30 orang tinggal di asrama sedangkan 50 orang lagi diantar jemput dari rumah masing-masing dengan menggunakan bus sumbangan tersebut. Dikesempatan itu, Yuji Hamada kepada andalas mengatakan selama 54 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jepang banyak memberi bantuan dibidang seperti pendidikan, kebudayaan, teknologi, ekonomi, politik maupun sosial yang meliputi kesejahteraan masyarakat. Ditambahkannya, Konjen Jepang di Medan dan masyarakat Jepang berharap penerima bantuan itu dapat menggunakan dengan baik sesuai

visi dan misi saat menerima sehingga dapat bermanfaat untuk peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan. Terutama bagi masyarakat tingkat grass roots guna meningkatkan persahabatan IndonesiaJepang. Sementara itu, Ketua Komite Proyek Yadika Lenny M Kosasih melalui Dameria Hutabarat menyampaikan terimakasih kepada Konjen Jepang di Medan dan masyarakat Jepang atas bantuan yang diberikankarena dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada anak-anak tuna grahita dan masyarakat. Salah seorang pendiri Yadika Delima Hutauruk mengatakan kegiatan Japan Day ini setiap tahun digelar sejak 2009 lalu dan tetap digelar selama 5 tahun ini untuk memperingati bantuan Konjen Jepang itu . (DP)

15 Menwa Mahatara-SU Jalani Suskapin Medan-andalas Sejumlah 15 Resimen Mahasiswa (Menwa) MahataraSumatera Utara menjalani Kursus Kader Pimpinan (Suskapin) XXXII tahun 2012, di Makopassus Cijantung, Lemhanas RI, Situlembang- Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (KONAS) Indonesia dari tanggal 1 - 21 Pebruari 2011. Peserta pada kegiatan Suskapin kali ini 100 peserta dari seluruh Skomen di Indonesia. Ke 15 Menwa Mahatara Sumatera Utara itu berasal dari berbagai perguruan tinggi di daerah ini, seperti Frikson Jony Purba (Skomen Mahatara), Nurdin Matanari, Hendrik Fernanades (USU), Joen Parningotan Purba, Daniel Juanda Marusaha Siagian, Monang Tua Simamora, Joan Feron Surbakti (Unimed), Zulaini Masruro Nasution, Imelda Wardhani Rambe, M Rasyid Ridho Siregar (IAINSU), Jhonner Sitinjak, Desmar Sahputra Siallagan (Univ Sisingamangaraja XII), Monang Tambunan, Albertus Sinaga (ITM) dan Yuni Kurniati (UMA). Rombongan Menwa Ma-

Andalas/ist

FOTO BERSAMABERSAMA-Kabid IV Kesbang Pollinmas Thomson Simanungkalit SH dan Danmenwa Mahatara Sumut Rotua Sibagariang foto bersama dengan para menwa di Bandara Polonia Medan, Selasa (31/1) sebelum bertolak mengikuti Suskapin di Makopasus CinjantungSitulembang-Jabar. hatara-Sumut kemarin (31/1) dilepas Kepala Kesbang Pollinmas Sumut Drs Bukit Tambunan MAP diwakili Kabid IV Kesbang Pollinmas Thomson Simanungkalit SH bersama Danmenwa Mahatara-SU Rotua Sibagariang SST, Wadanmenwa Dedi Holden Simbolon, SSi, Kasmen Sahrijal Akino, SPdI, Aspers Rifki Ramadhan, SPdI, Aster Oda Kinata Banurea, SPdI. Thomson Simanungkalit SH mewakili Ka Kesbang Pollinmas Sumut mengharapkan, para Menwa Mahatara me-

manfaatkan Suskapin tersebut sehingga nantinya benarbenar menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat. “Kegiatan ini bagian partisipasi mahasiswa dalam bela negara. Nah, kami minta para menwa menjadikan Suskapin untuk menempa diri menjadi pemimpin dikemudian hari,” katanya. Sementara itu Danmenwa Mahatara Sumut Rotua Sibagariang SST menyebutkan, organisasi Resimen Mahasiswa telah mengorganisir diri di setiap tingkatan hirarki

kewilayahan mulai dari Tingkat Kampus (Satuan Resimen Mahasiswa), Tingkat Lokal (Sub Resimen Mahasiswa), Tingkat Provinsional (Komando Resimen Mahasiswa) dan di Tingkat Pusat (Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia). “Suskapin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota menwa dan sekaligus memperdalam praktek kepemimpinan serta mempererat persaudaraan antar anggota menwa Indonesia,”ujarnya. (HAM)

Umat Khonghucu Laksanakan IKA UISU Tingkatkan Sembahyang Thi Kong Medan-andalas Ribuan etnis Tionghoa umat Khonghucu khususnya suku Hokkian di Kota Medan, Senin (30/1) atau Chue Kau dinihari beramai-ramai menjalankan sembahyang Tuhan (Pai thi Kong) tepat pada pukul 00.00 WIB. Ketua Majelis Kelenteng Khonghucu Indonesia (MKKI) Sumut, Andy Wiranata di sela–sela upacara sembahyang yang dilaksanakan di rumahnya Jalan Brigjend Katamso Medan mengatakan, upacara sembahyang Thi Kong dilakukan mulai dari kalangan atas sampai orang-orang miskin sekalipun. “Penduduk yang miskin cukup menempatkan sebuah Hiolo (pendupaan) kecil guna menancapkan dupa) di depan pintu rumahnya dan menyalakan hio (dupa) dari pagi sampai tengah malam secara terus-menerus,” kata Andy Terkait sesaji sepasang tebu yang diikatkan di kaki meja,Andy mengisahkan, dalam legenda ibadah sembahyang tebu, suku Hokkian merupakan basis terakhir dari perlawanan sisa-sisa pasukan yang masih setia kepada Dinasti Ming (1368-1644). Di waktu itu pasukan Qing (Man Zhu) memasuki Provinsi Hokkian dan menyerang mereka sehingga akhirnya pasukan Qing itu pun mampu menguasai Provinsi Hokkian.

SDM dan Silaturahmi

Andalas/Siong

SEMBAHY ANG - Etnis Tionghoa suku Hokkian beramai-ramai melakSEMBAHYANG sanakan sembahyang Tuhan (Pai Thi Kong) tepat pada pukul 00.00 WIB, Senin (30/1). “Selama terjadi peperangan dan kekacauan tesebut, banyak masyarakat yang bersembunyi di dalam perkebunan tebu.Di dalam rumpun tebu itulah mereka merayakan Imlek. Barulah setelah tanggal Chue Kau mereka berbondong ke luar dan kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya. Dikatakannya sesuai dengan amanat suci dalam Kitab Lee Ki (kitab kesusilaan),dalam ritual sembahyang ini dilaksanakan dengan mempersiapkan diri secara khusus berpantang makanan (berpuasa/ vegetaris) sejak hari ketiga sampai berakhirnya sembahyang Tuhan . “Sembahyang ini merupakan sembahyang besar dengan peyerahan diri secara total kepada Tuhan yang bermakna betapa manusia demikian kecilnya di hadapan-Nya,” se-

butnya. Sedangan pada hari ketigabelas Imlek, kata Andy, dilaksanakan upacara suci memperingati kemuliaan Kwan Kong,Dewa yang melambangkan sikap ksatria, setia, berani, bijaksana, dan taat pada agama. Selanjutnya pada hari kelimabelas dilaksanakan upacara sembahyang Cap Go Meh (malam bulan purnama). Hasil pantauan andalas usai melaksanakan ritual sembahyang tersebut, beberapa warga mengucapkan Kiong Hee Fat Cai. Menurut mereka Chue Kau merupakan Hari Raya Imlek sejatinya milik suku Hokkian. “Chue Kau sejatinya Imlek milik suku Hokkian, makanya saya ucapkan Kiong Hee Fat Cai lagi,” kata salah satu warga Susanto Chen kepada andalas. (SIONG)

Medan-andalas Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menyatakan keberadaan wadah tersebut untuk mempererat silaturrahmi sesama alumni. Hal ini sangat dibutuhkan didalam membangun pondasi kekuatan alumni tidak hanya didalam meningkatan SDM melainkan kekuatan tali silaturahmi. Demikian diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKA UISU Periode 2011 - 2016 Eddy Aswari seraya menyatakan IKA UISU bersifat independen dan tidak memihak kepada salah satu versi UISU yang ada saat ini. Bahkan IKA UISU berusaha untuk menyatukan dua kubu. Eddy didampingi pengurus lainnya, Sekretaris Jenderal Drs H Razman Arif MA, Wakil Sekretaris Jenderal M Khairun Nazirin ST dan lainnya, kemarin menjelaskan, dalam rangka menyatukan atau mendamaikan dua pihak yang berseteru mereka telah bersilaturahim kepada dua kubu tersebut. "Silahturahmi tersebut untuk menampung masukan dari kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan selama ini," ujarnya. Di samping itu lanjut Eddy, mereka juga akan bertemu dengan pihak Kopertis dan Kopertais untuk mempertanyakan persoalan yang sebenarnya. Eddy mengatakan, sebagai alumni mereka tidak ingin menyaksikan UISU yang bercerai berai. "Saat ini UISU tidak hanya terpecah tapi sudah tercerai berai. Kami juga tidak ingin melihat ada ijazah yang bermasalah," ujarnya. (THA)


Rabu 1 Februari 2012

Eddy Susanto Pasi Dilantik Pimpin KNPI Dairi Sidikalang-andalas Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, Ir HA Yasir Ridho Lubis melantik Ketua DPD KNPI Dairi periode 2011-2014, Eddy Susanto Pasi AMd, Sekretaris Tindoan Sitohang ST, Bendahara Abdul Gafur Simatupang SPd, di Balai Budaya Sidikalang, Senin malam. Hadir pada pelantikan tersebut, Bupati KRA Jonny Sitohang Adinegoro, Wabup Irwansyah Pasi SH, Ketua DPRD Delphi Masdiana Ujung, Anggota DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga SE, Pengurus KNPI Kabupaten Humbahas, Tanah Karo, Pakpak Bharat, tokoh pemuda, agama serta organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Dairi. Pelantikan tersebut mengacu kepada SK DPD KNPI No 81/KNPI/KPTS/2011, tentang pengangkatan Ketua DPD KNPI Kabupaten Dairi, pada 15 September 2011 lalu. Sebelum pelantikan dilakukan, DPD KNPI Dairi telah melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dan membentuk Tim Formatur, guna pemilihan ketua periode 2011-2014. Ketua KNPI Dairi yang baru dilantik Eddy Susanto Pasi mengatakan, pihaknya akan menata kembali internal KNPI dan memberdayakan seluruh OKP yang ada di daerah itu. Dalam waktu dekat akan membentuk koordinator di setiap kecamatan guna mengefektifkan potensi yang ada dalam memajukan KNPI di Kabupaten Dairi. "Untuk itu, diharapkan kepada seluruh pengurus agar bekerja dengan baik. Tidak perlu banyak bicara, tetapi action yang perlu kita lakukan untuk memajukan KNPI Dairi," tegas Susanto Pasi. Sementara, Ketua KNPI Sumut HA Yasir Ridho Lubis mengatakan, pelantikan KNPI Dairi merupakan salah satu momentum untuk mengabdikan diri menjadi pemuda yang bertanggung jawab dan mempunyai tiga sikap. Sikap egaliter (rendah hati) agar bisa berkomunikasi dengan siapa pun. Bersikap intelektual dan memiliki sifat pluralis. Bupati Dairi KRA Jonny Sitohang Adinegoro dalam kesempatan itu, mengimbau seluruh pengurus yang baru dilantik agar mempunyai sikap rela berkorban. "KNPI harus dijadikan sebagai wadah pengkaderan untuk melahirkan pemuda potensial, karena KNPI merupakan garda terdepan dalam membina pemuda serta melahirkan pemuda berwawasan luas, sehingga sebagai mitra pemerintah, KNPI dapat bersinergi untuk memajukan Kabupaten Dairi," katanya. (SS)

