Issuu on Google+

HARIAN

andalas L U G A S

D A N

C E R D A S

Rabu, 4 Juli 2012 | No: 2222/Tahun VII | E-Mail:andalasmedan@gmail.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500 andalas/rizki mulya

TEGANG - Suasana rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU dengan perwakilan Poldasu, perwakilan Bupati Tapsel, Kapolres Tapsel, perwakilan PT SRL/SSL, dan perwakilan petani KTTJM yang sempat diwaranai ketegangan, Selasa (3/7).

RDP Bahas Konflik Lahan di Palas Ricuh Sesama Anggota Komisi A DPRDSU Bersitegang Medan-andalas Rapat dengar pendapat Komisi A DPRDSU membahas konflik sengketa lahan antara masyarakat petani dari Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri

(KTTJM), Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) dengan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Sumatera Silfa Lestari (SSL) di ruang komisi, diwarnai kericuhan, Selasa

(3/7). Dalam rapat itu, sesama Anggota Komisi A, Syamsul Hilal dan Mustofawiyah Bersambung ke Hal. 15

Gatot Copot 10 Pejabat andalas/rizki mulya

PET ANI PRO TES - Seorang balita menangis di tengah-tengah sejumlah warga dari Kelompok Tani Torang Jaya PETANI PROTES Mandiri (KTTJM) Kabupaten Palas yang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut di depan pintu masuk Gedung DPRD Sumut saat digelarnya RDP membahas tuntutan mereka di Komisi A, Selasa (3/7).

Rp75 M Uang Korupsi Syamsul Dikembalikan ke Langkat Stabat-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi mengembalikan uang sitaan Rp75 miliar lebih dari kasus korupsi mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin kepada Pemerintah Kabupaten Langkat, yang diterima langsung Bupati Haji Ngogesa Sitepu. "Uang sitaan itu sudah dikembalikan Komisi Pemberantasan

Korupsi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Surya Djahisa di Stabat, Selasa (3/7). Pengembalian uang sitaan dari kasus korupsi mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin tersebut dilakukan, Senin (2/7) sekitar pukul 16.00 WIB, di Kantor Bupati Langkat turut disaksikan Kapolres Langkat AKBP Eric Bhismo dan beberapa pimpinan

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Surya Djahisa juga menjelaskan bahwa uang sitaan tersebut diserahkan oleh dua jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muibuddin dan Risma, dengan total keseluruhannya sebesar Rp75.103.854.923. Bersambung ke Hal. 15

Lomba Karaoke Pop Medan Andalas Fair

andalas/rizki mulya

LOMBA KARAOKE - Salah seorang peserta saat menunjukkan kebolehannya dalam Lomba Karaoke Pop yang diselenggarakan untuk meramaikan Medan Andalas Fair.

PENGUNJUNG tampak antusias menyaksikan penampilan satu per satu peserta yang membawakan berbagai tembang pop dalam

Pejabat Dilantik, di Antaranya Eddy Syofian

Medan - andalas Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mencopot dan menonjobkan sepuluh pejabat eselon II di lingkungan Pemprovsu. Saat yang bersamaan Plt Gubsu melantik dan mengambil sumpah para pengganti kesepuluh pejabat tersebut. Sembilan pejabat tersebut yakni Kepala Dinas Bina Marga dari Marapinta Harahap kepada Muhammad Armand

Effendy Pohan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari Darwinsyah kepada Bidar Alamsyah. Kemudian Kepala Biro Perekonomian dari Bangun Oloan Harahap kepada Bondaharo, Kepala Dinas Perhubungan dari Rajali kepada Anthony Siahaan, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dari Oloan Sihombing kepada Ferlin H Nainggolan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dari Rusli kepada Salman Ginting. Selanjutnya Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan dari Pulung Hutabarat kepada Bersambung ke Hal. 15

babak penyisihan yang digelar, Selasa (7/3) malam. Kualitas suara dan penampilan peserta lomba yang tampil di babak penyisihan selama dua hari, yakni sejak 2-3 Juli, cukup meyulitkan dewan juri untuk memilih siapa yang berhak lolos ke babak final. Namun demikian, dewan juri yang dipimpin Afrion akhirnya memilih sebanyak 10 peserta untuk bersaing menjadi yang terbaik di babal final yang digelar Rabu (4/7) malam ini. "Penampilan mereka lumayan bagus. Kita cukup kewalahan menetapkan siapa yang berhak lolos ke final," kata Afrion. Sebanyak 10 peserta yang Bersambung ke Hal. 15

Akui Fenomena SKPD “Bermasalah” PELAKSANA Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengakui menemukan fenomena satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang "bermasalah" dalam pengelolaan keuangan sehingga memberikan hasil kurang baik dalam laporan keuangan. "Saya menemukan fenomena itu," Bersambung ke Hal. 15

ANEH tapi NYATA

Korupsi Biro Umum Setdaprovsu

Hari ini 10 Peserta Bersaing di Final Penampilan sebanyak 47 peserta Lomba Karaoke Pop yang tampil di panggung Honda One Heart mampu menghibur pengunjung Medan Andalas Fair 2012 di arena Pekan Raya Sumatera Utara, Tapian Daya, Medan.

• 25

Polda Tetapkan Tiga Tersangka Baru Medan-andalas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut kembali menetapkan tiga

tersangka baru kasus dugaan korupsi Biro Umum Setdaprovsu. Bersambung ke Hal. 15

Arab Saudi: Awal Puasa 20 Juli Riyadh-andalas Tidak lama lagi umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1433 Hijriyah. Namun

Pemerintah Indonesia belum menetapkan dan mengumumkan kapan awal puasa Ramadan dimulai. Bersambung ke Hal. 15

Kurs dan Harga Logam Mulia, 3 Juli 2012 Mata Uang AUD CNY EUR GBP HKD

Jual 9731 1499 11925 14875 1221

Beli 9625 1484 11804 14721 1209

Mata Uang JPY MYR SGD USD

Jual 119.00 2997 7488 9475

Beli 117.77 2964 7409 9381

Sumber Bank Indonesia

Gagal Perangi Nyamuk,

53 Warga Ditangkap KEJADIAN lucu terjadi di Sri Lanka. Hanya karena gagal memerangi nyamuk, 53 warga setempat Bersambung ke Hal. 15


MEDAN KITA

Rabu 4 Juli 2012

harian andalas | Hal.

2

andalas/Rizki mulya

andalas Lugas & Cerdas PENERBIT PT. Star Media Internusa d/h. PT. Inti Media Nusantara PEMBINA Dr Eggi Sudjana SH MSi PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI Iskandar ST WKL PEMIMPIN UMUM/WKL PEMIMPIN REDAKSI/PENJAB H Baharuddin WAKIL PEMIMPIN REDAKSI II Dedy Ardiansyah WAKIL PEMIMPIN UMUM MA Siddik Surbakti, Christoffel Manurung SH MH PEMIMPIN PERUSAHAAN Amiruddin REDAKTUR PELAKSANA Gusliadi Ritonga SEKRETARIS REDAKSI Rina Agustina KOORDINATOR DAERAH Agus Salim Ujung REDAKTUR Hamdani Nasution, Asril Tanjung, Hermawan, Yonan Febrian, M.Sulaiman STAF REDAKSI Asiong, Robenson Sidabariba, Yunan Siregar, Irwan Ginting, Felix Sidabutar, Thamrin Samosir, Desrin Pasaribu, Maguslim FOTOGRAPHER Hs Poetra SIRKULASI Septho IKLAN Syarifah PENASEHAT HUKUM Syahril SH SpN; Nur Alamsyah SH MH; Abu Bokar Tambak SH MHum; A Herwan Bispo SH, H. Syafrizal SH. MH ALAMAT REDAKSI/ TATA USAHA Jalan T Amir Hamzah Ruko Kompleks Griya Riatur Indah No. 182-184-186 Medan NOMOR REKENING BRI Unit Kapten Muslim Medan a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 3383-01-027966-53-5 BCA KCP Tomang Elok a/n Amiruddin Mendrofa No. Rekening 7865078382 Iklan Warna (FullColour) Rp. 15.000/mm kolom Iklan Hitam Putih Rp 10.000/mm kolom Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp 3.500/mm kolom TELEPON (061) 8449800 FAKSIMILE (061) 8462800 EMAIL REDAKSI:andalasmedan@gmail.com IKLAN: marketingandalas@gmail.com PENCETAK CV. Grafika Sumatera. Isi di Luar Tanggungjawab Pencetak

EDITORIAL

Jadikan Mutasi Sebagai Solusi

P

ELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho memutasi dan melantik 25 pejabat eselon II di lingkungan pemerintah provinsi setempat, Selasa (3/7). Ke-25 pejabat yang dilantik itu, di antaranya Djaili Azwar menjadi Kepala Inspektorat Provinsi, R Sabrina (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan), Asrin Naim (Asisten III Bidang Kesejahteraan Sosial), dan Hasban Ritonga (Asisten IV Bidang Administrasi Umum dan Aset). Alexius Purba (Kadis Sosial), Roro Siti Hartati (Kadis Kesehatan), Bukit Tambunan (Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Eddy Sofian (Kepala Badan Kesbangpolinmas), Effendi Pohan (Kadis PU Binamarga), Bidar Alamsyah (Kadis Perindustrian dan Perdagangan), dan Salman Ginting (Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat). Gatot berharap, seluruh pejabat yang dilantik tersebut hendaknya dapat meningkatkan etos kerja guna mendapatkan hasil kerja lebih baik. "Mutasi bukan hal menakutkan, tapi harus menjadi motivasi dalam meningkatkan disiplin dan prestasi kerja," katanya. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, pejabat eselon II yang dilantik tersebut dapat mencari terobosan dalam menjalankan program yang dicanangkan. "Tugas SKPD tidak dapat dilakukan dengan sekadar kebiasaan," katanya, seraya minta seluruh pejabat eselon II itu meningkatkan koordinasi. Setiap kali dilakukan mutasi di jajaran pemerintahan, dipastikan akan muncul pro dan kontra. Mutasi kerap pula dituding sebagai ajang pelampiasan 'politik balas dendam', dan tak jarang dituduh sebagai upaya menghabisi karier seseorang. Namun, Gatot telah menegaskan, mutasi hendaknya dijadikan sebagai motivasi dalam meningkatkan disiplin dan prestasi kerja. Sebagai umat beragama yang ditekankan agar senantiasa berprasangka baik (husnuzzhan), tentunya kita menyambut positif mutasi dilakukan Plt Gubsu tersebut. Karenanya, kita berharap kepada segenap pejabat eselon II yang baru saja diberikan amanah mengemban jabatan penting, hendaknya dapat menjadikan mutasi tersebut sebagai sebuah solusi. Yakni, solusi agar seluruh program pembangunan yang dicanangkan melalui SKPD, Badan, dan Kantor yang dipimpin dapat berjalan sesuai dengan harapan. Kita meyakini, Plt Gubsu bersama tandemnya Sekdaprovsu Nurdin Lubis, merupakan duet kepemimpinan yang tepat dan layak diberi kepercayaan memenej Pemprovsu ke arah yang lebih baik. Di bawah arahan dan bimbingan dua sosok yang dikenal intelek dan relatif clean ini, segenap pejabat eselon II yang baru dilantik, akan dapat bekerja optimal. Untuk itu, kita berharap agar mutasi dapat dijadikan sebagai solusi. Mutasi harus dilihat sebagai sebuah kebutuhan organisasi, dan tidak sepatutnya disikapi dalam perspektif kepentingan politisasi.(**)

MESIN TIK KUNOSeorang ibu dan anak-anaknya sedang melihat mesin tik kuno peninggalan zaman Belanda di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, di Jalan HM Joni Medan, Selasa (3/7). Museum ini merupakan lokasi yang kerap dikunjungi saat liburan sekolah.

PPDB di Medan Diduga Jadi Ajang Cari Duit Orang Tua Diminta Rp10 Juta hingga Rp50 Juta Medan-andalas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota diduga dijadikan ajang cari duit bagi pejabat dan pihak sekolah. Pasalnya, kecurangan dalam PPDB di Kota Medan sudah mendekati kebenaran, karena tidak ada transparansi pendaftaran dan sosialisasi yang tegas terhadap batasan jalur umum maupun jalur Bina Lingkungan (BL). Hal itu dikatakan Ketua Koalisi Masyarakat Pendidikan Indonesia (KMPI), MA Siddik Surbakti, kepada pers di Medan, Selasa (3/7). Dia mengatakan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Menteri Agama (Menag) bahwa PPDB bagi sekolah negeri dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur umum dan Bina Lingkungan (BL). Untuk porsi BL itu, katanya, sekolah negeri diperkenankan merekrut siswa baru sebanyak 20 persen dari total kuota penerimaan siswa baru. Tapi, jalur BL memiliki beberapa kriteria, di antaranya siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah negeri tersebut, siswa berprestasi, siswa miskin dan anak guru dari sekolah bersangkutan. “Tapi anehnya, Disdik Medan tidak menyosialisasikan penjabaran terhadap SKB 2 menteri itu. Kita mencurigai, jalur BL itu dijadikan ajang cari duit bagi pejabat dan pi-

hak sekolah, karena yang masuk lewat jalur BL itu umumnya anak orang kaya,” ungkap Siddik. Berdasarkan laporan yang masuk ke KMPI, kata Siddik, untuk meluluskan seorang siswa, ada oknum guru meminta uang sedikitnya Rp 10 juta hingga Rp 50 juta. “Nah hal ini sudah menjadi rahasia umum dan jelas meresahkan masyarakat,” ujar anggota Dewan Pendidikan Kota Medan ini. Menurut Surbakti, apa yang diharapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, dalam penerimaan siswa baru ini, sepertinya masih jauh dari harapan. Ini karena banyaknya laporan orangtua siswa yang melaporkan, bahwa penerimaan siswa baru tahun ini masih penuh rekayasa dan lewat jalur mafia. Karenanya, dalam waktu dekat KMPI akan membuat pengaduan ke instansi terkait. “Hal ini tidak akan kita biarkan begitu saja. Sistim penerimaan siswa baru ini harus kita perbaiki demi masa depan anak didik kita

dan bangsa ini,” tegas Siddik Surbakti. Siddik juga mengungkapkan, PPDB jalur umum yang mempunyai 80 persen kuota berdasarkan hasil nilai ujian nasional (UN) murni, juga tidak beres. Misalnya, pegawai atau guru sebagai pelaksana teknis di sekolah tidak transparan. Dan, membludaknya pendaftaran siswa baru pada sekolah-sekolah negeri yang jauh melebihi kuota sudah menjadi tontontan dari tahun ke tahun. Padahal, kelebihan kuota bisa dieliminasi, bila pegawai atau guru penerima siswa baru menjelaskan kepada calon siswa saat mendaftar bahwa dirinya tidak memenuhi persyaratan dan urutan pendaftaran si calon siswa telah melebihi daya tampung atau kuota sekolah. “Dengan tidak adanya transparansi jalur umum saat mendaftar itu, banyak calon siswa yang terjebak sehingga tidak punya kesempatan untuk mendaftarkan diri ke sekolah lain,” tutur anggota Dewan Pendidikan Kota Medan ini. Pengumuman pendaftaran seleksi siswa baru melalui website juga dikhawatirkan akan menambah persoalan baru. Pasalnya, website PPDB tidak mampu menghempang hecker-hecker dunia maya. (WAN/HAM)

Wali Kota: Pengelolaan APBD 2012 akan Lebih Baik Medan-andalas Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2011 kepada DPRD Medan melaui rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (3/7). Dengan perolehan wajar tanpa pengecualian (WTP) atas pengelolaan APBD 2011 sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemko Medan akan meningkatkan pengelolaan keuangan daerah tahun 2012. Seperti diketahui realisasi pendapatan daerah 2011 mencapai Rp2,75 triliun atau 89,11 persen dari target awal tahun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp995,07 miliar, pendapatan transfer Rp1,72 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp33,56 miliar. Sedangkan dari sisi belanja daerah, secara akumulatif realisasi belanja daerah 2011 mencapai Rp3,04 triliun atau 89,5 persen dari target yang terdiri dari belanja operasi Rp2,36 triliun, belanja modal Rp681,88 miliar, dan belanja tak terduga Rp922,75 juta. Kemudian sisi pembiayaan, realisasi pembiayaan penerimaan tercatat sebesar Rp389,47 miliar yang sebagian besar merupakan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) sedangkan pembiayaan pengelua-

ran terealisasi Rp15,12 miliar. Jadi secara keseluruhan, silpa 2011 tercatat sebesar Rp80,67 miliar. Pada penyampaian LPJ pelaksanaan APBD 2011, Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, laporan keuangan yang disampaikan ini adalah laporan keuangan audited, yaitu telah diaudit oleh BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. BPK memberikan opini WTP terhadap laporan keuangan Pemko Medan setelah selama beberapa tahun sebelumnya disclaimer. “Pada 2010 BPK memberikan opini wajar dengan pengecualian (WDP) dan 2011 Pemko mampu meningkatkannya menjadi WTP. Dengan meningkatnya opini dari BPK ini mencerminkan bahwa pengelolaan keuangan Pemko diyakini telah baik, lebih transparan dan lebih akuntabel dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rahudman pada paripurna di hadapan seluruh anggota DPRD Medan di kantor lama di Jalan Kapten Maulana Lubis Medan. Selanjutnya sebagai kota dengan jumlah APBD terbesar se-Sumatera Utara sehingga akan menjadi barometer sekaligus leader dalam pengelolaan keuangan daerah yang semakin efisien, efektif, dan akuntabel, Pemko Medan akan terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah. Untuk itu sebagai orang no-

mor satu di kota ini, Rahudman meminta seluruh jajaran Pemko Medan meningkatkan kinerja terutama dari sisi pendapatan daerah karena pada masa akan datang, kota ini membutuhkan sumber pembiayaan pembangunan yang semakin besar. Sedangkan dari sisi belanja, Pemko juga akan terus meningkatkan kinerja program sehingga seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa lebih baik, lebih transparan, dan akuntabel pada 2012. “Seluruh SKPD harus dapat menyusun laporan keuangan sendiri sesuai dengan amanat dari PP No 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Karena itu saya ingatkan agar seluruh jajaran Pemko Medan meningkatkan kinerja,” tegasnya. Ketua DPRD Medan Amiruddin mengatakan, penyampaian laporan ini akan dibahas lebih lanjut oleh DPRD Medan. Setelah pandangan fraksi-fraksi, akan ada pembentukan panitia khusus (pansus) dan pandangan masing-masing komisi sesuai counterpartnya. “Pembahasan lebih lanjut masih akan dilakukan untuk melihat detail realisasi anggaran sepanjang 2011 yang dilaksanakan masing-masing dinas. Hasil pembahasan pada komisi akan jadi rekomendasi kepada tim pansus sebagai pandangan akhir,” kata Amiruddin. (BEN)

PPDB di SMA Negeri 17 Medan Bernuansa KKN PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 17 Medan bernuansa KKN. Pasalnya, banyak orang tua maupun siswa yang tidak mengetahui adanya ujian susulan bagi siwa yang masuk dalam lingkungan sekolah dan terhadap siswa yang kurang mampu. Saat wartawan andalas menyambangi SMA Negeri 17 Medan, kemarin, terlihat beberapa kerancuan. Misalnya, di kertas nomor ujian tertulis siswa yang mengikuti ujian susulan tanggal 3 Juli 2012, namun saat siswa datang para panitia mengatakan sudah terlambat, karena ujian susulan sudah dilaksanakan tanggal 2 Juli pukul 10.00 WIB. Hal tersebut sontak membuat orang tua dan para siswa yang ingin mengikuti ujian susulan menjadi marah dan bertanya kepada para panitia penerimaan, mengapa tidak ada pemberitahuan perubahan jadwal. Para orang tua kemudian menuding penerimaan siswa baru di SMA Negeri 17 Medan bernuansa KKN. Kepala SMA Negeri 17 Medan Drs Marnaek Nainggolan MSi saat hendak dikonfirmasi wartawan tidak berada di ruangannya. Sedangkan Bobin Nainggolan, salah seorang panitia penerimaan siswa baru mengatakan, mengakui awalnya di nomor peserta penerimaan siswa baru tertulis tanggal 3 Juli. “Namun hal itu telah kami ganti, mungkin ada beberapa orangtua maupun siswa yang tidak tahu. Tapi setelah kami hubungi ke dinas, mereka bisa mengikuti ujian susulan,“ ujar Bobbin. (WAN)

Soal Revisi Perda PBB

PMI Sumut Apresiasi Wali Kota dan DPRD Medan persoalan khususnya masalah Medan-andalas Turunnya kenaikan Pajak kenaikan PBB itu. Ia memerinBumi Bangunan (PBB) yang tahkan agar DPC PMI Kota Medan agar terus berksempat naik patut oordinasi membangun diberikan apresiasi sinergisitas yang solid dan sikap respondengan Pemko Mesif Wali Kota Medan terutama dalam dan Drs H Rahudhal kebijakan kepenman Harahap MM tingan masyarakat. serta anggota DP“Dukungan kader RD Kota Medan Pemuda Muslimin dalam menyikapi terhadap program keberatan masyaPemko Medan harus rakat. Sikap ini terus dilakukan semenjawab bahwa panjang program terPemko dan DPRD sebut bersentuhan Medan cepat tanggap atas keberpi-  Zaharuddin Sinaga dengan kebutuhan warga,” tandas Zahahakannya pada ruddin. persoalan masyarakat. Sementara itu, memasuki buHal itu dikatakan Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia lan suci Ramadhan, Zaharuddin (PMI) Sumatera Utara Zaha- mengimbau seluruh DPC PMI ruddin Sinaga didampingi Sek- kabupaten/kota dan segenap retaris Drs Joni Koto, Wakil kader Pemuda Muslimin agar Ketua Drs Ali Natar Siregar menyemarakkan datangnya budan Ketua PMI Kota Medan lan penuh berkah ini. “Lakukan Rinaldi Amri, SIP dan Sekre- rangkaian kegiatan islami dan taris Muslim Kamal, menjawab pembinaan umat serta tetap pertanyaan wartawan me- bersinergi dengan program pengenai revisi Perda PBB, di merintah kabupaten/kota maHotel Madani Medan, Selasa sing-masinng,” ajak Zaharuddin yang juga Direktur PDAM Tir(3/07). Peninjauan ulang kenaikan ta Kualo Kota Tanjung Balai ini. Dia menghimbau semua piPBB dinilai tepat, karena terlalu besarnya persentase ke- hak, agar menghormati kesunaikan dari nilai objek pajak cian Ramadhan. Terkait dengan tahun lalu. “Tentu saja masya- itu, pemerintah kabupaten/kota rakat sangat keberatan atas diminta menertibkan tempat kenaikan mencapai 100 – 200 hiburan berbau maksiat dan % dari nilai beban biaya pajak mengajak pelaku usaha agar menghentikan operasional usasebelumnya,” terangnya. Zaharuddin juga menyambut ha yang dapat mengganggu kepositif dan memberikan apresia- tenangan umat Islam melaksasi atas sikap kritis DPC PMI nakan ibadah puasa Ramadhan Kota Medan tentang berbagai nantinya. (HAM)


MEDAN KITA

Rabu 4 Juli 2012

harian andalas | Hal.

