Page 1

Edisi : 08 Tahun 2009

Tip’s : Kualitas Sperma Pengumpul Tol

Mengenalkan Moto Cabang CTC


Edisi : 08 Tahun 2009


Membangun Kebersamaan Kebersamaan, dengan inilah Media Medali pernah menjadi yang nomor wahid. Setelah berjalan sekian tahun rasanya rasa itu kian luntur, sekarang kami pun merasa perlu merajut kembali nilai-nilai kebersamaan tersebut demi tujuan yang lebih besar. Kebersamaan pula yang di galang Kepala Cabang kita Ir. Subakti Syukur saat mencanangkan moto cabang CTC “We Serve Beyond Your Expectation�. Beliau mengajak segenap karyawan dan rekan kerja cabang CTC, bahu membahu mensukseskan moto tersebut. Semoga dengan kebersamaan yang kita canangkan dapat memuwujudkan segala impian kita semua.

Mengenalkan Moto Cabang CTC

Makin Dekat Dengan Tuhan

Hal | 4

Hal | 9

Kualitas Sperma Pengumpul tol | 15 Windows Versus Linux | 14


Mengenalkan Moto Cabang CTC


C

abang Cawang-Tomang-Cengkareng meluncurkan Visi Misi cabang di lingkungan Kantor cabang 27 April 2009, peluncuran Visi Misi tersebut merupakan aplikasi Visi misi perusahaan dengan data dukung dokumen ISO, Malcom Baldrige dan dokumen lainnya. Penerapan CTC 320 yang dilengkapi dengan SMK3 adalah fase menuju World Class” kata Setya Budi, Kepala Sub Bagian Program Pemeliharaan, di sela-sela aktivitasnya. “Ada beberapa usulan kalimat yang muncul dalam pertemuan itu. Selain kepala cabang serta pejabat di lingkungan CTC lainnya dan Tim Kepuasan Pelanggan berkumpul untuk merumus kalimat yang pas untuk jargon cabang kita dan yang pasti tidak beda nafas arahnya dengan Visi Misi perusahaan, “ujar Setya Budi mengawali wawancara dengan Medali. Budi menambahkan, Salah satunya ada kata Beyond yang bermakna lebih, bisa diartikan lebih baik, tidak sekedar cukup, tidak hanya standar minimal yang kita berikan kepada konsumen, kalo bisa lebih, kenapa hanya segitu-gitu atau segini-gini aja, ini semua demi arah yang lebih baik lagi kita mulai dari kita sendiri, meningkatkan pelayanannya, performannya, perangkat serta dukungan dari manajemen yang seiring dengan Goal kita. “Selain dokumen ISO dan Malcom Baldrige yang menjadi acuan kita untuk menuju perusahaan World Class (kelas dunia), ada dokumen lain yang menunjang pergerakan dinamika perusahaan kita untuk tampil lebih baik lebih baik dan terus lebih baik memberikan kepuasan kepada pemakai jalan, dan yang tentunya bisa dievaluasi baik internal maupun

eksternal,” ujar Budi. Dari kesadaran pribadi, bekerja sesuai aturan, maka lahirlah inovasi serta kreativitas baru, akan lahir pula ide-ide baru untuk peningkatan kualitas pribadi maupun kualitas perusahaan menuju kesempurnaan . Dan ini bukan hanya keinginan pimpinan, ini adalah keinginan kita yang peduli dengan eksistensi perusahaan . Sejauh ini telah berjalan walaupun ada sedikit kendala, salah satunya laporan complain yang kita lanjutkan menjadi bahan Feed Back kita untuk perbaikan dan menuju Zerro Complain,” tambah Budi. Evaluasi yang kita jalankan selain internal, ada evaluasi eksternal sebagai langkah kita untuk mengetahui sejauh mana Visi Misi yang kita impikan. Keterlibatan dan sinergi kita disemua unit kerja adalah kewajiban kita untuk merealisasikan Tag Line kita. Bukan hanya survey pelanggan, saat ini kita sedang survey kepuasan karyawan, dan survey mitra kerja,”ujar Budi. Manajemen telah mensosialisasikan segala produk, dan produk demi produk baik itu yang berbentuk dokumen atau tidak telah dipublikasikan melalui temu wicara di unit kerja dan Mading ( majalah dinding ) yang tersebar di seluruh gerbang, termasuk motto kita ini telah familiar di lingkungan CTC, kita bisa lihat Malcom Baldrige dan item-itemnya melalui mading tersebut, dan peran Medali sangat penting untuk tahapan publikasi yang menjadi hak semua karyawan untuk tahu pesatnya perusahaan, agar ngga ketinggalan,” tambahnya mengakhiri pembicaraan. [cup]


Liputan Slamet Santoso :

Paling Berkesan di CTC Kalimat itu di ungkapkan saat beliau menyampaikan kesan selama bekerja di CTC, pada syukuran hari ulang tahun cabang CTC, 27 April 2009 bertempat di lantai 3 kantor cabang CTC, Ia diberi kesempatan menyampaikan kesan mewakili karyawan dengan masa kerja palng lama. Selain karyawan di beri kesempatan pula istri karyawan, sebagai perwakilan memberi kesan adalah istri dari Budi SR, Kepala Gerbang Tol Kapuk. “Ini penting, karena istri adalah orang yang paling merasakan dan pendukung keberhasilan suami dalam pekerjaannya.” Tegas Kepala Cabang. Tak lupa rekan kerja cabang CTC, dalam hal ini di wakili oleh Basuki Resobowo, Direktur CV. Dhayaprima Sejati, Ia sangat berterima kasih pada cabang CTC yang telah mempercayainya, hampir seumur cabang CTC untuk menjadi rekan kerja dalam membangun cabang yang sama-sama kita cintai ini, begitu kesannya. Setelah rangkaian acara penyampaian kesan, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ir.

