Page 1

Nama: Marco Richard Kelas: 08PAY Introduction To E-Commerce E-commerce adalah penjualan, pembelian, pemasaran barang atau jasa melalui sistem elektronik suatu jaringan komputer (internet) dengan cara mentransfer uang melalui jalur komunikasi digital. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Ecommerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan ebusiness lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (email), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-commerce ini. E-commerce pertama kali dikenalkan pada tahun 1994 di banner elektronik dipakai untuk tujuan promosi di halaman website. Dan berkembang hingga saat ini. Banyak sekali yang menggunakan e-commerce dalam berbisnis, karena dapat meminimalisir biaya dalam berbisnis. Yang dibutuhkan hanyalah membuat domain yang jauh lebih murah daripada kita membuat toko di pinggir jalan. Bahkan ada sebuah website yang menyediakan tempat untuk menjual dagangan kita secara gratis, seperti e-bay contohnya. Selain itu jangkauan kita dalam berbisnis melalui internet sangatlah luas. Melihat banyaknya pengguna internet di dunia. Tak heran online shop sangat banyak bermunculan akhir-akhir ini. Dengan kenyataan yang seperti itu, persaingan menjadi semakin lebih ketat. Terdapat beberapa fitur yang unik dari Ecommerce, antara lain: 1.

Ubiquity

2.

Global reach

3.

Universal standards

4.

Information richness


5.

Interactivity

6.

Information density

7.

Personalization/customization Social technology

Ada beberapa macam E-Commerce yaitu : • Business-to-business (B2B) menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara produsen dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utama untuk ini adalah bahwa dalam rantai pasokan yang khas akan ada banyak transaksi yang melibatkan B2B subkomponen atau bahan baku, dan hanya satu transaksi B2C, khususnya penjualan produk jadi ke konsumen akhir. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir, kendaraan yang sudah selesai dijual ke konsumen, adalah satu (B2C) transaksi.

• Business-to-Customer (B2C) merupakan kegiatan yang menggambarkan bisnis melayani antara konsumen akhir dengan produk / jasa. Contoh: Transaksi B2C seseorang akan membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu yang tersedia untuk pembelian, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll.

• Customer-to-Customer (C2C) Merupakan kegiatan yang melibatkan perdagangan elektronik-difasilitasi elektronik transaksi antara konsumen melalui beberapa pihak ketiga. Sebuah contoh umum adalah lelang online, di mana konsumen posting item Dijual konsumen lain menawar untuk membeli. Situs hanya perantara, hanya ada untuk mencocokkan konsumen. Mereka tidak perlu memeriksa kualitas dari produk yang ditawarkan.


Berikut ini merupakan beberapa hambatan potensial dari bertumbuhnya B2C E-Commerce: 

Expensive technology

Sophisticated skill set

Persistent cultural attraction of physical markets and traditional shopping experiences

Persistent global inequality limiting access to telephones and computers

Saturation and ceiling effects

keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui ECommerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut : •

Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.

Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.

Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.

Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya, yaitu : • Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional. • Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar). • Menurunkan biaya operasional(operating cost). • Melebarkan jangkauan (global reach). • Meningkatkan customer loyality.


• Meningkatkan supplier management. • Memperpendek waktu produksi.

Sedangkan dampak negativenya, yaitu : • Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada. • Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihakpihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban. • Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri. • Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.

Introduction to Ecommerce  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you