Issuu on Google+

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

7

Maros Target 10 Besar Pemegang Saham Bank Sulselbar

Kesatuan 30 Hari Gerak PKK Maros Meriah

BUPATI: Patuhi Sistem Figur Belakangan

BERANDA REDAK SI MAROS BAIK

UN 2013 EDISI V TAH

S

BUPATI

Benahi Sistem Keuangan Maros 7

S PEMKAB MARO Tambah Modal r di Bank Sulselba

ak

i Kesatuan Ger

iah 30 Har PKK Maros Mer

* DITERBITKAN OLEH: Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Maros * PEMBINA: Bupati Maros Ir HM Hatta Rahman MM, * PENASEHAT: Wakil Bupati Maros Drs H A Harmil Mattotorang, Sekretaris Daerah Ir H Baharuddin MM * PENGARAH: Asisten I Bidang Pemerintahan: Drs. Muh Alwi, M.Si * PENGANGGUNGJAWAB: Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Maros: Drs Kamaluddin Nur * KETUA PENYUNTING: Kasubag Pemberitaan & Pers: Rachmat Rasul S, STP, MSi * REPORTER: Alfi Syariana, Ilham Halimsyah, Johansyah * FOTOGRAFER: Ilham Halimsyah * ALAMAT REDAKSI: Bagian Humas Pemkab Maros, Jl Jenderal Sudirman Kabupaten Maros * e-mail: maros.baik@gmail.com * website: maroskab.go.id

2

TETAP WDP

YUKUR kami panjatkan kepada Allah SWT, akhirnya majalah Maros Baik edisi V-2013 ini bisa kembali menjumpai pembaca. Ada banyak hal yang menjadi tema liputan kami kali ini, antara lain upaya pemkab meraih Piala Adipura dan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK. Sebenarnya Bupati Maros HM Hatta Rahman tidak mengejar Piala Adipura. Bupati hanya ingin masyarakat Maros membiasakan diri hidup bersih. Piala hanyalah bonus dari hidup bersih tersebut. Di halaman lain kami mengangkat upaya pemkab dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Maros tahun 2012. Kita semua berharap LKPD ini meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) meski pada akhirnya tetap meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP). Di halaman lainnya kami menyajikan laporan pembangunan di Maros. Tahun ini pemkab menargetkan membanguan 100 km jalan, merampungkan ruang pola, merampungkan hotel di kawasan wisata Bantimurung, dan membangun sejumlah gedung perkantoran. Gedung-gedung itu akan diresmikan pada hari lahir ke-54 Kabupaten Maros Juli nanti. Selain membangun, pemkab juga menabung sambil menyelesaikan

DAFTAR ISI

utang pada pihak ketiga. Tahun ini pemkab akan menambah modal di Bank Sulsel sebesar Rp 12 miliar. Ini dilakukan agar Maros menjadi 10 besar pemilik saham di bank tersebut. Penyertaan modal yang dilakukan Pemkab Maros cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2010 investasi di Bank Sulselbar hanya sebesar Rp 350 juta, lalu naik menjadi Rp 744 juta pada 2011, dan naik menjadi Rp 3 miliar pada tahun 2012. Tahun ini menjadi Rp 12 miliar. Beban utang pada pihak ketiga juga akan dibayar lunas tahun ini. Setelah dihitung ulang jumlah utang tersebut sisa Rp 22 miliar. Ini membuktikan keuangan Maros sudah membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami sangat sadar majalah yang sangat sederhana ini tidak bisa memuaskan semua pihak karena terbatasnya halaman. Saran dan masukan pembaca sangat kami butuhkan untuk perbaikan majalah ini. Kabag Humas Pemkab Maros Drs Kamaluddin Nur

5

9

Terkendala Asset

Untuk Adipura, Bupati Pimpin Kerja Bakti

20

25

Tahun Ini Hotel di Bantimurung Rampung

Renovasi Pasar Tramo Rp 10 M

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LAPORAN UTAMA

Kepala Perwakilan BPK Sul­sel Cornell Syarief bersama Bupati Maros HM Hatta Rahman usai menerima hasil LKPD Maros tahun 2012 di Kantor BPK Sulsel. Maros kembali meraih opini WDP.

BUPATI: Patuhi Sistem Figur Belakangan

P

EMKAB Maros kembali meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Maros tahun 2012. Opini WDP ini juga diraih Maros pada LKPD 2011 lalu. Sebelumnya BPK enam tahun tidak menyatakan pendapat (disclaimer) atas LKPD Maros. Opini WDP ini dikemukakan Kepala Perwakilan BPK Sulsel Cornell Syarief di depan Bupati Maros HM Hatta Rahman, Ketua DPRD Maros Hj A. Ermawati, Wakil Bupati HA Harmil Mattotorang, Sekda Baharuddin MM, dan sejumlah kepala SKPD, di Kantor BPK Sulsel, pertengahan April lalu. Hadir juga pejabat Kabupaten Sidrap karena pengumuman hasil pemeriksaan LKPD-nya bersamaan dengan Kabupaten Maros. Sidrap juga

MAROS BAIK

meraih opini WDP selama 12 tahun berturut-turut. Bupati mengakui LKPD Maros masih dipenuhi kekurangan sehingga tak bisa meraih WTP. Untuk itu bupati akan membenahi sistem keuangan Maros dan akan menjadi pedoman bagi SKPD dalam bekerja. “Kami akan membenahi sistem keuangan kita dan akan menjadi pedoman bagi SKPD dalam bekerja. Jika pimpinan SKPD berganti, program tetap jalan karena sudah ada sistem yang mengatur,” katanya. Menurutnya, saat ini staf dan pejabat di Maros masih bekerja dengan terpaku pada figur pimpinan bukan karena ingin memperbaiki kekurangan. “Di dalam bekerja jangan terpaku pada figur. Tapi bekerjalah sesuai dengan sistem dan schedule (jadwal) yang telah ditetapkan

EDISI V TAHUN 2013

sehingga laporan tersebut dapat selesai tepat waktu,” katanya. Bupati akan memperbaiki sistem laporan keuangan Maros dengan cara bertahap. Saat ini misalnya setiap SKPD diminta membuat laporan dalam dua bulan sekali. Ini dilakukan agar SKPD dan bagian keuangan tidak terbebani dengan pembuatan laporan di akhir tahun karena datanya sudah tersedia sejak lama. Meski demikian, tetap saja ada beberapa SKPD yang tidak mematuhi jadwal pembuatan laporan keuangan sehingga Maros kembali meraih opini WDP. Menurut Cornell, Maros masih terkendala pada pelaporan asset sehingga belum bisa meraih WTP. Asset tetap yang disajikan adalah nilai asset yang berdasarkan hasil inventarisasi

3

LAPORAN UTAMA dan revaluasi ditambah realisasi belanja modal tahun 2012. Selain itu, masih ada tujuh SKPD yang pencatatan dan mutasi persediaan belum diadministrasikan dengan ba­ ik sehingga tidak dapat dilakukan penghitungan mundur untuk meyakini saldo persediaan. Meski meraih WDP, Cornell tetap memuji Pemkab Maros karena telah melakukan perubahan yang sangat signifikan. Menurutnya, bupati mempunyai semangat yang sangat besar untuk melakukan perubahan. “Maros hebat, saya baca di koran dan informasi yang sampai di telinga saya... Maros hebat,” kata Cornell saat membacakan sambutannya di depan bupati, wabup, ketua DPRD, sekda, dan

puluhan SKPD Maros. Ia mengatakan, banyak sekali perubahan di Maros jika dibandingkan dengan daerah lain. Bahkan Maros termasuk daerah yang cepat menye­ rahkan laporan keuangannya. “Maros dan Sidrap menyerahkan laporan keuangan pada Februari. Ini termasuk cepat,” katanya. Cornell menambahkan, di Maros sangat banyak permasalahan namun bupati menyelesaikannya dengan langkah cepat dengan memaksimalkan fungsi tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). “Maros yang terbaik,” tambahnya usai menjelaskan tim TPTGR Maros. Menurutnya, BPK hanya menilai la­ poran keuangan. Namun yang me­

nentukan laporan tersebut layak meraih WTP adalah Pemkab Maros sendiri. “BPK hanya menilai namun yang berkinerja dalah SKPD,” ujarnya. Meski meraih WDP, Bupati Maros HM Hatta Rahman merasa bersyukur karena telah berhasil mengubah mindset PNS di Pemkab Maros, menertibkan administrasi, dan membuat pola kerja yang semakin baik. Ia mengaku ikhlas menerima opini WDP tersebut dan berjanji akan berusaha meraih opini WTP pada tahun depan. “Yang kita utamakan adalah proses pembuatan laporan dari SKPD yang betul-betul jujur untuk menciptakan good governance dan clean govern­ ment. (*)

Gandeng BPKP, Kembangkan SDM

U

Pemkab Maros menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bidang pengembangan manajemen pemerintah daerah. Penandatanganan MoU dilakukan Senin (28/1/2013).