Subakti Syukur di dampingi para Kepala Bagian, Ketua SKJM, Slamet Santoso, Basuki Resobowo dan Istri dari Budi SR. Sebagai penutup acara dilakukan pengenalan moto cabang CTC “We Serve Beyond Your Expectation”. “Kami berharap kerja sama rekan-rekan (karyawan, istri karyawan & rekan kerja) dalam mensukseskan moto ini.” ujar Ir. Subakti Syukur mengakhiri sambutannya. [kis]

Ir. Subakti Syukur :

Koperasi Harus Meningkat & Berkembang Rapat Anggota Tahunan Koperasi JMB VII cabang CTC yang diselenggarakan tanggal 29-30 April 2009 di Puncak Cianjur Jawa Barat. Terdapat 31 utusan yang mewakili seluruh unit kerja, dari keseluruhan utusan tersebut mempunyai hak penuh baik suara maupun pendapat. Didalam pembukaan RAT tersebut Kacab yang diwakili oleh Kabag SDM & Umum memberikan sambutannya agar seluruh anggota koperasi yang notabene seluruh karyawan CTC harus menerapkan 3 S ( Suitable, Strategic & Success ), ini harus dilaksanakan apabila kita mau menang (sukses). Di dalam sambutannya pula Bu Diah sapaan akrab Kabag SDM & Umum ini mengungkapkan bahwa selama Tri Wulan I (TW I) cabang CTC mendapatkan hasil yang memuaskan diantaranya Pendapatan lalin dan HPT tercapai serta Pendapatan non tol tinggi, dari pendapatan non tol ini Kacab berpesan agar Koperasi

CTC berpartisipasi. Kemudian pesan Kacab pula koperasi harus meningkat dan berkembang dari tahun ke tahun serta kedepan akan diadakan Fit & propertest bagi calon pengurus koperasi.


Artikel

Syarat Menjadi Pemimpin 4 (empat) elemen utama untuk jadi pemimpin yang efektif Apa saja kualitas dari seorang pemimpin yang efektif? Sudah sangat banyak buku menejemen ditulis untuk topik ini dibandingkan dengan topik-topik yang lain. Buku-buku tersebut menyatakan bahwa para pemimpin datang dalam berbagai bentuk dan ukuran serta menggunakan berbagai jenis gaya (styles) menejemen, tetapi yang pasti ada satu hal terpenting untuk menjadi pemimpin yang efektif yaitu; bahwa para pemimpin tersebut harus memiliki pengikut (follower)! Jika anda tidak dapat menciptakan suasana dimana orang memilih mengikuti anda, itu berarti anda bukanlah seorang pemimpin yang efektif. Kalau kita membaca buku-buku tentang pemimpin dan kepemimpinan, kelihatannya bahwa untuk menjadi pemimpin yang efektif tidaklah sulit. Jangan biarkan bukubuku tersebut menipu anda. Kenyataannya, tidaklah mudah untuk menjadi pemimpin yang efektif. Alasan utama untuk itu adalah bahwa orang memiliki kebebasan untuk memilih. Mereka tidaklah serta merta mengikuti hanya karena anda menyatakannya. “Manusia tidak dapat dikelola. Persediaan (inventory) dapat dikelola, tetapi orang haruslah dipimpin." Untuk membuat orang mengikuti, anda harus memperhatikan faktor, apa yang menjadi kepentingan mereka (the WIIFM =What's In It For Me.) Kebanyakan orang adalah egois, dalam arti yang positif.. Orang akan bereaksi jika keadaan mereka saat ini terancam, atau jika memang keadaan itu akan menjanjikan keadaan yang lebih baik. Ini adalah teknik klasik carrot and stick untuk memotivasi. Mengelola (bukan memimpin) menggunakan metode demikian relative mudah. Jika anda mengancam orang akan kehilangan pekerjaannya atau menawarkan bonus yang besar, maka sangatlah mungkin mereka mau melakukan apa saja yang biasanya tidak akan mereka lakukan. Persoalan dengan metode ini adalah tidak akan bertahan (not sustainable).Orang tidak akan tahan dengan kondisi yang tertekan untuk jangka waktu yang lama. Setelah beberapa lama, mereka akan menyerah dan berkata “ silahkan pecat saya dan saya mau keluar saja�. Bonus besar dan hadiah istimewapun lambat laun akan kurang menarik setelah beberapa waktu, terutama karena itu biasanya diberikan hanya kepada segelintir orang. Para pemimpin yang tidak efektif biasanya tidak menyadari permasalahan dengan teknik ini. Mereka terus meningkatkan tekanan atau ukuran bonus dan akhirnya tidak mengerti mengapa keadaan semakin tidak sehat dan tidak terkendali. Pemimpin yang efektif mempunyai kemampuan untuk bekerja pada tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan sangat jarang menggunakan tekanan atau bonus, tetapi lebih banyak mengandalkan inspirasi. Mereka memberi inspirasi kepada orang untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya. Para pemimpin seperti inilah sebenarnya yang mempunyai pengikut. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana mereka melakukan itu? Dari pengalaman kami baik dengan memperhatikan para pemimpin dan dari hasil riset berbagai literature yang ada, ada 4 (empat) elemen utama untuk kepemimpinan yang efektif: mempunyai pengalaman sukses, memiliki visi, menghargai orang lain, dan pribadi yang kredibel. Orang tidak suka mengikiti “pecundang� sekalipun mereka sangat ahli. Memiliki sejarah atau pengalaman sukses juga

