Issuu on Google+

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN GEOLOGI JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122 JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV.49 JAKARTA 12950 Telepon: 022-7212834, 5228424 021-5228371 Faksimile: 022-7216444, 021-5228372 E-mail: geologi@bgl.esdm.go.id

Nomor Sifat Lampiran Hal

: 2429/45/BGL.V/2010 2 Desember 2010 : Segera :: Laporan Aktivitas G. Merapi 1 Desember 2010 pukul 00:00-24:00 WIB

Yang terhormat, 1. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta 3. Gubernur Jawa Tengah 4. Bupati Sleman 5. Bupati Magelang 6. Bupati Klaten 7. Bupati Boyolali Bersama ini disampaikan laporan aktivitas G. Merapi tanggal 1 Desember 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 24:00 WIB.

I.

Hasil Pemantauan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-24:00 WIB erupsi masih berlangsung meski dengan intensitas yang menurun. Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara instrumental dan visual. 1. Kegempaan Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:

Jenis Gempa

29 Nov 2010 30 Nov 2010 1 Des 2010 00:00-24:00 WIB 00:00-24:00 WIB 00:00-24:00 WIB Vulkanik MP 44 17 28 LF Tremor Guguran 19 22 22 AP (Awanpanas) Tektonik 3 2 Tele 2 2 4


2. Visual Pukul 00:00-08:40 WIB cuaca cerah. Asap solfatara teramati dari semua pos berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dengan tinggi maksimum 450 m bertekanan lemah condong ke Utara, Timur Laut hingga Timur. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi pada pukul 10:45-12:00 WIB. CCTV Deles, merekam sinar api pada pukul 01:00 WIB. Kabut terekam sejak pagi hingga siang hari. Dari CCTV Museum dan Deles asap berwarna putih tebal bertekanan lemah terekam dengan tinggi 500 m ke arah vertikal pada sore hari. II.

Awas Lahar

Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu. Kecuali K. Gendol. Aliran lahar teramati di K. Boyong tepatnya di Jembatan Ngentak. Di K. Juweh, lahar menyebabkan jembatan lama yang menghubungkan Desa Klakah dengan Jrakah terputus dan Dusun Bangunsari dengan Jrakah rusak, namun masih bisa dilewati. Di K. London, lahar merusak jembatan yang menghubungkan Dusun Sepi dengan Dusun Bakalan. Di K. Pabelan, ketinggian air mencapai jembatan beli sehingga jalan menuju Pabelan ditutup sementara. III.

Kesimpulan

Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G. Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar. Terhitung tanggal 19 November 2010 pukul 12:00 WIB, wilayah yang aman bagi para pengungsi adalah sebagai berikut: Kab. Sleman: sebelah Timur K. Boyong di luar 15 km, sebelah Barat K. Boyong di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Magelang di luar 10 km dari puncak G. Merapi. Kab. Boyolali di luar 5 km dari puncak G. Merapi. Kab Klaten di luar 10 km dari puncak G. Merapi. IV.

Rekomendasi

Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut: 1. Tidak ada aktivitas penduduk di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu. 2. Ancaman bahaya erupsi G. Merapi untuk masing-masing wilayah kabupaten sebagai berikut: No.

Kabupaten

Ancaman Bahaya Erupsi G. Merapi dalam radius dari puncak (km)

1 2 3

Sleman Sebelah Barat K. Boyong Sebelah Timur K. Boyong Magelang Boyolali

10 15 10 5


4

Klaten

10

Ancaman bahaya lahar adalah wilayah yang berada pada jarak 300 m dari bibir semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat hingga Barat Laut meliputi, K. Woro (Kab. Klaten), K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong (Kab. Sleman), K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising (Kab. Magelang), dan K. Apu (Kab. Boyolali). 3. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G. Merapi. 4. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. 5. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 6. Pemerintah daerah diharapkan melakukan diseminasi tentang aktivitas terikini G. Merapi yang disampkaikan dalam laporan ini. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Tembusan: 1. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral 2. Kepala Badan Geologi 3. Sekretaris Badan Geologi 4. Direktur Manajemen Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, KEMENDAGRI 5. Deputi I Menko Kesra Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial 6. Biro Hukum dan Humas, KESDM 7. Mabes TNI 8. Pusat Data dan Informasi, KESDM 9. Kepala Pusat Krisis, Kementerian Kesehatan 10. Badan Kesbanglinmas, Provinsi DIY 11. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Provinsi Jawa Tengah


Laporan Aktivitas Gunung Merapi 1 Desember 2010 Pukul 00:00-24:00