4

NTUK membuat laporan keuangan yang akuntabel sesuai prinsip good goverment dan clean governance, Pemkab Maros menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam bidang pengembangan manajemen pemerintah daerah, Senin (28/1/2013). Penandatanganan kerjasama ini digelar di hall utama kantor Bupati Maros, Sulsel. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulsel Hamonangan Simarmata. Ini dilakukan untuk perbaikan manajemen keuangan serta membantu seluruh SKPD khususnya keuangan. Diharapkan kerjasama ini dalam menyusun laporan keuangan mendapat bimbingan dan opini BPKP dapat meningkat dari tahun ke tahun. Bupati Maros M Hatta Rahman mengatakan dalam menyusun laporan keuangan, SKPD semakin baik khususnya sistem laporan keuangan SKPD secara periodik dua bulanan. Kepala perwakilan BPKP Sulsel Hamonangan Simarmata yang memberikan materi sosialisasi sistem pengendalian pemerintahan mengatakan yang terpenting bukanlah opini dari BPK.   Namun bagaimana pelaksanaan dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat menuju good government dan clean government.(*)

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LAPORAN UTAMA

terkendala

Asset P

EMKAB Maros melalui Badan Asset Pemkab Maros sudah berusaha menelusuri asset Maros yang tercerai berai. Sudah ada beberapa kendaraan ditarik dari pemilik lama. Namun persoalan asset ini tetap saja menghambat Maros meraih opini WTP. Pendataan asset dilakukan mulai Februari hingga waktu yang tidak ditentukan. Dilakukan di 14 kecamatan di Maros hingga semua asset yang terdata ditemukan. Kepala Bagian Asset Sekretariat Daerah Maros, Frans Johan, mengatakan, pendataan randis ini dilakukan sebagai pendukung Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Maros tahun 2012. “Pendataan kami lakukan untuk mendukung LKPD Maros sekaligus untuk diperlihatkan pada auditor BPK Perwakilan Sulsel yang sedang melakukan pemeriksaan di Maros,” ujarnya, ketika itu. Frans melanjutkan, randis yang dalam kondisi rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi akan dihapus dalam daftar asset pemda karena hanya akan membuat daftar asset pemda kacau. “Yang ingin melakukan penghapusan barang harus memperlihatkan barang disertai kondisi barang. Barang tersebut kemudian akan dilelang agar bisa dimiliki,” kata Frans.

Sementara randis yang masih berada di rumah pejabat lama yang sudah tidak aktif akan dilakukan penjemputan. “Masih ada randis yang belum dikembalikan oleh mantan pejabat. Seharusnya SKPD yang bersangkutan bersikap tegas terkait penarikan randis tersebut,” tegasnya. Ia menambahkan, kendaraan yang diadakan sebelum 2010 saat ini susah ditelusuri keberadaannya. Selain kendaraan dinas, asset pemda berupa lahan dan tanah juga didata karena rawan sengketa. Setidaknya ada 433 lahan yang sudah dibanguni dan belum dibanguni belum memiliki sertifikat. “Saat ini kami sudah mengajukan 60 asset daerah ke BPN untuk dibuatkan sertifikat. Setelah itu kami akan ajukan sertifikat lainnya,” katanya. Rencananya pemkab akan mengajukan lagi sekitar100 persil ke BPN untuk dibuatkan sertifikat. “Target utama kita adalah membenahi semua saset pemda, baik yang baru maupun yang sudah lama ada. Tanah sekolah, puskesmas, dan kantor masih banyak yang belum disertifikatkan. Ini akan menjadi perhatian utama kami,” katanya. Mantan kabag pemerintahan ini mengatakan, pendataan asset lahan ini sangat penting untuk menghindari sengketa dengan warga.(*)

Suasana pendataan asset Pemkab Maros

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

5

LAPORAN UTAMA

BPK AJAR INSPEKTUR MAROS

P

EMKAB Maros terus berbenah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Inspektorat Kabupaten Maros menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Makassar menggelar pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan auditor Inspektorat Maros. Pelatihan bertajuk Penilaian Sistem Pengendalian Intern (SPI) Bagi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) tersebut berlangsung dua hari, 2526 Maret di Balai Diklat BPK Makassar di Makassar. Kepala Balai Diklat BPK Makassar Sarjono, mengatakan, pelatihan yang diikuti 36 auditor Maros ini digelar untuk meningkatkan kapasitas auditor Inspektorat Kabupaten Maros dalam mengelola keuangan daerah. “Diharapkan setelah mendapatkan pembekalan sistem pengendalian interen diharapkan peserta mampu melakukan pengendalian intern,” kata Sarjono. Dalam sambutannya, Kepala BPK Perwakilan Sulsel Cornell Syarief mengatakan diklat ini untuk menyamakan pemahaman antara auditor BPK Sulsel dan auditor Maros. “Saya berharap ilmu yang didapatkan diterapkan di Maros. Inspektorat punya peran penting dalam mengawal pembangunan di Maros. Maros akan menjadi kabupaten yang maju,” ujarnya. Bupati Maros HM Hatta Rahman yang hadir dalam pembukaan diklat mengatakan, dulu diklat seperti ini jarang dilaksanakan karena anggaran terbatas dan pengembangan SDM inspektorat tidak jadi perhatian. “Kami berharap inspektorat Maros mengikuti kegiatan ini sungguh agar bisa memperbaiki laporan keuangan Maros,” katanya.(*)

6

komentar mereka Kepala BPK Perwakilan Sulsel Cornell Syarief “Semangat Maros (dalam mengejar WTP) ini saya sebar ke daerah lain agar mereka juga ikut semangat dalam membuat laporan keuangan, kami tegaskan kami profesional dalam melakukan penilaian“ - Disampaikan dalam sambutannya, Rabu (20/2/2012), di depan kepala SKPD Maros di Pendopo Pemkab Maros.

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sulsel Budi Rahayu “ Secara umum laporan keuangan Maros mengalami kemajuan. Kalau SKPD mendukung tahun depan Maros bisa saja WTP,“ -Disampaikan usai penyerahan laporan keuangan di BPK Sulsel

Kepala perwakilan BPKP Sulsel Hamonangan Simarmata “Yang kita utamakan adalah proses pembuatan laporan dari SKPD yang betul-betul jujur untuk menciptakan good governance dan clean government.“

- Disampaikan saat penandatanganan kerjasama BPKP dan Pemkab Maros untuk pengembangan SDM Pemkab Maros, Senin (28/1/2013), di di hall kantor Bupati Maros

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LAPORAN UTAMA

Maros Target 10 Besar

Pemegang Saham Bank Sulselbar * Utang Sisa Rp 22 Miliar

P

EMERINTAH Kabupaten Maros akan menyetor modal sebesar Rp 12 miliar di Bank Sulselbar agar meraih posisi 10 besar pemilik saham di bank pemerintah tersebut. “Kalau dulu kita kesulitan dalam keuangan sehingga harus pinjam ke Bank Sulselbar, sekarang kita hampir keluar dari masalah keuangan. Tahun ini kita berencana menambah modal sebesar Rp 12 miliar,” ujarnya beberapa saat lalu saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, jika membenamkan investasi sebesar itu, Pemkab Maros akan masuk dalam 10 besar pemilik saham di bank pelat merah tersebut. Penyertaan modal yang dilakukan Pemkab Maros cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2010 investasi di Bank Sulselbar hanya sebesar Rp 350 juta, lalu naik menjadi Rp 744 juta pada 2011, dan naik menjadi Rp 3 miliar pada tahun 2012. Tahun ini menjadi Rp 12 miliar. “Ini membuktikan bahwa keuangan Maros sudah membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kita akan terus menambah modal kita sambil membayar utang. Setelah beban (utang) kita semuanya diselesaikan, kita akan berlari kencang,” katanya. Sementara utang pada pihak ketiga yang akan dibayarkan pemkab tahun ini sekitar Rp 22 miliar. “Pada tahun 2010 utang yang dibayarkan sebesar Rp 64,9 miliar, pada 2011 sebesar Rp 101 miliar, dan 2012 sebanyak Rp 49,2 miliar,” ujar Hatta. Tahun ini pemkab akan membayar utang sebesar Rp 22 miliar. “Sebelumnya pemkab menganggarkan dana sebesar

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

Rp 35 miliar, namun setelah diverifikasi jumlah utang kita sisa sekitar Rp 22 miliar,” ujarnya. Sebelumnya, Dirut Bank Sulselbar Ellong Tjandra mengaku komposisi saham di Bank Sulselbar yakni 40,58 persen milik pemprov dan kabupaten/kota sebesar 53,14 persen. (Selengkapnya lihat tabel di halaman 8)(*)

7

LAPORAN UTAMA

8

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LiPSUS ADIPURA

Untuk Adipura

Bupati Pimpin Kerja Bakti

D

ENGAN Berbatik kupukupu dengan warna dominan biru, Bupati Maros HM Hatta Rahman, Kamis (21/3/2013), mengelilingi kantor sekretariat daerah. Sepertinya ia gerah karena area kantor tersebut belum betul-betul bersih. Rumput liar dan gulma masih terlihat di sejumlah selokan di dalam kantor, limbah bongkaran renovasi gedung dinas pengelola keuangan juga masih terlihat di sana-sini. Berantakan. Ia lalu meminta sejumlah PNS termasuk pejabat untuk bekerja bakti membersihkan area kantor tersebut. Ketua DPD PAN Maros ini lalu berjalan berkeliling sambil menunjuk titik-titik yang masih kosong. Dengan sigap, PNS yang berseragam batik dan Satpol PP langsung turun tangan membersihkan wilayah kotor tersebut. Ada yang menggunakan sapu, sekop, cangkul, dan ada juga yang menggunakan tangan kosong untuk membersihkan rumput liar. Dari jarak 5-10 meter, bupati berdiri memperhatikan. Dalam hitungan menit, area kotor tersebut berubah menjadi kinclong. Bupati lalu berkeliling ke wilayah

Bupati meninjau langsung persiapan Adipura lainnya di dalam area kantor, meski demikian PNS yang kini mendapat bantuan relawan Dinas Kebersihan Maros tetap bekerja. Bupati mendatangi halaman depan serta memantau halaman di sekitar BKDD lama yang sedang direnovasi dan Dinas Pertanian. Semua PNS terlihat bekerja. Hatta wajar gusar karena hari itu tim penilai Adipura dijadwalkan berkunjung

Suasana Maros di malam hari.Tampak bersih dan bercahaya.