tidak akan menjamin anda menjadi pemimpin yang efektif, namun itu merupakan persyaratan untuk dipertimbangkan menjadi seorang pemimpin. Jika anda belum punya pengalaman sukses, maka anda harus mendapatkannya dulu. Mulailah dengan kemenangan kecil-kecil, kemudian lanjutkan lagi dengan beberapa tugas yang lebih menantang dan belajarlah dari kesalahan/kegagalan sepanjang perjalanan tersebut. Selanjutnya, berhati-hatilah jangan sampai kesuksesan yang sudah dicapai membuat anda jadi besar kepala, karena dengan begitu anda akan kehilangan kredibilitas yang sangat penting untuk seorang pemimpin yang efektif. Para pemimpin yang efektif mempertanyakan dan menentang status quo dan mempunyai kemampuan melihat pola yang mungkin menjadi peluang dimana orang lain tidak melihatnya. Mereka menanyakan pertanyaan yang mendiagnosa tentang berbagai hal yang kadang jauh dibalik hal-hal yang terlihat (obvious) dan mampu memunculkan pemahaman baru yang mendasar tentang berbagai hal tersebut. Hal inilan yang akan membuat mereka mengkristalkan sebuah visi tentang masa depan yang akan menginspirasi orang lain untuk mengikuti. Untuk membuat suatu visi yang efektif, anda harus mau berhadapan langsung dengan data dan informasi. Semakin banyak data dan informasi yang anda analisa, akan semakin baik analisa yang anda dapatkan. Para pemimpin yang efektif sangat menguasai data dan informasi tersebut sehingga mereka dapat mengutip beberapa fakta dan gambar tanpa harus melihat catatan mereka lagi. Jika anda adalah tipe orang yang bekerja di tingkat tinggi dan menyerahkan detilnya kepada yang lain, saya kira anda mungkin tidak akan pernah menjadi pemimpin yang efektif. Mungkin anda akan menjadi menejer yang efektif, namun bukan pemimpin yang efektif. Para pemimpin yang efektif menyadari bahwa mereka sendiri hanya dapat mengerjakan sebagian kecil pekerjaanpekerjaan penting dalam organisasi yang mereka pimpin. Mereka harus mampu membuat orang lain menerima (buyin) visi dan rencana mereka untuk merealisasikannya. Untuk mencapai agar yang lain menerima, harus dimulai dengan menghargai orang lain. Sudah begitu banyak mungkin pengalaman para menejer yang kurang menunjukkan penghargaan (respect) terhadap para pekerja dan tidak mengerti mengapa orang-orang tersebut tidak mendukung mereka. Bagian terakhir dari kepemimpinan yang efektif adalah kepribadian yang memiliki kredibilitas. Para pemimpin melakukan/merealisasikan apa yang mereka katakan (walk the talk) dan selalu fokus pada tujuan. Mereka jujur terhadap setiap orang dan sangat penting untuk tidak mempunyai agenda tersembunyi. Bila mereka menyampaikan sesuatu terhadap anda, anda dapat mempercayainya sepenuhnya. Para pemimpin yang efektif juga adalah rendah hati (humble). Mereka juga menyadari sebagai manusia juga tak luput dari berbagai kesalahan. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai yang diharapakan, mereka mengakuinya dan berusaha untuk memperbaiki keadaan. Mereka tidak bertahan pada suatu kebijakan yang gagal atau salah hingga terjadi kerugian/kerusakan yang lebih besar. Para pemimpin yang efektif tidak hanya menerima tanggung jawab atas tindakannya; mereka juga menerima dan bertanggung jawab atas tindakan setiap orang yang dipimpinnya. (dari berbagai sumber)


Unit Kerja

Penyaluran Pinjaman Unit PKBL Pembacaan isi Surat Perjanjian Kerja dan penanda tangan perjanjian pinjaman yang di laksanakan di kantor cabang cawang tomang cengkareng tepatnya di lantai 3 ruang rapat serba guna pada tanggal 03-06-2009 dihadiri oleh 26 mitra binaan yang akan di beri pinjaman yang sebelumnya telah di adakan survey ke lokasi – lokasi yang akan di beri bantuan, Adapun lokasi yang di surve oleh pihak PT jasa marga(Persero) Tbk ,lokasinya di jakarta selatan , jakarta barat,jakarta pusat,jakarta utara dan sebagian di jakarta timur dan jenis usaha yang surve adalah perdagangan ,produki dan jasa Total penyaluran dana yang di keluarkan oleh PT jasa marga (Persero) Tbk untuk Cabang Cawang tomang cengkareng sebesar Rp 780 juta yang di berikan kepada para mitra binaan nya, dalam sambutannya Drs Sungadi kepala bagian pembinaan dari Kantor pusat yang mewakili Drs. Washoki berpesan agar para mitra dapat menjalankan usahanya dengan baik supaya

angsuran yang di tanggung para mitra binaan dapat berjalan dengan baik dan lancar seperti yang kita harapkan bersama adapun pengarahan dari kepala bagian SDM dan Umum yang sekaligus bertanggung jawab terhadap PKBL cabang Cawang-TomangCengkareng Diah Titik Winarni, SH menyampaikan agar para mitra binaan dapat membuat laporan bulanan supaya dapat mengontrol kelancaran usaha yang di rintis, serta melaksanakan pembayaran angsuran sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perjanjian. Dalam perjanjian dan penandatanganan kerja itu Bp. Sutrisno salah seorang mitra binaan telah mendapat pinjaman yang ke empat kalinya, menyampaikan kesannya, bahwa usaha hingga saat ini maju berkat pinjaman dari PKBL dari Jasa Marga, semula usaha warnet beliau adalah satu unit dan kini berkembang menjadi 4 unit.