3

Pengawasan Pilgubsu 2013

Panwas Sumut Ajukan Rp140 Miliar Medan-andalas Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut mengusulkan anggaran Rp140 miliar untuk ditampung di APBD Sumut. Anggaran tersebut untuk membiayai pelaksanaan pengawasan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013. Ketua Panwas Pilgubsu Sumut David Susanto mengatakan, usulan anggaran tersebut diharapkan dapat masuk dalam dua mata anggaran, yaitu APBD Perubahan (AP-

BD-P) 2012 dan APBD 2013 yang masing-masing Rp70 miliar. “Untuk 2012 dan 2013 sekitar Rp 140 miliar,” ujarnya didampingi Pimpinan

Panwas Sumut lainnya Ahmad Solihin dan Ester Ritonga usai beraudiensi dengan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Selasa (3/7). David mengakui, anggaran tersebut cukup besar karena berdasarkan amanat undangundang, panwas harus ada hingga tingkat desa sekitar 15 orang. Semua anggaran operasionalnya harus ditanggung dalam APBD provinsi karena tidak ada lagi pengajuan anggaran di tingkat kabupaten/ kota.

Panwas Sumut menurutnya sudah mengupayakan penghematan dalam pengajuan anggaran. Salah satunya adalah terkait pengadaan kantor panwas yang biasanya sewa per tahun, kini diupayakan untuk meminjam salah satu bangunan yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Jika permohonan peminjaman gedung dapat direalisasikan diharapkan nantinya Panwas Kabupaten/Kota juga melakukan hal yang sama yaitu bermohon ke pemerintah setempat meminjam gedung

atau ruangan yang tidak terpakai. “Jadi kalau Panwas Sumut tidak sewa gedung, diharapkan kabupaten/kota lain juga tidak melakukannya. Cukup pinjam kantor milik pemerintah setempat agar menghemat anggaran,” terang David yang pada Pilgubsu 2008 juga menjabat sebagai Ketua Panwas Sumut. Saat ini, lanjut David, pihaknya sedang fokus pada tahapan pembentukan Panwas Kabupaten/Kota yang telah dimulai dengan pembentukan tim seleksi. Sedangkan pengawasan Daftar Penduduk

Potensial Pemilih Pilkada (DP4) belum menjadi perhatian serius mengingat belum masuk tahapan verifikasi. Hanya tahap sinkronisasi data DP4 dari KPU ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam kesempatan itu menyampaikan persoalan anggaran nantinya akan dibahas oleh Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga dijabat Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis. Usulan anggaran tersebut akan didiskusikan kembali melalui mekanisme yang ada.

Terkait peminjaman gedung untuk Kantor Panwas Sumut, Pemprov Sumut akan mencoba melihat beberapa kemungkinan gedung yang dapat dipinjamkan. Setidaknya menyesuaikan kebutuhan ruangan dengan kapasitas gedung yang dinilai siap untuk dijadikan sekretariat. Gatot juga berpesan dengan terbentuknya Panwas Sumut diharapkan dapat menjaga proses demokratisasi berjalan dengan baik dan lancar. Salah satunya adalah dengan mencegah terjadinya kecurangan Pilgubsu 2013. (WAN)

Komisi D DPRDSU Dukung Pembentukan Pansus DT Danau Toba 'WC Raksasa' Tempat Pembuangan Limbah Medan-andalas Komisi D DPRD Sumut mendukung usulan Komisi B, perihal perlunya dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Danau Toba (DT), dalam upaya menjaga dan melestarikan daerah wisata kebanggaan masyarakat Sumut tersebut. Namun, karena permasalahan ini melibatkan banyak kewenangan instansi dan pemerintah kabupaten di sekitar Danau Toba, sebaiknya pimpinan DPRD Sumut melakukan rapat gabungan antarkomisi terlebih dahulu, sehingga pembentukan Pansus Danau Toba ini jelas arahnya, serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan oknum atau kelompok tertentu. “Pada prinsipnya, saran yang disampaikan rekan rekan dari Komisi B melalui beberapa media agar dibentuk Pansus Danau Toba sangat kita dukung, sejauh itu benar-benar murni untuk kelestarian Danau Toba sebagai kawasan wisata strategis nasional,” kata Ketua Komisi D DPRD Sumut, H Yan Sharin dan H Ajib Shah kepada wartawan, Selasa (3/7). Yan Sharin, juga didampingi anggota Zulkarnain ST mengatakan, keberadaan Danau Toba saat ini dapat dilihat dari berbagai sisi dan kepentingan berbeda. Kalau

berbicara mengenai pencemaran, kawasan Danau Toba saat ini sudah merupakan WC raksasa yang menjadi tempat pembuangan limbah oleh berbagai perusahaan. Seperti hotel dan rumah-rumah penduduk di sekitar Danau Toba, belum lagi keberadaan kawasan peternakan yang beroperasi di sekitar Danau Toba. “Jadi, kalau kita hanya menuding PT Aqua Farm Nusantara (AFN) sebagai satu-satunya pelaku usaha yang melakukan pencemaran di Danau Toba, sebenarnya sangat tidak tepat. Bahkan dalam peninjauan kita baru-baru ini, belum ada ditemukan pencemaran dilakukan PT AFN,” kata politisi dari Fraksi Gerindra ini. Sementara, H Ajib Shah dari Fraksi Golkar menilai, statement beberapa pihak yang menyatakan izin PT AFN harus dicabut dan perusahaan asal Swiss itu harus ditutup, karena telah mengganggu keindahan dan kelestarian Danau Toba adalah sangat tidak berdasar, dan itu bukan merupakan jalan satu-satunya yang harus dilakukan. Sebab, tanpa kita sadari, saat ini terdapat sekitar 4600 karyawan saat ini menggantungkan hidupnya pada operasional PT AFN. "Kalau perusahaan ini harus ditutup, kita dapat bayangkan dampak

yang bakal terjadi," kata Ajib. Dia menyatakan sepakat, Danau Toba harus dijaga kelestariannya. "Untuk itu, kita perlu mengevaluasi kembali keberadaan seluruh perusahaan, hotel-hotel. Bahkan rumah penduduk yang berada di sekitar Danau Toba. Saat ini kita juga mempertanyakan komitmen 7 kabupaten dalam menjaga dan melestarikan Danau Toba sebagai salah satu objek wisata di Sumut,” kata Ajib Shah. Ajib Shah menilai, selama ini Danau Toba cenderung diabaikan sebagai skala prioritas pembangunan sektor kepariwisataan di Sumut dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Pada prinsipnya, Ajib sepakat Danau Toba harus ditata kembali. Terhadap berbagai perusahaan yang ada di sekitar Danau Toba, perlu diberi pembinaan dalam hal kelestarian lingkungan dengan tetap berpedoman kepada aturan dan perundang-undangan berlaku. Menyikapi tentang pernyataan Komisi B DPRD Sumut tentang pembentukan Pansus Danau Toba Ajib Shah mengatakan itu suatu hal yang patut didukung, bahwa rekan-rekannya itu telah menyadari tugas, pokok dan fungsi (tupoksi)nya sebagai sesama anggota dewan. (UJ)

Gangguan Air Akibat Pencucian Reservoir IPA Sei Ular Medan-andalas Dalam rangka menjaga kualitas air menjelang bulan puasa Ramadan 1433 Hijriyah, PT Tirta Sumut akan melaksanakan pencucian reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Ular. PT Tirta Sumut merupakan perusahaan pengelola IPA Sei Ular yang menjadi penyedia air curah untuk PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang. Kepala Divisi Public Relations PDAM Tirtanadi Ir Amrun kepada wartawan, Selasa (3/7) mengatakan, pekerjaan pencucian reservoir IPA Sei Ular tersebut akan dilaksanakan pada Rabu malam tanggal 4 Juli 2012 mulai pukul 20.00 WIB dan diperkirakan selesai pada Kamis dini hari pukul

andalas/rizki mulya

KEBAKARANKEBAKARAN-Sejumlah petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di Jalan Wahid Hasyim Medan, Selasa (3/7).

Ruko Terbakar, Pemilik Tuding Penghuni Kos Medan-andalas Sebuah rumah toko (ruko) reparasi alat elektronik “Sihar Service” di Jalan Wahid Hasyim, Simpang Barat, Medan, hangus dilalap api, Selasa (3/7) siang. Keluarga pemilik rumah menuding, ruko sengaja dibakar salah seorang penghuni yang menyewa di lantai dua. Api pertama kali terlihat menyala dari lantai dua sekitar pukul 11.40 WIB. Warga kemudian melapor kepada Dinas Kebakaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Mendapat laporan, Dinas Kebakaran langsung mengerahkan 8 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Kurang dari setengah jam, api berhasil dipadamkan, setelah petu-

gas membobol bagian asbes ruko di lantai satu. Salah seorang keluarga pemilik rumah, Daniel Pardede menuding, kebakaran bukan disebabkan hubungan arus pendek listrik, tetapi sengaja dibakar salah satu penghuni yang menyewa kamar di lantai dua ruko. "Saat api menyala di lantai dua, anak kos itu turun dan langsung menghilang," tuding Pardede. Pardede menduga, pelaku sengaja membakar ruko karena tidak terima ditegur pemilik ruko akibat membawa kekasihnya menginap ke dalam kamar. "Sebelum kebakaran, seluruh pakaian dan perabotan penghuni kamar atas sudah

dipindahkan diam-diam," tambah Pardede. Sementara salah seorang penghuni kos, Sumini mengatakan, saat itu dia hendak ke tempat kosnya. Tapi asap sudah mengepul tebal di atas. Dia langsung berteriak memberitahu kepada pemilik ruko Nyonya Simanjuntak yang akrab disapa Nande Tulang. Pemilik toko dan beberapa pramuniaga lalu berusaha menyelamatkan barang-barang elektronik bekas seperti televisi, kipas angin dan mesin cuci. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (DTN)

air di kedua wilayah tersebut akan 03.00 WIB. Pada saat yang sama dan un- kembali normal pada Jumat 6 Juli tuk menghindari gangguan pela- 2012. "Kami mohon maaf atas keyanan yang berulang-ulang, Cabang Deli Serdang juga akan tidaknyamanan ini, kami mengimmelakukan pekerjaan pengga- bau pelanggan agar menyediakan bungan pipa transmisi diameter air sebelum pekerjaan itu dilak250 mm x 200 mm di lokasi Jalan sanakan. Informasi dan keluhan dapat Pematang Siantar/rel kereta api disampaikan ke PDAM Tirtanadi Lubuk Pakam. Selama pelaksanaan pekerjaan Cabang Deli Serdang atau melatersebut, pengoperasian IPA Sei lui Call Center 500444," jelas Ular berhenti total sehingga pe- Amrun. (GUS) layanan kepada pelanggan di wilayah Kota Lubuk Pakam dan sebagian Kota Perbaungan mengalami gangguan pada Rabu dan Kamis (4-5 Medan-andalas Juli). Pendistribusian Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus menjadi inspektur upacara serah terima jabatan Danrem 022/PT dari Kolonel Inf Karsiyanto kepada Kolonel Inf Restu Widiyantoro MDA dan Danden Arhanudse Rudal 004 dari Mayor Arh Yulian Iskandar kepada Mayor Arh Novianto Firmansyah, bertempat di Balai Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa (3/7). Pada acara tersebut Pangdam I/BB mengatakan Korem 022/PT merupakan satuan pelaksana Kodam I/BB yang melaksanakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan Negara di wilayah. Terkait dengan tugas pokok tersebut, Korem 022/PT hendaknya mampu membangun andalas/ist keterpaduan lintas sektoral SERTIJAB - Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus menyematkan tanda pangkat Komando kepada Danrem 022/ yang solid dan konprehensif PT Kolonel Inf Restu Widiyantoro. pada upacara sertijab Danrem 022/PT dan Danden Arhanudse Rudal 004, di Balai dengan Pemerintah Daerah Prajurit Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Selasa (3/7). maupun instansi terkait serta elemen masyarakat, melalui hanudse Rudal 004, yang ber- dimiliki saat ini dan perkem- mengantisipasi kondisi tersejalinan komunikasi sosial yang tugas pokok melindungi objek bangan ancaman serangan but dengan senantiasa mesaling menghargai dan meng- vital nasional, bukanlah tugas udara dengan teknologi cang- ngasah, meningkatkan kemampuan dan keterampilan hormati serta selalu menjun- yang ringan dan sederhana, gih dan mutakhir. Oleh karena itu, Detase- prajuritnya guna meningkatjung tinggi nilai-nilai budaya terlebih jika dihadapkan dengan kondisi dan kemampuan men Arhanudse Rudal 004 kan kesiapan operasional dadan kearifan lokal. Sementara Detaseman Ar- alat utama sistem senjata yang harus mampu membaca dan lam rangka mendukung tugas

Restu Widiyantoro Danrem 022/PT yang Baru pokok Kodam I/BB. Pangdam mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Kolonel Inf Karsiyanto beserta istri. "Selamat jalan, selamat belajar, dan semoga sukses dalam menempuh pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional sebagai Pamen Denma Mabesad," kata Pangdam. "Demikian juga kepada Mayor Arh Yulian Iskandar beserta istri, selamat jalan, selamat belajar dan sukses dalam menempuh pendidikan di Seskoad sebagai Pamen Kodam I/BB," ujar Pangdam. Selanjutnya kepada Kolonel Infanteri Restu Widiyantoro beserta istri, sebagai Danrem 022/PT yang baru sebelumnya sebagai Asops Kostrad dan Mayor Arh Novianto Firmansyah beserta istri sebagai Danden Arhanudse Rudal 004 yang baru sebelumnya menjabat Kasi Org Bagbinsat Sdirbinsen Pussenarhanud Kodiklat TNI AD, Pangdam meminta agar segera dapat menyesuaikan diri dengan kondisi satuan dan lingkungan tugas yang baru dengan memegang prinsip, berbuat yang terbaik. (REL/GUS)


HUKUM KRIMINAL

Rabu 4 Juli 2012

Kasus Sopir Ketua PN Sidikalang Tunggu Petunjuk MA Sidikalang-andalas Pengadilan Negeri (PN) Sidikalang masih menunggu petunjuk Makamah Agung (MA) untuk memproses dan menindak salah seorang tenaga honorernya berinitial HH, sopir ketua PN Sidikalang yang dituding melakukan tindakan terpuji kepada seorang anggota Polantas Polres Dairi. “Hendra Hutabarat (HH, red), bukan pegawai PN.

Akan tetapi tenaga honorer melekat yang sudah terdaftar di MA. Kalau memang perbuatannya terbukti sesuai dengan berita ini, pihak PN, tidak sembarang untuk menjatuhkan sanksi. Semua harus melalui prosedur, diantaranya minta petunjuk ke Pengadilan Tinggi (PT) dan menunggu putusan MA," kata Humas PN Sidikalang, Hotma EP Sipahutar SH (foto) kepada wartawan di kantornya, kemarin. Terkait kasus ini pihak PN Sidikalang akan terlebih dahulu melakukan pendekatan secara kekeluargaan terhadap korban Brigadir Ronal. “Kita akan melakukan pendekatan kekeluargaan terhadap korban, agar kasus ini, diselesaikan secara kekeluargaan. Namun hal tersebut, juga tergantung dari korban sendiri, berterima atau tidak, karena masing–masing punya hak," tukas Hotma. (SS)

Sidang Tuntutan Pencurian Seng Ditunda Labuhan Deli-andalas Sidang pencurian 26 lembar seng yang sempat digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam cabang Labuhan Deli, Selasa (3/7) dengan agenda pembacaan tuntutan akhirnya ditunda. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Josep Cristian SH menyebutkan, penundaan tuntutan itu dilakukan karena ketiga orang saksi yakni, Anto, Neneng dan Handoko tidak hadir dalam persidangan. Majelis Hakim diketuai Denny Lumbantobing menerima penundaan pembacaan tuntutan tersebut dan memindakan sidang di PN Lubuk Pakam, Jumat (6/7) mendatang. Sebelumnya ketiga terdakwa, Sarifuddin Sembiring (40), Usman alias Gobeng (21) dan Ismail alias Gudek (21) di persidangan mengaku bersalah telah mengambil 26 lembar seng. Namun mereka

tidak mengakui kesaksian ketiga orang saksi itu. Di hadapan majelis hakim, ketiga terdakwa juga mengaku telah melakukan perdamaian dengan pihak korban dengan mengganti seluruh kerugian sebesar Rp2,5 juta dan perkara sudah dicabut dari Posek Sunggal. Desmon Sitorus SH, selaku kuasa hukum terdakwa menyesalkan tindakan Kapolsek Sunggal yang melanjutkan perkara ini karena unsur untuk tidak ditahan sudah terpenuhi termasuk pencabutan pengaduan dan surat perdamaian sudah dilakukan. "Sebaiknya hakim memberikan penilaian yang jernih dalam proses hukum terhadap ketiga terdakwa. Sebab tidak pantas ditahan karena sudah dilakukan perdamaian dan pencabutan perkara walaupun itu tidak delik aduan," katanya. (DP)

4

Dugaan Korupsi Proyek Multi Years Rp6 M

Mantan Bupati dan Ketua DPRD Palas Segera Ditahan Medan-andalas Mantan Bupati Padang Lawas (Palas), Basyrah Lubis dan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap, tersangka dugaan kasus korupsi proyek multi years senilai Rp6 miliar bakal ditahan menyusul rencana petugas Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara menjemput paksa kedua mantan pejabat daerah itu. Direktur Dit Reskrimsus Polda Sumut, Kombes POl Sadono Budi Nugroho beberapa hari lalu mengatakan, keduanya sudah dijadikan tersangka berikut tiga tersangka lainnya yang

ditangani Polres Tapsel. Menurut Sadono, setelah diberhentikan dari jabatan Bupati Palas, Basyarah Lubis tidak perlu lagi memperoleh izin pemeriksaannya dari presiden, sedangkan izin pemeriksaan Ketua DPRD Palas dari Gubsu, sedang berjalan. “Kita bertekad untuk menahan tersangka korupsi termasuk mantan Bupati Palas. Mudahmudahan, dalam pekan ini mereka kita periksa lalu dilakukan penahanan,” kata Sadono. Sebelumnya, Sadono juga mengatakan, dugaan korupsi itu terjadi pada proyek pembangunan prasarana perkantoran (proyek multi years) senilai Rp Rp.6. 048.827.227,73 berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Pemkab Tapsel. Proyek itu dibangun di atas tanah seluas 5 Ha. Diperkirakan, kerugian negara atas dugaan

korupsi itu adalah sebesar Rp6.048.827.227,73 (dana ini adalah dana yang hilang dari DAK/DAU, sesuai audit BPKP). Dalam proyek itu, masih ada yang belum lunas dibayar yaitu pembayaran alat berat untuk pelaksanaan proyek tersebut. Dalam kasus itu, lima orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu mantan Bupati Padang Lawas, Basyrah Lubis, Ketua DPRD Palas, mantan Kadis PU Palas Chairul Windu, Abdul Hamid Nst yang menjabat sebagai PPK, Paruhum Daulay sebagai Bendahara Umum Daerah. Terkait kasus itu, eleman mahasiswa dan masyarakat sudah beberapa kali melakukan unjukrasa ke Mapoldasu, meminta agar Dit Reskrimsus menahan mantan Bupati Palas, Ketua DPRD dan ketiga orang lainnya. Selain kasus Multi Years yang diduga merugikan keuangan negara Rp 6,3 Miliar, tiga elemen

terdiri dari Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas), Ikatan Mahasiswa Sosa Sekitarnya (IMSS) dan Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP) Padang Lawas juga menyikapi kasus pemalsuan akte tanah yang sesuai Putusan MA : 1021 K/Pid/2009 telah menetapkan Basyrah Lubis sebagai terpidana. Disebutkan menyebutkan Bupati Palas Basyrah Lubis diancam dengan undang undang tentang pidana pemalsuan akta tanah, dengan ancaman delapan tahun penjara. "Saat itu Basyrah Lubis masih menjabat Camat Barumun," sebut mereka. Menurut mereka, dengan fakta hukum tersebut sesuai dengan Undang-undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ayat 3, 4 dan 6, apabila kepala daerah (Gubernur/ Bupati/Walikota) dinyatakan bersalah melakukan tindak pida-

na dan dihukum lima tahun penjara, maka harus diberhentikan. Waspadai Modus Sakit Sudah menjadi rahasia umum, tersangka kasus korupsi sakit bila akan dilakukan penahanan atau jika sudah ditahan. Karena itu, Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu harus mewaspadai modus seperti itu, terlebih Sekda Palas, Drs. Kusnadi Hasibuan. Yang mana, setelah mengetahui dirinya akan dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka, mengaku sakit dan opname di salah satu rumah sakit di Medan. “Surat sakit itu bisa saja ‘dibeli’ dari pihak medis, agar terhindar dari jeratan hukum, karena itu, penyidik harus tegas jangan mau dikelabui kalau memang tidak ada apa-apanya,” kata mahasiswa asal Palas di Medan yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Berjuang (GRB). (HER)

Pengunjung Heaven Hell Dianiaya Tiga Pria Ngaku Polisi Medan-andalas Krisman Siahaan (22), warga Jalan Kemiri II Gang Kepala III, Medan dianiaya tiga orang pria mengaku anggota polisi di lokasi hiburan malam Heaven Hell Perisai Plaza, Medan, Minggu (1/ 7) dini hari. Akibat penganiayaan itu, Krisman mengalami luka robek dibagian pelipis kanan dan memar di pipi. Kasus penganiayaan itu sudah dilaporkan korban ke Polsek Medan Kota. Sebelum kejadian, korban datang ke Hea-

ven Hell bersama 5 orang rekannya. Sampai di dalam, Krisman memesan minum. "Setelah itu, ada pengunjung yang memperhatikan aku. Lalu kudatangi dia dan aku bawa segelas minuman. Maksud aku untuk ngasih dia minum agar kami sama-sama minum," terang Krisman saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (3/7) sekira pukul 13.00 WIB. Namun, niat baik pemuda yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu tidak diterima.

Pasalnya, saat hendak memberikan minuman yang dibawanya, pengunjung yang tak diketahui namanya itu langsung menolak hingga gelas minuman itu terjatuh dari genggaman Krisman. "Dikiranya aku sepelekan dia, makanya itu ditolaknya. Terus ku rangkul dia dan kubicarakan baik-baik sama dia. Rupanya, pas aku rangkul, dilihat si Topoi, pengawas di situ. Mungkin dipikirnya aku mau berantam. Setelah itu aku ditarik pengunjung itu keluar," ucapnya.