Pembongkaran Box Sepeda Motor Marak di Kisaran Kisaran-andalas Modus pencurian dengan cara membongkar atau mencungkil box sepeda motor, saat ini marak di Kisaran. Bahkan, para pelaku pencurian tersebut diduga warga yang berdomisili di seputaran inti Kota Kisaran. Suci (35), warga Desa Kampung Bunga Kecamatan Rawang Panca Arga, kepada andalas di lokasi kejadian. Tepatnya di depan Toko Ponsel Mecca, Jalan Imam Bonjol Kisaran, kemarin mengatakan, dirinya baru saja menjual perhiasan kalung ke salah satu toko mas di Jalan Diponegoro. Setelah itu, uang hasil penjualan kalung berkisar Rp 2 juta dan sebuah hp miliknya ditaruh ke box sepeda motor merk Mio Soul berwarna merah. Selanjutnya setelah usai menjual kalung tersebut dan bermaksud akan berbelanja pulsa di salah satu toko ponsel antara Toko Mecca dan Excellent, tiba-tiba seorang pria berusia sekitar 28 tahun turun dari sepeda motor yang ditumpangi dan langsung membongkar box sepeda motornya. Ia belum sempat menjerit kejadian yang berlangsung singkat tersebut pria berbaju biru langsung pergi dengan temannya yang berada di atas sepeda motor yang dinaiki semula. Merasa pria berbaju biru tersebut telah membongkar box sepeda motornya ia pun teriak : copet, copet. Namun, pencuri tersebut segera tancap gas meninggalkan lokasi kejadian. Pantauan andalas di lokasi kejadian serta keterangan beberapa sumber yang melihat pencurian tersebut mengatakan, pria pembongkar box sepeda motor tersebut sering berkeliaran dan mangkal di seputaran itu. "Dua atau tiga hari lagi dia pasti muncul lagi,"kata salah satu karyawan ponsel, yang diamini salah satu petugas security bank berbaju biru yang juga sering melihat pencuri tersebut berkeliaran di Jalan Imam Bonjol. Kepada korban Suci, salah seorang warga disarankan untuk melaporkan perihal pembongkaran box sepeda motornya tersebut kepada pihak Kepolisian Pos Kota. Namun ia tampak enggan, ketika disinggung apa saja yang berhasil dilarikan pencuri tersebut. "Hasil penjualan kalung berjumlah Rp 2 juta serta dompet dan satu buah hp amblas diambil pencuri itu," ucapnya lirih sembari menyeka air matanya. (FAS)

SUMATERA UTARA 12 Banyak Proyek Disdik di Serdang Bedagai Terbengkalai harian andalas | Hal.

Sei Bamban-andalas Sejumlah proyek rehabilitasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, senilai ratusan juta bersumber dari DAK, DBD dan APBD tahun anggaran 2011, bermasalah dan banyak yang terbengkalai. Contohnya, rehabilitasi gedung SDN 102036 Hapoltahan Nauli, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Dari awal pengerjaan bulan Oktober 2011 hingga kini, SDN tersebut belum juga rampung dikerjakan. Pengerjaannya hanya masih sampai mendirikan besi tiang cor atau diperkirakan dikerjakan baru mencapai 10 persen. Begitu juga halnya, dengan

rehabilitasi SD Negeri 102034 Gempolan, Desa Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, pengerjaannya masih sebatas mendirikan tiang teras dan pemasangan asbes. Terkait hal di atas, Sekretaris Disdik Sergai, Eddy Syahputra MPd ketika dikonfirmasi mengaku, tidak mengetahui sejumlah proyek rehabilitasi SDN dikerjakan tahun berapa dan sumber dananya. “Saya tidak hapal tahun berapa, sumber dana, berapa dan dikerjakan oleh siapa proyek tersebut,”ujarnya. Sementara, anggota DPRD Sergai, Ramles Simajuntak menanggapi hal di atas mengatakan, terbengkalainya sejumlah proyek rehabilitasi di Disdik Sergai akan dibawa ke forum fraksi dan komisi untuk dibahas. “Setelah ada kesimpulan dan kesepakatan lalu akan segera ditindaklanjuti. Mengenai adanya permintaan sejumlah warga untuk meninjau proyek tersebut, kita sangat setuju,” ungkap Ramses. (RYAD)

TERBENGKALAI - Proyek rehabilitasi gedung SDN 102036 Hapoltahan Nauli, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, tahun anggaran 2011 hingga kini belum diselesaikan alias terbengkalai.

Bupati Asahan Laporkan Penyelenggaraan Pemerintah ke Publik Kisaran-andalas Kebijakan Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP yang melapokan informasi penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Asahan tahun 2011 ke publik dinilai sebagai langkah yang positif. Pasalnya, tidak semua kepala daerah melakukan hal itu. Laporan penyelenggaraan Pemkab Asahan tahun 2011 yang dilakukan bupati kepada publik tersebut, dinilai Anggota DPRD Sumut, Drs Bustami Hs sangat positif sebagai perwujudan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaran pemerintahan daerah. “Apa yang dilakukan Bupati Asahani sangat positif dan berani menyampaikan laporan kegiatan kepada masyarakat. Sebab tidak semua kepala daerah berani melakukan hal itu,"kata Bustami, usai mengikuti laporan informasi penyelenggaraan pemerintahan Pemkab Asahan, di Gedung Serbaguna Kisaran, kemarin. Bustami yang hadir pada acara itu, berharap apa yang dilakukan Bupati Asahan dapat diikuti kepala daerah di Sumut. Apa yang dilakukan bupati mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 3 tahun 2007 tentang laporan penyelenggaran pemerintahan daerah kepada pemerintah. Laporan pertanggung jawaban kepala daerah kepada DPRD, dan informasi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. Hal senada dikatakan Ketua DPRD Asahan, H Benteng Panjaitan SH. Bahwa kegiatan dilakukan Bupati Taufan Gama merupakan perwujudan pemerintahan yang jujur dan transparan, karena bupati memaparkan semua kegiatan serta penyaluran dananya.

andalas/FAS

LAPOR - Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, melaporkan penyelenggaraan pemerintah daerah tahun 2011 kepada publik. “Jadi tidak ada lagi kegiatan anehaneh dan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,“ katanya. Di hadapan ribuan masyarakat memenuhi Gedung Olah Raga (GOR) Kisaran, Bupati Asahan menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut yakni untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan tahun 2011 sekaligus sebagai bahan masukan dan evaluasi perencanaan dan pelaksanaan pembagunan pada tahun berikutnya. Bupati menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menguraikan realisasi pendapatan dan belanja daerah tahun 2011, serapan anggaran belanja daerah

tahun 2011, realisasi fisik pelaksanaan pembangunan tahun 2011 dan menyerapkan saran, tanggapan dan masukan dari masyarakat guna peningkatan kualitas pembagunan pada tahun berikutnya. Bupati secara detail menyampaikan pagu dan realisasi anggaran dari masing-masing kegiatan SKPD. Pada 2011 belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 559 M lebih. Belanja langsung sebesar Rp 333 M lebih, pendapatan sebesar Rp 930 M lebih dan belanja daerah sebesar Rp 908 M lebih. "Dari realisasi APBD Asahan tahun 2011 terdapat SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) sebesar Rp 22 M lebih," katanya. (FAS)

Warga Desa Alur Gadung Apresiasi Bantuan Pemerintah Stabat-andalas Warga Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Sebrang Langkat, mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah berupa racun gulma, pupuk dan bibit tanaman kelapa sawit. Bantuan bibit tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian rakyat, khususnya di bidang pertanian perkebunan. Demikian dikatakan Rewanto, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Alur Gadung Kecamatan Sawit Seberang kepada wartawan, kemarin. Ditegaskannya, bantuan dari Pemerintah ini sebagai rangsangan terhadap masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Kendati yang menerima bantuan harus mengeluarkan uang sebesar Rp.5 ribu per pohon, tetapi itu bukan merupakan akses jual beli, melainkan sebagai tanda dari ucapan terima kasih secara ikhlas dari warga.“Karena merasa senang atas bantuan yang diberikan pemerintah, sesuai hasil musyawarah yang telah disepakati bersama,” ujarnya. Ucapan terima kasih mereka himpun melalui anggota Kelompok Tani Lestari, warga juga menyatakan secara tertulis tidak akan menuntut di kemudian hari. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Kepala Desa Alur Gadung agar tidak me-

nimbulkan prasangka buruk di kemudian hari. Dari ucapan terima kasih itu terhimpun dana sebesar Rp 20 juta, namun dana tersebut bukan untuk kepentingan pribadi seseorang, tetapi akan dipadukan dengan dana APPKD Desa sebesar Rp 10 juta untuk membangun jalan masuk ke Desa Alur Gadung yang kondisinya saat ini memang sudah sangat berantakan (hancur). Dulunya jalan tersebut sudah pernah di aspal oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Langkat dengan lebar 3 meter dan panjang 3.000 meter, tapi sekarang jalan tersebut kondisinya sudah hancur- lebur. Untuk itu satu-satunya jalan altenatif menuju Desa Alur Gadung sangat membutuhkan perehaban total. Dengan biaya yang minim, yaitu sebesar Rp.30 juta jalan tersebut dilebarkan menjadi 7 X 3.000 meter. Jadi, sudah barang tentu biaya sebesar itu masih banyak ke kurangan. Belum lagi untuk sewa beko dan sebagainya. Namun, berkat kegigihan warga Desa Alur Gadung secara swadaya, maka jalan tersebut sudah dalam kategori rampung dikerjakan. Harapan mereka agar Pemerintah Daerah (Pemkab Langkat) dapat memberikan pengaspalan, karena jalan tersebut satu-satunya jalan alternatif menuju pintu gerbang Desa Alur Gadung. (BD)