Memajukan Karyawan Dengan In House Training Hal itu diutarakan Dyah Titik Winarni, SH Kepala Bagian SDM & Umum cabang CTC saat membuka In House Training Pengenalan Internet, ini dilakukan seiring dengan Online Sistem Gaji. “Karena ternyata masih banyak teman-teman kita yang belum tahu bagaimana menggunakan komputer untuk berinternet” Sambungnya lagi Selain itu turut mendamping beliau adalah Nurnaningsih atau yang akrab dipanggil Keke, Kepala Sub Bagian SDM, “berharap teman-teman yang berkesempatan mengikuti In House Training kali ini dapat mengajarkan lagi kepada teman-teman yang lain, karena tidak semua karyawan yang mendapatkan kesempatan mengikuti In House Training ini, semua itu berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia.” Tegas Keke Namun demikian Kepala Bagian SDM & Umum dan Kepala Sub Bagian SDM sudah memprogramkan

beberapa In House Training, baik yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas ataupun yang lain yang jelas semua itu untuk kemajuan karyawan sendiri maupun perusahaan. [kis]


Profil

Rita Agustina Silalahi

Semakin Dekat Dengan Tuhan Mengawali karirnya di Jasa Marga pada ruas Semanggi - Bekasi tahun 1987. Dua tahun Rita menjalani tugasnya sebagai pengumpul tol dengan segala suka dan duka yang tak pernah ia lupakan. Belukar Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau sumatera menjadi saksi kelahiran Anak Batak asli Pematang Siantar tepatnya 29 Agustus empat puluh dua tahun yang silam. Kaka panggilan akrabnya mempunyai kisah tersendiri, yang selalu menyelimuti perjalanan hidupnya. “Tahun 2008 merupakan tahun penuh ujian, cobaan dan perjuangan buat saya,” jelas Rita mengenang vonis dokter RSPAD yang

menjelaskan keadaan yang dialaminya. Kanker Payudara sebelah kanan dengan Stadium 2 B, dengan kondisi ganas begitulah kira-kira uraian dokter satu setengah tahun yang lalu. “Bagai disambar petir di siang yang terik, jiwa inipun melayang mendengar vonis sang Dokter,” kenangnya dengan mata yang berkaca-kaca. “ Wajar saja saya kaget dan bingung, saat mengetahui sakit yang saya alami,” ujar Kaka. Padahal sehariharinya dia tidak merasakan apa-apa. Dengan semangat dan dukungan orang-orang terkasih, terutama suami tercinta yang telah Bersambung ke hal. 12


Sosialisasi SMK3 oleh H. Zainal Arifin selaku Penanggung Jawab SMK3 CTC, di kantor cabang April 2009

Pelatihan Pengenalan Internet dan Aplikasi lembur di ruang rapat kantor cabang Mei 2009

Penyegaran Petugas Kepala Shift Pengumpul Tol Ruang rapat lantai 3 kantor cabang, Mei 2009

Penandatanganan Pemberian bantuan dari unit PKBL ruang rapat lantai 3 kantor cabang, Mei 2009

Pelepasan karyawan yang pindah tugas ke cabang Semarang dan Suramadu, Mei 2009

Penanaman Pohon Bersama Jasa Marga dengan Bank BNI 46 di Ruas Tol Sedyatmo, Mei 2009


Temu wicara jajaran managemen cabang CTC dengan karyawan April 2009 di gerbang tol Cililitan

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 21 April 2009 di gerbang tol Halim

Lomba mancing karyawan Cawang-Tomang-Cengkareng 6 Juni 2009 di Jl. Raya Hankam Ujung Aspal

Pemberian santunan bagi anak yatim 4 Mei 2009 di gerbang tol wilayah timur

CMC dalam aniversary-2 JMCC 13 Juni 2009 di Kawah Putih Ciwidey

320 Cycling Club berwisata olahraga 13 Juni 2009 di Pantai Carita, Anyer


Profil mendampingi lebih dari 20 tahun serta anak-anak Sabrina, Melisa, Novalita, dan Kesia yang selalu mendoakan siang malam untuk mamanya tersayang. “Mamah jangan pernah putus asa, Tuhan sayang kepada kita, dan dengan izin Tuhan pula berkat dan anugerah ini dititipkan kepada kita,” begitulah sebaris doa yang terucap dari keempat putri saya.” tambah Rita dengan air mata yang sudah tak terbendung. Dengan jabatan saat ini Tata Usaha Gerbang Tol Cililitan yang sudah 20 tahun dijalani di beberapa Gerbang Tol, antara lain Tebet, Cililitan, Halim dan kembali ke pangkuan Cililitan. Sekarang Rita sudah dalam kondisi sehat walafiat, namun masih terngiang bayangan proses penyembuhan yang ia lewati dengan kondisi yang terbaring pasrah kepada yang kuasa. Proses demi proses penyembuhan ia jalani dengan optimis,mulai dari operasi hingga kemotrapi yang berefek pada rontoknya rambut, suhu tubuh meningkat dan turunnya berat badan sampai belasan kilo gram. “Ku yakinkan diri, bahwa Tuhan memberikan yang terbaik untuk hambanya, dan dengan pertolongan Nya lah yang selalu kuandalkan sehingga aku sehat kembali sedia kala,” ujarnya seraya menguatkan doa dan harapan hidupnya. Cerita demi cerita di Gerbang Tol Cililitan ia kemas dalam ingatan, ia tumpahkan disela-sela senda gurau dengan rekan-rekan, namun ada tercipta kisah yang mengejutkan 4 tahun yang lalu, saat ia bertugas melaporkan penghitungan setoran Hasil Pendapatan Tol ( HPT ), entah ada angin apa hari itu, ketika uang yang disetorkannnya kurang 5 Juta rupiah. Ia jelaskan pada KSPT, Kabangtol, Ka Bag PT, sampai ke Ka Bag keuangan. Namun hasilnya koperasi jualah yang menjadi sandaran prahara dengan sepuluh bulan pengembalian.