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

sementara kantornya sendiri belum bersih. Beberapa saat setelah pembersihan kantor sekretariat daerah rampung, tim penilai datang. Syukur semuanya sudah bersih. Namun di luar kantor sekretariat daerah, seperti jalan raya, hutan kota, saluran air, sungai, dan sejumlah titik pantau lainnya sebenarnya sudah bersih sejak beberapa pekan sebelumnya. Sehari sebelumnya, Rabu (20/3/2013), Hatta juga meninjau langsung kebersihan sejumlah kantorkantor yang menjadi titik penilaian Adipura. Kantor yang dikunjunginya, antara lain, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Dinas Kehutanan, Kantor Sintap, Kantor Lurah Pettuadae, Dinas Pertanian dan beberapa sekolah seperti SMP Negeri 1 Turikale, SDN 2 Unggulan dan SMA Negeri 1 Maros. Ia mengecek persiapan kantorkantor dalam menyambut kedatangan tim penilai. Ia memberikan perhatian pada sejumlah titik pantau yang dinilai masih rendah kebersihannya.

9

LIPSUS ADIPURA

Bupati bersama anggota DPRD Maros Zainal Dalle meninjau persiapan Adipura “Kita sudah berbuat maksimal di Kabupaten Maros, harapannya kita dapat meraih hasil yang maksimal pula,” harap Magister Managemen UMI Makassar ini. Dalam berbagai kesempatan ia mengingatkan bahwa Piala Adipura bukan tujuan utama.Yang utama adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. “Selain untuk mendapatkan Piala Adipura, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi habbit (kebiasaan) masyarakat. Itu tujuan utama kita,” ujarnya. Insinyur Sipil Unhas ini mengaku senang karena dalam penilaian Adipura ini, selain camat dan lurah, kepala lingkungan dan ketua RT (rukun tetangga) juga telah terlibat dalam menjaga kebersihan ini. Bupati sangat serius dalam menjaga kebersihan Maros, ia bahkan meminta para camat, lurah, dan kepala SKPD menandatangani pakta integritas untuk bekerja maksimal dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain PNS dan pejabat Maros, pemkab juga melibatkan warga Maros dalam menjaga kebersihan. Kepala dusun, lingkungan, RT, RW, bahkan organisasi ibu-ibu berulangkali diundang untuk dimintai masukannya terkait penyelenggaraan Adipura. Sejumlah direktur bank sampah juga diundang dan memberikan

10

masukannya dalam acara tersebut. Umumnya mereka mendukung upaya pemkab dalam menciptakan kebersihan untuk mendapat piala Adipura. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Maros A Davied Syamsuddin, mengatakan, nilai Maros dalam bidang kebersihan sudah cukup tinggi. Namun untuk pengelolaan sampah, pemilahan sampah, dan fungsi pohon peneduh, Maros masih memiliki nilai yang rendah. “Kami sudah berbuat maksimal untuk menjaga kebersihan Maros dan semoga kita bisa mendapatkan Piala Adipura,” katanya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta, mengatakan, pengelolaan sampah harus dibuat secara berkelanjutan meski tidak dalam penilaian Adipura. “Terkait kebersihan kita sudah baik, yang perlu digenjot adalah daur ulang sampah. Dan ini khususnya ibu-ibu telah kita genjot untuk membuat barang-barang yang terbuat dari sampah seperti koran bekas, sampah plastik dan lainnya,” ujarnya. PKK Maros sudah lama memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi kerajinan tangan yang berguna seperti tas, mainan anak, dan pajangan rumah tangga.(*)

Sejarah Adipura * Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Penghargaan Adipura diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. * Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”. * Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001 - 1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001 - 500.000 jiwa), dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa).(*)

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LIPSUS DESA “Dulu pemkab mendapat DID

dari pemerintah pusat karena mendapat WDP, nanti desa juga akan kami berikan insentif jika laporan keuangannya baik dan tepat waktu.“ Hatta Rahman

ADD - 2011 Rp 7,8 miiar

- 2012 Rp 11,5 miliar - 2013 Rp 15 miliar - 2014 Rp 20 miliar - 60 % untuk fisik, 40 % operasional

Desa Bermandi

Anggaran

* Tunjangan Kades Naik

P

EMERINTAH Kabupaten (Pem­­kab) Maros menyerahkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Triwulan I tahun 2013 kepada 80 desa se-Kabupaten Maros. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman, Senin (25/2/2012). Jumlah ADD yang diserahkan untuk triwulan pertama sebesar Rp 3,750 miliar dari total ADD tahun 2013 sebesar Rp 15 miliar. Bupati Maros HM Hatta Rahman mengharapkan ADD ini dapat dimanfaatkan oleh para kepala desa untuk masyarakat desa. “Kita berharap, semoga dengan lebih cepatnya ADD diserahkan, akan semakin meningkatkan kinerja dan semangat kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). ADD juga saya harap dapat diserap dengan optimal,” jelas Hatta. ADD ini diberikan untuk pemba­ ngunan desa dengan estimasi 60 persen

MAROS BAIK

untuk kegiatan fisik dan 40 persen untuk belanja desa. Kegiatan fisik seperti perbaikan jalan, rehabilitasi pasar, dan perbaikan kantor desa. Dan Hatta berjanji, jika penyerapan ADD tahun 2013 ini optimal, maka tahun 2014 mendatang Pemkab Maros akan menambah ADD menjadi Rp 20 Miliar. Ia juga berjanji akan memberikan insentif pada desa yang berhasil mem­buat laporan keuangan yang akun­tabel dan tepat waktu.“Dulu pemkab mendapat DID dari pemerin­ tah pusat karena mendapat WDP, nanti desa juga akan kami berikan insentif jika lapo­

EDISI V TAHUN 2013

ran keuangannya baik dan tepat waktu,” katanya. Sedangkan Ketua Asosiasi Peme­ rintahan Desa (Apdesi) Kabupaten Maros Abdul Azis mengapresiasi pencairan ADD karena pencairan lebih cepat membuat proses pemerintahan dan pembangunan di desa juga berjalan dengan cepat. Ia juga akan memantau penggunaan dana ADD ini. Tunjangan Naik Tahun ini Pemkab Maros menaikkan tunjangan kepala desa dari Rp 750.000 menjadi Rp 1.200.000. Pemkab Maros juga akan memberikan tunjangan untuk ketua RT, RW, Babinsa dan Babinkamtibmas. Demikian dikatakan Bupati Maros HM Hatta Rahman saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musren­bang) Kecama­ tan Bantimurung yang dilaksanakan di aula kantor Camat Bantimurung, Selasa (12/2/2013). “Pemberian tunjangan dilakukan untuk memberikan motivasi aparat desa agar dapat berkerja maksimal un­tuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Bupati Maros hadir dalam Musren­ bang Kecamatan Bantimurung usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Simbang di Panti Sosial Bina Remaja Makkareso, Simbang. (*)

11

LIPSUS DESA

Mantan Kades Dapat Kompensasi

UNTUK pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memberikan tunjangan kompensasi bagi kepala desa (kades) yang tidak lagi terpilih. Kompensasi purna bakti ini diberikan kepada kades yang tidak lagi menjabat terhitung sejak tahun 2010. Bupati Maros HM Hatta Rahman menyerahkan dana purna bakti ini di hall utama kantor Bupati Maros, Senin (25/2/2012). Jumlah dan kompensasi yang diberikan sebesar Rp 5 juta per orang dan diberikan kepada 25 orang mantan kades. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat dan Pemerintahan Desa (BMPD) Andi Mallarangang, kompensasi bagi kades yang purna ini sebagai ucapan terima kasih atas pengabdiannya. Apalagi kades selama ini memang tidak

memiliki gaji. “Selama ini kades tidak dapat gaji, baru pada tahun 2011 lalu Pemkab Maros mengalokasikan tunjangan sebesar Rp 750 ribu per bulan untuk satu kades. Jadi selama ini kades betul-betul hanya mengabdi,” papar Mallarangang. Salah seorang kades yang memasuki masa purna bakti adalah Kades Limapoccoe Kecamatan Cenrana, Umar. Ia mengaku sangat bangga dan salut pada Bupati Maros karena baru kali ini ada kompensasi kepada kades yang selesai menjabat. “Semoga kades yang menjabat sekarang bisa bekerja lebih baik lagi, kinerja kades semakin meningkat dalam hal pelayanan terhadap masyarakat,” kata Umar yang telah mengabdi sebagai kades selama 17 tahun. (*)

Ada Televisi Bagi Pengumpul PBB DINAS Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Maros membagikan televisi dan sejumlah alat elektronik lainnya pada kepala desa, lurah, dan camat di Kabupaten Maros yang berhasil mengumpulkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sesuai target. Penyerahan dilakukan di sela-sela pelaksanaan upacara bendera di pelataran kantor Bupati Maros, Senin (11/3/2013). Penyerahan hadiah diberikan langsung Bupati Maros HM Hatta Rahman bersama Wakil Bupati HA Harmil Mattotorang dan Sekda Maros H Baharuddin.