Pemdes Laut Dendang Giatkan Gerakan Jumat Bersih Percut Sei Tuan-andalas Demi mewujudkan bersih lingkungan yang berdampak dengan terjaminnya kesehatan di lingkungan masyarakat. Pemerintah Desa (Pemdes) Laut Dendang lebih menggiatkan gerakan Jumat bersih, yang dilakukan secara bergotong royong. Demikian dikemukakan Kepala Desa (Kades) Laut Dendang Suwardi, kepada andalas di ruangan kerjanya, Selasa (31/ 1). Menurut Suwardi, kelancaran pelaksanaan kegiatan Jumat bersih tersebut, tidak terlepas dari peran serta pengurus PKK desa dan masyarakat. Seperti Jumat lalu, gotong royong Jumat bersih dilaksanakan di Dusun I Kamboja, Jalan Masjid. Bahkan, gotong royong tersebut dihadiri Ketua PKK Kecamatan Percut Sei Tuan, Ny Herawati Darwin Zein. Sekitar seratus warga bergotong royong dengan dipandu seluruh Kepala Dusun (Kadus) se-Desa Laut Dendang tersebut, mencakup pembersihan parit parit, pembersihan dan pembuangan sampah sampah serta penanaman bunga bunga di pinggiran jalan. Sementara, sejumlah masyarakat

menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Deli Serdang yang telah mengaspal Jalan Kamboja sepanjang 2 km. Namun, para warga memohon agar parit di kedua sisi jalan sepanjang 4 km tersebut agar dicor permanen. Sebab, parit yang ada sekarang selain tidak berfungsi karena dangkal dan tersumbat, juga berdampak mempercepat kehancuran jalan yang disebabkan tergenangnya air hujan membanjiri badan jalan. Sehingga warga yang akan ke masjid menjadi terganggu. Winda, salah seorang warga mengatakan bangga dan salut kepada Kades Suwardi, yang telah banyak membawa perubahan di desa mereka. Di samping kegiatan rutinitas gotong royong, kades juga merehab kantor desa yang selama ini terkesan kurang laik pakai. Hubungan antara Pemdes dengan masyarakat telah terjalin baik dan penuh kekeluargaan, saling tolong menolong serta bahu membahu. Hubungan kecamatan dan desa juga terjalin dengan baik. Kades Suwardi pintar bergaul dengan sesama, sementara Camat Darwin Zein ramah dan selalu berinteraksi dengan masyarakat. (FT)

GOTONG ROYONG - Kades Laut Dendang Suwardi, diabadikan bersama staf dan PKK desa, usai melaksanakan gotong royong bersama warga desa.

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Robert Tarigan SH, Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Agus Salim HT Haean, Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti TANJUNG BALAI: Faisal M Yunus Nst BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua MADINA: Choirullah Lubis PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BIEREUN: H Suherman Amin,M Husin Spd, Juanda Iskandar. KUTACANE: Jamuddin Selian, Alwahidi LANGSA: DD Harison. LHOKSUKON: Usman Cut Raja. BLANGPIDIE: Supriyan MS. ACEH TAMIANG: Zul Herman.

and


SUMATERA UTARA

Rabu 1 Februari 2012

13

Warga Aek Parombunan Dambakan Perbaikan Jalan

Petani Sinderrung Jaga Hutan Sindeka Pakpak Bharat-andalas Kawasan kaki Bukit Delleng Sindeka, yang sudah berubah fungsi menjadi kawasan perkantoran Pemkab Pakpak Bharat dan menjadi perladangan produktif, menurut masyarakat petani yang berladang di kawasan tersebut dipastikan aktivitas mereka tidak akan mengganggu kawasan hutan di lingkungan tersebut. Salah seorang petani Sinderung Desa Aor Nakan I, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS) Kabupaten Pakpak Bharat, Wasinton Bancin mengaku, sudah sejak lama membuka lahan miliknya di kawasan tersebut dengan beberapa jenis tanaman. "Di antaranya jagung, gambir, bahkan jeruk yang tergolong jenis tanaman tua," ungkapnya kepada andalas, Selasa (31/1). Bancin memastikan, kawasan hutan Sindeka tidak akan terganggu karena petani yang berladang di sekitar itu juga memiliki ketergantungan dengan hutan yang ada di

harian andalas | Hal.

pinggiran ladang. "Seperti kebutuhan air yang masih mengalir dari kawasan hutan,” ujarnya. Selama ini, kata Bancin, petani setempat turut melakukan penjagaan kawasan hutan Delleng Sindeka dari ancaman perambahan. Hal itu dilakukan, selain menjaga ekosistem air juga dalam rangka menjaga lingkungan hidup yang terus digalakkan pemerintah pusat maupun daerah. Sementara di kawasan Hutan Delleng Raja, tidak jauh dari kawasan Hutan Delleng Sindeka yang sebelumnya sempat terjadi penebangan hutan beberapa tahun lalu, kini sudah kembali terjaga. Warga petani sawah Napatolong yang sangat bergantung kepada kawasan hutan Delleng Raja juga berharap kawasan hutan tersebut dapat tetap terjaga sehingga pertanian sawah milik warga sekitar 50 ha dapat tetap bertahan dan menghasilkan padi. (WES)

Kepengurusan Vihara Tri Ratna Dikukuhkan

Sibolga-andalas Jalan Eben Ezer Sigalingging Kelurahan Aek Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan, rusak parah dan menimbulkan keresahan bagi pengguna jalan seperti betor (becak bermotor), angkot dan sepeda motor. Kondisi jalan itu dikhawatirkan akan membawa petaka bagi pengguna jalan, karena lobang yang dalam serta batu-batu besar berserakan di badan jalan yang terkikis air. Warga sekitar, A Simatupang ketika dikonfirmasi andalas, Selasa (31/1) sangat mengharapkan Wali Kota Sibolga, memperhatikan jalanjalan yang rusak parah di Aek Parombunan, khususnya di Jalan Eben Ezer Sigalingging, yang telah lama tidak pernah tersentuh pembangunan. "Kondisi jalannya sangat memprihatinkan masyarakat yang melintas di jalan tersebut," katanya. Warga menyayangkan, selama ini justru jalan yang sudah bagus semakin dipermulus. Contohnya, di daerah Simare-mare yang berada di tengah kota dan dekat dengan kantor pemerintahan, terkesan lebih diutamakan perbaikannya. "Sementara Jalan Eben Ezer Sigalingging dibiarkan tetap dalam keadaan penuh lobang," kata Simatupang kesal Apalagi jalan tersebut sangat ramai dilewati kendaraan yang mengangkut anak sekolah maupun

JALAN RUSAK - Jalan Eben Ezer Sigalingging rusak parah dan diharapkan segera diperbaiki Pemko Sibolga. masyarakat. "Sudah banyak kendaraan yang terbalik diakibatkan lobang-lobang besar di badan jalan, dan nyaris menelan korban jiwa," kata Simatupang.

Pengguna jalan mengimbau, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk agar tanggap dengan keluhan masyarakat. Apalagi hal itu sesuai dengan visi dan misi wali kota dan wakil wali

kota, yang ingin Membangun Kota Sibolga Nauli, yang Berbilang Kaum. "Janji saat Pemilukada yang lalu, jangan hanya janji-janji manis," kata warga. (RES)

DPRD Tolak Kehadiran PT EJS di Samosir

PENGURUS - Tjong Lie alias Akun bersama pengurus Vihara lainnya Andi Wibowo, Tan Teng Beng dan Penasihat Toni Tanjung Balai-andalas Pengurus Vihara Tri Ratna Kota Tanjung Balai periode 2012-2017 kembali dikukuhkan. Sebab, pengurus periode lalu telah berakhir masa tugasnya. Pembentukan pengurus Vihara Tri Ratna Kota Tanjung Balai, kemarin malam, berjalan secara musyawarah dan kekeluargaan. Ketua baru secara sepakat telah ditunjuk Tjeng Lie alias Akun, kendati dia sendiri awalnya menolak menjadi ketua, sehubungan merasa tidak mampu menjalankan roda organisasi keagamaan ini. Tapi, karena seluruh pengurus secara bulat menunjuk

dirinya menjadi ketua baru. Alhasil, Akun sendiri terpaksa menyanggupi semua permintaan tersebut, tapi dia sendiri meminta agar pengurus yang lainnya dapat melakukan penilaian selama tiga bulan ke depan. Kalau ternyata tidak sanggup menjalankan organisasi, Akun menyatakan siap mundur. Adapun pengurus yang akan dilantik atau diberkati adalah Ketua Tjong Lie, Sekretaris Citra Dewi. Bendahara Tan Teng Beng. Penasihat Andi Wibowo dan Pengawas Tony alias Aci serta dilengkapi dengan seksi-seksi. (FN)

Nuryadi Pimpin BKPMFKPM Desa Sampali Percut Sei Tuan-andalas Pemerintah Desa bersama masyarakat Balai Kemitraan Polisi Masyarakat (BKPM) Desa Sampali, menggelar musyawarah pemilihan Pengurus Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) untuk periode 2012-2017, di Balai Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, kemarin. Pemilihan pengurus FKPM di BKPM Sampali wilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan dihadiri tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan seluruh Kepling tersebut berjalan alot. Pada pemilihan secara demokratis yang dipimpin Saftazi AMd, Sekretaris Desa Sampali serta dipandu Briptu Zaherdi Zambak dari Polsekta Percut Sei Tuan, akhirnya musyawarah dimenangkan Nuryadi, yang juga bertugas sebagai Kasipem di desa itu . Pengurus FKPM Desa Sampali selengkapnya, Ketua Nuryadi, Wakil Ketua Sutrisno, Sekretaris Briptu Zaherdi Zambak, Wakil Sekretaris Saftazi AMd, dan Bendahara M Sugito serta dibantu beberapa departemen lainnya. Sekdes Sampali, Saftazi menjelaskan fungsi BKPMFKPM bukan untuk mengadaada atau menakut-nakuti mas-

yarakat, tetapi justru sebaliknya berperan sebagai wadah membantu kepolisian di tengah masyarakat desa. Jika ditemukan sesuatu hal yang dianggap merugikan masyarakat, seperti tindak kriminal pidana ringan (tipiring) dan lainnya yang mampu ditangani FKPM, maka proses penyelesaiannya dilakukan hanya di tingkat desa. Nuryadi, Ketua FKPM Sampali yang baru terpilih mengatakan, dalam menjalankan Nuryadi tugas untuk ketenteraman masyarakat luas, dia berharap semua tokoh masyarakat serta kepala lingkungan mau bekerja sama bahu-membahu. "Karena tanpa kebersamaan tujuan mulia untuk mewujudkan kondusifitas Kamtibmas di lingkungan masingmasing akan sulit terwujud," katanya. Seperti disampikan Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga, ketika meresmikan kantor BKPM-FKPM di Desa Bandar Klippa baru-baru ini, keberadaan BKPM-FKPM sesuai dengan grand strategy Polri tahap II. Karena kebersamaan Polri dengan masyarakat, akan dapat mengatasi permasalahan sosial. (FT)

Pangururan-andalas DPRD menyatakan menolak kehadiran PT EJS di Bumi Samosir. Pernyataan ini disampaikan, saat menerima audiensi Forum Pesona terdiri dari KSPPM, STKS, Radio Samosir Green, Gamki Samosir, JPIC Kapusin Medan, Kamu Samosir, dan Pers Peduli Lingkungan, Selasa (31/1). Kedatangan Forum Pesona diterima Wakil Ketua DPRD Samosir, Lundak Sagala, Ketua Komisi II Junjungan Situmorang, dan anggota Tuaman Sagala, Fernando Sinaga,