Wartawan Ditinju Provost Medan-andalas Khairul Amri (24), wartawan salah satu surat kabar terbitan Medan menjadi korban pemukulan dilakukan seorang oknum Provost Brimob Poldasu di Persimpangan Jalan Jamin Ginting/ KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (3/7). Peristiwa itu bermula ketika korban baru pulang melakukan liputan peristiwa tabrakan di kawasan Jalan Ngumban Surbakti, Medan. Usai melakukan liputan, korban bermaksud ke Polsek Sunggal. Namun setibanya di Persimpangan Jalan Jamin Ginting/ KH Wahid Hasyim, korban ber-

SIDANG – Ketiga terdakwa pencuri 26 lembar seng saat mengikuti sidang di PN Lubuk Pakam yang bersidang di Labuhan Deli. andalas/desrin pasaribu

harian andalas | Hal.

temu dengan lelaki berseragam Provost mengendarai sepeda motor RX King BK 1423 T. Di persimpangan lampu merah itu, korban sempat menegur anggota polisi itu. “Bang,” tegur Amri. Lalu oknum polisi itu bertanya kepada Amri. “Kok ngak pakai helm kau,” kata Amri menirukan ucapan oknum polisi itu di Mapolsek Sunggal. Beberapa menit kemudian setelah lampu hijau menyala, keduanyapun berjalan. Namun belum lagi korban sempat bergerak, oknum polisi itupun meninju kepala bagian belakang korban dengan tangannya. “Mataku sempat berkunang-

kunang dan aku hampir terjatuh menahankan rasa sakit,” ucap Amri sambil menambahkan pemukulan tersebut disaksikan banyak orang. Setelah memukul, oknum polisi itupun pergi ke arah Mako Brimobdasu di Jalan KH Wahid Hasyim Medan. “Pangkatnya Bripka tapi namanya tidak sempat saya lihat,” ungkapnya. Amri berencana melaporkan kasus pemukulan itu ke Propam Poldasu agar kasus serupa tidak terulang kembali. “Saya berharap Kapoldasu dapat menindak anggotanya yang telah sewenang-wenang melakukan pemukulan terhadap masyarakat,” tuturnya. (ACO)

Sampai di luar, Krisman diboyong oleh pengunjung yang merasa disepelekan itu ke petugas satpam. Tak lama, Topoi yang merasa Kris hendak berbuat onar juga menghampiri keduanya di lokasi tersebut. "Gak lama, si Topoi juga keluar. Terus dibilangnya aku mau cari ribut, setelah itu dia Topoi menelpon. Kemudian datang 3 orang ngaku oknum polisi dari Poldasu," sebutnya. Setelah bicara panjang lebar oleh salah seorang pria ngaku polisi itu,

tanpa pikir panjang Krisman langsung dihajar hingga mengalami luka robek di pelipis bagian kanan dan memar di pipi. "Satpam langsung memegang tangan aku, 4 kali aku dipukul. Di pelipis 2 kali, di pipi kanan 2 kali," ungkapnya. Puas menganiaya Krisman, ketiga orang yang disebut-sebut oknum polisi itu langsung pergi meninggalkan lokasi. Sementara, temannya Krisman yang mengetahui hal tersebut langsung membawa Krisman ke RS Bakti Jalan HM Joni untuk divisum.(ACO)

Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Belawan-andalas Seorang dari lima pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Kawai I, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Labuhan dari rumah kontrakannya di kawasan Jalan Pematang Pasir, Tanjung Mulia, Medan Deli, Selasa (2/7). Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/7) membenarkan penangkapan tersebut. Tersangka yang hingga kini masih

dalam proses pengembangan pencarian pelaku lainnya itu adalah, Agustono (31). Di Mapolsek Medan Labuhan tersangka mengaku mencuri dan menjual sepeda motor hasil curiannya itu dengan harga Rp1,7 juta. Dia mencuri motor dengan temannya, HN, EO, DA serta AS. Menurut tersangka, temannya AS (buron) berperan sebagai penjual motor curian dan yang lain melakukan pengintaian. Tersangka juga mengaku nekad mencuri sepeda motor karena tidak punya uang untuk biaya istrinya yang sedang hamil. (DP)

Agung Laksono Tak Penuhi Panggilan KPK Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono dan Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "HINGGA pukul 16.00 hari ini, penyidik mengatakan tidak melihat kedatangan Agung dan Nining ke KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (3/7). Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk kasus tindak pidana korupsi pene-

rimaan hadiah terkait perubahan Peraturan Daerah No. 6 tahun 2010 provinsi Riau tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olahraga nasional (PON). "Tapi saya belum mengetahui apakah keduanya sudah memberikan konfirmasi kepada penyidik atau belum, saya akan mengecek lagi," ungkap Johan. Ia mengaku bahwa KPK sudah mengirimkan surat panggilan sejak Jumat (29/6). "Bila saksi tidak datang maka biasanya akan ada pemanggilan ulang, namun saya belum tahu kapan waktu pemanggilan

ulang tersebut," tambah Johan. Pada kasus tersebut penyidik KPK juga sudah menetapkan enam tersangka, tiga di antaranya merupakan anggota DPRD Riau masing-masing Muhammad Dunir (PKB), Muhammad Faisal Aswan (Golkar) dan Taufan Andoso Yakin (PAN). Sementara tersangka lainnya yakni Lukman Abbas yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau H.M Rusli Zainal. Dua terdakwa lain adalah Eka Dharma

Putra selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dispora Riau serta Rahmat Syahputra dari pihak rekanan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku pengerja proyek PON Riau. Eka Dharma Putra bersama Lukman Abbas dan Rusli Zainal selaku Gubernur Riau serta Rahmat Syahputra selaku site Administrasi Manajer dalam kerja sama Operasional (KSO) antara PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya menyetujui adanya dana yang disebut sebagai "uang lelah" sebagai imbalan pembahasan Perda.(ANT)


HUKUM KRIMINAL

Rabu 4 Juli 2012

harian andalas | Hal.

5

Poldasu Razia Besar-besaran KAPOLDA: PERSONEL DI LAPANGAN BAGAI IKAN BANDENG Medan-andalas Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggelar razia besarbesaran selama 14 hari dimulai sejak, Selasa (3/7) hingga Senin (16/7). Operasi kepolisian dengan sandi "Ops Patuh" Toba 2012 ini merupakan lanjutan Operasi Simpatik beberapa waktu lalu.

Operasi yang lebih mengedepankan penegakan hukum didukung kegiatan preventif dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu-lintas itu melibatkan sedikitnya 1.514 personel

terdiri dari, 74 personel dari Polda dan 1.440 personel dari seluruh Satuan Wilayah (Satwil). Sebelum dimulainya Ops Patuh Toba 2012, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menggelar apel persiapan anggota untuk serpas (pergeseran pasukan) di Markas Kepolisian Daerah Sumatera, Selasa (3/7). Dalam amanatnya Kapolda mengeluhkan kinerja personil polisi yang bertugas di lapangan khususnya dalam hal penindakan pengguna jalan raya yang melanggar peraturan. “Personil polisi yang bertugas di lapangan bagaikan ikan bandeng. Matanya melotot tapi tidak berbuat apapun ketika melihat pengguna jalan raya melanggar peraturan lalulintas,� kata Kapolda. Menurutnya, itu terlihat masih banyak para pengendara

sepeda motor tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu di siang hari, kendaraan roda dua dan empat berhenti sesukanya termasuk di zebra cross, truk masuk kota, plat hitam digunakan mengangkut penumpang dan lainnya tapi tidak ditindak oleh aggota Polri di lapangan. Disebutkan, jika pelanggaran seperti ini tidak ditindak, maka, masyarakat akan semakin terbiasa dan akhirnya seluruhnya tidak mematuhi peraturan berlaku. Dikatakan, Ops ini digelar mengingat masalah lalulintas semakin meningkat dan berkembang, seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor, penambahan penduduk dan kurang disiplinnya masyarakat berlalulintas, serta belum maksimalnya upaya yang dilaksanakan. Padahal, sebutnya, berbagai

upaya mendukung Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) terus dilakukan baik lewat kegiatan rutin, menggelar ops Simpatik Toba hingga Patuh Toba. “Mari sama-sama lebih peduli mengatasi masalah lalulintas yang sudah semakin semrawut karena aparatnya tidak berani bertindak. Ops ini agar betulbetul berdampak positif kepada pengguna jalan raya sehingga situasi bisa lebih baik,� pintanya. Kita berharap, lewat Ops ini bisa menciptakan cipta kondisi Kamtibselcar menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H, terwujudnya situasi lalulintas yang aman tertib dan lancar, meningkatnya disiplin dan kepatuhan masyarakat, penurunan angka kecelakaan serta mengurangi tingkat kemacetan,� urainya. (HER)

Kekasih AKBP Apriyanto Dihukum 6 Bulan Penjara Manager dan Waiters D'Core 8 dan 5 Bulan Sri Agustina (25), wanita yang disebut-sebut kekasih mantan Wadir Ditresnarkoba Poldasu AKBP Apriyanto Basuki Rahmat (43) tertunduk lesu di atas kursi persidangan saat majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan.

S

ementara dua terdakwa lainnya masing-masing Johnson Jingga, Manager Karaoke D'Core dijatuhi hukuman selama 8 bulan penjara dan denda Rp1 juta subsider 1 bulan kurungan, dan Ade Hendrawan, waiters D'Core dijatuhi hukuman selama 5 bulan penjara denda Rp1 juta subsider 1 bulan kurungan. Menurut majelis hakim bahwa ketiganya terbukti bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan pidana pemufakatan jahat psikotropika. Hukuman tersebut tertuang dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim Sutejo SH, Asban Panjaitan SH dan Jonner Manik SH, dalam berkas terpisah di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (3/7). Terdakwa Sri Agustina, Johnson Jingga dan Ade Hendrawan, disebutkan majelis hakim telah terbukti melanggar pasal

60 ayat 5 jo 71 ayat (1) atau Pasal 65 UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Disebutkan, berdasarkan fakta-fakta terungkap di persidangan, kasus penyalahgunaan psikotropika ini bermula ketika Johnson menyarankan AKBP Apriyanto Basuki Rahmat agar melakukan tes kebohongan dengan memberikan pil Happy Five kepada Sri Agustina, pacar AKBP Apriyanto Basuki Rahmat yang berselingkuh dengan mantan suaminya. Ini disampaikan Apriyanto kepada Johnson Jingga karena kecurigaannya kepada Sri Agustina. Kemudian pada Sabtu, 11 Februari 2012 sekira pukul 16.00 WIB, Apriyanto Basuki Rahmat memesan tiga papan pil Happy Five atau sebanyak 30 butir kepada Johnson melalui handphone. Sekira pukul 22.00 WIB, Apriyanto bersama Sri Agustina tiba di karaoke D'Core di Jalan Merak Jingga. Johnson kemudian menyuruh Ade Hendrawan membawa mereka ke kamar/selo 3 di

lantai II karaoke itu. Kala itu juga, Apriyanto menyuruh pelayanan Ade Hendrawan meminta pesanan Happy Five kepada Jonson Jingga. Tetapi Apriyanto hanya meminta satu papan saja dari 3 papan pesanannya. Terus satu papan lagi dikantogi Jhonson Jingga dan 1 papan lagi diserahkan kepada Bram (DPO) di tempat parkir Karoke tersebut.(THA)

SEMATKAN– Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menyematkan Pin Operasi Patuh Toba 2012, Selasa (3/7) pada Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2012 di Lapangan apel Mapoldasu, kemarin.


Rabu 4 Jui 2012

MEDAN ANDALAS FAIR 2012

harian andalas | Hal.

6

Serunya Bermain di Istana Balon MEDAN Andalas Fair 2012 masih menjadi primadona bagi masyarakat Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang dan daerah lainnya untuk liburan dan. Para pengunjung yang membawa putra-putrinya ke lokasi Pameran dan Taman Hiburan Rakyat ini dapat bersantai sambil memberikan keleluasan bagi anak-anaknya menikmati sejumlah permainan. Permainan anak-anak seperti istana balon, mini train, kuda pusing dan sejumlah permainan lainnya menjadi pilihan bagi anak-anak pengunjung. Maklum saja, untuk permainan anak jenis ini pengunjung cukup mengeluarkan biaya Rp5 ribu per orang. ‘’Nyaman dan senang kali bisa jalan-jalan ke Medan Andalas Fair 2012 ini. Kami bisa berbelanja aneka baju, sambil menikmati aneka menu makanan dan minuman ringan yang disajikan stan-stan makanan yang ada di lokasi ini. Anak-anak bebas dan leluasa bermain di istana balon, jadi tidak terlalu repotlah,’’ kata Boby, salah seorang pengunjung saat ditemui wartawan koran ini, Selasa (3/7). Mulai sore sampai malam hari permainan istana balon tetap

CERIA - Anak-anak pengunjung sangat ceria dan senang saat menikmati permainan istana balon, Selasa (3/7). ramai terisi oleh anak-anak. Dilokasi itu, mereka sangat gembira bisa berkeliaran sambil bermainmain bersama teman-temannya sambil menunggu orangtuannya yang mencari berbagai aneka multi produk untuk keperluan. Istana balon di Medan Andalas Fair 2012 pun sangat unik dan menjadi daya tarik bagi anak-anak. Ada gambar boneka dan berbagai lubang terowongan kecil untuk bermain bagi anak-

anak. Keceriaan anak-anak pun semakin lengkap ketika bermain diiringi dengan musik. Bahkan, para orangtua sengaja mengabadikan gambar anaknya saat bermain di istana balon dengan kamera digital maupun kamera handphone. Tak ayal lagi lokasi permainan ini menjadi ‘magnet’ pengunjung yang berekreasi bersama anak-anaknya tercinta. (WAN/MA)

Siput Gokil, Lucu dan Menarik ‘Hati’ Anak-anak SIPUT, binatang yang hidup di tepi pantai ternyata bisa membuka peluang bisnis bagi banyak orang. Salah satunya yang dilakukan, Rahmat yang menawarkan siput yang diberikan nama, siput gokil di arena Medan Andalas Fair 2012. Siput gokil ini memiliki ciri ‘tempurungnya’ yang dijadikan sebagai tempat berlindung di cat air bruss dengan gambar-gambar lucu yang menarik bagi anakanak. Bila siput gokil ini berjalan, gambar-gambar yang berada di ‘tempurungnya’ otomatis bergerak. Menurut Rahmat, siput gokil ini dijual Rp2 ribu per siput. Namun bagi pengunjung yang ingin membeli rumah siput yang sudah didesain seapik mungkin cukup membayar Rp25 ribu per unit yang berisikan empat siput gokil. Untuk rumah siput ukuran mini (kecil), lanjut Rahmat, pengunjung membayar Rp15 ribu per unit yang berisikan tiga siput gokil.’’ Yang membeli pada umumnya tentu anak-anak. Biasanya mereka lihat ini lucu dan cocok untuk main-mainlah,’’ tuturnya. Efri (36), salah seorang pengunjung yang membawa dua putranya membeli dua unit

rumah siput. Ia mengaku membeli siput gokil plus rumahnya karena kedua putranya ‘ngebet’ untuk memiliki siput gokil sebagai mainan saat di rumah. Siput-siput gokil ini pun, sambung Efri, tidak menakutkan karena ukuran yang kecil

PERHA TIK AN PERHATIK TIKAN Seorang anak memperhatikan gerak siput-siput gokil yang ditawarkan pedagang di Medan Andalas Fair 2012.

dan tidak berbahaya bagi anakanak. ’’Jenis sama seperti siputsiput ditepi pantai. Tetapi yang ini sudah dicat, sehingga tampil lebih menarik dan lucu bagi anak-anak,’’ katanya mengakhiri. (WAN/BEN/MA)

andalas/sulaiman

PILIH - Seorang pengunjung memilih aneka aksesoris menarik yang ditawarkan pedagang di arena Medan Andalas Fair 2012, Selasa (3/7).

Pengunjung Wanita Berburu Aneka Aksesoris PAMERAN dan Taman Hiburan Rakyat, Andalas Fair 2012 merupakan ‘surga’ belanja aneka multi produk. Salahsatunya adalah aksesoris bagi kaum wanita mulai dari cincin, kalung, gelang, bross, pita rambut dan sebagainya yang ditawarkan pedagang dengan harga sangat terjangkau. Nadie, salah seorang pedang aksesoris kepada wartawan, Selasa (3/7) mengatakan aneka aksesoris ini ditawarkan dengan harga bervariasi ter-

gantung jenisnya. Seperti bross, ditawarkan mulai dari Rp10 ribu sampai Rp40 ribu, kalung ada yang Rp15 ribu dan Rp25 ribu. Begitu juga cincin yang disepuh meas ada yang mencapai ratusan ribu rupiah. ‘’Dominan memang aksesoris wanita, tetapi ada juga dijual aksesoris untuk lelaki. Harganya jualnya pun sangat bervariasilah, tergantung jenis yang ingin dibeli pengunjung,’’ ujarnya. Pantauan di lokasi Medan Andalas Fair, ada beberapa stan yang menawarkan aksesoris dengan bentuk dan model yang berbeda. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk memiliki aksesoris yang diinginkannya selama pameran berlangsung. Indi (20), salah seorang pengun-

jung mengaku datang ke Medan Andalas Fair 2012 sengaja untuk mencari dan membeli sejumlah produk pernak-pernik dan aksesoris wanita. Karena biasanya, sambung wanita yang berdomisili di kawasan Kampung Lalang ini, harga yang ditawarkan pedagang lebih miring dibandingkan bila membeli disejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan lainnya. Selain itu, kata Indi, dari banyaknya stan tentu semakin banyak pilihan aksesoris yang ditawarkan. ‘’Jadi tergantung kita mau pilih yang mana dan cocok. Apalagi harga yang ditawarkan pun miringlah, dan koleksi aksesorisnya juga bagus-bagus,’’ujarnya mengakhiri. (WAN/BEN/MA)

andalas/sulaiman

Satpol PP Tak Punya Jaminan Kesehatan Dari nomor : +6285296417xxx Asslkm pk wali tlong diperhtikan km yg di Satpol PP tentang uang2 yg hrus menjadi hak km khsusnya km yg msih honor dan tentang jamina ksehtan km, swasta aja ada jamsostek kenapa km ank bpk tdk ada jminan ksehatan. trms

sumbat di Jln Bajak 2 Kel Harjosari 2 Mariendal. Trimakasih

Tak Ada Parit Saluran Air Dari nomor : +6281375328xxx Pak Camat Medan Marelan, Pak Lurah Labuhan Deli, tolong perhatikan Gg Manaf, Lingkungan I, tiap kali datang hujan kbanjiran karna tidak adanya parit saluran air.

Mohon Lebih Diperhatikan

Lampu Jalan di Martubung Mati

Dari nomor : +6287869362xxx Sya mau beri usul, klo bisa sekolah swasta agama sprti mts (madrasah tsanawiyah) d Medan ini lebih di perhatikan lagi.

Dari nomor : +6285763108xxx Kepada kadis pertahanan kota medan, kenapa lampu jalan yg ad di sepanjang yos sudurso dekat martubung pada mati semua, mohon pembenahan nya. Terima kasih.

Parit Jadi Sarang Nyamuk Dari nomor : +6285762925xxx Pak wali, tolong agar parit inpres di pekan labuhan agar diperbaiki, karena sudah tumpat dan perlu dibetonisasi. Tlg pak karena jadi sarang nyamuk dan penyakit.

Jalan Selalu Tergenang Air Dari nomor : +6285763983xxx Pak pemko, tolong parit kami di benahi, karna, bila hujan turun, jalan kami selalu tergenangi air/banjir. mohon di dengar suara rakyat.

Parit Sumbat di Jalan Bajak Dari nomor : +6281265056xxx Pak walikota tolong di perhatikan paret

PKL Menghalangi Lalu Lintas Dari nomor : +6285763601xxx Pak wali kota/Pak Kadis Kebersihan, tolong masalah di pajak Marelan, PK5 dan sampah jg, semangkin mju ke depan jalan baik di simpang Jalan Bahasir, bsa menghalang LALU LINTAS. Dr warga Marelan.

Jalan Kapiten Purba Rusak Parah Dari nomor : +628126576xxx Kpd yth, Bpk Walikota Mdn Mohon prbaikan Jln Kapiten Purba 1 Kel Mangga, jalannya sudah Rusak parah, anak-anak kami yg sekolah di Budi Murni sngt terganggu melewati jalan trsbut, kami mohon perhatian Bpk Wali. Thank


IKLAN

Rabu 4 Juli 2012

FAMILY RENTAL MOBIL (PT) APV Kj. Kapsul pkt hmt 10 jam, Altis, L-300, Innova, L. Cruiser, N-Eyes, Bus, Hrn, Mgn, Bln, Utk dlm dan di luar kota. Hotline: 7734 2359 / 0819 3328 4540

harian andalas | Hal.

7


Rabu

OLAHRAGA

4 Juli 2012

Iniesta, Terbaik di Euro 2012 Nyon-andalas Pergelaran putaran final Euro 2012 di Polandia-Ukraina telah usai. Diawali dengan upacara penutupan yang berjalan spektakuler, Spanyol tampil sebagai juara setelah di babak final yang berlangsung di Olympic Stadium, Kiev, Minggu (1/7) malam waktu setempat atau Senin (2/7) dinihari WIB, menghancurkan perlawanan Italia dengan skor meyakinkan empat gol tanpa balas. Beberapa saat setelah laga usai, UEFA merilis nama gelandang serang La Furia Roja Andres Iniesta sebagai man of the match menyusul penampilannya yang gemilang dan menjadi kreator terhadap terciptanya gol pertama yang dicetak David Silva. Beberapa jam kemudian, UEFA mendaulat pemain andalan Barcelona berusia 28 tahun itu sebagai Pemain Terbaik sepanjang turnamen. “Andres Iniesta didaulat sebagai Pemain Terbaik di Turnamen Euro 2012 hasil pilihan 11 tokoh yang termasuk dalam tim teknis UEFA yang telah mengikuti semua pertandingan,” demikian keterangan resmi UEFA. Lebih lanjut, UEFA merilis 23 nama pemain yang terpilih dalam Skuad Turnamen. Tiga di antaranya merupakan pemain yang berasal dari kancah Liga Premier Inggris, yaitu Steven Gerrard, Mario Balotelli, dan David Silva. Sementara, dilihat dari negara asal, Spanyol menjadi negara terbanyak dengan diwakili 10

23 PEMAIN TERBAIK PILIHAN UEFA: KIPER Gianluigi Buffon (Italia), Iker Casillas (Spanyol), Manuel Neuer (Jerman).

BELAKANG Gerard Pique (Spanyol), Fabio Coentrao (Portugal), Philipp Lahm (Germany), Pepe (Portugal), Sergio Ramos (Spanyol), Jordi Alba (Spanyol).

TENGAH Daniele De Rossi (Italia), Steven Gerrard (Inggris), Xavi Hernandez (Spanyol), Andres Iniesta (Spanyol), Sami Khedira (Jerman), Sergio Busquets (Spanyol), Mesut Ozil (Jerman), Andrea Pirlo (Italia), Xabi Alonso (Spanyol).

PENYERANG Mario Balotelli (Italia), Cesc Fabregas (Spanyol), Cristiano Ronaldo (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia), David Silva (Spanyol).

pemain.(NET)

Opunk: Kembalikan Kejayaan Silat Medan Medan-andalas Ketua Umum KONI Kota Medan Drs H Zulhifzi Lubis meminta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Medan dibawah pimpinan Ahmad Arief bisa mengembalikan kejayaan cabang silat yang dulunya merupakan salah satu andalan daerah ini. “Memang sangat kita sayangkan di PON tahun ini silat tak mengirimkan atletnya, namun kita targetkan untuk PON 2016 mendatang silat bisa tampil dan mampu mengembalikan kejayaan medan, kalahkan Deli Serdang,”kata pria yang biasa disapa Opunk Ladon ini pada kunjungannya ke lokasi latihan atlet silat Medan di lapangan hoki Unimed, Selasa (3/7). Didampingi pengurus KONI Medan, Syafaruddin Lubis, Ketua Umum IPSI Meda Ahmad Arief dan Sekretaris Zulham serta pelatih Sudarto SE, Opunk berharap atlet yang telah menjadi binaan KONI Medan, bisa terpacu

untuk lebih meningkatkan prestasinya.”Jadi tak ada alasan kalian tak disiplin latihan, jadi tak ada kalimat tak latihan, kalau ada atlet tak disiplin dan tak peduli silahkan dicoret, “ujarnya dihadapan para atlet dan pengurus IPSI Medan. Demikian halnya Ketua Umum IPSI Medan, Ahmad Arief menekankan harus ada peningkatan dalam 4 bulan terakhir, peningkatan mutu, kualitas dan disiplin latihan dipandang perlu dan menjadi tanggungjawab atlet.”Saya berharap soal mutu, kualitas dan disiplin jadi perhatian atlet kalau mau prestasi,” tandasnya. Termasuk mengenai fasilitas pendukung latihan yang dinilai kurang, menurut Arief, hal tersebut harus segera disampaikan agar pemerataan kualitas latihan dirasakan atlet, katanya sekaligus mendukung rencana pemindahan lokasi latihan ke Jalan Demak tepatnya di sekolah muhammadiyah jalan Demak Medan.[YON]

harian andalas | Hal.