Selain cerita diatas, ada cerita lain yang selalu ia ingat disela-sela mandeknya karir seorang TU Gerbang, tahun 1995 ia mendapatkan penghargaan berupa cincin seberat 5 gram dari manajemen cabang saat ia menemukan Karcis Langganan Tol ( KLT ) palsu dengan nomor urut tertentu, dan setelah dilacak milik pengemudi dari perusahaan semen ternama di tanah air.”Saya melihat, meraba, dan menerawang KLT tersebut dengan ragu, langsung saya kabari KSPT untuk ditindaklanjuti,” jelas Rita Ibu dari empat putri hasil dari pernikahan dengan Sabam Sitohan yang lebih 25 tahun mengabdi di Badan Kepagawaian Negara, yang berkantor di daerah Cililitan. “Saya paling hobi masak dan masakan favoritnya Mie Goreng Gg Iklas,”tambah Rita sambil ngemil snack Sejak kejadian yang ia derita tahun lalu, semakin dekat pula hubungannya dengan Tuhan. Siang malam ia panjatkan, senang susah ia haturkan, ia ajak seluruh anggota keluarga untuk aktif di Gereja ABBALOV daerah Penas . “ Jadwal tetap kami setiap Sabtu sore dan Minggu pagi,” tambahnya dengan berseri Terima kasih ia ucapkan kepada manajemen yang telah memberikan support kepadanya, telah besuk,sudah menanggung seluruh biaya selama berobat,termasuk kepada Pa' Bambang Adi Purwa kantor pusat yang setiap hari melayangkan SMS berisi firman Tuhan saat dirawat. “Olahraga, pola hidup teratur,makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, Jus 4 rasa dan jauhi deh yang instant-instan, fast food, goreng-gorengan,”pesannya saat menutup wawancara untuk melanjutkan pekerjaannya.( Ucup)


Jasmapala

Mencapai Puncak Semeru

P

endakian gunung semeru merupakan program pendakian rutin tahunan dari Pengurus Pusat Jasmapala. Sejak awal tahun 2009 jajaran pengurus pusat dan dibantu teman-teman dari pengurus cabang telah mengadakan persiapan untuk acara tersebut. Pendakian gunung Semeru awalnya direncanakan pada bulan Agustus sekaligus untuk memperingati HUT RI namun pelaksanaannya dimajukan pada bulan Juli 2009. Hal tersebut dikarenakan PC JMPA Surgem mempunyai program pendakian massal gunung Semeru di bulan juli yang dimaksudkan untuk memperingati HUT PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Cabang Surgem. Mereka mengundang PP JMPA dan PC JMPA seluruh Jasa Marga. PP JMPA dengan mengantongi ijin dari Pembina JMPA dan Bapor Jasa Marga memutuskan pendakian dimajukan bulan Juli dengan alas an selain bulan Agustus berdekatan dengan Bulan Ramadhan juga untuk ikut merayakan HUT PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Cabang Surgem. Pendakian ke Semeru diikuti oleh PC Belmera 2 orang, PC Ktr Pusat 4 orang, PC Jagorawi 5 orang, PC CTC 4 orang, PC Japek 4 orang, PC Janger 4 orang, PC Palikanci 2 orang, PC Purbaleuinya 3 orang, PP JMPA 7 orang,simpatisan 2 orang, PC Surgem sebagai panitia , sebagai Ketua Tim pendakian Roni Rojani. Hari Kamis Tgl 23 Juli sejak pukul 10 pagi Tim JMPA yang terdiri dari PC Belmera,PC Janger,PC CTC, PC Japek, PC Jagorawi, PC Ktr Pusat sudah berkumpul di Sekretariat JMPA untuk koordinasi akhir persiapan keberangkatan dan pendakian. Pkl 11.00 seluruh tim

mengadakan upacara kecil dan doa bersama sebelum berangkat. Pkl 11.30 seluruh Tim berangkat ke stasiun Senen dengan menggunakan truck ž Jasa Marga cabang Jagorawi yang dikemudikan Pak Onda. Pkl 14.00 Seluruh Tim berangkat dari setasiun Senen dengan menggunakan kereta api Matarmaja menuju Kota Malang. Rekanrekan PC Palikanci menunggu di setasiun Cirebon,rekan-rekan PC Purbaleunyi berjalan terpisah langsung menuju Malang, satu orang simpatisan Cak Bonsai ( nama julukan dan asli Surabaya ) sudah menunggu di Malang. Tgl 24 Pkl 09.30 Tim tiba Di setasiun kota baru Malang, tim disambut oleh rekan-rekan PC Surgem yang juga sudah siap dengan kendaraan truck TNI yang akan mengangkut tim menuju kediaman pak Tumari ( sesepuh Desa Ranu Pani yang merupakan desa terakhir sebelum memulai pendakian). Di kediaman Pak Tumari Tim berganti kendaraan truck engkel ž (sebanyak 2 truck) untuk menuju Desa Rani Pani yang berkisar 2 ½ jam perjalanan. Pkl 12.00 Iring-iringan rombongan berhenti sejenak untuk Sholat Jumat di mesjid yang dilewati. Sekitar pkl 15.15 Seluruh Rombongan tiba di Ranu Pani,seluruh Tim istirahat sekaligus makan yang sudah disediakan oleh panitia serta mengecek kembali perbekalan yang harus di bawa dan yang harus tidak dibawa. Sebab sesuai jadwal acara yang telah dibuat oleh panitia pada pkl 17.00 tgl 24 acara pendakian dimulai.(bersambung)


Info IT

Windows Versus Linux Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows. Artikel ini membahas perbedaan antara Windows dan Linux, masing-masing tentunya memiliki nilai plus minus, silakan dibandingkan sendiri. User Interface Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan. Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox. Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE. Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.

yang dipanjangkan menjadi VIrus, Spyware, Trojan dan Adware. Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar. Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV. Spyware Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing. Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya. Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan preinstal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.