12

Selain televisi, diberikan juga kain batik sebanyak 200 buah untuk camat, kades, lurah, kepala lingkungan dan kepala dusun yang memenuhi target pencapaian PBB di wilayahnya. Tahun lalu, para pengumpul PBB ini juga diberikan satu unit kendaraan dinas berupa sepeda motor untuk digunakan saat bertugas. Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan surat pemberitahuan pajak terhitung (SPPT) untuk tiga perusahaan besar di Maros.(*)

23 Desa Pilkades Sebanyak 23 desa di Maros kembali akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades). Sebelumnya, ada 41 desa telah melaksanakan pemilihan secara bersamaan di Maros. Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Maros, Andi Muchsin mengatakan pilkades ini akan serentak dilaksanakan di 23 desa pada 5 Mei 2013 mendatang. “Saat ini masih dalam proses pembentukan panitia pelaksana di 23 desa itu,” katanya, Senin (25/3/2013). Setiap calon kades akan mengikuti tes kompetensi, tertulis dan wawancara. Sedangkan tes baca tulis Alquran akan dilakukan oleh Bagian Mental dan Spritual Pemberdayaan Ummat Sekretariat Daerah Kabupaten Maros. Dari 23 desa yang akan menggelar pilkades di antaranya Desa Wanawaru, Batuputih dan Samaenre di Kecamatan Mallawa. Desa Lebbotengae, Cenrana Baru, Rompegading dan Laiya di Kecamatan Cenrana. Desa Simbang, Samangki, Sambuaeja, Jenetaesa dan Simbang di Kecamatan Simbang. Desa Mattoanging dan Tukamasea di Kecamatan Bantimurung. Desa Lekopancing di Kecamatan Tanralili. Desa Bontomatenne dan Tenrigangkae di Kecamatan Mandai. Desa Bontomatene, Marumpa, Nisombalia dan Temmapadduae di Kecamatan Marusu. Sementara tiga desa lainnya berada di wilayah pesisir antara lain Desa Mattirotasi dan Borikamase di Kecamatan Maros Baru dan Desa Tunikamaseang di Kecamatan Bontoa.(*)

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

LELANG JABATAN

Syarat naik pangkat - Bebas temuan - Tes komputer - Tes kompetensi - Diklat pimpinan

P

EMERINTAH Kabupaten (Pem­ kab) Maros terus menggelar uji kompetensi untuk mencari posisi yang sesuai mengisi ja­ batan di Pemkab Maros. Pemkab Ma­ ros sudah melakukan lelang jabatan sejak April 2012 lalu. Yang terbaru adalah pelantikan lima pejabat eselon II oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman, Selasa (26/3/2013) di Aula Kantor Bupati Maros. “Ini adalah hasil uji kompetensi yang digelar beberapa waktu lalu.Yang sudah ikut ujian namun belum dilantik, harap bersabar karena masih ada pelantikan bulan April nanti,” kata Hatta saat membawakan sambutannya. Mereka yang dilantik adalah Rachmat Bustar yang sebelumnya memimpin dinas pertambangan, kini digeser menjadi kadis perhubungan. Empat lainnya dipromosikan dari eselon III menjadi eselon II. Mereka adalah Towwadeng menjadi Sekretaris DPRD Maros yang se­ belumnya menjabat sebagai Kabag Rapat dan Reses di tempat yang sama. Dalam pernyataannya saat disumpah, Towwadeng menyatakan siap mundur dari jabatannya jika gagal dalam masa percobaan selama enam bulan. Muh Alwi yang sebelumnya men­jabat inspektur pembantu wilayah empat dilantik menjadi asisten pemerintahan atau asisten I. Sedangkan Kabag Keuangan Takdir diangkat menjadi asisten administrasi umum atau asisten

MAROS BAIK

Menunggu Lelang SeLanjutnya III. Sementara Kabag Mental dan Spritual Husair Tompo kini menjadi Kepala Satpol PP. Mereka adalah produk uji kompetensi yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maros bulan lalu. Sementara jabatan hasil le­ lang pertama, di antaranya, direk­ tur   perusda, asisten pemerintahan,

EDISI V TAHUN 2013

dan kepala badan pemerintahan desa. Usai pelantikan tersebut, masih tersisa satu kursi jabatan eselon II yakni kadis pertambangan yang ditinggalkan Rachmat. Sementara jabatan eselon III yang kosong yakni kabag mental, spritual, dan pemberdayaan umat, kabag keuangan, serta kabag rumah tangga

13

lintas maros

LELANG JABATAN dan protokol. Sementara jabatan eselon IV yang kosong jumlahnya tak bisa dihitung dengan jari. Jumlah jabatan eselon II yang lowong   diperkirakan terus bertambah karena tahun ini sedikitnya ada lima pejabat yang akan memasuki masa pensiun. Mereka yang memasuki masa pensiun tahun ini, antara lain, Kadis Pengelola Keuangan Pemkab Maros Andi Najamuddin, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Budiman Effendi, Kepala Dinas Koperindag Thamrin Gassing,  Kadis Sosial M Nawir, Kadis Tata Ruang Agussalim, serta Kepala Kesbang Andi Abustam. “Kami akan terus melakukan uji kompetensi serta tes wawancara pada calon pejabat yang akan menduduki jabatan. Ini penting untuk mengetahui visi dan misi mereka jika mendudki jabatan tersebut dan yang terpenting ini membuktikan perekrutan dilakukan dengan transparan,” kata Bupati Hatta. Bupati mengklaim lebih dulu melelang jabatan dibanding Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. “Kami lebih dahulu melakukan lelang jabatan. Saat Jokowi melakukan lelang jabatan, pejabat di Maros menanggapinya dengan biasa karena karena Kabupaten Maros sudah lebih dulu melakukannya,”papar Hatta. Selain lelang jabatan, Hatta juga mengklaim lebih dahulu mengadakan uji kompetensi sebelum peraturan uji kompetensi tersebut disahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Sebelum surat edaran Menpan tentang tata cara pengisian jaban di lingkungan istansi yang lowong, kami sudah melakukan uji kompetensi bagi para pegawai yang ada di pemkab Maros,”ujarnya. Mengenai banyaknya jabatan yang masih kosong, Kepala BKDD Maros, Arwin Malik, mengatakan, jabatan tersebut akan terus diisi namun membutuhkan waktu karena harus melalui proses yang panjang. Khusus posisi kadis pertambangan, jabatan ini akan diisi oleh pelaksana tugas sambil menunggu hasil tes kompetensi. “Kita saat ini sedang fokus mengisi jabatan yang kosong, setelah itu kita akan kembali menggelar uji kompetensi, kata Arwin.(*)  

14

Guru Australia TURIKALE – Dinas Pendidikan Kabupaten Maros mendapatkan

tiga guru dari Australia. Mereka adalah tiga sukarelawan dari lembaga Australian Youth Ambassadors for Development (AYAD) yang akan mengajar selama setahun di SD Negeri Nomor 2 Unggulan Maros. Tiga guru tersebut memperkenalkan diri kepada Bupati Maros HM Hatta Rahman Senin (10/3) di kantor Bupati Maros Jalan Jenderal Sudirman. Mereka adalah guru matematika Emiley Morten, guru sains Daniel Pinkus, dan guru bahasa Inggris Aya Onishi.(*)

Ekspedisi NKRI MANDAI – Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang menerima tim

Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi yang tiba di Bandara Lanud Hasanuddin, Maros, Kamis (7/3/2013). Tim ini terdiri dari unsur TNI, Polisi, mahasiswa dan peneliti, tiba sekitar pukul 12.05 wita dengan menggunakan dua pesawat hercules. Ketua Tim Ekspedisi Mayor inf Adrianto, menjelaskan kegiatan ini merupakan kali ketiga dilakukan. Pertama dilakukan Ekspedisi Bukit Barisan tahun 2011 untuk menjelajahi Pulau Sumatera.(*)

Pengurus Perpadi

TURIKALE - Bupati Maros, M Hatta Rahman melantik Pengurus Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Kabupaten Maros, Jumat (18/1/2013) di aula kantor bupati. Hatta melantik Abd Rahman Rala sebagai Ketua Perpadi Maros. Pengurus diharapkan membantu pemerintah menstabilkan harga komoditas padi saat harga tidak stabil khususnya ketika saat panen. Hatta mengatakan saat ini 60 persen penduduk Maros adalah petani. Sehingga peran Perpadi sangat diharapkan dapat membantu kesejahteraan petani. (*)

Komite Ekonomi Nasional MAKASSAR – Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang menghadiri pertemuan Komite Ekonomi Nasional (KEN) di kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (15/03/2013). Pertemuan ini dihadiri Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, dan Ketua KEN Chaerul Tanjung dan perwakilan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), mengangkat tema Optimalisasi Pertanian dan Perikanan Menuju Asean Economic Community (AEC) 2015.(*)

Silaturahmi Polri-TNI TANRALILI – Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang menilai

keberadaan TNI dan Polri sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dapat memberi kontribusi positif bagi proses pembangunan di daerah penyangga ibukota propinsi Sulawesi Selatan ini. Hal itu dikemukakan saat menghadiri silaturrahmi jajaran Polres Maros dan Kodim 1422 Maros di markas Kostrad Kariango Maros di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Rabu (13/3/2013) malam. Hadir dalam silaturrahmi ini, Kapolres Maros AKBP CF Hotman Sirait mewakili Polri, Komandan Kodim 1422 Maros Letkol CZI Basuki Sabdono dan Danbrigif Linud 3 Kostrad Haryanto mewakili unsur TNI.(*) EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

INVESTASI

Bupati Maros menyaksikan proses pembuatan teh gelas di pabriknya di Kecamatan Bantimurung.