8

LIMA BULAN TAK GAJIAN

Pemain PSMS ISL Datangi Balai Kota Medan Medan-andalas Sebanyak 25 pemain PSMS IPL mendatangi Balai Kota Medan untuk meminta agar Wali Kota Medan Rahudman Harahap membantu pencairan gaji mereka yang sudah 5 bulan tidak dibayar oleh Manajemen PSMS. Sayangnya, Rahudman Harahap yang notabene berstatus Ketua Umum PSMS tidak berhasil mereka temui. Mereka hanya diterima Asisten Umum Administrasi Sekretariat Pemko Medan Darusalam Pohan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan Hanas Hasibuan, dan Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (3/7). Dalam pertemuan tersebut, para pemain langsung mencurahkan keluh kesah mereka selama membela PSMS kepada Kepala Dispora dan Ketua KONI Medan, khususnya terkait hak-hak mereka yang belum dipenuhi Manajemen PSMS. “Kami pemain sedang berada di PSMS dan selalu berupaya memberikan yang terbaik setiap pertandingan. Tapi kami mohon supaya hak kami sebagai pemain diperhatikan, karena kami juga punya keluarga dan anak yang butuh biaya hidup,” kata Edi Kurniawan, Kiper PSMS. Pemain asing Osas Saha juga angkat bicara mewakili rekan satu tim yang kebanyakan terlihat lesu dan hanya menunduk. Saha curhat tentang kondisi mereka yang sedang bingung memikirkan kebutuhan anak-anak mereka yang akan masuk sekolah pada tahun ajaran baru yang akan mulai pekan depan. “Sebentar lagi anak mau naik kelas. Jadi apakah satu musim anak kita harus tidak sekolah? Sebentar lagi kita juga akan bulan Ramadhan. Tidak mungkin bulan suci puasanya tidak enak,” keluh Saha yang

andalas/robenson sidabariba

Asisten Umum Administrasi Sekretariat Pemko Medan Darusalam Pohan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan Hanas Hasibuan, dan Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis memberikan penjelasan kepada seluruh pemain PSMS ISL Medan yang hingga saat ini belum terima gaji selama 6 bulan. mengaku beberapa bulan belakangan sulit bepergian kemana pun karena tidak punya uang. Saha menambahkan, sebenarnya CEO PSMS Idris sudah menjanjikan pembayaran gaji pada tanggal 15 Juli. Namun, sampai saat ini janji itu belum ada realisasinya. Oleh karena itu, dia bersama para pemain lainnya merasa perlu meminta Wali Kota Medan untuk mendukung Indris. “Sepakbola itu tidak bisa diurus hanya satu orang. Begitu juga dengan PSMS, tidak mungkin Pak Idris yang mengurus sendiri,”

katanya. Anton Samba, pemain PSMS lainnya mengingatkan bahwa tanggal 7 Juli nanti tim PSMS akan berangkat ke Kalimantan untuk menghadapi Mitra Kukar. Karena itu dia berharap agar sebelum berangkat, pada 5 Juni sudah ada kejelasan terkait gaji mereka yang belum dibayar. “Mungkin kami kurang latihan tapi kami ada target menang disana. Namun kami meminta kepada bapak supaya mengambil keputusannya tidak lama. Kalau bisa besok (hari ini-red) atau paling tidak sebelum berangkat

sudah adalah jawaban yang bisa kami pegang,” katanya. Sementara Pelatih PSMS, Suharto yang ikut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, pengurus PSMS selayaknya segera menyelesaikan persoalan gaji para pemain agar tidak berpengaruh dan mengganggu konsentrasi pemain dalam menghadapi dua laga penting. “Semoga masalah ini cepat selesai. Sehingga para pemain bisa lebih berkonsentrasi menghadapi dua laga terakhir. Laga ini sangat penting untuk menentukan nasib

Gus Irawan Minta Seluruh Atlet PON dan Porcanas Tetap Konsentrasi

Pemkab Samosir Siap Gelar Dua Even Samosir-andalas Berbicara pariwisata tidak terlepas dari bidang olahraga mengingat hal itu,Kabupaten Samosir sudah mendapat rekomendasi dari Pemprovsu dan sudah siap 100 persen guna menggelar Pusuk Buhit Paragliding dan Kejuaraan Dragon Boat International Open 2012. "Rencananya even tersebut bakal diikuti 123 atlet dari beberapa daerah seperti kota Malang, Palu, Bali, Kaltim, Jatim, Yogjakarta, Jabar, Jateng, DKI Jakarta, Banten, Pelembang, Riau, Padang, Medan serta dari Malaysia dan tentunya Samosir sebagai tuan rumah,’’ungkap Kadis Sostekpora, Waston Simbolon saat menggelar temu pers di hotel

andalas/fransiskus sitanggang

Kadis Sostekpora,Waston Simbolon (tengah) Kabag Humas Samosir,Amon Sormin,Kabid Olahraga,Beresman Simbolon didampingi pengurus Fasi pusat,Bayu dan Fasidasu Sumut,Amri memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kejuaraan Pusuk Buhit Paragliding Internasional Open 2012 serta LTES. Sitio tio,Selasa(3/6) Kadis Sostekpora Waston Simbolon yang didampingi Kabag Humas Samosir, Amon Sormin, Kabid Olahraga,Beresman Simbolon serta pengurus Fasida Pusat, Bayu dan Fasidasu Sumut, Amri lebih jauh menjelaskan, dusun Sijambur Nabolak Kelurahan Siogung ogung tepatnya di kaki gunung pusuk buhit sebagai lokasi take off para pilot. Sementara untuk landing,

sebut Waston, setelah dilakukan survei oleh tim dari federasi aero sport ,desa Saitnihuta terpilih sebagai lokasi landing.dimana lokasi landing ini sangat cocok untuk perlombaan akurasi.karena lokasinya yang cukup luas. Hanya saja sebutnya,kendala yang dihadapi Pemkab Samosir, lokasi take off maupun landing para pilot(atlet paralayang) masih milik masyarakat." Komitmen kami,Pemkab Samosir sudah

harus memiliki lokasi yang defenitif untuk kejuaraan paralayang. Untuk itu kami selalu melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat," sebutnya. Menurut Kabag Humas Samosir,Amon Sormin melalui event olahraga ini pariwisata Samosir akan semakin banyak dikunjungi para wisatawan." Promosi lewat event olahraga sangat efektif dan efesien dalam budget," jelasnya.(FS)

Misi Lolos Degradasi Diemban PSMS IPL Medan-andalas Berada di peringkat 11 klasemen sementara Indonesian Premier League (IPL) tidak membuat peluang PSMS Medan menghindari jurang degradasi berakhir. Peluang terbuka, asal, tiga laga sisa bisa dimaksimalkan dengan baik dapat meraih kemenangan. PSMS saat ini mengantongi 13 poin dari 19 laga yang sudah

digelar. Sementara, tim yang berada di posisi juru kunci, Bontang FC, mengalami pengurangan poin sehingga saat ini mengoleksi tujuh poin. Sementara itu, Persijap Jepara yang berada di peringkat 10 memiliki selisih satu poin dengan PSMS, namun telah menyelesaikan seluruh 22 laga dan mengalami pengurangan tiga poin saat tidak jadi menghadapi Semen Padang.

Tiga hasil seri, atau satu kemenangan tim Ayam Kinantan dari tiga laga sisa akan membuat posisi PSMS Medan aman dari belenggu degradasi. Salah satunya, menghadapi Arema Indonesia di laga kandang PSMS Medan, Minggu (8/7) mendatang, raihan poin menjadi hal yang mesti diraih untuk tetap menjaga asa tersebut. Dari segi atmosfer dalam tim, PSMS Medan memang kurang kondusif

usai ditekuk Persema Malang 02, Sabtu (9/6) lalu ditahan Persiba Bantul 2-2, Sabtu (30/6) lalu. Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Freddy Hutabarat menyambut baik keputusan pemain untuk terus bertanding hingga kompetisi berakhir. Dia mengatakan, hal tersebut merupakan bentuk solidaritas pemain PSMS Medan yang harus diapresiasi.(YON)

Peduli Nasib Atlet PON Sumut

SIWO PWI Sumut Buka Posko Penggalangan Dana Medan-andalas Menyikapi keprihatinan yang melanda Koni Sumut, terkait belum kucurkan anggaran dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Siwo PWI Cabang Sumut, hari ini membuka posko penggalangan dana untuk atlet yang akan memperkuat kontingen Sumut di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) keXVIII Riau. “Hari ini kita akan membuka Posko peduli atlet Sumut dengan sekertariat di Kantor Koni Sumut, Jalan Wliams Iskandar/Pancing,”kata Ketua Siwo Sumut, SR Hamonangan Panggabean didampingi wakil ketua Jhony Ramadhan Silalahi, sekertaris M.Syamsir dan jajaran pengurus lainnya. Lanjut Monang, sebagai lembaga yang turut membidani

PSMS pada musim mendatang. Jika PSMS kala dalam laga itu, tidak tertutup kemungkinan PSMS akan didegradasi,” ujarnya. Menanggapi keluhan pemain PSMS, Kepala Dispora Medan Hanas Hasibuan, berjanji akan menyampaikan keluhan para pemain kepada Wali Kota Medan dan CEO PSMS Medan. “Kami akan sampaikan keluhan dan tuntutan para pemain kepada pengurus. Semoga dalam waktu dekat ada kebijakan yang baik. Saat ini mengambil keputusan tentu tidak bisa,” kata Hanas.(BEN)

lahirkan Koni, kami merasa terpanggil untuk membuka posko kepedulian terhadap atlet Sumut. Dan setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan ketua PWI Cabang Sumut dan mendapat restu, kami langsung merapatkan barisan guna melakukan penggalangan dana ke masyarakat. Dari hasil rapat yang juga turut dihadiri ketua PWI Cabang Sumut, Drs. M.Syahrir, agenda pertama yang kami laksanakan pada Selasa (3/7), wartawan olahraga yang tergabung diwadah Siwo Sumut akan membuka posko penggalangan di kantor Koni Sumut mulai pukul 11.00 Wib. Selanjutnya pada Rabu (4/7), kami akan langsung turun kedua titik penggalangan masingmasing di bundaran Majestik

dan Jalan Diponegoro (Depan Kantor Gubsu). Tambahnya lagi, sebagai wartawan olahraga yang keseharian bergelut dengan pemberitaan menyangkut perjalanan atlet Sumut, Siwo merasa turut bertanggungjawab atas kelangsungan nasib atlet yang akan membawa nama Sumut diajang bergengsi empat tahunan tersebut. Kami cukup prihatin dengan kondisi yang menimpa Koni Sumatera Utara. Akibat belum kucurnya anggaran Pemprovsu, atlet yang seharusnya sudah menjalani pelatda berjalan, 2 bulan sebelum pelaksanaan PON harus tersendat akibat satu kepentingan politik penguasa. Ini satu hal yang aneh bagi kami pengurus Siwo, jika didaerah lain persoalan dana

bagi kontingen PON sudah teratasi tapi justru di Sumut , anggaran yang dibutuhkan tak kunjung cair. Entah dimana salahnya, Pemprovsu dalam hal ini Plt Gatot Pudjonugroho seperti tidak memperdulikan nasib putra/i terbaiknya yang akan membawa nama daerah ini dikancah bergengsi sekelas PON. Akibat dari ini semua, program yang telah dijalankan Koni Sumut menjadi tersendatsendat akibat tidak adanya kepedulian sang pemimpin Sementara itu, menanggapi keinginan mulia Siwo PWI Sumut dalam menjalankan misi penggalangan dana, ketua PWI Sumut Drs M.Syahrir yang memberikan respon positif langsung memberikan bantuan spontanitas.(YON)

Medan-andalas Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM (foto) meminta seluruh atlet dan pelatih yang sedang bersiap menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) tetap konsentrasi berlatih. Gus melalui Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis, kepada wartawan di Medan, Selasa (3/7) mengakui, “cobaan” yang dihadapi KONI Sumut saat ini memang tidak ringan, menyusul belum turunnya dana APBD dari Pemprovsu. Namun seluruh atlet dan pelatih maupun perangkat tim yang terlibat, diharapkan tidak terpengaruh dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, apalagi sampai menurunkan semangat dan motivasi latihan. Selaku Ketua Umum KONI Sumut, kata John, Gus Irawan mohon maaf jika ada atlet maupun pelatih yang menjadi merasa kurang nyaman. Namun ia menegaskan akan tetap bertanggungjawab. Atlet dan Pelatih tidak harus terpengaruh, biar pengurus yang akan berusaha mencari solusi terbaik. Karena itu pula, Gus dengan segala dan upayanya, mendapatkan dana talangan dari rekan maupun koleganya, untuk membantu menutupi biaya atau dana pengganti transport bagi atlet anggota Pelatda PON maupun Porcanas. “Insya Allah, dana pengganti transport atlet dan pelatih untuk bulan Juni, mulai Rabu (4/7) sudah dimasukkan ke rekening masing-masing. Dan ini adalah bulan kedua, setelah Mei lalu, Gus Irawan juga mencarikan dana talangan untuk pengganti dana peserta Pelatda PON dan Porcanas,” jelas John Lubis bersama Wakil Ketua II Agung Sunarno. John dan Agung Sunarno membenarkan, KONI Sumut di bawah pimpinan Gus Irawan Pasaribu tetap akan melaksanakan program TC Penuh terhadap atlet PON yang rencananya dimulai Senin (9/7) di Asrama Haji Pangkalan Mashur. “TC Penuh merupakan harga mutlak. Kami mengangendakan, atlet yang menjalani Pelatnda di Medan, masuk Asrama Haji, Minggu (8/7), sementara peresmian TC Penuh dilaksanakan Senin (9/7),” jelasnya. John membenarkan, pihaknya tetap berkeyakinan penuh, anggaran APBD Pemprovsu untuk KONI Sumut tetap akan cair. Namun, pencairan dana tersebut diharapkan dapat sesegera mungkin. Ini karena, dana itu bukan sekedar dibutuhkan untuk keberangkatan ke PON maupun Porcanas, tapi persiapan menghadapi dua event besar tersebut.(YON)


SUMATERA UTARA

Rabu 4 Juli 2012

Camat Pagar Merbau Gelar Kegiatan Sosial Pagar Merbau-andalas Memeriahkan Hari Jadi ke-66 Deli Serdang, Kecamatan Pagar Merbau melaksanakan bakti sosial menggelar khitanan massal serta lomba nasi tumpeng ibu PKK Kecamatan Pagar Merbau, Selasa (3/7). Menurut Camat Pagar Merbau Tedy Bachtari, didampingi Sekcam Irwansyah SH serta Ketua PKK Pagar Merbau, Santi, kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan dalam memeriahkan Hari Jadi ke-66 Deli Derdang. Kegiatan khitanan massal ini diikuti 58 orang warga kurang mampu dari 16 desa di Kecamatan Pagar Merbau, yang sebelumnya hanya menargetkan 50 orang. "Tapi, karena ada warga yang tidak mampu meminta ditambahkan anaknya, maka kita tambahkan," kata Tedy. Tedy Bachtari menambahkan, kegiatan khitanan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Deli Serdang, serta para tokoh masyarakat yang ada di Pagar Merbau dan kepala desa se-Kecamatan Pagar Merbau. Sedangkan, menurut Dokter Puskesmas Pagar Merbau Dr Anton Boylien Nainggolan, setiap peserta khitanan nanti dapat memeriksakan khitanan tersebut di Puskesmas atau Pustu, bidan yang ditunjuk Puskesmas. Ketua PKK Pagar Merbau, Santi mengatakan, kegiatan ibu-ibu PKK Pagar Merbau melaksanakan perlombaan nasi tumpeng yang diikuti 16 desa di Kecamatan Pagar Merbau, yang nanti dinilai tim penilai dan pemenangnya langsung diumumkan. (TOM)

Ratusan Hektar Sawah di Lubuk Barumun Gagal Panen Palas-andalas Ratusan hektar sawah di Kecamatan Lubuk Barumun Padang Lawas, dipastikan akan mengalami gagal panen. Kondisi ini disebabkan kerusakan saluran induk pengairan Balangka Stongkon, yang setiap tahun mendapat kucuran dana dari Pemprovsu mengalami keretakan dan kebocoran. Pantauan andalas, kemarin, sedikitnya 15 titik kebocoran terdapat di dinding saluran. Kebocoran umumnya terdapat pada bagian fondasi dinding. Kemudian tembok yang berfungsi menahan pintu air utama terlihat dalam keadaan nyaris ambruk. Selain itu, pendangkalan saluran juga merupakan kendala yang mempengaruhi laju pasokan air. Karenanya, bila pasokan air dimasukkan secara maksimal, akan menyebabkan setengah hektar areal persawahan sepanjang saluran induk mengalami kerusakan. Sementara, bila pasokan dikurangi, ratusan hektar areal persawahan di ujung saluran kekeringan. Hal inilah dialami para petani yang umumnya warga wilayah Pasar Latong sekitar. Abdul Kholik (55), warga Pasar Latong bersama istri yang ditemui di lokasi mengatakan, kebocoran dan pendangkalan saluran tersebut disebabkan rendahnya mutu pengerjaan bangunan."Pihak rekanan mengutamakan keuntungan pribadi daripada mutu pekerjaan," kecamnya. Kholik menyatakan, dirinya menyaksikan pengerjaan dinding irigasi yang dikerjakan tahun lalu oleh CV Indo Maju Nusantara, dengan anggaran sebesar Rp 456.451.000 dari APBD Sumut 2011. Fondasi dinding dibuat dengan menyusun karung goni berisi tanah, kemudian di atas karung goni berisi tanah itulah dibuat pasangan batu kali. Akibat irigasi yang selalu mengalami kerusakan dan mengakibatkan kekeringan, sekitar 65 persen areal persawahan Balangka Stongkon, telah berubah fungsi menjadi kebun sawit. "Padahal tiap tahun pihak Provsu selalu mengucurkan dana dengan jumlah tidak sedikit untuk irigasi tersebut," ungkapnya. Camat Lubuk Barumun, Drs H Zulkanain Nasution mengatakan, kekeringan disebabkan tidak adanya pengawasan dari pihak UPT Balangka Sitongkon Dinas Pengairan Provsu, yang berkantor di Desa Pagaran Jalu-Jalu. Selain itu, UPT Balangka Sitongkon yang dipimpin Abraham, juga tidak mau berkoordinasi dengan Pemkab Palas maupun petugas kecamatan. "Padahal pihak kecamatan selalu mengajak warga bergotongroyong memperbaiki kerusakan saluran tersebut," kata Zulkarnain. (MEP)

harian andalas | Hal.

9

Pameran Pembangunan Warnai Hari Jadi Deli Serdang

TINJA U - Bupati Amri Tambunan bersama Wabup Zainuddin Mars, saat meninjau stan Mapolres DS TINJAU yang ditampilkan dalam pameran pembangunan di Lapangan Segi Tiga Lubuk Pakam.

Lubuk Pakam-andalas Gebyar sepekan Pameran Pembangunan mewarnai HUT ke-66 Kabupaten Deli Serdang, pada 1 Juli 2012 dibuka Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan bersama Wakil Bupati H Zainuddin Mars, di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, kemarin. Pameran pembangunan untuk menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat, tentang hasil pembangunan yang dicapai dan rencana ke depan Pemkab Deli Serdang, diawali pawai karnaval mobil hias dari setiap kecamatan, BUMN sekolah dan remaja berpakaian etnis. Bupati Amri Tambunan mengatakan, pameran yang dilaksanakan sebagai salah satu media bersifat visualisasi dan informasi, yang hingga saat ini masih dianggap cukup efektif untuk menyampaikan informasi pembangunan guna dijadikan sebagai bagian dari bentuk laporan hasil yang sudah dicapai dan program pembangunan akan dilaksanakan ke depan. Event ini berperan penting bagi upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun dan berdampak sangat luas,

Dugaan Pungli Marak di BKD Pemko Sibolga Sibolga-andalas Praktik pungutan liar (pungli) diduga dilakukan Kabid Mutasi BKD Pemko Sibolga Ida Nasution, kepada para PNS yang ingin mengurus kenaikan pangkat, khususnya untuk golongan IV, yang dilakukan dengan tarif bervariasi. Terkait hal itu, Ketua LSM Lembaga Monitoring Politik Hukum dan Pembangunan (LSM LMPHP), Anton Sardion Pasaribu sangat menyayangkan tindakan Kabid Mutasi tersebut, karena dinilai sudah tidak sesuai dengan UU kepegawaian. “Kita sangat menyayangkan sikap dan tindakan yang dilakukan Kabid

Mutasi BKD Kota Sibolga, yang ditengarai melakukan pungli terhadap beberapa pegawai negeri sipil, khususnya untuk golongan IV,” ujarnya kepada andalas, Selasa (3/7). Anton mengatakan, kenaikan pangkat yang diusulkan para PNS, merupakan hal wajar. Sebab, mereka sudah melakukan kaewajibannya sesuai tupoksi seorang PNS. “Memang selama ini saya sudah sering mendengarkan kalau Kabid Mutasi BKD Pemko Sibolga sering melakukan pungutan liar,” bebernya. Dikatakannya, saat ini banyak PNS yang mengeluhkan, bahwa untuk mengurus kenaikan pangkat, mereka harus membayar sebesar Rp 1 juta hingga 2 juta. Jika hal yang dipersyaratkan tersebut belum bisa dibayar, mereka yang ingin mengurus kenaikan pangkat diminta pulang.