Sekuriti dan Virus Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Instalasi dan Kelengkapan Program Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.

Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista,

Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan dengan banyak program didalamnya (bersambung).


Tip’s

Kualitas Sperma Pengumpul Tol Gerbang tol merupakan tempat aktifitas yang memiliki resiko kerja tinggi yang disebabkan oleh asap kendaraan. Polutan yang mengandung partikel berbahaya seperti Timbal ini setiap hari 'dikonsumsi' oleh teman-teman yang hampir dipastikan bekerja TANPA PELINDUNG terutama Pengumpul Tol. Sperma Pria Pekerja di Gerbang Tol Kurang Berkualitas Dr Michele De Rosa dan kolega dari University of Naples melakukan penelitian terhadap sperma 85 pria yang bekerja di di gerbang tol dan dibandingkan dengan 85 pria usia sepadan yang tinggal di daerah sama tetapi tidak terkena polusi gas buang kendaraan bermotor. Pekerja yang berada di gerbang tol tersebut rata-rata mereka lebih banyak terkena asap pembuangan kendaraan selama enam jam perhari. Hasil penelitian menyebutkan kualitas sperma pekerja gerbang tol lebih rendah dan kurang mampu membuahi sel telur wanita. Mengganggu Kerja Otak Pada lain penelitian seorang pakar kesehatan FKM UI yaitu I Made Djaja, MD, MPH, MSc, Ph.D, mengatakan, timbal yang bersemayam dalam darah akan mengganggu albumin, yaitu enzim yang berfungsi sebagai pengangkut berbagai zat berguna. Akibatnya, seluruh fungsi organ tubuh bisa terganggu. Salah satu yang berbahaya adalah mengganggu kerja otak. Timbal juga bisa berikatan dengan enzim-enzim yang terdapat sistem saraf di otak. Sehingga akan timbul reaksi berupa kesemutan, gemetar, dan gangguan keseimbangan. Bahkan kalau lebih parah lagi, bisa menurunkan intelegensi. "Tidak langsung dampaknya. Tapi lambat laun. Anak yang lambat kerja otaknya, lambat perkembangan tubuhnya, di antaranya disebabkan timbal ini," tegas Made Djaja. Dikatakan Made, keracunan timbal akut bisa menimbulkan reaksi spontan pada tubuh. Keadaan ini hanya bisa karena kecelakaan. Misalnya terminum pestisida yang mengandung banyak timbal, atau menghirup fume, asap industri dan kendaraan dengan frekuensi berlebihan, karena seseorang terlalu lama berada di dekat lokasi bertimbal tinggi, hingga berakumulasi dalam tubuh. Prosesnya bisa berlangsung bertahun-tahun tergantung kadar timbal dan tingkat keseringan orang terpajan timbal. Tingkat kecepatan timbal untuk bisa mengganggu kesehatan tergantung pada dua hal yaitu, dosis yang masuk ke dalam tubuh dan darah, proses pengeluaran timbal oleh tubuh. Makin cepat timbal keluar, maka semakin lamban tubuh terganggu oleh timbal. Juga lamanya seseorang berada di lokasi yang memiliki kadar polutan timbal tinggi. Di Jakarta menurut Made, timbal berbentuk partikel-lah

yang paling tinggi kadarnya di udara. Karena pencemaran udara ibukota kebanyakan berasal dari asap kendaraan umum, terdapat di lokasi-lokasi seperti Terminal, SPBU, Pintu Tol, dsb. Ditambah lagi di daerah pabrik, terutama di pabrik keramik, tempat pengelasan, dan percetakan. Berikut ini adalah efek dari timbal menurut I Made Djaja, MD, MPH, MSc, Ph.D, Gangguan saraf yang ditunjukkan dengan reaksi, kesemutan, dan gemetar. Karena timbal yang masuk ke dalam tubuh manusia bercampur dengan enzim pembentuk sel darah merah. Enzim dan darah berfungsi menjalankan metabolisme organ dalam tubuh. Antara lain mengantarkan zat makanan dan oksigen yang diangkut oleh darah. Jika jumlah timbal yang berikatan dengan darah terlalu tinggi, maka darah tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Selanjutnya, metabolisme tubuh terganggu, karena alat pengangkut zat-zat yang dibutuhkan organ tubuh lainnya tidak terhambat. Gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah. Gangguan sistem pembentukan darah berupa anemia atau kurang darah. Akibatnya, pertumbuhan terganggu, kemampuan pendengaran menurun, dsb. Gangguan kecerdasan, dengan reaksi sering lupa dan prestasi menurun. Ketika masih anak-anak, efek timbal terhadap kecerdasan belum terlihat jelas. Tetapi ketika memasuki usia sekolah menengah, anak menjadi sulit menangkap pelajaran, sering lupa, dsb. Karena timbal dibawa oleh darah, maka wanita hamil dan janin pun bisa tercemar. Kadar timbal dibawa oksigen bersama-sama dengan nutrisi ke janin. Dengan begitu, secara otomatis asupan timbal ke dalam janin juga tinggi. Jika kondisi ini berlangsung terus menerus maka janin tidak berkembang, bahkan bisa meninggal dalam kandungan. Pada ibu menyusui, timbal tidak akan masuk ke dalam tubuh bayi yang melalui air susu. Karena susu ibu mengandung kalsium dan antibodi yang cukup tinggi, sehingga bayi tidak tercemar timbal, meskipun kadar timbal darah pada ibu menyusui sudah melewati ambang batas. Menurut Made solusinya adalah menghindari tempat yang berpolusi tinggi tersebut atau membatasi tempat aktifitas dari asap kendaraan. Beberapa penelitian lainnya mengatakan bahwa dalam frekwensi 15 tahun orang yang menghirup udara yang terkena polusi asap kendaraan secara rutin akan terjadi kemunduran fungsi otak, sedangkan dalan kurun 30 tahun akan dapat terjadi kelumpuhan otak. ( dari : berbagai sumber )