Binsar Sinaga, Russel B Sihotang dan Nurmerita Sitorus, dan Tahi Sitanggang. Pada kesempatan itu, Lundak Sagala mengaku, kehadiran PT ESJ telah direkomendasikan kepada Bupati Samosir dalam rapat paripurna DPRD tahun 2011, baik melalui fraksi maupun komisi guna meninjau kembali kehadiran perusahaan pengembang tanaman hias dan agrobisnis ini. "Kita setuju dengan kehadiran investor ke Kabupaten Samosir, tapi investor ramah lingkungan," katanya di gedung dewan. Dengan adanya perjuangan rakyat, katanya untuk menolak kehadiran perusahaan ini sangat dihargai. Untuk itu, politisi Partai PIB ini menyatakan sikap, untuk mengundang tenaga ahli pembuat Amdal."DPRD

akan mengundang Bupati Samosir, SKPD terkait dan tenaga ahli penyusun Amdal," katanya. Lundak juga mengisyaratkan akan membentuk Panitia Khusus (Pansus), terkait kehadiran PT EJS. "DPRD akan membentuk Tim Independen dan persoalan ini akan menjadi bagian pembahasan ke depan," ujarnya. Mereka mempertanyakan, apa untungnya kehadiran PT ESJ untuk Kabupaten Samosir. Hal ini nanti yang akan dipertanyakan kepada Bupati Samosir. Hanya saja, Lundak berpesan kasus PT EJS ini jangan seperti PT Indorayon, di mana pada saat itu terjadi pro dan kontra ada masyarakat menolak ada yang setuju perusahaan itu beroperasi jadinya buka-tutup. Ketua Komisi II Junjungan Situ-

Bupati Kena Ukur Karo Jambi Surbakti

Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Agama, tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil, di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional se-Kabupaten Karo, Selasa (31/ 1) di aula kantor bupati. Di sisi lain, Bupati Karo juga merasa prihatin akan banyaknya gurug meminjam ke bank melebihi ketentuan, bahkan ada guru yang tiap bulan harus menutupi gajinya kepada bendahara. Kepala Sekolah dan Kepala UPTD agar tidak menyetujui pinjaman yang melebihi ketentuan, yakni 40% dari gaji bersih diterima. Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan tugas dari sekolah, sehingga mengganggu proses belajar mengajar yang pada

(FS)

Disperindag Batu Bara Bantu Kelompok Perajin

HIV/Aids Ancaman Bagi Kalangan Pelajar Kabanjahe-andalas Tantangan untuk mencapai kualitas siswa adalah ancaman HIV/Aids dan bahaya penggunaan narkoba, termasuk pergaulan bebas kepada kalangan pelajar. Secara umum terdapat tiga faktor yang membuat seseorang terjerumus HIV/Aids dan penggunaan narkoba. Yakni, minimnya ilmu pengetahuan, pengaruh lingkungan termasuk rumah, dan faktor pendidikan. Oleh sebab itu diperlukan peran aktif semua pihak dalam mengantisipasi bahaya tersebut, terutama kepala sekolah, guru dan orangtua maupun elemen masyarakat lainnya. Demikian ditegaskan Bupati Karo, DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti didampingi Kadis Pendidikan, Drs Kumani Ginting dalam pengarahannya sebelum membuka sosialisasi 5 Peraturan Bersama Menteri yakni

morang menilai, Kepala Badan Lingkungan Hidup Samosir, Darwin Harianja tidak sepatutnya menghandle di Hotel Dumasari Desember kemarin. "Dia kan sebagai fasilitator, tidak ada haknya untuk menerangkan. Sedangkan komisi Amdal saja tidak menjawab, jadi kita menilai banyak kejanggalan di sana,’’sebutnya. Junjungan juga menyatakan, sebagai putra yang berdomisili di daerah tersebut dari Komunitas Situmorang berpendapat, dari tahun ke tahun debit air berkurang. Dulu sungai sungai di sana masih mengalir, sekarang ada sungai yang sudah kering. "Karenanya, secara pribadi saya menolak kehadiran perusahaan ini dan minta segera hengkang dari bumi Samosir," katanya.

akhirnya secara langsung ataupun tidak langsung merugikan peserta didik. “Saya akan memantau pelaksanaan ketentuan tersebut sehingga tidak mengganggu kinerja dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Karo,” ujarnya. Selanjutnya dia menegaskan kepada seluruh warga Dinas Pendidikan untuk lebih profesional dalam menyikapi ketentuan yang dilaksanakan secara nasional yang bersifat mengikat dan diatur dalam peraturan perundang-undangan untuk peningkatan mutu pendidikan. Bupati Karo juga menekankan khususnya kepala sekolah, agar mempunyai jiwa yang penuh semangat dan mengedepankan kerja keras dan berperan aktif memantau kegiatan belajar-mengajar sehingga terciptanya mutu pendidikan lebih baik di Kabupaten Karo. (RTA)

Batu Bara-andalas Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Batu Bara, menyalurkan bantuan kepada kelompok perajin di daerah tersebut. Tujuannya untuk membantu para kelompok perajin dalam pengadaan alat. Kepala Dinas Koperindag Zulkifli Lubis SH melalui Kabid Perindustrian Nova didampingi Kasi-nya Damiri Usly mengatakan, bantuan yang disalurkan kepada kelompok perajin itu diberikan berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada sembilan perajin di daerah itu. "Kita menyalurkan bantuan itu berupa pengadaan alat untuk memudahkan para perajin dalam mengembangkan usaha mereka," kata Nova didampingi Damiri Usly, kepada andalas, saat menyalurkan bantuan kepada kelompok itu, Senin (30/1). Adapun kelompok yang dibantu terdiri dari Rukiah dari Sei Balai, Mariana dan Mahanim dari Dahari Selebar Kecamatan Talawi, Ainun, Salamah, Samyah, Fauziah, Kamilah dari Kecamatan Tanjung Tiram, dan Asminur dari Kecamatan Air Putih. Sedangkan, Damiri Usly mengatakan sebagaimana direncanakan Bupati OK Arya Zulkarnaen berharap, kepada kelompok untuk dapat memanfaatkan bantuan itu guna untuk menunjang kebutuhan kelompok perajin. (ZN)

DPRD Nias Selatan Bentuk Pansus PT Gruti dan Teluk Nauli Nias Selatan-andalas Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya DPRD Nias Selatan membentuk Panitia Khusus (Pansus) tentang dugaan pelanggaran dilakukan PT Gruti dan PT Teluk Nauli di Hibala, melalui rapat paripurna dewan, Senin (30/1) petang. Pembentukan Pansus dituangkan melalui SK No 175/Kpts/ DPRD/NS/2012 tanggal 31 Januari 2012. Pansus ditugaskan melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran SK Menhut RI No 32 Tahun 2007 atas perubahan SK Menhut No 362 Tahun 2005,

yang dilakukan PT Gruti dan Teluk Nauli dalam mengelola hutan daerah Hibala. "Pansus nantinya akan bekerja selama 30 hari sejak ditetapkan dan akan melaporkan hasilnya kepada Ketua DPRD,” kata Sekwan DPRD Nisel, Hans Martin Wau SE saat membacakan SK Pansus tersebut di DPRD setempat Jalan Saonigeho km 3,5 Teluk Dalam. Pansus beranggotakan 15 orang. Ketua Pansus Drs Tehearo Bawamenewi, Wakil Ketua Hardin Maduwu dan Sekretaris Siotaraizokho Gaho. Seperti diketahui, pembentukan Pansus tidak terlepas dari

desakan berbagai elemen masyarakat Nias Selatan. Di antaranya Gerakan Mahasiswa Nias Selatan (GM Nisel), dan desakan sejumlah anggota DPRD. Selain itu, dugaan pelanggaran dilakukan PT Gruti dan PT Teluk Nauli, tidak melakukan reboisasi dan penanaman di daerah rawa dan lahan kosong serta diduga melakukan penggalian BGCC tanpa izin, khususnya oleh PT Gruti. Kewajiban-kewajiban lain yang tertera dalam SK Menhut itu juga masih ada yang belum direalisasikan. Seperti, upah karyawan diduga tidak sesuai

dengan Upah Minimum Regional (UMR) dan disinyalir sejumlah karyawan yang direkrut belum terdaftar sebagai peserta Jamsostek. Bupati Nisel dalam sambutan dibacakan Asisten I Drs Feriaman Sarumaha mengharapkan, agar Pansus bekerja sesuai dengan ketentuan berlaku. Hadir dalam paripurna itu, Ketua DPRD Nisel Efendi, Dandim 0213 Nias Letkol Kav Rayen Obersly, Ketua PN Gunung Sitoli Edison, Wakapolres Nisel Kompol Masana Sembiring, Wakil Ketua DPRD Budieli Laia SPd, dan lainnya. (EZ)

and


Rabu

14 ACEH MEMBANGUN Deklarasi Pemilukada Kutuk Aksi Kekerasan harian andalas | Hal.

1 Februari 2012

Warga Buket Jrat Manyang Minta Bangun Jembatan Permanen Aceh Utara-andalas Pemkab Aceh Utara kurang memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana yang ada di pedalaman, membuat warga Dusun Bayah, Gampong Buket Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara harus membangun jembatan seadanya dengan mengandalkan bantuan swadaya dari masyarakat. Padahal, jembatan permanen sangat dibutuhkan warga setempat. Keberadaan jembatan yang menghubungkan ke beberapa gampong dan hamparan perkebunan sawit, pinang dan kakao yang mencapai ribuan hektar itu sangat vital karena saban hari truk untuk mengangkut hasil perkebunan melintasi jembatan tersebut. “Sejak puluhan tahun jembatan di Dusun Bayah tidak pernah dibangun oleh pemerintah secara permanent. Tapi selalu dibangun oleh masyarakat serta bantuan swadaya dari pengusaha perkebunan sawit dan kakao di kawasan itu,” kata Geusyiek Buket Jrat Manyang, M Amin Usman, kepada wartawan kemarin. Menurutnya, sejak dua bulan terakhir jembatan itu hampir ambruk karena sering dilewati truk yang mengangkut hasil perkebunan. “Akhirnya kami berembuk dengan seluruh masyarakat setempat untuk membangun kembali jembatan itu meski dengan menggunakan batang kelapa,” sebut M Amin. Amin meminta kepada Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait agar segera membangun jembatan permanen pada tahun 2012 ini. Sehingga warga setempat lebih nyaman ketika melewati jembatan itu baik para pengendara roda dua maupun roda empat. Kadis Bina Marga Aceh Utara, Risawan Bentara ketika dihubungi andalas, kemarin melalui selularnya dalam menanggapi hal itu tidak berhasil, hingga berita ini dikirim ke redaksi. (BT/HSN)