Anton Sardion Pasaribu menegaskan, pihaknya menyesalkan tindakan yang dilakukan Kabid Mutasi Pemko Sibolga tersebut. Untuk itu, Wali Kota HM Syarfio Hutauruk diminta segera menindaklanjuti temuan tersebut, agar jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di kalangan PNS. “Wali Kota Sibolga harus segera mengambil tindakan tegas terhadap Kabid Mutasi BKD Pemko Sibolga, Ida Nasution," katanya, sembari menambahkan wali kota tidak boleh menolerir dan terkesan menganggap sepele penyalahgunaan jabatan yang dilakukan anak buahnya tersebut. "Jangan sampai reputasi Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk hancur, karena ulah dan ketidakbecusan anak buahnya dalam menjalankan tugas," tandasnya. (RES)

Jalan Penghubung SinggamanikBatukarang Butuh Perbaikan Kabanjahe-andalas Jalan penghubung Desa Batukarang, Kecamatan Payung-Singgamanik Kecamatan Munte, Kabupaten Karo kondisinya semakin memprihatinkan. Warga mengeluhkan jalan penghubung yang sangat strategis tersebut, kurang mendapat perhatian dari instansi terkait. Buktinya, jalan tersebut hampir lima tahun belakangan ini tidak diperbaiki walau sudah hancur-hancuran. Padahal jalan itu sangat strategis sebagai jalur alternatif bagi empat kecamatan di Kabupaten Karo yakni Tigabinanga, Juhar, Lau Baleng dan Mardinding, bila sewaktu-waktu jalan nasional Kabanjahe-Tigabinanga rusak ataupun longsor. Bahkan jalan penghubung tersebut sangat menguntungkan bagi lintasan transportasi dari Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi NAD, mempersingkat jarak tempuh Medan-Aceh Tenggara. Demikian dikatakan tokoh masyarakat di kedua desa tersebut secara terpisah kepada andalas, Selasa (3/ 7). Hampir lima tahun belakangan ini jalan itu sama sekali tidak diperbaiki oleh instansi terkait. Longsor yang terjadi di beberapa titik beberapa waktu lalu juga masih dibiarkan saja apa adanya, tanpa ada upaya perbaikan permanen. "Jalan ini sangat penting dan vital bagi Tanah Karo sendiri, Pemkab Karo agar memperlebar dan memperbaiki jalan ini, ” ujar Kepala Desa Singgamanik, Edison Sinuraya. Hal senada dikatakan tokoh mas-

andalas/robert tarigan

RAWAN - Salah satu titik jalan penghubung desa Batukarang-Singgamanik terlihat rawan amblas. Jalan tersebut mendesak diperbaiki dan diperlebar. yarakat Desa Batukarang, Rekro Tarigan. Selain sempit dan rawan longsor dibeberapa titik juga rawan amblas. Demikian juga jembatan “Kite Buah” yang berkedalaman sekitar 50 meter lebih kiranya perlu direhabilitasi. Mengingat jembatan tersebut sudah lama tidak diperbaiki, apakah masih layak atau tidak. Camat Payung Toni Sembiring dan Camat Munte Demas Ginting secara terpisah mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan penghubung tersebut ke Pemkab Karo. “Mudah-mudahan di APBD 2013 anggaran perbaikannya ditampung.

Pantauan andalas, jalan penghubung desa Singgamanik-Batukarang, memiliki panjang sekitar 3 Km dengan lebar 2,5 meter dan hampir sepanjang jalan terlihat rusak parah. Sedikitnya 6 titik bekas longsor, dan sekitar 5 titik lagi rawan amblas. Di samping rumput di kiri kanan jalan hampir menutupi sebagian badan jalan, juga tidak ada terlihat rambu-rambu jalan bagi pengemudi. Padahal kedalaman jurang ditaksir 5090 meter dari sungai Lau Biang. Sehingga jalan tersebut sangat riskan bagi pengendara yang tidak pernah melintas dari daerah tersebut. (RTA)

bagi upaya mengembangkan dan memelihara setiap setiap momentum dimiliki untuk percepatan pembangunan daerah. Di samping sebagai salah satu media informasi, juga harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pengembangan promosi dan pemasaran hasil hasil produk daerah khususnya produk-produk andalan Deli Serdang. Hasil dari para pengusaha kecil, menengah dan koperasi. Bupati berharap dengan momentum Hari Jadi ke-66 Deli Serdang, salah satu upaya mewujudkan kebersamaan untuk lebih berkreasi dan berinovasi, menggali dan mengoptimalkan segenap potensi dan peluang yang ada, sehingga ke depan menjadi salah satu daerah yang maju dan menjadi contoh bagi daerah lain. Kadis Infokom Deli Serdang Drs Neken Ketaren selaku Panitia Pelaksana Pameran menjelaskan, pameran berlangsung hingga 9 Juli 2012, diikuti seluruh instansi pemerintah dari dinas/ badan kantor dan BUMN/ BUMD, organisasi profesi dan kemasyarakatan maupun perusahaan swasta. (TH)

HNSI Langkat Belum Optimal Bela Nelayan

Adhan Nur Langkat-andalas Kendati sudah dua tahun terbentuk, namun hingga kini kepengurusan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Langkat belum juga dilantik. Akibatnya, hingga kini keberadaan organisasi pro nelayan tersebut dinilai belum pernah memberikan kontribusi positif terhadap kepentingan nasib nelayan. "HNSI Langkat juga diketahui tidak memiliki program kerja nyata dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan," kata Ketua Himpunan Masyarakat Langkat, Adnan Nur yang juga sekaligus salah satu pengurus HNSI Langkat, Selasa (3/7). Seharusnya HNSI lebih proaktif dalam membela kepentingan nasib nelayan kecil. Untuk itu, demi memperjuangkan nasib nelayan sudah saatnya dilakukan perubahan dan membentuk kembali kepengurusan HNSI yang baru. Selama dua tahun setelah SK dikeluarkan, hingga kini kepengurusan HNSI Langkat belum juga dilantik. Itu berarti, dengan sendirinya kepengurusan yang sekarang boleh dianggap tidak sah dan harus dibentuk kepengurusan yang baru,“kata Adhan Nur. Sekadar diketahui, kata Adhan Nur, HNSI Langkat dinilai tidak becus dalam memperjuangkan nasib nelayan kecil. Terbukti, tidak adanya perhatian dari HNSI Langkat terhadap nasib para nelayan tradisional yang ditangkap kapal patroli Polisi Diraja Malaysia 14/16 Oktober 2011 lalu. Alhasil, keluarga korban terpaksa berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Langkat untuk meminta bantuan secara hukum. Disinyalir, belum pernah ada upaya dari HNSI Langkat dalam mencegah aktivitas alih fungsi hutan mangrove menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran. Padahal, nasib nelayan sangat bergantung dengan keberadaan hutan mangrove sebagai tempat mencari ikan dan biota laut lainnya. Nah, yang terakhir tentang nasib nelayan yang ditangkap pihak kepolisian gara-gara membakar kapal pukat gerandong milik pengusaha belawan. Untuk itu, kami berharap dengan adanya kepengurusan yang baru nantinya, nasib nelayan dapat lebih diperhatikan," kata Adhan Nur. (SBR)

MPZ Babussalam Diminta Terus Berbuat Demi Kebaikan Umat Stabat-andalas Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu mengharapkan keberadaan Zurriyat Tuan Guru Babussalam Syekh H Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi An Naqsabandi, yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Zurriyat (MPZ) agar terus berbuat bagi kebaikan umat. ”Terima kasih atas prakarsa kegiatan dan kiranya Majelis Zurriyat ini mampu menjadi pemersatu untuk menguatkan dan sebagai perekat untuk marwah kewibawaan perkampungan religius Babussalam,” kata bupati sebagaimana disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Drs H Amir Hamzah MSi, saat meng-

hadiri pelaksanaan khitanan massal keluarga kurang mampu yang diprakarsai MPZ di perkampungan Babussalam, kemarin. Bupati juga mengharapkan dukungan seluruh masyarakat Langkat untuk merealisasikan visi religiusnya, sehingga keharmonisan hubungan antar dan intern ummat beragama tetap terjaga dengan baik sebagai syarat mutlak bagi terciptanya pembangunan moril materil. Sebelumnya Drs H Abdul Khair MM, mewakili Ketua Umum MPZ menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan andil bagi kesuksesan kegiatan khitanan massal. ”Hal ini merupakan salah satu program

kita terhadap masyarakat kurang mampu,” ujarnya. Sementara itu, Khalifah H Ismail Royan atas nama Dewan Penasihat mengapresiasi program kerja dilakukan MPZ. Diharapkan, organisasi ini menjadi pengikat dan perekat para Zurriyat Tuan Guru Babussalam dengan senantiasa mengamalkan ajaran thoriqat yang salah satunya gemar berinfaq untuk umat. Kegiatan khitanan massal berlangsung meriah dihadiri sejumlah undangan dan orang tua peserta khitan yang ditargetkan 100 orang. Bupati pada kesempatan itu memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta dan seratus helai kain sarung. (BD)

TEPUNG TAWAR Wakil Ketua MPZ Tuan Guru Babussalam Drs H Abdul Khair MM menepungtawari anak-anak peserta khitanan massal di perkampungan Babussalam. andalas/budi zulkifli


EKONOMI BISNIS APPSU Diharapkan Gali Potensi Pertambangan di Sumut Rabu

harian andalas | Hal.

4 Juli 2012

Medan-andalas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumatera Utara Untungta Kaban mengatakan, industri pertambangan di Sumatera Utara belakangan ini terus meningkat. Untuk itu, Asosiasi Pengusaha Pertambangan Sumatera Utara (APPSU) sangat strategis dan memiliki peran penting untuk mengayomi pengusaha. “Peran APPSU sangat kita harapkan untuk menggali potensi pertambangan yang ada di Sumut dan bisa memberikan pencerahan kepada pengusaha agar lebih mematuhi aturan yang ada,” kata Untungta Kaban mewakili Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho pada pelantikan Dewan Pengurus APPSU periode 20122017, di Hotel Tiara Medan, Senin (2/7) malam. Untungta mengungkapkan, berdasarkan kajian awal Distamben Sumut cukup banyak potensi pertambangan mineral dan gas bumi di Sumut yang belum tergali. Karena itu, APPSU yang selama ini terkesan bergeak di sektor Galian C, harus bisa bergerak ke sektor pertambangan mineral dan gas bumi.

DIABADIKAN – Seluruh Pengurus APPSU periode 2012-2017 diabadikan bersama dengan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumatera Utara Untungta Kaban beserta pendiri APPSU. (andalas/ist) “Ke depan ini APPSU kita harapkan dapat bergerak ke sektor pertambangan mineral, gas bumi, dan logam, jangan lagi hanya sektor penambangan pasir dan batu-batuan. Pengusaha yang tergabung di APPSU kita harapkan bisa menciptakan pertambangan yang rama lingkungan,” ujarnya. Dewan pengurus organisasi pengusaha tambang (APPSU,

red) yang dideklasikan sekitar November 2011 tersebut di antaranya Abady Nainggolan sebagai Ketua Umum, Hariyani sebagai Sekretaris Umum, dan Kasianto sebagai Bendahara Umum. Pengukuhan kepengurusan APPSU periode 2012-2017 itu dilakukan oleh Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho melalui Kepala Distamben Untungta Kaban di-

dampingi sejumlah dewan pendiri APPSU di antaranya Prof Syamsul Arifin dan Andreas Barus. Ketua Umum APPSU Abady Nainggolan dalam sambutannya mengatakan, pengusaha pertambangan rakyat di Sumatera Utara ini sangat memiliki peranan penting dalam mensukseskan pembangunan dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di negeri ini dalam menge-

lolah SDA yang berwawasan lingkungan. “Keberadaan APPSU ini bukan merupakan tandingan dan tidak ingin menandingi siapapun. Karena APPSU ini merupakan wadah untuk mempersatukan para pengusaha pertambangan yang ada di Sumatera Utara,” katanya. Menurutnya, asosiasi pengusaha pertambangan di Sumatera Utara bahkan di Indonesia baru ada satu yaitu APPSU. Ini bisa menjadi embrio asosiasi pengusaha pertambangan di Indoensia. “Organisasi pengusaha tambang ini dideklasikan sekitar November 2011. Ini satu-satunya di Sumut dan mungkin di Indonesia,” ujarnya. Kecewa Ketua Umum APPSU Abady Nainggolan didampingi Sekretaris Umum Haryani mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, yang semula dijadwalkan hadir dan sekaligus melantik kepengurusan APPSU tidak hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumatera Utara Untungta Kaban. “Jadwal pelantikan ini tentunya disinkronkan dengan jadwal pelantikan ini. Jadwal ini telah disepakati oleh Plt Gubgsu ketika audiensi lalu. Malah, Plt Gubsu tidak hadir. Kami sangat kecewa atas ketidakhadiran Plt Gubsu ini,” ungkap Abady Nainggolan dengan kesal. (BEN/YON)

10

Pedagang Pecah Belah Mulai Tambah Stok Medan-andalas Sejumlah pedagang pecah belah mulai menambah stok barang untuk keperluan masyarakat menyambut bulan Ramadhan dan Lebaran mendatang. Pedagang pecah belah di blok 2 Pusat Pasar Medan, Yudi Zega mengaku,pada tahun ini harga barang pecah belah naik sebesar 5-10 persen dibanding tahun lalu. Adapun harga barang pecah belah yang mengalami kenaikan seperti pencetak kue, tempat kue dan lainnya. Yudi Zega beralasan, kenaikan harga itu dipicu meningkatnya pola konsumsi masyarakat kota Medan sehingga sejumlah pedagang memanfaatkan kesempatan serta serentak menaikan harga. “Barang yang kami ambil dari distributor juga mengalami kenaikkan. Agar tidak rugi kami juga ikut menaikkan harga. Hukum ini memang selalu terjadi setiap tahun, bukan hanya dibulan Ramadhan saja, namun juga diharihari besar lainnya seperti Natal dan Tahun Baru," ungkap Yudi Zega. Menurutnya, pesanan masyarakat untuk barang pecah belah menyambut Ramadhan selalu meningkat tajam meski kenaikan harga itu tidak signifikan. “Untuk saat ini pembeli barang kebutuhan

Ramadhan dan Lebaran masih dapat dihitung dengan jari. Biasanya jumlah pembeli akan meningkat sebesar 30 persen sepekan menjelang Ramadhan atau dua pekan sebelum Lebaran,” ungkapnya. Dikatakannya, trend pembelian kotak kue berbahan keramik pada tahun ini cukup digemari kaum ibu. Harga yang dibandrol untuk kotak kue berbahan keramik itu sekira Rp1 juta untuk 1 set isi 3, 5 atau 6. Sedangkan untuk masalah stok produk yang sisa, Yudi mengaku tidak khawatir karena pada Lebaran dan Natal pada bulan Desember mendatang hanya terpaut empat bulan saja. "Jika tidak habis, barang tidak bisa rusak, kita simpan di gudang dulu, nanti akan dikeluarkan bertepatan saat Natal dan Tahun Baru," ungkapnya. Seorang pembeli Sri Wahyuni warga Jalan Alfalah Medan, mengaku, dirinya sengaja belanja kotak kue jauh-jauh hari karena tidak ingin repot dan harga yang ditawarkan pedagang lebih murah. "Kalau sekarang masih bisa tawar menawar dan pastinya harga lebih murah. Kalau untuk model, dari tahun ke tahun tetap sama. Yang berbeda hanya coraknya saja, polos atau corak-corak bunga," pungkasnya. (SIONG)

Medan Gelar Pasar Murah di 151 Lokasi Medan-andalas Pemerintah Kota Medan akan menggelar pasar murah di 151 lokasi guna menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. "Kegiatan ini diharapkan akan membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan dalam menyambut bulan Ramadhan dan lebaran," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Qamarul

Fattah di Medan, Selasa. Menurut dia, pelaksanaan pasar murah tahun ini berada di 151 lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Medan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 136 titik. "Diharapkan dengan ditambahnya lokasi pasar murah akan lebih memudahkan warga kurang mampu mendapatkan barang-

barang murah untuk kebutuhan menyambut puasa dan hari raya. Selain itu untuk pemerataan sehingga tidak ada warga kurang mampu yang tidak mendapatkan barang kebutuhan murah selama puasa dan lebaran," katanya. Dia menjelaskan, lokasi pasar murah tersebut akan ditempatkan di kelurahan-kelurahan yang masyarakatnya sangat membutuhkan dengan tingkat

penghasilan masih rendah. Artinya tidak semua kelurahan terdapat pasar murah. Selain menyediakan barangbarang kebutuhan pokok di bawah harga pasar, pasar murah juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga. "Melalui pasar murah diharapkan hargaharga kebutuhan pokok selama Ramadhan dan saat menyambut lebaran tetap stabil," katanya.

Rencananya pasar murah dibuka pada 16 Juli 2012 dan akan berlangsung selama sekitar sebulan. Barang-barang kebutuhan yang dijual diantaranya, beras, gula pasir, minyak goreng, telur dan kebutuhan pokok lainnya. "Semua barang-barang kebutuhan pokok tersebut akan dijual di bawah harga pasar, lebih murah sekitar 10-15 persen," katanya. (ANT)

PECAH BELAH – Sejumlah pedagang di Pusat Pasar Medan mulai menambah stok barang pecah belah untuk kebutuhan menyambut Ramadhan dan Lebaran. (andalas/siong)

Juni, Ketimun dan Cabai Merah Picu Inflasi

andalas/siong

Medan-andalas Kenaikan harga pada komoditas sayur mayur seperti ketimun dan cabai merah pada bulan Juni 2012 sebesar 95,12 persen dan 55,75 persen memicu seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara mengalami inflasi. Besaran inflasi di Kota Medan yaitu 1,13 persen. Sementara besaran inflasi pada bulan yang sama untuk kota lainnya seperti Pematang Siantar, Sibolga dan Padang Sidimpuan masing-masing sebesar 1,78 persen, 2,02 persen, dan 1,19 persen. “Sumatera Utara pada bulan Juni 2012 mengalami inflasi sebesar 1,23

persen,” kata Kepala Bada Pusat Statistik Sumut, Suharno dalam siaran persnya yang diterima andalas, Senin (2/7) di kantor BPS Sumut. Terjadinnya inflasi itu kata, Suharno, menyebakan laju inflasi kumulatif (bulan Januari-Juni 2012) dengan masing-masing Kota sebagai berikut: Medan 1,97 persen, Pematang Siantar 3,57 persen, Sibolga 3,17 persen dan Padang Sidimpuan 1,54 persen. Sementara laju inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 5,52 persen. Selain harga ketimun dan cabai merah yang naik sebut Suharno, sejumlah komoditas yang ikut

CABAI MERAH – Harga cabai merah yang mengalami kenaikan sebesar 55,75 persen merupakan komoditas kedua pemicu inflasi pada bulan Juni di Sumatera Utara.

mengalami kenaikan harga dan memberi andil inflasi diantaranya: dencis naik sebesar 8,44 persen, bawang putih naik sebesar 41,86 persen, bawang merah naik sebesar 13,83 persen, kembung naik sebesar 6,15 persen dan beras naik sebesar 0,92 persen. Dari 16 kota IHK di pulau Sumatera sebut dia, seluruh kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 2,02 persen dan inflasi terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,17 persen. Secara nasional lanjut Suharno, pada bulan Juni 2012 dari 66 kota yang diamati IHK seluruhnya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,39 persen dan terendah terjadi di Bima sebesar 0,04 persen.(SIONG)

Pemerintah Minta Restu DPR Ambil Inalum Jakarta-andalas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyetujui pengambilalihan aset PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari Jepang, yang akan dilakukan pemerintah paling lambat 31 Oktober mendatang. "Kami mengusulkan agar penggunaan dana investasi untuk meningkatkan kapasitas pemerintah termasuk hak-hak yang diperoleh melalui perjanjian atau kerjasama, diantaranya pembelian PT Inalum," ungkap Menteri Keuangan, Agus Martowardojo usai rapat kerja (Raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7). Agus melanjutkan, jika disetujui, maka klausul itu akan menjadi bahan pemerintah untuk menyusun nota keuangan dan R-APBN 2013. "Pemerintah, dalam berinvestasi, biasanya mengamanatkan kepada Pusat In-

vestasi Pemerintah (PIP), Badan Layanan Umum (BLU) dibawah Kementerian Keuangan," paparnya. Di sisi lain, Ketua Banggar Melchias Markus Mekeng mengatakan, pihaknya tidak melarang pemerintah untuk melakukan investasi. Asalkan, investasi tersebut dibicarakan dengan komisi terkait di DPR. "Investasi ini kan menggunakan dana APBN," ungkap melchias. Seperti diberitakan sebelumnya, PIP mengungkapkan membutuhkan dana sekira Rp7 triliun untuk mengambilalih Inalum. Meski begitu, PIP sudah mendapat alokasi untuk membeli Inalum di APBN-P 2012 sebesar Rp2 triliun namun masih belum bisa dicairkan. Sekadar informasi, Kepemilikan Inalum saat ini terbagi antara pemerintah Indonesia 41,12 persen dengan konsorsium swasta-pemerintah Jepang yang tergabung dalam Nippon Asahan Alumunium 58,88 persen. (OKE)

INFO FILM

HERMES XXI SUN 12.00-12.45-17.30-20.15 HERMES XXI SUN PLAZA THAMRIN PALLADIUN BINJAI 12.15-15.00-17.45-20.30 SUN 12.45-15.30-18.15-21.00 HERMES XXI(3D) SUN(3D) THAMRIN BINJAI 12.30-15.15-18.0020.45

PALLADIUM 19.15-21.25 HERMES XXI ( 3 D ) 13.00-15.10-17.20-19.3021.40

HERMES XXI 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 PALLADIUM 12.45-14.55-17.05

PALLADIUM 12.30-14.40-16.50-19.0021.10 HERMES XXI 12.45-14.55-17.05-19.1521.25

THAMRIN 12.45-15.00

PALLADIUM 12.00-14.10-16.20-18.3020.40 PLAZA 12.30-14.30-16.30-18.3020.30

THAMRIN 17.15-19.1521.15 PLAZA 13.00-14.50-16.40-18.3020.20 BINJAI 12.45-14.45-16.45-18.4520.45

BESOK PREMIERE


KOMUNITAS Jambore Anak Sumut Dibuka Rabu 4 Juli 2012

Tembung-andalas Gubernur Sumatera Utara diwakili Staf Ahli Gubsu Bidang Pemberdayaan Anak dan Penanggulangan Kemiskinan Zulkifli Taufik membuka Jambore Anak Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Desa Sambirejo Timur (Samtim), Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (3/7) siang. Gubsu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Zulkifli Taufik di hadapan peserta jambore mengatakan bahwa anak merupakan amanah dari Tuhan yang dititipkan serta harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya. Dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara anak merupakan generasi penerus pejuang bangsa sehingga negara berkewajiban memenuhi segala hak anak untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak sejak 2006 menginisiasi kebijakan kabupaten/kota layak anak yang merupakan wujud dari komitmen Indonesia terhadap Convention on the Rights of the Cild (CRC) yang merupakan implementasi bebagai peraturan perun-

andalas/firdaus tanjung

KURSI RODA - Ketua TP PKK Sumatera Utara Ny Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho (tengah), Staf Ahli Gubsu Bidang Pemberdayaan Anak dan Penanggulangan Kemiskinan Provsu Zulkifli Taufik, dan Kades Samtim Joko Susilo AMd (kiri) saat penyerahan kursi roda kepada anak-anak cacat kaki. dang-undangan di Indonesia. Jadikan kearifan lokal sebagai solusi dalam menyikapi dampak negatif di era globalisasi yang melanda saat ini," pinta Gubsu. Hadir dalam acara itu Ketua TP PKK Sumut Ny Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho beserta rombongan, sejumlah pejabat Pemprovsu, Kacabdis Dikpora PS Tuan Firman Sembiring SPd, Kades Samtim Joko Susilo AMd, kalangan guru dan ratusan peserta jambore anak dari 26

kabupaten/kota se-Sumut serta tokoh masyarakat/pemuda dan para undangan lainnya. Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho usai menyerahkan beberapa unit kursi roda kepada anak-anak yang cacat kaki dalam acara itu mengatakan, sesuai dengan temanya "Percepatan Kota Layak Anak Melalui Desa Layak Anak" ini menyangkut hak-hak anak. Menurutnya melalui jambore anak ini bisa digali kreativitas dan potensi-potensi anak untuk dikembangkan. Dengan

jambore anak ini pula pemerintah melalui biro PP dan instansi lainnya bisa memberikan pelayanan terhadap hakhak anak dan apa yang diinginkan serta yang dibutuhkan anak-anak. “Kalo kita sinergi bekerja itu alangkah baiknya, apa lagi jika jambore anak dikaitkan dengan jambore pramuka,” ujar istri Plt Gubsu tersebut. Sementara, Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Setdaprovsu drg Iis Faizah

Hanum MKes selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan kegiatan itu dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Provinsi Sumatera Utara dan berlangsung pada 3-5 Juli 2012. Tujuan diadakannya jambore anak adalah mengampanyekan Desa Layak Anak pada tingkat kabupaten/kota serta meningkatkan partisipasi mayarakat untuk mewujudkan Desa Layak Anak. Pesera jambore sebanyak 800 orang berasal dari 26 kabupaten/kota.(FT)

harian andalas | Hal.