Pemilu dan Kedewasaan Rakyat Dari Tulisan : Mustofa Bisri

Sebelum pilpres, mengikuti perkembangan pilpres di Iran, banyak di antara kita yang ketir-ketir. Apalagi dinamika kampanye para kandidat dan tim-tim sukses mereka begitu luar biasa. 'Kampanye putih', 'kampanye abu –abu', hingga 'kampanye hitam' keluar semua dari sana-sini. Namun, alhamduliLlah, pilpres kita kemarin berlangsung aman dan lancar. Rakyat yang berdatangan ke TPS-TPS terlihat begitu santai dan guyub. Setelah nyontreng, mereka melanjutkan kegiatan masing-masing seperti biasa. Lalu mereka secara sendiri-sendiri atau beramai-ramai nonton hasil pencontrengan mereka di quick count. Bahkan banyak yang nonton bareng sesama penyontreng yang berbeda pilihan. Mereka tertawa-tawa, kadang-kadang saling ledek laiknya sesaudara. Lihatlah, betapa dewasanya mereka. Kalau harus ada yang diacungi jempol dalam pesta demokrasi ini, tidak diragukan lagi yang pertama-tama berhak kita acungi jempol adalah mereka, rakyat Indonesia.

mereka akan 'ijtihad' sendiri. Bahkan tidak sedikit yang sengaja seperti 'melawan' terhadap ketidaksesuaian ajaran panutan mereka dengan perilakunya, lalu memilih asal bukan pilihan panutannya itu. Maka terbukti; baik dalam pilkada, pileg, maupun pilpres; kebanyakan calon yang didukung para kiai --apalagi yang membawa institusi – selalu kalah. Di ranah ini, dalam hal pengumpulan suara, para kiai seperti tidak mempunyai pengaruh apa-apa. JK bukan orang pertama yang terkejut dengan hasil yang begitu jomplang antara perkiraan sebelum pemilu dan hasil sesudahnya. Sebelumnya sudah ada yang terkejut seperti itu, termasuk para cagub dan c a b u p .

.

Demikianlah; apabila rakyat dan umat telah benar-benar

Rakyat Indonesia rupanya benar-benar belajar dan menyerap

belajar dan mengamalkan 'ilmu titen', rupanya tidak demikian

pelajaran dengan baik. Dengan berkali-kali pemilu dan

dengan kebanyakan para tokoh pemimpin mereka. Para kiai

pilkada, mereka semakin terbiasa dengan pengamalan

yang ikut sibuk ngurusi politik praktis, ternyata tidak kunjung

demokrasi. Sudah dua kali pilpres, mereka menunjukkan

pandai dalam hal satu ini. (Rupanya sulit benar mereka

kedewasaan mereka. Bahkan dibandingkan dengan para

memahami “khidaa'” dalam “alharb”) . Meki sudah sering

pemimpin dan tokoh politik di atas yang sok demokratis,

berhubungan dengan umara dan politisi, tetap saja mereka

kelihatannya

tidak kunjung mengenal tipologi umara. Demikian pula

mereka

lebih

dewasa.

sebaliknya, banyak umara dan politisi yang tidak kunjung Dalam pilpres kali yang menarik mereka bicarakan adalah dua

mengenal

tipologi

kiai

dan

peta

pengaruhnya.

calon 'incumbent': SBY dan JK. Dari sejak mencalonkan diri hingga menjelang penyontrengan, JK tak henti-hentinya

Ya, rakyat Indonesialah yang cepat belajar dan karenanya

diberitakan berkibar dimana-mana. Tokoh-tokoh pengusaha,

tampak kian dewasa dan arif di hadapan demokrasi. Semoga

inteletual, dan kiai –bahkan ada yang secara kelembagaan--

para pemimpinnya segera belajar dari kedewasaan dan

beramai-ramai mendukung dan ikut mengampanyekannya.

kearifan rakyat mereka. Mudah-mudahan yang menang tetap

Tapi mengapa perolehannya –menurut quick count-- cuma

rendah hati dan berpikir: kemenangan adalah amanah dan

sekian? Tentu tidak lucu jika kita menyalahkan quick count.

bukan anugerah; selalu mengingat janji-janjinya pada saat kampanye. Sementara yang kalah tetap berjiwa besar laiknya

Dalam hal ini, umat rupanya juga benar-benar belajar dan

pemimpin bangsa sejati dan berpikir: kekalahan adalah

menyerap pelajaran terutama dari para pemimpin mereka itu

anugerah dan bukan musibah; mengabdi Indonesia tidak

sendiri. Selama ini mereka diajari untuk menyintai ilmu

harus

menjadi

p re s i d e n

atau

wa k i l

p re s i d e n .