Maros Incaran Investor K

ABUPATEN Maros menjadi incaran pengem­ bang perumahan serta investor dari berbagai penjuru negeri. Lokasinya yang dekat dengan Makassar, tersedianya lahan yang Ferdiansyah luas serta sumber daya yang melimpah menjadi daya tarik investor. Hampir setiap hari ada pengusaha yang menemui Bupati Maros HM Hatta Rahman untuk menyampaikan minatnya berinvestasi di Maros. Mereka adalah pengusaha dari dalam dan luar negeri. Investor properti yang paling gencar membenamkan modalnya di Maros. Kawasan yang paling diminati yakni meliputi Kecamatan Tanralili, Mandai, Marusu, dan Moncongloe. Sejumlah pabrik juga sudah masuk dan telah beroperasi di Maros. Ratarata mereka adalah investor dari Jawa. Tahun ini akan ada lagi sejumlah pabrik yang membenamkan modalnya. “Mereka rata-rata minta dicarikan tanah yang luasnya puluhan hektare,” kata Bupati Maros HM Hatta Rahman. Ia menyambut baik niat investor

MAROS BAIK

yang mau ikut serta membangun Maros. Namun ia meminta mereka menyesuaikan rencananya dengan rencana tata ruang dan tata wilayah (RTRW) Pemkab Maros. Menurut bupati, Maros menjadi incaran para investor karena letaknya sangat dekat dengan Makassar. Selain itu di Maros juga terdapat Bandara Sultan Hasanuddin sehingga investor dari luar provinsi mudah menjangkau Maros. Kepala Kantor Sintap Maros Ferdiansyah, menambahkan, Pemkab Maros siap memberikan pelayanan terbaik pada investor yang akan

menanamkan modalnya di Maros. “Kami siap memberikan kemudahan pada investor asalkan berkas mereka memenuhi syarat dan tidak bertentangan dengan RTRW Maros,” ujar mantan Kabag Kesra Maros ini. Ia menambahkan, Pemkab Maros telah membentuk kelompok kerja (pokja) yang beranggotakan SKPD terkait sehingga izin investor akan cepat selesai. “Kami mempunyai motto pasti.Yakni izin pasti terbit atau pasti ditolak, tidak ada yang menggantung,” ujar mantan Camat Simbang ini.(*)

2014, Kereta Api di Maros KERETA api akan segera hadir di Sulsel yang menghubungkan Makassar-Parepare. Kehadiran kereta ini akan berdampak positif pada perkembangan perekonomian Maros karena jalur ini melewati Maros, Pangkep, dan Barru. Pembangunan infrastruktur kereta api menjadi prioritas tahun 2013 ini. Tahap pertama, kementerian perekonomian menjanjikan dana awal Rp 20 miliar sebagai dana persiapan

EDISI V TAHUN 2013

untuk mempercepat penyusunan master plan kereta api sekitar 136 kilometer tersebut. “Perekonomian Maros akan jauh lebih meningkat setelah kereta api hadir di Maros. Investor yang menanamkan modalnya di Maros saat ini sangat beruntung karena mereka membeli masa depan Maros dengan harga sekarang,” ujar Bupati Maros. Pemerintah daerah mendapatkan tugas membiayai pembebasan lahan yang akan dilewati kareta api.(*)

15

BINGKAI PERISTIWA

Sekda Maros Ir H Baharuddin MM melepas peserta Dara dan Daeng Maros yang akan mengikuti konvoi.

BUPATI Maros HM Hatta Rahman berfoto bersama pengurus Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Maros.

Bupati Maros bersama para pejabat dan staf Satpol PP dan Linmas Maros

16

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

BINGKAI PERISTIWA

Bupati Maros HM Hatta Rahman dan Wakil Bupati HA Harmil Mattottorang usai mengukuhkan Pengurus Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (perpadi) Kabupaten Maros Jumat (18/1) di aula Kantor Bupati Maros

Bupati Maros HM Hatta Rahman membuka sosialisasi program KPU/USO.

Bupati Maros HM Hatta Rahman berfoto bersama guru dari Australia

Bupati Maros HM Hatta Rahman bersama Wakil Ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam meninjau pasar.

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

17

BINGKAI PERISTIWA

Bupati Maros HM Hatta Rahman memberikan kata sambutan pada saat penyerahan LKPD Maros di Kantor BPK.

Bupati Maros HM Hatta Rahman menyerahkan e-KTP di Kecamatan Simbang.

Bupati Maros HM Hatta Rahman menghadiri musrenbang Kecamatan Bantimurung.

SEKDA Maros Ir H Baharuddin MM mendengar pemaparan Husair Tompo saat uji kompetensi.

18

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

BINGKAI PERISTIWA

Bupati Maros HM Hatta Rahman bersama Wakil Gubernur Sulsel Agus AN saat meninjau bencana di Maros Januari lalu.

Bupati Maros HM Hatta Rahman didampingi Wakil Bupati HA Harmil Mattottorang menyerahkan DPA.

Bupati Maros HM Hatta Rahman bersilaturahmi dengan warga Kecamatan Simbang.

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

19

PARIWISATA

PAD Wisata Bantimurung - 2012 Rp 7 miliar - 2013 Rp 10 miliar

Tahun Ini Hotel di Bantimurung Rampung

O

BYEK wisata alam Bantimurung terus berbenah untuk memuaskan pengunjung. Tahun ini pembangunan fisik fasilitas hotel yang ada di dalam wisata alam tersebut ditargetkan rampung. Pembangunan hotel ini menggunakan APBD Maros tahun anggaran 2012 dan 2013. Tahun lalu pembangunan konstruksi hotel ini sebesar Rp 1,2 miliar sedangkan tahun ini pemkab menganggarkan Rp 3,2 miliar untuk pembangunan. Total biaya pembangunan hotel sebesar Rp 4,4 miliar. “Insya Allah pembangunan fisik hotel kapasitas 24 kamar akan rampung tahun ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Rahmat Burhanuddin, Rabu (20/3/2013). Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan anggaran total sebesar Rp17 miliar untuk mengembangkan kawasan wisata alam Bantimurung. Selain hotel, di Bantimurung juga akan dilengkapi fasilitas lain seperti water boom, fasilitas parkir yang representatif, bus penjemput pengunjung, dan berbagai fasilitas lainnya yang akan menambah keindahan Maros. “Tarif rekreasi Bantimurung Maros tergolong murah, tahun ini kita akan mengusulkan agar tarif masuk Bantimurung naik dari Rp15 ribu menjadi Rp 20 ribu atau bahkan Rp 25 ribu sekali masuk,” ujar Rahmat. Dengan perbaikan berbagai fasilitas serta naiknya tiket masuk, PAD Bantimurung diharapkan naik dengan signifikan. Tahun lalu PAD Maros dari wisata Bantimurung mencapai Rp 7 miliar dan tahun ini ditargetkan menjadi Rp 10 miliar. “Kami optimistis mencapai taget PAD yang ditetapkan karena adanya peningkatan sejumlah fasilitas,” kata mantan Kepala Kesbang ini. (*)

20

KONTUR alam Kabupaten Maros yang terdiri dari barisan tebing-tebing batu karst yang membentang luas hingga puluhan kilometer sampai ke perbatasan beberapa kabupaten sekitarnya. Dominasi kontur alam peninggalan jaman purba itu terbilang cukup unik di Indonesia bahkan diklaim terluas di Asia.

