Page 14

14

R A B U ,

3 0

N O V E M B E R

2 0 1 1

Amos Tempone

DUA..... SAMBUNGAN DARI HAL 13

jalur dua arah ini untuk mengurangi kemacetan,” katanya seraya berharap masyarakat mendukung terlaksananya uji coba ini,”ujar Waworuntu sambil mengingatkan agar warga tidak cemas dengan diberlakukan uji coba ini. Dipastikan juga pihak Polda Sulut, Polresta Manado, dan Satpol PP akan mengawasi uji coba dua jalur ini. “Kami berharap masyarakat sebagai pengguna jalan untuk tetap menaati rambu lalu lintas yang ada. Misalnya, tidak sembarangan berhenti dan parkir di kawasan jalur dua arah,” ujarnya. Buang Bua, warga Mapanget berpendapat, pemerintah harus bijak memilih program untuk kota yang makin lama makin padat. Katanya, jika memang jalur dua arah ini terbaik untuk Manado, kenapa harus dibuat searah waktu lalu. “Setiap

kebijakan butuh anggaran, termasuk penerapan dua jalur ini,” ujarnya. Sebelumnya mantan Kepala Dinas Perhubungan Sulut Ir JE Kenap menyatakan dua jalur justru akan menambah kemacetan yang telah terurai setelah dibuat satu jalur. “Satu jalur sudah benar karena kota besar seperti Manado sudah sangat butuh. Yang diperlukan hanya pembenahan di jalan-jalan silang di lorong-lorong. Itu yang

ILMU..... SAMBUNGAN DARI HAL 13

Tassya, yang menyelesaikan studi dengan IPK 3,89, mengatakan, dia memang belum puas dengan predikat SKed-nya, karena nantinya ia akan mengambil dokter spesialis lagi. “Nanti saya akan mengambil spesialis penyakit dalam, karena saya prihatin dengan masyarakat yang sering terkena penyakit

harus dicarikan solusi oleh Pemkot, bukan mengembalikan jadi dua jalur,” ujarnya. Dengan dua jalur, katanya, pekerjaan pengawalan oleh polisi dan Dishub akan lebih besar. “Sudah pasti setiap lorong akan ada polisi dan petugas Dishub. Padahal, selama ini tidak ada lagi petugas jaga-jaga lorong,” sindirnya. Sementara seorang supir jurusan Malalayang—sebut saja Ismail—yakin perubahan jalur ini

akan mengatasi kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan Boulevard. “Kami sangat menyukai jika pemerintah akan merubah jalur ini menjadi dua arah. Apalagi menyambut Natal, ketika semua jalan akan padat” ujarnya. Tapi, katanya, harus menertibkan kendaraan yang parkir di pinggir jalan. “Macet selama ini bukan selalu karena mikrolet, tapi kendaraan yang parkir di pinggir jalan yang tidak pernah ditertibkan,” tukas Ismail.(***)

yang tiba-tiba bisa merenggut nyawa mereka,” ungkapnya kepada Koran ini. “Mengabdi kepada masyarakat nantinya adalah satu-satu tujuan bagi saya,” tambahnya. Dengan IPK 3,89 atau gadis cantik ini membuktikan kepada kedua orang tuanya dia mampu memperoleh prestasi yang baik di dunia akademik. Dengan begitu ia tidak menyianyiakan kepercayaan orang tuanya. “Saya bangga dengan kedua orang tua

saya yang selalu mensuport perkembangan akademik saya. Dengan dukungan dari mama dan papa, saya bisa berdiri di sini saat ini dengan jubah wisuda yang sangat saya nantikan selama 4 tahun kemarin,” ungkap mantan putri Intelegensia Fakultas Kedokteran Unsrat Tahun 2010 itu. Tasya, begitu panggilan akrabnya, selalu berprestasi untuk dunia pendidikan. Buktinya ia pernah menjadi juara III Olimpiade Kimia saat SMA. “Jadi malu, prestasi itukan sudah cukup lama, masih SMA, loh,” imbuhnya, tersenyum. Tasya mengatakan, sebesar apa pun prestasinya dalam dunia pendidikan jika tidak diimbangi dengan pemberian diri kepada masyarakat itu tidak akan berarti apa-apa. “Yah, saya bukan apa-apa jika tidak mengabdikan diri untuk orang banyak. Dan tentunya itu semua karena berkat Sang Kuasa,” tutupnya.(Marlina)