KIP Aceh Laksanakan Rakor Tehnis Pelaksanaan Keputusan MK Banda Aceh-andalas Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh melaksanakan Rakor, akhir pekan lalu tentang tahapan Pilkada Kepala Daerah di Aceh, sekaligus membicarakan tehnis pelaksanaan keputusan MK di lapangan. Demikian penjelasan Roby Saputra anggota Komisioner KIP Aceh kepada sejumlah wartawan saat menggelar konferensi pers di Media Center KIP Aceh di Banda Aceh. Menurut Roby, KIP Aceh mencabut Surat Keputusan (SK) Nomor 29 Tentang Tahapan Pendaftaran Calon Kepala Daerah baru, dan menetapkan pendaftaran calon kepala Daerah kembali selama 7 hari. Dijelaskan, mereka sepakat SK Nomor 29 dicabut dan pendaftaran Calon Kepala Derah di Aceh diberikan peluang selama 7 hari, namun pihaknya mengalami kendala tetapi apapun permasalahan KIP tetap melaksanakan amar putusan MK. Sementara itu, hingga Rakor reses (istirahat) hingga pukul 14.00 WIB, KIP Aceh belum mendapat simpulan akhir menyangkut teknis tahapan Pilkada. Sebab dari rapat koordinasi bersama dengan KIP kabupaten/kota se-Aceh, menyatakan mereka merasa tidak nyaman dengan tahapan yang telah ditetapkan itu dan meminta untuk memiliki draf tahapan Pilkada yang baru. Menjawab andalas, anggota KIP Pokja Pencalonan, Yarmin Adi Dharma menjelaskan, dalam rakor itu KIP membicarakan teknis pelaksanaan putusan MK di lapangan, serta bagaimana pelaksanaan putusan itu dijalankan tahapan di KIP kabupaten/ kota untuk memperoleh satu kesepakatan. Memang ada diantara KIP kabupaten/kota merasa tidak nyaman dengan tahapan yang telah ditetapkan dalam SK KIP Nomor 29. "Karena mereka menganggap waktu tujuh hari itu terlalu terburu-buru dan menyibukkan. (HERA)

Langsa-andalas Komunitas Aceh Damai Kota Langsa Provinsi Aceh yang terdiri dari berbagai elemen, Selasa (31/1) pagi menggelar Deklarasi Pemilukada Damai Komunitas Aceh Damai Kota Langsa dipusatkan di Lapangan Merdeka Langsa. Sejumlah elemen yang turut serta dan mendukung Deklarasi Pemilukada Damai ini di antaranya tokoh masyarakat, ulama, pemuda, santri dayah, mahasiswa, elemen perempuan, ormas, OKP, Karang Taruna, para pendukung kandidat calon kepala daerah, calon kepala daerah dan unsur lainnya yang ada di Kota Langsa. Deklarasi Pemilukada Damai ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran muspida/muspida plus Kota Langsa. Dalam deklarasi yang dibacakan oleh Ray Iskandar SE, ada empat butir atau point pernyataan sikap seluruh elemen masyarakat Langsa yang diikrarkan, yakni mendukung pilkada damai dan demokrasi, mengutuk keras segala aksi kekerasan, penembakan dan perusakan tower di Aceh, mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku aksi kekerasan

andalas/ruslan

IKRAR - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa menandatangani ikrar pemilukada damai. dan penembakan di Aceh serta menghimbau masyarakat untuk bersatu dalam melawan pelaku aksi kekerasan dan penembakan di Aceh. Usai pembacaan deklarasi, Wali Kota Langsa Drs Zulkifli Zainon, Dandim 0104 Aceh Timur

Letkol Inf Mohamad Hasan, Kapolres AKBP Yosi M dan unsur muspida/muspida plus serta elemen lainnya ikut menandatangani pernyataan sikap mendukung pemilukada damai tersebut. Juga penandatangan ikrar ini dilanjutkan oleh masing-masing

pasangan calon kandidat Wali Kota/Wakil Wali Kota Langsa serta diakhiri dengan konvoi kendaraan bermotor mengelilingi Kota Langsa. Komunitas pendukung Deklarasi Pemilukada Damai ini antara lain Persatuan Wartawan

LSM Kobra Dukung Dewan Copot Pj Bupati Aceh Utara Aceh Utara-andalas Sejumlah kalangan mendukung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara terkait permintaan Menteri Dalam Negeri segera mengganti M Ali Basyah dari Penjabat Bupati Aceh Utara. Karena selama kepemimpinannya tidak bisa membawa kesejukan bagi PNS di jajarannya, sehingga menimbulkan polemik baru terhadap perombakkan kabinetnya pekan lalu. “Sangat kita sayangi sikap sang Pj Bupati yang melakukan mutasi sebanyak 121 pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Utara pada 25 Januari 2012. Seharusnya Pj Bupati itu bisa membuat perubahan Aceh Utara yang secara signifikan termasuk mutasi para pejabat eselon II, III dan IV harus ada pemikiran yang lebih matang dan jangan hanya mutasi saja, meski sesuai aturan yang ada,” ungkap Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kobra, Amri Usman, Selasa (31/1). Menurut Amri, mutasi yang dilakukan Pj Bupati Aceh Utara terlalu dipaksa lebih cepat tidak melalui tahap proses yang lebih matang. Karena mutasi yang dilakukannya tidak

menjamin satu perubahan di Pemkab Aceh Utara, sehingga bisa timbul polemik yang tidak sedap bagi kalangan pejabat Aceh Utara. Bahkan itu, terkesan mengadu dombakan antara pejabat yang lama dengan pejabat yang telah dilantik itu. Sehingga roda pemerintahan tidak maksimal. “Kalau pihak dewan telah menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada Pj Bupati secara bijaksana Mendagri serta Gubernur Aceh segera mengganti M Ali Basyah dari Pj Bupati Aceh Utara,” sebutnya. Senada juga dikatakan tokoh masyarakat Sawang, Basri kepada andalas kemarin menyebutkan, kehadiran M Ali Basyah sebagai Pj Bupati Aceh Utara tidak seenaknya melakukan mutasi tanpa melihat kinerjanya yang sesuai dengan tupoksinya masingmasing pejabat. Bahkan mutasi tersebut terlalu dini dilakukan Kata Basri yang juga mantan LSM Cardi itu. Menurut Basri, mutasi yang dilakukan M Ali Basyah itu bisa menimbulkan adu domba antara PNS dengan PNS di lingkungan Aceh Utara, karena mereka ada yang merasa kecemburuan social. Apalagi yang mendapat jabatan itu tidak terjamin

profesional dalam bekerja. Sebenarnya keberadaan Pj Bupati Aceh Utara Ali Basyah sesuai instruksi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ada empat hal yang perlu dilaksanakan. Di antaranya mengawal agenda pelaksanaan Pemilukada Aceh secara intens, dengan memberikan dukungan kepada kelancaran penyelenggaraan tahapan pemilukada dan mengambil langkah strategis jika ditemukan kendala dalam pelaksanaannya. "Menata kembali manajemen keuangan daerah Kabupaten Aceh Utara dengan mengambil kebijakan revitalisasi dan penyehatan anggaran, agar APBK yang telah direncanakan dapat berjalan efektif. Kemudian senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah Aceh dan jalin hubungan baik dengan muspida setempat. Bahkan yang paling penting, melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah di semua lini dengan prinsif good governance dan clean governance. Berikan perhatian pada peningkatan kualitas pelayanan publik, karena itu merupakan salah satu tugas utama pemerintah," tegas Basri yang meniru ucapan Gubernur Irwandi pada saat itu. (BT/HSN)

Indonesia (PWI) Aceh Timur include Langsa dan Aceh Tamiang, Front Pembela tanah Air (PETA), Ikatan Masyarakat Penegak Pancasila (IMPP), Perkumpulan Masyarakat Madani (PERMADANI), Ikatan Pemuda Aceh Kota Langsa, Jaringan Nusantara Kota Langsa, FORKAB Langsa, RAPI Langsa, Ikatan Pemuda Iskandar Muda. Langsa Scuter Club, Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemuda pancasila, Pemuda Panca Marga. Pemuda Bulan Bintang, Gerakan Pemuda Ka’bah, AMPI, Pemuda Demokrat Indonesia, Pemuda Penerus Amanat Proklamasi RI, Komite Sentral Pemuda Kongres Kota Langsa, Pergerakan Pemuda Islam Aceh, Gerakan Pemuda Islam, Paguyuban Putra Jawa kelahiran Aceh, Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI). Persatuan Pedagang Kota Langsa, Yayasan Persatuan Inong Aceh Damai, LSM Bela Negara dan Bangsa Kota Langsa, Patrriot Nasional (Patron), Pemberdayaan Harkat Inong Aceh(PHIA), Solidaritas Masyarakat Sipil (SMS) Kota Langsa, Ikatan Motor Indonesia (IMI)Langsa, SABROM, IOF, BEM UNSAM Langsa ,BEM STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Kota Langsa, LIRA, Kaukus Pemuda Pantai Timur dan sejumlah elemen lainnya. (LAN)

Pemerintah Aceh Diminta Jual Semua Mobil Dinas Banda Aceh-andalas Fraksi Partai Aceh di DPRA meminta Pemerintah Aceh menjual semua aset berupa mobil dinas kantor untuk mengurangi beban anggaran setiap tahunnya serta meningkatkan pendapatan pajak kendaraan. "Beban anggaran untuk pemeliharaan mobil dinas tersebut cukup tinggi, apalagi masa pemakaiannya di atas lima tahun," kata Ketua Fraksi Partai Aceh Tgk HM Ramli Sulaiman di Banda Aceh, Selasa. Pernyataan tersebut sampaikannya dalam pendapat akhir Fraksi Partai Aceh pada sidang paripurna tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2012 di gedung dewan setempat. Menurut dia, menjual semua mobil dinas tersebut untuk mengarahkan agar aparatur pemerintahan menggunakan mobil pribadi. Tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor. "Setiap aparatur yang memiliki mobil dengan sendirinya membayar pajak setiap tahun. Semakin banyak mobil pribadi yang digunakan aparatur, maka semakin banyak pula pendapatan pajak kendaraan," katanya. Ia mengatakan, usulan menjual semua mobil dinas tersebut diajukan setelah melihat tidak adanya peningkatan pendapatan Pemerintah Aceh setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir ini, pendapatan Aceh hanya Rp7,964 triliun. (ANT)

Penyakit Lumpuh Layu

Rifki Maulana Kini Terbaring di Rumah Sakit Laporan : Drs H Suherman Amin RIFKI Maulana (12) anak pasangan Anwar Hasan (50) dan Nilahayati (46) warga dusun Lingga, Gampoeng Bugak Krueng Matee, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, ternyata tidak seceria anak usianya yang lain. Sebab, ia merupakan anak yang dipagut penyakit lumpuh layu (Acute Placid Paralysis).

K

ini Rifki bergelut dengan penyakit dan tergeletak di sal anak Balai Pelayanan Umum Rumah Sakit Daerah (BLU RSD) dr Fauziah Bireuen, sekaligus harus dijaga oleh orangtuanya ataupun kakaknya karena tidak bisa dibiarkan sendirian. Nah ... suatu fakta bahwa di satu sisi Pemkab Bireuen masih kurang peduli terhadap anak orang miskin dan juga tidak mampu melakukan pengawasan terhadap penderita lumpuh layu. Padahal pencanangan progam kesehatan melalui spanduk Bireuen bukan main hebatnya.