Tunggu Kereta dan Jembatan Gantung Pemandangan tebingtebing alam itu merupakan potensi unggulan pariwisata Kabupaten Maros yang cukup populer hingga ke mancanegara. Untuk memperkenalkan sumber daya pariwisata ini ke dunia internasional, Pemerintah Kabupaten Maros akan membuat kereta gantung dan jembatan gantung yang akan menghubungkan semua kawasan utama taman

nasional itu antara lain wisata Bantimurung, sistus purbakala Leang-leang, dan taman nasional Hutan Karaengta. Target utamanya adalah semua wilayah tujuan wisata utama dikawasan ini dapat dinikmati dengan jelas melalui udara. Fasilitas kereta gantung merupakan fasilitas standar yang biasanya ditemui di dunia pariwisata negaranegara maju dan modern. “Izin pemanfaatan kawasan hutan lindung dan taman nasional Bantimurung sudah terbit dari Kementerian Kehutanan. Sekarang kita sudah bisa memulai pembangunan kereta gantung,” kata Bupati Maros HM Hatta Rahman.   Ia menambahkan, kawasan hutan lindung Bantimurung dan Bulusaraung tidak bisa dimanfaatkan tanpa ada izin dari Menteri Kehutanan dan izin penggunaan kawasan itu sudah terbit. Menurut Hatta, rute utama kereta gantung yang prioritas adalah menghubungkan Taman Nasional Bantimurung, Leang-leang, dan Karaengta dengan jarak bentangan sekitar 1 kilometer. (*)

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

PEMBANGUNAN

Bupati INGIN

Satukan Gedung Perkantoran

* Tahun Ini Ruang Pola Digunakan

P

ERINGATAN hari lahir ke-54 Kabupaten Maros tahun ini akan berbeda. Pasalnya perayaan hari jadi Maros akan diwarnai dengan peresmian sejumah gedung perkantoran di Kabupaten Maros. “Pemkab Maros sangat membutuhkan gedung perkantoran yang refresentatif untuk bekerja. Tahun ini sejumlah gedung perkantoran akan hadir salah satunya adalah ruang pola yang Insya Allah akan diresmikan pada perayaan hari lahir ke-54 Kabupaten Maros Juli

ingin menyelesaikan urusan di gedung perkantoran tersebut,” ujarnya. Selain ruang pola, saat ini pemkab juga sedang membangun gedung perkantoran di BKD lama dan di dinas keuangan. Gedung ini nantinya akan dimanfaatkan oleh dinas yang letaknya berada di luar area sekretariat daerah. Saat ini area kosong di sekitar kantor sekretariat daerah juga sedang ditata untuk pembangunan kantor

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

nanti,” ujar Bupati Maros HM Hatta Rahman saat ditemui di ruang kerjanya akhir Maret lalu. Ke depan, pemkab akan membangun lagi sejumlah gedung perkantoran di dalam kawasan sekretariat daerah. Ini dimaksudkan agar warga mudah mendapatkan pelayanan. “Kasihan warga yang membutuhkan pelayanan jika gedung perkantorannya terpisah-pisah. Mereka harus membutuhkan waktu dan biaya yang banyak jika

SKPD lainnya. Salah satunya adalah gedung dinas pemadam kebakaran. Letaknya di tepi jalan yang bersisian dengan gedung bola sima. Pembangunan rumah jabatan bupati juga ditargetkan rampung tahun ini. Rumah jabatan ini direnovasi karena kondisinya sudah tidak layak ditinggali. Rayap membuat sejumlah bagian di rumah jabatan ini keropos.(*)

21

PERTANIAN/KEHUTANAN

Distan Gandeng JICA Kelola Cabai Tanralili

D

inas Pertanian (Distan) Kabupaten Maros sedang melakukan pendekatan pada Japan International Cooperation Agency (JICA) agar memberikan bantuan teknis pada petani untuk mengembangkan cabai di Kecamatan Tanralili. “Saat ini kami sedang melakukan pendekatan pada JICA agar mereka mau memberikan pendampingan teknis pada petani cabai di Tanralili,” kata Kadis Pertanian Pemkab Maros Burhanuddin, Rabu (3/4/2012). Ia berharap, usai pendampingan dari JICA, kualitas cabai Maros akan meningkat dan bisa diekspor ke Jepang. JICA adalah organisasi pemerintah Jepang yang mempunyai fungsi utama untuk melakukan kerjasama teknis dengan negara-negara berkembang melalui bantuan hibah (grant assistance). Bupati Maros HM Hatta Rahman membuat program satu wilayah satu komoditas unggulan. Kecamatan

Tanralili mengembangkan cabai sebagai komoditas unggulan. Luas area tanaman cabai sekitar 180 hektar. Surplus Beras   Kadis Pertanian Pemkab Maros Burhanuddin, menargetkan produksi beras Maros akan surplus 125 ton pada tahun ini. Target ini jauh di atas pencapaian tahun lalu yang hanya surplus sebesar 90 ton. Untuk mencapai target tersebut ia melakukan sejumlah langkah strategis antara lain dengan menerapkan pola tanam SRI (System of Rice Intensification). Metode ini hanya menggunakan sedikit air dan benih namun memaksimalkan pengelolaan tanahnya. “Produksi petani meningkat setelah menggunakan pola SRI. Waktu persemaian bibit juga berkurang dari 30 hari menjadi 15 hari,” katanya. Untuk mendukung produksi petani, distan juga akan membeli satu unit alat pengering gabah, 15 unit traktor tangan, 20 unit pompa air, serta alat perontok padi.(*)

Dishut Siapkan Lahan Gratis

P Program Dinas kehutanan

- KBR untuk 27 kelompok - HTR sebanyak 15 hektar per KK - Satu juta bibit gratis per tahun - Membuat ekowisata di Bontobahari - Penangkaran kupu-kupu di Bantimurung

22

EMERINTAH Kabupaten Maros melalui Dinas Kehutanan Pemkab Maros menyiapkan sekitar 8.000 hektar lahan hutan tanaman rakyat (HTR). Warga yang bermukim di sekitar hutan bisa memanfaatkan lahan tersebut bahkan hingga 90 tahun lamanya. Kadis Kehutanan Kabupaten Maros M Nurdin mengatakan, HTR adalah program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di sekitar hutan. “Kami meminjamkan lahan tersebut pada penduduk di sekitar hutan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami berharap HTR ini mampu mengurangi pembalakan hutan,” katanya Rabu (3/4/2013). Karena lahan telah tersedia, ia berharap tidak ada lagi warga Maros merantau keluar negeri karena

beralasan tidak mempunyai lahan untuk digarap. HTR ini tersebar di Tompobulu, Camba, Mallawa, dan Cenrana. Selain menyiapkan HTR, kehutanan juga menyiapkan bibit sebanyak satu juta buah per tahun. Bibit yang disiapkan antara lain bibit jabon, jati, mahoni, bitti (Vitex cofassus Reinw), serta bibit buah seperti nangka dan sukun. “Saat ini stok kita masaih ada 600 ribu bibit,” ujar Nurdin. Dinas kehutanan dan dinas perikanan juga membuat kawasan ekowisata di kawasan hutan bakau (mangrove) di Desa Bontobahari Kecamatan Bontoa. “Kami membuat jalan inspeksi menuju kawasan hutan sementara dinas perikanan yang membuat pondok-pondok wisatanya,” katanya. Ia menjelaskan, warga setempat yang dibina PKK Kabupaten Maros kini mengembangkan jus bakau.(*)

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

MUSRENBANG

Wabup: Jangan Lupakan

Komoditas Unggulan Maros “Kegiatan ini jagan menjadi seremoni belaka, tapi harus menghasikan output bagi masyarakat,” HA HARMIL MATTOTORANG

MAROS BAIK

W

AKIL Bupati Maros HA Harmil Mattotorang membuka Musrenbang RKPD 2014 tingkat Kabupaten Maros, Kamis (14/3/2013), di hall utama Kantor Bupati Maros. Dalam kesempatan tersebut, Harmil menitipkan sejumlah isu untuk dibahas dalam musrenbang. Isu tersebut antara lain kemiskinan dan pengangguran terbuka, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi. “Potensi ekonomi kita belum tergarap maksimal, karenanya komoditi unggulan harus dikembangkan,” kata Ketua Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Maros ini. Program komoditas unggulan di setiap kecamatan merupakan penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2010-2015. Selama ini Maros belum dikenal memiliki komoditas unggulan dan andalan. Ia juga mengingatkan, saat ini kebutuhan

EDISI V TAHUN 2013

pelayanan dasar masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu, belum terpenuhi. Iajuga berpesan agar irigasi, jalan, dan jembatan diperhatikan. Rendahnya SDM terutama angkatan kerja produktif juga menjadi perhatiannya. “Kegiatan ini jangan menjadi seremoni belaka, tapi harus menghasikan output bagi masyarakat,” tegasnya. Kepala Bappeda Kabupaten Maros Andi Dainuri mengatakan, musrenbang ini digelar untuk mendapatkan masukan terhadap rancangan awal RKPD, mencocokan hasil musrenbang desa/ kelurahan, kecamatan, dan forum SKPD untuk menjadi prioritas pembangunan. Acara ini dihadiri anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu, muspida plus, Ketua DPRD Maros Hj A Ermawati Najamuddin, Wakil Ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam, dan sejumlah kepala SKPD serta utusan lurah dan desa.(*)

23

PEMERINTAHAN

Maros Masuk Nominasi

ULP Percontohan

U

NIT Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Maros masuk dalam nominasi ULP percontohan dari 17 ULP seluruh Indonesia yang masuk pantauan Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Demikian disampaikan Bupati Maros HM Hatta Rahman saat membuka Bimbingan Teknis dan Ujian Sertifikasi Tingkat Dasar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di hall lantai II kantor Bupati Maros, Rabu (20/3). Bupati Maros berharap peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh agar memahami dengan baik Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam proses pengadaan barang/ jasa, apalagi Maros sudah melakukan proses pengadaan secara elektronik. “Pelatihan ini kami gelar untuk menciptakan proses tender yang baik dan benar demi mewujudkan pemerintahan yang bersih,” ujarnya. Selain menjadi nominasi ULP percontohan, Maros juga menjadi pilot project e-audit. Pengelolaan keuangan yang lebih baik yang terus dilakukan Pemkab Maros diharapkan dapat meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2013 ini. Kepala Bagian Pembangunan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Maros, Alfian Amri mengatakan, bimbingan teknis ini digelar selama lima hari.(*)