DESON..... SAMBUNGAN DARI HAL 13

sebagaimana mestinya, dan tidak mempolitisirnya. “Percayakan saja pada Kejari menjalankan tugas dan wewenang mereka,” tutur pria yang akran disapa Deson itu, sembari kembali menyatakan langkah Kejari itu harus didukung semua pihak. Seperti diberitakan kemarin,

PRIHATIN..... SAMBUNGAN DARI HAL 13

Seandainya semua warga kota, maupun yang datang ke Manado ini sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, Manado pasti bersih,” ujar gadis cantik kelahiran Manado 3 September 1995 itu. Meskipun pemerintah telah mengerahkan petugas

untuk membersihkan kota, ternyata tetap saja terlihat banyak sampah berserakan. “Memang, sih, terlihat ada yang menyapu sampah. Tapi, penting juga ditindaki mereka yang suka buang sampah sembarang,” imbuh Winny. Dia berharap semoga pemimpin Manado menerapkan sanksi yang jelas bagi mereka yang melanggar. “Kan sudah ada Perda tentang

sampah, harusnya diterapkan dan tegas saja kepada yang melanggar,” ujarnya. “ Tabiat warga memang selalu harus disadarkan dengan hukuman,” tambahnya. Winny mengatakan, jika mindset dari setiap warga sudah pada titik kesadaran, dampaknya pasti kota kita ini menjadi nyaman. “Yang penting ada perubahan mindset,” ujarnya.(marlina)

SOSIALISASI..... SAMBUNGAN DARI HAL 13

Parafon, juara II dari Hotel Sahid Manado, dan juara III PT Ace Hard Were Indonesia. Ketiga peserta ini mendapatkan tropy, bingkisan, dan uang tunai. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ubaidillah Ma’ruf didampingi Sekretaris Disnaker Ato Bulo mengatakan, kegiatan ini memang dirancang serius tapi santai. Yakni, semua materi yang diberikan Disnaker menyangkut perundangundangan, tapi untuk menguji penguasaan diberikan lewat lomba. “Ini memang metode baru dalam perlombaan. Sengaja dibuat seperti ini agar tidak membosankan dan yang paling penting itu agar para peserta langsung memahami dan bisa merealisasikan di tempat ia bekerja,” imbuh Ma’ruf. Asisten I Bidang Peme-

tim Kejari Manado yang dipimpin Kasi Pidsus Hotma Hutadjulu SH mendatangi ruang Bagian Keuangan Pemkot Manado, lalu menyita sejumlah berkas yang berkaitan dengan dugaan korupsi itu. Sebelumnya, Kejari Manado telah memeriksa 40 kepala SMA/ SMK dan Madrasah Aliyah di Manado yang mengaku tidak menerima dana tersebut di triwulan IV 2009.(ddt)

KUASAI ATURAN: Para pemenang Lomba Cepat Tepat bersama Kadis Naker Manado Ubaidilah Ma’ruf (kedua dari kiri)

rintahan dan Kesra Didi Salendu saat sambutan pembukaan berharap, semoga lewat acara ini tenaga kerja menyadari tang-gungjawabnya kepada perusaha-an. “Lewat kegiatan ini tentunya kita semua akan mendapatkan wawasan mengenai perundangundangan yang berlaku dalam ketenagakerjaan,” ujarnya.

Bulo menambahkan, kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada tenaga kerja soal hak dan kewajiban agar mempermudah proses peningkatan kinerjanya. “Dengan begitu tidak akan ada lagi demo atau kekecewan lain di semua perusahaan yang ada di Manado,” ungkapnya.(tr-10/irz)

Manado Post  

Dokumen DAK Manado Raib

Manado Post  

Dokumen DAK Manado Raib

Advertisement