Di sisi lain, masyarakat juga menilai itu apa yang dihembuskan dengan nafas segar para pejabat kesehatan hanyalah progam “Cet Langet“ (Muluk-muluk) namun semuanya itu terindikasi ke hal lain yang kalau boleh menumpang kita katakan menggaet dana proyek. Kapankah penderitaan warga miskin di negeri ini teratasi, jika pemerintah kurang peduli terhadap hal-hal seperti itu. Padahal itu menyangkut masalah yang sangat-sangat membutuhkan perhatian, karena berasal dari kurang gizi hingga lumpuh layu. Masih terngiang dalam ingatan kita menyangkut berita terkait penderita gizi buruk yang diderita warga Kabupaten Bireuen. Bahkan yang sangat menyedihkan lebih duluan kepedulian pihak lain di luar daerah membantunya dari pada Pemkab Bireuen yang berada di pelupuk matanya. Dan kini setelah kejadian itu muncul, penderita penyakit lumpuh layu (Acute Placid Paralysis) terhadap Rifki juga sepertinya belum ada bantuan upaya untuk menanganinya secara serius. Sangat menyedihkan, bocah malang yang tinggal di desa pedalaman Jangka ini mulai terlihat kurus, kendati saat lahir seperti diberitahukan ibunya mencapai 3,5 kilo lebih dengan

kondisi normal. Namun, sekarang tulang-tulangnya tampak jelas di sekujur tubuhnya, sementara kedua kaki dan tangannya juga terlihat mengecil. Sehari-hari, bocah keempat dari enam bersaudara ini hanya bisa pasrah, terbaring lemas di tempat tidurnya dengan hanya terbungkus kulit. Saat ditemui di ruangan anak rumah sakit dr Fauziah kemarin, Nilahayati, ibu Rifki mengaku tidak menyangka pertumbuhan anaknya tersebut semakin hari menyusut dan memprihatinkan, tidak seperti anak seusianya. Menurut Nilahayati, saat dilahirkan, kondisinya normal. Pertumbuhan Rifki mulai terlihat saat menginjak usia empat bulan. Berat badannya terus menyusut.

“Saya sempat membawa Rifki ke Puskesmas ia berusia tiga bulan, Rifki sempat juga dilakukan suntik imunisasi. Tapi setelah itu, suhu badannya sering panas,” sebutnya. Awalnya, saya pikir anak saya hanya sakit biasa tetapi setelah dicek ke Puskesmas, ternyata anak saya ini tidak menderita gizi buruk dan selanjutnya ia mengalami lumpuh layu. Sayang, akibat kurang mampu orangtuanya menambah makanan bergizi, pihak Puskesmas yang sudah mengetahuinya bukannya menangani, sehingga penderitaan

Rifki dipagut penyakit lumpuh layu. Sungguh menyedihkan jika nasi sudah menjadi bubur, namun seharusnya Pemkab Bireuen jika sudah mengetahui demikian harus ekstra keras memberikan pelayanan pertolongan terhadap kesehatan Rifki. Sehingga tidak seperti saat sekarang, Rifki hanya melawan ganasnya penyakit

TERBARING - Rifki Maulana, penderita lumpuh layu kini terbaring di ruangan anak, di BLU RSD dr Fauziah Bireuen didampingi, Nilahayati, ibunya dan salah seorang kakaknya yang tidak mampu berbuat apa-apa. andalas/suherman amin

lumpuh layu yang menjeratnya, hingga kedua kakinya tak bisa diluruskan. Selain itu akibat menderita lumpuh layu, kini Rifki pun terjerat dengan penyakit lainnya seperti perutnya mengeras, susah membuang air besar akibat tak stabilnya suhu badan. Kendati begitu, miris dan menyedihkan bagi keluarga yang tergolong tak mampu ini. Keluarga Nilahayati hanya mampu mengobati Rifki dengan menghandalkan kartu Jamkesmas, meski sudah hampir sepuluh hari terbaring di ruang anak rumah sakit plat merah itu, namun belum ada perubahan. Nilahayati, ibu Rifki terlihat pasrah dengan kondisi anaknya, bola matanya berkaca, batinnya menjerit seakan meronta. Tapi ia dan suaminya tidak dapat berbuat apa-apa karena memang tidak memiliki biaya untuk perobatan sang buah hati agar sembuh. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami hanya bisa mengandalkan dari suami saya yang bekerja sebagai petani,” ungkap Nilahayati lirih. Dia mengaku sangat mengharapkan pihak pemerintah dan pengusaha dan para dermawan, untuk dapat mengobati buah hatinya yang kini masih terbujur layu di ruang anak rumah sakit dr Fauziah Bireuen. ****

and


Rabu

SAMBUNGAN

1 Februari 2012

Meski Dilaporkan ke Polisi , Ramadhan Pohan Tak Akan Minta Maaf ke Ical Jakarta-andalas Ramadhan Pohan menanggapi dingin pengaduan dirinya oleh Aburizal Bakrie ke Mabes Polri. Politikus Partai Demokrat itu mengaku tak akan meminta maaf atas pernyatannya terhadap Ketua Umum Partai Golkar itu. "Saya meminta maaf kepada beliau kalau menyinggung perasaan beliau sebagai orang tua. Tapi sebagai politikus saya mempertanggungjawabkan aspirasi rakyat, suara rakyat yang saya sampaikan. Dan saya tidak akan minta maaf untuk menyampaikan suara rakyat yang seperti itu," kata Ramadhan kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/1). Menurut Ramadhan, Ical, sapaan Aburizal, terlalu terpengaruh lingkaran dekatnya yang membesar-besarkan masalah tersebut.

Semestinya, kata Ramadhan, Ical sebagai tokoh besar tak terpengaruh statement dirinya yang masih baru dalam dunia politik. "Lingkaran beliau yang membesar-besarkan masalah ini. Mereka yang menyebutkan saya mengganggu popularitas Pak Ical sebagai capres Golkar, itu kejauhan. Pak Ical kan tokoh besar, capres, lawannya mestinya capres juga, bukan saya," kata Ramadhan. Menurut Ramadhan, permasalahan tersebut berawal dari polemik media. Maka sepantasnya Ical melawannya di media. Bukan dengan melaporkan ke Mabes Polri. "Menurut saya ini kan laporan dari media, akan baik sekali kalau ini dibalas dengan polemik di media juga. Wilayahnya di Dewan Pers, jadi bukan di persoalan hukum. Tapi Pak Ical bereaksi

Ratusan Warga Langkat Duduki Lahan PTPN 2 .........(Dari Halaman 1) lahan seluas 500 hektare lebih itu merupakan tanah ulayat, yang harus dikembalikan. Sebab, sejak tahun 2000, HGU PTPN 2 atas areal tersebut telah habis dan tidak diperpanjang lagi. "Kami menduduki kembali lahan ini, agar pihak PTPN 2, tidak kembali menanami lahan tersebut dengan kelapa sawit," katanya. Sudah bertahun-tahun, ratusan warga di sini menantikan

lahan tersebut, untuk segera dikembalikan. Untuk itulah masyarakat berkumpul dan melakukan penanaman pohon pisang dan ubi, karena memang ini tanaman rakyat, bukan kelapa sawit, katanya. Amington juga menjelaskan bahwa rakyat telah mengadukan dugaan korupsi dan penyelewengan pajak negara oleh pihak PTPN 2. "Penyelewenngan tersebut diduga mencapai Rp2 miliar," katanya.(ANT)

“Bubar Kalian, Kutangkap Nanti Kalian Semua!” .........(Dari Halaman 1) Menurut pengunjuk rasa, penangan perkara terdakwa Sun An dan Ang Ho tidak mencerminkan rasa keadilan karena pembunuh A Wie dan Dora yang sebenarnya hingga kini belum tertangkap (DPO). Atas dasar ini massa meminta majelis hakim memutuskan perkara kedua terdakwa secara lebih objektif. Belum begitu lama berorasi, tiba-tiba Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga datang dan langsung memarahi para demonstran. "Apa ini demo-demo, kami yang menangkap, kok malah

kalian pulak yang ribut. Bubar kalian, kutangkap nanti kalian semua!" cetus Tagam kepada demonstran dengan nada mengancam. Mendengar ucapan Kapolresta Medan tersebut, massa pengunjuk rasa terdiam. Mereka pun mengakhiri aksi demonya dan memilih membubarkan diri dengan tertib. Informasi yang diperoleh Kapolresta Medan membubarkan aksi unjuk rasa puluhan demonstran tersebut karena sebelumnya tidak meminta izin dari kepolisian untuk menggelar demo di gedung PN Medan.(THA/RID)

Buang Sampah Berhadiah Dicium Cewek Cantik .........(Dari Halaman 1) dari pada sanksi yang diberlakukan atas pelanggar aturan tentang lingkungan hidup. Sanksi atau hukuman atas pelanggaran aturan membuat orang melakukan sesuatu karena terpaksa, bukan karena motivasi dari dalam dirinya sendiri. Ia berharap masyarakat

bisa sadar dan peduli. Li Xiaohe sendiri melakukan hal ini karena sangat prihatin melihat banyak orang yang membuang sampah sembarangan seperti puntung rokok dan lainnya tidak pada tempatnya, sehingga akhirnya dia terpikir untuk bisa menyadarkan mereka lewat caranya.(NET)

Dibantu Dukun, Napi Wanita Nyaris Kabur dari Lapas .........(Dari Halaman 1) Sebelum melarikan diri, kata Rafni, ada seorang tamu yang mengaku bernama Aisa (70) warga Simpang Empat Lhoksemawe mengunjungi Rosmawati. Diduga, Aisa adalah dukun yang memberikan semacam ‘ajimat’ untuk membantu Rosmawati melarikan diri. “Saat kita periksa, kita menemukan tasbi, secarik kertas bertuliskan kata-kata berhuruf Arab, dan ada batu aneh. Tapi semuanya langsung kita musnahkan,”

bebernya. Sementara itu, Rosmawati yang ditemui wartawan mengaku tak berniat kabur, tetapi hanya ingin keluar lapas karena dia tiba-tiba seperti melihat dan mendengar anaknya sedang menangis di luar gedung Lapas. “Saya bukan mau lari bang, tapi tiba-tiba saya melihat anak saya berlari dan menangis. Saya pikir beneran, ternyata semua hanya bayangan. Saya ikut aja ke mana anak saya berlari sehingga saya bisa melewati pintu penjagaan sampai ke luar,” tutur Rosmawati.(THA)

serius dengan mengutus 12 lawyer-nya. Nah kalau ditaruh di wilayah hukum, tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali merespons, kecuali siap menghadapi serangan hukum yang dilakukan Pak Ical," katanya. Ramadhan kembali menegaskan dirinya tak akan mencabut perkataannya. Dengan lantang ia berujar tak salah. "Saya mengatakan Pak Ical ada indikasi terlibat PT SMN, apa itu sebuah pelanggaran? Saya anggota DPR, apakah saya salah menyampaikan suara rakyat yang seperti itu?" kata Ramadhan. PT SMN merupakan perusahaan yang mengantongi izin usaha pertambangan di Bima yang berujung rusuh dan menelan korban jiwa. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu malah membandingkan dirinya dengan Bambang Soesatyo yang disebutnya acapkali menyerang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanpa bukti. "Bandingkan dengan Bambang Soesatyo, dia nggak pakai indikasi lho, langsung menyerang presiden. Nggak diproses tuh. Artinya serangan hukum Presiden SBY kepada Bambang nggak ada." Ramadhan mengaku siap menunggu panggilan Mabes Polri. "Tapi kembali ke masalah, karena beliau melaporkan, saya menunggu laporan beliau, apa yang terjadi. Namun, pada saat yang sama tim hukum Demokrat juga sudah melakukan langkah ancang-ancang untuk merespon, dan menyikapi hal-hal yang akan terjadi di depan," kata Ramadhan.(MTV)

harian andalas | Hal.