24

Bupati Harap Barang Berkualitas BUPATI Maros HM Hatta Rahman berharap Bimbingan Teknis dan Ujian Sertifikasi Tingkat Dasar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Maros melahirkan panita yang berkualitas sehingga barang dan jasa yang dihasilkan juga berkualitas. “Kita berharap semua peserta bimtek ini menjadi tenaga andal di bidang pengadaan barang dan jasa. Tenaga barang dan jasa yang bersertifikat di Maros cukup banyak  namun terasa kurang karena banyaknya beban kerja. Karenanya kami membutuhkan tenaga-tenaga baru,” ujarnya. Ia menambahkan, Maros membutuhkan banyak tenaga mahir dalam pengadaan barang dan jasa karena belanja barang dan jasa

di Maros juga semakin meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2010 belanja barang dan jasa Maros hanya sebesar Rp 63 miliar kemudian naik menjadi Rp 89 miliar pada 2011. Sedangkan pada 2012 menjadi Rp 96 miliar dan tahun ini direncanakan sebesar Rp 149 miliar. Pada 2012 belanja barang dan jasa melalui elektronik sebesar 40 persen sedangkan pada tahun 2013 ini semua kegiatan dengan biaya di atas Rp 200 juta 100 persen akan dilakukan melalui lelang elektronik. “Tahun lalu kita terlambat menyelesaikan pengadaan barang dan jasa karena proses lelang terlambat. Kita harap lelang tahun ini lebih cepat dilaksanakan,” ujarnya.(*)

Suasana Bimtek Barang dan Jasa Pemkab Maros. EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

KOPERINDAG

Renovasi Pasar Tramo Rp 10 M

D

INAS Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Pemkab Maros akan merenovasi sejumlah pasar di Kabupaten Maros agar nyaman bagi pengunjung. Pasar tradisional modern (tramo) juga akan direnovasi tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Demikian dikatakan Kepala Koperindag Pemkab Maros, Thamrin Gassing, Jumat (1/3/2013). Pasar yang akan direnovasi ini menggunakan dana APBD Maros. Namun beberapa pasar juga mendapat bantuan dari APBN. “Kami akan membuat sejumlah kios dan ruko di Pasar Tramo agar pasar ini bisa dimanfaatkan dengan segera. Kami khawatir pasar ini akan rusak jika tidak direnovasi,” tambahnya. Pasar lainnya yang akan direnovasi adalah Pasar Camba. “Kami akan melakukan penambahan kerja yakni pembuatan drainase, kanopi, dan memasang paving blok,” katanya. Anggaran renovasi pasar ini sebesar Rp 400 juta. Menurutnya, pembenahan pasar ini adalah program utama pemkab untuk meningkatkan minat pembeli ke pasar. “Pengunjung akan merasa nyaman kalau pasarnya bersih,

BPSK Maros Terima Aduan Timbangan

SEJAK dilantik Oktober 2012 lalu, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Maros telah menerima puluhan aduan masyarakat selaku konsumen. Aduan yang diterima mayoritas tentang kecurangan pedagang dalam menjual barang dagangannya. Demikian AS Chaidir Syam dijelaskan anggota majelis BPSK, AS Chaidir Syam di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2013) lalu. “Mayoritas aduan dari pelanggan pasar, ada beberapa pedagang yang timbangannya tidak sesuai sehingga merugikan

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

sehingga pendapatan penjual juga bertambah,” katanya. Dua pasar di Kecamatan Bontoa juga akan diperbaiki yakni Pasar Panjalingang dan Pa’jukukang masing-masing mendapatkan anggaran sebesar Rp 150 juta dan Rp 200 juta. Pasar Marusu juga akan diperluas dengan anggaran sebesar Rp 200 juta. Pasar Puteh di Kecamatan Lau juga kecipratan anggaran Rp 50 juta untuk diperbaiki. Dalam berbagai kesempatan Bupati Maros HM Hatta Rahman selalu meluangkan waktunya untuk mengunjungi pasar-pasar tersebut. Ini dimaksudkan untuk mengecek langsung kondisi pasar dan melihat titik mana yang akan direnovasi. Pasar Batangase Koperindag Kabupaten Maros juga akan merenovasi Pasar Batangase. Pasar ini akan ditata menjadi pasar modern.Total dana yang dianggarkan mencapai Rp 3,5 miliar yang berasal dari Kementerian Perdagangan. “Anggaran untuk membangun pasar tradisional menjadi pasar modern ini bersumber dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan,” katanya.(*)

masyarakat. Aduan lain yang masuk beberapa minimarket antara harga yang dipajang dengan harga di barcode barang berbeda,” ujar anggota majelis BPSK dari unsur konsumen ini. Dari aduan tersebut BPSK Maros kemudian merekomendasikan ke Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Maros untuk melakukan tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengkapannya terhadap seluruh pedagang pasar di Maros. Sedangkan untuk aduan harga yang berbeda antara barcode dan yang dipajang, BPSK memanggil manajemen minimarket agar masyarakat tidak dirugikan. (*)

25

KEAGAMAAN

Tunjangan Imam dan Guru Ngaji

P

Capai Rp 3,9 Miliar

EMKAB Maros menganggarkan Rp 3,9 miliar pada tahun 2013 untuk memberikan tunjangan pada imam masjid, imam dusun, guru mengaji, imam desa, dan pendeta. Anggaran tersebut terus bertambah setiap

tahun. Pembayaran tunjangan untuk triwulan pertama sudah dibayarkan sejak Februari lalu senilai Rp 988 juta. Pembayaran diberikan langsung Bupati Maros HM Hatta Rahman pada guru mengaji dan imam di kantor kecamatan masing-masing. Besar tunjangan yang diterima bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu per bulan sampai Rp 250 ribu per orang. Bupati Hatta Rahman, mengatakan, pemkab menaruh harapan besar kepada pada dai, guru mengaji, imam, dan pendeta untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di Maros. “Pemberian tunjangan ini menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat serta upaya memacu pembangunan di Kabupaten Maros. Program ini sejalan dengan misi mewujudkan masyarakat Maros yang sejahtera dan beriman melalui pemerintahan yang bersih dan profesional,� katanya. Kepala Bagian Mental, Spritual, dan Pemberdayaan Umat, Husair Tompo, menambahkan, guru mengaji, dai, dan penerima tunjangan lainnya harus bekerja maksimal karena mereka telah mendapatkan tunjangan yang waktu pembayarannya lebih cepat dibandingkan masa kerja mereka.(*)

26

Tugas dan fungsi dai

- Membuat program di desa/kelurahan - Berdakwah di desa/kelurahan - Khatib di setiap Jumat di masjid desa/ kelurahan - Membantu menyusun jadwal khutbah Jumat di masjid, bersedia menjadi imam pengganti - Membantu membentuk kelompok pengajian (majelis taklim dan TPA) di setiap masjid desa/kelurahan - Meningkatkan semangat salat berjamaah di masjid - Membuat laporan mingguan dan bulanan secara berkala dan meneruskan ke Bagian Mental Spiritual dan Pemberdayaan Umat sebagai bahan evaluasi.

103 103

- Dai pendamping: orang - Imam desa: orang - Imam dusun/lingkungan: orang - Imam masjid: orang - Guru tajwid/TPA: orang - Guru mengaji tradisional: orang - Total: orang

574 454

2.5478

EDISI V TAHUN 2013

402

1.045

MAROS BAIK

kesehatan

Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang menyerahkan cinderamata kepada Menteri Kesehatan RI dr Nafsiah Mboi.

Menkes Bantu

Puskesmas Camba Rp 2 M

M

enteri Kesehatan (Menkes) RI dr Nafsiah Mboi melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Camba Minggu (14/4/2013).   Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan Menkes ke empat kabupaten di Sulsel yakni Maros, Soppeng, Wajo dan Bone. Dalam kunjungan yang diterima oleh Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang ini, Menkes menyerahkan bantuan 7 paket penjernih air, 14 paket media promosi kesehatan. Juga 375 paket polibag, 5996 paket buku kesehatan ibu dan anak, satu paket bidan kit, satu set perangkap lalat, satu paket makanan pengganti ASI dan satu paket obat-obatan.