11

PWNU Optimis Kafilah JOH Sumut Juara di Pontianak Medan-andalas Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara H Ashari Tambunan didampingi Wakil Rois Drs H Imron Hasibuan, Wakil Ketua Marahalim Harahap, Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut melepas kafilah Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH-NU) Sumut untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) Pondok Pesantren Alquran di Pontianak, Kalimantan Barat, yang berlangsung 3-8 Juli. Mereka dilepas dari Kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari, Medan, setelah 52 kafilah JQH bersilaturahmi ke PWNU, Sabtu (30/6). Ketua JQH-NU Sumut Drs H Fadhlan Zainuddin dalam silaturahmi itu menyampaikan kepada Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan bersama pengurus, bahwa kafilah yang berangkat terdiri dari 32 peserta, 2 pelatih, dan 4 ofisial. peserta yang bertanding di MTQ nasional dan internasional mewakili Sumut hasil seleksi JQH Sumut dari sejumlah kabupaten/kota yang diadakan di Ponpes Alquran Yayasan Islamic Centre, Jalan Willem Iskandar, Medan pada 23-24 Juni lalu. "Kafilah berangkat pada 2 Juli melalui Bandara Polonia

Medan," kata Fadhlan didampingi Sekretaris JQH Marie Muhammad dan Bendahara Taufik Rahim Lubis ketika mendampingi peserta dan ofisial bersilaturahmi ke PWNU. Fadhlan optimis kafilah JQH Sumut meraih juara dan dapat mengharumkan nama baik Sumatera Utara dalam event tingkat nasional itu. Sementara itu, Ashari Tambunan menaruh optimis kafilah JQH Sumut akan memperoleh predikat terbaik pada MTQ yang digelar di Ponpes Alquran di Pontianak itu. Ashari Tambunan juga mengapresiasi JQH-NU Sumut yang memberikan perhatian penuh melakukan penyaringan qari-qariah dan cabang pertandingan lainnya dari Ponpes Alquran yang ada di kabupaten/kota di Sumut untuk dikirim ke Pontianak. “Melalui MTQ nasional dan internasional ini, kita berharap JQH-NU dapat membumikan Alquran di Sumut melalui seni baca Alquran,” kata Ashari. Dia mengatakan, NU yang pertama melaksanakan MTQ yang kemudian diadopsi pemerintah menjadi agenda nasional. Untuk itu H Ashari Tambunan mengharapkan, qari dan qariah JQH-NU agar menyampaikan kepada umat tentang ajaran Ahlussunah Wal Jamaah.(HAM)

Mahasiswi IT&B Juara Tiga Panitia Festival Barongsai Sedunia Dibubarkan Putri REI Sumut Medan-andalas Mahasiswi jurusan Manajemen STIE IT&B Campus Vincentia Laksono berhasil meraih juara tiga pada Pemilihan Putri Real Estate Indonesia (REI) Sumut 2012 yang digelar dalam rangkaian REI Expo 2012 di Hermes Palace Polonia, Medan, baru-baru ini. Kegiatan ini diikuti 98 peserta. Setelah melalui berbagai tahap seleksi akhirnya terpilih 30 peserta dan selanjutnya dipilih 15 finalis. Ketua Yayasan Tunas Andalan Nusa (TAN) Rachmady Tanady mengaku gembira dengan kemenangan yang diraih para finalis. “Sesuai tema kegiatan 'Prestasi Bersama Properti', saya berharap akan tumbuh bibit-bibit entrepreneur yang baik dan andal dari STIE IT&B khususnya di bidang properti,” ungkapnya. Pernyataan serupa dilontarkan Managing

Director IT&B Campus, Dr Agus Susanto Tan. Dia menyatakan, melalui ajang ini tentunya akan menghasilkan generasi muda yang tidak hanya mengetahui pendidikan teori saja, namun juga harus memiliki jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan, sesuai dengan visi STIE IT&B menjadi “Entrepreneur Campus.” Kegiatan yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Sumut ini untuk menjaring putri Kota Medan yang memiliki potensi, khususnya di bidang enterpreneur guna menjadi duta properti di Sumut. Pemilihan Putri REI 2012 merupakan pertama kalinya digelar DPD REI di Indonesia. (SIONG)

JUARA - Vincentia Laksono, mahasiswi jurusan Manajemen STIE IT&B yang meraih juara tiga pada pemilihan putri Real Estate Indonesia (REI) Sumut 2012. andalas/ist

Medan-andalas Ketua Majelis Kelenteng Khonghucu Indonesia Andy Wiranata membubarkan secara resmi Panitia Festival Bakcang dan Barongsai Sedunia 2012 dalam satu acara yang digelar dalam sussana kekeluargaan di Posko Sahabat Center, Jalan Iskandar Muda Baru, Medan, Senin (2/ 7) malam. Di kesempatan itu Andy Wiranata yang juga ketua panitia serta penasihat MKKI menyerahkan sejumlah piagam penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan Festival Bakcang dan Barongsai Sedunia 2012 yang berlangsung dua hari di Gedung Serba Guna, Jalan William Iskandar, Medan. Festival yang digelar Pemko Medan dalam rangka Visit Medan Year 2012 difasilitasi oleh MKKI. Kegiatan dalam rangkaian merayakan Hari Pehcun itu juga memecahkan rekor MURI mendirikan telur terbanyak. Selain itu digelar lomba bungkus dan makan bakcang serta sejumlah hiburan un-

andalas/ist

DIABADIKAN - Lie-Lie Kho (tiga dari kiri) usai menerima piagam penghargaan diabadikan bersama sejumlah tokoh organisasi Tionghoa di Posko Sahabat Center, Medan, Senin (2/7) malam. tuk masyarakat luas. Sementara kompetisi barongsai memperebutkan piala Wali Kota Medan diikuti peserta dari berbagai daerah dalam dan luar negeri. Andy Wiranata dalam laporannya mengatakan, festival yang terbuka untuk umum itu, dibuka Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada 23 Juni 2012. Penutupan dilakukan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Medan Busral Manan pada 24 Juni yang ditandai dengan pe-

nyerahan piala kepada juara barongsai sedunia. Kesuksesan dan kelancaran festival kata Andy tak lepas dari peran serta Pemko Medan memberikan andil besar mempermudah jalannya acara, mulai dari awal hingga penutupan festival. "Terima kasih saya ucapkan untuk Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin selaku Wakil Wali Kota Medan,” ucapnya. Selain itu sebut Andy Wiranata,pihaknya juga ber-

terimakasih kepada personel keamanan yang selama dua hari terus bersiap siaga melakukan penjagaan di area festival barongsai. Penjagaan tersebut melibatkan puluhan personel dari Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Percut Sei Tuan dan Satuan Tugas (Satgas) DPD PDI Perjuangan Sumut. Selanjutnya ucap Andy, ucapan terima kasih juga diberikan kepada sejumlah anggota dewan, organisasi, LSM, dan pihak lainnya seperti Brilian Moktar SE MM, Hasyim SE, Dra Lily Tan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Sumatera Utara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Sahabat Center Medan-Sumut, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Yayasan Vijaya Kasih Indonesia (Vikasindo), dan pihak sponsor. Pembubaran panitia dihadiri sejumlah tokoh organisasi dan masyarakat di antaranya, Sutiono Intan, Berry CWT, Haris Anggara, Lie-Lie Kho, Djohan Adjuan, Shelly Kwok, Suwandy Cuan, Mario, Rudy Chu, Silvia, dan Fitri Ipit. (SIONG)

Zikir Bersama Az Zikra Sumut

Toleransi Sesama Muslim Sangat Dianjurkan Medan-andalas Pada hakikatnya umat muslim adalah bersaudara dan hendaknya saling membantu dalam kebaikan. Sikap toleransi dan empati terhadap sesama muslim sangat dianjurkan. Seperti yang dialami umat muslim di Palestina yang saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, obatobatan, dan sarana kesehatan akibat agresi yang dilancarkan oleh zionis Israel. andalas/asril tanjung

“Guna meringankan beban dan penderitaan umat muslim di Palestina, Medical Emergency Rescue Commite atau MerC bekerja sama dengan Menteri Kesehatan Palestina, akan membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina,” kata Ustaz Bambang Sukirno ketika menyampaikan tausiahnya pada zikir bersama keluarga besar Majelis Zikir Az Zikra Sumatera Utara di Masjid Agung, Minggu (1/7). Untuk itu, kata Bambang Sukirno yang telah bergabung di Mer-C, sangat dibutuhkan donasi atau uluran tangan dari

ZIKIR BERSAMA - Ratusan jemaah Majelis Zikir Az Zikra Sumut yang menggelar zikir bersama di Masjid Agung, Minggu (1/7) tampak tekun mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh seorang qori. sesama muslim. Sehingga, upaya mewujudkan rumah sakit tersebut dapat terealisasi dengan baik. Zikir dan doa bersama Majelis Zikir Az Zikra Sumut di Masjid Agung, diikuti kurang lebih 500 jemaah yang berlangsung khusyuk dan tawaduk. Membiasakan diri dengan zikrullah atau mengingat Allah diharapkan menjadi individu yang taat secara spiritual, tetapi juga cerdas secara emosional. Kalimat-kalimat agung dan

pujian yang dipanjatkan kepada Allah SWT, serta berselawat kepada Nabi Muhammad Saw yang dikumandangkan, hendaknya mampu memaknai ibadah dengan sepenuh jiwa agar hakikat beribadah kepada Allah yang dilakukan dapat tercapai. Ibadah zikir dan Salat Tasbih dipandu Ustaz Muslim SPdI membawa jemaah larut dan khusyuk. Karena ibadah zikir adalah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena, hanya dengan rida Ilahi,

seorang hambaNya akan meraih ketakwaan yang sempurna. Dengan zikrullah secara rutin ini juga sebagai obat dari berbagai penyakit hati, yang senantiasa dialami manusia, seperti sifatsifat yang tidak terpuji. Zikir minggu pertama di Masjid Agung tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus dan anggota Majelis Zikir Az Zikra Sumatera Utara, di antaranya H Warsidi, Hj Ernawaty Lubis, Hj Masnah, Hj Ningsih, Fahmi, dan lainnya. (RIL)


SUMATERA UTARA

Rabu 4 Juli 2012

Polres Dairi Gelar Pasukan Patuh Toba 2012

 Kompol Yafao Harefa Sidikalang-andalas Berdasarkan data tahun 2011 di jajaran Poldasu terjadi tujuh ribuan kasus lakalantas. Korban meninggal dua ribuan lebih, luka berat empat ribuan, serta luka ringan tujuh ribuan. Dengan jumlah kejadian dan korban laka lantas, kita sangat patut prihatin. Karenanya, untuk meminimalisir laka lantas, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1433 H, Operasi Patuh Toba 2012 dilaksanakan dengan mengedepankan tindakan hukum dan laka lantas, terhadap pelaku pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kemacetan dan laka lantas. Demikian dikemukakan Kapoldasu dalam amanat tertulis dibacakan Wakapolres Dairi, Kompol Yafao Harefa pada acara gelar pasukan Patuh Toba tahun 2012, yang dilaksanakan di Mapolres Dairi, Selasa (3/7). Disebutkan, tujuan operasi Patuh Toba dilaksanakan demi mewujudkan kondisi Kamseltibcar lantas menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1433 H tahun 2012. Terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar. Meningkatkan disiplin kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka lakalantas serta menurunkan tingkat kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Demi mencapai hasil optimal, cara bertindak Operasi Patuh Toba 2012 mengedepankan kegiatan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pelanggar lalu lintas. "Namun tetap humanis dan melaksanakan kegiatan pendidikan lalu lintas kepada masyarakat terorganisir maupun nonterorganisir," kata Yafao Harefa. (SS)

harian andalas | Hal.

Puluhan Lapak PKL Simpang Jodoh Ditertibkan Satpol PP Percut Sei Tuan-andalas Memasuki bulan suci Ramadhan 1433 H, Muspika PS Tuan dibantu Satpol PP Deli Serdang di bawah komando Trantib Kec itu, kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar VII Simpang Jodoh dan pasar VIII Gambir, Desa Bandar Klippa, Selasa (3/7). "Penertiban merupakan program rutin," tegas Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein SSos didampingi Kasi Trantib HM Irsyam Nasution SH, Kasi Kebersihan M Faisal Nasution SSTP MAP dan Kades Bandar Klippa Suripno SH. Camat menyatakan, berbagai pendekatan persuasif sudah dilakukan. Selama ini, diakui para pedagang di areal itu menolak pindah ke lokasi baru dengan alasan biaya sewa kios kemahalan. Itu persoalan antara pengembang Koperasi Mekar Jaya dengan pedagang. "Saya cuma memfasilitasi pertemuan mereka. Kalau sudah mengganggu ketertiban lalu lintas, terpaksa kita ambil tindakan,” tegasnya. Sementara itu, Kasi Trantib HM Irsyam Nst SH mengatakan, penertiban merupakan pekerjaan

rutin sesuai dengan tupoksi dan arahan pimpinan untuk melaksanakan pembenahan. Para pedagang sudah memakai badan jalan, bahkan sebagian berjualan diatas parit. Kondisi kawasan ini menjadi semraut, sementara masyarakat pemakai jalan banyak yang menyampaikan keluhan ke kantor camat untuk menertibkannya. Harapan Irsyam itu tentu tidak sejalan dengan harapan para pedagang. Mereka bukan tidak mau direlokasi, tapi hendaknya pihak Koperasi Mekar Jaya selaku agen pengembang memahami kesulitan pedagang kecil, yang mengharapkan keuntungan seribu-dua ribu rupiah, untuk bertahan hidup dan bukan untuk mencari kekayaan. Hal itu disampaikan pedagang melalui kuasanya Irianto Nainggolan, Ketua Harian LSM Pembela Kemerdekaan Rakyat (PAKAR) Indonesia, di lokasi. "Penggusuran itu tidak manusiawi karena salah seorang dari mereka dipukuli hingga babak belur dan saat ini masih dirawat di RS Pirngadi Medan," ujar istri Suhairi, yang mengaku tidak sempat melihat suaminya dipukuli. (FT)

andalas/firdaus tanjung

PENER TIBAN - Muspika PS Tuan dengan Satpol PP DS dikomandoi Kasi Trantib PS Tuan HM Irsyam Nasution SH (kanan), melakuPENERTIBAN kan penertiban PKL di Simpang Jodoh Pasar VII, Desa Bandar Klippa.

STMIK AMIK Royal Dituding Lakukan Pembohongan Publik Rekanan di Samosir Jadi Sasaran Pungli Pejabat Pemkab

Perjudian Marak di Kota Tanjung Balai Tanjung Balai-andalas Judi togel dan sam kwan disinyalir makin marak di Tanjung Balai. Namun, Kapolres AKBP Edward P Sirait terkesan tutup mata. Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif SIRA Faisal M Yusuf Nasution SH, melalui Kepala Divisi Humas SIRA Ridwan Tarigan SSos kepada andalas, Selasa (3/7). Menurut Ridwan, hasil investigasi SIRA, diketahui terdapat beberapa titik yang diduga menjadi tempat permainan judi sam kwan di Kota Tanjung Balai. Salah satunya di sekitar Jalan T Umar Kota Tanjung Balai. Tempat usaha judi tersebut berkedok sebagai game zone. Dan, hingga kini tidak tersentuh aparat penegak hukum. "Kami tidak mengetahui alasannya, namun hal ini sudah pernah kami sampaikan kepada Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui HP dan beliau berjanji akan menyelidiki," kata Ridwan. Bukan hanya judi sam kwan saja, SIRA juga menengarai makin maraknya perjudian toto gelap di Kota Tanjung Balai. "Kami menduga salah satu bandar besarnya oknum aparat yang cukup dikenal di tengah masyarakat Kota Tanjung Balai," beber Ridwan. Namun, sang oknum tersebut masih bebas menjalankan aktivitas bisnis haramnya tanpa tersentuh hukum. "Kami menduga sang oknum tersebut bersama-sama dengan Kapolres Tanjung Balai saling berkolaborasi membiarkan maraknya perjudian di Kota Tanjung Balai," kata Ridwan. (FN)

Kisaran-andalas Sejumlah alumnus STMIK AMIK Royal Kisaran dan aktivis kampus, mendatangi DPRD Asahan, Selasa (3/7), melaporkan dugaan penipuan dilakukan Yayasan STMIK, terkait ijazah yang mereka miliki dinilai cacat hukum. Selain itu, mereka meminta DPRD Asahan segera memanggil pemilik yayasan STMIK AMIK Royal yang telah beberapa tahun sejak tahun 2007, hingga saat ini telah melakukan pembohongan dan pembodohan bagi dunia pendidikan di Asahan yang hingga akhirnya para anak bangsa masa depannya terancam akibat ulah yayasan tersebut. Demikian dikatakan M Isa Ansori Hasibuan kepada andalas di gedung wakil rakyat tersebut, usai melakukan aksi damai. Mereka juga menyesalkan kinerja DPRD sebagai wakil rakyat yang kurang tanggap dalam memperhatikan jalannya dunia pendidikan di Asahan. "Padahal maraknya pemberitaan di media massa sudah menjadi bukti salah satu pendukung bagi DPRD untuk

andalas/hamdan rangkuti

AKSI DAMAI - Sejumlah alumnus STMIK AMIK Royal dan aktivis kampus, menggelar aksi damai ke DPRD Asahan. mengambil sikap dan melindungi warga Asahan, dari tindak pembodohan publik yang dilakukan Yayasan STMIK AMIK Royal tersebut,"kata Anshori. Selanjutnya, para aktivis ini memperlihatkan kejanggalan ijazah yang ditandatangani Direktur Amik Royal Berman Hutahaean. Yakni, pada lulusan tahun 2010 lalu, NIP (nomor induk pegawai) tertera nomor 131 619 526, sementara ijazah yang ditandatangani pada tahun 2011 nomor NIP nya 196108111986031003. Isa menambahkan, terkait hal ini pihaknya dan beberapa alumnus akan melaporkan perihal dugaan penipuan tersebut kepada pihak Polres Asahan, sembari minta DPRD Asahan untuk segera mencabut izin perguruan dimak-

sud, agar tidak banyak lagi anak bangsa tertipu oleh yayasan yang hanya menghalalkan segala cara demi meraih keuntungan pribadi. Sementara, bersamaan dengan berlangsungnya aksi damai di gedung DPRD Asahan tersebut, andalas yang coba menemui anggota Komisi D DPRD Asahan. Namun, dari satu ruang hingga ruangan lainnya, 45 anggota dewan tak satupun yang kelihatan ngantor. Salah seorang staf di dewan menyebutkan, pada hari itu anggota dewan tidak ada yang masuk, karena Ketua DPRD Asahan sedang menggelar pesta. Jadi, semua anggota dewan, sejak pagi berada di rumah Ketua DPRD Asahan mengurusi pesta dan mengabaikan urusan rakyat. (FAS)

MTs Ruhul Islam Sialambue Juara Umum Perimtaq Palas Palas-andalas MTs Ruhul Islam Sialambue, Kecamatan Barumun berhasil meraih juara umum perkemahan Iman dan Taqwa (Perimtaq) IV, Kwartir Cabang Padang Lawas di perkemahan Tor Sipira Manuk, Kecamatan Lubuk Barumun yang berakhir kemarin. Kepala MTs Ruhul Islam Sialambue, Syahron Hasibuan didampingi salah seorang guru Misbah Fuadi Hasibuan SPdI, Senin (2/7) mengatakan, perkemahan Perimtaq berlangsung 23 hingga 27 Juni lalu. “Alhamdulilah, berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, akhirnya kontingen Pramuka MTs Ruhul Islam Sialambue berhasil memperoleh gekar juara umum,” kata Syahron. Dikatakan, hasil tersebut patut disyukuri karena persiapan maksimal yang telah dilaksanakan setiap minggu di lingkungan MTs Ruhul Islam Sialambue, yang berdiri tahun 1970 tersebut membuahkan hasil, apalagi mengingat saingan yang begitu banyak . Bidang yang diraih sebagai juara satu. Yakni, salat jenazah putra, nasyid putra, pionering putra, pionering putri,

13

lomba kegiatan baris-berbaris (LKBB) putra, hafalan ayat-ayat pendek AlQuran putra. Sementara, juara dua yakni, bidang nasyid putri, fahmil Qur’an, hafalan ayat-ayat pendek putri dan juara tiga, bidang syarhil Qur’an dan azan. Menurut Syahron, yang diturunkan untuk melatih para siswa tersebut. Bidang Pramuka Armen Syah STP, SPdI. Kegiatan Keagamaan Muhammad Yusuf Harahap SPdI dan Qominah Masruri Hasibuan SPdI. Bidang Kegiatan Seni Ali Jahri Lubis SPdI dan Pahrun Ali Siregar SPdI. Sementara, Pembina Gugus Depan Misbah Fuadi Hasibuan SPdI. Peserta yang turut dalam Perimtaq itu, Sholahuddin Hasibuan, Amsal Mahbubi Hasibuan, Sahdam Nasution, Rabiul Rahmad Hasibuan, Sanusi Pardamean Pohan, Risman Saleh Hasibuan, M Nikmal Nst, Raja Doli Daulay, dan MA Topan Salamat Pohan. Kemudian, Juliani Murni Siregar, Rosma Hasibuan, Indah Sari, Sahrina Saputri Harahap, Sahrina Saputri Harahap, Yusra Hayati Harahap, Karmila Hasibuan, Rita Astuti Lubis, Fitri Amaliyah, dan Nur Anisyah Siregar. (MEP)

andalas/efendi pohan

JU ARA UMUM - Siswa MTs Ruhul Islam Sialambue Kecamatan Barumun bersama Sekretaris Dewan Kerja Cabang JUARA Pramuka Palas Zainuddin Hasibuan, Gismar Nasution, Pembina Gugus Depan Misbah Fuadi Hasibuan SPdI, diabadikan bersama Trophy Juara Umum Perimtaq IV Palas.