15

andalas/hamdani

KETERANGAN MUI–Dari kiri ke kanan: Wakil Sekretaris MUI Medan Drs Zulkarnain Sitanggang, Hj Erlina Sari Sinaga, Wakil Direktur LPPOM MUI Medan dan pengurus MUI Medan lainnya saat memberikan keterangan pers, di Kantor MUI Medan, Selasa (31/1).

MUI Ragukan Kehalalan Ayam Potong di Medan .........(Dari Halaman 1) sertifikat halal, karena bagi pengusaha yang terpenting yang melakukan pemotongan adalah beragama Islam. “Kita akui, materi atau ayamnya memang halal. Tapi proses penyembelihan kerap tidak halal. Temuan kita di lapangan, ayam yang menggelepar-gelepar sudah dimasukkan ke air panas. Itu artinya, ayam mati bukan karena disembelih, tapi karena direndam air panas. Ini tidak halal. Air panasnya juga jarang diganti, sehingga sangat kotor,” ucap Hasanuddin. Dia menyayangkan, kesadaran pengusaha ayam potong di pasarpasar tradisional untuk melakukan tata cara pemotongan dengan benar, masih sangat kurang. Padahal, mayoritas pengusaha

ayam potong di Medan adalah umat Islam. Ketika mereka diajak untuk mengikuti pelatihan tata cara penyembelihan hewan, justru mereka menolak ikut dengan alasan mereka tak perlu diajari karena sudah puluhan tahun berprofesi menjual ayam potong. “Padahal, yang kita inginkan dari pelatihan itu, agar mereka mengetahui proses yang benar dalam penyembelihan hewan. Karena umumnya, para penjual ayam potong langsung memasukkan ayam yang masih menggelepar ke air panas. Proses seperti ini tidak benar dan hasil sembelihannya pun tidak halal,” tandas Hasanuddin. Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris MUI Medan Zulkarnain Sitanggang menjelaskan, temuan MUI perihal banyaknya

tempat penyembelihan yang diragukan kehalalannya itu, berdasarkan pantauan langsung MUI Kota Medan bersama sejumlah instansi terkait Pemko Medan yang tergabung dalam Tim Pembinaan dan Monitoring Mutu Keamanan Pangan. “Pada 2011 lalu, Wali Kota Medan telah membentuk tim monitoring untuk melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman di Kota Medan. MUI diikutsertakan dalam tim ini bersama sejumlah SKPD lainnya,” papar Zulkarnain. Selain MUI Kota Medan, sejumlah SKPD yang terlibat dalam tim tersebut, yakni Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, PD Pasar, BPPOM Medan, serta para Camat seKota Medan.

Erlina Sari menambahkan, MUI bersama instansi terkait lainnya, sejak 15 Juli sampai 28 Sepetember 2011, telah melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional serta sekolah di Medan. Dari pemantauan itu, ungkapnya, kesadaran pedagang maupun masyarakat selaku konsumen tentang kehalalan pangan yang dikonsumsi masih sangat rendah. “Bukan hanya tempat penyembelihan, para pedagang sayur-mayur ataupun penjual bumbu dapur juga tidak memiliki sertifikat halal. Sedangkan masyarakat kita, khususnya umat Islam, juga tidak mau peduli tentang hal itu. Ini menjadi kekhawatiran kita,” ujarnya. Sedangkan Wakil Direktur LPPOM MUI Amin Husin Nasution menyebutkan, saat ini LPP-

OM MUI baru mengeluarkan 133 sertifikat halal untuk berbagai produk. Kendala dihadapi MUI selaku wadah umat Islam dalam memberikan pencerahan kepada umat, terkait masalah payung hukum. “MUI tidak punya hak untuk menindak. Kita hanya bisa mengingatkan dan mengajak supaya para pengusaha atau pedagang mengurus sertifikat halalnya, sebagai jaminan kepada konsumen,” ujarnya. Dia juga menyatakan, umat Islam di Indonesia sudah tertinggal dengan umat Islam di Thailand. “Saya sudah melakukan perjalanan ke Kota Pattani, Thailand. Umat Islam di sana tidak akan mau membeli produk makanan/minuman dan kosmetik jika tidak ada logo halalnya,” tutur.(HAM)

Anas: Saya Dengar Malah 14, Bukan 4 .........(Dari Halaman 1) calon penggantinya dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa (31/ 1) malam. Ia menegaskan isu empat calon penggantinya tidak benar karena tidak pernah dibahas oleh Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat. Sebagaimana diberitakan, muncul empat nama calon pengganti Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai. Nama yang beredar di antaranya Ketua

Dewan Pimpinan Pusat (DPD) PD Jawa Timur Soekarwo. Empat nama yang disebutsebut menjadi calon pengganti Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dinyatakan ilegal. Dewan Kehormatan Partai Demokrat mengaku tak menerima laporan hasil rapat Dewan Kehormatan Partai Demokrat di Kemayoran, Senin pekan lalu. "Sampai saat ini saya tidak pernah mendapat berita resmi, cuma baca-baca surat kabar. Kenapa saya mesti terpengaruh,

itu tidak resmi," kata anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat EE Mangindaan, di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/12). Sementara itu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat yang meminta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur, juga diklaim belum ada. "Sampai saat ini tidak ada surat resmi dari kader maupun

secara lembaga yang bersuara terkait masalah tersebut (minta Anas mundur, red)," ujar Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP PD Andi Nurpati di kantor DPP PD, Jakarta Pusat, Selasa (31/1). Namun, Nurpati tidak menampik adanya individu yang menyuarakan pelengseran Anas. Nama Anas kerap disebut oleh terdakwa kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang. "Kita tidak boleh mengekang. Kalau ada menanggapi silakan saja. Kan tidak menjadi kepu-

tusan, itu individu yang mengajukan," jelasnya. Rapat DPP Partai Demokrat berlangsung dipimpin oleh Anas. Sejumlah pimpinan DPP juga hadir seperti Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun juga nampak terlihat. Di jajaran Ketua DPP, ada Didi Irawadi Syamsuddin, Sutan Bathoegana, Herman Khoiron. Juga hadir Wasekjen Saan Mustopa dan Wakil Bendahara Umum Mirwan Amir.(RMO/INC)

Pembunuh A Wie-Dora Dihukum Seumur Hidup .........(Dari Halaman 1) 2011. Disebutkan majelis hakim, sebelum melakukan pembunuhan itu, terdakwa Sun An pernah melakukan pertemuan dengan Ang Ho untuk menyusun rencana pembunuhan terhadap korban. “Pertemuan itu dilakukan di lounge Hotel JW Marriot. Di sana mereka membahas tentang rencana pembunuhan itu,” ungkap majelis hakim Wahidin dalam

amar putusannya terhadap terdakwa Sun An. Dalam menjatuhkan putusan itu, kata Wahidin, majelis mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa kejam dan keji karena merencanakan pembunuhan dengan senjata api. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. “Sedangkan untuk yang me-

ringankan, majelis hakim tidak menemukan hal tersebut,” beber Wahidin sembari memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan. Majelis hakim ET Pasaribu dalam perkara dengan terdakwa Ang Ho menyatakan hal yang sama. Namun Pasaribu menegaskan, kedatangan Ang Ho ke Medan atas permintaan Sun An. Hukuman yang dijatuhkan kedua majelis hakim itu lebih tinggi dari tuntutan jaksa Marina yang pada persidangan sebe-

lumnya menuntut kedua terdakwa dipenjara selama 20 tahun. Pantauan andalas di gedung PN Medan, sidang terhadap kedua terdakwa mendapat pengawalan ekstra ketat dari petugas Polresta Medan sejak persidangan berlangsung hingga saat para terdakwa meninggalkan ruang sidang. Pengawalan itu untuk mencegah adanya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan terhadap kedua terdakwa. Pasalnya, di luar depan gedung pengadilan ada

puluhan massa yang melakukan aksi demo terkait kasus yang melibatkan Sun An dan Ang Ho tersebut. Usai mendengarkan pembacaan amar putusan oleh majelis hakim, baik Sun An maupun Ang Ho menyatakan banding. Sebab, mereka bersikukuh mengaku tidak melakukan pembunuhan sebagaimana dakwaan jaksa. “Banding. Saya tidak berbuat apa-apa,” ujar Sun An usai mengikuti persidangan tersebut kepada sejumlah wartawan.(THA)

Dua Jenderal dan Ketua DPRDSU Hadapi Pendemo .........(Dari Halaman 1) pida plus itu adalah massa Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP) Kota Medan. Masa aksi dari AMPP tersebut sebenarnya ingin menuntut Gubernur Sumut dan DPRD Sumut agar menolak penyertaan modal kepada PDAM Tirtanadi Sumut sebesar kurang lebih 200 miliar rupiah karena diduga hanya menghamburkan uang negara yang berasal dari rakyat sehingga terindikasi atau

diduga menjadi lahan korupsi baru. Namun tuntutan mereka ke DPRD ternyata disambut oleh Kapoldasu yang baru keluar dari rapat paripurna. Saat keluar dari pintu gedung DPRD Sumut, Kapoldasu yang didampingi Ketua DPRD Sumut dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk Paulus menanggapi tuntutan massa aksi. Saleh Bangun sendiri mengakui, pihaknya belum menerima hasil audit Badan Pemeriksa

Keuangan (BPK) Sumut terkait kinerja dan laporan keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi tahun 2011. “Kita belum ada terima hasil auditnya, jadi bisa saja ini jadi alasan bagi sebagian masyarakat untuk menyoal rencana penyertaan modal ke PDAM Tirtanadi,” kata Saleh. Dalam orasinya, massa juga meminta Plt Gubsu segera mengganti Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, yang diduga beberapa di antaranya aktif sebagai aktivis

dan pengurus partai politik. "Kami juga menyayangkan, mengapa perusahaan ini belum juga mampu memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah,” kata koordinator aksi dalam pernyataan sikapnya. Terkait dengan berbagai tuntutan yang disampaikan tersebut, Saleh Bangun menyatakan dapat memahaminya. “Aspirasi saudara-saudara sekalian akan kita tampung dan segera dibahas nanti dengan komisi yang membidangi permasalahan itu,” katanya.

Sementara, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kepada para pengunjuk rasa meminta agar dugaan penyimpangan yang disampaikan hendaknya disertai bukti-bukti. "Berikan buktinya, kalau ada nanti kita proses," tegasnya. Mendengar penegasan Kapoldasu, para pengunjuk rasa terlihat 'keder', selanjutnya dengan tertib segera mengakhiri aksinya dan dapat menerima penjelasan jenderal polisi berbintang dua tersebut. (UJ)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Rabu, 1 Februari 2012 | No: 2095/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu bersama salah seorang petani kemiri pelaku usaha kecil menengah.