MAROS BAIK

Menkes juga meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana Puskesmas Camba. Tahun 2013 ini, Puskesmas Camba akan direhabilitasi dengan nilai anggaran Rp 2 miliar. Anggaran dari pusat ini diperuntukkan untuk membangun poliklinik dan rehabilitasi ruang perawatan. Menkes berjanji akan memberikan bantuan pembangunan ruang perawatan serta ruang persalinan. “Untuk sarana dan prasarana dicatat saja apa kekurangannya. Karena memang kami lihat ada beberapa yang belum memadai,” ujar Menkes yang datang menggunakan helikopter ini. Menkes berkunjung bersama Wakil Menteri Agama RI Prof H Nasaruddin

EDISI V TAHUN 2013

Umar dan Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Akmal Taher. Prof Akmal Taher pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Camba periode 19801983. Dalam kunjungan singkatnya, Menkes mengingatkan kepada ratusan warga Camba untuk selalu menjaga kesehatan. Dia juga menilai perkembangan Sulsel sudah cukup maju khususnya dibidang kesehatan. “Beberapa penyakit yang puluhan tahun lalu mewabah sekarang nyaris tidak ada seperti campak dan polio. Ini membuktikan, perkembangan kesehatan semakin baik,” pungkasnya. (*)

27

PEMERINTAHAN

Lebih dekat dengan Asisten Pemerintahan

Tingkatkan Koordinasi

M

UHAMMAD Alwi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan pimpinan kepadanya sehingga saat ini menduduki jabatan asisten pemerintahan. Hal tersebut ia ungkapkan pada Maros Baik saat ditemui di ruang kerjanya awal April lalu. Mantan Kasubag Humas Pemkab Maros ini berjanji akan melaksanakan amanah dan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab. “Saat ini kami fokus untuk lebih meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan para kepala bagian yang menjadi sub koordinasi asisten satu,” kata mantan Sekretaris BKDD Maros ini. Asisten

pemerintahan ini mempunyai jalur koordinasi dengan kepala bagian pemerintahan, hukum dan HAM, humas, dan asset. Alumnus Fisipol Unhas ini juga pernah menjabat kasubag data, dokumentasi dan informasi pegawai. Magister pemerintahan daerah Unhas ini juga pernah menjadi kasubid kenaikan pangkat dan KGB pada bidang mutasi di BKDD. Pada 2005 ia menjadi Kabid Perencanaan, Data, dan Informasi pada BKDD. Selanjutnya ia dipromosikan menjadi Sekretaris BKDD dan terakhir menjadi Inspektur Pembantu Wiayah IV di Inspektorat Maros. (*)

Asisten Ekonomi, Pembangunan,

Karena Otoda

A

SISTEN Ekonomi, Pembangunan, dan Pemberdayaan Perempuan Pemkab Maros, Drs Ek Mustafa, “lahir dan besar” di dunia koperasi. Itulah sebabnya ia tidak merasa asing ketika ditempatkan sebagai asisten ekonomi Pemkab Maros. Ia terangkat menjadi PNS di Kementerian Koperasi diJeneponto Sejak tahun 1986. Statusnya adalah pegawai pusat yang ditempatkan di kota garam tersebut. Pada tahun 1990 ia lalu dipromosikan menjadi Kasi Pembinaan Usaha Koperasi di kampungnya di Bone. Selanjutnya ia menjadi Kasi Bidang Pertanian Kanwil Koperasi Sulsel pada tahun 1994. Pada tahun 1999 ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Kantor Departemen Koperasi Maros. Pada tahun 2002, ketika otonomi daerah (otoda) diberlakukan, ia memilih menjadi pegawai Kabupaten Maros. Pilihannya itu membuatnya menduduki jabatan Wakil Kadis Koperindag Maros. Pada tahun 2011 ia lalu diangkat menjadi

Data Diri Data Diri

- Nama: Drs Muhammad Alwi Msi - Lahir: Makassar, 23 Desember 1968 - Pangkat/Gol: IV/b - Pendidikan: - S1 Fisipol Unhas - Magister Pemerintahan Daerah Unhas - Riwayat Jabatan: - 1996-2001: Kasubag Pemberitaan Bagian Humas - 2001-2010: Menjabat berbagai jabatan di BKDD Maros, terakhir sebagai Sekretaris BKDD - 2011-2012: Inspektur Pembantu Wilayah IV pada Inspektorat Maros - 2013: Asisten Pemerintahan Pemkab Maros

28

- Nama: Drs Ek (Ekonomi) Mustafa - Lahir: Bone, 5 Mei 1958 - Pangkat/Gol: IV/c - Pendidikan: - S1 Manajemen Keuangan UMI - Riwayat Jabatan: - 990: Kasi Pembinaan Usaha Koperasi Bone -1994: Kasi Bidang Pertanian Kanwil Koperasi Sulsel -1999: Kepala Kantor Departemen Koperasi Maros - 2002: Wakil Kadis Koperindag Maros - 2011: Kadis Koperindag Maros - 2012: Asisten II

EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

PEMERINTAHAN

Asisten Pemkab Maros dan Pemberdayaan Perempuan

Data Diri

- Nama: Ir H Takdir D MM - Lahir: Kaluku, 1 Desember 1967 - Pangkat/Gol: IV/b - Pendidikan: - S1 Unhas - Magister Manajemen SDM UMI - Riwayat Jabatan: - 1999: Kasi Pertanian Bappeda Majene - 1999: Kasi Pengumpulan Data Bappeda Majene - 2001: Kasubid Pertanian Bappeda Majene - 2002: Kasubag kelembagaan di Maros - 2006: Kabag Tata Usaha Badan Penyuluhan Maros - 2006: Kabag Tata Usaha Dinas PU Maros - 2009: Kabag Pembangunan Pemkab Maros - 2010: Kabag Keuangan Pemkab Maros - 2013: Asisten Administrasi Umum Pemkab Maros

Kadis Koperindag Maros oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman. Saat ini ia dipercayakan sebagai asisten pemerintahan. “Saat otoda saya diberi pilihan apakah akan bergabung ke Maros atau mengikuti Departemen Koperasi, saya akhirnya memilih bergabung ke Pemkab Maros karena saya mencintai Maros,” katanya. Asisten II ini mempunyai jalur koordinasi dengan bagian ekonomi dan kesejahteraan rakyat, bagian bina mental spritual dan pemberdayaan umat, pembangunan dan program, serta bagian peberdayaan perempuan.(*)

Asisten Administrasi Umum

Perkuat Fungsi

A

SISTEN III yang baru Ir H Takdir D MM mengakui tugasnya saat ini tidak terlalu berat, tidak juga terlalu mudah. Sebab Asisten Administrasi Umum Pemkab Maros yang sebelumnya sudah bekerja dengan baik. “Asisten yang sebelumnya sudah bekerja dengan baik, kami sisa menyempurnakannya saja,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu. Namun menurutnya, fungsi asisten di Pemkab Maros harus diperkuat karena asisten adalah pembantu sekretaris daerah (sekda). “Kami fokus membantu sekda dalam menjalankan tugasnya mendampingi bupati dan wakil bupati. Karenanya kami

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

akan meningkatkan koordinasi dengan SKPD, kata Alumni SMA Negeri 3 Makassar ini. Takdir memulai kariernya sebagai kasi pertanian serta kasi pengumpulan data di Bappeda Majene pada tahun 1999. Dua tahun kemudian ia menjadi kasubid pertanian. Tahun 2002 ia hijrah ke Maros menjadi kasubag kelembagaan. Insinyur pertanian ini lalu kembali ke habitatnya memimpin Bagian Tata Usaha Badan Penyuluhan Maros. Pada 2006 ia digeser menjadi Kabag Tata Usaha Dinas PU Maros lalu menjadi Kabag Pembangunan Maros pada 2009. Pada 2010 hingga awal 2013, ia diangkat menjadi kabag keuangan. (*)

29

PKK MAROS

Hari Kesatuan Gerak PKK Meriah

P

eringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-41 tahun 2013 tidak hanya sekedar untuk menciptakan kemeriahan sesaat. Tetapi lebih memberikan makna dan ungkapan syukur atas kiprah dan karya nyata gerakan PKK, terutama para pengurus dan kader PKK di Kabupaten Maros. Demikian dikemukakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta dalam peringatan HKG PKK ke-41 tahun 2013 tingkat Kabupaten Maros di aula Al Markaz Maros, Kamis (11/4/2013). “Juga untuk memberikan motivasi dan semangat bagi kader PKK di Kabupaten Maros agar tetap terus giat melaksanakan tugas dan fungsi utama, yaitu berupaya memberdayakan dan mensejahterakan keluarga,� ujarnya. Peringatan HKG PKK ke-41 ini dimeriahkan dengan pemotongan kue ulang tahun, nasi tumpeng, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba serta pemberian piagam penghargaan bagi kader PKK yang telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun secara berturut-turut. Sementara Sekertaris PKK Maros Hj Heria Rahman menjelaskan, dalam memperingati HKG PKK ini telah digelar berbagai lomba, di antaranya lomba masak bagi para camat seKabupaten Maros. Ada juga lomba posyandu, desa terpadu, joget gembira, membaca Al-Quran dan lain sebagainya.(*)

BUPATI Maros menyaksikan ibu-ibu PKK Maros membuat kerajinan tangan dari limbah kertas.

30

Ketua Tim Penggerak PKK Maros menyerahkan piagam penghargaan. EDISI V TAHUN 2013

MAROS BAIK

PKK MAROS

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros memanen mentimun di SMA Negeri 1 Maros.

Ketua Tim Penggerak PKK Maros Hj Suraida Hatta membuka pameran holtikultura.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta memotong nasi tumpeng.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta memotong kue ulang tahun.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta meresmikan beroperasinya Club Sehat Salewangang.

Bupati Maros HM Hatta Rahman dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros Hj Suraida berfoto dengan Camat dan Ketua PKK Kecamatan.

MAROS BAIK

EDISI V TAHUN 2013

Ketua Tim Penggerak PKK Maros berfoto dengan penerima piagam penghargaan.

31

Ketua Tim Penggerak PKK Maros

Hj Suraida Hatta


MAROSBAIK