Samosir-andalas Beberapa rekanan di Samosir tak bisa berkutik dan terpaksa harus mengalah pada keadaan, meski keadaan itu bertabrakan dengan hukum. Dua tahun para rekanan ini berjuang untuk mendapatkan proyek pada dinas PU Samosir. Selama itu pula ia harus gigit jari. Pasalnya, hingga saat ini proyek yang dijanjikan tak kunjung didapatkan. Sementara kucuran fulus berupa fee para rekanan ini sudah disetor kepada orang nomor satu di dinas itu melalui stafnya. Sontak sejumlah rekanan mendatangi Kantor Bupati Samosir, meminta agar staf yang menerima fulus itu mengembalikan uang mereka. Namun, yang terjadi bukannya uang yang diterima rekanan penyetor fee tadi, melainkan pertengkaran seru terjadi antara mantan Plt Kabid Sarana dan Prasarana, Mangoloi Sinaga dan mantan Kepala Dinas PU Samosir, Patar Sitorus. "Peristiwa memalukan itu diakui Mangoloi Sinaga saat diperiksa di ruang tim pemeriksaan kasus bendungan Siuntulon, pada 25 Mei lalu di Kejatisu,’’ ungkap H Alpred Sinurat kepada andalas, Selasa (3/7). Uang itu, kata Alfred menirukan pengakuan Mangoloi, setelah diterima dari rekanan, langsung diserahkan semuanya kepada Patar Sitorus. Patar Sitorus, tambahnya, mengakui pungutan liar sebesar Rp 2,9 M itu telah dikembalikan kepada para rekanan yang belum mendapat proyek. Dikatakan, pihaknya juga mempertanyakan kepada Patar, mengapa tidak mengembalikan uang para rekanan yang telah mendapat proyek. Terkait hal ini, Patar enggan berkomentar. Jadi pengakuan Patar itu, kata Alfred, merupakan suatu kebohongan. ’’Kalau memang benar telah dikembalikan, uang darimana diambil untuk mengembalikannya, sehingga besar kemungkinan tender proyek TA 2012 sarat KKN. Karena itu, Alpred merasa optimis akan terulang lagi peristiwa tertangkapnya panitia lelang 46 paket tahun lalu. Agar pungli terhadap rekanan itu tidak menjadi kebiasaan, Kejatisu diminta melakukan pengusutan,’’ ujar Putra asal Samosir yang memilih berdomisili di Medan ini. (FS)

WARTAWAN DAERAH LANGKAT: Hasrizal, Budi Zulkifli, Syaiful Amri, Subur Syahputra, Dony Syahputra BINJAI: M Kamil Ismail DAIRI: Sondang Silalahi HUMBANG HASUNDUTAN: Marganda Lumbangaol DELISERDANG: Firdaus Tanjung, TH Sihombing, Bobby Lusaka Purba SERGAI: Supriyadi TEBINGTINGGI: Riady Kasidi TANAH KARO: Robert Tarigan SH, Lamhot Situmorang, Natanael Tarigan SIANTAR/SIMALUNGUN: Larham Simare-mare KISARAN: Hamdan Rangkuti AEK KANOPAN: Selamat Riady TANJUNG BALAI: Faisal M Yunus Nst (Koord.Liputan), H Zainul Fuad, Adi Sastra BATUBARA: Zulkifli Nasution LABUHAN BATU: Iwan Kesuma LABURA: M Ilyas Munthe SIBOLGA/TAPTENG: Ruslan Effendy Sinaga SAMOSIR: Fransiskus Sitanggang NIAS SELATAN: Edy Gunawan Zebua PALAS: M Effendi Pohan PAKPAK BHARAT: Wesrion Tumangger BIEREUN: H Suherman Amin LHOKSEUMAWE: Drs H Muhamad AH, Bukhari Tolus, Husnan LANGSA: Ruslan, Suharto BLANGPIDIE: Adi Sadana KUTACANE: Jamuddin Selian LHOKSUKON: Usman Cut Raja ACEH TAMIANG: Zul Herman.


ACEH MEMBANGUN

Rabu 4 Juli 2012

harian andalas | Hal.

14

Polres Langsa IOF dan L-Trak Tanam Pohon di Hutan Kota

andalas/M ruslan

TANAM POHON - Anggota LSM Balee Juroeng, sedang melakukan penanaman pohon di kawasan hutan Kota Dusun Bukit, Kecamatan Langsa Baro.

Kepala Gampong Lanjutkan Program Lama Langsa-andalas “Dengan dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi kepala Gampong, ke depan saya akan melanjutkan kembali program lama pembangunan Desa yang belum tuntas,” ungkap Kepala Gampong terpilih dua priode Muzakir kepada andalas di Langsa, Selasa (3/7). Dikatakannya, dia bakal melakukan pembangunan di setiap dusun yang ada di daerah gampong yang dipimpinnya. Seperti memperbaiki pintu air guna penanggulangan banjir setiap tahun. “Saya akan membangun di segala lini yang ada di tiga dusun di dalam gampong Seulalah atas. Selain itu juga, akan membangun TPA, dan dayah-dayah di setiap dusun,” katanya. Muzakir juga mengharapkan kepada Pemerintah Pemko Langsa agar dapat melakukan pembangunan kembali kantor kepala Gampong, “Sekarang kantor desa ini sengnya sudah banyak yang bocor, makanya saya minta ke depan agar diperhatikan,” terangnya. (LAN)

Lhokseumawe Masih “Dikepung” Sampah Lhokseumawe-andalas Kota Lhokseumawe akhir-akhir ini “dikepung” sampah. Bahkan dalam setiap harinya 243 kubik sampah dibuang warga setempat. Namun, sampah yang mampu diangkut oleh petugas dinas terkait hanya 210 kubik saja perhari. "Jumlah sampah yang dihasilkan Lhokseumawe sampai saat ini mencapai 243 kubik per hari, cuma yang mampu diangkut oleh petugas hanya 210 kubik,” ungkap Kadis Kebersihan dan Sanitasi Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Kota Lhokseumawe, Maimun melalui Kabid Kebersihan dan Sanitasi Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) M Hasan S Sos, Selasa (3/7). Ia menyebutkan, 243 kubik sampah ini dihasilkan oleh penduduk Lhokseumawe yang pencapai 188,974 orang lebih. Sampah-sampah tersebut diangkut truk pengangkut sampah yang melayani warga Lhokseumawe setiap harinya. Hasan menambahkan, salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah ini, BLHK Kota Lhokseumawe akan membuat tempat sampah Cot Beton yang nantinya akan di tempatkan di empat Kecamatan wilayah Kota Lhokseumawe, yaitu mulai dari Blang Mangat, Muara Dua, Muara Satu dan Banda Sakti. Dengan adanya tempat tersebut, agar sampah itu bisa dijadikan tempat penampungan sementara karena nantinya akan ada petugas yang mengambil,” katanya. Dikatakan Hasan, penyebab tidak bisanya diangkut sampah secara keseluruhan karena kurangnya personel lapangan yang mengangkut sampah. Bahkan, saat ini personel yang ada hanya 237 orang dan membutuhkan 12 orang lagi. (BT)

Langsa-andalas Polres Langsa bekerjasama dengan IOF dan LTrak dalam rangka HUT Bhayangkara ke-66, melaksanakan aksi penanaman pohon sebanyak 20 batang di kawasan hutan Kota Kecamatan Langsa Baro. “Mari kita ikut peduli lingkungan dengan melakukan penanaman pohon. Hal itu dilakukan guna melestarikan hutan Kota Langsa,” ujar Kapolres Langsa AKBP Hariadi SH SIK bersama IOF, L-Trax dan LSM Balee Juroeng, kepada andalas

usai melakukan aksi penanaman pohon di kawasan hutan Kota Langsa, Bukit, Kecamatan Langsa Baro, Selasa (3/7). Menurutnya, momentum HUT Bhayangkara ini tidak hanya sekadar meningkatkan kapasitas Polri ditingkat internal, namun juga menjadikan Polri sebagai bagian dari lingkungan. Termasuk dalam hal menjaga dan merawat lingkungan itu sendiri seperti penanaman pohon ini. Menurut dia, ini merupakan salah satu bentuk

"Kami mendesak Gubernur Aceh segera menurunkan tim dan patroli rutin pada jam-jam kantor. Jika ada PNS kedapatan bolos atau duduk di warung kopi harus ditindak tegas," kata Kepala Divisi Kebijakan Publik GeRAK Aceh Isra Safril di Banda Aceh, Selasa. Isra mengatakan, fakta di lapangan masih banyak PNS tidak menjalankan kinerja secara baik dalam melayani masyarakat. Karena itu, perlu kebijakan kepala pemerintah Aceh menindak tegas PNS yang tidak disiplin. Menurut dia, Pemerintah

Aceh harus segera mengefektifkan pengawasan berjenjang dengan ketat serta mengoptimalisasi keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengawasi tentang tindak-tanduk kerja para PNS. Hasil monitoring GeRAK Aceh, kata dia, kinerja para PNS di lingkungan Pemerintah Aceh belum efektif dan belum mampu memberi pelayanan maksimal kepada publik. Menurut dia, kinerja yang belum efektif tersebut tidak sebanding dengan dana tunjangan prestasi kerja (TPK) yang begitu besar diterima oleh PNS di jajaran Pemerintah Aceh. Ia menyebutkan berdasarkan surat keputusan Gubernur NAD Nomor 840/269/2008 tentang besaran nominal tunjangan prestasi, setiap bulannya Pemerintah Aceh mengeluarkan Rp26,5 miliar lebih untuk membayar TPK para PNS, Dana ini, kata dia, yaitu untuk TPK menurut golongan yang berjumlah sebanyak 9.201 PNS mencapai Rp19,9 miliar, ser-

ta menurut eselon sebanyak 1.179 PNS sebesar Rp6,571 miliar. "Dana yang besar ini dibayarkan setiap bulannya. Uang ini bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus). Artinya setiap bulan pembayaran TPK ketergantungan dana dari pusat. Jumlah tersebut belum termasuk untuk tenaga honorer dan lain-lain," kata dia. Ia mengatakan komitmen Gubernur Aceh Zaini Abdulllah yang berjanji menindak tegas PNS yang tidak taat aturan serta bolos saat jam dinas patut mendapat apresiasi positif Menurut dia, komitmen merupakan satu terobosan baru dalam meningkatkan kinerja PNS secara baik dan profesional, sehingga menjadi barometer mengukur kesuksesan pemerintah baru di Aceh. "Komitmen ini patut didukung dan tidak sebatas janji semata, tetapi harus diimplementasikan, sehingga upaya meningkatkan kinerja PNS di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah bisa terwujud," ungkap Isra Safril. (ANT)

Pemilukada Abdya Aman Pasangan Perjuangan Memimpin Blangpidie-andalas Putaran Kedua Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Senin 2 Juli, berlangsung tertib dan aman. Walupun ada beberapa masalah yang terjadi di sebagian TPS, namun bisa teratasi dengan baik. Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masyarakat yang sudah berhak memilih memberikan hak suara dengan tertib, terhadap calon idolanya masing-masing. Namun, masih ada juga masyarakat yang tidak mendapat hak

pilihnya karena tidak ada namanya di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pantauan andalas, Senin (2/7) di beberapa TPS, masyarakat memberikan hak suaranya dengan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara tanpa ada beban sama sekali. Hal ini terbukti sekitar jam 11.00 WIB siang, tempat pemungutan suara mulai sepi pemilih. Namun, karena waktu perhitungan suara sudah ditetapkan, panitia dan saksi kedua pasangan calon serta simpatisan menunggu perhitungan selesai. Hasil Pemilukada Kabupaten

masing,” ujar Hariadi seraya menambahkan proaktif masyarakat merupakan modal awal untuk mewujudkan Langsa hijau. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari di kawasan hutan Kota Langsa tersebut, juga ikut dihadiri Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Muhammad Hasan, serta puluhan anggota IOF, L-Trax, LSM Balee Juroeng dan beberapa warga setempat untuk menyaksikan aksi penanaman pohon bersama Kapolres Langsa. (LAN)

Tokoh Masyarakat Bireuen Harapkan Bantuan Rumah Layak Huni Tepat Sasaran

GeRAK Desak Gubernur Aceh Tindak PNS Bolos Banda Aceh-andalas Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) mendesak Gubernur Aceh menindak tegas pegawai negeri sipil (PNS) yang membolos pada jam kerja sehingga terwujud kinerja maksimal aparatur pemerintahan.

kepedulian Polri terhadap penghijauan di Kota Langsa, karena keberadaan hutan di Langsa saat ini mulai minim. Karenanya, semua pihak tanpa kecuali memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat kelangsungan hutan sebagai sarana penyejuk alami. “Untuk penghijauan ini, kita juga mengajak Pemko Langsa dan masyarakat Langsa mulai sekarang untuk menggalakkan gerakan penanaman pohon, satu batang untuk setiap warga di lingkungan masing-

Abdya yang diterima andalas, pasangan perjuangan yang diusung Partai Aceh Wilayah Blangpidie (Ir Jufri Hasanuddin/ Yusrizal Razali) masih memimpin perolehan suara sementara sekitar 37.065 pemilih atau sekitar 51.17 persen. Sementara itu pasangan (Ir Fakhruddin/Drs Burhanuddin Sampe) memperoleh suara sekitar 35.377 pemilih atau sekitar 48.83 persen. Jika perolehan suara tidak bertambah lagi, maka dipastikan pasangan Perjuangan dari Partai Aceh Blangpidie menjadi orang nomor satu di Abdya. (AS)

pekan lalu di Bireuen. Bireuen-andalas Geuchiek Maknu menamSejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kawasan keca- bahkan, jika masyarakat di matan dalam wilayah Kabu- pedalaman pedesaan ataupun paten Bireuen mengharapkan dimana saja dalam wilayah KaBupati Bireuen Nurdin Abdul bupaten Bireuen sudah memRahman Dan Kepala Dinas punyai rumah walaupun ruSosial Bireuen, Akmal dalam mah tidak layak huni (RTLH) menyalurkan rumah bantuan bisa saja dibedah dengan memrumah layak huni (RLH) yang berikan bantuan seng, atau didanai donator Swiss Acord papan ataupun mana yang seMR Wilson dan istrinya, harus batas tidak layak. Menurutnya, jika hal itu tepat sasaran yang memprioritaskan yang memang berhak dilakukan Pemkab Bireuen ada hemat biaya seandainya menerima bantuan awal. rumah yang diMenurut tokoh targetkan akan masyarakat Kota dibangun 7.000 Juang Bireuen rumah bisa saja Teuku Muhammencapai 7.200 mad Nur yang diatau 7.300 rumah, kenal masyarakat karena ada pengdengan sebutan hematan. “Geuchiek Mak“Memang nu“ itu menyabantuan yang dirankan, agar berikan itu adil Pemkab Bireuen sesuai dengan memprioritaskan kebutuhan buka bantuan 7.000 adil sama nilaiunit rumah senya,” tambah Gebagai bangunan Syech Leman uchiek Maknu. awal pada Oktober Hal senada juga diungkap2012 itu terhadap warga yang KK gantung. Namun, sudah kan tokoh masyarakat Cotmemiliki pertapakan tanah batee Kecamatan Kuala, Tgk dan belum mampu mendirikan Sulaiman Harun yang akrab rumah, karena memang ku- disapa Syech Leman. Ia menyarankan agar tehnis bantuan rang mampu. Pengertian KK gantung rumah yang akan disalurkan itu kata Geuchiek Maknu, me- jangan menjadi bumerang bagi reka masih menduduki dan Pemkab Bireuen yang seberdomisili di rumah orangtua waktu-waktu menjadi bom kandungnya ataupun di rumah waktu yang tergenggam ditamertuanya sudah bertahun- ngan sehingga akhirnya metahun. Bahkan, anak-anaknya ledak. Artinya, tambah Syech Lesudah bersekolah di SD, SMP bahkan SMA dan masih belum man jangan gara-gara adanya bantuan perumahan bagi masmampu membangun rumah. Selain itu, bukan satu Kepala yarakat miskin dan kurang Keluarga saja yang demikian, mampu terjadinya permusubisa jadi dalam satu rumah han antara masyarakat itu ayahnya itu sudah berdomisili sendiri di wilayah Kabupaten tiga kepala keluarga menum- Bireuen akibat kesenjangan puk adik kakak yang sudah sosial, apalagi terjadinya perberkeluarga, sehingga sangat tumpahan darah hanya garagara bantuan tersebut. memprihatinkan nasibnya. Terkait masalah itu, Syech “Itulah seharusnya yang merupakan prioritas utama dan Leman menyarankan agar pertama dalam memberikan para Geuchiek, camat, dinas bantuan rumah dan bukannya sosial dan pengelola rumah orang yang memang sudah bantuan itu harus benar-benar punya rumah namun memang bertindak bijaksana dan adil tidak layak huni,” sebut Geu- agar semuanya aman, damai chiek Maknu dalam percaka- dan sejahtera sesuai dengan pan dengan andalas, akhir harapan. (HERA)

Khenduri Tradisional Bersama Wakil Bupati Terpilih Laporan: Efendi Noerdin

PULUHAN anak antusias sambut Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Drs M Jamil M Kes, di Desa Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, dengan menikmati makan bersama ala tradisional menggunakan pelepah pinang (situek), Selasa (3/7).ur Aceh terpilih priode 2012-2017, Dr H Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dilantik Mendagri atas nama Presiden Republik Indonesia.

P

ertemuan dalam rangka pencanangan masa ta nam padi dan temu ramah dengan Wabup terpilih, yang akan dilantik pada 5 Juli 2012 mendatang, periode 2012-2017. Sedikit banyaknya Wakil Bupati Aceh Utara M Jamil, telah bertemu langsung dengan warga petani di desa tersebut. Desa Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara merupakan desa yang warganya sebagian besar bergantungan hidup dibawah sektor pertanian padi. Desa yang memiliki jiwa sekitar 758 jiwa, dalam jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 185 KK belum termasuk KK gantung itu, memiliki area persawahan sekitar

130 hektar, dari luas area sebesar 250 hektar. Wilayah yang hampir dihuni oleh masyarakat miskin ini, mencapai 50% dari keluarga fakir, bermasalah dengan infrastruktur masyarakat, seperti jembatan, jalan, irigasi dan fasilitas lainnya yang masih dikeluhkan, jalan usaha tani sekitar 700 meter, belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat, sedangkan fungsi jalan tersebut, guna menggangkut hasil panen mereka sewaktu panen tiba. “Kami sangat mendambakan jalan yang kami manfaatkan untuk mengangkut hasil panen kami, serta menjual hasil panen kami, berjalan diatas jalan yang layak digunakan,” ungkap Geuchik/Kades Lebok Mane, M Hasan Ismail. Ia menyebutkan, hasil panen yang disalurkan harus menempuh jarak tempuh yang jauh, sehingga susah dijangkau, prihal jalannya belum bisa dimanfaatkan dengan nyaman oleh masyarakat. Leubok Mane salah satu desa di Kecamatan Langkahan produktif dari hasil sawah diantara 14 desa lainnya di kecamatan itu, yang bergantungan hidup di bawah hasil sawah. Demikian juga dari hasil panen yang didapatkan oleh masyarakat setempat dianggap masih minim, adapun hasil yang menuai panen, rata-rata 4,2 ton per hektar. “Berbeda dengan daerah lain, yang manuai panen mencapai 8 hingga 9

andalas/efendi noerdin

MAKAN KENDHURI - R atusan anak menikmati makan kendhuri bersama, ala tradisional menggunakan pelepah pinang (situek), Selasa (3/7). ton per hektar,” ungkap M Hasan. Camat Langkahan T Nadisyah, juga dalam sambutannya menyebutkan hal serupa, faktor yang mempersulit pengembangan ekonomi di langkahan meliputi sektor infrastruktur yang masih belum merata, namun terkait irigasi di daerah tersebut dinyatakan normal hingga pertengahan tahun ini. Menanggapi hal tersebut, Wabup terpilih Aceh Utara mengatakan, perubahan ekonomi perioritas utama Aceh Utara mendatang. Ia menye-

butkan, pengembangan ekonomi di suatu daerah di Aceh Utara akan di sosialisasikan guna meminimalisirkan angka infrastruktur yang menghambat hasil tani masyarakat. Namun, program tersebut sepenuhnya diserahkan ke dinas yang bersangkutan, untuk segera menanggapi keluhan yang ada. “Langkahan merupakan daerah yang memiliki potensi disektor pertanian dan perkebunan, dengan demikian, selepas pelantikan 5 Juli mendatang, segera kita fungsikan

pemerintah kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, serta saya bersama Cekmad (Muhammad Thaib/Bupati terpilih) sudah memprogramkan perbaikan pengembangan ekonomi. Dan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat sebagai bahan masukan kembali nantinya,” terang Drs M Jamil M Kes. Jamil juga mengatakan, terkait pembangunan yang terbengkalai selama ini sungguh disayangkan, programnya dalam mendampingi tugas Bupati mendatang, akan mengoptimalkan infrastruktur masyarakat. “Semoga saja untuk ke depan jangan ada lagi pembangunan yang terbengkalai di Aceh Utara,” imbuh mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Aceh Utara itu. Sejumlah anak tersebut, yang setia menunggu temu ramah dengan wabupnya, tentu sangat mengharapkan pendidikan yang layak untuk ditempuh. Dalam keunikan dan menggambarkan tempo dulu anak-anak ini masih memanfaatkan pelepah pinang yang disediakan panitia untuk menyantap makanan bersama-sama dengan rombongan Wabup, yang dihadiri oleh Ka Distan Aceh Utara, mewakili Badan Ketahanan Pangan, mewakili Dinas Pengairan di Aceh Utara. Serta disambut pula oleh Muspika Langkahan, Camat T Nadirsyah, tokoh PA dan KPA Langkahan, tokoh masyarakat desa, Geuchik/Kades, Ka BPP

Langkahan, dan Keujruen Chik dan sejumlah Keujruen Blang kecamatan setempat. Kendati, rintik hujan menimpa rambut keriting anak-anak usia dini taraf SD itu merupakan adat istiadat leluhur makan khenduri Blang menggunakan pelepah pinang. “Kita masih mewariskan adat, dengan demikian kita unggap budaya yang lama untk menyambut Wabup di daerah terpencil ini,” kata keujeuen Blang Desa Leubok Mane, Mucktar Sabon. Mucktar juga mengatakan, daerah itu masih akrab dengan peraturan-peraturan adat yang sebagian masyarakat mengganggapnya sudah usang. Berikut, jika suatu sengketa terjadi hingga pertumpahan darah, maka yang bersangkutan diwajibkan menyembelih kambing untuk acara peusijuek Blang, demikian juga yang ringan maka ringan pula sanksi yang dikenakan, seperti perkelahian biasa tanpa tumpah darah. Maka, akan dibayar dengan sanksi kecil, yakni peusijuek dengan menggunakan pulut ketan. Menurut Mucktar Sabon, selaku Keujruen Blang mengatakan, dengan menjaga adat dan kebiasaan, maka dari hasil panen padi kedepan makmur. Dengan demikian juga dengan peraturan-peraturan adat-istiadat lainnya masih mengikat erat di daerah itu, seperti yang dilakukan oleh anak-anak di desa tersebut dalam menyambut Wakil Bupati. ***