Ketika banyak perbankan asing dan nasional lebih berorientasi ke pembiayaan sektor korporasi, Bank Sumut justru semakin mempertegas positioningnya sebagai bank yang berkomitmen membiayai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tidak saja tercermin dari realisasi komposisi kreditnya, tapi juga dari komitmen mengembangkan sayap dengan memperluas jaringan kantor sampai ke seluruh pelosok daerah di Sumatera Utara agar pelaku UMKM di daerah mendapat akses layanan perbankan. ERLAHAN tapi pasti, ekspansi Bank Sumut ke berbagai pelosok daerah di Sumatera Utara terus dilakukan setiap tahun, begitu juga di Jakarta. Sepanjang tahun 2010-2011 saja, hampir setiap bulan selalu ada unit kantor layanan yang diresmikan. Data per Desember 2011 menunjukkan, BPD yang dinakhodai oleh Gus Irawan ini telah memiliki kantor sebanyak 219 unit. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah Bank Pembangunan Daerah (BPD) sehingga menempatkannya sebagai salah satu BPD di Indonesia yang paling banyak memiliki unit kantor layanan. Ratusan unit kantor itu didukung pula dengan 29 unit ATM Bank Sumut yang tersebar di berbagai daerah. Bank Sumut juga bergabung dengan jaringan ATM Bersama yang beranggotakan 73 bank, sehingga pemegang kartu ATM Bank Sumut dapat melakukan transaksi penarikan tunai di 17 ribu unit ATM Bersama yang tersebar di seluruh penjuru negeri di Indonesia. Terobosan lain adalah kerjasama Bank Sumut dengan sejumlah bank di Malaysia dalam layanan jaringan ATM berlogo Bank Card, sehingga nasabah Bank Sumut yang berada di Malaysia pun kini dapat melakukan transaksi penarikan tunai di ATM berlogo Bank Card. Saat ini, ekspansi Bank Sumut lebih fokus ke berbagai pelosok daerah di Sumatera Utara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi cukup prospektif. Menurut Gus Irawan, pengembangan sayap Bank Sumut ke berbagai pelosok daerah di Sumatera Utara bukan semata bertujuan untuk meningkatkan market share, melainkan membawa misi untuk membuka akses lebih luas kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di berbagai pelosok daerah di Sumut. “Ketika sebagian besar bank yang ada di Sumut lebih berorientasi melayani sektor korporasi atau usaha besar, Bank Sumut berkomitmen melayani sektor UMKM, yang selama ini belum mendapat akses layanan perbankan secara optimal. Komitmen Bank Sumut menjadi Bank UMKM sejalan dengan visinya, yakni menjadi bank andalan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat,” ujar Gus Irawan. Dari beberapa produk pembiayaan UMKM Bank Sumut, dua di antaranya yang kini merupakan produk primadona adalah Kredit Sumut Sejahtera (KSS)

P

yang pada tahun 2011 mendapat penghargaan prestisius dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Kredit Mikro Sumut Sejahtera (KMSS) II, yang merupakan pilot projetc bagi BPD seIndonesia. KSS merupakan kredit tanpa agunan yang diperuntukkan khusus bagi kaum perempuan marginal dan prasejahtera, dengan tujuan memberdayakan kaum perempuan dan mendukung peningkatan pendapatan ekonomi dan taraf hidup keluarga. KSS mensyaratkan debiturnya secara berkelompok, dimana setiap kelompok berjumlah 20-30 orang, dengan plafon kredit diberikan secara bertahap mulai dari Rp 500 ribu atau Rp 1 juta sampai dengan Rp 5 juta. “Selama ini mereka sulit mendapat akses layanan pinjaman modal usaha dari perbankan sehingga akhirnya mereka terjerat rentenir, yang justru membuat kehidupan mereka semakin sulit dan semakin terpuruk dalam kubang kemiskinan. Realitas sosial inilah yang menggugah Bank Sumut untuk membuka akses pembiayaan melalui produk KSS. Plafon KSS diberikan secara periodik dalam lima periode, yakni periode I Rp 500-Rp 1 juta, periode II Rp 2 juta, periode III Rp 3 juta, periode IV Rp 4 juta, dan periode V Rp 5 juta. Program pembiayaan untuk perempuan prasejahtera ini hanya dibebani bunga rendah 1,3% per bulan dengan masa pengembalian 16 minggu untup periode I, 18 minggu periode II, 24 minggu untuk periode III, 28 minggu untuk periode IV dan 32 minggu untuk periode V,” jelas Gus Irawan. Sejak diluncurkaan tahun 2008, jumlah kaum perempuan di berbagai daerah di Sumut yang telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini telah mencapai 64 ribu orang, dengan plafon kumulatif yang tersalurkan mencapai Rp 237 milyar. Sedangkan KMSS II merupakan kredit mikro yang bersifat individu, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal usaha lebih besar, dengan plafon Rp 5 jutaRp 50 juta sesuai dengan kebutuhan calon debitur. Berbeda dengan KSS, KMSS II merupakan kredit beragunan, namun dengan bentuk agunan dan persyaratan yang lebih fleksibel. Persyaratan agunan berupa tanah atau bangunan tidak harus bersertifikat, cukup hanya surat keterangan lurah,

REKAPITULASI KANTOR PT BANK SUMUT PER DESEMBER 2011 UNIT

JUMLAH

KANTOR PUSAT KANTOR CABANG KONVENSIONAL KANTOR CABANG PEMBANTU KONVENSIONAL KANTOR CABANG SYARIAH KANTOR CABANG PEMBANTU SYARIAH KANTOR KAS MOBIL KAS PAYMENT POINT PRATAMA PAYMENT POINT SAMSAT TOTAL ATM Bahkan apabila tidak memiliki agunan, calon debitur dapat menjadikan barang dagangannya (objek yang dibiayai) sebagai agunan. “Contoh, apabila debitur membutuhkan pembiayaan untuk pembelian kulkas maka kulkas tersebutlah yang menjadi agunan,” ujar Gus Irawan. Kemudahan lainnya yang diberikan adalah biaya kredit yang cukup murah, hanya sebesar Rp 50 ribu dan tidak ada biaya lainnya, termasuk beban biaya akte notaris sebagaimana lazimnya berlaku pada produk kredit komersial, kecuali biaya premi asuransi jiwa sepan-

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu bersama ibu-ibu pelaku usaha kecil menengah.

1 28 100 5 17 12 21 12 23 219 227

jang atas permintaan calon debitur. Bagi nasabah yang membayar angsuran secara lancar dan tidak pernah menunggak selama satu tahun diberikan reward sebesar 2% dari angsuran pokok dalam setahun, yang dibayar dan dimasukkan langsung ke dalam rekening nasabah. Sampai posisi per 30 November 2011, realisasi kredit SS-2 yang dikucurkan secara

kumulatif telah mencapai Rp 48,7 milyar denganjumlahdebitursebanyak1.955orang. Komitmen Bank Sumut terhadap UMKM tercermin dari data per November 2011, di mana dari total kredit produktif sebesar Rp 4,76 triliun, 88% di antaranya merupakan kredit UMKM atau sekitar Rp 4,17 triliun. Kinerja 50 tahun eksis di Sumatera Utara, PT. Bank Sumut terbukti mampu memberikan kontribusi sangat signifikan di dalam mendorong percepatan pembangunan daerah dan pertumbuhan perekonomian guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Bahkan pasca krisis moneter 1998/1999, Bank Sumut di bawah kepemimpinan H. Gus Irawan SE, Ak MM mampu mewujudkan misi Bank Sumut menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dengan kemampuan mencetak laba yang terus meningkat setiap tahun. Sebagai gambaran, pada tahun 2006, Bank Sumut mampu mencetak laba sebesar Rp 155 milyar, tahun 2007 naik menjadi Rp 188 milyar, tahun 2008 Rp 166 milyar, tahun 2009 melonjak menjadi Rp 331 milyar dan tahun 2010 kembali mencetak laba yang meningkat tajam menjadi Rp 404 milyar. Kemampuan Bank Sumut mencetak laba tersebut tentunya memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham. Sebagaimana diketahui, saham Bank Sumut dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) dan pemko/pemkab di Sumatera Utara. Berdasarkan data per 30 Desember 2011, Pemprovsu merupakan pemegang saham pengendali dengan porsi modal disetor sebesar Rp 456,55 milyar atau 61% dari total nilai saham sebesar Rp 747,91 milyar. Pemegang saham kedua terbesar adalah Pemkab Tapanuli Selatan dengan modal disetor Rp 53,33 milyar atau 7,13%. Pemegang saham terbesar ketiga adalah Pemkab Deliserdang dengan modal disetor Rp 25,21 milyar atau 3,37%. Menyusul di posisi keempat terbesar adalah Pemkab Labuhan Batu sebesar Rp 21,64 milyar (2,89%) dan posisi kelima Pemkab Simalungun sebesar Rp 20,64 milyar (2,73%). Selebihnya adalah pemegang saham dengan porsi yang relatif kecil yakni di bawah 2,5% hingga 0,16%. Pemko Medan sendiri sebagai pemerintah ibukota Propinsi Sumut hanya memiliki

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu bersama seorang peternak bebek.

saham sekitar Rp 18,04 milyar atau 2,41%. Sesuai dengan porsi kepemilikan saham, tentunya deviden dibagi secara proporsional. Deviden terbesar sudah pasti diperoleh Pemprovsu sebagai pemegang saham pengendali. Pada tahun 2010, Pemprovsu menerima deviden Rp 261,566 milyar dengan perincian cash dividen sebesar Rp 105,906 milyar dan stock dividen Rp 155,660 milyar. Sedangkan Pemko Medan dengan jumlah penyertaan saham Rp 18,04 milyar (2,27%) memperoleh deviden Rp 5,9 milyar atau 32,70% dari nilai saham. Dengan demikian masing-masing Pemda menerima deviden sebesar 57,29% dari nilai sahamnya. Hal ini menunjukkan angka yang sangat tinggi yang jauh di atas bench mark yang sehat sesuai ketentuan Bank Indonesia atas ROE yaitu 12,5%. Kinerja yang cemerlang ini pula yang membuahkan berbagai penghargaan nasional bagi bank kebanggaan masyarakat Sumut ini. Salah satu yang paling membanggakan adalah penghargaan yang diberikan pemerintah pada tahun 2011 kepada Bank Sumut sebagai BUMD terbaik dari lebih 2000 BUMD di Indonesia. Membawa Misi Sosial-Ekonomi Kesuksesan Bank Sumut tidak semata dilihat dari aspek finansial, tapi juga dari kemampuan sosialnya. Dengan fokus pada UMKM, secara tidak langsung Bank Sumut ikut mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. “Komitmen Bank Sumut kepada UMKM karena merupakan usaha padat karya sehingga jika usahanya terus berkembang akan semakin banyak menyerap tenaga kerja. Ini sesuai dengan visi Bank Sumut untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat,” cetus Gus Irawan. Di sisi lain, perkembangan jaringan bisnis Bank Sumut ke pelosok-pelosok daerah juga secara langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, dengan 219 unit kantor yang tersebar di Sumut, kehadiran Bank Sumut membawa manfaat dengan kemampuan menyerap tenaga kerja lebih 3.500 orang, dan 1.500orangdiantaranyaadalahtenagakerja di wilayah Medan dan sekitarnya. Dengan kinerja finansial yang sangat bagus dan selalu mampu mencetak laba, Bank Sumut pun akhirnya memiliki kemampuan menjalankan program tangung jawab sosial (CSR) yang hingga kini terus digalakkan melalui program bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemeliharaaan lingkungan dan bantuan bencana alam.(ADV)


Epaper Harian Andalas Rabu 1 Februari 2012