agama dan amal; konsentrasi ke urusan akherat ; tidak

Dan akhirnya Indonesia dan rakyat Indonesia akan memetik

menggandrungi dunia, pangkat, dan kekuasaan; tidak

manfaatnya. Semoga.

membawa-bawa NU atau pesantren ke ranah politik praktis. Di lain pihakmereka juga mengamati sepak terjang para kiai panutan mereka itu. Nah, mereka pun kemudian mendapat 'ilmu'dan berpikir positif: sepanjang berkaitan dengan ilmu agama, amal, dan urusan akherat ; mereka akan ikut dan sam'an watha'atan kepada para kiai panutan mereka itu. Tapi kalau soal dunia, pangkat ,kekuasaan, dan politik praktis;


Serial Dali

Kredibel dan Kapabel Sore itu Dali dan Leha lagi kongkow di dipan tepat depan rumah, dan lagi-lagi menu utamanya singkong lagi-singkong lagi. “Tapi ngga apa-apa deh dari pada ngga ada,”ujar Dali sambil menikmati roti sumbu plusplus teh manis yang baru di angkat. “ Bang, teh manisnye nih mumpung masih anget,jangan kelamaan ntar adem, ada apa bang roman-romannye lagi kusut? Jangan bengong,ntar kalo diem terus lama-lama kaya' LIMBAD THE MASTER “tanya Leha perihal keadaan Dali yang beberapa hari ini kusut,suntuk banget. “Begini nih Leha, abang ama teman-teman di Lapangan dan Cabang lagi mikirin yang ditunggutunggu, yang dinanti-nantikan, yang dirindu-rindukan hingga saat ini belum keluar.Katanya ada, ternyata ngga, katanya bulan depan ternyata belum, lagi – lagi tunggu bulan depan dan bulan depan. Dengan keadaan yang makin ngga karu-karuan itu, maka dampaknya sampai ke lembur yang jadi impian, jadi andelan, jadi side job yang mau ngga mau kudu diturutin, kudu dijalanin, kalo ngga dari mana lagi untuk nutupin kembang kempisnye dan senin kemisnye rumah tangga, tapi alhamdulillah rumah tangga stabil dan terkondisi, teruji, survive di belantara dunia yang semakin kompetisi. “ Udah bang sabar, jangan ngoyo, jangan maksain diri, tar kalo udah rejeki ngga bakal kemana-mana” jawab Leha sambil menenangkan suasana yang sempat galau. Abang kan cuman jalanin perintah, kalo di suruh lembur, siap aja, menuhi PWOG, walaupun badan ngerentek-tek-tek, jangankan 5 kali, 10 kali siap lanjutkan”ujar Dali walaupun sakitpun dilakonin.”Bang, ntar kalo abang yang sakit Leha juga yang repot, tar abang minta kerokin lagi”tambah Leha sambil nambahin singkong yang tadi udah adem. Tapi biar gimanapun manajemen kudu perhatian lebih lagi ama teman-teman jangan keenakkan duduk, ngobrol, Face Bookan, jalan jalan ke PGC, dll. “gumam Dali perihal kekecewaan Dali terhadap sebagian kebijakan manajemen yang masih belum maksimal khususnya teman-teman di lapangan.”tambah Dali kritik kebijakan Manajemen yang belum manusiawi

sambil meniru kiasan salah seorang senior Leader di kantor. Bang, yang mana yang belum manusiawi, mana yang udah manusiawi, dan mana yang sama sekali tidak manusiawi ?”tanya Leha menindaklanjuti statement Dali yang berhubungan dengan manusiawi atau tidak. Leha, sebenarnya aturan mainnya jelas, gamblang,tapi sayang implementasi di lapangan belum sepenuhnya berjalan baik. Alat Pelindung Diri ( ADP ) sudah dibagikan, sudah disosialisasikan,sudah instruksikan,sudah dihimbau, namun belum optimal dilapangan . SMK 3 bukan hanya simbolisasi atau asesoris kelengkapan kerja, tapi ini demi kesehatan,demi keselamatan kita bersama sambil mengikuti bahasa manajer representatif Alat Pelindung Diri ( ADP ), demi kesejahteraan, demi keselamatan, demi perusahaan kita yang semakin lama semakin modern,sekaligus menekan angka kecelakaan kerja yang terus bertambah beberapa waktu lalu “tambah Dali layaknya Manajemen Resiko. Crita punya crita diskusi tentang ADP dan kick off nya sampai di ujung episode, dan saatnya beralih ke Tour De Rabel. Bang, ngomong-ngomong jadi kan bulan ini kita ke Rawa Belong ?” tanya Leha perihal rencana keberangkatan Tour De Rabel ( Rawa Belong ). Insya Allah besok abis Shift l, sekalian kita USG,sebelumnya kite mampir ke Cang Rohim di Situ Babakan, udah lama kite ngga' mampir, dikit lagi kan bulan puasa, kita silaturahmi.” Ajak Dali ke Cang Rohim, saudara sepupu enya'nya Dali. Ngga lama kemudian. Seorang anak kecil berkerudung mengucap salam dan mencium tangan kedua orang tuanya yang tiba-tiba suasana cair sebelumnya terlibat obrolan serius, dari anak tersebut jadi senyum bareng lagi, sekaligus membahas pelajaran tadi di Sekolah apa aja, ada PR, sampai dengan ulangan dll. Ucup


edisi ayah dan anak

tanpa kata-kata namun sejuta makna


Edisi : 08 Tahun 2009

Cabang CTC terus berdandan dalam persiapan menjadi perusahaan modern, tentu saja tidak hanya berdandan secara fisik Soft Design


Media Medali  

Media Internal cabang Cawang-Tomang-Cengkareng

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you