SAMBUNGAN

Rabu 4 Juli 2012

Hari Ini KPK Kembali Periksa Anas Jakarta-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menyelidiki kasus proyek Hambalang. KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Rabu (4/7), hari ini. "Benar hari Rabu besok, Anas dimintai keterangan terkait penyelidikan Hambalang," ujar jubir KPK Johan Budi saat dihubungi wartawan, Selasa (3/7). Sebelumnya Anas sudah diperiksa KPK pada Rabu (27/6). Dalam pemeriksaan selama 7 jam itu Anas mengaku mendapat banyak pertanyaan, dari soal struktur, keuangan partai hingga Hambalang. "Tadi saya sudah memberikan keterangan dan klarifikasi tentang apa yang disebut sebagai kasus Hambalang. Mengapa keterangan saya agak lama karena ditanya

cukup banyak, mulai dari soal struktur di Partai Demokrat, mulai sekjen, dewan pembina, dewan pimpinan pusat. Di situ ada ketum, sekjen, bendahara, departemen dan lain-lain karena diminta untuk menjelaskan," papar Anas. Dia juga ditanya bagaimana fraksi bekerja, mekanisme, serta tata laksana partai. Tugas ketum, sekjen, pengurus lain dan fungsi ketua fraksi pun turut dipertanyakan KPK. "Ketiga, ditanyakan soal apa tugas saya dulu ketika memimpin fraksi, ketika menjadi anggota Komisi X DPR RI. Saya jelaskan manajemen partai secara keseluruhan juga pengelolaan keuangan partai. Bagaimana pengeluaran, bagaimana laporan pertangungjawaban, audit, kewajiban partai pada KPU dan seterusnya," papar pria berkacamata ini. (DTC)

Arab Saudi: Awal Puasa 20 Juli .........(Dari Halaman 1) Sementara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan dan mengumumkan awal puasa jatuh pada Jumat 20 Juli 2012, sedang Hari Raya Idul Fitri pada 19 Agustus. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Ulama senior di Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdullah AlManie. Menurutnya puasa Ramadan akan berakhir pada Sabtu, 18 Agustus. Hari-hari yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan dan ritus lainnya harus dikonfirmasi via penampakan bulan baru dan perintah kerajaan. Al-Manie menambahkan hari Arafah akan jatuh pada Kamis 25 Oktober dan tahun Hijriyah berikutnya 1434 akan dimulai pada 15 November. Tradisi dari 15 tahun terakhir yang mengumumkan awal kemungkinan Ramadan, Idul Fitri dan haji adalah untuk membantu persiapan dalam melihat bulan baru. Pengumuman ini juga memungkinkan cukup waktu untuk mendiskusikan hal yang berkaitan dengan penampakan bulan baru. "Matahari akan ditetapkan pada tanggal 29 Syawal (bulan ke-10 Hijriyah setelah Ramadan) yang sesuai dengan 9 Oktober pada pukul 06:23, lima menit sebelum bulan akan ditetapkan pada 6:28 pm. Hari pertama Dzulqaidah (11 Hijriyah bulan) akan terjadi pada Senin 17 September, sedangkan Dzulhijjah akan mulai pada 17 Oktober. Idul Adha pada 26 Oktober," tutup Al-Manie kepada Arab News, Selasa (3/7). Perbedaan Sementara itu Pemerintah Indonesia akan menetapkan awal Ramadan 1433 Hijriyah melalui sidang Isbat di Kementerian

Agama pada 19 atau 20 Juli 2012. Sidang digelar untuk mendengarkan laporan dari berbagai tim yang ditugaskan bekerja di berbagai tempat untuk melakukan rukyah (melihat) bulan secara langsung atau menggunakan alat teropong bintang. "Dalam penetapan awal bulan Ramadan ini, melihat seperti tahun sebelumnya, pemerintah akan melalui proses sidang Isbat," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Bengkulu usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke3 PPP Provinsi Bengkulu di Pondok Pesantren Rahudatul Ulum Jenggalu, Ahad (1/7) lalu. "Kalau memang bulan terlihat maka kita tetapkan pada saat itu sebagai dimulainya bulan puasa. Itu berdasarkan rukyah. Saya belum tahu kapan apakah tanggal 19 atau 20 Juli masih menunggu laporan tim dulu," tambahnya. Soal Muhamadiyah yang lebih dulu menetapkan awal puasa pada 20 Juli, menurutnya keputusan itu merupakan hak warga Muhammadiyah. "Kalau mereka lebih dulu menetapkan awal Ramadhan itu tidak apa-apa," kata Menag. Maklumat tentang penetapan 1 Ramadan dikeluarkan pada penutupan Tanwir Muhammadiyah di Bandung. Dia mengatakan, maklumat ini sudah disebar ke seluruh daerah. Dalam maklumat tersebur dinyatakan jika 1 Ramadan 1433 H/2012 M jatuh pada 20 Juli. Artinya pada 19 Juli warga Muhammadiyah sudah mulai salat tarawih. Keputusan Muhammadiyah yang memulai 1 Ramadan pada 20 Juli berpotensi menimbulkan perbedaan dengan ketetapan pemerintah dan bahkan NU. Sesuai dengan perkiraan Lapan, pemerintah dan NU bakal mulai berpuasa pada 21 Juli.(BBS/GR)

Gagal Perangi Nyamuk,

53 Warga Ditangkap .........(Dari Halaman 1) ditangkap oleh pihak kepolisian. Insiden yang memberikan arti baru bagi istilah "serangga pengganggu" ini, dipicu banyak nyamuk yang membawa epidemi demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut tentunya menjadi perhatian pihak kepolisian. Demikian diberitakan RIA Novosti, Senin (2/7). Polisi dan prajurit militer memeriksa sekira 11 ribu rumah di Ibu Kota Colombo, sebagai kampanye penyakit DBD. Mereka pun menemukan banyak

pelanggaran yang dibiarkan oleh warga. Pemeriksaan itu menemukan 53 warga telah mengabaikan kebersihan rumah mereka yang bisa membuat jentik-jentik nyamuk tumbuh subur. Polisi pun menahan warga itu atas kesalahan yang mereka perbuat. Tetapi tidak dijelaskan hukuman yang akan diterima oleh warga tersebut. Lebih dari 11 ribu kasus penyakit DBD ditemukan di Sri Lanka dalam enam bulan terakhir. Angka ini meningkat tiga kali dari periode yang sama tahun lalu. (OKZ)

Hari ini 10 Peserta Bersaing di Final .........(Dari Halaman 1) terpilih masuk ke babak final akan bertanding dengan menyanyikan wajib lagu pop Indonesia. "Di 10 besar atau babak final, mereka menyanyikan lagu pop Indonesa," ujarnya. Peserta lomba karaoke pop

yang berhasil lolos ke babak final adalah Josua dengan nomor peserta (024), Fani (026), Mimi Biuty (034), Meta Sidabutar (011), Hendra Jogi (010), Maikel Candra (039), Hiskia Gulto (045), Winda (046), Deby (018), dan Jeriko (043). Babak final akan digelar mulai pukul 16.00 WIB. (BEN)

harian andalas | Hal.

15

Gatot Copot 10 Pejabat .........(Dari Halaman 1) menon-jobkan sepuluh pejabat, Bonar Sirait, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Mangasing Mungkur kepada Zainuddin, Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama Sarlandy Hutabarat kepada Jimmy Parajohan Pasaribu, dan Direktur RS Jiwa Provsu dari Dapot P Gultom kepada Chandra Syafe'i. Dari pantauan dan data yang diperoleh andalas, ada 25 pejabat struktural eselon II yang dilantik Plt Gubsu dan langsung diserahterimakan jabatannya pada acara yang dilaksanakan di Aula Martabe Kantor Gubsu, Selasa (3/7). Dalam sambutannya Gatot menjelaskan bahwa pergantian jabatan ini bukan mendadak, tetapi sudah melalui tahapan yang tidak terlepas dari penilaian kompetensi, kredibilitas, dan profesionalisme aparatur yang bersangkutan serta mendapat persetujuan dari Mendagri sesuai surat nomor 812.244/2099/SJ tanggal 27 Juni 2012. "Pelantikan dan serah terima jabatan adalah dalam rangka mengisi jabatan lowong, penyegaran tugas dan promosi jabatan, hal ini sudah merupakan keharusan dalam upaya pembinaan dan pengembangan karier PNS di linglungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," kata Gatot. Selain memberhentikan dan

.........(Dari Halaman 1) Sitompul terlibat perdebatan sengit. Keduanya bahan sempat bersitegang karena sama-sama ngotot mempertahankan pendapat masing-masing terkait rekomendasi kesimpulan rapat. Saat pembacaan rekomendasi kesimpulan rapat, tiba-tiba Syamsul Hilal melakukan interupsi. Ia menolak rekomendasi dan agar rekomendasi tersebut agar diubah. Khususnya pada poin rekomendasi terkait tanah atau surat sertifikat yang dimiliki petani sebanyak 133 surat, yang dikeluarkan Pemkab Padang Lawas, segera dikembalikan kepada petani sesuai dengan nama yang tertera di sertifikat. Dihadiri anggota Komisi A lainnya Sopar Siburian, Ikhyar Hsb, Rauddin Purba, Rina Sianturi, Bustami Hs, Syamsul meminta agar yang dicantumkan adalah berdasarkan luas areal yang dituntut masyarakat petani. Hal tersebut langsung dires-

Gatot melantik Djaili Azwar dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan/Ekbang menjadi Inspektur Provsu. Jabatan yang ditinggalkan Djaili Azwar diisi R Sabrina yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi SDA, Keuangan. Selanjutnya jabatan lama Sabrina ditempati Arsyad. Kemudian Asrin Naim dari Asisten Administrasi Umum dan Aset menjadi Asisten Kesejahteraan Sosial. Jabatan yang ditinggalkan Naim diisi Hasban Ritonga, sedang Mhd Fitriyus dilantik sebagai Staf Ahli Gubsu Bidang Pendidikan dan Kesehatan. Gatot juga mengangkat Robertson sebagai Staf Ahli Gubsu Bidang Pertanahan dan Aset, Alexius Purba sebagai Kepala Dinas Kesejahteraan dan Sosial, Raden Roro Siti Hatati Surjantini sebagai Kadis Kesehatan, Bukit Tambunan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eddy Syofian sebagai Kepala Badan Kesbangpolinmas. Selanjutnya sebagai Kepala Badan Penanaman Modal Purnama Dewi, Kepala Biro Organisasi Onechesi Zega, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Mahmud Sagala, dan Kepala Biro Keuangan Baharuddin Siagian.

Akui Fenomena SKPD “Bermasalah� .........(Dari Halaman 1) katanya di Medan, Selasa, ketika diwawancarai wartawan tentang hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Sumut yang menyebutkan adanya enam temuan ketidakwajaran dalam pengelolaan keuangan Pemprov Sumut tahun 2011. Menurut dia, sejak ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan SKPD. Dari evaluasi tersebut diketahui adanya fenomena yang dapat memperburuk penilaian terhadap pengelolaan keuangan Pemprov Sumut. Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti temuan BPK tersebut agar ketidakwajaran itu dapat diatasi sehingga pengelolaan keuangan negara di lingkungan Pemprov Sumut semakin membaik. Sesuai substansi laporan BPK tersebut, tindak lanjut itu sangat dibutuhkan, baik dari Pemprov Sumut mau pun lembaga legislatif setempat. "Dalam waktu dekat, kami akan membuat rapat dengan seluruh SKPD," katanya. Ia mengatakan, salah satu hal yang akan dilakukan dan menjadi prinsip dari laporan itu adalah perlunya penguatan pengawasan internal yang menjadi tugas Inspektorat Provinsi. Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPRD Sumut dengan agenda Penyerahan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemprov Sumut di Medan, Senin (2/7) Kepala BPK Pewakilan Sumut Muktini menyatakan ada enam temuan atau masalah yang mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan

Pemprov Sumut. Di antara temuan itu, kata dia, dapat dilihat dari realisasi belanja pegawai pada 2011 sebesar Rp915,91 miliar serta belanja pegawai, pegawai tidak tetap, dan dana hibah melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) yang mencapai Rp1,052 triliun. Namun dalam pemeriksaan, BPK menemukan adanya anggaran yang tidak dilaksanakan berupa belanja untuk honorarium pegawai tidak tetap dan belanja untuk pihak ketiga yang mencapai Rp1,43 miliar. Demikian juga dengan belanja yang diragukan kewajarannya sebanyak Rp2,94 miliar dan belanja hibah yang tidak seluruhnya diterima pihak ketiga sebanyak Rp1,14 miliar. Kemudian, BPK juga menemukan anggaran yang tidak ada di kas Bendahara Pengeluaran Pemprov Sumut meski dalam laporan yang disajikan adanya kas sebanyak Rp15,27 miliar per 31 Desember 2011. Setelah itu, BPK juga mendapatkan temuan berupa tidak disetorkannya saldo kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2011 sebesar Rp4,51 miliar yang berasal dari pajak yang dipungut oleh Bendahara Pengeluaran Pembantu di Biro Umum dan Badan Kesbangpolinmas Sumut. "Saldo kas di Bendahara Pengeluaran itu tidak disetor ke kas negara," katanya. Dengan sejumlah temuan tersebut, pihaknya memberikan opini "Wajar Dengan Pengecualian" terhadap laporan keuangan di jajaran Pemprov Sumut tahun 2011.(ANT)

WAN

RDP Bahas Konflik Lahan di Palas Ricuh pons pimpinan sidang. Bahkan, Mustofawiyah meminta Syamsul Hilal untuk diam dan menyepakati rekomendasi yang sudah disepakati sebelumnya. "Saudara Syamsul diam! Harap sepakati rekomendasi ini. Itu rekomendasi yang sudah disepakati sebelumnya di internal komisi A," tegas Mustofawiyah. Mendengar ucapan Mustofawiyah, Syamsul pun balik menghardik pimpinan rapat tersebut. "Saya tidak ada menyepakati rekomendasi itu, kapan dibahas, kapan diundang. Pimpinan jangan asal menuduh dan otoriter, saya minta pimpinan rapat segera diganti," teriak Syamsul Hilal sengit. Namun, Syamsul Hilal tetap menolak alasan yang diungkap Mustofawiyah. "Kesepakatan siapa dan kapan kesepakatan itu dibuat. Saya tidak pernah diberitahu," tandasnya, dengan nada tinggi. Perdebatan panas Syamsul dan Mustofawiyah ini disaksikan

perwakilan dari Poldasu AKBP Mashudi, Syahrial dari Pemkab Palas, Kapolresta Tapsel AKBP Subandria, Musriani dari BPN, Midley Tampubolon dari PT SSL dan SRL, serta Jaya Sugianto dari petani Torang Jaya. Bustami HS dan Sopar Siburian menyarankan agar rapat diskor, tapi Syamsul menolak dan minta waktu menanggapi beberapa poin rekomendasi yang sempat dibacakan, sehingga antara Syamsul Hilal dan Mustofawiyah saling teriak. Melihat kondisi semakin memanas, Ketua Komisi A Isma Padly Ardya Pulungan men-skor rapat hingga pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, Isma Fadli dan Sopar Siburian mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi antara petani dan PT SSL dan SRL, Pemkab Palas harus mengidentifikasi lahan yang disengketakan, apakah masuk areal hutan atau tidak. Isma dan Sopar mengingatkan, agar dalam pembahasan

persoalan sengketa tanah maupun terjadinya bentrok jangan ada yang dipojokkan, karena di satu sisi petani juga memiliki alas hak jual beli dan di sisi lain PT SSL dan SRL juga memiliki izin dari Kemenhut. Isma dan Sopar setuju, agar persoalan tersebut diselesaikan berdasarkan kewenangan yang ada dan penanganan masalah di lapangan pihaknya harus bertindak netral, termasuk aparat kepolisian dalam memberi kenyamanan kepada masyarakat. Untuk itu, harus dibentuk tim dengan melibatkan semua pihak, serta agar diberikan penangguhan penahanan terhadap Sinur Situmorang (dari kelompok petani dan juga PAM perusahaan). Dalam rapat lanjutan, Mustofawiyah meminta semua pihak harus menghormati rekomendasi kesimpulan rapat yang sudah disepakati bersama dan masingmasing pihak baik masyarakat petani, perusahaan maupun Poldasu bersedia dan menyanggu-

pinya. Karena itu, ungkap Mustofawiyah, segera dibentuk tim muspida plus dengan melibatkan pihak perusahaan, masyarakat, Pemkab Palas menyelesaikan persoalan tanpa ada yang dirugikan. Untuk sementara waktu lokasi tanah yang dipersengketakan akan dijadikan status quo. Komisi A juga akan minta Kemenhut mengevaluasi kembali terhadap hasil identifikasi areal lahan hutan dan tumpang tindih izin yang dikelola perusahaan dan masyarakat, serta meminta kepolisian melakukan penangguhan penahanan terhadap masyarakat dan PAM perusahaan yang ditahan. Sementara Wadir Reskrim Umum Poldasu Mashudi dan Kapolreta Tapsel Subadrio juga menyatakan siap menghormati rekomendasi yang dihasilkan dari rapat di Komisi A DPRD Sumut, sesuai tugas pokok kepolisian memberi pelayanan kepada masyarakat. (UJ)

Rp75 M Uang Korupsi Syamsul Dikembalikan ke Langkat .........(Dari Halaman 1) Uang sitaan itu terdiri dari Rp64 miliar merupakan pengembalian yang dilakukan Syamsul Arifin, sedang sisanya merupakan sitaan dari anggota dewan, SKPD dan lain-lainnya. Disampaikannya juga bahwa perwakilan KPK yang mengembalian uang tersebut berharap dana yang dikembalikan itu dapat dipergunakan buat kepentingan dan kemaslahatan masyarakat Langkat. Selain itu juga pihak KPK menegaskan bahwa penggunaan uang tersebut akan terus dimonitor oleh pihak KPK, katanya. Uang sitaan tersebut langsung dimasukkan ke rekening Pemkab

Langkat di Bank Sumut Cabang Stabat. Selain itu uang yang dikembalikan itu akan juga dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk dipergunakan bagi kepentingan masyarakat secara luas, sesuai dengan harapan dari KPK, kata Surya. Surya juga mengungkapkan bahwa Bupati Langkat Haji Ngogesa Sitepu dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa harapan yang disampaikan pihak KPK akan ditindak lanjuti dan akan dilaksanakan. Selain itu Bupati menegaskan agar kejadian seperti ini tidak sampai terulang kembali di Lang-

kat, katanya. KPK dalam kasus korupsi mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin, sekitar dua tahun lalu, menyita uang dari kas Pemkab Langkat sebesar Rp64 miliar, dari pengembalian yang dilakukan mantan bupati. Setelah kasus persidanganya berjalan di Pengadilan Tipikor Jakarta, PK menjadikan uang sitaan tersebut sebagai salah satu alat bukti, lalu setelah persidangan berjalan hingga sekarang akhirnya KPK mengembalikan uang sitaaan itu ke kas Pemerintah Kabupaten Langkat, ditambah berbagai uang sitaan lainnya. Seperti diketahui, Syamsul Arifin sendiri saat ini telah

berstatus terpidana. Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman terhadap Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif itu menjadi 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Putusan kasasi MA ini lebih tinggi 2 tahun dari putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang menghukum Syamsul 4 tahun dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan. Sebelumnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, mantan Bupati Langkat ini dihukum 2 tahun 6 bulan ditambah denda Rp150 juta. Dalam putusan, disebutkan Syamsul dinyatakan terbukti

menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri saat menjadi Bupati Langkat periode 1999-2004 dan 20042008. Dia terbukti menggunakan kas daerah Kabupaten Langkat 2000-2007, dengan memerintahkan staf keuangannya, Buyung Ritonga untuk mengeluarkan kas daerah yang tidak dianggarkan dari APBD. Kemudian dibuat laporan fiktif atas pengeluaran tersebut. Uang kas daerah yang dikeluarkan mencapai Rp98,7 miliar. Sebanyak Rp57 miliar dari Rp98,7 miliar kas daerah yang dikeluarkannya, digunakan untuk kepentingan Syamsul pribadi dan keluarganya. (ANT/GR)

Polda Tetapkan Tiga Tersangka Baru .........(Dari Halaman 1) "Akan kita panggil tiga orang lagi. Tiga orang itu akan kita lakukan pemeriksaan dalam minggu ini sebagai tersangka," kata Direktur Dit Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada Starberita, Senin (2/7). Namun Sadono masih enggan membeberkan tiga nama tersangka baru tersebut. "Saya lupa namanya, tapi yang jelas tiga orang. Keterlibatan ketiganya dalam kasus ini merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan Aminuddin, dan kita sudah punya datanya, tinggal 'dibunyikan' dari Aminuddin pada pemeriksaan

nanti," jawabnya. Dikatakan Sadono, bahwa surat pemanggilan terhadap ketiganya sudah dilayangkan. "Surat panggilan kepada ketiga orang tersebut sudah dilayangkan kemarin. Mulai Selasa (3/7), Rabu (4/7), Kamis (5/7), mereka akan diperiksa," sebutnya sembari mengatakan, kalau tidak salah hari Jumat (29/6) atau Sabtu (30/6) kemarin. Disinggung mengenai sejauh mana keterlibatan ketiganya, Sadono masih enggan membeberkan keterlibatan mereka dalam kasus tersebut. "Besok (3/7) baru bisa diketahui seperti apa keterlibatan mereka. Yang jelas itu ada ke-

rugian negaranya sekitar Rp500 juta, Rp1 miliar. Setiap dari mereka sudah diketahui kerugian negaranya masing-masing," ujarnya. Ditanya jika ketiganya tidak memenuhi panggilan penyidik, Sadono menuturkan, bahwa pihaknya akan menjemput mereka. "Kalau mereka tidak datang, tentunya akan kita jemput. Namun belum bisa kita tahan dan tergantung hasil pemeriksaan," katanya. Diutarakan Sadono, hasil audit BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Sumuatera Utara belum keluar, namun pihak BPKP Sumut sudah memberitahu me-

ngenai kerugian negaranya. "Hasil sementara sudah ada, dan kerugiannya diperkirakan sekitar Rp13 miliar pada periode 2010 2011," ucapnya. Menurut Sadono, jumlah kerugian negaranya kemungkinan bisa bertambah lagi tetapi tergantung dari hasil pemeriksaan terhadap ketiganya. "Dana-dana itu, laporannya tidak sesuai dengan pengeluaran," sebutnya lagi. Disinggung apakah Harianto Butabutar (HBB) termasuk dari ketiga orang tersebut, Sadono mengaku belum tahu secara pasti. "Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada Aminuddin, ternyata lain lagi tersangkanya.

Seharusnya, yang disebutkan Aminuddin adalah HBB tapi justru yang muncul tiga nama itu," tukasnya. Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, bahwa ada lima calon tersangka lain dalam kasus tersebut. "Di antaranya, Harianto Butar-Butar (Kabag Perbendaharaan Biro Umum), Rahmatsyah (mantan Plt Sekda), Asrin Naim (Asisten IV/ Administrasi Pemprov Sumut), Suweno dan Namen Sitepu (PNS di Biro Umum Setda Pemprovsu)," cetus Heru beberapa waktu lalu. (starberita/ANS)


HARIAN

andalas L

U

G

A

S

D

A

N

C

E

R

D

A

S

Rabu, 4 Juli 2012 | No: 2323/Tahun VII | Website: www.harianandalas.com | Harga Eceran Rp2.000; Langganan+ongkos kirim Rp75.000; Luar Kota: Rp2.500


epaper andalas edisi rabu 4 juli 2012